Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Mir Quasem Ali, yang juga taipan media, menolak untuk meminta grasi karena mengharuskannya mengakui kesalahan.
StatusAceh.Net - Seorang tokoh dan pemasok keuangan partai Islam terbesar di Bangladesh telah dieksekusi untuk kejahatan perang yang dilakukan pada tahun 1971, kata para pejabat.

Taipan media Mir Quasem Ali, 63, yang juga pemimpin partai Jamaat-e-Islami, dijatuhi hukuman mati dua tahun lalu.

Dia divonis untuk berbagai dakwaan, antara lain pembunuhan dan penyiksaan yang terjadi selama perang dengan Pakistan.

Sang taipan digantung di sebuah penjara dengan keamanan tinggi di luar ibukota Dhaka pada Sabtu (3/9) malam.

Ia ditangkap pada tahun 2010 dan dihukum pada tahun 2014. Dia menolak untuk mengajukan grasi kepada presiden, karena mengharuskan pengakuan bersalah.

Eksekusinya terjadi setelah sejumlah serangan kaum militan Islam di Bangladesh, termasuk serangan terhadap sebuah kafe di Dhaka bulan Juli yang menewaskan 20 sandera, sebagian besar adalah orang asing.

Pada persidangan, Mir Quasem Ali dituduh terlibat dalam 'kekuasaan teror' di kota Chittagong. Dia dinyatakan bersalah dalam delapan dari 14 dakwaan yang dikenakan kepadanya.

Enam pemimpin oposisi, lima orang di antaranya pemimpin puncak partai Jamaat, sudah dieksekusi untuk dakwaan kejahatan perang sejak Perdana Menteri Sheikh Hasina, membentuk pengadilan kejahatan perang pada tahun 2010.

Kritik bermunculan, menuding pemerintah menggunakan pengadilan untuk menyasar lawan-lawan politik mereka.

Pemantau HAM, Human Rights Watch menyebut, prosedur-prosedur pengadilan kejahartan perang itu tidak memenuhi standar internasional.

Pemerintah Hasina berkilah, pengadilan itu diperlukan untuk menyembuhkan luka-luka akibat konflik.

Liga Awami, yang memimpin pemerintah saat ini, mengatakan proses hukum itu diperlukan agar negeri itu bisa berdamai dengan masa lalu.

Polisi Bangladesh pada bulan Juni lalu melancarkan operasi besar-besaran terhadap kaum Islamis, menangkap lebih dari 3.000 orang dalam apa yang dikatakan upaya untuk menghentikan serangan terhadap minoritas dan kaum sekuler.

Beberapa waktu ini memang terjadi peningkatan serangan pembunuhan terhadap kaum intelektual dan blogger yang dituding sekuler.

Pemerintah menyebut, tiga juta orang tewas dalam perang sembilan bulan yang dilancarkan untuk memisahkan diri dari Pakistan, namun angka ini belum diverifikasi dan beberapa kalangan mengatakan, jumlah yang tewas kemungkinan kurang dari itu.(BBC)
loading...
Label:

Post a comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.