2016-07-31

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ilustrasi
Aceh Tamiang - Aksi pencurian minyak mentah milik Pertamina EP Field Rantau kembali terjadi di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, oleh sekelompok orang tidak bertanggungjawab dengan membobol pipa distribusi.

Senior Staf Security Pertamina EP Field Rantau, Nasbin kepada wartawan di Kualasimpang, Sabtu (6/08/2016) menyatakan, pihaknya minta kepada kepolisian untuk mengusut pencurian minyak yang terjadi Kamis (4/08/2016) malam tersebut secepatnya, sebab ini kejadian ini sudah berulang.

Nasbin yang didampingi Pjs Asisten Manager L&R Pertamina Asset 1 Field Rantau, Herisim Sembiring modus pencurian dengan cara membobol pipa distribusi minyak dari Kualasimpang ke Pangkalan Susu, Sumut, lalu menyalurkannya dengan memasang pipa kecil dengan panjang kurang lebih 200 meter ke lokasi penimbunan minyak curian.

"Saya kira modusnya sama, mereka sangat profesional dan orangnya juga sama, sebab cara yang dilakukan tak berbeda dengan terdahulu, rapi dan terorganisir. Saya pikir ini sindikat yang harus segera dibongkar oleh pihak berwajib," tegas Nasbin.

Dikatakannya, untuk wilayah Kecamatan Kejuruan Muda sudah tiga kali terjadinya aksi pencurian minyak mentah dari pipa distribusi mulai Juli - Agustus 2016, titik lokasinya yaitu di Kampung Tualang, kemudian belakang kantor Camat Kejuruan Muda dan sekarang di Desa Alur Sungai Liput.

"Dari tiga titik pencurian tersebut modus operandi sama yaitu dengan melubangi pipa minyak, kemudian memasangkan krant dengan cara mengelasnya yang selanjutnya dihubungkan dengan selang plastik untuk ditampung ke dalam jiregen atau drum penampung yang sudah disediakan pelaku," katanya.

Dijelaskannya, aksi pencurian minyak mentah di alur Sungai Liput tersebut diketahui personil securty yang sedang melakukan pengawasan jalur pipa distribusi.

Saat itulah seorang securty merasa curiga di kawasan menuju titik pipa yang berada di pinggir jalan negara Banda Aceh - Medan terlihat ada hal yang terasa ganjil, kemudian petugas mencoba masuk ke sana dan tidak jauh langsung melihat sudah ada selang plastik terbentang panjang.

Selain itu, tampak beberapa orang dalam kegelapan malam langsung berlarian ke dalam semak-semak, karena personil security di lokasi itu seorang diri dan tidak berani mengambil resiko selanjutnya melaporkan kecurigaannya itu kepada pimpinan.

Menurutnya, selang beberapa menit kemudian petugas dari Polsek sampai di lokasi kejadian, kemudian bersama pihaknya akhirnya berhasil menemukan titik pipa distribusi yang dibocorkan oleh pelaku pencurian.

"Kita sudah mengamankan barang bukti berupa selang plastik sepanjang 200 meter lebih dan kabel listrik yang panjangnya lebih kurang 200 meter digunakan untuk mesin las listrik saat memasangkan krant yang dihubungkan ke selang plastik," kata Nasbin.(Rimanews)

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah (tengah) bersama dengan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto (pertama dari kana) pada acara Rakerda PDIP Aceh di Banda Aceh, Sabtu (6/8).
Banda Aceh - Gubernur Nangroe Aceh Darussalam, Zaini Abdullah mengatakan akan terus menjaga perdamaian Aceh yang tertuang dalam Perjanjian Helsinki. Menurutnya, perjanjian itu tidak akan dikhianati karena sudah menjadi janji yang terpatri.

“Sampaikan salam saya untuk Presiden Jokowi, selama saya masih gubernur Aceh, maka perdamaian di Aceh akan saya jaga, bagi saya perjanjian Helsinki adalah janji, dan bagi saya hidup dalam janji adalah sebuah kehormatan,” kata Zaini Abdullah saat membawakan sambutan di Rakerda PDIP Provinsi Aceh digelar di Hotel Grand Aceh, Sabtu (6/8).

Abu Doto menjelaskan, perdamaian merupakan harga mati, harus tetap terjaga. Apalagi kata dia,perdamaian juga merupakan amanah dari Wali Nanggroe, Almarhum Hasan Ditiro.

Pernyataan pria yang karib disapa Abu Doto itu menjadi menarik karena dia juga kini berstatus sebagai calon independen pada Pilgub Aceh 2017. Ia menggandeng Nasaruddin sebagai wakilnya dan menggunakan akronim AZAN.

Menjadi menarik lagi karena hadir calon yang bakal menjadi saingan Abu Doto, yakni mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Zaini Djalil dari Partai Nasdem. Keduanya dikabarkan akan diusung PDIP sebagai cagub dan cawagub pada Pilkada Feburari 2017 mendatang.

Tampak pula Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDIP dan Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basarah.

Kehadiran Abu Doto di tengah kader Banteng juga menjadi momen yang pas. Maklum ada dua kondisi yang membuat kalimat mantan menteri Luar Negeri GAM tersebut mendapat sambutan hangat.

Pertama, acara raker PDIP dilangsungkan menjelang peringatan ditantanganinya kesepakatan damai antara Pemerintah RI dengan GAM di Helsinki pada tanggal 15 Agustus 2005. Kedua, konteks dukung mendukung Pilkada yang memasuki tahap akhir pendaftaran calon.

Setelah menyampaikan salam, Abu Doto lantas menyinggung sosok Jokowi. Menurutnya, ia kagum  kepada presiden keenam itu karena orangnya merakyat.

“Menurut saya Pak Jokowi adalah orang paling merakyat, tidak pernah merasa jadi orang besar, tinggi bahu dan sangat merakyat. Kita akan tetap terus bersama Pak Jokowi-JK hingga Pemilu nanti, kita akan terus berjuang bersama, yakin ke depan kita akan menang telak,” katanya.

Juru bicara Tim Pemenangan AZAN, Fauzan Febriansyah mengatakan, kalimat yang disampaikan Abu Doto merupakan pesan kuat untuk Jokowi. Kata dia, meskipun AZAN tidak didukung PDIP, namun komitmen menjaga komitmen menjaga Pilkada agar berlangsung damai menjadi prioritas.  diprioritaskan.

“Meskipun tidak didukung langsung oleh PDIP, sangat percaya bahwa semua pihak menginginkan Pilkada berlangsung damai di Aceh. Dan itu adalah komitmen dari pasangan AZAN, kami mau proses demokrasi ini aman sejalan dengan pesan Abu Doto. Ini juga sinyal kuat dari Zaini Abdullah, bahwa kami siap mengamankan Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang,” katanya. (JPNN)

Banda Aceh - Direktur Utama PT Banda Aceh, Busra Abdullah mengatakan bank yang dipimpinnya sudah mengantongi izin prinsip perbankan syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami sudah mengantongi izin prinsip. Nantinya, setelah mendapat izin operasional, maka Bank Aceh dikonversi Bank Aceh Syariah," ujarnya, di Banda Aceh, Sabtu (6/8).

Kendati sudah mengantongi izin prinsip, kata Busra, namun operasional Bank Aceh masih konvensional. Bank Aceh mulai beroperasi secara syariah setelah ada izin operasionalnya dari OJK. Busra menyebutkan, PT Bank Aceh saat ini menyiapkan izin operasi untuk konvensi dari konvensional ke syariah. OJK memberi waktu kepada Bank Aceh untuk mengurus izin operasionalnya.

Selain mengurus izin operasional syariah, kata dia, manajemen PT Bank Aceh juga mempersiapkan sumber daya guna mendukung operasional setelah dikonversi dari konvensional ke sistem syariah. "Begitu juga hubungan dengan Bank Indonesia dan perbankan lainnya, harus disesuaikan dengan sistem syariah. Hubungan selama ini kan konvensional," ungkap Busra Abdullah.

Busra Abdullah mengatakan, jika nanti PT Bank Aceh dikonversi dari sistem konvensional ke sistem syariah, maka akan menjadi bank pertama di Indonesia yang diubah sistem operasionalnya. "Konvensi ini juga untuk menyesuaikan operasional Bank Aceh dengan penerapan syariat Islam. Sedangkan dari sisi bisnisnya, konversi ke perbankan syariah ini juga menguntungkan," ujarnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Bank Aceh Dermawan menegaskan pihaknya berkomitmen mengawasi agar operasional Bank Aceh berjalan dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. "Jika nantinya Bank Aceh dikonversi dari sistem konvensional ke syariah, maka operasionalnya diharapkan berjalan seperti apa yang telah ditetapkan. Kami akan terus mengawasi operasionalnya," kata Dermawan.

Sumber : Antara

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Lima pria dan orang wanita digerebek petugas Satuan Narkoba Polres Pematangsiantar, saat berpesta sabu di salah satu rumah kontrakan di Jalan Pangad, Pematangsiantar, Sabtu (6/8/2016).

Belum diketahui jumlah barang bukti sabu yang disita, tetapi petugas juga menyita satu unit mobil Toyota Avanza warna perak yang di dalamnya ditemukan seperangkat alat bong dan kunci letter T.

Penyidik Satuan Narkoba Polres Pematangsiantar mengatakan, saat ini, para pelaku sedang diperiksa secara intensif dan menjalani tes urine.

"Benar ada 8 orang diamankan di antaranya 3 orang wanita. Ada yang ditangkap dari kamar kos-kosan sebagian orang itu diamankan nyabu dalam mobil. Ada barang bukti sabu kita dapati dan semua pelakunya lagi diperiksa di ruangan," ujar salah seoranh penyidik.

Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar AKP Bambang Suryo Waskito dan KBO Ipda BR Simangunsong masih enggan memberikan keterangan secara rinci karena proses pemeriksaan masih berjalan.

"Nantilah itu karena semuanya masih diperiksa. Tunggu sajalah bagaimana hasil dari pemeriksaan penyidik. Semuanya cuma pemakai saja. Ada sabu dan mobil serta alat kami sita," ujar Simangunsong.

Di lokasi penggerebekan, Ibnu, pemilik rumah kontrakan, mengaku melihat ada orang ramai-ramai di dekat rumah kontrakannya. Tetapi Ibnu mengaku tak mengetahui ada penghuni rumah kontrakan diamankan dalam kasus narkoba.(kompas)

StatusAceh.Net - 34 WNI korban selamat kapal tenggelam di Johor Bahru, Malaysia akan dipulangkan Senin (8/8/2016). Mereka akan dipulangkan dengan kapal Ferry.

"34 WNI korban kapal tenggelam yang selamat akan dipulangkan ke Indonesia pada Senin (8/8/2016) dengan transportasi Ferry," ujar Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Taufiqur Rizal, dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/8/2016).

Menurut Taifuqur, 34 WNI tersebut akan pulang dari Johor Bahru Senin pukul 13.00 waktu setempat dan tiba di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pukul 15.00 WIB.

Taifuqur menambahkan, Satgas Perlindungan KJRI Johor Bahru akan mendampingi kepulangan 34 WNI tersebut. Selanjutnya mereka akan diserahkan ke Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tanjung Pinang untuk selanjutnya dipulangkan ke tempat asal masing-masing.

Sementara itu, 10 dari 15 jenazah telah dipulangkan ke Indonesia. Sedangkan 5 jenazah lagi masih berada di RS dan oleh tim DVI Malaysia telah dilakukan tes DNA.

"Hasil tes tersebut ada yang sudah dikirim kepada tim DVI di Indonesia untuk mencocokkan dengan hasil tes DNA yang mengaku sebagai keluarga dari jenazah tersebut," ucap dia.

Kapal yang membawa 63 WNI dari Johor Bahru ke Batam itu tenggelam pada Sabtu (23/7/2016) lalu. Kapal kecil itu tenggelam akibat diempas gelombang setelah mesin mati. Dari 14 jenazah, baru 6 yang sudah teridentifikasi.(Detik.com)

Alvian Panglima Sagoe Babah Krueng, Daerah 1 Teungku Syiek di Paloh wilayah Pasee
Aceh Utara - Panglima Sagoe Babah Krueng, Daerah 1 Teungku Syiek di Paloh  dibawah Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh (PA) Wilayah Pase, menilai sosok  Muzakir Manaf  (Mualem) adalah orang yang tepat untuk memimpin Aceh kedepan, dan rakyat mengharapakan Mualem yang berpasangan dengan TA Khalid, yang merupakan Ketua Partai Gerindra Aceh bisa menjadi Gubernur untuk 5 (Tahun) mendatang.

Hal tersebut disampaikan Alvian kepada Reporter StatusAceh.Net, Sabtu, 06 Agustus 2016. “Selain perintah komando, kami bersama rakyat Aceh sangat mendukung Mualem menjadi Gubernur Aceh, apalagi Mualem  adalah sosok pimpinan sejak dalam keadaan sulit hingga dalam keadaan aman,”ungkap Alvian.

Sosok Mualem  selain wakil Gubernur dan juga ketua Umum Partai Aceh, sampai saat ini masih dikenal sebagai sang panglima perang semasa konflik, yang adil dan bijaksana dalam mengambil keputusan untuk keselamatan para anggota GAM semasa itu.

Selain itu, Alvian juga membeberkan dimana seorang panglima tak pernah melupakan rakyatnya baik di masa konflik dan damai Aceh, ke-akraban seorang Mualem dengan rakyat jelas terlihat, bukan hanya ketika menjabat wakil Gubernur saja, pasca damai pun Mualem mulai melakukan kunjungan keseluruh rumah rakyat Aceh yang menjadi korban semasa konflik Aceh dulu.

“Rakyat lebih tau siapa Mualem, dan rakyat lebih mengerti siapa yang akan di pilih di Pilkada Aceh mendatang,” jelas Alvian.

Alvian  juga menghimbau kepada seluruh jajaran KPA/PA Sagoe Babah Krueng Daerah 1 Teungku Syiek di Paloh  wilayah pasee agar tetap menerima perintah komando, dan bagi masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu-isu pemecah belah KPA/PA.

“Kepada jajaran KPA/PA Sagoe Babah Krueng harap tetap setia pada perintah komando, dan bagi masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan isu memecah belah KPA/PA di lapangan, dan tetap bersatu untuk memenangkan Mualem sebagai Gubernur di Pilkada Aceh 2017 mendatang, ”(SA/TM)

Banda Aceh - Ketua Seuramoe Irwandi Pusat, mengapresiasikan keputusan mantan Presiden Republik Indonesia yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang telah mewujudkan kerja sama dengan mengusung Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Provinsi Aceh 2017-2022, 

"Sebuah sambutan yang begitu luar biasa dari masyarakat Aceh dan bisa kita lihat dengan beragam pemberitaan di medsos serta tayangan video pengukuhan dukungan deklarasi di kantor DPP - Partai Demokrat dan inilah wajah demokrasi yang di nantikan oleh seluruh rakyat Aceh," Kata Ahmad Dani selaku Ketua Seuramo Irwandi Pusat, Sabtu, 06 Agustus 2016.

Dani mengaharapkan, agar Bapak Irwandi Yusuf dan Bapak Nova Iriansyah mampu mengubah suasana Provinsi Aceh yang lagi galau dan sanggup menata kembali keterpurukan perekonomian yang begitu terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Dani juga yakin dan percaya kedua tokoh tersebut mampu membawa Provinsi Aceh kedepan menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan juga bisa mengobati penderitaan rakyat Aceh.

"Saya yakin dan percaya kedua tokoh ini mampu membawa Provinsi Aceh kedepan menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan juga bisa mengobati penderitaan rakyat Aceh, Insya Allah," tuturnya.

Dani juga menambahkan, Kemenangan rakyat Aceh bersama Bapak Irwandi Yusuf dan Bapak Nova Iriansyah sudah di depan mata, mudah-mudahan pelaksanaan Pilkada Provinsi Aceh berjalan dengan baik tanpa terjadinya kekerasan, jika tempo hari KIP Provinsi Aceh mengeluarkan motto " Aceh Damai Aceh Memilih" semoga saja motto tersebut sesuai dengan rancangan semua pihak, khususnya para Calon Kandidat Gubernur Aceh.

"KIP Provinsi Aceh harus mampu menjadi ikon Demokrasi yang bersih, jujur dan adil, setidaknya mampu memberikan contoh teladan terhadap daerah lain,"Salam Pilkada Halal", Kata Dani. (SA/TM)

Lhoksukon - Pasangan Fakhrurrazi H Cut - Mukhtar Daud SKH, pada Sabtu (6/8/2016) mendeklarasikan diri sebagai calon Bupati/Wakil Bupati Aceh Utara periode 2017-2012 di Desa Tambon Baroh Kecamatan Dewantara, Aceh Utara 

Fakhrurrazi alias F Rozi adalah kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh Utara yang juga pengusaha asal Dewantara.

Sedangkan Mukhtar Daud alis MD adalah sarjana kedokteran hewan asal Desa Ceumpedak Kecamatan Tanah Jambo Aye. 

Keduanya maju dalam pilkada 2017 mendatang melalui jalur independen atau perseorangan. Masyarakat mulai hadir ke lokasi kegiatan sekitar pukul 14.00 WIB.

Sedangkan deklarasi baru dimulai sekitar pukul 15.15 WIB. Hadir dalam deklarasi itu para tokoh masyarakat dan eks kombatan GAM. (trb)






Banda Aceh – Terkait dakwaan Jaksa Tipikor KPK yang menyebutkan bahwa Irwandi Yusuf menerima uang 14,069 miliar, Irwandi mengatakan hal tersebut bukan berita baru, tapi orang hanya memahami sebagian saja dari pengakuan Ruslan Abdul Gani.

Menurut Irwandi Yusuf semenjak pemeriksaan salah satu terdakwa yang bernama Heru, hal tersebut sudah muncul karena KPK mendapatkan sebuah buku yang berisi catatan penerima aliran dana.

Lebih lanjut menurut Irwandi Yusuf selama pemeriksaan Heru Sulaksono dan Ramadani, Irwandi mengaku tidak pernah dipanggil. Baru pada ketika masa Ruslan Abdu Gani, pihak penyidik KPK memanggilnya dan menanyakan apa kenal Heru Sulaksono, dan dirinya menyatakan baru kenal Heru setelah kasus ini bergulir, memang dulu pernah ada pernah ada pertemuan di hotel Borobudur atas permintaan mereka juga, termasuk BPKS, untuk membahas apakah proyek ini bisa PL atau tidak, dalam pertemuan tersebut ada yang mengatakan bisa PL ada yang tidak.

“Waktu itu saya mengatakan, bagi saya, jangan membolehkan sesuatu yang tidak boleh, atau sebaliknya, saya menyarankan masing-masing pihak cari referensi, maka mereka mencari referensi, termasuk mengirim surat ke menteri keuangan, memohon petunjuk tentang PL melalui saya, kemudian menteri keuangan melalui saya juga mengirim surat kepada BPKS Sabang, yang isinya kewenangan ada pada BPKS sebagai kuasa pengguna Anggaran (KPA), pengguna anggaran (PA) menteri, bukan saya, saya hanya dewan kawasan Sabang yang berhak mengangkat kepala BPKS,” ujar Irwandi Yusuf.

Dalam kaitan penemuan buku dan dokumen tersebut, Heru tidak pernah menyebutkan nama saya, kemudian saat KPK memanggil dirinya, Irwandi bertanya kenapa dirinya panggil, pihak KPK menjawab bahwa ini untuk melengkapi berkas Ruslan Abdul Gani, karena sudah masuk ke jaksa alias P 19.

“Jadi pada persidangan kemarin Jaksa membacakan BAP dan dalam BAP tersebut nama saya ada namun tidak terbukti menerima, nama orang lain terbukti ada, maka heboh, kenapa heboh karena ini musim heboh karena ini tahun politik,” pungkas Irwandi Yusuf dalam konperensi pers yang dilangsungkan di kediamannya. *** 

Sumber: acehtrend.co

Sigli - Satu unit alat berat, milik perusahaan yang sedang mengerjakan proyek peningkatan jalan transmigrasi, dibakar orang tak dikenal (OTK) di Kebun, KM 5, Gampong Pucok Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie. Kamis, 3 Agustus 2016.

Kapolres Pidie, AKBP M. Ali Khadafi SIK melalui Kapolsek Geumpang Iptu Irwansyah yang dihubungi AJNN via selularnya, Sabtu (6/8) membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, satu unit Beco merek Hitachi milik perusahaan yang sedang mengerjakan proyek pembangunan jalan transmigrasi, dibakar OTK sekira pukul 20.04 WIB.

"Malam itu, api berhasil dipadamkan per.sonil polisi Polsek Geumpang sehingga tak sempat habis terbakar,"ujarnya.

Sejauh ini belum mengetahui motif dibakarnya alat berat milik perusahaan oleh OTK

"Saat ini kasus tersebut masih dalam pengembangan dengan mengumpulkan bukti serta memeriksa saksi-saksi,"katanya(*) Sumber: AJNN.Net

Lhoksukon - Ratusan Masyarakat wilayah timur dan Barat Aceh Utara menghadiri acara deklarasi Pasangan Bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara Periode 2017-2022, Fakhrurrazi H. Cut dan Mukhtar, SKH di posko pemenangannya Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Sabtu 06 Agustus 2016.

Bahkan pantauan Reporter StatusAceh.net, sejumlah tokoh juga meramaikan acara deklarasi, diantaranya yang hadir dalam acara itu ketua FPI Aceh, Tgk Muslim At Thahiry, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Eks Kombantan GAM dari Nisam Muhammad Rajab, santri dayah dan simpatisan  dari 27 Kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Utara.

Selain itu, acara tersebut juga dimeriahkan oleh Nasyid Salsabil, Musisi Aceh Joel Pase dan Ustad Fadli, Aksi Indosiar.

Pasangan  Calon Bupati dan Wakil Bupati Fakhrurrazi H. Cut dan Mukhtar, SKH yang menjadi nama gelar Fa-Tar tersebut juga membakar semangat warga dengan membacakan visi dan misinya untuk membangun Aceh Utara jika terpilih sebagai Bupati Aceh Utara, dalam orasi tersebut turut tampil ketua FPI Aceh Tgk Muslim At Thahiry.(SA/TM)

Jakarta - Demi karakter Dono yang ia perankan di film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1, Abimana Aryasatya tidak ingin tanggung-tanggung. Dalam Warkop, Dono mendapat julukan bemo karena giginya yang maju. Untuk itulah Abimana berusaha keras mencari gigi palsu yang terbaik hingga ke negara tetangga agar menyerupai Dono.

"Saya sempat browsing di internet, kalau di Singapura ada pengrajin gigi palsu yang bagus. Sudah sempat tanya-tanya, tanya waktu itu terkendala waktu dan akhirnya enggak jadi. Akhirnya dapat di dalam negeri, meski beda paling tidak saya bisa menyamakan karakter gigi Dono," ungkapnya seperti yang dikutip Antara pada Kamis (4/8).

Perlu proses pengukuran sampai rontgen untuk mendapatkan hasil yang maksimal karena gigi palsunya harus sesuai dengan bentuk rahang Abimana.

"Bahan yang digunakan untuk gigi palsu yang saya pakai dari keramik. Dan itu custom, enggak ada dimana-mana. Dicoba satu-satu sampai benar-benar mirip. Hasilnya bisa dilihat, gigi saya seperti apa di film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1," ungkapnya.

Dalam film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1, Dono (Abimana Aryasatya), Kasino (Vino G. Bastian) dan Indro (Tora Sudiro) kembali beraksi di tengah hiruk pikuknya kota DKI Jakarta.

Mereka sekali lagi berperan sebagai personel sebuah Lembaga Swasta yang bernama CHIIPS (Cara Hebat Ikut-Ikutan Penanggulangan Sosial). Walaupun di dalam diri mereka dipenuhi semangat yang menggelora dalam menjalankan tugas-tugasnya melayani masyarakat, namun kekacauan dan huru-hara selalu mereka timbulkan akibat aksi mereka yang konyol dan selalu mengocok perut.

Film ini juga dimeriahkan dengan kehadiran Indro Warkop, Ence Bagus, Hannah Al Rashid, Nur Fazura, Nikita Mirzani, Arie Kriting, Tarzan, Agus Kuncoro, Ge Pamungkas, Mongol Stress, Fico Fachriza, Hengky Solaiman, dan Inggrid Wijarnako.

Juga Temon, Fatih Unru, Asep Suadji, McDanny, Bintang Timur, Arie Tulang dan banyak lainnya. Film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 Akan tayang di bioskop di seluruh Indonesia 8 September 2016.(Rima)

StatusAceh.Net - Bar Cubra Libre di Kota Rouen, Provinsi Normandy, Prancis, terbakar akibat ledakan pada Sabtu (6/8) dini hari waktu setempat. Insiden ini menewaskan 13 orang pengunjung. Selain itu, enam orang terluka.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Bernard Cazeneuve, menyatakan hasil investigasi sementara menunjukkan pemicu insiden adalah kecelakaan bukan terorisme. Api berasal dari ruang bawah tanah menyulut kebakaran, lalu merembet ke ruangan bar di lantai atas.

"Yang didengar warga seperti ledakan adalah imbas kobaran api memecahkan kaca bar," kata Lawrence Labadie, Wakil Jaksa Rouen.

Euronews melaporkan rata-rata korban adalah anak muda usia 18 hingga 25 tahun yang sedang berkumpul di bar tersebut. Mereka terjebak kobaran api. Bar sedang padat pengunjung karena digelar pesta ulang tahun.

"Api mulai berkobar lewat tengah malam," kata salah satu petugas kepolisian Rouen.

Lebih dari 50 petugas pemadam dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Mereka hanya bisa menyelamatkan enam orang pengunjung yang terjebak. Polisi kini menginterogasi 11 saksi mata untuk mencari tahu penyebab ledakan di ruang bawah tanah tersebut.

Laporan awal ledakan ini sempat diduga aksi terorisme. Normandy dalam dua pekan terakhir mengalami serangkaian insiden. Sebelumnya, dua simpatisan ISIS menyandera jemaat gereja, menewaskan sang pastur.(mdk)

Tarmizi Karim diapit Din Minimi dan Sofyan Dawood
Banda Aceh - Jadwal Pilkada Aceh kini memasuki tahapan krusial. Jumat (5/8) kemarin, Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usap mendaftar ke Komite Independen Pemilihan (KIP) Aceh dari jalur independen.

Di Jakarta, Irwandi Yusuf mendeklarasikan maju berpasangan dengan Nova Iriansyah, setelah DPP Partai Demokrat mendukung mantan Gubernur Aceh tersebut. Dengan dukungan Partai Demokrat, Irwandi tidak pusing lagi mengumpulkan KTP untuk jalur independen.

Selain Demokrat, Irwandi mendapat dukungan Partai Damai Aceh dan PKB masing- masing 1 kursi dan Partai Nasional Aceh yang didirikannya tiga kursi plus delapan kursi Partai Demokrat.

Calon gubernur dari partai sebelumnya yang sudah mendeklarasikan adalah Muzakir Manaf berpasangan dengan TA Khalid. Wagub Aceh ini didukung penuh oleh Partai Aceh yang memiliki 29 kursi ditambah Gerindra (3), PKS (4) serta PBB dan PKPI masing-masing satu kursi.

Ada empat partai lagi yang hingga kini masih alot dalam menentukan figur yang akan mereka usung dan dukung. Nama Tarmizi A Karim (Irjen Kemendagri) sejauh ini belum mendeklarasikan pasangan wakilnya karena pengurus DPP masing-masing partai mengajukan syarat menjadi wakil pendamping.

Partai Golkar, menurut Ketua Harian DPD Golkar Aceh Yusuf Ishak, kini menunggu posisi wakil. Irwandi Yusuf  berpasangan dengan Nova Iriansyah (Ketua DPW Demokrat Aceh), praktis Golkar merapat ke Tarmizi Karim dengan mengajukan Ir Maksalmina Ali MM (Sekretaris DPD Partai Golkar Aceh) sebagai wakil.

Namun skenario itu bakal buyar, sebab Partai Nasdem juga mengincar Zaini Djalil (Ketua DPW Nasdem Aceh) sebagai wakil Tarmizi. Kepada wartawan, Tarmizi mengaku tetap maju lewat jalur partai nasional dan pengurus di DPP masing-masing partai sedang tahap finalisasi keputusan.

“Kita tetap on the track. Insha Allah sudah ada partai pendukung,” ujar mantan Pj Gubernur Aceh itu baru-baru ini.(Sumber: waspada)

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T. Saladin SH saat gelar tersangka judi togel dan barang bukti,Jumat (5/8)  
Banda Aceh- Maraknya judi jenis togel di kawasan kota Banda Aceh membuat masyarakat ibukota Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) kian menjadi resah,untuk itu pihak Polresta Banda Aceh berbekal informasi serta laporan dari masyarakat berhasil menggulung sindikat peredaran judi togel.

Uniknya judi togel ini tidak lagi dituliskan dalam sebuah kertas kupon namun kini hanya lewat sebuah sms menggunakan Handphone atau telepon genggam.

Dalam operasi yang digelar oleh Polresta Banda Aceh berhasil menjaring 12 pelaku sindikat judi togel lewat sms dari berbagai lokasi didalam kawasan kota Banda Aceh.

Dari 12 pelaku sindikat judi togel juga diamankan sejumlah barang bukti yakni 10 handphone dari berbagai jenis dan merk,kertas rekap repas,batu domino dan uang tunai dengan total 5 juta.

Para pelaku dijerat dengan yang muslim dijerat Qanun Nomor 6 tahu  2014 tentang Qanun Jinayat dengan hukumannya dicambuk,sedangkan pelaku yang non muslim akan dijerat dengan Undang -undang Nomor 11 tentang ITE (Informasi Transaksi Elektronik).

Kepada Reporter,Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teuku Saladin SH,membeberkan jika para pelaku judi togel menggunakan handphone ini beromzet ratusan juta rupiah dan judi jenis ini sangat tertutup.

“ Judi togel lewat SMS menggunakan Handphone ini sangat tertutup jika kita tidak jeli maka sangat sulit kita endus namun karena masyarakat mendukung pemberantasan judi makanya kita berhasil ungkap modus permainannya dan tangkap para pelakunya”,beber T. Saladin yang didampingi Wakapolresta AKBP Sugeng,Jumat (5/8/2016) saat gelar tersangk dan barang bukti di aula mapolresta banda acehbyang dihadiri oleh berbagai nedia cetak dan elektronik

Foto Ilustrasi: Nabi palsu
Jawa Barat - Warga Karawang, Jawa Barat kedapatan Nabi palsu bernama Abdul Muhjib yang menjamin masuk surga bagi siapaun jika membeli tiket senilai 2 juta darinya .

Abdul Muib memanfaatkan keresahan warga karawang tanpa menyebarkan ajaran palsu. Anehnya, Tiket masuk surga buatan Abdul Mujib terjual laris manis.

Beruntung tak berapa lama sejak beraksi menjual tiket masuk surga, Abdul Muhjib kemudian diamankan kepolisian Karawang. Namun, belum dimasukkan ke penjara dan dipulangkan ke padepokan di Sanggar Buana Putra Darul Imam Atauhid miliki gurunya di Subang.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapakan, Pihak kepolisian akan terus menggali dan memperdalam kasus Abdul Mujib. Termasuk apakah sudah ada yang menjadi korbannya atau belum sambil menunggu keterangan dari MUI.

Sementara itu, Abdul Muhjib sendiri kabarnya telah lama menyebarkan ajaran sesat. Ia juga sempat menandatangani perjanjian dengan polisi untuk tidak lagi menyebarkan ajaran tersebut, tetapi malah baru-baru ini kembali beraksi berjualan tiket masuk surga.

(Sikah/Pojoksatu)

http://www.statusaceh.net/2016/08/pesan-irwandi-yusuf-kepada-rakyat-aceh.html
Desainer: Muhammad Razali
StatusAceh.Net -  Hari ini saya akan menerima deklarasi dukungan dari Partai Demokrat untuk pencalonan saya selaku Calon Gubernur Aceh. Dengan demikian syarat jumlah kursi yang dibutuhkan sudah terpenuhi. Saya akan berjalan bersama Nova Iriansyah dari Partai Demokrat menuju Pilgub Aceh 2017. Tentu saja saya membuka diri menerima dukungan terus dari partai lain, dan dari pihak lain yang setuju dengan visi dan misi saya. Suatu kehormatan menerima kepercayaan untuk membuat Aceh lebih baik. Pada hari ini saya berterimakasih atas kepercayaan dan dukungan dari Partai Demokrat, PKB, PDA dan tentu saja partai saya PNA.

Sebelum dukungan partai ini saya terima, banyak rakyat Aceh meminta saya maju di jalur independen. Saya merasakan energi luar biasa datang dari bawah, sebuah arus yang tulus, yang membuat saya bertambah yakin bahwa kehendak perubahan kini menjalar kuat di dada segenap dada rakyat Aceh. Pengumpulan KTP sempat dilakukan oleh simpul-simpul massa dan hasilnya melebihi dari yang dibutuhkan. Dalam dua pekan mereka mengumpulkan KTP hampir 400 ribu lembar. Ada yang datang menyerahkan sendiri KTP mereka ke pos-pos kami di seluruh Aceh dan sekaligus mendaftarkan diri menjadi relawan. Saya terharu dengan dukungan luar biasa itu dan mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya, dan hormat setinggi-tingginya. Mereka menginginkan saya maju di Pilgub Aceh 2017, dan tak ingin saya sampai terlewat oleh batas pendaftaran calon independen mengingat waktu itu syarat kursi partai politik belum terpenuhi. Saya juga berterimakasih kepada rekan-rekan saya yang bekerja keras di Aceh. Juga kepada Nezar Patria, putra Aceh yang menjadi tokoh pers nasional di Jakarta, yang pada detik-detik terakhir bersedia menjadi wakil saya, jika saya maju lewat jalur independen.

Tentu ada pertanyaan, jika jalur independen sudah cukup syarat, lalu mengapa memilih partai politik? Saya ingin memberi klarifikasi soal ini.

Sejak diusung oleh PNA dan PDA, saya dan tim memang menempuh jalur pencalonan melalui partai politik. Partai Demokrat adalah salah satu pilihan mengingat partai di bawah pimpinan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono ini berperan besar dalam perdamaian yang kini menjadi dasar kehidupan politik baru di Aceh. Saya tak perlu mengulang pengetahuan umum tentang bagaimana komitmen Pak SBY sehingga perjanjian damai Helsinki 2006 itu terwujud dan mewarnai politik lokal maupun nasional hingga detik ini. Perjanjian historis bagi rakyat Aceh itu kini akan kita isi bersama sesuai cita-cita.

Jalur partai politik bukanlah jalur haram. Dengan jalur ini kita coba membangun politik di Aceh dengan lebih berkualitas, dan dalam waktu dekat ini mewujudkan pemilu yang halal di Aceh. Saya percaya, seperti juga rakyat Aceh pada umumnya, baik jalur independen maupun jalur partai politik hanyalah sebuah jalan. Hal terpenting adalah bagaimana kepercayaan yang diperoleh bisa diwujudkan dalam kerja keras dan hati bersih untuk membangun kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat Aceh. Insya Allah, dengan pengalaman saya sebelumnya, saya akan bekerja sekeras-kerasnya mewujudkan harapan itu bersama rakyat Aceh, mengejar ketertinggalan dari "tahun-tahun yang mubazir", sebuah kesempatan Aceh untuk bangkit dan berjaya yang telah disia-siakan selama ini.

Tentu saja, pada tahap ini, meski syarat partai politik sudah cukup, perjuangan belum selesai. Mari kita merapatkan barisan untuk langkah selanjutnya. Sekali lagi terimakasih atas ketulusan rakyat Aceh yang telah memberikan kepercayaan, dorongan semangat, dan simpati mereka kepada saya sejak awal. Kepada Anda semua saya baktikan diri untuk mewujudkan cita-cita bersama.(Dikutip dari facebook Relawan Irwandi Yusuf)

Irwandi-Nova Irwansyah, bakal calon gubernur dan wakil gubernur Aceh dari Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat Jumat (5/8/2016).
Jakarta - DPD Partai Demokrat secara resmi mengusung Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah sebagai pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur untuk maju dalam Pilkada Aceh 2017.

Surat keputusan itu diserahkan kepada Irwandi-Nova melalui rangkaian acara yang meriah di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (5/8/2016) sore.

"Keputusan ini diambil dalam sidang majelis tinggi pada Kamis kemarin," ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan usai acara penyerahan surat tersebut.

Ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan DPP memutuskan mengusung dan mendukung pasangan itu. Utamanya, keduanya mempunyai kesamaan visi dan misi dalam menjaga perdamaian dan program prioritas perdamaian Aceh.

Sosok Irwandi, secara khusus, juga menjadi sorotan lantaran pernah memimpin Aceh pada periode 2007-2012. Ia dinilai sukses memimpin Provinsi Aceh melalui program pemulihan stabilitas keamanan dan penyediaan program jamina kesehatan.

Beberapa program yang dinilai populis, antara lain menggratiskan warga Aceh untuk berobat dengan hanya berbekal Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan meluncurkan program beasiswa bagi 2.500 sarjana asal Aceh untuk program studi S2.

Selain itu, survei internal partai juga menunjukan nada positif terhadap sosok Irwandi. "Hasil survei Jaringan Suara Indonesia pada Mei 2016, elektabilitas Irwandi mencapai 35,7 persen, jauh di atas tiga pasangan lainnya yang masing-masing hanya mencapai angka 17 persen, 11 persen dan 3,8 persen," ujar Hinca.

Survei yang sama juga menunjukkan bahwa sebanyak 34 persen warga Aceh rela memilih pasangan calon kepala daerah yang didukung Susilo Bambang Yudhoyono.

"Jadi, pengusungan Irwandi-Nova kami pandang sudah merupakan langkah yang tepat dan sejalan dengan kebutuhan warga Aceh," ujar Hinca.

Apalagi, pasangan tersebut sudah memenuhi syarat untuk maju dalam Pilkada Aceh, yakni mengantongi 13 kursi di DPRD.

Sebanyak 13 kursi itu, yakni berasal dari Partai Demokrat sendiri, Partai Nasional Aceh (PNA), PKB dan Partai Damai Aceh (PDA). Hinca mengatakan, koalisi Demokrat ini masih membuka jalur komunikasi dengan partai politik lain yang hendak bergabung.

Sebelumnya, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Zaini Abdullah sudah memutuskan maju pada Pilkada Aceh 2017 lewat jalur independen. Zaini berpasangan dengan Nasaruddin, Bupati Aceh Tengah. (Kompas.com)


Medan - Polda Sumatera Utara mengakui dugaan penganiayaan pelajar dan penjaga warnet yang dilakukan personelnya dan tersebar di jejaring sosial. Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, saat ini personel tersebut berstatus terperiksa di Bidang Propam Polda.

Rina mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 3 Agustus 2016. Sementara rekaman CCTV tersebut mulai beredar luas sejak Kamis 5 Agustus 2016. Dugaan penganiayaan terjadi di bilangan Medan Denai, Kota Medan.

Sejak video itu beredar Kamis 4 Agustus, Propam langsung turun mencari siapa pelaku yang ada di video itu," kata Rina saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (5/8/2016).

Rina menjelaskan, saat itu kedua personel tersebut tengah berpatroli sekaligus pengaturan lalu lintas.

"Itu jam sekolah pagi, kok banyak anak-anak di warnet, akhirnya dibubarkan," kata Rina.

Di dalam tayangan berdurasi 2.22 detik itu terlihat dua orang polisi memasuki warung internet. Di dalamnya terdapat seorang pelajar SMA, seorang penyewa, dan seorang penjaga warnet.

Salah seorang polisi terlibat percakapan dengan pelajar. Keduanya tampak beberapa kali menunjuk ke luar. Namun, tiba-tiba saja seorang polisi berbadan tambun memukul bahkan menendang penjaga warnet.

Polisi itu lalu mendekati siswa yang duduk di kursi. Posisi si polisi membungkukan badannya. Tidak terlihat apakah polisi tersebut memukul atau tidak terhadap siswa tersebut. Namun, sang pelajar itu beberapa kali memegang perut dan tampak meringis.

"Kami menyayangkan perlakuan dia kepada penjaga warnet itu," kata Rina.

Saat ini Propam Polda Sumut tengah mengusut dugaan penganiayaan tersebut. "Statusnya terperiksa," kata Rina.

Terkait sanksi untuk polisi penganiaya tersebut, nantinya berpijak pada hasil pemeriksaan. "Tergantung hasil pemeriksaan, kategori pelanggarannya, dan tingkat pelanggaran, apakah etik atau pidana," ujar Rina.(Liputan6.com)

3 pelaku curanmor diringkus  oleh polresta banda aceh  
Banda Aceh- Sebanyak 3 (tiga) pelaku pencurian bermotor (curanmor) yang selama ini melakukan aksinya di kawasan kota Banda Aceh berhasil dibekuk oleh tim satuan reskrim Polresta Banda Aceh.

Aparat kepolisian Polresta Banda Aceh turut mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan dari ketiga pelaku yakni Yamaha Mio Soul BL 6468 LAK warna hitam,Vario Techno BL 350 LAO warna silver,Mio Sporty BL 5144 Warna biru dan Mio Soul dengan Nomor Polisi yang di palsukan BL 4087 JJ.

Ketiga pelaku yakni MH (27),MZ (24) keduanya warga Krueng Neng Gampong Surien Kec. Pekan Bada, Aceh Besar serta AM merupakan penadah dari barang hasil kejahatan MH dan MZ yang merupakan kakak beradik.

Menurut Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T. Saladin,ke 4 unit sepeda motor yang dijual denga harga 2,5 juta - 3 juta per unitnya oleh para pelaku kepada AM.

“ Setelah mereka curi kemudian mereka jual kepada AM dengan harga 2,5-3 juta per unitnya”,ujar Saladin dalam konfrensi pers dan gelar barang bukti di halaman mapolresta banda aceh,Jum’at (5/8/2016).
Baranng bukti 3 unit sepmor yang diamankan   

Semua barang bukti sepeda motor hasil pencurian disejumlah tempat dikawasan Kota Banda Aceh.

Saladin juga menambahkan 2 dari 3 pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berupaya melawan saat dilakukan penangkapan.

“ Kedua pelaku ini terpaksa ditembak anggota kita karena saat kita tangkap berupaya melawan”,ungkap orang nomor satu di Polresta Banda Aceh.



Reporter: T. Sayed Azhar

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi babak belur dihajar massa, karena kedapatan mencuri seekor ayam milik warga kampung Malalang, lingkungan Garaganti, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu.

Mahasiswa semester awal tersebut kedapatan hendak membawa lari ayam bangkok milik Syarifuddin sekitar pukul 09.30 Wita, tapi tetangga korban yang sedang berada di dekat kandang ayam melihat pelaku dan langsung berteriak.

Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung keluar rumah, dan menangkap pelaku. Alhasil, pelaku dibekuk dan langsung dihakimi massa. Akibatnya, pelaku mengalami babak belur terkena pukulan dan benda tumpul.

Setelah puas menghakimi pelaku, warga yang emosi lantas membakar motor pelaku. Kepolisian sektor Sombaopu yang terlambat mengetahui hal ini langsung menuju lokasi, dan mengamankan pelaku yang sudah babak belur diamuk massa.

Menurut saksi mata, Daeng Lewa, awalnya pelaku berada di belakang rumah korban. Tindakan pelaku ini diketahui warga, dan diintai. Saat pelaku beraksi, warga tersebut langsung memergoki dan meneriakinya maling.

"Sempat bersembunyi, tapi saya intai terus. Dan pada saat dia ambil ayamnya dalam kandang lalu memasukkan kedalam bajunya, saya kejar lalu teriak," katanya, kepada wartawan, Jumat (5/8/2016).

Sementara itu, Zainuddin, pemilik ayam mengaku, di daerah tempat tinggalnya memang sudah sering kehilangan ternak. Bahkan dirinya sendiri sudah beberapa kali kehilangan ayam. "Sudah sering terjadi kehilangan ayam di sini," terangnya.

Pelaku yang diketahui bernama Sumardi mengaku, perbuatan itu dilakukannya dengan alasan untuk menyambung hidup di Kota Makassar. "Saya lakukan ini untuk dijual, dan hasil jual ayam itu untuk beli makanan dan bensin," singkatnya.

Terpisah, Kapolsek Sombaopu AKP Prabowo mengatakan, akibat pencurian itu pelaku babak belur dihajar massa, dan motor pelaku Kawasaki Ninja dengan nomor polisi DD 6166 VU warna merah milik pelaku hangus dibakar warga.

"Kami telah mengamankan seorang pelaku pencuri ayam dan barang bukti seekor ayam bangkok, dan satu unit sepeda motor jenis Kawasaki Ninja yang telah hangus terbakar," singkatnya.

Setelah diamankan dari amukan massa, pelaku diamankan di Mapolsek Sombaopu, dan sekarang sedang berada di Rumah Sakit (RS) Syekh Yusuf guna mendapatkan perawatan medis. Dari informasi yang diperoleh, harga ayam yang dicuri mencapai jutaan.(Sindonews)

Aceh Besar–Pemerintah Aceh sangat menyambut baik pelayaran perdana petikemas dari dan menuju Aceh. kehadiran kapal petikemas akan sangat berimbas positif dan meningkatkan perkembangan perekonomian masyarakat Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, dr H Zaini Adullah, dalam sambutan singkatnya saat meresmikan pengoperasian Harbour Mobile Crane atau HMC dan penyambutan kapal petikemas perdana, yang dipusatkan di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Jum’at (5/8/2016).


"Ini merupakan momen istimewa, sebab merupakan toggak awal bagi kita dalam upaya mengembangkan Pelabuhan Malahayati sebagai pelabuhan peti kemas di wilayah Aceh. Mudah-mudahan pelayaran ini dapat terus berkelanjutan, sehingga kegiatan di Pelabuhan ini semakin berkembang dalam rangka mendorong pertumbuhan dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Gubernur.

Untuk diketahui bersama, sejak kemarin, kapal peti kemas milik PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk, telah sandar di Pelabuhan Malahayati.Beberapa hari kedepan, kapal peti kemas milik PT Kanaka Lines juga akan sandar.

Bersama 24 pelabuhan lainnya, Pelabuhan Malahayati telah ditetapkan sebagai bagian dari program tol laut yang digagas oleh Presiden RI, Ir Joko Widodo. Dengan dibukanya pelayaran peti kemas hari ini, maka Aceh telah terkoneksi dengan jaringan tol laut, yaitu mulai dari Pelauhan Malahayati, Aceh hingga ke Pelabuhan Sorong, di Provinsi Papua Barat.

Gubernur mengungkapkan, masyarakat Aceh telah lama menginginkan hadirnya pelayaran peti kemas yang menghubungkan Aceh dengan kota-kota besar di Indonesia. Pelayaran peti kemas menjadi harapan, sebab memiliki kapasitas angkut lebih besar ketimbang angkutan darat yang selama ini menjadi andalan untuk membawa berbagai produk dari dan ke luar Aceh.

“Seiring perjalanan waktu, angkutan jalan raya, khususnya lintas Timur Aceh, kini semakin padat dan kerap mengalami masalah. Akibatnya biaya angkut semakin mahal dan waktu tempuh lebih lama,” ujar pria yang akrab disapa Doto Zaini itu.


“Kondisi berdampak pada tingginya harga barang dan jasa serta menurunnya aktivitas ekonomi masyarakat karena pasar kian sulit terjangkau. Oleh karena itu, selain sejalan dengan program Tol Laut yang sedang dikembangkan pemerintah, pengembangan transportasi laut adalah solusi terbaik untuk mengatasi masalah angkutan barang,” sambung Gubernur.

Doto Zaini menambahkan, sebagai daerah yang memiliki kawasan perairan laut yang sangat luas,Aceh berpeluang besar mengembangkan program tol laut ini. Bahkan, Aceh berada pada posisi sangat strategis, yatu dalam jalur pelayaran internasional.

“Seharusnya kita dapat berperan karena Aceh merupakan pintu gerbang Indonesia Wilayah Barat.Jangan hanya jadi penonton, kita harus mengambil peran, apalagi setelah peresmian HMC ini dan dimulainya pelayaran peti kemas. Mari kita beraksi dan jangan hanya menjadi penonton," ajak Doto Zaini.

Aceh Miliki Lima Pelabuhan Potensial
Dalam kesempatan tersebut, Doto Zaini mengungkapkan, bahwa Saat ini Aceh memiliki sedikitnya lima pelabuhan laut yang potensial sebagai jalur pelayaran dunia, yaitu, Pelabuhan Sabang yang dirancang sebagai Pelabuhan utama internasional, Pelabuhan Malahayati sebagai pelabuhan penghubung atau feeder tol laut Indonesia.

Di kawasan Pantai Timur Aceh, terdapat Pelabuhan Krueng Geukueh dan Kuala Langsa. Sedangkan di kawasan Pantai Barat, Aceh memiliki pelabuhan Calang yang beberapa waktu lalu telah diresmikan operasionalnya oleh Kementerian Perhubungan RI.

Gubernur berpendapat, seiring dengan hadirnya Program Tol Laut dan pengembangan kawasan maritim Indonesia, maka sudah saatnya pelabuhan-pelabuhan tersebut dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan potensi ekonomi Aceh.

“Kehadiran kapal peti kemas yang berlayar dari Pelabuhan Tanjugpriok ini,membuktikan bahwa Pelabuhan Malahayati telah memberikan imbas positif bagi perkembangan perekonomian Aceh. Kita berharap pelayaran ini terus berlanjut sehingga pelabuhan ini semakin ramai didatangi kapal-kapal peti kemas dari berbagai daerah.”

Pelayaran Peti Kemas Bangkitkan Sektor Ekonomi Rakyat
Gubernur Aceh juga optimis dan meyakini, dengan dimulainya pelayaran peti kemas secara reguler, maka konsep pengembangan pelabuhan peti kemas yang dirancang akan berjalan dengan baik. Sehingga dapat berimbas langsung bagi pengembangan sektor ekonomi masyarakat Aceh.

”Kehadiran pelayaran peti kemas dari Aceh ke Jakarta pulang-pergi akan menjadi penggerak utama untuk membangkitkan sektor-sektor ekonomi rakyat. Oleh karena itu, saya menghimbau agar peluang ini dimanfaatkan oleh semua pihak agar keberadaan Pelabuhan Malahayati sebagai pelabuhan penghubung di wilayah Indonesia dapat kita optimalkan,” tambah Zaini.

Doto Zaini menambahkan, infrastruktur dan fasilitas di Pelabuhan Malahayati akan terus ditingkatkan. Mengingat lebih murahnya biaya operasional angkutan via laut.Untuk itu, Pemerintah Aceh siap mendukung langkah PT Pelindo I,untuk meningkatkan potensi dan keberadaan Pelabuhan Malahayati.

Gubernur juga berharap agar PT Pelindo I, dapat mendukung dan mengembangkan rencana Pemerintah Aceh untuk membangun Pelabuhan Curah cair di Kuala Langsa dan pantai barat selatan. Sebagaimana diketahui, di wilayah-wilayah tersebut merupakan daerah yang memproduksi minyak kelapa sawit yang paling besar di Aceh.
“Demikian pula dengan pengembangan pelabuhan Calang, Aceh Jaya. Ini perlu mendapat dukungan agar jalur distribusi logistik ke pantai Barat Selatan dapat dipersingkat,” pungkas Gubernur Aceh.

Efisien dan Meningkatkan Daya Saing
Sebelumnya, Alfred Natsir, selaku Komisaris PT Tempuran Emas Tbk, dalam sambutan singkatnya menjelaskan, bahwa angkutan laut akan memangkas biaya operasional. Menurut Alfred, hal ini akan meningkatkan efisiensi dan daya saing ekonomi.

“Ada empat alternatif angkutan peti kemas dari Jakarta menuju Aceh. Pertama, angkutan darat dengan truck, dari Jakarta-Banda Aceh via Merak-Bakauheni, memakan waktu 4-5 hari, biaya angkut Rp 17,5 juta. Kedua, pelayaran dari Jakarta-Belawan, selanjutnya dari Belawan menuju Aceh via jalur darat dengan truck, membutuhkan waktu 4-5 hari dan biaya angkut Rp13,5 juta.”

Alternatif ketiga, pelayaran dari Jakarta langsung ke Malahayati, hanya membutuhkan biaya angkut sebesar Rp7,5 juta dan memakan waktu sekitar 4 hari. Terakhir, pelayaran dari Jakarta ke Belawan, selanjutnya, di Belawan ganti kapal menuju Malahayati juga membutuhkan biaya angkut sebesar Rp7,5 juta dengan waktuh tempuh selama 4-5 hari.

“Ini berarti dengan pelayaran angkutan petikemas ke Malahayati dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing ekonomi masyarakat. Selain itu, efisiensi sistem angkutan laut diharapkan akan mengundang investor baru ke Aceh,” kata Alfred.

Selain efisiensi, sambung Alfred, pelayaran angkutan petikemas juga menghasilkan pengheatan penggunaan bahan bakar minyak. Alfred memberikan perbandingan, angkutan langsung petikemas 500 box/teus dengan 500 truk via Merak-Bakauheni dari Jakarta banda Aceh membutuhkan BBM sebanyak 360 ton.

“Sedangkan angkutan petikemas dengan jumlah 500 box/teus dengan satu kapal, dari Jakarta ke Malahayati hanya membutuhkan 60 ton BBM. Dalam satu trayek kita akan menghemat konsumsi BBM sebesar 300 ton, bisa dihitung berapa besar penghematan BBM yang bisa kita tekan dalam setahun. Ini merupakan penghematan nasional.

Selat Malaka adalah Jalur Pelayaran Tersibuk di Dunia
Alfred juga mengungkapkan, bahwa Aceh memiliki potensi besar untuk mengembangkan pelabuhan bertaraf internasional, karena Aceh berada di Selat malaka, yang merupakan jalur tersibuk di dunia.

“Setiap tahunnya, petikemas yang singgah di pelabuhan-pelabuhan yang tersebar di Selat malaka mencapai 65 juta box/teus, dengan perincian, 35 juta di Pelabuhan Singapura, 16 juta di Port Klang, 11,5 juta di Tanjug Pelepas, 1 juta di Penang Port, 1 juta di Belawan dan 0’5 juta di Batam,” lanjut Alfred.

Senada dengan ajakan Gubernur Aceh, Alfred juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk tidak lagi menjadi penonton dalam dunia pelayaran petikemas dengan memanfaatkan dan megembangkan potensi ekonomi Aceh untuk dipasarkan ke luar Aceh melalui Malahayati.

Acara diakhiri dengan penekanan sirine yang dilakukan oleh Gubernur Aceh, disampingi oleh Direktur Utama PT Pelindo I,Bambang Eka Cahyana, dan Alfred Natsir. Acara kemudian dilanjutkan dengan peusijuek yang dilakukan oleh Gubernur kepada Kapten Kapal dan Operator HMC Malahayati. (Rill)

Dok: sejumlah ulama nusantara
StatusAceh.Net - Tiga universitas Indonesia terlibat dalam proses pembuatan film dokumenter mengenai sejarah penyebaran Islam berjudul "Ulama Nusantara" yang diproduksi oleh rumah produksi terkemuka Malaysia, Primeworks Studio.

"Kerja sama ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk berbagi pengetahuan dan sejarah mengenai kedatangan Islam pertama kali dan peran penting pada ulama dalam penyebaran Islam di penjuru wilayah nusantara," ujar Pemimpin Primeworks Studio, Ahmad Izham Omar dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Jumat (05/08/2017).

Tiga universitas tersebut adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah (Jakarta), UIN Imam Bonjol (Padang), dan UIN Ar Raniry (Banda Aceh).

Prof. Azyumardi Azra dan Prof. Oman Fathurahman dari UIN Syarif Hidayatullah merupakan diantara para ahli sejarah Islam dan akademisi Indonesia yang menjadi sumber informasi dalam film seri yang episode pertamanya akan ditayangkan pada Oktober tahun ini di Malaysia dan Indonesia.

Primeworks juga bekerja sama dengan akademisi dari Departmen Studi Arab dan Peradaban Islam, Fakultas Studi Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia.

Film dokumenter yang terdiri atas 13 episode ini mengisahkan kedatangan para ulama Islam di wilayah Nusantara dan upaya mereka menyebarkan ajaran Islam di kawasan tersebut pada sekitar 1.400 tahun yang lalu.

Tim pembuat film melakukan penelitian sejarah di enam negara yakni Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Thailand dan Turki, dan memerlukan lebih dari tiga tahun untuk menyelesaikan proyek dokumenter Islam ini.

Film dokumenter ini akan mengungkapkan peran dakwah Islam, yang juga meliputi jalur perniagaan rempah-rempah di wilayah Nusantara, dalam menyatukan masyarakat, khususnya melalui pendidikan dan budaya.

Primeworks Studio meluncurkan film seri Ulama Nusantara pada Forum Ekonomi Islam Dunia ke 12 di Jakarta, 2 Agustus 2016 disaksikan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Mohd Najib Tun Razak.(Rimanews)

Pasangan asal Ohio diusir dari pesawat maskapai Delta Air Lines di bandara Paris dan diinterogasi oleh polisi hanya karena berkeringat dan menyebut nama Allah. (Wikipedia)
StatusAceh.Net - Penumpang Muslim kembali menjadi sasaran pengusiran dari pesawat maskapai Amerika Serikat karena sebab yang tidak jelas. Kali ini, pengusiran dialami oleh pasangan Muslim asal Ohio yang akan pulang dari liburan di Paris, Perancis.

Seperti diberitakan The Independent, Jumat (5/8), Faisal Ali dan Nazia Ali telah berada di dalam pesawat Delta Air Lines selama 45 menit, menunggu tinggal landas, saat mereka diperintahkan keluar dari pesawat.

Di luar pesawat, polisi Perancis telah menanti. Kedua pasangan itu mengaku ketakutan. "Saya takut, beberapa pria mengambil foto paspor kami dengan ponsel mereka," kata Nazia.

Mereka lantas ditanyai untuk keperluan apa berada di Paris. Keduanya mengaku tengah liburan untuk merayakan ulang tahun pernikahan ke-10 mereka. Setelah melalui berbagai pemeriksaan, akhirnya mereka dinyatakan aman dan dilepaskan.

Mereka sama sekali tidak tahu mengapa dikeluarkan dari pesawat sampai dijelaskan oleh petugas Delta.

Menurut petugas, pilot memutuskan mengusir mereka setelah salah seorang kru pesawat merasa tidak nyaman dengan kehadiran pasangan tersebut. Kru itu melihat Faisal menyembunyikan ponselnya sambil berlalu, dan Faisal juga terlihat berkeringat serta menyebut nama "Allah".

Menurut Faisal, saat itu dia mengirim SMS kepada ibunya untuk memberitahu bahwa mereka sudah ada di pesawat, dan minta dijemput di bandara Cincinnati, ohio.

"Saya ingin segera naik pesawat. Saya tidak peduli privasi saya, saya ingin kapten melihat ponsel saya agar dia tahu kami mengirim SMS untuk orang tua kami," kata dia.

Faisal mengaku berkeringat karena sirkulasi udara yang buruk saat harus menunggu selama 45 menit di dalam pesawat yang masih berada di landasan.

Delta Air Lines akhirnya memberikan mereka tiket penerbangan berikutnya dan kamar untuk menginap.

Setibanya di AS, mereka juga harus menghadapi interogasi yang sama oleh petugas imigrasi di bandara. Saat mereka bertanya apa yang salah, petugas mengatakan: "Anda tidak berbuat kesalahan, sayangnya seperti inilah dunia sekarang."

Dewan Hubungan Islam-Amerika, CAIR, mengeluhkan peristiwa diskriminatif ini kepada Delta.

"Dengan menganggap tindakan yang sederhana dan normal sebagai sesuatu yang menakutkan dan mengancam, jelas bahwa Tuan dan Nyonya Ali diperlakukan buruk karena penampilan dan nama Muslim mereka," kata pengacara CAIR, Sana Hassan.

Juru bicara Delta Air Lines Morgan Durrant mengatakan bahwa maskapai mereka tidak mendukung diskriminasi terhadap penumpang.

"Sebagai maskapai global yang membawa ratusan ribu penumpang dalam waktu bersamaan setiap hari, Delta berkomitmen teguh memperlakukan penumpang dengan hormat. Delta menyelidiki masalah ini dan akan mengembalikan tiket mereka sepenuhnya," kata Durrant.

Kasus kali ini menambah panjang daftar pengusiran penumpang Muslim oleh maskapai AS.

April lalu, seorang wanita Muslim diusir dari pesawat maskapai Southwest Airlines di bandara Chicago setelah meminta tukar tempat duduk. Alasan maskapai, wanita itu diusir karena membuat pramugari "tidak nyaman."

Sebelumnya pada Maret, keluarga Muslim yang terdiri dari lima orang digiring keluar dari pesawat United Airlines karena penampilan mereka.

Padahal saat itu, seorang dari mereka hanya bertanya soal sabut keselamatan bagi anak-anak. Kemudian pilot meminta mereka meninggalkan pesawat dengan "alasan keamanan." (CNN)

Sigli - Pemerintah Kabupaten Pidie melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintahan Mukim Se-Kabupaten Pidie Tahun 2016 di Oproom Setdakab Pidie, Kota Sigli, tanggal 4 Agustus 2016.

Rakor yang difasilitasi Bagian Tata Pemerintahan Setda Kab Pidie dihadiri para imum mukim Se-Kabupaten Pidie juga dihadiri Staf Ahli Bupati, Kepala BPM Kab. Pidie, Kepala Kesbangpol Kab. Pidie, Kepala Distannak Kab. Pidie, Disdukcapil Kab. Pidie JKMA Aceh, JKMA Pidie, wartawan, dan Kasubbag Pemerintahan Mukim dan Gampong T. Iqbal yang bertindak sebagai moderator.


Rakor dengan tema “Melalui Rapat Koordinasi Pemerintahan Mukim Kita Tingkatkan Peran Imum Mukim Sebagai Penyelenggara Pemerintahan, Pembanguan, Adat Istiadat dan Syariat Islam”. Bertujuan untuk mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan mukim di Aceh dan untuk menyamakan persepsi dan sinkronisasi program sekaligus solusi permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan mukim di Kabupaten Pidie.

Rapat Koordinasi tersebut dikuti hampir seluruh imum mukim dari total 97 mukim se-Kabupaten Pidie dan dirangkai dengan kegiatan penyerahan tiga SK Bupati tentang Penetapan Batas Mukim Paloh, Kunyet dan Beungga, diskusi bersama narasumber, dan perumusan rekomendasi rakor.


Adapun tujuh poin Rekomendasi Rakor Pemerintahan Mukim Se Kabupaten Pidie Tahun 2016 adalah sebagai berikut:

  1. Pemerintah Aceh dan Pemerintahan Kabupaten Pidie untuk melakukan penguatan kelembagaan mukim terkait dengan peningkatan kapasitas, anggaran, operasional dan infrastruktur pemerintahan mukim. 
  2. Adanya kebijakan pemerintah daerah berkaitan dengan pola koordinasi dan relasi antara gampong dengan mukim berkaitan dengan pengawasan dan pengeloaan dana desa, penegasan batas mukim dan administrasi jual beli. 
  3. Pemerintah Kabupaten Pidie diharapkan untuk segera mengesahkan Peraturan Bupati Pidie tentang Tata Batas Wilayah Mukim dan Inventarisasi Harta Kekayaan Mukim. 
  4. Pemerintah Aceh melalui BPM Aceh untuk dapat menganggarkan pembangunan sarana-prasana mukim di Aceh (kantor mukim, komputer, kendaraan roda dua dan mobiler sesuai kondisi kab/kota). 
  5. Melibatkan pemerintahan mukim dalam pengawasan dan pengelolaan sumber daya alam dalam wilayah mukim masing-masing. 
  6. Perlu dilakukan penilaian dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Pidie untuk membuat daerah pilot project penyelenggaraan pemerintahan mukimdan memberikan penghargaan atas keberhasilan. 
  7. Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Pidie perlu memberikan penghargaan kepada imum mukim yang habis masa jabatan/meninggal dalam tugas.(Rill)

Abdullah Puteh
Banda Aceh - Pasangan calon gubernur Aceh Abdullah Puteh menyambagi kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. Ia bersama cawagub Sayed Mustafa diikuti ratusan pendukungnya menyerahkan 188.459 lembar fotocopy KTP sebagai syarat calon perseorangan Pilgub mendatang.

Iring-iringan puluhan motor vespa, becak dan sejumlah mobil pikap pengangkut ratusan pendukungnya itu sempat membuat jalanan menuju ke kantor KIP macet. Abdullah Puteh beserta pendampingnya pada Pilkada mendatang menaiki mobil merk VW warna merah buatan lama.

Dalam kesempatan itu, pihaknya menyerahkan syarat dukungan KTP yang diangkut menggunakan dua pikap. Masing-masing dus bertulis nama-nama kabupaten/kota yang memberikan dukungan untuk mantan gubernur Aceh itu.

Kepada awak media, Abdullah puteh mengaku ikut meramaikan Pilgub kali ini lantaran merasa terpanggil karena ingin memajukan Aceh. menurutnya, saat ini Aceh sedang dalam kondisi menyedihkan.

“Sesungguhnya setelah otonomi khusus, mestinya tidak perlu tempo lama untuk mengubah nasib rakyat. Tim kami tidak sabar untuk menanti perubahan itu, karena ini menyangkut nasib, harkat, martabat hidup orang Aceh,” kata Abdullah Puteh di kantor KIP, Jumat (5/8/2016).

Sementara itu, Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi saat duduk bersama calon pasangan gubernur tersebut sebelum penyerahan secara simbolis syarat dukungan, meyakini tim pemenangan Abdullah Puteh sudah melakukan pengisian form dukungan sesuai dengan permintaan KIP Aceh.

“Karena nanti kalau tidak sesuai dengan yang kita minta, tidak bisa dimasukkan nanti ke dalam SILON (sistem informasi pencalonan). Ini kita akan langsung periksa jumlah syarat dukungan yang diberikan,” kata Ridwan Hadi.

Abdullah Puteh dan Sayed Mustafa merupakan pasangan kedua yang menyerahkan syarat dukungan untuk maju pada Pilkada 15 Februari mendatang jalur perseorangan. Sebelumnya, mantan petinggi GAM, Zakaria Saman juga sudah menyerahkan bukti dukungan bersama wakilnya Teuku Alaidinsyah pada hari pertama, 3 Agustus lalu.(Okezone)

Mbah Karto, sebentar lagi meraih impiannya ke Tanah Suci (Foto: Zen Arivin/Okezone)
StatusAceh.Net - Kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, tak lantas menyurutkan niat seseorang untuk mendekatkan diri dengan sang pencipta. Hal itulah yang tercermin dalam diri Mbah Karto. Penarik becak asal Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

Diusianya yang sudah senja, Mbah Karto kini bisa tersenyum lebar. Jika tak ada aral melintang, akhir bulan nanti suami nenek Sawiti ini akan menyempurnakan imannya untuk pergi ke tanah suci.

"Insya Allah, tanggal 24 nanti saya berangkat. Semoga bisa menunaikan ibadah haji dan amal saya diterima Allah," ujar Mbah Karto kepada awak media, Kamis (04/8/2016).

Sejak puluhan tahun lalu, Mbah Karto sudah membulatkan tekatnya untuk bisa menunaikan rukum islam terakhir itu. Kendati memiliki penghasilan yang pas-pasan sebagai penarik becak, namun hal itu tak menyurutkan keinginannya untuk naik haji.

"Sejak dulu memang ingin pergi haji. Namun baru bisa berangkat sekarang. Karena uangnya baru cukup," imbuhnya.

Perjalanannya menuju Baitullah ternyata tidak semudah calon jemaah haji (CJH) lainnya. Kakek berusia 65 tahun itu harus menabung selama puluhan tahun untuk bisa melihat megahnya ka'bah.

"Nabungnya sejak 20 tahun lalu. Setiap hari saya sisihkan, kadang Rp5 ribu, kadang Rp10 ribu, bahkan pernah hanya seribu rupiah. Tergantung dengan hasil yang didapat setiap harinya," paparnya.

Mbah Karto lantas bertutur, niatnya untuk pergi ke rumah Allah itu tak mungkin terlaksana tanpa dukungan kuat dari sang istri. Selama ini, mbah Sawiti tak pernah mengeluh saat jatah kebutuhan dapurnya dipotong sang suami untuk kebutuhan berangkat haji.

"Mbah Sawiti tidak pernah protes. Bahkan malah saya diminta untuk terus menabung. Makan cukup seadanya, yang penting katanya beribadah," ungkapnya.

Sepulangnya dari tanah suci nantinya, Mbah Karto berharap bisa menghentikan aktivitasnya sebagai tukang penarik becak. Ia akan membuka usaha kecil di rumah berdinding kayu ukuran 3X5 meter persegi itu.

"Harapannya kalau ada rejeki, nanti akan membuka toko kecil di rumah. Usia saya sudah terlalu tua untuk menarik becak lagi. Saya takut membahayakan penumpang kalau dipaksakan," tandasnya.(Okezone.com)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.