2016-01-17

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Foto orang-orang yang diklaim sebagai teroris itu disebar ke-19 polsek dan satu pospol di wilayah hukum Polrest Banda Aceh.
Banda Aceh - Polresta Banda Aceh sejak Jumat (22/1/2016) mulai menyebar dan menempel foto terduga terosis yang hingga saat ini masih menjadi daftar pencarian orang (DPO) Mabes Polri.

Foto orang-orang yang diklaim sebagai teroris itu disebar ke-19 polsek dan satu pospol di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

"Fotonya kita sebar dan kita tempel di pusat keramaian seperti terminal, bandara, pelabuhan, pasar, taman kota, dan tempat-tempat umum lainnya," kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Zulkifli SStMk kepada Serambinews.com, Sabtu (23/1/2016).

Menurutnya, penyebaran foto tersebut dilakukan atas instruksi Mabes Polri dan Polda Aceh.

"Orang-orang dalam foto ini masih DPO polisi, jadi ini upaya kita untuk mempersempit gerak mereka. Jika masyarakat melihat silakan lapor ke kantor polisi terdekat," kata Zulkifli.

Zulkifli juga meminta masyarakat untuk melapor ke polisi jika melihat orang-orang asing dan bertingkah aneh.

"Untuk perangkat desa juga kita imbau agar mendata dengan jelas semua pendatang, minta kartu identitas mereka dengan lengkap," pungkas Kombes Zulkifli. (serambinews.com)

Pangdam Iskandar Muda dinas pakai VW kodok.
Banda Aceh - Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto menggunakan mobil VW kodok klasik untuk menjalankan tugas kedinasan setiap harinya. Penggunaan mobil ini juga diikuti Komandan Polisi Militer Kodam Iskandar Muda (Danpom IM), Kolonel CPM Yusri Nuryanto.

"Penggunaan mobil kodok itu petunjuk dari Panglima juga," kata Kolonel CPM Yusri Nuryanto, Sabtu (23/01) di Banda Aceh.

Menurutnya, penggunaan mobil kodok itu lebih merakyat dan sederhana dan bisa dekat dengan rakyat. Karena mobil VW ini harga murah dan terjangkau oleh semua orang yang hendak membelinya.

"Mobil ini harganya enggak mahal dalam era sekarang ini, semua bisa membelinya. Selain merakyat dan tidak terkesan mewah. Mobil buatan tahun 1974 ini juga unik dan klasik," tukasnya.

Pangdam Iskandar Muda dinas pakai VW kodok 2016 merdeka.com/afif

Menurutnya, bukan berarti Panglima tidak memiliki mobil dinas yang mewah dan buatan terbaru. Akan tetapi, Panglima sekarang lebih memilih menggunakan mobil tersebut dalam menjalankan tugas kesehariannya.

"Ada 20 unit mobil tersebut dijadikan mobil dinas. Mobil-mobil itu kita ambil dari Bandung, Jakarta dan Medan," jelasnya.

Kendati itu mobil zaman dulu, Danpom IM memastikan masih dalam kondisi prima dan aman untuk dikendarai panglima. Selain sudah dilengkapi dengan safety belt, mobil klasik buatan eropa ini suspensi aman.

"Keinginan panglima ingin menyatu dengan masyarakat, mobil VW itu kan indentik dengan rakyat. Beliau lebih bangga naik mobil kodok itu. Karena masyarakat tidak takut untuk menyapa bapak panglima," tandasnya.(MDK)

Jakarta - Sebanyak 1.200 personel pasukan khusus dari Kopassus, Marinir dan Kostrad hingga Raider kembali diterjunkan di wilayah Poso, Sulawesi Tengah.

Kehadiran pasukan ini untuk memperkuat operasi keamanan Tinombala dalam perburuan pimpinan Mujahidin Indonesia Timur, Santoso.

"Pasukan ini untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok Santoso di seluruh hutan-hutan Kabupaten Poso hingga ke perbatasan," kata Komandan Satuan Tugas Operasi Tinombala, Brigjen Pol Idham Azis, Sabtu, 23 Januari 2016.

Seribu lebih prajurit ini tiba di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu sekira pukul 09.30 waktu setempat. Seluruhnya akan menjadi pasukan penambah dari seribu prajurit sebelumnya yang telah disiagakan di Poso.

Seluruh prajurit ini memiliki tugas yang berbeda-beda. Selain melakukan pengejaran terhadap kelompok terduga teroris Poso di bawah pimpinan Santoso, mereka juga akan melakukan penyekatan di sejumlah perbatasan hingga ke upaya pencegahan lewat deradikalisasi.(VIVA)

Zulfikar Muhammad

Banda Aceh- Dikabarkan salahsatu aktivis HAM Aceh Zulfikar Muhammad yang tidak lain adalah Ketua Koalisi NGO HAM Aceh sedang dirawat secara intensif di salahsatu Rumah Sakit di Penang,Malaysia,Kamis (21/1.)

Dari informasi yang beredar di BBM serta Medsos Sabtu (23/1), Zulfikar muhammad menderita kerusakan pada ginjal,sesuai hasil diagnosa dokter, zulfikar harus menjalani operasi untuk melakukan penyedotan nanah yang terdapat dibagian ginjal tanpa harus melakukan pengangkatan ginjal.

Namun untuk menjalani operasi kesembuhan tersebut rumah sakit tersebut mengenakan biaya operasi sekitar Rp 45 juta (15000 ringgit), hingga saat ini zulfikar belum dapat memenuhi biaya yang disebutkan oleh rumah sakit,sehingga membuat terkendalanya operasi yang harus dijalani sang aktivis HAM.

Untuk itu pihak rekan-rekan aktivis HAM melalui Hendra Saputra yang kerap disapa hendra lawhan mengharapkan bantuan dan uluran tangan dermawan atas kendala yang dialami oleh zulfikar.

Segala bantuan dan perhatiannya dapat disalurkan lansung melalui Bank Mandiri Cab Banda Aceh, atas nama Zulfikar Muhammad, no rekening 1580000011031 atau dapat menghubungi lansung saudara zulfikar di nomor kontak 08126960181 atau dirinya di 085222938318.



Reporter: T. Sayed Azhar

Duta Besar AS, Robert Blake (tengah kanan) saat berkunjung ke markas Polda Papua. Foto: dok/Cenderawasih Pos
Papua - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O. Blake memberikan perhatian serius terhadap keberadaan warga Amerika Serikat yang di Papua, khususnya yang banyak bekerja di PT Freeport.

Apalagi, menyusul adanya aksi terorisme di Jakarta baru-baru ini. Oleh karena itu, Blake mengharapkan jaminan keamanan dari aparat kepolisian bagi warganya yang ada di Indonesia, khususnya di Freeport.

Untuk itu, dalam rangkain kunjungannya ke Papua, Jumat (22/1) kemarin, Blake menyempatkan diri mengunjungi Polda Papua untuk bertemu langsung dengan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw.

Pertemuan ini untuk membicarakan masalah keamanan di Papua khususnya pengamanan terhadap PT Freeport Indonesia di Mimika Papua terhadap asset dan warga Amerika yang bekerja di sana. Blake mengakui bahwa pertemuan tersebut membicarakan tentang kesiapan Kepolisian khususnya di Polda Papua mengantisipasi teror bom.

"Kunjungan ini berhubungan dengan penebalan keamanan yang dilakukan di PT. Freeport Indonesia, di mana saat ini ada banyak warga dari AS yang bekerja di sana sehingga ini menjadi tanggung jawab pihak aparat untuk menjaga keamanan  di sana," kata Blake seperti dikutip dari Cederawasih Pos, Sabtu (23/1).

Menurutnya, pasca aksi terror yang terjadi di Ibu Kota Jakarta, maka pemerintah AS sangat mengkhawatirkan warganya yang ada di Indonesia, termasuk di Papua seperti Mimika juga ada warga Amerika yang banyak bekerja di PT. Freeport Indonesia.

"Keselamatan mereka sepenuhnya diserahkan kepada pihak keamanan di Indonesia dalam hal ini Polda Papua. Kami ingin warga kami diberikan pengamanan. Tugas pemerintah Indonesia memberikan rasa aman pada warga AS," tandas Blake. (JPNN)

Sektariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe - Mon Geudong
Lhokseumawe - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe menggelar pelatihan jurnalistik muda dengan Tema ”Mengenal Dunia Jurnalistik” Sabtu, (23/1/16) di Sektariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe - Mon Geudong.

Pelatihan tersebut diikuti oleh seluruh Kader HMI tingkat  Komisariat dari seluruh kampus yang ada diseputaran Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Dalam acara tersebut ikut dihadiri oleh dua pemateri yang juga merupakan wartawan senior di kota Lhokseumawe yaitu Yusuf Shi MH dan Andri ST. Program pelatihan jurnalistik ini, merupakan program pertama yang di gelar oleh Kabid KPP (Kewirausahaan Dan Pengembangan Profesi) HMI Cabang Lhokseumawe yang dikepalai Januar Ramli MK. 

Januar Ramli, yang juga Panitia pelaksana acara tersebut  mengatakan dengan adanya pelatihan jurnalistik ini, kedepan diharapkan akan lahir penulis - penulis handal dari rahim HMI, dan dapat terus berbenah dalam dunia tulis menulis. Disisi lain, pelatihan ini juga merupakan salah satu cara mengasah bakat menulis para kader agar menjadi penulis produktif di Aceh khususnya. 

“ini adalah salah satu  upaya mengasah kembali minat menulis pada diri sang kader, agar mampu memberikan warna baru dalam dunia tulis menulis” Ujar Januar.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Lhokseumawe, Rahmadi M. Ali berharap dengan adanya pelatihan ini kader HMI mampu mengeksperisakan ide ide nya kedalam lembaran kertas. Selain itu ia juga berharap dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan efektivitas Mahasiswa dilingkungan kampus dalam bidang jurnalistik. Imbuhnya.(Rill)

Jakarta - Salah satu pasal revisi UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme mengatur tentang penindakan terhadap seseorang yang melakukan penistaan pada negara dengan tidak mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Misalnya penistaan, kamu tidak mengakui Republik Indonesia. Ya sudah, kamu juga akan kita tindak," kata Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Panjaitan, di Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Dia mengatakan selama ini orang atau sekelompok orang yang tidak mengakui negara Republik Indonesia dan menyatakan ingin mendirikan negara sendiri seperti halnya ISIS, bisa bebas menyatakan pengakuannya karena memang tidak ada undang-undang yang mengaturnya.

Selanjutnya revisi undang-undang itu juga mengatur tentang WNI yang pergi ke luar negeri untuk berperang demi kepentingan pihak selain Indonesia, terlebih tergabung dengan kelompok teroris dan melakukan tindakan terorisme di negara lain, akan dicabut paspor dan kewarganegaraannya.

"Misalnya orang yang mau pergi jadi foreign fighter, ya kamu kalau mau join sana, kami cabut kewarganegaraanmu," jelas Pandjaitan.

Ia menjelaskan kategori WNI dari luar negeri yang dapat dicabut kewarganegaraannya ialah yang menjadi foreign fighter, berperang, dan berlatih perang di luar negeri secara ilegal. Sekelumit penjelasan aturan ini dicantumkan dalam buku paspor Indonesia.

Pandjaitan menjelaskan rancangan revisi UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang dirumuskan oleh tim kecil sudah mencapai 80 persen dan memasuki tahap akhir.

Purnawirawan jenderal TNI AD tersebut mengatakan ada lebih dari 10 pasal yang ditambahkan dalam rancangan revisi UU Terorisme. (antara/konf)

Seorang pengungsi etnis Rohingya Myanmar melintas di halaman penampungan di Desa Blang Ado, Kuta Makmur, Aceh Utara, Provinsi Aceh. Jumat (16/10). Sebanyak 176 orang dari 236 orang etnis Rohingya yang ditampung telah meninggalkan Shelter, pihak penanganan pengungsi UNHCR dan IOM serta aparat Kepolisian setempat menduga Rohingya yang melarikan diri itu dibujuk cukong membawa mereka ke Malaysia.
Aceh Utara - Rohingya di Shelter Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara dilaporkan terus menghilang.

Data terakhir dari Kantor Imigrasi Lhokseumawe, jumlah mereka kini hanya tersisa 74 orang.

Berdasarkan data dan informasi dihimpun Serambi, jumlah Rohingya saat ditemukan di Perairan Seunuddon, Aceh Utara tahun lalu, berjumlah 328 orang.

Ditambahkan enam bayi yang melahirkan selama ditampung di Aceh Utara, sehingga totalnya menjadi 334 orang. Namun sesuai data yang dirilis per November 2015 jumlah mereka hanya tersisa 117 orang.

Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Albert, dihubungi Serambinmews.com, Jumat (22/1/2016) mengakui pada akhir Desember 2015, pihaknya sempat melakukan pendataan ulang warga Rohingya di Shelter Desa Blang
Adoe.

Kala itu jumlahnya terus berkurang, yakni hanya tersisa 108 orang.

Tapi menurut Albert, saat dilakukan pendataan ulang sekitar dua hari lalu, jumlahnya malah berkurang lagi menjadi 74 orang. Artinya, selama Januari 2016 ini, Rohingya yang sudah tidak ada lagi di shelter sebanyak 34 orang.

“Dari 34 orang tersebut berarti yang menghilang atau kabur dari shelter sebanyak 31 orang, karena tiga orang lagi
telah kita antar untuk diverifikasi di Sumatera Utara agar bisa menjadi warga negara Kanada,” jelasnya. 

 "Kejadiannya KAL Boa melakukan patroli dini hari tadi dan mencurigai adanya kapal yang menbawa barang seludupan di sekitar perairan Tanjung Balai," kata Komandan Lantamal I Belawan, Laksamana Pertama TNI, Yudo Margono.
Sumut - Empat personel TNI AL diserang puluhan orang tak dikenal (OTK) saat menyergap kapal yang diduga berniat menyelundupkan pakaian bekas ke Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut), Jumat, 22 Januari 2016. Satu orang tewas dalam peristiwa ini.

Korban tewas teridentifikasi bernama Eka Syahputra, diduga komplotan preman yang menyerang kapal patroli TNI AL. Eka tewas dengan luka tembak di kepala.

"Kejadiannya KAL Boa melakukan patroli dini hari tadi dan mencurigai adanya kapal yang menbawa barang seludupan di sekitar perairan Tanjung Balai," kata Komandan Lantamal I Belawan, Laksamana Pertama TNI, Yudo Margono.

Namun di saat bersamaan, ada empat kapal dengan puluhan preman yang membawa senjata tajam dan bom molotov. "Mereka kemudian melempari personel kita dengan bom molotov dan senjata tajam," ujar Yudo.

Karena kalah jumlah, personel TNI AL melepaskan tembakan peringatan ke udara sesuai dengan prosedur tetap (protap). Melihat massa semakin beringas, personel TNI AL terpaksa melepaskan tembakan ke arah kapal.

"Kini kapal yang membawa barang ilegal sudah diamankan pihak Bea Cukai dan tengah dalam perjalanan menuju Belawan," ujar dia.(VIVA)

Kayu dari hutan yang ditarik ke luar menggunakan mobil yang dirancang khusus. Foto: Junaidi Hanafiah
Banda Aceh - Gubernur Aceh Zaini Abdullah menjelaskan Aceh memiliki peran penting dalam pelestarian hutan karena hutannya yang relatif baik. “Dengan luas mencapai 3,5 juta hektar, Aceh memiliki peran penting dalam penyediaan jasa lingkungan khususnya penyerapan emisi karbon.”

Zaini mengatakan, untuk mendukung program pelestarian hutan dan penyempurnaan tata kelola hutan, Pemerintah Aceh telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20 Tahun 2013. Juga, telah dibentuk tujuh kesatuan pengelolaan hutan (KPH) yang merupakan UPTD di Dinas Kehutanan guna mengelola pelestarian hutan di tingkat tapak.

“Selain itu, bersama 29 negara di dunia, Aceh telah menandatangani Deklarasi Rio Branco 2014. Deklarasi tersebut merupakan komitmen Aceh untuk mencegah deforestasi (80 persen) hinga  2020,” ujarnya belum lama ini.

Zaini menambahkan, dari tujuh KPH yang dibentuk, enam di antaranya berbasis daerah aliran sungai (DAS) sementara satu KPH yaitu Taman Hutan Raya Pucoet Meurah Intan berada di Kabupaten Aceh Besar dan Pidie. “Dengan berbasis DAS, hutan Aceh akan dikelola dari hulu sungai sampai ke pinggir laut. Hal ini akan memudahkan Dinas Kehutanan melakukan intervensi sehingga tumbuhah yang tumbuh di sekitar DAS baik itu yang masuk dalam kawasan hutan atau tidak, tetap dijaga.”

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Aceh, Husaini Syamaun menuturkan, Dinas Kehutanan terus berupaya menyelesaikan tapal batas kawasan hutan. “Kami melakukan penertiban batas kawasan hutan dan mempercepat pengukuhan batas kawasan.”

Berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 103/MenLHK-II/2015, total batas kawasan hutan Aceh mencapai 8.697,80 Kilometer. Terdiri dari batas fungsi, batas luar dan eclave. “Hutan Aceh harus diselamatkan karena benteng terakhir keanekaragaman hayati hutan alam tropis di Sumatera,” ungkap Husaini.

Menyusut

Data yang dikeluarkan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh menunjukkan, luas hutan di provinsi ini menyusut. Pada 2015, diperkirakan sekitar 9.740 hektare telah berubah fungsi. Salah satu penyebabnya adalah pembangunan infrastruktur.

“Data yang kami kumpulkan, pada 2015, pemerintah membangun waduk Krueng Keureuto di Aceh Utara seluas 1.400 hektare, lokasi wisata Iboih di Kota Sabang seluas 191,13 hektare, pabrik semen di Aceh Tamiang seluas 2.150 hektare, dan pembukaan ruas jalan baru yang membelah hutan,” sebut Muhammad Nur, Direktur Walhi Aceh.

Selain pembukaan lahan, kasus illegal logging terus terjadi. “Bahkan, kegiatan yang merusak lingkungan tersebut, tidak hanya melibatkan masyarakat biasa, tapi juga anggota institusi negara,” ujar M Nur.

Efendi Isma, Juru Bicara Koalisi Peduli Hutan Aceh (KPHA) mengatakan, KPHA sejak Januari hingga Oktober 2015 memantau aktivitas ilegal di 19 kabupaten/kota. “Kami menemukan 345 kegiatan ilegal seperti penebangan kayu, pembukaan lahan dalam kawasan hutan, pengangkutan kayu dari kawasan hutan ke Industri pengolahan kayu tanpa dokumen sah.”

Efendi mengatakan, dari 345 kasus tersebut, 245 kegiatan terjadi di area penggunaan lain (APL) tanpa izin. Sedangkan 95 titik berada di kawasan hutan lindung dan hutan produksi. “Pada umumnya, kayu-kayu yang diambil jenis meranti, damar, dan merbau.”

Menurut Efendi, kayu-kayu itu diangkut dalam bentuk kayu bulat dan olahan ke sejumlah industri pengolahan. Dari hutan, kayu diangkut ke pinggir jalan menggunakan kendaraan roda dua, kerbau, atau mobil khusus. “Para pelaku mulai perseorangan, kelompok, terkait badan usaha tertentu, hingga oknum.”

Institusi penegak hukum, sambung Efendi, harus menyusun regulasi guna menindak tegas oknum anggotanya yang melanggar hukum karena merusak lingkungan. “Di samping itu, perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat tentang perbuatan melawan hukum yang merusak lingkungan dan hutan Aceh. Karena, harus diakui sejumlah bencana alam yang terjadi di 2015 dan sebelumnya seperti banjir dan tanah longsor berkaitan erat dengan perambahan hutan.”

antarafoto
Aceh Selatan - Berdasarkan laporan dari masyarakat, petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan, berhasil menemukan ratusan batang ganja di Desa Sawah Tingkem, Kecamatan Bakongan Timur, kemarin.

Lokasi ladang ganja tersebut berada di dalam hutan sehingga membutuhkan waktu tiga jam berjalan kaki untuk menuju lokasi ladang ganja.

Saat tiba di lokasi, petugas tidak menemukan pemilik ratusan batang ganja ini. Meski begitu, ratusan batang ganja yang ditemukan diperkirakan berumur dua-tiga bulan, dengan panjang kurang lebih 2 meter.

Kepala BNNK Aceh Selatan, Nuzulian menduga bahwa pemilik ladang ganja memiliki lahan ganja lebih dari satu, dan pihaknya akan melakukan penyisiran lebih jauh ke dalam hutan.

Untuk mengantisipasi, ratusan batang ganja dibawa ke kantor BNNK aceh selatan untuk dimusnahkan.(OKZ)

Kapolda Aceh Irjen Pol Husen Hamidi
Banda Aceh - Nasrul alias Kleung, anggota kelompok bersenjata pimpinan Bahrum alias Raja Rimba di Provinsi Aceh menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat atas tindakannya.

"Saya memohon maaf sebesarnya kepada masayarakat Aceh atas tindakan saya selama ini," kata Kleung didampingi Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Teuku Saladin, Jumat 22 Januari 2016.

Dalam pernyataannya itu, Kleung juga menyampaikan maafnya secara pribadi ke Gubernur Aceh Zaini Abdullah.

Nasrul alias Kleung menyerahkan diri ke Polda Aceh bersama sebutir granat jenis nanas pada Sabtu 19 Januari 2016. Ia dijemput di kediaman orang tuanya di Desa Seumanah jaya Kabupaten Aceh Timur.

Penyerahan diri itu disertai dengan janji keringanan hukuman bagi Kleung. Rencananya Nasrul akan diserahkan ke Polres Aceh Timur untuk menjalani pemeriksaan.

Sebanyak empat dari tujuh orang anggota kelompok bersenjata pimpinan Bahrul alias Raja Rimba itu hingga kini masih terus diburu.

"Mengangkat senjata justru mengganggu proses damai yang telah dirintis sejak 2005. Mudah-mudahan apa yang dilakukan Nasrul dapat ditiru kelompok kriminal bersenjata lainnya," kata Gubernur Aceh Zaini.(VIVA)

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, Kamis (21/01) menghadiri peringatan haul mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka, (Alm) Tgk. Abdullah Syafie yang ke 14 di Desa Blang Sukun, Kec. Bandar Baru, Pidie Jaya. 

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas, Sejumlah Anggota DPRA, Tokoh Masyarakat dan ratusan masyarakat.

Muzakir Manaf dan masyarakat turut memanjatkan doa dan zikir bersama untuk Alm Tgk. Abdulah Syafie dan keluarganya. Selain memperingati Haul mantan penglima GAM itu,  masyarakat juga memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Dalam sambutan singkatnya, Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf berharap masyarakat agar dapat terus meningkatkan Majelis zikir di Pidie Jaya. 

“Semoga Zikir dan Doa yang kita lakukan mendapatkan rahmat dari Allah dan melindungi kita semua dari marabahaya. Dan semoga masyarakat dapat bersatu untuk menuju Aceh yang lebih aman dan damai dimasa depan” ujar Muzakir Manaf 

Pada kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Muallem itu juga mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap masalah sosial yang terjadi di Aceh seperti peredaran narkoba dikalangan pemuda dan anak-anak yang masih dalam pendidikan.(Rill)

Banda Aceh – Gubernur Aceh , dr. Haji Zaini Abdullah meminta seluruh Satuan Perangkat Kerja Aceh (SKPA) agar menyusun RAPBA 2016 pada program / kegiatan prioritas Pemerintah Aceh yang telah dibahas oleh TAPA dan disetujui oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh pada penyerahan alokasi pagu SKPA tahun 2016 di kantor Bappeda, Kamis (21/01).

“Program prioritas  telah ditetapkan dan dilampirkan dalam alokasi pagu SKPA umumnya untuk belanja modal,  SKPA wajib meng-input program/kegiatan prioritas tersebut di e-planning dan SIPKD” kata Zaini Abdullah

Zaini mengingatkan, prioritas pembangunan harus dilakukan secara komprehensif dan tuntas pada akhir tahun 2016 dan memperhatikan keadilan wilayah serta fokus pada kewenangan provinsi.

“Karena anggaran pendapatan dan belanja Aceh diutamakan pada program prioritas Pemerintah Aceh, belanja yang dirancang SKPA juga menjadi sangat terbatas” ujarnya

“Saya minta seluruh Kepala SKPA untuk mengefesiensikan alokasi anggaran untuk perjalanan Dinas, Seminar/Sosialisasi, Honor Kegiatan dan tidak menambahkan tenaga kontrak” tegasnya

Selain itu, Gubernur juga menghimbau SKPA agar lebih selektif terhadap belanja hibah dan barang kepada pihak ketiga serta mengikuti peraturan perundang-undangan yang ada.(Ril)

Tgk. Abdullah Syafi'i (Rahimahullah)
"...Jika pada suatu hari nanti Anda mendengar berita bahwa saya telah syahid, janganlah saudara merasa sedih dan patah semangat. Sebab saya selalu bermunajat kepada Allah SWT agar mensyahidkan saya apabila kemerdekaan Aceh telah sangat dekat. Saya tak ingin memperoleh kedudukan apa pun apabila negeri ini (Aceh) merdeka...”

StatusAceh.Net - Itulah wasiat terakhir Panglima Gerakan Aceh Merdeka Abdullah Syafei yang tewas dalam kontak senjata di kawasan perbukitan Jimjiem, Kecamatan Bandarbaru, Kabupaten Pidie. Wasiat yang dibuat sebulan sebelum ia meninggal, seolah firasat Syafei bahwa kematiannya memang telah dekat. Namun, jauh sebelum Tengku Lah --begitu ia biasa disapa-- tewas, ia telah menulis pesan agar kematiannya tidak ditangisi, apalagi diratapi. Sebab, perjuangan kemerdekaan negeri Aceh Sumatra belum tuntas dan kematian dirinya adalah syahid.

Tengku Lah adalah pemimpin sayap militer GAM yang sangat berpengaruh. Lebih dari 20 tahun ia memimpin gerilya GAM dari kawasan Bireun, yang dikenal sebagai markas GAM. Tengku Lah dikenal sebagai pribadi yang tegas dan sopan. Ia juga dikenal sangat santun dan bersahaja. Di mata aktivis GAM, Syafei adalah sosok yang humanis dan antikekerasan. Itulah sebabnya, berulang kali Syafie menegaskan bahwa perjuangan bersenjata tak lebih dari upaya mempertahankan diri dari serangan Tentara Nasional Indonesia.

Tengku Lah memang tak pernah dibesarkan dalam dunia kekerasan. Ia juga tak pernah mendapat pendidikan tempur di Libya, seperti yang diperoleh Muzakir Manaf, sosok yang diusung GAM menggantikan Syafei. Tengku Lah hanya seorang berkepribadian sederhana yang dilahirkan di Desa Matanggeulumpang Dua, 45 kilometer sebelah barat Lhokseumawe, Aceh Utara. Pendidikan terakhirnya hanya di Madrasah Aliyah Negeri Peusangan. Itu pun hanya sampai kelas tiga. Setelah itu, ia belajar ilmu agama di sejumlah pesantren.

Uniknya, masa muda Syafei ternyata lebih banyak dihabiskan dalam dunia teater bersama grup Jeumpa. Ia kerap berperan sebagai wanita dalam setiap pementasan. Itulah sebabnya, sejak muda rambut Syafei selalu tergerai. Perkenalan Tengku Lah dengan dunia militer terjadi pada awal 1980-an. Ia bergabung bergabung dengan GAM kelompok Hasan Tiro. Meski begitu, keramahan dan kesantunan Syafei tak pudar. Ia terus menjalin komunikasi rakyat Aceh, yang memang sangat dekat dengan dirinya.

Sikap ramah, santun, dan hangat ini diperlihatkan ketika Syafei dengan begitu akrab bertemu dengan sejumlah komponen masyarakat dan wartawan. Sekretaris Kabinet di era Presiden Abdurrahman Wahid, Bondan Gunawan, dan artis Cut Keke adalah dua di antara tokoh yang pernah Syafei temui. Bahkan, ketika TNI mengklaim telah menembaknya hingga sekarat, Maret 2000, Syafei dengan santai malah mengundang reporter SCTV Jufri Alkatiri dan Yahdi Jamhur untuk sebuah wawancara di tengah Hutan Pasee. Dalam kesempatan itu, Tengku Lah juga mengundang wartawan Kompas Maruli Tobing untuk melihat kondisi terakhir Syafei yang saat itu ternyata dalam kondisi sehat walafiat.

 Setiap gerak Syafi'i memang layak "disantap" pers. Ia dianggap tokoh penting untuk menyelesaikan konflik Aceh yang telah berlarut-larut dan berdarah-darah. Namun, sebelum Serambi Mekah aman dan kemerdekaan Aceh masih menjadi mimpi bagi sebagian anggota GAM, Tengku Lah keburu tewas. Ia meninggal begitu dramatis; bersama Fatimah, istrinya yang tengah mengandung enam bulan, dalam keyakinan menjadi syahid.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)

Dihormati Kawan Disegani Lawan

Subuh hampir menjelang ketika serombongan orang berjalan kaki sambil mengusung empat keranda dalam pekat malam. Di posisi paling depan, seorang lelaki menjinjing petromaks sebagai penerang jalan. Seratus meter dari sana, sejumlah laki-laki masih menggali lubang kubur berukuran 3 x 2 meter.
"Tolong ambil timba, semua air harus dibuang,” ujar seorang lelaki meminta untuk menguras air yang memancar di dalam lubang yang baru saja digali.

“Tanah yang di ujung sana, digali sedikit lagi,” seorang lelaki lain menimpali.

Pada malam menjelang subuh itu, 25 Januari 2002, isak tangis dan salawat bergema di Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya. Salah satu keranda yang diusung adalah Panglima Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (AGAM) Teungku Abdullah Syafie. Ada juga istrinya Cut Fatimah dan dua pengawal setianya Teungku Daud Hasyim dan Teungku Muhammad Ishak. Mereka tewas akibat kontak senjata antara GAM dan TNI tiga hari sebelumnya, di Desa Sarah Panyang Jiemjiem, sekitar empat kilometer dari Blang Sukon.

Tanpa dimandikan, keempat jenazah itu lalu dimakamkan dalam satu liang. Pemakaman berlangsung sederhana. Tak ada simbol-simbol GAM seperti bendera atau letusan senjata api sebagaimana lazimnya penguburan seorang panglima militer. Tak ada pula petinggi GAM lain di sana.

Masyarakat setempat mengenang Abdullah Syafie sebagai sosok ramah dan bersahaja. Itu sebabnya, tiga warga desa yang terletak 35 kilometer di selatan Kota Sigli itu sempat pingsan, tak kuasa menahan haru. “Saya belum pernah menemukan seorang pemimpin yang begitu dekat dan bisa bergaul dengan segala lapisan masyarakat,” ujar pria separuh baya yang namanya tidak mau disebutkan.

Pria yang akrab disapa Teungku Lah itu tak hanya disenangi kawan, tapi juga disegani lawan. Letkol Infanteri Supartodi yang ketika itu menjabat Komandan Distrik Militer (Dandim) 0102 Pidie mengakui kelebihan Teungku Lah. “Beliau orang baik. Tapi karena ideologinya bertentangan, ia harus berhadapan dengan kami,” ujar Supartodi.

Abdullah Puteh yang ketika itu menjabat Gubernur Aceh juga memuji sosok Tengku Lah. Menurut Puteh, ia adalah pemimpin yang sudi diajak berdialog dan berpikiran modern. Itu terbukti ketika Teungku Lah menerima Bondan Gunawan, Sekretaris Negara yang diutus Presiden Abdurrahman Wahid pada 16 Maret 2000. Pertemuan itu berlangsung pada sebuah jambo di sawah pinggir hutan dalam suasana akrab dan penuh canda, tanpa pengawalan ketat. Bahkan, sejumlah televisi dalam dan luar negeri menyiarkan pertemuan itu secara langsung.

 "Saya menganggap Tengku Lah sebagai saudara, bukan musuh," kata Bondan sesudah pertemuan itu. Bondan bahkan menaruh foto dirinya dengan sang Panglima AGAM di meja kerjanya. "Itu potret saudara saya," ujar Bondan kepada Nezar Patria dari TEMPO yang menemuinya seusai bertemu Teungku Lah.

Meski mengaku pertemuan itu hanya sebagai silaturahmi biasa, namun sesungguhnya Bondan menyampaikan pesan Gus Dur untuk meretas jalan damai bagi konflik Aceh. Tertembaknya Teungku Lah sempat membuat jalan menuju damai kian berliku. Pertemuan yang sudah dirancang berlangsung pada 3 Februari di Jenewa, Swiss, tak berjalan mulus. Pihak GAM keberatan bertemu. "Selama ini, kami sudah berupaya melakukan diplomasi, tapi selalu dibalas dengan peluru," kata Sofyan Daud, juru bicara GAM ketika itu.
***
Sembilan tahun telah lewat. Tak ada lagi perang yang membuncah. Tiga tahun setelah Teungku Lah tertembak, pihak GAM dan pemerintah Indonesia menandatangani perjanjian damai di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005. Perjanjian yang dikenal dengan MoU Helsinki itu sekaligus mengakhiri konflik bersenjata selama 30 tahun.

Setelah damai datang, kuburan Teungku Lah ramai dikunjungi orang. Mulai dari masyarakat biasa hingga mantan petinggi GAM. Bahkan, Wali Nanggroe Tengku Hasan Tiro pun sempat berkunjung ke sana saat kembali ke Aceh pada Oktober 2008.

Kuburan Tengku Lah dibangun dengan sederhana dan hanya dikelilingi teralis besi. Beberapa helai kain putih terikat di pohon jarak yang ditanam di makam. Kain-kain itu diikat oleh warga yang berkunjung dan peulheuh kaoy (melepas nazar) di sana.

Sementara itu, nun jauh di seberang Geurutee, sekitar delapan jam perjalanan dari makam Teungku Lah, seorang arakata memutar otak untuk memugar makam sang panglima. Arakata adalah sebutan dalam struktur GAM untuk jabatan sekretaris. Lelaki itu, Azhar Abdurrahman, sang arakata wilayah Meureuhom Daya yang kini menjabat bupati Aceh Jaya.
Berkunjung ke makam Tengku Lah sekitar dua bulan lalu, Azhar terenyuh melihat kondisi makam. Ia pun tergerak hatinya untuk memugar kembali makam sang panglima. “Beliau orang besar, mantan panglima prang, tapi kuburannya sederhana sekali,” ujar Azhar.

Azhar memang belum pernah bertemu langsung dengan Tengku Lah. Wajahnya hanya dilihat di koran dan sesekali muncul di televisi. Meski begitu, Tengku Lah mendapat tempat khusus di hati Azhar. Ketika Tengku Lah tertembak, Azhar mendapat kabar itu dari telepon satelit. Seseorang dari komando pusat mengabari bahwa sang panglima telah tiada. “Kami sangat berduka setelah mendapat kabar itu dan bertekad melanjutkan apa yang sudah beliau perjuangkan,” kata Azhar.

Itu sebabnya, Azhar pun segera merancang pemugaran makam. Ia berharap, masyarakat yang datang ke sana dapat leluasa untuk sekedar berdoa atau peulheuh kaoy di sana. Diperkirakan, pemugaran makam akan selesai dalam waktu satu setengah bulan atau sebelum masuk bulan puasa tahun ini.

Bagi Azhar, Abdullah Syafie adalah figur idolanya. Ia pun masih mengingat pesan Teungku Lah sebelum ajal menjemput. "Jika suatu hari nanti Anda mendengar berita bahwa saya telah syahid, janganlah saudara merasa sedih dan patah semangat. Sebab saya selalu bermunajat kepada Allah SWT agar mensyahidkan saya apabila kemerdekaan Aceh telah sangat dekat. Saya tak ingin memperoleh kedudukan apapun apabila negeri ini (Aceh) merdeka...". (atjehcyber.net)

Madrid - Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, berbagi tips tendangan bebas pada Cristiano Ronaldo. Dalam sebuah latihan, Zizou mengalahkan CR7 dalam adu free kick.

Kendati tampil tajam untuk Madrid, Ronaldo jarang mencetak gol lewat sepakan bebas akhir-akhir ini. Opta pernah melansir data bahwa pemain asal Portugal itu sempat puasa mencetak gol lewat tendangan bebas langsung selama sekitar 6,5 bulan.

Catatan buruk itu akhirnya selesai di laga melawan Malmo di Liga Champions pada Desember lalu. Saat Madrid memetik kemenangan 8-0, dia mengemas gol ketiga dengan sepakan bebas langsung.

Gol itu dibukukan dengan satu sepakan keras kaki kanan dari sisi kanan luar kotak penalti Malmo. Bola sepakannya mengarah ke sisi kiri bawah klub asal Swedia itu.

Sadar dengan buruknya eksekusi tendangan bebasnya, Ronaldo pun mengasahnya saat sesi latian bersama Madrid. Zidane menghampirinya sambil mengucapkan candaan.

"Lihat dan pelajari bagaimana cara untuk mengeksekusi tendangan bebas," ujar Zidane seperti dilansir oleh Marca.

Dalam adu tendangan bebas antara Zidane dan Ronaldo itu, keduanya melakukan sebanyak 10 kali sepakan. Zidane masih menunjukan kepiawaiannya mengeksekusi bola mati, dengan nyaris memasukan semuanya.

Sementara itu, Ronaldo cuma berhasil mencetak dua gol saja. Ronaldo disebutkan tak marah dengan gurauan Zidane itu. Marca menyebutkan bahwa hal itu menunjukan respek tinggi yang diberikan oleh skuat Madrid untuk pelatih asal Prancis itu.(detik.com).

Aksi Siswa anti korupsi Aceh
Banda Aceh - Aktivis antikorupsi dari Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) dan Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh mendesak Kejaksaan Tinggi Aceh menyelesaikan belasan kasus korupsi yang mangkrak. “Ada 17 kasus korupsi yang ditangani oleh kejaksaan di Aceh yang macet,” ujar koordinator MaTA, Alfian, saat mendatangi Kejaksaan Tinggi Aceh, Rabu, 20 Januari 2016.
Alfian mengatakan sebagian kasus korupsi itu malah dihentikan penyelidikannya. “Juga ada lima kasus yang dimintakan oleh pengadilan untuk dilanjutkan pemeriksaan kembali, tetapi belum diproses,” ujarnya.

Salah satunya dugaan korupsi proyek normalisi Kuala Gigieng, Aceh Besar. Proyek itu memakai Dana Alokasi Khusus (DAK) Aceh Besar 2008, sebesar Rp 2 miliar. Kejaksaan telah menyelidiki kasus ini sejak 2010. ”Tapi kemudian kasusnya berhenti, tidak dilanjutkan,” kata Alfian.

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Raja Nafrizal mendukung tindakan aktivis itu. “Jika macet di polisi, bisa lapor ke jaksa, jika macet di jaksa, bisa ke KPK. Tidak bisa lagi sekarang menutup-nutupi kasus korupsi,” ujarnya.

Adapun penyebab kasus korupsi yang macet karena ada sejumlah kendala, di antaranya belum adanya jawaban Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Aceh tentang kerugian negara dalam kasus korupsi itu. Misalnya, kasus Kuala Gigieng. “Kasusnya bukan tidak dilanjutkan, hanya belum dilanjutkan,” kata Hentoro Cahyono, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Aceh.

Hentoro meminta dukungan aktivis antikorupsi untuk dapat membantu sebagai mitra dan bukan lawan. “Jika ada bukti-bukti baru dan bukan sekadar asumsi, saya minta untuk melaporkan kepada kami,” ujarnya.

Sumber: tempo.co

Ilustrasi
Langsa - Sejumlah warga binaan LP Narkotika Langsa mengeluhkan hal yang menyangkut kebutuhan utama dan tidak adanya air bersih di lapas tersebut. 

Sebut saja napi BB terpidana narkotika yang mengaku kepada Reporter StatusAceh.Net Kamis (21/1) mewakili para penghuni lainnya mengatakan jika sudah beberapa tahun dirinya menjalani masa pidana dilapas tersebut namun belum pernah merasakan ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci,mandi dan keperluan lainnya.

Masih menurut BB,Selama ini para napi menggunakan air yang berasal dari sumur yang mereka gali sendiri, "Air sumur warnanya kuning dan berkarat,kalau kami pakai cuci pakaian semua warnanya berubah jadi kuning"ujarnya.

Bukan itu saja para napi di LP Narkotika mengharapkan kepada pihak LP atau pemerintah agar ,menyediakan adanya air Bersih yang layak dipergunakan serta memenuhi standar kesehatan.

Kepala LP Narkotika Amirudin SH kepada Reporter membenarkan jika pihaknya terkendala dengan penyediaan air bersih,menurutnya Lapas bukan tidak menyediakan air bersih namun air yang tersedia memang cukup namun tidak memuaskan disebabkan latarbelakang kultur tanah dilapas memang seperti itu.

" Air cukup namun kurang baiknya kualitas air disini munkin disebabkan kultur tanahnya" jelas amir.

Reporter: T. Sayed Azhar

Jakarta - Polisi semakin gencar melakukan pengejaran terhadap anggota jaringan Mujahiddin Indonesia Timur (MIT), pasca teror bom Thamrin. Pada Selasa, 19 Januari lalu, TNI dan Polri berhasil mengamankan 2 orang anggota kelompok Santoso tersebut di Poso, Sulawesi Tengah.

"Di Poso pada 19 Januari lalu, 1 orang yang diduga anggota Santoso tewas dalam baku tembak, 1 orang lagi masih hidup dan sudah diamankan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kamis (21/1/2016).

Terduga anggota kelompok Santoso yang tewas dalam baku tembak tersebut diketahui berinisial I. Sementara untuk yang ditangkap dalam keadaan hidup masih dirahasiakan identitasnya.

"Sekarang yang tertangkap hidup ini masih diamankan di Polda Sulteng. Masih dalam pemeriksaan," jelas Anton tanpa mau merinci lebih lanjut inisial pelaku tersebut.

Hingga saat ini dari 13 orang terduga pelaku ledakan Thamrin, ada 6 orang yang dapat ditetapkan sebagai tersangka atas tragedi tersebut. Hal itu dibenarkan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

"Dari kemarin sudah diekspose di depan saya, bahwa ada 6 di antara yang di tangkap ini sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka. Saya penetapannya belum tahu apakah sudah ditetapkan atau belum," ujar Kapolri kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (20/1/2016) malam.(detik.com)

Kepala BIN Sutiyoso                                                             Mantan Ka-BAIS Soleman B. Ponto
StatusAceh.Net -  Pasca berhasilnya membujuk Din Minimi kelompok bersenjata di Aceh beberapa waktu yang lalu, yang menjadi isu hot di sejumlah media nasional dan Internasional bahkan kritikan pun tak kalahnya dari apresiasi seorang Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso.

Seperti dilansir Post Metro Selasa (19/1/2016). Kemunculan kembali aksi teror, terutama di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu, membuat kerja Badan Intelijen Negara (BIN) jadi sorotan. BIN dianggap gagal mengintai pergerakan dan mencegah terjadinya aksi terorisme di Tanah Air saat ini.

Publik pun ramai-ramai mengkritisi kerja BIN. Mulai dari pengamat, politisi, hingga masyarakat awam. 

Bahkan, mantan Kepala Bandan Analisa Intelijen Strategis (BAIS) Soleman B. Ponto ikut-ikutan menyindir kerja BIN saat ini. Soleman menilai BIN saat ini cenderung terlalu terbuka dan kurang mampu menahan komentar di hadapan umum.

Seharusnya kata dia, BIN tidak perlu banyak mempublikasikan diri di depan kamera.

"Kalau sekarang, BIN jadi selebritis. Indikasi jadi berita di mana-mana. Ciri-ciri pekerjaan intelijen itu tidak kelihatan, belum tentu ada. Adapun bentuknya belum tentu itu bentuknya. Makanya intlejen hanya indikasi warning, dan sifatnya rahasia," ujar Soleman saat acara diskusi Institut Soekarno Hatta yang bertema "Kejanggalan dalam Peristiwa dan Penanganan Bom Sarinah" di Jalan Tebet Timur Dalam Raya 43, Tebet, Jakarta Selatan,

Soleman mengaku tidak sepakat dengan pola kerja BIN saat ini. Ia juga menganggap aneh dengan permohonan BIN mendapatkan kewenangan menangkap.

"Yang aneh, BIN minta kewenangan menangkap. Padahal Undang-Undang memberikan kewenangan (menangkap) kepada polisi," ungkapnya. (*)

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, 

Jakarta- Sesuai Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/120/I/2016 tanggal 19 Januari 2016,Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima Pelaporan Korps Kenaikan Pangkat 37 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 26 Pati TNI AD, 7 Pati TNI AL dan 4 Pati TNI AU di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (20/1/2016). 

Berikut Nama 37 Pati TNI,Pangkat Dan Jabatannya yang tertera dalam Surat Perintah Kenaikan Pangkat.

26 Pati TNI AD yang mendapat kenaikan pangkat sebagai berikut:
  1. Mayjen TNI A.A. Ketut Mayun Widyadnya (Pa Sahli Tk. III Bidang Banusia Panglima TNI)
  2. Mayjen TNI Luciczisman Rudy Polandi (Pa sahli Tk. III Bidang Sosbudham Panglima TNI)
  3. Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS (Kapuskes TNI)
  4. Mayjen TNI Ir. Edy Sudarmanto (Deputi Bidang Intelijen Teknologi BIN)
  5. Mayjen TNI Liston  A. Simanjuntak, S.Sos., M.Si (Han) (Deputi Bidang Kontra Intelijen BIN)
  6. Mayjen TNI R. Gautama Wiranegara, S.E (Sestama BNPT)
  7. Mayjen TNI Eddy Kristanto, S.H (Sahli Bidang Sosial Budaya BIN)
  8. Mayjen TNI Dominicus Agus Riyanto (Asrena Kasad)
  9. Mayjen TNI Dedy Iswanto, S.E (Danpuspomad)
  10. Brigjen TNI Dedy Sumantri, S.Ip (Pati Ahli Kasad Bidang Ekonomi)
  11. Brigjen TNI Umaryana Kasma (Dansatkomlek TNI)
  12. Brigjen TNI Aang Suharlan (Kavinda Banten BIN)
  13. Brigjen TNI Benny Octaviar, M.D.A (Kapusjianstra TNI)
  14. Brigjen TNI Herwin Suparjo, S.Sos., S.H (Asdep Koordinator Otonomi Khusus Kemenkopolhukam)
  15. Brigjen TNI Slamet Riyadi (Bandep Lingsos Setjen Wantannas)
  16. Brigjen TNI Hasto Pr. Yuwono. S.I.P (Dirum Kodiklat TNI)
  17. Brigjen TNI A.A.B. Maliogha (Dansecapad)
  18. Brigjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H. (Kakordos Sesko TNI)
  19. Brigjen TNI Sungkono (Kabinda Sumut BIN)
  20. Brigjen TNI Aribowo Teguh Santoso, S.T., M.Sc. (Dirrenprogar Ditjen Renhan Kemhan)
  21. Brigjen TNI Widodo Iryansyah, S.Sos, M.M (Danrem 121/ABW, Sintang)
  22. Brigjen TNI Agoes Joesni (Kabinda NAD BIN)
  23. Brigjen TNI Rudy Yulianto (Wadanpuspomad)
  24. Brigjen TNI Yulius Selvanus (KAbinda Kepri BIN)
  25. Brigjen TNI Tri Nugraha Hartanta, S.Sos (Kabinda Bali BIN)
  26. Brigjen TNI Susi Arlian Indra Dewi, S.H. M.H (Asdep Koord. Hukum Internasional Kemenkopolhukam).

7 Pati TNI AL yang mendapat kenaikan pangkat sebagai berikut:
  1. Laksda TNI Dedy Muhibah Pribadi, S.H. M.A.P. (Pa Sahli Tk. III. Bid Kws Sus & LH Panglima TNI)
  2. Laksma TNI  Rudwin Thalib, S.E (Pati Sahli Kasal Bidang Dokstraops)
  3. Laksma TNI Drg. Andriani, Sp. Ort (Wakapuskes TNI)
  4. Laksma TNI Hendrawan Bayu Prewito (Kabinda Sulut BIN)
  5. Laksma TNI Yusup, S.E (Danlantamal VI/Makasar)
  6. Brigjen TNI (Mar) Matheas Dwi Putro T, S.H., M.A.P (Kabinda SUmsel BIN)
  7. Brigjen TNI (Mar) Suhartono (Danlantamal XI/Merauke).
4 Pati TNI AU yang mendapat kenaikan pangkat sebagai berikut:
  1. Marsda TNI Ir. M. Agus Mustofa, M.Sc (Pa Sahli Tk. III Bidang Jahrit Panglima TNI)
  2. Marsda TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M (Pangkoopsau I)
  3. Marsma TNI Yuli Antono (Pati Sahli Kasau Bidang  Polhukam)
  4. Marsma TNI Hadi Suwito, S.E (Kapusinfolahta TNI). (jppn)

Teungku Muslim At-thahiri

Status Aceh- Insiden serangan Bom dan penembakan yang terjadi dikawasan sarinah tepatnya pada Kamis (14/1) Jakarta yang menewaskan sejumlah personil polisi dan warga sipil menuai berbagai kecaman dari berbagai kalangan masyarakat.

Kecaman serupa juga di lemparkan oleh Front Pembela Islam (FPI) Aceh, menurut FPI aksi teror yang terjadi disarinah Jakarta itu bukanlah ajaran Islam dan tidak ada kaitan dengan Islam.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua FPI Aceh Utara Teungku Muslim At-Thahiri yang juga pimpinan Dayah Mujahidin,"  FPI Aceh mengecam semua bentuk teror yang dilakukan oleh siapa dan atas dasar apa saja ",Ujarnya

Teungku Muslim melanjutkan " Jika FPI Aceh secara tegas menyatakan jika teror dan peledakan dan penembakan scara membabi buta itu bukan ajaran islaam serta menentang dengan faham Ahlusunnah Waljamaah seperti tragedi Sarinah, kami harapkan jangan ada pihak yang mengaitkan dengan islam, islam tdak mengajarkan seperti itu" tegasnya

Dalam pers rilisnya FPI Aceh kepada Redaksi Kamis (21/1/2016) juga mengharapkan kepada Pemerintah untuk melarang penyebaran Wahabi Salafi/Takfir di Aceh khususnya dan indonesia umumnya.

Menurut Teungku Muslim jika Wahabi Takfiri mudah mengkafirkan kelompok selain mereka dan mudah menghalalkan darah selain mereka,sehingga dengan mudah melakukan pembunuhan dan pengeboman  walaupun  terhdap sesama muslim, jelasnya.


Reporter: T. Sayed Azhar


Berita Terkait:
Dunia Tercengang Indonesia Butuh 3 Jam Taklukkan Teroris

Petugas dari satuan Brimobda DIY Satgas Amole III 2015 BKO PT Freeport Indonesia berjaga di area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua, Ahad (20/9). (Antara/Muhammad Adimaja)
Jayapura - Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Roberth O Blake menyebut bahwa Papua sangat penting bagi Amerika. Karena itu, pihaknya melakukan kunjungan kerja di Bumi Cenderawasih itu.

"Dubes AS mengatakan kepada kami bahwa Papua itu penting bagi Amerika, makanya dia merasa penting untuk berkunjung ke tanah Papua," kata Ketua Sekretariat Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Yuliano Languwuyo di Kota Jayapura, Papua, Rabu (20/1).

Dubes Blake, kata Yuliano, ingin mendengar bagaimana situasi politik dan HAM di tanah Papua selain perkembangan lainnya.

"Kami menyampaikan situasi politik di 2014 hingga 2015. Kami sampaikan situasi HAM di tanah Papua tidak ada perubahan walaupun di pertengahan 2014 orang bilang kita akan mempunyai pimpinan sipil yang kami harapkan," katanya.

Namun, harapan kekuasaan militerisme itu akan turun jika angka kekerasan yang dilakukan oleh aparat dan militerisme juga turun. Namun, ternyata kenyataan itu tidak juga terjadi, meski orang sipil berkuasa," lanjutnya.

Lebih lanjut, Yuliano mengatakan kepada Dubes Blake bahwa pengaruh militerisme masih dominan, terutama kepada investor besar di Papua, yaitu Freeport dan BP di Teluk Bintuni, Papua Barat.

"Di mana terlihat pemakaian militerisme sangan besar di dua perusahaan itu guna menjaga area investasi. Dan, itu berdampak buruk kepada masyarakat Papua juga kepada masyarakat yang tinggal sekitar perusahaan karena militer benar-benar menjaga daerah tambang," katanya.

Yuliano mengutip penjelasan Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, yang mengatakan perusahaan Freeport dan BP memberikan pelatihan tentang apa itu HAM kepada TNI dan polisi. Dengan harapan, mereka punya perspektif soal HAM sehingga dalam penanganan pengamanan tidak menggunakan cara-cara kekerasan.

Pertanyaan itu kami sampaikan kepada Freeport, tapi kami tak mendapat jawaban dan Dubes Blake mempertanyakan balik, "Apakah itu merupakan hal yang penting? Dan, kami bilang itu penting baik polisi dan militer," katanya.

Mengenai berbagai kekerasan yang terjadi di Papua, dia mengatakan, Dubes Blake mengaku tahu soal kekerasan yang terjadi di Papua.

"Dubes juga bertanya bagaimana pendapat soal Presiden Jokowi? Kami katakan Presiden Jokowi orang yang baik, tapi pemerintahan sekarang masih dikontrol oleh militer. Pak Frits Ramandey juga menyatakan kepada Dubes Blake untuk merekomendasikan kepada pemerintahan Jokowi agar menyelesaikan kasus Paniai dan kekerasan lainnya di Papua," katanya.

Sejumlah tokoh Papua bertemu dengan Dubes AS Robert Blake yang dikemas dalam acara makan malam bersama di Restoran Yougwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Selasa (19/1) malam.

Terlihat tokoh Papua yang bertemu, di antaranya Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey, Ketua LSM Jaringan Kerja Rakyat (Jerat) Septer Manufandu, Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) Neles Tebay, dan Ketua Sekretariat Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Papua Yuliana Languwuyo.

 Sumber : Antara

Tamiang - Empat orang PNS di Kabupaten Aceh Tamiang mendapuk 92 orang warga menjadi "PNS" untuk membobol kredit bank dengan total mencapai Rp 12,8 miliar.

Keempat PNS itu adalah Wiwik Handayani (bendahara SMPN 1 Tamiang Hulu), Asnah (staf Kantor Camat Banda Mulia), Suryadi (bendahara SMPN 5 Seruway) dan Alfia Laila (bendahara SMPN 2 Kejuruan Muda).

Kejaksaan Negeri Kualasimpang sudah menjadikan keempatnya sebagai tersangka. Khusus Alfia Laila dijadikan tersangka dalam pembobolan kredit Bank Aceh dan Bank Mandiri.

Sementara 92 warga yang dijadikan "PNS" oleh keempat tersangka dibebaskan karena dipastikan mereka tak memiliki niat untuk melakukan kejahatan itu.

Puluhan warga ini hanya diminta membubuhkan tanda tangan mereka dengan iming-iming uang tunai sebesar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri Kualasimpang (Kajari) Aceh Tamiang, Amir Syarifuddin SH kepada Serambinews.com, Rabu (20/1/2016) mengatakan, keempat tersangka ditetapkan sebagai tersangka pada akhir Oktober 2015.

Berdasarkan pemeriksaan sejumlah saksi diduga kuat telah terjadi kerugian negara dalam kasus ini.

Sehingga Kejari meningkatkan status penanganan kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan dengan menetapkan keempat PNS itu sebagai tersangka.

“Satu tersangka Alfia Laila ditetapkan tersangka dalam dua kasus, pembobolan kredit di Bank Aceh dan Bank Mandiri,” ujar Kajari.

Dalam rentang 2013-2015, jumlah warga biasa yang dijadikan PNS palsu untuk membobol Bank Mandiri sebanyak 72 orang dengan jumlah kredit sebesar Rp 10 miliar lebih.

Sedangkan di Bank Aceh dibobo 20 orang PNS palsu dengan jumlah kredit sebesar Rp 2,8 miliar pada 2011.

Orang-orang PNS palsu ini, tambah Kajari, mereka buat seolah-olah PNS betulan yang bekerja di sekolah tempat para bendahara bekerja atau pegawai di kantor camat.

“Modus lain, PNS palsu yang sebagian besar perempuan ini mereka buat loagi status janda palsu,” ujar Kajari lagi.(Kompas.com)

StausaAceh.Net - Anggota polisi yang baru lulus tahun kemarin dan berpangkat Bripda, muda juga energi masih menggebu-gebu, sebagaimana demikianlah Bripda Andrianto, anggota Sabhara Polres Toraja, Sulawesi Selatan.

Tidak ada tedeng aling-aling, semaunya saja menulis status dalam media sosial Facebook. Sebagaimana yang dikirim pada akun miliknya tersebut, Jumat silam (15/1). Pada statusnya tersebut, polisi muda itu mencatat status berbunyi menyudutkan lembaga TNI, sehubungan penindakan teroris di Jalan Thamrin Jakarta beberapa waktu silam, karena menyebutkan TNI penakut. Status tersebut sertamerta memperoleh komentar oleh bermacam pihak.

Kapolres Toraja, AKBP Arief Satriyo tak berdiam diri usai menemukan laporan itu. Pihaknya benar-benar menyesalkan prilaku itu.

"Lantaran ketidaktahuan dan ketidakpahaman anggota tersebut, memposting begitu saja komentar menyudutkan rekan TNI. Anggota tersebut tak mengetahui nanti akibatnya ke depan. Saya langsung perintahkan menghadap dan saya sendiri yang hukum. Dan yang bersangkutan sudah minta maaf," jelas AKBP Arief Satriyo kepada dikutip dari merdekacom, Rabu (20/1).

Imbuhnya, pihaknya memohon supaya ini merupakan pelajaran untuk seluruh pihak supaya baik-baik berbuat pada media sosial, terbilang anggota-anggotanya disebabkan oleh bisa menanggung perdebatan yang dapat mengacaukan interaksi Polri dengan TNI yang sementara ini telah terpelihara.(suaranews.com)

Agustian Hermawan (tengah), warga Depok yang juga mantan Ketua KNPI Depok, tewas dalam baku tembak di Suriah.
StatusAceh.Net - Seorang warga Depok, Jawa Barat, dikabarkan tewas dalam baku tembak di Suriah. Dia diduga terlibat kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Pria itu diketahui bernama Agustian Hermawan. Dia adalah mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok. Dody Riyanto, Ketua KNPI Kota Depok, membenarkan kabar seniornya itu tewas di Suriah.

"Iya, kami dapat kabar dari grup KNPI. Yang bersangkutan ternyata meninggalnya sudah sebulan lalu, di Suriah," ujar Dody kepada VIVA.co.id, Rabu, 20 Januari 2016.

Agustian diketahui pernah menjabat Ketua KNPI Kota Depok. Selain aktif di organisasi kepemudaan dan olah raga, pria yang dikenal bersahaja itu juga disebut sebagai penggagas berdirinya Kota Depok.

"Almarhum cukup aktif. Bahkan dia dulu yang ikut menggagas berdirinya kota ini (Depok) dari unsur kepemudaan. Kami, kawan-kawan di sini (KNPI), sama sekali nggak menyangka dia ikut ISIS dan meninggal di sana (Suriah)," ujar Dody.

Dody dan sejumlah rekan KNPI Kota Depok berencana berkumpul untuk membahas hal itu malam nanti. Mereka juga akan menemui keluarga almarhum.

Kabar tewasnya Agustian Hermawan yang diduga terlibat kelompok ISIS juga dibenarkan Peneliti Ahli pada Badan Nasional Penanggulan Teroris (BNPT), Sidra Tahta Mukhtar.

"Info yang saya dapat seperti itu, sudah sebulan lalu tewasnya. Katanya, bom bunuh diri. Namun untuk lebih pasti saya harus cek data lagi di kantor," ujar Sidra saat ditemui seusai menjadi pembicara penanggulangan aksi teror di Markas Polresta Depok.(VIVA)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.