2018-03-04

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ilustrasi
Lhoksukon - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sampai saat ini, Jumat (09/03/2018) belum juga menyalurkan tunjangan/gaji aparatur pemerintahan Gampong.

Dikutip dari Kompas.com, Selama sembilan bulan terakhir, honorarium aparatur desa belum dibayar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Kepala Urusan Pemerintahan, Desa Samakurok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara

Abdul Rafar mengatakan, besaran gaji kepala desa sebesar Rp 1,2 juta per bulan. Kemudian kepala urusan, kepala dusun, dan tuha peut (Badan Permusyawaratan Desa) dibayar Rp 600.000 per bulan. “Ini sungguh memperihatinkan, belum pernah terjadi keterlambatan pembayaran sebegini lama. Biasanya per empat bulan atau per tiga bulan sudah dibayarkan,” sebut Abdul Rafar.

Dia mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera membayar honorarium tersebut. Selain itu, dia meminta agar besaran gaji ditambah oleh pemerintah. “Sudah honornya kecil, dibayar telat pula. Jumlah yang belum dibayar itu ribuan, tersebar di 852 desa. 

Kita harap, tahun ini bisa ditambah,” tuturnya. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Teuku Nadirsyah, membenarkan belum dibayarnya honorarium aparat desa itu. 

“Benar belum dibayar, khusus untuk enam bulan jatah tahun 2017 akan dibayar triwulan pertama tahun ini. Sedangkan tiga bulan lagi sisanya akan dibayar pada triwulan kedua tahun ini,” ungkapnya. 

Dia mengatakan, keterlambatan pembayaran gaji disebabkan defisit anggaran yang dialami Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. “Pastinya kita bayar, itu kan wajib. Namun harap bersabar,” pungkasnya. | Kompas.com

,
Lhokseumawe -- Lagu Nasional Solo dan duet yang dinyanyikan para anggota persit Kartika Chandra Kirana (KCK) di lingkungan jajaran Koorcab Rem 011, hingga mewarnai Dirgahayu Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-72 Persit Kartika Chandra Kirana dalam mengikuti pertandingan paduan suara, di Gedung Ahmad Yani Makorem 011/Lilawangsa,  Lhokseumawe, Jumat (8/3/2018).

Lomba paduan suara yang diadakan persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011, diikuti dari masing-masing perwakilan anggota persit satuan Makorem 011/Lilawangsa, persit Brigif 25/Siwah, persit Kodim 0103/Aut, persit Denbekang, persit Denpom IM/1 Lhokseumaw, persit Denhub, persit Denpal, persit Denzibang jajaran Korem 011/LW di Lhokseumawe.

Diawali sambutannya, Ketua persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 011 Ny Agus Firman Yusmono mengatakan, perlombaan paduan suara atau lomba bernyanyi digelar, merupakan dalam rangkaian memperingati hari ulang tahunnya persit Kartika Chandra Kirana yang Ke-72, khususnya termasuk yang diselenggarakan hari ini di Koorcab Korem 011.

Dalam rangka memeriahkan HUT Persit Ke-72, tambah Ketua Persit, selain dilaksanakan perlombaan menyanyi solo dan duet, juga diadakan lomba tari Ranup Lampuan serta senam Tobelo, yang sangat antusias diikuti masing-masing peserta lomba, kata Ny Agus Firman Yusmono.

Peserta pertandingan paduan suara diikuti sebanyak 28 Orang, diantaranya lagu Solo sebanyak 14 orang, dan duet diikuti sebanyak 14 (Empat Belas) orang dari masing-masing satuan, termasuk peserta paduan suara duet.

Dari hasil penilaian juri, kategori Solo dirahi kemengan diantaranya, juara Ke-1 oleh perwakilan persit dari Kodim 0103/Aut, juara Ke-2 dari perwakilan persit Denrudal 001, dan juara Ke-3 dimenangkan dengan nilai baik oleh perwakilan dari persit Denpom IM/1 Lhokseumawe.

Sedangkan kategori Duet, juara Ke-satu dimenangkan perwakilan persit Kodim 0103/Aut, juara Ke-2 perwakilan persit Kompi Markas (Kima) Korem 011/LW, dan juara Ke-3 dari perwakilan persit satuan Denpom IM/1 Lhokseumaw.

Paduan suara dihadirkan juri penilai diantaranya, dari Guru Kesenian SMEA Lhokseumawe, Paur Penrem 011/LW Kapten Inf Ismail Sitanggang dan juri lainya.(Rill)

Lhokseumawe -- Masih dalam suasana memperingati Dirgahayu Hari Ulang Tahun Persatuan Istri Prajurit Tentara Nasional Indonesia (HUT Persit) Ke-72 Tahun, satuan Korem 011/Lilawangsa mengelar pelaksanaan pekan olahraga turnamen Volly Ball, di Lapangan Jenderal Sudirman Makorem, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kamis (7/3/2018).

Turnamen Volly Ball yang berlangsung selama 2 (Dua) hari tersebut, ditandai melalui upacara pembukaan pekan olahraga yang dipimpin oleh Ketua persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 Ny Agus Firman Yusmono, dan diikuti dari berbagai Tim-tim Volly putri para anggota persit Kartika Chandra Kirana sejajaran Koorcab Rem 011 di Lhokseumawe dan Aceh Utara, diantaranya,  Tim volly persit satuan Makorem 011/Lilawangsa, persit Brigif 25/Siwah, persit Kodim 0103/Aut, persit Denbekang, persit Denpom IM/1 Lhokseumaw, persit Denhub, persit Denpal, persit Denzibang jajaran Korem 011/LW di Lhokseumawe.

Upacara pembukaan pekan olahraga,  turut dihadiri antara lain, Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, para Komandan/Kepala Satuan Dinas Jawatan, para Kasi dan Pasi Korem 011/LW, Wakil Ketua Persit KCK Koorcab Rem 011 beserta para pengurus dan anggota yang hadir.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana  (KCK) Koorcab Rem 011 Ny Agus Firman Yusmono mengatakan, open turnamen pekan olahraga volly ball diselengara masih dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-72 Persit di seluruh Indonesia, Begitupun seperti yang berlangsung saat ini, kita saksikan bersama-sama terlihat begitu antusias masing-masing tim bertanding di Lapangan Jenderal Sudirman Korem 011/Lilawangsa.

Ny Agus FY menyebutkan, Dirgahayu persit yang ke-72 di tahun 2018, selain digelar pertandingan bola bolly, diadakan berbagai pertandingan diantaranya seperti tenis meja, lomba bernyanyi dan berbagai pertandingan lainnya yang begitu antusias diikutsertakan para anggota persit di jajaran Koorcab Rem 011, katanya.

Ny Agus FY menambahkan, kegiatan olahraga olahraga ini, diharapkan dapat menciptakan semangat kebersamaan dan persaudaraan serta kekompakan, khususnya diantara para anggota persit Kartika Chandra Kirana yang ada di jajaran Koorcab Rem 011 dalam berorganisasi maupun ditengah-tengah lingkungan bermasyarakat, pintanya.

Turnamen Volly Ball dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-72 Persit, dimenangkan juara ke-1, oleh tim volly persit satuan Kodim 0103/Aceh Utara, disusul juara ke-2 tim volly persit Denbekang Lhokseumawe, dan juara ke-3 dari tim volly persit Brigif 25/Siwah.(Rill)

Sumber foto:portalsatu.com
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian kembali merotasi sejumlah jabatan di jajaran Polri. Salah satunya adalah Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata alias Untung Sangaji yang kini dipindah tugaskan dalam jabatan baru sebagai Wadirpolair Polda Sumut.

Sementara, Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Milyardin ditunjuk untuk menggantikan posisi Untung di Polres Aceh Utara. Hal ini tercantum dalam surat keputusan dengan nomor ST/669/III/2018 yang ditandatangai oleh Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Arief Sulistyanto pada Kamis (8/3).


Selama menjabat sebagai Kapolres Aceh Utara, Untung dikenal sebagai sosok yang sangat tegas dalam menindak waria. Salah satunya saat menggelar operasi gabungan penyakit masyarakat di kawasan Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye bersama  dengan Polisi Syariah Islam Wilayatul Hisbah.

Dalam razia tersebut, 12 orang waria ditangkap di lima salon kecantikan yang tersebar di dua kecamatan Aceh Utara tersebut. Mereka ditangkap karena dianggap telah meresahkan warga. | Kumparan

Karena PT. PDSI dinilai ingkar janji dan tidak memenuhi tuntutan hak masyarakat lingkungan obvitnas PHE, Kamis (8/3) kemarin sejumlah warga Kecamatan Tanah Luas menunjukkan spanduk tuntutan hak kesejahteraan dan ancam berdemo dengan memblokir areal Cluster III setempat.
LHOKSEUMAWE - Lantaran PT. PDSI Pertamina dituding telah mengabaikan sekaligus melanggar perjanjian damai yang telah disepakati bersama dan tidak memenuhi tiga tuntutan hak warga lingkungan obvitnas, kini 12 desa di  Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara ancam turun ke jalan serta memblokir  areal Cluster 3 setempat.

Hal itu diungkapkan Ketua DPP Lsm  Lemperari Aceh T. Muslem . TA  mantan kombatan yang sering disapa si Buya Hitam kepada Waspada, Kamis (8/3) kemarin, terkait problema krisis antara warga binaan dengan pihak obvitnas PT. PDSI  Pertamina di areal PHE Kabupaten Aceh Utara.

Muslem menegaskan dalam  waktu dekat ini pihaknya bersama masyarakat  lingkungan ob vitnas dari 12 desa di Kecamatan Tanah Luas ancam  akan turun ke jalanan untuk  melakukan aksi demo besar  dengan  cara memblokir areal Cluster III PHE setempat.

Muslem mengatakan pasca aksi warga yang menghadang tujuh unit truck rekanan yang dilarang masuk ke areal PHE di Cluster II Kecamatan Tanah Luas, Kamis (1/2) lalu, membuat pihak PT. PDSI Pertamina harus membuat kesepakatan damai dengan janji akan  memenuhi tiga tuntutan masyarakat yang  dimediasi oleh Kodim 0103/ Aceh Utara.

Antara lain  merekrut pekerja sebagian besar dari masyarakat local , menyalurkan  CSR untuk masyarakat desa binaan PHE dan  setiap  pekerjaan pembangunan dan pengadaan barang memberi  peluang bagi perusahaan local .

Akan tetapi,  setelah 7 unit truck dilepas dan dapat memasuki Cluster III, ternyata sampai hari ini pihak PT. PDSI Pertamina sama sekali belum memperlihatkan itikad baiknya  dan tidak sam a sekali tidak memenuhi tuntutan yang telah dijanjikan.


Pihak PT. PDSI Pertamina diduga telah melanggar kesepakatan damai yang telah dirajut bersama sebelumnya, dan tidak juga membina hubungan komunikasi yang baik dengan masyarakat.



Muslem  menilai tindakan PT. PDSI Pertamina  yang apatis atau tidak memperdulikan hak tuntutan masyarakat terkesan seperti  penjajah yang datang ke Aceh untuk mengeruk kekayaan dan menindas warga pribumi.


“ Kalau mereka datang ke Aceh hanya untuk  mengeruk sumber daya alam , juiga untuk memperkaya diri tanpa peduli haK kesejahteraan warga lingkungan. Maka PT. PDSI Pertamina tidak jauh beda dengan penjajah yang tidak punya moral dan etika,” tegasnya.



Mengingat  nasib kesejahteraan rakyat Aceh yang sering ditipu dan dikebiri oleh para pendatang, kini justru masyarakat Aceh mulai bangkit  untuk menuntut keadilan dan hak kesejahteraan yang seharusnya mereka terima.

Buktinya, selama obvitnas  PHE yang sebelumnya bernama Exxon Mobi Oil beroperasi dalam bidang eksplorasi sector kekayaan alam, justru sampai hari ini kehidupan warga lingkungannya terabaikan dalam  kemiskinan tanpa menikmati pembagian dan CSR.

Sementara itu, Humas PT PDSI di Jakarta Budi Kristianto gagal dikonfirmasi Waspada yang berulangkali menghubungi nomor telepon selulernya memblokir panggilan masuk dan tidak membalas pesan.

Kepala Humas PHE NSB-NSO Aceh Production Operation Armia Ramli mengaku pihaknya sama sekali tidak bisa mencampuri persoalan adanya kesepakatan antara PT. PDSI Pertamina dengan masyarakat serta tidak memiliki kapasitas untuk menjawab konfirmasi tersebut.

Namun mengingat kebutuhan hak jawab yang dibutuhkan Waspada, maka ihakya akan berupaya melakukan omunikasi dengan pihak PT. PDSI Pertamina agar mau melayani konfirmasi berita oleh wartawan agar pemberitaannya bisa berimbang. (Jhai)

,
Banda Aceh – Komando Distrik Militer 0101/BS menyelenggarakan acara Pembinaan Keluarga Besar TNI (Bin KBT), yang berlangsung di Aula Makodim 0101/BS Jalan S.T.A Mahmudsyah Nomor 32, Gampong Baro, Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (08/03/18).

Acara Bin KBT ini dibuka langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0101/BS Letnan Kolonel Arh Dedy Rahmanto, M.Si (Han) mewakili Komandan Kodim 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, S.IP.

Kasdim 0101/BS Letkol Arh Dedy Rahmanto, M.Si (Han) dalam sambutannya menyampaikan, bahwa acara ini bertujuan untuk menjalin hubungan yang harmonis, menjaga kekompakan dan solidaritas yang tinggi, sehingga dapat menumbuhkan partisipasi dan pemikiran positif dalam jiwa personel maupun organisasi Keluarga Besar TNI.

“Keharmonisan itu perlu terus dipelihara dan ditingkatkan, supaya jiwa korsa dan saling menghargai dapat tumbuh dalam diri kita, demi memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ucap Letkol Arh Dedy.

Harapannya, kedepan organisasi ini, bisa memanfaatkan suatu potensi untuk menjadi kekuatan, sehingga dapat berjalan dengan kemandirian apalagi cahaya putra putri Purnawirawan dan Veteran telah menurunkan warisan, paling tidak kedisiplinan kejuangan untuk dapat bersaing di masyarakat umum.

“Tentunya ini, menjadi tugas dan kewajiban kita untuk memberikan kekuatan, agar dapat bermanfaat bagi organisasi sepenuhnya dan juga bagi negara dan bangsa ini,” pungkas Kasdim.

Acara ini dihadiri oleh para Perwira Staf Kodim 0101/BS, Ketua PPM Banda Aceh diwakili Sekretaris Aglin, Ketua PMM Aceh Besar Syafruddin, anggota FKPPI Banda Aceh dan anggota FKPPI Aceh Besar.(Rill)

BANDA ACEH – Kembali, salah satu anak muda berbakat yang tergabung dalam laskar digital GenPI Aceh menorehkan karya. Berawal dari ungkapan hati yang hanya sebatas tulisan biasa pada postingan di media sosial menjadi antologi puisi yang diterbitkan dalam sebuah buku.

Dia tak lain Muhammad Arista Rahmadhani, seorang pria berdarah Aceh Jaya yang lahir dua puluh satu tahun silam dan sedang menempuh pendidikan S1 Prodi Pendidikan Kimia di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Sejak beberapa tahun ini, ia mulai mencintai dunia menulis. Baginya menulis menjadikan ia benar-benar menjadi sosok yang diceritakan.

Coretan puisinya pun telah menjelma menjadi lembaran-lembaran puitis yang terangkum dalam sebuah buku dengan judul “Titik-Titik Rindu”. Antologi puisi itu berisi 140 halaman menjadikannya sebuah karya yang begitu diminati oleh masyarakat khususnya kawula muda.


“Sampai nulis buku berawal dari tahun 2013 yang sering mengungkapkan sesuatu di Facebook, lalu terus berkelanjutan hingga buat blog, dan ngeshare di sosial media lainnya. Seiring berjalannya waktu tulisan berbentuk puisi itu banyak yang suka, ada yang request dan ada juga yang mengkritik tentang cara penulisan penggunaan sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) hingga pernah dibaca oleh penulis dan disukai oleh beberapa penulis yang sudah lebih dulu menggeluti ini,” curhat Arista tentang cikal bakal penerbitan antologi buku puisinya ini.

Hingga pada pertengahan 2017, sebut Arista, banyak dari pembaca yang menyarakan untuk dibukukan puisi-puisi karynya.

“Banyak pembaca di sosial media memberikan saran untuk puisi-puisi tersebut dibukukan saja sebagai sebuah karya dan alhamdulillah tahun ini terwujudkan,” sebut pemuda  yang juga Duta Wisata Aceh Jaya 2016 ini.

Ini merupakan suatu pencapaian baru yang dilakukan oleh anggota laskar digital, selain mempromosikan pariwisata juga bisa menuangkan karya sastra dalam baik-baik puisi, bukan tidak mungkin keindahan destinasi nantinya juga bisa dibuat dalam puisi, hal ini diungkapkan Ketua Umum GenPI Aceh Reyhan Gufriyansyah disela-sela ngopi sore di Banda Aceh.

“Tentunya suatu kebanggaan tersendiri bagi GenPI Aceh ketika teman-teman GenPI tidak hanya mempromosikan pariwisata melalui sosial media, tetapi juga bisa menghasilkan karya-karya lain yang cukup menarik,” ungkap Reyhan.

Dan pastinya, tambah Reyhan, kita (GenPI Aceh, -red) akan terus mendukung dan menanti karya-karya terbaru lainnya dari kawan-kawan GenPI yang bisa menginspirasi teman-teman lainnya untuk terus berkarya dan melahirkan ide-ide positif lainnya.

Antologi puisi “Titik-Titik Rindu” karya Arista ini yang diterbitkan oleh Ellunar hingga saat ini belum tersedia di toko-toko buku, melainkan hanya baru tersedia di laman www.ellunarpublisher.com atau bisa didapatkan di melalui WA +6285260471237 dan +6289685309651.(Rill)

StatusAceh.Net - Satu lagi lembaga bergengsi mencabut penghargaan untuk Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar. Museum Memorial Holocaust Amerika mencabut penghargaan HAM lantaran Aung San Suu Kyi dinilai tidak berusaha menghentikan atau mengakui pembersihan warga Rohingya di Myanmar.

Dalam pernyataan tertulisnya museum itu mengatakan, di bawah kepemimpinan Aung San Suu Kyi, Liga Nasional Untuk Demokrasi menolak bekerja sama dengan PBB, mendorong pidato bernada kebencian terhadap Muslim-Rohingya, dan secara aktif mencegah wartawan mengungkap apa yang terjadi di negara bagian Rakhine.

"Ketika serangan militer terhadap Rohingya terungkap pada tahun 2016 dan 2017, kami berharap Anda--sebagai seseorang yang kami dan banyak pihak lainnya menghargai komitmen Anda atas martabat manusia dan hak asasi universal--akan melakukan sesuatu untuk mengutuk atau menghentikan kampanye brutal militer dan untuk mengedepankan solidaritas terhadap warga Muslim-Rohingya," demikian tulis pernyataan itu.

Museum itu mengatakan, serangan militer dan tindakan penindasan lainnya terhadap warga Rohingya telah semakin memburuk dalam lima tahun terakhir. Mereka juga menuntut agar Suu Kyi menggunakan wewenang moralnya untuk mengatasi situasi tersebut.

Museum Memorial Holocaust Amerika meminta Suu Kyi menggunakan kedudukannya untuk bekerja sama dengan Dewan HAM PBB dan Situasi HAM Myanmar untuk menyampaikan kebenaran tentang kekejaman yang telah dilakukan di negara bagian Rakhine dan menuntut pertanggungjawaban yang akuntabel bagi pelaku kejahatan.

Hampir 700 ribu warga Muslim-Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh sejak Agustus 2017, usai gelombang kekerasan terjadi di Rakhine.

PBB menyebut peristiwa itu setara dengan pembersihan etnis. Aktivis-aktivis HAM dan saksi mata Rohingya menuduh pasukan keamanan melakukan pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran.

Myanmar telah sejak lama memposisikan Rohingya sebagai imigran ilegal dari Bangladesh dan menolak memberikan kewarganegaraan dan hak-hak mendasar bagi mereka.

Kini nyaris sejuta pengungsi Rohingya terkatung-katung di Bangladesh tanpa kejelasan nasib.

Sumber: Liputan6.com

TGB (dua dari kanan) didampingi Rais 'Am HATHAR, Tgk. Zulfirman (Kanan)

Statusaceh.net
| Dalam kesempatan safari dakwah Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang atau Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA ke Aceh. Pengurus Harakah Thalabah Aceh Utara (HATHAR) melakukan silaturrahmi dengan TGB pada Minggu (4/3) di Meuligo Hotel, Jl. Nasional Kab. Bireuen.

Seperti yang disampaikan HUMAS HATHAR, Martunis A. Jalil kepada Statusaceh.net, bahwa dalam pertemuan tersebut membahas sejumlah rencana dan gagasan terhadap pembangunan Aceh. Diantaranya rencana tentang gagasan wilayah Maritim Aceh Utara yang teratur dan Islami.

TGB juga sempat memberikan pesan kepada santri bahwa santri harus mencoba membuka diri dan mulai mengambil peran dalam pembangunana yang lebih luas, baik pendidikan, ekonomi dan Politik. Jika kita tetap menjadi penonton dikawatirkan kedepan akan akan semakin memburuk.

Tugas muslim yang idealnya adalah berbakti dan mengabdi sebaik mungkin dalam bentuk apapun dan diposisi manapun, tentu saja dengan cara sesantun mungkin segabaimana yang diajarkan oleh Nabi kita.

Dalam pertemuan tersebut, selain Tengku Zulfirman sebagai Rais 'Am HATHAR yang didampingi oleh Sekjen HATHAR Armia, MH juga didampingi oleh ketua IKAT Aceh Tgk. Fadhil dan sejumlah awak media. (Redaksi)

,
Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono yang diwakili Kasiter Korem 011/Lilawangsa Letkol Inf Yogi Bahtiar bersama Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pidie, meninjau kegiatan swasembada pangan di beberapa daerah Wilayah Kodim 0102/Pidie.
Pidie -- Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono yang diwakili Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 011/Lilawangsa Letkol Inf Yogi Bahtiar melakukan peninjauan Swasembada pangan di tiga tempat terpisah diantaranya, di Padang Tiji, Grong-grong, Glumpang minyak Kecamatan Mutiara Timur, Wilayah Kodim 0102/Pidie, Rabu (7/3/2018).

Selain itu, Kasiter Letkol Inf Yogi Bahtiar menyempatkan melakukan pengecekan diantaranya,  Sawah, Irigasi dan Padi. Sedangkan di daerah Glumpang Minyak, Letkol Inf Yogi Bahtiar didampingi Teuku Zulkifli salah satu Ketua KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) Wilayah Kabupaten Pidie melakukan panen padi dengan luas sekitar 8.5 ha.


“Didaerah itu jika kondisi baik akan menghasilkan panen padi dalam perhektar mencapai hingga 10.2 Ton, namun apabila kondisi buruk atau terkena hama, maka hasil panen akan  sedikit menurun hingga 9.7 Ton/hektar” sebut  Ketua KTNA saat di lokasi.(Laung)

,
Aceh Besar – Komando Distrik Milliter (Kodim) 0101/BS menerima kunjungan dari Tim kegiatan terpadu Pusterad yang dipimpin oleh Kolonel Inf Awal Nur beserta dua orang anggotanya, bertempat di Aula Makodim 0101/BS, Jalan S.T.A Mahmudsyah Nomor 32, Gampong Baro, Banda Aceh, Rabu (07/03/18).

Adapun agenda yang dilaksanakan dalam kunjungan ke Kodim 0101/BS yaitu untuk melakukan kegiatan Pengumpulan Data Intelijen Teritorial Daerah Rawan Konflik atau Daerah Perbatasan (Puldata Intelter Rahwan Konflik/Rahtas) khususnya di wilayah Kodim 0101/BS.

Kedatangan Tim dari Pusterad tersebut disambut langsung oleh Komandan Kodim 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, S.IP dengan didampingi Kepala Staf Kodim (Kasdim) Letnan Kolonel Arh Dedy Rahmanto, M.Si (Han).

Dalam sambutannya Dandim 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, S.IP mengucapkan terimakasih atas kunjungan yang dilakukan oleh Tim Pusterad ke Kodim 0101/BS, semoga rangkaian agenda yang dilakukan di Kodim ini dapat berjalan sesuai yang telah direncanakan.

Selanjutnya, Dandim mengatakan, melalui kegiatan Pusterad ini, diharapkan dapat memberikan masukan kepada Komando Atas untuk menentukan kebijakan selanjutnya guna meningkatkan kesiapan satuan sesuai tipologi wilayah khususnya Kodim 0101/BS.

Sementara Itu, selaku Ketua Tim Pusterad Kolonel Inf Awal Nur mengatakan, tujuan kegiatan terpadu Pusterad ini yaitu untuk mengetahui perkembangan situasi dan kondisi satuan di wilayah serta kemampuan satuan dalam melaksanakan fungsi Pembinaan Teritorial (Binter).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Para Perwira Staf Kodim 0101/BS, Para Danramil jajaran Kodim wilayah Kota Banda Aceh, Para Camat Wilayah Kota Banda Aceh dan Perwakilan Babinsa ditunjuk.(Rill)

Bupati Kukar Rita Widyasari saat akan ditahan (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
StatusAceh.Net - Terdakwa kasus dugaan gratifikasi proyek di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari menceritakan pengalamannya selama mendekam di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kepada awak media, mantan Bupati Kukar itu mengaku akan membuat sebuah 'novel cinta' di dalam tahanan.

"Dinding tahanan penuh dengan puisi saya, saya berniat akan menulis novel cinta," kata Rita di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Rabu (7/3).

Tak hanya soal tulis menulis yang Rita kerjakan selama di rutan KPK, dia juga mengaku suka berolahraga diiringi dengan alunan musik dangdut yang merupakan ciri khas musik Indonesia.

Sambil tertawa, mantan Bupati cantik ini melontarkan kalau kehidupannya seperti dalam permainan, yang saat ini sudah game over. "Tetapi sekarang lagi game over," katanya.

Saat ini, Rita sudah lima bulan mendekam di balik jeruji besi KPK, namun hal itu menurutnya, ia terima dengan lapang dada. "Sabar dan ikhlas saja," ujar Rita.

Pada kasus ini, Rita bersama dengan Komisaris PT MBB, Khairudin diduga menerima gratifikasi sebanyak Rp 469 miliar dari para pemohon perizinan dan para pelaksana proyek di Dinas Pemkab Kukar serta Lauw Juanda Lesmana. Rita juga didakwa menerima suap sebanyak Rp 6 miliar dari Dirut PT Sawit Golden Prima, Hery Sutanto.

Atas perbuatannya, Rita didakwa dengan dua Pasal yaitu Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) dan Pasal 64 ayat 1 KUHP.| Jawapos

StatusAceh.Net - Nyak Sandang, pria berusia 91 tahun begitu bersemangat, saat ditanya bagaimana masyarakat Aceh berjuang melawan penjajah.

Pria kelahiran Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh ini masih ingat betul semangat juang masyarakat Aceh hingga masyarakat Aceh, bukan hanya berkorban mempertaruhkan nyawa, namun juga harta benda pun turut dipertaruhkan.

Salah satunya menyumbang uang, emas, dan hasil alam lainnya untuk membeli pesawat bagi Presiden Soekarno. Nyak Sandang ialah satu di antara masyarakat saat itu yang masih hidup hingga kini. Dia menyimpan bukti obligasi sebagai donatur pembelian pesawat dengan nama Seulawah 001, atau yang saat ini bernama Garuda Indonesia Airways.


Ia menceritakan, pada 1950 saat itu Gubernur Aceh, Tgk Daud Bere’euh mengunjungi Masjid Lamno untuk bertemu dengan masyarakat untuk mengumumkan bahwa Presiden Soekarno meminta rakyat Aceh, agar menyumbangkan hartanya supaya Indonesia bisa memiliki pesawat.

Saat itu, Indonesia baru saja mendeklarasikan kemerdekaannya dan pesawat menjadi transportasi yang sangat penting untuk bepergian ke luar negeri untuk mengabarkan kepada dunia bahwa telah berdiri sebuah negara bernama Indonesia.

“Atas seruan Gubernur saat itu, kami rela menyisihkan harta benda untuk kami sumbangkan. Apalagi, ini untuk kepentingan negara. Ada yang menyumbang ayam, kambing, uang, bahkan tanah,” sebut Nyak Sandang kepada VIVA, saat dijumpai di kediamannya di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Selasa 6 Maret 2018.

Nyak Sandang pada waktu itu berusia 23 tahun. Ia dan ayahnya menyumbang sepetak tanah dengan luas di dalamnya 40 batang kelapa. Tanah itu dijual seharga 100 perak pada tahun 1950.


Tanpa pikir panjang dan ikhlas atas pemberian sumbangan itu kata dia, para donatur diberikan bukti surat pernyataan utang (Obligasi). “Kami dikasih surat ini, setelah menyumbang dan akan dibayar kembali dalam waktu 40 tahun,” ucap pria yang sudah memiliki tujuh anak ini.

Bukan hanya dia, warga di Lamno saat itu ada juga yang menyerahkan seluruh hartanya untuk disumbangkan. Namun, setelah 40 tahun berjalan, janji untuk mengembalikan itu terkubur dalam ingatan warga, apalagi setelah Soekarno dilengserkan.

Nyak Sandang masih menyimpan dengan rapi tanda penerimaan uang darinya kepada pemerintah Indonesia yang memuat keterangan bahwa sumbangan tersebut berbentuk utang pemerintah Indonesia kepada rakyat Aceh.

Dalam tanda penerimaan tersebut memuat jenis utang, jumlah, nama yang mendaftarkan, tahun dan tanda tangan penerima. Semua keterangan tersebut ditulis dalam ejaan lama namun masih jelas tulisannya.

Ia menjadi orang Aceh pertama yang membuktikan sejarah lewat relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang menemukan surat itu di kediaman Nyak sandang bahwa masyarakat Aceh benar telah menyumbang pembelian pesawat untuk negara lewat obligasi yang dimilikinya.

Ia menuturkan, dengan kondisinya yang tidak lagi sehat dengan sejumlah penyakit seperti katarak dan masalah dengan pendengaran, tak pernah sedikit pun ia meminta hartanya kepada negara.

“Saya sudah ikhlas tanpa dikembalikan pun saya ikhlas,” tuturnya di kediamannya yang berukuran hanya 6X6 Meter.

Meski memiliki peran penting dalam pembelian pesawat itu, Nyak Sandang sendiri belum pernah merasakan naik pesawat. “Belum pernah (naik pesawat),” ucapnya sambil tertawa.

Meski begitu, ia tidak berkeinginan naik pesawat, apalagi untuk jalan-jalan. “Cita-cita saya hanya ingin naik haji,” katanya.

Dia mengatakan, pengorbanan orangtuanya dan masyarakat kepada pemerintah Indonesia mutlak atas dasar ikhlas ingin membangun negeri. Dengan kondisi kehidupannya sekarang yang bisa dibilang dalam kekurangan, Nyak Sandang tetap memegang prinsip untuk tidak pernah mengiba kepada siapa pun.

Pada usia senja, dia mengucap bangga pernah memberikan sesuatu untuk bangsa ini.

Baca di SUMBER

Ilustrasi
StatusAceh.net - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta menggagalkan pengiriman 32, 89 kg paket ganja dari Aceh. Paket itu dikirim melalui jasa ekspedisi dari Medan menuju Jakarta via pesawat udara.

"Kejadiannya pada Minggu tanggal 4 Maret 2018. Kita bekerja sama dengan BNNP Sumatera Utara, dari Bea Cukai juga," kata Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Johny Pol Latupeirissa, saat dihubungi detikcom, Rabu (7/3/2018).

Petugas langsung bergerak ke Bandara Soekarno Hatta. Petugas menemukan ganja yang telah dibungkus dalam dus rokok untuk mengelabui petugas

"Ada empat kardus Magnum (rokok). Di dalamnya juga ada pot-pot bunga untuk menyimpan ganja," kata Johny.

Masing-masing kardus berisi sembilan paket ganja kering. Jika ditotal, keseluruhan ganja seberat 32,89 kg.

Ganja tersebut akan dikirim kepada Yoga Dicky Andreansyah alias Tile yang beralamat di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Petugas pun langsung mencari pelaku dan mengamankan di rumahnya.

"Penerima kita amankan. Meski sempat berusaha melarikan diri, akhirnya kita amankan. Untuk pengirim masih kita kejar," kata Johny. | Detik.com

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sering dituding antek Partai Komunis Indonesia (PKI). Tudingan itu berasal dari beberapa pihak maupun media sosial. Meski Jokowi sudah mengungkapkan tak ada hubungan dengan PKI, tetapi fitnah itu tak berhenti begitu saja.

Tahun lalu, Jokowi dalam Kajian Ramadan 1438 H yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Acara berlangsung di Aula Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dihadiri ribuan warga Muhammadiyah, Sabtu (3/6).

Jokowi menantang pihak-pihak yang menyebut kebangkitan PKI untuk menunjukkan bukti. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini bersiap untuk memukul mundur PKI. "Jadi kalau ada, tunjukkan kepada kita, tunjukan kepada saya. Saya akan gebuk detik ini juga," tegasnya.

Ternyata ultimatum Jokowi tersebut tak membuat tudingan itu mereda. Jokowi akhirnya blak-blakan soal tuduhan dirinya sebagai bagian dari PKI. Presiden menyampaikan hal itu dalam silaturahmi bersama Pengurus Pusat (PP) Persis di Masjid Persis, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Selasa (17/10) malam.

"Saya ingin blak-blakan soal PKI. Seliweran cerita soal itu. Dulu saya disebut bahwa Presiden Jokowi PKI. Saya dengar saja di medsos. Mosok ada gambar DN Aidit lagi pidato tahun 1955. Di situ saya ada di sebelahnya, lah saya-kan belum lahir," kata Jokowi di hadapan ratusan jemaah Persis. Jokowi sendiri lahir pada tahun 1961.

Meski fitnah sudah mereda, ternyata Jokowi masih tak terima difitnah antek PKI. Kemarin, di depan ratusan warga dalam pembagian sertifikat tanah di halaman parkir, Sirkuit Internasional Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jokowi kembali mengklarifikasi tudingan PKI.

"Coba saya saja di bawah banyak yang diisukan 'Itu pak Jokowi PKI'. Banyak yang seperti itu coba. Padahal PKI itu dibubarkan pada tahun 65. Saya lahir 61. Berarti saya baru umur 3-4 tahun. Masa ada PKI balita. Ya ndak? Lucu banget kan. Itu yang memfitnah ngawur. Saya kan masih balita kok difitnah seperti itu," kata Jokowi di halaman parkir, Sirkuit Internasional Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/3).

Dia juga mengaku geram lantaran dituduh antek PKI. Oleh karena itu Jokowi mengklarifikasi hal tersebut kepada masyarakat.

"Saya kadang juga mau marah ya gimana. Enggak marah ya gimana. Serba salah. Tapi saya juga mau blak-blakan. Jadi kalau tidak diingatkan seperti itu, ada lho orang yang percaya. Coba logikanya enggak masuk kan? Masih ada yang percaya juga," kata Jokowi.

Dia juga menjelaskan tugasnya saat ini hanya bekerja untuk menyelesaikan pembagian sertifikat dan infrastruktur yang sedang berjalan. Selanjutnya dia juga meminta agar mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mudah terhasut hoaks di media sosial maupun di lingkungan masing-masing. | Merdeka.com

Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh, Drs, Dermawan mengatakan, pertumbuhan penduduk yang seimbang dan terkendali akan mempermudah Pemerintah dalam merancang program bagi kesejahteraan rakyat.

“Jika jumlah penduduk tidak bisa dikendalikan, tentu akan berdampak pada efektifitas pembangunan tidak berjalan dengan baik, makin tingginya biaya kesehatan, biaya pendidikan dan berbagai biaya lainnya,” kata Dermawan saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga di Hotel Hermes Palace, Selasa (06/03/2018).

Jika hal tersebut terus terjadi kata Dermawan, dikhawatirkan akan terjadi krisis pangan, air, dan dampak lain disebabkan tidak cukupnya potensi sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Program KKBPK lanjut Dermawan merupakan solusi terbaik untuk masalah ini pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang.  Oleh sebab itu, kegiatan sosialisasi KB perlu mendapat dukungan agar semua pasangan usia subur ikut dalam program ini.

“Pemerintah Aceh siap memfasilitasi pelayanan KB di rumah sakit, Puskesmas atau di tempat-tempat lainnya sehingga setiap keluarga lebih mudah mendapatkan akses layanan KB,” ujar Dermawan.

Dengan ber-KB kata Dermawan, keluarga akan lebih maksimal memberikan perhatian kepada anak-anaknya sehingga citacita membangun keluarga berkualitas dapat tercapai. Program KKBPK juga bermanfaat menurunkan angka kematian ibu, serta mendorong keluarga lebih mudah memenuhi kebutuhannya.
“Perlu kerja keras secara berkesinambungan agar kita mampu meyakinkan masyarakat, bahwa program KKBPK tidak bertujuan untuk membatasi kelahiran, tapi mengatur dan merencanakan kelahiran secara bijaksana agar lahir anak-anak yang sehat dan cerdas, sehingga keluarga itu dapat membangun masa depan yang lebih gemilang,” kata Dermawan.

Dermawan menjelaskan bahwa, salah satu program yang dilaksanakan ke depan terkait dengan mengendalikan pertumbuhan penduduk, adalah Kampung KB.  

Dermawan berharap, kegiatan kampong KB pada tahun 2018  yang sudah dicanangkan di 2016 dan 2017 disemua Kab/Kota agar segara  dilakukan intervensi secara total oleh lintas sektor terkait.

“Untuk mendukung program ini, diperlukan kerjasama dan koordinasi kita semua guna mendorong keberhasilan program KKBPK di Aceh sehingga mampu menekan pertumbuhan penduduk Aceh ke angka yang ideal, yaitu berkisar 1,2 persen per tahun,” ujar Dermawan.

Pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU kerjasama Program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga dalam upaya mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera di Provinsi Aceh antara antara bkkbn aceh, Kanwil Kemenag Aceh dan Dinas Pendikan.

Pada kesempatan terserut, Sekda Dermawan juga menyerahkan penghargaan kepada 10 Kabupaten /Kota dalam pencapaian program Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga tahun 2017. Selain itu juga diserahkan penyerahan piagam dan plakat kepada pemenang pengelolaan Gudang Alkon Kabupaten/Kota tahun 2017. [Rill]


Banda Aceh - Pemerintah Aceh melakukan pertemuan dengan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di gedung Serba guna, Setda Aceh, Selasa 6 Maret 2018.

Pertemuan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM dan dihadiri para kepala SKPA, Wakil Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Mulyadi Nurdin, serta sejumlah tamu lainnya.

Kedatangan BKSAP DPR RI ke Aceh dalam rangka roadmap Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan sinergi secara aktif antara parlemen dan pemerintah dalam memformulasikan implementasi Agenda Pembangunan Berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, BKSAP yang diketuai oleh Nurhayati Ali Assegaf mendengar langsung paparan terkait pembangunan di Aceh yang dijabarkan ke dalam 15 program unggulan Irwandi-Nova.

Penjelasan tersebut dijelaskan secara bergantian oleh sejumlah kepala SKPA.

Sementara Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf pada kesempatan itu menjelaskan, parlemen sebagai lembaga legistatif mempunyai peranan penting dalam mengawal Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Karena itu, tercapainya tujuan pembangunan berkelanjuan  memerlukan keterlibatan aktif parlemen.(Rill)

Jakarta - Dokumen Rancangan KUA-PPAS dan Rancangan Peraturan Gubernur Aceh tentang APBA tahun anggaran 2018 sudah berada di Kementerian Dalam Negeri dan segera akan diproses.

Hal itu dikatakan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf di Jakarta, sebagaimana dirilis oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, Selasa (6/32018).

“Sekarang posisi dokumen (APBA) ada di Kemendagri. Kami mengusulkan untuk di-Pergub-kan, karena pembahasan di DPRA sebagai mitra kerja tidak punya kesimpulan. Oleh karena itu, atas perintah undang-undang, saya wajib mem-Pergub-kan, agar daerah bisa membangun, tidak boleh berhenti,” kata Gubernur.

Gubernur juga mengatakan sudah menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) untuk selalu siap duduk dengan tim di Kemendagri. Sebab, dengan di-pergub-kannya APBA, peran DPRA dalam pembahasan anggaran akan diambil alih oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Saya juga berterimakasih pada DPRA karena sudah berjanji mengawal ketat APBA, dan itu akan mengurangi beban saya," ujar Gubernur.

Sehari sebelumnya (Senin, 5/3/18) Gubernur juga telah memenuhi undangan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, Syarifuddin, di Kementerian Dalam Negeri.

Dalam pertemuan itu Syarifuddin kembali mengkonfirmasi ulang terkait usulan pergub APBA 2018.

“Saya sangat konsisten, tidak akan berubah lagi,” ujar Gubernur menjawab Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, Syarifuddin.

“Baik, kalau begitu, saya segera memberitahukannya ke Bapak Menteri (Mendagri), dan sesuai aturan kami harus segera memprosesnya,” jawab Syarifuddin.

Syarifuddin juga mengatakan kepada Gubernur, bahwa pihaknya akan mengundang pimpinan DPRA, untuk memberitahukan soal yang akan mereka lakukan.(Rill)

,
Lhokseumawe – Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 Ny Agus Firman Yusmono didampingi Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono beserta pejabat lainnya secara resmi membuka pekan olahraga dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) persit Ke-72, di Lapangan Jenderal Sudirman Korem setempat, Kota Lhokseumawe, (6/3/2018).

Dalam sambutannya, Ketua persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 011 Ny Agus Firman Yusmono menyampaikan, pekan olahraga diadakan, selain dalam rangka sebagai wujud meningkatkan tali silaturahmi, sekaligus sarana untuk memperkokoh semangat kekeluargaan dan kebersamaan khususnya antar sesama keluarga besar anggota persit Khartika Chandra Kirana di jajaran Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda.

“Selaku Ketua persit Ny Agus Firman Yusmono, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan peserta lomba yang telah ikut berpartisipasi”.

Diakhir sambutannya, Ketua Presit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 berpesan, kepada seluruh peserta lomba diharapkan menjunjung tinggi seportipitas, karena menang maupun kalah itu sudah menjadi hal yang biasa dalam suatu pertandingan, serta jadilah peserta lomba yang terbaik agar mencapai prestasi yang diharapkan.

Begitu juga saya sampaikan terima kasih kepada wasit dan juri yang telah membantu jalannya kegiatan pekan olahraga sehingga dapat berjalan lancar sesuai yang kita inginkan bersama, Harapan Ketua Persit Kartika Chandra Koorcab Rem 011Ny Agus Firman Yusmono.

Adapaun perlombaan yang ditandingkan dalam rangka HUT Ke-72 Persit, antara lain: Pertandingan Tenis Meja, Tenis Lapangan, Bola Volly, Nyanyi Solo dan Duet, dan terakhir tari Ranup Lampuan dan Senam Tobelo.

Pembukaan turut dihadiri diantaranya, Wakil Ketua persit KCK Koorcab Rem 011 Ny Shofanudin, para Kasi dan Pasi Korem 011/LW, para Komandan/Kepala Satuan Dinas Jawatan, seluruh anggota persit KCK dilingkungan Koorcab Rem 011.(Rill)

,
Lhokseumawe--Acara pelantikan sekaligus pengangkatan Ny Deki Rayusyah Putra sebagai Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIV Dim 0117 secara resmi dipimpin langsung Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 Ny Marini Agus Firman Yusmono, di Gedung Aula Ahmad Yani Makorem setempat, Senin (5/3/2018).

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana  (KCK) Koorcab Rem 011 PD IM Ny Marini Agus Firman Yusmono, dalam sambutannya mengatakan, acara prosesi pengangkatan jabatan Ketua Persit Kartika Chandra Kiranan (KCK) Cabang XXIV DIM 0117 meruapakan bagian rangkaian pelantikan Komandan Kodim (Dandim) 0117/Aceh Tamiang yang baru saja kita saksikan bersama.

Ketua persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 PD IM Ny. Agus Firman Yusmono menyampaikan, kepada Ketua persit Cabang XXIV Kodim 0117 Ny Deki Rayusyah Putra, agar menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan dan berkontribusi aktif dalam kegiatan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan serta pertumbuhan anak-anak yang selaras ndalam mendukung tugas suami dan juga sejalan dengan program pemerintah.

Selain itu Ketua Koorcab berpesan, kepada seluruh ibu-ibu anggota persit jajaran Koorcab Rem 011, gunakan media sosial dengan bijak, selain digunakan untuk menambah wawasan, dapat digunakan dalam mempererat silaturahmi antar anggota persit dan bermasyarakat, harapnya.

Pada acara pengangkatan Ketua persit KCK Cabang XXIV DIM 0117 turut dihadiri diantaranya, Para Ketua Cabang jajaran Koorcab Rem 011, Ketua Ranting jajaran Cabang 25 Siwah, Pembina harian persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIV DIM 0117, serta perwakilan para ibu-ibu anggota persit jajaran Koorcab Rem 011.(Rill)

,
Banda Aceh – Persatuan Istri Tentara (Persit) Karita Chadra Kirana (KCK) Cabang XXVII Kodim 0101 menggelar acara Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Siraman Rohani dalam rangka HUT ke 72 Persit Kartika Chandra Kirana, bertempat di Aula Makodim 0101/BS, Jalan S.T.A Mahmudsyah Nomor 32, Gampong Baro, Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (17/02/18).

Acara ini di buka langsung oleh Perwira Seksi Personel Kodim 0101/BS (Pasi Pers) Mayor Inf Eka Namah Soerana selaku Pembina Harian Persit KCK Cabang XXVII Kodim 0101.

Adapun tema yang di usung dalam acara ini yaitu “Perempuan hebat perempuan kuat yang menjaga ketahanan keluarga untuk anak bangsa bebas dari Narkoba dalam rangka HUT ke 72 KCK Tahun 2018”.

Dalam sambutannya Pasi Pers Mayor Inf Eka Namah Soerena mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun keluarga serta masyarakat sekitar di lingkungan sehari-hari, sehingga diharapkan seluruh keluarga besar Kodim 0101/BS masyarakat sekitar dapat terhindar dari bahaya Narkoba.

"Melalui Acara ini, diharapkan keluarga serta masyarakat di lingkungan kita dapat terhindar dari bahaya Narkoba," kata Mayor Inf Eka.

Selanjutnya dalam acara tersebut dilanjutkan dengan pemberian sosialisasi tentang bahaya Narkoba yang disampaikan oleh Penyuluh Ahli Muda dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh dan Siraman Rohani yang disampaikan oleh Guru Agama Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Banda Aceh Ustadz Ichsan.

Acara ini diikuti sekitar 120 orang anggota Persit jajaran KCK Cabang XXVII Kodim 0101 dan dihadiri oleh Ketua Persit KCK Cabang XXVII Ny. Iwan Rosandriyanto, Wakil Ketua Ny. Dedy Rahmanto, para pengurus Persit serta para Ketua Ranting Persit KCK Cabang XXVII.(Rill)

,
Banda Aceh - Komando Distrik Militer 0101/BS menggelar acara breafing dengan sejumlah Perwira Pendukung dalam kegiatan TMMD Reguler ke 101 di wilayah Kodim 0101/BS, bertempat di Voc Cafee Desa Lampaseh Aceh, Meuraxa, Banda Aceh, Senin (05/03/18) Malam.

Breafing tersebut di pimpin langsung oleh Komandan Kodim 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, S.IP dengan di dampingi Kepala Staf Kodim (Kasdim) Letnan Kolonel Arh Dedy Rahmanto beserta Perwira Staf Kodim lainnya.

Dalam breafing tersebut Dandim 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, S.IP menekankan kepada seluruh perwira pendukung di lapangan, agar dapat memahami sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing sektor yang diterimanya, sehingga setiap pekerjaan dalam kegiatan TMMD nanti dapat berjalan sesuai dengan rencana.

“Kepada seluruh Perwira yang ditunjuk, agar pahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, sehingga setiap pengerjaan dalam TMMD nanti dapat berjalan sesuai dengan rencana,” tegas Dandim.

Kemudian, Dandim juga mengatakan, apabila dalam pelaksanaannya nanti terdapat suatu kendala, maka segera lakukan koordinasi yang baik dengan instansi terkait guna mendapat langkah-langkah untuk menyelesaikannya.

“Jika terdapat kendala, maka segera berkoordinasi yang baik dengan instansi terkait, supaya dapat cepat diselesaikan,” ucap Dandim.

Diakhir arahannya, Dandim berpesan kepada seluruh Perwira pendukung, sebelum memulai kegiatan, agar terlebih dahulu melakukan pengecekkan awal, baik personel maupun materil yang digunakan, sehingga setiap pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik.

“Jangan lupa cek kelengkapan sebelum mulai kegiatan, baik personel maupun materil, sehingga setiap pekerjaan bisa terlaksana dengan baik,” pungkas Dandim.(Rill)

Pelaku pembunuh Nek Ramani diamankan polisi
Aceh Timur - Seorang nenek bernama Ramani (73) warga Dusun Suka Ramai, Gampong Baroh Bugeng, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, meninggal dunia setelah dianiaya oleh Nurdin (45) warga Gampong Sematang Aron, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

Ramani dianiaya dengan cara dipukul menggunakan kayu balok ukuran 2x2 di bagian kepala sebelah kanan dan mengenai telinganya hingga korban terjatuh dan tersungkur di tempat kejadian.

Insiden itu terjadi di Gampong Baroh Bugeng, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, Selasa (9/3/2018) sekitar pukul 05.30 WIB.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, melalui Kapolsek Nurussalam, Iptu Soegiono, mengatakan kejadian itu berawal Selasa pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Pelaku Nurdin melempar bantal kepada cucu Ramani, yaitu Badrul Nafis. Lalu bantal itu ditekan pelaku diwajah Badrul.

Lalu korban berusaha membantu cucunya dari penganiayaan pelaku.

Setelah itu korban melaksanakan shalat subuh, saat korban sedang melaksanakan shalat subuh tiba-tiba datang pelaku membawa balok sambil teriak-teriak.

Sementara korban ketakutan dan melarikan diri keluar rumah. Sementara pelaku terus mengejar.

“Setibanya di depan rumah Hanapiah pelaku melakukan pemukulan ke kepala korban mengenai telinga sebelah kanan korban, lalu korban tersungkur dan mengeluarkan sangat banyak, sehingga korban meninggal dunia di tempat,” ungkap Iptu Soegiono.

Pasca menerima laporan terkait insiden penganiayaan itu, jelas Kapolsek, pihaknya langsung terjun ke lokasi kejadian.

“Setibanya di TKP kami langsung mengamankan pelaku, dan barang buktinya, saat ini pelaku telah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Kapolsek.| Serambinews.com

,
Lhokseumawe--Korem 011/Lilawangsa mengelar pelaksanaan sidang Pembinaan Karier Uji Kenaikan Pangkat (PANKAR UKP) bagi personil TNI yang akan menerima kenaikan pangkat pada periode 1-10-2018 mendatang.

Acara sidang dipimpin langsung Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, S.I.P.M.Si, dan diikuti para panitia sidang diantaranya, para Dandim jajaran Korem 011/LW, para Kasi dan Pasi Korem 011/LW, para Komandan/Kepala Satuan Dinas Jawatan, para Staf bidang personel di jajaran Korem 011/LW yang terpusat di Gedung Aula Yudha Makorem, Senin (5/3/2018) siang.

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono mengatakan, pelaksanaan sidang merupakan suatu mekanisme prosedur maupun suatu proses dalam mencapai mupakat atau tujuan akhir, termasuk seperti yang dilakukan pada siang hari ini yaitu proses sidang penilaian layak atau tidaknya pemberian kenaikan pangkat bagi para prajurit khususnya personil TNI di jajaran Korem 011/Lilawangsa.

Danrem menyebutkan, kenaikan pangkat dari mulai Perwira, Bintara dan Tamtama adalah suatu cara meningkatkan semangat dan motivasi prajurit TNI dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan dari negara dan masyarakat untuk bertugas menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) beserta Rakyatnya.

Danrem menjelaskan, kita ketahui bersama, kenaikan pangkat dan penerimaan jabatan merupakan hak bagi setiap prajurit, namun kesemuanya itu adalah amanah yang harus di pertanggungjawabkan, terlebih yang sangat terpenting lagi adalah pelaksanaan tugasnya dari dulu hingga kedepan nantinya apakah aplikasinya dilapangan benar-benar sudah sesuai prosedur.

Danrem menambahkan, selain daripada itu, termasuk prosedur maupun mekanisme tentang ketentuan persyaratan kenaikan pangkat lainya yang tentunya telah dilaksanakan terlebih dahulu diantaranya, penilaian tes kesegaran jasmani UKP, UTP-UTPJ, sampai dengan penilaian yang dilakukan hingga sampai saat ini seperti melaksanakan kedinasan apakah yang bersangkutan pernah melakukan pelanggaran yang nantinya akan menjadi pertimbangan pimpinan, serta menjadi objektif tuntutan sebagai persyaratan setiap prajurit yang akan menerima kenaikan pangkat nantinya, pungkasnya.(Laung)

StatusAceh.Net - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) memperkirakan populasi hariamu sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Aceh tersisa 250 ekor. Populasinya paling banyak di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

"Paling banyak di TNGL. Dugaan populasi di TNGL kisaran 100 ekor," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, Senin (5/3/2018).

Harimau sumatera termasuk satwa dilindungi Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati. Kebedaraan si raja hutan tersebut terus menyusut dan terancam dengan aksi perburuan, perambahan hutan dan konflik dengan manusia.

Selain harimau, gajah juga termasuk satwa yang sering terlibat konflik dengan manusia di Aceh. Keberadaannya juga sama terancam dengan aksi perburuan dan alih fungsi lahan.

Pemerintah Aceh pun mengeluarkan kebijakan terkait lingkungan guna melindungi habitat satwa tersebut.

"Sejauh ini beberapa kebijakan terkait lingkungan sudah diambil di Aceh seperti moratorium logging, tambang, dan moratorium izin baru lahan sawit," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin.

Menurut Mulyadi, dengan adanya kebijakan seperti itu maka pergerakan satwa yang ada di belantara hutan Aceh lebih leluasa. Pemerintah Aceh, kata dia, mengeluarkan kebijakan tersebut dalam upaya menyelamatkan harimau, gajah, dan satwa lainnya bernasip hampir punah.

"Mudah-mudahan dengan kebijakan tersebut tidak mempersempit ruang gerak satwa seperti gajah, harimau, dan lain-lain sehingga bisa eksis dan selamat dari kepunahan," ujarnya.

Pemerintah mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan konflik dengan satwa untuk tetap waspada. Kemudian, warga diserukan tidak sedikitpun mengganggu habitat dan mematuhi kebijakan pemerintah tentang moratorium logging. | Okezone

,
Banda Aceh – Komando Distrik Militer (Kodim) 0101/BS menerima kunjungan Tim dari Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat atau biasa disebut dengan singkatan Seskoad, bertempat di Ruang Yudha Makodim 0101/BS, Jalan S.T.A Mahmudsyah Nomor 32, Gampong Baro, Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (05/03/18).

Kedatangan Tim dari Seskoad yang terdiri dari Kolonel Inf Nurkhan, Kolonel Inf Endi Servandy, Kolonel Inf Sugiyono dan Letkol Inf Mustakim bertujuan untuk melakukan penelitian peningkatan jiwa nasionalisme prajurit melalui pemahaman sejarah TNI berupa pengisian angket/kuisioner dan wawancara terhadap personel Kodam IM salah satunya Kodim 0101/BS.

Komandan Kodim 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, S.IP dengan didampingi Kepala Staf Kodim (Kasdim) Letkol Arh Dedy Rahmanto, M.Si (Han) menyambut langsung kedatangan Tim dari Seskoad tersebut.

Dalam Sambutannya Komandan Kodim 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, S.IP mengucapkan terimakasih atas kunjungan yang dilakukan oleh Tim dari Seskoad ke Kodim 0101/BS, semoga selama kegiatan di Kodim dapat berjalan dengan lancar sesuai yang telah direncanakan.

“Kami berterimakasih atas kunjungan Tim ke Kodim, semoga kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan rencana,” ucap Dandim.

Sementara itu, Kolonel Inf Endi Servandy yang merupakan salah satu Tim dari Seskoad menjelaskan tentang mekanisme kegiatan penelitian pengisian angket/kuisioner dan pelaksanaan wawancara yang dilakukan dengan informan yang telah di tuju.

Selanjutnya, Tim dari Seskoad memberikan angket/kuisioner kepada puluhan personel Kodim 0101/BS dan Tim juga melakukan wawancara kepada informan yang di tuju.(Rill)

,
Banda Aceh – Ratusan Personel Koramil jajaran Kodim 0101/BS mengikuti Acara Pembinaan Kesiapan Aparat Kewilayahan dan Kemampuan Teritorial (Binsiap Apwil dan Puanter) yang berlangsung di Aula Makodim 0101/BS Jalan S.T.A Mahmudsyah Nomor 32, Gampong Baro, Banda Aceh, Senin (05/03/18).

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Staf Kodim 0101/BS (Kasdim) Letnan Kolonel Arh Dedy Rahmanto, M.Si (Han) mewakili Komandan Kodim 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, S.IP.

Dalam sambutannya Kasdim 0101/BS Letkol Arh Dedy Rahmanto, M.Si (Han) menyampaikan, bahwa kegiatan ini meningkatkan kemampuan Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil), agar lebih mengerti dan memahami tugas dan fungsinya, sehingga memiliki kesamaan dan langkah dalam menjalankan tugas kewilayahan.

“Penting diketahui dan dipahami bagi Aparat Kewilayahan, supaya dalam pelaksanaan tugas kewilayahannya tidak terjadi keraguan,” kata Letkol Arh Dedy.

Kasdim 0101/BS berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapan satuan dengan penguatan nilai dasar dan karakter para Apkowil sesuai tipologi wilayah Kodim 0101/BS khususnya.

“Saya harap melalui kegiatan ini dapat tercapai keterpaduan dan sinergitas dengan instansi-instansi terkait dalam pelasanaan Binter di wilayah,” ujar Kasdim.

Diakhir sambutannya, Kasdim berpesan, agar seluruh peserta mengikuti seluruh kegiatan ini dengan baik dan mencatat hal-hal penting serta tanyakan hal-hal yang belum dipahami, supaya dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Laksanakanlah tugas dengan penuh tanggung jawab agar tujuan dan sasaran kegiatan ini dapat tercapai sesuai yang diharapkan,” tutup Kasdim.(Rill)

,
Lhokseumawe – Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, S.I.P, M.Si memimpin tradisi upacara pelantikan Letkol Inf Deki Rayusyah Putra, S.Sos sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0117/Atam, di Gedung KNPI Aceh Utara, di Lhokseumawe, Senin (5/3/2018).

Dalam sambutannya, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono S.I.P, M.Si mengatakan, acara yang telah kita saksikan bersama merupakan tradisi satuan, termasuk kegiatan upacara pelantikan Dandim 0117/ Aceh Tamiang serta alih Kodal Kesatuan diantaranya sebanyak 8 (Delapan) Koramil jajaran Kodim 0104/Aceh Timur beralih Kodal ke satuan jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang,

Pembentukan satuan Kodim 0117/Atam menandai bahwa, TNI-AD khususnya Kodam Iskandar Muda memiliki komitmen yang kuat untuk menuju Tentara Nasional Indonesia yang lebih profesional. Hal ini merupakan salah satu langkah realistis tahapan reformasi internal TNI-AD dibidang struktural dalam pembinaan organisasi dan gelar pasukan dikaitkan dengan Wilayah daratan yang luas.

Selain itu, pembentukan Kodim 0117/Atam merupakan implementasi dari program pembinaan Kodam Iskandar Muda khususnya Korem 011/Lilawangsa pada bidang penggelaran kekuatan, sekaligus untuk mewujudkan keadaan yang lebih kondusif demi kelangsungan kehidupan masyarakat di Daerah Provinsi Aceh, khususnya Diwilayah Kabupaten Aceh Tamiang, dengan harapan agar terciptanya rasa aman, tenteram bagi seluruh Intansi dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas kehidupannya sehari-hari dengan baik.

Perlu kita sadari dan pahami bersama, bahwa tanpa keikutsertaan dan dukungan seluruh warga dan tokoh masyarakat serta aparat pemerintah di daerah setempat, maka kegiatan dan tugas apapun tidak akan pernah memberikan hasil yang optimal.

Oleh karena itu diharapkan kerjasama dan kemanunggalan TNI dengan rakyat agar terus terjaga dan ditingkatkan. “Kita adalah prajurit rakyat, yang berarti prajurit yang berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat dan untuk kepentingan rakyat sekaligus dalam mewujudkan cita-cita masyarakat yang maju, cerdas dan sejahtera”, terang Danrem.

Diakhir sambutannya, Danrem mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Letkol Inf Deki Rayusyah Putra, S.Sos untuk mengemban tugas dan tanggung jawab jabatan baru sebagai Dandim 0117/Atam.
Diharapkan dengan berbekal pengalaman sebagai Danden Inteldam IM, dapat meningkatkan tumbuhnya kepekaan dan kepedulian antara sesama prajurit maupun kepada masyarakat di Wilayah Kodim 0117/Atam jajaran Korem 011/Lilawangsa, pungkas Danrem.

Upacara pelantikan Dandim 0117/Atam turut dihadiri antaralain, Kasbrig 25/Siwah, para Dandim jajaran Korem 011/LW, para Danyonif jajaran Brigif 25/Siwah, para Komandan/Kepala Satuan Dinas Jawatan jajaran Korem 011/LW,   Ketua Persit KCK Koorcab Rem 011 dan Wakil Ketua beserta perwakilan ibu-ibu anggota persit jajaran Koorcab Rem 011, perwakilan para Perwira, Bintara dan Tamtama jajaran Korem 011/LW.(Laung)


Aceh Utara - Perekrutan anggota panitia pemungutan suara (PPS) tingkat desa yang dilakukan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara menuai protes di beberapa kecamatan.para peserta tidak lulus seleksi menilai perekrutan tersebut sarat nepotisme dan tidak transparan.

Warga menduga kinerja KIP Aceh Utara tidak transparan karena hasil ujian tulis tidak dipublikasikan oleh pihak KIP.

Hal tersebut disampaikan oleh Junaidi Spd.i yang juga salahsatu peserta calon anggota PPS yang tidak lulus melalui press rilisnya, Senin (5/3/2018) kepada redaksi.

" Kami menduga KIP Aceh Utara melakukan nepotisme dalam perekrutan PPS karena kami lihat cuma orang-orang dekat yang lulus seleksi, saya juga sudah sempat mendatangi kantor KIP hari Sabtu kemaren meminta untuk membongkar jawaban ujian akan tetapi pihak KIP baru bisa buka hari ini (Senin.Red), kan bukan tidak mungkin jawaban itu sudah diperbaiki pihak KIP karena berselang 2 hari " ujar Junaidi.

Seraya melanjutkan, " Dan tadi saya datang lagi ke KIP dan jawaban kami sudah disiapkan oleh mereka dan saat saya mau foto kertas jawaban rekan-rekan saya untuk mencocokkan dengan tulisan mereka namun dilarang oleh pihak KIP, buru-buru dimasukan kembali oleh pihak KIP maka dari itu saya menduga pihak KIP melakukan nepotisme dalam perekrutan PPS ", cetus junaidi yang juga warga desa Kubu kecamatan Sawang.

Hal yang serupa juga disampaikan Ur (24) salahsatu peserta yang juga dinyatakan tidak lulus dalam seleksi anggota PPS, " Kami menduga ada yang main Beking dalam perekrutan PPS di kecamatan Sawang maka dari itu kami meminta pihak KIP melakukan tes ulang, jangan jadikan tes tulis kemarin cuma sebagai formalitas KIP saja, apa jadinya negeri ini kalau tingkat PPS saja main nepotisme ", ungkap Ur.

Sementara itu Humas KIP Aceh Utara Dedi Saputra Spd menyebutkan pihaknya telah menerima sejumlah laporan pengaduan dari warga maupun peserta calon PPS yang tidak lulus terkait adanya indikasi kecurangan dalam seleksi pemilihan anggota PPS di beberapa kecamatan di aceh utara. 

" Kami sudah terima pengaduan dari beberapa calon PPS yang tidak lulus seleksi di berbagai kecamatan di Aceh Utara seperti Cot Girek, Nibong, Meurah Muli dan Sawang, kami pihak KIP akan meninjau kembali laporan dan anggota PPS yang dinyatakan lulus tersebut dan nantinya bila ada dari aparat desa yang lulus seleksi maka dia akan langsung gugur serta apabila ada hal-hal lain kami harus berkoordinasi dulu ",jelas edi.(Red/Rls)

Ilustrasi
BANDA ACEH- Kembali perlakuan tidak manusiawi dialami oleh narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Banda Aceh.

Kali ini dialami kembali oleh napi yang menghuni kamar karantina lapas lambaro.

Dari informasi yang diterima redaksi, ke- 15 napi yang menghuni ruang sel karantina lapas lambaro terhitung sejak siang hingga malam ini belum mendapatkan jatah makanan dan minuman untuk dikonsumsi, Minggu (4/3/2018).

Salahsatu sumber media ini menyebutkan ke-15 napi yang menghuni ruang sel kamar karantina merupakan napi yang terlibat dalam kerusuhan lapas banda aceh beberapa waktu lalu.

Ke-15 napi ini telah menjalani proses pemeriksaan di kepolisian terkait kerusuhan hingga pembakaran lapas, setelah mejalani proses pemeriksaan ke-15 napi ini kembali dititipkan ke lapas lambaro.

“ Kasihan mereka bang,mulai tadi siang tidak dikasih makan dan minum,kalau mereka salah kan sudah di proses hukum jangan lagi mereka di siksa seperti ini “,ungkap salahsatu sumber yang layak dipercaya kepada redaksi.

Dari penelusuran yang dilakukan oleh redaksi pada sejumlah sumber didalam lapas banda aceh menyebutkan pada saat ke-15 napi ini dikembalikan ke lapas lambaro juga mengalami kekerasan dan penyiksaan dari oknum petugas sipir.

Bahkan tak jarang para oknum sipir melakukan pemukulan saat para napi ini menghuni ruang sel karantina.

Perlakuan para oknum sipir ini dilakukan disebabkan ke-15 napi ini dianggap sebagai pelaku pemicu kerusuhan dan pembakaran di lapas banda aceh beberapa waktu lalu.

Bahkan pekan yang lalu oknum KPLP dan Kasubsi lapas tersebut juga melakukan kekerasan berupa pemukulan terhadap beberapa napi penghuni ruang sel karantina setelah ditemukannya satu unit handphone diruang sel tersebut.

Bukan itu saja sumber media ini juga membeberkan ke-15 napi ini juga sejak dikembalikan ke lapas banda aceh tidak diperkenankan untuk dibezuk oleh keluarga.

“ Mereka selalu dalam penyiksaan,mulai hari pertama dikirim kemari dipukuli seperti binatang hinggga kemarin waktu kedapatan HP dalam kamar sel karantina, demi Allah apa yang saya sampaikan ini fakta bukan karangan bang “,ungkap sumber lainnya kepada redaksi seraya bersumpah.

Sampai berita ini diturunkan ke-15 napi yang menghuni kamar sel karantina lapas banda aceh dalam kondisi lemah akibat belum mendapatkan jatah makan dan minum dari lapas sejak siang hingga malam.

Sementara itu Kepala Lapas Klas IIA Banda Aceh Endang Lintang yang dihubungi redaksi melalui sambungan telepon selulernya tidak bersedia menjawab panggilan meskipun redaksi telah mengirimkan pesan singkat memperkenalkan diri. (Redaksi)

Petugas kepolisian sat membekuk tersangka 
BIREUEN- Sebanyak 3 (tiga) orang pelaku yang sedang melakukan penculikan terhadap korban AL (47), warga Gampong Paloh Seulimeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen berhasil dibekuk oleh petugas kepolisian.

Diduga korban AL sudah diculik karena telah selesai hasil penjualan sabu-sabu milik salah satu pelaku.

Ketiga pelaku dibekuk oleh tim gabungan Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh bersama Sat Reskrim Polres Bireuen, Jumat (2/3) dinihari di tempat terpisah.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas, Kombes Pol Misbahul Munauwar mengatakan, penangkapan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Riski Adrian bersama Panit Jatanras Polda Aceh, Ipda M Rizaldi.

Kejadian tersebut berawal saat korban AL baru tiba dari Berastagi, Sumatera Utara yang kemudian singgah di Simpang jalan Abeuk Usong, Gampong Paloh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen.

Sementara, diketahui sopir dan kernetnya yang ada yang membawa pulang mobil yang dibawa korban saat itu.

Selanjutnya, kata Misbahul, tim pun langsung buat skenario dengan menyiapkan uang serta kata ganti menebus korban dan akan menyerahkan uang tebusan ke Pidie, sesuai dengan kesepakatan.

Saat adik korban, hendaknya mengantar uang tebusan, ia berpura-pura sakit karena kecelakaan dan perawatan di Puskesmas Jeunieb, jadilah kesepakatan yang akan diambil pelaku di Puskesmas Jeunieb.

"Tiba-tiba korban dan pelaku datang ke puskesmas dan langsung diamankan tim," katanya.

Seorang pelaku yang diamankan itu MI (40), yang dikenal berdomisili di Jalan Persatuan, RT 09 / RW 8, Kecamatan Ciracas, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur.

Lanjut Misbahul, dari hasil interogasi, MI Diperiksa oleh pelaku kedua, yaitu BD alias Ilham (37), warga Desa Leuwinutung, Kecamatan Citeureup, Bogor, Jawa Barat.

"Polisi pun langsung mencari-cari BD berdasarkan pengakuan MI yang Ada di daerah Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh," ungkapnya.

Kemudian, tim langsung bergerak dan melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku BD di dalam sebuah toko parfum isi ulang. Dari keterangan BD, diketahui uang tebusan dari adik korban itu akan diserahkan ke RS (45).

"Sekira Jumat pukul 05.00 WIB, RS (45) diamankan di rumah yang berada di Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh," kata Misbahul.

Dari pengakuan RS, apakah ada yang suka BD alias Ilham untuk segera mengembalikan uang milik RS yang merupakan hasil penjualan sabu-sabu yang sudah dihilangkan oleh korban AL.

Dalam penangkapan itu, sebutlah Misbahul, polisi menyita barang bukti satu unit mobil jenis Toyota Kijang Innova warna hitam bernomor polisi BL 1045 JC yang merupakan mobil rental digunakan pelaku, demikian dua unit telepon seluler.

Misbahul, ketiga tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Bireuen guna menjalani pemeriksaan lanjutan. Korban juga diperiksa atas kasus dugaan penjualan narkotika jenis sabu-sabu itu.

"Ini masih didalami, nanti akan diinformasikan perkembangannya," jelas Munauwar. (Red/KA)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.