Latest Post

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Kepala KSP dan Wakil Ketua TKN, Jenderal (Purn) Moeldoko
Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf yang juga Kepala Staf Presiden, Jenderal (Purn) Moeldoko mengakui kekalahan pasangan 01 itu di sejumlah daerah.

Berdasarkan hasil hitung cepat, daerah-daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat hingga NTB, Jokowi-Ma'ruf mendapat sedikit suara dibanding Prabowo-Sandi yang bisa menang hingga di atas 70 persen.

"Ya kalau kita lihat dari daerah yang kering, itu relatif basisnya Islam, muslimnya kuat. Aceh, Sumbar, Riau, Jabar, terus juga NTB. Kenapa begitu terpengaruh? Karena hembusan isu yang dari  awal sudah diwaspadai itu, itu memang luar biasa kuat. Waduh semburannya luar biasa," jelas Moeldoko, di kantornya, Bina Graha Jakarta, Kamis 18 April 2019.

Isu agama yang kerap dialamatkan ke Jokowi, seperti kalau terpilih maka azan akan dilarang. LGBT juga diisukan akan dilegalkan, hingga pernikahan sesama jenis. Di mana semua itu jelas-jelas hoaks atau tidak benar. Sebelumnya Jokowi juga dihantam isu sebagai kader PKI.

Selama kampanye di daerah-daerah, Jokowi selalu mengangkat isu itu. Ia mengklarifikasi soal kabar bohong. Dimana dalam survei internal, menurut Jokowi yang percaya isu hoaks itu mencapai sekitar 9 juta orang.

Moeldoko mengatakan, ia diberi tahu oleh orang-orang Aceh. Bahwa kalau isu agama, maka selesai sudah. Maka di hitung cepat itu, bahkan Prabowo mampu menang hingga 80 persen lebih.

Dihantam isu agama itu, Moeldoko mengakui keberadaan tokoh-tokoh agama yang ada di kubu Jokowi seperti Ustad Yusuf Mansur dan M.Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang, belum mampu meredam isu seperti itu.

"Masih belum bisa mengubah situasi. karena ya, apa ya, menyentuh emosi, ya. Tapi mudah-mudahanlah nanti, kita sudah tidak lagi bicara di arah itu semuanya sudah fokus pada upaya membangun negara," ucap mantan Panglima TNI itu. | Vivanews

Banda Aceh - Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Aceh kalah telak dalam Pilpres 2019. Tim Kampanye Daerah (TKD) Aceh mengaku tidak mampu melawan fitnah dan hoax kepada pasangan capres nomor 01 tersebut.

"Kencangnya fitnah dan hoax itu hingga kami tidak mampu membendungnya," Ketua TKD Aceh Irwansyah dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (18/4/2019).

Menurut Irwansyah, TKD Aceh sudah bekerja maksimal untuk menyosialisasi program-program dan keberhasilan yang telah dilakukan Jokowi di Aceh. Selain itu, mereka menyosialisasi program yang bakal dilakukan Jokowi jika terpilih lagi.

Namun hal terberat untuk memenangkan Jokowi adalah melawan hoax. Dia menyebutkan fitnah dan hoax yang dibikin untuk menyerang Jokowi-Ma'ruf mempengaruhi persepsi masyarakat untuk memilih.

Irwansyah mengaku bertanggung jawab atas kegagalan memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Aceh. "Saya tidak menyalahkan siapa pun karena, sebagai Ketua TKD, saya harus bisa menerima risiko itu," jelas Irwansyah.

"Sejak awal memimpin TKD, pertarungan dalam memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Aceh untuk pilpres sangatlah berat. Bukti kerja nyata Pak Jokowi di Aceh bisa dikalahkan dengan fitnah," ungkap Irwansyah.

Irwansyah mengucapkan terima kasih kepada seluruh TKK kabupaten/kota di Aceh, relawan, dan tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Aceh lainnya. Dia mengimbau untuk terus bekerja sampai mendapatkan C1 hasil pemilihan di tangan.

"Kawal terus perolehan suara. Walaupun kita kalah di Aceh, namun kita menang di nasional," imbuhnya.

Berdasarkan hasil quick count Saiful Mujani Research & Consulting, pasangan Prabowo-Sandiaga meraup 83,11 persen suara. Sedangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin hanya memperoleh 16,89 persen suara. Data itu didasari suara masuk 89,66 persen.

Ini kedua kalinya Jokowi kalah di Aceh. Pada Pilpres 2014, Jokowi, yang berpasangan dengan Jusuf Kalla, hanya meraih 45,61 persen suara. Sedangkan rivalnya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, unggul dengan 54,39 persen suara. | Detik.com

Seorang anggota Panwascam di Jambi dikeroyok, kotak dan surat suara dibakar massa. (Metrojambi.com/Sahrial)
Jambi - Seorang Panitia Pengawas Kecamatan atau Panwascam di daerah Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi dikabarkan dikeroyok massa yang diduga pendukung dari salah satu calon legislatif atau caleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kota Sungai Penuh.

Dari informasi, insiden penganiayaan itu terjadi di TPS 2 Desa Kota Bento, Kecamatan Pesisir Bukit, pada Kamis (18/4/2019) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu korban bernama Suardi, tengah melakukan tugasnya sebagai Panwascam.

Ketua Bawaslu Sungai Penuh, Jumiral Lestari mengatakan, awalnya Suardi bersama 3 orang staf mendatangi TPS 2 Desa Koto Bento, karena disinyalir ada warga bikin rusuh di TPS dengan memprovokasi massa untuk membakar kotak suara.

"Nah pada saat Suardi mengeluarkan HP untuk merekam, tiba-tiba ada yang memukul dan terjadilah pengeroyokan dan penganiayaan," ujar Jumiral seperti dilansir Metrojambi.com (jaringan Suara.com).

Mendapat informasi tersebut, Ketua Bawaslu langsung menuju ke TKP dan melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.

"Tadi langsung kita lapor ke polres dan kita antar ke rumah sakit untuk visum, pihak kepolisian dan pimpinan Bawaslu Provisi juga sudah turun ke lokasi," kata Jumiral.

Karena tidak hanya melakukan penganiayaan, massa juga membakar kotak dan surat suara.

"Surat suara dan kotak suara di 3 TPS dibakar. Sekarang kasus dilaporkan ke polisi, dan korban juga sudah divisum," imbuh dia. |
Suara.com

Capture dua video beredar di Whatsapp yang merekam insiden di Pos Marinir Pusong, Lhokseumawe, Rabu (17/4/2019) malam.
Lhokseumawe -  Insiden pengepungan yang disertai upaya pembakaran dan pengrusakan Pos TNI AL di TPI Posong Lhokseumawe, mengejutkan publik Aceh, Rabu (17/4/2019) malam.

Pasalnya, beberapa saat setelah kejadian, beredar dua video pendek yang memperlihatkan peristiwa pengepungan dan kebakaran di Pos Marinir Pusong.

Dalam kedua video itu juga terdengar letusan senjata. Pada satu video memperlihatkan suasana kepanikan di salah satu TPS.

Peredaran video ini sempat menimbulkan spekulasi yang mengait-ngaitkan insiden tersebut dengan Pemilu 2019.

Namun, pihak berwenang di Lhokseumawe, seperti Kapolres, Dandim, Danlanal, dan Keuchik Pusong memastikan bahwa insiden tersebut tidak ada kaitannya dengan Pemilu.

Hanya saja, insiden ini terjadi di dekat salah satu TPS yang berada tidak jauh dari Pos Marinir Pusong.

Meski tidak terkait Pemilu 2019, insiden ini membuat penghitungan suara untuk DPR Aceh dan DPR Kota Lhokseumawe terhenti.

Tadi malam, para pihak terkait di Lhokseumawe telah duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan itu secara damai.

Kronologis

Informasi dihimpun Serambinews.com, Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (L) M Syamsul Rizal, Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Agung Sukoco, dan Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan telah duduk bersama dengan aparat desa Pusong Lama di Makodim setempat.

Baca Selanjutnya

Situng C1 KPU RI, Prabowo sementara ungguli Jokowi, data TPS masuk belum 1 %
Jakarta - Data Sementara C1 Website KPU, Prabowo 55 % Ungguli Jokowi 44 %, data masuk belum 1%.

Hasil Situng C1 di Website KPU RI mulai bisa dilihat Rabu (17/4/2019) malam ini.

Pantauan StatusAceh.Net sekitar pukul 23:10 WIB, Rabu (17/4/2019) Prabowo - Sandiaga Uno unggul
55,27 % suara. Sementara Jokowi - KH Maruf Amin 44,,73 %.

Data TPS masuk belum sampai 1 % dari total 813.350 TPS.

Data terbaru silahkan diakses di website: https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/

Ketua PSI Grace Natalie, Rabu malam (17/4) membacakan pernyataan tertulis partai yang diberi judul "Setelah Kami Kalah" merujuk pada hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei kredibel yang memperkirakan PSI tidak akan lolos ke DPR. (Foto courtesy: PSI).
Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia PSI mengatakan akan tetap memperjuangkan suara rakyat meskipun tidak berhasil masuk ke DPR karena tidak memenuhi ambang batas suara empat persen sebagaimana ketentuan pemilu.

Dalam pernyataan pers Ketua Umum PSI Grace Natalie yang diterima VOA beberapa saat lalu, PSI mengatakan bangga sebagai partai pendukung pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin, “yang telah memenangkan pemilihan presiden dengan selisih sekitar sepuluh persen,” meskipun ini baru dari hasil hitung cepat lembaga-lembaga kredibel, bukan hasil penghitungan suara resmi KPU.

PSI mengatakan telah berjuang dengan apa yang ada. “Kami tidak akan menyalahkan siapa-siapa. Kade, pengurus, caleg kami telah bekerja keras siang dan malam meyakinkan rakyat,” dan karenanya “keputusan rakyat melalui mekanisme demokrasi ini harus kami terima dan hormati.”

Grace Natalie dalam pernyataan tertulis itu berterima kasih kepada semua yang berjuang bersama “menyumbang uang, membantu mencetak alat peraga kampanye, menyumbang tenaga dan pikiran, bahkan meninggalkan pekerjaan mereka demi berjuang bersama PSI.”

Dalam hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei, PSI diperkirakan tidak akan lolos ke DPR karena tidak mencapai ambang batas suara empat persen. PSI diperkirakan akan meraih dua persen suara atau sekitar tiga juta suara.

“Ini adalah suara rakyat yang harus diperhitungkan. Meskipun PSI tidak masuk parlemen, suara ini akan tetap kami perjuangkan... Tak ada suara terbuang, tak ada suara yang sia-sia,” tegas Grace. Ia juga mendoakan teman-teman partai lain yang lolos ke DPR utuk siap bekerja dan amanah menjalankan tanggung jawab.

“We shall return soon!” tutup pernyataan PSI yang juga mengajak para pemilih partai baru itu untuk mengkonsolidasikan diri dan bekerja. “Bukan lima tahun lagi, tapi besok!.” 

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.