2017-05-28

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Rafli kande saat temu ramah bersama wakapolda aceh
BANDA ACEH- Senator Asal Aceh Rafli Kande memenuhi undangan menemui Wakapolda Aceh Brigjen Pol Bambang Soetjahyo di kediamannya dikawasan Lamteumen,Banda Aceh, Jumat (2/6/2017).

Kedatangan Senator asal aceh lansung di sambut oleh Wakapolda Aceh Brigjen Pol Bambang Soetjahyo yang didampingi Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T. Saladin SH.

Kehadiran Rafli Kande di kediaman wakapolda aceh tidak lain adalah membahas terkait akan digelarnya HUT Polri yang akan di gelar di lapangan Blang Padang, Banda Aceh tanggal 5-6 Juni bulan depan.

Wakapolda Aceh meminta kesediaan anggota DPD yang membidangi kesenian dan budaya ini untuk mengisi acara peringatan HUT Polri bulan juni mendatang yang akan dihadiri oleh Kapolri Jenderal PoL Tito Karnavian .

“ Kami meminta kesedian bapak rafli mengisi acara pada HUT Polri tanggal 5-6 bulan juni,insya Allah akan dihadiri lansung oleh bapak Kapolri “,ujar Brigjen Bambang.

Sementara itu Rafli Kande sendiri memastikan dirinya akan hadiri dan turut mengisi acara HUT Polri bulan juni mendatang karena pada tanggal tersebut dirinya tidak memiliki jadwal kunjungan ataupun kegiatan dinas lainnya.

Insya Allah saya akan hadir serta ikut mengisi acara pada HUT Polri tanggal 5 atau 6 bulan depan,kebetulan kosong kegiatan,kalau tanggal 13 saya akan ke belanda hadiri undangan dari kedubes belanda “,ungkap rafli kepada wakapolda aceh memastikan dirinya akan mengisi acara HUT Polri.

Dalam pertemuan bersama wakapolda aceh di kediamannya turut juga hadir seluruh pemyelenggara acara HUT Polri yang akan di gelar pada tanggal 5 atau 6 Juni mendatang di lapangan Blangpadang,Banda Aceh. 


Redaksi: T. Sayed Azhar

SG Pelaku begal yang berhasil diamankan oleh polres lhokseumawe

LHOKSEUMAWE- Aparat Polres Lhokseumawe berhasil meringkus seorang begal yang melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas) terhadap seorang pelajar warga  Seunudon Aceh utara kemarin Kamis (1/6/2017).

Tersangka begal tersebut yakni SG (21) warga Meunasah Manyang Kec. Muara Dua Kota Lhokseumawe diciduk oleh Tim Resmob Polres Lhokseumawe di kawasan Jalan Merdeka Timur desa Keude Cunda,Sabtu (3/6/201) .

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman SIK melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan tersangka SG adalah salah satu begal yang berhasil diamankan sebagai pelaku curas terhadap seorang pelajar berinitial IK (18) warga Desa Ulee Matang Kec. Seunudon Kab. Aceh Utara. 

Dalam laporan yang diterima oleh polres Lhokseumawe, pada Kamis (1/6/2017) sekiranya pukul 00:30 WIB korban IK pulang dari Lhokseumawe menuju arah seunudon menggunakan sepeda motor,saat melewati hotel lido graha korban dipanggil oleh sekelompok  pemuda ,meras tidak mengenal lantas korban melanjutkan perjalanannya.

Kasatreskrim AKP Budi Nasuha Waruwu
Memasuki kawasan kandang orban melihat dari spion ada yang mengikuti dirinya menggunakan sepeda motor,belum selesai penasarannya tiba-tiba  sepeda motor yang dinaikinya dihadang dan diminta untuk menuju ke arah jalan SMA 4 kandang oleh SG dan teman-temannya.

Sesampai di depan SMA 4 korban lansung mendapat pikulan dari tersangka SG,tidak sampai disana saja puas memukuli korban, SG Cs juga merampas handphone yang dimiliki oleh korban IK sebanyak 3 unit dari berbagai merk,akibat aksi curas yang dilakukan SG bersama teman-temannya korban Ik mengalami kerugian sebanyak Rp 6.800.000.

“ Saat ini tersangka SG yang kita duga adalah begal telah kita amankan dan sedang menjalani pemeriksaan di polres lhokseumawe untuk kita lakukan pengembangan serta dalami keterlibatan teman-temannya “,Ungkap Budi yang baru beberapa hari menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Lhokseumawe.


Redaksi: T. Sayed Azhar

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T. Saladin mendampingi Wakapolda aceh saat temu ramah bersama Senator Rafli

BANDA ACEH - Kombes Pol Teuku Saladin SH yang tidak lain adalah Kapolresta Banda Aceh mendampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol Bambang Soetjahyo dalam acara temu ramah bersama Legislator Aceh Rafli Kande.

Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Bambang Soetjahyo secara khusus menerima anggota Komisi III DPD RI Perwakilan Aceh, Rafly Kande di kediamannya, kawasan Lamteumen, Banda Aceh, Jumat (2/6/2017) malam.

Kunjungan sang senator aceh bersama ke kediaman Wakapolda Aceh tidak lain dalam rangka membicarakan persiapan acara hari ulang tahun Polri tahun 2017 yang jatuh pada tanggal 5 -6 Juli bulan depan.

Didampingi oleh Kombes Pol T. saladin, Wakapolda Aceh menyampaikan acara HUT Polri tahun 2017 ini dijadwalkan akan dihadiri lansung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian  serta dilaksanakan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

" Acara akan kita laksanakan di lapangan blang padang, Insya Allah Bapak Kapolri akan hadir  makanya kami minta kesedian pak rafly untuk mengisi acara tersebut tanggal 5 atau 6 juli bulan depan ", ungkap Brigjen Pol Bambang Soetjahyo.

Sementara itu rafli kande sendiri dalam temu ramah tersebut menyatakan kesiapan dirinya untuk mengisi acara tersebut bersama grup kande namun dirinya harus terlebih dahulu menghadiri rapat paripurna DPD RI dan kemudian pada tanggal 13 juni dirinya akan menghadiri undangan dari kedutaan belanda di belanda.

" Kalau tanggal 5 atau 6 juni insya Allah saya siap mengisi acara tersebut, besok saya akan kembali ke jakarta ikuti sidang paripurna dan tanggal 13 juni ke belanda hadiri undangan kedutaan belanda ", ujar sang senator memastikan kehadirannya di acara HUT Polri juni mendatang.

Sementara itu Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol  Saladin yang menyatakan kesiapan pihaknya mengamankan acara HUT Polri yang akan di gelar di Lapangan Blang Padang Banda Aceh 5-6 juni mendatang.

"  Saya hanya mendampingi bapak wakapolda dalam pertemuan ramah tamah bersama Anggota DPD Rafli, jika ditanya kesiapan pengamanan saat acara HUT Polri nanti tanggal 5-6 Juni,saya siap mengamankan hingga acara selesai, apalagi hadir mantan komandan saya dahulu waktu tugas di metro jaya pada HUT Polri kali ini di Aceh ", tegas Kombes Pol T. Saladin.(SI/TSA)

Redaksi: T. Sayed Azhar

Bambang Tri Mulyono

BLORA - Pengadilan Negeri Blora akan menjatuhkan putusan untuk Bambang Tri Mulyono, penulis buku Jokowi Undercover pada Senin (29/5/2017).

Siapakah Bambang Tri Mulyono, akrab disapa BTM? Di lingkungan keluarganya BTM dikenal dengan sapaan Mas Mul. Sejak kecil dikenal gemar menulis dan mengkritik apa saja yang menurutnya tak benar.

Setidaknya hal tersebut diungkapkan oleh Endang Suhartini (62), kakak sulung si penulis buku Jokowi Undercover yang belakangan menuai kontroversi itu.

"Mas Mul itu sejak kecil memang suka nulis, suka memberi kritik juga. ‎Apa saja yang menurut dia tak benar atau kurang tepat akan dikritiknya," ungkap Endang saat ditemui Tribun Jateng di rumahnya, Dusun Jambangan, Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Selasa (3/1//2017).

Bambang Tri sangat ingin menuangkan apa saja yang menurutnya benar ke dalam tulisan. Ia pernah bekerja di sebuah surat kabar dan sering mengirimkan tulisannya ke media massa.

Hanya, menurut Endang, Bambang tak suka apabila karya tulisnya banyak diedit atau direvisi oleh orang lain. Bambang pun memutuskan keluar dan tak lagi bekerja di media.

Sebelum menulis Jokowi Undercover, Bambang sudah menerbitkan buku berjudul Adam 31 Meter, Mencari Tanda Tangan Tuhan & Ayat-ayat Emas Evolusi dalam Alquran.

Buku setebal 264 halaman itu diterbitkan oleh Pustaka Pesantren, Daerah Istimewa Yogyakarta, cetakan pertama pada 2013.

Di sampul tertulis inspirator terbitnya buku tersebut adalah Mbah Syahid Kemadu (Kiai Alhamdulillah). KH Mustofa Bisri atau Gus Mus berkenan memberi pengantar.

Di catatan akhir buku Adam 31 Meter adalah Prabowo Subianto, sosok pemimpin ideal dalam pandangan Bambang selama ini.

Di sampul belakang ini dijelaskan maksud penulis ingin mengupas firman Allah dan keselarasannya dengan sains modern.

Lewat buku ini Bambang hendak menyangkal teori evolusi Darwin yang menyebut manusia berasal dari monyet. Di sisi lain ia juga mengkritisi teori Harun Yahya, penulis yang menafikan keberadaan evolusi.

Respons pasar terhadap buku ini tak seperti yang diharapkan Bambang yang berakhir pada kekecewaan. Sejak itu ia menghabiskan banyak waktu di rumah.

"Ditawari kerja apa-apa ndak mau, pengennya menulis," ucap Endang.

Usai lulus dari SMA Negeri 1 Blora, Bambang melanjutkan studi ke Universitas Diponegoro Semarang. Pada 1988, kalau tak salah ingatan Endang, adiknya itu mengambil jurusan peternakan.
Lantaran tak betah Bambang hanya bertahan dua semester.‎ Selanjutnya, Bambang mengikuti tes masuk perguruan tinggi lagi dan diterima di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman.

"Di Unsoed ini sebenarnya hanya tinggal skripsi saja, tapi juga tak pernah diselesaikannya," kata dia.
Endang sama sekali tak mengetahui Bambang menulis Jokowi Undercover yang akhirnya mengantarkannya ke balik jeruji besi dan kasusnya ditangani Mabes Polri.

Kendati tinggal dalam satu lingkungan Endang jarang berbincang dengan adik bungsunya itu. Bambang termasuk orang yang keras hati dengan pendiriannya yang dianggap benar

"Jarang mau menerima masukan dari pihak lain. Mungkin karena itu dia jarang ngobrol lama-lama dengan saya juga. Naluri saya sebagai kakak, kadang saya nasihati dan beri masukan. Tapi mungkin ya ndak berkenan bagi dia," terang Endang.

Di samping itu Bambang memang kepribadian yang cenderung tertutup. Sehingga, jarang sekali mengungkapkan apa yang sedang dialami dan dirasakannya kepada orang lain.

Jarang Bergaul


Tempat tinggal Mas Mul dan keluarganya tak begitu jauh dari pusat Kota Blora atau sekitar tujuh kilometer ke arah barat.

Keluarga Mas Mul Tri cukup terpandang di kampung halaman sastrawan terkemuka Pramoedya Ananta Toer itu.

Mas Mul merupakan bungsu dari enam bersaudara. Kakak sulungnya, Endang Suhartini (62), mantan peting‎gi atau kepala desa Sukorejo. Sampai sekarang ia masih menjabat Ketua Pengurus Anak Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Tunjungan.

Kakak keduanya adalah Bambang Sadono, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Kelompok DPD RI, sekaligus Ketua Badan Pengkajian MPR RI periode 2014-2019.

Terdapat tiga bangunan utama di kompleks tersebut: pendopo di tengah, rumah sederhana di depan samping kiri, dan bangunan bertingkat di belakang pendopo.‎

Di pendopo tampak kursi dan meja panjang berjajar rapi. Di sana juga terpajang sebuah foto bergambar Bambang Sadono bersalaman dengan Presiden Jokowi. ‎‎

Seorang perempuan berusia di atas 30 tahun‎ tampak memberi pakan beberapa ayam di dalam kandang portabel yang terpacak di halaman samping kanan pendopo.

Tak jauh dari tempat ia berdiri, di samping bangunan bertingkat, ada dua ekor kambing.‎ Perempuan berambut sebahu dan berkaus biru‎ itu adalah Desi (34), istri Mas Mul.

Ia ramah menyambut kedatangan Tribun Jateng. Saat disinggung soal buku karya suaminya, Jokowi Undercover, Desi buru-buru mengaku tak banyak tahu.

"Saya tak tahu pasti, bapak tak pernah cerita, saya juga enggak pernah tanya-tanya. Itu urusannya bapak. Dulu, saat awal-awal saya pernah tanya, beliau langsung menjawab tegas, 'Gak usah ikut campur, ini urusan saya sama Jokowi.' Sejak itu saya tak pernah tanya-tanya lagi," cerita Desi, Selasa (3/1/2017).

Di lingkungan sekitar, Bambang dikenal jarang bergaul atau sekadar kumpul-kumpul. Kehidupan sehari-harinya banyak dihabiskan di lingkungan rumah.

"Sesekali keluar rumah, tapi ndak tahu pergi ke mana. Dibandingkan dengan saudara yang lain memang agak beda," ucap seorang tetangga yang enggan menyebutkan namanya.

‎Kapolri Jenderal Tito Karnavian angkat bicara soal Bambang yang disangka dugaan penyebaran ujaran kebencian dan berbau SARA merujuk karyanya Jokowi Undercover.

"Saya sudah suruh penyidik untuk mendalami siapa yang menggerakkan dan siapa yang mengajari dia karena kalau dilihat kemampuan dia, kemampuan menulisnya berantakan dan tidak sistematis," ungkap Tito di Mabes Polri, Rabu (4/1/2017).


Keluarga Tak Tahu


Keluarga tak tahu menahu maksud Mas Mul menulis buku Jokowi Undercover, yang mengantarkan dirinya hidup di penjara.

Mabes Polri menangkap dan menahan Mas Mul karena bukunya berisi kebanyakan fitnah dan kebencian tentang Presiden Joko Widodo, termasuk asal susulnya.

Beternak ayam
Desi bercerita s‎ehari-hari suaminya tak banyak beraktifitas di luar rumah. Waktunya diisi dengan beternak ayam dan mengurus kambing.

"Hanya, kalau malam sering baca-baca buku. Selanjutnya, terkadang mengetik di laptop. Ngetik apa saya juga gak tahu," aku perempuan asal Kabupaten Banyumas itu.

Di kompleks rumah itu‎ ia sekeluarga menempati sebuah kamar sederhana di pojok bawah bangunan berlantai dua. "Bisa dibilang menumpang di rumah kakak," aku Desi.

‎Jika sesekali ada tamu, Mas Mul menemuinya di pendopo. Otomatis Desi tak banyak tahu siapa saja orang-orang yang bertamu menemui suaminya.

Ketika Mas Mul ditangkap polisi, Jumat (30/12), Desi tak menyadari persis kasus apa yang menjeratnya.

"Kala itu bapak hanya bilang jangan bersedih atau takut, yang penting bersabar dan berdoa saja, semua ini untuk menegakkan kebenaran," kenang Desi.

Desi menampik suaminya ikut organisasi kepemudaan atau politik. Sehari sebelum ditangkap ada orang Flores bertamu tapi tak tahu keperluannya dengan Mas Mul.

Selama ini Mas Mul tak pernah banyak bercerita ‎kepada istri dan anak-anaknya. "Tinggal bareng, tapi kan urusannya sendiri-sendiri. Bapak senang perhatiin politik, saya tidak tahu apa-apa soal politik," beber dia.

Disinggung aktifitas suaminya saat gelaran‎ Pilpres 2014 silam, Desi juga tak banyak tahu. Jelang pilpres ia dan anak bungsunya bertempat di Purwokerto. Sementara, Bambang Tri dan anak pertama tinggal di Blora.

"Karena anak saya yang perempuan itu kerasan di Purwokerto. Saya ke sini lagi pertengahan 2016 kemarin," ucap Desi.‎

Berdasarkan data di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Blora, tak ada nama Bambang Tri tercatat sebagai pengurus lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat, atau organisasi politik tertentu.

"Namanya mencuat ya setelah ramai ditangkap itu," ujar seorang pegawai di Kesbangpol Blora yang enggan menyebutkan namanya.

Berikut sekilas data yang menyeret Bambang hingga masuk bui dan sementara ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya.

- Bambang ditahan di Polda Metro Jaya sejak Jumat (30/12/2017) lalu.
- Penyelidikan terhadap Bambang dimulai awal Desember 2016.
- Bambang menulis buku tentang Jokowi pada September 2016.
- Buku Jokowi Undercover tidak didukung data primer dan sekunder yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Tersangka diduga melakukan upaya menebar kebencian.
- Ada unsur kebencian terhadap ras dan etnis tertentu.
- Tersangka menuding Jokowi anak seorang anggota PKI.
- Tersangka juga memberikan semacam statemen bahwa Jokowi dan JK adalah pemimpin yang muncul dengan keberhasilan media massa membohongi rakyat.
- Tersangka dijerat UU ITE juncto Pasal 16 UU No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.
- Pelaku juga dijerat Pasal 207 KUHP yakni dengan sengaja menghina penguasa atau badan umum di Indonesia di depan umum.
- Tersangka terncam pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500 juta.(Trinbunnews)

Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah menerima kunjungan Ketua Menteri Malaka Datuk Seri Utama Ir. H. Idris bin H Nurdin dan Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Tan Sri H. Mohd Ali bin Modh Rustam beserta rombongan di Pendopo Gubernur Aceh, Sabtu (3/6).


Zaini Abdullah sangat menyambut baik kedatangan tamu dari negeri jiran tersebut karena akan mempererat hubungan silaturrahmi antara Aceh dan Malaka serta Malaysia umumnya.


Zaini Abdullah menyampaikan bahwa hubungan antara Aceh dan Malaysia tidak hanya disatukan oleh ikatan serumpun dalam Dunia Melayu Dunia Islam, tapi lebih dari itu, banyak fakta sejarah menunjukkan betapa kedekatan kedua wilayah ini telah terjalin dalam ikatan darah dan persahabatan yang ada sejak masa kesultanan Aceh.


Zaini Abdullah mencontohkan, Istri Sultan Iskandar Muda bernama Putri Kamaliah atau yang lebih dikenal dengan Putroe Phang adalah putri yang berasal dari Pahang, Malaysia.



Hubungan persaudaraan tersebut lanjut Zaini diperkuat dengan keberadaan Sultan Iskandar Thani, yaitu Raja Aceh yang menjadi penerus kepemimpinan Sultan Iskandar Muda di kerajaan Aceh Darussalam. “Beliau adalah pemuda yang berasal dari Malaysia dan merupakan anak angkat sekaligusmenantu dari Sultan Iskandar Muda,” kata Zaini.


Selain pertalian sejarah lanjut Zaini, ada banyak kisah lain yang menggambarkan kedekatan Aceh dan Malaysia, termasuk dalam penegakan syariat Islam, pendidikan, pengembangan dan pelestarian budaya melayu, dan pariwisata.


“Semua ini menunjukkan betapa dekatnya hubungan Aceh dan Malaysia, baik di tinjau dari perspektif sejarah, budaya, maupun dari kerjasama antara wilayah,” ujar Zaini. 

Sementara itu, Ketua Menteri Malaka, Datuk Seri Utama Ir. H. Idris bin H Nurdin sangat berterima kasih atas penyambutan pemerintah Aceh terhadap rombongan dari Jajaran Pemerintahan Malaka dan juga DMDI.


Kunjungannya ke Aceh kata Datuk Seri Utama Idris dalam rangka kunjungan sosial, namun pertemuan tersebut akan lebih mempererat hubungan silaturrahmi antara Malaka dan Aceh.


“Ini merupakan lawatan rutin kami setiap bulan Ramadhan untuk datag ke Aceh untuk bertemu dengan anak-anak yatim dan berbuka puasa bersama mereka,” ujar Datuk Seri Utama Idris.


Rombongan dari Malaka tersebut dijawalkan akan melakukan pertemuan dengan anak yatim dan berbuka puasa bersama di Rumah Anak Yatim Malaka Aceh (RAYMTA) di Mata Ie, Aceh Besar.(Red)

LHOKSUKON - Keuchik Gampong Tanjoeng Geulumpang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara menjadi korban pembacokan setelah cekcok dengan Ketua Tuha Peut, Abdullah, diduga terkait jerit aparat desa, Jumat (2/6/2017)kemarin.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB sore tadi. Kejadian berawal saat korban hendak memberikan uang jerih aparat desa kepada pelaku.

"Korban baru pulang ambil uang jerih. Lalu menemui tersangka dan mengatakan bahwa uangnya sudah ada. Korban meminta pelaku harus mengambil di rumah lantaran ada hal yang harus ditandatangani," kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kapolsek Baktiya, Iptu Suparyo, Jumat (2/6/2017).

Lalu, kata Suparyo, pelaku mendatangi kediaman Bendahara Gampong, Mardani untuk menanyakan perihal jerih yang belum diantar kepada dirinya. Waktu itu, kata dia lagi, bendahara gampong mengaku tidak ada uang yang diserahkan oleh korban kepada dirinya.

"Kemudian pelaku menjumpai korban. Di sana, terjadilah adu mulut. Kemudian secara seketika pelaku langsung membacok korban di bagian kepala," ucap Suparyo saat dihubungi GoAceh.

Korban kemudian mendatangi Puskesmas Baktiya untuk mendapat perawatan dan visum dokter. Selanjutnya barulah membuat laporan ke Polsek setempat.

"Untuk saat ini, tersangka dan barang bukti sudah kita amankan ke Polsek. Tersangka kita jemput setelah mendapat kabar dari korban," kata Suparyo.(goaceh.co)

Bambang Tri Mulyono saat di pengadilan 
BLORA - Bambang Tri Mulyono, penulis buku "Jokowi Undercover: Melacak Jejak Sang Pemalsu Jatidiri" divonis 3 tahun penjara oleh hakim PN Blora, Senin (29/5/2017).

Setelah mendengar vonis yang dibacakan hakim ketua Makmurin Kusumastuti, rupanya Bambang kurang sreg. Ia lantas mengajukan banding.

"Saya langsung nyatakan banding," ucap Mas Mul, sapaan akrab Bambang Tri Mulyono.

Tak hanya itu, saat hendak dibawa jaksa menuju mobil tahanan Kejaksaan Negeri Blora, Mas Mul berucap lantang akan memecat semua pengacara yang selama ini mendampinginya.‎
"Pengacara‎ melempem kayak krupuk," ketusnya.

Mas Mul dinilai oleh majelis hakim secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 UU 19/2016 atas Perubahan UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 64 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Vonis hakim lebih rendah satu tahun dibanding tuntutan tim jaksa pada Rabu (10/5/2017).
Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan Mas Mul adalah menghina dan mencemarkan nama baik Presiden Joko Widodo, kemudian berlaku tak sopan selama persidangan, serta tak menyesali perbuatannya.

Anggota tim ‎kuasa hukum Mas Mul, Hendri Listianto Nugroho, mengaku tak ambil pusing terkait ancaman pemecatan tersebut.

Menurutnya, surat kuasa yang diterima oleh tim kuasa hukum memang mengamanatkan pendampingan hingga sidang putusan di PN Blora.

Hendri mengakui, selama ini yang membiayai jasa kuasa hukum Mas Mul adalah Bambang Sadono. Bambang Tri adalah adik kandung Bambang Sadono, anggota DPD RI dari Jawa Tengah.

‎Sidang putusan Mas Mul mendapat perhatian tersendiri dari Kantor Staf Presiden (KSP). Tiga orang dari KSP, dipimpin oleh Ifdhal Kasim, hadir langsung di pengadilan untuk memantau jalannya persidangan.

"Kami datang untuk mengetahui, apa yang menjadi pertimbangan majelis dalam memutus perkara ini," ujar Ifdhal, Staf Ahli Kedeputian V KSP.(tribunnews)

Ilustrasi 
BANDA ACEH- OS (21) warga Gampong Balue Tanoh Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie, Aceh, memilih jalan pintas dalam mencari uang. Ia nekat menjual sabu untuk mencukupi biaya kuliah. Kini, dia meringkuk di hotel prodeo.

Penangkapan OS dilakukan tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Pidie. Untuk membekuk pelaku, polisi melakukan penyamaran. Mereka berpura-pura sebagai pembeli dan memesan dua paket sabu. 

Lokasi transaksi disepakati Gampong Leupeum Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie. Polisi meluncur ke lokasi begitu juga dengan pelaku. Ia tidak mengetahui calon pembelinya polisi yang melakukan penyamaran.

"Saat menyerahkan sabu kepada anggota yang menyamar, pelaku langsung kami tangkap," kata Kasat Resnarkoba Polres Pidie AKP Raja Aminuddin Harahap dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (2/6/2017).

OS ditangkap pada Kamis (1/6) sekitar pukul 23.00 WIB. Kepada polisi, pelaku mengaku sudah lama menjual barang haram tersebut untuk mencukupi biaya kuliah. Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti berupa dua paket sabu seberat 1,60 gram yang dibungkus dengan bungkusan bekas kuaci.

"Kini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pidie guna penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya.(Detikcom)


StatusAceh.Net- Bea-Cukai Aceh kembali menyita rokok ilegal yang beredar di masyarakat. Rokok ilegal yang berjumlah sekitar 1 juta batang itu diamankan dalam kurun dua minggu terakhir.

"Pelanggaran yang dilakukan di antaranya rokok tersebut dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai bekas, dilekati pita cukai yang bukan peruntukannya, serta rokok dari Kawasan Bebas Sabang yang beredar di wilayah Aceh," ujar Kepala Kantor Wilayah Bea-Cukai Aceh Rusman Hadi dalam keterangannya, Jumat (2/6/2017).

Bea-Cukai Aceh menggelar Operasi Patuh Ampadan I untuk menindak dan menyita jutaan batang rokok ilegal yang beredar di wilayah Aceh. Bea-Cukai Aceh telah berhasil menindak dan menyita lebih dari 1.181.209 batang rokok ilegal melalui tim operasinya di Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, dan Kuala Langsa.

Kegiatan penindakan dan penyitaan terbesar dilakukan pada Minggu (21/5/2017), yang bertempat di sebuah rumah yang beralamat di Dusun Balee Cut, Desa Lambheu, Kec Darul Imarah, Aceh Besar. Penyitaan ini berawal dari informasi adanya kegiatan penyimpanan/menyediakan untuk dijual kembali barang kena cukai berupa rokok ilegal di Desa Lambheu. 

"Dari informasi awal ini, Tim Operasi Patuh Ampadan Bea-Cukai Aceh melakukan pengintaian selama beberapa hari pada rumah yang dicurigai. Setelah mendapat bukti yang dirasa cukup, Tim Operasi pun melakukan pemeriksaan dan penggeledahan, yang akhirnya ditemukan 1,1 juta batang rokok ilegal di rumah tersebut," ucapnya.

Menurut Rusman, modus yang dilakukan pelaku adalah menyediakan rokok untuk dijual dari Kawasan Bebas Sabang. Rokok yang tanpa dilekati pita cukai, yang hanya boleh dikonsumsi di Kawasan Bebas Sabang dan sesuai dengan ketentuan, tidak diizinkan beredar di tempat selain Kawasan Bebas, mengingat pungutan cukainya yang belum dilunasi.

Pelaku berupaya mengedarkan rokok yang belum dilunasi cukainya tersebut ke wilayah Banda Aceh dan sekitarnya dengan tujuan menghindari cukai dan mendapat keuntungan yang berlipat. Saat ini kasusnya sedang dalam proses penyidikan oleh PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Kantor Wilayah DJBC Aceh dan pelaku diduga telah melakukan tindak pidana di bidang cukai, melanggar Pasal 54 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

"Wilayah Aceh merupakan daerah pemasaran barang kena cukai berupa rokok, sehingga ditengarai pula masih banyak rokok ilegal yang beredar di wilayah Aceh. Dalam kurun waktu Januari-April 2017, Bea-Cukai Aceh telah menyita lebih dari 1,87 juta batang rokok ilegal, sehingga sampai dengan Mei 2017 ini, rokok ilegal yang disita mencapai lebih dari 3 juta batang, dengan potensi penerimaan cukai mencapai Rp 1 miliar," tutur Rusman.

Rusman menambahkan Operasi Patuh Ampadan I bertujuan menurunkan tingkat peredaran rokok ilegal dan mengoptimalkan penerimaan negara di bidang cukai. Operasi ini dilaksanakan secara serentak dan terpadu di seluruh wilayah Indonesia, baik daerah produksi hasil tembakau, jalur distribusi, maupun daerah pemasaran hasil tembakau, pada 15 Mei-10 Juni 2017.

Sesuai dengan survei oleh Tim UGM pada 2016, peredaran rokok ilegal mencapai 12,14% dari produksi rokok secara nasional. Dengan Operasi Patuh Ampadan ini, diharapkan tingkat peredaran rokok ilegal dapat turun di angka 6% pada 2018.

Operasi secara serentak dan terpadu di seluruh wilayah Indonesia ini diharapkan mampu membatasi ruang gerak peredaran rokok ilegal serta meningkatkan kepatuhan pengusaha rokok di Indonesia. Hal ini akan menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk mendukung pertumbuhan industri hasil tembakau dan meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai. (Detikcom)


AMERIKA- Aturan yang mengharuskan pendatang menunjukkan akun media sosial (medsos) saat akan memasuki Amerika Serikat (AS) sudah lama dibahas. Saat ini, aturan tersebut statusnya telah disahkan. 

Pemerintahan AS di bawah pimpinan Presiden Donald Trump telah menyetujui bahwa akun medsos merupakan salah satu syarat diperolehnya visa AS. Itu artinya, petugas kedutaan besar AS di berbagai negara berwenang menanyakan akun medsos kepada pemohon visa.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/6/2017) para pelancong yang meminta izin masuk ke AS akan diberi formulir terbaru yang isinya menanyakan akun medsos.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, pencantuman informasi akun medsos ini diperlukan untuk mengkonfirmasi identitas dari pemohon visa. Disamping itu, hal ini diperlukan untuk memperketat pemeriksaan orang-orang yang berencana ke AS.

Aturan ini menuai kritik dari berbagai kalangan, salah satunya dari Presiden Asosiasi Amerika Iran, Babak Yousefzadeh. Diungkapkannya, proses pengajuan visa tersebut dinilai terlalu 'posesif'. 

"Amerika Serikat memiliki salah satu proses pengajuan visa yang paling ketat di dunia. Kebutuhan untuk memperketat proses benar-benar tidak diketahui dan tidak jelas," ucapnya.(Detiknews)a


PEKANBARU- Dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Polresta Pekanbaru melaksanakan rapat internal yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK, SH, MH yang didampingi oleh Wakapolresta Edy Sumardi Priadinata, SIK serta Kabag Ops Kompol Indra Andiarta SIK, Jumat (02/6/2017).

Pelaksanaan rapat internal yang bertempat di Ruang rapat Bunga Kiambang ini dimulai dari jam 08.30 Wib dengan diikuti oleh Para Kabag, Kasat, Kasi dan Para Kapolsek jajaran Pekanbaru.

Operasi kemanusiaan ini akan difokuskan pada pelayanan masyarakat khususnya arus mudik, serta untuk mengantisipasi ancaman yang diperkirakan akan muncul, seperti Terorisme.

Tak lupa pula yang perlu diantisipasi seperti Curas, Curat, Curanmor serta perlu diwaspadai perampokan toko mas juga nasabah bank.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK, SH, MH juga menjelaskan, pos pengamanan dan pelayananan tersebut bukan hanya tempat polisi bertugas namun juga tempat istirahat bagi pemudik yang harus dibuat sebagus dan senyaman mungikin.

“terutama untuk Pos MTQ dan Ramayana dibuat yang bagus” Ujar Kapolresta Pekanbaru diacara rapat tersebut.

Kemudian tambahan dari Wakapolresta pekanbaru Eydy Sumardi Priadinata SIK, mengatakan dalam rapat tersebut supaya melibatkan Satpol PP dan dinas perhubungan dalam pengamanan malam Takbiran untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

“kita akan bentuk tim pengurai macet dan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan” tambahnya.

Sebagaimana diketahui bahwa personil yang dilibatkan dalam pelaksanaan Operasi Ramadniya ini sebanyak sekitar 700 personil gabungan,  mulai dari Personil Polresta Pekanbaru,  TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan Senkom.

Rapat Internal Operasi Ramadniya 2017 ini berjalan lancar dan selesai jam 11.30 WIB. (Red/RR)


LHOKSEUMAWE - Tanggal 1 Juni Negara Indonesia selalu tidak lupa untuk peringati Hari Kelahiran Pancasila. Hari dimana Tanah Air pertama kali membuat perumusan Lambang Negara Indonesia.

Untuk itu Komando Resort Militer (korem) 011/lilawangsa melaksanakan upacara untuk memperingati hari lahirnya pancasila yang laksanakan di Lapangan sudirman, Kamis (01/06) pagi.

Upacara Peringatan hari kelahiran Pancasila ini selain diikuti oleh Prajurit, PNS TNI Korem 011/LW berserta Satdisjan juga diikuti oleh satuan Lanal Lhokseumawe dan Paskhas. 

Dalam amanat presiden RI yang dibacakan oleh kasi intel Korem 011/LW Letkol Inf Surya menyampaikan bahwa pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan pancasila,  rumusan final pancasila tanggal 18 agustus 1945  yaitu jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.

Harus diingat bahwa kodrat bangsa indonesia adalah keberagaman. berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk indonesia. itulah ke-bhinneka tunggal ika-an kita.

Saat ini kebinekaan kita sedang diuji, ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinnekaan dan keika-an kita. saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain pancasila.

Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong.

Untuk itu diperlukan komitmen dari seluruh komponen bangsa untuk menjaga Pancasila dengan meningkatkan Pemahaman dan Pengamalan pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Selamat hari lahir Pancasila. 
Kita Indonesia, kita Pancasila.
Semua anda Indonesia,semua anda Pancasila.
Saya Indonesia, saya Pancasila.

Redaksi: T. Sayed Azhar

Sambai Oen Peugaga, urap versi Aceh. (CNN Indonesia/Gilang Fauzi)
StatusAceh.Net - Selalu ada yang unik ketika membicarakan Ramadan di nanggroe darusalam, Aceh. Selain punya tradisi unik meugang dalam menyambut ibadah saum tahunan, masyarakat Aceh juga memiliki kuliner khas yang biasa dinikmati setiap berbuka puasa.

Makanan khas tradisi Aceh itu merupakan racikan lalapan yang terdiri dari 44 dedaunan. Masyarakat Aceh biasa menyebutnya Sambai Oen Peugaga.

Sambai Oen Peugaga, yang berarti sambal daun pegagan, merupakan sajian kuliner khas Tanah Rencong warisan nenek moyang Ureueng Aceh. Meski berlabel 'sambal', sajian oen peugaga pada dasarnya lebih menyerupai penganan urap.

Daun pegagan merupakan bahan baku utama yang mendasari sajian makanan. Sementara sisanya adalah daun-daun campuran dari tanaman kebun yang diaduk dalam irisan tipis menyerupai benang-benang halus.

Sambai Oen Peugaga kini sangat jarang dijumpai di bumi Serambi Mekkah. Satu-satunya pedagang yang setia berjualan kala Ramadan adalah Julina (51). Bersama kakaknya, Julina biasa membuka lapak di salah satu ruas jalan tak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Julina mengatakan, Sambai Oen Peugaga digemari masyarakat Aceh bukan hanya karena rasanya yang unik dan khas, melainkan juga karena penganan tradisional itu memiliki segudang khasiat bagi kesehatan.

Menurut Julina, khasiat dari pegagan dan daun-daun campuran yang ada di dalamnya sudah terbukti ampuh mengatasi berbagai macam penyakit, seperti darah manis (diabetes), kolesterol, dan masuk angin.

"Zaman dulu di sini mana ada istilah-istilah penyakit macam itu, karena memang masyarakat biasa santap daun peugaga. Pembeli kami juga kebanyakan orang tua yang sudah jadi pelanggan setia," kata Julina, Sabtu (27/5).

Selain pegagan, kata Julina, daun-daun yang diracik dalam resep Sambai Oen Peugaga antara lain daun tapak lembar, kemangi, daun jambu, daun mangga, daun ubi-ubian, dan beberapa kelopak bunga seperti bunga kana merah.

"Dulu itu memang spesifik ada 44 daun. Sekarang beberapa di antaranya sudah susah kami dapatkan. Sekarang mungkin cuma ada sekitar 40 daun saja," kata dia.

Cara mengolah Sambai Oen Peugaga boleh dibilang gampang-gampang susah. Hal pertama yang dilakukan, kata Julina, ada mencincang dan mengiris halus daun-daun yang telah dikumpulkan.

Setelah dicacah dalam bentuk irisan tipis, daun-daun itu kemudian diuap sekitar lima menit. "Jika waktunya tidak pas, nanti bisa keluar bau tak sedap," kata Julina.

Usai diuap, daun-daun itu diremas hingga keluar cairan dan kemudian ditiriskan. Setelah agak kering, irisan daun-daun itu diaduk dengan bumbu yang telah disiapkan seperti oseng kelapa parut, cabai rawit, dan resep bumbu rempah sebagai penambah gurih.

Setelah olahan tercampur rata, Sambai Oen Peugaga pun siap disajikan. Untuk mempercantik hidangan, sajian lalapan urap kering itu ditaburi dengan irisan daun jeruk nipis, potongan cabai merah, serai, dan bunga daun pepaya.

Sambai Oen Peugaga itu biasa dijadikan sebagai teman santap nasi untuk memperkaya rasa gurih dan pedas layaknya urap kering. Racikan dedaunan itu sedikit sepat dan sarat akan serat ketika dikunyah di dalam mulut.

Julina mengeluarkan modal sekitar Rp1,4 juta untuk satu kali olahan yang dibagi menjadi dua lapak dagangan bersama kakaknya. Dengan harga satu pincuk Rp10 ribu, setiap harinya Julina mendapat untung hampir dua kali lipat dari modal yang dikeluarkan.

Julina berjualan sejak paruh dekade awal 2000. Dia meneruskan usaha dagangan yang dirintis ibunya sejak tahun 1980an. Hingga kini, lapak jualan Julina boleh dibilang menjadi primadona langganan masyarakat yang mencari menu berbuka khas tradisional.

"Ini cuma ada di Aceh dan sudah sangat jarang orang menjualnya," kata Julina

Kehadiran menu tradisional tersebut menjadi keunikan tersendiri sekaligus memperkaya khazanah kuliner di Bumi Serambi Mekkah. Minat warga untuk membeli santapan berbuka itu terbilang tinggi.

Jauh sebelum azan magrib berkumandang, gunungan daun yang tersaji di atas nampan besar tempat Julina berjualan itu sudah ludes dibeli warga.

Para pelancong yang bertandang ke Aceh kala Ramadan patut mencoba makanan unik yang sudah langka ini. Bukan cuma berkhasiat jadi obat, peugaga ini juga diyakini bisa membangkitkan stamina dan daya ingat. (CNN)

StatusAceh.Net - Hasanuddin (39) dan Yogi Prayogo (23), dua nelayan asal Panteraja, Pidie Jaya yang terdampar ke Thailand beberapa waktu lalu, tiba di Bandara Sultan Islandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (2/6/2017).

Keduanya diberangkatkan dari Kuala Lumpur dengan pesawat komersil.

Sehari sebelumnya, Hasanuddin dan Yogi Prayogo diberangkatkan dari Thailand ke Melaysia.
Amatan Serambinews.com, keduanya tiba di SIM dengan pesawat Air Asia Ak-423 pada pukul 08.05 WIB.

Saat tiba di SIM, keluarga Hasanuddin dan Yogi menyambut haru. Istri beserta anak Hasanuddin dan ibu kandung Yogi tak sanggup menahan haru.

"Alhamdulillah ya Allah, alhamdulillah," terdengar ucap syukur daat keduanya keluar dari pintu kedatangan luar negeri di Bandara SIM.

Selain keluarga, kedatangan Hasanuddin dan Yogi diambut oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Panglima Laot beserta sekretaris, dan sejumlah lainnya. (Srb)

Lhokseumawe - Satu unit Avanza mengalami laka lantas tunggal di jalan Medan-Banda Aceh, Desa Panggoi Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, Kamis malam (2/5/2017) sekitar pukul 23.15 Wib.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Lantas IPTU Mulyana mengatakan, setelah pihaknya mendapat laporan laka lantas tersebut langsung mengerahkan personil polantas ke lokasi kejadian untuk melakukan tindakan penyelamatan korban dan pengaturan lalu lintas mencegah kemacetan.

"Akibar kejadian tersebut dua penumpang yang mengelami luka parah di evakuasi ke Rumah Sakit Kesrem Kota Lhokseumawe," katanya

Lanjutnya, kedua korban tersebut diantaranya seorang pria atas nama Muhammad (30) warga Leue Barat Kecamatan Jeunieb, Bireuen mengalami patah kaki dan wanita atas nama Maulida (27) warga desa Matang Nibong kecamatan yang sama  kritis karna selain luka, kepala wanita tersebut mengalami benturan yang keras.

Menurut Iptu Mulyana, kronologi laka tunggal itu terjadi ketika mobil datang dari arah barat menuju timur, setiba di lokasi kejadian pengemudi hilang kendali melaju kekiri jalan sehingga menabrak batang pohon kayu yang berada disebelah kiri jalan arah timur.

"Saat ini korban masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Kesrem, sedangkan Barang bukti mobil Avanza B 1364 ZFV sudah diamankan di unit laka lantas Polres Lhokseumawe." tegas IPTU Mulyana

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat pengguna jalan, agar berhati dalam berkenderaan, patuhi peraturan berlalu lintas serta utamakan keselamatan di jalan.

"Kami mengharapkan kepda masyarakat berhati-hati saat berpergian dengan kendaraan di jalan raya, apa lagi lebaran didepan mata, jaga keselamatan anda," tambahnya.(SA/TM)

Aparat Polsek Pedurungan Kota Semarang menyita beberapa mercon air mancur yang lapisannya diduga menggunakan lembaran Alquran. Foto kembang api yang disita/Istimewa
SEMARANG - Aparat Polsek Pedurungan Kota Semarang menyita beberapa mercon air mancur yang lapisannya diduga menggunakan lembaran Alquran. Insiden berawal saat saksi bernama Rohat Hidayat alias Robert warga Tanjungsari IA RT03/RW14, Kelurahan Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, menyalakan kembang api.

Kembang api dibelinya pada Sabtu 27 Mei 2017 di daerah Pasar Johar Semarang. Setelah dinyakakan, dibuka kertasnya. Ternyata ditemukan lembaran ayat Alquran. Robert kemudian melapor ke Mapolsek Pedurungan.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pedurungan, AKP Ali Santoso, mengatakan pihaknya menerima laporan dari saksi atas temuan tersebut. "Kami kemudian melakukan penelusuran," kata Ali, Kamis (1/6/2017).

Hasil penelusuran awal, kembang api itu juga sesuai keterangan saksi, dibeli dari Toko Rajawali, Kawasan Pasar Johar Semarang.

Jenisnya adalah air mancur merek Mega Jumbo, berwarna dasar merah di mana lapisan kertas dalam kemasan air mancur tersebut terdapat tulisan ayat Alquran.

Aneka air mancur yang dijual itu ternyata diproduksi perusahan Surya Kencana di Kota Madiun. Saat ini masih dilakukan penyelidikan, termasuk jajaran kepolisian di Jawa Tengah atas temuan itu. "Selanjutnya ditangani Polrestabes Semarang kasusnya," lanjut Ali.  (Sindo)

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Mardin (25) warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan yang tewas akibat diberondong peluru diduga menjadi korban salah tembak oleh oknum polisi, Rabu (31/5/2017). Sebelumnya aparat Polsek Sajoangain, Polres Wajo melakukan penyergapan terhadap dirinya yang dituding melakukan pencurian tiga unit sepeda motor di daerah tersebut. Namun demikian pihak keluarga membantah jika korban terlibat aksi pencurian sepeda motor.

“Kasus penembakan ini akan dilaporkan keluarga ke Propam Polda Sulsel serta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Makassar. Karena korban tidak terbukti mencuri motor. Motor yang digunakan korban saat ditembak dan dua motor lainnya merupakan motor keluarganya  yang dilengkapi surat-surat kelengkapan kendaraan berupa BPKB dan STNK,” papar Jamal salah satu keluarga Mardin, Kamis (1/6/2017).

Berdasarkan informasi penembakan salah sasaran ini terjadi di Kabupaten Wajo, Sulsel, Rabu (31/5/2017) siang kemarin.

Korban atas nama Mardin tewas tertembak oleh aparat Polsek Sajoangin setelah disergap karena diduga mencuri tiga unit sepeda motor. Mardin mengalami luka tembak pada bagian bokong yang tembus hingga ke bagian dada sehingga korban langsung tewas ditempat.

Korban yang tewas kemudian langsung dimakamkan oleh keluarga di kampung halamannya di Pemakaman Umum Kamanre, Luwu, Sulawesi Selatan, Kamis siang (1/6/2017).  Pemakaman korban diwarnai isak tangis keluarga. Bahkan ibu korban sempat tak sadarkan diri melihat kondisi anaknya yang sudah tak bernyawa lagi.

Jamal menegaskan, motor yang disita aparat Polsek Sajoangin merupakan motor milik korban bersama kedua sepupunya. Hal tersebut terbukti dengan adanya surat bukti kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB) serta STNK ketiga motor tersebut.

“Ini merupakan tindakan semena-mena yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian. Pihak keluarga tidak menerima apa yang dialami oleh korban. Sehingga akan melaporkan hal tersebut ke Propam Polda Sulsel serta ke Komnas HAM,” tandas Jamal. (Sindo)

Foto: beritakini.co
Abdiya - Masyarakat Desa/Gampong Pantee Cermin dan Pantee Rakyat, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dikejutkan dengan sesosok mayat laki-laki dalam keadaan mengambang di aliran Krueng (Sungai) Babahrot, Kamis (1/6/2017) sore, sekira pukul 17.00 WIB.

Mayat laki-laki tanpa identitas itu ditemukan masyarakat terdampar di tebing sungai tidak tidak jauh dari kepala jembatan Babahrot arah Desa Pantee Cermin.

Mayat ditemukan dalam keadaan tanpa busana itu diperkirakan sudah meninggal antara 3-4 hari lalu.

Temuan mayat pada hari keenam Ramadhan 1438 Hijriah itu segera dilaporkan kepada Polsek dan Koramil Babahrot, kemudian meneruskan laporan itu kepada Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya.

"Setelah menerima laporan, kita segera turun ke lokasi dengan membawa kantong mayat untuk evakuasi," kata Kepala BPBK Abdya, Amiruddin kepada Serambinews.com, Kamis menjelang malam.

Kegiatan evakuasi mayat tanpa identitas itu, dilakukan petugas BPBK, Polsek, Koramil Babahrot dan masyarakat.

Dari lokasi ditemukan, mayat jenis kelamin laki-laki itu dibawa dengan mobil ambulans Puskesmas Babahrot ke RSUD Teungku Peukan Abdya di lokasi Padang Meurantee, Desa Ujong Padang, Susoh untuk dilakukan visum .

"Mayat sudah divisum oleh dokter rumah sakit, namun dari sekian warga yang datang melihat tidak seorangpun mengenali mayat tersebut," kata Amiruddin. (Serambinews)

Banda Aceh - LDK Al Ihsan Fakultas Pertanian Unsyiah mengadakan kegiatan  “PERAN” singkatan dari Pekan Ramadhan. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahun kedua yang dilaksanakan LDK Al Ihsan, setelah tahun lalu yang di laksanakan di Desa Blang Krueng. Tahun ini LDK Al Ihsan memilih Desa Limpok sebagai tempat kegiatan ini. Agenda Pekan Ramadhan kali ini  dilaksanakan selama empat hari mulai tanggal 1 s.d 4 Juni 2017. Adapun rangkaian kegiatannya seperti Pesantren Kilat, Islamic Competition (Lomba Keislaman), Kelas Tahsin, Seminar Zakat, Pelatihan Merajut, DONGLING (Dongeng Keliling) dan ditutup dengan buka bersama.Banda Aceh, 01/06/2017,

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam menyemarakkan bulan Ramadhan serta mengisi kekosongan waktu dengan rangkaian kegiatan yang bersifat keislaman. Pekan Ramadhan juga ini dalam rangka bersilaturahim dengan masyarakat desa Limpok untuk membina rasa kekeluargaan antara masyarakat dan mahasiswa sebagaimana yang disampaikan oleh Muhammad Haris Munandar selaku Ketua Umum LDK Al Ihsan sebelum kegiatan dimulai.

“Pekan Ramadhan merupakan agenda dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, dimana berisi ragkaian kegiatan yang bersifat edukasi serta islami. Pekan Ramadhan bukan hanya melibatkan anak TPA namun juga melibatkan remaja, pemuda, hingga seluruh elemen masyarakat. Kegiatan sangat interaktif serta edukatif karena kita dapat bersosialisasi langsung dengan anak-anak dan warga desa, mengadakan berbagai perlombaan , membuat seminar zakat dan diakhiri dengan buka puasa bersama. Harapan jangka panjang dari kegiatan Pekan Ramadhan ialah dapat terjalin hubungan yang harmonis antara lembaga dakwah kampus Al Ihsan dengan Gampong tempat tujuan  dibuat kegiatan, dalam hal ini adalah gampong Limpok.” Ujarnya saat persiapan pekan ramadhan.

    
Kamis, 09.00 WIB kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilanjutkan dengan kata sambutan ketua panitia dan ketua umum LDK Al Ihsan. Diselingi dengan video singkat, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pesantren kilat. Tingginya antusiasme peserta menambah semangat panitia melaksanakan kegiatan ini.  Pekan Ramadhan juga merupakan wadah dalam mensyiarkan dakwah dikalangan masyarakat terutama anak-anak untuk menumbuhkan rasa keimanan sejak usia dini, sehingga generasi yang akan datang bisa jadi lebih baik lagi sebagaimana ungkapan ketua panitia saat kegiatan berlangsung.
    
“Harapan saya, kegiatan ini bisa menjadi tempat syiar kami dalam berdakwah di masyarakat, terutama anak-anak. Semoga dengan kegiatan kegiatan ini bisa meumbuhkan iman pada anak usia dini sejak saat ini. Sehingga generasi selanjutnya bisa lebih baik lagi, yang mana saat ini banyak pemuda pemudi tidak peduli pada agamanya sendiri, mereka hanya mementingkan dunia dan berhura-hura yang tidak ada manfaatnya daripada beribadah kepada Allah, serta kegiatan Pekan Ramadhan Al Ihsan 1438 H bisa sebagai batu loncatan bagi kita untuk istiqamah dalam mensyiarkan agama Allah yaitu agama Islam.” Ungkap Zikri Riefaldo HR sebagai Ketua Panitia Kegiatan.
    
Apresiasi juga disampaikan oleh Ustadzah Santi Sari selaku Wakil Ketua TPA Gampoeng Limpok saat diwawancarai. Bukti apresiasi ini terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sekitar 40 orang. Beliau merasa bangga dan amat senang karena LDK Al Ihsan telah berkenan memilih desa mereka dalam menyukseskan acara ini, beliau berharap kegiatan ini terus berlanjut.
    
“Saya merasa senang dan bangga dengan kehadiran adik-adik panitia kegiatan yang telah memilih desa kami sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Kami berharap ini bisa menjadi ilmu yang dapat diaplikasikan oleh anak-anak kami. Kami juga berharap ini merupakan kegiatan rutin disetiap ramadhan.” Kata Ustadzah Santi saat diwawancarai.
 
Banyak pihak berharap kegiatan ini terus berlanjut serta mendapat dukungan lebih banyak lagi untuk tahun selanjutnya. Panitia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Radio Seulaweut sebagai media partner serta Jeumala, Bandar Buku, dan Aceh Tanpa Pacaran sebagai sponsor kegiatan yang telah banyak membantu menyukseskan kegiatan ini, panitia berharap kegiatan ini membawa manfaat dan akan lebih baik lagi ditahun yang akan datang.(Rill)

Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Kantor Gubernur, Banda Aceh, Kamis 1 Juni 2017. Humas Aceh/Heri Juanda
Banda Aceh -- Pemerintah Aceh menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis (01/06/2017) pagi. Upacara tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, Lc, MH mengatakan bahwa upacara tersebut dilaksanakan sesuai  arahana Presiden Joko Widodo dalam rangka memperingati hari kelahiran Pancasila.

Mulyadi Nurdin menjelaskan bahwa upacara hari kelahiran Pancasila ini baru pertama kali diadakan, hal itu menyusul keluarnya Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila, yang juga menetapkan hari kelahiran Pancasila 1 juni sebagai hari libur nasional.

Turut hadir dalam upacara tersebut para pimpinan Forkopimda Aceh, para Asisten, Kepala Biro, serta Kepala SKPA dan pegawai di Sekretariat Daerah Aceh.

Presiden Joko Widodo dalam sambutan yang dibacakan Sekda Aceh Dermawan, mengajak seluruh pemangku kepentingan dan pemuka agama di Aceh dan juga seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga Pancasila.

"Mari kita tingkatkan pemahaman Pancasila. Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sangat jelas," ujar Sekda Dermawan.

"Takdir tuhan untuk kita adalah keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah ke-bhinneka tunggal ika-an kita," ujar Dermawan.

Kehidupan berbangsa Indonesia, kata Sekda, sedang mengalami tantangan. Ada pandangan yang mangancam kebhinnekaan dan keikaan kita. Ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi Pancasila.

Belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara, harusnya Indonesia dengan pengamalan Pancasila dan UUD 1946, bisa terhindar dari masalah tersebut.

"Dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan," kata Sekda Dermawan.

Dermawan mengajak seluruh komponen bangsa untuk menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan.

"Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotongroyong dan toleran." Dengan demikian, Indonesia akan menjadi bangsa yang adil, makmur dan bermartabat di mata internasional.(Rill)

eputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Eniya L. Dewi dan Kepala B2TKE-BPPT, Andhika Prastawa memaparkan temuan konversi energi listrik dari kedondong buatan Naufal, siswa Madrasah Tsanawiah Negeri 1 Langsa, Senin, (29/5). tirto.id/Andrey Gromico
StatusAceh.Net - Nama Naufal Raziq sempat viral belakangan. Ia bocah 15 tahun yang membuat instalasi listrik bagi kampungnya dengan sumber listrik dari pohon kedondong. Hal ini tentu bukan pemandangan biasa: pertama, bocah 15 tahun mewujudkan cita-citanya membuatkan sumber listrik untuk kampungnya sendiri; dan kedua, ia menemukan sumber listrik dari pohon kedondong. Ya, kedondong, buah yang biasa hadir dalam rujak.

Sebagaimana hal unik lainnya yang tersebar di internet, kisah Naufal dan listrik kedondong juga jadi bahasan sehari-hari. Sebagian orang takjub dengan kejelian, kecerdasan, dan niat baik Naufal. Sebagian lain angkuh mengakui dan justru sangsi kalau temuan bocah SMP itu benar-benar nyata.

Sampai akhirnya Oktober tahun lalu, PT Pertamina EP resmi menjadi sponsor temuan Naufal, dan bersedia untuk mengembangkan temuan itu ke tahap lebih lanjut. Selain digunakan kampung Naufal, kini instalasi listrik bersumber dari pohon kedondong itu telah digunakan desa terpencil di Tampur Paloh, Aceh Timur, sebuah desa yang sehari-harinya belum dialiri listrik dari mana-mana, kecuali sebagian warganya mampu membeli genset bersuara parau.

Berkat niat baik dan kecerdasannya tersebut, Naufal sempat diundang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jonan Ignasius 19 Mei kemarin. Di sana Naufal menceritakan tentang penemuannya yang masih dalam tahap pengembangan, karena cuma bisa mengaliri listrik desanya dan desa terpencil di Tampur Paloh dengan aliran kecil. Satu lubang pada pohon kedondong cuma bisa menghasilkan tegangan 1 Volt, sementara satu pohon kedondong cuma bisa dibikinkan 4 lubang, kata Naufal pada wartawan.

Belum lagi, energi listrik itu tidak bisa didapat terus-menerus selama 24 jam, karena pohon kedondong butuh “mengisi ulang” tenaganya untuk bisa menghasilkan listrik lagi. Untuk menyalakan satu lampu, ia menambahkan, setidak-tidaknya dibutuhkan empat pohon kedondong pagar yang sudah dipasang tembaga dan logam.

Lalu kenapa pohon kedondong?

Naufal mengaku sudah melakukan percobaan lebih dari 60 kali, sebelum akhirnya menemukan manfaat lain pohon kedondong ini. Berawal dari pelajaran IPA yang dipelajarinya di sekolah dua tahun sebelumnya, Naufal diajarkan tentang buah-buah asam yang dapat menghasilkan energi listrik. Bermodalkan sebaris pengetahuan itu, ia lalu mencoba berbagai macam pohon buah, dari mangga, belimbing, hingga asam jawa.

"Masing-masing pohon itu ada keunggulannya. Kenapa kedondong pagar? Karena, memiliki batang yang besar, mudah tumbuhnya, jika kita kupaskan kulitnya dia tidak busuk malah menyembuhkan dirinya, recovery," ungkapnya, seperti dikutip dari Antara.

Pohon kedondong yang digunakan Naufal sendiri adalah jenis Kedondong Pagar, yang batangnya lebih tebal ketimbang pohon kedondong jenis lainnya. Kebetulan, jenis tersebut adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di Langsa.

Lalu bagaimana dengan nasib penemuan Naufal ini? Akankah energi listrik alternatif dari pohon kedondong bisa membantu ratusan desa lain di negeri ini yang masih belum tersentuh listrik?

Sayangnya, belum. Menurut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), temuan itu masih perlu dikembangkan lagi.

“Yang dilakukan oleh Naufal itu pembuktian teori baterai Volta atau Daniel Cell,” kata Prof Eniya L. Dewi, Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT. Menurut Eniya, hipotesis Naufal yang menggunakan buah asam sebagai sumber listrik memang sudah benar. “Pada dasarnya semua makanan dan minuman yang mengandung asam dapat menjadi sumber energi baterai,” ungkap Eniya.

Namun, ditambahkan Eniya, sumber energi tersebut belum mampu untuk menghasilkan kekuatan arus listrik yang dapat berlangsung lama dan stabil. Sehingga belum bisa jadi sumber listrik mumpuni dan dapat digunakan sehari-hari.

Eniya mencontohkan percobaan menggunakan buah lemon sebagai sumber listrik mengisi daya baterai ponsel. Katanya, untuk mengisi daya baterai ponsel sebesar 500mA atau 0,5 A saja, dibutuhkan 16.500 buah lemon. Hal itu bahkan baru berhasil jika menggunakan elektroda yang punya kemampuan paling bagus untuk mengantarkan listrik, yaitu litium dan emas. Dibanding dengan listrik rumahan yang harganya berkisar Rp1.352 per kwh (hitungan per 1 Mei 2017), tentu saja biaya untuk mengumpulkan ribuan lemon itu serta membeli elektrodanya sangat-sangat besar, sehingga tidak efektif dan efisien.

Menurut Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT Andhika Prastawa, masalah biaya besar yang dihadapi sumber energi dari lemon adalah masalah serupa yang dihadapi listrik pohon kedondong temuan Naufal. “Memang pasti ada baik buruknya, kan,” kata Andhika.


Senin, 22 Mei kemarin, Andhika mengirim dua orang bawahannya untuk mengecek dan meneliti temuan Naufal di Aceh. Dari penelitian itu, BPPT berkesimpulan bahwa kemampuan listrik pohon kedondong ini memang masih belum bisa mencukupi kebutuhan listrik secara wajar.

Dalam rangkaian Naufal, ia membutuhkan 6 pohon kedondong yang masing-masing dipakaikan 6 pasang seng dan tembaga sebagai elektrodanya. Temuan BPPT mengungkap, 6 pohon kedondong tersebut hanya sanggup mencatu satu buah lampu tidak lebih dari 20 menit, dengan perkiraan enegrgi sekitar 1,7 Wh, atau 1,7 W selama 1 jam.

Artinya, kata Andhika, jika ingin menghasilkan tegangan lebih tinggi, diperlukan elektroda dengan kekuatan mengantarkan listrik yang lebih tinggi, misalnya emas dan litium, atau jumlah pohon yang lebih banyak lagi. Tentu saja jumlah pohon ini akan memakan tempat yang juga luas.

Namun, bukan berarti temuan Naufal ini adalah kesia-siaan.

BPPT sendiri, baik Eniya dan Andhika, mengapresiasi kerja keras dan niat mulia Naufal membantu ketersediaan listrik di desanya. Bahkan, Eniya berulang kali mengumbar keyakinannya pada masa depan Naufal sebagai peneliti terbaik Indonesia, kelak. “Anak ini harus dipantau dan dibina terus, dia sudah punya bibit yang baik,” kata Eniya.

Ditambahkan Andhika, temuan Naufal ini masih dapat digunakan desa-desa tidak beraliran listrik jika dikombinasikan dengan teknologi lain seperti listrik kincir angin dan panel surya.

“Karena listrik dari pohon kedondong ini kecil dan tidak bisa mengalir terus menerus, kita sebenarnya masih bisa  menggabungkannya dengan teknologi lain dan menyimpan energinya dalam bentuk baterai,” kata Andhika. “Misalnya digabung dengan listrik kincir angin dan panel surya. Jadi, ketika cuaca mendung, listrik bisa diperoleh dari kincir angin. Ketika cuaca mendung dan tidak berangin, baterai masih bisa diisi dengan listrik dari pohon. Sistem ini bisa menutupi kekurangan teknologi listrik alternatif lainnya.”(Sumber: tirto.id)

Salah satu anggota WH Langsa menjalani perawatan di RSUD setempat. Foto: Ist
LANGSA- Dua anggota Wilayatul Hisbah (WH) Kota Langsa terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat setelah terjadi kericuhan dengan pedagang mie yang berjualan di siang hari dalam bulan ramadan, Kamis (1/6).

"Dua anggota WH yang harus diopname di rumah sakit tersebut yakni, Syarwani ‎dan Saifuddin. Keduanya mengalami memar akibat dipukul oleh sejumlah warga di jembatan Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa," kata salah seorang anggota WH lainnya, Bakti Saputra kepada AJNN.

Bakti Saputra menuturkan, ‎kejadian tersebut bermula saat anggota WH berjumlah satu regu melakukan patroli di seputaran gampong Sidorejo.

"Saat melintas di jembatan gampong Sidorejo, kami melihat ada seorang perempuan yang berjualan mie‎. Mienya dimasukkan kedalam tas," kata Bakti Saputra.

Lanjutnya, melihat ada yang berjualan, Syarwani yang merupakan Komandan Regu didampingi Saifuddin menghampiri perempuan tersebut. Ironisnya, ketika mau diambil barang bukti mie. Perempuan yang belum diketahui identitasnya tersebut langsung memukul Danru.

"Usai memukul Danru, wanita itu lalu berteriak sambil mengatakan dirinya dipukul oleh anggota WH. Mendengar kejadian tersebut, sejumlah warga lainnya berdatangan dan ikut membantu perempuan tersebut," tambah Bakti Saputra.

Karena kondisi tidak memungkinkan lagi, sambung Bakti Saputra, pihaknya langsung menarik diri.

"Dari satu regu semua terkena pukul, namun hanya dua anggota yang harus diopname," tambahnya lagi.[Sumber: AJNN.Net]

Head of Public Relations MMKSI Intan Vidasari mengunjungi kediaman keluarga bayi bernama Pajero Sport. Foto/Dok/MMKSI
StatusAceh.Net - Bayi fenomenal yang diberi nama Pajero Sport telah menyita perhatian banyak orang di penjuru dunia. Nama bayi ini diberikan sang ayah karena kecintannya terhadap mobil andalan Mitsubishi tersebut.

Sebagai bentuk perhatian, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), selaku produsen Mitsubishi Pajero Sport di Indonesia mengunjungi kediaman keluarga sang bayi di daerah Pamulang.


"Kami bertukar cerita tentang latar belakang penamaan ini dan dengan sangat bersemangat Pak Muis menceritakan betapa beliau sangat ngefans dengan Pajero Sport model terbaru, terutama bagian breaklamp belakang sehingga bila sedang dalam perjalanan di atas motornya, Pak Muis selalu menyempatkan diri memandangi kendaraan favoritnya ini," ujar Head of Public Relations MMKSI Intan Vidasari, dalam pesan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (1/6/2017).

Intan menuturkan, hingga tiba kelahiran putra keempatnya tersebut, terlintas dibenak Muis nama "Pajero Sport", yang kemudian dimantapkan untuk menjadi nama putranya.

Muis berharap putra kesayangannya ini bisa memiliki karakter tangguh, keren, dan kuat menghadapi kehidupannya, just like the character of Pajero Sport.

"Meskipun banyak pihak yang meragukan nama tersebut untuk menjadi nama seorang anak, Pak Muis sudah mantap dengan pilihan nama tersebut dan tidak punya keinginan untuk mengubahnya," kata Intan.

"Kami dari MMKSI sangat bangga bisa menjadi bagian dari kehidupan keluarga pak Muis, di mana popularitas dari Pajero Sport dapat sedemikian berpengaruh dalam kehidupan keluarga Indonesia, sehingga menjadi pilihan nama bagi kelahiran anak kesayangan," sambungnya.

Intan mengatakan, MMKSI akan memberikan tanda apresiasi bagi keluarga Muis, karena merupakan pertama kalinya ada keluarga yang menamakan anaknya dengan dua suku kata produk "Pajero - Sport" yang menandakan kecintaan mendalam mereka terhadap produk tersebut.

"Ditambah lagi dengan viralnya nama tersebut di seluruh Indonesia, menjadi sesuatu yang sangat spesial bagi kami. Kami juga ingin mengajak keluarga Pak Muis untuk dapat mengenal lebih dekat kendaraan favorit beliau, agar semakin ngefans lagi dengan Pajero Sport," ujarnya. (Sindo)

StatusAceh.Net - Pohon berumur ribuan tahun ini dijuluki "The Only Living Sahabi" yang artinya adalah "Sahabat Nabi yang Masih Hidup". Hingga kini, pohon tersebut masih kokoh berdiri tegak di sebelah utara Yordania. Pohon ini satu-satunya pohon yang hidup di tengah padang pasir.

Informasi yang didapat dari berbagai sumber, sudah dua kali Rasulullah bernaung di bawah pohon yang diberkahi Allah ini. Pertama saat beliau berumur 12 tahun, ketika melakukan perjalanan bersama pamannya Abu Thalib. Saat itulah seorang pendeta bernama Bahira melihat tanda kerasulan pada Nabi Muhammad SAW.

Kedua, saat Rasulullah membawa barang dagangan milik Sayyidatina Khadijah ke Busra, Ketika Rasulullah berteduh di bawah pohon ini, dahan dan ranting-ranting pohon ini bergerak menaungi beliau dari panasnya terik matahari.

Banyak pohon yang menyaksikan beberapa peristiwa dari perjalanan hidup Rasulullah. Salah satunya pohon ini, menjadi salah satu bukti kenabian Nabi Muhammad SAW. Pohon ini sengaja dibiarkan hidup agar menjadi pengingat, kenangan dan bukti sejarah.(Arah.com)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.