2016-04-24

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Sertu J (tidak pakai baju) tertunduk lesu saat Kapolresta Medan memberi keterangan pers terkait pengungkapan peredaran ganja yang mereka lakukan di Polresta Medan, Sabtu (30/4/2016)
Medan - Oknum TNI berinisial Sertu J yang berdinas di Kodam I Bukit Barisan diketahui melakukan pekerjaan sampingan, yakni mengawal pasangan suami istri berinisial SR dan SJ yang membawa ganja dari Aceh ke Medan.

Dari pekerjaan itu, dia mendapat upah Rp 2 juta. Namun pada pengawalan yang kedua kalinya, dia tertangkap polisi.

Tanpa perlawanan, Sertu J ditangkap. Kepada wartawan, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, penangkapan komplotan ini berawal dari informasi warga yang menyebutkan bakal ada transaksi ganja di Jalan Bunga Rampai 3, Simalingkar, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.

Petugas dari Polsek Deli Tua langsung turun ke lokasi dan menangkap tangan ketiganya pada Jumat (29/4/2016) malam.

"Sertu J adalah prajurit TNI aktif. Dia yang mengawal 30 kilogram ganja dari Aceh ke Medan. Awalnya kami mengamankan 15 kilogram ganja. Setelah dilakukan pengembangan kami temukan 15 kilogram lagi ganja dari mobil Avanza yang mereka tumpangi. Kami juga menyita sepucuk senjata api rakitan jenis FN," kata Mardiaz didampingi Dandim 02/01 BS Kolonel (Inf) Maulana Ridwan, Sabtu (30/4/2016).

Sejauh ini, polisi masih melakukan pengembangan jaringan pengedar ganja Aceh - Medan ini.

Untuk Sertu J, polisi menyerahkan ke POM untuk proses lebih lanjut.

Sementara Ridwan menyatakan, pihaknya akan memberi tindakan tegas terhadap Sertu J. "Sertu J akan kami proses sesuai hukum," kata Ridwan.(tribunnews.com)


Banda Aceh - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh berhasil membekuk delapan orang sindikat pencuri kendaraan bermotor. Dari tangan para pelaku polisi menyita 5 unit sepeda motor dan 7 becak motor.

Anggota sindikat pencurian motor ini telah melakukan aksinya sejak enam bulan lalu. Mereka setidaknya telah mengondol 16 unit sepeda motor maupun becak motor di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

Empat dari delapan tersangka merupakan penadah. Mereka menjual sepeda motor hasil curian berkisar Rp.500 hingga Rp.1,5 juta.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh, Kombes Pol Nurfallah menyebutkan, pembongkaran sindikat pencurian sepeda motor tersebut, setelah anggotanya menyamar sebagai pembeli sepeda motor.

Menurutnya, pelaku mensasar pemilik kendaraan yang masih belum menggunakan kunci ganda di area publik seperti rumah sakit, kampus dan di pekarangan rumah warga. (*) Sumber: acehvideo.tv

Letkol YS dan Serma GIK. (Istimewa)
StatusAceh.Net - Seorang perwira TNI AU kedapatan melakukan tindakan perzinaan dengan bawahannya sesama anggota TNI AU, yang berstatus istri anggota kepolisian.

Perwira TNI berpangkat Letnan Kolonel Penerbang berinisial YS, dipergoki saat tengah berhubungan seks dengan Serma GIK, istri anggota satuan lalu lintas Polres Metro Jakarta Barat, di rumah Serma GIK di Kompleks Dirgantara III, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Keduanya dipergoki berzinah di dalam rumah ketika suami Serma GIK baru saja pulang dari tempat ia bertugas. Letkol Pnb YS, sempat dihajar suami Serma GIK hingga babak belur. Bahkan, Letkol Pnb YS juga sempat ditodong dengan senjata api. Beruntung, keributan itu bisa dilerai warga dan ketiganya diamankan ke Pom TNI AU Halim.

Terkait skandal ini, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Wieko Sofyan mengatakan, kesatuannya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan dan mendalami kasus itu.

"Case anggota TNI AU masih dalam pencarian informasi, sampai dengan diketahui benar-benar permasalahn yg sebenarnya," kata Wieko kepada VIVA.co.id, Sabtu, 30 April 2016

Menurut Wieko, jika skandal perzinaan yang terjadi pada Sabtu, 23 April 2016 itu terbukti, TNI AU tak segan-segan memberi sanksi tegas dari mulai skor sampai dengan pemecatan terhadap Letkol Pnb YS dan Serma GIK.

"Walaupun belum memberikan sanksi, TNI AU tetap akan berpegangan dengan hukum disiplin militer yang berlaku," katanya.

Letkol Pnb YS diketahui, saat ini menjabat Komandan Korps Siswa (Dankorsis) Sekolah Komando Kesatuan TNI AU (Sekkau). Sedangkan, Serma GIK bertugas di Bagian Adminu Urdoksip Set Lanud Halim Perdanakusuma.(*)

Sumber: viva.co.id

Para bandit Abu Sayyaf menujukkan senjatanya. | (InterAksyon)
Filipina - Tentara Filipina yang memburu bandit-bandit Abu Sayyaf Group (ASG) menyerbu gudang senjata kelompok itu selama operasi militer di Kepulauan Siluag dan Mamanuk, Tawi-Tawi, Jumat dini hari.

Dalam operasi itu, pasukan Filipina menyita berbagai peralatan perang dan speedboat milik Abu Sayyaf.

Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Komando Mindanao Barat; Mayor Filemon Tan dalam sebuah pesan kepada kantor berita PNA.

Tan mengatakan pasukan dari Joint Task Force Tawi-Tawi melakukan operasi yang berlangsung pukul 05.50 waktu setempat. Dia tidak merinci, apakah dalam penyerbuan itu terjadi kontak senjata dengan kelompok Abu Sayyaf atau tidak.

Berbagai peralatan perang yang disita dari gudang senjata Abu Sayyaf antara lain; empat senapan otomatis M-16AI, satu peluncur granat M-79, sebuah karabin buatan AS, satu revolver berkaliber 0,38, satu revolver Magnum berkaliber 0,357, senapan M-16AI dengan peluncur granat M-203, senapan mesin berkaliber 60, dan senapan mesin berkaliber 50.

Berbagai macam amunisi juga ikut disita. Militer Filipina meyakini, speedboat yang disita selama ini digunakan Abu Sayyaf untuk melakukan kegiatan ilegal.

Operasi ini dilakukan sebagai bagian dari operasi militer yang fokus untuk mencegah kegiatan tanpa hukum di wilayah,”kata Tan seperti dikutip InterAksyon, Sabtu (30/4/2016). Dia tidak menjelaskan perkembangan operasi militer terkait penyelamatan para sandera, termsuk 14 warga Indonesia.(sindonews.com)

Jakarta - Penyanyi Melayu asal Aceh, Nong Niken baru-baru ini kembali merasakan pengalaman baru disaat diundangn menjadi pembicara tunggal di kegiatan Coaching Clinic 2 Program Vokasi Universitas Indonesia, Kamis (28/4/2016) di Kampus UI Depok.

Pelantun single original soundtrack film ‘Kalam-kalam Langit’ ini mengaku sedikit nervous disaat harus berbagi pengalaman dihadapan mahasiswa.

“Agak nervous sih, dulu saya pernah ngerasain jadi mahasiswa dan peer banget harus bikin mahasiswa tetap antusias selama dua jam," ujar Niken yang kini sehari-sehari berprofesi sebagai host di TVRI dan MNC Muslim.

Undangan dari mahasiswa Vokasi UI tersebut, diakui Niken tidak bisa ditolaknya, mengingat kontribusinya sebagai almamater ditambah lagi, dara cantik ini dihubungi langsung oleh dosennya yang saat ini menjadi Ketua Program Vokasi UI, Amelita Lusia, M.Si.

"Kamu ada di top of mind saya saat anak-anak bilang tema public speaking," tiru Niken saat dihubungi oleh dosennya tersebut lewat telepon seluler beberapa waktu lalu.

Kegiatan Coaching Clinic yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Vokasi Komunikasi UI tersebut merupakan salah satu agendakan rutin setiap bulannya yang membahas seputar sharing pengalaman dari pelbagai alumni yang sukses dibidang keahlian mereka masing-masing.

Selama coaching berlangsung, Niken juga memberikan sejumlah materi yang mengangkat tema kekinian serta pengalaman pribadinya di dunia entertainment.

Tidak terlalu sulit, hal ini diakui oleh dara kelahiran Kota Lhokseumawe ini karena materi tersebut merupakan hal yang sering dijalaninya sehari-hari.

"Saya combain antara teori dan contoh nyata yang saya alami, Alhamdulillah mahasiswa memahami dan senang dengan paparan saya. Banyak diantara mereka yang langsung praktek," sebut pelantun lagu Prang Sabi ini.

Niken juga bersyukur kesempatan ini diberikan kepadanya. Baginya, pendidikan itu sangat penting karena lewat pendidikan seseorang tahu bagaimana harus menyesuaikan diri di lingkungan.

"Pendidikan mampu membuat seseorang tahu bagaimana membawa diri dan mengambil sikap. Tentu ini menjadi nilai penting, terlebih persaingan saat ini sangat ketat di industri kreatif," pesannya.(Rill)

Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf bersalaman saat menerima Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa Ibrahim dalam kunjungannya di Pendopo Wakil Gubernur, Banda Aceh, Jumat 29 April 2016.
Banda Aceh – Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, HE Mustafa Ibrahim Al Mubarak, mengungkapkan, Sabang sangat layak dikembangkan pariwisata Syari’ah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mustafa Ibrahim setelah selama dua hari menikmati keindahan alam daerah kepulauan yang memiliki luas 153 ribu kilometer persegi itu.

“Tempat kami menginap, meskipun pemiliknya bukan orang Islam, namun mereka terlihat sangat menghormati aturan Islam dengan tidak menyediakan minuman beralkohol. Ini akan menjadi kredit tersendiri bagi Aceh dan Sabang,” ujar Mustafa Ibrahim.

Mustafa mengungkapkan, selama ini, investor Arab Saudi kurang tertarik berinvestasi di bidang pariwisata karena yang lazim terjadi di setiap lokasi pariwisata adalah pelanggaran Syari’at Islam, terutama tersedianya minuman beralkohol seperti yang ada di luar Aceh.

“Saya dan rombongan benar-benar merasa nyaman, seperti benar-benar berada di Serambinya Mekah. Saya sangat menikmati keramahtamahan masyarakat Aceh dan yang terpenting, tidak ada minuman beralkohol,” lanjut Mustafa.

Selama di Aceh, Mustafa Ibrahim didampingi oleh Turki Alwaily, Konsul Jenderal Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia, Mohammed Ad Dausary, Kepala Urusan Islam Kedubes Arab Saudi serta dua orang Staff Kedubesan, yaitu Issom Bobsaid dan Ustadz Ahmad Jamaluddin.
Sabang Bisa Lebih Maju dari Bali

Mustafa juga mengungkapkan, dirinya tidak menyangka bahwa Sabang memiliki pemandangan yang begitu luar biasa.

“Saya yakin, jika di kelola dengan baik, Sabang akan lebih maju dari Bali. Bahkan karena begitu amannya Kota Sabang, kami sempat bercanda dengan Ibu Kapolres Sabang untuk membawa para pelaku kriminal di daerah lain di Aceh untuk di bina di Sabang,” ujar Mustafa.
Mustafa berjanji akan mempromosikan pariwisata Sabang kepada masyarakat Arab Saudi. Selain itu, dirinya juga berjanji akan mempromosikan Sabang kepada sejumlah investor dari Kerajaan Arab Saudi.

“Saya akan sarankan sejumlah investor Arab untuk berinvestasi di Sabang,” janji Mustafa Ibrahim.

Wagub: Aceh akan Terus Berupaya Memajukan Sabang
Mendengar komitmen dari Duta Besar Kerajaan Arab Saudi, Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf menyatakan, bahwa Aceh sangat terbuka untuk para investor yang ingin berinvestasi di mana saja di wilayah Aceh, termasuk Sabang.

“Selama ini kami selalu berupaya untuk terus memajukan wilayah Sabang, kita juga telah mengundang sejumlah investor. Komitmen kerajaan Arab Saudi untuk berinvestasi disini tentu saja akan semakin menumbuhkan rasa iptimisme kami dalam usaha memajukan perekonomian masyarakat Kota Sabang,” ujar Wagub.

Pria yang akrab disapa Mualem itu juga menyampaikan permintaan maafnya karena batal menemani Dubes dan rombongan selama berada di Sabang.

“Maaf saya batal mendampingi Bapak Dubes karena ada sejumlah kegiatan di Banda Aceh yang harus saya hadiri serta sejumlah kesibukan kedinasan lainnya,”  ujar Mualem.

Disambut Wali Kota Sabang.
Kemarin, (Kamis, 28/4).saat tiba di pelabuhan balohan, Dubes beserta rombonGn disambut oleh Wali Kota Sabang, Zulkifli H Adam didampingi Kapolres Sabang, AKBP Nurmeiningsih.

Dari Balohan, Wali Kota mengajak Dubes dan rombongan berkeliling Kota berpenduduk 30 ribu jiwa itu. Rombongan sempat singgah di Tugu I Love Sabang dan berpoto sembari mengabadikan sejumlah momen dengan pemandangan Danau Aneuk Laot dan sekitarnya.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Sabang Hill untuk melihat pemandangan Teluk Sabang dari atas ketinggian. Disini, Mustafa Ibrahim terlihat sangat antusias mendengarkan pemaparan singkat dari Kapolres Sabang, AKBP Nurmeiningsih, tentang kondisi kota yang terkenal dengan pemandangan bawah lautnya itu.

Selanjutnya, Zulkifli H Adam, membawa rombongan ke Pendopo Wali untuk menjalani prosesi Peusijuek. Saat proses peusijuek, Dubes terlihat sangat takjub.

"Ini baru kali pertama saya disambut dengan prosesi adat seperti ini. Terima kasih Pak Wali Kota," ujar Mustafa Ibrahim.

Sabang Butuh Investor Perhotelan
Saat sesi ramah tamah dan perkenalan, usai prosesi peusijuek, Wali Kota menjelaskan bahwa saat ini Sabang membutuhkan investor bidang perhotelan untuk membangun sejumlah hotel berbintang. Zulkifli juga menyarankan agar kapal Arab Saudi dapat melakukan pengisian air di Sabang mengingat berlimpahnya air di daratan Sabang.

"Semoga suatu saat nanti kapal-kapal Arab Saudi yang melintasi Selat Malaka dapat melakukan pengisian air di Sabang dan bukan lagi di Singapura karena persediaan air kita sangat banyak," ujar Zulkifli.

"Kami juga berharap agar Bapak Dubes dapat menyampaikan kepada Raja Arab Saudi agar dapat menambah kuota haji Aceh mengingat daftar tunggu jama'ah calon haji kami saat ini sudah mencapai 16 tahun," lanjut Wali Kota.

Terima Kasih Sabang
Sementara itu, Mustafa Ibrahim, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Wali Kota Sabang dan jajaran.

"Sudah lama saya berencana mengunjungi sabang, namun karena kesibukan baru kali ini kami dapat berkunjung kesini. Saya dapat informasi tentang Sabang dari teman saya, selanjutnya saya mendapat informasi tambahan saat diundang oleh Pemerintah Aceh untuk hadir pada event promosi Aceh di Jakarta. Alhamdulillah, akhirnya saya dapat berkunjung ke kota yang indah ini hari ini."

"Setelah berkeliling sebentar tadi, saya melihat daerah ini sangat indah dan layak untuk berinvestasi, saya berjanji akan menyampaikan potensi ini kepada pihak terkait di Arab Saudi," sambung Mustafa Ibrahim.

Menanggapi permintaan penambahan kuota haji, Dubes menyatakan jumlah jama'ah haji dari seluruh dunia setiap tahunnya sangat banyak dan masing-masing negara telah memiliki kuota. Sementara itu, untuk ibadah umrah, Kedubesan mengeluarkan sebanyak 15 ribu - hingga 18 ribu visa Umrah per hari.

"Terima kasih atas sambutan yang penuh dengan keramahan dari bapak Wali Kota. Ini sangat membanggakan bagi saya dan rombongan," pungkas Mustafa Ibrahim. Hari ini, setelah berkunjung ke Kilometer Nol, Dubes dan rombongan langsung menuju Banda Aceh, bersilaturrahmi dengan Wakil Gubernur dan langsung bertolak kembali ke Jakarta.(Rill)


Nisam - Puluhan masyarakat Desa Blang Jrat Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara mendatangi Kepolisian Sektor (Polsek)  Nisam tadi malam, Jumat 29 April 2016, untuk meminta kejelasan terhadap Juanda (33) yang sekarang menjadi tahanan KeJaksaan Negeri Aceh utara  terkait kasus pemukulan kepada salah seorang yang diduga telah mencuri pinang di kebunnya.

Dari pantauan wartawan Statusaceh.net , Jum’at 29 April 2016, Sekitar pukul 17:00 WIB sore puluhan warga telah berkumpul di halaman Polsek  setempat sambil mengeluarkan kata-kata, pemukul pencuri di tangkap, dan pencuri sendiri ketawa dengan status penahanan terhadap Juanda.

Geuchik Gampong Blang Jrat mengatakan , sangat aneh terhadap  penyelidikan yang dilakukan Kanit Res  Polsek Nisam, pasalnya kasus tersebut masih dalam tahapan penyelesaian di tingkat gampong, bahkan keseppakatan kedua pihak telah di lakukan sebelumnya di balai Gampong dengan melahirkan suatu kepetusan, yang bahwasanya si pencuri siap menggati rugi pinang yang telah di curinya terhadap pemiliknya.

“Saya nilai ini agak aneh penyelidikan yang di lakukan terhadap Juanda, apa lagi kasus yang ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan, dan yag laporpun pencuri itu sendiri.” Tutur Yahya Geuchik setempat.

Menurutnya, warga tidak terima dengan hasil penyelidikan yang di lakukan oleh Polsek Nisam tanpa memanggil para saksi, dan juga tidak meminta keterangan dari dirinya sendiri selaku Gechik setempat, apa lagi penyelesaian secara adat masih dalam proses,

Geuchik Yahya juga meminta kepada polsek agar menangkap pencuri tersebut biar adil dan tidak terkesan membelanya, sehingga ini menjadi pembunuhan karakter kepada masyarakat lainnya jika kedapatan pencuri takut melawan untuk membela harta bendanya.

Sementara Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono Sik melalui Kapolsek Nisam AKP Bukhari Agam Cut mengatakan, kasus tersebut telah dilimpahkan kepada Jaksa atas kasus penganiayaan terhadap anaknya bapak Abdul Halim, dan laporan tersebut diterima oleh tim penyidik Kanit Reskrim Polsek setempat pasca tidak ada kejelasan setelah dilakukaannya mediasi kedua belah pihak untuk mengganti rugi terhadap pelaku pencuri yang di pukuli oleh Juanda sebagai terlapor.

“Juanda dilapor oleh Abdul Halim selaku orang tua dari anak yang dipukulinya dan masih dibawah umur, dan laporan tersebut di masa Kapolsek yang dulu,”tutur Bukhari Agam Cut

Kapolsek juga meminta kepada keluarga yang keberatan untuk membuat laporan terhadap anaknya bapak  Abdul Halim dalam kasus pencurian seperti yang di katakan warga, biar tidak ada praduga, dirinya meminta masyarakat untuk melapokannya ke Polres Lhokseumawe.

Bukhari juga menambahkan, jika anggotanya salah dalam melakukan penyelidikan dan ada terindikasi hal yang lain, mempersilahkan kepada warga untuk melaporkannya lansung ke propam dengan alat bukti yang cukup.

“Saya minta pihak keluarga Juanda, silahkan melapor pelaku pencurian ke Polres Lhokseumawe, bahkan jika ada anggota saya yang merasa keberatan dengan hasil penyelidikan, silahkan melaporkanya ke Propam,”jelasnya.


Sekitar pukul  22:00 WIB Kasat Intelkam AKP Ahzan. S.Ik  dari Polres Lhokseumawe tiba di lokasi dengan di kawal oleh 5 mobil patroli, dan lansung disambut warga dengan bersalaman.

Sehingga, terjadi musyawarah antara tokoh mayarakat, keluarga Juanda dengan mengambil kesimpulah bahwa kasus tersebut akan di mediasi di Polres Lhokseumawe Besok,Sabtu, (30/4)

“Hasil Musyawarah tadi, kita meminta perwakilan dari keluarga untuk datang ke Polres agar di cari solusi untuk penyelesaian kasus tersebut,”tutur Ahzan

Setelah mendapat solusi dari Kasat, sejumlah warga mulai beranjak pulang.

Seperti di ketahui, kasus pemukulan tersebut terjadi 2 bulan yang lalu, karena sakit hati hasil panen pinangnya yang kering selalu hilang, akhirnya Juanda pemilik kebun tersebut pada suatu hari mendapatkan seorang anak laki, tanpa basi basi dirinya menampar anak tersebut hingga berujung ke ranah hukum.

Juanda memiliki seorang istri yang bernama Jamliah (30) dan juga anaknya yang masih berumur 2 tahun dengan kondisi saat ini mengalami gizi buruk.[TM]

Jakarta - Budayawan Arswendo Atmowiloto menilai maraknya kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) merupakan bentuk ketidakpedulian Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly atas warga binaan di dalamnya. Kerusuhan di Lapas dianologikannya sebagai penyakit usus buntu yang belum akan ditangani, jika belum sampai masuk tahap kritis.

"Tidak peduli atau tidak tahu, bahkan dua-duanya. Lapas ini kayak usus buntu dalam kemaslahatan kita. Usus buntu ini kalau ada masalah baru diurusi. Bedanya usus buntu ini sekali operasi selesai," ujar Arswendo, dalam sebuah Diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/04/2016).

Menurut Arswendo, seharusnya Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dapat mengurai permasalahan di dalam Lapas. Terutama masalah overkapasitas dari LP yang kerap menjadi pemicu utama pemicu maraknya kerusuhan di dalam LP. "Di Lapas kan isinya manusia semua," tegas dia.

Arswendo menegaskan Kemenkumham seharusnya bisa menyiasati masalah overkapasitas di dalam LP dengan memindahkan sebagian Napi ke Lapas yang penghuninya lebih sedikit. "

"Apa sih yang dilakukan kemenkumham? Enggak pernah menyentuh kayak gini," ujar dia lagi dengan nada keheranan.(Rimanews.com)

Manila - Militer Filipina mengerahkan pesawat tempur membombardir titik-titik diduga markas militan Abu Sayyaf di pedalaman Pulau Jolo, Provinsi Sulu. Seperti dilaporkan kantor berita AFP, Kamis (28/4), tidak ada tanda-tanda serangan udara membahayakan para sandera.

Namun laporan berbeda diturunkan oleh inqurer.net. Salah satu sandera asal Malaysia, Wong Teck Chi, menghubungi orang tuanya lewat sambungan telepon tiga hari lalu. Dia mengaku dipaksa lari berpindah-pindah tempat nyaris setiap beberapa jam sekali oleh para penculiknya.

Militer Filipina mulai menggempur Pulau Jolo melalui udara sejak dua pekan terakhir. "Kami khawatir, anak saya bercerita bahwa sikap para penculik sekarang semakin beringas setelah serangan udara kian intensif," kata Wong Chie Ming, orang tua Tek Chi, yang tinggal di Kota Sibu, Serawak, Malaysia.

Ada informasi Abu Sayyaf memajukan batas pembayaran tebusan untuk sandera asal Malaysia menjadi 30 April. Belum jelas berapa jumlah uang yang diminta kali ini oleh militan.

Selain empat pelaut Malaysia, militan terkait ISIS itu masih menyandera 14 awak kapal asal Indonesia, warga Belanda, Jepang, kanada, serta Norwegia. Tiga sandera asing terancam dipenggal dalam waktu dekat selepas John Ridsdel (68) asal Kanada dipenggal pada Senin (25/4) sore.

Selain menggunakan pesawat pembom, militer Filipina juga mengerahkan helikopter serbu. Juru bicara tentara mengklaim sapu bersih dari udara cukup efektif memojokkan para militan.

"Kami sekarang mampu merebut kembali wilayah yang semula diduduki bandit," kata Kolonel Noel Detoyato.

Penggempuran Pulau Jolo diperintahkan langsung oleh Presiden Benigno Aquino III. Presiden akrab disapa Ninoy itu, menyatakan perang melawan Abu Sayyaf kemungkinan tidak akan berjalan mulus. Ninoy akan lengser akhir tahun ini. Sebelum masa jabatannya berakhir, dia berjanji menumpas sepenuhnya Abu Sayyaf dari selatan Filipina.

"Kita harus bersiap jatuh korban. Tapi yang paling penting kita wajib menetralisir semua aktivitas kriminal Abu Sayyaf," ujarnya dalam jumpa pers dua hari lalu.(merdeka.com)

Ilustrasi
Lhoksukon - Muhammad Ali alias Umar Robot, tahanan hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon Aceh Utara, Aceh, yang dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, babak belur dihajar narapidana lainnya karena kipas angin mati saat tidur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jumat (29/4/2016), kejadian itu berawal pada saat Umar Robot yang tersandung kasus narkotika jenis Sabu-sabu, sedang tidur di musala Rutan, Kamis (28/4) malam.

Kemudian ia terbangun kerena kipas angin mati dan menuduh napi lain yang mematikan, setelah perselihan tersebut terjadi perkelahian dengan narapidana lain, akibatnya Umar Robot mengalami luka di bagian pelipis matanya.

Kepala Rutan Lhoksukon Effendi, membenarkan kejadian tersebut, namun dirinya menolak memberikan komentar terkait kronologis sebenarnya, karena menurutnya kejadian tersebut masalah kecil.

"Kejadian itu hanya dipicu karena masalah kipas angin yang mati, dan miskomunikasi sekarang situasi di Rutan sudah bisa dikendalikan seperti, untuk menghindari perkelahian susulan, Umar Robot untuk sementara terpaksa dipindahkan ke tahanan Polres Aceh Utara," katanya.

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara melalui Kasubag Humas, AKP Muhammad Jafaruddin, menyebutkan setelah menerima laporan dari petugas Rutan, langsung kelokasi untuk mengamankan kericuhan di rutan.

"Kami sudah tempatkan sejumlah personil di Rutan Lhoksukon untuk mengamankan lokasi, sehingga tidak terjadi perkelahian susulan, pengaman itu akan kita lakukan samapi situasi benar-benar kondusif, dan pasca kejadian, Umar Robot, langsung dilarikan ke Puskesmas Lhoksukon, karena mengalami Luka di pelipis,sementara itu, untuk mengantispasi hal yang tidak diinginkan, ia di tahan di tahanan Polres Aceh Utara," katanya.(Rima)

Rumah contoh yang masih dalam tahap pembangunan  
Aceh Utara- NGO International yang berkantor di Kuala Lumpur,Malaysia pada tahun 2016 berencana akan menyalurkan Ribuan unit rumah bantuan untuk warga miskin di 5 (lima) Kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Bantuan rumah bagi masyarakat miskin akan disalurkan di 5 (lima) Kabupaten di Aceh yakni Aceh Utara, Bener Meuriah,Singkil, Aceh Barat Daya dan Nagan Raya.

Untuk kabupaten Aceh utara direncanakan akan di salurkan 1000 unit rumah bantuan untuk warga miskin namun bantuan pembangunan rumah ini akan dilakukan secara bertahap.

Pada awal Maret tahun 2016 ini pihak NGO ASGA International mulai merealisasi penyaluran rumah ditandai dengan di bangunnya 1 (satu) unit rumah contoh di desa Blang Reuling Kec. Sawang Kab. Aceh Utara.
Salah seorang pengurus DPP ASGA International
memantau lansung pembangunan rumah contoh
(jas hitam)
Rumah contoh yang terlihat masih dalam proses pembangunan,dengan type 66 plus memiliki 2 kamar tidur serta dilengkapi dengan ruang dapur dan kamar mandi plus toilet.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ASGA InternationalAceh Utara melalui bendaharanya Barmawi menyatakan, jika dalam setiap rumah yang akan disalurkan oleh pIhak NGO ASGA International adalah masyarakat ataupun warga yang benar-benar miskin dan setiap rumah bantuan tersebut menghabiskan dana 85 juta per unitnya.

“Bantuan rumah miskin ini memang akan diberikan untuk warga yang benar-benar miskin,setiap unit rumah bantuan yang akan dibangun akan menghabiskan biaya sekitar 85 juta”,jelas barmawi kepada Reporter saat ditemui sesaat usai kegiatannya melakukan kontrol lapangan,Jum’at (29/4/2016).

Barmawi juga menyampaikan jika rumah contoh yang sedang dibangun saat ini didesa blang reuling telah mencapai 70 persen pembangunannya,dijadwalkan pada akhir bulan Mei Tahun ini.

Disamping itu pihak ASGA International juga mulai merealisasi penyaluran rumah bantuan perdana untuk masyarakat miskin dengan mulai dibangunnya satu unit rumah untuk salah seorang warga desa Blang Reuling Kec. Sawang Kab. Aceh utara bernama Tgk Boy.
Salahsatu lokasi pembangunan rumah bantuan
di desa blang reuling,dawang

(Baca:Fakir Miskin Pada Tahun 2016 ASGA International Salurkan 200 Unit Bantuan Rumah Fakir Miskin Pada Tahun 2016)

“ Bukan rumah contoh saja,pihak ASGA International juga mulai salurkan rumah bantuan untuk Tgk boy warga desa blang reuling,mulai kemarin sudah mulai bekerja gali pondasi”,ungkap barmawi.



Reporter: T. Sayed Azhar

Nisam - Puluhan masyarakat Desa Blang Jrat Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara kepung Polsek Nisam untuk menuntut kebebasan terhadap Juanda (33) yang telah jadi tahanan Jaksa terkait kasus pemukulan/penganiayaan kepada salah seorang yang diduga telah mencuri pinang di kebunnya.

Amatan wartawan StatusAceh.Net, Jum’at 29 April 2016, warga telah berkumpul di perkarangan Polsek sekitar pukul 17:00 WIB seraya menyuarakan pembebasan terhadap Juanda yang penyelidikannya di lakukan di Polsek tersebut.

Jelang Megrib Kapolsek Nisam AKP Bukhari Agam Cut tiba dan lansung menyambut para warga yang telah menduduki Polsek, seraya meminta tenang dan akan menampung tuntutan dari warga tersebut.

Selanjutnya, Mukim kecamatan Nisam Antara, Keuchik Gampong Blang Jrat, bersama keluarga tersangka Juanda yang telah memukuli pancuri tersebut melakukan musyawarah di dalam rungannya.

Suasana dalam ruang pun sempat panas, dikarenakan keluarga korban tidak terima anaknya di tangkap dua bulan yang sekarang berstatus tahanan Jaksa, karena sebelumnya antara pihak pemukul dan juga tersangka sudah berdamai di Desa pasca ditemukan pelaku pencurian di areal perkebunan milik pelaku yang sekarang sudah menuju proses persidangan di Pengadilan Negeri Aceh Utara.

Selanjutnya Kapolsek Nisam Bukhari Agam Cut mecoba meredamkan tuntutan para tokoh Gampong dan juga keluarga tersebut, 

“Ini yng melapor dari keluarga yang kenal pemukulan, jika bapak dan ibuk keberatan silahkan membuat laporan terhadap pelapor tentang kasus pencurian,” jelas Bukhari.

Tapi keluarga tersebut tetap tidak menerima penjelasan dari Kapolsek, dengan alasan tim penyidik  telah menetapkan juanda sebagai pelaku penganiayaan.

Sehingga sekitar pukul 22:00 WIB Kasat Intelkam Polres Lhokseumawe AKP Ahzan. S.Ik tiba di lokasi dengan di kawal oleh 5 mobil patrolinya,

Sampai di lokasi, Kasad lansung menuju ruangan Kapolsek dengan melibatkan beberapa tokoh gampong dan juga keluarga dari Juanda.

Tak lama kemudian, akhirnya keluarga tersebut mendapat kejelasan dengan mendatangkan Polres Lhokseumawe untuk dilakukan mediasi kedua belah pihak terkait kasus tersebut.(TM)

Mahasiswi korban pemerkosaan di Pelembang, BR (Aji YK Putra/ VIVA.co.id)
StatusAceh.Net - Nasib malang menimpa BR, gadis berusia 21 tahun yang melaporkan telah menjadi korban salah satu dosen di Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang, Sumatera Selatan. Peristiwa bermula saat BR, yang kuliah di Universitas Sriwijaya (Unsri) sedang menyusun skripsi, dengan dosen pembimbing bernama Eliza. Wanita itu merupakan istri tersangka Dasrial (55).

Demi urusan skripsi, korban sering datang ke rumah Eliza untuk meminta bimbingan. Hal ini membuat BR juga sering bertemu dengan Dasrial. Singkat cerita, keduanya semakin akrab, sampai-sampai tersangka juga menganggap korban sebagai anaknya, lantaran belum memiliki buah hati.

Kedekatan itu ternyata dimanfaatkan Dasrial untuk melancarkan nafsu bejatnya.

“Istrinya adalah dosen pembimbing saya. Jadi sering main ke rumah ibu itu. Sudah dekat seperti keluarga sendiri. Sewaktu saya di Jambi, ditelepon oleh pak Dasrial kalau penelitian untuk skripsi saya sudah ada. Lalu di suruh ke kosan pak Dasrial di Palembang,” kata BR saat melaporkan kasusnya di Polresta Palembang, Jumat, 29 April 2016.

Setelah tiba di Palembang, BR diajak tersangka ke kosan. BR sempat curiga karena tak ada istri korban di dalam rumah kos tersebut. “Karena lelah, saya langsung tidur. Tiba-tiba pak Dasrial langsung di atas saya dan memaksa berhubungan. Saya memberontak tapi terus dipaksa,” ucap korban.

Akibat kalah tenaga, BR pun tak kuasa mencegah perbuatan Dasrial. “Setelah di kosan, saya dipaksa lagi waktu di rumahnya dalam keadaan tak ada orang. Sudah tiga kali seperti ini,” ungkapnya.

Setelah itu, Dasrial mengancam BR jika dia menceritakan kelakuannya maka tersangka tidak akan memberikan bantuan dalam menyusun skripsi sehingga dia tidak bisa lulus kuliah.

“Saya adukan dengan istrinya, ternyata istrinya malah menuduh kami berselingkuh,” ujar perempuan berjilbab tersebut.

Eliza juga menghubungi NH (50), ibunda korban, untuk menceritakan perihal perselingkuhan itu, sehingga NH langsung terbang dari Jambi ke Palembang. NK pun meminta klarifikasi mengenai peristiwa ini pada BR dan juga Dasrial.

“Awalnya tidak mengaku, setelah kami tekan baru mengakui kalau memang berhubungan dengan anak saya. Kami minta pertanggungjawaban tapi pelaku tidak mau,” jelas NH.

Secara terpisah, Wakil Rektor 2 UIGM, John Ronicoyanda, saat dikonfirmasi membenarkan jika Dasrial merupakan dosen yang mengajar di kampus itu. Dia pun berjanji akan terus mengikuti perkembangan kasus ini.

“Nanti kami klarifikasi dulu, memang benar berbuat seperti itu atau tidak. Saya belum bisa kasih keterangan jelas,” singkat John.

Saat ini, kasus dugaan pemerkosaan ini sedang ditangani Polresta Palembang.(*)

Sumber: viva.co.id

Tersangka KA dan Syaiful diamankan di Mapolresta Pekanbaru.
StatusAceh.Net - Pelarian KA, ibu kandung yang menjadikan anaknya kurir ganja berakhir.

KA diringkus di Minas, saat akan melarikan diri ke Provinsi Aceh, Kamis (28/4/2016) sore.

Kasatres Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana Riza mengungkapkan, tersangka KA ditangkap saat bus yang akan membawanya ke Aceh berhenti di wilayah Minas.

Tim yang sudah berkoordinasi dengan Polsek Rumbai, Polsek Minas dan Polsek Kandis meringkusnya tanpa perlawanan.

"Dalam upaya pencarian, kita dapatkan informasi bahwa tersangka berada di Logas, Kabupaten Indragiri Hulu. Kemudian dipastikan tersangka akan menuju ke Aceh dengan menggunakan bus. Lewat koordinasi, dipastikan tersangka berada di Minas dan tim langsung menangkapnya," terang Iwan, Jum'at (29/4/2016) siang.

Pemasok Dari Aceh
Selain meringkus KA, polisi hari itu juga melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Syaiful pemuda asal Aceh yang merupakan pemasok ganja.

Syaiful ditangkap setelah dilakukan pemancingan melalui tersangka KA.

"Jadi tersangka Syaiful berencana membawa tersangka KA ke Aceh. Kemudian dilakukan pemancingan agar Syaiful mendatangi sebuah rumah makan di Minas. Setelah dipastikan tersangka ke lokasi, anggota langsung menahannya," papar Iwan.

Dari penggeledahan pada tersangka KA dan Syaiful, polisi tidak menemukan barang bukti narkoba.

Sebelumnya diberitakan, SNA anak sekolah dasar diamankan polisi setelah mebawa satu kilogram ganja.

Barang ilegal tersebut memang pesanan polisi lewat tersangka KA.

Namun KA mengutus anaknya untuk mengantarkan kepada polisi yang menyamar.

Dari SNA inilah kemudian polisi mengungkap 16 kilogram ganja lainnya yang dsimpan disebuah rumah.

SNa diamankan, namun KA berhasil melarikan diri.

Bertemu Bapas

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Provinsi Riau, Jum'at (29/4/2016) pagi bertemu dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pekanbaru.

Pertemuan tersebut guna membahas pendampingan terhadap SNA yang kini masih diamankan di Mapolresta Pekanbaru.

Komnas PA juga membawa Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Pekanbaru.

Ketua Bidang Pelayanan Anak Komnas PA Riau, Nanda Pratama kepada Tribunpekanbaru.com menyebutkan, usaha pendampingan terhadap SNA nantinya berujung pada diversi.

Menurutnya, dalam kasus tersebut, SNA adalah korban dari orang tua.

"Kita terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna pendampingan SNA. Proses hukumnya akan dilakukan diluar persidangan atau diversi," terang Nanda.

Setelah berkoordinasi dengan Bapas, Komnas PA kembali berkomunikasi dengan Polresta Pekanbaru guna tindak lanjut proses hukum SNA. (*)

Aceh Timur - Maswan Silalahi (50), tahanan atas kasus Ilegal logging di Polres Aceh Timur meninggal dunia di RSUD dr Zubir Mahmud, Jumat (29/4/2016) pukul 11.00 WIB. Warga Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara diduga terkena serangan jantung.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Hendri Budiman kepada Serambinews.com, menyebutkan, kronologis meninggalnya Maswan Silalahi berawal pada Jumat pagi sekitar 09.00 WIB, korban Maswan Silalahi, bersama tiga tahanan lainnya yaitu, Yusril Chaniago (47), Saiful Rizal, dan Sulaiman, dibawa oleh Kasat Tahti Aiptu Abdul Rauf dibantu tiga personel untuk membuang sampah dari tahanan, serta mengambil air minum isi ulang ke kantin di belakang Mapolres.

“Setelah itu, para tahanan diberi makan dan minum oleh Kasat Tahti, kemudian Maswan mengeluh masuk angin di bagian dada kiri. Selanjutnya, Kasat Tahti memberikan obat berupa minyak gosok, kemudian Maswan muntah. Setelah itu, dia merasa sedikit baikan, kemudian Maswan duduk dan makan lagi. Tapi 5 menit kemudian Maswan muntah lagi sehingga tidak sadarkan diri,” terang AKBP Hendri Budiman.

Karena korban tidak sadarkan diri, kata AKBP Hendri Budiman, kemudian, Kasat Tahti memanggil dokkes Polres Atim untuk memberikan pertolongan pertama, dan kemudian membawa korban ke RSUD dr Zubir Mahmud.

“Sesampainya di RSUD dr Zubir Mahmud, dokter langsung memberikan pertolongan medis. Tapi naas nyawa korban tidak dapat tertolong lagi. Menurut hasil pemeriksaan dokter korban didiagnosa memiliki penyakit jantung,” jelas AKBP Hendri Budiman.

Paska musibah itu terjadi, kata AKBP Hendri Budiman, jenazah korban langsung diantar pihaknya bersama pihak RSUD dr Zubir Mahmud, ke rumah duka di Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara.

Maswan Silalahi adalah satu dari delapan orang yang ditetapkan Kepolisian Resor Aceh Timur, sebagai tersangka kasus ilegal logging, yang ditangkap Kepolisian Resor Aceh Timur, Rabu 20 April 2016 lalu.

Mereka ditangkap di lokasi penebangan liar di hutan produksi kawasan Gampong Ranto Panjang Bedari, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. (*)
 
Sumber: serambinews.com

Banda Aceh - Legalitas bendera Aceh berlambang bintang dan bulan masih terus dibahas oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Aceh (FORKOPIMDA) bersama Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Jakarta.

Namun, bagaimana soal rencana pengibaran bendera Aceh pada Sabtu (30/4/2016) besok sebagaimana yang dinyatakan DPR Aceh dan DPRK di Aceh pada rapat dua bulan lalu di Aceh?

Ketua Komisi I DPR Aceh Abdullah Shaleh yang dihubungi Waspada Online, Jumat (29/4/2016), mengatakan, kalau pengibaran secara resmi belum dilaksanakan karena masih dalam pembahasan.

“Masih dalam pembahasan bersama Pak Wapres di Jakarta. Intinya, jika sudah ada penyelesaiannya pasti akan dikibarkan secara resmi bendera tersebut diawali di seluruh Instansi di Aceh baik instansi Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota serta kantor instansi Pemerintah Pusat di Aceh.

Ketentuan dalam Qanun Aceh Nomor 03 Tahun 2013 juga telah dijelaskan bahwa bendera Aceh akan dikibar di instansi maupun di dalam ruangan instansi,” jelas Abdullah yang juga membidangi Politik, Hukum dan Keamanan.

Diuraikannya, bendera Aceh nantinya akan menjadi simbol Kesatuan Persatuan Masyarakat Aceh. Kendati demikian pihaknya akan terus berupaya agar bendera yang telah lama menjadi cita-cita rakyat Aceh ini bisa dikibarkan secara resmi.

Sebelumnya pihak DPR Aceh dan DPR Kabupaten dan Kota di Aceh menyatakan akan mengibarkan bendera Aceh bintang bulan pada 30 April 2016. Hal itu sebagai desakan batas waktu yang diberikan untuk Pemerintah Pusat dalam hal keputusan dan kepastian legalitas bendera tersebut.(Waspada.co.id)

Saat T.Saladin terima penghargaan dari kapolri  
Banda Aceh -  Dari sejumlah informasi yang diterima oleh Reporter, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menunjuk Kadiv Humas Polda Aceh Kombes Teuku Saladin SH menjabat Kepala Polisi Resort Kota (Kapolresta) Banda Aceh menggantikan Kombes Zulkifli yang akan menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Aceh, Kamis (28/4/2016).

Seperti diketahui Kombes Teuku Saladin SH sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Aceh dan pernah sesaat menjabat sebagai Wadir Reskrimsus Polda Aceh dan Kapolres Bireun.

Pria asal Bireun ini juga pada beberapa waktu lalu berhasil mendapatkan penghargaan terbaik dari Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti sebagai Kadiv Humas terbaik se-indonesia dalam mengembangkan kehumasan polri dan memanfaatkan media sosial sebagai media publikasi berita-berita Polri.

Disamping itu T. Saladin yang merupakan adik kandung Jenderal Polisi Purnawirawan T. S. Guliasyah ini juga berhasil membawa pulang perhargaan dari Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti dalam pencetusan media publikasi Tribrata TV Polda Aceh,satu-satunya media publikasi visual pertama sekali di indonesia yang ada di Polda Aceh.


(Baca:Kapolri Anugrahkan Penghargaan Kabid Humas PoldaTerbaik Se-Indonesia Pada Kombes Pol Teuku Saladin)

Sementara itu Kabid Humas Polda Aceh Kombes Teuku Saladin SH yang dihubungi melalui handphone selulernya,membenarkan jika dirinya telah mendapatkan telegram kapolri yang menunjuk dirinya sebagai Kapolresta Banda Aceh,Kamis (28/4/2016)

"Benar,saya baru saja mendapatkan kabar dan telegram penunjukkan saya sebagai Kapolresta Banda Aceh",Ujar T.Saladin yang mengaku sedang berada di Jakarta dalam hal penunjukkan dirinya sebagai Kapolresta Banda Aceh.


Reporter: T. Sayed Azhar

Dari kiri ke kanan: Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah di kantor redaksi detikcom. (Foto: Erwindar/detikcom)
Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyiapkan sebuah terobosan untuk menghadapi sejumlah pemilihan kepala daerah yang akan digelar secara serentak pada 2017 dan 2018 nanti. PDIP akan menggunakan sistem gotong-royong bagi semua kader untuk mememangkan kandidat yang diusung.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan gotong royong dilakukan dengan mengandalkan kerja kepartaian untuk memenangkan pasangan yang mereka usung. PDIP akan membentuk dan membekali tim kampanye serta petugas yang akan menjadi saksi di tempat pemungutan suara.

"Semua struktur partai akan digerakkan untuk memenangkan Pilkada," kata Hasto saat berkunjung ke kantor redaksi detikcom di Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (29/4/2016).

Dengan gotong royong ini, menurut Hasto, biaya yang harus dikeluarkan untuk memenangkan pilkada akan lebih murah ketimbang maju Pilkada lewat independen. Apalagi PDIP memang tegas tidak memungut biaya sepeserpun dari calon yang diusung. "Kami yakin dengan jalur kepartaian akan lebih murah ketimbang maju perseorangan (independen)," kata Hasto.

Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah yang juga turut hadir mencontohkan pengalaman mereka saat memenangkan Joko Widodo (Jokowi) di Pilgub DKI 2012 lalu. Menurut dia saat itu semua kader PDIP digerakkan secara gotong royong untuk memenangkan Pilkada DKI.

Ahmad Basarah dan Hasto terlibat langsung dalam menggerekkan kader-kader PDIP untuk memenangkan Jokowi yang waktu itu berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama  (Ahok) di Pilgub DKI 2012 lalu.

Salah satu yang juga terlibat gotong royong dalam memenangkan Jokowi-Ahok pada 2012 adalah Ketua DPP PDIP Wiryanti Sukamdani. Dia menyumbang katering untuk ribuan saksi di TPS.

"Katering kami siapkan agar saksi ini benar-benar bekerja dan tidak meninggalkan tempat pemungutan suara," kata Yanti yang juga turut hadir ke kantor redaksi detikcom. (detik.com)

Banda Aceh – Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Saladin dikabarkan akan dipromosikan menjadi Kapolresta Banda Aceh mengantikan Kombes Zulkifli.

 Informasi ini awalnya diperoleh dari sumber-sumber di Banda Aceh. Dimana Kapolresta Banda Aceh Zulkifli akan menempati posisi Direskrimsus Polda Aceh mengantikan Kombes Joko Irwanto.

Sementara untuk jabatan Kabid Humas Polda Aceh akan diisi oleh AKBP Gunawan yang selama ini menjabat Wadirlantas Polda Aceh. “Benar surat mutasi dari Mabes Polri sudah keluar tadi pagi,” kata Kombes T.Saladin

Selain itu, Kasubdit Tipiter Reskrimsus Polda Aceh AKBP Mirwaji juga mendapatan promosi menjadi Kapolres Nagan Raya. (ajnn)

Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Aceh Timur, menutup pintu gerbang masjid Agung Darussalihin, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Kamis (28/4/2016). Hal itu dilakukan menolak rencana pengurus Dewan Pengurus Daerah, Front Pembela Islam (FPI), Aceh Timur, yang akan melangsungkan pelantikan DPD, FPI Atim, di Masjid Agung Darussalihin Idi.
Aceh Timur - Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Aceh Timur, menutup pintu gerbang masjid Agung Darussalihin, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Kamis (28/4/2016).

Penutupan itu menyusul rencana pengurus Dewan Pengurus Daerah, Front Pembela Islam (FPI), Aceh Timur, yang akan melangsungkan pelantikan DPD, FPI Aceh Timur di Masjid Agung Darussalihin.

Ketua FPI Aceh, Tgk Muslim At-Thahiri, mengatakan, dilarangnya ormas Islam masuk ke masjid, merupakan kejadian yang sangat aneh, karena ormas FPI bukanlah ormas yang dilarang oleh Pemerintah Indonesia.

"Ormas FPI bukanlah ormas yang dilarang oleh Pemerintah Indonesia. FPI bukan teroris atau ISIS. Tapi, FPI merupakan salah satu Ormas Islam yang punya legalitas di tingkat pusat," ungkap Tgk Muslim At-Thahiri.

Pihak Satpol PP Aceh Timur, kata Tgk Muslim At-Thahiri, tidak berhak melarang Ormas FPI masuk ke lokasi yang akan melakukan kegiatan kemuslihatan umat di lokasi masjid.

"Ini kejadian pertama di Indonesia, dimana FPI dilarang masuk ke areal masjid, padahal mesjid adalah tempat umum bagi umat islam untuk melaksanakan ibadah dan kegiatan kemuslihatan umat lainya," tegas Tgk Muslim At-Thahiri.

Sementara itu, pihak Satpol PP/ WH Aceh Timur tetap bertahan dan tetap tidak membuka gerbang masjid bagi pengurus FPI.

Akhirnya Tgk Muslim menggelar pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD FPI Aceh Timur di atas mobil double cabin di pinggir Jalan Banda Aceh-Medan, yang disaksikan oleh seluruh personel dan pengurus FPI dari kabupaten/kota lainnya serta masyarakat yang melintas.

Setelah menggelar pelantikan, kemudian para pengurus FPI Aceh Timur dan pengurus FPI beberapa kabupaten/kota yang hadir, kemudian bubar dan kembali ke daerah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Satpol PP/ WH Aceh Timur, dalam pertemuannya dengan Ketua FPI Aceh Timur Tgk Nazaruddin, mengatakan pihaknya menjalankan perintah atasan atau pimpinan untuk melarang FPI melakukan pelantikan di lokasi Masjid Agung Darussalihin.

"Selain pimpinan kami, pihak pengurus Masjid Agung Darussalihin juga meminta kami melalui surat untuk melarang FPI menggelar pelantikan di lokasi masjid Agung, " kata Kepala Satpol PP Aceh Timur, Adlinsyah kepada wartawan. (*)

Sumber: tribunnews.com

Jakarta - Para pencinta kopi bisa memuaskan hasrat mencoba sensasi minum kopi yang berasal dari luar Indonesia.

Tidak perlu keliling dunia, cukup kunjungi Kota Banda Aceh pada 7-12 Mei 2016. Pasalnya, pada tanggal tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh bakal menggelar festival kopi internasional.

"Festival kopi bertaraf internasional ini dibantu Kementerian Pariwisata. Kalau untuk festival skala nasional, kita sudah ada agenda tahunan," kata Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal saat ditemui di Teras Cikapundung, Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Kamis (28/4/2016).

Illiza menjelaskan, festival kopi internasional tersebut dibuat untuk memperkenalkan budaya minum kopi yang kuat di Kota Banda Aceh. Selain itu, tujuan lainnya adalah memperkenalkan kota berjulukan Serambi Mekah tersebut sebagai surganya kedai kopi kepada para pencinta kopi di seluruh dunia.

"Banda Aceh ini dikenal dengan seribu warung kopi. Semua orang yang datang ke Banda Aceh enggak sah kalau belum ngopi seharian dengan fasilitas Wi-Fi gratis," tuturnya.

Pada festival tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh akan menonjolkan dua jenis kopi asal Aceh yang sudah cukup mahsyur di mancanegara, yakni kopi gayo dengan jenis arabika dan kopi jenis robusta.

 "Arabika ini sangat terkenal, bahkan Starbucks menggunakan itu. Kita juga ingin mempromosikan bagaimana kekhasan kopi Aceh yang aromanya luar biasa dan kualitasnya juga baik," ujarnya.

Sebenarnya, Illiza melanjutkan, Banda Aceh sebagai Ibu Kota provinsi tidak memiliki perkebunan kopi.

"Kita tidak punya kopi, tapi pengolahan kopi banyak dilakukan di Banda Aceh. Kita ingin mempromosikan Aceh secara menyeluruh," ucapnya.(bisnis.com)

Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf didampingi Iwan Kurniawan, CEO BNI Wilayah Medan bersalaman dengan pegawai bank usai meresmikan Kantor Cabang Pembantu BNI Ulee Kareng, Banda Aceh, Kamis 28 April 2016.
Banda Aceh - Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf meresmikan kantor baru cabang pembantu (Capem) Bank BNI di Ulee Kareng, Banda Aceh, Kamis (28/4). Proses peresmian bank kantor tersebut turut disaksikan oleh Kepala Jaringan dan Layanan Kantor BNI Wilayah Medan, Y. Iwan Kurniawan, serta jajaran pimpinan BNI cabang Banda Aceh.

Dalam sambutannya Wagub Aceh berharap industri perbankan di Aceh, seperti Bank BNI dapat terus mengembangkan sayapnya dengan membuka lebih banyak lagi kantor-kantor cabang pembantu di tingkat kecamatan seluruh Aceh.

“Saya sering mendapat masukan, terutama mereka yang tinggal di luar kota, atau di daerah pedalaman Aceh, yaitu warga kesulitan untuk mendapatkan layanan perbankan di tingkat desa dan kecamatan. Mudah-mudahan kedepan akan lebih bank yang membuka cabang di daerah sehingga perekonomian rakyat Aceh dapat meningkat,” ujar Wagub Aceh atau yang kerap disapa Mualem.

Mualem mengatakan dalam melaksanakan pembangunan, Pemerintah Aceh tidak mungkin berjalan sendirian. “Peran perbankan sangat penting mendukung penguatan sektor ekonomi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mualem menghimbau indsutri perbankan di Aceh agar senantiasa menjalin kerjasama dengan Pemerintah Aceh dan dunia usaha dalam memperkuat fondasi ekonomi di daerah ini, sehingga program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat dapat berjalan dengan baik.

“peran Perbankan sangatlah penting sebagai lembaga intermediasi di sektor keuangan. Lebih-lebih dalam kondisi ekonomi Aceh saat ini, di mana sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) begitu dominan di masyarakat. Tanpa dukungan Perbankan, maka sektor UKM itu akan sulit berkembang,” tegas Mualem.

Mualem menegaskan fungsi perbankan sebagai pendorong ekonomi masyarakat Aceh, terutama untuk sektor UKM dan sektor pertanian harus diperkuat mengingat sektor UKM dan Pertanian memiliki peran signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh.

“Daya serap kedua sektor ini terhadap tenaga kerja lebih dari 85 persen. Dengan dukungan dari perbankan, saya percaya ekonomi rakyat Aceh akan semakin meningkat, dan kinerja Perbankan pun akan semakin berkembang,” katanya. (Rill)

Asisten III Setda Aceh, Syahrul, SE, M.Si. memberikan Ijazah secara simbolis kepada murid TK Pertiwi Setda Aceh yang selesai mengikuti pendidikan di TK Pertiwi dalam acara perpisahan di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, 28 April 2016
Banda Aceh - Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM, mengajak para orang tua agar turut aktif membimbing dan melindungi anak-anak meskipun mereka telah mendapat bimbingan di sekolah.

“Kita pasti tidak mau membiarkan anak kita melakukan sesuatu secara sembarangan, setiap saat mereka butuh pengawalan dan bimbingan kita,” kata Sekda dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi umum, Syahrul, SE, M.Si saat memberikan sambutan pada acara acara Perpisahan Anak TK/PAUD Bhakti Pertiwi, Kamis (28/4).

Sekda menjelaskan bahwa ungkapan tidak over protective kepada anak merupakan pendangan orang-orang barat yang tidak seharusnya diikuti oleh masyarakat dari timur.

Sebagai masyarakat yang menganut Agama Islam tentunya sudah diajarkan bagaimana peran orang tua dalam mendidik anak dan melindungi mereka dari berbagai macam pengaruh lingkungan. Dalam mendidik anak, kata Sekda Dermawan, Rasullullah sendiri telah mengajarkan kepada umat Islam tata cara mendidik anak mulai dari dalam kandungan.

“kita harus membiasakan mereka hidup teratur dan disiplin agar ketika dewasa mereka mawas diri dan tidak mudah terjerumus dalam masalah,” kata Sekda.

Kepada orang tua Sekda berpesan agar tidak hanya mengajarkan, tapi juga harus dapat memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. "Orang tua harus menjadi cerminan bagi anak Kalau mau mereka berdisiplin kita juga harus berdisiplin."

Sementara itu, Kepala Sekolah TK Pertiwi, Fitriani S.Pd  menyampaikan terima kasih kepada dewan guru yang telah berhasil mendidik anak-anak murid sehingga mereka tumbuh cerdas dan berakhlak mulia. Keberhasilan itu menurutnya tidak lepas dari peran orang tua di rumah.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, kata Fitriani, para guru dituntut untuk melakukan langkah-langkah berani dalam melakukan inovasi serta melakukan perubahan-perubahan yang positif.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Yayasan TK Pertiwi juga berpesan kepada orang tua murid untuk memberikan kasih sayang sepenuhnya kepada anak agar mereka tidak mencari kasih sayang di tempat lain. Selain itu, orangtua juga harus dapat mengawasi setiap kegiatan anak dan menjaga lingkungan mereka.

Acara perpisahan tersebut turut dimeriahkan dengan penampilan tarian ranup lampuan, atraksi drum band, pidato empat bahasa yang ditampillan oleh murid-murid TK Pertiwi serta penyerahan hadiah kepada anak-anak yang berprestasi. (Rill)

Asisten II Keistimewaan, Pembangunan dan Ekonomi Setda Aceh, Azhari Hasan berbincang dengan Ketua Pelaksana Harian Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Ginanjar Kartasasmita saat menghadiri pelantikan Pengurus PMI Provinsi Aceh periode 2015-2020. di Convention Rumoh PMI, Kamis, (28/4).
Banda Aceh -- Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, menyebutkan Palang Merah Indonesia punya andil yang sangat besar di Aceh. Organisasi kemanusiaan ini sudah sangat lekat dan secara otomatis masyarakat Aceh mencintai lembaga ini.

"Sejak konflik mendera Aceh hingga tsunami tahun 2004 lalu, PMI terus terlibat, baik untuk evakuasi, hingga memberi pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat," ujar gubernur yang juga pelindung PMI Provinsi Aceh, dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Sekretariat Daerah Aceh, Azhari Hasan SE, M.Si, saat pelantikan Pengurus PMI Provinsi Aceh periode 2015-2020, di Banda Aceh.

"PMI sangat heroik. Mereka berani menembus wilayah konflik dan mengmbil resiko untuk melakukan evakuasi," ujar gubernur lagi.

Kepada pengurus yang baru dilantik, Gubernur Zaini meminta untuk terus solid dan kompak dalam bekerja "PMI harus tetap independen dan harus selalu menjunjung nilai dasar kemanusiaan dalam bekerja," ujar gubernur. PMI Aceh juga diminta untuk memperbanyak kegiatan masyarakat seperti sosialisasi kebencanaan, dan menjadikan diri sebagai organisasi terbuka dan dimiliki bersama oleh masyarakat.

Gubernur manyebuttkan, PMI Aceh perlu mengembangkan program kesiapan bencana berbasis masyarakat di Aceh. Hal itu dikarenakan Aceh sebagai daerah yang tergolong wilayah rawan bencana. "Kita harus waspada dan peningkatan kebencanaan masyarakat harus terus ditingkatkan."

T. Alaidinsyah, ketua PMI Aceh, menyebutkan keberadaan PMI di Aceh yang mengusung semangat kebersamaan sangat dibutuhkan. Apalagi, banyak daerah di Aceh yang setiap harinya diintai bencana.Resiko bencana sangat tinggi di Aceh, mulai dari banjir, longsor yang sering terjadi serta air pasang laut. Semuanya tentu sangat berbahaya dan tentu berimbas pada kesehatan," ujar Alaidinsyah.

Di usia ke 71, kata Alaidinsyah, PMI akan terus berbenah. Bencana harus selalu ditingkatkan, agar manusia senantiasa sadar akan resiko. "Kita harus terus membekali masyarakat tentang resiko bencana," ujarnya.

Alaidinsyah menyebutkan, masyarakat harus belajar pada tsunami yang menghempas Simeulue puluhan tahun lalu, yang kemudian dikenal dengan smong. Masyarakat Simeulue senantiasa mensyairkan musibah smong kepada anak, sehingga saat tsunami 2004 lalu, korban yang jatuh di Simeulue, dapat diminimalisir.

Sementara Ketua Pelaksana Harian PMI Pusat, Ginanjar Kartasasmita, menyebutkan PMI Aceh sudah sangat menguasi bagaimana menghadapi bencana. Karena itu, sudah sepatutnya PMI Aceh menjelaskan kepada PMI daerah lain tentang bagaimana menghadapi bencana. "Pengalaman Aceh dalam menghadapi bencana di atas kawan kawan dari daerah lain," ujarnya.

Bencana, kata Ginanjar, bukan persoalan palang merah semata tapi juga menjadi tanggung jawab negara."PMI adalah perwakilan gerakan kemanusiaan masyarakat." Sebagai organisasi kemanusiaan, PMI harus terus melatih para relawan, karena merekalah tulang punggung PMI.

Untuk wilayah konflik seperti Aceh belasan tahun lalu, PMI punya hak untuk terlibat. Tentunya untuk penanganan kemanusiaan. "Siapa pun itu, baik musuh atau pun kawan, palang merah wajib melayani semua," ujar Ginanjar. Palang merah, kata Ginanjar, adalah bagian dari gerakan internasional dan menjadi gerakan nasional.

Belajar dari tsunami Aceh yang terjadi tiba-tiba, Ginanjar meminta agar seluruh anggota PMI dan masyarakat untuk senantiasa siap atas resiko bencana."Jangan sampai terlena. Kita harus siap. Bencana kapan pun bisa terjadi dan kita tidak bisa hindari." (Rill)

Foto: Serambinews.com
Lhoksukon - Laka lantas terjadi di lintas Medan - Banda Aceh, sekitar pukul 09.00 WIB tepatnya kawasan Alue Ie Puteh, Aceh Utara, Jumat (29/4/2016).

Mobil Avanza menimpa sebuah sepeda motor, korban sudah dibawa ke puskesmas terdekat oleh warga sekitar.

Bersamaan dengan itu juga sebuah mobil penumpang L300 warna putih juga terbalik di tempat kejadian yang sama.

Belum diketahui pasati kronologis saat kejadian.

Data sementara masih ditelusuri Serambinews.com.

Pihak polisi unit laka lantas Polres Aceh Utara saat ini sudah di lokasi.


Sumber: Serambi Indonesia   

StatusAceh.Net - Seorang pria ditahan lantaran ketahuan mencuri 1060 pasang sepatu wanita. Bukan untuk dijual atau digunakan untuk hal komersil, melainkan untuk dirasakan aromanya.

Pria ini ternyata tidak sebatas mencuri sepatu, melainkan pakaian dalam dan juga baju wanita milik para pegawai kantoran di dekat tempatnya tinggal, lapor situs berita setempat, Sohu.

Menurut pengakuan para korban, sepatu mereka dan pelabagai benda bersifat pribadi hilang secara misterius, maka sebuah kamera pengintai dipasang. Namun begitu, si pencuri ini masih tidak bisa terdeteksi.

Merasa putus asa, akhirnya mereka meminta kantor untuk memanggil bantuan polisi. Beberapa hari setelahnya, polisi menangkap seorang pria bernama Yang, saat mencuri dua pasang sepatu.

Baca Selanjutnya
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.