Latest Post

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ilustasi
Aceh Tamiang - Seorang pria di Aceh Tamiang, Aceh, membacok mantan suami istrinya gegara terbakar cemburu. Akibatnya, korban IN (40) mengalami luka bacok di tangan.

"Motifnya sakit hati. Pelaku Her (40) kesal karena istrinya masih dihubungi mantan suaminya, yaitu IN," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang Iptu Dimmas Adhit Putranto saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (17/6/2019).

Insiden pembacokan itu terjadi pagi tadi sekitar pukul 07.15 WIB. Korban saat itu sedang dalam perjalanan ke tempat kerjanya dengan menunggangi sepeda motor.

Ketika sampai di depan pabrik tempat korban bekerja di Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, tiba-tiba muncul Her. Dia mengejar korban dan langsung membacok kepala korban.

"Namun korban saat itu menggunakan helm sehingga korban terjatuh," jelas Dimmas.

Menurutnya, pelaku kemudian kembali mengejar korban. Her lagi-lagi membacok korban dan mengenai pergelangan jari manis dan jari kelingking.

"Korban langsung dibawa ke rumah sakit PT Pertamina Rantau," terang Dimmas.

Polisi saat ini masih memburu pelaku. "Her masih kita lalukan pencarian. Tapi sudah teridentifikasi pelakunya," ungkapnya. | Detik.com

Belanda - Pelaksana tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melakukan kunjungan kerja singkat ke Belanda, 12 - 14 Juni lalu. Kunjungan ini dilaksanakan atas fasilitasi IDH (The Sustainable Trade Innitiative/Inisiatif Dagang Hijau), yang bermarkas di Utrecht, Negeri Belanda.

"Bapak diundang sebagai narasumber untuk memaparkan Peta Jalan Bisnis Berwawasan Lingkungan sebagai implementasi Aceh Green dan Aceh Meugo. Forum ini dimanfaatkan untuk penegasan di kalangan pebisnis Eropa," kata Jubir Pemerintah Aceh, Wiratmadinata, Jumat (15/6) lalu, seusai pertemuan Stakeholder Internasional di Utrecht.

Wira menjelaskan, selama Kunker itu, setidaknya ada dua pertemuan utama yg merupakan forum pemangku kepentingan; Perusahaan, NGO, dan pemerintahan, ditambah dgn enam pertemuan teknis tambahan yg diikuti tim pendukung. Di sana, pihak Aceh mendapat kesempatan untuk berdiskusi guna menjelaskan kelayakan produksi Pertanian Aceh dengan pendekatan Acehgreen.

"Kunker itu dimanfaatkan juga untuk membahas potensi kerjasama bidang pertanian dan perkebunan. Di sana Bapak Plt bertemu para "buyer" seperti Pepsi.co, Musimas, Sinar Mas,  AndgreenFund, Wakil Pemerintah, donor, dan lainnya. Target, Aceh bisa mendapatkan dukungan menembus pasar Internasional, khususnya Eropa," tambah Wira.

Dilaporkan, dalam pertemuan Plt Gubernur Aceh berkesempatan untuk menjelaskan kepada John Buchanan dari Conservation International (CI), David Pendlington dari Mars-Effem (buyer international) serta NGO lingkungan Belanda, ttg usaha peningkatan produksi pertanian di Aceh yang ramah lingkungan. David paling antusias untuk meninjau langsung ke Aceh dalam waktu dekat.

Wira menjelaskan, "Bisnis Berwawasan Lingkungan?" Ini adalah sebuah gerakan yang melihat lingkungan, khususnya hutan bukan hanya sebagai SDA yang harus dilindungi untuk kelestarian bumi, tapi juga dapat dimanfaatkan secara bertanggungjawab oleh masyarakat.

"Hal ini selaras dengan paradigma Aceh tentang  Aceh Green," kata Wira.

Ditambahkan, bisnis berwawasan lingkungan dapat juga dikatakan sebagai prinsip pemanfaatan SDA sebagai sumber kehidupan, khususnya pertanian & perkebunan, sebagai komoditi ekonomi berkelanjutan.

"Negara-negara Eropa & Amerika menerapkan standard "ramah lingkungan", sebagai syarat dalam bisnis hasil pertanian dan perkebunan," tambahnya.

Ekonomi Aceh, dijelaskan, selama ini mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai sumber pendapatan utama. Karena sektor jasa dan perdagangan umum masih lemah. "Maka, jika ingin meningkatkan bisnis hasil pertanian & perkebunan, mau tak mau harus ikuti standard Internasional," katanya.

Pemerintah Aceh, sebut Wira secara aktif berusaha menjadi bagian dalam usaha mendorong "Bisnis Berwawasan Lingkungan" pada level internasional. "Tujuannya agar produksi pertanian Aceh dapat diterima di pasar Internasional.  Itulah sebabnya, Plt., Gubernur Aceh gencar promosi," sebutnya lagi.

Undangan pihak IDH, yang menyediakan forum pertemuan dengan para pihak ini, segera dimanfaatkan Pemerintah Aceh. "Dalam ajang inilah Bapak Plt mengajak para buyer untuk membeli kopi, pala, coklat, sawit, dan produk pertanian plus perkebunan lainnya dari Aceh," kata Wira.

Keluhan Pasar Eropa


Wira juga melaporkan bahwa para pembeli Eropa  masih mengeluhkan kualitas produk tani dan kebun Aceh. Ada banyak persepsi negatif tentang Aceh,  meski begitu, Nova Iriansyah meyakinkan pihak donor untuk membantu pelatihan bagi petani Aceh, sehingga mereka bisa bersaing dengan produk global.

Wira juga memperlihatkan contoh produk yang sudah mendapatkan sertifikasi "ramah lingkungan" (green), dari Pemerintah EU. "Produsen seperti Lipton, tidak Akan membeli produk petani kita, jika prosesnya masih belum disertifikasi. Inilah yang diperjuangkan oleh Plt Gubernur Aceh dalam kunkernya di Belanda," sebutnya. Yaitu memberikan penjelasan yg proporsional.

Wira menambahkan, kehadiran Plt Gubernur Aceh bukan hanya memperjuangkan untuk mendapatkan pasar tapi juga meningkatkan kualitas produksi dan volumenya agar bisa menjamin suplai ekspor. Karena terkadang produknya diminati, tapi suplai tidak stabil. "Itulah beberapa Hal penting dari Forum IDH tersebut," kata Wira.

"Salah satu "buyer" besar yang akan menjajaki produk pertanian Aceh adalah Mars-efm (Wrigley, dll), serta Pepsi.co., dalam waktu dekat mereka segera meninjau ke Aceh dalam waktu dekat. Sebagai produsen makanan prinsipnya mereka membeli semua komoditi. Karena itu mari kita bersiap," tutup Wira. [Rill]

Jakarta - Eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf alias Mualem bakal menemui Menko Polhukam Wiranto.

Sesuai agenda, acara pertemuan itu akan digelar hari ini, Senin (17/6/2019) di Kantor Kemenko Polhukam. Sayangnya pertemuan batal dilakukan.

Menko Polhukam Wiranto mengamini pertemuan hari ini dengan Mualem batal karena terkendala transportasi.

"Sebenarnya hari ini saya akan terima Saudara Mualem ya, dari Aceh tapi sementara tertunda karena masalah transportasi. Jadi ‎besok saya terima," ungkap Wiranto.

Dikonfirmasi apakah pertemuan itu kembali membahas soal referendum Aceh seperti yang pernah disuarakan oleh Mualem? Wiranto membantah.

"Referendum sudah selesai. Kami akan komunikasikan hal-hal menyangkut partisipasi masyarakat Aceh dalam pembangunan nasional. Bukan lagi referendum karena itu sudah selesai. Dia juga sudah minta maaf, sudah cabut pernyataan. Jadi saya kira sudah selesai," tegas Wiranto.

Sementara itu, di hari yang sama, siang ini, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga diagendakan menerima kunjungan Mualem di Gedung A Kantor Pusat Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara No 7, Jakpus.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Mualem telah mencabut pernyataan referendum aceh yang dia sampaikan dalam peringatan wafatnya Wali Neugara Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Muhammad Hasan Ditiro.

Klarifikasi Mualem ini tersebar dalam sebuah video singkat yang beredar sejak Selasa (11/6/2019) malam. Di video itu, Mualem menyatakan rakyat Aceh cinta damai dan pro NKRI. | Tribunnews.com

Lhoksukon - Penyebab kaburnya 73 napi dan kerusuhan di Rutan Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh terkuak. Mereka kabur didalangi seorang napi kasus pembunuhan di Aceh Utara.

Napi itu bernama Safrizal. Dia membunuh seorang Imum desa di Kecamatan Sawang dan divonis hukuman penjara seumur hidup.

"Kalau pemicunya tidak ada. Mereka memang ada niat kabur sendiri," kata Kepala Rutan Lhoksukon, Yusnal dikonfirmasi detikcom, Minggu malam.

Dia menyebutkan kejadian itu terjadi pada waktu pengambilan makan malam untuk para napi pada pukul 16.00 WIB.

Para napi itu didalangi oleh seorang napi kasus pembunuhan yang divonis penjara seumur hidup oleh pengadilan. Dia mengajak dan mengancam para napi lainnya untuk kabur. Soalnya, dia sudah mempersenjatai diri dengan gosok gigi yang sudah diruncingkan.

Kemudian, para napi itu kabur dengan mendobrak tiga lapis pintu rutan dengan memakai bangku besi. Setelah berhasil keluar, mereka kabur ke berbagai tempat di kawasan rutan.

"Setelah sempat kabur, 21 dari 73 napi berhasil kita tangkap lagi. Mereka kita tangkap di kawasan pemukiman dan persawahan warga," sebut Yusnal.

Yusnal menyebutkan pihaknya saat ini bersama Polres Aceh Utara, dan Kodim Aceh Utara terus memburu napi yang masih berkeliaran di luar.

Diberitakan sebelumnya jumlah napi yang kabur 75 orang, namun sebetulnya 73 orang. 21 diantaranya sudah berhasil ditangkap lagi.

Kondisi Rutan Lhoksukon Kembali Kondusif

Kondisi pasca kericuhan disertai kaburnya 73 napi di Rutan Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh kembali kondusif. Para petugas gabugan terus berjaga-jaga baik di luar maupun dalam rutan.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Riskian Milyardin mengatakan pihaknya dibantu TNI dan dari Brimob melakukan penjagaan ketat usai terjadi peristiwa kaburnya napi di Rutan Lhoksukon. Ian menyebutkan saat ini, kondisinya mulai kondusif tanpa ada keributan.

"Sudah kondusif. Petugas saat ini terus melakukan penjagaan baik di dalam maupun seputaran Rutan Lhoksukon," kata Kapolres AKBP Ian Riskian kepada detikcom, Minggu (17/6/2019) malam.

Petugas juga terus memburu para napi tersebut ke sejumlah tempat diseputaran Kecamatan Lhoksukon. Termasuk, melakukan razia di sejumlah Polsek yang ada di Aceh Utara.

"Kita melakukan berbagai upaya untuk mengejar para napi yang masih kabur. Kita gelar razia, termasuk seluruh Polres yang ada di jajaran Polda Aceh untuk mempersempit ruang gerak mereka yang kabur. Mulai dari Banda Aceh hingga perbatasan Medan, Sumut," sebut Ian. | Detik.com

Ilustrasi
Banda Aceh - Pemilik warung nasi di Gampong Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Minggu (16/6/2019) dini hari, memergoki pekerjanya berinisial Ra (21) memasok seorang wanita asal Bireuen, berinisial Pi (19)

Belakangan diketahui keduanya telah melakukan hubungan terlarang layaknya suami istri di dalam usaha rumah makan miliknya itu.

Pemilik warung nasi yang tidak disebutkan namanya itu merasa geram dengan apa yang dilakukan Ra pekerjanya itu, yang diketahui berasal dari Nagan Raya tersebut.

Karena tidak mentolerir dengan apa yang telah mereka lakukan berdua di dalam ruko yang sekaligus menjadi usaha rumah makan miliknya itu.

Akhirnya Ra dan Pi wanita yang menjadi pasangannya itu diserahkan ke petugas WH Kota Banda Aceh untuk diproses lanjut.

Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Hidayat SSos yang dihubungi Serambinews.com, Minggu(16/6/2019) mengungkapkan, Pi yang menjadi pasangan Ra, pelanggar syariat Islam itu diamankan sekitar pukul 03.00 WIB.

Pi, wanita yang masih berstatus mahasiswi di satu universitas di Bireuen itu langsung diamankan oleh pemilik warung tempat Ra bekerja.

"Minggu, dini hari tadi begitu pulang, pemilik warung itu menggedor pintu warung miliknya. Karena, pintu ruko usaha miliknya itu lama dibuka oleh Ra, pemilik warung itu pun menaruh curiga," sebut Hidayat.
Begitu pintu dibuka, pemilik warung itu pun bergegas masuk ke dalam rukonya dan mendapati Pi, pelanggar perempuan itu bersembunyi di bawah tangga.

"Memang saat itu Pi dengan kondisi pakaian lengkap dan tidak mengenakan jilbab. Tapi, kecurigaan pemilik warung itu mereka telah melakukan perbuatan yang dilarang agama," ungkap Hidayat.

Ternyata, pada saat keduanya diamankan pada dini hari itu, mendadak kabar itu pun diketahui warga lainnya.

Sehingga dari informasi yang diperoleh Serambinews.com, suasana di sekitar warung nasi milik korban di Lambhuk mendadak ramai.

Lalu, setelah keduanya diserahkan ke petugas WH, lanjut Hidayat, dari keterangan yang diminta dari keduanya Pi, pelanggar wanita itu mengaku tiba dari Bireuen pada Jumat (14/6/2019) jelang magrib.

Kemudian, Ra, sang pacar yang telah mengetahui kondisi warung kosong, sehingga langsung memasukkan pasangannya itu ke dalam rumah makan tempatnya bekerja tersebut.

"Pada malamnya keduanya mengakui bermesraan di dalam rumah makan yang ditinggal kosong pemiliknya itu. Lalu, pada Sabtu (15/6/2019) keduanya mengaku ada melakukan hubungan layaknya suami istri," sebut Hidayat mengutip pengakuan kedua pelanggar.

Bahkan niat Ra yang ingin kembali ke Nagan Raya, dibatalkan, karena kondisi Ra kurang sehat, akhirnya malam itu kembali dilalui berdua.

"Dini hari itulah pemilik ruko pulang dan mendapati Ra, seorang pekerja di rukonya itu memasukkan perempuan. Kini keduanya telah diamankan di Kantor Satpol PP dan WH dan sejauh keduanya masih diperiksa," demikian Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Hidayat.(*)

Sumber: serambinews.com

Aceh Timur - Kecelakaan lalulintas melibatkan tiga mobil yakni Bus Sempati Star, Daihatsu Xenia dan Bus Atlas di Jalan Medan-Banda Aceh, Lhoknibong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Senin (17/6), sekitar pukul 02.30 WIB.

Dalam kecelakaan tersebut, enam orang penumpang Xenia meninggal di lokasi kejadian, dua orang mengalami luka berat.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro melalui Kasat Lantas, Iptu Ritian Handayani mengatakan kronologi kejadian ketika Xenia dengan nomor polisi BK 1085 ZS, melaju dari arah Medan menuju Banda Aceh dengan kecepatan tinggi. Sementara Bus Atlas dengan nopol BL 7555 G, yang dikemudikan oleh Ramli Saleh (49), warga Desa Cot Buket, Kecamatan Peusangan, Bireue, berada di depan Xenia.

Sementara, Bus Sempati Star dengan nopol BL776 AA, yang dikemudikan oleh Yusnadi (23), warga Desa Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, melaju dari arah berlawanan yaitu arah Banda Aceh menuju arah Medan.

Setibanya di lokasi kejadian, kata Iptu Ritian, mobil Xenia BK 1085 ZS menyalip Bus Atlas BL 7555 G yang berada di depannya dengan mengambil lajur kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju Sempati Star, sehinga terjadi tabrakan laga kambing.

"Kemudian Bus Atlas BL 7555 G menabrak Xenia BK 1085 ZS yang sudah berhenti di tengah jalan. Dalam kecelakaan ini ada enam orang penumpang Xenia meninggal dunia, tiga orang luka berat," kata Iptu Ritian Handayani.  | AJNN
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.