2015-11-29

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Gubernur Aceh Doto Zaini Abdullah
statusaceh.net - Dokter Zaini Abdullah mengatakan, masyarakat Aceh perlu menimbang-nimbang kembali figur calon gubernur (cagub) yang telah diusung Partai Aceh (PA) pada Pilkada 2017. Sebab, jika salah memilih figur, maka akan berdampak pada pembangunan Aceh untuk lima tahun ke depan.

“Tahun 2017 akan dilaksanakan pesta demokrasi, yakni pemilihan cagub dan cawagub Aceh. Waktu berpikir tinggal sedikit bagi masyarakat untuk menilai figur kepala daerah. Apakah cagub yang diusung hari ini telah cocok? Masyarakat bisa menimbang-nimbang kembali figur tersebut. Jangan sampai masyarakat salah memilih pada tahun 2017,” kata Zaini Abdullah selaku Tuha Peuet Partai Aceh (PA) yang juga Gubernur Aceh, Jumat (4/12), dalam pidatonya saat menghadiri Milad Ke-39 GAM di Masjid Raya Labui, Kecamatan Pidie.

Zaini menyatakan, cagub yang diusung PA untuk Pilkada 2017 seharusnya berdasarkan musyarawarah besar (mubes).

Di sisi lain ia nyatakan, PA merupakan partai besar yang lahir sesuai dengan amanah MoU Helsinki. Tak hanya itu, PA juga merupakan partai hidup mati. “Untuk itu, warga harus bahu-membahu membangun kebersamaan,” ucapnya.

Tuha Peuet PA ini mengaku sangat menyayangkan karena kini perpecahan terjadi di kubu PA. “Rekan-rekan yang telah berseberangan sedianya kembali ke asal dengan tidak berpecah-belah. Melalui momentum peringatan milad GAM kali ini, mari kita berdoa kepada Allah agar dengan rida-Nya kita akan bersatu kembali untuk menyejahterakan Aceh yang kita cintai ini,” ujarnya.

Diakuinya, pembangunan Aceh belum banyak membuahkan hasil, masih banyak butir di dalam UUPA maupun MoU Helsinji yang belum terealisasi, meski damai Aceh sudah berusia sepuluh tahun.

 Pertegas
Gubernur Aceh itu juga mempertegas bahwa memperingati milad GAM dengan melakukan doa bersama, bukanlah untuk tujuan kemerdekaan Aceh, melainkan wujud rasa syukur kepada Allah karena Aceh yang dulunya berkonflik, kini sudah dalam keadaan damai.

“Konflik peperangan yang begitu panjang terjadi di Aceh harusnya tidak membuat masyarakat harus hidup trauma. Masyarakat harus bangkit untuk membangun Aceh yang lebih baik lagi. Makanya kita perlu mendoakan rekan-rekan kita yang telah berseberangan supaya kembali ke asal. Mari kita duduk bersama lagi, kompak seperti ketika Aceh masih konflik. Hanya dengan kebersamaanlah kita bisa membangun masyarakat yang lebih sejahtera,” kata Zaini di depan jamaah Masjid Raya Labui.

 WN tak berpolitik
Dalam kesempatan itu, mantan menteri Luar Negeri Aceh Merdeka ini juga menegaskan peran Lembaga Wali Nanggroe (WN) sebagai alat pemersatu masyarakat Aceh, sesuai ketentuan undang-undang (qanun). Oleh karenanya, semua aspirasi masyarakat harus ditampung oleh WN, tidak boleh berdiri hanya pada kelompok tertentu saja.

Ia tambahkan, WN tak boleh berpolitik karena lembaga itu sebagai simbol pemersatu rakya Aceh. “Politik tersebut biarlah urusan saya sebagai gubenur dan jajaran. Harapan saya, Wali Nanggroe menjadi pemersatu rakyat Aceh benar-benar nyata,” pungkas Zaini Abdullah.

Serambines.com

Tokyo - Pabrikan motor asal Jepang,Kawasaki belum berniat untuk kembali tampil di MotoGP.Kawasaki pernah berkompetisi di MotoGP pada 2003-2008, namun mundur teratur setelah itu karena krisis keuangan.

Sejak itu, Kawasaki fokus di Kejuaraan Balap Motor Dunia (WSBK). Di balapan motor produksi massal ini, keberuntungan Kawasaki cukup bagus.Kawasaki berhasil menjadi juara dua kali di tiga edisi terakhir WSBK lewat Tom Sykes (2013) dan Jonathan Rea (2015).

Kawasaki secara jujur akui tak sanggup lakukan "comeback" seperti Suzuki dan Aprillia yang kembali tampil di MotoGP di 2015.

"Modal yang dibutuhkan membuat kami tak mungkin bersaing di MotoGP," kata bos Kawasaki WSBK Team, Ichiro Yoda seperti dikutip motorsport.com.

"Pada akhirnya, Anda harus jual motor juga, merek lain berhasil jual jutaan lebih banyak ketimbang kami. Bagi mereka, MotoGP adalah investasi yang bernilai satu persen dari penjualan mereka," ujarnya.

Yoda juga mengatakan, regulasi di MotoGP juga membuat mereka ogah bersaing untuk saat ini. "Ada teknologi yang diadopsi tim motoGP seperti Seamless Shift Gearbox. Itu tak akan kami gunakan di motor massal kami. Itu terlalu mahal," tandasnya.

"Jika saja Dorna ubah filosofi dan membuat regulasi lebih terbuka, membiarkan semua tim bereksperimen secara bebas. Mungkin kami akan kembali tampil di MotoGP," katanya.(liputan6.com)

Pekerja menyelesaikan pembangunan di Kompleks Gedung Wali Nanggroe di Jalan Soekarno Hatta, Lampeuneureuet, Aceh Besar, Jumat (27/11/2015). Hingga kini kompleks meuligo wali yang dibangun sejak 2010 tersebut telah menghabiskan tak kurang dari 100 miliar rupiah dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA). SERAMBI/M ANSHAR
Banda Aceh - Seharusnya, banyak identitas Aceh yang dapat diterapkan sebagai ornamen di Gedung atau Istana Wali Nanggroe  yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian atau sentuhan akhir (finishing touch).

Pemikiran itu dilontarkan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), H Badruzzaman Ismail SH MHum saat ditanya Serambi, Jumat (4/12) sore menanggapi liputan eksklusif Serambi Indonesia berjudul “Ini Istana Wali Rp 100 M” tapi minim motif Aceh, sebagaimana dipublikasi Kamis (3/12).

Sebelumnya, Gubernur Zaini Abdullah menyebut Meuligoe Wali Nanggroe yang sekilas mirip Gedung Putih (Guest House) itu sangat minim motif atau ornamen Acehnya.

Menanggapi hal itu, Badruzzaman berpendapat, meski mungkin arsitektur gedung WN itu bergaya Eropa, tapi seharusnya ada identitas Aceh yang melekat di sana. Bisa berupa motif atau simbol yang biasa digunakan di Aceh secara umum.

Simbol itu, lanjut Badruzzaman, bisa ditempatkan pada lingkungan Gedung Wali Nanggroe secara keseluruhan, baik itu pada gedung utama, pintu gerbang, maupun ruang-ruang tertentu, bahkan di bagian luar gedung. Ini bertujuan agar Lembaga WN yang disebut-sebut sebagai pemersatu adat mendapat hati di masyarakat. “Pendeknya, bangunan ini harus benar-benar mewakili rasa kebersamaan semua suku yang ada di Aceh,” kata Badruzzaman.

Dia contohkan, di daerah-daerah lain, simbol adat atau suku tetap sebagai kebanggaan masyarakatnya dan banyak digunakan pada ornamen gedung. “Mengenai teknisnya saya tidak tahu, itu urusan arsitek. Ini kan biayanya besar. Jadi, bukan mustahil bisa diterapkan motif Aceh sebagai ornamen gedung itu. Dengan demikian, barulah ada kesan pencerminan dari pembinaan adat dan pemersatu masyarakat,” kata Badruzzaman yang selama wawancara berlangsung selalu menyebut gedung, bukan meuligoe, apalagi istana, untuk bangunan mewah yang akan ditempati Wali Nanggroe Aceh itu.

Dia sebutkan, Aceh terdiri atas belasan suku dengan beragam simbol adat. Ada Gayo, Kluet, Singkil, Alas, Simeulue, Tamiang, dan adat lainnya. Ini bisa dijadikan salah satu kekayaan intelektual yang bisa diterapkan pada gedung WN.

Ia contohkan, di Gayo ada kerawang, di pesisir ada rencong, pinto Aceh, dan simbol lainnya. “Selama ini memang banyak masyarakat yang menyampaikan aspirasi kepada saya terkait pembangunan gedung itu. Saya hanya bisa menjawab, akan berupaya menyampaikan usulan mereka. Pandangan masyarakat atau pemerhati adat budaya cenderung ingin bangunan itu kental ciri Acehnya. Banyak celah untuk bisa menampilkan ciri itu, misalnya di setiap ruangan, bahkan saat mulai masuk ke kompleks Gedung Wali Nanggroe,” katanya.

Dengan demikian, lanjut Badruzzaman, masyarakat akan merasa ada hubungan kebersamaan dan rasa memiliki terhadap sesuatu simbol meski berasal dari khazanah di luar adat mereka.

Badruzzaman tak terlalu mempermasalahkan mengenai bentuk gedung yang ala Eropa asalkan ada sentuhan etnisitas keacehan.

 Perlu regulasi
Ia usulkan, selain Gedung WN, Pemerintah Aceh pun--dalam hal ini eksekutif--melalui bidang terkait, termasuk dewan, perlu membuat suatu gebrakan berupa regulasi mengenai hal ini.

Bisa saja dibuat sebuah peraturan yang mengharuskan bangunan pemerintah yang akan dibangun harus punya ciri khas Aceh, seperti halnya di Minangkabau.

Dengan demikian, kata Badruzzaman, Aceh secara keseluruhan makin kuat identitas dan adat budayanya. Ciri seperti ini merupakan kekayaan dan aset sejarah yang tak ternilai harganya.

Sumber: serambinews

Aceh Utara - Ketua DPRK Aceh Utara, Ismail A. Jalil SE, mengatakan Aceh sebenarnya negeri yang merdeka, bukan malah, telah dan juga akan merdeka, akan tetapi negeri merdeka. Karena Aceh tidak ada bukti apapun pernah dijajah.

Hal itu disampaikannya sehubungan rasa kekecewaannya terhadap aparat yang menjaga ketat acara Milad GAM ke 39 di makam Syuhada Banta Saidi, Desa Buket Batee Badan, Sagoe Raja Sabi Daerah VI Wilayah Pasee, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Jumat (04/12) kemarin.

“Aceh sebenarnya Negeri yang merdeka, bukan telah dan juga akan merdeka. Tapi negeri yang merdeka. Karena Aceh tidak ada bukti apapun pernah dijajah. Kenapa hari ini, pemerintah pusat mencekal hingga memasuki ranah-ranah hari sakral,” ujar pria yang akrab disapa Ayah Wa, Sabtu (05/12).

Pihaknya sangat menyayangkan sikap petugas keamanan yang terlalu berlebihan seakan tidak menghormati kearifan lokal, budaya dan adat masyarakat Aceh. Padahal Milad GAM diisi dengan doa dan dzikir untuk para pejuang GAM itu yang mengandung nilai luhur adat istiadat.

Pemerintah pusat menurutnya seakan tidak profesional dalam menyikapi permasalahan Aceh hari ini, sehingga pergerakan-pergerakan provokasi di tengah-tengah masyarakat terus saja terjadi termasuk dugaan adanya intervensi pihak keamanan yang menjaga ketat Milad.

Pemerintah saat ini juga tidak konsisten terhadap permasalahan Aceh sehingga lahir berbagai macam isu bahwa kondisi Aceh sedang tidak kondisif. Padahal, menurutnya, Aceh aman dan terkendali, terlepas dari sikap segelintir orang yang tidak bertanggung jawab dengan menciptakan gerakan kriminalitas tinggi.

“Masalah Aceh bukan sekedar antara masyarakat Aceh dengan pemerintah pusat. Tapi juga tanggungjawab negara luar, namun hari ini Aceh masih saja menagih janji yang tak kunjung terealisasi. Aceh hanya menunggu keputusan Menkopolhukam RI,” sebut Ayah Wa.

Bendera Aceh kata dia juga bukan hal yang ilegal, bendera Aceh telah resmi. Pihaknya hanya patuh pada atasan dan inilah yang menghentikan tangan segenap rakyat untuk mengibarkannya. Maka ia berharap pihak keamanan tidak harus bersusah payah mencari-cari bendera Aceh di tangan rakyat.

Secara tegas Ayah Wa juga menyampaikan bahwa Politik Aceh tetap Bulan Bintang. Bendera Aceh adalah milik rakyat yang sah, si pemegang bendera itu bukanlah pelaku kriminal di Aceh. Para delegasi Aceh konsisten menyukseskan implementasi MoU Helsinky, yakni butir damai Aceh antara RI-GAM.

“Kami dari ketua DPRK di 23 Kabupaten/Kota di Aceh telah sepakat, jika dalam tahun 2016 mendatang ini realisasi UUPA tidak selesai maka kami selaku delegasi Aceh akan mengembalikan stempel legeslatif ke DPRA,” tegasnya.

Oleh karena itu dirinya mendesak Pemerintah Pusat untuk segera merealisasikan UUPA sebagai turunan dari butir kesepakatan damai Aceh, MoU. Kondisi terancam terpuruk jika Pemerintah Pusat belum menyukseskan implementasi MoU ke tangan Rakyat Aceh.

“Pemerintah pusat, jangan menanti bara kembali jadi api, apa lagi harus meniup-niupi seperti ekses provokatorime yang menjamur di Aceh saat ini. Yang justru melakukan misi merusak kenyamanan dan kestabilan kondisi masyarakat,” harap dia.
 
Sumber: waspada.co.id

Sport - Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, siapa yang bakal meneruskan era mereka saat semuanya telah meredup? Berikut beberapa nama pemain yang … mungkin … bisa!

Tahun ini pertanyaan yang paling populer di kalangan pecinta sepak bola adalah … Siapa yang bakal meneruskan era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di saat keduanya akan pensiun? Siapa yang punya skill, talenta, dan popularitas selevel dengan kedua mega bintang itu?

Baik Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo keduanya adalah fenomena dalam 10 tahun terakhir di dunia sepak bola – terlepas dari ‘persaingan’ keduanya. Kemanapun keduanya berlaga, semua mata pasti mengikuti pada dua nama ini.

Setiap dekade memang selalu ada nama-nama pemain yang mencuat dan akan selalu dikenang pecinta sepak bola. Mulai dari era Pele, George Best, Maradona, Roberto Baggio, Luis Figo, Ruud Gullit, Marco Van Basten, Beckham, Ronaldo, Ronaldinho dan masih banyak lagi untuk disebutkan. Namun harus diakui era Messi dan Ronaldo adalah salah satu persaingan individu terlama di dunia sepak bola, ditambah lagi mereka berdua kini bermain di dua klub yang juga musuh bebuyutan, alhasil El Clasico jadi tontonan paling populer sedunia.

Kembali kepada calon penerus, siapa saja yang mungkin (masih mungkin loh) bakal bisa menjadi idola baru pecinta sepakbola sejagad? Berikut adalah beberapa nama yang layak untuk kita pertimbangkan …Baca Selengkapnya

Banda Aceh - Ribuan orang dari berbagai daerah di tanah Rencong memadati taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh.

Untuk memeriahkan hari jadi Gerakan Aceh Merdeka yang ke-39.acara yang di mulai sekitar jam 14:00 wib atau lepas shalat jumat itu berjalan dengan lancar,walapun sempat di guyur hujan,namun antusias masyarakat aceh untuk mendoakan para syudaha aceh tak surut.

Seperti yang di ungkapkan safrizal (30) salah seorang warga nagan raya yang sudah ada di Banda Aceh sejak semalam.

" Tiada yang kami bisa berikan kepada para syuhada aceh,selain doa.semoga mendapatkan tempat yang layak disisiNya",Ujarnya seraya mengangkat kedua tangannya.

Dari amatan statusaceh.net,Tampak sejumlah tokoh dan.pimpinan struktural Eks Petinggi GAM turut hadir seperti Muzakkir manaf selaku ketua KPA pusat, Tengku Darwis Jeunib beserta paduka yang mulia wali nanggroe Malek Mahmud dan Tarmizi alias panyang,salah seorang kombatan GAM dari sawang Aceh Utara yang sudah menjadi anggota DPRA.

Didalam kata-kata sambutannya muzakkir manaf mengharapka n supaya momentum GAM ke-39 benar-benar bisa menyatukan masyarakat Aceh ke depan yang lebih baik.

Reporter : Junaidi Spdi

Fauzan,SH Kordinator LBH Lhokseumawe
Lhokseumawe - LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe laporkan Kapolsek Nisam Aceh Utara ke Polres Lhokseumawe. Pelaporan tersebut terkait penolakan pengaduan masyarakat dan sikap tidak sopan menaikkan kaki keatas meja didepan warga dan staf LBH. Jumat, 4 Desember 2015

“Kejadian itu terjadi Senin, 30 Nov 2015, klein dan staf LBH hendak melaporkan dugaan pencurian, namun laporan itu tidak diterima, dan saat yang sama Kapolsek menaikkan kakinya ke atas meja,” Ujar Kordinator LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe Fauzan, SH

Fauzan mengisahkan pada, Senin tanggal 30 November 2015 RA(57) warga Gampong Alue Dua Kecamatan Nisam Antara, mendatangi Polsek Nisam AcehUtara untuk melapor kandugaan kasus pencurian buah kemiri yang terjadi di kebun miliknya,namun Kapolsek setempat tidak menerima Laporan tersebut dengan alasan bahwa Polisi saat ini juga sedang menyelidiki kasus dugaan pengancaman yang tempat kejadian perkara (locus) sama.

“Padahal Pasal 15 secara tegas menyatakan bahwa “setiap Anggota Polri dilarang menolak Laporan dan Pengaduan dari masyarakat yang menjadi lingkup tugas, fungsi dan kewenangannya,”Timpal Fauzan

Katanya saat itu, Kapolsek Nisam Antara juga telah menunjukkan sikap yang tidak sopan dengan menaikkan kaki ke atas meja di depan klien dan staf LBH.

“Sikap ini sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri Pasal 3 huruf (i); Dalam rangka kehidupan bernegara dan bermasyarakat, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia wajib bersikap dan bertingkah laku sopan santun terhadap masyaraka dan Pasal 4 huruf (a) dalam pelaksanaan tugas, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia wajib memberikan perlindungan,pengayoman,dan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat,” Tambah Fauzan

Atas kejadian yang diterima, LBH Lhokseumawe selaku kuasa hukum Ridwan Ahmad telah melaporkan Kapolsek Nisam Aceh Utara Kasi Propam Polres Lhokseumawe dalam kasus pelanggaran Etik Profes Kepolisian Republik Indonesia sebagaimana yang diatur dalam PP No.2 Tahun 2013 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri, Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: STPL/01/XII/2015/Si Propam, tertanggal 02 Desember 2015.

“Kita minta Kepolisian Daerah Aceh agar memberikan peringatan dan mengawasi polsek-polsek di Aceh,” Harap Fauzan.

Sebagaimana diketahui kepolisian RI. mempunyai peran sangat penting dalam penegakan hukum demimenjamin keamanan dan mengayomi masyarakat, sebangaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negera Republik Indonesia.

Dalam menjalankan fungsinya sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang, kepolisian mempunyai hak dan kewajiban untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi dalam masyarakat, untuk membantu masyarakat yang sedang mencari keadilan, dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat bukan sebaliknya. Kepolisian juga wajib memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat (*)

Sumber: ACEHBARU.COM

Jakarta - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) tengah menyelidik kasus dugaan pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (JK) yang dilakukan oleh Ketua DPR Setya Novanto. Menteri ESDM Sudirman Said dan Presdir PT Freeport Maroef Sjamsoeddin telah dipanggil MKD untuk diperiksa.

Isi rekaman percakapan antara Setya Novanto, Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid diperdengarkan di MKD. Hal ini memicu kecaman sejumlah pihak kepada Setya dan Riza.

Wapres JK tampak marah betul dengan kasus ini. Namanya disebut mendapat jatah 9 persen dari Freeport jika setuju kontrak karya perusahaan tambang asal Amerika itu.

JK mengaku sudah berdiskusi dengan Presiden Jokowi terkait rekaman itu dan bertekad akan membersihkan hal ini.

"Kita harus tegas. Kita tidak bisa berjalan mundur lagi," kata JK saat membuka Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di kompleks MPR/DPR Senayan Jakarta, Kamis (3/12).

erkait isi rekaman, JK menilai rakyat telah dipertontonkan suatu upaya sekelompok orang pengusaha dan pejabat tinggi negara yang merugikan negara sangat besar.

"Sangat tragis bangsa ini! Semalam belum 24 jam di Gedung DPR MPR ini dipertontonkan sebuah upaya korupsi sekarang kita bicarakan pencegahannya," kata JK dengan nada tinggi.

Menurut JK isi rekaman juga memperlihatkan sebuah keserakahan manusia. "Semalam kita diperlihatkan keserakahan, karena saya yakin ketiga orang itu bukan alasan untuk makan. Kita selalu permisif tapi ini harus diselesaikan," ujarnya.

"Kalau kita lihat semalam, luar biasa. Dengan congkaknya, diperlihatkan semua bisa dikuasai dengan uang," tegas JK lagi.

Sindiran JK yang cukup menohok adalah absennya Setya Novanto dalam acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi, di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan. Menurut JK, ke depan dalam acara-acara resmi yang akan hadir pimpinan lembaga legislatif hanya dua.

"Nanti hanya ketua DPD dan MPR yang hadir karena yang satunya (ketua DPR) sudah hilang," kata JK.

Dia menambahkan, kasus Novanto membuktikan bahwa meskipun keras upaya pemberantasan korupsi namun tetap saja ada anggota DPR dan pemerintahan tidak punya rasa takut melakukan korupsi.

"Tetap saja ada oknum-oknum di DPR dan pemerintahan yang tidak punya rasa takut untuk berbuat (korupsi)," ujarnya.

Sikap keras JK ini berbeda dengan yang diperlihatkan Jokowi. Mantan wali kota Solo ini justru tak mau berkomentar banyak. Dia hanya ingin menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada MKD.

"Presiden memantau mengikuti dengan seksama, karena beberapa kali kami melaporkan dan berdiskusi perkembangan di MKD kepada bapak presiden. Beliau mengikuti dengan seksama, dan dari pembicaraan yang ada, memang ada yang bersifat fakta, tapi ada juga yang bersifat hiperbola," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana, Jakarta, Jumat (4/12).

Menurutnya, Jokowi betul-betul mengikuti jalannya sidang di MKD DPR. Dia mengatakan, Presiden atau pemerintah juga menunggu proses jalannya sidang di MKD sampai usai.

Dia berharap, jangan sampai proses sidang di MKD memberikan harapan palsu.

"Presiden betul-betul menunggu, karena sekarang sudah terbuka, publik mengamati, melihat dan merasakan apa yang terjadi, sehingga proses dalam MKD kita tunggu," jelas Pramono.

Pramono menganggap memang dalam isi rekaman tersebut ada beberapa hal yang dirasa benar dan beberapa poin isi rekaman yang terkesan dibesar-besarkan. Dia tidak menjelaskan secara detail poin mana saja yang dimaksud.

Sejauh ini, Presiden Jokowi menghormati betul jalannya proses sidang di MKD DPR untuk membuka kebenarannya. Selama jalannya sidang, Jokowi tidak menjalin komunikasi dengan Ketua DPR Setya Novanto.

"Presiden menghormati, menghargai. Beliau tentu tidak harus berkomunikasi, kenapa harus berkomunikasi, tetapi bahwa persoalan yang perlu diungkap itu jadi hal yang penting," tegas Pramono.

MERDEKA.COM

Banda Aceh - Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah menerima kunjungan direksi PT Holcim, di Meuligoe Gubernur Aceh. PT Holcim nantinya akan mengambil alih PT Lafarge yang selama ini beroperasi di LhokNga, Aceh Besar, (Kamis, 3/12/2015).

Suasana perkenalan tersebut terlihat akrab karena rombongan PT Holcim dipimpin oleh Kuntoro Mangkusubroto. Nama Kuntoro sangat tidak asing di telinga masyarakat Aceh, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Aceh-Nias (BRR Aceh-Nias), pria berusia 68 tahun inilah yang ditunjuk sebagai Kepala Badan Pelaksana BRR.

Saat ini, pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) di era Kabinet Indonesia Bersatu jilid II itu, menjabat sebagai Komisaris Independen PT Holcim.

Kuntoro hadir bersama, Gary Schutz selaku Presiden Direktur PT Holcim dan Ika Tjondrodihardjo, Supplay Chain Direktor PT Lafarge. Sementaraitu, Gubernur  Aceh didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Kepala Biro Humas Setda Aceh serta sejumlah Kepala SKPA lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Aceh menyambut baik kehadiran PT Holcim di Aceh. “Sudah banyak hal baik yang didapat oleh Aceh bersama PT Lafarge. Saya berharap kehadiran manajemen baru di bawah kendali PT Holcim akan semakin berkontribusi lebih baik lagi bagi rakyat Aceh,” ujar pria yang akrab disapa Doto Zainiitu.

Gubernur berharap, PT Holcim akan terus berkembang di Aceh, sehingga dengan demikian akan berimbas pada bergeliatnya para ekonomian di Aceh dan berkurangnya angka pengangguran di Bumi Serambi Mekahini.

Doto Zaini juga meminta agar manajemen untuk membuat pertemuan lanjutan dengan Pemerintah Aceh untuk membahas tentang pengelolaan limbah.

“Nanti saya juga akan meminta waktu pihak PT Holcim untuk membahas lebih lanjut tentang pemeliharaan lingkungan dan pengelolaan limbah yang di hasilkan dari proses produksi semen di kawasan LhokNga.”

Menanggapi hal tersebut, Kuntoro menjelaskan, bahwa selama ini PT Holcim selalu berusaha dan terus berkomitmen untuk mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan yang terjadi di manapun lokasi produksi PT Holcim berada.

“Holcim selalu berkomitmen untuk mengurangi pencemaran udara di lokasi produksinya, bahkan dibawa hambang batas yang telah ditentukan,” terang mantan Direktur Utama PT PLN itu.

Sementara itu, Gary Schutz menjelaskan, bahwa di manapun berada PT Holcim selalu berkomit men untuk mempekerjakan lebih banyak tenaga lokal.

“Dari sisi CSR (Corporate Social Responsibility) kami tidak jauh berbeda dengan PT Lafarge, yaitu Pendidikan, Lingkungan. Kami juga selalu berkomitmen untuk mempekerjakan lebih banyak tenaga lokal di perusahaan kami.”

Sementara itu, Kadis tamben Aceh berharap agar PT Holcim tidak hanya memproduksi semen di pabrik yang sudahada, yaitu pabrik semen di LhokNga tetapi juga dapat membuka pabrik baru lainnya di Aceh,

“Dengan pembukaan pabrik semen baru tentu akan mampu menyedot jumlah tenaga kerja yang cukup besar pula. Ini tentu saja akan sangat baik dalam usaha kita untuk menekan angka pengangguran di daerah yang kita cintaiini,”

Dirut PT Holcim Kagumi Budaya Aceh

Ada hal menarik yang terjadi usai pertemuan dengan direksi PT Holcim. Gary Schutz sang Presiden Direktur, meminta agar Gubernur sudi menunjukkan ruang adat Aceh kepada dirinya. Tanpa ragu Doto Zaini langsung membawa Gary keruangan yang berada di bagian Timur Meuligoe Gubernur itu.

Tanpa sungkan, di ruangan tersebut biasanya digunakan untuk acara-acara adat, seperti peusijuek kepada tamu-tamu khusus itu, Gary langsung meminta izin untuk duduk dan mengabadikan beberapa momen di ruanganitu.

Sebelumnya, dalam pertemuan Gary sempat menyampaikan kekagumannya dengan produk budaya Aceh. “Saat tiba, saya terkesan dengan banyaknya orang yang memakai batik, yang kemudian saya ketahui merupakan batik khas motif Aceh. Saya berjanji akan meluangkan waku untuk mengunjungi beberapa senta kerajinan batik untuk membeli beberapa prodik batik khas Aceh.

Awalnya, Gary mengira bahwa batik hanya terdapat di Pulau Jawa. Gary mengakui bahwa dirinya memiliki beberapa koleksi batik, dan berjanji akan menjadikan batik khas Aceh sebagai salah satu tambahan koleksinya. (Rill)  

Aktifis WAA di Denmark Mengibarkan Bendera Aceh Setiap 4 Desember [Ist]
statusaceh.net - Aktifis World Acehnese Asosiation (WAA) yang berada di Kota Aalborg, Denmark meminta Pemerintah dan Legislatif di Aceh untuk membuat qanun tentang hari-hari bersejarah di Aceh.

Dalam ketarangan tertulisnya kepada acehterkini, Sabtu (5/12/2015), Team coordinator WAA, Anwar Omar mengatakan hari bersejarah bagi bangsa Aceh, 4 Desember harus diperingati sesuai dengan hari dan tanggal.

“Hari-hari bersejarah ini akan menjadi hari libur bagi bangsa Aceh,” tulis Anwar Omar.

Pada peringatan Milad GAM Ke-39 tahun ini, aktifis WAA berkumpul di Kota Aalborg menggelar doa kepad para pejuang GAM yang telah syahid. Setiap tahun hari bersejarah Aceh ini dirayakan di Denmark seperti yang pernah dilakukan oleh Proklamator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) (alm) Wali Neugara Aceh, Teuku Muhammad Hasan Di Tiro.

Perjuangan yang telah dilakukan GAM sangat mahal harga dalam mengangkat kembali marwah bangsa Aceh untuk merintih sebuah neugara yang pernah berdaulat.

“Kami di Denmark tetap merayakan Milad GAM setiap 4 Desember, dengan doa dan mengibarkan bendera perjuangan GAM sebagai simbol nasionalisme ke Acehan,” tulis Anwar Omar.(Rill)

Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Daerah Dua (dari Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe dan Kecamatan Samudera Aceh Utara), Jumat (4/12/2015) mengadakan upacara pengibaran bendera “bulan sabit bintang” di Desa Jambo Timu Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.
statusaceh.net - Juru Bicara Partai Aceh, Suadi Sulaiman Laweung menilai upacara bendera dan pengibaran bendera bulan bintang di sejumlah daerah terjadi karena pemerintah pusat tidak tegas menyikapi masalah bendera dan lambang Aceh.

Padahal, bendera dan lambang itu telah disahkan oleh DPR Aceh dalam Qanun (Peraturan Daerah) Aceh.

“Kita dari Partai Aceh sudah mengeluarkan imbauan agar jangan mengibarkan bendera. Pertanyaan berikutnya, siapa yang bisa membendung keinginan rakyat Aceh untuk kibarkan bendera itu?,” ujar pria yang akrab disapa Adi Laweung ini kepada Kompas.com, Jumat (4/12/2015).

Dia menyebutkan, rakyat Aceh sudah tidak sabar menunggu kepastian dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat terkait waktu pengibaran bendera bulan dan bintang.

“Padahal, tidak ada regulasi mana pun yang dilanggar. Seharusnya memang bendera itu sudah bisa dikibarkan,” ujarnya.

Dia meminta, Kementerian Dalam Negeri RI, segera menyelesaikan persoalan bendera Aceh. Mengesahkan bendera itu sambung Adi merupakan amanah perjanjian damai antara RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki 10 tahun lalu.

“Tidak baik menggantung persoalan. Lebih baik mari kita selesaikan persoalan bendera ini secara arif. Bahwa bendera itu adalah sah dan itu perlu ketegasan pemerintah pusat,” pungkasnya.

Di sejumlah daerah di Provinsi Aceh terjadi pengibaran bendera bulan sabit bintang. Bahkan di Lhokseumawe digelar upacara bendera dalam rangka memperingati ulang tahun Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke 39. 

KOMPAS.COM

Wali Nanggroe, Tgk Malek Mahmud Al-Haitar saat memberi kata sambutan pada Peringatan Milad GAM ke-39 di komplek Taman Ratu Safituddin, Jumat 04 Desember 2015.
Banda Aceh - Malek Mahmud yang juga Wali Nanggroe Aceh saat ini mengatakan bahwa menjadi seorang Wali Negara itu tidak mudah, sulit dan susah.

Hal itu disampaikan Tgk Malek Mahmud saat memberi kata sambutan pada acara Peringatan Hari Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ke-39 di komplek Taman Ratu Safiatuddin, Lamprit, Banda Aceh, Jumat 04 Desember 2015.

“Brat jeut keu Wali Nanggroe, kadang serba salah, long neuk sampaikan ngen bahasa Aceh tapi teks pidato jih ka jituleh lam bahasa Indonesia,” ujar Malek Mahmud yang disambut senyum tawa para jamaah do’a dan dzikir.

Malek Mahmud juga menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu mempersoalkan saat dirinya menyampaikan sambutan dalam bahasa Indonesia, karena banyak juga orang Aceh yang tidak bisa bahasa Aceh.

“Memang kadang serba salah jeut keu Wali Nanggroe,” tambahnya.

Seorang Wali Nanggroe memang tugasnya harus mampu bersikap bijak dan mampu mengkoordinir semua lapisan masyarakat.

“Long pike nyan harus long sampaikan, karena masyarakat bek salah paham ketika long sampaikan lam bahasa Indonesia,” tutur Malek Mahmud dalam bahasa Aceh dengan loghat yang agak sedikit tertatih.

statusaceh.net - Lengan merupakan salah satu bagian penting dalam tubuh. Lengan menggerakkan tangan untuk dapat melakukan sesuatu. Seseorang yang tidak memiliki tangan belum tentu tidak memiliki lengan, tapi seseorang yang tidak memiliki lengan pasti tidak memiliki tangan.

Bayangkan bagaimana jika tidak memiliki lengan? Pasti melakukan segala sesuatu menjadi sulit. Misalnya hal yang biasa dilakukan sehari-hari seperti makan, minum, juga memakai baju. Tapi, hidup tanpa kedua lengan tidak membuat seorang pemuda asal Cina ini patah semangat.
Dialah Li Guoqing, seorang pemuda asal Kota Huji, Provinsi Jiangsu, Cina, adalah pemuda yang hebat. Lelaki yang berusia 36 tahun ini adalah tukang servis komputer hebat di Kota Huji. Hebatnya lagi, ia tidak memiliki lengan tapi ia jago men-servis komputer.

Sukses di bidang service komputer tak membuatnya cepat puas, ia kini memiliki toko komputer terbesar di Kota Huji. Berkat pinjaman modal dari temannya, ia berhasil mendirikan toko miliknya sendiri.
Kesuksesannya tidak datang begitu saja, bahkan ia harus menelan pil pahit berkali-kali sebelum menjadi kaya seperti sekarang ini.

Saat masih berusia empat tahun, Li tidak ingin menyerah dengan keadaan tubuhnya. Ia berusaha agar dapat hidup mandiri dan bisa melakukan aktivitas normal seperti anak lainnya. Berkat latihan yang rutin, ia bisa menggunakan kakinya sebagai tangan.

Ia pun berhasil menyelesaikan sekolahnya. Ia juga sempat melamar pekerjaan di berbagai perusahaan, tapi perusahaan menolak mentah-mentah lamaran pekerjaan Li. Kemudian, ia mencoba untuk berwirausaha dengan bantuan modal dari temannya.

Awalnya ia membuka kafe makanan dengan fasilitas wifi, karena kafe kurang menguntungkan akhirnya ia membuka supermarket. Namun, supermarket pun tidak membuahkan hasil maksimal. Ia semakin sedih dan bingung bagaimana cara mengembalikan uang pinjaman temannya itu.

Tapi temannya berbaik hati pada Li dan meminjamkan modal kembali. Akhirnya, sesuai bakatnya ia mendirikan tempat servis komputer. Berkat kerja kerasnya, dalam satu tahun ia dapat mengembalikan seluruh pinjaman itu ke temannya.

Tak puas sampai di situ, ia akhirnya membuka toko komputer di Kota Huji. Toko komputer milik Li Guoqing adalah satu-satunya toko resmi Lenovo di Kota Huji. Tokonya berkembang sangat pesat, dan kini ia memiliki puluhan karyawan.

Tak hanya itu, kebahagiaan Li bertambah juga dengan hadirnya seorang wanita cantik yang menjadi pendamping hidupnya. Kini, Li Guoqing sudah menjadi pengusaha sukses walaupun ia tidak memiliki lengan.

Kerja keras dan ketekunan Li Guoqing dapat kita contoh. Jangan mudah menyerah, lakukan hingga apa yang kamu inginkan tercapai.
 
Sumber: catatankecilku.com

statusaceh.net - Sejak Kamis malam (04/12/15) Komite Peralihan Aceh (KPA) dan seluruh penjuru Aceh Eks Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) melaksanakan refleksi hari deklarasi atau GAM yang ke 39 yang jatuh pada 04 Desemer 2015.

Seperti yang terlihat di wilayah Pasee, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe sejak Kamis malam semalam, mengenang Milad GAM, masyarakat bersama-sama menyelenggarakan doa bersama dan zikir juga wirid yasin di setiap tempat ibadah di kawasan Sagoe (Distrik) dan di desa-desa, seperti di Masjid-masjid dan Meunasah (Surau).

Satuan eks kombatan GAM bersatu dengan masyarakat, pada Jum’at juga masih melaksanakan perayaan tersebut. Kegiatan yang di pelopori oleh Komite Peralihan Aceh itu mengundang simpatisan masyarakat luas.

Amatan wartawan di Wilayah Pasee, di beberapa Sagoe terlihat menyepi sejak pagi tadi. Masyarakat bersama eks kombatan melakukan ziarah ke makam-makam ulama besar Aceh juga makam para syuhada, ditempat pemakaman umum.

Di Sagoe Raja Sabi, sedikitnya sekitar ratusan elemen sipil berbau
r dengan eks kombatan dan KPA Pasee, Daerah Empat memperingati hari Milad itu di makam salah ulama Salafiah Aceh yang juga disebut-sebut garis keturunan para ambiya Allah, di kediaman balai pengajian, Banta Saidi, Desa Buket Batee Badang, Kec. Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Pada kesempatan itu, turut hadir Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, Ismail A. Jalil yang juga delegasi Partai Aceh dari Pasee, Camat Tanah Jambo Aye bersama staf kantor, tokoh cendikiawan islam, pimpinan dayah Nurul Huda, Tgk……., petinggi KPA dan PA Sagoe Raja Sabi dan para anak yatim piatu Syuhada Aceh.

Milad yang diawali zikir dan doa tersebut, berjalan khidmad. Kendati KPA dan Eks Kombatan GAM mengklaim aparat TNI dan Polri terkesan mengintervensi masyarakat untuk merayakan hari ulang tahun GAM.

“Masyarakat yang kita ketahui sangat ansias ingin hadir menggelar doa bersama. Karena kegiatan ini seakan-akan di halang-halangi oleh aparat keamanan TNI juga Polri, masyarakat takut,” ujar tokoh KPA Pasee, Tgk Muhammad Yusuf.(beritalima)

Calang – Para mantan kombatan Gerarakan Aceh Merdeka (GAM), mengibarkan bendera bintang bulan pada acara Milad GAM ke-39 yang berlangsung pada kaki Gunung Glee Mah, Desa Bak Paoh, Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya sekitar pukul 09.30 WIB.

Sebelum melaksanakan doa bersama, lebih awal dilakukan pengibaran bendera bintang bulan untuk mengenang jasa para pejuang GAM yang telah meninggal lebih dulu semasa konflik.

Pelaksanaan Milad GAM tersebut di pimpin langsung oleh Bahtiar alias Pateun, sementara yang bertindak sebagai komandan upacara yaitu Panglima Muda Daera I Meureuhom Daya, Sofya alias Cut Lampoh.

“Doa bersama dan pengibaran bendera hanya hanya untuk mengenang jasa para pejuang GAM yang telah mendahului kita semasa konflik dulu, semoga mereka yang sudah kembali kepada Allah SWT, dapat diterima disisi-Nya,” ujar Cut Lampoeh, saat dikonfirmasi Serambinews.com, Jumat (4/12/2015). 

Serambinews.com


Statusaceh.net -  Ido Gal Razon, seorang mantan tentara Israel yang bertugas di Jalur Gaza, menumpahkan pengalamannya yang mengerikan di sebuah acara hearing di depan parlemen Israel, di Knesset pada 11 November 2015 lalu.

Ia berteriak emosional dalam acara dengar pendapat ini. Lihat Videonya disini

Momen yang direkam dalam sebuah video ini diunggah di YouTube sejak 28 November 2015 lalu.

Dalam acara tersebut, Gal Razon menceritakan pengalamannya selepas bertugas menjadi tentara.

Ia mengaku sudah membunuh lebih dari 40 orang Palestina saat bertugas, dan ia mengaku, itu memberikanya trauma di kehidupannya.

Menurut Gazon, setiap malam ia selalu mimpi buruk. Saking menyeramkannya mimpi itu, Razon mengaku sampai kencing di celana.

"Aku membunuh untuk kalian, dengan dua tangan ini! Aku membunuh lebih dari 40 orang untuk kamu! Aku pembunuh!," teriak Razon di depan anggota dewan Israel.

Razon mengatakan, dalam mimpi buruknya itu, ia selalu didatangi oleh 'seseorang', yang tak ia sebut siapa.

"Aku terkencing di tengah-tengah malam akibat trauma. Dia datang kepadaku dan berkata : 'Kenapa kau bunuh aku? Kenapa kau bunuh aku?"," kata Razon hampir menangis.

Razon sendiri menyampaikanhal ini untuk menuntut perawatan psikologis yang mestinya diberikan negara kepada para tentara.

Razon merupakan salah seorang anggota batalion ke-51 Golani Briged tentara Israel, dalam Operasi Clear Wine. Operasi ini merupakan penyerangan ke warga Palestina di tengah Semenanjung Gaza pada 20 Desember 2007.(TRB)

Banda Aceh - Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SH menjelaskan, selepas shalat Magrib tadi malam, pihak Polresta dan Polsek Jaya Baru memeriksa tiga orang yang bertanggung jawab terhadap keamanan Mes Wali Nanggroe Aceh pada saat bendera Bintang Bulan tersebut dikibarkan.

Ketiga pria itu adalah Jal Pateh yang dimintai keterangan langsung setelah Bintang Bulan itu diturunkan dari tiang utama Mes Wali Nanggroe.

Dua orang lainnya ada mantan kombatan GAM, masing-masing M Rizal (27) berstatus penjaga mes yang berasal dari Pidie Jaya dan seorang lagi bernama Safari.

“Hal yang kita pertanyakan, mengapa mereka tetap menaikkan bendera Bintang Bulan? Padahal, seruan bersama yang dikeluarkan Forkopimda Aceh sudah sangat jelas, yakni semua pihak diimbau untuk tidak menaikkan dan mengibarkan bendera maupun menggunakan lambang Aceh sampai adanya ketentuan lebih lanjut. Hal-hal seputar itulah yang kami pertanyakan,” sebut Kapolresta.

Namun, menurut Jal Pateh, M Rizal, dan Safari kepada Kasat Intelkam Kompol Apriadi SSos serta Kasat Reskrim Kompol Supriadi MH yang ikut memeriksa ketiganya, mereka mengaku tidak tahu tentang adanya seruan bersama tersebut.

“Tapi, terlepas mereka tahu atau memang pura-pura tidak tahu, itu tak jadi persoalan. Intinya seputar itulah yang kita pertanyakan. Lalu sekitar pukul 20.30 WIB, mereka kita izinkan pulang,” ujar Kasat Intelkam Kompol Apriadi SSos.
 
Serambinews.com

Lhoksukon - Aparat keamanan TNI/Polri berhasil mengamankan selembar bendera Aceh berlambang bintang bulan yang berkibar di atas pohon Mahoni setinggi 25 meter yang terletak di Desa Trieng, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (04/12), pukul 07.30 WIB.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Achmadi Sik melalui Kapolsek Lhoksukon Iptu Hendra Gunawan Tanjung mengatakan, awalnya pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa telah berkibar bendera yang dimaksud dipohon ketinggian 25 meter.

“Setelah kami cek ke lokasi pada pukul 07.30 WIB ternyata benar sedang berkibar bendera bintang bulan. Saya bersama Danramil, anggota dan masyarakat langsung ke lokasi untuk menurunkan bendera tersebut,” kata Iptu Hendra kepada Waspada Online.

Dikatakannya, bendera dengan ukuran 120 x 80 tersebut diikat dengan kayu bulat sepanjang tiga meter bersamaan dengan karton yang bertuliskan ASNLF Seulamat Ulang Thon Aceh-Meurdeka ke 39 (1976-2015).

Kini, barang bukti tersebut telah diamankan di Mapolsek. Pihak kepolisian setempat terus melakukan patroli sesuai perintah pimpinan. Sementara untuk mengetahui siapa yang mengibarkan, Iptu Hendra mengatakan akan menindak lanjuti.

“Sudah kami amankan barang buktinya. Dan kita tetap terus melakukan koordinasi dengan seluruh aparat desa di Lhoksukon, lagi pula patroli kita masih siaga satu,” jelasnya.

Pihaknya sangat berharap kepada semua pihak khususnya masyarakat Lhoksukon agar tidak mengibarkan bendera bintang bulan. “Apalagi sudah disampaikan sebelumnya melalui seruan bersama oleh Forkopimda agar tidak mengibarkan bendera tersebut maupun lambang Aceh,” harap Iptu Hendra.

Sumber: waspada.co.id

Banda Aceh - Milad Gerakan Aceh Merdeka yang dideklarasi oleh Teungku Muhammad Hasan di Tiro pada Tanggal 4 Deember 1976, hingga kini masih dikenangoleh seluruh rakyat Aceh, bahkan beberapa tempat mengibarkan bendera Bulan Bintang walau di larang oleh KPA dan juga Pemerintah Aceh.

Dilansir Serambinews.com, Hari ini, Jumat (4/12/2015), sekira pukul 14.00 WIB, Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat akan menggelar puncak peringatan Milad ke-39 Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.

Amatan Serambinews.com pagi ini, di jalan menuju ke Taman Ratu Safiatuddin sudah berjejer puluhan papan bunga ucapan selamat Milad GAM dari berbagai pihak. Papan bunga tersebut tersusun rapi hingga ke pintu gerbang.

Seperti disebutkan Ketua Panitia, Tgk Darwis Djeunieb pada berita Serambi sebelumnya, agenda puncak peringatan Milad ke-39 GAM akan diperingati dengan zikir bersama, donor darah, santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas, serta amanat dari Wali Nanggroe, Tgk Malik Mahmud.

Sementara kemarin, para eks kombatan bersama sejumlah warga juga berziarah di makam almarhum Hasan Tiro di Meureu, Indrapuri, Aceh Besar.

Editor: Bustami

Bendera Aceh Berkibar di Padang Arafah
statusaceh.net - Fenomena Pengibaran bendera bintang bulan atau bendera Aceh tampaknya mulai marak dilakukan di sejumlah tempat, setelah berita terbaru mengenai pengibaran di bawah laut Sabang oleh Safrina Dewi (26), asal Banda Masen, Kota Lhokseumawe, polemik mengenai boleh atau tidak mengibarkan bendera semakin menarik untuk di simak.

Ada yang menarik yang mungkin  sampai saat ini publik di Aceh maupun Indonesia tidak ketahui yaitu pengibaran bendera Aceh di padang Arafah Mekkah Arab Saudi pada saat wukuf berlangsung.

Berkibarnya bendera tersebut terjadi pada hari Rabu, (23/9/2015) atau 9 Dzulhijjah 1436 H, cukup mengagetkan hampir seluruh jamaah haji terutama kloter 3 asal embarkasi Banda Aceh.

Informasi yang diterima acehtrend dari sumber yang tidak mau di sebut namanya menyebutkan bendera sudah berkibar sejak malam dan sampai wukuf selesai tetap tidak diturunkan, para jamaah juga tidak melihat siapa yang mengibarkan.

Sementara itu salah seorang anggota DPRK Nagan Raya yang juga menjadi jamaah haji kloter 3 asal Nagan Raya H.Syamsul Bahri Syam kepada acehtrend, Kamis (3/12/2015) di Banda Aceh membenarkan kejadian tersebut dan pihak keamanan dan panitia juga sempat meminta keterangan darinya.

“Saya sebagai ketua rombongan (KAROM) 5 kabupaten Nagan Raya sempat dididatangi oleh beberapa orang yang mengaku dari pihak panitia dan keamanan Indonesia menanyakan tentang bendera tersebut. Dan saya menjawab bahwa saya tidak tahu kapan, siapa, dan bagaimana bendera tersebut berkibar,” ujar Syamsul Bahri Syam yang juga Ketua Fraksi Partai Aceh DPRK Nagan Raya.

Berkibarnya bendera Aceh Bintang Bulan tersebut menurut informasi sumber acehtrend juga dilihat oleh anggota DPD RI Sudirman alias haji Uma, yang pada saat itu juga menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah. Sampai berita ini di turunkan belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas pengibaran bendera tersebut.(acehtrend)

Adi Laweung
Banda Aceh - Tanggal 4 Desember merupakan Milad ke-39 Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Peringatan akan dilaksanakan di seluruh Aceh dengan cara sederhana.

Imbauan pun dikeluarkan Juru Bicara DPP Partai Aceh, Suadi Sulaiman. Kepada masyarakat, Suadi meminta untuk bersabar terkait pengibaran bendera bulan bintang.

“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh untuk tidak mengibarkan dulu, kita bersabar dan menunggu waktu. Karena semua akan indah pada waktunya,” ungkap pria yang akrab dengan sapaan Adi Laweung ini kemarin, (2/12) di Banda Aceh.

Lanjut Adi Laweung, walaupun bendera itu sudah sah dan amanah dari perjuangan, perdamaian dan Undang-undang, namun tetap harus bersabar. “Mohon kita untuk bersabar, kesabaran inilah kekuatan kita untuk bisa meraih kemenangan yang besar.”

Acara milad tahun ini, selain dilaksanakan di setiap wilayah masing-masing di seluruh Aceh, juga dipusatkan di Komplek Ratu Safiatuddin Banda Aceh. Di sini merupakan pusat konsentrasinya pada tanggal 4 Desember 2015, setelah Jum’at pukul 14.00 WIB.

Acara berpusat di Komplek Ratu Safiatuddin, akan diawali dengan zikir bersama, kegiatan sosial donor darah, santunan anak yatim dan disabilitas. “Bagi yang ingin mendonorkan darah, bisa mendatangi lokasi acara pada hari itu.”

Milad GAM ke-39 ini dirayakan dengan ziarah ke makam deklarator GAM, Muhammad Hasan di Tiro, di Indrapuri.

Ziarah akan dilakukan pagi ini, (3/12). Wali Nanggroe dan Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf akan berziarah ke makam deklarator GAM di Indrapuri tersebut.(JPNN)

Akibat banjir yang menggenangi Jalan Ateung Teupat, Kabupaten Aceh Barat, warga terpaksa menggunakan jasa rakit penyeberangan,
Aceh Barat - Banjir susulan akibat luapan sungai melanda sedikitnya sembilan gampong (desa) di Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Saiful AB di Meulaboh, Jumat, mengatakan warga dalam pemukiman setempat telah dievakuasi dan mencari tempat lebih aman sambil menanti air surut dari pemukiman.

"Warga pemukiman Kreung Bhee sudah mencari tempat tinggal sementara di rumah saudara maupun berpindah ke tempat yang lebih aman, banjir ini merupakan hantaran dari daerah kabupaten wilayah hulu," katanya.

Kecamatan Woyla Timur dilanda banjir luapan Sungai Woyla karena tingginya intensitas curah hujan di wilayah pegunungan pada Kamis (3/12) siang, ketinggian air banjir masuk ke pemukiman penduduk antara 50-100 centimeter merendam ratusan rumah yang dekat dengan bantaran sungai.

Sementara banjir luapan Sungai Kreung Mereubo juga mulai merendam hektaran area sawah petani di Kecamatan Kaway XVI, bibit padi yang baru dua hari disemai serta benih yang baru ditabur untuk pembibitan dalam area sawah di sapu air banjir.

Abdul Manan petani Desa Pasie Jambu, Kaway XVI mengatakan, masyarakat petani setempat baru selesai membajak sawah dalam beberapa hari terakhir, sebagian sudah ada yang menabur benih untuk pembibitan sebelum ditanam.

"Baru dua hari lalu saya tabur benih, hari ini sudah tergenang air. Kalau kondisi airnya tidak begitu deras mungkin ada manfaatnya juga bagi petani lain yang belum tergarap sawah karena tidak ada air dari saluran irigasi," katanya.(ANTARANews)

Banda Aceh - Semua mata akan tertuju ke Aceh pada 13 Desember 2015. Mengapa? Sebab provinsi ini akan menjadi tempat penyelenggaraan Hari Nusantara.

Hari Nusantara merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Deklarasi Djuanda (13 Desember 1957).

Secara geopolitik dan geoekonomi, peringatan tersebut memiliki arti yang sangat penting, karena merupakan proklamasi kesatuan aset kewilayahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus menjadi simbol kesatuan wilayah dan kedaulatan laut Nusantara.

Dilansir dari situs Kementerian Pariwisata Indonesia.travel, rencananya acara akan berlangsung pada 13 Desember 2015, bertempat di Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh.

Rangkaian kegiatan meliputi beberapa seminar dan pameran. Antara lain seminar dan pameran dari 9 perguruan tinggi, meliputi: Universitas Papua (Manokwari) untuk wilayah Papua, Universitas Nusa Cendana (Kupang) untuk wilayah Nusa Tenggara, Universitas Hasanuddin (Makassar) untuk wilayah Sulawesi, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Surabaya) untuk wilayah Jawa.

Ada pula Universitas Tanjung Pura (Pontianak) untuk wilayah Kalimantan serta Universitas Maritim Raja Ali Haji (Tanjung Pinang), Universitas Andalas (Padang), Universitas Sumatera Utara (Medan) dan Universitas Syiah Kuala (Banda Aceh).

Selain itu, ada pula atraksi seni budaya, parade, aneka lomba olahraga bahari, serta lomba masak (serba ikan). Hari Nusantara juga akan diisi dengan pameran Fishery Marine Expo, Nusantara Expo, dan Openship.

Berbagai kegiatan sosial juga digelar seperti donor darah, operasi katarak, operasi bibir sumbing, pengobatan gratis, bedah rumah, bersih pantai dan laut, penanaman pohon, pembangunan desa nelayan, dan penambahan listrik.

Tahun ini, peringatan Hari Nusantara mengangkat tema “Kekayaan Energi dan Sumber Daya Mineral untuk Pembangunan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia Guna Mewujudkan Kejayaan dan Kemakmuran Bangsa”.

Peringatan Hari Nusantara diharapkan dapat menjadi pendukung dalam program mewujudkan Indonesia sebagai “Poros Maritim Dunia”.

Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan gerakan pembangunan infrastruktur energi di seluruh pesisir Indonesia.

Pembangunan infrastruktur tersebut akan diprioritaskan kepada pengembangan model pembangunan di tujuh lokasi yang terbagi dalam tiga cluster industri maritim, yaitu: Wilayah Barat (Aceh Jaya, Kuala Tanjung Barat dan Pulau Enggano), Wilayah Tengah (Lombok Tengah NTB dan Kupang NTT) serta Wilayah Timur (Minahasa Selatan dan Morotai).

Terpilihnya Lampulo sebagai lokasi puncak acara juga diharapkan mampu menambah fasilitas infrastruktur di kompleks Pelabuhan Perikanan Lampulo.
 
DREAM

Aceh Utara - Seorang pegawai negeri sipil (PNS), Nurdin Mahmud jatuh ke dalam sumur di rumahnya di Desa Batu 12, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, kemarin. Karena kejadian itu, ia tewas.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban masuk ke kamar mandi hendak buang air besar dan berwudhu. Tak lama kemudian, istri korban, Roslilawati (54) yang kebetulan berada di dapur yang bersebelahan dengan toilet mendengar suara benda jatuh ke dalam sumur.

“Selanjutnya istri korban meminta keponakan, Riski Riandi (19) untuk mendobrak pintu toilet. Setelah itu ditemukan posisi korban di dalam sumur. Sang keponakan langsung turun ke sumur untuk mengambil jasad tersebut. Kemudian jasad korban berhasil dikeluarkan,” ujar Kapolsek Cot Girek Ipda Amiruddin.

Keluarga korban kemudian membawa jasad Nurdin ke puskesmas setempat untuk dilakukan autopsi. Namun pihak medis menyatakan bahwa korban sudah tewas dengan kondisi lecet di siku kanan dan kiri.

Korban dibawa pulang oleh keluarga ke rumah duka untuk disemayamkan. Pihak kepolisian setempat juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dalam hal ini, polisi juga menyatakan bahwa korban tewas murni karena jatuh ke sumur.(OKZ)

Anggota Kodim 0710/Pekalongan memperlihatkan bendera milik kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berhasil mereka sita, di Makodim 0710/Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (5/9/2014). Kodim 0710/Pekalongan berhasil menyita sebanyak 1.279 lembar bendera GAM dari seorang pemilik konveksi bernama Imam Kamaludin di Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, dan Kelurahan Krapyak Kidul, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.
Banda Aceh - Sebanyak 113 lembar bendera bulan bintang disita polisi di dua daerah di Aceh. Bendera tersebut diduga hendak dikibarkan saat perayaan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke-39 pada 4 Desember besok.

Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Irjen Husein Hamidi, mengatakan, sebanyak 95 lembar bendera disita polisi dalam sebuah razia gabungan di Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya. Bendera bulan bintang itu dibawa oleh tiga orang dengan menggunakan minibus.

"Ketiganya merupakan warga Aceh Utara dan sudah kita amankan untuk kita mintai keterangan," kata Husein kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (3/12/2015).

Bendera tersebut, kata Kapolda, hendak dibawa ke Aceh Selatan untuk dikibarkan saat perayaan Milad GAM. Barang bukti dan ketiga pelaku kini sudah diamankan di Mapolres Aceh Selatan.

Selain di Aceh Selatan, polisi Aceh Utara juga menyita 18 lembar bendera yang sudah disahkan menjadi bendera Aceh oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Kecamatan Baktia Barat. Bendera tersebut diamankan dari tempat penjahit.

"Yang di Aceh Utara itu benderanya sudah diamankan di Polres," ungkap Husein.

Sementara itu,  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh telah mengeluarkan seruan bersama yang berisi larangan pengibaran bendera bulan bintang saat perayaan Milad GAM. Seruan ini dikeluarkan karena ada isu-isu tentang adanya pengibaran bendera pada 4 Desember.

Seruan tersebut ditandatangani oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Wakil Ketua DPR Aceh Sulaiman Abda, Pangdam Iskandar Muda Mayjen Agus Kriswanto, Kapolda Aceh Irjen Husein Hamidi, Kajati Aceh Tarmizi dan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haythar.

"Sehubungan dengan Qanun Nomor 3 Tahun 2014 tentang Bendera dan Lambang Aceh yang belum ada suatu kesepakatan bersama antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Aceh, maka dengan ini diminta kepada semua pihak untuk tidak menaikkan, mengibarkan, menggunakan dan mempublikasikan bendera dan lambang Aceh dimaksud sampai dengan adanya ketentuan lebih lanjut," demikian bunyi isi seruan.

Menurut Kapolda, polisi akan mengambil langkah-langkah persuasif dalam mengangani persoalan bendera. Hal itu karena hingga kini pembahasan masalah bendera masih terus dilakukan ditingkat pusat.

"Nanti akan kita lihat dulu apa motivasi pelaku membawa atau mengibarkan bendera," ungkap Kapolda. 

Detik.com

statusaceh.net - Rusia dan Turki terus memanas. Pihak NATO pun ikut campur dengan meningkatkan kehadiran militer mereka di perbatasan Turki-Suriah.

Keputusan NATO kemungkinan akan dinilai sebagai kemenangan diplomatik bagi Turki. Sejak jet Turki menembak jatuh pesawat pembom Rusia, yang diduga melanggar wilayah udaranya di perbatasan dengan Suriah, Turki telah meminta dukungan mitra-mitranya dalam NATO.

Keputusan itu bertepatan dengan peningkatan kehadiran militer Rusia di Suriah, yang menurut ilmuwan politik Cengiz Aktar dari Suleyman Sah University di Istanbul, kini menjadi ancaman serius bagi pasukan Turki.

"Mereka mengirim kapal Moscova dengan rudal anti-pesawat S400 dan mereka mungkin membalas. Turki tidak memiliki sarana dan kekuatan militer untuk melawan tindakan Rusia di kawasan itu tanpa bantuan Amerika dan negara-negara lain," ujar Aktar.

Rudal-rudal S400 mampu menjangkau wilayah udara Turki. Menurut analis, NATO diperkirakan akan mengirim kapal-kapal ke bagian timur Laut Tengah, selain menambah jet-jet tempur di pangkalan udara Incirlik di Turki, dekat perbatasan dengan Suriah. Turki meningkatkan patroli jet-jet tempurnya di perbatasan dengan Suriah.

Sinan Ulgen, pada Carnegie Institute di Brussels, mengatakan dukungan NATO kemungkinan akan mempertegas sikap Turki terhadap Moskow.

"Turki merasa berhak atas apa yang telah dilakukan. Tidak akan ada permintaan maaf dan negara itu berharap mitra-mitranya di Barat mendukung sikap ini. Jika terjadi pelanggaran lagi, kita sayangnya bisa menduga ini akan berulang," tutur Ulgen.

Walau NATO mengklaim rencana pengerahan militer ke Turki bukan untuk melawan pasukan Rusia, pengamat-pengamat memperingatkan, itu kemungkinan akan semakin menghambat upaya membujuk Rusia berkoordinasi dalam memerangi ISIS.

Bahkan dengan perkembangan terbaru itu, menurut pengamat, sinyal pertama yang mungkin meredakan ketegangan adalah pengumuman bahwa Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov setuju untuk bertemu Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pekan ini di sela-sela konferensi OSCE di Beograd, ibukota Serbia.(Konfr)

Pengunjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa Papua saat berorasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 1 Desember 2015. Dalam aksinya massa menuntut Papua Merdeka dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. TEMPO/Aditia Noviansyah
Jakarta - Gabungan beberapa organisasi kemasyarakatan berkumpul di kantor LBH Jakarta guna menyatakan sikap menolak dan meminta aparat menghentikan aksi kekerasan yang menimpa masyarakat Papua, baik yang terjadi di Jakarta dan di Papua pada 1 Desember lalu.
Menurut Bernard Agapa, aktifis dari 'Papua Itu Kita' aksi unjuk rasa yang berlangsung di Jakarta kemarin bukan bentuk gerakan separatis yang mengganggu kedaulatan. "Tanggal 1 Desember merupakan hari bagi orang Papua dalam merayakan ekspresi identitas," katanya di kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Kamis, 3 Desember 2015.

Bernard menambahkan setiap perayaan tanggal 1 Desember sejak 1961 terus menelan korban. Menurutnya 1 Desember merupakan saat pertama kali masyarakat menyebut diri mereka sebagai Papua, dan di tanggal itu pula nama Papua diresmikan.

Selasa kemarin 1 Desember 2015, Aliansi Mahasiswa Papua melangsungkan demonstrasi di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Namun demonstrasi tersebut berujung rusuh. Mahasiswa melempari polisi dengan batu, sementara 300 polisi menyemprotkan gas air mata. 

Selain di Jakarta, sebanyak 32 orang ditangkap karena diduga hendak memperingati Hari Ulang Tahun Organisasi Papua Merdeka. Sedangkan warga mengklaim bahwa mereka ditangkap saat akan melakukan ibadah.

Aliansi ini juga menuntut dua mahasiswa yang masih ditahan kepolisian yakni Enos Suhun dan Eliakimitlay untuk dibebaskan. Selain itu juga meminta aparat menghentikan aksi represif terhadap orang Papua serta kelompok masyarakat sipil lainnya seperti buruh.

Gabungan Aliansi Masyarakat ini terdiri dari Papua Itu Kita, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Front Mahasiswa Nasional, Federasi Buruh Lintas Pabrik, Perempuan Mahardhika, Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan dan 18 organisasi lainnya.

TEMPO

Sport - Manchester United disebut tengah mempersiapkan dana berlimpah senilai 350 juta poundsterling atau bernilai sekitar 7,2 triliun rupiah, untuk membeli Lionel Messi dan Neymar sekaligus.

Barcelona diklaim tengah kesulitan mempertahankan dua bintangnya itu, karena kondisi keuangan klub yang sedang tidak terlalu sehat.

The Sun mengklaim bahwa United takkan segan mengeluarkan dana senilai 350 juta poundsterling, untuk mendatangkan kedua bintang itu ke Old Trafford.

Meski terdengar sulit, namun laporan tersebut mengatakan fakta bahwa 73 persen dari total pemasukan Barcelona musim lalu tersedot ke pos gaji pemain, akan jadi alasan terbesar klub untuk segera melepas dua pemain terbesarnya.

United sendiri merupakan salah satu klub terkaya di dunia dan mereka diperkirakan punya kekuatan finansial yang cukup, untuk membayar klausul pelepasan kontrak Messi dan Neymar, serta memberikan mereka gaji bernilai besar.(Bola.net)

Banda Aceh - Sejumlah anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) --sebuah organisasi tempat bernaungnya para mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM)-- mengibarkan bendera Bulan Bintang di halaman Mes Walinanggroe, di Jalan Pemancar, Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Provinsi Aceh pada hari ini.

Bendera Bulan Bintang seukuran 180x120 centimeter dikaitkan pada sebuah tiang bendera yang berada tepat di depan mess wali. Bendera dinaikkan dalam posisi setengah tiang.


Komandan pengibar bendera Rizal mengatakan, pengibaran bendera setengah tiang dilakukan untuk mengenang jasa para mantan kombatan yang gugur saat konflik Aceh bergejolak. Pengibaran bendera ini juga merupakan bentuk penghormatan atas jasa Tengku Maad Muda Di Tiro, sebagai Wali Nanggroe Aceh yang ketujuh.

"Jadi tidak ada kaitannya dengan milad GAM yang jatuh 4 Desember besok. Ini murni untuk mengenang para syuhada GAM dan Tengku Maad Di Tiro," kata Rizal, Kamis (3/12/2015).

Dia mengatakan, sebelum mengibarkan bendera, mantan kombatan yang ada juga memanjatkan doa-doa kepada eks GAM yang gugur. Pengibaran Bulan Bintang baru dilakukan pada pukul 9.00 WIB, dengan sebuah upacara kecil.

"Jadi memang tidak ada kaitanya dengan hal lain," ujar Rizal.

Pengibaran bendera dengan latar belakang warna merah, dipadu garis hitam putih, dan logo bulan bintang berwana putih pada bagian tengah ini, setelah beberapa jam berkibar, langsung mendapat respons dari pihak kepolisian.

Kapolsek Jaya Baru AKP Salamuddin meminta agar bendera itu diturunkan. "Sebelum ada arahan lebih lanjut, kita minta ini diturunkan dulu," kata Salamuddin.

Sempat terjadi perdebatan kecil sebelum proses penurunan berlangsung. Anggota KPA meminta agar bendera itu diturunkan pada sore hari. Namun setelah mendapat arahan dari pimpinan KPA, mereka pun langsung menurunkan bendera tersebut dengan sebuah upacara kecil.

Proses penurunan bendera GAM di Banda Aceh, berlangsung damai dan meraih simpati masyarakat. Warga yang sedang melintasi Jalan Pemancar, sempat berhenti menyaksikan proses penurunan.

 LIPUTAN6.COM
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.