2020-04-26

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Lhokseumawe - Depot Pertamina regional Lhokseumawe membagikan takjil gratis khususnya pengendara kendaraan bermotor di Jalan Samudera Kecamatan  Banda Sakti.  Pembagian takjil itu langsung dilaksanakan oleh Kepala Depot Pertamina setempat. 

Salah seorang warga Mursyidi mengatakan dirinya juga ikut rebutan mendapatkan takjil gratis karena makanan dan minumannya sangat mewah. 

“Siapa yang gak suka dengan takjil mewah,  kue risolnya aja ada daging ayam.  Kalau Pertamina yang bagi pasti takjil mewah dan enak, “ paparnya. 

Sementara itu Kepala Depot Pertamina Regional Kota Lhokseumawe Bunair mengatakan pihaknya membagikan sebanyak 200 takjil kepada masyarakat.  

Pembagian takjil kepada masyarakat merupakan kegiatan rutinitas tahunan Depot Pertamina.  Apalagi mengingat masyarakat sedang hidup ditengah pandemik  corona,  telah mempengaruhi daya kemampuan ekonomi. 

“Ditampung adanya kegiatan sosial yang lain,  setidaknya kami berbagi takjil untuk masyarakat sebagai momen solidaritas.  Memperkuat ukhwah islamiah, “ ujarnya. 

Bunair berharap masyarakat tetap mematuhi instruksi Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya agar tetap gunakan masker dan dirumah aja Sampai kita terbebas dari pandemi corona.

"Kita imbau kepada masyarakat setiap keluar rumah memakai masker, dan jaga jarak," tuturnya. [ZN]

Jakarta - Kasus Corona COVID-19 di Jawa Timur bertambah 80 orang pada Jumat, 1 Mei 2020. Dari jumlah itu, 58 kasus di antaranya di Kota Surabaya. Dari 58, sebanyak 34 di antaranya adalah karyawan PT HM Sampoerna yang bekerja di pabrik Rungkut 2. Ratusan karyawan lainnya sudah menjalani rapid test dan menunggu hasil tes Swab-PCR.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas COVID-19 Jatim, Joni Wahyuadi, mengatakan, sejak dua kasus positif ditemukan di Klaster Sampoerna, tim melakukan Swab-PCR gelombang pertama terhadap 46 karyawan. Hasilnya, 34 orang dinyatakan positif. "Ini mengejutkan," kata Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Jumat malam.

Dengan tambahan itu, sementara ini total karyawan Sampoerna yang terkonfirmasi positif Corona sebanyak 36 orang. Dua di antaranya adalah kasus pertama klaster Sampoerna dan sudah meninggal dunia beberapa hari lalu. Puluhan bahkan ratusan karyawan lainnya masih menjalani proses rapid test yang ditindaklanjuti dengan swab-PCR.

Joni menjelaskan, manajemen Sampoerna kooperatif dan sejak 28 April 2020 lalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19 Jatim maupun Kota Surabaya. "Akhirnya kita lakukan tracing dan eksplorasi data-datanya, akhirnya mereka (Sampoerna) mengumpulkan secara mandiri yang positif-positif rapid test," tandasnya.

Klaster Sampoerna muncul setelah dua karyawan yang bekerja di pabrik Rungkut 2 dinyatakan positif Corona dan meninggal dunia. Segera setelah itu pihak manajemen menutup dan menghentikan sementara kegiatan produksi.

Rapid test langsung dilakukan terhadap 323 karyawan, hasilnya 100 menunjukkan reaktif. Dari jumlah itu, 46 orang dilakukan Swab-PCR gelombang pertama dan hasilnya Jumat ini terkonfirmasi positif. Di luar itu, sebelumnya sudah dilakukan swab-PCR terhadap 163 karyawan. Hasilnya sampai sekarang belum keluar. | Viva

PIDIE JAYA - Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh selesai menyalurkan paket sembako sebanyak 4.629 paket ke Kabupaten Pidie Jaya, Kamis 30 April 2020.

Paket sembako itu diperuntukan untuk Keluarga kurang mampu yang berdampak Covid-19 yang kini melanda Provinsi Aceh.

Penyerahan paket sembako untuk 4.629 Kepala keluarga atau 18.516 jiwa di Kabupaten Pidie Jaya berlangsung di Gudang Milik Dinsos Aceh di Kabupaten setempat yang diterima langsung oleh Bupati Pidie Jaya H.Aiyub Abbas.

Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri,MM yang diwakili oleh kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Aceh, Isnandar, AKS, MSi, mengatakan, paket sembako tersebut agar bisa dengan segera  disalurkan kepada yang berhak sesuai nama yang telah tertera dalam Surat Keputusan Bupati Pidie Jaya.

"Semoga, bisa mengurangi beban saudara kita yang saat ini mengalami penurunan pendapatan akibat Pandemi Covid-19 ini yang ada di Kabupaten Pidie Jaya," ujar Isnandar.

Disamping itu, Isnandar berharap, Forkopimda Plus Pidie Jaya ikut terlibat dalam mengawasi penyaluran paket sembako tersebut agar terhindar dari fitnah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas mengungkapkan, paket sembako tersebut segera di salurkan dan akan dilakukan pembagian kepada yang benar benar berhak menerima.

"Kepada para pihak silahkan mengawasi penyaluran paket ini, agar tepat sasaran bagi penerima," katanya.

Terlebih kata dia, Pidie Jaya sudah punya pengalaman besar dalam menangani bencana, mengingat kabupaten tersebut pernah melanda gempa beberapa tahun lalu.

"Pola penyaluran paket ini kita menganut pada sistem yang pernah kita lakukan saat gempa yang lalu, penerima langsung kita verivikasi kembali di lapangan," sambungnya.

Terakhir, orang nomor satu di Pidie Jaya menyampaikan ucapan terimakasih dari masyarakat Pidie Jaya kepada pemerintah Aceh yang telah memberikan dukungan saat bencana seperti saat ini melanda Pidie Jaya.

Banda Aceh - Seorang lagi santri Pondok Pesantren (Ponpes) Alfatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, asal Aceh Tamiang, Aceh, positif Corona. Hingga hari ini, sudah 11 kasus positif COVID-19 di Aceh.

"Iya benar ada bertambah satu orang asal Aceh Tamiang," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (1/5/2020).

Hasil swab tenggorokan santri tersebut yang diperiksa di Balitbangkes di Siron, Aceh Besar, Aceh, keluar siang tadi. Pasien tersebut saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

"Dirawat di RSUZA (Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh)," jelas Hanif.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Aceh Tamiang, Agusliana Devita, mengatakan hingga hari ini sudah dua warga Aceh Tamiang yang dinyatakan positif Corona. Keduanya merupakan santri Ponpes Magetan, Jawa Timur.

Menurutnya, gugus tugas melalui Dinas Kesehatan sudah menelusuri kontak dan memeriksa keluarga dan warga yang pernah dekat dengan pasien. Mereka diimbau melaksanakan protokol kesehatan.

"(Keluarga keduanya) sudah dilakukan rapid test dan hasilnya negatif," kata Agusliana saat dikonfirmasi detikcom terpisah.

Seperti diketahui, jumlah pasien positif Corona di Aceh berjumlah 11 orang. Lima orang di antaranya dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia. |
detikcom

Lhoksukon - Anggota DPRK Aceh Utara H. Jirwani, Tgk Hasnuddin dan Saifuddin mengunjungi rumah Marzuki yang tinggal bersama istrinya Murtiani dan empat anak mereka di Dusun Lhokdrien, Gampong Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara pada Rabu (29/4/2020).

Kunjungan itu sebagai bentuk kepedulian anggota Legeslatif untuk melihat langsung rumah Marzuki yang sempat viral di berbagai jejaring sosial, bahwa rumah tersebut sangat tidak layak huni dengan beratap daun rumbia dan berdinding kayu yang sudah berlubang-lubang.

"Kunjungan kita sebagai bentuk kepedulian terhadap keluhan warga, di kerenakan viral di media sosial terhadap rumah tersebut, maka kami dari perwakilan rakyat terjun langsung melihat kondisi nya," kata Jirwani alias Nek Jir, Kamis (30/4/2020).


Menurut Nek Jir, pihaknya akan mencari solusi terhadap tempat tinggal Marzuki, tetapi Nek Jir menyebutkan bahwa rumah itu telah di tampung oleh Al Chaidar dosen dari Unimal dan juga Edy Fadil.

"Setelah kita telusuri rumah tersebut akan di bangun oleh Al Chaidar dan Edy Fadil, tetapi kami juga sampaikan bahwa kami siap membantu cari solusi," sebutnya.

Nekjir menambahkan agar  pemerintah Aceh Utara dapat membangun rumah tersebut, maksudnya bukan pemkab Aceh Utara tidk melihat penderitaan rakyat nya, tetapi mungkin data nya tidak sampai  ke pemerintah.

"Di sini kita semua tdk boleh menyalahkan pemerintah Aceh Utara, karena kemungkinan keluarga tersebut datanya tidak sampai ke pemerintah," tambah Nek Jir Politisi dari Partai Aceh Itu.

SINGKIL- Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menerima 3.764 paket sembako dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh, untuk disalurkan kepada masyarakat setempat yang mata pencahariannya terdampak akibat pandemi Virus Corona atau Covid-19 di Aceh.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, diwakili Kepala UPTD Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe (RSAN), Abdul Jabar, menyerahkan paket sembako tersebut yang diterima Bupati Singkil, Dulmusrid di Aula Dinas Sosial Singkil, Kamis 30/4/2020. Turut hadir Kepala Dinas Sosial Singkil, Iskandar.

Abdul Jabar dalam sambutannya mengharapkan, agar paket sembako yang merupakan bantuan Pemerintah Aceh ini nantinya, benar-benar dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan bantuan pemerintah selama pandemi Covid-19 di Aceh.

Bantuan sejumlah 3.764 paket tersebut diperuntukkan kepada 3.772 kepala keluarga, yang nama-nama calon penerima berdasarkan SK Bupati Singkil Nomor 94 Tahun 2020 tentang Penetapan Data Penerima Bantuan Dampak Corona Virus Diasese, sudah diterima pihaknya di Dinas Sosial Aceh sejak beberapa hari lalu.

“Atas dasar nama-nama yang telah diusulkan inilah kami Pemerintah Aceh menyalurkan bantuan ini, semoga dapat berguna dan diterima oleh masyarakat yang layak menerima,” katanya.

Abdul Jabar menjelaskan, untuk diketahui bahwa paket bantuan yang dikirimkan di tiap-tiap daerah tidaklah sama, melainkan dengan jumlah yang berbeda-beda, hal ini sesuai dengan data yang diusulkan dan diterima oleh pihaknya di Dinas Sosial Aceh. Sementara ada beberapa kabupaten/kota di Aceh yang belum menerima peket bantuan tersebut juga disebabkan karena SK bupati tekait data penerima bantuan belum diterima oleh pihaknya.

Kepada Bupati Singkil, Abdul Jabbar  berpesan, jika ada masyarakat miskin baru di Aceh Singkil yang layak menerima namun belum mendapatkan bantuan, dia meminta agar masyarakat tersebut dapat dibantu dengan skema anggaran APBK Aceh Singkil. “Sehingga tidak muncul kecemburuan sosial dan semua masayarakat terdampak mendapatkan bantuan pemerintah ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu Jabar juga menegaskan, agar bantuan tersebut diberikan tidak lagi kepada penerima manfaat bantuan pangan non tunai (BPNT) atau program keluarga harapan (PKH), tujuannya agar adanya pemerataan penerima bantuan.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik Aceh (BPS) Tahun 2019, ada sebanyak 25.661 jiwa penduduk Aceh Singkil yang masuk kategori miskin, dari total penduduk 124.101 jiwa. Sementara itu, ada sebanyak 9.111 kepala keluarga (KK) atau keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah menerima bantuan dari APBN, dan 3.772 KK adalah penerima manfaat akibat imbas Covid-19. Sehingga totalnya ada sebanyak 12.883 KK yang telah dibantu oleh pemerintah.

“Jika per KK atau KPM diasumsikan menanggung 4 jiwa, maka sudah ada sebanyak 51.532 jiwa penduduk Aceh Singkil telah dibantu pemerintah, baik itu melalui skema anggaran APBA maupun APBN ,” katanya.

Kepada para relawan yang nantinya akan terlibat pendistribusian, Jabar meminta agar mengantarkan bantuan ini langsung ke rumah-rumah warga, sehingga tidak terjadi kerumunan massa di masyarakat.

“Begitupun kami mengajak kepada semua pihak untuk mengawal ketat pendistribusian sembako ini, sehingga tidak terjadi penyelewenangn,” tagas Jabar.

Sementara itu, Bupati Dulmusrid mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh. Dia berharap dengan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakatnya yang terdampak akibat pandemic Covid-19 di Aceh.

Kepada Kepala Dinas Sosial Singkil, Bupati Dulmusrid mengingatkan agar bantuan itu segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak sesuai dengan data yang telah tertuang dalam SK Bupati Aceh Singkil.

“Kami atas nama Pemerintah Aceh Singkil mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan kepada kami. Semoga dapat meringankan beban hidup masyarakat kami Aceh Singkil” katanya.[]

Bireuen - Pemerintah untuk bireuen sudah melebihi dari angka kemiskinan yang dirilis oleh BPS sebanyak 63.601 jiwa yang ada di Bireuen. Ini baru dua Skema bantuan, belum termasuk skema bantuan dari APBK, maupun dana desa, bahkan bantuan dari pihak lain yang selama ini sudah mulai menyalurkan di Bireuen,” demikian jelas Fachrial.

Plt Bupati Bireuen dalam kesempatan yang sama mengatakan, bantuan tersebut akan segera disalurkan dan dipastikan tepat sasaran sesuai nama penerima yang telah dituangkan dalam SK bupati.

“Semua pihak silahkan mengawasi penyaluran paket sembako tersebut agar terhindar dari fitnah,” pungkas Muzakar.

Terakhir, orang nomor satu di Bireuen ini mengucapkan terimakasih kepada Plt Gubernur Aceh serta Forkopimda Plus Provinsi Aceh atas kepedulian terhadap kabupaten Bireuen.

NAGAN RAYA TERIMA 1.442 PAKET SEMBAKO

Sementara itu, sebelumnya pada Selasa 28 April 2020, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh juga menyalurkan paket sembako sebanyak 1.442 paket ke Kabupaten Nagan Raya untuk 1.442 kepala Keluarga atau untuk 5.768 jiwa keluarga kurang mampu.

Paket sembako untuk masyarakat kurang mampu yang berdampak akibat Covid-19 di Nagan Raya diterima langsung oleh Bupati setempat H.Jamin Idham,SE yang turut disaksikan oleh Forkopimda Plus nagan Raya. Penyerahan berlangsung di halam kantor Bupati Nagan Raya.

Satu santri Ponpes Al-Fatah, Temboro, Mageten, Jawa Timur, yang pulang ke Aceh dinyatakan positif virus corona. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Banda Aceh - Seorang warga Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19). Kini pasien tersebut dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Pasien tersebut merupakan santri Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur yang baru pulang beberapa waktu lalu.

"Iya yang pulang dari Magetan, baru satu orang (positif)," kata Wakil Direktur Pelayanan RSUZA, dr Endang saat dikonfirmasi, Kamis (30/4).

Endang menyebut pasien yang dinyatakan positif corona itu saat ini dalam kondisi baik. Pasien juga tidak memiliki gejala seperti pasien Covid-19 pada umumnya..

Menurutnya, masih ada tujuh santri asal Ponpes Al-Fatah yang menunggu hasil tes swab PCR.

"Ada yang sudah keluar hasil dan ada yang belum, khusus kelompok Magetan," ujarnya.

Sebelumnya, 10 dari 113 santri Ponpes Al-Fatah, Temboro yang pulang ke Aceh dinyatakan positif virus corona lewat rapid test. Mereka dirujuk ke RSUZA untuk diambil cairan di tenggorokan dengan tes swab.

Baru satu orang yang dinyatakan positif corona. Sementara dua orang lainnya negatif corona.

Hingga kini, pasien terkonfirmasi positif corona di Aceh berjumlah 10 orang. Dengan rincian, lima dinyatakan sembuh, empat dirawat dan satu meninggal dunia.

Ponpes Al-Fatah, Temboro, Magetan menjadi klaster penularan virus corona di wilayah Jawa Timur. Bupati Magetan Suprawoto menyebut ponpes itu menampung sekitar 22 ribu santri dari Indonesia dan sejumlah negara. | CNN Indonesia

Seorang mahasiswa berisial M, 35, asal Kecamatan Baktia, Aceh Utara, yang selama ini kuliah di Mesir, menjalani pemeriksaan suhu tubuh oleh tim medis Dinkes Aceh Utara di posko Gugus Tugas COVID-19 di Landeng, Lhokseukon. (Foto/Ist)
Banda Aceh - Seorang mahasiswa berisial M, 35, asal Kecamatan Baktia, Aceh Utara, yang selama ini kuliah di Mesir, memilih untuk menjalani karantina di rumah singgah bekas Shelter Rohingya di Gampong Blang Adoe Kecamatan Kuta Makmur.

Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Aceh Utara, Amir Hamzah, membenarkan adanya seorang mahasiswa asal aceh Utara, yang baru tiba dari Mesir, langsung diantar pihak keluarga untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Posko COVID-19 yang berada di Landeng, Kecamatan Lhoksokon, Rabu (29/4/2020).

“Atas permintaan sendiri dan pihak keluarga mahasiswa tersebut meminta dia istirahat di rumah singgah hunian sementara Blang Adoe Kecamatan Kuta Makmur. Itu dilakukan demi menjaga keluarga, tetangga dan masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona (COVID-19) sesuai seruan pemerintah,“ kata Amir Hamzah.

Disebutkan, sesampainya di posko dilakukan protokol kesehatan oleh Tim medis Dinkes Aceh Utara. Diantaranya pemeriksaan suhu tubuh yang bersangkutan dan suhu tubuhnya normal 35.5 ° sementara keluhan lain tidak ada.

“Meskipun tidak ada gejala penyakit, namun yang bersangkutan minta agar dia dikarantina selama 14 hari kedepan di rumah singgah yang disediakan pemerintah Aceh Utara. Kita memberikan apresiasi kepada mahasiswa tersebut dan bisa dicontoh oleh yang lainnya karena sadar dan patuh atas anjuran pemerintah,” pungkasnya.| waspadaaceh.com

Ratusan TKI asal Malaysia dipulangkan melalui Pelabuhan Tanjungpinag, Kepulauan Riau, Rabu (29/4/2020). Dalam rombongan tersebut termasuk warga asal Aceh.
Banda Aceh – Sedikitnya 11 warga asal Aceh yang masuk dalam rombongan 241 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dikembalikan dari Malaysia pada 29 April 2020, harus menjalani observasi (karantina) selama 14 hari di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sebelum dikembalikan ke daerah masing-masing.

Informasi dari Pusdalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Aceh menyebutkan, pada Rabu 29 April 2020 ada dua kapal yang memulangkan PMI/TKI/Warga Negara Indonesia migran korban perdagangan orang (WNI-M KPO) dari Pasirgudang, Malaysia ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Pada pukul 13.00 WIB, kapal MV Marina Syaputra I merapat di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang. Selanjutnya pada pukul 14.00 WIB dari titik tolak yang sama lego jangkar MV Citra Indah 99.

Jumlah TKI dari kedua kapal dengan 13 awak tersebut sebanyak 241 orang terdiri 151 laki-laki dan 90 perempuan.

TKI asal Aceh yang berjumlah 11 orang tersebut berasal dari Kota Lhokseumawe 1 orang, Kabupaten Aceh Utara 2 orang, Kabupaten Aceh Tamiang 1 orang, Kabupaten  Aceh Timur 3 orang, Kabupaten Bireuen 2 orang, Kabupaten Aceh Barat Daya 1 orang, dan Kabuaten Aceh Tenggara 1 orang. | Serambinews.com


Semarang - Rupanya instruksi Persiden RI, Joko Widodo, dan Kapolri Idham Azis terkait pelarangan penagihan paksa terhadap kendaraan leasing oleh pihak lembaga keuangan tidak digubris sama sekali oleh perusahaan leasing SMS Finance yang berkantor di Jl. Imam Bonjol No. 180 CD, Semarang, Jawa Tengah. Bahkan instruksi dari Gubenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pun terkait hal yang sama hanya dianggap angin lalu oleh para oknum dari pihak SMS Finance itu.

Dari informasi lapangan diketahui bahwa para debt collector perusahaan leasing SMS Finance telah mengambil paksa sebuah unit mobil truk dengan cara menghentikan unit truk yang bermuatan pasir tersebut di jalan. Mereka menghadang unit sasaran menggunakan mobil berwarna silver dengan beberapa orang di dalamnya. Ikut juga bersama mobil silver itu, beberapa motor yang turut menghentikan truk tersebut. Peristiwa ini terjadi pada jam 20: 00 wib (jam 8 malam – red), Selasa, 21 April 2020.

Karena takut, supir dan istrinya menurut saja saat mereka diarahkan ke kantor yang katanya adalah cabang SMS Finance yang berada di Jogyakarta. Saat dibawah ke kantor itu, sopir dan istrinya tidak begitu paham tujuan dan lokasinya karena kondisi malam hari. Pintu kantor itu sudah tutup dan tidak ada seorangpun di dalamnya. Para oknum penarik unit truk itu hanya memberi tiga lembar surat yang isinya tentang BSTK saja, tanpa disertai surat putusan dari pengadilan. Hanya surat penarikan unit kendaraan saja.

Saat ditemui di kantornya, Lutfi, yang bertanggung jawab atas keluarnya BSTK (Berita Serah Terima Kendaraan) membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penarikan unit Toyota Dyna Nopol H 1805 AE di daerah Tempel, Sleman, Jogjakarta yang dikendarai Sarmadi (55), warga Kayon, RT 006 RW 001, Kelurahan Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Unit tersebut ditarik oleh sekelompok debt collector, mitra kerja PT. SMS Finance. Saat ditanyakan siapa saja yang menarik kendaraan truk tersebut, Lutfi tidak mau menyebutkan siapa mereka yang bertindak melawan instruksi Presiden, Kapolri, OJK, dan Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Di tempat terpisah saat supir, Sarmadi, yang ditemui awak media ini, mengatakan bahwa benar telah terjadi penarikan unit kendaraan yang digunakannya saat malam itu. “Ya mas, saya dengan istri dicegat oleh orang yang tidak saya kenal di jalan Tempel, Sleman, Jogya. Mereka menghadang truk saya yang malam itu sedang mengangkut pasir, dengan mobil mereka yang berwarna silver. Karena sudah malam saya tidak tau persis nomor mobil mereka mas. Karna saya kaget dan takut mereka orang banyak mas. Mereka bilang kalau mobil saya terlambat (bayar),” tutur Sarmadi.

Sarmadi juga mengakui bahwa dia terlambat melakukan pembayaran cicilan unit kendaraan tersebut. “Memang saya mengakui bahwa mobil saya ada keterlambatan semenjak saya operasi mata 4 bulan yang lalu, karena saya tidak boleh beraktivitas dahulu oleh dokternya mas,” imbuh Sarmadi.

Akibat operasi matanya itu, sambung Sarmadi, ia terkendala mencari penghasilan untuk membayarkan cicilan unitnya. Namun, kata dia lagi, di hari naas penarikan kendaraan itu, sorenya ia bermaksud membayar cicilan.

“Hari itu, sudah mau bayar ke kantor tapi sudah kesorean mas. Ya, saya kemudian langsung ke lokasi mencari pasir karena ada orang yang pesen pasir sama saya mas. Malah dicegat di jalan. Truk saya dibawa sama pasir-pasirnya. Dan, saya hanya diberikan duit 300 ribu buat ongkos pulang dengan istri saya mas. Karena sudah malam, saya dan istri saya terlunta-lunta di Jogja mas,” tambah Sarmadi lagi.

Dari pengakuan Sarmadi, yang mengadalkan kehidupannya dengan menjual jasa pengangkutan barang, angsuran atas unit truk yang masih harus dilunasi hanya 8 kali angsuran alias 8 bulan dari 36 kali angsuran. Karena kendala keuangan akibat operasi kedua mata, kiri dan kanan secara bergantian, maka dirinya menunggak selama 4 bulan.

“Padahal angsuran saya tinggal 8 x mas, sebulannya Rp. 2.613.000,- (dua juta enam ratus tiga belas ribu rupiah). Sisa pokok semuanya sekitar 21 juta. Mau saya bayar, eh kok bisa menjadi 48 juta. Saya kaget mas, kok bisa banyak seperti itu. Saya sendiri tidak tau mas. Karena saya orang desa gak ngerti kenapa bisa banyak seperti itu. Sampai saat ini pun istri saya sih trauma kalau ingat kejadian itu mas,” urai Sarmadi dengan nada sedih.

Mengacu pada putusan MK Nomor 18/PPU-XVII/2019 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011,
jelas bahwa PT. Sinar Mitra Sepadan Finance (SMS Finance) Cabang Semarang telah melakukan perbuatan melanggar hukum. Berdasarkan ketentuan yang ada, yang berhak mengeksekusi barang jaminan (fidusia) kendaraan bermasalah adalah kepolisian atas keputusan pengadilan.

Untuk menindaklanjuti kasus ini, praktisi hukum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Dolfie Rompas, menyarankan kepada korban perampasan unit oleh pihak leasing agar melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. “Berdasarkan aturan dari MK dan Kapolri tersebut, jelas bahwa apa yang dilakukan pihak debt collector dari PT. Sinar Mitra Sepadan Finance tanpa didasarkan pada keputusan pengadilan, jelas itu murni perbuatan pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana pada pasal 368 KUHP junto pasal 365 KUHP,” tegas Rompas.

Untuk itu, kata praktisi hukum senior PPWI itu, pihaknya menganjurkan agar korban membuat laporan polisi atas kejadian perampasan unit truk Toyota Dyna miliknya tersebut. “Korban seharusnya melapor ke Polisi ya, laporkan oknum perusahaan leasing itu dengan dugaan perbuatan pidana perampasan, ancamannya 9 tahun itu,” pungkas Rompas. (ADI/Red)

Ledakan dahsyat dari bom mobil di Afrin, Suriah, Selasa (28/4/2020). Foto/Twitter @ASBMilitary
ANKARA - Setidaknya 40 warga sipil tewas, termasuk 11 anak, ketika sebuah bom meledak di sebuah truk tanker minyak di kota Afrin, Suriah utara, Selasa (28/4/2020). Kementerian Pertahanan Turki menyalahkan milisi YPG Kurdi di Suriah atas serangan bom tersebut.

Dalam sebuah pernyataan di Twitter yang dikutip Reuters, kementerian itu mengatakan ledakan bom yang mengguncang Afrin terjadi di daerah yang ramai di pusat kota.

Sebuah video yang dibagikan oleh kementerian itu menunjukkan asap hitam mengepul di udara, sedangkan ambulans dan sirene polisi meraung-raung.

Ankara memandang YPG Kurdi Suriah sebagai kelompok teroris yang terkait dengan militan Kurdi di tanah Turki. Pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan telah meningkatkan operasi militer di Suriah utara untuk memukul mundur milisi YPG Kurdi menjauh dari perbatasan.

Militer Turki dan sekutu pemberontak Suriah-nya merebut Afrin dari YPG pada Maret 2018 dalam serangan besar-besaran.

Ledakan pada hari Selasa adalah salah satu serangan bom paling mematikan yang menghantam wilayah di bawah kendali pasukan pemberontak Suriah yang didukung Turki. Ankara sering menyalahkan YPG atas serangan itu, sementara milisi YPG mengaku tidak menargetkan warga sipil.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), ledakan itu berasal dari sebuah bom mobil di jalan Raju di pusat kota Afrin. | Sindonews

SEUMILUE – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh, mendistribusikan 1.571 paket sembako untuk masyarakat miskin yang ekonominya terdampak akibat pandemi Covid-19 atau Virus Corona di Aceh.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, yang diwakili oleh Kepala UPTD Rumoh Seujahtra Beujroh Meukarya (RSBM) Dinas Sosial Aceh, Yusri, memimpin rombongan untuk mengantarkan dan menyerahkan langsung paket sembako yang diterima Bupati Seumilue, Erli Hasim, dan Wakil Bupati Afridawati di halaman kantor bupati setempat, Selasa 28/4/2020.

Usai menyerahkan paket bantuan, Yusri mengatakan, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh menyalurkan paket bantuan ini atas dasar jumlah dan data yang diperoleh Dinas Sosial Aceh dari SK Bupati Seumilue beberapa waktu lalu, yaitu untuk 1.571 paket atau 1571 kepala keluarga.

“Dimana mereka adalah masyarakat kurang mampu yang ekonominya terdampak akibat pandemi virus corona di Aceh,” ujar Yusri, yang juga didampingi oleh Kepala UPTD Rumoh Seujahtra Jroh Meukarya (RSBM), Saifullah.

Karena itu, kata Yusri, dirinya berharap agar bantuan ini nantinya dapat diberikan kepada masyarakat yang memang berhak untuk menerima bantuan tersebut, seperti kriteria-kriteria yang telah ditentukan, yaitu masyarakat kurang mampu yang ekononinya terdampak.

“Tentunya mereka di luar dari penerima bantuan PKH dan BPNT atau bantuan pangan non tunai,” kata Yusri.

Yusri menuturkan, bantuan itu memang masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk masyarakat di Seumilu sebanyak 93.228 jiwa, akan tetapi sebelumnya pemerintah melalui bantuan APBN telah membantu masyarakat Seumilu sebanyak 10.892 jiwa dengan bantuan PKH dan BPNT.

“Jika diasumsikan satu KK atau keluarga penerima manfaat menanggung 4 jiwa, maka jumlah keseluruhan penerima bantuan baik itu PKH, BPNT dan bantuan imbas Covid-19, maka ada sebanyak 49.852 jiwa masayarakat Seumilu yang dibantu pemerintah, baik dari APBA dan APBN,” kata Yusri.

Kepada para relawan yang bertugas melakukan pendistribusian, Yusri berharap agar bantuan tersebut langsung diantar ke rumah-rumah warga, sehingga tidak terjadi kerumunan massa saat pendistribusian bantuan. Begitupun aparat penergak hukum agar mengawal proses penyaluran bantuan tersebut hingga ke rumah masyarakat.

“Ini sangat kami tekankan, jangan ada kerumunan, dan jangan ada penyelewengan,” kata Yusri.

Sementara itu, Bupati Erli Hasim mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Aceh, dan berharap agar bantuan tersebut benar-benar berguna untuk masyarakatnya yang saat ini sedang membutuhkan bantuan.

“Terimakasih Pemerintah Aceh atas bantuan yang diberikan kepada kami. Namun kami juga berharap agar adanya bantuan-bantuan lain yang dapat diberikan kepada kami di sini, seperti APD (alat pelindung diri),” katanya. Turut hadir serta unsur Forkopimda kabupaten setempat.

ACEH BARAT – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh, menyalurkan 448 paket sembako untuk masyarakat kurang mampu di Kabupaten Aceh Barat, yang ekonominya terdampak akibat pandemi Covid-19 atau Virus Corona. Paket sembako tersebut sesuai dengan jumlah yang tertera dalam Surat Keputusan Bupati Nomor 355 Tahun 2020, tentang Penetapan Data Penerima Manfaat Imbas Wabah Corona Virus di Kabupaten Aceh Barat.

Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Sosial Aceh, yang diwakili Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Isnandar, yang diterima langsung oleh Bupati Aceh Barat, Ramli MS di halaman Kantor Bupati Aceh Barat, Selasa (28/4/2020).

Isnandar dalam sambutannya mengatakan, bantuan sembako itu diantar dan diserahkan kepada Bupati Aceh Barat sudah sesuai dengan surat keputusan Bupati yang diteken oleh H.Ramli,MS selaku kepala daerah Kabupaten Aceh Barat.

Menurut Isnandar, jika merujuk pada data yang dipublis Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, Aceh Barat memiliki jumlah penduduk sebanyak 210.113 jiwa, dengan penduduk miskin berjumlah 39.288 jiwa. Sementara jumlah penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Keluarga Harapan (PKH) untuk Aceh Barat berjumlah 19.388 kepala keluarga (KK) atau keluarga penerima manfaat (KPM). Kemudian, ditambah lagi dengan penerima paket sembako akibat pandemie virus corona dari pemerintah Aceh sebanyak 448 KK.

"Dari jumlah bantuan di atas, jika kita asumsikan 1 KK memiliki tanggungan 4 jiwa, suami istri dan 2 anak, maka dapat disimpulkan ada sebanyak 79.344 jiwa yang sudah dibantu oleh pemerintah, baik APBN maupun APBA.  Artinya, bantuan yang tersalurkan sudah melebihi angka kemiskinanAceh Barat," ujar Isnandar, usai penyerahan paket sembako kepada Bupati Aceh Barat.

Tidak Bisa Kita Bagi Hari Ini

Sementara itu, Bupati Aceh Barat  Ramli MS berterimakasih kepada Pemerintah Aceh atas bantuan yang telah diberikan untuk Aceh Barat.

"Terimakasih juga kepada pemerintah Aceh, yang sudah mengantar bantuan ini," ujar Ramli, yang pada penyerahan paket sembako dari Pemerintah Aceh tersebutm turut hadir para penggerak PKK tingkat Kecamatan dan para camat.

Namun, kata Ramli, bantuan dari Pemerintah Aceh tersebut bulum bisa dibagikan langsung kepada masyarakat, alasan Ramli agar tidak terjadi upaya provokasi dari pihak-pihak tertentu yang tidak disebutkan secara rinci olehnya.

“Bantuan dari provinsi ini tidak bisa kita bagi ini hari ini. Kenapa? nanti akan ada provokatif, kenapa ini dapat itu ga dapat, yang di demo adalah bupati, ribut kita,” kata Ramli.

Untuk itu, dia mengingatkan agar semua bantuan yang sifatnya institusi, atau yang bersifat titipan agar dikoordinasikan dengan pihaknya di Pemerintah Aceh Barat, biar pihaknya yang menyalurkan langsung ke masyarakat sehingga tidak terjadi tumpang tindih terima bantuan.

“Maka seperti kemarin saya udah umumkan di koran, semua bantuan yang sifatnya institusi, atau hanya titipan, harus ada koordinasikan dengan kita, baik dari provinsi harus ada koordinasi dengan kita, biar kita (daerah) yang salurkan, yang penting sudah diberikan kepada kita, kita sudah mempertanggungjawabkan bukan untuk dikorupsi,” tegas Ramli. []

Aparat kepolisian membubarkan aksi balap liar di kawasan Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Aceh, Selasa, 28 April 2020 pagi. (Foto: Tagar)
Banda Aceh - Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh, Aceh kembali membubarkan aksi balap liar yang beraksi di wilayah hukum polresta setempat pada Selasa, 28 April 2020.

Dalam pembubaran itu, tiga pembalap liar ditangkap dan diboyong ke kantor kepolisian. Ketiga pembalap itu tampak menangis di depan petugas.

Video ketiga pembalap liar yang menangis itu viral di media sosal. Sejumlah warga ramai-ramai membagikan video tersebut ke sejumlah WhatsApp Grup (WAG).
 
Biasanya aksi balapan liar ini didominasi oleh para remaja. Mereka sering berpindah lokasi hingga ke Lambaro, Batoh, Lampeuneurut, dan Lampineung.

Dalam video itu, ketiga pembalap liar itu tak jelas apakah menangis atau hanya berpura-pura. Saat diinterogasi oleh petugas, ketiganya meminta untuk dilepas dengan pertimbangan dan alasan berbeda.

Ketiga pembalap liar yang diamankan itu adalah DG, 16 tahun, MI, 12 tahun, dan AR, 14 tahun. Mereka meminta untuk dilepas dengan berbagai alasan, mulai karena ibunya sedang hamil tua hingga tak bisa membantu orang tua mencari rezeki.

Kepala Satuan Samapta Bhayangkara (Kasat Sabhara) Polresta Banda Aceh, Komisaris Polisi Yusuf Hariadi menyebutkan, ketiga pembalap liar itu diamankan di kawasan Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh pada Selasa, 28 April 2020 usai salat Subuh.

“Para joki balap liar dominannya berusia 12-16 tahun. Hal ini terungkap pada saat pelaku tertangkap tadi pagi di kawasan Pelabuhan Ulee Lheue yang sedang melaksanakan balapan liar,” kata Yusuf dalam keterangannya kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa, 28 April 2020.

Ia menjelaskan, pada bulan Ramadan aksi balap liar memang kerap terjadi di wilayah Banda Aceh. Aksi tersebut biasanya dilakukan setelah salat Subuh.

“Biasanya aksi balapan liar ini didominasi oleh para remaja. Mereka sering berpindah lokasi hingga ke Lambaro, Batoh, Lampeuneurut, dan Lampineung,” ujarnya.

Yusuf menuturkan, penangkapan pembalap liar di kawasan Ulee Lheue pagi tadi bermula dari informasi masyarakat. Lalu, aparat kepolisian dari Sat Sabhara Polresta Banda Aceh bersama Polsek Ulee Lheue menuju ke lokasi dan membubarkan aksi tersebut.

“Meskipun sudah ditertibkan namun masih saja ada aksi balap liar di kawasan tersebut,” kata Yusuf.

Setelah diinterogasi beberapa saat, kata Yusuf, petugas melepas ketiga pembalap liar tersebut dan diserahkan kepada orang tuanya masing-masing. Ia berharap peran orang tua untuk selalu menjaga anaknya supaya tidak melakukan aksi serupa.

Sedangkan sepeda motor yang digunakan untuk balap liar akan ditahan sementara waktu di Mapolresta Banda Aceh. Sepeda motor ini baru bisa diambil setelah lebaran Idul Fitri 1441 H dengan melengkapi surat dan kelengkapan kendaraan lainnya.

“Kami setiap hari akan melakukan patroli guna mencegah gangguan ketertiban masyarakat di dalam wilayah hukum Polresta Banda Aceh. Ke depan apabila ditemukan para pelaku balap liar, maka akan diberikan tindakan tegas sesuai dengan undang-undang,” ujarnya. | tagar.id

Banda Aceh - Pencapaian program pencegahan korupsi terintegrasi di Kota Banda Aceh tercatat sebagai yang tertinggi persentasenya di Provinsi Aceh Dibanding 23 kabupaten/kota lainnya, progres indikator Monitoring Center for Prevention (MCP) Korsupgah KPK di Banda Aceh pada 2019 lalu mencapai 77 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Pencegahan KPK-RI Pahala Nainggolan pada acara sosialisasi keberhasilan program pencegahan korupsi terintegrasi dan penjelasan teknis indikator keberhasilan MCP 2020, Senin (27/4/2020), melalui video teleconference dengan para kepala daerah dan pejabat terkait di Aceh.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman yang mengikuti acara dari pendopo bersama jajarannya mengucap syukur atas capaian itu.

“Alhamdulillah untuk tingkat provinsi, Banda Aceh yang tertinggi persentase capaian program pencegahan korupsinya. Angkanya mencapai 77 persen dan hanya Banda Aceh yang berada di zona hijau,” ungkapnya.

Wali kota pun mengajak seluruh jajaran pemerintahannya untuk mempertahankan prestasi tersebut dan terus memperkuat upaya pencegahan korupsi.

“Selalu jalankan tugas dengan baik dan sesuai SOP. Saya harapkan juga komitmen kepala dinas dan jajaran untuk jauh dari korupsi,” ujar Aminullah.

Sementara mengenai pelaporan MCP Korsupgah KPK 2019, Aminullah mengatakan ada delapan fokus program pencegahan korupsi yang sudah dilakukan Pemko Banda Aceh yakni terkait perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, dan kapabilitas APIP.

Kemudian manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah, dan tata kelola dana desa. Banda Aceh pun meraih skor tertinggi di empat bidang yakni perencanaan dan penganggaran APBD dengan skor 91 persen, manajemen ASN (71%), optimalisasi pendapatan daerah (100%), dan manajemen aset daerah dengan skor 86 persen.

“Sementara fokus MCP Korsupgah KPK 2020 berdasarkan rapat teleconference tadi, ada pada peningkatan PAD, potensi objek PAD yang baru, inovasi peningkatan PAD, dan manajemen aset daerah, termasuk di dalamnya penyelesaian konflik aset,” katanya. | Analisaaceh.com


BELITUNG- Dengan semakin meluasnya Covid-19 di seluruh daerah Indonesia, Pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah melakukan tindakan physical distancing. Hal tersebut sangat berdampak berkurangnya penghasilan masyarakat hingga PHK.

Wujud Semangat dan Kepedulian Para Purna Paskibraka Indonesia (PPI) yang berada di Kabupaten Belitung dalam pencegahan Covid-19 dilaksanakan dalam bentuk Kegiatan “Berkah Ramadhan PPI Belitung”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (26/4) ini diinisiasi oleh Pengurus Kabupaten PPI Belitung. Dalam kegiatan tersebut Pengurus Kabupaten PPI Belitung menyalurkan Bantuan Paket Sembako yang terdiri dari Beras Premium, dan Makanan Siap Saji kepada Masyarakat yang sangat terdampak secara ekonomi. Mereka merupakan Lansia, penderita sakit Stroke lumpuh dan juga WBP yang menerima Asimilasi dirumah. 

Dalam kegiatan penyaluran tersebut Ketua Pengurus Kabupaten PPI Belitung didampingi Wakil Ketua M. Yunus, Wakil Bendahara Rina Dardini, S.IP dan sejumlah Pengurus Kabupaten PPI Belitung lainnya.

Ditemui disela – sela Kegiatan Koordinator Kegiatan Bayu Rizki menuturkan dalam kegiatan “Berkah Ramadhan PPI Belitung” ini akan dilakukan 2 Tahap yaitu Pembagian Paket Sembako dan juga Pembagian Hand Sanitizer dan Masker. Kegiatan ini tentunya atas dukungan dari masyarakat dan keluarga besar PPI yang turut berdonasi melalui kami. Kita salurkan langsung ke rumah – rumah, untuk melihat langsung kondisi mereka dan bersilaturahmi. Salah satu yang kami kunjungi tadi, bahkan tinggal dirumah yang sangat memprihatinkan, dapat dikatan nyaris rubuh, ujar Taruna Tingkat akhir Poltekip ini.

Terpisah Ketua Pengurus Kabupaten PPI Belitung Yovie Agustian Putra, A.Ma.Pust menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam gerakan ini. Saat ini bangsa Indonesia sedang dilanda ujian berat dengan merebaknya wabah Covid-19. Wabah ini meluas dengan cepat dan mengakibatkan sejumlah dampak sosial maupun ekonomi yang cukup berat. Saatnya kita saling berkontribusi, bukan hanya mengkritisi. Lakukan aksi – aksi nyata sekecil apapun untuk meringankan beban Pemerintah dan juga menyenangkan hati saudara – saudara kita yang benar – benar sangat terdampak dengan wabah covied-19 ini.

Selain itu saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Agar tetap dirumah, hindari kerumunan, hindari aktivitas diluar rumah, bantu Pemerintah dengan Tidak berkeliaran dijalanan, kalau terpaksa keluar untuk mencari nafkah pakai masker, itu Aksi kecil kita untuk meringankan beban Pemerintah, dan juga untuk menghapus air mata para Tenaga Medis yang saat ini berpisah dengan keluarga berjuang digarda terdepan.

,
LHOKSEUMAWE - Staf Potmar Pangkalan TNI AL (Lanal) Lhokseumawe membagikan masker secara gratis ke pengguna jalan yang melintasi di depan Markas Komando Lanal Lhokseumawe, untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19.

Kegiatan pembagian masker gratis tersebut dipimpin Paspotmar Lanal Lhokseumawe Kapten Laut (KH) Fahriz.

Danlanal Lhokseumawe Letkol Laut (P) M Dimmi Oumry melalui Paspotmar Lanal Lhokseumawe Kapten Laut (KH) Fahriz mengatakan, pembagian masker itu diberikan kepada pengguna kendaraan roda dua yang melintas didepan Mako Lanal, jln PT KKA  Kecamatan Dewantara

"Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Lanal Lhokseumawe dalam  upaya pencegahan serta memutus rantai penyebaran Virus Corona atau COVID-19 pada masyarakat di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe, ujar Kapten Fahriz di Mako Lanal Lhokseumawe, Senin (27/4/2020).

Sebagai wujud kepedulian TNI AL Lanal Lhokseumawe dalam memerangi dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 membagikan masker gratis sebanyak 100 lembar.

Pembagian masker secara gratis ini akan terus diupayakan agar tiap minggunya para personel Lanal dapat membagikan masker gratis untuk masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kita edukasi warga tentang pentingnya pakai masker dan cara pencegahan penyebaran Virus Corona. Ia juga mengimbau, supaya masyarakat untuk selalu menggunakan masker, demi kepentingan kita bersama dan mematuhi peraturan yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah. Mari kita  sama-sama peduli dalam mencegah COVID-19 mulai dari kita sendiri," ujar Paspotmar Lanal Lhokseumawe. []

Cibinong - Habib Bahar bin Smith menolak pembebasan bersyarat dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong dalam program asimilasi pencegahan peredaran virus corona atau Covid-19.

Selama dalam di Lapas Cibinong atau Lapas Pondok Rajeg, Habib Bahar bin Smith menjalankan kegiatan rutin di Lapas dan melakukan dakwah bagi para Napi lainnya.

Seperti diketahui, Habib Bahar bin Smith menjadi terpidana setelah didakwa melakukan penganiayaan terhadap beberapa santri.

Atas perbuatannya, Bahar bin Smith divonis penjaran 3 tahun penjara. Selama menjalani hukuman di Lapas Cibinong, Habib Bahar bin Smith rupanya memiliki banyak pengikut.

Para pengikut Bahar bin Smith umumnya para nara pidana dengan berbagai kasus, baik kriminal maupun Narkoba.

Kondisi terkini Habib Bahar bin Smith sejak yang bersangkutan menolak program pembebasan diungkap oleh politikus Fadli Zon lewat akun Twitter.

Fadli Zon menggungah foto Habib Bahar bin Smith sedang bersama puluhan murid-muridnya.

Puluhan murid Habib Bahar bin Smith yang semuanya Napi dengan berbagai kasus itu mengelilingi Bahar bin Smith yang menggunakan topi dan jaket hitam.

Dalam foto yang diunggah Fadli Zon, Senin (27/4/2020) tampak puluhan Napi yang mengeliling Bahar bin Smith bertelanjang dada dan menganakan kopiah putih.

Hampir sebagian besar Napi yang berfoto bersama Bahar bin Smith bertato.

Dalam keterangan fotonya, Fadli Zon menulis caption

"Ini foto epik. Habib Bahar Smith bersama murid-muridnya di Lapas Cibinong, Bogor. Diambil dr photo booth Lapas, foto oleh salah seorang napi."

Foto itupun mengundang komentar dari para warganet.

Seperti yang diungkapkan akun Madridista yang menulis komentar : Aamiin Ya Robbal Aalamiin

Komentar juga ditulis pemilik akun

Agung_cheryl : Ya moga aja yg baru tobat gak nelen mentah² ilmu dari gurunya....biasanya yg baru hijrah rawan

Tolak Dibebaskan

Seperti diberitakan sebelumnya, terpidana kasus penganiayaan Habib Bahar bin Smith menolak dibebaskan dari Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor.

Habib Bahar bin Smith termasuk dalam pidana umum yang mana bisa bebas atas program asimilasi yang keluarkan Kementerian Hukum dan HAM demi mencegah penularan virus corona (Covid-19) di dalam Lapas.

"Iya betul," kata Kuasa Hukum Habib Bahar bin Smith, Ichwan Tuankota membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Rabu (8/4/2020) lalu.
Habib Bahar bin Smith
Habib Bahar bin Smith (istimewa/wartakotalive.com)

Habib Bahar menolak tawaran bebas asimilasi dan tetap memilih mendekam di dalam Lapas Cibinong.

Meskipun ratusan Napi lainnya sudah dinyatakan bebas dan keluar dari lapas atas program asimilasi atau dirumahkan demi mencegah penyebaran Covid-19 ini.

Ichwan menjelaskan bahwa terkait alasan Habib Bahar bin Smith menolak untuk bebas karena lebih memilih mengajar murid-muridnya di dalam lapas sampai pembebasan nanti.

"Alasannya, Habib Bahar bin Smith pilih tetap di dalam penjara mengajar murid-muridnya sampai waktu pembebasan bersyaratnya berlaku sesuai Undang Undang," kata Ichwan Tuankotta.

Divonis 3 Tahun

Jaksa penuntut umum yang menuntut terdakwa kasus penganiayaan Habib Bahar bin Smith menerima putusan hakim dan tidak akan menyatakan banding atas pidana penjara 3 tahun yang dijatuhkan.

"Jaksa menyatakan menerima putusan hakim, tidak akan mengajukan upaya hukum atas vonis Pengadilan Negeri Bandung yang mengadili Habib Bahar," ujar Kasipenkum Kejati Jabar, Abdulmuis Ali di Jalan LLRE Martadinata, Rabu (17/7/2019) lalu.

Habib Bahar bin Smith divonis penjara 3 tahun, sedangkan tuntutan jaksa menuntut 6 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana di Pasal 333, 170 dan Pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak.

"Dalil pertimbangan jaksa, diakomodir seluruhnya oleh hakim dalam memutus perkara tersebut," katanya.

Sementara itu, terkait eksekusi putusan hakim, jaksa masih menunggu salinan lengkap putusan majelis hakim.

"Untuk pelaksanaan eksekusi akan sesuai domisili terpidana, yakni di Kabupaten Bogor," ujar Ali.

Over Kapasitas

Lapas Kelas IIA Cibinong atau Lapas Pondok Rajeg yang dihuni Habib Bahar bin Smith dan dua muridnya di Cibinong, Kabupaten Bogor rupanya sudah overkapasitas.

Kalapas Pondok Rajeg, Anak Agung Gde Krisna menjelaskan bahwa penghuni lapas sudah lebih 875 orang dari kapasitas idealnya.

Habib Bahar pun, kata dia akan dicampur dengan napi lain namun penempatan sel masih belum dilakukan karena Habib Bahar harus menjalani masa pengenalan lingkungan (mapenaling) terlebih dahulu.

"Bercampur dengan napi lain. Karena kita overkapasitas. Hari ini lapas Cibinong diisi atau penghuninya 1.431 orang ditambah 3 orang. Over dari kapasitas 875," kata Agung saat ditemui TribunnewsBogor.com, Kamis (8/8/2019) lalu.

Terpisah, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Kristanto mengatakan bahwa penempatan napi Habib Bahar bin Smith ini sesuai dengan permintaan keluarga dan sudah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Bandung.

Sesuai pemintaan keluarga, kata dia penempatan ini dilakukan agar lebih dekat dengan rumah keluarganya di Bogor.

"Sesuai dengan permintaan keluarga dan putusan majelis hakim dia ditahan di sini (Lapas Pondok Rajeg). Alasannya dia kan rumahnya di sini dan tempat kecilnya di sini (Bogor), dekat dengan keluarga," kata Kristanto.

Diberitakan sebelumnya, Habib Bahar bin Smith dan dua muridnya resmi menjadi narapidana Lapas Pondok Rajeg pada Kamis (8/7/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Diketahui atas kasus penganiayaan yang dilakukan, Habib Bahar divonis majelis hakim 3 tahun penjara sedangkan muridnya Habib Agil 2 tahun dan Habib Basit 1 tahun kurungan.(*)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Tolak Bebas Bersyarat, Kondisi Habib Bahar bin Smith Dibocorkan Fadli Zon : Dikelilingi Puluhan Napi

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menginstruksikan jajaran polres di seluruh Indonesia menyisir dan mendata warga yang belum mendapatkan bansos dari pemerintah. Foto/Dok. SINDOnews
JAKARTA - Kapolri Jenderal Idham Azis menginstruksikan setiap jajaran polres di seluruh Indonesia turut berkontribusi membantu warga terdampak virus corona baru alias covid-19. Masing-masing polres diperintahkan menyalurkan bantuan 10 ton beras dan sembako lain kepada warga yang belum mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Kapolri juga sudah meminta sekitar 500 polres di Indonesia untuk mendata warga yang terdampak covid-19 dan tidak mendapatkan bansos dari pemerintah. "Seluruh polres menyiagakan 10 ton beras dan sembako lain untuk bisa segera disalurkan bagi masyarakat yang belum sempat mendapatkan bansos," kata Idham, Senin (27/4/2020).

Dana kontinjensi dari Mabes Polri pun siap dikucurkan ke tiap-tiap polres untuk membeli beras dan bahan pokok tersebut. "Anggaran dari Mabes Polri," ujarnya.

Sebelumnya Kapolri memberikan arahan melalui konferensi video kepada jajaran Kapolda se-Indonesia pada Kamis 23 April 2020. Sejumlah arahan tersebut yakni meminta jajaran untuk memastikan kelancaran distribusi logistik dan bantuan sosial, mengedepankan tindakaan preemtif, preventif, dan humanis dalam menerapkan kebijakan PSBB.

Polri melibatkan TNI dan pemangku kepentingan terkait dalam kegiatan kemasyarakatan, mengganti istilah siaga I dengan kesiapsiagaan, melarang penggunaan kata tembak di tempat dan menegaskan tidak ada penyiapan sniper.

"Jika pelaku kejahatan membahayakan keselamatan masyarakat dan anggota Polri, maka lakukan tindakan tegas dan terukur," tutur mantan Kabareskrim Polri ini.

Selanjutnya mengimbau jajarannya mematuhi Maklumat Kapolri, menunda pelaksanaan PON di Papua, dan membagikan bansos kepada masyarakat yang belum terdata sebagai penerima bansos pemerintah. | Sindonews

Banda Aceh - Sebanyak 45 warga di Aceh terindikasi positif Corona berdasarkan hasil rapid test. Mereka saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan swab tenggorokan.

"(Sebanyak) 45 orang (positif Corona hasil rapid test di seluruh Aceh)," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif saat dikonfirmasi detikcom, Senin (27/4/2020).

Warga yang positif Corona berdasarkan hasil rapid test tersebut tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Hanif mengaku masih mengecek mereka dirawat di rumah sakit atau melakukan karantina mandiri.

"Saya cek dulu," jelas Hanif saat ditanya keberadaan ke-45 warga tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengumumkan dua warga positif Corona melalui rapid test setelah dilakukan pemeriksaan di sejumlah puskesmas di Kota Gemilang. Pemeriksaan tersebut dilakukan pada 20-25 April di 11 puskesmas di Banda Aceh.

"Dari 2.125 orang yang diperiksa, dua positif terjangkit COVID-19 berdasarkan hasil rapid test," kata Aminullah dalam keterangannya.

Keduanya adalah satu warga Banda Aceh yang diperiksa di Puskesmas Jaya Baru dan satu lagi warga Aceh Besar yang diperiksa di Puskesmas Baiturrahman. Menurut Aminullah, kedua warga tersebut saat ini sedang menjalani isolasi mandiri dan sudah diambil sampel swab untuk dilakukan pemeriksaan PCR agar hasilnya lebih akurat.

"Nanti begitu hasil tes swab-nya keluar akan kita umumkan segera ke publik," jelas Aminullah.

Informasi dihimpun detikcom, dua daerah lain yang melaporkan adanya positif Corona berdasarkan rapid test adalah Aceh Tamiang sebanyak lima kasus dan Simeulue tiga kasus. | Detik.com

Ilustrasi pengamanan TKI Ilegal dari Malaysia. (Dok. Humas Bakamla RI)
Medan - Gelombang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia masih terus memasuki wilayah Sumatera Utara (Sumut) di masa pandemi virus corona (Covid-19). Padahal, Malaysia telah memperpanjang penutupan wilayah atau lockdown hingga 12 Mei.

Kali ini, Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Tanjung Balai Asahan Lantamal I, Koarmada I kembali mengamankan 20 orang pekerja migran ilegal di perairan Tanjung Siapi-Api Kabupaten Asahan, Minggu (26/4).

Para pekerja ilegal ini menumpang sampan untuk melakukan perjalanan tidak resmi dari negara tetangga. Ke-20 orang tersebut terdiri 13 laki-laki dan 7 orang wanita termasuk satu balita perempuan.

"Mereka ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat dan langsung kita tindak lanjuti dengan melakukan pergerakan serta pengejaran menggunakan Kapal Patkamla (Patroli Keamanan Laut) TBA I-1-61," kata Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Dafris Datuk Syahrudin, Minggu (20/4).

Sampan tersebut diamankan pada pukul 01.30 WIB. Selanjutnya sampan diperiksa dan digiring ke Posmat Bagan Asahan, Lanal Tanjung Balai Asahan guna diperiksa lebih lanjut.

"Setibanya di Posmat Bagan Asahan, seluruh penumpang sampan diperiksa dengan menerapkan protap pemeriksaan pada saat Pandemi Covid-19 oleh Satgas Covid-19 Lanal Tanjung Balai Asahan," kata dia.

Pemeriksaan kesehatan, pengukuran suhu badan dan penyemprotan cairan disinfektan kepada penumpang, barang bawaan maupun kapal yang digunakan tetap dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona yang datang dari luar negeri.



"Kondisi mereka baik setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan awal oleh Tim Kesehatan Lanal Tanjung Balai Asahan serta pemeriksaan kapal. ABK dan TKI selanjutnya kita serahkan ke Satgas Covid-19 Kota Tanjung Balai untuk penanganan lanjutan terkait dengan pandemi virus corona," tambahnya.



Dari hasil pemeriksaan, didapat hasil bahwa ke-20 TKI ilegal tersebut melakukan perjalanan dari Malaysia menuju ke Kuala Leidong, Kabupaten Labura. Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan kembali ke daerah asal mereka yakni Batubara, Langkat dan Aceh.

"Dua puluh orang tersebut kini ditangani oleh Kantor Imigrasi dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tanjung Balai guna dilakukan proses lanjutan dan karantina," ujar Dafris.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) I Belawan, Laksma TNI Abdul Rasyid, mengatakan TNI AL, tidak akan mengendurkan pengawasan terhadap jalur-jalur masuk secara ilegal melalui laut.

"Kita tidak akan mengambil resiko besar pada waktu seperti saat ini, apalagi penyebaran virus Corona dikhawatirkan datang dari luar negeri. Kita terus meningkatkan tugas patroli terutama di tempat-tempat yang disinyalir menjadi jalur-jalur masuk secara ilegal," tegasnya.



Selain penyelundupan TKI ilegal yang akhir-akhir ini marak terjadi di Tanjung Balai Asahan, juga diwaspadai kemungkinan penyelundupan lainnya seperti komoditas dan narkoba.

"Dalam beberapa pekan terakhir kita sudah kesekian kali mengamankan TKI yang kembali dari Malaysia dan itu selalu menjadi perhatian lebih kita akhir-akhir ini guna meningkatkan patroli," paparnya. | CNN Indonesia

Banda Aceh - Tim percepatan implementasi Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki yang dipimpin Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko disorot. Ditunjuk Presiden Jokowi tiga bulan lalu tapi belum ada pembahasan sama sekali terkait penuntasan MoU Helsinki.

Pengamat intelijen senior Suhendra Hadikuntono mengkritisi tim tersebut karena dinilainya belum ada kinerja pergerakan sejak diinstruksikan Presiden Jokowi.

"Sudah tiga bulan. Jangankan solusi, satu kalimat pun tak ada yang dibahas," kata Suhendra, dalam keterangannya, Minggu, 26 April 2020.

Dia menjelaskan pentingnya penuntasan poin-poin MoU Helsinki yang belum direalisasikan. Suhendra bilang MoU Helsinki punya catatan sejarah sebagai perjanjian damai yang ditandatangani Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah RI di Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2006.

"Namun, hingga lebih dari 15 tahun setelah ditandatangani, masih banyak butir-butir MoU Helsinki yang belum dilaksanakan," jelas Suhendra.

Dia menyinggung pertemuan eks Petinggi GAM sekaligus Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Al-Haythar dengan Presiden Joko Widodo serta Moeldoko di Jakarta pada 13 Februari 2020. Usai pertemuan itu, Jokowi menginstruksikan Moeldoko agar persoalan MoU Helsinki yang masih mengganjal bisa diproses dalam tiga bulan ke depan.

"Sampai saat ini kinerja tim yang dipimpin Pak Moeldoko tidak move on," tutur Suhendra.

Pun, ia mempertanyakan bila alasan belum ada pembahasan karena wabah Corona Covid-19. Sebab, setidaknya dengan cara efisiensi work from home serta teleconference bisa membahas poin-poin yang dipersoalkan.

"Apalagi instruksi Presiden Jokowi keluar jauh sebelum wabah Covid-19 datang," lanjut Suhendra yang juga termasuk tokoh perdamaian Aceh.

Dia menjelaskan, setidaknya ada 60 persen butir dalam MoU Helsinki yang sampai sekarang belum terealisasikan. Persoalan ini yang berimbas terhadap pembangunan di Aceh masih relatif stagnan. "Antara lain soal suku bunga, migas, dan lain-lain," jelas Suhendra.

Suhendra mengaku juga sudah berkomunikasi dengan Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Al-Haythar. Ia mengingatkan lagi pentingnya peranan MoU Helsinki bagi bangsa Indonesia.

Salah satunya, letak strategis Aceh yang berada di zona ekonomi. Hal ini mengacu letaknya yang dekat dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

Daerah Serambi Mekah itu juga berbatasan dengan Teluk Benggala di sebelah utara. Pun, berdekatan dengan Samudera Hindia di sebelah barat serta Selat Malaka di sebelah timur.

"Aceh berbatasan langsung dengan negara Malaysia, Thailand, Singapura, Myanmar dan India. Setiap hari ada ratusan kapal yang melewati perairan Aceh yang seharusnya bisa dimanfaatkan dari sisi ekonomi," ujarnya.

Menurut dia, dalam persoalan ini, pemerintah RI di Jakarta bisa proaktif. Kata dia, kesabaran masyarakat Aceh harus dihargai dan diperhatikan. Sejak jaman perjuangan kemerdekaan RI, Aceh sudah bergerak dengan deretan tokoh pahlawannya. .

"Ingat, ketika penjajah sudah merasa menang, di Aceh ada sebuah stasiun radio bernama Rimba Raya yang tetap menyatakan Indonesia masih ada, sehingga penjajah dan sekutunya kebingungan saat itu," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menunjuk Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk membantu percepatan implementasi persoalan MoU Helsinki antara pemerintah RI dengan GAM yang disepakati 15 tahun lalu itu.

Moeldoko, saat itu, mengatakan dalam waktu tiga bulan ke depan, ia akan berupaya menjalin koordinasi dengan tim dari Aceh. Koordinasi ini diperlukan agar menemukan formula dan solusi menyangkut harapan masyarakat Aceh.

"Dalam tiga bulan ke depan sudah ada formula-formula yang bisa menjadi solusi. Kami akan bekerja intensif dengan tim dari Aceh. Kita bersama-sama untuk membuat langkah-langkah," ujar eks Panglima TNI itu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020. | Viva



Statusaceh.net- Sebuah video tindak kekerasan serta penganiayaan yang dilakukan seorang oknum Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) beredar dan viral di media sosial.

Video yang berdurasi 01 menit 53 detik tersebut mempertontonkan bagaimana aksi kekerasan yang dilakukan oleh seorang oknum karutan berinitial RS terhadap bawahannya di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru.


Menurut informasi diterima redaksi video yang beredar tersebut adalah gabungan dari tiga video CCTV Rutan Sialang bungkuk dengan jangka waktu yang berbeda.

Salah satu sumber redaksi media ini yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan kronologis kejadian ketiga video kekerasan tersebut secara detail.

Video pertama  dengan lokasi di portir menurut sumber saat itu, Selasa (25/6/2019) oknum karutan berinitial RS datang keruang portir dengan alasan tidak mematuhi peraturan memukul dua petugas sipir yang berinitial DG salahsatu staf KPR dan Komandan jaga berinitial SMG,ironisnya sang kepala pengamanan rutan yang sampai sepulang menunaikan shalat ashar juga ditampar oleh oknum karutan tersebut.

Tidak sampai disana saja, sikap arogan serta semena-mena kembali ditunjukkan sang oknum karutan dengan mengeluarkan sepucuk senjata api yang terselip dipinggangnya serta mengancungkan kearah kearah wajah tahanan yang baru pulang sidang yang masih berada di ruang portir.

" Video pertama itu diportir kejadiannya, tiba-tiba karutan datang sambil ngamuk-ngamuk ngeluarkan kata-kata kotor,saat itu para tahanan sidang baru pulang, dia tanya kenapa orang kejaksaan dan polisi pulang gak nunggu napi sampai masuk ke blok,terus ada dua petugas yang dipukuli dan seorang KPR yang ditampar yang baru pulang shalat ashar ",jelas sumber.

Kemudian pada video kedua dan ketiga, sumber menceritakan Kamis (29/8/2019) kembali terjadi  pada malam hari  oknum karutan tiba-tiba mengamuk serta melakukan tindakan kekerasan yang tidak berprikemanusiaan kepada salahsatu petugas sipir berinitial MF.

Berawal dari petugas MF yang baru turun tugas dari pos penjagaan atas menuju ke toilet guna mengganti baju seragam namun belum sempat memasuki toilet petugas MF keburu dipanggil oleh oknum karutan lansung dilakukan pemukulan bagian muka secara brutal,bahkan petugas MF diminta membuka baju kaosnya untuk melakukan push up ditengah guyuran hujan deras.

Dengan alasan petugas MF tidak melakukan push up dengan mengepakkan tangan oknum karutan tersebut mendekati petugas MF dan menendang bagian wajah dan leher petugas.

Mirisnya si petugas MF yang kelelahan melakukan push up tersebut bukannya diminta untuk berdiri nbmun oknum karutan menginjak tubuh sipetugas tanpa prikemanusiaan.

" Saat petugas MF push up dengan tangan terbuka didatanginya lansung ditendang mukanya,karena kecapean MF berhenti lansung dipijak-pijak sama karutan padahal cuma hanya tidak pakai baju seragam tapi sampai segitunya diperlakukan bawahan ",ungkap sumber kepada redaksi.

Dari hasil penelusuranredaksi insiden kekerasan terhadap petugas rutan sialang bungkuk hingga kini sang oknum  karutan tersebut belum mendapatkan tindakan apapun dari institusi tempatnya bekerja, ironisnya oknum karutan tersebut saat ini telah dipromosikan menjabat di rutan kebonwaru,Bandung.

Atas viralnya video tersebut redaksi mencoba melakukan konfirmasi kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly melalui pesan WhatApsnya, Rabu (23/4/2020) dengan mengirimkan tiga video kekerasan tersebut kepadanya dengan memberikan sejumlah keterangan.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly yang menerima konfirmasi dari Redaksi mengaku tidak mengetahui insiden kekerasan tersebut dan berjanji akan segera menindaklanjuti insiden tersebut.

" Terimakasih dik informasinya, saya  akan segera tindaklanjuti ", tulis yasonna sosok yang dikenal akrab dan ramah dikalangan wartawan.(Red)

Ilustrasi
SERDANGBEDAGAI - RP (27) nekat memperkosa nenek kandungnya sendiri yang sudah uzur berisial AH (75) di rumah korban di Desa Sei Rejo Kecamatan Seirampah, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara.

Peristiwa memalukan itu berawal, ketika tersangka tidak bisa menahan nafsunya saat melihat daster yang menutupi paha dan bokong neneknya tersingkap sewaktu sedang berbaring di kamar tidur korban, Rabu (22/4/2020) malam.

Lelaki yang sudah pisah ranjang selama dua minggu dengan istrinya berdalih, tidak merencanakan perbuatannya. Saat itu, ia tiba- tiba mengendap masuk ke dalam kamar tidur korban dengan menggunakan tutup muka (sebo) setelah memperbaiki mesin air di belakang rumah korban.

Selanjutnya, ia langsung menyekap mulut dan mengikat neneknya dengan kain, agar tidak bisa berteriak minta tolong.

Namun nahas, wajah tersangka tidak tertutup sebo semuanya, sehingga neneknya masih dapat mengenali wajah cucunya sendiri. Meski korban kaget, tapi ia tidak bisa meminta tolong karena langsung disumpal kain mulutnya. Selain itu, tenaga cucunya, jauh lebih kuat.

Akhirnya, tersangka yang sudah merentangkan tubuh korban, berhasil menodai neneknya hingga ia menikmati kepuasan. Setelah puas tersangka sengaja mengeluarkan spermanya di luar kelamin neneknya. Seusai melakukan perbuatan bejadnya, tersangka langsung melarikan diri dari pintu dapur korban. Kemudian, korban pun berupaya melepaskan ikatan seutas kain di tangannya dengan menggunakan sebuah pisau yang diambilnya dari dapur.

Selanjutnya, korban yang tertatih akibat menahan keperihan, berusaha berjalan secara perlahan-lahan  menuju rumah anaknya berinisial RI yang juga merupakan orang tua tersangka.

Jaraknya hanya sekitar 100 meter dari rumah korban. Sampai di rumah anaknya ia langsung menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya, bahwa ia telah diperkosa oleh tersangka RP. Ia pun langsung pingsan usai menceritakan peristiwa tersebut.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang  didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata mengatakan, perbuatan itu dilakukan tersangka di kediaman korban yang tak jauh dari kediaman tersangka pada hari Rabu (22/4) sekira pukul 02:00 WIB.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku memperkosa korban secara spontan dan tidak ada berencana,"kata  Kapolres AKBP Robin, Sabtu (25/4/2020).

Menurutnya, tersangka ditangkap pada hari Kamis(23/4/2020) sekira pukul 22:00 WIB dan tersangka kini sudah ditahan oleh Sat Reskrim Polres Sergai. Selain mengamankan tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti satu potong kain sprei yang terdapat bercak darah yang digunakan menyekap mulut korban.

Selain itu juga diamankan potongan kain sprai untuk mengikat tangan korban, satu  potong baju tidur jenis batik, satu potong kain jilbab warna hitam yang merupakan tutup muka yang digunakan pelaku.

"Tersangka dikenakan Pasal 285 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," tandasnya. | Sindonews

,
Muhammad Dimmi Oumry Komando Lanal Lhokseumawe yang baru
Lhokseumawe - Letkol Laut (P) Muhammad Dimmi Oumry resmi menjabat sebagai Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Lhokseumawe menggantikan Kolonel Laut (P) Mohammad Sjamsul Rizal.

Letnan Kolonel Laut (P) M Dimmi Oumry, Pria kelahiran Medan, 18 Januari 1976 merupakan lulusan AAL angkatan 44 tahun 1998, yang sebelumnya bertugas sebagai Dan Puslat Kaprang Kolat Koarmada I. Sementara Kolonel Laut (P) M Sjamsul Rizal dipercayakan jabatan baru sebagai Asisten Operasi (Asops) Danlantamal I Belawan.

Serah terima jabatan (Sertijab) dipimpin Danlantamal I Belawan, Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I Belawan (Lantamal I Belawan) Medan, Sumatera Utara, Rabu (22/4/2020).

Letkol Dimmi, berkomitmen melanjutkan program yang sudah dilakukan Kolonel Laut (P) M Sjamsul Rizal. Ia menilai, kepemimpinan Kolonel Sjamsul Rizal sebagai Danlanal Lhokseumawe sudah sangat baik. Pada dasarnya, kepemimpinan sebelumnya sudah bagus. Saya hanya melanjutkan dan meningkatkan apa yang telah digagas oleh kepemimpinan Kolonel Sjamsul Rizal.

Sertijab rangkaian proses regenerasi pimpinan TNI. "Sertijab ini merupakan suatu keharusan untuk dapat melanjutkan regenerasi perjuangan sebagai prajurit," ujarnya.

“Dalam situasi pademi COVID-19 ini, Lanal siap mendukung kebijakan Pemerintah dan Pimpinan TNI serta membantu Pemerintah Daerah dan Satgas Penanganan COVID-19, serta menghimbau kepada seluruh prajurit Lanal Lhokseumawe dan seluruh masyarakat Aceh, khususnya Lhokseumawe, untuk bersama-sama berperan aktif dalam melawan virus corona COVID-19,” kata Danlanal Lhokseumawe, Letkol Laut (P) Muhammad Dimmi Oumry kepada wartawan di Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal) Lhokseumawe, Sabtu 25 April 2020.

Sementara itu, Kolonel Laut (P) M Sjamsul Rizal, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu selama saya bertugas dan menjabat sebagai Danlanal.

“Kepada seluruh prajurit Lanal, saya instruksikan laksanakan tugas sebaik baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab, bantu dan dukung Danlanal yang baru dalam melaksanakan tugas pokoknya dan fungsi pangkalan,” ujar Kolonel Laut Sjamsul Rizal yang juga mantan Danlanal.

Kolonel Laut Sjamsul Rizal, yang kini menjabat Asops Danlantamal I Belawan menambahkan, perlu diketahui tugas Asops Danlantamal merupakan sebagai unsur staf yang bertugas membantu Danlantamal dalam merumuskan dan menyusun dan menyiapkan kebijakan Danlantamal di bidang operasi dan latihan serta mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan program kegiatan bidang operasi, guna menjamin pencapaian sasaran secara efektif dan efisien. [Rill]
loading...

Contact form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.