2016-04-17

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Asnawi Ali saat membacakan keberatannya disidang PBB  
Statusaceh.net-  Sejumlah warga Aceh penerima suaka politik di sejumlah negara Eropa masih terus melakukan kampanyekan perlawanan terhadap segala bentuk kekerasan oleh alat negara dalam membasmi kelompok-kelompok perlawanan di Aceh.

Para warga aceh ini tergabung dalam organisasi Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF)--nama yang sama seperti lembaga pergerakan yang pernah dikomandoi Hasan Tiro dalam memperjuangkan kemerdekaan bagi aceh.

Penolakan aksi kekerasan dan penghukuman tanpa proses pengadilan ini disampaikan dua aktivis ASNLF, masing-masing Imran Abdurrauf di hari pertama dan Asnawi Ali pada hari kedua.

Dalam tayangan video yang dikirim ke Serambinews.com, Sabtu (28/11/2015), Wakil Sekretaris ASNLF, Asnawi Ali terlihat berbicara selama tiga menit dalam forum internasional yang digelar di Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia atau Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR) selama 24-25 November 2015 di Room XX, Palais des Nations, Jenewa, Swiss.

Informasi dihimpun Serambinews.com, forum bertemakan: challenges of criminal justice systems in addressing the needs and demands of minorities (tantangan sistem peradilan pidana dalam menangani kebutuhan dan tuntutan minoritas) itu menghadirkan seluruh perwakilan negara-negara di dunia dan sejumlah NGO yang bergerak dalam penegakan hukum dan kampanye antikorupsi.

ASNLF sendiri berada di barisan yang sederet dengan sejumlah NGO anti-korupsi di seluruh dunia, termasuk sebuah LSM antikorupsi dari Jakarta.

Masing-masing pihak diberikan waktu 3 menit untuk menyampaikan nota keberatan dan bantahan.
Asnawi dalam nota keberatannya mengatakan, Indonesia adalah negara yang menandatangani Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR).

Karena itu, ASNLF mendesak agar Indonesia mematuhi pasal 6 ayat 1 dari ICCPR tersebut yang berbunyi: "Setiap manusia memiliki hak untuk hidup. Hak ini dilindungi oleh hukum. Tidak boleh dengan sewenang-wenang merampas hidup orang sipil di Aceh," katanya.

"Ini termasuk kasus pembunuhan di luar koridor hukum oleh operasi polisi terhadap warga sipil Aceh sejak bulan Maret 2015," katanya.

Ia mendesak PBB untuk menekan Indonesia agar bertindak sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku terhadap setiap insiden kekerasan yang dilakukan oleh TNI/Polri serta pula akuntabilitas atas kejahatan kemanusiaanya di Aceh.

"Banyak kasus impunitas (kekebalan hukum) yang menyebabkan selalu terulangnya kekerasan di tanah rencong," katannya dalam pesan khusus kepada Serambinews.com.

Sementara bantahan dari Perwakilan Republik Indonesia disampaikan oleh Caka A Awal, Sekretaris Utama dalam Misi Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional di Jenewa.

Caka A Awal mengatakan bahwa informasi yang disampaikan ASNLF kurang update dan masih memerlukan verifikasi lanjutan.

Bahkan, pihak Republik Indonesia juga menyatakan, sistem penegakan hukum di Indonesia sudah mulai membaik seiring dengan dibentuknya Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sebagai informasi, ASNLF sendiri adalah organisasi yang mewakili Aceh di Unrepresented Nations and Peoples Organization (UNPO) yang mulai diakui kembali pada 28 Juni 2014 lalu dan sesuai dengan konvenan UNPO.

Sedangkan forum kaum minoritas di Jenewa tersebut digelar setiap tahun dan tahun ini adalah yang ke 8.

Berikut video pernyataan aktivis ASNLF dalam forum PBB selama 24-25 November 2015 di Room XX, Palais des Nations, Jenewa, Swiss:


sumber; Serambinews.com


Medan- Polda Sumut digegerkan dengan penangkapan kasat Narkoba Polres Belawan,  AKP Ichwan Lubis. Ia diamankan tim gabungan BNN pusat dan BNNP Sumut, dari kediamannya, Kamis (21/04/2016) siang.

Berbagai informasi yang berhasil dirangkum menyebutkan, Icwan, mantan Kanit Reskrim Polsekta Belawan ini ditangkap, terkait temuan transaksi mencurigakan di rekening Bank miliknya.

BNN yang bekerja sama dengan PPATK, baru-baru ini menemukan ratusan transaksi mencurigakan, yang diduga terkait bisnis narkoba di Indonesia. Dan, salah satunya adalah milik Ichwan.

“Waktu diamankan di rumahnya tadi, BNN juga  menemukan uang cash Rp2 miliar,”sebut seorang sumber di kantor BNNP Sumut, di Jalan Wiliem Iskandar No 1 A, Pasar V Barat, Medan Estate.

Pasca penangkapan, kata sumber, AKP Ichwan Lubis sempat dibawa ke Mapolda Sumut di Jalan Medan – Tanjung Morawa untuk pemeriksaan awal, sebelum kemudian diterbangkan ke BNN pusat di Jakarta.

Selama di Mapoldasu, Kapolres Belawan sempat AKBP Edy Suwandono sempat terlihat hadir. Ia mendatangi ruangan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf. Namun, gagal bertemu dengan Helfi. Diduga, Kapolres berupaya menemui anak buahnya itu.  Pihak Poldasu sendiri, tampaknya berupaya menutup-nutupi kejadian ini.
AKP Icwan lubis 
“Tidak benar itu,” kata Kabid Humasy, ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Namun, pernyataan Kabid Humasy langsung dibantah pihak BNNP Sumut. Lewat juru bicaranya, AKBP S Sinuhaji, BNNP membenarkan penangkapan Kasat Narkoba Polres Belawan.

Sayangnya, ketika awak media mempertanyakan jumlah barang bukti narkoba yang ditangkap pihak BNN, dirinya mengarahkan agar dikonfirmasi ke Kabid Pemberantasan BNNP Sumut.

"Iya memang benar dan telah dibawa ke Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan. Masalah barang buktinya, coba ditanyakan kepada Kabid Pemberantasan ya," AKBP S Sinuhaji.

Temuan Transaksi Narkoba Rp3,7 Triliun

Sehari sebelum tertangkapnya Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, Badan Narkotika Nasional (BNN)  merilis adanya temuan indikasi transaksi narkotika dan obat-obatan terlarang senilai Rp3,7 triliun.

“Temuan itu hasil dari penelusuran bersama Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), dan merupakan jaringan internasional,” kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, saat memberi penjelasan kepada puluhan jurnalis di kantornya.
AKP Icwan lubis 
Adanya indikasi transaksi jaringan tersebut dari beberapa orang dan ada di beberapa bank di Indonesia, baik bank milik asing maupun pemerintah, ungkapnya. “Transaksi bank tersebut melalui beberapa negara.

Nilai transaksi 3,7 triliun tersebut hanya satu kasus, dan sudah ada yang diperiksa,” ujar Arman.

Arman juga mengatakan, salah satu tersangka yang terlibat tersebut sudah ditahan untuk narkoba dan dikembangkan untuk kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Dan yang diperiksa tersebut adalah salah satu bandar narkoba,” kata Arman.

Sumber: Simantab.com

Sport - Bek Real Madrid Sergio Ramos berhasrat ingin bergabung ke Manchester United (MU) di musim panas depan. Kubu Old Trafford telah lama mengidamkan pemain yang dapat mengisi posisi bek tengah.

Warta seputar Ramos yang selama ini menempati posisi sebagai bek tengah juga mewarnai isu santer berkaitan dengan spekulasi kepindahan penjaga gawang David De Gea, sebagaimana dikutip dari laman Sk Football.

Belakangan terdengar isu yang menyebutkan bahwa Ramos tidak lagi menjalin hubungan mesra dengan Madrid. Kubu Los Blancos bahkan memberi tawaran kepada dia untuk mencari "jalan yang terbaik".

Kapten Madrid itu masih terikat kontrak yang panjang bersama klub papan atas Liga Spanyol tersebut. Hanya saja tidak tertutup kemungkinan Ramos pindah ke Manchester United pada musim panas ini.

"Ada tawaran dari United," kata Ramos kepada COPE. "Saya memutuskan untuk berubah haluan sementara Real Madrid masih menjadi prioritas saya. Ini bukan berkaitan dengan alasan ekonomi."

"Apakah saya merasa tertipu (oleh Madrid)? Tidak, meski saya merasa sedikit kecewa. Ada banyak masalah yang pada akhirnya bakal berakhir juga."

"Saya belum mendengar (bahwa Chelsea tertarik). Masih banyak hal yang harus mereka nyatakan. Bicara soal klub-klub besar demikian memikat publik," imbuh anggota Skuat Timnas Spanyol itu.(Rima)

Blangpidie - Ratusan bekas kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan musyawarah pemilihan ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) yang baru, karena, ketua KPA lama dianggap tidak pernah melakukan koordinasi sesama anggota.

“Musyawarah berlangsung di dalam komplek pesantren Darul Muhibbah, desa Alu Pisang, Kecamatan Kuala Batee yang dihadiri oleh ratusan mantan kombatan GAM yang berada di seluruh pelosok pedesaan di kabupaten Abdya,” ungkap Wakil ketua KPA Abdya, Tgk Tarzani,di Blangpidie, Kamis (21/4).

Dia menambahkan, dalam rapat berlangsung satu hari penuh tersebut, para peserta musyawarah bersepakat mengantikan Ketua KPA Abdya Tgk Abdurahman Ubit, karena menurut usulan peserta rapat, selama ini ketua KPA yang ada tidak pernah melakukan koordinasi saat mengambil kebijakan.

“Selama ini Tgk Abdurahman Ubit selalu mengambil keputusan sendiri tanpa melakukan mufakat dengan anggota. Sehingga saat musyawarah berlangsung, para mantan kombatan GAM mengusulkan pergantian ketua KPA,”katanya.

Usulan pergantian ketua KPA 013 wilayah Blangpidie tersebut, lanjut dia, mendapat dukungan penuh dari peserta rapat, karena, Tgk Abdurahman Ubit dituding tidak mampu menciptakan suasana kondusif dan terindikasi pernah memecat penggurus KPA tanpa dilakukan rapat koordinasi terlebih dahulu.(*) Sumber: AJNN.Net

Ilustrasi
Jakarta - Perusahaan teknologi rekanan Sukhoi, Rostec, menyebutkan Indonesia sangat yakin dengan kemampuan teknologi yang dimiliki pesawat tempur Sukhoi Su-35. Jika sebelumnya telah memesan 10 unit, Indonesia disebutkan akan menambah jumlah pembeliannya menjadi 18 unit.

Keyakinan itu diungkapkan oleh perusahaan teknologi rekanan Sukhoi, Rostec. Disebutkan pula, Indonesia dan Rusia segera meneken kontrak pembelian Su-35 Flanker dalam waktu dekat.

"Secara prinsip, keputusan sudah dibuat, kami menantikan dimulainya pembicaraan," ungkap Kepala Departemen Kerja Sama Internasional Rostec, Viktor Kladov, dalam wawancaranya dengan RIA Novosti, Jumat (22/4).

Kladov yakin, Indonesia berminat untuk menambah daftar belanja Sukhoi menjadi 18 unit. Pihaknya tengah menunggu kehadiran Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu untuk melakukan pembicaraan terkait pembelian itu.

"Kami sangat menantikan kedatangan Menteri Pertahanan Indonesia ke Moskow untuk menghadiri Konferensi Pertahanan Internasional. Kami akan melakukan pertemuan di sela konferensi, kami telah membuat progres yang nyata," tuturnya.

Tak hanya Su-35, Indonesia juga akan membicarakan mengenai pembelian kapal selam diesel-elektronik buatan Rusia terbaru, yakni Project 636 Varshavyanka. Kapal selam tersebut merupakan peningkatan dari kelas Kilo yang mengusung teknologi siluman, penambahan jarak tembak dan kemampuan penembakan target di darat, udara dan bawah air.

"Konsultasi pendahuluan akan dimulai. Indonesia memiliki ketertarikan besar terhadap kerja sama pengembangan teknologi dengan Rusia dan kami siap bekerjasama di tiga area, darat, udara dan laur. Kami telah menyiapkan beberapa pertemuan, termasuk yang ini (Proyek 636)," lanjutnya.

Tahun ini, Armada Laut Hitam Rusia bakal diperkuat enam kapal selam Project 636 kelas Varshavyanka.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen Djundan Eko Bintoro menyatakan belum ada kesepakatan pembelian Su-35 antara Indonesia dan Rusia. Apalagi, pembelian tersebut masuk dalam rencana strategis (renstra) agar TNI memiliki kekuatan minimum sampai 2019 mendatang.

"Memang dalam renstra 2, pengganti F-5 dialokasikan untuk diganti, untuk pengadaan kita gunakan Su-35," ungkapnya.

Menurutnya, masih ada beberapa hal yang belum disepakati dalam kontrak perjanjian, salah satunya skema pembayaran.

"Untuk detailnya saya belum bisa beritahu, karena itu sensitif," ucapnya.

Seperti diketahui, Menhan Ryamizard mengonfirmasikan keinginan Indonesia untuk mendatangkan 10 unit jet tempur Su-35. Pernyataan itu sekaligus memupus upaya industri pesawat terbang Eropa dan Amerika Serikat merayu Indonesia membeli produk-produk mereka.(merdeka.com)

Aceh Barat - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) menjadi momen penting dalam menentukan masa depan suatu daerah dalam lima tahun ke depan. Dengan demikian, penting kiranya memberikan pendidikan politik bagi pemilih pemula agar dapat memilih secara cerdas sehingga  bisa menghasilkan pemimpin cerdas dan wakil-wakil rakyat yang bersih yang bebas korupsi.

Demikian disampaikan Ketua Forum Gerakan Pemuda Peduli Aceh (FORGEPPA) wilayah Aceh Barat Adi Darmadi kepada wartawan di Meulaboh, pada Kamis malam (21/4/2016).

Adi mengatakan, pelajar atau remaja sebagai komunitas yang baru mengikuti pilkada adalah komunitas yang cukup diperhitungkan sebagai basis suara dalam pemilu. Pemilih pemula adalah basis pemilih yang unik, disebut unik karena mereka dalam pemilu sering menunjukan sikap yang khas seperti memiiki antusiasme yang tinggi tapi pilihan masih mengambang.

“Sebenarnya pemilih pemula ini dapat diposisikan sebagai swing votes karena pilihan belum banyak terpengaruh oleh motivasi ideologis tertentu namun  pemilih pemula akan lebih dipengaruhi oleh orang-orang terdekat yaitu keluarga dan kerabat,” ujar Adi. 

Menurut Adi, memberikan pendidikan politik kepada mereka adalah suatu yang penting agar pemilih pemula ini tidak dieksploitasi oleh kelompok tertentu. Adanya karakteristik anak muda seperti daya kritis yang tinggi, independen, tidak puas dengan kemapanan serta pro perubahan adalah suatu modal untuk menjadi seorang pemilih yang cerdas, pemilih yang melakukan pilihan dengan penuh pertimbangan yang rasional. 

Memilih dengan pertimbangan rasional berarti memilih dengan melihat sisi integritas calon pemimpin dengan segala track record serta melihat visi dan program kerja yang dicanangkan. Suatu realita juga hari ini pemilih pemula yang pada umumnya belum memiliki pengalaman yang banyak akan hal pilkada seperti apa itu hakikat pemilu, bagaimana prosesnya, siapa saja yang akan dipilih, bagaimana tahapannya, apa syarat-syarat dan sebagainya.

“Pemilih pemula umumnya juga tidak tahu bahwa pilihan dengan satu suara itu akan berarti bagi proses perpolitikan di suatu daerah. Hal semacam inilah yang menjadikan mereka engan ikut memilih dan malah mejadi ikut-ikutan untuk menjadi golongan putih, golongan yang tidak ikut memilih, maka sosialisasi pemilu dan pendidikan politik perlu dilakukan untuk menghindari melek politik pemilih pemula,” terangnya. 

 Adi menambahkan, sosialiasasi pemilu sebagai bagian dari proses pendidikan politik merupakan kebutuhan dasar bagi pemilih pemula agar mereka tidak melakukan suatu proses memilih seperti memilih kucing dalam karung tapi mereka memilih berdasarkan suara hati nurani dan memilih dengan pertimbangan rasional sehingga pemimpin yang terpilih benar-benar pemimpin yaang berangkat atas keinginan dan kemaslahatan orang banyak.

“untuk melakukan program tersebut bisa dengan acara seminar-seminar, sosialisasi, atau bahkan bisa lewat media-media informal seperti facebook dan tempat-tempat berkumpul anak muda tersebut.” Tutup Adi.(Rill)

Bakal calon (balon) gubernur Aceh, Zakaria Saman alias Apa Karya melakukan silaturahmi dengan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) di kediaman JK, Jakarta, Kamis (21/4).
Jakarta - Bakal calon (balon) gubernur Aceh periode 2017-2022, Zakaria Saman alias Apa Karya bersama tim Zakaria Saman Center, Kamis (21/4), menjumpai Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla (JK), di kediaman JK di Jakarta. Apa Karya meminta pemerintah pusat agar memantau pelaksanaan pilkada 2017 di Aceh.

“Pertemuan itu hanya silaturahmi biasa dan berlangsung di rumahnya (JK) di Jalan Diponegoro (Jakarta). Dalam pertemuan itu, Pak JK hanya tanyakan keadaan perdamaian di Aceh,” kata Apa Karya kepada Serambi, Kamis (21/4) malam melalui sambungan telepon.

Apa Karya menjelaskan, pada pertemuan itu pihaknya tidak membicarakan masalah politik. Hanya saja, dirinya meminta kepada JK untuk memantau pelaksanaan pilkada di Aceh agar berlangsung dengan aman. “Pemerintah harus pantau pilkada di Aceh secara serius, jika tidak saya tidak bisa menjamin bisa aman,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, JK berpesan melalui Apa Karya agar rakyat Aceh harus bersatu dan tidak membuat kegaduhan saat pilkada. JK, kata Apa Karya, berjanji akan memperhatikan pelaksanaan pilkada di Aceh agar berjalan tanpa intimidasi dan aman hingga terpilihnya pimimpin Aceh.

“Zakaria Saman maju lewat jalur independen kan?” tanya JK secara tiba-tiba. “Iya,” jawab Apa Karya. “Saya maju lewat jalur independen untuk menyatukan orang Aceh,” seloroh mantan petinggi GAM dan mantan tuha peut Partai Aceh itu meyakinkan orang nomor dua di Indonesia itu.

Lalu, JK kembali bertanya, “PA bagaimana sekarang?”. Apa Karya menjawab seadanya, “PA sekarang seperti Golkar dahulu (pecah). Dalam politik naik turun biasa,” katanya.

Menurut Apa Karya, pertemuan itu hanya berlangsung 45 menit. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Zakaria Saman Center, Ishak Yusuf, T Firdaus, Armen Desky, Marzuki Desky, dan Asnawi.(*) Serambinews.com

Foto: Agus Setyadi/detikcom
Banda Aceh - Anggota polisi Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Aceh menangkap sebuah kapal nelayan yang tengah mengangkut 140 drum atau 28 ton BBM jenis solar di perairan Pulau Aceh. Empat orang yaitu pemilik, nakhoda dan 2 anak buah kapal ikut diamankan.

Pantauan detikcom, Kamis (21/4/2016), kapal KM Satria Baro kini diamankan di depan kantor Ditpolair Polda Aceh di Lampulo, Banda Aceh. 140 drum solar yang dimuat di dalam kapal sudah dipasang garis polisi. Sedangkan empat orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan.

Direktur Polair Polda Aceh, Kombes Bambang Irianto, mengatakan, penangkapan KM Satria Baro dilakukan pihaknya karena kepergok mengangkut BBM jenis solar tanpa dilengkapi dokumen. Dugaan sementara, minyak tersebut hendak dibawa ke Pulau Aceh, Aceh Besar.


"Ini masih kita lakukan pemeriksaan, nanti baru diketahui apakah solar ini memang dibawa ke Pulau Aceh atau ke tempat lain lagi," kata Bambang kepada wartawan, Kamis (21/4/2016).

Penangkapan kapal tersebut dilakukan pada Kamis dinihari tadi. Saat itu, kapal patroli Ditpolair Polda Aceh dan Polair Polres Sabang mendapat informasi adanya kapal nelayan ukuran 30 GT tengah berlayar menuju Pulau Aceh dengan membawa muatan mencurigakan.

Setelah dilakukan pengejaran, polisi berhasil menangkap kapal tersebut di perairan antara Pulau Beras dan Pulau Aceh. Saat itu, polisi juga mengamankan tiga orang yaitu satu orang nakhoda berinisial SY, warga Pulau Aceh dan dua anak buah kapal.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan seorang pria yang biasa dipanggil Acong, yang diduga sebagai pemilik minyak. Ia selanjutnya diboyong ke markas Ditpolair untuk menjalani pemeriksaan.

"Kita belum tahu dari mana mereka memperoleh minyak ini. Saat ini, mereka semua masih dilakukan pemeriksaan," jelas Bambang. (*) Sumber: detik.com

Kedua pemuda sawang yang ditangkap di cot para (foto juang news)
Aceh UtaraAparat Polsek Makmur Kab. Bireun berhasil meringkus 2 (dua) Pemuda asal sawang yang diduga menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu, keduanya ditangkap dikawasan Cot Para perbatasan Kec. Sawang Kab.Aceh Utara-Blang Dalam,Makmur Kabupaten Bireun,Rabu(20/4/2016).
Kedua pemuda pengedar barang haram tersebut adalah warga Dusun Kuta Bateei Desa Sawang Kab. Aceh Utara berinitial RMR Bin M (21) dan M bin D (22).
Sementara itu Kapolres Bireuen AKBP Ali Khadafi, SIK melalui Kapolsek Makmur Iptu Soeharto menuturkan penangkapan kedua warga sawang tersebut berawal dari informasi dari masyarakat adanya 2 pengedar narkoba jenis sabu di kawasan cot para,kemudian lansung melakukan penangkapan.
“ Setelah kita lakukan penggeledahan ditemukan dua paket sedang sabu berat 0’40 gram dan satu paket kecil sabu berat 0’05 gram yang dikemas dalam plastik bening”,papar kapolsek makmur.
Selain itu dari kedua pemuda sawang tersebut aparat polsek makmur juga mengamankan satu bungkus rokok mild,2 (dua) unit HP jenis Samsung dan 1 (satu) Unit sepeda motor jenis Honda Beat warna merah putih BL 4442 BV.
Untuk kepentingan penyelidikan dan proses lebih lanjut kedua pemuda asal sawang beserta barang bukti di amankan di Mapolsek Makmur.

Reporter: T. Sayed Azhar

Tamiang - Mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Badan Pengelolaan Bencana Daerah (BPDBD) Aceh Tamiang mengalami kecelakaan tunggal di Depan Mapolres Aceh Tamiang.

Dalam peristiwa tersebut, empat petugas mengalami luka berat sedangkan satu orang meninggal dunia, Kamis (21/4/2016).

Informasi yang dihimpun Serambinews.com, Kamis ( 21/4/2016), mobil pemadam dengan muatan air penuh tangki, lari kencang dari arah Kualasimpang menuju menuju Desa Tupah, Kecamatan Karang Baru untuk memadamkan ladang warga yang terbakar.

Sampai di depan Mapolres Aceh Tamiang, mobil yang disupiri Dedi Junaidi oleng saat akan mendahului mobil sedan yang ada di depannya, sehingga terbalik tepat di depan pintu keluar Mapolres dengan kondisi ban di atas.

Sementara empat petugas pemadam yang berada di atas mobil terpental ke badan jalan dan parit yang ada pinggir kiri badan jalan.(*)

Sumber: Serambinews.com

Ilustrasi
Aceh Utara - Jumlah pengemis di Kabupaten Aceh Utara kian meningkat. Sebagian dari mereka adalah anak-anak yang masih berusia sekolah dasar. Pekerjaan yang dilakoni terpaksa dilakukan karena diduga ada oknum yang memperkerjakan mereka sebagai pengemis.

Menurut data dari Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Kabupaten Aceh Utara, Drs Muhammad Jalil, jumlah pengemis mencapai 456 orang dengan berbagai macam variasi.

Jumlah tersebut merupakan jumlah di tahun 2016. Dan ini akan terus bertambah, apalagi menurutnya jumlah pengemis terus meningkat di setiap jelang Lebaran. Lantas untuk menekan angka itu, pihaknya mengaku telah lakukan pemberdayaan.

“Pemberdayaan bagi mereka dalam bentuk Modal Usaha Ekonomi Produktif sudah kita lakukan guna menekan tingginya angka pengemis,” sebutnya, dikutip dari Waspada Online, Kamis (21/4/2016).

Berkat pemberdayaan semacam itu, pihaknya juga sudah membantu 33 orang pengemis di tahun 2016 dan sebanyak 40 orang di tahun 2015. Mereka diberdayakan melalui modal usaha ekonomi produktif.

Pihaknya berharap, agar kiranya pengemis dapat bekerja keras dengan pekerjaan yang lain selain mengemis. Akan tetapi dirinya juga mengaku saat ini kesulitan untuk menghilangkan budaya mengemis.

Hal ini kata Jalil tentu membuat mereka (pengemis, red) ketagihan. Jadi, sebaiknya masyarakat jangan memberikan uang sedikit pun, jangan berpikir ini hanya sedikit, gak apa-apa berikan ke pengemis.

“Jika dikalikan berapa ratus orang yang memberikan uang ke pengemis, maka totalnya sungguh luar biasa, bisa mencapai jutaaan per bulan penghasilan pengemis. Maka dari itu, mari kita kerja sama, jangan buat pengemis ketagihan hingga lupa akan masa depan, pendidikan,” jelasnya.(*) Sumber: waspada.co.id

Kelompok Abu Sayyaf
StatusAceh.Net - Korban selamat dari penculikan kelompok Abu Sayyaf rencananya akan dijemput dengan menggunakan KRI Ahmad Yani.

Kapal perang jenis perusak tersebut akan menuju perairan Ambalat pada sore ini untuk serah terima 6 WNI yang selamat dari penculikan kelompok Abu Sayyaf yang merupakan merupakan ABK tugboat TB Henry dan tongkang Christy.

Mereka adalah Sembara Oktafian, Leonard Bastian Hetharia, Rohaidi, Royke Fransy Montolalu, Yohanis Serang dan Nakhoda kapal Capt Amser AM Lantang.

Sementara itu, satu ABK yang mengalami luka tembak saat peristiwa penculikan, Lambas Simanungkalit, saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Tawau Malaysia.

Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmatim Laksamana Pertama I N G Ariawan SE rencananya akan memimpin langsung operasi penjemputan ABK tugboat Henry dan tongkang Christy di perairan perbatasan antara Indonesia-Malaysia.

Ariawan mendarat di Bandara Nunukan pukul 12.10 Wita dengan menggunakan pesawat TNI AL dengan nomor lambung P-850. Bersama dengan Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Hreesang Wisanggeni, rombongan langsung menuju pangkalan TNI AL. Di sana, KRI A Yani ditambatkan.

Belum bisa dipastikan tepatnya waktu penyerahan ABK dari Pemerintah Malaysia kepada TNI AL.

Rencananya, usai penyerahan, para ABK akan langsung dibawa ke Pangkalan TNI AL di Nunukan untuk dipulangkan ke keluarga masing-masing.

Sejumlah petinggi TNI AL di Nunukan masih enggan dimintai konfirmasi terkait operasi penyerahan para ABK tersebut dilaksanakan. (*)

Sumber: Kompas.com   

Ilustrasi  
Mataram- Setelah insiden terjaringnya kepala BNNP Maluku Utara disebuah tempat hiburan beberapa hari lalu oleh tim gabungan BNNP Malut,kini kembali kejadian memalukan datang dari lembaga rehabilitasi pecandu narkoba, AKSI NTB.

(Baca: Saat Razia Tempat Hiburan, Tim Gabungan BNN Jaring Kepala BNNP Malut Di Royal Cafee )

Dua konsoler atau petugas rehabilitasi berinisial WD dan JR ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polda NTB saat pesta narkoba di salah satu hotel di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB, Sriyanto menerangkan, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait penangkapan kedua petugas Lembaga tersebut. Namun, ia sangat menyayangkan kejadian tersebut.

"Harusnya mereka (konselor) bersih, karena mereka memulihkan pecandu. Kalau dia ternyata pengedar narkoba juga, maka harus diproses hukum.

Kalau dia hanya penyalahguna saja, kita akan dalami dapat barangnya dari mana, kita kejar," ucap Sriyanto di Mataram, Senin (18/4/2016).

Sriyanto menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima BNNP dari Polda NTB, kedua petugas tersebut merupakan mantan penyalaguna narkoba yang sembuh setelah direhabilitasi. Karena dipastikan sembuh, mereka kemudian dijadikan konselor di lembaga AKSI NTB.

Dia juga menjelaskan, sebulan sebelumnya BNNP NTB sempat ingin menggelar tes urine kepada seluruh petugas di lembaga AKSI NTB. Keinginan untuk menggelar tes urine pada seluruh petugas lembaga dipicu AKSI NTB tidak pernah terbuka dengan BNNP.

Sumber: Liputan6

Para militer mengamankan lokasi penembakan tujuh polisi pengawal petugas polio di Orangi.
StatusAceh.Net - Harian utama Pakistan, Dawn, Kamis (21/4/2016), melaporkan, tujuh polisi yang tengah mengawal petugas polio ditembak mati di dua tempat berbeda di kota Orangi, Rabu (20/4/2016) petang.

Orangi terletak di sisi barat laut Karachi. 

Merujuk laporan seorang petugas, Feroz Shah, harian terkemuka di Pakistan itu melaporkan, delapan pria bersenjata mengendarai sepeda motor melepaskan dua tembakan di dua tempat terpisah di Orangi.

“Orang-orang bersenjata pertama melepaskan tembakan kepada tiga polisi di jalan di Orangi. Semua korban tewas seketika,” katanya.

Shah menambahkan, “Kemudian mereka menembak mati lagi empat polisi, yang sedang duduk di dalam sebuah mobil polisi, tidak jauh (dari lokasi pertama).”

“Insiden pertama terjadi saat polisi sedang mengawal tim polio,” kata Shah lagi.

Ia menuturkan,  “Seorang polisi turun tangan ketika delapan pria bersenjata yang mengendarai empat sepeda motor datang dan meminta nama para pekerja polio.”

Tidak berapa lama kemudian, “Sebagai tanggapan, pria-pria itu melepaskan tembakan. Meskipun polisi membalas tembakan, namun mereka kalah.”

“Orang-orang yang sama pula yang membunuh empat anggota polisi lainnya,” kata Shah.

Semua mayat korban di bawah ke Rumah Sakit Abbasi Shaheed. Abdul Kareem, petugas di rumah sakit itu, membenarkan ada tujuh mayat korban penembakan.

Tidak ada laporan tentang jatuhnya korban sipil di kalangan petugas polio.

Kampnye anti-polio telah dilakukan oleh kelompok Taliban sejak beberapa tahun lalu. Itu sebabnya, pemberian vaksin polio selalu dikawal polisi dan petugas paramiliter.

Milisi Islamis penentang vaksinasi mengatakan program ini adalah persekongkolan Barat untuk memandulkan anak-anak Pakistan.

Januari lalu, 15 orang dibunuh dalam serangan bom terhadap pusat vaksinasi di Quetta, Pakistan barat daya.

Polisi menawarkan hadiah 5 juta rupee atau sekitar Rp 628 juta sebagai imbalan pemberian informasi terkait para penyerang.

Pihak keamanan juga memberikan ganti rugi sebesar 2 juta rupee atau Rp251 juta kepada keluarga korban.

Pakistan adalah satu dari dua negara, bersama-sama Afghanistan, tempat polio masih mewabah.

Para milisi berulang kali menargetkan program vaksinasi, membunuh 80 orang sejak Desember 2012.

Perdana Menteri Nawaz Sharif, dalam sebuah pernyataan, mengecam serangan itu dan menghargai keberanian para polisi.

"Mereka menyerahkan hidup mereka untuk mengamankan masa depan negara," kata Sharif.(*)

Sumber: kompas.com


Tebing Tinggi- Kembali dihebohkan dan mencoreng citra Kepolisian,betapa tidak, Seorang personel Satuan Reserse Narkoba Polres Tebing Tinggi, Aiptu Mangasi TP Marpaung, membawa kabur seorang tahanan kasus narkotika, yang ditahan di RTP Polres Tebing Tinggin  Minggu (17/04/2016). 

Informasi dirangkum dari berbagai sumber, aksi nekat personel yang bertugas di unit penyelidikan Sat Reserse Narkoba ini dilakukanya, sekitar pukul 10.30 WIB. 

Mangasi awalnya datang ke sel tahanan, dan meminta petugas mengeluarkan Veny Ditia Pohan (25). Wanita yang ditahan dalam kasus penyalah gunaan sabu-sabu itu, oleh Mangasi, dilaporkan akan menjalani test urine lanjutan.

Percaya dengan 'bualan' Mangasi, petugas jaga pun memberi izin. Wanita muda yang beralamat di Jalan Ahmad Yani tersebut kemudian dibawa ke ruang Sat Narkoba, lalu dibawa ke luar dari Polres, dan hinga kini tak kunjung kembali.

" Kita juga heran, kenapa teman-teman penjaga tahanan memberi izin. Wanita itu kan ditahan kasus narkoba. Lalu, penyidiknya bukan si Marpaung pula. Artinya, dia mem-bon tahanan itu atas inisiatif pribadi," sebut seorang perwira di Polres Tebing Tinggi, petang tadi.

Polisi baru menyadai ada sesuatu yang tidak beres, setelah Mangasi, oknum polisi pemilik NRP 74090061 itu tidak kembali ke Polres hingga selepas Maghrib. 

Oleh petugas jaga tahanan, ia kemudian dilaporkan kepada pihak Satnarkoba, yang kemudian melaporkan kejadian itu ke Kapolres Tebing Tinggi. 

"Karena Hp si Marpaung nggak aktif, makanya dilaporkan," ujar perwira ini.

Informasi lainnya, antara Mangasi dan Veny sebelumnya terjalin hubungan. Tidak sebatas hubungan petugas polisi dengan informan, konon katanya, Veny adalah pacar gelap Marpaung. 

Hanya saja, belum seorang pun pihak terkait yang bisa memberi konfirmasi terkait hubungan ini. Hingga berita ini dilansir, pihak polres Tebing Tinggi belum bersedia memberi keterangan resmi.

Sumber: Simantab.com

Suasana pilkades di meunasah sawang 
Aceh Utara-  Sebanyak 2346 warga sawang yang tercatat namanya dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) hari ini melakukan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) atau Geuchik baru ,Kamis (21/4/2016).

Ketua Panitia Pilkades/Geuchik Sawang, Afrizal yang ditemui Reporter dilokasi Pilkades menyatakan untuk pilkades kali ini kursi calon kades/Geucik Sawang di ikuti oleh 4 kandidat yakni Samsul Bahri , Mahyudanil A.Gani, Saifannur dan Efendi Nur Mustafa.

Menurut afrizal,Pilkades Geucik Sawang dilaksanakan di 3 lokasi terpisah yakni untuk dusun kuta bateei melakukan pencoblosan dimeunasah sawang,sedangkan 2 lokasi lainnya yakni Dusun Cot Baroh-Cot Kawat dan Uteun Punti-Lhokdrien.

“ Kita pihak panitia optimis pilkades Geuchik Sawang insya Allah akan berjalan lancar dan dapat kita selesaikan hari ini”,ungkap afrizal.
4 Kandidat Calon Geuchik Sawang  
Sementara itu dari pantauan Reporter dari lokasi pencoblosan meunasah sawang,pesta demokrasi ini dimulai pukul 09:30 WIB.

Terlihat antusias warga mendatangi tempat pencoblosan yang diadakan di meunasah sawang,Kec. Sawang Kab. Aceh Utara.

Lokasi pencoblosan dimeunasah sawang terlihat dipenuhi oleh warga yang ingin menggunakan hak pilihnya dalam menentukan siapa pemimpin desa mereka 5 tahun ke depan.

Seperti diketahui sudah beberapa lama kursi orang nomor satu di desa sawang sempat mengalami kekosongan setelah masa jabatan geuchik yang lama berakhir.

Lain halnya di lokasi pencoblosan 2 dan 3 yakni di dusun cot kawat – cot baroh dan lhokdrien -uteun punti yqng terlihat sangat sepi,hanya tampak pihak panitia pilkades yang masih menunggu para warga yang akan melakukan pencoblosan.
Lokasi pencoblosan di meunasah sawang  

Seorang warga sawang faudan yang ditemui di lokasi pencoblosan mengatakan jika harapan dirinya siapapun geuchik yang terpilih kali ini bisa mengedepankan kepentingan masyarakat sawang.

“ Siapapun calon geuchik nantinya terpilih saya dan warga Cuma berharap bisa mengedepankan kepentingan umum”,ujar faudan.

Sampai berita ini dilansir warga sawang yang berada di 4 dusun masih melakukan pencoblosan di 3 (tiga) lokasi terpisah.


Reporter: T. Sayed Azhar

Nuriah (kiri) menunjukkan foto anaknya Ishak Daud, mantan panglima tertinggi GAM di Aceh untuk Peureulak dan Tamiang, Rabu (20/4/2016) (VIVA.co.id/Ilham Zulfikar)
StatusAceh.Net - Mata Nuriah (75) berkaca-kaca ketika mengusap debu di foto anaknya. Rindu itu pun semakin membuncah ketika ia memeluk bingkai foto sederhana tersebut.

Nuriah merupakan ibu kandung dari Ishak Daud. Di seantero Aceh, dahulu nama Ishak Daud begitu dikenal. Bagaimana tidak, soalnya Ishak Daud adalah panglima tertinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Ya, kelompok yang disebut-sebut berpasukan senjata lengkap dan dianggap hendak mendirikan negara baru itu memang dipimpin anaknya. Ishak Daud lah yang menjadi panglima tertinggi GAM untuk wilayah Peureulak dan Tamiang Aceh.

Cerita Nuriah, Ishak Daud dilahirkan pada 12 Januari 1960. Ia tewas di Peureulak Aceh pada 5 September 2014 di umur yang ke-44 tahun. Lantaran disergap oleh TNI.

"Mungkin kini tidak ada yang mengingat lagi Ishak Daud," kata Nuriah sembari memeluk foto anaknya, Rabu 20 April 2016.

Nuriah mengaku, sepuluh tahun usai perdamaian konflik GAM dan pemerintah, secara politik GAM sudah diakui pemerintah lewat penunjukan kepala daerah dari GAM.

Namun, ternyata itu tidak memberikan apresiasi apa pun kepada mereka yang dahulu pernah menjadi keluarga GAM. Fakta itu dirasakan betul oleh Nuriah. Dua periode gubernur yang sejatinya merupakan pentolan GAM rupanya melupakan perjuangan para mantan GAM.

"Saya merasa perjuangan anak saya sia-sia. Orang-orang sudah lupa bagaimana anak saya berjuang," kata Nuriah.

Kini, Nuriah hidup di rumah sederhana hasil bantuan bencana korban tsunami. Ia hidup menjanda setelah ditinggal mati suaminya.

"Kini kami cuma bisa berziarah di makam almarhum. Sepuluh tahun perdamaian Aceh, tidak memberi kabar baik untuk keluarga kami," tutur Nurjanah, adik kandung dari Cut Rostina, istri Daud Ishak.

Ya, nama Ishak Daud tenggelam tanpa bekas. Nama besar panglima tertinggi GAM yang meninggalkan seorang anak laki-laki dan perempuan ini, meredup seiring waktu.

Cerita ketangguhan Ishak Daud akhirnya jadi kenangan pahit bagi keluarga. Nasib yang dulu diperjuangkan hingga berdarah, tetap tak menemukan akhirnya.(*)

Sumber: viva.co.id

Jose Mourinho akan menjadi pelatih timnas Inggris yang berisi selebriti pada laga amal bertajuk Soccer Aid Match. (Sky Sports)
Sport - Jose Mourinho menjabat sebagai pelatih timnas Inggris. Namun, The Special One akan mengarsiteki The Three Lions yang berisi para selebriti asal Inggris pada laga amal bertajuk Soccer Aid Match 2016.

Pada pertandingan amal yang berlangsung pada 5 Juni 2016 di Old Trafford, Mourinho akan dibantu oleh Sam Allardyce (pelatih Sunderland) dan penyanyi Robbie Williams sebagai asisten.

Lawan Mourinho adalah pelatih Leicester City, Claudio Ranieri. Juru racik taktik berkebangsaan Italia itu akan menjadi pelatih untuk tim selebriti dan legenda dunia (Rest of the World).

"Saya ingin menjadi pelatih pertama yang memenangkan Soccer Aid Trophy bagi kedua tim, Inggris dan Rest of the World," ungkap Mourinho, yang pernah memenangkan trofi ini saat menjadi pelatih Rest of the World pada tahun 2014.

"Sam dan saya akan bekerjasama dengan baik. Akan menyenangkan untuk melihat Claudio Ranieri kalah dalam pertandingan! Saya berharap panitia bisa membantu saya untuk mendapatkan paspor Inggris," ia menambahkan.

Program Soccer Aid Match merupakan agenda rutin setiap tahun yang digagas oleh UNICEF dan Pemerintah Inggris sejak tahun 2006. Dana amal yang terkumpul dari pertandingan itu akan digunakan untuk membantu anak-anak yang berada di daerah konflik, korban bencana alam, atau wabah penyakit di seluruh belahan dunia.

Soccer Aid Match 2016 merupakan edisi kesepuluh. Jose Mourinho akan menjadi pelatih bagi artis semisal Louis Tomlinson, Olly Murs, Jack Whitehall, dan John Bishop pada laga nanti.

Sumber: Sky Sports

Terowongan Gaza. REUTERS
StatusAceh.Net - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dua hari lalu memuji keberhasilan militer Negeri Bintang Daud mendeteksi terowongan bawah tanah yang membentang dari Gaza menuju wilayah Israel.

Menurut Netanyahu kemampuan menemukan terowongan semacam itu adalah teknologi terobosan pertama di dunia.

"Beberapa hari ini, negara Israel berhasil membuat terobosan global dalam penemuan terowongan," kata dia, seperti dilansir the Times of Israel, Senin (18/4). "Teknologi ini belum ada di tempat lain. Kami sudah mengeceknya ke seluruh dunia."

Militer Israel menemukan terowongan membentang dari selatan Gaza hingga tembus ke Kibbutz Holit di wilayah Israel dua hari lalu. Itu adalah terowongan bawah tanah Hamas pertama yang diketahui tembus sampai Israel sejak Perang Gaza tahun 2004.

Situs Palestina Zamn melaporkan terowongan itu dibangun selama lebih dari dua tahun, termasuk kekuatan infrastruktur di dalamnya.

Terowongan bikinan Hamas selama ini digunakan untuk menyelundupkan bahan makanan dan senjata, termasuk yang membentang dari wilayah Mesir.

Meski terowongannya sudah diketahui militer Israel, Hamas tampaknya tidak terpengaruh.

"Apa yang ditemukan musuh hanya setetes dari lautan perjuangan untuk membela rakyat, membebaskan tempat suci, para tahanan dan tanah negara," kata pernyataan Brigade Qassam, sayap militer Hamas beberapa saat setelah militer Israel mengumumkan telah menghancurkan terowongan itu.

Brigade Qassam kemarin malam melansir video berisi ancaman terhadap Israel. Roket-roket akan ditembakkan ke kota-kota besar Negeri Bintang Daud, jika terowongan Jalur Gaza diusik.

Sasaran utama serangan roket Hamas adalah Ibu Kota Tel Aviv dan Kota Haifa. Ancaman itu diunggah ke Youtube beberapa jam setelah militer Israel menyatakan.(*) Sumber: merdeka.com

Banda Aceh - Kasat Lantas Polresta Banda Aceh Kompol M. Junaeddy Jhonny, SIK turut mengapresiasi aduan masyarakat yang berani melaporkan tindakan oknum polisi dalam pengurusan SIM di mobil keliling Sat Lantas Polresta Banda Aceh.

Junaeddy menjelaskan polisi sebagai pengayom masyarakat seharusnya bisa berkerjasama dengan baik dengan masyarakat, sehingga peraturan yang telah ditetapkan bisa dipatuhi.

“Dalam pengurusan apapun, dengan senang hati polisi akan membantu masyarakat. Bahkan, jika ada oknum polisi yang memberatkan masyarakat dalam pengurus SIM, masyarakat silahkan lapor ke saya,” tegasnya.

Junaeddy menambahkan, guna memudahkan masyarakat dalam menyampaikan keluhannya. Polresta Banda Aceh menyediakan nomor kontak yang bisa dihubungi masyarakat setiap saat.

“Bisa sms untuk pelayanan dan komplain mengenai pelayanan SIM di Sat Lantas Polresta Banda Aceh ke No tlp : 081360455388 dan Pin BB : 2acaa5e1,” pungkasnya.(acehvideo.tv)

Sekelompok Suku Togutil di Kecamatan Weda Timur Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, diberi bahan makanan oleh karyawan base camp peusahaan, Rabu (20/4/2016)
StatusAceh.Net - Suku Togutil di Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, keluar hutan untuk mencari makanan.

Informasi yang diperoleh dari warga setempat, belasan warga suku Togutil ini menuju perkempungan dan menyerang base camp PT Bumi Jaya Utama di Desa Kotalo dengan menggunakan batu dan panah.

“Penyerangan itu menyebabkan atap base camp rusak. Sementara karyawan ada yang bertahan, ada pula yang mengungsi karena takut," kata Jidon, warga setempat, Rabu (20/4/2016).

Menurut Jidon, anggota suku Togutil mendatangi perkampungan hanya untuk mencari makanan. Setelah negosiasi dengan karyawan yang memahami bahasa suku Togutil, mereka diberikan sejumlah bahan makanan di antaranya beras, mi instan, tembakau termasuk peralatan memasak dan pakaian.

“Setelah mereka diberikan makanan dan peralatan masak kemudian mereka pergi meningalkan base camp,” kata Jidon lagi.(*) Sumber: kompas.com

Banda Aceh – Sebagaimana telah termaktub dalam Undang-undang Pemerintahan Daerah, Gubernur selaku Wakil Pemerintah Pusat di daerah berperan aktif dalam mendukung terciptanya penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten/Kota yang efektif, efisien dan berkesinambungan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, dalam sambutan singkatnya yang dibacakan oleh Asisten I Setda Aceh, Muzakkar A Gani, SH, M Si, saat membuka Rapat Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan oleh Kabupaten/Kota Tahun 2016.

Kegiatan yang mengangkat tema 'Dengan pelaksanaan rapat pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan urusan pemerintahan, kita tingkatkan sinergisitas dan efektivitas pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten/kota tahun 2016' itu, diselenggarakan selama tiga hari (19-21/4) di Grand Nanggroe Hotel, (Rabu, 20/4/2016).

"Mudah-mudahan diskusi dan proses tukar pikiran hari ini, dapat memberi pencerahan kepada kita tentang langkah-langkah peningkatan kualitas penyelenggaraan urusan pemerintahan, baik itu yang menjadi kewenangan maupun Tugas Pembantuan di tingkat Kabupaten/Kota,” ujar Gubernur.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya pasal 91 menegaskan, dalam rangka pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Kabupaten/Kota dan Tugas Pembantuan oleh Kabupaten/Kota, Presiden dibantu oleh Gubernur selaku Wakil Pemerintah Pusat di daerah, berperan aktif dalam mendukung terciptanya  penyelenggaraan pemerintahan yang efisien, efektif dan berkesinambungan.
Dalam pasal tersebut juga dijelaskan, bahwa Gubernur berperan sebagai pelaksana koordinasi, pembinaan dan pengawasan melalui beberapa cara, yaitu mengkoordinasikan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan tugas pembantuan di daerah Kabupaten/Kota.

Gubernur juga berperan melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten/Kota yang ada di wilayahnya, memberdayakan dan memfasilitasi daerah Kabupaten dan Kota di wilayahnya.

Gubernur juga berperan untuk melakukan evaluasi terhadap rancangan Qanun Kabupaten/Kota tentang RPJPD, RPJMD, APBD, Perubahan APBD, Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD, tata ruang daerah, pajak daerah dan restribusi daerah, melakukan pengawasan terhadap Perda Kabupaten/Kota dan beberapa tugas lain sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

"Di samping tugas-tugas yang saya sebutkan itu, sebagaimana Pasal 91 ayat (4) Undang-Undang Pemerintahan Daerah, Gubernur juga berperan dalam menyelaraskan dan mengkoordinasikan perencanaan pembangunan antar daerah dan antara Provinsi dan Kabupaten/Kota serta memberi rekomendasi kepada Pemerintah atas usulan DAK bagi Kabupaten/Kota di wilayahnya," sambung Gubernur.

Pria yang akrab disapa Doto Zaini itu menambahkan, dari tugas dan tanggungjawab tersebut, maka dapat dipastikan bahwa peran Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat di daerah sangat signifikan dalam meningkatkan kualitas pemerintahan di tingkat Kabupaten/Kota.

“Namun, peran ini belum berjalan optimal, karena keterbatasan anggaran sehingga ada beberapa program pembangunan yang belum bersinergi,” ujar Doto Zaini.

Faktor lain yang menurut Gubernur mempengaruhi adalah masih rendahnya akuntabilitas dana APBN dan aset Pemerintah di tingkat Provinsi, serta belum optimalnya pelaksanaan ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Meski demikian, lanjut Gubernur, semua kendala itu harus dapat diatasi secara bertahap. Oleh sebab itu, koordinasi dan komunikasi antara Pemerintah Kabupaten/Kota dengan Pemerintah Provinsi harus senantiasa ditingkatkan agar berbagai kendala itu dapat diatasi bersama.

"Pertemuan yang kita selenggarakan hari ini adalah salah satu bentuk koordinasi dan komunikasi. Oleh sebab itu mari kita jadikan forum ini sebagai wahana untuk saling berdiskusi dan berbagi pengalaman agar kendala yang dihadapi dapat kita atasi dengan baik," tambah Doto Zaini.

Sehubungan dengan itu, Gubernur meminta peserta rapat yang terdiri dari unsur Asisten Pemerintahan, Kepala Bagian Pemerintahan, dan Kepala Bappeda Kabupaten/Kota se-Aceh, dapat melaporkan perkembangan penyelenggaraan pemerintahan di daerah, serta melaporkan pelaksanaan kegiatan anggaran pembantuan tahun 2016 yang diterima dari Kementerian/lembaga pusat, mengingat pelaksanaan kegiatan itu telah berjalan satu triwulan.

“Jika ternyata masih ada informasi yang kurang, maka secepat mungkin Pemerintah Daerah melalui Bappeda Kabupaten/Kota segera melakukan koordinasi dengan SKPK pelaksana, sehingga target dan realisasi pembangunan itu dapat tercapai.”

Oleh karena itu, Gubernur menghimbau agar para peserta untuk dapat saling berbagi informasi dan berdiskusi tentang perkembangan terkini mengenai urusan Pemerintahan dan Tugas Pembantuan di tingkat Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Selanjutnya kita akan memetakan masalah serta mencari langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dengan demikian, pada akhir pertemuan ini kita dapat merumuskan rencana tindak lanjut dalam upaya meningkatkan peran Gubernur untuk memberikan dukungan bagi terciptanya Pemerintahan yang berkualitas di tingkat Kabupaten/Kota se-Aceh,” pungkas Gubernur Aceh.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan-Aceh, Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Banda Aceh, Para Asisten Pemerintahan Kabupaten/Kota, Para Kepala Bappeda Kabupaten/Kota se-Aceh serta jajaran SKPK terkait lainnya. (Rill)

Banda Aceh - Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah mengatakan angka kepemilikan rumah bagi kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Aceh masih sangat minim.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan saat membacakan sambutan Gubernur Aceh pada Acara Sosialisasi Pemanfaatan Sumber-Sumber Dana Bantuan Perumahan Bagi Aparatur Sipil Negara di Aceh melalui Program Satu Juta rumah untuk Rakyat di Ruang Serbaguna, Setda Aceh, Banda Aceh, Rabu (20/4).

“Menurut data Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum), setidaknya ada sekitar 33.000 PNS Aceh yang belum memiliki rumah,” kata Gubernur Zaini.

Minimnya angka kepemilikan rumah di kalangan PNS menurut Gubernur dikarenakan kurangnya sosialisasi program Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (TAPERUM), sehingga kondisi ini membuat sebagian dari mereka kesulitan membeli rumah.

Selain dari TAPERUM, Gubernur Zaini menjelaskan banyak juga beberapa skema bantuan lainnya kepada PNS dalam memudahkan mereka memiliki rumah yang layak, antaranya skema bantuan pembelian rumah melalui pinjaman lunak yang telah disetujui oleh Pemerintah baru-baru ini.

“Sebagai Kepala Pemerintahan Aceh, saya tentu saja sangat mendorong agar skema ini dapat diterapkan lebih mudah dan sederhana di Aceh sehingga para PNS dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aceh yang belum memiliki rumah bisa mendapatkan pinjaman agar mereka mampu memiliki rumah yang layak dan sehat,” katanya.


Dalam menangani hal itu, Gubernur Zaini mengapresiasi program Pemerintah Pusat “Program Satu Juta rumah untuk Rakyat” yang telah disusun Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.


“Tahun lalu melalui program ini, Aceh mendapat jatah hampir 6.000 unit rumah yang tentu sangat membantu masyarakat, apalagi saat ini harga rumah di Aceh cenderung meningkat karena naiknya harga material bangunan,” ujar Gubernur.


Gubernur berharap dengan adanya program Satu Juta Rumah tersebut, para pegawai negeri di Aceh dapat memanfaatkan fasilitas itu untuk kepemilikan rumah yang layak.

Rumah dibawah Rp 300 juta bebas PPN

Gubernur Zaini pada kesempatan tersebut juga turut menyambut baik kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah dimana batas atas rumah bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dinaikkan dari harga Rp 140 juta menjadi Rp 300 juta.

“Dengan begitu, maka rumah yang  harganya di bawah Rp 300 juta akan bebas pajak. Regulasi ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat memiliki rumah, terutama untuk kalangan menengah ke bawah,” ujarnya.

Menurut Gubernur, kebijakan itu selayaknya kita sambut dengan gembira, karena selama ini PPN cukup menghambat masyarakat dalam memiliki rumah. “Kita juga pantas berbahagia, sebab Aceh termasuk wilayah yang menjadi sasaran program 1 juta rumah ini,” pungkas Gubernur.

Acara sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Direktur Evaluasi dan Monitoring Kementerian PUPERA, Bapak Lita Matongan, Dirut BAPERTARUM-PNS, Bapak Heroe Soelistio serta para perwakilan dari Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) dan beberapa perwakilan bank yang menyediakan pinjaman lunak untuk pembelian rumah. (Rill)

Banda Aceh - Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah mengatakan pembangunan rumah diharapkan mencapai 7000 – 10.000 unit per tahun sebagai jawaban bagi pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM saat membuka Musyawarah Daerah ke-6 Dewan Pimpinan Derah Realestate Indonesia - DPD REI Aceh di Anjong Mon Mata, Rabu (20/4)

Zaini Abdullah menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2005, penduduk Aceh berjumlah 4,03 juta jiwa. Kemudian tahun 2010 jumlah itu meningkat menjadi 4,7 juta jiwa. Tahun 2014 naik lagi hingga 5,2 juta. Tahun ini diperkirakan jumlah penduduk Aceh berkisar Rp 5,4 juta.  Jika dipukul rata,  ada penambahan  jumlah penduduk sekitar  100 ribu jiwa per tahun, atau mengalami kenaikan 2,3 persen.

"Kalau saja rata-rata satu keluarga berjumlah lima orang, maka idealnya kebutuhan rumah di Aceh mencapai 20 ribu unit setiap tahunnya, tapi setidaknya kita berharap pembangunan itu mencapai 7000 – 10.000 unit per tahun," kata Zaini

Peluang ini kata Zaini Abdullah harus dimanfaatkan oleh kalangan pengembang di Aceh."Kita perlu mendorong REI Aceh untuk bisa tampil sebagai tuan rumah di daerahnya sendiri, sebab jika tidak, maka pengembang dari Provinsi lain yang akan mengintai peluang itu"
 
Kebutuhan perumahan bagi rakyat kata Zaini seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan kondisi keamanaan yang semakin kondusif di Aceh.

Tahun ini lanjut Zaini,  Pemerintah Aceh menargetkan pertumbuhan ekonomi Aceh mencapai 5,3 persen atau sama dengan pertumbuhan ekonomi secara nasional. Pertumbuhan itu dipastikan bakal diikuti  dengan peningkatan jumlah penduduk.

Pada kesempatan tersebut, Zaini Abdullah juga meminta DPD REI Aceh dapat menyusun program-program perumahan yang sejalan dengan misi Pemerintah Aceh.

"Kita juga berharap Perbankan di Aceh berkenan membantu pengembang di daerah ini untuk pembangunan perumahan, sehingga masyarakat sebagai pembeli akan memiliki akses lebih mudah untuk mendapatkan rumah," ujar Zaini Abdullah

Sementara itu, Ketua REI Pusat, Eddy Hussy mengatakan, Musyawarah Daerah REI Aceh dilakukan untuk mengevaluasi kinerja pengurus REI sebelumnya dan menentukan program-program dan langkah REI Aceh kedepan serta pemilihan pengurus REI Aceh yang baru.

“Kita harap Musda ini dapat merumuskan langkah REI Aceh dalam mendukung program pemerintah Aceh terkait pembangunan perumahan di Aceh,” kata Eddy. (Rill)

Pegawai dari Dinsos Singkil menyerahkan bantuan sembako dan pakaian kepada keluarga Siti Aminah
Aceh Singkil - Hidayah menghampiri satu keluarga pemeluk agama Kristen dari Palambak, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Dengan Ikhlas dan tanpa dipaksa oleh siapapun, satu keluarga itu bersyahadat, sebagai salah satu syarat sah atau bukti mereka telah menjadi pemeluk agama Islam.

Hidayah Allah itu tak serta merta datangnya. Hati Satiniiah (29) yang sedang hamil anggur (Molahidatidosa) itu tersentuh sikap tulus yang ditunjukan petugas medis Puskesmas Pulau Banyak yang dengan sabar mendampinginya berobat sampai menjalani pembersihan rahim karena janin tak berkembang (Kuret) di Rumah Sakit Subulussalam.

Sikap tulus petugas puskesmas tanpa membedakan keyakinan yang dipeluk Satiniah membuat ibu tiga anak itu merasa terharu, apalagi disaat musibah datang kepadanya kelurganya sendiri terkesan tak perduli. Hal itu membuatnya berfikir jika Islam adalah agama yang mengayomi semua manusia, tulus menolong tanpa membedakan keyakinan agama.

Bukanya menentang langkah wanita yang kini berganti nama menjadi Siti Aminah itu masuk islam, suaminya, Yusman (27), pun ikut memeluk Islam dengan mengajak serta tiga orang anaknya, yakni Fajri Ahmad, Rena Wati dan Rapi Sahputra.

"Mereka satu keluarga masuk Islam lantaran mereka merasa Islam itu agama yang menyayangi sesama, dalam menolong tak membeda-bedakan agama," kata Mufrin, Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Rabu (20/4).

Mufrin yang saat itu sedang berada di pulau banyak menuturkan, niat Siti Aminah dan keluarganya memeluk islam langsung direspon positif. Begitu mendapat kabar dari warga, tim medis dinas kesehatan yang kebetulan sedang melakukan sunatan massal di Pulau banyak barat ketika hendak pulang ke Singkil langsung mengkhitan Yusman sebelum disyahadatkan.

Dalam mengucap dua kalimat syahadat yang berlangsung, Selasa (19/4), mereka dipandu oleh Ustad Rahmadi yang merupakan Dai perbatasan di wilayah itu. Setelahnya sekeluarga itupun diberi bingkisan berupa sembako dan pakaian oleh Dinas Sosial Aceh Singkil.

"Peristiwa ini harus menjadi renungan kita sebagai umat Islam, kita harus bisa mencerminkan bahwa Islam itu tidak diskriminatif, sehingga pemeluk agama lain mau memeluk agama kita," pungkas Mufrin.(*)Sumber: AJNN.Net

Kepala BNPT Komjen Pol Tito Karnavian mengatakan, Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso mulai melemah akibat pengepungan Satgas Operasi Tinombala. (Sindonews)
Poso - Kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah telah terkepung oleh pasukan Polri dan TNI dalam Operasi Tinombala, Poso, Sulawesi Tengah.

"Dari informasi yang kita dapatkan dari Poso, memang kelompok Santoso sudah semakin terdesak. Wilayah yang bisa dia lewati untuk mencari logistik sudah kita isolasi," kata Juru Bicara Humas Mabes Polri, Kombes Rikwanto di Gedung Divisi Humas Polri, Rabu (20/4/2016).

Rikwanto menambahkan, bahwa pasukan sudah membuat pagar betis. Menurutnya, kelompok Santoso sangat kecil kemungkinan untuk turun gunung mencari logistik, pakaian serta senjata.

"Kelompok Santoso sudah semakin terdesak. Mereka terkucilkan kemudian pasukan yang ditugaskan disana, membuat pagar betis," tandasnya.

Dengan terkepungnya kelompok Santoso kata Rikwanto berhasil membuat dua anggota kelompok Santoso turun gunung untuk mencari makanan karena kelaparan.

"Jumat kemarin ada dua orang yang mencoba turun bersembunyi namun diketahui dan tertangkap. Inisial IB dengan IN. Dan mereka dari keterangan yang didapatkan memang kelaparan," kata Rikwanto.(Rimanews.com)

Wakil Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, mendampingi kunjungan para investor meninjau rencana investasi di Sabang, Selasa (19/04). Wagub menyatakan berbagai bisnis diyakini akan sangat menguntungkan jika dikembangkan di Sabang.
Sabang -- Wakil Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, mempromosikan potensi pariwisata Sabang, kepada para investor, Selasa (19/04). Berbagai bisnis, disebut Wagub, akan sangat menguntungkan jika dikembangkan di Sabang.

Sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia, banyak hal yang bisa dibangun di Sabang. Salah satunya perhotelan. "Bisnis pariwisata dan perhotelan sangat bagus jika dikembangkan di sini," kata Muzakir Manaf, dalam kunjungan kerjanya saat mendampingi 35 investor lintas negara, di Sabang.

Mualem, sapaan akrab Muzakir Manaf, menyebutkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sabang yang mencapai hampir sejuta per tahunnya. Hal itu tentu akan sangat menguntungkan para pebisnis. Tentunya masyarakat pun akan menerima manfaat dari para investor. "Dengan masuknya investor, tentunya pembangunan di Sabang akan semakin baik," kata Muzakir Manaf.

Nazaruddin, Wakil Wali Kota Sabang, yang ikut mendampingi para investor dari lintas negara itu, menyebutkan bahwa Sabang salah satu daerah strategis wisata. Nazaruddin berharap, kedatangan wakil gubernur bisa meyakinkan para investor yang ikut bersama wagub, untuk menanamkan modalnya di Sabang.

Pengunjung ke Sabang, kata Nazaruddin, terus meningkat setiap tahunnya. Karena itu, bisnis pariwisata dan penunjangnya seperti perhotelan dan perdagangan sangat menjanjikan untuk diinvestasikan. " Saya yakin, setelah (mereka) melihat potensi Sabang dengan keindahan pulaunya, mereka akan berinvestasi di sini," ujar Nazaruddin.

Di Sabang, para investor diajak berdialog terkait potensi Kota Sabang di Aula Balai Kota. Mereka juga diajak melihat langsung tempat pendaratan ikan. Di tempat itu ada bekas gudang pengolahan ikan di Desa Pasiran, yang sebelum tsunami dikelola oleh investor Taiwan. Wakil wali kota beserta wakil gubernur menjelaskan kepada investor tentang potensi ikan tuna di Sabang. Per harinya, setiap nelayan tradisional, kata Nazaruddin membawa sedikitnya dua ekor tuna hasil pancingan. "Ini potensi yang luar biasa. Sabang punya tuna kualitas ekspor yang melimpah," ujar Mualem.

Yang Jin Suk, investor asal Korea Selatan menyebutkan, Sabang punya potensi luar biasa. "Kita akan lihat (dan bicara) lagi nanti detailnya seperti apa," kata Jin Suk yang juga Sekretaris Taekwondo Dunia itu.

Sebelumnya, Wagub mengajak 35 investor dari Jakarta, Korea, Jepang, Cina, dan Australia tersebut ke Aceh Utara. Di sana mereka melakukan pertemuan dengan pemerintah kabupaten dan berdiskusi tentang potensi daerah sekitar. Wagub juga mengajak para investor dari lintas negara tersebut ke Lhokseumawe. Di sana, para investor meninjau PT. Humpuss Aromatik.

Kedatangan para investor tersebut, kata Mualem, untuk melihat berbagai potensi yang ada di Aceh. (Rill)

Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera  
StatusAceh.Net - Sebanyak 11 Anggota polisi di jajaran Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) terindikasi terlibat narkoba, ke-11 anggota polisi ini terjaring dalam operasi bersinar 2016 yang dilakukan oleh tim polda sulsel beberapa waktu lalu.

"Kami sangat komitmen dalam menjalankan operasi bersih narkoba dan akan memproses ke 11 anggota polisi yang terlibat narkoba, mereka terancam dipecat atas keterlibatan dalam jaringan maupun penggunaan narkoba", ujar Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (19/4/2016 ).

Inilah 11 Anggota Polisi yang terjaring dalam operasi bersinar 2016 terindikasi terlibat dalam jaringan dan pengguna narkoba, yakni:

1. Brigol Supardi (anggota Polres Sidrap, Sulawesi Selatan).
2. Brigpol Eddy Chandra (anggota Polres Mamasa, Sulawesi Barat).
3. Brigpol Khasrul (anggota Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan).
4. Ipda Syaharuddin (Ka SPK Polres Palopo, Sulawesi Selatan).
5. Brigpol Andi Baso (anggota Polres Bulukumba, Sulawesi Selatan).
6. Brigpol Yuslin Yusuf (anggota Polsekta Mariso, Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan).
7. Aiptu Mustari (Kanit Shabara Polsek Ponre, Polres Bone, Sulawesi Selatan).
8. Brigpol Sunardi (anggota Polres Majene, Sulawesi Barat).
9. Briptu Muh Andhika (anggota Sabhara Polres Toraja, Sulawesi Selatan)
10. Aipda Julianto (anggota Dit Narkoba Polda Sulselbar).
11. Bripda AF (anggota Polres Toraja, Sulawesi Selatan).

Sumber:  Trimbunnews
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.