2020-09-06

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Teks dan foto : Usai acara peusijuk dan pisah  sambut Direksi Utama PT. PIM Yanuar Budi Norman bersama pejabat lama Husni  Achmad Zaki melakukan foto berfose di Kediaman Dirut Komplek perumahan PT. PIM, Jumat (10/9), Krueng Geukuh Kec. Dewantara Kab. Aceh Utara.



Lhokseumawe : Karena faktor penyebaran Covid-19 kian mengkhawatirkan kehidupan masyarakat luas, terpaksa membatasi jumlah undangan dalam acara peusijuk sekaligus pisah sambut Dirut Pt. PIM baru Yanuar Budi Norman  dengan pejabat lama Husni Achmad Zaki di kediaman Dirut Komplek perumahan PT. PIM, Jumat (10/9), Krueng Geukuh Kec. Dewantara Kab. Aceh Utara. 

Hal itu diungkapkan Manager Humas Pt. PIM Nasrun melalui press realesenya terkait acara tepung tawar ( peusijeuk ) juga berlangsung sederhana tanpa diwarnai kemeriahan. 

Nasrun mengatakan, mengingat kondisi pandemi covid-19 di Aceh sekarang masih terus meningkat jumlah korban yang terpapar, maka pihaknya  perlu membatasi jumlah undangan acara. 

 Sehingga acara peusijuek dan pisah Sambut Direksi hanya dihadiri oleh internal perusahaan, tokoh masyarakat Dewantara, Muspika Dewantara beserta geuchik-geuchik Desa lingkungan serta hadir juga oleh tokoh masyarakat Aceh juga mantan Gubernur Aceh di Jakarta Bapak Abdullah Puteh.

Sedangkan direksi PT PIM yang baru, peusijuek dilakukan oleh Tgk. H. Muhammad Sufi (Ulama), Tgk.Zainuddin Basyah (Imam Besar Masjid Bujang Salim) Krueng Geukueh dan H. Abu Bakar Abbas ( tokoh masyarakat Dewantara). 

Sesuai adat istiadat, orang Aceh suka memuliakan ken kedatangan tamu dan peusejuk merupakan salah satu ritual atau prosesi adat dalam budaya masyarakat Aceh, tradisi ini dilakukan untuk memohon doa keselamatan, ketentraman, dan kebahagiaan dalam kehidupan. 

Nasrun menjelaskan direksi PT PIM diganti pejabat baru berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada tanggal 25 Agustus 2020 ditetapkan Yanuar Budinorman sebagai  Direktur Utama PT PIM menggantikan Husni Achmad Zaki. 

Kemudian  Jaka Kirwanto sebagai Direktur Operasi dan Produksi mengantikan Pranowo Tri Nusantoro  dan Rochan Syamsul Hadi sebagai Direktur Keuangan & Umum dan ketiga Direksi tersebut di peusijuek bersama istri.

Sesuai Keputusan RUPS LB, jabatan Direktur SDM & Umum yang sebelumnya dijabat Usni Syafrizal ditiadakan, karena hal ini sejalan dengan sasaran Kementerian BUMN untuk merampingkan struktur manajemen BUMN dan anak perusahaan BUMN.

Nasrun juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh stakeholder dan seluruh para awak media yang tidak hadir atau diundang dalam acara pisah sambut Direksi PT PIM. 

“Namun sebagai gantinya, pihak jajaran direksi berencana melakukan kunjungan silahturahmi pada stakeholders di Kabupaten Aceh Utara dan Provinsi Aceh,” ujarnya. 

Nasrun berharap dengan dilakukan peusejuk terhadap jajaran Direksi PT PIM yang baru dapat memberikan kekuatan baru  bagi Direksi PIM untuk mengelola perusahaan menjadi semakin  lebih baik lagi. 

Sehingga PT PIM dapat berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional dan bermanfaat bagi masyarakat lingkungan maupun provinsi Aceh.

Nasrun menambahkan, dalam kesempatan itu mantan Dirut PT. PIM Husni Achmad Zaki, Pranowo Tri Nusantoro dan HUsni Syafrizal menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh alim ulama, tokoh masyarakat, stakeholder, media dan seluruh karyawan yang selama ini mendukung kepemimpinannya  
Karena dukungan kerjasama itu telah membuat kinerja PT PIM sampai saat ini baik dan menyampaikan permohonan maaf jika terdapat kesalahan, atau kesilafan baik itu merupakan kebijakan perusahaan ataupun atas tindakan pribadi. 

Sementara itu, Direktur Utama yang Yanuar Budinorman beserta Direksi lainya mengharapkan dukungan dari seluruh karyawan/ti stakeholder,tokoh agama.

Agar saling bersinergi dan optimis yang tinggi untuk membawa PIM menuju pengembangan perusahaan yang lebih baik. 


Lhokseumawe : Ratusan warga Keude Sawang Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh, Jumat (11/9), memadati rumah makan sate Berandang setempat guna mendapatkan 500 porsi makan siang gratis bersama Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto. 

Dalam pelaksanaan program Jumat Berkah kali ini, kapolres tampak melebur ditengah keramaian masyarakat seraya membagikan sebanyak 500 porsi makan siang gratis, masker dan kupon. 

Umumnya ratusan  jamaah Shalat Jumat di Masjid Darul Mulia, usai beribadah langsung antri berbondong-bondong mendatangi rumah makan sate Berandang Kec. Sawang. 

Setelah mendapatkan makan siang gratis, sebagian warga tidak membawa pulang, tapi memilih ikut makan bersama kapolres dengan leluasanya. 

 Karena bagi warga merasa menjadi moment paling langka bisa berada dekat dengan orang nomor satu di Polres Lhokseumawe. 

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, S.Ik, MH mengatakan, program Jumat barakah merupakan kegiatan rutin dilaksanakan Polres Lhokseumawe dengan mendatangi berbagai tempat umum di wilayah teritorial Polres Lhokseumawe hingga sebagian wilayah Kabupaten Aceh Utara. 

“Alhamdulillah setelah jum’at kita memberikan paket makan siang, bisa dimakan disini dan dibawa pulang. Mudah-mudahan program ini bisa dilaksanakan secara konsisten, program ini berpindah-pindah dari kecamatan satu ke kecamatan lain di wilayah hukum Polres Lhokseumawe,”ujarnya.

Kapolres mengajak masyarakat agar dapat meringankan langkah kakinya setiap hari Jumat untuk menikmati dan mendapatkan makan siang gratis disetiap tempat atau daerah yang digelarnya program Jumat  Barakah. 

“Jum’at baraqah kepada masyarakat kami khususnya jamaah Mesjid Darul mulia sawang lebih kurang dinikmati 500 jamaah dan alhamdullah semua dapat menikmatinya”pungkasnya. (ZN)



,
Lhokseumawe - Seluruh Unsur Komandan Satuan berkumpul di Korem 011/Lilawangsa mengikuti kegiatan Apel Dansat TNI-AD Tersebar TA.2020.

Lhokseumewe - Dengan tema "Kita Tingkatkan Soliditas & Profesionalisme Dansat Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok Kodam IM", para Komandan Satuan di jajaran Korem 011/Lilawangsa mengikuti kegiatan Apel Dansat TNI-AD tersebar Tahun 2020.

Berbeda dengan Tahun-tahun sebelumnya, dalam situasi Covid-19 saat ini, untuk pertama kalinya Kodam IM mengelar Apel Komandan Satuan (Dansat) secara virtual selama Dua Hari terhitung Kamis tanggal 10 sampai dengan Jumat 11 September 2020.

Apel Dansat TNI AD tersebut dibuka secara resmi oleh Kasdam IM Brigjen TNI Joko Purwo Putranto mewakili Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Hassanudin dengan Virtual, Kamis (10/09/2020) pagi, di Gedung BTU Kodam IM.

Sementara itu, Apel Dansat yang diikuti Danrem 011/Lw, Danbrigif 25/Siwah, para Dandim, Danyonif, Danramil, dan Komandan Kompi di Makorem 011/Lilawangsa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Kegiatan diawali dengan Olahraga pagi bersama, dilanjutkan menerima paparan para Asisten Kasdam IM secara virtual, terkait perkembangan terbaru dari setiap bidang.

Pada acara pembukaan Apel Dansat, Kasdam Iskandar Muda melalui Video yang ditayakan secara virtual membacakan amanat tertulis Pangdam IM  yang berisikan beberapa hal yang bertujuan untuk menyatukan visi dan misi juga sebagai pedoman dalam penugasan selanjutnya, sebut Kasdam.

Menciptakan kesamaan dalam pemahaman nilai-nilai jati diri prajurit Kodam Iskandar Muda guna memelihara soliditas yang dibangun melalui komunikasi dua arah antara pimpinan Kodam IM dengan para Komandan satuan. Pada kesempatan itu juga, Kasdam IM berkesempatan untuk memberikan arahan terkait dengan Kepemimpinan di era milenial, harapnya.

1 ,
Lhokseumawe - Seorang ibu rumah tangga, Fitriani (30) warga Desa Paloh Dayah, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, merasa terharu saat menerima kunci rumah dari Danrem 011/Lilawangsa, Kol Inf Sumirating Baskoro, Selasa (8/9/2020).

Dalam Penyerahan rumah dan bantuan tersebut, turut hadir Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya beserta rombongan. Dalam Acara tersebut juga dilakukan peuseujuk rumah dan pemilik.

Pada kesempatan itu, Danrem menyebutkan, bahwa sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat, maka Korem 011/Lilawangsa membangunkan rumah layak huni untuk janda anak tiga korban kebakaran tersebut.

"Alhamdulillah hari ini kita selesai membangunkan sekaligus meresmikan rumah Ibu Fitriani, yang merupakan korban musibah kebakaran pada 2 bulan yang lalu”, kata Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro, Selasa (8/9).

Dikatakannya, pengerjaan rumah korban kebakaran tersebut dibangun selama satu bulan dan dikerjakan sepenuhnya oleh prajurit TNI di jajaran Korem 011/Lilawangsa secara bergotong royong.

"Pembangunan rumah korban kebakaran ini memakai dana dari para prajurit Korem yang ingin bersedeqah, juga satuan Korem 011/Lilawangsa yang berasal dari para donatur dan sama sekali tidak memakai dana yang berasal dari negara”, jelasnya.

Menurutnya, rumah janda beranak tiga korban kebakaran tersebut dibangun secara semi permanen sesuai anggaran yang tersedia. Kemudian Korem 011/Lilawangsa juga memberikan bantuan Sembako dan pakaian layak pakai Ibu Fitriani

"Semoga saja bangunan rumah ini dapat menjadi tempat tinggal yang nyaman, memberikan rezeki dan bermanfaat bagi penerima bantuan," katanya.

Selain dari bentuk kepedulian terhadap kesulitan rakyat, Baskoro menyebutkan bahwa pembangunan rumah bagi warga tidak mampu tersebut juga merupakan salah satu program sosial dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) Ke-75.

"Selain bantuan rumah hari ini, saya juga sudah instruksikan kepada 9 Kodim di jajaran Korem 011/Lilawangsa untuk membangun paling sedikitnya satu rumah bagi kaum dhuafa di setiap wilayah Kodim, Alhamdulillah sedang terlaksana. Bahkan salah satu Kodim memang sudah menerapkan kegiatan ini sebagai kegiatan rutin yang dananya merupakan sedeqah dari para prajuritnya," kata Kolonel Inf Sumirating Baskoro.

Kemudian, program selanjutnya dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75, akan melakukan kegiatan donor darah masal di jajaran Korem 011/Lilawangsa, tutur Danrem.

"Kegiatan donor darah dalam menyambut HUT TNI ke-75 pada tanggal 22 September nantinya, kita akan menggelar kegiatan donor darah dan ditargetkan dapat mengumpulkan 600 kantong darah," harap Danrem Baskoro.

Sementara itu, penerima bantuan Fitriani (30), seorang janda anak tiga mengaku sangat terharu dan berterima kasih kepada TNI, khususnya Korem 011/Lilawangsa atas bantuan rumah yang telah dibangun kembali paska musibah kebakaran yang dialaminya beberapa bulan lalu.

"Saya ucapkan terimakasih kepada bapak Danrem, karena  selama ini tidak pernah  saya bayangkan untuk memperbaiki apa lagi membangun rumah", ungkap fitri dengan suara sedih sambil meneteskan air matanya.

Kegiatan turut dihadiri para Kasi Korem 011/LW, Camat Paloh Dayah, Ulama dan Kecik Paloh, serta para prajurit TNI dan warga setempat.

Jakarta (Rillis) - Komite I DPD RI mengapresiasi langkah-langkah dan upaya penegakan hukum Kepolisian RI dan Kejaksaaan Agung RI terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah khususnya dalam mendukung investasi di daerah. Komite I juga mengapresiasi langkah dan kebijakan yang diambil kedua lembaga Penegakan Hukum tersebut dalam rangka persiapan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah Desember 2020 dan penanganan Pandemi Covid-19.

Hal ini terungkap dalam Rapat Kerja Komite I DPD RI, Senin, 7 September 2020. Rapat Kerja berlangsung secara daring (zoom) yang dipimpin langsung oleh Ketua Komite I, Fachrul Razi, didampingi oleh Wakil Ketua Komite I yakni Abdul Khalik; Djafar Alqatiri dan Fernando Sinaga. Rapat Kerja ini juga dihadiri oleh sebagian besar Anggota Komite I dan Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono. Sementara dari Kepolisian dihadiri oleh Wakapolri, Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono dan Kejaksaan Agung dihadiri oleh Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi. Rapat Kerja sendiri dilaksanakan dalam rangka pengawasan terhadap penegakan hukum dan keamanan masyarakat dan daerah.

Dalam sambutannya, Ketua Komite I menyampaikan berbagai hal dan permasalahan yang terjadi di Daerah yang berkaitan dengan penegakan hukum dan keamanan masyarakat khususnya pada masa Pandemi ini. Seperti halnya penyelenggaraan Pilkada yang tetap dilaksanakan di Desember 2020 padahal kondisi dan fakta di lapangan menunjukkan adanya peningkatan penularan Covid19.

Masyarakat dan peserta Pilkada cenderung abai terhadap protokol kesehatan sementara aparat dan penyelenggara serta Pemda terlihat tidak mampu mengendalikan hal ini.

Sementara sejumlah Anggota Komite I menyoroti persoalan, antara lain; peran Aparat Penegak Hukum di Daerah dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Penanganan Covid19, Pilkada Serentak 2020, konflik lahan dan konflik masyarakat adat, dan bahkan Dana Desa. Selain itu, sejumlah senator juga menginginkan adanya kebijakan khusus terhadap dalam perekrutan Personil Kepolisian yang berasal dari Daerah.

Rapat Kerja yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini pada akhirnya menghasilkan beberapa Kesepatakan sebagai berikut:

1. Komite I DPD RI mengapresiasi penjelasan Wakil Kepala Kepolisian RI dan Wakil Jaksa Agung RI tekait dengan langkah-langkah dan upaya penegakan hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah khususnya dalam mendukung investasi di daerah, persiapan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah, dan penanganan Pandemi Covid-19;

2. Komite I DPD RI meminta Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung RI untuk senantiasa memberikan dukungan dan penguatan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah yang inovatif dan berdaya saing dengan memperhatikan masyarakat adat dan kearifan lokal serta ramah investasi untuk memenuhi prinsip penyelenggaraan pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel dan bebas KKN;

3. Komite I DPD RI meminta Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung RI agar dalam penegakan hukum penyelenggaraan pemerintahan daerah khususnya yang terkait dengan indikasi terjadinya KKN, lebih mengedepankan aspek pencegahan dan mengutamakan azas kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan sosial serta memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah dalam hal rekrutmen di Kepolisian dan Kejaksaan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku; dan

4. Komite I DPD RI meminta Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung RI agar dalam pelaksanaan fungsi representasi sebagai wakil daerah dan fungsi pengawasan Komite I DPD RI dapat bersinergi dan bekerjasama dengan Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung RI dalam penanganan keamanan, ketertiban dan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bersih dan bebas dari KKN serta pengawasan Pilkada dan pengawasan dana penanggulangan Covid 19.

Rapat Kerja berakhir pada pukul 13.30 dengan suatu Komitmen bahwa Komite I akan terus mengawasi dan berusaha untuk mencarikan solusi terhadap berbagai persoalan keamanan dan ketertiban yang terjadi di Daerah demi mewujudkan masyarakat Daerah yang berkeadilan dan bekesejahteraan.


Senin, 7 September 2020

Pejalan kaki tewas ditabrak mobil tangki Pertamina. (Foto: dok. Ditlantas Polda Aceh)
Banda Aceh - Seorang pejalan kaki di Aceh Barat, Aceh Andri Manto (61), tewas ditabrak mobil tangki Pertamina. Insiden itu diduga terjadi akibat sopir mobil pengangkut minyak itu mengantuk.

"Korban Andri meninggal ditempat. Sedangkan sopir mobil tangki Sayed Maulana (49) mengalami luka-luka," kata Dirlantas Polda Aceh Kombes Dicky Sondani saat dimintai konfirmasi, Selasa (8/9/2020).

Kecelakaan itu terjadi di jalan Meulaboh-Nagan Raya, persisnya di Desa Meureubo, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, pagi tadi. Saat itu, mobil tangki berpelat BL-9553-AN itu melaju dari arah Nagan Raya ke Meulaboh.

Ketika melintas di lokasi kejadian, yang merupakan jalan lurus dan sepi, pengemudi mobil diduga mengantuk. Mobil tanpa muatan itu hilang kendali sehingga melaju ke sebelah kiri jalan.

"Mobil kemudian menabrak pejalan kaki dan pagar rumah warga yang berada di sekitar TKP laka lantas," jelas Dicky.

Akibat kejadian tersebut, mobil mengalami kerusakan pada bagian depan. Menurut Dicky, pengemudi mobil melanggar Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Kejadian ini akibat kelalaian pengemudi mobil tangki Pertamina yang mengemudikan kendaraannya dalam keadaan mengantuk sehingga mengakibatkan terjadinya laka lantas" ujar Dicky. | detik.com

Sebanyak 297 pengungsi etnis Rohingya kemudian dikumpulkan sementara di pinggir pantai Ujung Blang, yaitu di bangunan kafe, sebelum akhirnya dipindahkan ke tempat yang lebih layak.
Banda Aceh - Pemerintah Indonesia akan memastikan hampir 300 orang Rohingya yang tiba di Aceh pada Senin (07/09) dini hari berada dalam kondisi baik dan sehat selama berada di penampungan, sedangkan UNHCR akan berdiskusi dengan pemerintah agar mereka dapat punya peluang untuk bekerja di Indonesia.

Namun, organisasi non-pemerintah Arakan Project, yang berbasis di Thailand dan telah lama fokus meneliti soal komunitas Rohingya, mewanti-wanti akan ada lagi arus kedatangan orang Rohingya tahun ini yang didalangi jaringan penyelundup manusia.

Bahkan, LSM itu meyakini kapal-kapal komunitas Rohingya akan bertolak dalam beberapa bulan ke depan, terutama di musim puncak yang biasanya jatuh pada "akhir Oktober atau November."

Dalam penjelasan kepada BBC News Indonesia, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, mengatakan pemerintah Indonesia akan menggolongkan 297 orang Rohingya sebagai migran ilegal sesuai ketentuan imigrasi.

"Mereka mengakui bahwa sebagian dari mereka sudah terdaftar sebagai pengungsi dari UNHCR di Bangladesh, namun masalah ini akan diverifikasi karena dari status mereka, masuk ke Indonesia secara ilegal, maka diberlakukan ketentuan imigrasi Indonesia sekarang," ujar Faizasyah, Senin (07/09).

Verifikasi status mereka sebagai pengungsi yang terdaftar di Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) akan dilakukan bersama dengan UNHCR Indonesia, kata Faizasyah.

"Kita bukan negara yang [meratifikasi] pada Konvensi Pengungsi [1951]. Sekarang statusnya mereka adalah illegal migrant karena masuk ke Indonesia tanpa dokumen keimigrasian, lalu akan diverifikasi klaim mereka, apakah mereka punya status pengungsi dari UNHCR Bangladesh, itu kewenangan UNHCR.

"Namun dari sisi pemerintah Indonesia yang paling pokok adalah memberikan bantuan logistik dan memastikan kondisi mereka baik dan sehat," jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Ann Mayman, perwakilan UNHCR di Indonesia.

"Sekitar 119 dari etnis Rohingya yang datang ke Aceh kali ini sudah terdaftar [sebagai pengungsi] dengan UNHCR Bangladesh, namun kami perlu mengonfirmasi angka itu. Kami tidak bisa mengatakan dengan pasti bahwa mereka adalah pengungsi karena kami belum memeriksa informasi mereka dengan detail," jelas Ann yang dihubungi lewat sambungan telpon.

"Namun mengingat kita tahu bahwa mereka adalah etnis Rohingya, dan mereka bagian dari grup besar yang berjumlah 2000 ketika meninggalkan Bangladesh pada akhir Januari, kita bisa mengantisipasi bahwa mereka adalah pengungsi Rohingya. Namun kita perlu mendaftar mereka sebelum bisa mengatakan dengan pasti 100% bahwa mereka adalah pengungsi," imbuh Ann.

Teuku Faizasyah mengatakan bahwa pemerintah Indonesia akan berdiskusi dengan UNHCR terkait para pengungsi "minggu ini" di Jakarta.
Indikasi perdagangan orang

Menurut Chris Lewa dari organisasi non-pemerintah Arakan Project, kelompok berjumlah 297 orang ini merupakan bagian dari sebuah kapal besar yang pada awalnya mengangkut sekitar 800 etnis Rohingya dari Bangladesh pada akhir Maret.

"Kelompok ini pergi dari Bangladesh, kebanyakan dari kamp pengungsi, pada bulan Maret. Mereka pergi dengan menggunakan kapal besar yang dilaporkan mengangkut 800 orang. Mereka mencoba mencapai Malaysia pada bulan April, namun mereka tidak bisa turun dari kapal karena pembatasan akibat Covid-19, sehingga Malaysia mulai mendorong mereka kembali ke perairan internasional," ujar Chris.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Thailand pada bulan Juni. Pada Juni lalu, sebanyak 94 etnis Rohingya terdampar di perairan Aceh Utara, sebelum akhirnya dibawa ke daratan oleh para nelayan setelah mendapat desakan dari para penduduk setempat.

"Jadi mereka ditolak oleh Malaysia dan Thailand, sehingga mereka mulai pindah ke kapal-kapal yang lebih kecil. Sebanyak 94 pengungsi yang tiba di Aceh itu sebenarnya berasal dari kapal yang sama dengan kelompok [etnis Rohingya yang baru mendarat] ini," jelas Chris. "Mereka juga berasal dari kapal yang sama dengan dua kelompok yang tiba di Malaysia pada Juni lalu."

Dalam perjalanan, setidaknya 30 orang dilaporkan meninggal dunia di kapal besar tersebut, ujar Chris.

"Ternyata 30 orang meninggal dunia di kapal, itu kami ketahui dari kelompok Rohingya yang tiba di Malaysia Juni lalu. Kelompok Rohingya Aceh ini juga mengatakan ada 30 orang yang meninggal dunia di kapal. Kami tidak yakin apakah ini 30 orang yang sama, atau 30 orang lagi tewas. Kami belum tahu detil secara keseluruhan," ujar Chris.

Selain ditolak oleh negara-negara Asia Tenggara, alasan lain mengapa etnis Rohingya terombang-ambing di lautan selama enam bulan adalah karena mereka "dijadikan tawanan" oleh kelompok penyelundup manusia.

"Penyelundup manusia ini ingin dibayar, jadi mereka menawan para penumpang, itulah kenapa kelompok ini menghabiskan waktu lama di lautan sebelum mereka mendarat [di Aceh]," jelas Chris.

"Kami menghubungi beberapa kerabat para penumpang ini, mereka mengatakan telah membayar [biaya perjalanan] pada Mei lalu, namun kenapa mereka belum mendarat saat itu adalah karena belum semua penumpang di kapal telah membayar. Jadi mereka menawan mereka di tengah lautan," tambahnya.

Menurut Chris, kapal besar yang mengangkut pengungsi Rohingya dari Bangladesh itu diatur dari Myanmar.

"Lalu mereka ke Bangladesh untuk menjemput mereka. Kapal ini tidak pernah memasuki perairan Bangladesh," jelasnya.

"Saya melihat kapal yang mendarat di Aceh tadi malam, dan ini jelas bukan kapal utama. Jadi para penumpang ini ditransfer ke kapal-kapal yang lebih kecil di tengah lautan. Siapa para penyelundup manusia ini? Kami tidak tahu," kata Chris.

Ia menambahkan, kapal ini "jelas bertujuan ke Malaysia."

"Banyak perempuan Rohingya di kapal ini, dibandingkan kapal-kapal di masa lalu. Mereka dikirim ke luar negeri untuk menikahi pengungsi Rohingya lain yang telah berada di Malaysia. Jadi tujuannya jelas ke Malaysia, bukan Indonesia," ujarnya.

Jumlah anak-anak 'sangat tinggi'

Dari pantauan UNHCR di lapangan, dari 297 pengungsi yang mendarat di Aceh Senin (07/09) dini hari, sekitar 183 adalah anak-anak. Dari angka itu, sekitar 169 anak berusia di antara 10-18 tahun, sementara 14 anak masih berusia di bawah 10 tahun.

"Ini adalah jumlah anak yang sangat tinggi. Mereka membutuhkan atensi khusus dan aktivitas bagi anak-anak," kata Ann Mayman dari UNHCR.

Kondisi umum para pengungsi, kata Ann, "lemah, tubuh dan otot mereka membengkak, banyak di antara mereka yang hampir tidak bisa jalan, mereka sangat lelah setelah hampir tujuh bulan di lautan."

Menurut Ann, pihaknya telah bertemu dengan pemerintah daerah setempat pada Agustus lalu guna membahas nasib 94 pengungsi Rohingya yang tiba di Aceh Juni lalu.

"Warga Aceh berkarakteristik terbuka terhadap pengungsi. Banyak orang Aceh yang mengenal pengungsi lantaran konflik di masa lalu, sehingga mereka cenderung mendukung pengungsi dan paham apa yang dibutuhkan mereka," jelas Ann.

Pengungsi anak-anak Rohingya yang tiba pada Juni telah diajari Bahasa Indonesia, sebagai bagian dari rencana jangka panjang UNHCR agar mereka memiliki peluang untuk menetap di Indonesia.

"Saya berdiskusi cukup positif dengan bupati dan walikota [Aceh Utara], kami membahas kemungkinan para pengungsi memiliki hak untuk bekerja agar mereka dapat merawat dirinya sendiri, kami harap dapat meraih kesepakatan dalam beberapa minggu atau bulan ke depan," ujar Ann.

Untuk saat ini, Ann mengatakan UNHCR akan memastikan "keamanan para pengungsi Rohingya di Aceh, dan menjamin mereka memiliki akses ke layanan-layanan dasar dan sedikit demi sedikit dapat memulai membentuk masa depan, yang sekarang mungkin jauh dari jangkauan mereka namun kita perlu mendukung mereka semampu kita. Kita perlu membantu anak-anak ini."

Kapal-kapal akan berlayar 'akhir Oktober atau November'

Chris Lewa dari Arakan Project meyakini ini adalah kapal terakhir yang membawa setidaknya 2.000 pengungsi Rohingya keluar dari kamp mereka di Bangladesh pada periode akhir Januari sampai akhir Maret.

"Sekarang harusnya tidak ada lagi kapal yang mengangkut mereka. Tahun ini saya pikir 2.000 [pengungsi] telah meninggalkan [Bangladesh] pada akhir Januari sampai akhir Maret. Kami mengetahui ada empat kapal, dua kapal lainnya telah kembali ke Bangladesh.

Meski demikian, ia meyakini bahwa akan ada kapal-kapal yang mengangkut komunitas Rohingya dalam beberapa bulan ke depan, terutama di musim puncak yang biasanya jatuh pada "akhir Oktober atau November."

"Kita bisa memprediksi bahwa kapal-kapal akan mulai berangkat, mengingat kondisi di Bangladesh. Di sana, mereka tidak mau dipindahkan ke sebuah pulau yang direncanakan pemerintah akan dipakai sebagai kamp pengungsi. Di kamp [Cox's Bazaar], mulai ada banyak restriksi.

"Di sekeliling kamp telah dibangun pagar. Karena Covid-19, para pengungsi tidak bisa keluar kamp, dan layanan yang biasanya disediakan komunitas internasional telah berkurang," jelas Chris.

Hal itu diamini oleh Ann, yang menambahkan bahwa para pengungsi Rohingya akan terus berusaha keluar dari kamp pengungsi di Bangladesh selama anggota keluarga mereka masih tersebar di negara-negara lain.

"Ini adalah fenomena yang berulang. Sampai negara-negara [Asia Tenggara] dan tentunya negara yang paling khawatir dengan masalah ini, belum memutuskan untuk membawa perdamaian ke Myanmar, dan menciptakan kondisi yang memungkinkan para pengungsi untuk pulang dengan aman dan dengan harga diri mereka utuh, hal ini akan selalu terjadi, selalu. Jadi formulanya sangat sederhana," imbuh Ann. 


SELANJUTNYA>>>
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.