Latest Post

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Serang - Direktorat Reserse Narkoba (Ditnarkoba) Polda Banten berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ganja seberat 159 kilogram. Dari hasil pengungkapan tersebut, sembilan orang tersangka berhasil diamankan.

Pengungkapan penyelundupan narkotika jenis ganja dengan jumlah besar itu diamankan di tiga lokasi yang berbeda yakni di Cideng Jakarta Pusat, Parung Bogor dan Aceh.

1. Kronologis pengungkapan ganja 159 kilogram

Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar mengatakan, pengungkapan kasus bermula pada  Juli 2020. Pihaknya mendapatkan informasi rencana pengiriman narkotika jenis ganja dengan jumlah besar dari Aceh menuju Jakarta.

Kemudian pada 18 Juli, diketahui barang dikirim melalui sebuah ekspedisi ke Jakarta. Berlanjut pada 23 Juli, target termonitor telah tiba di Bakauheni Lampung, dan menyebrang ke Merak, Banten. Tim Ditnarkoba melakukan penghadangan dan penangkapan di Rest Area tol Tangerang Merak kilometer 64.

"Setelah itu truk ekspedisi dibiarkan melanjutkan perjalanan hingga TKP pengambilan kantor CMC Jakpus, dan di sana berhasil diamankan 2 tersangka BY (35) dan YN (30) yang akan mengambil barang," kata Kapolda saat konferensi pers di Mapolda Banten Kamis (30/7/2020).

2. Barang diselundupkan menggunakan peti dan panel Telkom

Tiga hari setelah melakukan penangkapan di Cideng, Jakpus, tim Ditnarkoba melakukan penangkapan di dua daerah berbeda. Yakni wilayah Parung Bogor yang berhasil mengamankan dua tersangka berinisial AS (37) dan MR (31), sertai di Aceh sebanyak lima tersangka inisial SP (33), RN (31), MN (43), HN (39), dan FR (39).

Untuk mengelabui petugas, narkotika jenis ganja tersebut dikemas ke dalam peti kayu warna merah dan empat buah panel jaringan Telkom.

"Dari tiga lokasi itu kita berhasil mengamankan barang bukti 159 kilogram ganja dan 1 unit mobil merk Hino warna merah," katanya.

3. Tersangka terancam hukuman mati

Akibat perbuatannya, kesembilan tersangka disangkakan melanggar pasal 114 ayat (2) pasal 111 ayat (2) pasal 132 ayat (2) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati. | IDN Times



Jakarta – Empat wartawan media online www.bidikfakta.com menjalani persidangan perdana, Selasa, 28 Juli 2020. Walau terkesan sangat dipaksakan, keempat wartawan berinisial BW, RH, AR, dan SW, harus mengikuti persidangan yang berlangsung secara virtual di PN Jakarta Barat. Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan pengacara keempat wartawan bersidang di ruang sidang PN Jakarta Barat, sementara para wartawan mengikuti persidangan dari Polsek Kalideres.


Menyikapi penyidangan keempat rekannya itu, seratusan jurnalis dari seputaran Jabodetabek mendatangi Mapolsek Kalideres. Terlihat hadir di antara para wartawan itu antara lain Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, Pimpinan Redaksi BidikFakta.Com, Yoyon Wardoyo, dan Ketua Kaukus Pembela Wartawan, Kaleb Siringoringo. Tujuan utama kedatangan para wartawan ini adalah untuk menunjukkan solidaritas mereka terhadap rekannya yang terkena musibah ‘kriminalisasi jurnalis oleh oknum polisi Polsek Kalideres’ dan menyaksikan persidangan keempat rekannya tersebut.

Walaupun kedatangan rekan-rekan wartawan ini bertujuan baik, namun sangat disayangkan, mereka akhirnya harus kecewa dengan sikap dan arogansi para polisi di Mapolsek Kalideres ini. Pasalnya, para wartawan yang datang bersama keluarga keempat rekannya yang disidang itu tidak dapat menyaksikan persidangan akibat dihambat oleh petugas di sana dengan alasan yang dibuat-buat. Kapolsek Kalideres, Kompol Slamet, melalui Kanit Reskrim Polsek Kalideres, AKP Syafri Wasdar, melarang para wartawan dan keluarga para tersidang untuk masuk menyaksikan persidangan di ruang khusus yang disediakan untuk persidangan hari itu.

“Tidak boleh masuk menyaksikan persidangan mereka. Jika ingin mengikuti persidangan, keluarga boleh menyaksikan di ruang sidang di PN Jakarta Barat,” ujar Syafri.

Alasan itu selanjutnya dipertanyakan oleh para wartawan dengan mengatakan bahwa persidangan ini merupakan sidang terbuka, jadi siapapun boleh menyaksikan persidangan di manapun sidang itu digelar. Syafri terlihat tidak bergeming, ia kemudian beralasan bahwa mengingat situasi pandemik covid-19, maka tidak diperkenankan siapapun untuk masuk menyaksikan persidangan keempat wartawan itu.

Alibi tersebut kemudian disergah oleh Wilson dan kawan-kawan. Mereka lalu meminta ditunjukkan peraturan tertulis atau surat yang memuat ketentuan pelarangan wartawan dan pengunjung untuk menyaksikan persidangan. Hal ini tentu saja membuat Syafri dan beberapa oknum polisi di ruang lobby Polsek Kalideres tidak dapat memberikan jawaban. Kondisi tersebut menyulut suasana panas yang memicu keributan antara wartawan dengan para polisi itu.

“Mana peraturannya atau secarik kertas surat yang isinya menyatakan bahwa wartawan dilarang meliput dan menyaksikan persidangan ini?” tanya Wilson Lalengke dengan suara keras. Pertanyaan itu kemudian ditimpali oleh Kaleb Siringoringo dengan menyatakan bahwa para oknum polisi itu telah berbuat ‘suka-suka’ selama ini. “Kalian ini berbuat suka-suka kalian terhadap warga di negeri ini, mana itu polisi yang justru diduga melakukan pemerasan terhadap si penadah KJP itu, jangan kalian sembunyikan!” seru Siringoringo dengan lantang.

Sebagaimana diketahui bahwa persidangan keempat wartawan hari Selasa kemarin itu merupakan rangkaian peristiwa dugaan pemerasan terhadap seorang rentenir penadah 583 buah KJP yang digadaikan para orang tua siswa beberapa waktu lalu. Dalam peristiwa itu, aktor intelektual dan pelaku utama, Rosyid, belum ditangkap oleh polisi alias masih buron hingga saat ini. Turut dalam tim yang melakukan permintaan uang ke Tanti Andriani (sang rentenir – red) itu, adalah seorang polisi bernama Bubun (bukan Gungun Gunawan sebagaimana pemberitaan sebelumnya). Oknum polisi Bubun ini bertugas di unit Provost Polda Metro Jaya.

Para wartawan yang menggeruduk Mapolsek Kalideres ini kemudian mempertanyakan keberadaan polisi Bubun yang dalam kasus ini hanya dijadikan saksi. Padahal, faktanya, Bubun terlibat langsung ikut bersama Rosyid ke rumah Tanti Andriani, yang diduga kuat untuk pengambilan uang 4,5 juta rupiah di rumah rentenir itu.

Saat wawancara dengan Wilson Lalengke di kediamannya, Rabu, 20 Juli 2020, terkait persidangan perdana rekan-rekan wartawan yang dikriminalisasi polisi Kalideres di hari sebelumnya, Wilson mengatakan bahwa dirinya bersama ratusan wartawan dan keluarga para wartawan yang disidang tidak tahu persis jalannya persidangan. “Kita dilarang oleh Kanit Reskrim, AKP Safri, untuk masuk ke dalam ruangan tempat persidangan online berlansung. Saya sempat menanyakan peraturan secara tertulis-nya, tapi Safri tidak bisa menunjukkannya,” jelas alumni PPRA-48 Lemhannas RI Tahun 2012 itu.

Oleh karena itu, sambung Wilson, ia mendesak Pimpinan Polri untuk mengevaluasi kinerja bawahannya di Polsek Kalideres. “Sangat jelas para polisi itu tidak promoter dalam menjalankan tugasnya. Mereka tidak profesional, tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan sistem yang modern, dan paling fatal, mereka tidak transparan, mereka sangat tertutup. Pasti ada yang disembunyikan dalam kasus ini,” imbuhnya.

Ketua Umum PPWI ini menyatakan sangat kecewa atas sikap dan pelayanan buruk yang dipertontonkan secara vulgar oleh para oknum polisi di Polsek Kalideres kemarin itu. “Kita sebagai rakyat sudah susah-payah beri makan para oknum polisi itu, bahkan hingga celana dalam mereka dibeli dari uang rakyat, tapi mereka bersikap arogan, tidak simpatik, pelayanan buruk terhadap kita yang datang baik-baik untuk menyaksikan jalannya sidang keempat wartawan itu,” kata Wilson dengan menyesalkan sikap dan perilaku para oknum polisi Kalideres.

Untuk itu, saran dia, sebaiknya proses penyelidikan, penyidikan, dan penanganan kasus tidak lagi dipercayakan kepada Polsek Kalideres. “Seluruh penanganan kasus yang muncul di Kalideres dilimpahkan ke Polres Jakarta Barat atau ke Polda Metro Jaya saja. Polsek Kalideres itu cukup diberi tugas hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” beber lulusan pasca sarjana program studi Global Ethics dari Universitas Birmingham, Inggris, ini mengakhiri wawancara. (Red/rls)

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letnan Kolonel (Arm) Reza Nur Partria mengaku akan mendalami pemberitaan mengenai pengakuan Egianus Kagoya yang membeli senjata dari oknum TNI-Polri. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Komandan daerah dataran tinggi Tentara Pembebasan Papua Barat, Brigadir Jenderal Egianus Kogeya, mengaku telah membeli senjata dan amunisi dari oknum militer dan polisi Indonesia.

Egianus mengungkapkan, oknum TNI atau Polri menjual senjata atau amunisi kepada pihaknya karena itu sudah menjadi lahan untuk mencari makan. Egianus memaparkan pihaknya membeli senjata itu karena butuh untuk perjuangan. Di samping itu, Egianus mengungkapkan, pihaknya kadang merampas senjata aparat saat baku tembak dengan TNI atau Polri.

Menanggapi pengakuan tersebut, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letnan Kolonel (Arm) Reza Nur Partria mengaku akan mendalami pemberitaan tersebut. ”Berita tersebut akan didalami terlebih dahulu, bila ada perkembangan akan disampaikan,” ucapnya melalui pesan singkatnya kepada SINDOnews, Selasa (28/7/2020).

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi mengaku belum mendapat informasi mengenai hal tersebut. ”Saya tidak punya informasi tentang itu, silakan tanya ke Kapendam,” ucapnya. | Sindoonews

LHOKSEUMAWE – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Pusat dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh, menyalurkan bantuan berupa sandang pangan untuk puluhan pengungsi etnis Rohingya di penampungan sementara Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Banda Aceh, Selasa (28/7/2020).

Rombongan yang dipimpin Ketua BKMT Aceh,  Dyah Erti Idawati yang juga Wakil Ketua Penggerak PKK Aceh,  ikut dihadiri oleh BKMT Bireuen, Pidie Jaya, Lhokseumawe, dan Bener Meriah.

Di lokasi penampungan, Dyah Erti ikut menghibur anak-anak pengunsi etnis Rohingya. Sementara itu dia juga dibantu oleh penerjemah dari UNHCR Indonesia yang ikut mendampingi Etnis Rohingya bersama ACT. Pada kesempatan itu, Dyah ikut didampingi sejumlah pejabat Eselon III dan IV dari Dinas Sosial Aceh, dan Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Kepada wartawan, Dyah Erti Idawati mengatakan jika bantuan yang diberikan tersebut merupakan bantuan dari BKMT dan Tim Penggerak PKK Aceh, sebagai bentuk kepedulian pihaknya atas apa yang diderita oleh para pengungsi etnis Rohingya.

“Organisasi kami (BKMT) memang organisasi yang basisnya adalah religi. Kami mendapat amanah dari BKMT Pusat untuk membawa bantuan ke sini, jadi sekaligus kami mengantar bantuan dari PKK,” katanya.

Selain menyerahkan bantuan, dalam kesempatan ini kata Dyah, Tim Penggerak PKK juga ingin memantau, melihat dan membantu anak-anak balita etnis Rohingya serta para wanitanya. Pihaknya ingin mengetahui langsung bagaimana kebutuhan sandang pangannya, kesehatannya, serta tumbuh kembang untuk para anak balita.

Untuk itu, sebagai bentuk kepedulian atas nama kemanusian, Dyah mengajak semua pihak untuk terlibat dan ambil peran dalam memikirkan nasib pengungsi etnis Rohingya tersebut, sehingga tidak selamanya mereka harus tinggal di kamp penampungan sementara tersebut.

“Semua ini adalah sisi-sisi kemanusiaan, harapannya dengan adanya perhatian dari seluruh masyarakat Aceh, kemudian kepada pihak-pihak internasional, Karena ini tanggung jawab bersama, karena itu mohon pihak-pihak internasional juga membantu dalam menangani pengungsi ini,” kata Dyah.[]

Aceh Jaya– Pemeritah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh menyalurkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk 266 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (26/7/2020). Penyaluran bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Aceh Jaya T. Irfan TB di Aula Dinas Sosial Aceh Jaya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial Aceh, Fachrial, melalui Kepala Seksi Pendampingan dan Pemberdayaan Fakir Miskin, Asra Riadi, kepada wartawan mengatakan, bantuan ini diberikan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh untuk keluarga rentan miskin yang ada di Aceh Jaya, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan masayarakat setempat apalagi di tengah pandemi Covid 19 seperti saat ini.

Para calon penerima UEP, kata Asra, adalah mereka yang terdata dalam basis data terpadu (BDT) atau masyatrakat rentan miskin, yang kemudian nama-nama tersebut diusul dan dikirimkan oleh dinas sosial setempat ke Dinas Sosial Aceh.

“Data dan nama-nama tadi ditetapkan dalam SK Bupati sesuai dengan ploting anggaran yang kita miliki,” kata Asra Riadi.

Asra menuturkan, dari 266 KPM penerima paket UEP,  100 KPM untuk petani cabe, 83 KPM untuk usaha menjahit, dan 83 untuk usaha membuat kue.

“Di tengah masa pandemi seperti ini, kita tetap berupaya untuk membantu dan meningkatkan pendapatan masyarakat dengan tugas dan fungsi yang kita miliki, karena ini merupakan bentuk dan tanggungjawab pemerintah,” kata Asra.

Karena itu Asra berharap, bantuan berupa UEP yang diberikan ini betul-betul dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dalam meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat, sehingga pada kesempatan lain bantuan pemerintah ini dapat diberikan kepada yang lain, sehingga terjadi pemerataan pembangunan kesejahteraan.

“Kita di provinsi memberikan bantuan sesuai dengan nama yang diusul dan tentunya kita juga mengecek langsung ke lapangan. Namun harapan kita bantuan ini dapat diterima secara merata oleh setiap masyarakat yang rentan,” tegas Asra. 

Asra juga menesakan untuk tidak memperjualbelikan bantuan yang diberikan tersebut. “Kita tidak mau ada laporan lagi bahwa bantuan yang kita berikan dijual ke pihak lain, jika ini terjadi maka kami tidak akan pernah memberikan bantuan serupa lagi,” katanya.[]


Jakarta - Sebuah video berdurasi 2.19 menit, beredar luas di media sosial. Dimana sejumlah massa yang hendak membakar poster bergambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS). Uniknya, upaya massa membakar poster tersebut gagal, walau sudah diguyur bensin.

Video itu diunggah akun twitter @NengAnyar15 pada Senin malam, 27 Juli 2020. Dalam video itu terlihat poster Habib Rizieq dibentangkan dengan ukuran yang cukup besar. Kemudian, ada seorang pria yang membawa bensin dalam sebuah dirigen lalu mengguyurkan ke spanduk tersebut.

Usai diguyur, muncul pria lain yang mengenakan baju merah dan topi, menyalakan api untuk membakar spanduk berwajah Habib Rizieq tersebut. Api kemudian menyala. Uniknya, api itu hanya beberapa detik saja menyala di poster tersebut, setelah itu langsung padam.

Ketika api berkobar, massa sempat meluapkan kegembiraan mereka sambil melontarkan kalimat-kalimat ketidaksukaan terhadap HabRizieq. Tapi saat api padam, massa sempat terdiam. Lantaran api tidak menyala walau sudah disiram bensin, massa kemudian memukuli spanduk tersebut menggunakan bambu dan berusaha menyobeknya.


Di tengah massa merobek-robek spanduk wajah HRS, ada seorang wanita yang memakai baju putih berorasi. “Hancurkan Habib Rizieq. Rizieq Shihab tukang jualan minyak wangi yang mengaku habib. Maka harus dibumihanguskan,” ujarnya berteriak dalam video itu seperti dikutip VIVA, Selasa, 28 Juli 2020.

Tidak dijelaskan, kapan dan di mana peristiwa tersebut terjadi. Namun dari gambarannya, terlihat ada aksi massa yang dilakukan.

Peristiwa gagalnya massa membakar spanduk dengan wajah Habib Rizieq tersebut, mengundang komentar dari netizen atau warganet. Ada yang menyebut, peristiwa itu sebagai kuasa Allah SWT yang menjaga seorang ulama.

“Allahu Akbar. Foto Habib Rizieq Shihab tak bisa terbakar. Saking kesalnya saat foto HRS tak bisa dibakarnya, mereka langsung merobeknya. Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya yang ada di dunia ini. Dan api pun tak ingin menyentuh foto HRS,” tulis akun @NengAnyar15 yang mengunggah video tersebut.

Sementara akun Ustaz Hilmi Firdaus juga langsung mengunggah foto lautan umat Islam yang berkumpul bermunajat di Monas, Jakarta Pusat. Menurut dia, Habibana Rizieq Shihab sangat cinta NKRI sehingga tak terprovokasi.

“Manusia sebanyak ini adalah pecinta Habibana, pastinya semua marah ketika foto beliau dihinakan. Jika mau, bisa saja beliau menyuruh umat Islam bergerak, tapi beliau lebih cinta NKRI dan tidak ingin bangsa ini terpecah belah gegara ulah segelintir pengecut yang ngaku-ngaku cinta NKRI tapi bergaya PKI,” tulisnya. | Viva
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.