2021-12-26

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA


LHOKSEUMAWE - Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH memaparkan perkembangan Covid-19 dan program vaksinasi pada acara konferensi pers akhir tahun di Mapolres Lhokseumawe, Jumat (31/12/2021).

Pria nomor satu di jajaran Polres Lhokseumawe ini menjelaskan, perkembangan Covid-19 di Lhokseumawe sampai saat ini sebanyak 1692 orang yang terkonfirmasi Covid-19, diantaranya sembuh 1612 dan sampai sekarang tidak ada lagi yang dirawat. Sedangkan yang meninggal selama pandemi sebanyak 80 orang, suspect 1690 dan 16 probable.

Di Aceh Utara (wilayah hukum Polres Lhokseumawe), lanjut Kapolres, terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 952 orang, 848 orang sembuh dan meninggal sebanyak 103 orang.

Dalam hal vaksinasi, sebut AKBP Eko Hartanto, kebijakan pemerintan pencapaian target sebesar 70 persen, sampai saat ini di kota Lhokseumawe mencapai 78,9 persen, dan Aceh Utara 45 persen. Kapolres Lhokseumawe juga mengajak masyarakat supaya ikut program vaksinasi agar dapat mempercepat terbentuknya kekebalan komunal.

"Mari tingkatkan sama-sama, diharapkan seluruh masyarakat dapat melakukan vaksinasi karena setiap hari gerai dibuka bahkan hingga malam hari. Vaksinasi ini perlu, ikhtiar agar mendapatkan imunitas tubuh atau proteksi dari penyebaran penyakit," harapnya.

Kapolres Lhokseumawe juga menambahkan, varian baru ada omicron yang harus diwaspadai. "Kita juga melakukan Operasi Yustisi setiap hari, hal ini penting untuk melakukan pendisiplinan kepada masyarakat agar mematuhi prokes,"jelas AKBP Eko Hartanto.

Setelah kedatangan Jepang dan terusir dari Indonesia, Belanda mengungsi ke Australia dan Sri Lanka. Dari negara di Asia Selatan itu Belanda menyiapkan sebuah pasukan khusus. Beberapa personelnya antara lain Fritz Mollinger, Kapten Willem Jan Scheepens, Kapten HGC Pel, dan Letnan Henri Emile Wijnmalen. Mollinger telah berdinas di militer Belanda sejak 1922 dan sudah berpangkat mayor.

Sementara Jan Scheepens pernah bertugas pada Korps Marsose di Hindia Belanda. Kakek dan ayahnya adalah mantan serdadu KNIL. Ayah Jan Scheepens terbunuh di Aceh oleh tusukan rencong.

Sebanyak 38 orang dipilih untuk pasukan khusus itu, yakni 8 perwira, 12 sersan dan 18 kopral. Menurut laporan NRC Handelsblad (25/10/1986), Mayor Frits Mollinger mengatakan bahwa pekerjaan mereka di masa depan akan menimbulkan bahaya perang yang lebih dari biasanya. Pada 1 Agustus 1942, didirikan Korps Insulinde. Ini adalah nama samaran dari ide Kapten Pel untuk Netherlands Special Operation (NSO). Korps Insulinde berbasis di Kamp D, di pinggiran Desa Laksapitiya, 20 km ke selatan kota Colombo. Mereka mendapatkan pelatihan gerilya ekstensif. Korps Insulinde mulanya tergabung dalam komando Inggris, namun korps ini lalu di bawah Laksamana Helfrich.

Sebelum Korps Insulinde terbentuk, pada Mei 1942 sebuah penyusupan yang dipimpin Letnan Wijnmalen berakhir gagal. Para penyusup yang dipimpin perwira kelahiran Bogor 1910 itu disikat Kempeitai Jepang. Antara Desember 1942 hingga Agustus 1945, Korps Insulide terlibat dalam 8 operasi rahasia dan 13 pendaratan. Banyak pendaratan mereka dibantu oleh kapal selam.

Pendaratan di Trumun, sebelah barat pulau Sumatra, pada Desember 1942 adalah misi pendaratan pertama. Kapal selam O-24 milik Belanda membantu membawa dua kelompok penyusup. Mayor Pel dan Kapten Scheepens mengantar anak buah mereka dengan perahu karet menuju pantai. Mereka mengumpulkan informasi di Aceh yang menjadi daerah pendudukan Jepang. Selain posisi militer Jepang, mereka berusaha mencari tahu tentang kehidupan perekonomian hingga suasana hati rakyat Aceh. Kedua perwira pengantar itu adalah ahli soal Aceh.

Mayor Mollinger tidak lama memimpin Korps Insulinde. Posisinya digantikan oleh Mayor Pel. Mollinger kemudian dipindahkan ke Suriname. Menurut Jaap de Moor dalam Jenderal Spoor: Kejayaan dan Tragedi Panglima Tentara Belanda Terakhir di Indonesia (2015:165), Mollinger selanjutnya dipekerjakan di Netherlands Forces Intelligence Service (NEFIS) di Australia. Ia bertugas memimpin NEFIS III yang mengurusi pelatihan. Mollinger menduduki jabatan itu sejak Februari 1944. Saat Mollinger memimpin NEFIS III, terjadi gesekan antara orang Indonesia dengan orang Belanda di tubuh KNIL. Sementara itu di bawah komando Mayor Pel, Korps Insulide terus menyusup. Dengan risiko kematian yang senantiasa mengintai, Kapten Scheepens terus berusaha menyusup ke Lhoksumawe dan banyak tempat lainnya di sekitar Aceh.

Baca selengkapnya



Aceh Timur -
Tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, dilanda banjir usai sungai meluap dan merendam permukiman warga. Tiga kecamatan terendam banjir itu yakni Kecamatan Birem Bayeun, Indra Makmur, dan Sungai Raya.

"Berdasarkan data sementara, ada 3 kecamatan dan 10 gampong (desa) yang terendam banjir. Ketinggian banjir bervariasi, bahkan ada yang mencapai 150 sentimeter," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas, Jumat (31/12).

Ilyas menjelaskan penyebab banjir akibat intensitas hujan tinggi melanda wilayah Aceh Timur sejak Kamis (30/12) kemarin. Dia menyebut di Kecamatan Birem Bayeun ada 6 desa direndam banjir yakni Desa Alue Sentang, Paya Tampah, Alue Gadeng 2, Paya Bili 1, Paya Bili 2, dan Alur Nyamuk. Sedangkan di Kecamatan Indra Makmur, Desa Alue Ie Mirah, Sagop Jaya, Jambo Lubok, dan Julok Rayeuk Utara.

"Sementara di Kecamatan Sungai Raya masih dalam pendataan," ujar dia.

Laporan sementara, warga Alue Sentang mengungsi sekitar 900 jiwa. Sementara di Alue Gadeng, sekitar 552 jiwa.

Ilyas mengatakan, BPBD Aceh Timur telah melakukan pemantauan di lokasi dan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan pengungsi.

"Saat ini lokasi banjir masih diguyur hujan lebat," katanya.

Sejumlah ruas jalan di Aceh Timur pun dilaporkan tergenang banjir. Arus lalu lintas terganggu. | Merdeka.com


Krueng Geukueh -
TNI Angkatan Laut berhasil mengevakuasi kapal pengangkut pengungsi Rohingya yang terombang-ambing di 53 NM Bireuen, Perairan Aceh sejak 26 Desember 2021. Kapal pengungsi itu tiba di Dermaga ASEAN, Kruengkeukuh, Lhokseumawe, Aceh pada Kamis malam, 30 Desember 2021.

"105 orang berada di atas kapal. Terdiri dari 8 pria, 50 wanita, dan 47 anak-anak," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksma Julius Widjojono, Jumat, 31 Desember 2021.

Kapal pengungsi itu ditarik menggunakan KRI Parang-547. Penarikan telah dilaksanakan sejak Kamis pagi pukul 06.00 WIB, setelah kondisi cukup terang dan aman untuk proses pengikatan dan penarikan kapal di tengah ombak laut lepas.

"Selanjutnya mereka diserahkan pada UNHCR untuk proses pemindahan dan karantina serta pemeriksaan kesehatan," kata Julius.

Sebelumnya, diketahui bahwa kapal pembawa pengungsi Rohingya terlihat di perairan Bireuen pada 26 Desember 2021. Selain itu, kapal juga dilaporkan mengalami kebocoran dan kerusakan mesin sehingga terombang-ambing di laut terbuka di tengah cuaca buruk. Kapal juga beresiko tenggelam.

Pemerintah Indonesia melalui Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Inspektur Jenderal Armed Wijaya selaku Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri (PPLN) di Jakarta, akhirnya mengambil keputusan untuk mendaratkan para pengungsi Rohingnya.

"Keputusan ini kita buat mempertimbangkan kondisi darurat yang dialami pengungsi di atas kapal tersebut," ujar Armed. | Tempo


Petugas memeriksa suhu tubuh para pengungsi etnis Rohingya saat proses evakuasi oleh TNI AL di Pelabuhan ASEAN, Krueng Geukuh, Aceh Utara, Aceh, Jumat (31/12/2021). Pemerintah Indonesia melalui Satgas Penanganan Pengungsi Luar Negeri (PPLN) mempertimbangkan keadaan darurat dan sisi kemanusiaan sehingga memutuskan untuk menyelamatkan 120 orang etnis Rohingya terdiri dari tujuh laki-laki, 62 perempuan dan 51 anak-anak yang terdampar di perairan laut Aceh pada Sabtu (25/12/2021)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.