2017-08-06

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA


GANDAPURA- Seorang pemuda di duga maling sepeda motor di Masjid Cot Tunong Kec. Gandapura Kab. Bireuen menjadi korban amuk massa di kawasan masjid cot tunong, Sabtu (12/8/2017).

Menurut informasi diterima redaksi, sekitar pukul 19:00 WIB,satu dari dua maling sepeda motor tersebut adalah Naidil bin Idris warga Lhok Drien Kec. Nisam Antara Kab. Aceh Utara.


Akibat amuk massa pemuda yang diduga adalah maling sepeda motor luka-luka serta kondisinya kritis.

Sampai berita ini di lansir redaksi belum mendapatkan kronologis insiden di massanya pemuda asal Nisam oleh warga cot tunong gandapura dari pihak berwenang.

Salahsatu sumber redaksi menyebutkan saat ini pemuda asal sawang tersebut telah diamankan oleh personil kepolisiam dari polsek Gandapura dan mendapat perawatan di puskesmas gandapura.

" Tadi sudah datang polisi dan anak muda yang katanya orang sawang sudah dibawa ke puskesmas gandapura dan dirujuk ke RSU Fauziah Bireuen ",ujar salahseorang warga setempat.(Red)

BNNP Jatim gelar hasil tangkapan bandar narkoba jaringan Aceh, (foto: Ad)
StatusAceh.Net - Satu dari tiga tersangka merupakan bandar narkoba jaringan Aceh terpaksa ditembak mati Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, pada Jum’at (11/8/2017).

Petugas menembak mati bandar tersebut karena berusaha merebut senjata petugas saat perjalanan menuju Safe House tempat yang dibuat untuk menyimpan sabu-sabu seberat 1,5 kilogram.


“Bandar yang tertembak mati diketahui bernama Dwi Boedy Santoso (50) warga Hang Tuah II Sidoklumpuk, Kabupaten Sidorjo, Jawa Timur. Selain Budi kami juga meringkus Abdul Munir (43) dan Irwandi (29) keduanya warga Aceh Utara,” jelas AKBP Wisnu Chandra, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jatim.

Menurut keterangan Wisnu, ketiganya membawa narkoba jenis sabu-sabu dari Aceh menuju Medan menggunakan jalur darat. Sesampai Medan, melanjutkan jalur udara lewat Bandara Kualanamu guna mengelabuhi petugas sabu-sabu tersebut dimasukan ke dalam sol sepatu.

“Hebatnya mereka berdua begitu sampai bandara, dua kurir ini lolos pemeriksaan x-ray dua bandara sekaligus karena narkoba yang mereka bawa disimpan di dalam sol sepatu. Pasca penangkapan, awalnya dua kurir ini dijemput oleh bandar narkoba dari Sidoarjo,” terangnya kepada awak media saat gelar rilis di Kantor BNNP Jatim, Jum’at (11/8/2017)

Kedua tersangka dari Aceh Utara dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Penjara paling singkat 5 tahun sampai 20 tahun penjara, bisa juga dipenjara seumur hidup atau hingga hukuman mati,” ujar Wisnu.

Modus baru yang dipakai dengan cara disimpan di sol sepatu tersebut, Wisnu berharap petugas Bandara agar lebih di perketat.

“Karena modus kali ini banyak lolos dari X-Ray karena posisinya berada di bawah. Dan bagi pelaku memanfaatkan cara ini sebagai peluang,” kata Wisnu.

Sekedar diketahui, Dwi Boedy Santoso yang ditembak mati oleh petugas ini adalah seorang bandar narkoba yang beroperasi di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.

“Pada tahun 2007 lalu, dia (Bandar ditembak mati) pernah tersandung kasus serupa yaitu narkotika,” tambanya.

Bandar ini, masih kata Wisnu biasa menerima kiriman dari Aceh 2 kilogram sabu-sabu per dua pekan sekali.

“Pernah ditangkap BNNP, tapi setelah lepas masih bermain lagi. Kami juga amankan ekstasi dari rumah Bandar di Sidoarjo,” tutup Wisnu dan mengakhiri rilisnya, Jum’at (11/8/2017).| Siagaindonesia.com

Dua kereta api bertabrakan di Alexandria, Mesir, pada Jumat sore waktu setempat. Foto/ABC News
ALEXANDRIA - Dua kereta api penumpang bertabrakan di Mesir utara, pada hari Jumat sore waktu setempat. Data sementara, 41 orang tewas dan ratusan orang lainnya terluka dalam tabrakan dahsyat tersebut.

Sejumlah gerbong kereta tergelincir akibat kecelakaan di Kota Alexandria itu. Menteri Transportasi Mesir Hisham Arafat mengatakan, insiden itu akibat “human error” atau faktor kesalahan manusia.

Laporan media setempat menyatakan, salah satu kereta api berhenti setelah mengalami kerusakan dan memicu tabrakan.

Seorang penduduk setempat, Hoda, berdiri di atap rumahnya saat melihat tabrakan dua kereta api tersebut. ”Mereka (kedua kereta) membumbung ke udara membentuk piramida saat bertabrakan. Saya mulai menjerit dari atap rumah dan berlari,” katanya, seperti dikutip BBC, Sabtu (12/8/2017).

Presiden Abdel Fattah al-Sisi memerintahkan penyelidikan atas kecelakaan maut itu. Pemerintah Mesir juga menjanjikan kompensasi finansial kepada keluarga korban.

Menurut pejabat medis setempat, beberapa korban masih terjebak di dalam kereta setelah kecelakaan itu. Sumber keamanan setempat, yang dikutip Reuters, mengatakan bahwa kesalahan pengalihan jalur kereta api diduga kuat sebagai penyebab kecelakaan.

”Kereta yang saya tumpangi berjalan sangat cepat,” kata seorang penumpang, Moumen Youssef.

”Saya menemukan diri saya berada di lantai. Ketika kami keluar, kami menemukan empat gerbong kereta hancur dan banyak orang tergeletak di tanah,” katanya.

Tabrakan terjadi ketika salah satu kereta sedang dalam perjalanan dari Kairo, sementara kereta yang lainnya menuju Port Said.| Sindo

Samsiah (49) dan anaknya Amrizal (22), saat diamankan oleh Tim Diresnarkoba Polda Jambi.(Foto : INT)
JAMBI – Tim Diresnarkoba Polda Jambi berhasil menangkap ibu dan anak asal Aceh yang menjadi kurir narkoba. Keduanya ditangkap dalam waktu yang berbeda dengan barang bukti paket 3,2 kilogram sabu-sabu.

“Kedua tersangka itu ibu adalah Samsiah (49) dan anaknya Amrizal (22), nekad menjadi kurir narkoba untuk mendapatkan bayaran dari para bandar jaringan internasional dari Aceh menuju Jambi. Mereka ditangkap beberapa hari yang berbeda di Jalan Lintas Timur Sumatera Jambi,” kata Kapolda Jambi, Brigjen Pol Priyo Widyanto, di Jambi Jumat. 

Samsiah Ismail, warga Bireuen, Aceh, ditangkap di Jalan Lintas Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi pada Kamis (10/8) kemarin dengan barang bukti sebanyak 2,2 kilogram sabu. 

Sementara anak Samsiah, Amrizal, ditangkap lebih dahulu beberapa hari sebelumnya dengan barang bukti kurang lebih 7.000 butir ekstasi dan satu kilogram sabu-sabu.
Informasinya Samsiah sengaja datang ke Jambi untuk menjenguk anaknya yang saat ini ditahan di Mapolda Jambi.

“Namun selain menjenguk anak, Samsiah datang ke Jambi juga membawa tugas mengantarkan paket sabu dan sebelum sampai ke tangan penerima, dia lebih dulu kami tangkap,” kata Priyo Widyanto.

“Saat ini tersangka masih kami proses dan kasusnya masih kami kembangkan, guna mencari tahu siapa pengirim yang siapa yang akan menerima paket narkoba ini di Jambi,” lanjut Priyo Widyanto.

Dalam menjalankan aksinya, Samsiah menggunakan modus baru. Yakni sabu-sabu disembunyikan dalam ban mobil. Namun aksi itu berhasil digagalkan tim Polda Jambi.

“Tersangka ini ke Jambi mau menjenguk anaknya Amrizal yang sudah duluan ditangkap. Dia meminjam mobil seseorang dan orang tersebut bersedia meminjamkan, asal mau membawa titipan sabu-sabu,” papar Priyo.(Ant)

Ilustrasi
Tapaktuan - Proyek aspirasi pematangan lahan lokasi pembangunan Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tapaktuan, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan menuai masalah, karena diduga dananya tumpang tindih melalui APBK tahun 2016 dan 2017.

Koordinator Lembaga Independent Bersih Aceh Selatan (LIBAS) May Fendri di Tapaktuan, Jumat menyebutkan, dana proyek itu diduga tumpang tindih pada item pekerjaan yang sama, yakni tahun 2016 dianggarkan Rp180 juta, kemudian tahun 2017 kembali dialokasikan Rp140 juta untuk objek pengerukan/pemerataan tanah.

"Patut dipertanyakan anggaran yang dialokasikan untuk pematangan lahan pembangunan kampus STAI Tapaktuan. Proyek itu merupakan dana aspirasi anggota dewan yang bergabung dalam Fraksi Amanat Persatuan Indonesia (F-API). Paket pekerjaan dititip pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Selatan," papar May Fendri.

Selain sebagai anggota legislatif, sebut May Fendri, oknum dewan tersebut juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh Selatan dan Ketua Yayasan STAI Tapaktuan sekaligus selaku pengelola dan pelaksana pekerjaan.

Karenanya, patut dipertanyakan dan diusut luncuran anggaran yang di alokasi selama dua tahun berturut-turut pada satu item pekerjaan. "Dengan mengedepankan praduga tidak bersalah kita minta penegak hukum turun tangan," pinta May Fendri.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Disdikbud Aceh Selatan, Kamal mengakui proyek pematangan lahan lokasi pembangunan kampus STAI Tapaktuan merupakan dana aspirasi anggota dewan bernama M Nasir Gani SH.

"Betul proyek itu bersumber dari APBK yang dititip anggota dewan pada Dinas Pendidikan Aceh Selatan. Pekerjaannya sudah selesai dilaksanakan secara penunjukan langsung (PL). Soal objek pekerjaan memang satu lokasi tetapi beda paket," ungkapnya.

Sementara anggota DPRK Aceh Selatan yang juga Sekretaris DPD PAN, M Nasir Gani, SH yang dikonfirmasi menjelaskan, proyek pematangan lahan pembangunan kampus STAI Tapaktuan dialokasikan pemerintah semata-mata untuk kemajuan daerah, khususnya sektor pendidikan.

Pada pelaksanaannya tidak benar tumpang tindih karena item pekerjaan saling berbeda walaupun pada lokasi yang sama, katanya.

Dia menjelaskan, anggaran tahun 2016 sebesar Rp180 juta dilaksanakan untuk paket pengerukan/perataan bukit yang melintang, sedangkan anggaran tahun 2017 sebesar lebih kurang Rp140 juta digunakan untuk mengerukan/pemerataan bukit yang memanjang.      Jika dibandingkan objek pekerjaan dengan kesediaan dana, biaya sebesar itu jelas-jelas tidak maksimal, katanya.

"Kami bekerja keras dan sehemat mungkin mengelola anggaran untuk mewujudkan pendirian kampus STAI yang permanen di Aceh Selatan," ujar dia.

"Tidak benar dituding tumpang tindih, sebab antara lokasi pertama tahun 2016 dengan lokasi ke dua tahun 2017 saja berjarak sekitar 50 meter. Kalau dibilang paket pemerataan dan penimbunan tanah yang sama itu betul, karena kami sedang mempersiapkan lahan lokasi pembangunan gedung, tapi objek atau item pekerjaannya kami pastikan bukan di lokasi yang sama," ujarnya.| Antara

StatusAceh.Net - Sebuah video tentang anggota TNI dan Polisi Lalu Lintas (Polantas) viral di media sosial. Video tersebut berisi rekaman kejadian yang tidak mengenakkan.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @Polres_Ponorogo, terlihat anggota TNI tidak memakai helm saat berkendara. Anggota TNI itu memaki Polantas yang sedang berpatroli.

Kejadian ini berlangsung pada Kamis sore kemarin, 10 Agustus 2017 sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Riau. Saat itu, Polantas yang diketahui bernama Yoga Vernando sedang berpatroli di jalan tersebut.

" Personil Polantas tersebut beriringan dengan oknum anggota TNI yang tidak pakai helm. Namun saat itu Bripda Yoga tidak ada menegur atau pun memberhentikan oknum TNI tersebut," tulis admin @Polres_Ponorogo, diakses Dream pada Jumat, 11 Agustus 2017.

Memukul Tanpa Alasan Jelas

Tanpa alasan yang jelas, anggota TNI tersebut mengejar Bripda Yoga. Dia pun menabrak motor Bripda Yoga dari belakang.

" Selanjutnya memukul helm (kepala) Bripda Yoga 4 kali,"  tulis admin.

Dua jam usai kejadian tersebut, tulis admin melanjutkan, Katim Intel Korem Pekanbaru, Kapten Latif, mendatangi Bripda Yoga.

" Selanjutnya sekira pukul 19.30 wib Kapten Latif (katim intel korem) mendatangi Bripda Yoga untuk meminta maaf terkait insiden tersebut,"  tulis admin.

Ramai Kecaman


Video tersebut telah dilihat sebanyak 16.168 kali sejak diunggah 12 jam lalu. Selain itu, video tersebut juga mendapat 200 komentar dari pengguna Instagram.

" Ini adalah tindakan tdk baik yang dilakukan personel yg masih memakai unform instansi.Bukan instansi nya yg salah tp personal nya, harus ada sanksi disiplin karena kalau sudah ada insiden seperti ini,"  tulis akun @tiny_sha_brawijaya.

" Untung bapak polisi sbr ya. Kasian nama TNI jd jelek hanya gara2 oknum-oknum nya yg begini,"  tulis akun @leni_kumo. |dream.co.id

Begini Videonya

 

*"SABAR ITU IBADAH"* Kamis, 10 Agustus 2017 Sekira pukul 17.30 wib Ketika Bripda Yoga Vernando (Ba Sat Lantas Polresta Pku) sedang melaksanakan​ patroli di sekitar jalan Jend Sudirman (di depan Ramayana). Personil Polantas tersebut beriringan dengan oknum anggota TNI yang tidak pakai helm. Namun saat itu Bripda Yoga tidak ada menegur atau pun memberhentikan oknum TNI tersebut. Lalu oknum anggota TNI tersebut mengejar Bripda Yoga dan menabrak motor nya dari belakang. Selanjut memukul helm (kepala) bripda Yoga 4 kali. Angota TNI tersebut benama Wira Sinaga pangkat Serda dinas di korem. Selanjutnya Sekira pukul 19.30 wib Kapten Latif (katim intel korem) mendatangi Bripda Yoga untuk meminta maaf terkait insiden tersebut. _Tetap Tulus dan Iklas_ KBP Susanto.S.IK.,S.H.,M.H Kapolresta Pekanbaru
A post shared by Humas Polres Ponorogo (@polres_ponorogo) on

Kapal KM Kendhaga Nusantara 14, yang sedang dikerjakan oleh para pekerja yang tewas. Foto/SINDOnews/Rasyid Ridho
SERANG - Ledakan keras terjadi saat pekerja sedang merakit kapal KM Kendhaga Nusantara 14 di dalam kawasan PT Krakatau Shipyard, di Kampung Ambaru, Desa Pulo Ampel, Kecamatan Pulo Ampel, Serang, Banten, Jumat (11/8/2017). Akibat ledakan tersebut, lima orang tewas dan empat orang mengalami luka-luka.

Informasi yang diperoleh, ledakan terjadi pukul 08.00 WIB saat pekerja sedang melakukan pengelasan di dalam badan kapal. Tiba-tiba terjadi ledakan keras di lokasi pengelasan. Pelat beterbangan dan pegawai tertimpa material kapal.

Kelima korban tewas diketahui bernama Safrudin, Ifon Efendi, Yadi, Supri, dan Misri. Sedangkan korban luka-luka adalah Ali, Dani, Asmara, dan Rusman.

Kapolres Cilegon AKBP Romdhon Natakusuma membenarkan peristiwa itu. "Iya benar (terjadi ledakan), sedang dilakukan olah TKP," katanya, Jumat (11/8/2017).

Penyebab ledakan masih didalami pihak Polres Cilegon. Sementara, korban tewas dan luka-luka dievakuasi ke RSUD Cilegon dan RS dr Drajat Prawiranegara Serang.

Lokasi ledakan sudah dipasangi garis polisi. Petugas dari Polres Cilegon dan Polsek Pulo Ampel tengah melakukan olah tempat kejadian perkara.| Sindonews

Pengunjung bermain di pantai wisata Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.
Banda Aceh - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan wisatawan yang menghabiskan waktu libur akhir pekan agar mewaspadai gelombang tinggi hingga tiga meter di Aceh. "Gelombang laut tiga meter lebih, berpotensi terjadi di pantai Barat-Selatan Aceh," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Blang Bintang, Zakaria di Aceh Besar, Jumat (11/8).

Ia berkata, sedangkan pada wilayah lain di kawasan perairan Aceh diperkiakan akan dilanda gelombang laut dengan tinggi dua meter atau lebih. Untuk ombak setinggi dua meter berpotensi terjadi di perairan Banda Aceh-Sabang, dan Selat Malaka bagian Utara di Aceh.

Sedangkan di wilayah perairan Barat di Aceh yakni Samudera Hindia Barat, maka berpotensi terjadi ombak laut setinggi rata-rata mencapai 2,5 meter. "Para nelayan di Aceh, sudah pasti selalu waspada karena sudah pekerjaan mereka. Sekarang ini, bagi wisatawan terutama berasal dari luar provinsi ini (Aceh)," katanya.

Zakaria mengimbau, agar wisatawan Nusantara terutama bagi mereka yang tidak bisa berenang, supaya tidak berenang di air yang menjorok ke laut. "Bagi yang tidak bisa berenang, akan tetapi ingin berlibur di laut. Maka kami sarankan, cukup bermain di sekitar kawasan bibir pantai saja," tegasnya.

"Mengingat, gelombang yang terjadi di wilayah perairan laut di Aceh masih relatif tinggi hingga akbir pekan ini," terang dia.

Suyatno Harjo, Kepala Kantor SAR Aceh tahun lalu mengatakan, pihaknya selalu dalam status siaga, ketika menjelang akhir pekan tiba terutama untuk melakukan penyelamatan terhadap wisatawan domestik. Tercatat pada Agustus 2016, dia mencontohkan, pihaknya telah melakukan penyelamatan terhadap korban terseret arus laut di kawasan objek wisata pantai Lhoknga di Kabupaten Aceh Besar.

"Ada dua korban kita selamatkan, dan dibantu masyarakat. Kedua orang itu berjenis kelamin laki-laki," katanya.

Sumber : Antara

Banda Aceh - Setelah terpilihnya Aceh sebagai salah destinasi wisata halal terbaik dunia versi International Travel Week (ITW) di Abu Dhabi Uni Emirat Arab tahun 2016 lalu, Aceh terus berbenah dalam mempromosikan daerahnya sebagai salah satu destinasi wisata yang aman, nyaman dan menarik yang berbasis halal bagi setiap wisatawan.

Kali ini Pemerintah Aceh bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota sebagai CEO di daerah serta stakeholder terkait lainnya terus melakukan berbagai promosi untuk mengenalkan daya tarik wisata yang berkarakter daerah dan alam, salah satunya pagelaran Saman 10.001 penari yang akan berlangsung Ahad, 13 Agustus mendatang.

Bupati Gayo Lues H. Ibnu Hasyim menyebutkan, hajatan Saman 10.001 penari akan dipusatkan di Stadion Seribu Bukit Kota Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues yang merupakan kelanjutan dari kesuksesan Saman 5.057 penari yang pernah digelar tahun 2014 silam dan tahun ini akan kembali tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

"Beberapa tamu dari pusat juga kita undang, salah satunya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya sudah dipastikan akan hadir sebagai bentuk dukungan pelestarian budaya dan pariwisata. Selain itu, tahun ini hajatan Saman juga akan kembali pecahkan rekor MURI," ujarnya.

Adanya penyelenggaraan Saman 10.001 penari, sebut Ibnu sebagai salah satu upaya dan komitmen Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersama Pemerintah Aceh dalam rangka melestarikan, memelihara dan mempromosikan Tari Saman sebagai identitas daerah serta meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap tarian Saman yang telah mendunia.

"Penyelenggaraan Saman 10.001 penari pada tahun ini, selain disuguhkan dengan jumlah penari yang begitu banyak yang menarik antusiasme warga, masyarakat atau wisatawan yang hadir ke Gayo Lues juga bisa lebih dekat mengenal keindahan "Negeri Seribu Bukit" mulai dari alam, kopinya yang nikmat, serta berbagai produk unggulan sebagai daya tarik wisata dan budaya," ungkap Ibnu Hasyim.

Gayo Lues yang terkenal dengan perpaduan alam dan hawa dingin juga tidak lepas dari destinasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), dimana telah menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk mengunjungi dataran tinggi ini.

Adanya hajatan tari Saman ini, diharapkan juga banyak melirik wisatawan dapat berlama-lama di Gayo Lues dan menjajal pelbagai objek wisata serta mengeksplore sejarah panjang kehadiran tari Saman yang telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Dunia.

Kesempatan Promosikan Pariwisata Gayo Lues

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi mengungkapkan, kegiatan atraksi Saman 10.001 penari yang sudah menjadi bagian dari Calendar of Event (CoE) Aceh mampu menggugah masyarakat luas, baik wisatawan nusantara dan juga wisatawan mancanegara.

"Melalui pagelaran Saman 10.001 penari di Gayo Lues ini, kita harap semangat hajatan ini dapat menggugah masyarakat, khususnya para remaja Aceh untuk selalu mengingat Syech Saman yang telah berhasil mengharumkan negeri melalui karya terbaiknya, sekaligus bersemangat dalam membangun daerah menuju cita-cita anak negeri sesuai dengan gerakan Saman yang dinamis dan enerjik," pungkasnya.

Selain itu, Reza juga memiliki harapan momen Saman tersebut bisa menjadi kesempatan luas dalam mempromosikan dan mengenalkan Gayo Lues sebaga daya tarik kunjungan wisatawan secara besar-besaran termasuk lewat media sosial.

"Kehadiran wisnus atau wisman ke Gayo Lues untuk melihat langsung tari Saman ini, juga harus dikemas semenarik mungkin sehingga mereka tidak hanya mengenal dan belajar langsung gerakan tarian Saman dengan masyarakat lokal, tapi dapat memahami filosofi setiap gerakan tari Saman yang penuh makna, sambil menikmati suguhan kuliner daerah," imbuhnya..(Rill)

Ilustrasi
Aceh Utara - Tim satuan bersama pungutan liar (Saber Pungli) Kabupaten Aceh Utara mulai menelusuri kasus pemotongan gaji ke-13 untuk guru di sejumlah kecamatan dalam kabupaten itu.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Aceh Utara, Kompol Suwalto, Kamis (10/8/2017) menyebutkan, polisi telah menerima informasi bahwa diduga telah terjadi pemotongan gaji ke 13 pada sejumlah guru di kabupaten itu.

“Kami sudah turunkan tim untuk menelusuri kebenaran informasi soal pemotongan gaji itu. Tim sedang bekerja di sejumlah kecamatan. Kita minta, bagi guru yang dipotong gajinya melapor ke tim kami agar memudahkan penyelidikan,” ucapnya.

Dia mengatakan, polisi akan melindungi identitas korban yang gajinya dipotong oleh oknum di Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Utara. “Kita telusuri siapa oknum yang motong gaji ini. Kita terus usut soal pemotongan gaji itu,” sebut dia.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah guru di Aceh Utara mengeluh pemotongan gaji ke-13. Besaran yang dipotong bervariasi dari Rp 35.000-Rp 200.000 per orang.

Sejauh ini tercatat kasus itu terjadi di dua kecamatan yaitu Kecamatan Matangkuli dan Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara. Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib meminta kasus itu diusut tuntas.| kompas.com

LHOKSEUMAWE- Personil Sat Narkoba Polres Lhokseumawe berhasil,  kamis (10/8/2017) pukul 15.00 Wib berhasil membekuk MBI (41) dan CBM (43) di Jalan Darusalam Desa Hagu Tengah Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe karna diduga memiliki Narkoba jenis ganja.

MBI (41) merupakan petani warga Dusun Alue Sagoeweng Desa sido muliyo, Kuta makmur, Aceh utara, sedangkan CBM (43) wiraswasta adalah warga Dusun Mesjid Desa hagu tengah Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman,  SH, S. Ik, MH melalui Kasat Narkoba AKP Mukhtar mengatakan,  kedua tersangka ditangkap karna diduga edarkan Narkoba jenis ganja.

Tertangkapnya tersangka berawal dari informasi masyarakat adanya transaksi ganja di lokasi tersebut, berdasarkan hal itu pihaknya melakukan rangkaian penyelidikan di sekitar lokasi."ujarnya kamis malam (10/8/2017)

Setelah dipastikan informasi itu benar petugas langsung mengamankan tersangka an. MBI (41) dan melakukan penggeledahan badan, dari hasil penggeledahan di temukan barang bukti narkotika jenis ganja di gubuk tersangka sebanyak 37 am ganja dan uang sebesar Rp 35.000."ungkapnya

Sambungnya,  selanjutnya tim opsnal resnarkoba melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan 1 orang tersangka an. CBM (43) tidak jauh dari lokasi pertama dan ditemukan 7 am ganja di dalam jok sepeda motor tersangak, uang sebesar Rp 250.000,Hp advan.

Setelah dikembangkan tim kembali berhasil menyita 9 bungkus besar ganja di dalam tas hitam di rumah MBI (41) serta 1 plastik biji ganja,1 bungkus besar ganja,1 buah gunting, 1buah kotak warna kuning."imbuhnya

"Berat total ganja keseluruhan 13300 g/bruto (tiga belas ribu,tiga ratus gram), dengan rinciannya 44 am ganja, 9 bungkus besar ganja, 1 tas besar warna hitam, selaian itu uang 285.000, 1 unit honda karisma, 1unit hp merk advan dan 1 bungkus plastik biji ganja serta 1 buah gunting. 1buah kotak kuning yang berisikan lembaran kertas."sebut AKP Mukhtar

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan dimapolres Lhokseumawe guna proses lidik dan sidik lebih lanjut."tegasnya.(SA/RMD)

Banda Aceh - Sebelum ditangkap, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh berinisial JD (36) sudah sering diingatkan dan ditegur warga agar tidak menggelar pesta sabu di Balai Pemuda. Tapi teguran tersebut tidak diindahkan sehingga masyarakat melapor ke polisi.

"Informasi dari masyarakat (mereka) sudah sering (menjadikan) desa itu (sebagai tempat) pesta sabu," kata Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh Kompol Safran kepada wartawan di Mapolresta Banda Aceh, Kamis (10/8/2017) malam.

JD dan ketiga temannya dibekuk saat tengah pesta sabu di Balai Pemuda di Desa Paleuh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Aceh. Warga sudah lama curiga dengan para pelaku yang kerap bersama-sama di balai tersebut.

Merasa resah, warga menegur para pelaku. Mereka diminta agar tidak lagi menggunakan balai pemuda sebagai lokasi untuk mengkonsumsi sabu. Tapi peringatan itu tidak diindahkan sehingga masyarakat melapor ke polisi.

"Setelah mendapat informasi kita membentuk tim Melati dan dibantu BKO Brimob Polda Aceh. Kita bergerak ke lokasi dan melakukan penggerebekan," jelas Safran.

"Menurut informasi dari masyarakat mereka sering bersama-sama di lokasi yang sama. Pemuda sudah memperingati agar mereka tidak lagi di sana," ungkap Safran.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Saladin, mengatakan, polisi akan memproses pelaku kasus narkoba tanpa pandang bulu. Meski yang tertangkap anggota dewan, polisi akan memprosesnya sesuai Undang-undang yang berlaku.

"Untuk pelaku narkoba tidak ada kompromi. Semua kita proses," kata Saladin kepada detikcom.

Anggota dewan berinisial JD ditangkap pada Rabu(9/8) sekitar pukul 20.45 WIB. Dari tangan mereka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 0,63 gram dan satu pucuk senjata airsoft gun. | Detik.com

Banda Aceh – Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh bersama Brimob Polda  Aceh menangkap empat orang pria yang sedang mengesumsi narkotika jenis shabu di salah satu rumah di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu 9 Agustus 2017 sekitar 22.00-23.00 WIB. Salah seorang dari hasil penangkapan tersebut merupakan anggota DPRA  dari salah satu partai lokal di Aceh Timur.

Keempat orang yang ditangkap tersebut diantaranya, HS (35) warga Desa Paleu Blang Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, JN (37) merupakan Anggota DPRA asal Aceh Timur, JH (30) dan Zul (36) keduanya merupakan warga Desa Paleue Blang Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

 Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T. Saladim memalui Kasat Reskrim Kompol Raja Gunawan  kepada StatusAceh.Net menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat setempat. 

“Empat orang yang ditangkap itu sedang menghisap narkotika jenis shabu, dan penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat,”katanya kepada StatusAceh.Net via whatsapp , Kamis, 10 Agustus 2017 sekitar pukul 20:00 WIB tadi.

Dari hasil penangkapan tersebut, pihaknya berhasil mengamankan 2 ( Dua ) buah plastik  bening ukuran kecil berat brutto 0,64 gr dan 1 ( satu)  buah plastik bening ukuran besar berat brutto 6.39 gr yang di dalamnya berisikan kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu.

Selain itu, Polisi juga mngamankan empat bong alat hisab sabu yang terbuat dari botol aqua bekas pakai dan sepucuk senjata api laras pendek jenis Air soft guns dan dua buah Hendphone..

“Keempat orang itu akan kita lakukan penyelidikan lebih lanjut, dan juga mengembangkan asal barang haram itu didapatkan,”jelanya.(SA/AZ)

Bireuen - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Darwati A Gani mengajak Dekranasda Bireuen untuk melakukan pembinaan terhadap keluarga dan para perajin di Kabupaten Bireuen guna  meningkatkan kesejahteraan keluarga dan perajin.

Hal tersebut disampaikan Darwati seusai melantik Hj. Fauziah, S.Pd binti M.Daud sebagai Ketua Tim Penggerak PKK merangkap Ketua Dekranasda Bireuen periode 2017-2022 di Kantor Bupati Bireuen, Kamis (20/08/17).

"Sebagai figur yang sangat memahami kondisi Bireuen, kami yakin ibu Fauziah dapat melihat sendiri betapa banyaknya persoalan yang dihadapi masyarakat daerah ini terkait bidang kesejahteraan keluarga," ujar Darwati.

Bireuen kata Darwati merupakan wilayah dengan jumlah penduduk cukup besar, tapi tingkat kesejahteraan rakyatnya masih belum memuaskan.

Persoalan itu lanjut Darwati tidak hanya terkait dengan akses ekonomi dan pendidikan, tapi juga kesadaran tentang pola hidup sehat dan pembinaan keluarga yang belum memuaskan.

"Kondisi ini tentunya menghadirkan tantangan tersendiri bagi Pemerintah Daerah dalam menjalankan program-program kesejahteraan keluarga," kata Darwati.

Darwati menyampaikan bahwa keterlibatan PKK dan Dekranasda dalam menjalankan program kesejahteraan keluarga sangat dibutuhkan.  Proses pembinaan itu dapat diberikan melalui program pendidikan bagi anak, penyuluhan kesehatan, pencerahan tentang gizi keluarga, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan lain sebagainya.

Hal lain yang tak kalah penting kaya Darwati adalah upaya untuk mempromosikan dan meningkatkan kualitas hasil kerajinan rakyat guna mendorong semangat kewirausahaan dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga.

Untuk itu, Darwati berharap, Pemerintah Kabupaten Bireuen berkenan mendukung program-program yang dijalankan oleh PKK dan Dekranasda di daerah ini agar langkah kita mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga di daerah berjalan dengan baik.

Pada kesempatan tersebut, Darwati juga menyampaikan beberapa pesan kepada pengurus Dekranasda Biruen antara lain menghidupkan Posyandu diberbagai Desa,  membangun kerjasama dengan berbagai pihak dalam menjalankan program - program Dekranasda dan PKK

Selain itu, Darwati juga berharap agar Dekranasda Bireuen memberikan perhatian serius dalam membina para perajin untuk meningkatkan mutu kerajinan serta memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan modal usaha dan pemasaran hasil kerajinan.

"Bireuen juga sangat terkenal dengan berbagai kuliner dan  produk kripik yang banyak diproduksi oleh masyarakat lokal. kita perlu melakukan terobosan baru untuk mempopulerkan keripik Bireuen melalui sistem pengemasan yang lebih modern, sehingga daya tarik bagi konsumen semakin tinggi," ujar Darwati.

Sementara itu, Bupati Bireuen, H. Saifannur mengatakan akan membantu memasarkan produk-produk kerajinan masyarakat. Tapi, masyarakat harus mampu melakukan innovasi dengan mambuat packing yang bagus dan menarik.

Saifannur mengakui, banyak hasil produksi baik kerajinan maupun makanan di Bireuen, untuk itu ia berharap Bireuen dapat menjadi pusat wisata kuliner Aceh.

Bireuen- Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengajak Pasangan Bupati/Wakil Bupati Bireuen, H. Saifannur, S.Sos dan Dr.Muzakar A Gani, SH,. M.Si untuk menggali dan memanfaatkan potensi yang ada di Kabupaten Biruen sebagai sumber pendapatan asli daerah untuk kesejahteraan rakyat.

Hal tersebut disampaikan Irwandi Yusuf seusai melantik pasangan Bupati Bireuen H. Saifannur, S.Sos dan Wakil Bupati Bupati Bireuen, Dr. H.Muzakar A Gani periode 2017-2022 dalam Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Biruen di Gedung Kantor Bupati Bireuen, Kamis (10/08/17).

Irwandi mengatakan, Kabupaten Bireuen memiliki potensi ekonomi yang cukup kaya. Sejak dulu, Bireuen dikenal sebagai salah satu basis  pertanian di Aceh dengan beragam komoditi yang dihasilkannya. Di sektor perikanan, Bireuen juga merupakan produsen ikan tangkap dan ikan tambak cukup besar.

“Letak geografis wilayah ini,  membuat Bireuen sangat berpotensi dikembangkan sebagai kota perdagangan dan jasa,” ujar Irwandi

Bahkan lanjut Irwandi, Bireuen  dikenal sebagai wilayah yang mampu menghasilkan berbagai produksi teknik, termasuk karoseri kendaraan, mesin, dan sebagainya.

“Hal ini hendaknya bisa dibangkitkan kembali, disesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini,” kata Irwandi.

Dengan potensi sumber daya yang cukup lengkap, Bireuen kata Irwandi termasuk salah satu kawasan investasi yang menjanjikan di berbagai sektor.  Letak Kabupaten ini sebagai daerah lintasan di wilayah pesisir timur juga sangat potensial sebagai kota transit dan pusat perdagangan.

“Saudara berdua harus dapat membenahi tata kota wilayah ini agar lebih baik lagi. Tingkatkan rasa aman dan kepastian hukum bagi para investor dan sektor swasta sehingga aktivitas ekonomi di daerah ini semakin meningkat,” kata Irwandi.

Di sektor pariwisata, Bireuen juga sangat terkenal dengan kulinernya, seperti sate matang, keripik Bireuen, dan lainnya yang umumnya semua itu dikelola oleh unit usaha kecil dan menengah.

“Untuk dukungan bagi kemajuan UKM dan UMKM di daerah ini harus ditingkatkan agar usaha rakyat semakin berkembang dan kesejahteraan keluarga semakin meningkat,” ujar Irwandi.

Terkait dengan program kesehatan, Irwandi meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen agar pengembangan RSUD dr. Fauziah Bireun sebagai rumah sakit rujukan regional di wilayah utara, dapat terus dilakukan baik kelengkapan SDM, sarana dan prasarana, pelayanan serta berbagai alat medis di RS tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Irwandi juga menghimbau pasangan Bupati Bireuen agar dapat menyesuaikan visi dan misi yang di usung dengan visi dan misi pemerintah Aceh yaitu terwujudnya Aceh damai dan sejahtera melalui Pemerintahan yang bersih, adil dan melayani.

“Tidak boleh membagi-bagi proyek, tidak boleh mengambil fee, karna mazhab ekonomi yang kita anut adalah hanafee, atau tidak ambil fee,” tegas Irwandi.

Irwandi menjelaskan bahwa visi dan misi tersebut diuraikan lagi dalam beberapa program prioritas, yaitu: Aceh Seujahtra,  Aceh SIAT (Sistem Informasi Aceh Terpadu), Aceh Caròng, Aceh Energi, Aceh Meugoë dan Meulaôt, Acèh Troë, Acèh Kreatif, Acèh Kaya, Acèh Peumulia, Acèh Damê, Acèh Meuadab, Acèh Teuga, Acèh Green, Acèh Seuninya, dan Acèh Seumeugot.

Irwandi juga menyampaikan bahwa selama kepemimpinannya lima tahun kedepan akan mengupayakan penambahan energy dengan mengembangkan geothermal yang ada di Aceh dan kapal pembangkit listrik.  Selain itu, pengadaan kilang padi agar hasil padi di Aceh tidak perlu lagi di bawa ke medan dan di bawa lagi ke Aceh dan Cold Storage untuk penyimpanan Ikan yang ditangkap oleh para nelayan.

Irwandi berharap dibawah H.Saifannur dan DR. Muzakar Bireuen dapat tampil sebagai pemimpin yang amanah dan bijaksana dalam menjalankan kewajiban lima tahun ke depan di Kabupaten Bireuen.

Berbeda dengan pelantikan Bupati/Walikota sebelumnya yang dilaksanakan di dalam Gedung DPRK, Pelantikan Pasangan Bupati Bireuen dilakukan diluar Gedung, tepatnya di halaman belakang Kantor Bupati Bireuen. Sejumlah Ulama Kharismatik Aceh juga hadir, antara lain, Waled Nuruzzahri, Abu Tumin, Abu Kuta Krueng, Abu Mustafa Puteh dan Waled Hasanul.  Basri.(Rill)

Bireuen - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Kamis (10/8/2017), melantik Bupati dan wakil Bupati Bireuen, H. Saifannur dan Muzakkar A Gani di komplek Kantor Bupati Bireuen, yang dilaksanakan dalam rapat paripurna DPRK Bireuen berjalan mulus tanpa ada gangguan.

Namun, kedatangan Irwandi ke kota kelahirannya tersebut disambut spanduk yang kontoversial  terpasang di depan tunggu Bate Kureng di Pusat Kota Bireuen pass di depan kantor Bank BNI 46 Bireuen.

Sepasang spanduk itu bertuliskan, “Selamat Datang Bapak Gubernur Aceh Untuk Melantik Bupati Kabupaten Bireuen Kota 100 ribu” spanduk tersebut sempat menjadi perhatian menarik para pelintas, sebelum kemudian beberapa menit spanduk tersebut diturunkan.

Spanduk itu sepertinya dialamatkan untuk menyidir Bupati dan wakil Bupati Bireuen yang saat pilkada diduga menang melalui Money Politik.

“Pass lewat memutar kota tiba-tiba sudah terpasang spanduk itu,” kata seorang yang melintas di jalan tersebut,  yang tak mau disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan media ini belum diperoleh konfirmasi resmi siapa yang memasang spanduk tak kontroversial tersebut. | lintasgayo.co


PIDIE JAYA- Wakil Bupati Pidie Jaya, H.Said Mulyadi,SE,Msi, meminta warga dan muspika supaya mendukung penuh dalam kegiatan pembangunan meunasah gampong Tu, Kecamatan Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya, supaya jangan ada pihak-pihak yang ingin menghambat pembangunan meunasah tersebut.

"Kepada warga Gampong TU sebelum nya pihak ketiga sudah beberapa tempat mensurvey untuk pembangunan meunasah, tetapi pihak BRI tetap berke inginan membantu membangun meunasah ini," sebut Said Mulyadi, saat acara peletakkan batu pertama pembangunan meunasah Gampong Tu, Kecamatan Pante Raja, Pidie Jaya, yang di bangun oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI), Rabu (09/08/2017).

Said Mulyadi menyebutkan bahwa pasca gempa 6,5 skala richter di Pidie Jaya ada 23 meunasah yang hancur total, maka dengan dukungan para pihak ketiga kini semua dari 23 meunasah itu hampir selesai semuanya.

"ini semua tidak adanya bantuan dana dari pemerintah melainkan semuan meunasah itu bantuan dari pihak ketiga, maka itu kita sangat-sangat berterima kasih kepada para donatur yang sudah mau membantu selama ini," ucap Said Mulyadi.

Maka itu, tambah Said Mulyadi, dalam pekerjaan yang di lakukan oleh pihak ketiga maka dirinya berharap adanya dukungan penuh dari masyarakat setempat supaya tidak terhambatnya pembangunan. 

"kita ketahui bersama banyak hal-hal yang kejadian di lapangan dalam hal pembangunan, saya sudah pengalaman beberapa bulan belakangan ada juga kendala-kendala yang dilakukan khusus di desa-desa yang bersangkutan kadang-kadang bisa menghambat pekerjaan," jelasnya.

Dia meminta para Camat dan Muspika supaya mengontrol jangan ada kadang-kadang ada yang ingin mencari free proyek. "ini kamo harapkan kepada pak camat dan muspika supaya mengontrol, itu jangan ada, tapi dukung bersama demi menyelesaikan rehap rekon supaya segera dapat di selesaikan,"tegas Said Mulyadi.

Kendati, Said Mulyadi, juga menyinggung terkait bahwa di Kabupaten Pidie Jaya akan di laksanakan pilkada di tahun 2018 mendatang.

"kami juga akan berakhir masa jabatannya di tahun 2018 di akhir, kami mohon dukungan penuhnya dari warga masyarakat khususnya warga Pante Raja supaya mendukung pembangunan ini bisa selesai,"cetusnya.

Maka dengan keluarnya inpres persoalan rehap rekon tak akan ada kendala lagi, semua persoalan-persoalan yang rusak pasca gempa seperti masalah rumah, masalah jalan, jembatan dan masalah fasilitas lainnya akan di tanggung oleh pemerintah pusat.

Sementara itu Kepala Cabang BRI Sigli, Elly Maulida, Kepada wartawan, menyatakan, pembangunan meunasah Gampong Tu, Kecamatan Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya, dana nya merupakan bantuan dari pihak pekerja Bank Rakyat Indonesia (BRI) seluruh Indonesia.

" kita juga sudah membangun dua sumur bor sebelumnya yaitu di Desa Meuraksa, Kecamatan Meureudu, dan Desa Paya, serta membangun Kubah Mesjid Ule Gle, total anggaran semua mencapai Rp.800 juta lebih," sebut Elly Maulida. (Red)

Penemuan Mayat dan Luluk Diana semasa hidup. (Ist/Radar Mojokerto)
Statuaceh.net - Hasil otopsi RSUD dr Soetomo Surabaya kepada korban Luluk Diana, 38, menunjukkan hasil mengejutkan. Kepala Departemen Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soetomo, dr Edy Suyanto SpF SH MH kepada Jawa Pos menyatakan, penyebab kematian perempuan asal Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, itu akibat luka tembak yang menembus batang otak.

Diperkirakan, korban telah meninggal sekitar 8-24 jam sebelum pemeriksaan dimulai sekitar pukul 04.30 Rabu (9/8). Edy mengungkapkan, saat pemeriksaan, ditemukan sejumlah luka memar di bagian tangan istri Kades Sidojangkung, Sugiyanto tersebut.

Punggung tangan kanan dan kirinya tampak bengkak lantaran benturan benda tumpul. ”Ini indikasi awal kekerasan yang bisa kami temukan, tampaknya dipukul sesuatu,” ujarnya Rabu (9/8).

Yang paling fatal, lanjut Edy, ditemukan satu buah luka terbuka berbentuk lingkaran di samping pelipis mata kiri dan menembus ke dalam kepala. Diameternya berukuran 1 cm.

Dokter berusia 57 tahun itu menduga luka tersebut akibat hempasan peluru yang masuk. ”Dari karakteristik luka, dugaannya, peluru ditembak dari jarak tertentu, nggak terlalu dekat,” tukasnya.

Namun, dibutuhkan uji balistik untuk menentukan perkiraan jarak tembak antara pelaku dan korban. Proyektil yang menghabisi nyawa Luluk itu masih bersarang di dalam kepala. Tepatnya, berada di sekitar tengkuk. Proyektil berukuran 12 mm tersebut berhasil merobek otak dan batangnya.

”Kalau bagian ini sangat fatal, subjek (korban) langsung kehilangan pengatur ritme organ vital, sehingga bisa tewas seketika,” pungkas Edy. (JPG)

Kebakaran SPBU Simpang Jam, Banda Aceh. Foto: Ist
Banda Aceh - Kebakaran terjadi di SPBU, dekat Simpang Jam, Kota Banda Aceh sekitar pukul 19.40 WIB. Saat peristiwa terjadi, beberapa warga sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM).

Informasi yang dihimpun detikcom, api awalnya muncul dari pompa SPBU nomor 4, kemudian menyambar ke pompa nomor 3. Setelah itu, percikan api membakar pompa nomor dua dan terakhir nomor satu. Sempat terdengar letusan dari salah satu pompa yang terbakar.

"Pompa nomor dua tidak terlalu parah karena di sana berisi solar. Tadi setelah terbakar pompa nomor tiga sempat dipadamkan kemudian baru terbakar nomor dua," kata seorang petugas SPBU, Alidin saat ditemui wartawan di lokasi, Rabu (9/8/2017) malam.

Saat api pertama muncul, petugas SPBU sedang mengisi bahan bakar ke salah satu motor, lalu mereka langsung menyelamatkan diri dengan menjadi dari area SPBU. Tak lama berselang, api membakar keempat pompa SPBU. Pompa nomor tiga adalah yang paling terbakar parah.

Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian oleh tim pemadam kebakaran. Sekitar pukul 22.00 WIB, petugas pemadam kebakaran sudah melakukan pendinginan. Pantauan detikcom, terpasang garis polisi di sekitar lokasi kebakaran.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Raja Gunawan, mengatakan pihaknya akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari tahu penyebab terjadinya kebakaran. Raja menambahkan, tidak ada ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

"Besok tim Labfor dari Medan Sumatera Utara juga turun ke lokasi. Kita akan melakukan penyelidikan. Tidak ada korban dalam musibah ini," kata Raja kepada wartawan.

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Polisi, TNI, petugas pemadam dan pihak terkait masih berada dilokasi kebakaran. | Detik.com

Laki-laki tanpa identitas yang ditemukan meninggal dunia di Musalla SPBU Gampong Sungai Lueng. Foto: Ist
Langsa - Sosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan oleh warga di dalam Musalla SPBU Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Rabu 9 Agustus 2017 sore sekitar pukul 16.30 WIB.

"Mayat tanpa identitas tersebut pertama sekali ditemukan oleh Taufik saat melintas di samping musalla," kata Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa melalui Kapolsek Langsa Timur Iptu Hasrul Irfandi.

Sebelum diberitahukan kepada orang lain, kata Kapolsek, saksi sempat memanggil-manggil korban yang sedang tertidur miring kesamping di dalam musala SPBU.

"Karena tidak ada jawaban, Taufiq curiga dan memberitahukan kepada Hasrin Siregar lalu oleh mereka dilaporkan ke Polsek," jelas Hasrul Irfan.

Mendapat laporan tersebut, sambung Hasrul, anggota Polsek Langsa Timur langsung mendatangi lokasi, saat diperiksa ternyata pria tersebut sudah meninggal dunia.

"Tidak ada benda-benda yang mencurigakan disekitar korban ditemukan. Petugas hanya menemukan berupa obat-obatan. Diduga korban meninggal dunia karena sakit," jelas Kapolsek.

Menurut keterangan saksi, tambah Kapolsek, pria tanpa identitas yang diperkirakan berusia 60 tahun tersebut sudah dua hari berada di musalla SPBU tersebut.| AJNN.net

Lhokseumawe - Tim Situasi Aman Untuk Rakyat (Star)  Polres Lhokseumawe membekuk  4 pemuda di  Jalan Kenari, Desa Mon Geudong,  Banda Sakti,  Lhokseumawe,  Rabu (9/8/2017) sekitar pukul 01.00 WIB.

Ke empatnya adalah ZU (27), MR (26), NA (27)  dan SH (31).  Mereka merupakan warga Mon Geudong.  Saat ditangkap,  di tempat duduk mereka ditemukan satu paket ganja.

"Tim saat itu sedang patroli rutin jaga Kamtibmas. Saat melintas kawasan tersebut ada 4 pemuda sedang duduk. Saat didekati ditemukan ganja satu paket. Mereka langsung kita boyong ke Mapolres, " kata Koordinator Tim Star Kompol Ahzan S. Ik,  SH,  MSM, Rabu (9/8/2017).

Kompol Ahzan menambahkan,  selain ke Mon Geudong, tim juga melaksanakan patroli ke Desa Hagu Tengoh dan Desa Pusong,  Banda Sakti namun di kawasan itu kondisinya aman dan tentram dari berbagai gangguan.

"Kita terus melakukan patroli rutin. Hal ini untuk menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan di Lhokseumaws dari para pelaku kriminiltas serta terus membasmi peredaran penyalahgunaan narkoba, " tegas Kompol Ahzan.(SA/RMD)

LHOKSEUMAWE- Kapolsek Sawang bersama Kanit Binmas, Ka Sium melaksanakan kegiatan kunjungan atau Saweu Pesantren di Dayah Asyrafil Muhidin di Desa Peunteut,  Sawang,  Aceh Utara,  Rabu (9/8/2017) sekitar pukul 15.00 WIB tadi.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S. Ik, MH,  melalui Kapolsek Sawang Iptu Ridwan MY mengatakan kegiatan tersebut merupakan bukti kecintaan Polres Lhokseumawe dalam menjalin silaturrahmi dengan para ulama dayah,  para santri dan tokoh agama.

"Hal ini penting. Pesantren atau dayah mempunyai andil tersendiri dalam menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan. Merekalah yang bisa mengarahkan masyarakat,  pemuda maupun golongan tertentu dalam memupuk tali persaudaraan yang baik, " ujar Ridwan,  Rabu (9/8/2017).

Selain silaturrahmi,  Ridwan juga menyerahkan sedikit bantuan berupa kipas angin tikar, sajadah, jam dinding, alqur'an,  dan dispenser yang diterima langsung oleh Pimpinan Dayah Tgk Ahmad Sulaiman yang juga ketua FPI Aceh Utara.

Iptu Ridwan berharap ke depan saling berkoordinasi dan juga hubungan silaturahnmi yang sudah terjalin dapat terjaga selamanya.

Sementara Tgk Ahmad mengucapkan terima kasih banyak kepada kapolsek  karena telah bersusah payah datang ke tempatnya yang kondisinya lagi hujan dan jalan becek.(SA/RD)

Polisi bersiaga di sekitar makam MA yang dibongkar untuk keperluan otopsi, Rabu (9/8/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi/JawaPos Grup)
StatusAceh.Net - Setelah sempat tertunda, makam Muhammad Alzahra alias Zoya akhirnya dibongkar siang ini (9/8). Pembongkaran dilakukan

oleh tim gabungan Disaster Victim Indentification (DIV) Bibdokes Polda Metro Jaya dan Tim Forensik RS Polri.

Zoya, seperti diketahui tewas mengenaskan usai dibakar hidup-hidup oleh sekelompok orang. Dia dituding telah mencuri amplifier milik musola di kawasan Babelan, Kabupaten, Bekasi, Jawa Barat.

Pantauan Go Bekasi Online (Jawa Pos Grup), empat tukang gali dikerahkan petugas untuk mengangkat jenazah Zoya di tempat pemakaman umun (TPU) Kedondong, BTN Buni Asih, Kampung Kongsi, Cikarang Utara.

Masum, seorang tukang gali menceritakan jika proses pembongkaran makam secara keseluruhan berlangsung tanpa ada hambatan. Mereka pun berhasil mengangkat jenazah setelah menggali 90 Cm ke dalaman tanah.

“Tak ada masalah, sejak semalam di sini, semua Alhamdulillah berjalan baik,” kata Masum.

Namun, terang dia, kondisi jenazah warga makam warga Kampung Kavling Jati, RT 04 RT 05, Nomor 141, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara itu telah bengkak dan menghitam.

“Lumayan berat, tadi yang angkat tiga di bawah. Satu di atas dan dibantu dari Tim polisi,” jelasnya.

Dia menambahkan, kondisi jenazah saat diangkat banyak mengeluarkan air. Khususnya, di bagian pinggir ke atas.

“Kami baru kali ini bongkar, biasanya hanya nguburin. Kalau kali ini rasanya lebih berat tubuh almarhum, tak seperti biasa-biasanya,” pungkasnya.

Dari pantauan, tim gabungan kedokteran DIV datang pada pukul 11.00 WIB dan selesai pada pukul 11.52 WIB, dengan ditutup melalui Azan Zuhur sebelum jenazah dimasukkan kembali ke liang lahatnya.

Terdapat 5 orang dengan diantaranya 3 dokter yang melakukan autopsi. Mereka juga terlihat membawa satu buah koper.

Hadir dalam kesempatan itu ayah kandung Zoya, Asmawi (56) dan seorang adik kandungnya, Bambang (29). Sementara, sang istri Siti Jubaida (25) dan putranya Alif Saputra (4) memilih untuk berdiam diri di rumahnya. (jpg)

Jakarta - Presenter kondang Najwa Shibab resmi mengundurkan diri dari stasiun televisi nasional, Metro TV. Keputusan itu disampaikan Najwa dalam akun instagram pribadinya, @najwashihab, Selasa 8 Agustus 2017.

"Menjadi reporter Metro TV pada bulan Agustus 2000, perjalanan saya bersama Metro TV juga akan berakhir pada bulan yang sama. Ini adalah Agustus penghabisan," tulis Najwa Shihab.

Berkarier selama 17 tahun di ranah media, memberikan banyak kenangan dan pengalaman bagi putri Quraish Shihab ini. Beragam kondisi telah ia lalui saat bertugas untuk memberikan informasi teraktual kepada pemirsa di seluruh Indonesia.

Salah satu tugas yang mengesankan Najwa yaitu kala meliput gempa Aceh. Pada Minggu, 26 Desember 2004, Aceh dan Nias dilanda gempa dahsyat. Saat itu, Najwa menjadi asisten produser di Today’s Dialogue. Kejadian itu direncanakan akan menjadi tema perbincangan pada acara tersebut. Namun, ia berpikir akan lebih mengena jika ada yang pergi ke lapangan.

Najwa pun bergerak cepat. Dia mengontak beberapa teman, mencari tahu pesawat yang bisa ditumpangi karena penerbangan komersial dihentikan. Akhirnya, ia mendengar Jusuf Kalla, Wakil Presiden saat itu, akan berangkat ke Aceh pada Senin pagi, 27 Desember. Ia pun menelepon sekretaris JK. Tim Metro TV bisa ikut rombongan.

Dengan membawa pakaian ganti untuk dua atau tiga hari, Najwa bersama juru kamera ikut dalam penerbangan pesawat JK. Saat itu, belum terdengar kabar soal tsunami karena semua komunikasi putus. Mereka menyangka hanya akan menghadapi dampak gempa biasa.

Keanehan baru terasa saat pesawat tidak mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Mereka diarahkan ke sebuah lapangan terbang militer. Saat mendarat, JK tak dijemput dengan sedan mewah, melainkan oleh sebuah truk tua.

Dalam perjalanan menuju pusat kota, ia akhirnya melihat betapa hancurnya Banda Aceh. Lapangan Blang Padang, alun-alun Banda Aceh, sudah seperti pasar yang becek, jorok, dan bau. Bukan oleh tumpukan sampah, melainkan timbunan mayat manusia. Di Minggu pagi itu sedang berlangsung lomba marathon. Ada ribuan orang berkumpul. Mereka semua disapu air tsunami.

"Melihat ke atas, saya melihat ada jenazah tersangkut di pohon," kata Najwa seperti dikutip dari buku Jurnalis Berkisah.

Yang menambah shock, dia melihat orang yang begitu putus asa. Kala itu Najwa bertemu seorang pria dengan tatapan mata yang kosong. Ia kehilangan anaknya.

Pada hari pertama bertugas, Najwa melaporkan kondisi Aceh yang hancur melalui sambungan telepon. Ini lantaran semua infrastruktur hancur, termasuk telekomunikasi. Laporan langsung lewat satelit baru bisa dilakukannya pada hari kedua.

Total lima hari Najwa di sana. Tinggal di kompleks gubernuran yang selamat dari terjangan tsunami. Dia menyaksikan masyarakat yang bingung harus kemana mengadu. Mereka hanya melihat para kru televisi, termasuk Metro TV.

Untuk sesaat, para jurnalis itu menjadi semacam alternatif. Ada seorang ibu yang menitipkan foto anaknya yang hilang ke Najwa. Ada juga seorang ibu yang meminta susu untuk bayinya.

"Memang kalau hari pertama atau kedua, wajar belum ada posko. Tapi, jika hari kelima dan keenam belum ada posko, keterlaluan. Laporan saya agak keras soal ini," ketus Najwa.

Tak urung, laporan Najwa juga menyentil kinerja sang paman, Alwi Shihab, yang saat itu menjabat Menko Kesra. Selain keras, juga emosianal. Dalam sebuah kesempatan, Najwa menangis saat melaporkan situasi.

Pada hari terakhir 2004, JK pulang ke Jakarta. Najwa kembali ikut. Di pesawat, politikus Partai Golkar Aburizal Bakrie berkata, "Tuh, gara-gara kamu menangis saat laporan, Pak Alwi harus ke sana." Seminggu setelah bencana, Alwi akhirnya berangkat ke Aceh dan berkantor di sana untuk beberapa lama.

Liputan Najwa selama lima hari itu mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak. Pada 2 Februari 2005, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya memberi penghargaan PWI Jaya Award. Menurut Sekretaris PWI Jaya Akhmad Kusaeni, liputan Najwa telah membuat Indonesia menangis.

Lalu, pada Hari Pers Nasional (HPN) 2005, Najwa meraih penghargaan HPN Award. PWI pusat menilai, perempuan kelahiran 16 September 1977 ini adalah wartawan pertama yang memberi informasi tragedi tsunami secara intensif.| liputan6

Banda Aceh – Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Selatan berhasil menjadi Juara Pertama pada Lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman. Dengan kemenangan tersebut, Aceh Selatan akan mewakili Aceh pada event yang sama di tingkat nasiona yang akan digear pada Oktober tahun ini di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengingatkan para pemenang dan pendamping untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, sehingga mampu membawa harum nama Aceh di tingkat nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh wanita yang akrab disapa Ida itu, dalam sambutan singkatnya saat menutup secara resmi Lomba Masak Serba Ikan dan Lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) yang dipusatkan di Aula Dinas Pangan Aceh, Rabu (9/8/2017).

“Selamat kepada para peserta yang berhasil menjadi Juara Umum, dan akan mewakili Aceh pada event yang sama di tingkat nasional. Persiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar mampu mempersembahkan yang terbaik dan mengharumkan nama Aceh. Bagi yang belum menang jangan kecewa karena menu yang ditampilkan selama lomba sudah baik,” ujar Ida.

Dyah Erti: Peserta sangat Kreatif
Dalam sambutannya, Dyah juga mengungkapkan, bahwa kreativitas para peserta Lomba Masak Serba Ikan dan Lomba Cipta Menu B2SA sangat beragam. Kreativitas tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kegemaran masyarakat terutama anak-anak, sehingga berimbas pada berubahnya pola pangan yang saat ini masih tergantung pada Beras dan Terigu.

“Sesuai dengan potensi pangan di wilayah masing-masing, para peserta sudah mampu berkreasi dan menciptakan beragam menu olahan dari bahan pangan lokal yang bergizi seimbang dan aman bagi keluarga. Ini tentu sangat baik untuk mengubah pola konsumsi masyarakat yang saat ini masih bergantung pada beras dan ganndum,” ujar Dyah Erti Idawati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Aceh, Masnun menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kreativitas masyarakat dalam mengembangkan dan menciptakan menu yang beragam, bergizi seimbang dan aman untuk dipersembahkan pada keluarga maupun dikembangkan sebagai usaha kuliner.

Masnun menambahkan, kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari (7-9/8) ini, diikuti oleh 19 kabupaten/kota se-Aceh. Sedangkan 4 kabupaten/kota absen karena tidak menyelenggarakan event  di tingkat kabupaten masing-masing.
Juara akan mewakili Aceh pada even B2SA tingkat nasional yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober di Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Sedangkan juara Lomba Masak Serba Ikan akan mewakili Aceh pada event yang sama tingkat nasional di Jakarta, dalam rangka peringatan Hari Ikan Nasional.

Kabupaten Aceh Selatan berhasi mengungguli kabupaten lain dengan meraih poin tertinggi, yaitu 107.75. selanjutnya diikuti oleh Kabupaten Pidie di peringkat kedua dengan meraih 106.58 poin. Juara ketiga berhasil diraih oleh Kabupaten Aceh Utara dengan 105.77 poin dan Juara Harapan berhasil diraih kabupaten Aceh Besar dengan 104.71 poin. (Rill)

LHOKSEUMAWE-  Personel Polsek Dewantara berhasil menangkap  YE, (33), asal Alue Liem, Blang Mangat di Desa Gelumpang Sulu Barat,  Dewantara,  Aceh Utara.” Selasa (8/8/2017) sekitar pukul 15.00 WIB

Tersangka  diduga melakukan penganiayaan terhadap Edi (31), asal Gelumpang Sulu Barat,  Dewantara yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman S. Ik, MH, melalui Kapolsek Dewantara AKP Erfansyah Putra membenarkan  bahwa YE telah diamankan di Mapolsek.

YE (33)  diamankan setelah korban membuat laporan di Mapolsek dan langsung dilakulan pengembangan oleh petugas.” ujarnya Selasa Malam (8/8/2017)

AKP Erfansyah menjelaskan, kejadian itu bermula pada hari Senin (07/8 2017) sekitar pukul 21.00 wib, korban datang ke rumah pelaku untuk mencarinya dengan tujuan ingin menanyakan langsung apa sebab pelaku memaki ayah kandung korban (mertua pelaku-red). Namun mengetahui korban ingin mencari dirinya, si pelaku saat itu langsung mengambil parang dan sepotong kayu.

Si pelaku keluar dari rumah. Sementara korban mencari keberadaan pelaku yang akhirnya bertemu  di Meunasah Gelumpang Sulu Barat.  Terjadilah cek cok mulut diantara kedua nya sehingga pelaku menganiaya korban dengan menebas sebanyak 1 kali mengenai tangan kiri dan 1 kali mengenai bagian kaki korban. Setelah melakukan aksinya pelaku langsung melarikan diri.”ungkapnya

Saat ini untuk korban sendiri sudah di bawa ke Puskesmas untuk di Visum sementara pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya," sebut Erfansyah.

“Selain pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti  1 bilah parang dan satu potong kayu milik pelaku yang dijadikan alat untuk menganiaya korban”tegas Kapolsek.(SA/RMD)

LHOKSEUMAWE- Aparat dari Tim Situasi Aman Untuk Rakyat (Star)  Polres Lhokseumawe menemukan alat hisap sabu saat patroli di Kampung China,  Kecamatan Banda Sakti,  Kota Lhokseumawe.” Selasa (8/8/2017).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Koordinator Tim Star Kompol Ahzan, SH, S.Ik, MSM mengatakan, saat ditemukan,  alat itu terletak di dalam tempat rokok yang dibuang di halaman sekitaran rumah warga dan tidak ada pemiliknya.  

"saat itu tim melakukan Patroli rutin senin malam (07/08/2017) pukul 23.00 WIB hingga Selasa malam (08/08/2017) pukul 04.00 WIB.” Jelas Kompol Ahzan

Lanjutnya, awalnya tim melaksanakan patroli di daerah seputaran Kota Lhokseumawe. Mulai bergerak dari Pos Kota menuju Gang Barona Desa Hagu Tengah.  Saat melewati gang terlihat  telah di tutup jalannya menggunakan kursi dan kayu oleh OTK, diduga hal tersebut dilakukan oleh OTK agar aparat yang berpatroli terhambat untuk melewati dan berpatroli di jalan tersebut.

“Kemudian tim bergerak ke wilayah Teumpok Teurendam dan tim hanya menemukan BB rokok ganja yang telah habis di sebuah tempat ronda namun orangnya nihil.”ungkapnya

Sambungnya, pada pukul 02.00 WIB tim patroli ke posko Pasar Inpres. Kemudian tim menemukan sekelompok pemuda yang sedang bermain kartu tetapi tidak dengan berjudi uang dan selanjutnya tim bergerak patroli ke Desa Mon Gedong, Dusun 5, serta mengecek situasi ke Rumah Aceh. Situasi aman dan baik.

 Tim melanjutkan patroli ke Desa Pusong Baru, Dusun 5 . Sesampai disana tim menemukan anak muda sedang main tusot.

"Kami mengamankan tusot dan kartu. Alhamdulillah kondisi Kota Lhokseumawe hingga sekarang dalam keadaan aman dan nyaman dari guantibmas, " Imbuh Kompol  Ahzan. (SA/RMD)

Sigli - Tim Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) program studi Teknik Geologi Universitas syiah kuala yang diketuai oleh Putri Mutia Hapsari serta beranggotakan empat orang yakni Irvan Patria Yolanda, M. Yasir, T.M. Noefran, dan Raudhatul Jannah melalui kegiatan PKM-M dan civitas akademika fakultas teknik Unsyiah mengadakan pertemuan audensi dan pemerintah setempat.

Kegiatan terkait pengembang Geowisata Gua 7 Laweung yang dilaksanakan di kantor Bupati Pidie, Selasa (8/8/2017). Adapun kegiatan ini digadang-gadang sebagai salah satu geowisata terbaik di Aceh serta dukungan pun juga dari datang dari wakil bupati pidie dan Dinas pariwisata pemkab Pidie.

Wakil bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, S.T, memaparkan perkembangan ekonomi wisata saat ini " Kami sangat mangapresisi kegiatan mahasiswa teknik geologi dan Kegiatan mahasiswa ini sangat membuka mata kita mengenai perkembangan geowisata," apresiasi Fadhlullah

Fadhlullah menambahkan peran dan kedudukan mahasiswa di tengah masyarakat dalam menyandang sebuah predikat pendidikan paling tinggi merupakan salah satu upaya yang harus dicapai untuk memperoleh legalitas dalam dunia akademik, selain prosesi dalam bidang akademik, mahasiswa harus menunjukkan kapasitasnya kepada masyarakat agar dapat membawa perubahan kearah positif.

Dengan demikian katanya program wisata merupakan salah satu ekonomi terbarukan yang bersifat sangat ramah lingkungan dan dapat menghasilkan peningkatan pendapatan daerah.

Hal senada juga diungkapkan oleh kadis pariwisata pemkab pidie, Drs Arifin mengatakan  gua laweung 7 kami akan menindak lanjuti kegiatan ini dengan membuat web khusus terhadap wisata yang ada di pidie dan mengembangkannya dan juga akan memgupayakan peningkatan sarana wisata lain.

"Kami juga mengupayakan dalam meningkatkan geowisata gua laweung 7 sebagai wisata handal dan maju di pidie dan juga dan mengharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Pidie," kata Arifin

Pemerintah juga mengatakan keterlibatan masyarakat setempat sangat diperlukan dalam menjaga suasana hingga menjadi manfaat bagi masyarakat maupun kepuasan wisatawan di seluruh Pidie.{NAJMI}                       

Pidie Jaya - Build Change mengadakan kegiatan pengenalan rumah aman gempa Di Gampong Tupieng Perahu, Kecamatan Meurudu, Pidie Jaya, selasa, (8/8/2017).

Acara ini turut dihadiri Oleh Pemerintah Daerah Pidie Jaya BPBD, Tokoh Masyarakat dan Juga Tokoh Agama serta masyarakat kemukiman Beuracan

Acara ini yang kemas dengan mengadakan Lomba  lomba Masak Ibu-ibu warga Gampong Tupieng Perahu, Lomba Mewarnai dan Menggambar bagi anak anak SD dan TK.

Hendriyadi, Staff Komunikasi Build Change mengatakan bahwa harapannya dari acara ini masyarakat dapat menambah pengetahuan tentang Rumah Aman Gempa khususnya model Rumah Rangka Kayu dengan Dinding Kawat Anyam yang di demokan hari ini.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah dan masyarakat setempat sehingga acara pengenalan rumah contoh berjalan lancar," ungkap Hendriyadi

Tgk Azmi selaku penceramah Pada kesempatan tersebut menyampaikan masyarakat Pidie jaya Harus bangkit dari musibah  yang ada.
"Harus tetap semangat dalam menjalani aktivitas. Khususnnya harus tegar apa yang Allah berikan kepada kita semua. Mungkin inilah yang terbaik buat kita," ungkapnya

Tgk Azmi mengajak Kepada warga dalam membangun rumah harus lebih teliti tentang bangunan yang ada.
Jangan sampai bangunan membunuh kita kedepannya. Semoga Allah semoga menjaga kita khususnya masyarakat Pidie jaya," pesan Azmi

Mansur Selaku perwakilan dari BPBD sangat berterima kepada Kasih TIM Build Change atas terselenggara acara pengenalan rumah contoh rumah rangka kayu yang aman terhadap Gempa pada masyarakat kecamatan Mereudu.
"Kita mengharapkan kedepannya masyarakat dalam membangun rumah harus Lebih baik dalam kontruksi bangunan agar kita lebih aman ketika musibah datang," harap Mansur

Mansur mengharapkan Build Change bisa terus memberikan konsultasi gratis kepada masyarakat dalam pembangunan Rumah aman gempa di pidie jaya," ungkap Mansur.{NAJMI}


ACEH BESAR - Aparat Koramil 21/Blang Bintang mengamankan selembar bendera Alam Peudeng yang diduga dikibarkan oleh OTK di Bundaran Cot Meuraja, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (08/8/2017), sekitar pukul 14.30 WIB.

Informasi y bendera berwarna merah bergambarkan Bulan Bintang dan Pedang yang selama ini sering juga disebut sebagai Bendera Alam Peudeueng ditemukan warga Blang Bintang bernama Nazar.

Kemudian warga tersebut melaporkan kepada anggota koramil 21/Blang Bintang, Sertu Armanto melalui HP nya.

Setelah menerima laporan warga, anggota piket Koramil 21/Blang Bintang, Serka Iskandar dan Sertu Armanto langsung menuju ke TKP dan langsung menurunkan bendera tersebut. Kemudian Serka Iskandar berkoordinasi dengan Polsek Blang Bintang  Bripka Junaidi dan langsung mengamankan barang bukti berupa Bendera Bulan Bintang dan Pedang diamankan di Makoramil 21/Blang Bintang.

Menurut keterangan dari Nazar, Bendera tersebut dikibarkan pada saat dini hari dan situasi jalan yang sepi, sedangkan pada pagi harinya masyarakat sekitar belum mengetahui adanya pemasanganbendera itu. 

Baru sekitar pukul 14.20 WIB disaat situasi angin sedang berhembus kencang, masyarakat sekitar mengetahui keberadaan bendera tersebut merupakan Bendera Bulan Bintang dan Pedang.[Red/LA]
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.