2020

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Aisyah istri Rasulullah, lagu yang saat ini sedang buming dan menjadi trending di youtube yang dibawahkan oleh Aktor TV Syakir Daulay dan juga yang dibawahkan oleh Sabyan Gambus. Sebagai seorang muslim tentunya tahu, siapa sebenarnya Aisyah R.A itu?, dan tentunya sudah paham dan mengerti jika dia adalah Istri dari Rasulullah SAW yang banyak dikisahkan dalam riwayat islam. Untuk lebih dalam mengenal Aisyah R.A ini, simak ulasannya dibawah ini :
Foto: Ilustrasi

ASH SHIDDIQAH BINTI ASH-SHIDDIQ, Al-‘Atiqah binti al-‘Atiq, kekasihnya kekasih, penghibur yang dekat dengan junjungan Nabi Muhammad SAW, wanita yang dibebaskan dari segala cacat dalam Kitabullah dan bersih dari keraguan hati hingga ia mampu melihat Jibril, utusan Allah Yang Maha Mengetahui yang gaib. Wanita yang selalu berpuasa dan berpuasa hingga tubuhnya lemah karena puasa. Ialah Aisyah, pemilik cinta pertama dalam Islam, cinta Rasulullah SAW.

Sungguh Aisyah memiliki kedudukan yang agung seperti kisah dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah ibn Shafwan: “Ada tujuh hal pada diriku yang tidak dimiliki oleh wanita manapun, kecuali yang diberikan oleh Allah kepada Maryam binti Imran. Demi Allah, aku tidak mengatakan ini sebagai kesombongan terhadap para sahabatku (maduku). Tujuh hal itu adalah :
  • Malaikat Jibril pernah turun membawa gambarku kepada Rasulullah (dalam mimpi) 
  • Rasulullah menikahiku saat aku baru berusia tujuh tahun lalu aku diberikan kepada beliau saat berusia sembilan tahun  
  • beliau menikahiku sebagai seorang gadis dan tidak ada seorang manusia pun yang menyamaiku 
  • wahyu datang kepada Rasulullah SAW saat aku dan beliau dalam selimut yang sama  
  • aku adalah orang yang paling beliau cintai  
  • ada ayat yang turun berkaitan denganku ketika umat ini hampir hancur
  •  Aku pernah melihat Jibril dan tidak satu pun istri Rasulullah selain aku yang pernah melihatnya dan Rasulullah SAW wafat di rumahku tanpa ada seorang pun menemani selain malaikat dan aku.
Wanita yang jujur, setia, tulus, pencemburu, dan terhormat: Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq. Ayahnya bernama Abdullah ibn Utsman ibn ‘Amir ibn ‘Amar ibn Ka ‘b ibn Sa’d ibn Murrah ibn Ka’b ibn Lu’ay al-Qurasyi at-Taimi. Ibunya bernama Ummu Ruman binti ‘Amir ibn ‘Uwaimir al-Kinaniyyah, sahabat wanita yang agung dan mukminah yang pernah disabdakan oleh Rasulullah: “Siapa yang ingin melihat bidadari maka hendaklah ia melihat Ummu Ruman.”

Wanita yang dibersihkan namanya dari atas tujuh langit adalah Aisyah binti Abu Bakar r.a. Ialah Ummul Mukminin, istri junjungan seluruh umat manusia, yang paling beliau cintai dan putri dari laki-laki yang beliau cintai. Aisyah adalah wanita yang telah membuktikan, sejak empat belas abad yang lalu, bahwa wanita bisa menjadi lebih unggul daripada laki-laki dan bisa menjadi politikus, bahkan prajurit perang.

Wanita ini telah berguru dan dididik dalam madrasah nubuwah, madrasah iman, dan madrasah perjuangan. Pada masa kanak-kanak, Aisyah dididik oleh guru kaum Muslimin dan manusia paling utama di antara mereka, yaitu sang ayah: Abu Bakar ash-Shiddiq. Selanjutnya, pada masa remaja, ia dibimbing oleh Nabi dan mahaguru umat manusia, orang yang paling mulia dan paling utama, yaitu sang suami: Rasulullah SAW.

Dengan demikian, Aisyah telah merangkum ilmu, keutamaan, dan pengajaran yang membuatnya mampu meninggalkan gema dalam sejarah yang gaungnya abadi sepanjang masa. Peninggalan-peninggalan Aisyah diajarkan di berbagai fakultas-fakultas agama sementara amal-amalanya yang paripurna menjadi ruang lingkup kajian bagi setiap pengajar sejarah Arab dan kaum Muslimin.

Rasulullah SAW menikahi Aisyah r.a. atas perintah Allah SWT, pasca meninggalnya mendiang Sayyidah Khadijah r.a. Ketika Aisyah masih anak-anak yang berusia enam tahun. Pada saat yang sama, Rasulullah menikahi Saudah binti Zum’ahr.a., tetapi ia hanya memboyong Saudah dan tinggal bersamanya selama tiga tahun. Setelah itu, Nabi baru mmeboyong Aisyah ketika telah berusia sembilan tahun. Rasulullah memboyong Aisyah pada bulan Syawal tahun ke-2 H sesudah Perang Badar.

Tentang hari pernikahannya, Aisyah menggambarkan sebagai berikut, “Rasulullah mendatangi rumah kami lalu berkumpullah sejumlah laki-laki dan wanita Anshar. Selanjutnya, ibuku mendekatiku saat aku sedang memanjat di antara dua pelapah kurma. Ibu menurunkanku lalu merapikan rambutku dan mengusap wajahku dengan sedikit air. Setelah itu, ibu bergegas menuntunku pulang ke rumah dan ketika sampai di pintu, ibu menghentikanku hingga napasku terengah-engah.

Selanjutnya, ibu mengajakku masuk sementara Rasulullah SAW sedang duduk. Ibu mendudukkanku di pangkuannya sambil berkata: ‘Mereka adalah keluargamu. Semoga Allah memberkahimu karena mereka dan semoga Dia memberkahi mereka karenamu”.

Sayyidah Aisyah adalah pengantin wanita yang manis, tubuhnya langsing, kedua matanya lebar, rambutnya ikal, dan wajahnya bersinar kemerah-merahan. Kini Aisyah telah berpindah ke rumah barunya. Rumah itu hanyalah sebuah kamar di antara beberapa kamar yang dibangun mengelilingi masjid dan terbuat dari bata dan batang kurma.

Di dalam rumah ini, diletakkan satu alas tidur dari kulit kayu. Tidak ada yang membatasi antara alas tidur ini dan tanah selain tikar, dan pada daun pintunya, diberaikan tabir yang terbuat dari serabut. Orientalis Boudly mengatakan, “Sejak Aisyah menginjakkan kaki di rumah Muhammad SAW, semua merasakan keberadaanya. Jika ada seorang gadis yang mengetahui apa yang sedang dihadapi, ia adalah Aisyah binti Abu Bakar. Aisyah telah membangun kepribadian sejak hari pertama ketika ia memasuki rumah Rasulullah yang mengelilingi masjid itu ....”                                                                                                                                                  
Di dalam kamar sederhana itu, di tengah kehidupan rumah tangga Nabi, Sayyidah Aisyah r.a. tumbuh menjadi guru bagi setiap wanita di seluruh dunia dan sepanjang sejarah. Aisyah menjadi istri terbaik yang selalu menghibur suami, memberikan kebahagiaan, dan menghilangkan beban yang beliau alami di luar rumah akibat pergumulan dengan kehidupan dan berdakwah di jalan Allah SWT.

Aisyah menjadi istri yang terbaik, memiliki tangan maupun hati yang mulia. Aisyah mampu bersabar bersama Rasulullah SAW dalam menghadapi kemiskinan dan kelaparan hingga pernah melewati berhari-hari tanpa ada apa di rumah Rasulullah untuk sekedar memasak roti ataupun sesuatu yang bisa dimasak. Mereka berdua hanya hidup dengan makan kurma dan air.

Ketika kaum Muslimin mengalami kehidupan yang makmur, suatu hari Aisyah dihadiahi 1.000 dirham oleh Mu’awiyah. Saat itu Aisyah sedang berpuasa dan tidak memiliki apa pun untuk berbuka. Aisyah pun menerima dirham-dirham itu lalu membagikan seluruhnya kepada para fakir miskin.

Karena itu, budak Aisyah bertanya, “Tidakkah engkau bisa menggunakan 1 dirham saja untuk membeli daging guna berbuka nanti?” Aisyah menjawab, “Andai engkau mengingatkanku (tadi) pastilah aku melakukannya.”

Aisyah tidak pernah tertekan oleh kemiskinan dan tidak pula kegirangan oleh kekayaan. Ia mampu menajaga kehormatan diri hingga dunia menjadi remeh baginya. Aisyah tidak menghiraukan kedatangan maupun kepergian dunia.

Demikianlah, Aisyah r.a. menjadi wanita yang sangat mementingkan waktu untuk mendengar dari Rasulullah hingga ia berhasil menguasai ilmu dan balaghah yang membuatnya layak menjadi guru para laki-laki serta menjadi rujukan bagi mereka dalam bidang hadis, sunnah, dan fikih. Dalam hal ini, az-Zuhri mengatakan, “Andaikan ilmu Aisyah dibandingkan dengan ilmu seluruh wanita, pastilah ilmu Aisyah lebih tinggi.”

Hisyam ibn ‘Urwah meriwayatkan dari ayahnya, ia berkata, “Aku pernah bersahabat dengan Aisyah. Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih memahami suatu ayat yang turun, suatu keajaiban, suatu sunnah, atau sebuah syair—tidak pula ada yang lebih kuat dalam meriwayatkannya, atau suatu hari yang berjalan di kalangan Bangsa Arab, nasab, tentang hukum, maupun kedokteran dibandingkan dengan Aisyah.

Selanjutnya, aku bertanya kepadanya: ‘Wahai bibi, dari manakah engkau memahami perihal kedokteran?’ Aisyah menajawab: ‘Aku pernah sakit lalu nabi menjelaskan sesuatu kepadaku kemudian ada orang yang sakit lalu nabi menjelaskan sesuatu kepadanya. Aku mendengar orang saling mengabarkan satu sama lain dan aku mengahafalnya’.”

Ulasan ini dikutip dari Buku Biografi 39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah islam , Kisah Perjalanan Hidup Para Wanita Mulia yang Berperan Penting Dalam Kehidupan dan Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW, Dr. Bassam Muhammad Hamami, Halaman 45-49.

Delapan pemuda asal Aceh Besar yang baru kembali dari Jakarta melakukan isolasi mandiri di hutan dekat sungai di kawasan Jalin, Aceh Besar. (Dok. Istimewa)
Aceh Besar - Delapan pemuda asal Aceh Besar yang baru kembali dari Jakarta melakukan isolasi mandiri di hutan dekat sungai di kawasan Jalin, Aceh Besar. Mereka mengisolasi diri atas inisiatif sendiri.

Para pemuda itu awalnya bekerja bersama di Jakarta. Karena perusahaan tempat mereka bekerja tutup sementara, akhirnya mereka pulang ke Aceh Besar pada Senin (30/3) lalu. Mereka pun langsung mengisolasi diri dengan beralaskan tenda di hutan kawasan Jalin.

Di sana, mereka juga dijaga oleh keluarga masing-masing untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari secara bergantian.

Muhammad Afdhal, salah satu pemuda yang mengisolasi diri di hutan Aceh Besar mengatakan dirinya melakukan isolasi karena keinginannya sendiri. Dia tidak ingin membuat warga kampung takut akan kehadiran mereka di tengah wabah virus corona.

Meski sudah seminggu di hutan, ia mengaku kondisi mereka sehat.

"Alhamdulillah, kami semua dalam kondisi sehat," ujarnya.

Sepekan di hutan, akhirnya mereka dijemput oleh Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, untuk dipindahkan ke Jantho Sport Center, yang dijadikan lokasi karantina Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Delapan pemuda yang termasuk dalam status Saving Monitoring, kata Mawardi Ali, secara sadar memilih mengisolasi diri sendiri di sana. Untuk itu, pihaknya memindahkan mereka ke tempat yang lebih layak.

"Ini untuk memberikan tempat isolasi yang layak dan mudah dipantau oleh pihak Puskesmas Kota Jantho, apabila di antara mereka ada yang mengeluhkan kesehatannya," kata Mawardi saat menjemput pemuda tersebut, Senin (6/4).

Namun, Mawardi mengapresiasi kedelapan pemuda itu yang baru tiba dari Jakarta langsung mengisolasi diri meskipun tidak di rumah masing-masing. Hal itu, kata dia sesuai dengan protap warga yang berstatus ODP, agar melakukan karantina selama 14 hari.

Selama berada di kompleks Jantho Sport Center, mereka akan menempati ruangan yang disediakan seperti tempat tidur, fasilitas MCK dan air PDAM, serta dipantau langsung oleh petugas piket dari Kecamatan Kota Jantho dan Puskesmas Kota Jantho.

"Ruang yang ditempati kedelapan pemuda itu sudah disiapkan agar lebih mudah terpantau oleh tim kesehatan," ujar Mawardi.

Selama berada di Jantho Sport Center, seluruh makan dan minum para pemuda tersebut akan ditanggung pemerintah setempat. | CNN Indonesia

Ilustrasi (Foto: AP Photo)
Banda Aceh - Sejumlah tenaga medis di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Aceh selesai menjalani isolasi usai menangani pasien Corona (COVID-19). Namun persoalan baru muncul, sebagian mereka dilarang pulang ke rumah oleh pemilik kos-kosan atau warga setempat.

"Menurut informasi dari direktur RSUZA, benar (ada beberapa tenaga medis ditolak warga). Sekarang mereka di asrama BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia)," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (7/4/2020).

Hanif belum mengetahui pasti jumlah tenaga medis yang ditolak tersebut. Namun dia menyayangkan sikap masyarakat yang melarang tenaga medis pulang ke kos-kosan atau kediamannya.

Menurutnya, petugas medis yang pulang tersebut sudah selesai menjalani isolasi dan dipastikan negatif COVID-19. Para petugas medis tersebut juga tidak akan menularkan virus Corona ke masyarakat.

"Masyarakat kita imbau untuk jangan gegabah. Petugas medis bekerja untuk melayani masyarakat. Mereka yang kita izinkan pulang saya jamin mereka negatif COVID-19," jelas Hanif.

Hanif mengajak masyarakat berterima kasih kepada petugas kesehatan. Hal itu karena petugas medis mau menanggung risiko merawat pasien virus Corona.

"Mereka pahlawan kita, bukan musuh kita," ujar Hanif.

Sementara itu, Direktur RSUZA dr Azharuddin mengatakan tim medis yang selesai menjalani isolasi tersebut adalah mereka yang merawat pasien positif Corona serta pasien dalam pengawasan (PDP). Petugas medis tersebut sudah dilakukan swab tenggorokan dan hasilnya negatif Corona.

"Masyarakat tak perlu lagi khawatir atau waswas terhadap dokter dan paramedis yang sudah menjalani isolasi COVID-19 tersebut," kata Azharuddin.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh dr Safrizal Rahman juga mengungkapkan ada beberapa tenaga medis yang melapor karena dilarang pulang ke rumah kos. Safrizal mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir sehingga melakukan penolakan.

"Ini perlu dipahami oleh masyarakat bahwa tenaga medis itu sangat diperhatikan sekali. Kalau mereka bergejala akan langsung diperiksa dan mereka dirawat," ungkap Safrizal saat dikonfirmasi terpisah.

Safrizal menjelaskan petugas medis yang diperbolehkan pulang tersebut sudah dipastikan dalam keadaan sehat. Mereka juga tidak mempunyai gejala COVID-19.

"Jadi tidak usah dikhawatirkan, kasihan mereka sudah bertaruh nyawa menyelamatkan orang lain terus tidak bisa pulang ke rumah. Kan kasihan," ujarnya.

"Pemerintah sudah menyiapkan tempat penginapan sementara bagi mereka yang mengalami masalah seperti ini. Disiapkan satu tempat tinggal dan fasilitas untuk bisa beristirahat dengan tenang," ungkapnya. | Detik.com

Petugas medis berbaju hazmat mengevakuasi pengendara mobil yang meninggal di Aceh Besar. (dok. Istimewa)
Banda Aceh - Seorang warga Aceh Besar, Aceh, Mahdi (58), ditemukan meninggal dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan. Jenazah Mahdi dievakuasi tim medis berpakaian anti-hazardous materials (hazmat).

"Mobil korban awalnya dilihat warga berjalan pelan, lalu berhenti di lokasi tidak jauh dari Lapangan Blang Padang, Banda Aceh," kata Kapolsek Ulee Lheue Banda Aceh AKP Ismail saat dikonfirmasi detikcom, Senin (6/4/2020).

Beberapa warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian curiga karena mobil terparkir setengah jam lebih. Beberapa orang mengecek karena sudah menimbulkan kemacetan. Ketika dilihat, posisi badan Mahdi sudah merebah ke kiri.

"Korban saat itu sudah tidak bergerak," jelas Ismail.

Warga kemudian melapor ke polisi dan diteruskan ke petugas kesehatan. Dua anggota tim medis berpakaian hazmat mengevakuasi korban setelah berhasil membuka pintu mobil.

Jenazah Mahdi selanjutnya dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 14.30 WIB siang tadi. Mahdi diperkirakan meninggal karena serangan jantung.

"Untuk penyebabnya sementara kemungkinan serangan jantung. Info dari keluarganya memang punya riwayat demikian," jelas Ismail. | Detik.com

Banda Aceh | Di tengah minimnya Alat Pelindung Diri(APD) untuk tenaga medis di Banda Aceh, Ikatan Alumni Teknik Elektro (Ikatektro) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menyumbang perlengkapan wajib yang digunakan sesuai bahaya dan risiko kerja dalam menangani pasien virus corona (Covid-19). Perlengkapan tersebut berupa 130 unit baju hazmat, 5000 pasang glove/handscoon atau sarungtangan, 400 unit face shield dan 550 unit masker bedah.

Bahkan face shield sebanyak 140 unit diproduksi di Banda Aceh dengan dicetak menggunakan mesin printer 3 dimensi (3D) yang dimiliki oleh Alumni Teknik Elektro dan Komputer Fakultas Teknik Unsyiah. Faceshield merupakan pelindung wajah tenaga medis yang digunakan untuk menghindari penyebaran covid-19 dari pasien. Di Aceh, mesin face shield ini terdapat 2 unit di Banda Aceh dan 1 unit di Meulaboh. Sehari rata-rata printer 3D ini bisa produksi 25 unit face shied.

"Karena kebutuhan mendesak, 260 unit faceshield lain kita pesan dari luar,” sebut Ketua Umum Ikatektro Unsyiah, Misbah, S.T., M.Eng, Minggu (5/4/2020).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh DR dr Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT, mengapresiasi face shield yang diproduksi Ikatektro Unsyiah ini karena sangat memadai dan bisa dibersihkan serta dipakai ulang.

Misbah menyebutkan semua bantuan itu dikumpulkan lewat program Ikatektro Peduli dan akan disalurkan keseluruhannya pada Kamis 9 April 2020 melalui IDI Aceh dan dibagikan langsung ke Rumah Sakit (RS) rujukan dan Puskesmas di Banda Aceh. Rinciannya, untuk 13 RS rujukan mendapatkan 130 unit baju hazmat, 39 kotak atau 3900 pasang glove dan 400 unit face shield. Sementara 11 Puskesmas di Banda Aceh mendapatkan 11 kotak atau 1100 pasang glove dan 550 unit masker bedah.

Pihaknya, ungkap Misbah, ingin ikut membantu para pejuang di garis depan mengingat minimnya peralatan pelindung diri yang sempat ditanyakan langsung ke beberapa rekan dokter dan paramedis.

"Ikatektro mengucapkan terimakasih kepada tim medis yaitu dokter dan paramedis dimanapun mereka berada terkhusus di Aceh yang telah berjuang di garis depan," sebutnya.

Ia menyadari, pihaknya tentu belum mampu membantu banyak, akan tetapi Ikatektro Unsyiah ingin mengambil peran yang menunjukan bahwa petugas medis dan paramedis tidak berjuang sendirian menghadapi pandemi global yang telah merenggut nyawa lebih dari enam puluh ribu jiwa diseluruh dunia.

"Tim medis adalah pejuang dan mereka tidak kami biarkan sendirian, hormat teknik," tegasnya.

Sementara itu, Ketua IDI Aceh, DR dr Safrizal Rahman, M.Kes, Sp.OT, memperkirakan puncak pandemi virus corona di Indonesia dibulan Mei dan Juni ini. Oleh karena itu ketersediaan APD sangat dibutuhkan. Rata-rata APD yang ada cuma untuk sekali pakai dan tidak bisa digunakan kembali atau non-reusable.

“Selama ini APD yang terbatas difokuskan kepada RS rujukan covid-19 Aceh yang sudah eksis yaitu RSUZA Banda Aceh dan RS Cut Mutia Lhokseumawe,” ujarnya.

Ia menyebutkan, puskesmas yang banyak menampung kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri dan luar daerah belum memadai APD-nya.

“Sumbangan dari masyarakat tentunya sangat dibutuhkan untuk membackup logistik APD ini. Perjuangan menghadapi Covid-19 melalui sumbangan APD belum semestinya selesai,” jelasnya.

Ia mengucapkan terimakasih kepada Ikatektro FT Unsyiah yang telah membantu rekan-rekan petugas medis dan paramedis dimanapun mereka berada.

,
Banda Aceh – Personil Kodim 0101/BS membagikan ribuan masker gratis secara bertahap kepada pengguna jalan yang melintasi simpang Kodim 0101/BS di Jl. S.T.A Mahmudsyah Nomor 32, Gampong Baro, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Senin (06/04/2020).

Komandan Kodim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis, S.I.P menyampaikan, bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Kodim 0101/BS terhadap kesehatan masyarakat dengan memberdayakan masker dari penjahit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Corona Virus Disesase (Covid-19).

Sebagaimana diketahui, dampak dari pandemi Covid-19 cukup besar dirasa bagi para UMKM, dimana selama Covid-19 ini usahanya mengalami penurunan karena sepi dari pelanggan, sehingga dapat sangat berpengaruh pada pendapatan harian nya.

“Oleh karena itu, melalui program pemerintah wajid pakai masker, kita berdayakan masker hasil olahan penjahit UMKM untuk membantu perekonomian mereka jadi lebih baik,” ujar Dandim.

Pada kesempatan tersebut, tambahnya, “Personil Kodim 0101/BS sekaligus menghimbau masyarakat pengguna jalan agar tetap menjaga jarak perorangan, menerapkan pola hidup sehat dan cuci tangan pakai sabun setelah beraktifitas,” pungkasnya.

LHOKSUKON – Keuchik Lhok Pu’uk Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara T Bakhtiar melaporkan warganya, seorang perempuan lanjut usia (lansia)  ke Mapolsek Seunuddon, Aceh Utara. Belakangan kasus pemukulan yang terjadi pada Kamis (2/4/2020) siang menjadi viral di media sampai hari ini.

Sedangkan dari nenek tersebut belum melaporkan secara resmi. Namun, anak dari nenek tersebut mendatangi Polsek Seunuddon pada Kamis (2/4), ikut menyampaikan persoalan keuchik berencana memukul ibunya, tapi dilerai warga ke Kapolsek Iptu M Jamil. Kini kasus tersebut dalam proses penyelidikan polisi.

Video berdurasi 35 detik tersebut memperlihatkan seorang nenek memakai kain memukul kepala keuchik yang sedang berdiri di antara warga, dengan menggunakan tangan kanannya. Lalu keuchik maju mengejar nenek tersebut.

Namun, karena cepat dihadang dan ditarik warga, sehingga keuchik tak sempat membalasnya.

Tak hanya itu ketika keuchik sudah keluar dari halaman rumah, nenek tersebut juga mengejar dan mencoba melempar keuchik. Namun, sasaran lemparan meleset. Dalam video itu selain terdengar kericuhan dan juga terdengar suara anak-anak menjerit.

Video tersebut sudah dibagikan puluhan kali, oleh sejumlah pengguna facebook dan sudah ditonton ratusan ribu kali. Selain itu, video tersebut juga beredar di Youtube dan dari WhatsApp (WA).

“Benar, sudah kita terima laporan pengaduan keuchik. Ia melaporkan seorang wanita yang memukul kepalanya dengan tangan kanan terlapor,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Seunuddon Iptu M Jamil kepada Serambinews.com, Minggu (5/4/2020).

Disebutkan, lokasi kejadian itu berada di halaman rumah terlapor pada Kamis (2/4) sekira pukul 12.30 WIB. Saat itu keuchik bersama aparat desa datang ke rumah tersebut untuk menyelesaikan persoalan sengketa tanah. Namun, sesampai di lokasi itu terjadi adu mulut, sehingga tiba-tiba keuchik dipukul seorang nenek dari arah depannya.(*)

Sumber: serambinews.com

Salbiah, perempuan, 60 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya di Desa Jabi-jabi Barat, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, kemarin, Sabtu, 5 April 2020, malam, sekitar pukul 21.00 WIB. (Foto: Tagar/Istimewa)
Subussalam - Seorang janda tua, Salbiah, 60 tahun ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya di Desa Jabi-jabi Barat, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, kemarin, Sabtu, 5 April 2020, malam, sekitar pukul 21.00 WIB.

Salbiah ditemukan warga dalam kondisi tertelungkup di dalam rumahnya dengan bersimbah darah serta didapati sejumlah luka pada sekujur tubuh.

Kepala Kepolisian Resor Subulussalam Ajun Komisaris Besar Polisi Qori Wicaksono mengatakan, berdasarkan informasi Salbiah terdengar sedang cekcok dengan putranya. Salbiah dan putranya selama ini hanya tinggal berdua saja di rumah itu.

Korban selama ini tinggal berdua saja dengan putranya, dia itu anak paling kecil.

"Informasi yang kami dapat dari saksi-saksi bahwa dari sore sekitar pukul 17.30 WIB mereka mendengar ada cekcok, karena yang kami duga korban selama ini tinggal berdua saja dengan putranya, dia itu anak paling kecil," kata Qori saat dikonfimasi Tagar, Minggu, 5 April 2020.

Sekitar pukul 22.00 WIB, setelah mendapat laporan dari warga, Kepala Kepolisian Sektor Sultan Daulat, Inspektur Polisi Satu, Didik Surya bersama personelnya langsung mendatangi lokasi kejadian guna menyelidiki kasus tersebut.

"Sekitar jam setengah delapan (pukul 19.30 WIB) suasana kampung sudah sepi, sehabis magrib itu orang-orang udah pada menutup pintu, tetapi rumah korban korban masih buka, bermula dari kecurigaan itu, lalu, warga mendatangi rumah korban dan mendapati kalau Salbiah sudah terebah di lantai bersimbah darah," kata Qori.

Berdasarkan hasil visum tim medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sultan Daulat korban menderita luka pada bagian leher, tangan kanan, punggung, kaki dan bagian perut.

"Habis kita bawa korban ke Puskesmas dilakukanlah visum semalam, korban dilukai dengan senjata tajam, dilukai dengan kayu yang ujungnya tajam seperti menyerupai tombak, jadinya lukanya kecil-kecil," ucap Qori.

Menurut pernyataan sejumlah saksi-saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), usut punya usut kuat dugaan Salbiah tewas dibunuh oleh putranya sendiri berinisial SB, 26 tahun yang kini telah diamankan di Markas Polisi Sektor Daulat.

Tak menunggu lama, akhirnya tersangka ditemukan, Minggu, 5 April 2020, pagi sekitar pukul 06.30 WIB tepatnya di pinggir jalan yang hanya berjarak tiga kilometer dari rumahnya.

"Tersangka didapati sedang duduk sendirian di pinggir jalan sambil memegang barang bukti yang diduga digunakan untuk melukai korban," katanya.

Dugaan sementara kalau tersangka memiliki keterbelakangan mental, karena sewaktu diperiksa di Markas Polisi Sektor Sultan Daulat tersangka mengaku kalau ia sedang membunuh seekor ular yang ingin menariknya.

"Waktu ditanya, ya tadi malam aku lagi membunuh ular yang mau mematuk aku, gitu ditanya lagi dia bengong, diam, menurut informasinya kalau tersangka ini ada riwayat gangguan jiwa, tapi tentang kita menunggu pemeriksaan dari dokter jiwa," ucap Qori.

Saat ini tersangka sudah ditahan di Markas Polisi Sektor Sultan Daulat guna penyelidikan lebih lanjut, sementara korban sudah disemayamkan oleh salah seorang anaknya yang tinggal di desa lain.

"Mengenai dia gila itu nanti kita ada keterangan saksi dan dokter ahli jiwa, dan kalau dia dalam tidak sehat maka perbuatannya tidak bisa dipertanggungjawabkan, Pasal 44 KUHP, berarti bisa gak dilanjut. Tapi kesimpulannya nanti kita menunggu hasil pemeriksaan ahli dalam hal ini dokter jiwa," katanya.[tagar.id]

Personel Polresta Banda Aceh membubarkan aksi balap liar. (Foto: dok Polresta Banda Aceh)
Banda Aceh - Personel patroli kota Polresta Banda Aceh membubarkan aksi balap liar yang digelar usai pencabutan jam malam. Setelah ditangkap, para pelaku diserahkan ke orang tua masing-masing.

"Aksi balap liar oleh sejumlah pemuda digelar di seputaran Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa. Kita lakukan pembubaran setelah mendapat informasi dari warga setempat yang merasa terganggu akibat ulah mereka," kata Kasat Sabhara Polresta Banda Aceh, Kompol Yusuf Hariadi, Minggu (5/4/2020).

Proses pembubaran berawal dari patroli rutin yang digelar personel Patko di wilayah Kota Banda Aceh. Dalam perjalanan, mereka mendapat informasi adanya aksi balap liar di depan rumah sakit.

Tim meluncur ke lokasi dan melihat aksi balap liar tersebut di nonton banyak orang. Ketika tim melakukan pembubaran, sejumlah orang di lokasi diamankan.

Mereka kemudian dibawa polisi ke rumah masing-masing untuk diserahkan ke orang tua. Polisi meminta para orang tua membimbing anak mereka.

"Mereka sudah sangat meresahkan warga setempat dan para pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa," jelas Yusuf.

Menurut Yusuf, setelah membubarkan aksi balap liar dititik pertama, polisi kembali mendapat laporan aksi balap liar di kawasan Jalan Panglima Nyak Makam. Polisi membubarkan aksi balap liar di sana sekitar pukul 03.30 WIB.

Mereka yang tertangkap juga diserahkan ke orang tua masing-masing. Yusuf mengingatkan warga Banda Aceh agar tetap melakukan pencegahan penyebaran virus Corona.

"Kami mengharapkan kepada para pemuda, manfaatkan pencabutan jam malam ini untuk melaksanakan istirahat malam, mengingat pencegahan penyebaran virus corona ini dengan cara Physical Distanding atau menjaga jarak," ujar Yusuf.

Seperti diketahui, Pemerintah Aceh resmi mencabut pemberlakuan jam malam usai seminggu diterapkan. Masyarakat tetap diminta menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Pencabutan pemberlakuan jam malam dilakukan setelah Forkopimda Aceh mengeluarkan maklumat baru pada Sabtu (4/4). Warga diminta mencegah penyebaran virus Corona di Tanah Rencong.| Detik.com


Banda Aceh- Mahasiswa asal Kabupaten Nagan Raya yang masih berada di Banda Aceh dan Aceh Besar menerima bantuan sembako dari Jonniadi, SE Ketua DPRK Nagan Raya pada hari Sabtu 04 April 2020.

Pemberian sembako untuk mahasiswa Nagan Raya yang tidak bisa pulang ke daerah karena COVID-19 berlangsung di Posko Sentral Informasi Mahasiswa Nagan Raya yaitu di Asrama Beutong Putra Gampong Rukoh.

Ketua DPRK Nagan Raya menyampaikan bahwa bantuan ini diberikan untuk mahasiswa Nagan Raya yang masih berada di Banda Aceh dan Aceh Besar. Bantuan yang seadanya tersebut untuk adik-adik mahasiswa yang belum pulang, Insya Allah jika ada rezeki untuk selanjutnya kita akan bagikan kembali.

Sementara itu, Ali Hermansyah mewakili seluruh mahasiswa yang menerima bantuan tersebut mengucapkan terima kasih atas pemberian bantuan sembako untuk mahasiswa yang hingga saat ini belum bisa kembali ke kampung halaman.

"Dengan adanya pembagian bantuan sembako ini, hal serupa juga dilakukan oleh para anggota DPRA dapil 10 Asal Nagan Raya untuk mahasiswa yang masih dalam perantauan, dengan membantu kawan kawan mahasiswa yang terpaksa bertahan di Banda Aceh dan Aceh Besar dalam menghadapi pandemi ini,” tutup Mantan Sekretaris Umum IPELMASRA Banda Aceh tersebut.(Rls)

ACEH UTARA – Kwartir Ranting Dewantara bekerjasama dengan Kwartir Cabang Aceh Utara melakukan bakti sosial dalam rangka pencegahan COVID-19. Kegiatan itu berupa penyemprotan disinfektan di sejumlah balai pengajian serta rumah ibadah di kawasan Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Sabtu (4/4/2020).

Selain penyemprotan disinfektan, juga dilakukan pembagian brosur-brosur pencegahan virus corona kepada warga dan pembagian alat pelindung seperti masker.

Ketua Kwarcab Aceh Utara, Ismed Nur Aj Hasan, mengatakan, ada beberapa penyemprotan disinfektan yang dilaksanakan di balai-balai pengajian, masjid, meunasah (surau) yang ada di gampong-gampong khususnya kawasan Kecamatan Dewantara. Selanjutnya ada beberapa titik dibagikan brosur seperti cara mencegah COVID-19 dan cara mencuci tangan yang benar. Pembagian masker brosur itu dilakukan ini kepada warga yang melintas di Banda Aceh-Medan.

"Kita harapkan kepada seluruh kwarran yang ada di bawah kwarcab pramuka Kabupaten Aceh Utara, untuk mengikuti kegiatan seperti yang dilaksanakan oleh Kwarran Dewantara. Untuk itu,  kepada seluruh warga khususnya Aceh Utara dan pada umumnya Aceh, kita harapkan juga ada masyarakat tetap mematuhi anjuran yang dilaksanakan pemerintah, supaya COVID-19 ini bisa selesai pada waktu yang sangat singkat," kata Ismed Nur.

Oleh karena itu, Ismed mengungkapkan, semoga ke depan yang tidak lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan, agar tidak ada lagi ketakutan warga untuk melaksanakan ibadah nantinya. []

Banda Aceh - Pemerintah Aceh mengatakan mencabut pemberlakukan jam malam mulai Sabtu (4/4/2020). Hal ini dilakukan karena program safety net belum berjalan. Sementara itu jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Aceh tercatat sebanyak 1.179 kasus. Ada penambahan sebanyak 65 kasus dibandingkan kemarin, 1.111 kasus.

ODP yang telah selesai masa pemantauan 343 kasus, dan yang masih dalam proses pemantauan petugas kesehatan 833 kasus.

Juru Bicara Covid-19 Saifullah Abdulgani (SAG) kepada aceHtrend, terkait pembaharuan informasi harian Percepatan Penanggulangan Covid-19 Aceh, per tanggal, 4 April 2020, pukul 15.00 WIB, mengatakan informasi tersebut merupakan data akumulatif yang dikumpulkan dari 23 kabupaten/kota, melalui Posko Covid-19 Kesehatan Aceh.

Sementara itu, sambungnya, jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP), tercatat 52 kasus, bertambah 3 kasus dari kemarin 49. Jumlah PDP yang dirawat di rumah sakit rujukan provinsi maupun kabupaten/kota sebanyak 10 kasus. Berkurang satu kasus dibandingkan kemarin. PDP yang pulang dan sehat 38 kasus.

Lebih lanjut SAG menjelaskan, PDP konfirmasi Positif dalam perawatan Tim Medis RICU RSUZA Banda Aceh sebanyak 4 kasus. Sedangkan PDP yang meninggal tidak ada penambahan, selain satu PDP Positif Covid-19, dan satu lagi meninggal PDP Negatif.

Pemberlakuan Jam Malam di Aceh


Sementara itu, penerapan jam malam di Acwh yang sempat diberlakukan 29 Maret 2020 hari ini (4/4/2020) dihentikan.

Berkaitan itu, aktifitas malam di Aceh sudah bisa dilanjutkan lagi. “Karena belum diikuti program savety net yang memadai.

Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, M.T., saat dalam sebuah interview yang disiarkan oleh TVRI (4/4/2020), mengatakan saat arahan Presiden Jokowi, Pemerintah Aceh telah menyiapkan sejumlah skema distancing sosial.  “Kita juga sudah siapkan anggaran tidak terduga dari APBA sebesar Rp 118 milyar,” kata Nova.

Dana tersebut, kata Nova akan sepenuhnya dicadangkan untuk pelaksanaan sosial safety net dan untuk bidang kesehatan terutama seperti rapid test.

Kata Nova, untuk mengatasi penurunan sektor ekonomi terutama di sektor pariwisata, lanjut pihaknya merancang program safety net yang dukungan pembiayaannya bersumber dari Inpres nomor 4 yang dikeluarkan pemerintah.

Anggaran tersebut nantinya bisa dialihkan dari anggaran fisik ke anggaran sosial budaya dan kesehatan, khususnya sosial safety net.

“Itu semua sudah berjalan. Per hari ini, sebanyak 60 ribu keluarga penerima manfaat kita data dan kita jalankan, yang pertama dengam skema pembagian sembako per 2 minggu per kk”, kata Nova. | Acehtrend.com

Per hari ini, PLN sudah berhasil menyediakan listrik gratis atau diskon untuk 8,5 juta pelanggan prabayar. Foto/Ist
JAKARTA - PLN terus berupaya memberikan kemudahan bagi 24 juta pelanggan rumah tangga 450 Volt Ampere (VA) yang mendapatkan listrik gratis dan 7 juta pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi yang mendapatkan diskon sebesar 50% untuk bulan April, Mei dan Juni.

Khusus 11 juta pelanggan yang menggunakan kWh meter prabayar, pelanggan akan mendapatkan token listrik berdasarkan penggunaan terbesar selama tiga bulan terakhir.

Hingga Sabtu (4/4/2020) pukul 15.00 WIB, PLN sudah berhasil menyediakan listrik gratis atau diskon untuk 8,5 juta pelanggan. Sementara, token untuk 2,5 juta pelanggan lainnya akan diperbaharui secara bertahap paling lambat hingga tanggal 11 April 2020.

"Sudah 8,5 juta pelanggan prabayar yang kami input token gratis ataupun diskonnya. Saat ini layanan utama untuk mendapatkan token tersebut kami arahkan melalui website www.pln.co.id. PLN sudah menambah kapasitas situs tersebut hingga empat kali lipat dari kondisi tertinggi sebelumnya," jelas Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka.

Token listrik gratis untuk pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi dapat didapatkan dengan cara:
1. Buka Alamat www.pln.co.id kemudian masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihan stimulus covid-19.
2. Masukkan ID Pelanggan/ Nomor Meter. Kemudian Token Gratis akan ditampilkan di Layar.
3. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

Sementara, untuk kemudahan pelanggan, PLN juga menyiapkan layanan WhatsApp melalui nomor 08122123123. Pada pagi tadi, jelas Made, memang ada sedikit kendala terkait perbaikan kapasitas server agar dapat segera diakses kembali. Diharapkan, layanan WhatsApp tersebut dapat beroperasi normal pada Senin (6/4).

"Kami mohon maaf karena Whatsapp belum bisa beroperasi maksimal karena terbatasnya kapasitas. Bayangkan jutaan orang mengirim pesan bersamaan. Oleh karena itu, kami terus melakukan komunikasi agar bisa beroperasi kembali. Targetnya Senin sudah operasi normal," ucap Made.

Dia menjelaskan, jika melalui layanan Whatsapp, token listrik bisa didapatkan dengan cara:
  1. Buka Aplikasi WhatsApp. 
  2. Chat WhatsApp ke 08122-123-123 , ikuti petunjuk, salah salah satunya masukkan ID Pelanggan. 
  3. Token gratis akan muncul. 
  4. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.
Sementara, untuk pelanggan rumah tangga 450 VA yang menggunakan kWh meter pascabayar, biaya rekening bulan April akan langsung digratiskan. Kemudian pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi yang menggunakan kwh meter pascabayar, rekening yang harus dibayarkan pada setiap bulannya akan dikurangi 50%.

"Kami menyadari di situasi seperti saat ini, baik listrik gratis ataupun diskon ini sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita yang kurang mampu. Kami akan pastikan semua pelanggan yang berhak harus mendapatkan haknya," tutup Made. | Sindonews

Para napi yang mendapat program asimilasi di Lapas Kelas I Lowokwaru Kota Malang. Dok/ Istimewa
Banda Aceh - Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana Dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Penyebaran COVID-19 telah dikeluarkan melalui surat nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020.

Lebih kurang 22.158 narapidana dan anak dari berbagai lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan negara, serta lembaga pembinaan khusus anak yang ada di Indonesia, dinyatakan bebas, termasuk di Provinsi Aceh.

“Pengeluaran narapidana dan anak untuk asimilasi di rumah atau isolasi mandiri dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19, dilaksanakan di seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Aceh,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Aceh, Meurah Budiman, saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4).

(Mobil Mudik/Twitter@VostokMerah)
STATUSACEH - Cuitan kiai NU Nadirsyah Hosen soal mudik bisa jadi guyonan dan bisa juga jadi pertanyaan. Ia mentweet kebijakan pemerintah pusat soal mudik Idul Fitri yang dianggapnya agak ambigiu.

Pihak Istana Kepresidenan mengatakan warga diperbolehkan mudik pada lebaran Idul Fitri tahun ini. Namun, Istana meminta para pemudik itu melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Atas kebijakan pemerintah tersebut, Nadirsyah Hosen lewat akun media sosial pribadinya di Twitter mentweet tiga pertanyaan.

"Ada yg bisa jelasin lebih jauh:
1. Ada pembatasan sosial berskala besar, tapi boleh mudik. Gimana? Emang mudik gak rame2?
2. Boleh mudik tapi isolasi mandiri 14 hari. Jadi gak ketemu orang dong?
3. Boleh mudik, tapi para tokoh diminta sosialisasi agar warga gak mudik. Lho kok?" cuit @na_dirs pada 2 April 2020.

Dari cuitan ini, coba perhatikan pertanyaan nomor 2.Boleh mudik tapi isolasi mandiri 14 hari. Jadi gak ketemu orang dong?"

Sontak para netizen memberikan beragam komentar. Dari yang serius hingga  bercanda.

"Terimakasih prof. Sudah terwakili! MEMBINGUNGKAN!" cuit @wahhabicc_jabar

"Tul.Saya malah berfikir kl pemda menyediakan bangsal utk isolasi massal.
Tapi apa ya mungkin semudah itu?" jelas @maoloodee

"Cutinya 10 hari, suruh isolasi 14 hari. Jadi mudik cuma buat isolasi. Ncen ra jelas pemrentah iki," cicit @sastropwr

"Ngga ngerti, saya juga bingung," cuit @ranransoe

"saya juga bingung, Prof...," cuit @narkosun

"Mungkin maksudnya buat apa mudik kalau dikampung cuma disuruh isolasi ngono gus," ujar @Zakadey

"Tambah lg.. boleh mudik tp hrs isolasi diri 14 hari.. pulang2 ke Jkt dipecat dr kantornya krn bolos..Piye jal GusProf?" tanya @masaffan_

"Mudik disuruh isolasi, yang ada liburnya habis gak jadi silaturahmi. Trus buat apaaaaa. Makin aneh aja ni Negara," komen @DinnaLeili. (foto Sidewinder @VostokMerah)

,
Banda Aceh – Komandan Kodim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis, S.I.P beserta puluhan anggota melaksanakan donor darah bertempat di Aula Makodim 0101/BS Jalan S.T.A Mahmudsyah Nomor 32, Gampong Baro, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Jum’at (03/04/2020).

Dandim 0101/BS mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya membantu Palang Merah Indonesia (PMI) mengatasi kekurangan persediaan darah akibat sosial distancing untuk menghadapi pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

“Kita akan selalu siap mendukung setiap kegiatan sosial, seperti sekarang ini kita beramai-ramai mendonorkan darah untuk membantu PMI memenuhi persediaan darah dalam menghadapi Pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui bersama, pandemi Covid-19 membuat dampak yang cukup besar, salah satunya pada PMI, sehinga saat ini PMI sangat kesulitan untuk mendapatkan dan mengumpulkan darah, bahkan hampir diseluruh Indonesia darah terputus.

“Menyikapi hal itu, kita bekerjsama dengan PMI Kota Banda Aceh untuk menggelar kegiatan ini. Alhamdulillah, kita berhasil mengumpulkan darah sebanyak 42 kantong” tutur Dandim.

Dandim juga menambahkan, sebelum memasuki tempat donor darah, setiap pendonor untuk tidak berkerumun, menjaga jarak dan mengatur kedatangan secara bergantian.

“Mekanisme kegiatan donor darah ini kita lakukan secara bergantian dan setiap pendonor mengantri dengan tetap memperhatikan jarak perorangan,” pungkasnya.  

Lhokseumawe – Tim Tanggap COVID-19 PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) melakukan penyemprotan disinfektan serta menyerahkan bantuan ‘Antiseptic Chamber’di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara, yang berada di Kota Lhokseumawe, Jumat (3/4/2020).

Penyemprotan cairan disinfektan dan bantuan itu dalam rangka pencegahan virus corona atau COVID-19. Penyerahan antiseptic chamber tersebut dilakukan Manajer Humas PT PIM, Nasrun, diterima Humas RSUCM Aceh Utara, Jalaluddin. Dalam kesempatan itu, tim tanggap COVID-19 PT PIM melakukan penyemprotan di lingkungan Rumah Sakit Cut Meutia serta dalam ruang isolasi pasien covid dan sejumlah ruangan lainnya.

Manager Humas PT PIM, Nasrun, mengatakan, pihaknya menyerahkan bantuan dua unit antiseptic chamber untuk RSUCM dalam rangka pencegahan COVID-19. Di mana chamber itu mempunyai fungsi untuk sterilisasi secara keseluruhan badan bagi para perawat, relawan, serta seluruh tamu yang berkunjung di rumah sakit tersebut.


“Kita terus melakukan berbagai kegiatan untuk mencegah penyebaran virus corona. Tidak hanya di RSUCM, bahkan PT PIM juga telah melaksanakan penyemprotan disinfektan di pasar dan 18 gampong yang berada di Kecamatan Dewantara. Tentunya kita selalu berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan siap membantu apa yang dibutuhkan nantinya, jika memang ke depannya wabah virus corona terus meningkat,” kata Nasrun, kepada wartawan.

Nasrun menambahkan, penyemprotan hal yang sama juga dilakuka di seluruh masjid, musala, perkantoran serta fasilitas umum lainnya bertujua untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona tersebut. Oleh karena itu, PIM terus akan mengawasi masyarakat dan kantor layanan publik lainnya yang sangat membutuhkan, tim satgas COVID-19 PT PIM sangat siap untuk membantu.

“Kita juga berharap kepada masyarakat untuk mendukung dengan pencegahan COVID-19 dengan cara mematuhi imbauan dari pemerintah, yaitu tidak banyak keluar rumah. Selain itu, kita juga berkomitmen membantu masyarakat dari segi kebutuhan sembako apabila ke depan ada diterapkan lockdown,” ujar Nasrun.

Humas RSUCM Aceh Utara Jalaluddin mengatakan, penyerahan dua unit antiseptic chamber dari PT PIM itu sangat bermanfaat bagi pihak rumah sakit yang saat ini sedang mewabahnya COVID-19. Sedangkan untuk perlengkapan yang dibutuhkan, itu memang beberapa waktu lalu ada bantuan alat pelindung diri (APD) ada 30 set dari pihak provinsi, dan hari ini (Jumat) terdapat 20 set dari Dinas Kesehatan Aceh Utara sehingga ketersediaan APD saat ini ada 50 set.

“Akan tetapi untuk saat ini baik pasien ODP maupun PDP virus corona, itu belum ada yang kita tangani. Kita harapkan ke depan mudah-mudahan tidak ada lagi pasien tersebut yang akan dirawat di RSUCM. Artinya, semoga wabah corona itu cepat hilang dan segera situasi kembali normal sebagaimana biasanya,” ungkap Jalaluddin. [TM]

Aceh Utara- Wisata Gunung Salak sedang diupayakan pengembangan dalam berbagai sektor melalui sumber dana Pemerintah dan investasi persorangan untuk memperluas ekonomi masyarakat serta mempertajam kemajuan daerah.

Ketua kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Salak, Azhari, ST, 
Sabtu 4/4/2020, mendesak Pemkab Aceh Utara, untuk menyelesaikan status tanah kawasan Gunung Salak, dimana sebagian masuk hutan tanaman industri (HTI) untuk nenjadi kawasan tanah rakyat, supaya pengembangan terus berlajut dalam berbagai sektor baik itu melalui anggaran pemerintah maupun investasi persorangan.

"Bila Pemerintah Aceh Utara tidak turun tangan menyelesaikan status tanah menjadi kawasan tanah rakyat, maka gunung salak tidak bisa membangun di semua lini," kata Azhari.

Salin itu, gunung salak yang terletak di Gampong Alue Dua Kecamatan Nisam Antara, sebagian masuk HTI kiri dan kanan jalan lintas Kka-Bener Meriah, Saat ini kawasan itu dipegang oleh PT. Rencong Pulp and Paper Indusrty (PT RPPI).

"Saya mendesak Pemkab Aceh Utara turun tangan dalam menyeselasikan status tanah kawasan gunung salak, agar bisa dilakukan pengembangan dalam segala sektor melalui sumber dana Pemerintah dan Investasi," ungkap Azhari. (Red)

Raut wajah bahagia bercambur cemas terpancar dari puluhan warga binaan LP Narkotika Langsa, ketika mendapatkan program asimilasi rumah, Jumat (3/4/2020). (Foto/Munawar)
Langsa - Suasana haru, bahagia dan ceria bercampur cemas terpancar dari raut wajah 33 warga binaan permasyarakatan (WBP) di Lembaga Permasyarakatan Narkotika Langsa, karena mendapatkan program asimilasi rumah dalam upaya pencegahan pandemi virus Corona (COVID-19).

Kepala Lapas Kelas II B Narkotika Langsa, Herman Anwar Amd, kepada Waspada, Jumat (3/4/2020) mengatakan, pengeluaran dan pembebasan narapidana tersebut, tertuang melalui program asimilasi dan integrasi sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Hal itu sesuai dengan Permenkum dan HAM No 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.

Dia menjelaskan, saat ini napi yang menghuni LP Narkotika Kelas IIB Langsa dari sekira 578 orang, dengan kapisitas daya tampung LP tersebut sekitar 395 orang. Jadi yang mendapatkan program asimilasi rumah sebanyak 33 orang WBP, ujarya.

Adapun, pembebasan narapidana ini dilakukan sesuai dengan persyaratan integrasi, di mana warga binaan yang mengikuti program asimilasi telah menjalani 1/2 dari masa pidananya dan 2/3 dari masa pidananya jatuh sebelum tanggal 31 Desember 2020, imbuh Herman Anwar.

Sumber: Waspada Aceh


Aceh Utara - Anggota DPRK Aceh Utara H.Jirwani (Nek Jir) melakukan penyemprotan desinfektan di sejumlah Masjid dan Meunasah di kecamatan Nisam, kabupaten setempat. Jumat (3/4/2020).

Penyemprotan tersebut untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) yang selama ini meresahkan masyarakat. Kegiatan itu juga melibatkan unsur KPA Nisam dan Danramil kecamatan Nisam Kapten Inf Saifullah.

"Alhamdulillah, masjid yang kami semprot hari ini diantaranya masjid Blang Dalam Tunong serta dayah, Masjid dan Meunasah Paloh mampree,  masjid dan menasah Gampong Panton dan juga Gampong Meunasah Alue," sebut Nek Jir.

Anggota komisi C DPRK Aceh Utara dari Partai Aceh itu menyebutkan penyemprotan disinfektan di masjid-masjid dan Meunasah tersebut sangat perlu dilakukan untuk menjaga kenyaman masyarakat dalam beribadah dan pencegahan penyebaran virus Corona.

Selain itu, Nek Jir mengimbau masyarakat agar tidak panik terkait informasi tentang virus Covid-19, apalagi informasi diterima dari media dan sumbernya yang tidak valid.

“Untuk info akurat terkait virus Corona, sebaiknya mengupdate di media resmi, jangan langsung menerima isu melalui mulut ke mulut," imbau Nek Jir yang juga putra asli Nisam.(*)

Jakarta - Perkembangan pandemi Covid–19 telah berdampak buruk pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia, tak terkecuali masyarakat perdesaan.

Mensikapi Pemerintah yang telah bertindak responsif dengan menerbitkan Perppu Nomor 1 tahun 2020 dan berbagai regulasi lainnya, Pimpinan Komite I DPD RI yang terdiri dari Ketua Dr. Agustin Teras Narang (dapil Kalteng), Wakil Ketua antara lain Fachrul Razi (Aceh), Jafar Alkatiri (Sulut) dan Dr. Abdul Kholik (Jateng) menyampaikan beberapa sikap politik di Jakarta, Kamis 2 April 2020.

Pertama, Fachrul Razi mengatakan bahwa Komite I DPD RI mendukung kebijakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo terkait penerbitan Perppu nomor 1 tahun 2020 yang telah dipertegas dalam bagian penjelasan bahwa “Pengutamaan Penggunaan Dana Desa adalah dapat digunakan antara lain untuk bantuan langsung tunai kepada penduduk miskin di desa dan kegiatan penanganan pandemi Covid – 19 di desa”.

Karena itu, Komite I DPD RI mendesak Presiden Joko Widodo untuk memerintahkan kepada Menteri Desa PDTT, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri agar segara melakukan percepatan penyaluran dan pencairan dana desa bagi desa–desa yang belum memperoleh Dana Desa tahap pertama sebesar 40 persen.

Kedua, Fachrul Razi menegaskan untuk Memastikan Pemerintah Desa diseluruh Indonesia agar dalam menyusun rencana kerja dan anggaran terkait Covid–19 melakukan tahapan sesuai kluster yang terdiri dari: Pertama Tahap Pencegahan, seperti sosialisasi PHBS, Protokol covid–19, dan lain sebagainya. Kedua, Tahap Penanganan atau Isolasi. Komite I DPD RI melihat apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Desa Gunung Wuled, Kabupaten Purbalingga dapat menjadi pembelajaran bagi desa – desa lainnya, yaitu memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.

Ketiga, Tahap Penindakan. Pada tahapan ini apabila ada yang perlu ditegaskan termasuk mengaktifkan aspek keamanan. Keempat, Tahap Pemulihan, yaitu berupa program kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) sebagaimana telah diatur dalam SE Mendes PDTT nomor 8 tahun 2020 tentang Desa Tanggap covid 19 dan Penegasan PKTD. Pemulihan yang dimaksud adalah diperuntukan bagi warga desa yang kehilangan pendapatan termasuk pemudik yang kembali dari wilayah perantauannya.

Ketiga, Fachrul Razi menyampaikan bahwa dalam sikap politik DPD RI, Mengingatkan kepada Pemerintah Desa agar dalam menyusun rencana anggaran dan kegiatan serta melakukan realokasi anggaran untuk pencegahan dan penanganan Covid–19 mengacu pada pasal 16 ayat 1 huruf e juncto pasal 17 ayat 5 Permendagri nomor 20 tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Hal ini agar terhindar dari dugaan temuan dan dapat terakomodir dalam Siskeudes.

Terkait poin 2 dan 3 tersebut diatas, Komite I DPD RI meminta pembinaan dan pengawasan dari Pemerintah Kabupaten/Kota diperkuat yang mendasarkan pada Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) yang berlaku.

Terkait poin 2 dan 3 tersebut diatas, agar pelaksanaan pencegahan dan penanganan pandemi Covid–19 dapat berjalan baik, maka Komite I DPD RI juga mendesak para Pendamping Desa disemua tingkatan untuk memperkuat pendampingannya kepada pemerintah desa, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya berdasarkan aturan yang berlaku. (Red)

Lhoksukon - Sebanyak 52 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara diberikan kebebasan untuk pulang ke rumah masing-masing setelah mereka mendapatkan SK asimilasi, Kamis (2/4/2020).

Proses penyerahan SK asimilasi secara seremonial tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Yusnaidi S.H yang didampingi pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten setempat, Kepala Bapas Kelas II A Lhokseumawe, Abu Hanifah Nasution SH, pihak kepolisian dan sejumlah wartawan.

"Pemberian SK asimilasi itu berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 10 Tahun 2020 tentang syarat pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19," kata Yusnaidi.

Yusnaidi mengatakan, pemberian asimilasi itu dimana para Napi yang telah menjalankan setengah dari masa pidananya dan 2/3 jatuh pada 31 Desember 2020. Narapidana yang diberikan kebebasan untuk menghirup udara bebas tersebut diharapkan dapat menetap di rumahnya masing-masing.

"Dan ini merupakan suatu yang luar biasa, karena juga merupakan salah satu program untuk mengantisipasi over kapasitas. Maka dengan adanya (asimilasi) ini, kemarin jumlah napi 373, hari ini sudah berkurang 52 orang," jelas Yusnaidi.

Yusnaidi menambahkan, seandainya narapidana yang diberikan kebebasan tersebut membuat masalah di luar, maka kemungkinan besar SK asimilasinya tersebut akan dicabut dan kembali menjalani hukum.[Goaceh]

Jakarta - Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyarankan ke Polri dan Kejaksaan Agung mengikuti langkah Kementerian Hukum dan HAM dalam mencegah penyebaran virus Corona  di antara para tahanan yang kini mendekam di rumah tahanan (Rutan).

Langkah nya yakni menerapkan asimilasi bagi para tahanan dengan menerbitkan instruksi kepada jajaran di bawahnya, baik rutan di tingkat polsek, polres, polda, mabes polri, begitu pula rutan Kejari, kejati, maupun kejagung

“Kebijakan Menkumham harus diikuti oleh penegak hukum lainnya, dalam hal ini polri dan kejaksaan. Asimilasi dapat diberlakukan kecuali bagi mereka yang residivis atau memiliki catatan melarikan diri dan atau menghilangkan serta merusak barang bukti. Termasuk penilaian subjektif penyidik,” ujar Choirul di Jakarta, Kamis 2 April 2020.

Dia menegaskan, para tahanan tersebut tidak dibebaskan karena masih dalam tahapan di kepolisian dan belum ada keputusan dari pengadilan. Mereka hanya dikenakan tahanan kota atau tahanan rumah.

“Iya, itu alternatifnya, (tahanan) rumah atau kota. Tidak ditahan di rutan saja. Aturan hukumnya ada di KUHAP," katanya.

Komisioner Komnas Ham lainnya, Amiruddin berpendapat bahwa untuk mengurai persoalan kelebihan kapasitas sebuah rutan yang berpotensi ancaman besar bagi penyebaran Covid 19, maka Kapolri dapat mengeluarkan peraturan Kapolri untuk mempertegas Peraturan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Intergrasi bagi Narapidana dan Anak tersebut.

"Meski pun demikian Polisi perlu menyiapkan mekanisme pengawasannya atau diberi wajib lapor," ucapnya.

Amirrudin melanjutkan pembebasan sementara tahanan itu guna menciptakan ruang jaga jarak antar tahanan di balik jeruji. Bukan untuk menghapus pidana yang disangkakan.

" Karena tindak pidana harus diproses. Untuk saat ini (karena penyebaran Covid-19) ditunda dulu," imbuh Amirrudin.

Terpisah, Nelly Siringoringo , istri dari salah satu penghuni Rutan Bareskrim Mabes Polri menyatakan bahwa Kapolri harus mendukung kebijakan pemerintah mengatasi penyebaran masal virus Corona, melalui darurat kesehatan masyarakat Dan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB)

Ia memperkirakan, total penghuni rutan-rutan yang tersebar di kantor-kantor Kepolisian tersebut berjumlah puluhan bahkan ratusan ribu. Dan biasanya mereka dikumpulkan didalam satu ruangan sel yang jumlahnya dapat mencapai belasan orang. Maka, sangat mungkin para penghuni rutan-rutan tersebut beresiko tinggi terpapar Covid-19.

Maka, demi mencegah dan menanggulangi  penyebaran wabah corona, dan mensuksekan kebijakkan yang telah di canangkan oleh pemerintah. Presiden Jokowi perlu meminta Kapolri supaya mengeluarkan kebijakan, yaitu; membebaskan, atau menangguhkan, atau mengalihkan tahanan menjadi tahanan kota atau rumah bagi para penghuni rutan-rutan yang berada dibawah institusinya.

“Implementasinya Kapolri harus menginstrusikan seluruh jajaran nya untuk memgeluarkan semua tahanan di Rutan-rutan suluruh wilayah kepolisian Indonesia dari Mabes sampe Polsek,” kata Nelly.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly telah memberikan asimilasi dan integrasi terhadap 30.000 tahanan dewasa dan anak di Indonesia untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19. Kemenkumham saat ini bahkan berencana merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Hal itu lantaran napi koruptor dan narkotika, yang tata laksana pembebasannya diatur lewat PP itu, tidak bisa ikut dibebaskan bersama 30.000 napi lain dalam rangka pencegahan Covid-19 di lembaga pemasyarakatan (lapas). | Vivanews.com

Banda Aceh - Selain bertambahnya Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait virus corona (Covid-19) di Aceh, juga ada kabar baik dari tanah rencong.

Kabar baiknya adalah, jumlah pasien yang dinyatakan negatif Covid-19 juga terus bertambah dari hari ke hari. Sampai dengan data saat ini, sebanyak 59 orang disimpulkan bebas dari virus tersebut.

Berdasarkan informasi yang diposting akun instagram Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Kamis, 2 April 2020, pukul 10.00 WIB, sebanyak 59 pasien di Aceh telah dikonfirmasi negatif Covid-19 oleh laboratorium Balitbang Kemenkes RI.
Iya benar, yang di Instagram RSUDZA itu data resmi yang kami sampaikan, setiap saat perkembangan data nya kita update.
Angka negatif tersebut naik jika dibandingkan dari data sebelumnya. Pada 1 April 2020 pukul 10.00 WIB, jumlah pasien negatif hanya 30 orang. Kemudian, update pukul 16.00 WIB menjadi 58 orang. Artinya, semakin hari jumlah pasien negatif Covid-19 terus meningkat.

"Iya benar, yang di Instagram RSUDZA itu data resmi yang kami sampaikan, setiap saat perkembangan data nya kita update," kata Humas RSUDZA, Rahmadi saat dikonfirmasi, Kamis, 2 April 2020.

PDP terakhir yang dinyatakan negatif Covid-19 adalah pasien asal Aceh Utara berinisial EY, telah meninggal dunia pada Rabu, 25 Maret 2020, saat sedang menjalani perawatan di RSUD Zainoel Abidin.

Juru Bicara Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan, EY dinyatakan negatif Covid-19 setelah adanya hasil pemeriksaan laboratorium Balitbang Kemenkes RI, disimpulkan bahwa EY negatif terjangkit corona. Artinya, yang bersangkutan tidak terinfeksi Covid-19.

“Berdasarkan hasil laboratorium yang kami terima. Alhamdulillah, almarhum tidak terbukti mengalami infeksi corona virus,” kata Saifullah dalam keterangannya, Rabu, 1 April 2020.

Selain itu, Saifullah juga melaporkan bahwa angka pasien positif terpapar Covid-19 Aceh masih tetap 5 orang, yaitu 4 pasien sedang menjalani perawatan oleh Tim Medis Respiratory Instensive Care Unit (RICU) RSUD Zainoel Abidin, dan 1 orang sudah meninggal dunia. | Tagar.id

Penertiban Jam malam di Kecamatan Nisam oleh aparat gabungan.
Banda Aceh - Pemerintah Aceh memberlakukan jam malam untuk mengurangi aktivitas warga di luar rumah demi mencegah penyebaran virus corona. Ombudsman Aceh menilai penerapan jam malam di Aceh tidak tepat.

"Masa lalu di Aceh jam malam diberlakukan dalam darurat sipil, yang kemudian meningkat menjadi darurat militer karena keadaan bahaya menghadapi GAM. Tetapi sekarang kan situasinya beda. Yang kita hadapi bukan pemberontakan, tetapi pandemi Corona yang mendunia," kata Kepala Ombudsman Perwakilan Aceh, Taqwaddin, kepada wartawan, Kamis (2/4/2020).

Pemberlakuan jam malam di Aceh dimulai sejak 29 Maret hingga 29 Mei mendatang. Selama ada jam malam, warga tidak dibolehkan berada di luar mulai pukul 20.30 hingga pukul 05.30 WIB.

Taqwaddin menilai pemberlakuan jam malam dibenarkan dalam keadaan darurat sipil. Namun menurutnya pemerintah belum menetapkan status darurat sipil saat ini.

"Ini memang dibenarkan dalam UU Keadaan Bahaya. Makanya, presiden saja belum memberlakukan darurat sipil. Yang dikemukakan presiden beberapa hari lalu, itu baru wacana," jelas Taqwaddin.

"Tetapi yang diputuskan sebagai kebijakannya saat ini adalah pemberlakukan darurat kesehatan masyarakat, yang merupakan rezim dari UU Karantina Kesehatan. Inilah hukum positifnya saat ini," sambungnya.

Taqwaddin menyarankan Pemerintah Aceh mencabut pemberlakuan jam malam di Tanah Rencong. Dia menilai pemberlakuan jam malam menimbulkan trauma masa lalu bagi warga Aceh.

"Sebelum terjadinya kesan 'melawan' pusat, sebaiknya kebijakan pemberlakuan jam malam dicabut. Tentang jam malam yang sedang diberlakukan di Aceh, kesan saya telah menimbulkan nostalgia traumatik. Kami teringat pada masa konflik yang pernah terjadi belasan tahun lalu," tuturnya.

Seperti diketahui, setelah adanya pemberlakuan jam malam, jalan masuk kota di Aceh ditutup mulai pukul 20.30 WIB. Seluruh jalan masuk dan di dalam kota Banda Aceh dijaga ketat personel TNI dan Polri. | Detik.com

Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudjana saat pesta pernikahan di sebuah hotel di Jakarta pada 21 Maret 2020. Foto: Tangkapan Layar Instagram
JAKARTA - Menggelar pesta pernikahan saat virus Corona mewabah, Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudjana dicopot. Pesta yang diselenggarakan di sebuah hotel di Jakarta pada 21 Maret 2020 tersebut viral di media sosial.

Ini jelas melanggar Maklumat Kapolri mengenai larangan kegiatan masyarakat yang sifatnya berkumpul dalam rangka menghadapi penyebaran Covid-19.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, terpaksa mencopot jabatan Fahrul dari Kapolsek Kembangan karena terbukti melakukan pelanggaran disiplin.(Baca juga: Maklumat Kapolri: Tindak Tegas Penimbun Bahan Pokok dan Perkumpulan Massa)

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh Propam Polda Metro Jaya, yang bersangkutan telah melanggar disiplin dan juga melanggar Maklumat Kapolri,” tegas Yusri, Kamis (2/4/2020).

Maklumat tersebut juga berlaku untuk anggotaPolri dan keluarganya. Jadi kalau ada yang tidak menaati, maka siapapun itu harus siap dengan segala konsekuensinya.

"Berdasarkan perintah Kapolda Metro Jaya sejak hari ini yang bersangkutan dimutasi ke Polda Metro jaya sebagai analis kebijakan," ucapnya. | Sindonews

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Banda Aceh - Sebanyak tujuh orang tenaga kerja asing (TKA) asal China terpaksa diterbangkan kembali ke Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, setelah kedatangannya ditolak warga Desa Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Rabu (31/3) dini hari.

Ada pun inisial para TKA yang ditolak kedatangannya tersebut masing-masing JL, ZW, ZS, W, WH, JG, serta ZWS.

"Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, ketujuh orang WN China ini terpaksa harus meninggalkan Nagan Raya, karena kedatangan mereka ditolak oleh masyarakat setempat," kata Kapolres Nagan Raya AKBP Risno SIK, Rabu (1/4) siang.

Semua warga asing tersebut diberangkatkan dari PLTU 3-4 Nagan Raya menuju Banda Aceh.

Perjalanan mereka dikawal petugas Imigrasi Meulaboh menggunakan tiga unit kendaraan roda empat, masing-masing Kijang LGX dengan nomor polisi BL 162 EB, Toyota Avanza warna hitam BL 1198 EE, serta Toyota Innova Reborn BK 1610 AAQ.

Kapolres Risno juga menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan oleh petugas Imigrasi Meulaboh, seluruh warga China tersebut mempunyai dokumen lengkap.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas kesehatan Publik Service Centre (PSC) Nagan Raya bahwa seluruh warga China ini dalam keadaan sehat," kata Kapolres Risno menambahkan.

Tujuh warga asing tersebut terpaksa harus meninggalkan Nagan Raya setelah masyarakat menolak kedatangan mereka di tengah wabah virus corona. (Antara)

Ilustrasi
IDI- Diduga akibat kelelahan menyemprotkan cairan Disinfektan guna pencegahan Covid-19 salahsatu narapidana Lapas idi Aceh Timur tidak dapat menggerakkan tangan kiri ataupun lumpuh.

Nasrul (57) warga Alue Bu, Pereulak, Aceh Timur yang juga terpidana 10 tahun kasus narkoba mendadak saat terbangun tidur pagi hari,Kamis (27/3/2020) tidak dapat menggerakkan lengan kirinya.

Kepada reporter, Nasrul mengaku dirinya pada Rabu (26/3/2020) diminta oleh petugas Lapas Idi menyemprotkan cairan Disinfektan ke seluruh blok dan kamar hunian lapas idi hingga ruang portir.

"Mulai jam 9 pagi sampai jam dua siang, dari napi saya sendiri yang disuruh semprotkan cairan itu ke semua kamar napi dan ruang portir,ada satu petugas juga yang ikut bantu ",ujar Ayah Nasrul sapaan akrabnya.

Menurut Nasrul, dirinya tidak berhenti atau istirahat sedikitpun saat hari melakukan penyemprotan tersebut. Dan dia juga menduga tangan kirinya kelelahan memompa semprot cairan disekfektan.
Menyadari tangan kirinya tidak dapat digerakkan nasrul lansung melaporkan pada petugas apa yang dialaminya.

" Mereka lansung periksa saya, katanya darah saya sedang tinggi, mau dirujuk ke rumah sakit, saya gak mau, jadi disuruh pulang dan berobat kampung,tapi tidak dikasih uang, saya berobat pakai uang dikasih sama anak ", jelas Nasrul yang mengaku berada dirumah dalam keadaan masih sakit tangannya. 

Sementara, Kalapas II B Idi Eka Priyatna menyebutkan, Selasa (31/3/2020) Ayah Nasrul selama ini di perbantukan sebagai tamping, dan usianya sudah 50 tahun lebih, jadi sebelum kejadian tersebut, menurutnya, Nasrul sering mengeluh darah tinggi, dan terakhir pihak lapas diperbantukan untuk menyomprot disinpektan, kemudian ada keluhan lumpuh layu.

"Sebelum penyemprotan itu dia sehat tetapi beliau juga mempunyai Medical records nya terkhir ini sering sakit kepala dan darah tinggi," katanya.

Tambah Eka, ketika melakukan penyemprotan Nasrul dalam kondisi baik-baik saja namun keesokkan harinya dia mulai mengeluh tangan kirinya itu sakit eggak bisa diangkat.


"Usai dia ngeluh, kemudian kita bawa ke klinik terus kita rujuk ke Rumah sakit, namun dia meminta untuk pengobatan tradisional. Namun terkait dengan itu kami punya kewajiban untuk melakukan upaya penanganan secara medis kepadanya," tambah Eka.(tim)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.