2020-10-18

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

 

Ketua Komite I DPD RI H. Fachrul Razi, MIP

StatusAceh- Ketua Komite I DPD RI H. Fachrul Razi, MIP Meminta Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Batubara Membebaskan Arwan Syahputra dan Aktivis Mahasiswa. “Saya sudah mendapat laporan terkait penahanan mahasiswa asal Sumut yang kuliah di Aceh dan merupakan aktivis HMI,” tegas Fachrul Razi.

Fachrul Razi Ketua Komite I DPD RI yang membidangi masalah hukum dan politik di DPD RI meminta kebijaksanaan dari Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Batubara untuk dapat menangguhkan dan membebaskan Arwan Syahputra dan aktivis lainnya agar segera dapat melanjutkan kuliah. “Mereka generasi masa depan yang kritis, harus kita berikan apresiasi agar aksi mereka dalam memperkuat demokrasi Indonesia dapat terakomodir,” tegas Fachrul Razi.

Fachrul Razi juga memberikan apresiasi kepada Kapolda Sumut dan Kapolres Batubara yang telah bekerja profesional dan mampu menjaga keamanan dalam aksi mahasiswa. “Adanya chaos kecil itu biasa dalam demokrasi, tidak perlu diperpanjang sampai diproses hukum yg terlalu menghukum aktivis mahasiswa tersebut, kita negara demokrasi dan negara hukum, namun mahasiswa juga harus kita lindung dan kita didik,” tegasnya. 

Sebelumnya, mahasiswa dalam aksi demonstrasi pada tanggal 12 Oktober 2020 telah terjadi aksi tolak UU omnibuslaw law "Cipta kerja" di Kantor DPRD batubara, Sumatra Utara yang diikuti oleh elemen masyarakat, buruh, mahasiswa, dan pelajar, sebelumnya aksi berjalan damai setelah kemudian ada Provokator yang kemudian melempar batu ke arah gedung DPRD batubara sehingga mengenai kepala Kasat Sabhara Polres Batubara, setelah itu terjadi Chaos yang membuat para demonstran juga ikut terluka

Setelah selesai aksi sekitar 42 Orang para Demonstran di amankan ke polres batubara, dan sampai saat ini dari jumlah tersebut sudah 7 orang lebih yang di tetapkan Sebagai Tersangka Atas aksi yang berujung Cheos tersebut

Korlap aksi Arwan Syahputra yang juga merupakan Mahasiswa Hukum Tatanegara angkatan 2017 Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, yang juga merupakan Ketua HMI Komisariat Hukum Unimal terpilih Cabang Lhokseumawe - Aceh Utara juga di cari oleh Yurisdiksi Polres Batubara

Sekitar jam 14.38 tanggal 20 Oktober 2020 ada 2 orang yang menjemput Arwan di mensa kupi, Lhokseumawe, Aceh ketika sedang menjalankan aktivitas perkuliahan nya, penjemputan dilakukan dengan menggunakan mobil Pajero/Fortuner menurut saksi mata dan sampai saat ini hilang kontak Arwan dengan teman-teman mahasiswa lainnya, dan berdasarkan informasi terkini Arwan sudah di amankan ke polres batubara dan sudah di tetapkan sebagai tersangka

Dikarenakan menurut Fachrul Razi Arwan adalah seorang mahasiswa yang masih melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi , kemudian Yang dilakukan oleh Arwan adalah menyampaikan Aspirasi dari masyarakat terkait penolakan disahkannya UU Omnibus Law "Cipta kerja" , Dan selama aksi pun Arwan tidak melakukan tindakan Provokator jika melihat dari keterangan teman-teman demonstran dan video yang beredar

‌”Kita dari Pimpinan DPD RI memindahkan itikad baik dari Kapolres batubara untuk melepaskan Arwan Syahputra dan mengeluarkan surat SP3, jangan Sampai masyarakat melihat Demokrasi itu sebagian momok menakutkan kedepannya,” tutup Senator DPD RI asal Aceh.(Red/Rls)


Lhokseumawe -
Nelayan Aceh disebut melihat kapal yang diduga membawa ratusan imigran Rohingya. Kapal tersebut disebut berlayar mengarah ke wilayah Lhokseumawe, Aceh.

"Ada info begitu. Mereka para pengungsi tersebut terlihat sama nelayan kita," kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek, kepada wartawan, Senin (19/10/2020).

Nelayan disebut melihat imigran di jarak sekitar 80-100 mil laut dari pantai Lhokseumawe. Mereka disebut sudah beberapa hari terpantau berlayar.

Miftach menduga tujuan utama imigran Rohingya itu adalah ke Malaysia. Namun, mereka diduga ditolak Malaysia.

"Geografis dan arus yang membuat mereka lebih mudah sampai di Lhokseumawe. Maka Kerajaan Pase adalah yang sangat strategis untuk pelayaran," ujar Miftach.

Sebelumnya, dua gelombang imigran Rohingya mendarat di Lhokseumawe dan Aceh Utara pada waktu berbeda. Pertama 94 imigran diselamatkan nelayan Aceh Utara, pada Rabu (24/6) lalu. Mereka kemudian dibawa ke lokasi penampungan.

Imigran gelombang kedua berjumlah 297 tiba di Lhokseumawe, Aceh, Senin (7/9) lalu. Ratusan 'manusia perahu' ini merapat ke bibir pantai dengan kapal jenis GT TRN.U 11/00. | Detik.com

Foto: Ilustrasi imigran Rohingya (Foto: ANTARA FOTO/RAHMAD)

1 ,

Banda Aceh–
Hujan disertai angin kencang yang kerap kali terjadi di Kota Banda Aceh seringkali menimbulkan kecemasan kepada warga, sehingga tak jarang masyarakat cukup berdiam diri di rumah masing masing-masing atau di kedai-kedai kopi.


Menyambangi warga binaanya rutin guna menyerap aspirasi warga serta menyampaikan himbauan dan pesan tentang pentingnya waspada terhadap cuaca akhir-akhir ini berupa hujan disertai angin kencang yang kerap kali terjadi sangatlah penting sekali.

Hujan disertai angin kencang sering mengakibatkan pohon tumbang sehingga sangat membahayakan para warga bila beradu di luar rumah, apa lagi sedang mengendarai kendaraan baik roda dua maupun roda empat itu sangat berbahaya sekali.

Seperti yang dilakukan Sertu Sunarman Sinaga Babinsa Koramil 09/Ulee Kareng Kodim 0101/BS Desa Ie Masen Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh sambangi warga yang lagi berbincang-bincang dengan warga desa binaannya, membahas tentang cuaca hujan dan angin akhir-akhir ini yang kerap melanda, Minggu (18/10/2020).

Babinsa berpesan kepada masyarakat, dikarenakan musim hujan telah tiba maka, para warga untuk selalu peka terhadap cuaca yang ada, serta saling menjaga dilingkungan tempat mereka tinggal, dengan memperhatikan saluran pembuangan air di rumah masing-masing agar tidak terjadi sumbatan sehingga air mengalir lancar dan terhindar dari bencana banjir.

loading...

Contact form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.