Latest Post

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

StatusAceh.Net - Pada 13 Oktober 1945, para pemuda etnis Tionghoa dari Seutui, Peunayong, dan daerah sekitar Banda Aceh, berkumpul kemudian berkonvoi ke Ulee Lheu untuk menyambut masuknya Sekutu dan tentara Koumintang dari China.

Sepanjang jalan mereka mengolok-olok pejuang kemerdekaan dengan spanduk, dan poster provokatif, “Tentara kami akan mendarat di sini, mereka prajurit-prajurit pilihan.” Pemuda China sangat mendukung masuknya Sekutu ke Aceh setelah Jepang kalah. 

Sebaliknya, rakyat Aceh tidak menginginkan hal tersebut. Ribuan rakyat Aceh membuat pertahanan di sepanjang pantai. Dan sampai beberapa hari kemudian tentara Koumintang dari China yang disebut-sebut akan masuk Aceh bersama tentara Sekutu tidak pernah tampak batang hidungnya. Sejak itu sentimen anti China di Aceh mulai bangkit.

Untuk meredam hal itu, tokoh muda China di Jakarta, Injo Beng Goat pada 23 Oktober 1945 menulis surat khusus kepada masyarakar etnis Tionghoa di seluruh Indonesia. Kopian surat itu juga dibagi-bagikan kepada masyarakat etnis Tionghoa di Aceh.

Injo Beng Goat merupakan mantan redaktur surat kabar Keng Po yang terbit di Jakarta. Ia beberapa tahun mendekam dalam penjara ketika Jepang berkuasa. Dalam suratnya, ia menyerukan agar etnis Tionghoa ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari rongrongan Belanda dan sekutunya.

Lhokseumawe – Rektor Universitas Malikussaleh, Dr Herman Fithra ST MT, menggelar silaturahim dengan kepala desa dan tokoh masyarakat di desa lingkungan Kampus Universitas Malikussaleh di Aula Cut Meutia Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Selasa (19/2/2019). Rektor mendapatkan banyak masukan dan saran dari kepala desa lingkungan.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, Herman menjelaskan kampus Unimal terletak di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe, persisnya di Reuleut, Blang Pulo, Uteunkot, dan Lancang Garam.

“Saya memohon bantuan kepada keuchik dan orang tua kami yang ada di sekitar kampus, untuk menjaga semua potensi di Unimal. Seluruh aset yang ada adalah milik kita bersama, bukan milik Rektor, bukan milik dosen atau mahasiswa,” ujar Herman Fithra di hadapan keuchik dan tokoh masyarakat. 

Rektor Unimal juga menyebutkan perguruan tinggi tersebut memiliki banyak potensi yang bisa dimanfaatkan warga desa di lingkaran kampus. Potensi yang ada di gampong bisa diberdayakan dengan sumber daya yang dimiliki Unimal melalui berbagai program pelatihan.

Dana gampong dan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang ada saat ini, bisa mendapatkan asistensi atau pedampingan dari sumber daya yang ada di Unimal.Demikian juga dengan sumber daya lain yang ada bisa dimanfaatkan untuk mengangkat potensi gampong.

“Tapi kalau bantuan dana, mungkin tidak bisa karena dana yang dimiliki Unimal juga sangat terbatas,” ungkap Herman mengingatkan.

Dia juga menyebutkan rencana kerja sama dengan Pemkot Lhokseumawe untuk memberikan beasiswa satu orang di satu gampong di wilayah Lhokseumawe. Bentuk kerjasama tersebut sedang dibahas dan diharapkan sudah bisa berjalan pada 2020 mendatang.(Rill)

Banda Aceh - Pernyataan Cawapres Sandiaga Uno dan Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, Dahnil Azhar seputar pengelolaan lahan Capres Prabowo Subianto di Aceh, memberikan kesan bahwa kubu Paslon Nomor 02 mencoba berlindung di balik nama Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Hal ini diungkapkan Politikus PDIP Ramond Dony Adam.

"Saya sebagai orang yang pernah merasakan hidup pada masa konflik Aceh, sangat menyayangkan ucapan Cawapres 02 Sandiaga Uno dan Koordinator Jubir BPN Dahnil Anzar Simanjuntak. Kubu paslon 02 terkesan sedang mencoba berlindung di balik nama GAM, atas ratusan ribu hektare tanah yang sudah dikuasai oleh Pak Prabowo selama ini," kata Ramond dalam keterangannya, Selasa (19/2).

Caleg PDIP Dapil Aceh I ini menuturkan, PT Tusam Hutani Lestari merupakan perusahaan yang dimiliki Prabowo Subianto dan Hashim Djojohadikusumo.

Ramond menilai, Dahnil Anzar terkesan merendahkan mantan kombatan GAM, dengan seolah menarik mereka untuk ikut melawan Jokowi.

"Mantan kombatan GAM bukanlah alat yang bisa dipermainkan sesuai kepentingan politik kalian. Mantan kombatan GAM adalah mereka yang cerdas dan berwibawa telah berani berjuang untuk mengubah nasib rakyat Aceh hingga seperti sekarang ini," lanjutnya.

Lanjutnya, pernyataan Sandiaga bahwa mantan kombatan HAM memanfaatkan lahan milik Prabowo tidak tepat. Lantaran berdasarkan pengakuan sejumlah mantan kombatan yang ditemui, mereka lebih memilih untuk mengurus pesantren di daerah pedalaman. Ada juga yang memilih sebagai petani sambil berkebun.

"Sandiaga Uno juga ngawur bicara tentang lapangan kerja di lahan yang dikuasai Pak Prabowo. Meningkatkan ekonomi siapa? Bahkan masih banyak mantan kombatan GAM yang kehidupannya saat ini masih jauh dari kata cukup," terangnya.

Dia meminta Sandiaga untuk menghentikan mengkaitkan masyarakat Aceh dengan Pilpres 2019. "Soal klaim bahwa perusahaan Prabowo banyak membuka lapangan kerja untuk masyarakat Aceh, Pak Sandi silakan berkampanye bergaya sinetron yang penuh dengan drama itu, tapi tolong jangan manfaatkan orang Aceh apalagi para mantan kombatan. Saat ini Aceh aman dan tentram, sekalipun di tahun politik seperti ini," lanjut Ramond.

Calon Anggota DPR tersebut juga menilai pernyataan Dahnil Anzar yang mengklaim Prabowo punya kontribusi besar terhadap rekonsiliasi Aceh dengan cara pendekatan ekonomi, tidak berdasar.

Sebelumnya, Gubernur Aceh non-aktif Irwandi Yusuf membenarkan bahwa Prabowo memiliki lahan yang cukup luas di provinsi tersebut. Irwandi tidak heran jika Jokowi mengetahui dan memiliki data bahwa Prabowo memiliki lahan yang luas. Sebab, Jokowi pernah bekerja di Bener Meriah.

"Pak Jokowi lebih tahu sebab Pak Jokowi kerja di sana juga dulu, di Bener Meriah. Pokoknya di sana tiga tahun dia dengan Pak Prabowo di bidang pinus hutan industri, pinusnya dipakai untuk bahan 'paper' (kertas), ada pabrik kertas di sana. Jadi, memang terjadi penebangan tapi minim penanaman," ungkap Irwandi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Dilansir Antara, Senin (18/2).

Namun menurut Irwandi, pabrik kertas tersebut punya masalah. "Sudah bermasalah, pabriknya bermasalah, hutannya bermasalah, masih ada penebangan-penebangan, tahun pertama dan kedua, tapi kuhentikan, kok banyak ditebang tapi yang lama-lama ditebang kok masih botak, tidak ditanam, mau diajukan perpanjangan izin, tidak aku teken," ungkap Irwandi.

Polemik pemanfaatan tanah Prabowo di Aceh ini berasal dari Sandiaga yang menyebutkan, lahan seluas 120.000 hektare di Aceh Tengah itu digunakan eks aktivis GAM.

"Lahan kepemilikan Prabowo di Aceh banyak digunakan eks aktivis GAM untuk meningkatkan perekonomian," kata Sandiaga, saat acara dialog kewirausahaan OKE OCE di Karawang, Senin (18/2).

Menurut Sandiaga, wajar jika seorang warga negara menguasai konsesi lahan hutan milik negara. Apalagi tujuannya untuk kepentingan masyarakat sekitar. "Saya menilai hal yang wajar, dengan kepemilikan lahan konsesi hutan untuk kepentingan kesejahteraan, dengan membuka lapangan kerja," jelasnya.

Sementara itu, Dahnil Anzar menjelaskan para kombatan GAM banyak yang memanfaatkan lahan Prabowo.

"Jadi teman-teman kombatan Aceh itu merasa terbantu dengan lahan yang di HGU kan kepada Pak Prabowo, ingat itu bukan milik Pak Prabowo, Tapi beliau malah membayar, kira-kira begitu," kata Dahnil di Media Center Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (18/2). | Merdeka.com

StatusAceh.Net - Belasan penumpang dilarikan ke puskesmas setelah bus mereka tumpangi bertabrakan dengan truk tronton di kawasan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar.
    
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Besar AKP Vifa Fibriana di Aceh Besar, Selasa, mengatakan, kecelakaan terjadi Selasa (19/2) pukul 09.00 WIB. Tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.
    
"Korban 14 orang, 12 penumpang dan dua sopir. Semua korban luka ringan serta dievakuasi ke Puskesmas Saree, Aceh Besar," kata AKP Vifa Fibriana.
    
Kendaraan yang terlibat tabrakan yakni Bus BE Arafah dengan nomor polisi BL 7711 AA dan mobil barang truk tronton BK 9960 CO. Kedua kendaraan terlibat tabrak berlainan arah.
    
Tabrakan terjadi di tikungan jalan nasional Banda Aceh -Sigli, Gampong Suka Mulia, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar.
    
Korban yang dievakuasi ke puskesmas yakni sopir bus M Hasan (63) warga Gampong Jijim, Kecamatan Keumala, Pidie, Aceh. Dan sopir truk Muhammad Syah (54) warga Gampong Palong, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie.
    
Sedangkan korban dari penumpang bus yakni Miswardi (14), Nuraini (35), Saniah (40), Salammah (60), semuanya warga Gampong Ie Masen, Kecamatan Muara Tiga, Pidie.
    
Kemudian, Nurlaili, Sri Wahyuni (25), Maimunah (60) Indatul (50), warga Gampong Blang Raya, Kecamatan Muara Tiga, Pidie. Fakhruddin (42) dan Muklis (42), warga Glee Cut, Kecamatan Muara Tiga, Pidie.
    
Serta Cut Nazar Rika (23), mahasiswi warga Gampong Cot Nuran, Kecamatan Keumala Pidie, dan Saidah (70), ibu rumah tangga, warga  Gampong Suka Jaya, Kecamatan Muara Tiga, Pidie.
    
AKP Vifa Fibriana menyebutkan tabrakan berawal ketika bus melaju dari arah Sigli menuju Banda Aceh. Sedangkan truk sebaliknya dari arah Banda Aceh menuju Sigli.
    
Setiba di tikungan Gampong Suka Mulia, bus diduga hendak mendahului sebuah mobil barang di depan yang belum diketahui nomor polisinya.
    
"Saat memotong, bus masuk ke lajur kanan jalan. Sedangkan truk tronton berada di kanan jalan, sehingga tabrakan tidak terhindarkan," pungkas AKP Vifa Fibriana. | Antaranews

StatusAceh.Net - Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Joni Suryawan membantah kubu calon presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan lahan di Aceh. Mereka marah atas pernyataan yang diduga mengandung fitnah.

Joni menanggapi pernyataan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. Sebelumnya Dahnil menyebut lahan yang dikuasai Prabowo di Aceh Tengah saat ini dikelola oleh mantan kombatan GAM.

Joni kaget ketika mendengar kabar tersebut. Dia pun mempertanyakan siapa kombatan yang dimaksud Dahnil, serta di mana lahan yang diserahkan itu.

"Tunjukkan di mana lahannya, jangan jadi fitnah. Enggak enak juga dengan masyarakat kalau begini caranya. Kami membantah itu. Kami enggak pernah terima," kata Joni kepada CNNIndonesia.com, Senin (19/2).

Mantan Komandan Peleton Raja Muda Daerah III, Linge, Aceh Tengah, itu mengatakan sejumlah eks tentara GAM geram dengan klaim kubu Prabowo. Atas pernyataan Dahnil itu, beberapa anggota Joni ribut menanyakan hingga muncul kecurigaan di antara mereka karena seolah menerima lahan dari Prabowo.

"Sebagian besar marah, karena memang mereka enggak pernah menerima," ujar Joni.

Dia mengatakan selama ini orang-orang bekas petempur GAM mengelola tanah warisan orang tua masing-masing. Bahkan tanah yang dijanjikan pemerintah usai perjanjian damai di Helsinki pada 15 Agustus 2005, juga tak pernah diterima para kombatan.

"Dalam poin reintegrasi disebutkan menerima lahan pertanian, dan jaminan sosial. Persoalannya sampai hari ini lahan itu enggak pernah ada," katanya.

Joni menduga Prabowo menguasai lahan di Aceh sejak lama. Dia menjelaskan sejak 1980-an sebelum konflik pecah, banyak lahan di Aceh telah dikuasai para pengusaha dari luar wilayah Serambi Mekah itu.

Situasi ini yang menurut Joni mendorong para putra asli daerah angkat senjata untuk bergerilya ke hutan. Warga setempat tak lagi memiliki tanah adat karena telah dikuasai para pengusaha.

"Salah satu hal yang memotivasi kami waktu itu berangkat bergerilya, berperang, adalah penguasaan lahan-lahan adat Aceh oleh pengusaha dari luar Aceh," katanya.

Pimpinan Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, organisasi mantan para kombatan, juga membantah pernyataan Dahnil. Wakil Ketua KPA Abu Razak telah mengecek hal ini.

"Lahan Prabowo memang ada, kami akui. Tapi masalah dikelola oleh kombatan itu tidak benar, itu fitnah. Saya terkejut mengetahui berita itu," kata Razak.

Dia mengatakan para eks kombatan mempertanyakan lahan yang diklaim kubu Prabowo itu. Sejumlah pimpinan KPA di wilayah juga telah ditanya terkait hal ini. Namun mereka tidak ada yang mengetahui klaim Dahnil tersebut.

"Juru bicara pemenangan Pak Prabowo itu (bicara) tidak ada fakta bahwa lahan itu dikelola oleh kombatan," ujar Sekretaris Jenderal DPA Partai Aceh itu.

Sebelumnya, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut lahan yang dikuasai Prabowo di Aceh Tengah seluas 120 ribu hektare telah dikelola mantan kombatan GAM. Karena hal itu, kata Dahnil, Prabowo mengklaim dirinya sebagai patriot lantaran tanah hak guna usaha (HGU) Prabowo digunakan sepenuhnya untuk masyarakat.

"Kombatan-kombatan GAM di Aceh itu banyak memanfaatkan tanah-tanah itu atas izin Pak Prabowo," kata Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (18/2).

Pernyataan itu menanggapi data yang disebutkan Joko Widodo saat debat capres kedua yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2). Saat itu Jokowi menyebut Prabowo memiliki lahan seluas 120 ribu hektare di Aceh Tengah, serta di Kalimantan Timur seluas 220 ribu hektare.

Menanggapi hal ini, Prabowo pun mengakui soal kepemilikan lahan tersebut. Namun, dia menjelaskan status kepemilikan lahan itu adalah hak guna usaha atau HGU. | CNN

Jakarta - Sebanyak 21 rumah warga rusak akibat diterjang angin puting beliung di Pante Raya Timur dan Wih Pesam di Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah, Aceh. Atap 21 rumah tersebut beterbangan saat diterjang puting beliung.

"Ada 21 atap rumah yang mayoritas dilapisi seng lepas beterbangan akibat puting beliung di Bener Meriah," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh seperti dilansir Antara, Senin (19/2/2019).

Ahmad mengungkapkan cuaca ekstrem terjadi di wilayah tersebut pada Senin (19/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Hujan lebat disertai angin kencang membentuk puting beliung karena berputar dengan memiliki kecepatan sekitar 63 kilometer per jam, sehingga mengangkat benda-benda yang dilewatinya, termasuk atap rumah.

"Durasi puting beliung kurang-lebih setengah jam memorakporandakan atap rumah warga di kedua desa ini," katanya.

"Penanganan darurat dengan melakukan pemasangan terpal di bagian atap rumah penduduk dan pemberian bantuan logistik untuk masa panik telah dilakukan pemerintah daerah setempat," imbuhnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat menyatakan cuaca di Aceh saat ini menunjukkan sedang masa peralihan dari musim hujan menuju ke musim kemarau.

Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blangbintang, Aceh, Zakaria Ahmad, bulan Februari 2019 merupakan masa peralihan cuaca dari musim hujan menuju kemarau di wilayah paling barat ini.

"Cuaca panas seperti saat ini berpotensi muncul angin kencang, dan cenderung terjadi puting beliung di suatu wilayah akibat tumbuhnya awan kumulonimbus," katanya. | Detik.com
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.