2016-08-28

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

epolisian Sektor (Polsek) Ulee Kareng meringkus dua pelaku penadah Curanmor di dua lokasi berbeda. Dari kedua pelaku berinisial SAM dan ZA, polisi juga mengamankan tiga unit sepeda motor hasil curian. (Foto: acehvideo/Ferdian)
Banda Aceh - Kepolisian Sektor (Polsek) Ulee Kareng meringkus dua pelaku penadah Curanmor di dua lokasi berbeda. Dari kedua pelaku berinisial SAM dan ZA, polisi juga mengamankan tiga unit sepeda motor hasil curian.

Kapolsek Ulee Kareng, Sabtu (3/9) AKP Immarsal mengatakan kasus pencurian sepeda motor ini terbongkar atas informasi masyarakat di Kecamatan Ulee Kareng, menurutnya, tim operasi Polsek bergerak siang malam guna mengejar penadah curanmor.

“Pencurian motor marak terjadi, atas informasi masyarakat satu orang diamankan di kawasan Desa Doy, Ulee Kareng sedangkan satu orang lagi sempat lari ke kecamatan Keumala Pidie, dan berhasil ditangkap,” katanya.

Ia menambahkan, satu unit sepeda motor jenis Vixion hilang pada 2014 lalu di Langsa dan dibawa ke Banda Aceh. Bahkan, sepeda moto jenis Satria F dicuri diluar Aceh dan ditemukan di Banda Aceh.

“Pencurian di wilayah hukum Polres Langsa pada 2014 lalu. Satu unit lagi di luar Aceh, sepada motor itu tidak memiliki kelengkapan surat sehingga dicurigai juga hasil curian,” terangnya.

Menurutnya, proses pengembangan selanjutnya akan dilakukan pihak Polres Langsa guna menangkap pelaku curanmor.

“Kasus ini akan diproses pihak Polres Langsa. Kami juga akan mengirimkan sepeda motor itu ke Langsa,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 480 tentang Penadah Barang Hasil Curian dengan ancaman 5 tahun penjara.(*) Sumber: acehvideo.tv

Ilustrasi
Banda Aceh - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh akan menyiapkan pasukan pengamanan Pilkada 2017 diseluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal itu disampaikan Kapolda Aceh melalui Kasubdit Politik Dit Intelkam Polda Aceh, AKBP Alfian, SH, Sabtu (3/9/2016).

‘Kita akan melihat berapa kekuatan Polda Aceh dan melihat situasi sekarang, kita memang membutuhkan 2000 orang BKO, kalau diperlukan banyak personil maka kita siapkan. Intinya Mabes Polri sudah siap berapapun jumlah personil Bawah Kendali Operasi (BKO) yang dibutuhkan Polda Aceh,” kata Alfian usai Seminar dan Lokakarya yang digagas BKPRMI Aceh di Masjid Jamik Darussalam.

Alfian menambahkan jumlah personil yang disiapkan untuk mengamankan Pilkada Aceh tergantung jumlah TPS yang akan ditetapkan oleh KIP Aceh. “Nanti kita akan petakan mana yang rawan I, rawan II dan aman, artinya kalau TPS rawan I akan kita tempatkan dua personil, sesuai dengan kerawanannya,” tambah Alfian.

Menurut Alfian, saat ini kondisi Aceh belum ada daerah yang rawan walaupun ada daerah yang sudah kita petakan rawan. “Misalnya lintas timur Aceh itu masih rawan, kalau lintas barat relatif aman, tapi semua ini bisa saja berubah,” katanya.

Polda Aceh masih memprediksikan bahwa pelaksanaan Pilkada 2017 di Aceh berlangsung aman dan damai. “Kita sudah turunkan intelejen untuk mengantisipasi situasi dari sekarang,” terangnya.

Alfian juga mengatakan selain polisi, pengamanan Pilkada Aceh 2017 nanti juga akan melibatkan pasukan TNI. “Kalau TNI cukup dari Aceh tetap melakukan backup, kalau polisi BKO bisa saja didatangkan dari Medan dan Padang, itu tergantung Mabes Polri,” demikian Kasubdit Politik Dit Intelkam Polda Aceh, AKBP Alfian.

Catatan acehterkini, pada Pilkada Aceh tahun 2012, Kepolisian Daerah Aceh mendatangkan 780 personil Brimob dari Kelapa Dua, Depok untuk pengamanan. Sementara Polda Aceh sendiri menyiapkan 13.000 lebih personil yang dibantu 1.500 lebih pasukan TNI dan 21.000 lebih anggota Linmas.

Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disiapkan KIP Aceh sekitar 9.763 lokasi. Untuk TPS Rawan I ada 3.046 lokasi dan rawan II sekitar 1.399 lokasi dan sisanya dikategorikan aman. [Sumber: acehterkini.com]

Jakarta -Pameran Franchise & License Expo Indonesia 2016 dibuka hari ini bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta. Dalam acara ini, dipamerkan beragai macam waralaba mulai dari makanan, properti, ritel, dan lain-lain.

Salah satunya Mi Aceh Seulawah yang sudah membuka usaha 20 tahun dan dibuat oleh mantan Dosen Universitas Negeri di daerah Depok yang bernama Hj. Ratna Dwikora, SH.

Mie Aceh Seulawah pertama berdiri pada tahun 1996 di daerah Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Alasan Ratna membuka bisnis kuliner ini karena ia hobby makan dan ia berasal dari Aceh.

Wanita berumur 52 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai dosen ini, mencoba peruntungannya dengan membuka bisnis kuliner Mi Aceh yang ia kasih nama Mie Aceh Seulawah.

Nama Seulawah ia ambil dari nama salah satu gunung yang berada di Aceh yang mempunyai arti gunung emas. Ratna berharap, dengan nama Seulawah bisnis kulinernya bisa menghasilkan emas.

"Dulu Mie Aceh ini dibuat oleh ibu (Ratna) karena beliau memang hobby kuliner, dan ibu mencoba peruntungan dengan membuka bisnis ini di tahun 1996 di daerah Benhil," ujar Ahmad Fauzi, Manajer Marketing Mie Aceh Seulawah ketika disambangi detikFinance di JCC, Jakarta, Jumat (2/9/2016).

Selain itu, Fauzi juga mengatakan, modal awal untuk membuka Mie Aceh ini sebesar Rp 4 juta pada tahun 1996. Hingga kini, Ratna sudah mempunyai 7 outlet di daerah Jakarta dan sekitarnya.

Selain itu, Fauzi juga mengatakan, omzet per outlet Mie Aceh Seulawah ini paling kecil Rp 3 juta per hari atau Rp 90 juta per bulan.

"Dulu menurut cerita ibu membuka usaha makanan ini modalnya Rp 4 juta pada tahun 1996. Dan dengan resep yang khas Mie Aceh ini dapat bertahan sampai sekarang kalau dihitung sudah 20 tahun berdiri dan mempunyai 7 outlet di Jakarta dan sekitarnya. Dan juga sekarang kami mempunyai omzet paling kecil Rp 3 juta per hari, tetapi biasanya di atas itu," ungkap Fauzi.

Selain itu, Fauzi mengatakan, jika ada investor yang ingin bergabung di bisnis franchise di Mie Aceh ini, ia jamin omzet per harinya tidak kurang dari Rp 3 juta dengan modal Rp 350 juta.

Dengan modal sebesar Rp 350 juta, investor tidak perlu pusing-pusing mencari tempat dan beli peralatannya, karena itu sudah termasuk ke dalam fasilitas yang didapat.

"Dengan modal Rp 350 juta, konsumen nggak usah pusing-pusing mikirin tempat dan peralatan masak, karena itu sudah satu paket," ujar Fauzi.

Fauzi berani menjamin mendapatkan omzet minimal Rp 3 juta per hari karena pelanggan Mie Aceh Seulawah sudah banyak dan dikenal oleh masyarakat luas, sehingga ia bisa menjamin itu. Jika ada outlet yang omzetnya di bawah Rp 3 juta, outlet tersebut langsung mendapatkan kelas khusus sehingga omzetnya bisa naik.

"Saya berani jamin untuk omzet per outlet minimal sebesar Rp 3 juta per hari. Karena Mie Aceh ini sudah terkenal di kalangan masyarakat baik pejabat sampai masyarakat umum. Jika ditemukan outlet yang omzetnya di bawah Rp 3 juta, outlet tersebut kita kasih kelas khusus, dan biasanya setelah mendapatkan kelas khusus outlet tersebut bisa naik kembali omzet ya," ucap Fauzi.

Fauzi mengatakan, jika ingin franchise di Mie Aceh Seulawah caranya mudah, pertama para investor datang ke kantor Mie Aceh Seulawah di Benhil, lalu mengikuti presentasi bisnis yang berisi cara berbisnis sehingga mendapatkan omzet minimal Rp 3 juta, lalu isi form pendaftaran, setelah itu survei lokasi yang sudah diusulkan, lalu tanda tangan kontrak, dan terakhir opening.

Selama bergabung dengan franchise Mie Aceh 5 tahun, dengan menginvestasikan dana Rp 350 juta, si investor bisa mendapatkan bunga 5% per tahun.

"Kita kan sistemnya kontrak 5 tahun, nah selama setahun investor mendapatkan bunga 5%," tutup Fauzi.(Detik.com)

Barang bukti yang diamankan personel Polres Aceh Jaya berupa senjata laras panjang jenis SS1 beserta magazen dan amunisi aktif dan lainnya.
Aceh Jaya - Polisi Resort Aceh Jaya menangkap tiga orang petani karena membawa senjata serbu jenis SS1 di Kecamatan Darul Hikmah.

Saat ditangkap, ketiga petani itu tidak bisa menunjukkan surat izin kepemilikan senjata api itu. Petani yang ditangkap oleh tim Satuan Iqntel adalah Ad (33 tahun), Ka (34 tahun), keduanya asal Lamtamot, Aceh Besar. Sedangkan satu lagi, Fa, asal Sampoiniet, Aceh Jaya.

Penangkapan itu dilakukan setelah polisi memperoleh informasi dari masyarakat Desa Kuala Bakong tentang keberadaan ketiga orang bersenjata itu, Jumat (2/9/2016).

“Kita melakukan penangkapan dan penggeledahan dan benar bahwa ketiga orang tersebut membawa senjata api laras panjang jenis SS1,” kata Kapolres Aceh Jaya AKBP Riza Yulianto, Sabtu.

Selain tiga senjata laras panjang, polisi juga menyita 62 butir peluru jenis SS1, dua magazen jenis SS1, dua bilah parang, dua tas ransel tentara berisikan pakaian, empat buah senter kepala, satu lembar baju kaos loreng TNI, satu lembar celana PDH TNI dan alat masak. [acehkita.com]

Beureuneun - Tabrakan maut yang melibatkan sepeda motor dan mobil terjadi lintas Banda Aceh-Medan, tepatnya di Desa Rambayan, Kecamatan Peukan Baro, atau sekira 1 kilometer sebelum pasar Beureuneun, dari arah Sigli, Pidie.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ini mengakibatkan seorang wanita hamil meninggal dunia.

Amatan Serambinews.com yang melintas di lokasi kejadian, aparat kepolisian sedang mengurus jenazah korban.

Insiden ini menimbulkan kemacetan hingga sejauh 1 kilometer, mulai dari Lampoh Saka hingga Simpang Keumangan.(Serambinews.com)

Dua remaja Aceh Utara ditangkap Satuan Narkoba Polres Aceh Timur, Jum'at 2 September 2016.
Idi Rayeuk - Dua remaja Kecamatan Jambo Aye, Aceh Utara, diringkus oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur, Jumat, kemarin sekira Pukul 14.30 WIB di Gampong Tanjong Minje, Kecamatan Madat, Aceh Timur. Kedua remaja yang diringkus itu berinisial MJ, 19 tahun, dan AL, 18 tahun. Keduanya telah diamankan di Mapolres Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur Rudi Purwiyanto melalui Kasat Narkoba AKP Ildani Ilyas mengatakan, penangkapan tersangka dilakukan saat HS sedang melakukan transaksi di SPBU Tanjong Minjei. "Dari perkembangan itu  petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap  AL, yang diketahui pemilik barang haram itu," ujar Iladani dalam siaran persnya yang diterima portalsatu.com, Sabtu, 3 September 2016.

Ildani, dari tangan keduanya petugas berhasil mengamankan tiga paket sabu seberat 0,47 gram Berdasarkan keterangan, tersangka narkotika jenis sabu itu didapati dari rekannya berinisial AN.

"Sekira pukul 16.45 tim menggerebek rumah AN, namun alhasil target berhasil melarikan diri lewat pintu belakang rumahnya. Pelarian Azis pada saat itu turut disaksikan oleh keluarganya dan Geuchik gampong setempat," ujarnya.

Masih Kasat Narkoba, dari penggeledahan AN, petugas berhasil menyita narkotika jenis sabu tujuh paket dengan berat 17,66 gram, uang Rp 6.000.000, satu unit timbangan digital warna putih, serta tiga HP.  

"Total keseluruhan BB narkotika jenis sabu 10 paket dengan berat 17,66 gram. Saat ini BB dan tersangka telah ditahan untuk pengusutan lebih lanjut. Sedangkan AN kami tetapkan sebagai DPO," ungkap Ildani Ilyas.(*) Sumber: portalsatu.com


StatusAceh.Net - Jika di suatu sungai memang tidak ada jembatan, biasanya ada jasa penyeberangan menggunakan perahu getek yang ala kadarnya.

Namun bila melihat video ini, cukup unik dan cukup berisiko juga untuk orang yang akan diseberangkan.

Naah, dalam video memperlihatkan bagaimana cara yang cukup unik menyeberangi sungai yang tidak ada jembatan, dan tidak perlu khawatir akan basah, meskipun harus menahan nafas cukup lama.

Karena dalam video, orang yang menyeberang akan dimasukkan ke dalam kantong plastik besar dan dikunci pada bagian atasnya agak tidak masuk air.

Uniknya orang yang berada dalam kantong plastik mau tidak mau harus menahan nafas agar dapat sampai ke seberang. Dari video, diketahui video berasal dari Vietnam dan viral saat ini di dunia maya, khususnya Instagram.

Sumber: YouTube

Ronaldinho ketika memperkuat Barcelona (Licencetoroam)
StatusAceh.Net -  Barcelona kembali mengontrak mantan pemain mereka, Ronaldinho. Tapi tidak untuk beraksi di atas lapangan hijau, melainkan menjadu duta klub di Amerika Serikat.

Dilansir Marca, Barcelona mengontrak legenda Brasil itu untuk menjadi duta klub dalam acara pembukaan fasilitas baru klub di New York pada 6 September mendatang.

Raksasa sepakbola Eropa yang berbasis di Spanyol tersebut membuka kantor baru yang terletak di Park Avenue guna meningkatkan ekspansi global mereka.

Dan Barcelona menggunakan Ronaldinho karena dia merupakan salah satu legenda klub yang sangat ikonik sejak klub tersebut berdiri pada 1899.

Ronaldinho berkostum Barcelona selama lima musim (2003-2008). Dia berperan saat juara Liga Champions 2006 serta memimpin Barca memulai dominasi di Spanyol sampai Eropa hingga kini. 

Selain menghadirkan Ronaldinho, Barcelona juga turut medatangkan bek asal Denmark Roddik Hansen yang akan mewakili skuat wanita Barcelona.(Viva)

Para akademisi dan intelektual kampus adalah pendekar yang memiliki senjata yang sakti.
Jakarta - Sebagian besar elemen masyarakat termasuk akademisi dan intelektual ada yang menganggap politik itu banyak jeleknya. Ketidakpercayaan sebagian elemen masyarakat kepada politik dan politisi akibat dari perbuatan sejumlah oknum politisi yang melakukan kejahatan seperti korupsi. Demikian diungkapkan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam kuliah umum mahasiswa pasca sarjana bertajuk 'Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Kualitas Bangsa Guna Memenangkan Persaingan Global' di Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), Jakarta, Sabtu 3 September 2016.

Politisi di panggung politik, lanjut Zulkifli, ibarat pendekar. Para akademisi dan intelektual kampus adalah pendekar yang memiliki senjata yang sakti. Banyak sekali di negara ini intelektual yang merupakan pendekar dengan senjata sakti. Senjata itu adalah keilmuwannya dan idealismenya.

Kiprah dan eksistensi masyarakat profesional dan intelektual seperti para akademisi kampus sebenarnya sangat diharapkan mewarnai bahkan mendominasi kejelekan-kejelekan di panggung politik. “Makanya kami di MPR selalu bekerjasama dengan kampus-kampus agar program-program MPR dalam rangka turut berkiprah dalam akselerasi menuju kesejahteraan rakyat cepat tercapai,” tandasnya.

Diutarakan Zulkifli, kuncinya adalah di SDM Indonesia. Zulkifli sangat menekankan pentingnya Indonesia memiliki sumber daya yang mumpuni ditengah persaingan global yang makin keras. “Indonesia banyak memiliki sekolah dan perguruan tinggi yang sangat bagus dengan tenaga pengajar yang sangat bagus. Sudah bisa dipastikan banya sekali sumber-sumber daya manusia yang berkualitas tapi jangan lupa harus juga memiliki karakter bangsa yang kuat,” pungkasnya. (Tempo.co)

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Tindakan tidak terpuji dilakukan seorang guru SMPN 1 Gapura, Sumenep. RI (inisial) dituding menampar murid lantaran omongannya dianggap kurang sopan. Pemicunya, siswa kelas VIII itu tidak mengenakan seragam baru sesuai ketentuan sekolah.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, tamparan guru tersebut mendarat di pipi WU (inisial), asal Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura.

WU merupakan salah seorang siswa penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Bantuan tersebut diperuntukkan membeli seragam baru. Karena itu, RI menanyakan seragam yang seharusnya dipakai siswanya. Saat itulah perdebatan ringan terjadi di antara mereka yang berujung tamparan.

Moh. Afif, ayah WU, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut dia, anaknya menjadi korban kekerasan RI. Selain putranya, siswa lain pernah mendapat perlakuan keras. "Memang sering mukul," katanya kemarin (2/9).

Setelah kejadian itu, dia mendatangi sekolah tempat anaknya menimba ilmu. Afif meminta klarifikasi atas insiden tersebut. Menurut dia, pihak sekolah mengaku bersalah. RI dilarang mengajar di kelas VIII.

Afif menerangkan, insiden itu tidak dilaporkan kepada polisi. Dia memaafkan guru tersebut asal tidak mengulanginya. "Kalau sampai terulang, akan saya laporkan ke polisi," tegasnya. 

 Beberapa hari kemudian, pihak sekolah meminta wali murid untuk menandatangani surat pernyataan. Surat itu berisi dukungan agar RI kembali mengajar siswa kelas VIII. Tindakan tersebut menuai protes karena dianggap pemaksaan.

Sejumlah wali murid menolak keinginan sekolah. Salah satunya adalah Masdawi. Dia menganggap, pemaksaan penanda­tanganan surat pernyataan itu merugikan dan berdampak hukum.

Dia menjelaskan, permintaan tersebut tidak memberikan contoh yang baik. Seharusnya, jika ingin menarik keputusannya, sekolah tidak mengambinghitamkan wali murid. Secara finansial, permintaan itu merugikan.

Pihak sekolah meminta pernyataan itu bermeterai Rp 6.000. Biaya pembelian meterai ditanggung wali murid. "Uang itu sangat berarti bagi kami," katanya. Selain itu, surat pernyataan tersebut berdampak hukum. Karena itu, dia menolak permintaan pihak sekolah. "Dunia pendidikan itu seharusnya bijak dalam mengambil keputusan," katanya.

Saat dikonfirmasi, Humas SMPN 1 Gapura Taufik membenarkan adanya insiden tersebut. Dia menegaskan, pihak sekolah sudah menjatuhkan sanksi kepada RI. Guru tersebut tidak diperbolehkan mengajar kelas VIII. Dia juga membantah tudingan pemaksaan terhadap wali murid untuk membuat surat pernyataan.

Menurut dia, sekolah meminta secara baik untuk membuat pernyataan yang berisi dukungan agar RI kembali mengajar. "Tujuan kami, agar kondisi sekolah kembali normal," ujarnya.

Disinggung mengenai keberatan wali murid, dia bakal menindaklanjuti. Surat pernyataan yang sudah disetor akan dikembalikan. 

 Di tempat terpisah, Plt Kabid Dikmen Dispendik Sumenep Misbahul Munir mengaku belum mengetahui insiden tersebut. Karena itu, dia belum bersedia memberi keterangan. "Akan kami cek dulu kebenaran informasinya," katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Jubriyanto menambahkan, jika informasi tersebut benar, dirinya sangat menyayangkan. Sebab, guru seharusnya memberi contoh yang baik kepada murid. Guru dituntut bijak dalam bersikap.

Jika ada sesuatu yang salah terhadap muridnya, semua harus diselesaikan dengan baik. "Yang jelas, kekerasan bukan solusi menyelesaikan masalah. Justru menambah masalah," ucapnya.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan dispendik. Dia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. "Semoga tidak terulang," harapnya. (Sumber: JawaPos)

Masjid Qiblatain di Madinah
StatusAceh.Net - Di antara banyak masjid berarsitektur indah dan menyimpan sejarah di Madinah, salah satunya adalah Masjid Qiblatain. Hanya berjarak sekitar tujuh kilometer dari Masjid Nabawi, masjid ini dikenal karena perubahan arah kiblat.

Masjid yang semula bernama Bani Salamah ini, dulunya terletak di sebuah bukit kecil. Nama itu diambil karena masjid dibangun di bekas rumah Bani Salamah. Lokasinya kini persis di tepi Jalan Wadi Aqiq, Madinah.

Di sisi kanan arah kiblat, dimanfaatkan untuk pelataran parkir kendaraan dan para pedagang kurma, parfum, hingga baju-baju muslim.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di pelataran depan masjid, Kamis 1 September 2016, kesan pertama adalah bangunan yang megah. Meski bangunan masjid tidak terlalu luas, ciri khas menara berdiri kokoh pada dua sudutnya.

Berbeda dengan Masjid Quba yang memiliki empat menara di tiap sudut, Masjid Qiblatain hanya memiliki dua menara kembar. Namun, arsitekturnya menara tidak kalah indahnya dengan masjid-masjid lain di Madinah.

Jika masuk dari sisi jalan raya, jemaah pria bisa langsung menaiki anak tangga, persis menuju pintu utama. Dulu, sebelum kiblat masjid mengarah ke Kakbah di Masjidil Haram, di pintu utama ini lah arah kiblat yang menghadap ke Masjidil Aqsha di Palestina.

Namun, saat ini, Masjid Qiblatin hanya memiliki satu mihrab yang menghadap ke Kakbah. Posisinya persis segaris lurus begitu memasuki pintu utama.

Sebelum masuk ke bagian dalam, di pintu utama, dua petugas masjid tampak mengarahkan jemaah. Bagi yang masih menenteng sandal, diminta untuk menyimpannya di rak yang sudah disediakan. Tampak berderet empat rak sandal yang cukup besar sebelum pintu masuk masjid.

Saat berada ke masjid ini, banyak jemaah haji lain yang juga berkunjung, di antaranya dari Pakistan, Turki, Uganda, Bangladesh, hingga Mali. Tidak tampak jemaah haji Indonesia, karena kloter gelombang pertama sudah bergerak ke Mekah dari Madinah.

Selain berkeliling mengamati tiap sisi bangunan masjid, jemaah haji dari berbagai negara itu juga melaksanakan salat sunnah dua rakaat. Bagi jemaah pria yang belum mengambil air wudu, lokasinya berada di basement masjid. Jika masuk dari area parkir kendaraan, sebelum menuju pintu masuk masjid, belok kanan dan menuruni anak tangga.

Bagi pengunjung yang ingin mengetahui sejarah masjid ini, pemerintah Arab Saudi juga menempatkan sejumlah petugas di sudut kanan dalam masjid. Namun, perlu bekal bahasa Arab untuk bisa bertanya-tanya kepada petugas tersebut.

Melihat sejarahnya, pada permulaan Islam, kiblat salat adalah Baitul Maqdis, nama lain Masjidil Aqsha, di Yerusalem atau Palestina. Namun pada tahun ke-2 Hijriah, tepatnya saat salat Zuhur pada Senin bulan Rajab, turunlah wahyu kepada Nabi Muhammad SAW untuk memindahkan arah kiblat ke Masjidil Haram di Mekah.

Saat itu, Rasulullah sedang salat dengan menghadap ke arah Masjidil Aqsha. Salat sudah berjalan dua rakaat.

Di tengah salat, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144. Surat itu berbunyi:

"Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. (1)

Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.(2)"

Begitu mendapat wahyu, Nabi dan para sahabat pun menghentikan sementara salatnya, dan berbalik 180 derajat ke arah berlawanan. Peristiwa perpindahan kiblat itu dilakukan tanpa membatalkan salatnya. Nabi pun tidak mengulangi dua rakaat yang sudah dijalani sebelumnya.

Rasulullah SAW sebetulnya telah lama mengharapkan dipindahkannya kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram. Sebab, Masjidil Aqsha ditetapkan sebagai kiblat untuk sebagian dari para nabi dari bangsa Israel.

Masjidil Aqsha berada di sebelah utara. Adapun Baitullah di Mekah di sebelah selatan, sehingga keduanya saling berhadapan. Doa Rasulullah SAW ini kemudian dikabulkan saat sedang berada di masjid yang kemudian dinamai Qiblatain ini.

Bagi jemaah haji Indonesia gelombang kedua, setelah selesai beribadah haji dan nantinya akan menuju Madinah, sempatkan berkunjung ke masjid ini. Selain mengingat sejarah, menikmati keindahan masjid-masjid di Madinah, adalah anugerah tersendiri.(Sumber: Viva.co.id)

Ilustrasi
Palangka Raya - Tenaga honorer di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalimantan Tengah, Matius Octavianus dibekuk aparat Polres Palangka Raya, Jumat 2 September 2016.

Penangkapan terhadap pria berusia 30 tahun itu karena keterlibatannya sebagai pengedar sabu.

Kasat Narkoba Polres Palangka Raya AKP Winarko Kisworo mengatakan, warga Jalan Kalimantan, Gang Sanggrahan ini ditangkap saat hendak bertransaksi di Jalan Tjilik Riwut Km 4, Palangka Raya.

"Barang bukti yang kita temukan sebanyak satu paket sabu seberat 0,27 gram dan kendaraan Satria F KH 4287 FU," kata Winarko Kisworo.

Ia menuturkan, tersangka masih aktif sebagai tenaga kontrak di dinas tersebut. Selain itu, dia ternyata juga telah menjadi DPO Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalteng. "Kita sudah berkoordinasi dengan BNN. Iya DPO BNN juga," katanya.

Aparat saat ini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap dari mana asal barang dan siapa-siapa saja yang terlibat dalam peredaran gelap narkotika itu.

Matius dijerat dengan Pasal 114 ayat 2, junto Pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal 8 miliar.(Sindo)

Manila, - Setidaknya 14 orang tewas dalam serangan bom di kota Davao, Filipina selatan. Wali Kota Davao menyebut kelompok radikal Abu Sayyaf melakukan serangan di kota asal Presiden Rodrigo Duterte itu.

"Kantor presiden telah mengirimkan pesan dan mengkonfirmasi bahwa itu sebuah pembalasan Abu Sayyaf. Bagi pihak pemerintah kota ini, kami bekerja atas dasar bahwa ini pembalasan Abu Sayyaf," ujar Wali Kota Davao Sara Duterte, yang merupakan putri Presiden Duterte.

Menteri Pertahanan Nasional Delfin Lorenzana juga merilis statemen yang menyatakan, dirinya yakin bahwa Abu Sayyaf yang telah menyatakan sumpah setia pada kelompok ISIS, telah melakukan serangan bom di pasar malam di Davao pada Jumat, 2 September.

"Meski belum ada yang muncul untuk mengklaim aksi itu, kami hanya bisa mengasumsikan bahwa ini dilakukan kelompok teroris Abu Sayyaf yang telah mengalami banyak korban jiwa di Jolo dalam beberapa pekan terakhir," tutur Lorenzana seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (3/9/2016).

"Kami telah menduga ini dan telah mengingatkan pasukan kami, namun musuh juga mahir memanfaatkan ruang demokrasi yang diberikan konstitusi kita untuk bergerak bebas dan leluasa menabur teror," imbuhnya.

Pekan lalu, Duterte telah memerintahkan operasi penyerangan besar-besaran terhadap Abu Sayyaf di sarang mereka di Pulau Jolo, sekitar 900 kilometer dari Davao.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Nasional Ronald dela Rosa mengatakan, Abu Sayyaf merupakan fokus utama penyelidikan terkait serangan bom di Davao. Namun dia tidak serta merta menyalahkan kelompok militan tersebut, karena sejumlah petunjuk lainnya juga tengah diselidiki.(Detik.com)

Ilustrasi
Suka Makmue - Seorang oknum aparat desa yang menjabat sebagai sekretaris desa (sekretaris gampong) di sebuah gampong di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Jumat (2/9/2016) resmi dilaporkan kepada aparat kepolisian setempat dengan tuduhan menghamili isteri orang.

Aparat kepolisian yang mendapatkan laporan ini langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan indikasi perzinahan, namun hingga Jumat siang aparat desa yang telah dilaporkan ke aparat penegak hukum belum ditangkap karena polisi masih mendalami kasus ini.

Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi SH MH yang ditanyai Serambinews.com Jumat siang di Nagan Raya membenarkan bahwa seorang aparat desa di Kecamatan Darul Makmur telah dilaporkan ke polisi terkait tuduhan menghamili isteri orang.

"Nah dalam kasus ini, pelapornya adalah orangtua perempuan. Kita harus menyelidiki kasus tersebut secara hati-hati karena sejauh ini kita masih melihat apakah dalam kasus tersebut terdapat unsur tindak pidana atau bukan," kata Kapolres.

Ia mengakui, berdasarkan hasil penyelidikan sementara yang dilakukan penyidik yang menerima laporan tersebut di Mapolsek Darul Makmur menyebutkan, isteri yang diduga selingkuhan aparat desa tersebut sebelumnya telah bersuami. 

Namun status hubungan suami isteri perempuan yang diduga dihamili oleh oknum sekdes tersebut telah lama ditinggal oleh sang suami selama bertahun-tahun dan tidak pernah pulang ke rumah.

Sedangkan oknum sekdes tersebut, kata kapolres, juga telah memiliki seorang isteri dan diduga memiliki hubungan tanpa ikatan pernikahan dengan seorang perempuan yang bukan isterinya yang sah.

"Namun belakangan perempuan lain yang dicintai oleh oknum aparatur gampong ini melahirkan seorang anak dari hubungan gelap tersebut," kata Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi SH MH. (serambinews.com)

Banda Aceh - Sebanyak 45 kasus korupsi sektor pendidikan terungkap di Aceh. Kasus korupsi itu tersebar diseluruh kabupaten kota di Aceh. LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mengungkapkan selama periode 2010 hingga 2015 total dana pendidikan Aceh yang dikorupsi mencapai Rp30 miliar lebih.

Bidang Monitoring Anti Korupsi dan Pengawasan Peradilan MaTA, Saryulis, Kamis (1/9) mengatakan kasus tindak pidana korupsi di sektor pendidikan Aceh marak terjadi bahkan mencapai miliaran rupiah pertahunnya.

“Meskipun sejumlah kasus berhasil diungkap dan diselesaikan oleh penegak hukum. Namun hingga saat ini masih ada empat kasus yang belum terselesaikan dan masih dalam tahap penyidikan. Yaitu Dana Bos SD di Aceh Tenggara, pembagunan gedung madrasah terpadu di Sabang, pembanguna gedung SD di Aceh Selatan dan Dana Komite Sekolah Wira Bangsa di Meulaboh. Info terakhir, semua kasus ini masih dalam proses penyidikan,” katanya

Saryulis menjelaskan, selama ini rata-rata kasus korupsi yang terjadi di sektor pendidikkan Aceh meggunakan cara lama, yakni penggelapan dan mark up anggaran. Modus yang digunakan sangat mendominasi kasus korupsi di Aceh.

“Mendominasinya modus mark up dan penggelapan yang terjadi karena longgar dan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah maupuun penegak hukum sehingga masih terdapat celah untuk melakukan pratek tersebut,” terangnya.

Ia menambahkan, pelaku tindak pidana korupsi banyak dilakukan oleh unsur pemerintah atau internal dinas terkait, baik kepala dinas, staf dan bendahara bahkan unsur berkepentingan lainnya sehingga total kerugian daerah setiap tahunnya bervariasi dan cenderung terjadi fluktuasi.

Berdasarkan data LSM MaTA, kerugian daerah akibat kasus pengegelapan dan mark up pada tahun 2010 mencapai Rp2.010.605.000, sebanyak Rp6.667.005.000 pada 2011, sebanyak Rp 9.199.888.436 pada tahun 2012, 2013 mencapai Rp6.419.632.500 dan 2014 mencapai Rp5.420.023.500 serta pada 2015 mencapai Rp2.949.000.000.

Bahkan selama kurun waktu 2010 hingga 2015 ada 45 kasus korupsi sektor pendidikan terungkap di Aceh dan tersebar di beberapa kabupaten/kota. Masing-masung tahun 2010 sebanyak 7 kasus, tahun 2011 sebanyak 13 kasus, tahun 2012 sebanyak 6 kasus, tahun 2013 sebanyak 4 kasus, tahun 2014 sebanyak 8 kasus dan pada 2015 sebanyak 7 kasus, namun 4 diataranya belum tuntas. (acehvideo.tv)

Budi gunawan
Jakarta -  Presiden Jokowi mengajukan nama Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara. Tak seperti dua pemimpin BIN sebelumnya yang berlatar belakang militer, Budi Gunawan –yang akrab disapa BG– murni orang Kepolisian.

Saat ini Kepala BIN masih dijabat Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso. Sebelumnya, Letnan Jenderal (Purn) Marciano Norman. Sutiyoso mantan Wakil Komandan Jenderal Kopassus, Marciano mantan Pangdam Jaya. Mereka tentara, dan tentu Angkatan Darat.

Dari masa ke masa, BIN hampir selalu “dikuasai” oleh TNI Angkatan Darat. Namun, ada pengecualian untuk periode 2009-2011. Kala itu, pucuk pimpinan BIN berasal dari Kepolisian. Jenderal (Purn) Sutanto.

Sutanto dipilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala BIN. Namun, menurut pakar militer Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Kusnanto Anggoro, masa kepemimpinan Sutanto di BIN bukan tanpa masalah.

“Dulu pernah Jenderal Sutanto dari Kepolisian di BIN, dan tentu ada sedikit persoalan,” kata Kusnanto kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Tanpa menyebut apa masalah yang ia maksud, Kusnanto menyarankan Budi untuk melakukan penyesuaian dengan cepat di BIN.

Jika direstui DPR dan lolos uji kelayakan di Komisi I Bidang Intelijen DPR, Budi Gunawan akan menjadi polisi kedua yang memimpin BIN.

Seorang petinggi Polri yang tahu cara kerja intelijen Kepolisian, ujar Kusnanto, tetap perlu belajar cepat untuk menakhodai BIN. Sebab, intelijen Kepolisian tak sama dengan intelijen negara. Jenis kompetensi yang dibutuhkan di kedua instansi itu berbeda.

“Background adalah sesuatu yang penting. Pak Budi Gunawan tidak mempunyai latar belakang yang cukup di bidang intelijen,” ujar Kusnanto, melakukan penilaian.

Ia berharap penyesuaian BG tak berlangsung lama. Sebab situasi BIN saat ini telah berubah dibanding masa kepemimpinan Sutanto.

Pada masa Sutanto, belum ada kebijakan yang secara khusus mengatur tentang Intelijen Negara. Sementara saat ini telah disusun Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara.

Berdasarkan UU itu, kata Kusnanto, ada beberapa hal yang harus dilakukan Kepala BIN terkait kewenangannya, secara lebih eksplisit. Ini utamanya tugas untuk mengoordinasikan fungsi-fungsi dan kemampuan intelijen.

BG dituntut bisa melakukan sinergi secara apik di antara beberapa badan intelijen yang ada di Indonesia seperti Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri, serta intelijen di pabean, imigrasi, dan lain-lain.

“Dalam BIN, bukan kapasitas pribadi yang dipentingkan, tapi kapasitas kepemimpinan dan manajerial,” ujar Kusnanto.

UU Intelijen Negara mengatur bahwa koordinasi dilakukan melalui rapat sebulan sekali. Padahal, kata Kusnanto, hal itu tak cukup.

“Isu sentralnya adalah bagaimana mengoperasionalkan standar operasi prosedur dalam tugas koordinasi itu.”

Kusnanto berpendapat, Budi perlu menyusun standar operasi prosedur setelah rapat sebagai tindak lanjut. Misalnya, jika dalam rapat disepakati tentang kriteria mengenai intelijen yang harus diberikan kepada BIN.

Selain itu adalah soal modalitas, yakni cara-cara memperoleh intelijen. Ada pula soal tenggat waktu minimum terkait laporan. Misal, laporan dari intelijen lain harus dapat diterima intelijen negara selambat-lambatnya 2 x 24 jam.

“Intinya, perlu aturan rinci tentang bagaimana koordinasi itu dilakukan,” kata Kusnanto.

Agen Presiden


Berbeda dengan pendapat Kusnanto, Mantan Kepala BAIS Laksda (Purn) Soleman Ponto menilai Budi memiliki pengalaman memadai untuk menjadi orang nomor satu di BIN.

Ia bahkan menyebut Budi sebagai Kapolri pilihan DPR.

“Kalau melihat dari pengalamannya, sudah cukup (untuk jadi Kepala BIN),” kata Soleman.

Dalam ilmu intelijen, Kepala BIN merupakan agen, sedangkan Presiden sebagai agen handler. Agen handler punya kewenangan 100 persen untuk memilih agennya.

“Jadi apakah (Kepala BIN) itu polisi atau tidak, itu tidak bisa kita komentari. Yang tahu kebutuhan dan segala macamnya itu adalah Presiden,” kata Soleman.

Dia tidak mempersoalkan latar belakang Kepala BIN, apakah dari Polri, TNI, maupun sipil. Bagi Soleman, intelijen tetap intelijen.

Siapapun yang berada di dalam BIN, dia bekerja atas perintah Presiden.

“Jadi tak masalah,” ujar Soleman.

Pemilihan Budi sebagai Kepala BIN, menurut Soleman, memiliki keterkaitan dengan sejumlah orang yang menduduki posisi strategis di pemerintahan Jokowi.

Juli lalu, Jokowi melantik mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Jenderal Tito Karnavian sebagai Kapolri.

Bulan sebelumnya, mantan Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri Komjen (Purn) Gories Mere diangkat Jokowi sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan. Demikian pula mantan anggota Dewan Analis Strategis BIN Diaz Hendropriyono jadi Staf Khusus Jokowi.

Pada perombakan kabinet jilid II, Jokowi juga mendapuk mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Saat Wiranto menjabat Menhankam/Pangab di akhir Orde Baru, ujar Soleman, Polri berada di bawah koordinasi Wiranto.

Oleh sebab itu Soleman menilai Wiranto akan mudah berkoordinasi dengan Tito Karnavian, Budi Gunawan, dan Gories Mere –pasukan Jokowi dari Kepolisian.

Soal apakah BIN akan maju atau mundur di bawah Budi Gunawan, ujar Soleman, hal itu tergantung pula kepada Presiden sebagai agen handler yang memberikan perintah kepada Kepala BIN.

Pada akhirnya, semua untung rugi dalam penunjukkan Budi Gunawan akan kembali kepada Presiden Jokowi. (CNN)

Maverick Vinales dari Suzuki Ecstar mencatatkan waktu tercepat pada latihan bebas pertama MotoGP Inggris, di Sirkuit Silverstone. (Mirco Lazzari/Getty Images)
Sport -- Pebalap Suzuki Ecstar, Maverick Vinales, menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas pertama (FP1) di Sirkuit Silverstone, Inggris. Vinales mencatatkan waktu 2 menit 02,483 detik.

Di posisi kedua ada Jorge Lorenzo. Pebalap Movistar Yamaha itu memiliki selisih 0,282 di belakang Vinales.

Sementara di posisi ketiga ditempati pebalap Repsol Honda Marc Marquez dengan catatan waktu 2 menit 03,563 detik.

Marquez memulai FP1 secara tidak mulus. Pebalap asal Spanyol tersebut sempat terjatuh pada tikungan ke-12.

Saat itu posisi tercepat masih dipegang oleh Dovizioso, 13 menit lagi FP1 bakal berakhir. Pebalap Ducati itu sendiri melorot ke posisi kelima dengan selisih 1,154 detik.

Sedangkan pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, berada di posisi keempat dengan catatan waktu 2 menit 03,591 detik.

Bukan hanya Marquez yang sempat terjatuh di FP1. Pebalap Avintia Racing, Hector Barbera, juga terpeleset dan terjatuh pada FP1.

Pebalap ketiga yang terjatuh adalah Alex Lowes dari Tech 3 Yamaha. Lowes menggantikan Bradley Smith yang mengalami cedera di Tech 3.

Pebalap Suzuki Ecstar, Maverick Vinales, menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas pertama (FP1) di Sirkuit Silverstone, Inggris. Vinales mencatatkan waktu 2 menit 02,483 detik.

Di posisi kedua ada Jorge Lorenzo. Pebalap Movistar Yamaha itu memiliki selisih 0,282 di belakang Vinales.

Sementara di posisi ketiga ditempati pebalap Repsol Honda Marc Marquez dengan catatan waktu 2 menit 03,563 detik.

Marquez memulai FP1 secara tidak mulus. Pebalap asal Spanyol tersebut sempat terjatuh pada tikungan ke-12.

Saat itu posisi tercepat masih dipegang oleh Dovizioso, 13 menit lagi FP1 bakal berakhir. Pebalap Ducati itu sendiri melorot ke posisi kelima dengan selisih 1,154 detik.

Sedangkan pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, berada di posisi keempat dengan catatan waktu 2 menit 03,591 detik.

Bukan hanya Marquez yang sempat terjatuh di FP1. Pebalap Avintia Racing, Hector Barbera, juga terpeleset dan terjatuh pada FP1.

Pebalap ketiga yang terjatuh adalah Alex Lowes dari Tech 3 Yamaha. Lowes menggantikan Bradley Smith yang mengalami cedera di Tech 3.

Daftar 10 Besar FP1
1. Maverick Vinales (Suzuki Ecstar) 2m02.483s
2. Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha) 2m02.765s
3. Marc Marquez (Repsol Honda) 2m03.563s
4. Valentino Rossi (Movistar Yamaha) 2m03.591s
5. Andrea Dovizioso (Ducati) 2m03.637s
6. Pol Espargaro (Yamaha Tech 3) 2m03.714s
7. Andrea Iannone (Ducati) 2m04.027s
8. Dani Pedrosa (Repsol Honda) 2m04.037s
9. Scott Redding (Octo Pramac Yakhnich) 2m04.138s
10. Danilo Petrucci (Octo Pramac Yakhnich) 2m04.170s (CNN)

Ilustrasi
Lhoksukon - Seorang pemuda berinisial MS (36) warga Desa Meunasah Kumbang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, diringkus tim Satuan Narkoba Polres Aceh Utara karena memiliki narkoba jenis sabu, Jumat (2/9).

Kapolres Aceh Utara AKBP Wawan Setiawan melalui Kasat Narkoba Iptu Suharto kepada AJNN menjelaskan, penangkapan pelaku berawal dari infomasi masyarakat, karena diduga sering terjadi transaksi narkoba di rumah pelaku.

"Pelaku kita tangkap di rumahnya dan dari tersangka turut diamankan barang bukti 10 paket sabu seberat 2,15 gram," ujar Kasat.

Saat ini, tambah kasat, tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Polres Aceh Utara guna proses penyelidikan lebih lanjut.

"Kita masih periksa tersangka. Kita juga akan kembangkan kasus ini, dari mana pelaku dapatkan sabu tersebut sekaligus mengungkap jaringan sindikatnya," pungkas Kasat. (Sumber: AJNN.net)

StatusAceh.Net - Jutaan masjid tersebar di berbagai belahan dunia. Di antara semuanya, ada satu masjid yang sering disinggahi jamaah haji. Keistimewaannya adalah, masjid tersebut dibangun oleh Nabi Muhammad dan merupakan masjid tertua yang ada di dunia. Masjid itu adalah Masjid Quba.

Masjidil Haram memang punya sejarah panjang sejak zaman Nabi Ibrahim, namun masjid pertama dalam sejarah Islam adalah Masjid Quba. Nah, kalau berkunjung ke Madinah, cobalah bertolak ke arah gerbang barat sekitar 5 Km dari Masjid Nabawi.

Dilansir dari situs resmi Masjid Quba, Selasa (14/6/2016), peletakkan batu pertamanya dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Pada masa itu Nabi Muhammad SAW menghabiskan waktu 20 hari di masjid ini, saat sedang berpindah dari Makkah ke Madinah. Berikut sejarahnya.

Awal cerita ketika itu Nabi Muhammad SAW sedang melakukan perjalanan pergi berhijrah ke kota Yastrib atau sekarang ini lebih dikenal dengan sebutan kota Madinah. Ketika tepat pada hari Senin tanggal 8 Robiul Awal tahun 1 Hijriyah, Nabi berada di Kampung Quba, sekitar 10 km dari dari kota Madinah. Saat itusahabat Nabi yang bernama Ammar Radhiyahullahu ‘anhu mengusulkan untuk membangun sebuah tempat yang berguna untuk tempat istirahat siang untuk Nabi, yang juga berguna untuk tempat salat untuk Nabi dan para Sahabatnya.

Pada saat itu pula usul dari Ammar Radhiyahullahu ‘anhu disetujui oleh Nabi dan para sahabat. Abu bakar dan Ammar Radhiyahullahu ‘anhu mulai mengumpulkan batu-batu yang diletakkan satu persatu yang ditumpuk satu batu dengan satu batu lainnya untuk membuat masjid. Nabi sendiri pula yang meletakkan batu kiblat untuk masjid tersebut.

Setelah batu pertama diletakkan, umat Nabi-lah yang menyelesaikan masjid ini. Semenjak itu Nabi Muhammad SAW sering datang ke Masjid Quba, dengan naik kuda maupun berjalan kaki. Sang Nabi pun berdoa dan salat di sini. Konon, salat sebanyak 2 rakaat di Masjid Quba pahalanya sama dengan 1 kali umroh.

Setelah Nabi dan para sahabat selesai membangun Masjid Quba ini, mereka melanjutkan perjalanan kembali ke kota Madinah, tepat pada hari jumat tanggal 12 Robiul Awal tahun 1 Hijriyah. Nabi tiba di kota Madinah. Para penduduk Madinah sangat senang dengan kedatangan Nabi. Mereka berbondong-bondong menyamput Nabi dengan suka cita, penuh kerinduan dan juga penuh rasa hormat untuk Nabi. Dan tepat pada hari itulah Nabi Muhammad SAW mendirikan salat Jumat untuk pertama kalinya dalam sejarah Islam dan juga untuk pertama kalinya Nabi khotbah Jumah pada hari tersebut. Semenjak itulah kota Yastrib berubah menjadi “madinatun nabi” yang berarti kota nabi, atau Madinah.

Karena usia yang sudah uzur, masjid ini dibangun ulang tahun 1982. Pada 2012, Masjid Quba kembali dipugar dan diperbesar. Pemerintah setempat menggelontorkan 100 juta Riyal (Rp 2,6 miliar) untuk membangun kembali masjid tertua di dunia ini.

Sekarang, Masjid Quba mencakup 2 lantai. Selain area untuk salat, terdapat pula kantor dan perpustakaan. Wisatawan tak perlu kuatir kalau pergi ke sini, ada beberapa hotel yang letaknya di sekitar Masjid Quba. Madinah Moevenpick Hotel, Marriott Madinah, dan Shaza Al Madina adalah beberapa di antaranya. (jadiberita.com)


StatusAceh.Net -  Pernahkah Anda membayangkan atau bermimpi memiliki rumah mewah dengan memiliki garasi besar yang berisi mobil mewah dan pesawat pribadi?. Mungkin jawabannya seperti ini, "jangankan memiliki, membayangkan atau bermimpinya saja terasa mustahil'.

Namun, ada sebuah kawasan perumahan yang cukup unik dan menarik di Florida, Amerika Serikat. Spruce Creek, sebuah kawasan perumahan mewah ini berisi puluhan rumah yang dilengkapi fasilitas garasi pesawat pribadi.

Di kawasan perumahan elite ini, setidaknya terdapat 700 hanggar pesawat yang letaknya berada diantara 1.300 unit rumah, dan telah dihuni sekitar 5 ribu jiwa. Kebanyakan pemilik rumah melengkapinya dengan garasi pesawat (hanggar) pribadi dan landasan yang dinavigasikan melalui GPS.

Warga yang menghuni pemukiman tersebut rata-rata berprofesi sebagai pilot, pengacara, artis, dan dokter, jadi pemandangan pesawat mondar-mandir dikawasan ini sudah menjadi biasa bagi warga sekitar.

Bahkan seorang Aktor Hollywood John Travolta pernah mendaratkan pesawat Boeing 707 dan pesawat Jet dipemukiman ini karena ia memiliki sebuah rumah disana.

Menurut data yang diperoleh dari Asosiasi Penerbang Amerika Serikat diperoleh data bahwa, saat ini terdapat 600 komunitas warga penerbang, dan tersebar di beberapa wilayah seperti Arizona, Colorado, Florida, Texas, dan Washington. Namun kawasan pemukiman ini merupakan yang terbesar di Amerika Serikat.


SUMBER

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengirimkan surat penggantian Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sutiyoso akan digantikan oleh Wakapolri Komjen Pol. Budi Gunawan (BG).

Alasan penggantian kepala BIN oleh Jokowi menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno adalah perlunya regenerasi. Tak ada alasan khusus termasuk kurangnya performa Sutiyoso.

"Itu regenerasi biasa aja. Argumentasinya regenerasi saja," kata Pratikno di Gedung DPR, Jakarta, Jumat 2 September 2016.

Sementara Ketua DPR, Ade Komarudin mengatakan setelah menerima surat dari Presiden Jokowi, mereka akan segera melakukan rapat pimpinan (rapim) untuk menindaklanjuti ihwal tersebut.

"Tentu kami akan rapat juga dengan fraksi-fraksi," kata Ade Komarudin.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan, Komisi I juga akan menindaklanjuti dengan segera menjadwalkan uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon pengganti Sutiyoso yang diajukan Jokowi itu.

"Akan ditentukan jadwal (uji kepatutan)," kata Ade lagi.(Viva)

Gerilyawan Abu Sayyaf. (Sumber foto: smeaker.com)
StatusAceh.Net - Kelompok Abu Sayyaf mengobarkan perang besar-besaran melawan pasukan Presiden Filipina Rodrigo Deterte yang mereka klaim sebagai “jihad”. Kelompok bersenjata ini mengaku mengerahkan lebih dari 1.000 militan untuk perang besar.

Abu Sayyaf bahkan tidak akan menunggu untuk diserang pasukan Duterte baik dari polisi maupun tentara Filipina. Sebaliknya, para militan kelompok itu akan “jemput bola” dengan menyerang pasukan Duterte.

Juru bicara Abu Sayyaf, Alhabsi Misaya, mengatakan dalam pesan tertulis pada hari Kamis, bahwa “tanggal 1 September, Abu Sayyaf dan tentara (Presiden Rodrigo) Duterte akan menguji satu sama lain dalam pembebasan.”

Misaya, yang berada di bawah kepemimpinan Radulan Sahiron, pertempuran besar akan pecah di Patikul dan jadi perang terakhir.

”Jika mereka diberi keberanian, perang ini lebih sengit daripada (perang) di Zamboanga,” tulis Misaya dalam salah satu pesan tertulis yang salah satunya dikirim ke media Filipina, Daily Inquirer, yang dilansir Jumat (2/9/2016).

Menurut Misaya, jika tentara Filipina tidak menyerang Abu Sayyaf, maka kelompok itu yang akan melakukan serangan terhadap tentara Duterte.

”Abu Sayyaf siap dengan lebih dari 1000 pasukannya, untuk melakukan jihad,” kata Misaya.

Kepala Komando Mindanao Barat, Letnan Jenderal Mayoralgo Dela Cruz, juga mendapatkan pesan tertulis yang sama dari juru bicara Abu Sayyaf. Namun, dia meremehkan informasi dari Abu Sayyaf itu dengan menganggap sebagai sebutir garam.

”Pesan ini merupakan bagian dari perang mereka, apakah benar atau tidak, kita telah siap untuk itu," katanya. Dia meragukan klaim Misaya bahwa Abu Sayyaf mengerahkan lebih dari 1.000 militan. Dia memprediksi kekuatan Abu Sayyaf hanya 200 hingga 250 militan.

Jenderal Dela Cruz menambahkan bahwa militer akan senang melihat Abu Sayyaf menyerang. "Lebih baik dengan cara ini, sehingga kita tidak lagi memburu mereka,” katanya.(Sindonews)

Aceh Besar – PLH Kepala Biro Isra Setda Aceh, Sulaiman menyerahkan satu ekor sapi kurban seberat 1.093 kg sumbangan Presiden Joko Widodo kepada Panitia Kurban Mesjid Raya Baiturrahman, Samsul Bahri di Gampong Cot Mancang, Kec. Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (1/9). 

 Sapi  jenis Angus   tersebut   dibeli oleh Presiden   Jokowi  dari peternak  diGampong Cot Mancang, Wahidin seharga 75 juta rupiah. Hewan kurban tersebut nantinya akan disembelih bersama dengan hewan kurban lainya pada hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah di Mesjid Raya Baiturrahman.

 Kepala Kantor Penghubung Pemerintah Aceh Jakarta, Muhammad Badri bersama PLH Kepala Biro Isra Setda Aceh, Sulaiman serta Panitia Kurban Mesjid   Raya   Baiturrahman   datang   langsung   ke   lokasi   peternakan   milik Wahidin untuk melihat sapi yang sudah dibeli oleh Presiden Joko Widodo. 

 Tahun  sebelumnya,  Presiden   Jokowi   juga  menyerahkan  satu   ekor   sapi kurban seberat 800 kg kepada Panitia Kurban Mesjid Raya Baiturrahman. (Rill)

Ilustrasi
Banda Aceh - Salah satu cara tepat untuk memperbaiki kinerja buruk Kantor Lembaga Permasyarakatan Propinsi Aceh adalah pihak Kemenkum Ham RI harus berani menerapkan sanksi pidana bagi kelalaian oknum petugas atau pejabat yang membantu napi melakukan pelanggaran.
 
 Hal itu diungkapkan, Peneliti Hukum Propinsi Aceh Sariyulis kepada Waspada, Kamis (1/9) kemarin, terkait kinerja lapas di Aceh khususnya Kota Lhokseumawe yang semakin memburuk dengan terjadinya berbagai kasus pelanggaran oleh napi kasus narkoba dan kasus korupsi setiap tahunnya. 

Diantaranya seperti kasus napi kabur, napi keluar lapas dengan cara ilegal, napi kasus korupsi mendapat tempat dan pelayanan khusus dalam penjara serta deretan kasus serupa lainnya.
 
Dikatakannya, hampir sebagian besar petugas dan pejabat lapas juga berani mengulangi kesalahan sama lantaran tidak akan merasa khawatir dengan sanksi ringan. Diantaranya, seperti yang  tertuang dalam pasal 4 ayat 10 undang-undang nomor 6/2013 tentang tata tertib Lapas dan rutan Pp nomor 21 tahun 1999.
 
Akan tetapi,  isinya sama sekali tidak menerapkan sanksi hukum pidana dan hanya sanksi ringan untuk pelanggaran disiplin.
 
Makanya, sepanjang sejarah petugas dan pejabat yang terlibat kasus pelanggaran seperti kebobolan napi justru sama sekali tidak pernah menerima sanksi hukuman pantas dan layak.
 
Sanksi yang selama ini diterapkan Kemenkum Ham RI sama sekali tidak memberikan efek jera, hingga membuat pelakunya masih berani mengulangi perbuatan yang salah.
 
Sehingga satu-satunya solusi yang harus dilakukan Kemenkum Ham RI adalah menerapkan sanksi hukum pidana kepada oknum petugas dan pejabat yang terbukti melakukan pelanggaran menerima suap untuk kebebasan napi.
 
“Kalau ingin memperbaiki kinerja lapas di Aceh, maka Kemenkum Ham harus berani menerapkan sanksi hukum pidana bagi petugas atau pejabat yang membantu napi mendapatkan kebebasan ilegal,” tutur Sariyulis yang juga selaku Peneliti Hukum LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA).
 
Sariyulis menegaskan bila sanksi hukum pidana telah diterapkan, maka para petugas dan pejabat lapas akan berpikir dua kali untuk melakukan pelanggaran mengingat resiko berat yang harus diterimanya.
 
Maka secara otomatis rasa khawatir bisa terkena sanksi pidana tentu akan memberi manfaat positif dan kinerja lapas akan mengalami perubahan baru yang lebih baik serta mengurangi kejadian kasus pelanggaran yang menguntungkan napi.
 
Hal serupa juga diungkapkan Ketua Tim Pemantau Lembaga Permasyarakatan ( TPLP) Aceh Sayed Azhar ikut mendukung penerapan sanksi hukum pidana bagi okum petugas dan pejabat lapas yang melakukan pelanggaran.
 
Ironisnya, semua kasus pelanggaran yang selama ini pernah terjadi dalam lapas di Aceh menunjukkan kesan bahwa oknum petugas atau pejabat mencari keuntungan pribadi dengan menjadikan napi sebagai objek penghasil uang.
 
Sedangkan barang atau jasa yang dijual belikan dalam lapas adalah tiket ilegal untuk mempermudah napi kasus narkoba dan napi kasus korupsi bisa keluar masuk penjara.
 
Sayed menyebutkan kondisi buruk ini masih terpelihara lantaran hasil uang haram yang diterima oknum petugas dan pejabat dari napi bermasalah juga mengalir untuk atasan pejabat di tingkat Kanwil Aceh.
 
Semua permainan ini terbongkar berkat kecemburuan napi miskin lain yang membocorkan informasi data akurat kepada pihak aktifis TPLP Aceh.
 
Namun kesenjangan sosial dalam lapas dapat dihilangkan, bila pihak Kemenkum Ham RI serius ingin melakukan perubahan dengan menerapkan sanksi hukum pidana.
 
“Saya setuju dengan penerapan sanksi hukum pidana untuk petugas dan pejabat lapas. Karena adanya efek jera bisa menjadi cambuk api bagi yang lain agar tidak berani melakukan kesalahan,”terangnya.(Wsp)

Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak
Banda Aceh - Wakil Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Kamaruddin Abubakar (Abu Razak) angkat bicara menyangkut nasib Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh. Ini terkait dengan gugurnya sejaumlah pasal lewat permohonan uji materil yang diajukan sejumlah pihak ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Mantan Wakil Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) asal Pidie itu mengatakan, fenomena ini harus segera disikapi, terutama Pemerintah Pusat harus memegang komitmen terhadap UUPA. "Jangan datang satu-dua orang yang menggugat, disetujui langsung," katanya pada MODUSACEH.CO, Kamis (1/9/2016).

Abu Razak mengaku kecewa pada Pemerintah Pusat, karena poin-poin MoU Helsinki belum sepunuhnya dijalankan, namun beberapa pasal UUPA justru telah gugur. “Walaupun hari ini poin-poin MoU belum diselesaikan sepenuhnya, ini janji pusat. Kalau terus menerus digugat akan jadi konflik baru, bagaimana? siapa tanggungjawab? Kami sudah mengurut dada hari ini,” katanya.

Secara pribadi Abu Razak mengaku jika pusat terus menerus mengakomodir gugatan terhadap UUPA, dia lebih memilih Aceh kembali memperjuangkan kemerdekaan. “Kalau terus menerus, kami minta merdeka kembali, tulis itu! Saya minta merdeka kembali. Sampaikan itu pada presiden, kalau ini terus diakomodir oleh pusat,” ujar Abu Razak.

Abu Razak menjelaskan, UUPA merupakan realisasi dari MoUHelsinki. Poin-poin didalamnya memerintahkan pembentukan qanun. Namun, kata Abu Razak, Qanun Bendera Aceh saja sampai saat ini belum jelas. “Sebenar RI dengan GAM harus duduk kembali, jangan senang-senang datang dua orang diterima. Kalau terus menerus, saya pribadi minta merdeka kembali. Saya akan tantang lagi Indonesia,” katanya.

Menurut Ketua Harian KONI Aceh ini, UUPA merupakan sesuatu yang sakral bagi Aceh dan ia sebagai pedoman. Maka Abu Razak menegaskan agar pusat tak semena-mena. "Kewenangan pusat hanya enam di Aceh. Jadi saya berharap duduklah dulu dengan mantan GAM. Bila perlu dengan DPRA, Pemerintah Aceh. Koordinasilah. Enam tanggungjawab pusat kita tidak gugat apapun,” katanya.

Sebagaimana diketahui, baru baru ini salah seorang masyakarat Aceh yang juga bakal calon Gubernur Aceh Abdullah Puteh menggugat Pasal 67 ayat (2) huruf g Undang-Undang Pemerintahan Aceh. MK menerima seluruh permohonan Abdullah Puteh dan menyatakan pasal tersebut bertentangan dengan konstitusi. Sebelumnya, pasal 256 UUPA yang mengatur tentang calon perseorangan hanya bisa sekali dalam pilkada juga dinilai tidak sesuai dengan konstitusi. Saat ini gugatan demi gugatan juga sedang dilayangkan ke MK. Ada yang berhasil, tak sedikit juga yang ditolak.[Sumber: modusaceh.co]

Sesosok jasad wanita muda ditemukan tergeletak di tengah kebun tebu jauh dari permukiman penduduk di Malang, Jawa Timur, Kamis (1/9/2016). Di dekat korban ditemukan helm dan aneka peralatan kecantikan yang berserakan. (Deny Irwansyah/MNC Media)
StatusAceh.Net - Sesosok jasad wanita muda ditemukan tergeletak di tengah kebun tebu jauh dari permukiman penduduk di Malang, Jawa Timur, Kamis (1/9/2016). Di dekat korban ditemukan helm dan aneka peralatan kecantikan yang berserakan.

Jasad wanita itu ditemukan warga di kebun tebu kawasan Klandungan, Dau, Kabupaten Malang. Kondisinya hampir membusuk. Tidak ditemukan petunjuk identitas. Namun, dipastikan berkelamin wanita dari pakaian, bentuk tubuh, sepatu, serta peralatan kecantikan di sekitar jasadnya.

Wanita yang diperkirakan berusia 25 tahun ini menggunakan pakakaian kaus legan panjang berwarna putih tulang dan celana kain hitam. Pakaian dalamnya berwarna merah. Sebuah helm juga ditemukan di samping jasad.

Polisi yang langsung melakukan olah TKP di lokasi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian wanita muda ini. Polisi masih mencari petunjuk dan memintai keterangan saksi yang menemukan jasad wanita muda itu.

Menurut Kasat Reskrim Polres Malang AKP Adam Purbantoro, kuat dugaan wanita muda ini adalah korban pembunuhan dan dibuang di kebun tebu. Sebab, lokasi ditemukannya jenazah jauh dari permukiman dan bukan jalan setapak yang menghubungkan antardesa.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, jasad wanita muda ini dibawa ke Instalasi Forensik Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang.(Sindonews)

Banda Aceh --  Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Aceh per Juli 2016 mengalami peningkatan drastis. Hal tersebut menjadikan presentase penumpang baik udara mau pun laut ikut meningkat.

Dari data Badan Pusat Statistik Aceh, wisatawan mancanegara yang masuk ke Provinsi Aceh
tercatat mencapai 2.363 orang pada Juli 2016 atau mengalami peningkatan hingga100,42 persen dibanding Juni lalu yang jumlahnya hanya 1.279 orang. Jumlah wisatawan luar negeri tersebut kebanyakannya berasal dari Malaysia, Cina dan Australia.

"Ini menunjukkan adanya kinerja pemerintah melalui Dinas Pariwisata, dan satu lagi, memang ekonomi dari negara tetangga baik. Hal itu sangat berpengaruh pada meningkatnya jumlah wisatawan ke Aceh," ujar Darmawan Kabid Statistik Distribusi BPS Aceh.

Tak hanya untuk Aceh, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia juga meningkat. Secara total, wisatawan yang berkunjung ke Indonesia adalah 1.032.741 orang. "Sejarah baru wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia. Ini tertinggi dan pertama sekali ada lebih sejuta wisatawan mancanegara yang berkunjung dalam tempo satu bulan," ujar Dr. Ir. Sasmito Hadi Wibowo, M.Sc, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa.

Sasmito menyebutkan wisatawan yang ke Indonesia kebanyakannya berasal dari Cina, Australia, Malaysia dan Arab Saudi. Sasmito memberikan alasan bahwa kondisi Indonesia baik dari segi cuaca mau pun keamanan sangat stabil. "Arab saudi terlalu panas, dan Australia terlalu dingin saat ini. Karena itu, wisman memilih ke Indonesia.

"Meningkatnya kedatangan tersebut ikut berpengaruh pula pada perkembangan transportasi udara dan laut. Pada Juli 2016 tercatat 79.582 penumpang yang diangkut melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Angka tersebut menunjukkan peningkatan hingga 22,17 persen dari bulan Juni lalu. 

Secara total, seluruh bandar udara di Aceh mengangkut sebanyak 94.576. Selain Aceh, pintu masuk ke Indonesia yang mengalami kenaikan di antaranya Bandara Kualanamu di Medan, Soekarnohatta di Banten dan di Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda di Surabaya dan Ban Husen Sastranegara.

Untuk transportasi laut, jumlah penumpang mengalami peningkatan hingga 211,99 persen dari Juni lalu. Tercatat ada 91.518 penumpang yang menyeberang melalui Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh. Secara total, ada 186.550 penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan laut di Provinsi Aceh.

Hasil Sementara Sensus Ekonomi
Selain menyampaikan berbagai perkembangan di Aceh, BPS Aceh juga melaporkan hasil
sementara dari Sensus Ekonomi 2016. Sensus yang dilakukan per 10 tahun sekali tersebut adalah untuk mendata secara lengkap keseluruhan unit usaha non pertanian yang berada pada batas sebuah wilayah. Gunanya untuk mengetahui gambaran tentang struktur ekonomi suatu daerah berdasarkan lapangan usaha mau pun skala usaha.

Dari hasil sensus, tercatat ada 433,1 ribu usaha yang tersebar di Aceh, atau meningkat 17,07 persen dibandingkan tahun 2006. Terbanyakya ada di Kabupaten Aceh Utara yaitu 49,5 ribu usaha dan Kota Subulussalam menjadi daerah yang paling sedikit mempunyai usaha yaitu sebanyak 6,0ribu unit.

Dilihat dari pertumbuhannya, Kabupaten Gayo Lues mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu
166,0 persen, sementara terendah adalah Kabupaten Pidie Jaya yang hanya memiliki pertumbuhan 16,5 persen.

Darmawan melaporkan, dari Sensus yang dilakukan BPS, diketahui bahwa ada 164,2 ribu usaha  di Aceh yang menempati bangunan khusus untuk tempat usaha. Dengan demikian, kata Darmawan tidak menempati tempat usaha melainkan menjalankan usaha seperti pedagang keliling, di rumah, kaki lima mau pun beragam tempat lainnya.

"Sensus ini adalah kegiatan pendataan lengkap seluruh usaha kecuali pertanian," ujar Dermawan.

Ia menambahkan, pihak BPS tidak melakukan sensus secara total melainkan hanya pencacahan sampel." Ujar Darmawan. Tidak dilakukannya survey secara menyeluruh, lanjutnya, karena anggaran yang tersedia di BPS sangat terbatas. "Kita hanya melakukan 57 persen dari blog sensus ini." (Rill)

Ilustrasi
Banda Aceh - Yulia Karnof (29) ibu tiga anak yang mengontrak rumah bersama suaminya Ibnu Wahyu (38) di Kompleks PJKA, Dusun Merapi, Gampong Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Informasi yang diperoleh Serambinews, Yulia Karnof tidak meninggal di tali gantungan tepatnya di kayu kosen pintu dalam rumahnya.

Tapi, nyawanya tetap tidak terselamatkan saat berusaha ditolong di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aceh,Blangpadang, Banda Aceh.

Korban mengembuskan nafas terakhir 10 menit tiba di RSIA Aceh, setelah tim medis di RS itu berupaya memberikan pertolongan.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH melalui Kapolsek Baiturrahman AKP Ferdi Dakio SIK yang dihubungi Serambinews.com menyebutkan korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, diduga dilatarbelakangi permasalahan keluarga.

"Kabar yang berkembang demikian ada permasalahan keluarga. Tapi, terkait masalah keluarga yang mereka hadapi seperti apa, belum kami ketahui. Karena di samping itu kasus ini sudah ditangani Polresta Banda Aceh," demikian AKP Ferdi.(aceh.tribunnews.com)

Aceh Jaya - Partai Demokrat Kabupaten Aceh Jaya, dipastikan akan mengarahkan dukungannya kepada Partai Aceh (PA) untuk mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati Safriantoni-T Irfan TB. Sedangkan untuk gubenur, Partai Demokrat akan mendukung penuh pasangan Irwandi Yusuf dan Nova Iriasyah.

“Dari hasil komunikasi dan koordinasi, kita akan merapat dengan Partai Aceh untuk tingkat kabupaten, namun menyangkut dengan arah dukungan tersebut kita masih menunggu rekomendasi dari DPP Demokrat di Jakarta dan DPD provinsi,” kata Ketua Demokrat Aceh Jaya, T Hasyimi Puteh, kepada Serambi, Rabu (31/8), di Calang.

Dijalaskannya, dukungan yang diberikan kepada pasangan Safriantoni-T Irfan TB karena pasangan tersebut lebih unggul berdasarkan hasil survey.

Sementara Ketua PPP Aceh Jaya, H Anwar Ibrahim menyebutkan, PPP akan mengusung pasangan Tgk Mualidi-Suhelmi. Namun untuk bisa mengusung, PPP harus berkoalisi dengan partai lain yang tidak memiliki kursi, mengingat partai pemilik kursi sudah memiliki pilihannya masing-masing.

Sementara Ketua PDA Aceh Jaya, Insyafuddin Ismail, mengatakan bahwa partainya akan merapat bersama Partai Golkar untuk mengusung satu pasangan calon bupati dan wakil bupati pada pilkada 2017 mendatang.

“Arah dukungan tersebut kita laksanakan di kabupaten sesuai dengan keputusan DPP di provinsi dan untuk saat ini kita tetap bersama Partai Golkar untuk memenangkan pasangan kandidat yang dijagokan nanti,” jelas Insyafuddin.

Ketua Partai Golkar Aceh Jaya, Teuku Asrizal menyebutkan bahwa Golkar akan mengusung pasangan Ir Junaidi-Bustami Syarbaini ST, dan keputusan itu sudah final, berdasarkan petunjuk dari DPP dan DPD I Golkar Aceh.(Serambinews.com)

177 calon jemaah haji WNI saat berada di Masjid Kedutaan Besar RI di Manila, Filipina / Dokumentasi Kementerian Luar Negeri RI
Jakarta - Sebanyak 168 dari 177 Warga Negara Indonesia (WNI) korban penipuan perjalanan haji yang berada di Filipina siap dipulangkan. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Heru Santoso Ananta Yudha mengatakan mereka bisa dipulangkan dengan dokumen perjalanan yang sah.

“Bisa dengan paspornya masing-masing atau dengan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor),” kata Heru lewat pesan singkat, Kamis, 1 September 2016.

Heru berujar mereka adalah korban penipuan. Tapi, mereka keluar dari Indonesia dan menggunakan paspor Indonesia yang legal. “Mereka ditipu pergi haji dengan menggunakan paspor Filipina palsu,” ucapnya.

Teknis pemulangan para WNI ini berada di bawah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila. Direktorat Jenderal Imigrasi, kata dia, akan berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai dengan tugas dan fungsinya di bidang keimigrasian.

Kepastian izin pemulangan WNI ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi. "Presiden Duterte sudah memerintahkan agar 177 warga negara Indonesia dapat segera dipulangkan ke Indonesia,” kata Retno di Gedung DPR, kemarin.

Adapun sembilan orang lainnya belum boleh meninggalkan Manila. Sebab, mereka masih akan dimintai keterangan. Namun, selama pendalaman informasi tersebut, mereka dibolehkan tetap tinggal dalam fasilitas di KBRI Manila.(Tempo)

Polres Metro Jakarta Barat menunjukkan barang bukti sabu-sabu seberat 12 kilogram dari jaringan narkoba internasional asal Cina, 31 Agustus 2016. TEMPO/Avit Hidayat
Jakarta - Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat memperkirakan jaringan narkoba internasional yang dipimpin Lew Keng Wah, 25 tahun, telah mengimpor sedikitnya 6 kwintal narkoba jenis sabu-sabu dari Cina ke Indonesia selama setahun terakhir.

"Setiap bulan mereka mengirim sabu-sabu dari Cina sebanyak 50 kilogram," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Suhermanto di kantornya pada Rabu, 31 Agustus 2016.

Suhermanto membeberkan, mereka beroperasi di Indonesia sejak setahun terakhir. Jika dikalkukasikan, setiap bulan tersangka mengimpor sabu seberat 50 kilogram dikalikan 12 kali pengiriman, maka totalnya dalam setahun mencapai 600 kilogram, atau setara 6 kwintal.

Dia mengirim sabu-sabu tersebut dari Cina ke Indonesia melalui perusahaan ekspedisi. Biasanya, kata Suhermanto, Lew Keng Wah mengelabuhi petugas keamanan bandara, imigrasi, dan bea cukai. Caranya, sabu itu mereka masukan ke dalam barang yang mereka impor dari Cina.

Terakhir polisi menemukan sabu itu diselundupkan ke dalam tiga figura akrilik dengan masing-masing seberat 15 kilogram. Beradasarkan hasil pemeriksaan para tersangka, mereka juga pernah memasukan sabu ke Indonesia dengan menyelipkannya ke dalam mesin tertentu yang dibawa dari Cina dengan jasa ekspedisi.

Sabu-sabu itu biasanya masuk Indonesia melalui kargo di Bandara Udara Juanda, Surabaya. Setibanya di Surabaya, barang haram itu didistribusikan ke Jakarta dan Surabaya.

Suhermanto juga menyebutkan bahwa Lew Keng Wah adalah bandar besar tingkat internasional. Untuk menjalankan roda bisnisnya, ia merekrut lima orang anak buah, yaitu:  CK 31 tahun warga Malaysia, PS 24 tahun warga Malaysia, LY 40 tahun warga Malaysia, CS 35 tahun wargha Indonesia, dan seorang perempuan berinisial PT 23 tahun warga Indonesia.

Kelima anak buahnya itu memiliki peran yang berbeda. CK dan PS bertugas sebagai pengirim barang dari Cina ke Indonesia. Sementara LY memiliki peranan menerima kiriman sabu-sabu dari Cina itu. Sedangkan CS dan PT bertugas untuk mencari pasar baru di beberapa wilayah di Indonesia.

Mereka menjual sabu-sabu itu dalam bentuk satuan kilogram. Kata Herman, untuk setiap 1 kilogram sabu dapat terjual mencapai Rp 1,2 miliar. Sementara untuk setiap kali impor dari Cina, mereka dapat mengirim sabu-sabu sebanyak 50 kilogram atau mencapai Rp 60 miliar.

Kasus ini terbongkar setelah Polres Jakarta Barat mendapatkan data intelijen kepolisian mengenai perdagangan narkoba besar-besaran itu. Setelah menelusuri jaringan itu selama 3 bulan, polisi berhasil mengetahui keberadaan Lew Keng Wah.

Hasilnya, pada 19 Agustus lalu kepolisian menangkap Lew Keng Wah di parkiran Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tapi Lew mencoba kabur dan ditembak mati.

Setelah itu, mereka juga menangkap tersangka lain di sebuah apartement di Jakarta Barat. Polisi juga menangkap tersangka warga Indonesia di Stasiun Pasar Turi, Surabaya. Dari dua penangkapan itu polisi mendapatkan barang bukti seberat 35 kilogram sabu.

Saat ini kelima tersangka masih ditahan di Polres Metro Jakarta Barat. Mereka dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal yang dijeratkan yakni Pasal 114 dan Pasal 112 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara hingga hukuman mati.(Tempo)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.