Latest Post

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Polres Empat Lawang berhasil mengagalkan pengiriman narkoba jenis sabu sebanyak 16 kilogram, yang berasal dari Aceh melalui jalur darat. iNews TV/Era
EMPAT LAWANG - Polres Empat Lawang berhasil mengagalkan pengiriman narkoba jenis sabu sebanyak 16 kilogram, yang berasal dari Aceh melalui jalur darat.

Penangkapan itu terjadi saat mobil yang berisikan narkoba terjaring razia saat melintas di Kabupaten Empat Lawang dengan tujuan Palembang, Selasa (20/8/2019 sekitar pukul 7.00 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun, terbongkarnya aksi pengiriman paket narkoba itu, saat aparat kepolisian mencurigai gerak-gerik sopir Toyota Avanza bernomor polisi BL 1394 NG, yang tampak gemetaran saat dihentikan aparat kepolisian dalam kegiatan razia itu.

Melihat gelagat yang mencurigakan tersebut, aparat langsung melakukan penggeledahan terhadap mobil itu dan ditemukan koper di dalam mobil yang diakui sopir bernama Adnan, warga Lhokseumawe Aceh itu, berisi pakaian miliknya.

Namun pihak kepolisian tidak langsung percaya dan memaksa tersangka untuk membuka koper tersebut. Dan saat dibuka dalam koper ditemukan sabu yang dibungkus dengan kemasan teh berwarna hijau sebanyak 16 bungkus.

Selanjutnya, polisi langsung menggeladang barang bukti sekaligus sopir mobil Avanza ke Mapolres Empat Lawang, untuk diproses lebih lanjut.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Eko Yudi Karyanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. "Pelaku diduga membawa narkoba jenis sabu tersebut merupakan warga Aceh. Dan saat ini masih diperiksa," pungkasnya. | Sindonews

Banda Aceh- Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Aceh menggelar pelatihan kehumasan seluruh Aceh di Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh, Senin (19/8) malam. Acara tersebut dibuka oleh Staf Ahli Gubernur bidang keistimewaan Aceh, SDM, dan hubungan kerjasama, Iskandar AP.

Iskandar dalam sambutannya menyatakan aparatur humas memiliki peran penting untuk membentuk citra yang baik terhadap pimpinannya di mata masyarakat. Di era kebebasan dan transparansi saat ini, kata dia, humas dituntut untuk bekerja lebih keras melawan kesalahan penyebaran informasi tentang pemerintah.

“Pesan kehumasan itu akan sampai kepada orang yang disasar bila pemerintah sudah di hati rakyat. Oleh sebab itu, bapak ibu sekalian memiliki tugas untuk membuat pimpinan bertahta di hati rakyat,” ujar Iskandar.

Iskandar berharap, setelah pelatihan kehumasan tersebut, seluruh aparatur humas dapat bekerja lebih baik dan maksimal dalam membangun komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Media Massa Biro Humas dan Protokol, Saifullah Abdulgani mengatakan saat ini secara keseluruhan citra dari kebijakan pemerintah belum terbentuk dengan baik di mata masyarakat. Hal tersebut, kata dia, terjadi karena peran aparatur di bidang humas belum berjalan sesuai target.

“Ini adalah tantangan bukan hanya bagi Biro Humas Aceh, tapi juga bagi kawan-kawan di kabupaten/kota,” ujar pria yang akrab disapa SAG itu.

Menurut Saifullah, keahlian kehumasan yang dilakukan oleh aparatur humas selama ini adalah pekerjaan lama dan sudah tidak sesuai dengan keadaan zaman. Oleh sebab itu, melalui pelatihan yang diselenggarakan tersebut ia berharap aparatur humas dapat bekerja dengan inovasi baru dan sesuai kondisi zaman.

Para peserta pelatihan kehumasan itu diikuti oleh aparatur kehumasan dari setiap kabupaten dan kota di Aceh dengan jumlah 60 orang. Pelatihan tersebut akan diisi oleh dua pemateri utama, yakni materi fotografi oleh Abrar Riski yang saat ini adalah fotografer presiden RI ke 6 dan materi penulisan oleh Iman D Nugroho.

“Pelatihan kehumasan tahun 2019 ini dilaksanakan selama 3 hari, dari tanggal 20 sampai tanggal 22 Agustus,” ujar Saifullah.

Banda Aceh – Pemerintah Aceh menerima kunjungan 14 peserta dari perwira menengah Polri dan TNI yang tengah menjalani pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri. Kedatangan mereka diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh  Dr. M. Jafar, S.H., M.Hum. di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Aceh, Banda Aceh, Selasa  (20/8) pagi.

Rombongan perwira Sespimti Polri Angkatan ke-28 itu dipimpin oleh Kombes Pol Taslim Chairuddin. Terselenggaranya kunjungan itu merupakan rangkaian dari Kuliah Kerja Profesi (KKP) dalam program pendidikan mereka.

“Kami melakukan kunjungan ini ke seluruh Indonesia, salah satunya ke Pemerintah Aceh, kami mencari data dan informasi untuk bisa dijadikan kajian atau tulisan untuk bisa memberikan kontribusi setidak-tidaknya untuk Polda Aceh, guna membangun sinergitas yang lebih kepada pemerintah daerah,” ujar Taslim.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, M Jafar menyatakan Aceh merupakan daerah khusus di Indonesia dan berbeda dengan provinsi lainnya. Salah satu kekhususan Aceh, kata dia, adalah memiliki Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Jafar menuturkan, melalui dana otsus tersebut Aceh telah berhasil menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Bahkan semenjak digulirnya otsus, Aceh merupakan provinsi yang tercepat dalam hal penurunan angka kemiskinan.
“Pemerintah Aceh memiliki visi Aceh Hebat. Tujuan visi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan targetnya adalah penurunan angka kemiskinan,” ujar Jafar.

Meskipun demikian, ujar Jafar, Aceh masih dilanda berbagai persoalan, salah satunya adalah minimnya industri yang beroperasi di Aceh. Menurutnya, para investor masih enggan berinvestasi di Aceh disebabkan informasi yang selama ini tersebar membuat citra buruk bagi Aceh.

“Kami menyampaikan terimakasih atas kedatangan bapak ibu sekalian, saya pikir ini kesempatan yang penting bagi kami untuk menyampaikan informasi dan mendapatkan masukan dan semoga ini berguna untuk membuat Aceh lebih baik,” kata Jafar.

Banda Aceh- Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Aceh Drs Alhudri MM meminta kepada kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat dibantu Tagana setempat agar menyalurkan bantuan masa panik yang ada dalam gudang logistik milik Dinas Sosial Aceh di Aceh Barat.

“Kita meminta Dinsos Aceh Barat bersama Tagana setempat untuk menangani massa panik korban bencana alam putting beliung dengan membuka gudang provinsi yang ada di Aceh Barat,” kata Alhudri,  Selasa (20/8/2019).

Alhudri menuturkan, dari informasi yang diproleh dari Posko Dinsos dan Tagana Aceh Barat, angin puting beliung tersebut terjadi pada 18 dan 19 Agustus 2019 yang melanda lima desa di Kecamatan Sungai Mas dengan korban terdampak bencana 148 jiwa atau 44 KK dengan jumlah rumah rusak 44 unit yang terdiri rusak berat 16 unit, dan rusak ringan 28 unit. Adapun desa-desa yang terdampak bencana tersebut adalah,  Desa Lancong, Desa Sarah Perlak, Desa Tungkop, Desa Geudong, dan Desa Tutut.

Untuk sementara Dinas Sosial Aceh Barat dan Tagana setempat sudah menyalurkan bantuan masa panik yang logistiknya berasal dari gudang logistik milik Dinas Sosial Provinsi Aceh yang ada di Aceh Barat antara lain: selimut 50 lembar, baju koko 20 lembar, kain sarung 50 lembar,  daster 20 lembar, baju koko anak-anak 15 lembar, baju kaos oblong 20 lembar, baju anak-anak 50 lembar, mukena 20 lembar, famili kids 42 paket, kecap 5 dus, minyak goreng bimoli 7 dus, sarden 7 dus,  seng 400 lembar, triplek 350 lembar, cat 25 kilogram, paku seng 1 dus, matras 42 lembar, paku triplek 8 dus, tenda regu 2 unit, dan tenda famili 1 unit.

“Namun sesuai laporan petugas kita di lapangan, masih ada sejumlah bantuan yang bersifat mendesak yang harus segera disalurkan, yaitu Beras 500 kilogram, Indomie 20 dus, Air mineral 50 dus, Saus 50 dus, dan Roti 30 dus. Ini akan segera kita tindaklanjuti,” pungkas Alhudri.[] 

Gayo Lues - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, membuka Festival Saman di Lapangan Seribu Bukit Gayo Lues, Senin 19 Agustus 2019 malam. Nova mengatakan tari saman sebagai salah satu warisan budaya tak benda miliknya dunia haruslah terus dilestarikan.

"Sebagai khasanah budaya, saman wajib kita lestarikan. Kerja keras melestarikan saman adalah bagian dari upaya kita memajukan kesenian di Aceh," kata Nova.

"Saman adalah salah satu keunggulan Aceh, nasional bahkan global. Karena itu kita harus menampilkan saman sebagai bagian jati diri kita. Ini aset bangsa khususnya Aceh," kata Nova lagi. Ia menyebutkan, kebudayaan bisa menjadi salah cara meraih kejayaan.

Sejak UNESCO mengakui saman sebagai warisan tak benda pada 2011 lalu, pemerintah terus gencar melakukan kampanye atau promosi saman hingga mancanegara. Festival Saman yang semula dilaksanakan dalam kegiatan Gayo Mountain Festival (Gamifest) bahkan dijadikan Kementerian Pariwisata Indonesia sebagai salah satu dari 100 top event nasional. Nova berharap festival tahunan itu bisa berdampak domino pada kunjungan wisatawan.

Bupati Gayo Lues, Amru, mengatakan Festival Saman di daerah itu merupakan tindak lanjut dari Gayo Alas Mountain Festival (Gamifest) tahun 2018 lalu. "Kegiatan ini merupakan Aceh top event yang masuk dalam 100 kegiatan pariwisata nasional," kata Amru.

Amru menyebutkan selain didukung penuh pemerintah Aceh, kegiatan Saman Festival juga didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Amru mengatakan tujuan kegiatan itu adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas seni Gayo.

"Kita berharap Dataran Tinggi Gayo ini juga bisa ditetapkan menjadi startegis pariwisata nasional," kata Bupati Amru.

Sementara itu, Kepala Museum Nasional, Iswanto Bagi masyarakat Gayo Lues, Saman barangkali adalah marwah kehidupan di mana silaturahmi tumbuh dalam diri para penari saman. Namun demikian, sebagai aktifitas kebudayaan yang keseniannya telah diakui dunia sebagai salah satu warisan budaya tak benda dunia, sudah saatnya penyebaran pengetahuan empiris tentang saman harus disampaikan agar bunyi Saman bisa terdengar hingga ke seluruh dunia.

"Tugas kita memastikan ekosistem saman tetap hidup di tengah masyarakat. Jika Saman mau dimiliki dunia, ayo sebarkan pengetahuan empiris tentang saman," kata Iswanto. []

Kondisi Asrama Mahasiswa Papua usai para mahasiswa dibawa ke Maporestabes Surabaya. (Jatimnet)
Jakarta - Aparat kepolisian sedang memburu pemilik akun media sosial yang menyebarkan konten bernada rasisme yang menyebabkan aksi unjuk rasa besar-besaran di sejumlah kawasan di Papua termasuk Manokwari, Senin (19/8/2019).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, konten video tersebut telah terhapus. Namun, pihak kepolisian tengah melakukan pelacakan terhadap pemilik akun tersebut.

"Hasil pengecekan hari ini isi konten video tersebut sudah dihapus oleh pemilik akun tersebut. Tapi jejak digitalnya yang sudah viral di medsos itu akan sulit terhapus. Oleh karenanya siapa pemilik akun ini masih menunggu proses profiling dan dilacak Ditsiber Bareskrim Polri," kata Dedi di Mabes Polri, Senin (19/8/2019).

Sebelumnya, aksi unjuk rasa itu terjadi lantaran mahasiswa dan masyarakat di sana emosi akibat beredarnya video viral di media sosial. Sebab, diduga ada penghinaan terhadap masyarakat Papua yang disamakan dengan monyet.

Diduga, video tersebut direkam saat massa melakukan aksi pengepungan terhadap Asrama Mahasiswa Papua di kawasan Surabaya, Jawa Timur yang terjadi saat peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 pada Sabtu (17/8/2019) kemarin.

Kekinian, pihak kepolisian belum dapat memastikan kebenaran video tersebut. Selain itu, pihak kepolisian sedang mengerahkan tim Siber Bareskrim Polri untuk menelusuri kebenaran konten video tersebut.| Suara.com
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.