Latest Post

Ilustrasi
LHOKSEUMAWE- Terkait pengusutan kasus dugaan korupsi dana bantuan ternak di Dinas Kelautan, Perikanan,dan Pertanian (DKPP) senilai Rp14 miliar tahun 2014, akhirnya  pihak Polres Lhokseumawe menetapkan dua oknum pejabat sebagai tersangka. 

Setelah melalui serangkaian penyidikan yang panjang dalam mengusut kasus dugaan korupsi dana bantuan ternak senilai Rp14, 5 Miliar tahun 2014, akhirnya dua oknum pejabat Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian ditetapkan statusnya menjadi tersangka. 

Masing-masing  DH (47) dan IM (43) oknum PNS (PPTK) di DKPP Kota Lhokseumawe.

Hal itu diungkapkan Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Budi Nasuha Waruwu kemarin via press realesenya.

Kasat mengatakan kedua tersangka akhirnya ditetapkan sebagai tersangka telah melalui serangkaian penyidikan yang sudah ditempuhi.

Antara lain, telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, penyitaan dokumen, permintaan keterangan ahli, audit kerugian negara (BPKP perwakilan ACEH) dan sudah menggelar perkara. 

"Maka dengan ini penyidik menyimpulkan dan menetapkan dua orang saksi menjadi berstatus tersangka, " terangnya. 

Pasca perubahan status itu, sambungnya, maka pihak polisi telah melayangkan surat panggilan sejak Jumat (15/12) kemarin, terhadap kedua tersangka.

Karena kedua tersangka harus memenuhi panggilan untuk dilakukan pemeriksaan pada hari Senin (18 / 12) mendatang diruang Unit IV Tipikor Lhokseumawe. 

Sementara itu, Sekda Kota Lhokseumawe Bukhari AKS yang dihubungi via telepon selulernya mengaku kaget mendapat informasi tersebut. 

Saking kagetnya sekda berulang kali memastikan dengan bertanya apa benar dalam kasus itu sudah ditetapkan tersangkanya. 

"Apa  sudah ditetap tersangkanya dalam kasus tersebut. Apa benar. Sy sedang di Banda Aceh," ujarnya seraya memutuskan hubungan komunikasi. (Zai)

,
Lhokseunawe - Korem 011/Lilawangsa adakan kegiatan Yasinan, Zikir dan Doa bersama usai melaksanaan sholat Asar berjamaah, di Masjid Al-Fitrah Asrama Korem setempat, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Jumat (15/12/2017).

Kegiatan Keagamaan dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika atau Hari Infanteri yang dilaksanakan oleh ratusan prajurit TNI Makorem dan Satuan Dinas Jawatan Lhokseumawe sekaligus sebagai Muhasabah diri untuk menguatkan iman dan taqwa.

Dalam sambutanya Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono dibacakan Kasrem 011/Lilawangsa Letkol Inf Shofanudin menyampaikan bahwa dalam menyambut Hari Juang Kartika atau Hari Infanteri disetiap tahunnya pada Bulan Desember, khususnya di Wilayah Korem 011/Lilawangsa senantiasa mengajak seluruh prajuritnya untuk melaksanakan  kegiatan Keagamaan.

Alunan Yasin, Zikir untuk mendoakan arwah para suhada Pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan ini. Terlebih kepada kita agara selalu bersyukur dan memohon Ridho Allah Swt agar kita semua diberikan kesehatan dan kenikmatan sekaligus perlindungan bagi keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai bersama, tuturnya.

“Yasinan dan Doa bersama sebagai Muhasabah diri untuk menguatkan iman dan taqwa, serta bentuk rasa syukur sebagai prajurit TNI abdi negara dan abdi masyarakat. Sehingga selama melaksanakan tugas kita selalu diberikan keselamatan dan kelancaran”, pungkas Kasrem.

Yasinan dipandu oleh Purnawirawan TNI Zulkifli, kegiatan turut dihadiri dan diikuti antara lain, Kasrem 011/Lilawangsa Letkol Inf Shofanudin, para Kasi dan Pasi Rem 011/LW, para Komandan/Kepala Satdisjan Lhokseumawe, masyarakat seputaran Asrama, serta keluarga besar Korem prajurit dan keluarganya.(Laung)

,
Langsa - Korem 011/Lilawangsa mengelar kegiatan Upacara Hari Juang Kartika dan Hari Infanteri terpusat, di Lapangan Merdeka Kota Langsa, Wilayah Kodim 0104/Aceh Timur, Jum’at (15/12/2017).

Upacara tersebut dipimpin oleh Ispektur Upacara (Irup) Kepala Staf Korem (Kasrem) Letkol Inf Shofanudin mewakili Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, kerena menghadiri undangan di Manado,  Sulawesi, untuk menerima penghargaan dari Menteri Pertanian RI, kehormatan atas keberhasilan dalam penyerapan gabah, di Wilayah Korem 011/Lilawangsa, Provinsi Aceh.

Saat memimpin upacara,  Kasrem membacakan Amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengajak seluruh prajurit, ASN dan Keluarga Besar TNI AD untuk menundukkan kepala sejenak, mengenang jasa para pahlawan dan pendahulu yang telah melahirkan serta membesarkan TNI Angkatan Darat, seraya berdoa semoga amal bakti dan perjuangannya diterima dan dicatat sebagai amal ibadah oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Selanjutnya, KSAD Jenderal TNI Mulyono  menyampaikan ucapan “Selamat Hari Juang Kartika” dan "Dirgahayu TNI Angkatan Darat”, kepada segenap Prajurit dan ASN Angkatan Darat beserta keluarga dimanapun berada dan bertugas.

Lebih lanjut Ksad mengatakan, bahwa Palagan Ambarawa adalah simbol kemanunggalan TNI AD dan rakyat Indonesia. Hubungan antara TNI AD dan
rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka, namun lebih dari itu, TNI AD memiliki hubungan biologis dengan rakyat Indonesia karena dilahirkan dari rakyat sehingga senantiasa membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Begitu juga sebaliknya, rakyat adalah pendukung dan penguat perjuangan TNI AD dalam setiap tugas yang diemban. Kondisi di atas tersirat dalam tema yang ditetapkan pada Hari Juang Kartika tahun 2017 ini, yaitu “MANUNGGAL DENGAN RAKYAT, TNI AD KUAT”. sebut Kasrem dalam Amanatnya KSAD.

Diakhir kegiatan, Kasrem 011/Lilawangsa Letkol Inf Shofanudin didampingi antara lain, Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar, Walikota Langsa diwakili Sekdako Langsa Syahrul Thaib, SH.MAP, Bupati Aceh Tamiang yang diwakili Asisten I Mixs Donal, Kapolres Kota Langsa AKBP Satya Yuda Perkasa, menyerahkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 25 Unit, penyerahan sebanyak 500 paket sembako.

Selain itu, penyerahan bantuan perehapan 1 unit Masjid At’taqwa, santunan kepada para Vetran, dan dilanjutkan peninjauan Pengobatan Massal, Donor darah menghasilkan sebanyak 200 kantong, dan turut dihadiri diantaranya para Dandim dan Danyonif jajaran Korem 011/LW, Kapolres Kota Langsa AKBP Satya Yuda Perkasa, dan para unsur Forkopimda Kota Langsa, para Ulama, serta masyarakat Wilayah Kota Langsa.

Acara ditutup dengan berbagai hiburan diantaranya, Bela diri militer dari satuan Batalyon Raider khusus 111/Karma Bhakti, Pencak silat dan Aktrasi Pemecahan Kepingan ES berlapis, Genteng, dan lainnya oleh prajurit TNI Batalyon Infanteri 114/Satria Musara, hingga mengundang perhatian ribuan masyarakat Kota Langsa.(Laung)

Lhoksukon - Team Opsnal Sat Res Narkoba Aceh Utara berhasil meringkus dua orang pemakai narkoba jenis sabu dan ganja di gampong Cot Murong Kecamatan Baktiya Barat, Kamis 14 Desember 2017 kemarin sekitar pukul 16:15 WIB sore.

Dua tersangka yakni AZ (29) yang merupakan oknum anggota Polres Lhokseumawe, dan AW (47) warga Gampong Cot Murong Kecamatan stempat.

Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji melalui Kasat Narkoba AKP Ildani Ilyas kepada StatusAceh.Net, Jumat, (15/12/2017) mengatakan, Penangkapan tersebut  berdasarkan informasi dari masyarakat yang kerap melakukan transaksi dan pemakaian narkoba di daerahnya.

“ Penangkapan itu bermula dari laporan masyarakat bahwa di sering di lakukan sebagai tempat penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan ganja,” katanya.

Selanjutnya Team Opsnal Sat Res Narkoba yang dipimpin oleh Kasat Res Narkoba Polres Aceh Utara bergerak ke TKP, kemudian dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan serta ditemukan sejumlah barang bukti Narkoba jenis ganja dan Sabu.

Barang Bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka diantaranya 2 amp ganja yang di kemas dengan kertas koran seberat 10,84 gram/bruto, 1 kaca pirek yang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat 1,58 gram/bruto, 1 buah alat hisap sabu yg terbuat dari botol lasegar,  2 sendok yang terbuat dari pipet, 1 buah manchis,  1 unit hp merk acer warna hitam, 1 hp merk nokia warna hitam.

“Barang bukti disita dari tangan tersangka dan kemudian dilakukan penangkapan,  selanjutnya tersangka dan barang bukti tersebut dibawa oleh petugas ke Sat Res Narkoba Polres Aceh Utara guna pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Kasat Narkoba.(TSA)

StatusAceh.Net - Pemerintah Myanmar dua hari lalu mengatakan polisi menangkap dua wartawan kantor berita Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo. Keduanya dikatakan sedang meliput tindakan kekerasan dilakukan militer terhadap muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine.

Kementerian Informasi dalam pernyataannya di laman Facebook mengatakan kedua jurnalis bersama dua polisi diancam undang-undang rahasia negara dengan ancaman maksimal 14 tahun penjara.

Pihak kementerian mengatakan kedua wartawan itu 'memperoleh informasi ilegal untuk disebarkan kepada media asing.' Pernyataan itu diikuti foto kedua jurnalis yang sedang diborgol, seperti dilansir Reuters, Rabu (13/12).

Mereka dikatakan ditahan di sebuah kantor polisi di pinggiran Yangon.

Wa Lone dan Kyaw Soe Ooo hilang Selasa malam lalu setelah mereka diundang makan malam oleh pejabat polisi.

Setelah diantar sopir ke lokasi sekitar pukul 20.00, kedua jurnalis dan dua polisi itu menuju restoran terdekat. Kedua wartawan itu kemudian tidak kembali ke mobil.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut peristiwa kekerasan dilakukan militer Myanmar terhadap warga Rohingya adalah 'contoh mendasar dari pembersihan etnis'.

"Wartawan Reuters Wa Lone dan Kyaw Soe Oo sedang meliput peristiwa penting di Myanmar dan kami baru mengetahui hari ini mereka ditangkap karena tugasnya," kata Pemimpin Redaksi Reuters Stephen J. Adler.

"Kami marah dengan serangan terang-terangan terhadap kebebasan pers. Kami meminta pihak berwenang segera membebaskan mereka," ujar Adler.

Juru bicara pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi membenarkan dua wartawan itu ditangkap.

"Tidak hanya dua wartawan kalian, tapi juga polisi yang terlibat dalam kasus ini," kata juru bicara Zaw Htay. "Kami akan menindak polisi dan juga kedua wartawan itu." | Merdeka.com

Jakarta - Presiden Joko Widodo menjamu makan siang dan menggelar pertemuan dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis 14 Desember 2017.

Setelah makan siang dan pertemuan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa dirinya melaporkan tentang proses serah terima jabatan yang diawali dengan pelaksanaan fit and proper kemudian  pengambilan sumpah dan serah terima jabatan Panglima TNI.

"Semuanya berjalan dengan lancar, aman, berkat dukungan dari semua pihak, dari KASAD, KASAL, semua dukung proses dari alih jabatan tersebut," ucap Hadi.

Selain itu, Hadi juga menyebutkan bahwa masa transisi peralihan kepemimpinan di tubuh TNI semuanya berjalan sesuai rencana. "Berkat dukungan dari KASAD, KASAL, sehingga solidaritas di tubuh TNI sangat kuat karena dukungan-dukungan tersebut," tutur Hadi.

Hal lain yang dibicarakan adalah mengenai industri strategis, dimana Presiden menginginkan peningkatan dari industri strategis tersebut untuk memenuhi kebutuhan dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

"Industri strategis ini tentunya diperlukan untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang diperlukan oleh TNI," kata Hadi.

Namun yang terpenting dari pembicaraan tersebut adalah menjaga solidaritas TNI secara internal maupun solidaritas dengan Polri "Karena TNI-Polri apabila tercapai satu kesatuan solidaritas tinggi tentunya juga akan berpengaruh dari seluruh aspek kehidupan yang ada," ujar Hadi.(Rill)

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.