2019-04-28

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Lombok - Gempa bumi mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, pukul 22.20 WITA, Sabtu malam, 4 Mei 2019. Gempa tersebut terasa di semua wilayah Lombok.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, mengatakan gempa bermagnitudo 4,3 berpusat di 13 kilometer barat daya Lombok Utara.

"Gempa di lokasi 8.40 lintang selatan dan 116.05 bujur timur. Kedalaman 17 kilometer," ujarnya.

Di wilayah Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, gempa terasa sangat besar. Semua warga berlari keluar rumah mereka.

Warga panik dengan kerasnya gempa yang disertai bunyi gemuruh bangunan. Bahkan, hingga kini masih banyak warga yang tidak berani masuk ke rumah. | Vivanews

TEL AVIV - Serangan roket yang hebat telah diluncurkan ke wilayah Israel selatan. Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh pasukan pertahanan Israel (IDF) dalam sebuat tweet, menyebut roket-roket tersebut ditembakkan dari Gaza.

Sirene peringatan meraung-meraung dari sebuat wilayah di perbatasan Israel pada Sabtu (4/5/2019) pagi di tengah laporan beberapa proyektil diluncurkan dari Gaza. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan serangan itu berlangsung selama 10 menit.

Warga di kota Ashkelon dan Ashdod melaporkan mendengar ledakan di daerah itu. Sementara itu, beberapa roket dicegat oleh sistem pertahanan Iron Dome di atas Ashkelon seperti dilaporkan Jerusalem Post, mengutip pemerintah setempat. IDF juga memposting rekaman yang tampaknya menunjukkan "masuknya" rudal-rudal yang diluncurkan dari Gaza.

IDF menyebut sekitar 90 roket telah ditembakkan ke Israel, dan mengatakan sistem pertahanan Iron Dome-nya berhasil mencegat belasan roket seperti dikutip dari Russia Today.

Kelompok pejuang Hamas membenarkan bahwa serangan itu dilakukan oleh anggota sayap militernya. Mereka juga berjanji akan menanggapi agresi Israel.

Dalam ancaman yang disampaikan melalui media sosial, Hamas mengatakan mereka akan menanggapi kejahatan pendudukan dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina.

Serangan puluhan roket itu terjadi sehari setelah dua tentara Israel ditembak dan terluka selama patroli di sepanjang perbatasan di Jalur Gaza. Sebagai balasan, Angkatan Udara Israel membom sebuah target Hamas, menewaskan dua orang. | Sindonews

Foto: Ada 59 mobil yang menjadi milik negara hasil sitaan dilelang Bea Cukai Banda Aceh. Dok. Istimewa
Banda Aceh - 59 Mobil yang menjadi milik negara hasil sitaan dilelang Bea Cukai Banda Aceh. Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya tergolong mobil mewah seperti Lamborghini dan Marcedes-Benz.

Proses lelang dilakukan Bea Cukai Banda Aceh lewat perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banda Aceh dan jasa pralelang PT Balai Lelang Artha. Lelang ini bakal digelar pada Kamis 9 Mei 2019.

Dalam pelelangan ini, ada dua paket yang ditawarkan. Paket pertama berjumlah 29 mobil dengan nilai limit Rp 4,1 miliar.

Mobil yang masuk dalam paket satu di antaranya Marcedes-Benz, Toyota, Honda, Lexus, BMW, Madza, dan Nissan. Mobil tersebut 28 unit di antaranya keluaran tahun 2000 hingga 2005 dan satu unit produksi tahun 1994.

Sementara paket dua berjumlah 30 unit kendaraan dengan nilai limit Rp 4 miliar lebih. Mobil yang masuk dalam paket tersebut yaitu Marcedes-Benz, Mini, BMW, Lexus, Toyota, Honda, Land Rover, Jeep, dan Volkswagen.

Mobil-mobil yang dilelang semuanya bekas. Mobil mewah tersebut disita Bea Cukai pada 2015 lalu.

Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Banda Aceh, Aji Yulhaidir, menjelaskan, pada tahun 2014 lalu PT. Berkat Tarikan Jaya dan PT. Atjeh Machine Centra mendapat izin dari Kementerian Perdagangan untuk mengimpor mobil built up bukan baru. Izin tersebut berlaku sampai dengan 31 Desember 2014.

"Kemudian pada tanggal 6 Januari 2015 kedua perusahaan tersebut mengimpor 59 unit mobil built up bukan baru. Mengingat izin impor yang dimiliki sudah kedaluwarsa maka terhadap mobil-mobil tersebut dilakukan penyegelan oleh Bea Cukai," kata Aji saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (4/5/2019).

Waktu itu, Bea Cukai meminta perusahaan atau importir untuk mengurus izin kembali. Namun setelah 30 hari mobil diamankan, pihak importir tidak dapat menunjukkan perizinan terbaru sehingga mobil tersebut ditetapkan status menjadi barang tidak dikuasai. | Detik.com

StatusAceh.Net - The Light of Aceh kembali hadir dalam pameran pariwisata terbesar segmen travel exchange di wilayah timur Indonesia, "Majapahit International Travel Fair (MITF) 2019" yang digelar tanggal 2-5 Mei 2019 di Grand City, Surabaya.

Dengan mengusung tema "Explore Tourism Village", Pameran Majapahit International Travel Fair 2019 diikuti oleh stand dari berbagai provinsi di Indonesia dan beberapa stand luar negeri.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Kepala Bidang Pemasaran yang diwakili oleh Kasi Analisa Pengembangan Segmen Pasar, Nurlaila Hamjah mengatakan bahwa Aceh hadir dengan tampilan stand yang menarik dan informatif, didesain bertemakan Aceh Hebat Melalui Ragam Pesona Wisata, serta mempromosikan tiga top event yang masuk dalam kalender event nasional, 10 top event aceh dan beragam event unggulan lainnya.

"Selain mempromosikan event wisata yang beragam sepanjang tahun 2019 kepada pengunjung kita juga menawarkan berbagai jenis paket wisata tematis, diantaranya segmen religi "Wonderful Ramadhan, Womderful Idul Fitri, Pesona Qurban di Aceh dan segmen alam lainnya, seperti Wonderful Sabang Underwater, Banda Aceh Sabang, Explore Pulau Banyak, Wonderful Pulau Aceh dan Birding in Gayo Highland. Ada juga berbagai paket wisata adventure yang sudah dikenal di kalangan wisatawan, seperti paket rafting, Surfing Simeulue, Green Canyon di Aceh Jaya, paket freediving, dan lain-lain, " ujar Nurlaila.

Dalam rangka membangun networking diantara pelaku pariwisata, Aceh juga mengikutsertakan travel agent "Aceh Great Wall Tour & Travel dan PT. Mangat Usaha Wisata, dimana perwakilannya akan mengikuti aktivitas travel exchange pada tanggal 4 Mei 2919 di Mercure Grand Mirama Hotel -  Surabaya.

Kegiatan tersebut akan mempertemukan seller dan buyer di satu lokasi agar terjadi transaksi bisnis dan penjualan paket-paket wisata unggulan daerah. Ada sekitar 80 peserta dalam dan luar negeri, diantaranya India, Thailand, Filipina, Malaysia, Australia, Tiongkok, Taiwan, dll akan hadir pada acara tersebut yang diundang sebagai buyer untuk dipertemukan dengan berbagai travel agent peserta pameran MITF 2019.

Acara yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak dipandang strategis dalam mempromosikan pariwisata Aceh, dimana terlihat antusias pengunjung yg datang ke booth "The Light of Aceh" dan disambut ramah oleh Duta Wisata Muhammad Hernan dan Elzira Cellicia, tutup Nurlaila

Moga branding wisata Aceh "the Light of Aceh" akan selalu mempesona wisatawan untuk datang dan mengeksplorasi Aceh dengan ragam pesona alam dan budaya Aceh serta keramahan masyarakatnya. (Rill)

VIRAL Cowok AFRIKA Nikahi Cewek Cantik MALAYSIA, Selebgram Asal MINANG Ketemu Jodoh Melalui OLSHOP (Kamek Miak Serawak/Instagram)
StatusAceh.Net - Nur Afilah Amir Rusdi tak menyangka aksinya menangis di Mall mempertemukan dengan jodohnya.

Gadis berusia 24 tahun ini mendadak viral di media sosial usai kisah pernikahannya jadi perbincangan.

Nur Afilah dipersunting Adama Mohamed Camara berusia 26 tahun pada jumat 26 April 2019. Adama Mohammed Camara sendiri adalah seorang pria berkewarganegaraan Afrika Barat.

Kisah cinta pasangan beda benua tersebut diawali oleh sebuah pertemuan di kafe di Pavilion, Kuala Lumpur bulan Desember lalu.

Saat bertemu dengan Adama, Nur Afilah tengah menangis karena memiliki masalah dengan temannya.

 "Saya bertemu dengan suami saya di dekat Pavilion. Saat itu saya sedang menangis karena ada sedikit masalah dengan teman saya.

Saya ini tipe orang yang kurang bersahabat dengan orang lain," tutur Afilah seperti dikutip dari mstar, Selasa (30/4).

Saat itu Adama tiba-tiba mendekati Afilah yang terlihat sendirian. Dia pun berusaha menolong Afilah.

Meskipun begitu, sang gadis tak serta merta mau menerima bujukan dari Adama.

Namun, setelah melihat keikhlasan Adama, Afilah akhirnya terharu.

"Lalu dia mendekati saya yang sendirian. Dia membujuk saya. Awalnya ada rasa takut karena saya sendiri dan takut orang akan mengambil kesempatan.

Tapi saat melihat dia benar-benar ikhlas, saya terharu. Itulah kalau sudah jodoh, Allah akan menghadirkan dia secara tiba-tiba," lanjut Afilah.

Menurut Afilah, Alasan dirinya menerima Adama karena pria asal Guinea ini merupakan sosok pria idamannya.

"Dia sangat baik hari, penyayang, penyabar, dan bijak. Saya tertarik dengannya karena dia memiliki kriteria lelaki idaman saya. Dia tidak merokok, tidak macam-macam, ilmu agamanya tinggi dan amat mementingkan keluarga," terang Afilah.

Afilah juga mengungkapkan bahwa dirinya semakin tersentuh dengan kesungguhan Adama.

saat pria tersebut mengajaknya umrah bersama di bulan kedua perkenalan mereka. Namun, karena belum muhrim, Afilah pun mengatakan tidak boleh pergi bersama.

Oleh karena itu, keduanya merencanakan pernikahan dalam waktu dekat.

"Setelah dua bulan kenal, dia mengajak saya pergi umrah, tapi karena belum menikah, saya bilang tidak bisa. Jadi bermula dari situlah kami merencanakan pernikahan.

Saya memberi tahu ibu saya tapi sebelum itu saya sudah pernah cerita sama ibu tentang pria ini.

Ibu bilang berbaik-baik lah. Keluarga saya sangat mendukung," ungkap Afilah.

Sumber: Tribunpekanbaru.com

Jakarta - Ketua Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI), Safaruddin, mendesak Kementerian Hukum dan HAM memberikan sanksi hukuman kepada sipir yang terlibat dalam penganiyaan napi yang di pindahkan ke Nusakambangan pada April lalu karena telah bertindak secara brutal, kejam dan tidak manusiawi, sebagaimana terekam dalam video yang viral di masyarakat saat ini, 

" Tindakan sipir tersebut yang menyiksa narapidana yang di pindahkan ke LP Nusakambangan pada April lalu kami nilai, termasuk tindakan kejam yang serius, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia", ujar Safar. 

JARI meminta Kementerian Hukum dan HAM untuk mempublikasikan  nama sipir yang terlibat dan sanksi apa yang di berikan terhadap sipir tersebut, ini penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merasa marah terhadap perilaku sipir dalam vidio yang viral tersebut, apalagi bagi masyarakat yang keluarga nya sedang menjalani masa penahanan di penjara Namun. 

"Kami minta kepada Menteri Hukum dan HAM selain sanksi pelanggaran standar operasional prosedur (SOP), agar mereka juga mendapatkan sanksi pidana dan di jebloskan juga ke LP di Nusakambangan agar mereka juga merasakan apa yang di rasakan oleh napi yang di aniaya", tegas Safar. 

JARI akan mengawal kasus penganiyaan napi ini sampai tuntas, "kita tidak ingin Lapas sebagai tempat pembinaan warga negara yang melanggar hukum dan di bina untuk menjadi baik selama menjalani masa pembinaan justru menjadi tempat objek penganiayaan oknum sipir, oleh karena itu, kami menunggu hasil penindakan dari Kementerian Hukum dan HAM atas kasus penganiyaan ini sesegera mungkin untuk menjawab keresahan masyarakat atas video yang beredar tersebut", tutup Safar kepada StatusAceh.Net, Sabtu (4/5/2019)

Banda Aceh - Dua hari sebelum memasuki bulan Ramadan, masyarakat Aceh sibuk melakukan Meugang untuk menyambut bulan penuh berkah tersebut. Meugang adalah sebuah tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun silam.

Tradisi ini identik dengan kebersamaan, dengan makan daging sapi atau kerbau yang dimasak dengan beraneka ragam. Memasuki hari Meugang di Aceh, Sabtu, 4 Mei 2019, rakyat berbondong-bondong membeli daging sapi maupun kerbau.

Meski harga naik hingga 50 persen, warga Aceh tetap membelinya asalkan bisa mengikuti hari Meugang dengan anggota keluarganya.

Tradisi Meugang juga ditandai dengan munculnya pasar daging dadakan di pinggir jalan. Pasar ini hanya bertahan selama tiga hari, sebelum memasuki Ramadan. Mereka membuka lapak dan menjajakan daging segar kepada pembeli.

Dari pantauan VIVA, harga daging kerbau atau sapi yang semula per kilogramnya Rp120 ribu, kini di sejumlah daerah di Aceh, dibanderol hingga Rp200 ribu per kilogram.

Misalnya di daerah Kabupaten Aceh Barat Daya, di beberapa titik lokasi, pedagang menjual daging sapi mulai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram. Harga ini diprediksi bertahan hingga satu hari sebelum masuk bulan Ramadan.

Sementara itu, di wilayah Kota Banda Aceh, daging untuk Meugang mencapai Rp170 ribu per kilogram. Kemudian di Aceh Barat, Rp180 ribu per kilogram. Mahalnya daging dikarenakan harga sapi lokal naik jelang Meugang.

"Kita menjual daging dengan harga Rp170 ribu karena memang harga sapi lokal naik jelang Meugang," kata Ridwan, seorang pedagang daging di Neusu, Banda Aceh.

Harga daging yang dijualnya merupakan daging dengan kualitas bagus. Kebanyakan masyarakat, kata dia, lebih memilih membeli daging sapi lokal daripada daging sapi luar. Meskipun mahal mereka tetap membeli.

“Ini biasa, dari tahun ke tahun juga harganya naik. Berapa pun harga pasti masyarakat beli,” kata seorang warga Banda Aceh, Lisnawati. | Vivanews

,
Banda Aceh - Komando Distrik Militer (Kodim) 0101/BS melaksanakan tradisi "Meugang" dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1440 H, bertempat di Markas Kodim 0101/BS jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah No. 32 Gampong Baro Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh, Sabtu (4/5/2019).

"Meugang" merupakan salah satu tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Aceh. Dimana masyarakat Aceh melakukan masak dan makan daging untuk disantap bersama keluarganya.

Pelaksanaan “Meugang” ini dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun yakni, menjelang puasa Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha. Demikian halnya dengan anggota Kodim 0101/BS.

Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0101/BS Letnan Kolonel Inf Catur Adi Siswoyo,S.IP menuturkan, bahwa Kodim 0101/BS dalam hal ini sangat konsisten pada budaya dan kearifan lokal seperti tradisi “Meugang” ini.

“Di Kodim 0101/BS, kita juga melaksanakan tradisi yang sama sebagaimana dilaksanakan masyarakat Aceh pada umumnya, karena anggota Kodim juga tumbuh dan besar bersama rakyat Aceh,” ujarnya.

Perwira Seksi Logistik (Pasilog) Kodim 0101/BS Mayor Inf Mukolil selaku Koordinator penyembelihan mengatakan, bahwa meugang kali ini Kodim menyembelih tiga ekor sapi dan dagingnya dibagikan kepada anggota Kodim, para Guru Taman Kanak-kanak (TK) Kartika Kodim 0101/BS dan petugas kebersihan jalan, serta Pengurus Mesjid Keraton.

"Meugang kali ini ada dua ekor sapi besar yang kita sembelih dan dagingnya kita bagikan kepada anggota, para guru TK Kartika binaan kita dan petugas kebersihan jalan, serta Pengurus Mesjid Keraton," tutup Mayor Mukolil.(Rill)


SEMARANG – Video tindak kekerasan terhadap narapidana narkotika pindahan dari Lapas Krobokan dan Lapas Bangli, Bali ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah akhirnya viral dan menghebohkan jagat media sosial. Bahkan atas insiden itu Kepala Lapas Narkotika Cilacap langsung di copot dari jabatan.

Video berdurasi 01:22 menit itu pertama kali diposting oleh admin facebook Forum Pengamat Pemasyarakatan. Bahkan baru sehari lalu di posting sudah di sukai 8.204 orang, di komentari secara beragam ada yang mendukung, mengkritik dan komentar datar, guyonan mencapai 12.338 orang dan dibagikan 32.615 orang. 

Dalam keterangan videonya, dikatakan napi diperlakukan layaknya binatang, disebut pemasyarakatan atau penjara. Sedangkan videonya disebut terjadi di dermaga Wijayapura, Pintu Gerbang Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Admin Forum Pengamat Pemasyarakatan melalui saluran telepon dan whatsappnya, T. Sayed Azhar, membenarkan video tersebut merupakan unggahannya, yang didapat dari sumber di lokasi kejadian. Namun demikian, ia mengaku tak mengetahui pasti keberadaan video itu. Dikatakannya, dari informasi yang di terimanya para napi tersebut pindahan dari Lapas di Bali, sedangkan kejadiannya pada 28 Maret 2019.

Menyikapi insiden itu, pihaknya juga mengusulkan, Kepala Lapas, Kadivpas, Kakanwil hingga Dirkamtib seharusnya dicopot, termasuk seluruh pegawai yang terlibat. Dikatakannya, Dirjenpas pernah mengatakan jika program revitalisasi telah dijalankan di Lapas Nusakambangan. Namun ia mempermasalahkan, apakah demikian wujud programnya. 

Selain itu, lanjutnya, jika napi tersebut high risk mengapa ditempatkan ke Lapas Narkotika Nusakambangan, bukan ke Lapas Batu yang berstatus lapas high risk, dengan demikian menurutnya hal itu membuktikan kebohongan.

“Di Lapas Klas I Medan ada 3 napi yang merupakan bos narkoba dan sudah berkali-kali terlibat mengendalikan narkoba, atas nama Karun, Hasan dan Andy Voon, namun nyatanya mereka tidak dipindahkan ke Nusakambangan,” kata Sayed Azhar, kepada wartawan, Jumat (3/5/2019).

Ia kembali menanyakan, untuk cancel pemindahan ke lapas itu, apakah setiap kali pemindahannya selalu mengeluarkan uang mulai ratusan hingga miliaran rupiah. Dengan demikian, lanjutnya, banyak napi yang menjadi korban ditumbalkan dipindahkan ke lapas tersebut untuk menutupi seakan-akan para napi high risk.

“Tapi karena para petugas disana tahu jika yang dipindah napi tidak berduit, maka diperlakukan demikian,”tandasnya.

Terpisah, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Produksi Kemenkum HAM, Junaedi, dalam jumpa pers di Lapas Narkotika Cipinang, mengakui kejadian itu. Dikatakannya, peristiwa itu terjadi Kamis, 28 Maret 2019 saat proses pemindahan 26 narapidana dari Bali ke Lapas Nusakambangan. Masing-masing 10 orang napi dari Lapas Krobokan dan 16 orang dari Lapas Bangli.

Dalam insiden itu, Kalapas Narkotika Nusakambangan didampingi Kabid Kamtib Lapas Batu selaku penanggung jawab Satgas Pengamanan Penyebrangan telah mengumpulkan seluruh anggota satgas dan tim dari Lapas Narkotika Nusakambangan di lokasi. Semua diberi arahan agar para napi diperiksa teliti agar tidak terulang kasus masuknya narkoba yang dibawa napi pindahan.

Rombongan napi tiba sekitar pukul 13.30 WIB dan diturunkan di halaman depan Pos Satgas Wijayapura di Dermaga Wijayapura, pintu masuk menuju Lapas Nusakambangan. Pada saat proses pemeriksaan napi sebelum diseberangkan ke Lapas Nusakambangan ini lah terjadi pelanggaran.
“Dari peristiwa itulah terjadi pelanggaran prosedur, sekali lagi, pelanggaran prosedur, yang dilakukan oleh para petugas sebagaimana video yang sementara ini beredar di masyarakat,” kata Junaedi.

Ia juga menyebutkan, Kalapas Narkotika Nusakambangan berinisial HM dinilai lalai karena tidak mampu mengendalikan anak buahnya sebanyak 13 orang sehingga terjadi pelanggaran prosedur. Seluruh petugas tersebut sudah diperiksa dan membenarkan adanya tindakan kekerasan tersebut.

“Kalapas Narkotika telah dinonaktifkan, ditarik ke kantor wilayah dan Kemudian kepala kantor wilayah menunjuk pelaksana harian, yaitu pejabat Kabid Pembinaan Lapas Batu, saudara Irfan Wijaya, untuk melaksanakan tugas sebagai Kepala di Lapas Narkotika Nusakambangan,” jelasnya. (Red/jatengtoday)

StatusAceh.Net - Bulan Ramadhan ternyata menyimpan banyak rahasia dan keistimewaan. Para ulama menyebut bulan Ramadhan merupakan bulannya umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) karena di dalamnya Allah SWT melimpahkan kebaikan, berkah, rahmat dan karunia yang banyak.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang diberkati bagi kaum muslimin. Dari banyak peristiwa penting di bulan Ramadhan, ada tiga peristiwa besar yang perlu diketahui umat muslim. Dalam Kitab An-Nashoihud Diniyah (kumpulan nasihat) karya Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad menjelaskan tiga peristiwa besar di bulan Ramadhan.

1. Peristiwa Perang Badar
Pada hari ke-17 Ramadhan terjadi perang Badr. Hari itu dinamakan Yaumul furqan dimana dua golongan saling berhadapan. Peristiwa ini merupakan pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya.

Perang ini terjadi pada Bulan Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah (atau 13 Maret 624 Masehi). Pasukan kaum muslim yang hanya berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan kafir Quraisy Makkah yang berjumlah 1.000 orang lebih. Dalam pertempuran ini, Allah memberikan kemenangan kepada pasukan Muslim yang dipimpin langsung Nabi Muhammad SAW. Pasukan muslim menghancurkan pertahanan pasukan Quraisy. Inilah kemenangan besar umat muslim yang terjadi di Bulan Ramadhan.

2. Penaklukan Makkah
Penaklukan Makkah atau dikenal dengan istilah Fathu Makkah. Salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam karena terjadi pada bulan Ramadhan (tanggal 10) tahun 8 Hijriyah (atau tahun 630). Saat itu Nabi Muhammad SAW beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah.

Kemudian menguasai Kota Makkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun. Kaum muslimin juga menghancurkan berhala yang ada di dalam dan sekitar Ka'bah. Setelah itu orang-orang Quraish Makkah memeluk Islam secara berbondong-bondong.

3. Lailatul Qadar

Peristiwa ketiga adalah Lailatul Qadr yaitu malam mulia yang terjadi di bulan Ramadhan. Alquran menggambarkannya sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Peristiwa ini juga diperingati sebagai malam diturunkannya Alquran. Keistimewaan malam ini diabadikan dalam Alquran Surah Al-Qadr, surat ke-97.

Habib Abdullah bin Alwi Haddad mengatakan, barangsiapa mendapati malam itu dan beramal di dalamnya dengan melakukan ketaatan kepada Allah selama 12 tahun misalnya, maka pahalanya sama dengan melakukan ketaatan kepada Allah seribu tahun. Betapa banyak barokah dan kebaikan di bulan Ramadhan.

Maka beruntunglah siapa yang mengetahui keistmewaan Ramadhan dan memanfaatkan malam dan siangnya untuk mendekatkan diri kepada Rabb, Tuhan semesta Alam. Itulah karunia Allah. Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki dan Allah memiliki karunia yang besar. | Sindonews

Bireuen - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Gempa Awaljon Putra SH. MH menuntut wartawan media Online Realitas.com M Reza alias Epong Reza 2 tahun penjara dalam kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). 

Tuntutan tersebut dibacakan langsung JPU dari Kejaksaan Negeri Bireuen pada Sidang dengan agenda mendengarkan tuntutan jaksa terhadap waratwan media realitas tersebut digelar di Pengadilan Negeri Bireuen, Kamis (2/5/2019) siang.

Dalam tuntutannya, jaksa menyatakan terdakwa M. Reza alias Epong bin Mukhtar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat aksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghina dan/atau pencemaran nama baik. 

Ini sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45 Ayat (3) Jo Pasal Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana yang telah dirubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dalam surat dakwaan Penuntut Umum. 

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap berada dalam tahanan,” baca JPU Muhammad Gempa Awaljon. 

Menyatakan barang bukti berupa 2 lembar kertas print out dari postingan akun Facebook bernama Epong Reza yang memuat status “Anggota DPRK Bireuen Suhaimi Minta Penegak Hukum Periksa Adik Bupati Dalam Kasus Minyak Subsidi” dan “Merasa Kebal Hukum Adik Bupati Bireuen Diduga Terus Gunakan Minyak Subsidi Untuk Perusahaan Raksasa" tetap terlampir dalam berkas perkara. “Satu unit handphone merk Oppo dan satu unit sim card Telkomsel dengan Nomor 085261910700 dirampas untuk dimusnahkan. Serta menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 2.000,” bacanya. 

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis hakim Zufida Hanum SH MH dengan hakim anggota Mukhtaruddin SH dan Mukhtar SH tersebut akan dilanjutkan Senin (6/5/2019) dengan agenda pleidoi (pembelaan) dari kuasa hukum M. Ari Syaputra SH.

Sumber: dialeksis.com

Jakarta – Para pengusaha muda yang tergabung dalam Paguyuban Morning Star Ministry (MSM) merayakan ulang tahun (Ultah) pertamanya di Rice and Cheese Restaurant, Jl. Bek Murad, Jakarta Pusat, pada hari Minggu, 28 April 2019. 

Paguyuban MSM ini beranggotakan para pengusaha yang cukup berhasil di bidang usaha masing-masing. Mereka memiliki visi dan misi bersama yang sungguh mulia, yakni ingin membantu warga masyarakat yang terbeban berat dalam kehidupan mereka.

Acara ultah berlangsung meriah dan penuh sukacita, terlihat dari wajah setiap orang yang ada di acara tersebut. Tamu undangan yang hadir berjumlah kurang-lebih 120 orang. Terlihat antara lain Ketua MSM, Melina Setiaharta, salah satu pengusaha yang merupakan tamatan dari USA.

Melina Setiaharta yang dihubungi melalui jaringan WhatsApp-nya mengatakan bahwa acara Ultah berlangsung sukses dan dirinya merasa senang sekali. "Dahsyat! Saya sangat senang sekali. Saya yakin MSM akan menjadi besar karena banyak pengusaha dari berbagai latar belakang agama, sosial dan budaya, yang bergabung,” jelas Melina.

Menurutnya, para pengusaha muda ini sangat ingin berpartisipasi membantu orang lain untuk menemukan apa yang mereka butuhkan dalam hidupnya. “’Kita ingin berbuat sesuatu di dunia ini, berguna bagi orang lain sebelum nanti kembali kepada sang pencipta,” imbuh wanita ramah dan penuh semangat ini.

Paguyuban SMS banyak bergerak membantu masyarakat dalam berbagai persoalan, terutama terkait masalah penyalahgunaan narkoba, utang-piutang, kesulitan dalam kehidupan sosial-ekonomi, dan lain-lain. “Kami berupaya membantu melalui program-program pemberdayaan oleh MSM. Hingga saat ini banyak orang yang ditolong terlepas dari segala beban mereka,” pungkas Melina.

Sementara itu, Indrawati O Hartono, salah seorang undangan yang hadir juga memberikan keterangan bahwa MSM diarahkan untuk aktif membantu menjadi penyalur pertolongan Tuhan bagi warga masyarakat yang membutuhkan. “Rencana, kemurahan dan kemuliaan Tuhan ada di MSM, sehingga memunculkan berbagai terobosan dan memikirkan jalan keluar, untuk menolong orang banyak yang mengalami kesulitan dalam hidupnya. Kami hanya hamba yang melaksanakan kehendak-Nya,” jelas Indrawati yang merupakan ibu dari Melina Setiaharta. (YNI/Red)

Banda Aceh - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno tiba di Banda Aceh, Jumat, 3 Mei 2019. Ia langsung berkunjung ke D-Energy Cafe untuk minum kopi.

Ratusan emak-emak sudah menanti Sandi sejak pagi. Kedatangan Sandi langsung dikerubungi 'pasukan emak-emak' yang terdiri dari timses, relawan hingga warga.

Pantauan VIVA, emak-emak terus mengawal Sandi saat hendak berjalan ke lantai dua kafe tersebut. Banyak mereka yang terus berkeinginan untuk bisa berfoto bersama Sandi.

Sesekali Sandi juga melayani ajakan berswafoto bersama emak-emak. Bahkan, mereka menyebut Sandi sebagai wakil presiden. "Foto dong Pak Wakil Presiden," kata seorang emak.

Baru sekitar 15 menit hadir di kafe itu, warga yang tadinya hanya berkumpul di bawah, naik ke lantai dua. Sebagian mereka ingin meminta foto bersama Sandiaga Uno.
   
Saja baru saja membeli mobil impian ini! Cukup 2 minggu untuk mendapatkannya dengan menggunakan ...

Merasa gerah dengan terik matahari yang panas, Sandi langsung memesan jus kurma di kafe tersebut.

Kedatangan Sandi ke kafe itu tidak ditemani oleh pasangannya, calon presiden Prabowo. Namun, mereka dijadwalkan akan bertemu saat menggelar rapat bersama tim relawan BPN Aceh lalu salat Jumat, di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. | Vivanews


Lhokseumawe -  Karena pemilu 2019 telah berjalan lancar dan aman tanpa hambatan berarti,  Ketua MPU Kota Lhokseumawe Tgk H.  Abu Bakar Ismail apresiasikan kinerja Polres Lhokseumawe yang mampu menciptakan suasana damai dan terkendali.  

Hal itu diungkapkan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU)  Kota Lhokseumawe Tgk Abu Bakar Ismail kepada Waspada, Kamis (2/5), terkait situasi dan kondisi pasca pemilu Presiden dan pemilu legislatif 2019 yang terasa aman tanpa kendala suatu apa pun.  

Dikatakannya, dirinya bersama ulama dan tokoh masyarakat Aceh lainnya,  mengapresiasi para penyelenggara pemilu dan aparat pengamanan Polri/TNI yang turut menyukseskan terselenggaranya pemilu yang aman, damai dan lancar. 

Apalagi ditengah memanasnya suhu politik,  polisi selaku pihak yang bertanggung jawab untuk mengamankan pemilu telah menjalankan tugasnya dengan baik dan netral tanpa memihak.  

Bahkan turut mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara seperti KPU, Bawaslu serta pihak keamanan yang telah mengawal setiap proses tahapan pemilu. Ia menjelaskan, rekapitulasi pleno tingkat kabupaten kota berjalan sangat transparan, aman dan terkendali.  

Meski dirinya juga mengakui bila dilapangan masih terdapat sejumlah kendala kecil,  namun hal itu dapat segera diatasi dan tidak mengganggu proses pelaksanaan pemilu.  

Sehingga proses pemilu dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan mekanisme yang berlaku. 

"kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat sudah menguras tenaganya membantu mensukseskan pemilu berjalan lancar.  Usaha yang sangat luar biasa ini telah menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif,"  paparnya.  

Ia juga berharap  kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dan tidak terpengaruh dengan berita HOAX yang bisa memecahkan persatuan bangsa.  

Dia juga meminta kepada masyarakat untuk dapat bersabar menunggu hasil keputusan dari KPU pada 22 Mei mendatang.  (REd/ZA)

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan mengakui, pihaknya telah melakukan kesalahan. Yakni soal entri data dari formulir C1 ke dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) pemilu2019.kpu.go.id. (Fedrik/JawaPos.com)
Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan mengakui, pihaknya telah melakukan kesalahan. Yakni soal entri data dari formulir C1 ke dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) pemilu2019.kpu.go.id. Namun, kata dia, angka kesalahan entri data itu tidak besar dan sudah diperbaiki.

“Kami tidak memungkiri, ada sekitar 159 salah entri atau salah input data di Situng,” kata Wahyu di kantor KPU, Jakarta Pusat, Kamis (2/5).

Hanya saja, Wahyu menegaskan, kesalahan entri data dalam Situng, bukanlah sebuah kecurangan. Lagi pula, Situng bukan hasil resmi penghitungan KPU. Hasil penghitungan resmi Pemilu 2019, berada di penghitungan manual berjenjang.

“Kami tegaskan bahwa, salah input itu bukan berarti ada kecurangan yang dilakukan KPU dan jajarannya,” ucap dia.

Menurut Wahyu, Situng adalah alat KPU mewujudkan transparansi selama penghitungan suara Pemilu 2019 ke publik. Bahkan, KPU membuka ruang jika ke depan masih terjadi kesalahan entri data dalam Situng.

“Kami membuka ruang partisipasi publik untuk mencermati apabila ada informasi di laman KPU yang tidak benar, tidak sesuai dengan C1, dipersilakan melaporkan kepada KPU dan akan kami perbaiki,” jelasnya.

Atas dasar itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga melaporkan Komisi Pemilihan Umum ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI atas dugaan kesalahan entri data di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) dengan situs pemilu2019.kpu.go.id.

“Hari ini Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi akan melaporkan ke Bawaslu tentang Situng KPU,” kata Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo – Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad sebelum melayangkan laporan di kantor Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (2/5).

Menurut Dasco, KPU banyak melakukan kesalahan entri data. Bahkan, kesalahan entri data itu terjadi di 34 provinsi dan merugikan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

“Terjadi banyak kesalahan dalam penghitungan, ada di 34 provinsi dan itu bukan cuma satu. Hal ini membuat keresahan di masyarakat, terutama pendukung 02,” ucapnya.

Atas laporan ini, Dasco berharap, Bawaslu mau melakukan investigasi. Setelah itu, Bawaslu menyatakan terjadi kesalahan administrasi yang dilakukan KPU.

“Oleh karena itu, pada hari ini, kami meminta kepada Bawaslu untuk menghentikan Situng KPU, untuk membuat suasana masyarakat menjadi kondusif dan kami menuntut diadakan saja penghitungan secara manual,” tukasnya. | Jawpos

Banda Aceh - Pemerintah Aceh menggelar high level meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Aceh Triwulan II Tahun 2019 di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Kamis 2/5. Pertemuan itu membahas langkah bersama guna menahan laju inflasi jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Pelaksana Tugas Sekda Aceh, Helvizar Ibrahim mengatakan, beberapa komuditi bahan pokok berpotensi meningkatkan laju inflasi. Di antaranya adalah beras, ikan tongkol, daging ayam, daging sapi dan tarif angkutan udara.

"Agar tidak terjadi inflasi di luar kendali, hari ini TPID semua wilayah perlu bersinergi guna merumuskan langkah pengendalian terutama untuk mengatasi tingginya permintaan bahan makanan oleh masyarakat," kata Helvizar.

Untuk itu, Helvizar meminta agar distribusi bahan makanan berjalan lancar dan stok tersedia dengan cukup. "Jika dibutuhkan operasi pasar perlu dilakukan. Kegiatan pasar murah yang diselenggarakan Bulog juga perlu kita dukung agar masyarakat tidak kedulitan mendapatkan bahan makanan yang dibutuhkan."

Hingga akhir triwulan I, laju inflasi Aceh memang masih stabil. Di mana  pada Maret 2019, Aceh mengalami deflasi 0,34 persen. Sedangkan secara tahunan inflasi berkisar 1,82 persen. Penyebab utama dari deflasi itu berasal dari makanan pokok harian yaitu ikan tongkol, beras, dencis, ikan kembung dan cumi-cumi. Namun demikian Helvizar meminta agar seluruh anggota TPID bersiap-siap sebab pada triwulan II tahun 2019 tren inflasi diyakini akan meningkat.

"Kita perlu urun rembuk langkah bersama agar mampu menjaga agar inflasi Aceh tetap pada posisi yang stabil," kata Helvizar. (Rill)

JAKARTA - Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), hari ini. Penyerahan itu dilakukan oleh Sandiaga Uno yang didampingi oleh Bendahara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Indonesia Adil Makmur, Thomas Djiwandono.

Mereka tiba di tempat penyerahan LPPDK, Hotel Borobudur, Jakarta, sekitar pukul 15.59 WIB. "Dengan total penerimaan selama kampanye berlangsung berjumlah Rp213,2 miliar, pengeluaran kita di Rp211,5 Miliar," ujar Thomas Djiwandono di lokasi, Kamis (2/5/2019).

Dia melanjutkan, dari total Rp213,2 miliar dana kampanye itu Rp192,5 miliar di antaranya berasal dari pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 itu. "Lebih besar Pak Sandi di angka 55, mungkin 58 persen, beda tipis, nanti kita breakdown lagi," ucap Thomas.

Di samping itu, sumbangan dana kampanye Prabowo-Sandi berasal dari perseorangan. Thomas pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang ikut menyumbangkan uang untuk dana kampanye Prabowo-Sandi.

"Total adalah Rp9,3 miliar, sumbangan kelompok di Rp1,1 miliar dan partai politik Rp4,8 miliar," kata Politikus Partai Gerindra ini.

Dia melanjutkan, pengeluaran dana kampanye Prabowo-Sandi selama ini paling banyak untuk bahan kampanye sebesar Rp60,8 miliar. "Setelah itu pertemuan tatap muka Rp21 miliar, pembuatan desain alat peraga Rp8,8 miliar, dan sebagainya, maaf, rapat umum Rp33,7 miliar," paparnya.

Hal senada diungkapkan Sandiaga Uno. "Sesuai dengan komitmen kami pada awal waktu saya menyerahkan laporan dana kampanye ke KPU, saya ingin mengikuti sebuah proses kontestasi demokrasi yang transparan akuntabel dan terang benderang, oleh karena itu saya bersama-sama dengan tim bendahara Pak Thomas Djiwandono memastikan setiap bulan kami melaporkan dana kampanye kami," ujar Sandi dalam kesempatan sama.  | Sindonews

Banda Aceh - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Asrizal Asnawi mengkritik Dinas Pendidikan setempat yang mengeluarkan kebijakan bahwa siswa tetap masuk sekolah selama Ramadan.

Dari laporan yang diterimanya, banyak orang tua siswa yang mengeluh tentang aturan itu. Sebab, banyak di antara orang tua siswa sudah mendaftarkan anak mereka untuk mengikuti Tahfiz Quran selama bulan Ramadan.

Dengan kebijakan itu, terpaksa banyak orang tua yang membatalkan anaknya ikut tahfiz. Apalagi, kata dia, orang tua mengeluh karena khawatir anaknya yang masih sekolah dasar (SD) tidak sanggup berpuasa jika tetap harus bersekolah.

"Ini baru pertama ada kebijakan sekolah di Aceh. Seharusnya di bulan Ramadan tidak ada sekolah biar siswa bisa fokus puasa. Aceh ini istimewa, berbeda dengan daerah," kata Asrizal kepada wartawan, Kamis, 2 April 2019.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin menyampaikan bahwa sudah jauh hari menyusun kalender pendidikan khusus Ramadan bagi siswa SD, SMP, SMA dan sederajat.

Namun, katanya, siswa selama bulan puasa tidak belajar efektif seperti biasa, melainkan materi yang diberikan tentang pembelajaran agama. Sama halnya seperti pesantren kilat yang untuk waktunya juga singkat.

Pembelajaran itu juga mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB, selama lebih kurang dua minggu pelaksanaannya saat Ramadan. “Jadi tidak ada belajar bulan Ramadan, hanya belajar agama,” ujarnya.| Vivanews

Aceh Utara - Seorang pemuda di Desa Buket Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, membacok kakak kandungnya hingga tewas, Rabu malam (1/5/2019). Korban tewas setelah berusah menenangkan pelaku yang mengancam ibu mereka dengan parang.

Korban Basri alias Pale (40), warga setempat, ditemukan tewas di dalam parit, tidak jauh dari rumah orang tuanya di Buket Jrat Manyang. Sementara adik kandungya, M Saleh (28), langsung kabur ke hutan.

“Basri ditemukan meninggal dunia di dalam parit sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu malam (1/5). Almarhum menderita luka bacok di dada dan tangan,” kata Kepala Desa Buket Jrat Manyang M Amin Usman, Kamis (2/5/2019).

Kejadian nahas itu berawal saat pelaku M Saleh marah-marah. Dia mengancam membacok ibu kandungnya sambil menenteng pisau. Belum diketahui pasti penyebab pelaku mengamuk.

Kejadian itu kemudian diketahui korban. Basri pun datang dengan maksud membujuk Saleh. Rupanya pelaku tidak terima dengan bujukan korban hingga akhirnya dia juga dikejar dan dibacok.

Usai kejadian, tidak ada warga ang berani mendekati lokasi sebelum pihak keamanan tiba di lokasi. Pasalnya, pelaku dikabarkan berseliweran sambil menenteng parang dan pisau.

Setelah polisi tiba, keluarga dan warga baru mendekati lokasi. Ternyata korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di parit, tak jauh dari rumah orang tuanya. Keluarga meminta jasad korban langsung dibawa pulang ke rumah duka dan tidak lagi dibawa ke rumah sakit.

Sementara pelaku dilaporkan melarikan diri ke hutan sambil membawa sebilah pisau. Hingga pukul 01.00 WIB dini hari, pelaku belum ditemukan dan masih diburu polisi. Menurut saksi, sempat terdengar beberapa kali letusan senjata api dalam pengejaran itu.

M Amin mengatakan, sebelum kejadian ini, pelaku sudah beberapa kali mengamuk dan pernah melempar warga dengan parang. Pelaku juga pernah dibawa ke rumah sakit jiwa sekitar setahun lalu, namun dipulangkan karena dianggap sudah sembuh saat itu. | Inews

StatusAceh.Net - Potongan video tindak kekerasan terhadap tahanan narkoba pidahan dari Lapas Krobokan dan Lapas Bangli ke Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, viral. Akibat kejadian ini, Kalapas Narkotika Nusakambangan berinisial HM diperiksa.

"Telah terjadi insiden-insiden pelanggaran terhadap standar operasional prosedur," kata Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Produksi Kemenkum HAM, Junaedi, dalam jumpa pers di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2019).

Junaedi menjelaskan, peristiwa ini terjadi Kamis 28 Maret 2019 saat proses pemindahan 26 narapidana dari Bali ke Lapas Nusakambangan. Masing-masing 10 orang napi dari Lapas Krobokan dan 16 orang dari Lapas Bangli.

Kalapas Narkotika Nusakambangan didampingi Kabid Kamtib Lapas Batu selaku penanggung jawab Satgas Pengamanan Penyebrangan telah mengumpulkan seluruh anggota satgas dan tim dari Lapas Narkotika Nusakambangan di lokasi. Semua diberi arahan agar para napi diperiksa teliti agar tidak terulang kasus masuknya narkoba yang dibawa napi pindahan.

Rombongan napi tiba sekitar pukul 13.30 WIB dan diturunkan di halaman depan Pos Satgas Wijayapura di Dermaga Wijayapura, pintu masuk menuju Lapas Nusakambangan. Pada saat proses pemeriksaan napi sebelum diseberangkan ke Lapas Nusakambangan ini lah terjadi pelanggaran.

"Dari peristiwa itulah terjadi pelanggaran prosedur, sekali lagi, pelanggaran prosedur, yang dilakukan oleh para petugas sebagaimana video yang sementara ini beredar di masyarakat," ujar Junaedi.

Dari video berdurasi 1 menit 22 detik yang diperoleh detikcom, para napi ini tampak dalam kondisi tangan dan kaki terborgol. Mata mereka tertutup oleh kaos yang mereka kenakan. Ada napi yang terlihat dipukul. Ada juga yang diseret-seret. Napi yang lain tampak berjalan jongkok menuju kapal.

Dalam kasus ini, Kalapas Narkotika Nusakambangan HM dinilai lalai karena tidak mampu mengendalikan anak buahnya sebanyak 13 orang sehingga terjadi pelanggaran prosedur. Seluruh petugas tersebut sudah diperiksa dan membenarkan adanya tindakan kekerasan tersebut.

"Kalapas Narkotika telah dinonaktifkan, ditarik ke kantor wilayah dan Kemudian kepala kantor wilayah menunjuk pelaksana harian, yaitu pejabat Kabid Pembinaan Lapas Batu, saudara Irfan Wijaya, untuk melaksanakan tugas sebagai Kepala di Lapas Narkotika Nusakambangan," jelas Junaedi.

"Sampai saat ini, ketigabelas petugas ini terus didalami oleh tim dan apabila pelanggaran ini kategori berat, ringan, sedang, sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan, maka akan dijatuhi hukuman secara administrasi kepegawaian, didasarkan atas PP 53 dan kemudian juga Pertanggungjawaban secara hukum mesti mereka harus dimintakan dan mereka harus lakukan," sambungnya menegaskan.

Junaedi menyebut ke 26 napi ini dipindahkan ke Nusakambangan karena diduga masih mengendalikan peredaran narkoba dari penjara. Seluruhnya akan ditempatkan di lapas super maximum security.| Detik.com

Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke,
Cibinong – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, Kabupaten Bogor, Lendriyati Janis dicopot dari jabatannya oleh Pengadilan Tinggi Jawa Barat. Posisi Ketua PN Cibinong selanjutnya ditempati oleh pejabat yang baru, Irfanuddin. Pelantikan Ketua PN yang baru ini dilaksanakan pada Selasa, 30 April 2019 bertempat di PT Jawa Barat.

Penggatian Lendriyati disinyalir kuat terkait dengan vonis bebas yang dijatuhkan kepada terdakwa kasus pencabulan dua anak berusia 14 dan 7 tahun, yang melibatkan seorang pria berinisial HH (41 tahun). HH diadili di PN Cibinong oleh majelis hakim yang terdiri dari Muhammad Ali Iskandar, Chandra Gautama dan Raden Ayu Rizkiyati, dan divonis tidak bersalah.

Vonis itu kemudian menghebohkan publik dan menuai kritik keras dari masyarakat, terutama para pemerhati kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Para hakim yang menangani perkara ini selanjutnya harus berhadapan dengan Badan Pengawasan Mahkamah Agung. “Mereka sedang diproses oleh Badan Pengawasan MA,” ujar seorang staf PN Cibingong yang minta dirahasiakan Namanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, yang merupakan salah satu praktisi Pendidikan lulusan Global Ethics dari Birmingham University, Inggris, menyampaikan apresiasinya kepada pihak pimpinan PT Jawa Barat yang sudah memberi perhatian serius atas kasus vonis kontroversial di PN Cibinong baru-baru ini. “Telepas apakah Ketua PN Cibinong terlibat dalam masalah vonis bebas terdakwa HH, namun langkah yang diambil oleh Pengadilan Tinggi Jawa Barat untuk menon-aktifkan Lendriyati Janis dipandang cukup bijaksana. Saya apresiasi dan mendukung hal tersebut. Jika nanti setelah pemeriksaan oleh pihak terkait, beliau dinyatakan tidak terlibat, tentu dapat diangkat kembali dalam jabatan yang sesuai yaa,” ungkap Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Wilson Lalengke selanjutnya berharap agar Ketua PN Cibinong Bogor yang baru dapat menjaga kepercayaan masyarakat, melaksanakan tugasnya dengan baik, benar dan bijaksana. “Semoga Ketua Pengadilan Negeri yang baru bisa menjaga kepercayaan publik, memberikan rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat, bebas dari kepentingan pihak tertentu, tidak diskriminasi, senantiasa jujur, tidak memihak kecuali kepada kebenaran,” pungkas tokoh pers nasional ini penuh harap. (WDO/Red)

Ilustrasi
Banda Aceh - Seorang remaja berusia 16 tahun di Aceh ditangkap polisi setelah mesum dengan pacarnya. Keduanya berhubungan badan di kamar rumah sakit saat menjenguk temannya yang sedang dirawat.

"Pelaku dan korban sama-sama berusia 16 tahun. Pelaku ini merupakan cowok korban dan ditangkap setelah keluarga korban membuat laporan ke polisi," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Aceh Kombes Agus Sarjito kepada wartawan, Rabu (1/5/2019).

Kasus ini bermula saat korban dan pelaku berkunjung ke rumah sakit di Banda Aceh pada Selasa 22 April lalu. Di sana, korban menjenguk kakak angkatannya yang sedang dirawat.

Namun karena waktu sudah menunjukkan tengah malam, pelaku dan korban memutuskan menginap di RS. Saat itulah keduanya berhubungan badan.

Setelah beberapa hari berselang, korban menceritakan kejadian yang dialaminya pada kedua orang tuanya. Tak lama berselang, mereka membuat laporan ke Polresta Banda Aceh.

Polisi turun tangan dan memburu pelaku. Akhirnya pada 30 April kemarin, pelaku tak berkutik saat ditangkap anggota Polresta Banda Aceh.

"Jadi modusnya itu pelaku yang merupakan pacar korban hendak menemani korban yang sedang menunggu teman korban dirawat di rumah sakit," jelas Agus. | Detik.com

Ribuan buruh saat berorasi dalam peringatan May Day di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (1/5/2019).
Bandung - Fotografer Tempo, Prima Mulia, dan jurnalis freelance Iqbal Kusumadireza (Reza) mengalami kekerasan saat meliput peringatan Hari Buruh Internasional yang di Gedung Sate, Bandung, Rabu (1/5/2019).

Sekitar pukul 11.30, Reza dan Prima berkeliling sekitar Gedung Sate untuk memantau kondisi pergerakan massa buruh yang akan berkumpul di Gedung Sate.

Saat tiba di Jalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, Prima dan Reza melihat ada keributan antara polisi dengan massa yang pakaiannya didominasi baju hitam-hitam.

Reza dan Prima mengaku melihat massa berbaju hitam tersebut dipukuli oleh polisi. Melihat kejadian tersebut, keduanya langsung membidikan kamera ke arah kejadian tersebut.

Setelah pindah lokasi untuk mengabadikan gambar yang lain, Reza tiba-tiba dipiting oleh seorang petugas polisi. Menurut Reza, polisi tersebut dari satuan Tim Prabu Polrestabes Bandung.

Reza menambahkan, anggota Tim Prabu itu menggunakan sepeda motor Klx bernomor polisi D 5001 TBS

Saat dipiting, Reza dibentak dengan pertanyaan “dari mana kamu?”

Reza langsung menjawab “wartawan”. Lalu menunjukan kartu tanda pengenal pers-nya. Lalu polisi tersebut malah mengambil kamera yang dipegang Reza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali.

“Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya memepertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis,” kata Reza.

Kaki kanan Reza menglami luka dan memar.

Setelah menguasai kamera Reza, polisi tersebut menghapus sejumlah gambar yang sudah diabadikan Reza.

Sedangkan Prima Mulia mengalami hal yang sama. Hanya saja, Prima tidak mendapat kekerasan fisik dari polisi. Prima mengaku disekap oleh tiga orang polisi. Dia diancam dan foto-fotonya dihapus. Salah satu polisi itu mengatakan “Mau diabisin?”

“Rombongan pertama pendemo di jln bagus rangin tiba2 rusuh. Massa kocar kacir.polisi tangkepin demonstran sambil dihajar. 

Sumber: Tribun-medan.com

StatusAceh,Net - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyampaikan permohonan maaf karena ucapannya soal pendukung Prabowo Subianto berasal dari daerah garis keras. Ia memahami istilah ucapannya bisa dipahami dengan sudut pandang yang tidak sama.

Dia menekankan garis keras yang dimaksudnya sebagai istilah sikap kokoh, tidak mau berkompromi dengan pandangan yang tidak sejalan.

"Arti garis keras di dlm literatur " is an adjective describing a stance on an issue that is inflexible and not subject to compromise". Arti ini tak bs dicabut krn sdh jd term dlm ilmu politik scr internasional. Tp bg yg salah memahami penggunaan istilah ini sy minta maaf," ujar Mahfud dikutip dari akun Twitternya, @mohmahfudmd, Rabu, 1 Mei 2019.

 
Mahfud menekankan tak ingin mau memperpanjang polemik istilah garis keras tersebut. Apalagi, ada isu yang menudingnya sengaja melontarkan ucapan tersebut karena untuk pengalihan isu kecurangan Pemilu 2019.

Dia meminta agar semua pihak lebih baik fokus mengawal proses penghitungan suara pemilu. Kata dia, dalam sistem demokrasi mestinya semua harus mendapatkan keadilan.

"Daripada sy dituding "mau membelokkan isu" dari kecurangan pemilu maka sy takkan memperpanjang polemik. Mari kita kawal sj ber-sama2 proses pemilu ini krn jalannya msh panjang. Semua hrs mendapat keadilan sesuai tuntutan demokrasi. Demokrasi hrs selalu diimbangi hukum (nomokrasi)," demikian cuitan tambahan Mahfud.

Imbas ucapan Mahfud memang banyak kritikan tetuju kepada pakar hukum tata negara tersebut. Sejumlah pihak mulai dari tokoh Aceh, Sulawesi Selatan sampai Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritisi Mahfud yang juga menjabat anggota Dewan Pengarah Badan Pemmbinaan Ideologi Pancasila.

Pernyataan Mahfud dianggap tak tepat karena dinamika saat ini sedang panas tensinya karena menunggu proses penghitungan suara Pemilu 2019. (VivaNews)

Banda Aceh - Pemerintah Aceh menjalin kerjasama dengan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Kajian Hukum Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) terkait pelaksanaan analisis beban kerja dan evaluasi jabatan di lingkungan Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (30/4).

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Helvizar Ibrahim, mengungkapkan kerjasama tersebut bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kesesuaian setiap beban kerja pegawai dengan upah yang diterimanya.

Sehingga, kedepan setiap pegawai di lingkup Pemerintah Aceh akan menerima beban kerja sesuai dengan iuran dan kemampuannya. Artinya, Pemerintah Aceh bersama dengan LAN RI akan menghadirkan keadilan kerja melalui MoU tersebut.

“Kita sedang menanamkan, kita sedang menampakkan kaki, kita sedang mengukir sejarah untuk merubah pola kerja yang tempo dulu itu menjadi pola kerja yang lebih adil,” ujar Helvizar.

Selain itu, Menurut Helvizar saat ini masih banyak pegawai yang tidak bekerja sesuai pada tempatnya. Bahkan tidak berada di tempat saat jam kerja berlangsung. Oleh karena itu, kata dia, kerja sama tersebut amat penting untuk menyesuaikan dan menempatkan pegawai sesuai dengan tupoksinya (Tugas pokok dan fungsi).

Karena itulah, Plt Sekda meminta seluruh SKPA maupun Biro untuk membantu menyerahkan segala data yang dibutuhkan oleh LAN RI. Dengan demikian, proses tindak lanjut kerjasama tersebut dapat dilaksanakan secepat mungkin. “Kalau bisa dipercepat,” ujar Plt Sekda.

Sementara itu, Kepala LAN RI Aceh, Faizal Ardiansyah mengatakan tujuan analisis beban kerja yang dilakukan pihaknya adalah untuk mengetahui beban kerja setiap jabatan, baik struktural maupun fungsional. Dengan demikian, kebutuhan yang diperlukan oleh tiap pegawai sesuai dengan beban kerjanya.

Selain itu, analisis tersebut juga berperan untuk menyesuaikan upah antara pegawai yang memiliki kompetensi berkualitas dengan pegawai yang biasa saja.

Dari analisis beban kerja itu, kata Faizal, nantinya kualitas para pegawai dapat diketahui menjadi dua kelompok. Pertama, kelompok pegawai yang kompetensinya standar dan kelompok yang kompetensinya di atas rata-rata. Bagi pegawai yang kompetensinya rendah, nantinya akan dilakukan pembinaan atau diklat untuk meningkatkan kompetensi.

“Untuk evaluasi jabatan tujuannya untuk menentukan posisi jabatan serta resiko jabatan di setiap SKPA,” ujar Faizal.(Rill)

Bener Meriah – Selain dikenal sebagai daerah penghasil kopi dan tanaman holtikultura. Kabupaten Bener Meriah juga dikenal memiliki kawasan hutan yang luas. Oleh karena itu, daerah berhawa sejuk ini memiliki dua peran sekaligus, yaitu sebagai pusat pengembangan tanaman pangan dan pengawal bagi pelestarian hutan Aceh.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam sambutannya pada Sidang Paripurna Istimewa DPR Kabupaten Bener Meriah, dalam rangka pelantikan dan pengambilan sumpah Teungku Syarkawi sebagai Bupati Bener Meriah, sisa masa Jabatan 2017-2022.

“Bener Meriah banyak menghasilkan komoditi holtikultura, yang harus dioptimalkan demi peningkatan kesejahteran rakyat. Kabupaten ini juga memiliki kawasan hutan lindung, hutan produksi, dan hutan marga satwa yang luas. Potensi ini harus kita jaga agar Bener Meriah menjadi pusat pengembangan tanaman pangan, dan pengawal bagi pelestarian hutan Aceh,” ujar Nova.

Berdasarkan data BPS, sekitar 78,76 persen penduduk Bener Meriah berprofesi sebagai petani. Komoditi paling terkenal dari daerah ini adalah kopi Arabika yang produksinya telah menembus pasar Eropa dan Amerika. Selain itu, tanaman holtikultura seperti kentang, lada, cengkeh, tembakau dan ragam buah–buahan.

Untuk itu, Nova mengimbau agar Pemkab memberi perhatian lebih serius terhadap sektor agrobisnis dengan menerapkan teknologi dan inovasi bidang pertanian.

Selain itu, Plt Gubernur meyakini, pengembangan sektor agrowisata akan memperkuat peran Bener Meriah sebagai pusat pengembangan tanaman pangan, dan pengawal bagi pelestarian hutan Aceh.

"Sesuai dengan rencana Menteri Pariwisata RI untuk membentuk Kawasan Ekonomi khusus Pariwisata, saya menantang Pemkab dan seluruh elemen di Bener Meriah untuk membentuk KEK Pariwisata. Potensi agrowisata dan kawasan hutan yang kita miliki tentu sangat mendukung terbentuknya KEK Pariwisata di Bener Meriah," ujar Plt Gubernur.

Dalam sambutannya, Plt Gubernur juga mengingatkan bahwa sebagai kepala pemerintahan seorang bupati memiliki kewajiban merangkul semua elemen yang ada, untuk bekerjasama membangun Bener Meriah sehingga segala potensi yang dimiliki dapat dioptimalkan.

“Sebagai Kepala Pemerintahan, saudara adalah milik seluruh elemen masyarakat Bener Meriah, bukan lagi milik partai pengusung. Karena itu, merangkul semua elemen masyarakat Bener Meriah menjadi tanggungjawab saudara. Ingat, hanya dengan sinergi dan kolaborasi bersama seluruh elemen, maka pembangunan akan berjalan dengan baik di Bener Meriah,” kata Nova.

Sementara itu, selaku pimpinan Pemerintahan Aceh, yang juga merupakan perwakilan Pemerintah Pusat di daerah, Nova menyampaikan beberapa pesan agar Bupati Bener Meriah bekerja dengan sepenuh hati, tulus dan ikhlas, dengan mengedepankan azas transparansi dan akuntabilitas.

“Jalankan program-program pembangunan yang pro rakyat, serta rancanglah penggunaan belanja daerah yang mengutamakan belanja publik,” imbau Plt Gubernur.

Nova juga berpesan agar Bupati Bener Meriah dapat memperkuat langkah-langkah fasilitasi dan pengawasan demi pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal dalam rangka mendukung upaya peningkatkan kualitas layanan publik.

“Bersikaplah tegas dan bijaksana dalam menginisiasi lingkungan kerja yang sadar hukum, sehingga saudara mampu mencegah tindakan yang mengarah kepada Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, serta menghadirkan pemerintahan yang memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat."

Selanjutnya, Bupati Bener Meriah juga diimbau untuk terus mendorong semangat reformasi birokrasi yang berberkenaan dengan akuntanbilitas kinerja dan akuntanbilitas pengelolaan keuangan daerah. “Bangun komunikasi efektif dengan legislatif. Upayakan pembahasan dan pengesahan APBK tepat waktu agar pembangunan setiap tahunnya dapat dimulai lebih awal.”

Untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks, Nova mengingatkan agar Bupati terus melakukan upaya peningkatan kapasitas aparatur. Nova mengimbau agar bupati menghindari pengangkatan pejabat di lingkungan SKPK berdasarkan hubungan personal.

“Pilih dan angkatlah mereka yang memiliki kapasitas, kapabilitas dan kompetensi sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” kata Plt Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, Nova juga mengingatkan, bahwa visi Pemerintahan Aceh ke depan adalah ‘Terwujudnya Aceh yang Damai dan Sejahtera melalui Pemerintahan yang Bersih, Adil dan Melayani,’ yang dituangkan dalam 15 program prioritas pembangunan Aceh.

Oleh karena itu, Plt Gubernur mengimbau bupati dapat menyesuaikan program pembangunan di Bener Meriah dengan visi dan program Pemerintah Aceh, sehingga pembangunan yang dijalankan dapat bersinergi dan saling memperkuat satu dengan yang lain.

“Mari bersama-sama kita dukung kepemimpinan bupati baru, agar pembangunan di Bener Meriah berjalan mulus. Selamat bekerja. Mari jadikan tindak tanduk Rasulullah sebagai referensi dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan. Semoga saudara dapat menjalankan amanah dan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya,” pungkas Plt Gubernur Aceh.

Sementara itu, Sarkawi dalam sambutannya usai dilantik sebagai Bupati Bener Meriah, sisa masa jabatan 2017-2022, menegaskan bahwa dirinya tidak akan mampu membangun Kabupaten Bener Meriah seorang diri.

Oleh karena itu, dirinya mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam upaya membangun dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Bener Meriah.

"Mustahil saya dapat membangun Bener Meriah seorang diri. Oleh karena itu, saya akan merangkul semua pihak untuk bersama membangun Bener Meriah. Kami juga siap mendukung dan menselaraskan program pembangunan Bener Meriah dengan visi-misi Pemerintah Aceh," ujar Sarkawi. (Rill)

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Helvizar Ibrahim, mengatakan penerapan Sistem Informasi Perizinan Perkebunan (Siperibun) khususnya bagi pelaku usaha perkebunan kelapa sawit akan mendongkrak perekonomian Indonesia serta membawa kesejahteraan bagi masyarakat luas. Lewat sistem tersebut, kata dia, keseluruhan data perusahaan perkebunan akan terintegrasi dengan baik.

“Semua pelaku usaha harus sukseskan sistem ini. Kalau dijalankan dengan baik akan sangat mudah,” kata Helvizar saat membuka Workshop Database Sistem Informasi Perizinan Perkebunan (Siperibun) Provinsi Aceh di Hotel Hermas Palace Banda Aceh, Selasa 30/04 pagi.

Helvizar menambahkan, dengan terintegrasinya data tersebut akan memudahkan semua pihak dalam memantau aktivitas perkebunan khususnya di Aceh. Di samping itu, pendapatan negara lewat pajak juga akan meningkat.
“Tata kelola perizinan yang berbasis data akan menghambat perilaku korupsi,” kata Helvizar.

Saat ini, Indonesia masih tercatat sebagai negara dengan luasan kebun sawit terbesar di dunia. Dari kajian sistem tata kelola komoditas kelapa sawit oleh Direktorat Penelitian Dan Pengembangan Kedeputian Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi pada tahun 2016, mencatat bahwa total luasan lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2015 yaitu seluas 15,7 juta hektar. Seluas 10,7 juta Ha (68%) di antaranya dikelola swasta. Sementara BUMN mengelola seluas 493,7 ribu Ha (3%) dan perkebunan rakyat seluas 4,4 juta Ha (29%).

Keseluruhan luasan itu menjadikan Indonesia sebagai produsen terbesar minyak sawit dunia, dengan market share mencapai 52,5% unggul jauh dari Malaysia yang hanya memiliki market share 32,6%. Total produksi Indonesia tahun 2012-2015 adalah sebesar 124 juta MT dengan pertumbuhan pertahun mencapai 4,0%

Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik per tahun 2015, kelapa sawit menyumbang 7-8% PDB. Direktorat Jenderal Pajak pada tahun 2015 juga mencatat bahwa sawit telah menyumbang Rp 22,27 triliyun penerimaan negara dari pajak. Sementara penerimaan negara dari pungutan ekspor mencapai Rp 11,7 triliyun.

Direktorat Litbang KPK, Sulistianto, mengatakan, dari hasil kajian itu diketahui bahwa penerimaan pajak sektor kelapa sawit hanya berkontribusi sebesar 2,1% dari total penerimaan pajak. Rata-rata pertumbuhan penerimaan pajak sektor kelapa sawit sebesar 10,9% pertahun. KPK menemukan tiga kelemahan dalam tata kelola komoditas kelapa sawit di Indonesia.

Tiga kelemahan tersebut adalah sistem pengendalian perizinan usaha perkebunan yang tidak akuntabel untuk memastikan kepatuhan pelaku usaha. Selanjutnya adalah tidak efektifnya pengendalian pungutan ekspor komoditas kelapa sawit dan tidak optimalnya pungutan pajak sektor kelapa sawit oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Karena itu, dengan penerapan  Sistem Informasi Perizinan Perkebunan, Sulistianto berharap, terciptanya koordinasi antara pemerintah daerah dengan kementerian/lembaga dalam proses penerbitan dan pengendalian perizinan. Dengan demikian tata kelola perizinan akan lebih baik dan bisa mengoptialisasi pendapatan negara dari sektor pajak. 

“Nantinya semua akan diinput ke sistem sehingga mekanisme chek in balance berjalan baik. Mereka (pelaku usaha) tidak bisa main-main (berkaitan dengan pajak) di samping juga perbaikan tata kelola secara keseluruhan,” kata Sulistianto.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Abdul Hanan, mengatakan di Aceh tercatat ada 160  perusahaan dengan luas HGU yang mencapai 371 ribu hektar. Angka itu belum dikalkulasikan dengan ribuan lahan yang dikelola oleh rakyat. Di samping itu tercatat ada 60 pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 20 hingga 60 ton TBS per jam.

“Seluruh direktur dari perusahaan sawit di Aceh itu hari ini kita kumpulkan untuk dikenalkan tata kelola perizinan berbasis data lewat Sistem Informasi Perizinan Perkebunan,” kata Hanan. Dengan system, kata dia, baik di tingkat pusat mau pun provinsi bisa melakukan verifikasi data secara bersama.
(Rill)

StatusAceh.Net - Di Aceh Selatan kami bertemu dengan Lahmudin, seorang petani sawit dan jagung yang sedang mengumpulkan buah sawit untuk dijual ke perusahaan sawit.

"Ladang ini tadinya hutan," kata pria paruh baya itu, sambil menunjuk lahannya yang dikelilingi oleh perbukitan yang tertutup pohon.

Dia mengatakan bahwa sekitar satu dekade yang lalu, penebangan hutan besar-besaran terjadi di sini karena warga membutuhkan uang sehingga mereka mengubah lahan itu menjadi kebun kelapa sawit.

"Hanya itu yang bisa dilakukan penduduk setempat."

Daerah yang ditanami oleh Lahmudin dan penduduk desa lainnya adalah bagian dari ekosistem Leuser, hamparan hutan hujan seluas 2,6 juta hektar yang menjadi tempat terakhir di planet ini di mana gajah, harimau, badak, dan orang utan Sumatera berkeliaran di satu tempat.

Banda Aceh - Pernyataan Mahfud MD yang menyebut daerah yang dimenangkan capres/cawapres Prabowo-Sandi dulunya dianggap 'provinsi garis keras' jadi heboh.

Tanggapan sejumlah pihak terkait pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut ramai di sejumlah sosial media sejak Senin (29/4/2019) hari ini, baik nasional maupun lokal.

Pernyataan itu juga ditanggapi oleh Muzakir Manaf alias Mualem, mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Secara khusus, kepada Serambinews.com, Senin (29/4/2019) dalam keterangan tertulisnya, Mualem mengatakan, pernyataan Mahfud MD itu berpotensi menebar kebencian dan pecah belah antar daerah dan rakyat Indonesia.

"Rakyat Aceh telah berkomitmen merawat NKRI melalui berbagai proses panjang di mana nilai-nilai Islam yang rahmatan lilalamin tetap dijaga melalui syariat Islam," kata Mualem.

Mualem mengatakan, pernyataan Mahfud MD seperti itu sangat menyakitkan rakyat Aceh, karena Aceh seolah-olah dilabelkan sebagai kelompok Islam garis keras.

"Kami rakyat Aceh memang garis keras dalam menentang penjajah indonesia, penista agama, dan orang-orang culas dalam merusak demokrasi apalagi terhadap komunisme," kata Mualem.

Mualem menjelaskan, masyarakat Aceh memang akan benar-benar keras bila berhadapan dengan penista agama Islam, bila berhadapan dengan penjajah bangsa.

"Jelas kami bersikap keras terhadap penjual negara, kami bersikap keras terhadap mereka-mereka yang tidak berpihak terhadap rakyat, kami akan bersikap keras terhadap kecurangan-kecurangan oleh negara, dan kami akan selalu bersikap keras terhadap ketidakadilan," tegas Mualem.

Ketua Umum Partai Aceh ini juga mengatakan, mayoritas rakyat Aceh yang mencintai damai, mendukung penuh terhadap pilihan capres nomor urut 02, Prabowo-Sandi yang merupakan pilihan tepat dan meyakini pasangan Prabowo-Sandi mampu membawa Indonesia melindungi akidah, agama, dan menjadi rahmatan lilalamin.

"Karena Prabowo-Sandi adalah hasil ijtima' ulama ditambah lagi dukungan penuh dari eks kombatan GAM," kata Mualem.

"Jadi, kami meminta saudara Mahfud MD untuk segera meminta maaf secara tertulis di media cetak nasional selama seminggu berturut-turut kepada rakyat Aceh, terkait statement yang memecah belah tersebut," pungkas Mualem.

Sebelumnya diberitakan, Mahfud MD menyebut Aceh adalah salah satu daerah yang memenangkan Prabowo-Sandi oada Pilpres 2019. Menurutnya, kemenangan Prabowo-Sandi di Aceh karena Aceh tergolong provinsi 'garis keras'.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud MD dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun televisi. Video berdurasi sekitar  satu menit tersebut beredar di media sosial.

Ini penggalan pernyataan Mahfud MD:

"Tapi kalau lihat sebarannya di beberapa provinsi-provinsi yang agak panas, Pak Jokowi kalah. Dan itu diidentifikasi tempat kemenangan Pak Prabowo itu adalah diidentifikasi yang dulunya dianggap provinsi garis keras dalam hal agama misal Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan sebagainya, Sulawesi Selatan juga".(

Sumber: Serambinews.com
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.