2020

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA


Banda Aceh -
  Organisasi Front Pembela Islam (FPI) di Aceh tidak melakukan pelanggaran peraturan. Organisasi ini pun dinilai sama dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) lainnya.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali. Menurutnya, keberadaan FPI di Aceh biasa saja, sama dengan ormas lainnya.

"Tidak ada aksi atau kegiatan mereka melanggar aturan. Selain itu, tidak ada aktivitas FPI yang ditakutkan masyarakat," kata Tgk H Faisal Ali, Rabu (30/12/2020).

Dia juga mengatakan, FPI merupakan keluarga besar masyarakat Aceh. Kehadirannya tidak berbeda dengan ormas lainnya di Aceh.

"Masyarakat Aceh penuh ukhuwah, sangat toleran, dan memahami satu dengan yang lain," katanya.

Sementara terkait pembubaran FPI, Tgk H Faisal Ali yang akrab disapa Lem Faisal mengatakan, pemerintah tentu memiliki pandangan lain dalam membubarkan sebuah organisasi kemasyarakatan. Pembubaran FPI merupakan kewenangan pemerintah namun harus betul-betul sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Jangan sampai pembubaran sebuah organisasi kemasyarakatan hanya karena kebencian. Pembubaran harus sesuai aturan," kata Wakil Ketua MPU Provinsi Aceh tersebut.

Selain itu, Tgk H Faisal Ali juga mengingatkan pembubaran sebuah organisasi kemasyarakatan jangan sampai melahirkan kebencian di antara sesama umat dan anak bangsa. Sebab, kebencian itu hanya menimbulkan perpecahan.

"Pembubaran yang dilakukan harus betul-betul karena penegakan hukum. Pembubaran tersebut dilakukan karena pelanggaran hukum, bukan karena alasan lainnya," kata Tgk H Faisal Ali.

Artikel ini telah tayang di aceh.inews.id dengan judul " FPI di Aceh Tak Langgar Peraturan, Dinilai Sama dengan Ormas Lain ",


LHOKSEUMAWE
- Ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh Tengku Muslemmempertanyakan keputusan pemerintah yang membubarkan FPI.

"Menyikapi pelarangan FPI di wilayah hukum NKRI, kami FPI Aceh mempertanyakan atas dasar apa FPI dilarang? Sedangkan FPI bukan teroris dan bukan komunis. FPI tidak merorong Pancasila dan tidak merorong NKRI" ujar Ketua FPI Aceh Tengku Muslem. Rabu 30 Desember 2020.

Keberdaan FPI, kata dia, hanya berjuang untuk menegakkan keadilan dan tegaknya kebenaran di atas bumi pertiwi.

"Jika FPI kritis terhadap kebijakan pejabat yang tidak adil, apakah itu melanggar dengan Pancasila? Jika FPI ingin lahirkan pemerintah yang bersih dan pro Islam apakah itu merorong pancasila? Jika FPI tanpa henti membantu negara dalam setiap aksi kemanusiaan apakah itu sebuah upaya makar? Jika FPI menuntut penista agama di hukum seperti Ahok, apakah itu bahagian dari inteleran," ujar Tengku Muslim.

Ia pun habis pikir ketika sentemen pribadi diseret dalam urusan negara. Jika Indonesia negara hukum, kenapa hukum pilih kasih?

"Jadi kami atas nama FPI Aceh dan juga pimpinan Pesantren di Aceh sangat kecewa dengan kedhaliman ini, dan menurut kami ini salah satu upaya pembungkaman terhadap kebenaran dan juga pengkhianatan terhadap Islam dari penguasa negeri." tuturnya.

Dia menegaskan, kader FPI Aceh tidak akan goyah walaupun tidak bisa jalan seperti biasa, tetap siap patuh kepada komando Imam Besar Habib Rizeq Shihab (HRS). "Mereka (pemerintah) tidak bisa menghalangi rasa cinta kami kepada Ulama khususnya kepada HRS, bahkan bertambah rasa cinta kami kepada beliau," kata dia..

"Dan kami akan tetap tunggu keputusan DPP kemana dan apa yang akan didelarasikan. Mungkin dalam waktu dekat, akan ada arahan dari guru kami para habaib bagaimana jalan dan langkah yang harus kami berjuang," ujarnya. | Okezone


LHOKSEUMAWE - Menjelang pergantian tahun, tim gabungan Polres Lhokseumawe meningkatkan pengamanan dengan  melaksanakan patroli Cipta Kondisi di daerah rawan di wilayah hukum Polres Lhokseumawe, Rabu (30/12/2020).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIk MH mengatakan, patroli tersebut melibatkan sejumlah personil Unit Reaksi Cepat (URC) Siagam Sat Sabhara Polres Lhokseumawe, Satlantas Polres Lhokseumawe dan beberapa anggota Dinas Perhubungan Kota Lhokseumawe.

"Tujuan dilaksanakannya patroli Cipta Kondisi menjelang tahun baru ini, yaitu untuk memberikan pelayanan, keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat. Karena itu, patroli tersebut di khususkan di daerah rawan tindak kriminalitas, lakalantas, kemacetan dan terjadinya begal," ujarnya.

Adapun rute yang menjadi sasaran patroli ini, kata Kapolres, yaitu di jalan Cunda, Kandang, Alue Awe, Buket Rata, Punteut, Bayu serta Seputaran wilayah hukum polres Lhokseumawe lainnya.

Dalam kegiatan ini, tambah Kapolres, anggota melakukan tindakan preventif, mengatur lalulintas, menciptakan suasana harmonis dengan masyarakat, mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan serta memberikan rasa aman.

"Anggota kita siap melayani, kapan pun, dimana pun. Namun, saya harapkan kepada masyarakat agar tetap waspada, apalagi menjelang pergantian tahun. Jika menemukan atau mengetahui adanya tindakan kriminalitas, begal serta terkait informasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtib), segera lapor ke petugas terdekat kita," pintanya.


LHOKSEUMAWE – Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, SIk, MH kembali mengunjungi ulama kharismatik Aceh, yakni Waled Nu Samalanga dan Abiya Jeunieb, Rabu (30/12/2020). Kunjungan tersebut dalam rangka mempererat tali silaturrahmi.

“Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan dan diizinkan Allah SWT untuk melangkahkan kaki ke kediaman ulama kharismatik Aceh, Waled Nu Samalanga dan Abiya Jeunieb, kedatangan saya untuk mempererat tali silaturrahmi serta meminta keberkahan dan petuah dari pewaris nabi yang sangat kita hormati,” ujar Kapolres.



Menurut Kapolres, sosok ulama sangat dibutuhkan di tengah – tengah masyarakat. Sebab dengan doa-doanya ulama, apa yang dikerjakan Insya Allah akan lebih ringan, termasuk dalam mengemban tugas menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). “Maka itu, setiap ada kesempatan saya selalu datang ke ulama,” katanya.


Tengah hari ini saya tercenung di depan layar Youtube yang menayangkan tayangan jumpa pers Menko Polhukam Prof DR Moh Mahfud MD. Dalam tayangan jumpa pers tentang larangan berkegiatan Ormas FPI itu terlihat unik karena terkesan serbaterburu-buru dan tegang.

Kenyataan tersebut tampak jelas saat diakhir tayangan ada pernyataan dari Prof Mahfud bahwa jumpa pers kali ini tak ada forum tanya jawab. Ini memang tampak berbeda karena lazimnya karena Prof Mahfud suka dan piawai sekali berdebat untuk melayani pertanyaan para wartawan.

Uniknya, saat diumumkan tanggalnya kok ya di akhir tahun. Padahal setiap kali memasuki tahun baru ini ada peringatan tsunami Aceh. Bencana yang memakan korban hingga setidaknya hingga 250 ribu jiwa tersebut tepatnya terjadi pada pukul 08:58:53 WIB tanggal 26 Desember 2004.  Episentrumnya terletak di lepas pantai barat Sumatra, Indonesia. Guncangan gempa tersebut berskala 9,1–9,3 dalam skala kekuatan Momen dan IX dalam skala intensitas Mercalli.

Nah, menyaksikan tayangan jumpa pers Menko Polhukam tersebut, langsung saya tercenung sendirian. Ada apa ini? Hati saya galau dan bertanya-tanya.

Ya sembari terus memelototi arus media sosial dan mencoba menelusuri kepastian berita soal pembubaran FPI, maka tiba-tiba ingatan ini kembali terkenang pada peristiwa bencana tsunami yang  pada 26 Desember 2004 terjadi di Aceh.

Waktu itu, Saya datang ke sana pada pekan pertama bencana itu setelah melalui perjuangan panjang berebut tiket pesawat yang menuju Banda Aceh melalui Bandara Polonia, Medan. Di dalam pesawat garuda Garuda yang menuju Banda Aceh saya bertemu wartawan senior dan mentor saya, Hersubeno Arief. Dia yang kala itu sudah jadi host dan wartawan Metro TV terlihat sangat kaget karena saya duduk di bangku kelas eksekutif.

''Hebat benar kamu,'' kata Hersu sembari terkekeh sembari menepuk-nepuk pundak.

''Iya dong. Saya kan dibekali banyak uang mas,'' jawab saya bercanda sambil menujuk ke dalam tas. Lagi-lagi Hersu tertawa ngakak. Setelah itu berpisah karena dia harus duduk dibagian kursi belakang, sedangkan saya dibagian depan yang tak berdesakan karena berada di kelas bisnis.

Dan memang, beberapa saat sebelum mendarat di Banda Aceh saya ingat betul saat itu pemandangannya sungguh mengenaskan. Ibu kota provinsi Nanggroe Aceh Darussalam porak poranda. Di udara tampak jelas puing kota yang berserak dan berubah menjadi rawa. Sebagian wilayah yang terkena tsunami masih tergenang sisa hempasan tsunani air laut.

Melalui jendela pesawat terbang udara terlihat berkilauan di atas bibir pantai yang terpapar tsunami. Pemandangannya persis seperti pemandangan hutan bakau yang gundul. Suasana ini kontras pada kunjungan saya ke kota atau wilayah ini sebelumnya yang terlihat sebagai wilayah padat namun di kelilingi perbukitan hijau.

Benar saja, ketika sudah mendarat, suasana horor kota Banda Aceh segera menyerobok mata. Puing berserakan. Aneka mobil nyangkut di pohon di pinggir jalan. Mayat bergelimpangan. Jalanan hitam berlumpur. Bau anyir di mana-mana. Kalau malam gelap gulita.

Suasana makin suram karena hujan sering kali turun. Untuk tidur nyenyak suatu kemewahan. Pendopo kantor gubernur di jadikan tempat menginap relawan hingga wartawan yang datang dari seluruh penjuru dunia. Semua tumplek seperti sarden dan ikan asin. Saya memilih tinggal di pinggiran kota Banda Aceh. Saya tidur di atas lantai dalam sebuah ruko bersama beberapa teman relawan dari Jawa. Di antara mereka ada sosok Rocker 80-an yang saat itu sudah jadi ustadz, Harry Moekti.

''Maaf ya kalau dulu bikin tergila-gila kamu dengan lagu 'Ada Kamu' hingga Lintas Melawai'. Ayo sekarang ngaji saja. Apalagi ini lagi di tengah bencana,'' kata Hari Moekti yang sampai sekarang masih saya ingat.

Memang, beberapa pekan kemudian suasana mulai pulih. Satu dua penduduk yang rumahnya tidak terkena tsunami mulai paham secara penuh bahwa wilayahnya terkena bencana yang sangat dahsyat.

Kala itu banyak orang yang masih trauma dan sedih akibat kehilangan sanak famili dalam sekejap. Tampak sekali mereka coba kuatkan hati. Warung gulai yang sangat terkenal di bilangan jalan Simpang Surabaya Banda Aceh kala itu yang semua tutup mulai buka kembali. Lumayan makin gampang cari makan gule aceh yang sedap yang konon dikasih sedikit daun ganja.

Meski begitu perbankan masih belum buka secara penuh. Telekomunikasi masih belum lancar. Saya kirim berita melalui telepon atau menumpang bila ada fasilitas faksimili di telepon umum di area yang tak terkena tsunami.

Meski begitu ada satu masalah yang sangat serius. Hal itu adalah soal evakuasi jenazah atau mayat yang masih terendam dalam air dan reruntuhan. Selama itu sebagian para korban itu hanya diletakan dan dikumpulkan di pinggir jalan seperti di kawasan yang menuju ke arah pantai Lhok Nga, bahkan hingga jalan protokol di dekat pusat kota.

Saya yang semula takut pada mayat dan terlebih bila berjalan melalui ruas jalan penuh tumpukan mayat itu pada malam hari, berangsur-angsur mulia hilang takutnya. Ini bukan karena jagoan, tapi karena ruas jalan itu satu-satu jalan untuk pulang liputan dari pusat kota di malam hari. Akibatnya, menjadi berani karena terbiasa. Istilah pepatah Melayunya: ala bisa karena biasa.

Beberapa waktu lamanya soal evakuasi jenazah masih belum ada penyelesaian. Ini makin rumit karena banyak mayat yang tertimbun di reruntuhan bangunan yang berair. Alhasil, banyak relawan jeri untuk mengambilnya dengan berbagai alasan dari soal psikologi, tenaga, hingga takut terkena bakteri.

Nah, di saat yang serba tanda tanya itu, muncul relawan dari Jakarta. Mereka datang naik kapal. Rombongannya jumlahnya banyak. Uniknya lagi mereka menyatakan datang untuk membantu bencana Aceh, terutama untuk mengangkat mayat yang masih berada di bawah reruntuhan bangunan. Dan saya mahfum, ini soal serius karena tak mudah dan berisiko tinggi.

Siapa rombongan relawan yang nekad mengangkat mayat itu? Jawabnya, mengejutkan ternyata para anggota Front Pembela Islam (FPI). Saya lebih terkejut karena nama ormas ini kala itu selalu terdengar negatif misalnya kerap dituding tukang bikin onar, 'grebeg sono grebeg sini'.

Di situlah saya melihat dengan setengah tidak percaya. Tapi saya harus menemui mereka karena redaktur saya di Jakarta 'Mas Yoebal Ganesha' (kini menetap di Yogyakarta) menyuruh menemuinya.

"Kamu lihat itu dan tulis apa yang terjadi,'' perintahnya melalui sambungan telepon dari kantor redaksi Republika di Jakarta.

Akhirnya saya pun berangkat mencari rombongan FPI. Ternyata mereka tinggal di dekat pemakaman umum di kota Banda Aceh. Mereka tidur memakai tenda. Saya pun lihat sang Komandan FPI, seorang lelaki muda yang sekarang terkenal dengan nama Habib Rizieq Shihab.

Dan memang sebelumnya, sebagai jurnalis saya pernah bertemu di rumahnya untuk keperluan beberapa wawancara. Saya kala itu di terima Habib Rizieq di ruang tengah kediamannya yang ada di tengah kampung Petamburan, Jakarta.

Nah, pada saat itu bertemu lagi dengannya di dalam suasana bencana Tsunami Aceh dan uniknya di area pemakaman umum, tempat angota FPI kala itu berkumpul.

"Asalamualaikum. Apa kabar. Ente ada di Aceh juga,'' tanya  Rizieq kala itu yang masih saya ingat. Saya mengangguk mengiyakan dan memberi tahu bahwa di Banda Aceh sudah lumayan lama.

''Iya Bib liputan bencana,'' sahut saya. Dan tanpa memberi waktu bertanya malah saya balik bertanya.''Bib saya mau sholat Dhuhur nih. Eh apa boleh saya shalat dengan pakaian begini. Pakai celana yang hanya di sedikit di bawah lutut. Celana lain kotor kena najis semua,'' tanyaku.

Habib Riziek memandang ke arah saya sejenak. Saya memang pakai jaket parasut dan rangsel  dengan celana gunung yang panjangnya sedikit di bawah lutut. Penampilan saya memang seperti seorang 'alien' (makhluk luar angkasa).

Kebetulan di belakangnya memang ada bangunan mushola dan waktunya sudah tengah hari. Dia hanya senyum saja melihat pemandangan saya yang mungkin tampak 'ganjil' itu karena secara terus terang tetap ingin sholat meski dalam keadaan serba darurat. Dan saya ingat beli celana dan jaket itu di kios pakaian olah raga yang berada di pinggir kota Banda Aceh yang tak terkena tsunami.

''Boleh. Silahlam shalat saja. Tak apa-apa kok? Ini kan darurat. Kamu niat shalat saja sudah bagus,'' jawabanya. Saya mengangguk. Dia kemudian berjanji akan berbincang setelah shalat.
Laskar FPI saat itu lalu lalang di dekat kami. Beberapa peralatan evakuasai mayat dan kendaraan untuk mengangkutnya terlihat bersliweran. Berapa alat angkut diantaranya truk terlihat parkir di depan kompleks makam. Melalui alat inilah satu persatu anggota FPI mengangkut jenazah dari reruntuhan dan puin yang terkena air pasang dipinggir pantai.

Habieb Riziek teryata mau menunggu dengan sabar sampai saya usai shalat. Kami kemudian berbincang sembari duduk mengaso di emper halaman mushola.

''Sudahlah ente tulis sendiri kegiatan FPI di Banda Aceh. Apa yang kamu lihat dan rasakan tulis apa adanya saja,'' katanya ringan.

Kami pun berbincang cukup lama dengan banyak tema mengenai suka duka selama melakukan evakuasi atas ribuan jenazah para korban tsunami.

Selanjutnya 


Banda Aceh
- Pemerintah Aceh berencana membeli pesawat model pesawat N-219 dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Tujuannya untuk menjangkau daerah kepulauan yang ada di Aceh.

“Karena masih ada daerah yang sulit dijangkau, seperti di pulau-pulau. Sehingga mempermudah hubungan lebih baik di Aceh,” kata Sektaris Daerah Aceh, Taqwallah, Rabu, 30 Desember 2020.

Taqwallah menjelaskan, rencana Pemerintah Aceh membeli pesawat buatan dalam negeri itu, untuk kebutuhan transportasi perintis di Aceh. Selain itu Aceh membeli transportasi udara produk lokal tersebut, karena sangat menghargai karya cipta anak bangsa.

“Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menggunakan pesawat buatan negara kita sendiri,” ujar Taqwallah.

Diketahui, pesawat N219 yang diberi nama Nurtanio oleh Jokowi, adalah pesawat buatan lokal, kolaborasi antara PT Dirgantara Indonesia (DI) bekerja sama dengan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan).

 Selanjutnya


 Jakarta -
Sejumlah tokoh mendeklarasikan Front Persatuan Islam setelah Front Pembela Islam (FPI) dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Ketua Umum FPI Shabri Lubis dan Sekretaris FPI Munarman termasuk orang yang mendeklarasikan perkumpulan baru tersesebut.

Deklarasi Front Persatuan Islam disebut dilakukan untuk melanjutkan pergerakan perjuangan membela agama, bangsa, dan negara Indonesia sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Kepada seluruh pengurus, anggota dan simpatisan Front Pembela Islam di seluruh Indonesia dan mancanegara, untuk menghindari hal-hal yang tidak penting dan benturan dengan rezim dzalim maka dengan ini kami deklarasikan Front Persatuan Islam untuk melanjutkan perjuangan membela Agama, Bangsa, dan Negara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945," kata deklarator Front Persatuan Islam, Abu Fihir Alattas dalam keterangan resminya, Rabu (30/12).

Abu menilai Keputusan Bersama 6 pimpinan Kementerian/Lembaga Negara terhadap pembubaran FPI telah melanggar konstitusi dan bertentangan dengan hukum. Pasalnya, secara Keputusan Bersama tersebut tidak memiliki kekuatan hukum baik dari segi legalitas maupun dari segi legitimasi.

"Kami pandang adalah sebagai bentuk pengalihan issue dan obstruction of justice (penghalang-halangan pencarian keadilan) terhadap peristiwa pembunuhan 6 anggota Front Pembela Islam dan bentuk kedzaliman yang nyata terhadap Rakyat," kata dia.

Adapun, terdapat 18 nama deklarator yang mendirikan Front Persatuan Islam. Selain Abu, terdapat nama eks Ketua Umum FPI, Ahmad Shabri Lubis dan eks Sekretaris Umum FPI, Munarman.

Deklarator lain adalah Awit Mashuri Haris Ubaidillah, Idrus Al Habsyi, Idrus Hasa,n, Ali Alattas, Ali Alattas, I Tuankota Basalamah, Habib Syafiq Alaydrus, Baharuzaman, Amir Ortega, Syahroji, Waluyo,Joko

Lalu terdapat nama Luthfi, Habib Abu Fihir Alattas ,Tb. Abdurrahman Anwar dan Abdul Qadir Aka.

Menko Polhukam Mahfud Md menyebut FPI sebagai organisasi terlarang dan tak lagi memiliki legal standing baik sebagai ormas maupun organisasi biasa.

Setidaknya ada enam alasan yang mendasari pelarangan tersebut di antaranya untuk menjaga eksistensi ideologi dan konsensus bernegara, isi anggaran dasar FPI dianggap bertentangan dengan UU Ormas, FPI disebut belum memperpanjang Surat Keterangan Terdaftar sebagai Ormas dan, sejumlah pengurus serta anggota FPI terlibat terorisme juga tindak pidana lain.

Atas keputusan itu, tim kuasa hukum FPI mempertimbangkan langkah hukum. Saat ini proses pengkajian sedang ditempuh. Salah satu upaya hukum yang mungkin dilakukan adalah menggugat putusan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). FPI juga langsung membuka peluang untuk berganti nama.  | CNN Indonesia


Jakarta -
Front Pembela Islam (FPI) dikenal sebagai ormas garis keras yang sering melakukan sweeping ke tempat hiburan malam sebelum dibubarkan. Namun, ormas ini juga tercatat melakukan sejumlah kegiatan kemanusiaan.

Momen paling ikonis adalah saat FPI terjun langsung ke Aceh, ketika provinsi itu diterjang tsunami pada 2004. Imam Besar FPI Rizieq Shihab bahkan turun gunung membantu para korban tsunami di sana.

Anggota laskar FPI disebar di penjuru Aceh. Salah satu aksi utama FPI saat itu adalah mengevakuasi jenazah yang berserakan di jalanan.

Sejumlah media memberitakan FPI bekerja sama dengan TNI dalam membersihkan Masjid Baiturrahman, 14 Januari 2005. Mereka mempersiapkan masjid terbesar di Aceh itu untuk Salat Jumat berjamaah.

Pada 2018, FPI juga tercatat melakukan aksi kemanusiaan pada dua bencana alam. FPI terjun ke Palu saat gempa bumi berujung tsunami.

Tim yang dipimpin Ketua DPP FPI bidang Kemanusiaan, Habib Ali Al Hamid berfokus mengevakuasi korban gempa di Palu. Selain itu, FPI juga menyalurkan bantuan logistik, seperti sembako, selimut, dan terpal.

"Permudah saja lembaga apapun di sini yang bisa membantu. Hoaks itu urusan belakangan," kata kata Ali Al Hamid menjawab isu miring keterlibatan FPI dalam aksi kemanusiaan, 8 Oktober 2018.

Ormas besutan Rizieq Shihab itu kembali terjun ke lokasi bencana pada Desember 2018. Saat itu, mereka melakukan pertolongan pada korban tsunami di Banten.

Kala itu, masyarakat di pesisir Banten sempat terisolasi. Jalan yang biasa digunakan warga luluh lantak oleh berbagai material yang diempas gelombang laut.

Bantuan baru datang dua hari usai kejadian, Senin, 24 Desember 2018. Namun, laskar-laskar FPI sudah sampai ke lokasi dan memberi bantuan seadanya sejak Minggu pagi.

"Yang pertama datang itu FPI karena di sini banyak pesantren," kata salah seorang warga bernama Eli di Sumur, Pandeglang, Senin sore 24 Desember 2018.

Pada 2019, FPI juga ikut membantu korban gempa Ambon. Tim relawan Hilal Merah Indonesia Front Pembela Islam (HILMI- FPI) Sulawesi Tengah membuat pipa air untuk menyalurkan air ke 3.000 KK dan 17.000 jiwa di lokasi pengungsian.

Tahun ini, ormas Islam itu juga menggelar sejumlah aksi kemanusiaan. Salah satunya upaya penyemprotan disinfektan ke rumah warga yang dilakukan FPI Poso.

Kini FPI telah ditetapkan sebagai organisasi terlarang. Pemerintah tidak memperbolehkan FPI menggelar kegiatan. Selain itu, lambang dan atribut FPI tidak boleh lagi beredar.

"Menyatakan FPI adalah organisasi yang tidak terdaftar sebagai ormas sebagaimana diatur dalam undang-undang sehingga secara de jure telah bubar sebagai ormas," ujar Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej, Rabu (30/12). | CNN Indonesia


Teks dan foto : 
Untuk mencegah banjir, proyek pembangunan saluran primer tahap dua sumber anggaran Otsus 2020 senilai Rp 6, 8 Miliar di Gampong Mon Geudong Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe telah rampung dikerjakan, Selasa (29/12).


Lhokseumawe :  Pelaksanaan proyek pembangunan saluran primer tahap dua sumber anggaran Otsus 2020 senilai Rp 6, 8 Miliar di Jalan Tando Gampong Mon Geudong Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe telah rampung dikerjakan oleh  PT. jasa Kubina Cemerlang. 

Meski  pembangunannya sudah tuntas dikerjakan sesuai kontrak kerja, namun sayangnya kondisi bangunan yang serba tanggung itu ternyata belum bisa beroperasi secara normal. 

Karena untuk dapat difungsikan sesuai harapan maka masih membutuhkan pembangunan lanjutannya tahap ketiga. 

Hal itu diungkapkan Kadis PUPR Kota Lhokseumawe Safaruddin, Selasa (28/12), terkait proyek di Jalan Tando tersebut masih belum sempurna secara utuh dan belum dapat berfungsi sesuai harapan. 

Dikatakannya, proyek Otsus itu merupakan pekerjaan tahap dua dengan satu paket untuk pembangunan saluran primer sepanjang 200 meter, 10 Box Control dan pengaspalan. 

Kadis juga membantah tentang adanya info miring yang menduga proyek Otsus 2020 itu sudah 100 persen melakukan penarikan anggarannya, tapi belum tuntas dilaksanakan. 

Padahal perlu diketahui proyek itu rampung sesuai target, yang disesuaikan dengan nomor kontrak 16 - kont/ BM/ otsus - lsm/IX/ 2020 tanggal kontrak 4 sep 2020, dan  mati kontrak pada 12 Desember tahun 2020 anggaran Rp 6.865.000.000. 

Namun bila melihat hasil pekerjaan dilapangan, tampak pemandangan saluran primer terkesan bangunannya belum menutupi sepanjang saluran setempat.  Karena target dan volume proyeknya memang hanya dikerjakan sebatas tahap dua. 

Sedangkan untuk pembangunan lanjutan pada tahap tiga, akan diajukan kembali pada anggaran otsus tahun 2021 mendatang dan belum diketahui nilai anggaran yang pasti. 

Dijelaskannya, dengan adanya pembangunan saluran itu maka tando yang berada diujung saluran tidak lagi dapat difungsikan dan diganti dengan pembangunan saluran primer tersebut. 

Disebutkannya, saluran primer itu juga berfungsi sebagai pencegah banjir dan dapat menyerap genangan air agar cepat surut. 

Saluran itu juga menampung pembuangan air dari saluran primer lainnya yang berada di Jalan Merdeka dan saluran skunder dari beberapa desa yakni Kutablang, Teumpok Teungoh dan Mon Geudong. 

Maka melalui saluran di Jalan Tando Gampong Mon Geudong itulah pembuangan air akan diteruskan ke Waduk Raksasa di Keude Aceh.  

“ Saluran  tersebut bermanfaat untuk mencegah atau memperkecil kemungkinan terjadinya banjir. Namun baru selesai dikerjakan untuk tahap kedua dan masih membutuhkan pembangunan lanjutan tahap tiga agar menjadi sempurna,” ujarnya. 

,


Lhokseumawe -
Evi Susanti (48) warga Dusun Chik Mahmud, Desa Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Senin (28/12/2020), seorang Janda yang dikarunia 4 Anak menerima bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari TNI Korem 011/Lilawangsa.

Sejak suami meninggal dunia satu tahun lalu. Evi Susanti harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keempat anaknya yang masih membutuhkan perhatian dirinya.

Tidak memiliki kemampuan khusus. Evi mengaku hanya bisa bekerja sebagai tukang cuci, bahkan penghasilannya tidak mencukupi untuk kebutuhan rumah tangganya, namun harus tabah dalam menjalani kehidupan ini dengan tawaqal, selain terus berusaha demi anak-anak, tak lupa berdoa memohon Ridho Ilahi, ungkapnya.

"Saya tidak menduga dan membayangkan Allah mengabulkan Doa-doa saya dan anak. Alhamdulillah melalui Pak Danrem Sumirating Baskoro memperbaiki membangun rumah kami, bahkan anak saya Riki ingin menjadi TNI, tadi Riki sampaikan kepada Pak Danrem", ungkapnya sambil tersedu.

Diketahui, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro, Senin (28/12/2020), Pagi, menyerahkan bantuan Hasil program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada warga kurang mampu warga Dusun Chik Mahmud, Desa Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Danrem menyerahkan bantuan Rumah tersebut dengan disaksikan Kasrem 011/LW Letkol Czi M. Ridha Has, para Kasi Korem 011/LW, Danposramil bersama Sekcam, Babinkamtibmas, Tuha Peut serta masyarakat Desa Alue Awe yang hadir.

Danrem Baskoro mengatakan, bahwa bantuan program Rehab RTLH merupakan bantuan sosial kemanusian kepada kaum duhafa warga kurang mampu yang membutuhkan, bertepatan memperingati HUT Ke-64 Kodam IM, katanya.

Selain itu, Danrem akan berusaha membantu Riki Kusnaldi (18), putra kedua dari Ibu Evi susanti, yang berkeinginan menjadi seorang prajurit TNI.

"Alhamdulillah rumah ibu Evi sudah terbangun dan sudah layak digunakan bersama Anak-anaknya. Insha Allah kita akan berusaha bersama menuntun anaknya (Riki) yang ingin menjadi seorang TNI, nanti kita latih, daftarkan, termasuk cek kesehatannya agar terpenuhi persyaratan untuk mengikuti Tes calon prajurit TNI", tutur Danrem.

Sementara itu, Riki Kusnaldi (18) seorang pelajar Kelas 3 SMK Pelayaran, Ia mengaku, keinginan menjadi TNI sejak kecil, bahkan Almarhum Ayah nya menginginkan itu menjadi seorang prajurit TNI.

"Dari kecil Riki ingin sekali jadi TNI, Riki juga di Sekolah pelayaran sering mengikuti kegiatan seperti militer, termasuk pernah jadi Pasukan Paskibraka", ungkapnya.


LHOKSEUMAWE - Polres Lhokseumawe memberikan piagam penghargaan Bintang Satya Bhayangkara kepada personil TNI - Polri dam tokoh masyarakat yang berdedikasi menjaga serta memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Lhokseumawe, Senin (28/12/2020).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIk MH. Adapun daftar penerima penghargaan dimaksud adalah sebagai berikut :

Penerima piagam tanda kehormatan bintang satya bhayangkara nararya personel Polres Lhokseumawe.

Personel Babinsa Koramil 07/Meurah Mulia yang selalu aktif membantu  tugas Polri dan bersinergitas dengan Bhabinkamtibmas dalam menyelesaikan setiap permasalahan di gampong sesuai qanun pemerintah aceh atas nama Serda Aliyanto.

Personel Babinsa Koramil 23/Nisam yang membantu tim opsal sat reskrim  polres Lhokseumawe dalam melakukan penyelidikan keberadaan Silah  Kayee selaku pelaku utama curanmor dalam operasi sikat tahun 2020 atas nama Serda Azwar Efendi.

Bhabinkamtibmas Polsek Syamtalira Bayu, Bripka Herryadi mendapat penghargaan atas kinerja dan kegigihannya sebagai petugas Bhabinkamtibmas kec Syamtalira Bayu kab. Aceh Utara proaktif dan cepat tanggap dalam menyelesaikan permasalahan di gampong secara Polmas dan membantu unit Reskrim Polsek Syamtalira Bayu dalam penyidikan tindak pidana.

Kemudian, Bripka Fachrurrazi, S.Sos dan Brigadir Andi Sunardi personel bag ren Polres Lhokseumawe mendapat penghargaan atas prestasi dan kegigihannya dalam memperjuangkan zona integritas menuju WBK/ WBBM Polres Lhokseumawe oleh

Personil Bag Ops juga mendapat penghargaan Alatas dedikasi, kinerja, loyalitas dan kedisipilinan terhadap tugas yang diemban guna keberhasilan pelaksanaan operasi kepolisian, menyiapkan administrasi operasi guna mencapai tujuan yang diharapkan bagi kemajuan organisasi di bagian operasi dan pelaporan kegiatan Polres Lhokseumawe ke Polda Aceh.

Selanjutnya, Briptu Roza Liani, Briptu Merlin Roselli dan Brigadir Nanda Ariadi atas dedikasi kinerja dan kegigihannya dalam melaksanakan pengisian aplikasi BLC periode 01 November s.d. 30 November 2020 sebagai juara 1, 2, dan 3 jajaran Polres Lhokseumawe.

Sedangkan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang berprestasi dalam membantu tugas kepolisian di wilkum polres lhokseumawe, yaitu:

Abdul Gani, Keuchik Desa Batuphat Timur, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Abdul Gani membantu tugas Polri dalam hal mengungkap pelaku tindak pidana seperti kasus pencurian, kasus narkoba, khalwat dan lain-lain serta selalu cepat tanggap dan selalu siap membantu Polri dalam hal keperluan tugas Polri dalam menjaga Kamtibmas.

Kemudian, Tgk Adami, sekdes Batuphat Timur.yang bersama Polri memberantas balapan liar di kawasan Desa Blang Pulo, membantu Polri dalam memberikan segala bentuk informasi untuk kepentingan Kamtibmas, dan ikut turun langsung bersama polri dalam mensosialisasikan  protokol kesehatan covid-19 kepada masyarakat di wilayah kecamatan Muara Satu.


LHOKSEUMAWE -
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto SIk MH menyerahkan penghargaan kepada personil TNI, Polri dan tokoh masyarakat, acara tersebut berlangsung di halaman Mapolres Lhokseumawe, Senin (28/12/2020).

Penghargaan diberikan kepada personil Polres Lhokseumawe, Bhabinsa dan Tokoh masyarakat yang telah berdedikasi membantu memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dalam situasi dan kondisi apapun.

Dalam sambutannya, Kapolres Lhokdeumawe mengucapkan  terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh personil Polres Lhokseumawe, personil Kodim 0103/Aceh Utara dan tokoh masyarakat atas pengabdian dan kerja kerasnya selama ini yang telah berhasil melakukan langkah-langkah preventif dan pengabdian tanpa pamrih kepada kesatuan dan masyarakat dengan berhasil menyelesaikan permasalahan-permasalahan tindak pidana yang terjadi di wilkum polres  Lhokseumawe serta upaya dalam meningkatkan pelayanan publik sehingga dapat mengharumkan nama baik TNI - Polri di masyarakat.

"Atas keberhasilan ini, kita merasa bangga karena  memiliki personil TNI - Polri serta masyarakat  yang selalu siap membantu dalam segala situasi maupun kondisi yang terjadi sehingga dengan ini pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat  dapat terjaga dengan baik.  untuk itu, sudah selayaknya Polres Lhokseumawe memberikan reward/penghargaan kepada para personil dan tokoh masyarakat yang berprestasi dan berdedikasi tinggi," ujarnya.

Adapun prestasi keberhasilan yang diberikan reward tersebut, yakni piagam tanda kehormatan Bintang Satya bhayangkara Nararya. Penghargaan ini diserahkan kepada personil Kepolisian atas dedikasi kebijaksanaan dan kemampuan serta ketabahan, melampaui panggilan kewajiban yang harus disumbangkannya dan tidak pernah melakukan pelanggaran selama berdinas di kepolisian.

Kemudian,    personil Babinsa Koramil 07/Meurah Mulia yang selalu aktif membantu Polri dan bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dalam menyelesaikan setiap permasalahan di desa sesuai dengan qanun Pemerintah Aceh, personil babinsa Koramil 23/Nisam yang membantu penyelidikan keberadaan pelaku utama curanmor dalam Ops Sikat tahun 2020, personil Bag Ren, atas prestasi dan kegigihannya dalam memperjuangkan zona integritas menuju WBK / WBBM Polres Lhokseumawe.

Selanjutnya,     personil Bhabinkamtibmas Polsek Syamtalira Bayu, yang proaktif dan cepat tanggap dalam menyelesaikan permasalahan di desa binaan secara Polmas dan membantu unit Reskrim Polsek Syamtalira Bayu dalam penyidikan tindak pidana, personil Bag Ops, atas dedikasi kinerja, loyalitas dan kedisiplinan terhadap tugas guna keberhasilan pelaksanaan setiap operasi dan pelaporan kegiatan Polres Lhokseumawe, personil Sat Lantas, atas dedikasi kinerja dan kegigihannya dalam melaksanakan pengisian aplikasi BLC periode 1 November sampai dengan 30 November dan yang terakhir kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama atas dedikasinya dalam membantu tugas kepolisian dalam menyelesaikan permasalahan di wilkum Polres Lhokseumawe.

Pada kesempatan tersebut, pria nomor satu di jajaran Polres Lhokseumawe ini mengucapkan selamat kepada penerima penghargaan dan berharap ke depan agar prestasi dimaksudkan dapat lebih ditingkatkan lagi.

"Saya juga berharap dengan prestasi yang diraih oleh rekan-rekan kita ini dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan lainnya, sehingga semakin terpicu untuk selalu memberikan dampak positif dan meningkatkan citra sinergitas TNI - Polri  dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara," pinta Kapolres.


Lhokseumawe -
Kapolres Lhokseumawe dan sejumlah anggota ikut sumbang darah (donor) dalam aksi donor darah massal "Aksi Peduli Bersama Wartawan" yang berlangsung di Sekretariat Bersama (Setber) Jurnalis Pase, jalan Pase Gampong Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, senin (28/12/2020) pagi.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, S.I.K, M.H mengatakan, kegiatan seperti ini sangat bagus. Bahkan, Kapolres mendukung ide dan gagasan rekan media karena turut membantu menambah stok darah di Aceh Utara.

"Saya mendukung ide dan gagasan rekan-rekan semua untuk membantu saudara kita karena stoke darah di Aceh Utara minim. Inilah langkah nyata kita untuk berempati memiliki rasa sosial yang kepada masyarakat terkait permintaan darah yang ada di Lhokseumawe dan Aceh Utara," ujarnya.

Kemudian untuk antisipasi H-3 menjelang tahun baru, kata Kapolres, Kepolisian akan melakukan antisipasi mencegah kerumunan saat Natal dan tahun baru. "Kami akan melakukan patroli, razia dan penindakan bila ada kerumunan karena ini dapat menjadi cluster baru terkait covid-19," katanya.

Namun, lanjutnya, sampai saat ini H-3, situasi aman dan terkendali. Kendati demikian, satu pos pengamanan, satu Pos pelayanan dan 7 pos terpadu telah didirikan guna melayani masyarakat yang akan melakukan liburan ke tempat wisata dan menghimbau agar petugas menjaga protokol kesehatan dengan ketat serta pemilik toko wisata dapat mematuhinya.

Sementara Koordinator Aksi Rahmad YD mengatakan, aksi sosial donor darah didorong oleh keprihatinan rekan-rekan jurnalis Aceh Utara dan Lhokseumawe atas persediaan darah di UDD PMI yang menipis pada akhir tahun 2020.

"Kami berkordinasi dengan kawan-kawan jurnalis media cetak, televisi, radio, media online, serta beberapa lembaga lainnya, melakukan donor darah untuk membantu memenuhi kebutuhan darah," ujarnya, di sela-sela kegiatan donor.

Selain itu, melalui aksi donor darah ini para jurnalis hendak menyampaikan pesan kepada masyarakat, bahwa donor darah di masa pandemi COVID-19 masih cukup aman dan bisa dilakukan karena tetap memberlakukan protokol kesehatan.

"Selama donor, baik petugas maupun kawan-kawan jurnalis yang mendonorkan darahnya tetap menjalankan protokol kesehatan.  Kita berharap aksi ini dapat membantu sesama dengan menodonorkan darah bagi yang membutuhkan.  Mari jadikan donor sebagai gaya hidup dan membantu sesama," imbuhnya.

Hadir dalam kegiatan donor, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, Dandim 0103 Aceh Utara Oke Kistiyanto, sejumlah personel kepolisian, prajurit TNI dan ibu PKK Desa Blang Panyang .  Selain itu juga hadir pendonor dari komunitas serta masyarakat.(Rill)


KABUL -
Para pria bersenjata dengan menaiki sepeda motor menembak mati seorang aktivis pembela hak-hak perempuan Afghanistan hari Kamis. Aktivis perempuan berparas cantik ini merupakan aktivis kedua yang dibunuh dalam dua hari terakhir sejak Rabu.

Freshta Kohistani, 29, dan saudara laki-lakinya ditembak mati di sebuah wilayah di utara Ibu Kota Afghanistan, Kabul, kemarin.

Pembunuhan terhadap kedua aktivis pada Rabu dan Kamis tersebut mengikuti pola serupa yang terlihat dalam beberapa pekan terakhir, di mana beberapa warga Afghanistan terkemuka tewas dalam pembunuhan yang ditargetkan di siang hari bolong, beberapa di antaranya di ibu kota.

"Orang-orang bersenjata tak dikenal di sepeda motor membunuh Freshta Kohistani di distrik Kohistan di provinsi Kapisa," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian kepada wartawan, seperti dilansir AFP, Jumat (25/12/2020).

Gubernur Provinsi Kapisa, Abdul Latif Murad, mengatakan kepada AFP bahwa penembakan itu terjadi di dekat rumah Kohistani. Menurutnya, saudara laki-laki aktivis itu juga tewas dalam serangan tersebut.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Kohistani, yang pernah berkampanye untuk pemimpin veteran Abdullah Abdullah selama pemilihan presiden tahun lalu, memiliki pengikut yang relatif banyak di media sosial. Dia secara teratur menyelenggarakan acara masyarakat sipil di Kabul yang menyerukan hak-hak perempuan.

Abdullah mengatakan Kohistani tewas dalam "serangan teroris".

Dalam sebuah posting Facebook, dia menggambarkan Kohistani sebagai aktivis "pemberani dan tak kenal takut" yang berada di garis depan kehidupan sipil dan sosial di Afghanistan.

“Kelanjutan dari pembunuhan semacam itu tidak dapat diterima,” kata Abdullah, yang memimpin proses perdamaian negara secara keseluruhan.

Beberapa hari sebelum kematiannya, Kohistani, yang meninggalkan suami dan satu anaknya, menulis di Facebook bahwa dia telah meminta perlindungan dari pihak berwenang setelah menerima ancaman.

Dia juga mengutuk gelombang pembunuhan jurnalis dan tokoh terkemuka lainnya yang sedang berlangsung.

“Afghanistan bukanlah tempat tinggal. Tidak ada harapan untuk perdamaian. Beri tahu penjahit untuk mengukur (untuk kain kafan pemakaman) Anda, besok bisa jadi giliran Anda," tulis dia di Twitter pada November.

Gelombang pembunuhan telah memicu ketakutan di seluruh negeri, terutama di Kabul.

“Situasi keamanan memburuk dari hari ke hari,” kata Ahmad Jawed, pegawai pemerintah di Kabul.

“Saat kami meninggalkan rumah di pagi hari, kami tidak yakin akan kembali ke rumah hidup-hidup pada malam hari.”

Jurnalis, politisi, dan aktivis hak asasi manusia semakin menjadi sasaran karena kekerasan meningkat di Afghanistan, meskipun ada pembicaraan damai antara pemerintah dan Taliban.

Pada hari Rabu, Mohammad Yousuf Rasheed, yang memimpin organisasi pemantau pemilu independen, disergap dan ditembak di kawasan lalu lintas pada jam sibuk pagi hari di Kabul bersama dengan sopirnya.

Pembunuhannya terjadi sehari setelah lima orang—termasuk dua dokter yang bekerja di sebuah penjara di pinggiran Kabul—terbunuh oleh bom mobil.

Seorang jurnalis Afghanistan terkemuka juga ditembak minggu ini saat dalam perjalanan ke sebuah masjid di kota Ghazni di timur.

Rahmatullah Nekzad adalah jurnalis keempat yang terbunuh di Afghanistan dalam dua bulan terakhir, dan pekerja media ketujuh tahun ini. Data ini menurut Komite Keamanan Jurnalis Afghanistan yang berbasis di Kabul. | Sindonews


Tapaktuan -
Ada cerukan besar di tepi pantai Desa Gampong Pasar, Tapaktuan, Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Cerukan tersebut berbentuk telapak kaki lengkap dengan lima jarinya.

Cerukan yang disebut telapak kaki Tuan Tapa itu berada di bibir tebing Gunung Lampu yang menghadap langsung ke lautan.

Berukuran 6x2,5 meter, cerukan itu mengundang perhatian banyak turis yang penasaran dengan misteri telapak kaki raksasa itu.

Misteri telapak kaki raksasa itu berawal dari legenda seorang petapa sakti bertubuh raksasa bernama Syekh Tuan Tapa yang taat Allah SWT.

Saat tengah bersemedi, Syekh Tuan Tapa terusik oleh pertempuran seorang raja dari Kerajaan Asralanoka asal Samudra Hindia yang hendak mengambil anaknya yang dari dua naga.

Syekh Tuan Tapa lalu keluar dari gua untuk membantu sang raja yang tengah kesusahan di tengah lautan. Jejak kakinya saat melompat tersisa di situs ini.

Setelah pertempuran sengit itu dua naga tewas di tangan Syekh Tuan Tapa yang bersenjatakan tongkat kayu dan sang raja bisa kembali mendapatkan anaknya.

Keluarga kerajaan itu lalu bermukim di dekat gua Syekh Tuan Tapa, yang kemudian menjadi cikal bakal pemukiman Tapak Tuan.

Selain cerukan berbentuk telapak kaki, ada juga batu besar di tengah lautan yang disebut sebagai peci milik Syekh Tuan Tapa yang dikabarkan lenyap begitu saja dari gua.

Tongkat kayu miliknya pun diduga ikut membatu, dengan keberadaan gundukan di sebelah batu di tengah lautan itu.

Tak habis di situ. Sekitar lima kilometer dari lokasi telapak kaki raksasa, ada karang berbentuk hati di Desa Batu Itam dan sisik naga di Desa Batu Merah.

Ada juga karang yang disebut mirip layar kapal milik sang raja di Pantai Batu Berlayar, Desa Damar Tutong, yang terletak sekitar 20 kilometer dari tapak kaki raksasa. | CNN


Banda Aceh -
Gubernur Aceh Nova Iriansyah meminta bupati/wali kota memperketat akses masuk ke Aceh saat libur akhir tahun. Warga dari luar Aceh diwajibkan memiliki surat pemeriksaan rapid test antigen Corona.

Aturan itu tertuang dalam poin d Surat Edaran Gubernur Aceh bernomor 061.2/18986 yang diteken Nova, Senin (21/12/2020). Poin d tersebut ditujukan khusus untuk bupati/wali kota di Banda Aceh.

Nova meminta kepala daerah meningkatkan pengawasan dan memeriksa surat rapid test antigen setiap orang yang keluar atau masuk ke Aceh. Surat rapid test tersebut berlaku selama 14 hari.

"Jika tidak memiliki surat keterangan, maka harus dilakukan rapid antigen dan jika ditemukan reaktif agar dilakukan swab dan sambil menunggu hasil swab agar diisolasi di tempat yang sudah ditentukan," demikian bunyi edaran seperti dikutip detikcom, Rabu (23/12).

Karo Humas Pemprov Aceh Muhammad Iswanto membenarkan surat edaran tentang 'Penegakan Protokol Kesehatan Selama Libur Panjang Natal dan Tahun Baru 2021' tersebut. Selain itu, Nova dalam edaran meminta bupati/wali kota melaksanakan koordinasi dan memperkuat pelaksanaan Gerakan Nakes Aceh Cegah COVID-19 (Gencar).

"Melakukan pembatasan jam operasional bagi tempat usaha rumah makan/restoran, warung kopi/kafe, pusat perbelanjaan, pusat hiburan, dan usaha lainnya yang mengumpulkan orang banyak paling lambat pukul 22.00 WIB mulai tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan 4 Januari 2021," ucap Nova. | Detik.com

 


BANGKA BELITUNG- Dalam rangka memperingati HUT Ke – 31 Purna Paskibraka Indonesia  (PPI), Pengurus Kabupaten PPI Belitung melaksanakan kegiatan sosial  bersama anak yatim di Panti Asuhan An Nisa Ftiriani Senin (21/12/2020). Kegiatan yang mengusung tema Bangkit Untuk Indonesia Kuat ini dihadiri oleh Ketua Pengurus Kabupaten PPI Belitung beserta Pengurus dan Anggota PPI. 

Kedatangan rombongan diterima oleh Pengasuh Panti Asuhan Nelly Rosila, S.Psi dan disambut kecerian anak – anak asuh Panti asuhan dengan nyanyian gembira. Kegiatan yang penuh kecerian ini, diisi dengan Bernnyanyi dan bermain bersama, selanjutnya diserahkan juga Bantuan Buku Bacaan, Pakaian Kaos Olahraga dan juga Masker . kegiatan ditutup dengan doa dan makan bersama.

Dalam sambutannya Pengasuh Panti Asuhan An – Nisa Fitriani Nelly Rosila, S.Psi menyampaikan terimakasih kepada kakak – kakak PPI yang mau hadir memberikan semangat dan motivasi kepada anak – anak asuh dip anti asuhan. Dirinya menjelaskan pentingnya Rasa Syukur dalam menjalani kehidupan. Rasa syukur yang sering kita lupakan padahal selalu hadir didekat kita, adalah mencintai kedua orang tua. 

Bersyukurlah kita masih bisa merasakan peluk kasih kedua orang tua kita, memiliki tempat mengadu ketika susah, segala kebutuhan dipenuhi oleh orang tua. Sedangkan sangat banyak anak – anak yang tidak merasakan hal tersebut tutur Nelly yang juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial di Kabupaten Belitung

Sementara itu Ketua Pengurus Kabupaten PPI Belitung Yovie Agustian Putra menjelaskan HUT PPI Ke – 31 ini sedikit berbeda dari tahun – tahun biasanya. Pihaknya tidak melaksanakan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa sesuai dengan arahan pemerintah dan juga berdasarkan Edaran dari Pengurus Pusat PPI Nomor SE-006/PP.PPI/XII/2020 yang memfokuskan pada kegiatan sosial kemasyarakatan. Sehingga Pihaknya menyelenggarakan kegiatan yang dipusatkan di Panti Asuhan Fitriani. 

Sebelumnya Pengurus Kabupaten PPI Belitung juga mengikuti agenda Rapat Kerja bersama Pengurus Provinsi secara Virtual dan mengikuti Pembekalan Nilai – Nilai Ideologi Pancasila secara Virtual dari Ketua Dewan Pengarah BPIP Hj. Megawati Soekarno Putri yang juga merupakan PPI Tahun 1964.

Kita fokuskan kegiatan kunjungan ke Panti Asuhan, dengan harapan selain berbagi kita juga mengenalkan kepada mereka anggota Muda PPI untuk peka dengan keadaan disekitarnya. Alhamdulilah kegiatan terselenggara sesuai dengan rencana. Kita juga membagikan masker sebagai bentuk Kampanye 3M untuk anak – anak dipanti asuhan. Mari satukan semangat kita untuk terus berbuat, Bangkit Untuk Indonesia Kuat, tutup Yovie didampingi Wakil Ketua Muhammad Yunus. (Red/Rls)


Lhokseumawe - Anggota Kipan B Yonko 469 Paskhas a.n Kopda Arif Nasution berhasil gagalkan pengiriman 1kg narkoba jenis sabu-sabu di area Bandara Malikussaleh Lhokseumawe Sabtu (19/12).

Sabu-sabu yang dimasukan kedalam celana jins kemudian dimasukkan kedalam tas tersebut rencananya akan di kirim menuju Jakarta dengan rute penerbangan LSE-KNO menggunakan pesawat Wing Air IW 1251, kemudian transit Medan kualanamo mengunakan pesawat Lion Air JT 399 dengan rute penerbangan KNO-CGK. 

Adapun identitas tersangka bernama Vonna Safri asal dari Ds. Beunyot Kec. Juli Kab. Bireun, Kemudian tersangka dan Barang bukti diserahkan ke polres Lhokseumawe untuk di tindak lanjuti dan dilakukan pemeriksaan serta pengembangan lebih lanjut.

Komandan Kompi Senapan B Yonko 469 Paskhas Kapten Pas Agil G. Gumilar S.S.T Han, memberikan apresiasi kepada personel kipan B yang berhasil mendeteksi dan menggagalkan pengiriman narkoba jenis sabu-sabu yang akan d bawa ke Jakarta tersebut, dan mengatakan bahwa Paskhas yang bertugas mengamankan bandara harus mampu mendeteksi dan menghentikan pengiriman barang-barang terlarang melalui transportasi udara, Ujar Dankipan B.


LHOKSUKON - Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Aceh menyerahkan sejumlah bantuan bagi korban bencana korban banjir ke Polres Aceh Utara, Sabtu siang (19/12/2020).

PPI Aceh berharap bantuan berupa 40 kotak Mie Instan, 450 kg beras dan 50 kg minyak goreng itu bisa disalurkan oleh Polres Aceh Utara kepada korban bencana banjir.

Fakhrul Razi, senior PPI Aceh yang datang menyerahkan bantuan itu menyampaikan jika bantuan yang terkumpul merupakan hasil dari penggalangan dana anggota PPI Aceh dan masyarakat.

"Alhamdulillah, setelah berkoordinasi dengan Polres Aceh Utara, pihak Polres bersedia untuk menyalurkan bantuan ini,", ungkap pengibar bendera di istana Negara di era presiden Megawati ini.

Fakhrul mengaku bantuan yang dibawa pihaknya dari Banda Aceh itu hanya sebagian yang diserahkan ke Polres Aceh Utara, sementara sebagian lagi disalurkan langsung secara door to door di kawasan Lhoksukon.

"Selebihnya kami percayakan kepada Polres Aceh Utara untuk disalurkan kepada warga korban banjir yang membutuhkan atau mungkin belum mendapatkan bantuan, Kita harapkan bantuan yang kami berikan ini setidaknya dapat membantu dan mengurangi beban korban banjir,"pungkas Fakhrul.


Jakarta, 18 Desember 2020 –  Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi dan UKM Luhur Pradjarto mengatakan Undang-Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja memberikan kemudahan bagi koperasi dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menangah (UMKM), untuk memperluas akses infrastruktur publik.
Adapun isu strategis dalam UU Cipta Kerja bagi pelaku UMKM ini terutama pada akses infrastruktur. UMKM mendapat prioritias dalam pengadaan jasa pemerintah, minimal 40% adalah produk Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
Bukan hanya itu, alokasi tempat usaha pengadaan barang dan jasa di rest area bandara, pelabuhan, dan terminal bus juga 30% dari total luas lahan area komersial dikhususkan bagi UMKM dengan pola kemitraan. Angka ini sangat besar untuk memperkenalkan produk UMKM ke masyarakat.
“Produk UMKM tidak lagi ditempatkan di pojok seperti yang kita lihat sekarang ini. Tapi dipajang di tempat strategis,” ujar Luhur dalam Webinar yang digelar Tim Serap Aspirasi U Ciptakerja dengan tema “Kemudahan dan Perlindungan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah” kerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI). .
Luhur menambahkan untuk penentuan UMKM dan koperasi yang berhak mengelola produknya di area strategis itu menjadi tugas bersama, bukan hanya Kementerian Koperasi. Semua masyarakat termasuk Perguruan Tinggi berperan dalam memilah produk terbaik yang layak mendapat lokasi khusus ini.
“Nanti akan dipilih koperasi yang ditentukan. Jangan sampai koperasi tidak mampu mengelola UMKM di tempat strategis,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI), Andre Rahadian mengatakan Undang-Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja menyita perhatian sangat besar masyarakat luas. UUCK memberi harapan besar salah satunya kemudahan berusaha terutama untuk UMKM.
Andre mengaku ingin mengetahui secara detil aturan tersebut dan berharap UU Cipta Kerja ini mempermudah akses pelaku UMKM.  
 “Jangan sampai undang-undang yang sudah menyerap perhatian ini ternyata tidak berjalan dalam level implementasi karena tidak sesuai dengan praktek, tidak memenuhi apa yang diharapkan, dan bertentangan atau belum sinkron dengan peraturan yang lain,” ujar Andre Rahadian
Ketua Tim Serap Aspirasi (TSA) Franky Sibarani mengatakan kegiatan serap aspirasi UU Cipta Kerja ini salah satu yang sangat penting dalam konteks besar pembangunan ekonimo saat ini.
Franky merinci masalah yang kerap meghadapi peningkatan investasi dan pembukaan lapangan kerja antara lain proses perizinan, administrasi birokrasi yang rumit dan lama, persyaratan investasi, dan membuka perizinan yang memberatkan.
Kerumitan yang sama dialami pengusaha UMKM dan koperasi sehingga investasi dan kesempatan kerja menjadi tidak secepat apa yang diharapkan. Maka pemerintah merancang UU Cipta Kerja agar dapat menyelesaikan beberbagai permasalahan yang dapat meningkatkan penciptaan kerja khsususnya melalui penyederhanaan sistim birokrasi dan perizinan.
 
“UMKM masuk dalam satu klaster khusus dalam UU Ciptakerja, tepatnya bab 5 tentang kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan UMKM,” ujar Franky Sibarani.
Tim Serap Aspirasi (TSA) Undang-Undang Cipta sudah menyerap 75 aspirasi per 16 Desember 2020. Aspirasi dari public masih sangat dinanti, bisa disampaikan melalui;
Pertama, aspirasi bisa melalui online form yang dapat diakses di bit.ly/tsakirimaspirasi.
Kedua, aspirasi bisa via email ke timserapaspirasi@ekon.go.id.
Ketiga, aspirasi bisa disampaikan dengan mengirimkan surat yang bisa dikirim atau diantar langsung ke kantor Sekretariat TSA di Gedung Kantor Pos Besar Lantai 6, Jl. Lapangan Banteng Utara No. 1, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.
UU Cipta Kerja disahkan pada 5 Oktober 2020 oleh DPR dan diundangkan pada 2 November 2020. Peraturan turunan yang tengah disusun  mencakup 40 Peraturan Pemerintah (PP) dan 4 Peraturan Presiden (Perpres).
Draf RPP dan draf RPerpres yang tengah disusun dapat diakses di https://uu-ciptakerja.go.id/678-2/ dan https://uu-ciptakerja.go.id/daftar-rancangan-peraturan-presiden-uu-cipta-kerja/  
Untuk mengetahui berbagai kegiatan diskusi TSA dapat dilihat melalui media sosial yaitu Instagram: @tsa_ciptakerja dan Twitter: @tsa_ciptakerja.

,


Banda Aceh -
Prajurit Kipan B Yonko 469 PASKHAS raih juara dua Dueling Plat pada kejuaraan menembak IM Cup 2020.

Kipan B Yonko 469 Paskhas mengikuti kejuaraan menembak Pangdam Iskandar Muda Cup dalam rangka memperingati hari jadi Kodam Iskandar Muda ke-64. Kejuaraan menembak berlangsung di lapangan tembak Kodam IM di Aceh Besar.

Dalam kejuaraan tersebut Kipan B Yonko 469 Paskhas menurunkan petembak beregu putra dan perorangan putra, Alhamdulillah untuk perorangan putra pada kelas duelling plat berhasil meraih juara II, diraih oleh Serda Nasution.

Komandan Kompi Senapan B Yonko 469 Paskhas Kapten Pas Agil G. Gumilar,S.S.T.Han menyampaikan “Dengan adanya kejuaraan menembak Pangdam IM Cup 2020 ini saya berharap dapat menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi diri masing-masing anggota Kipan B Yonko 469 Paskhas.[]


Sekelompok ibu di Kabupaten Bener Meriah, Aceh menjadi penjaga hutan alias ranger. Mereka berpatroli keluar masuk hutan, menghadapi para perambah hutan, dan pelaku penebangan liar.

Medan curam, terjal, dan berbatu-batu di dalam hutan di Kawasan Ekosistem Leuser merupakan hal yang biasa mereka hadapi saat patroli hutan.

Mengaku diberi imbalan Rp100.000 per orang setiap kali patroli, para ibu ini juga tak segan menggunakan sejumlah barang pribadi seperti jas hujan hingga motor dalam menjalankan tugas sebagai ranger. 

Selanjutnya >>>


Banda Aceh
: Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Aceh, mengakibatkan banjir di lima kecamatan, sejak 13 Desember 2020. Ketinggian air yang menggenangi permukiman penduduk antara 50 sentimeter hingga satu meter.
 
"Akibat hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir sehingga mengakibatkan lima kecamatan terendam banjir dengan ketinggian mencapai satu meter," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Sunawardi, Senin, 14 Desember 2020.
 
Sunawardi memerinci, lima kecamatan yang terendam banjir yakni, Kecamatan Tamiang Hulu, Kecamatan Tenggulun, Kecamatan Kejuruan Muda, Kecamatan Bendahara, dan Kecamatan Seruway.

"Dampak materialnya, terendamnya permukiman masyarakat, perkebunan, fasilitas umum dan rusaknya tanggul," ujarnya.
 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang telah melakukan pemantauan titik-titik lokasi banjir. Selain itu tim siaga telah dibagi ke sejumlah titik, dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
 
"Korban terdampak akibat banjir tersebut dari data sementara ada sekitar 2.007 KK dengan 7.591 jiwa dan pengungsi 315 KK dengan 1.303 jiwa, untuk kondisi terakhir sampai saat ini banjir masih menggennagi permukiman penduduk," jelasnya. | Medcom.id


Jakarta -
Presiden Indonesia Lawyer Club (ILC) Karni Ilyas, mengumumkan program ILC malam ini, Selasa (15/12) akan menjadi episode perpisahan. Ia menyebut ILC akan cuti tayang pada tahun depan.

Karni Ilyas mengonfirmasi episode terakhir ILC kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat dengan menyertakan tangkapan layar akun tiwtternya.

"Dear Pencinta ILC: Sekalian kami umumkan edisi ini adalah episode terakhir akhir tahun ini dan merupakan episode perpisahan. Sebab mulai tahun depan berdasarkan keputusan manajemen TV One, ILC dicutipanjangkan sementara waktu. Mohon maaf sebesar-besarnya kepada Pencinta ILC," tulis Karni melalui akun twitternya.

 selanjutnya >>>

,

Lhokseumawe -
Prajurit Kompi Senapan B Batalyon Komando 469 Paskhas berhasil meraih predikat siswa terbaik dalam mengikuti Pendidikan Kursus Intensif Bahasa Arab (KIBA) Angkatan 1 yang dilaksanakan di Skadron Pendidikan (Skadik) 505 Jakarta.

Adapun prajurit yang mendapatkan prestasi pada kursus tersebut adalah Sertu Dahlani Jabatan sehari-hari sebagai Danru 3/Bakpan 1 Ton 1 Kipan B Yonko 469 Wing III Paskhas.

Pendidikan Kursus Intensif Bahasa Arab (KIBA), adalah belajar mendalami bahasa arab  untuk menguasai ilmu agama dan kemahiran berbahasa, meliputi keterampilan menulis, membaca, mendengar, berbicara dan menafsirkan Al-quran serta Hadits tersebut dengan baik dan benar. 
 
Bahasa asing tentu memiliki peran yang sangat penting pada era globalisasi seperti saat ini, apabila dapat menguasai bahasa asing dengan baik tentunya akan mendapatkan banyak manfaat sebagai elemen pendukung untuk pribadi maupun kedinasaan.  

Dankipan B Yonko 469 Paskhas Kapten Pas Agil G. Gumilar,S.S.T.Han menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada Sertu Dahlani yang telah menunjukkan prestasi dan berhasil meraih predikat siswa terbaik dalam mengikuti Pendidikan Kursus Intensif Bahasa Arab (KIBA) Angkatan 1 sehingga bisa mengharumkan nama Korpaskhas pada umumnya dan Batalyon Komando 469 Paskhas pada khususnya.[rill]


Jakarta -
Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI), Sugito Atmo Pawiro, menilai penerapan sangkaan pasal untuk menjerat Habib Rizieq sangat memaksakan. Padahal, kasus Habib Rizieq semula terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat.

“HRS telah ditetapkan tersangka dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan sebagaimana Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, dan dugaan perbuatan pidana penghasutan di muka umum sebagaimana dimaksud Pasal 160 KUHP,” kata Sugito melalui keterangan tertulis pada Minggu, 13 Desember 2020.

Jadi, kata dia, semua pihak harus menyadari bahwa satu-satunya perbuatan yang dapat dipersangkakan kepada Habib Rizieq hanyalah mengumpulkan orang atau menciptkan kerumunan pada masa berlangsungnya karantina kesehatan menghadapi wabah penyakit, yaitu pandemi COVID-19.

“Bahwa perbuatan ini dapat diancam dengan pidana bila merujuk pada Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan,” jelas dia.

Kemudian, Sugito mengatakan Habib Rizieq mulanya hanya dimintakan keterangan sebagai saksi menyangkut berkumpulnya orang-orang atau kerumunan di kediamannya tersebut pada Sabtu malam, 14 November 2020.

Namun pada 10 Desember 2020, Sugito mengatakan Habib Rizieq malah ditetapkan sebagai tersangka untuk perbuatan pidana yang mengumpulkan orang-orang atau menciptakan kerumunan tersebut.

“Semula HRS akan diperiksa sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana, kemudian dikembangkan menjadi tersangka tindak pidana Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, ditambahkan (diakumulasikan) dengan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan di muka umum,” ujarnya.

Ketiga, dalam pemeriksaan oleh penyidik pada 12 Desember, bahwa Habib Rizieq ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka tidak hanya dengan Pasal 93 UU Karantina Kesehatan, tapi disangkakan Pasal 160 KUHP atas perbuatannya ‘menghasut orang-orang untuk berkumpul’ atau ‘menciptakan kerumunan’ di Petamburan sehubungan dengan acara pernikahan anaknya dan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Dengan demikian, kata dia, Habib Rizieq diancam pidana paling lama 1 tahun dan/atau denda paling banyak Rp100 juta untuk Pasal 93 UU Karantina Kesehatan. Kemudian, diancam pidana penjara maksimal 6 tahun untuk sangkaan Pasal 160 KUHP junto Pasal 216 KUHP.

“Mengapa akumulasi ancaman pidana ini diterapkan, mungkin hanya dengan alasan inilah HRS bisa ditahan. Dari sinilah benar jika ada yang menganggap penggunaan pasal-pasal pidana kepada HRS adalah dipaksakan alias ‘maksain banget’,” katanya.

Sugito coba mengajak publik mencermati pasal-pasal yang diterapkan kepada Habib Rizieq, yaitu Pasal 93 UU Karantina. Sejak awal, pasal ini disadari punya kelemahan karena cenderung tidak memiliki kepastian hukum, pasal karet, dan tidak selaras dengan asas legalitas dalam hukum pidana itu, bisa ditarik kesana-kemari.

Menurut dia, adanya sanksi pidana penjara yang dapat diakumulasi dengan sanksi denda menjadikan norma hukum ini tidak sesuai dengan asas kepastian atau (lex certa) dan kurang tegas dalam mengatur (lex stricta).

“Bahayanya, pelaku bisa saja cuma didenda secara administrative atau dipenjarakan, atau bisa juga kedua-duanya. Semua tergantung pada aparat penegak hukum,” katanya.

Harusnya, kata Sugito, dalam pemidanaan semestinya berlaku prinsip ultimum remedium, di mana sanksi pidana penjara adalah pilihan terakhir apabila sanksi administrative masih bisa diberikan.

Lebih celaka lagi, lanjut Sugito, apabila digandengkan secara akumulatif dengan Pasal 160 KUHP (penghasutan di muka umum) dan Pasal 216 KUHP (melawan perintah pejabat yang menjalankan undang-undang).

“Bukankah jika sudah ada aturan pidana khusus, maka aturan pidana umum dapat dikesampingkan (lex specialis drogat legi generali),” katanya.

Pasal 93 UU Karantina Kesehatan berbunyi ‘setiap orang yang tidak mematuhi karantina Kesehatan’ dan ‘dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan Kesehatan’ diancam dengan pidana sebagaimana dalam norma pasal ini.

Dengan demikian, Sugito menilai ketentuan pidana tentang  penghasutan di muka umum dengan mengumpulkan orang yang dikaitkan dengan Pasal 160 KUHP, serta melawan perintah undang-undang sebagaimana Pasal 216 KUHP sudah tidak dapat dipergunakan.

“Karena sudah termaktub dalam frase ‘menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantina kesehatan’ (Pasal 93 UU Karantina Kesehatan). Faktanya, kita tidak hanya disuguhi dengan praktik ketidakadilan, tapi juga praktik ketidakpastian (uncertainty) dalam penegakan hukum,” tandasnya. [viva]

,


Lhoksukon -
Detasemen Artileri Pertahanan Udara (DenArhanud)-001/CSBY melaksanakan kegiatan latihan menembak senjata berat di pesisir Pantai Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara. Kegiatan itu berlangsung selama lima hari 07-11 Desember 2020.

Komandan Detasemen Arhanud-001, Mayor Arh Alse Ariyanto mengatakan, latihan itu melibatkan 122 personil DenArhanud dengan menggunakan Alutsista (alat utama sistem persenjataan) TD-2000 B terdiri dari 3 meriam 57 mm AA Gun, kaliber 57mm/tarik dengan sasaran jarak capai efektif 6 km, 2 FCV-1 dengan ketinggian sasaran maksimal 4 km, 1 unit FCDV-1 dengan jarak pandang maksimal 15 km, 1 unit radar SR-74 dengan jarak maksimum 40 kilometer, menghabiskan 300 butir amunisi.

"Latihan bakjatrat bertujuan untuk melatih kemampuan dan kemahiran prajurit dalam menembak senjata berat yaitu meriam serta meningkatkan profesionalisme prajurit dalam mengawaki Alutsista TD 2000B sehingga dapat mewujudkan kesiapan operasional satuan dalam menghadapi ancaman serangan udara yang semakin canggih," katanya, Jumat (11/12/2020).

Menurut Ari, saat ini Detasemen Arhanud-001 memiliki Alutsista TD-2000 B yang terdiri dari 12 meriam, 8 unit rudal FCV-1 dilengkapi rudal QW-3, 4 unit FCDV-1 atau alat kendali tembak dan 1 unit Radar SR-74. Alutsista ini memiliki sistem yang komplit, khususnya di meriam bisa menembakkan dengan menggunakan sistem manual semi, otomatis dan elektronik. Tidak hanya dikendalikan oleh manusia, tapi melalui alat pengendali tembak bisa juga digunakan untuk menembak.

“Kita selalu berupaya supaya prajurit semakin profesional, tidak menutup kemungkinan nanti negara kita sewaktu-waktu ada ancaman musuh terutama khususnya musuh serangan udara. Karena di daerah Lhokseumawe dan Aceh Utara banyak terdapat Objek Vital Nasional (Ovit) diantaranya PT Perta Arun Gas (PAG), PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Kertas Kraft Aceh (KKA), PLTMG Arun, dan PT Perta Hulu Energi (PHE) NSB NSO," tuturnya.

Ari menjelaskan, detasemen Arhanud Rudal di Indonesia cuma ada 4 yaitu Detasemen Arhanud-001 di Aceh, 002 di Bontang, 003 di Cikupa Banten, dan 004 di Dumai. Oleh karena itu, tidak semua wilayah di Indonesia ada Detasemen Arhanud Rudal.

“Alhamdullilah, dalam pelaksanaan kegiatan latihan bakjatrat semuanya berjalan dengan lancar dan yang paling penting bagi kami, faktor keselamatan dan faktor kesehatan yang paling utama,” pungkas Dan DenArhanud. [tm]

,

Lhokseumawe -  Paskhas Kipan B melaksanakan pengamanan dan parking pesawat di Bandara Malikussaleh dalam rangka menyambut kedatangan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo yang akan berkunjung ke lokasi pengungsian banjir di Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis, (10/12/2020).

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo tiba dengan menggunakan pesawat CN dari TNI AU, beserta rombongan tiba pukul 11.20 WIB di Bandara Malikussaleh Lhokseumawe.

Komandan Kompi Senapan B Batalyon Komando 469 Paskhas, Kapten Pas AgiL G. Gumilar,S.S.T.Han turut hadir mendampingi Pangdam IM, Kapolda Aceh dan rombongan.Selanjutnya, rombongan menuju Lokasi banjir untuk melihat langsung lokasi dan situasi terkini serta kondisi perumahan maupun masyarakat di pengungsian kawasan Lhoksukon, Aceh Utara.

Di lokasi pengungsian  Letjen TNI Doni Monardo menemui warga dan memberikan semangat untuk menghadapi bencana banjir ini, Selain melihat dan menemui warga yg terkena bencana banjir Letjen Doni Monardo juga meninjau infrastruktur yang rusak akibat banjir, diantaranya Bendungan Krueng Pase di Kec.Meurah Mulia dan tanggul yang jebol di Paya Brandang Tanah Luas.                                                                                 

Setelah meninjau lokasi dan menemui warga yg terkena bencana Kepala BNPB Letjen TNI Doni kembali menuju Bandara Malikussaleh untuk melaksankan Prescon dan pemberian bantuan secara simbolis kepada Bupati Aceh Utara dan Bupati Bener Meriah, Usai kegitan pemberian bantuan beliau langsung bertolak menuju Medan Sumatra Utara.


LHOKSEUMAWE - Aksi peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) di Kota Lhokseumawe yang dilakukan oleh Ormawa Unimal mendapat pengawalan ketat personel Polsek Banda Sakti, Polres Lhokseumawe, Kamis (10/12/2020).

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto SIk MH melalui Kapolsek Banda Sakti, Iptu Arifin Ahmad mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh  BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa ) Fakultas Hukum Universitas Malikusaleh diikuti 20 orang peserta, sedangkan penanggungjawab aksi yakni Maulana Azman Zuhri.

"Peserta juga membawa alat peraga, Toa dan spanduk bertuliskan Usut Tuntas Pelanggaran HAM. Adapun isi petisi, usut tuntas pelanggaran HAM di Indonesia khsusunya yang ada di Aceh. Mahasiswa juga meminta agar Pemerintah dan aparat serius dalam penanganan HAM. Kemudian, mereka meminta selesaikan dan berilah keadilan terhadap penangkapan aktivis Omnibus Law," ujar Kapolsek.

Sedang rute yang dilalui mahasiswa dimaksud, kata Kapolsek, dimulai dari titik kumpul di depan Museum Kota Lhokseumawe, lanjut ke tugu rencong kemudian Simpang Taman Riyadhah dengan melakukan orasi dan aksi teatrikal pelanggaran HAM. Kemudian, kembali.lagi ke Museum Kota Lhokdeumawe.

"Kegiatan aksi mahasiswa ini berjalan tertib, aman dan lancar serta berakhir pada pukul 11.30 WIB di bawah pengawalan personel Polsek Banda Sakti," jelas Kapolsek.


LHOKSEUMAWE - Guna mendukung program  ketahanan pangan, personel Polsek Meurah Mulia turun ke gampong memberikan penyuluhan kepada masyarakat, Kamis (10/12/2020).

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, SIk, MH melalui Kapolsek Meurah Mulia, Ipda  Sirya Iqbal mengatakan, personel mendatangi lokasi lahan atau usaha milik masyarakat di Gampong Pulo Blang,, Gampong Meunye Peut dan Gampong Drien Puntong Kec. Meurah Mulia Kab. Aceh Utara.

Menurut Kapolsek, lahan pertanian yang menjadi tujuan personel yakni Jagung, cabe dan sayuran. Kemudian, pertenakan Lembu, kambing dan ayam. Selanjutnya, budidaya ikan mujahir dan Lele Jumbo.

"Kegiatan itu dalam rangka membantu pemerintah terkait program ketahanan pangan selama pandemi Covid-19. Diharapkan, masyarakat memahami dan mengerti tujuan dari penyuluhan ketahanan pangan tersebut dan ikut membantu program tersebut," pungkasnya.

,


Lhoksukon -
Kompi Senapan B Yonko 469 Paskhas Lhokseumawe bersama DPD KNPI Aceh Utara menyalurkan bantuan sembako kepada korban bencana banjir di Kecamatan Pirak Timu dan Tanah Pasir, Rabu (09/12/2020).

Anggota Kompi Senapan B Yonko 469 Paskhas, Serma Budi mengatakan, sumbangan sembako untuk korban banjir ini berasal dari Donatur Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Aceh. Pemberian bantuan sembako kepada korban banjir diterima langsung oleh para korban banjir yang masih berada di tempat pengungsian dikarenakan rumah-rumah mereka yang masih terendam banjir. Karena sampai saat ini air masih menggenang di beberapa titik walaupun sudah ada yang mulai surut.

"Kami anggota Kipan B Yonko 469 Paskhas siap membantu dan mengawal pendistribusian bantuan logistik supaya tepat sasaran kepada warga yang terkena musibah, semoga hal seperti ini dapat diikuti oleh donatur-donatur lainnya sehingga dapat meringankan beban warga yang terkena musibah," katanya.


Komandan Kompi Senapan B Yonko 469 Paskhas, Kapten Pas Agil G. Gumilar,S.S.T.Han menyampaikan, Kipan B Yonko 469 Paskhas siap membantu pendistribusian bantuan logistik kepada korban musibah banjir Aceh Utara.

"Karena ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai TNI selalu ada untuk rakyat,"pungkas Dankipan B Yonko 469 Paskhas.

Bukan hanya itu, Komandan Kompi Senapan B Yonko 469 Paskhas TNI AU, Kapten Pas Agil G. Gumilar, SST juga menurunkan Tim SAR untuk mengevakuasi warga di pedalaman Pirak Timu pada pada 7 Desember lalu.[rill]


Jakarta, 4 Desember 2020 - Mengakhiri tahun 2020, 20th Century Studios menghadirkan film dengan genre thriller-horror dalam ‘The Empty Man’ yang dibintangi oleh James Badge Dale dan Marin Ireland. Diadaptasi dari novel grafis berjudul sama karya Cullen Bunn yang diterbitkan Boom! Studios, ‘The Empty Man’ bercerita tentang sekelompok remaja dari sebuah kota kecil di Midwestern yang mulai menghilang secara misterius.  

Misteri mencekam ini berawal dari rasa penasaran sekelompok remaja akan sosok legenda urban, The Empty Man. Amanda (Sasha Frolova) lalu menunjukkan ritual untuk memanggil The Empty Man kepada teman-temannya. The Empty Man dipercayai akan datang dengan meniup sebuah botol sambil menyebut nama dan memusatkan pikiran pada The Empty Man. Setelah menyelesaikan ritual tersebut, Amanda mulai dihantui oleh kehadiran sosok mengerikan sebelum akhirnya hilang secara misterius.

Seorang mantan polisi bernama James Lasombra (James Badge Dale) tertarik mendengar kisah hilangnya Amanda yang merupakan anak dari mantan kekasihnya, Nora (Marin Ireland). James lantas melakukan investigasi dengan mendatangi sekolah menengah setempat. Ia bertemu dengan Davara (Samantha Logan) yang memperkenalkannya pada konsep The Empty Man. Penduduk setempat meyakini bahwa hilangnya Amanda merupakan ulah dari sang legenda urban.

Penemuan ini sontak membuat James dan warga sekitar ketakutan. Seiring dengan jalannya penyelidikan, James pun dipertemukan dengan sebuah kelompok rahasia mencurigakan yang diduga berupaya memanggil entitas jahat yang juga diyakini adalah The Empty Man. James menyadari bahwa teror The Empty Man dapat mengancam keselamatan dirinya dan warga setempat. James harus bertarung dengan waktu sebelum teror The Empty Man menyebar lebih luas.

‘The Empty Man’ disutradarai oleh David Prior serta diproduseri oleh Ross Richie, p.g.a. dan Stephen Christy, p.g.a. Turut dibintangi oleh James Badge Dale, Marin Ireland, Stephen Root, Ron Canada, Robert Aramayo, Joel Courtney dan Sasha Frolova, ‘The Empty Man’ tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 4 Desember 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan.


BANDA ACEH – Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Rumoh Sejahtera Jroh Naguna (RSJN) Dinas Sosial Aceh akan menambah jurusan pelatihan ketrampilan barista untuk tahun anggaran 2021.

Seperti diketahui, selama ini UPTD yang beralamat di Jalan T Nyak Makam, Lampineung, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh itu memiliki dua jurusan pelatihan keterampilan yaitu jurusan perbengkelan dan las serta jurusan menjahit dan membordir.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Devi Riansyah yang hadir mewakili Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri pada Penutupan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Bagi Remaja Binaan Angkatan ke -79 di Aula UPTD RSJN, Kamis 3/12/2020.

“Insya Allah untuk tahun anggaran 2021 UPTD RSJN yang memang tupoksinya untuk melakukan pendidikan dan pelatihan untuk remaja putus sekolah berencana akan membuka pelatihan khusus barista. Kenapa barista kita ambil karena permintaan untuk barista di Aceh dan di Indonesia saat ini sangat tinggi,” kata Devi Riansyah.

Karena permintaannya yang tinggi, maka hal ini dianggap sebagai peluang kerja yang sangat bagus bagi anak-anak binaan UPTD RSJN, sehingga mereka nantinya bisa memiliki pekerjaan yang lebih layak dan memiliki penghasilan yang lebih baik untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

“Ini cita-cita kita, dan kita serius sekali untuk meningkatkan kemampuan anak-anak kita terutama dalam hal menjadi seorang barista yang profesional,” ujar Devi.

Terkait dengan persiapan pembukaan jurusan barista, Devi menuturkan jika pihaknya akan menyiapkan peralatan yang berkualitas sehingga nantinya anak-anak hasil didikan ini, betul-betul memiliki pemahaman yang baik terhadap peralatan tentang bagaimana menjadi barista yang baik dan profesional.

Selain alat, Dinas Sosial kata Devi juga akan mendatangkan instruktur-instruktur yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk itu, tentunya mereka yang sudah memiliki sertifikasi menjadi seorang barista.

“Jadi memang keseriusan kita ini, kita lakukan dalam hal pemenuhan kebutuhan peralatan dan instruktur yang berpengalaman,” kata Devi Riansyah.

Terkait dengan jumlah siswa binaan apakah ada penambahan seiring dibukanya jurusan keterampilan barista, Devi mengatakan hal itu sangat tergantung pada ketersediaan anggaran.

Selama ini RSJN melatih 100 orang siswa/siswi, yang terdiri 50 orang jurusan perbengkelan dan las, sementara 50 orang lainnya jurusan menjahit dan membordir.

“Untuk kedepan kita akan tetap dengan seratus, namun jenis latihannya kita tambah satu lagi yaitu barista. Kita tambah jenis latihannya bukan orangnya. Kalau menambah jumlah orangnya ini menambah anggaran sementara anggaran kita sangat terbatas,” ujar Devi.

Sementara itu Kepala UPTD RJN Saifullah mengatakan, sebagai bentuk persiapan rencana membuka jurusan pelatihan barista, pihaknya telah membeli beberapa jenis peralatan untuk roasting kopi, namun alat-alat tersebut tentunya belum mencukupi untuk bisa buka kelas barista di tahun 2021.

“Namun kita akan berupaya untuk bisa menambahkan alat-alat tersebut di tahun anggaran 2021 nanti,” kata Saifullah.

UPTD RSJN selama ini membuka jurusan Perbengkelan dan Las untuk masa pelatihan selama 5 bulan, jurusan menjahit dan membordir 5 bulan, sementara untuk barista diperkirakan cukup untuk 2 bulan pelatihan.
“Semua jurusan yang kita buka di sini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan dengan membekali para remaja putus sekolah berupa pelatihan dan keterampilan yang ada di UPTD kita,” kata Saifullah.[] 

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.