2017-02-12

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ulama Kharismatik Aceh, Alm Abu Sanusi
Lhokseumawe - Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun..kabar duka kembali menyelimuti rakyat Aceh, ulama Kharismatik Aceh Abu Sanusi Pimpinan Dayah Daru Huda Desa Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Sabtu, 18 Februari 2017,telah berpulang. 

Abu Sanusi meninggal dunia disaat perjalanan menuju  Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, Banda Aceh yang dirujuk dari RS PT Arun Lhokseumawe, karena terserang penyakit stroke.

Zahru Huda yang dikonfirmasi StatusAceh.Net mengatakkan saat ini sekitar pukul 16:00 WIB sedang  dalam perjalanan menuju rumah duka di Ujong Pacu.

"Abu Meninggal dunia saat dalam perjalanan sampai jeunieb Bireuen, yang rencananya mau dirujuk ke RS Zainal Abidin Banda Aceh," tuturnya.

Menurutnya Abu terserang penyakit stroke sekitar pukul 13:00 WIB siang tadi, sehingga dibawa ke RS Arun, sampai disitu Abu koma, oleh karena itu Abu dirujuk ke RS Banda Aceh.(SA/TA)

Banyak pekerjaan yang belum terpecahkan. Ini adalah ringkasan kekecewaan yang diutarakan Valentino Rossi / Istimewa
Sport - Banyak pekerjaan yang belum terpecahkan. Ini adalah ringkasan kekecewaan yang diutarakan Valentino Rossi dalam jumpa pers dengan media pasca menyelesaikan tes pramusim di Sirkuit Phillip Island, Australia.

Selama menjalani tes pramusim di Sirkuit Phillip Island, Rossi sebenarnya tampil kurang konsisten. Pembalap Yamaha itu pun harus puas menutup rangkaian pengujian dengan menempati urutan ke-12 setelah mencetak waktu 1 menit 29.470 detik atau lebih lambat 0.921 detik dari Vinales.

Kendati gagal mendapatkan data terbaik di tes pramusim kedua tahun ini, namun Rossi tampaknya tidak ingin mencari-cari alasan. Sikap ksatria yang disampaikannya cukup beralasan mengingat ia banyak melakukan perubahan demi menemukan kecepatan yang baik pada kuda besi YZR M1. Sayangnya, skenario yang dilakukannya belum berjalan sesuai rencana.

"Kami masih memiliki keraguan, padahal ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami akan mencoba untuk melakukan cara berbeda di Qatar," ungkap Rossi seperti dikutip GPOne, Sabtu (18/2/2017).

Disinggung apakah Rossi memiliki waktu untuk melakukan pengujian ban Michelin, dia menjawab ya. Diakuinya, pemilihan ban yang dilakukan di Sirkuit Phillip Island berjalan sangat baik. Meskipun ada beberapa kendala selama pengujian berlangsung.

"Saya sempat terganggu terutama dengan penggunaan ban depan. Karena ban depan Michelin terlalu lembut, tapi itu bukan masalah utama buat saya," terang Rossi. (Sindonews.com)

Agus Harimurti Yudhoyono
Jakarta - Dari Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono putra mantan Presiden RI ke 6 Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan selamat kepada pasangan Calon Gubernur dan wakil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah yang telah meraup suara terbanyak di Pilkada Aceh.

Dikutip dari akun Facebooknya, Sabtu, 18 Februari 2017, Agus menyampaikan rasa simpati dan apresiasi kepada relawan hebat Irwandi-Nova yang tersebar di seluruh Aceh hingga membuahkan hasil untuk memenangkan Pilkada Aceh yang berlangsung damai dan aman pada 15 Februari 2017 kemarin.


"Di Aceh Ada Relawan Irwandi Nova , militansi relawan yang sangat luar biasa. Pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah telah berhasil memenangkan pertarungan dalam Pilkada Aceh dengan Halal. Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah yang mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat untuk bertarung dalam Pilkada," tulis agus di akun Facebooknya.

Selanjutnya Agus juga mengucapapkan selamat kepada dua pasangan tersebut."Selamat Kepada Bapak Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah atas kemenangan dalam pesta Demokrasi," lanjut Agus seperti dikutip StatusAceh.Net.(SA/TM)

Irwandi: Alahaiiiiii. Hareum nyannn
Koordinator Relawan Regional Aceh Ahmad Dani
Banda Aceh - Koordinator Relawan Regional Aceh Ahmad Dani menghimbau kepada seluruh tim Relawan dan Seketaris Bersama (Sekber) Irwandi-Nova untuk terus mengawal secara ketat proses Pleno rekapitulasi suara ditingkat kecamatan yang belum selesai dan juga kabupaten/kota, termasuk menjaga formulir model C1 yang rawan hilang. Sabtu, 18 Februari 2017.

“Kepada seluruh Tim Relawan "Irwandi-Nova" di 23 Kabupaten/Kota, agar terus mengawal proses berjalannya pleno dan terus mengawal kotak surat suara sampai pleno Kabupaten selesai,”. Tegas Dani.

Dalam kesempatan tersebut. Dani meminta seluruh tim untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya terjadi, apalagi menurutnya ada pihak tetangga yang akan merencanakan sesuatu pada saat pleno Kabupaten nantinya.

“Karna tetangga kita masih berupaya untuk mencari selah bahkan mereka tidak menerima hasil persembahan suara rakyat yang diberikan kepada pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Nomor Urut 6 "Irwandi-Nova" pada tanggal 15 Februari 2017 kemarin,” ungkap Dani.

Dani menambahkan, antisipasi tersebut penting dilakukan dan juga mengwaspadai tindakan-tindakan pihak tertentu yang tidak menerima kekalahannya di ajang kompetisi pesta demokrasi rakyat, dan juga bagi para politisi yang tidak siap menerima kekalahan terhadap majikannya, maka dari hal tesebut penting untuk mengantisipasi dan mewaspadai tindakan oknum-oknum tertentu nantinya yang ingin merusak hasil persembahan rakyat yang telah memilih pemimpinnya dua hari yang lalu.

“Kita telah mencium bau tidak sedap (Informasi Negatif) dilapangan bahwa ada pihak yang tidak senang terhadap keunggulan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh "Irwandi-Nova" dan ini merupakan perjuangan terakhir bagi Tim Relawan dalam mengawal surat suara,” tambah Dani.

Dani menyarankan kepada semua Tim Relawan, Bila ada yang melihat oknum penyelenggara pilkada bermain curang silahkan tangkap dan serahkan kepada pihak yang berwajib atau pihak berwenang yang menangani masalah kecurangan pilkada.

Sementara Calon Gubernur Aceh Irwandi Yusuf juga berulang kali mengingatkan timnya untuk mengawal suara yang ada di model C1.” Hai Rakan Ulon,Bek keundo kawal PPK,” tulis Irwandi seperti dikutip StatusAceh.Net, Sabtu, (18/02) di akun Facebooknya .

Selanjutnya Irwandi Yusuf seperti mendapatkan informasi negative terhadap pihak penyelenggara pemilu sehingga dirinya mengeluarkan statement, “Hare gene masih ada upaya mark up suara dgn memasukkan suara golput atau suara yang tidak mencoblos. Bagaimana mekanismenya, ya?! Apakah dengan cara kongkalikong dengan pelaksana hajatan?! Alahaiiiiii. Hareum nyannn!!!,” tulis Irwandi di akun Pribadinya Irwandi Yusuf. []

Cagub DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dengan Anies Baswedan akan berebut kursi Gubernur DKI.Foto/Koran SINDO/Ilustrasi
Jakarta - Putaran kedua Pilgub DKI Jakarta dinilai seperti pertarungan politik pada Pilpres 2019 mendatang. Pertarungan Ahok-Djarot dengan Anies-Sandi mencerminkan pertarungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto.

"Secara umum, putaran kedua ini pemanasan persis pemilu 2019. Kenapa, karena 2019 itu pemilihnya kan ditarik ke depan jadi 9 April 2019, itu lebih kurang 700 hari lagi pemilu 2019. Karena itu saya membayangkan, Pilgub DKI putaran dua ini antara Anies-Sandi dengan Ahok-Djarot itu,  pertarungan yang akan terjadi di Pilpres 2019 nanti antara Prabowo dengan Jokowi," ungkap Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (17/2).

Namun demikian, lanjut Fahri, ada juga kemungkinan munculnya kekuatan ketiga pada Pilpres 2019 mendatang. Tapi, Fahri mengaku belum mengetahui siapa yang akan muncul menjadi kekuatan ketiga ini.
Mantan Sekretaris Harian Koalisi Merah Putih (KMP) itu meyakini betul akan prediksinya, karena dirinya termasuk yang ikut terlibat dalam pertarungan antara KMP dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pada Pilpres 2014 lalu. Bahkan, Fahri siap berdebat dengan siapa saja mengenai prediksinya ini.

"Yang jelas, dualisme di Pilgub DKI putaran dua ini akan menjadi pola kekuatan masa depan Indonesia. Kalau kita sebut dari kelompok yang netral kita sebut KIH, nah yang ini KMP. Itu saya anggap secara ilmiah pola pembentukan koalisi 2019 itu mengikuti pola Pilgub DKI 2017," ucapnya. (Sindonews.com)


BIREUEN | Menunggu hasil penghitungan suara pasca pemilihan Bupati-Wakil Bupati Bireuen 2017-2022 pada Rabu, 15/2, ketua Tim Pemenangan Tu Sop-dr. Pur, Tgk Nasruddin Judon (Abi Nas), setelah berkoordinasi dengan calon Bupati Bireuen nomor urut 3, Tgk H. M. Yusuf Abdul Wahab biasa disapa Tu Sop menyampaikan beberapa pesan untuk semua jajaran Tim Sukses dan Simpatisan Tu Sop-dr. Pur.

Berikut beberapa pesannya:

Pertama, menyikapi apapun hasil Pilkada Bireuen, kita harus konsisten pada komitmen awal bahwa pergerakan yang kita bangun adalah pergerakan memperkuat arus kebaikan dan perbaikan. Maka, segala kemungkinan harus disikapi secara arif dan bijaksana tanpa bergeser dari nilai-nilai kebaikan dan perbaikan yang selama ini kita perjuangkan.

Kedua, kita atas nama Tim dan Simpatisan telah berhasil bertahan pada sikap santun, arif dan anti permusuhan sejak perjuangan ini dimulai beberapa bulan silam, maka sikap ini harus terus dipertahankan sampai kapanpun. Kita jangan sampai terjebak dalam sikap emosional yang menimbulkan permusuhan baru antar sesama anak bangsa. Sebab bagaimanapun kita adalah saudara. Hilangnya persaudaraan lebih besar mudharatnya daripada hilangnya kemenangan dalam Pilkada.

Ketiga, penentuan menang dan kalah dalam Pilkada, kita serahkan pada keputusan Allah saw dan pada lembaga-lembaga terkait yang berwewenang. Kita komit menerima apapun Takdir Allah swt, karena apapun keputusan Allah swt itulah yang terbaik untuk kita semua.

Keempat, dalam perjuangan tiada istilah kalah, yang ada hanyalah kesuksesan yang tertunda. Bersabar dan Tawakkal kepada Allah swt adalah satu-satunya jalan terbaik bagi kita makhluk Allah yang selanjutnya akan kembali kepada-Nya.

Kelima, perjuangan pemenangan Pilkada dengan meraih suara sebanyak-banyaknya telah usai. Kini saatnya kita bersatu kembali mengokohkan persaudaraan untuk terus memperkuat arus kebaikan dan perbaikan.

Keenam, perjuangan memperkuat arus kebaikan dan perbaikan tiada pernah henti. Tidak mendapat suara maksimal di Pilkada bukan berarti penguatan kebaikan dan perbaikan terganjal. Masih banyak jalan berjuang untuk nilai-nilai kebaikan. Apapun hasil yang kita raih, jangan berputus asa. Tetap semangat. Karena Allah menilai dari usaha bukan semata-mata dari hasilnya.

Ketujuh, khusus kepada Tim, Simpatisan dan semua masyarakat pengguna media sosial, jaga sikap dan perilaku. Jangan tebar kebencian, jangan mencaci-maki dan jangan mengeluarkan statemen yang profokatif karena itu akan merugikan kita semua. Kita komit sejak awal untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, jangan sampai sikap emosional kita justru merugikan rakyat itu sendiri. (MTS)

https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/t1/aceh
Banda Aceh - Perhitungan suara Pilkada Aceh oleh berbagai lembaga terus dilakukan sejak kemarin siang. Salah satunya melalui portal resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, hingga Jumat (17/2/2017) malam sekira pukul 23.30 WIB telah merilis  5.126 TPS (53,44 persen) dari total 9.592 TPS seluruh Aceh.

Data masuk sementara, pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah unggul atas pesaing dekatnya paslon Muzakir Manaf-TA Khalid.

Berikut hasil sementara berdasarkan urutan perolehan suara terbanyak:

1. Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah memperoleh 516.273 suara atau 39,51 persen
2. Muzakir Manaf-TA Khalid memperoleh
406.754 suara atau 31,13 persen
3. Tarmizi A Karim-T Machsalmina Ali memperoleh
201.33 suara atau 15,41 persen
4. Zaini Abdullah-Nasaruddin memperoleh
96.379 suara atau 7,38 persen
5. Zakaria Saman-T Alaidinsyah memperoleh
62.411 suara atau 4,78 persen
6. Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab memperoleh
23.476 suara atau 1,80 persen

Data tersebut belum masuk sama sekali dari Kabupaten Aceh Timur,
Sementara keterangan disebutkan di kutip oleh StatusAceh.Net dari portal pilkada2017.kpu.go.id tersebut "Portal ini dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil Pilkada Serentak 15 Februari 2017 di seluruh wilayah yang menyelenggarakan Pilkada dengan lebih cepat dan akurat. Data hasil Pilkada berdasarkan entry data Model C1 merupakan hasil sementara dan bukan hasil final. Jika terdapat kesalahan dalam Model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya."(SA/TM)

Ilustrasi
Aceh Utara - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Dewantara Kabupaten Aceh Utara hari ini Jumat (17/2/2017) menggelar pleno rekapitulasi suara Pilkada Aceh. Pasangan calon Bupati/Wakil Bupati nomor urut 4, Fakhrurrazi H Cut/ Mukhtar Daud menguasai suara terbanyak di Kecamatan yang merupakan tempat kelahiranya tersebut.

Amatan StatusAceh.Net, perhitungan reapitulasi suara tersebut dimulai
pagi tadi sekitar pukul 09:00 WIB yang dipimpin oleh Paslon Bupati nomor urut 4, Fakhrurrazi H Cut/ Mukhtar Daud dengan jumlah suara 11.079 dari  18.182 suara sah, kemudian disusul oleh pasangan nomor urut 1, Muhammad Thaib-Fauzi Yusuf dengan perolehan suara 6.245, sedangkan nomor urut 2 Muhammad Nasir-Ir. H. T. Muttaqin menguasai 660 Suara, selanjutnya disusul nomor urut 3, Syamsuddin - Muhammad Jamil dengan perolehan suara 224.

Jumlah suara tidak sah 565 suara, sedangkan Golput 17.586 dari jumlah DPT 36.333 Suara.
Proses rekapitulasi suara tersebut dikawal ketat oleh pihak kepolisian dari BKO dan Polsek Dewantara. (SA/TM)

Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian bersama Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Pangdam IM, Mayjen TNI Tatang Sulaiman dan Kapolda Aceh, Rio S Djambak saat menjemput Kedatangan Kapolri RI di Bandara Sultan Iskandar Muda, Jumat (17-02-2017). Humas Aceh/Zulkarnain
Aceh Besar  - Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah bersama Wali Nanggroe, PYM Malik Mahmud Al-Haytar, Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak dan Pangdam Iskandar Muda, Mayjen Tatang Sulaiman, Kajati Aceh, Raja Nafrizal serta Rektor Universitas Syiahkuala dan Rektor UIN Ar-Raniry, menjemput Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda, Jum'at (17/2/2017).

Kapolri berkunjung ke Aceh untuk melaksanakan beberapa kegiatan, diantaranya akan menyampaikan Kuliah Umum di Academic Activity Center Dayan Dawood, Unsyiah. Tito juga dijadwalkan akan menghadiri Shalat Subuh berjama'ah yang dirangkai dengan Tausyiah yang akan disampaikan oleh Da'i kondang Ustadz Ali Jabeer serta Zikir bersama yang dipimpin oleh Syaikh Muda, Tgk Samunzir bin Husein, yang akan di pusatkan di Halaman Mapolda Aceh.

Tiba di Lanud SIM tepat pukul 12:10 Wib, Kapolri beserta rombongan yang terdiri atas anggota Komisi III DPR-RI, M Nasir Djamil serta sejumlah pejabat tinggi Polri lainnya langsung disambut oleh seluruh unsur Forkopimda Aceh. Selanjutnya Kapolri dan rombongan menuju ke Masjid Jami' Kopelma Darussalam, untuk melaksanakan Shalat Jum'at berjama'ah.

Ba'da Shalat Jum'at, Kapolri akan beramah tamah dengan civitas akademika Unsyiah dan UIN Ar-Raniry. Selanjutnya, Kapolri langsung menuju ke AAC Dayan Dawood yang berada di komplek Universitas Syiahkuala untuk menyampaikan Kuliah Umum. Kapolri dijadwalkan akan melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman. (Rill)

Asisten Bidang Administrasi Umum Drs.Kamaruddin Andalah menghadiri acara penanda tanganan Pakta Integritas Pegawai Negeri Sipil di jajaran Dinas Perdagangan Aceh, Banda Aceh, Jumat(17/2). Humas Aceh/Saiful Azmi
Banda Aceh - Pakta integritas bukan sekedar pelengkap dokumen semata tetapi suatu janji yang harus dilaksanakan. Pakta Integritas bukan hanya janji kepada manusia tetapi juga kepada Allah yang maha mengetahui. Oleh karena itu, seluruh Aparatur Sipil Negara harus menjadikan penandatanganan Pakta Integritas ini sebagai sebuah momentum untuk bersungguh-sungguh memperbaiki kinerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Kamaruddin Andalah, dalam sambutan singkatnya, usai menyaksikan penandatanganan Pakta Integritas di jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Jum'at (17/2/2017) pagi.

"Pakta integritas adalah janji di hadapan manusia yang disaksikan oleh Allah.  dalam setiap bertindak kita harus mengingat bahwa apa yang bisa kita sembunyikan dari manusia maka tidak bisa kita sembunyikan dari Allah. Oleh karena itu, mari beri pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa korupsi," himbau Kamaruddin.

Kamaruddin juga mengingatkan, bahwa saat ini Aceh bersama beberapa provinsi lainnya mendapat perhatian khusus dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Untuk itu, Kamaruddin mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara di jajaran Pemerintah Aceh khususnya di Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar mampu menahan diri dari perbuatan korupsi.

"Jaga diri dan keluarga serta rekan-rekan kerja kita agar tidak tercela dengan perbuatan yang salah, karena jika sudah tertangkap bukan hanya kita yang malu, tetapi seluruh keluarga kita akan menanggung malu. Sebelum berbuat salah, mari bayangkan keluarga kita, apa yang akan mereka tanggung nantinya di lingkungan mereka," ujar Kamaruddin menjelaskan.

Asisten III menambahkan, beberapa waktu lalu Presiden RI, Ir Joko Widodo juga telah membentuk Tim Sapu Bersih Pungutan Liar. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Aceh juga telah membentuk Tim Saber Pungli yang saat ini berkantor di Kantor Inspektorat Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Kamaruddin juga mengingatkan kepada para pejabat struktural yang memiliki tugas sebagai pihak yang mengawasi kinerja bawahan dan memfasilitasi segala kebutuhan bawahan. "Jika ada bawahan yang tidak disiplin dan melanggar peraturan, maka pengawas pertama adalah pejabat struktural tersebut."

Sementara itu, Arifin, selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, mengingatkan bahwa pakta integritas adalah janji para ASN untuk melaksanakan tugas dengan benar dan dengan penuh kedisiplinan. Senada dengan Kadisperindag, Roni yang hadir mewakili Kepala Badan Kepegawaian Aceh mengingatkan, bahwa pakta integritas harus diimplementasikan dalam kerja sehari-hari.

"Tujuh butir janji yang termaktub dalam pakta integritas harus diwujudkan dalam kegiatan sehari-hari. Sebagai Aparatur Sipil Negara, kita harus mampu mewujudkan sikap dan etos kerja yang baik," tegas Roni.

Roni juga mengingatkan, reward yang di berikan oleh negara kepada para ASN berupa Tunjangan Prestasi Kerja, harus dijadikan sebagai rangsangan dalam rangka mendorong peningkatan kinerja agar semua target yang telah dicanangkan dapat tercapai.

"Marilah di awal tahun 2017 ini kita berkomitmen untuk bekerja lebih baik lagi. Ingat, ada mekanisme baru terhadap pemberian TPK, yaitu akan diukur berdasarkan hasil kerja, bukan hanya dari kehadiran. Ada paradigma baru yang harus kita buat agar kita dapat bekerja lebih baik dan penuh tanggung jawab," sambung Roni.

Sementara itu, Abdul Karim selaku Inspektur Aceh mengingatkan seluruh ASN di jajaran Pemerintah Aceh agar menjaga komitmen dan selalu disiplin dalam bekerja. "Jika tidak disiplin, maka tidak segan-segan kami akan menindak yang bersangkutan," tegas Abdul Karim. 

Penandatangan Pakta Integritas dilakukan secara simbolis oleh tiga ASN di jajaran Disperindag dan disaksikan langsung oleh Asisten Administrasi Umum, Kadisperindag, Inspektur Aceh dan Perwakilan Badan Kepegawaian Aceh. (Rill)

Foto MODUSACEH.CO/Azhari Usman
Banda Aceh - Tim Pemenangan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Nomor Urut 6 Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah menggelar temu media di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat, Jalan T Imum Lueng Bata, Banda Aceh, Jumat (17/02/17).

Dihadapan para awak media, calon Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengungkapkan. Berdasarkan data resmi atau formulir C 1  yang diperoleh dari saksi-saksi di seluruh Aceh yang sudah ditabulasi pihaknya, total suara yang sudah masuk ke pihaknya adalah 2,166,475 atau sebesar 63, 13 persen. Dari total pemilih yang menggunakan hak pilihnya sebesar 66 persen. Artinya hanya 4 persen lagi suara yang belum masuk," papar Nova.

Masih kata Nova, dengan demikian kalau pun 4 persen suara yang akan masuk, maka tidak akan merubah posisi Paslon Irwandi-Nova. "Walaupun secara angka berubah, namun secara posisi tidak akan berpengaruh lagi, Irwandi-Nova memperoleh 812,922 Atau 37, 52 persen, sedangkan pesaing terkuat kami Paslon nomor urut 5 Muzakir Manaf-TA Khalid memperoleh 678,264 atau sekitar 31, 31 persen," jelas Nova.

Nova melanjutkan untuk paslon Nomor Urut 1, Tarmizi Karim-T Machsalmina 361,053 suara atau 16,13 persen, Paslon nomor urut 2 Zakaria Saman- T Alaidinsyah 121,395 suara atau 5,60 persen, sedangkan Paslon nomor urut 3 Abdullah Puteh- Sayed Mustafa Usaf memperoleh 37,785 suara atau 1,73 persen dan Paslon nomor urut 4 Zaini Abdullah-Nasaruddin 155,056 suara atau 7, 16 persen, paparnya lagi.

Nova Iriansyah juga mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Aceh yang telah memberikan hak pilihnya sesuai hati nurani tanpa ada rasa takut. Ia juga mengucapakan terima kasih untuk tim yang telah bekerja secara maksimal serta kepada partai pengusung dan pendukung yang telah melakukan tugasnya dengan baik.

Sementara itu, Calon Gubernur Irwandi Yusuf mengatakan, Kemenangan Irwandi- Nova adalah kemenangan rakyat Aceh, kepada pihak yang kalah ia mengajak untuk sama sama membangun Aceh yang lebih baik. "Saya memprediksi akan timbul reaksi yang tidak enak, tapi kita akan lakukan rekonsiliasi pada pihak yang kalah, mengajak mereka membangun Aceh bersama sama," ungkap Irwandi.(Sumber: Modusaceh.co)

Akmal Ibrahim (istimewa)
Blangpidie -  Pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim-Muslizar hampir dipastikan memenangkan Pilkada 2017, karena perolehan suara sementara mengungguli pasangan lainnya, yakni 35,27 persen.

Data dari Desk Pilkada Pemkab Abdya pada Kamis pukul 16:30 WIB, jumlah perolehan suara sementara pasangan nomor urut satu itu mencapai 28.031 suara atau 35,27 persen dari jumlah total suara sah 79.485.

Suara yang diperoleh pasangan Akmal-Muslizar jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan suara yang dihasilkan pasangan  Muchlis-Syamsinar dengan 20.141 suara (25,34 persen).

Urutan berikutnya diraih pasangan Erwanto-Muzakir dengan capaian 12.975 suara (16,32 persen), sedangkan suara yang diperoleh enam pasangan independen berikutnya masing-masing mulai dari 6,69 persen hingga paling terandah 0,81 persen.

Ketua Desk Pilkada Abdya Hanafiah mengaku belum bisa memberikan data suara rusak ataupun jumlah pemilih yang golput, karena dalam dua hari terakhir tim desk sibuk melakukan rekapitulasi suara sah yang dihasilkan oleh cabup maupun cagub.

Ia menjelaskan, meskipun tim desk telah mengeluarkan hasil rekapitulasi akhir. Namun, data tersebut belum final dan masih sifatnya sementara, karena yang berhak mengeluarkan data resmi Pilkada adalah Komisi Independen Pemilihan (KIP).[
ANTARA Aceh]

Foto: Zulhelmi/MODUSACEH.CO
Bireuen - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (PA) Kabupaten Bireuen, Darwis Djeunieb menegaskan. Pihaknya siap menerima kekalahan atas kemenangan yang diperoleh Saifannur/Muzakkar A.Gani pada Pilkada Bupati Bireuen/Wakil Bupati Bireuen, 15 Februari 2017. Itu ditegaskannya dalam konferensi pers di Kantor DPW PA Bireuen, Kamis kemarin, 16 Februari 2017.

Selain Darwis Djeunieb, Sekretaris DPW PA Bireuen yakni, Kautsar, kandidat calon Bupati Bireuen yang diusung PA H. Khalili serta Ketua Tim Pemenangan Saifannur, Mukhlis ikut hadiri.

“Rakyat Bireuen telah memilih dan kami memperoleh suara di posisi nomor 4. Kami telah siap menerima kekalahan. Pilkada yang telah dilaksanakan itu pun sangat bersih. Pilkada kali ini bagi PA sangat bersih, dan mengakui kemenangan H Saifan,” sebut Darwis.

Sementara H Khalili menyebutkan, hasil kemenangan yang diperoleh Saifannur baginya sebagai Kandidat mengakui Saifannur lah pemenang secara defacto.

“Kemenangan Saifannur itulah suara rakyat Bireuen, suara Bangsa Aceh yang ada di Bireuen, telah memilih nomor urut 6. Itulah keputusan rakyat dan menandakan kami harus mengikuti suara rakyat Bireuen,” kata H. Khalili berjiwa besar.(*)

Sumber: modusaceh.co

Foto: Agus Setyadi/detikcom
Banda Aceh - Empat prajurit TNI Kodam Iskandar Muda dipecat dengan tidak hormat akibat terlibat berbagai pelanggaran. Dua orang terlibat kasus narkoba, satu prajurit terlibat kasus asusila, dan satu orang desersi.

Pemecatan dilakukan dalam upacara yang digelar di Lapangan Jasdam, Neusu, Banda Aceh. Tiga dari empat prajurit dihadirkan ke tengah lapangan upacara, Jumat (17/2/2017).

Seragam militer ketiganya dilepas sebagai tanda bukan lagi bagian dari prajurit TNI. Prosesi pemecatan dengan tidak hormat ini ikut disaksikan peserta upacara.

Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman mengatakan keempat prajurit TNI itu dipecat karena terlibat pelanggaran, seperti kasus asusila, narkoba, dan desersi. Pemecatan ini sebagai bukti Kodam IM memberikan sanksi tegas bagi prajurit yang melanggar aturan.

"Ada empat orang kita pecat tadi. Kita upacarakan tiga orang sementara, satu orang lagi kondisinya sakit," kata Pangdam kepada wartawan seusai upacara.

Keempat prajurit yang dipecat tersebut adalah Serda Yunardi dan Prada Erwinsyah. Keduanya tersandung kasus narkoba. Selain itu, Prada Firmansyah dipecat karena desersi dan Praka Zulkli Tamher terlibat kasus asusila.

Prajurit yang dipecat tersebut saat ini sedang menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Lambaro, Aceh Besar. Mereka divonis beragam sesuai dengan kasusnya, mulai satu tahun hingga enam tahun kurungan.

"Mereka saat ini masih dalam tahanan, tadi kita pinjam. Secara administrasi, mereka sudah bukan lagi prajurit TNI," jelas Pangdam.

Menurut Tatang, sepanjang 2015-2017 Kodam IM telah memecat 106 prajurit. Sebagian besar pelanggarannya adalah desersi, tidak hadir tanpa izin dari komandan satuan, narkoba, dan asusila.

"Panglima TNI, KSAD, sudah mengatakan narkoba itu harus dijauhi. Walaupun untuk dirinya, apalagi pengedar. Untuk dirinya saja kita pecat," ujar Tatang. (Sumber: Detik.com)

StatusAceh.Net - Pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah unggul sementara dalam pemilihan gubernur Aceh 2017, berdasarkan Real Count KPU hingga hari ini pukul 13.27 WIB.

Dikutip dari situs KPU, hari ini, pasangan Irwandi-Yusuf memperoleh 314.796 suara atau 38,60 persen bersaing dengan pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid yang memperoleh 254.956 suara atau 31,26 persen.

Pilgub Aceh diikuti enam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh, yakni Tarmizi A Karim-T Machsalmina Ali yang diusung Partai Golkar, Nasional Demokrat, PPP kubu Romahurmuzy dan PKPI; Zakaria Saman-Teuku Alaidinsyah, Abdullah Puteh-Sayed Mustafa, Zaini Abdullah-Nasaruddin yang maju melalui jalur perseorangan. Muzakir Manaf-TA Khalid, diusung Partai Aceh, Partai Gerindra, PKS, PPP kubu Djan Faridz, dan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah yang diusung koalisi Partai Demokrat, Partai Nasional Aceh, PDIP dan PKB.

Perhitungan sementara KPU menempatkan pasangan Tarmizi-Machsalmina Ali di urutan ketiga dengan perolehan 15,61 persen. Disusul pasangan Zainii-Nasaruddin dengan 7,73 persen, Zakaria-Alaidinsyah 4,93 persen. Sedangkan Abdullah Puteh-Sayed berada di posisi terendah dengan perolehan 1,87 persen.

Perhitungan KPU masih terus berjalan, sebab data yang masuk baru berasal dari 3.201 TPS, sedangkan total keseluruhan TPS ada 9.592

Total suara yang masuk hingga hari ini, ada 846.208, dengan rincian total suara sah mencapai 815.805, suara tidak sah 32.254. (Rimanews)

Aceh Utara - Tiga Kenderaan terlibat Kecelakaan di jalan Medan - Banda Aceh Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten aceh Utara wolum Polres Lhokseumawe." kamis 16 Februari 2017 malam sekira pukul 23.45 Wib

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Buriman melalui Kapolsek Syamtalira Bayu IPTU Zeska Yulian Wijaya mengatakan laka lantas terjadi beruntun antara mobil CRV warna putih nopol BL 1 AH dengan  truck tronton nopol BK 8122 CQ dan mobil avanza no.pol BK 1631 QF.

lanjutnya, pada saat  tersebut diatas, mobil CRV yang dikendarai oleh sdra Muliadi dan mobil avanza yg dikendarai sdra saiful   melaju dari arah Medan menuju kota lhokseumawe, sesampainya didesa langa kec. Sy bayu, mobil CRV tersebut menabrak bagian belakang truck tronton bermuatan buah salak yang berhenti di pinggir jalan dan hendak menuruni buah salak.

kumudian mobil avanza yang berada di belakang langsung menabrak bagian belakang mobil CRV.

"Akibat kejadian tersebut pengendara mobil CRV mengalami luka ringan yaitu luka bakar di bagian kedua tangannya akibat terkena air radiator, kemudian  korban langsung di larikan ke rumkit cut meutia oleh anggota Polsek Syamtalira  Bayu. (SA/TM)

Simeulue - Pasangan calon gubernur Aceh nomor urut 6, Irwandi-Nova, dilaporkan sementara masih unggul dalam perolehan jumlah suara terbanyak di Kabupaten Simeulue.

Pasangan ini meraih suara sebanyak 16.706 atau 42,22 persen. Hal ini berdasarkan hasil rekapitulasi suara sementara melalui desk pilkada Pemkab Simeulue, Kamis (16/2/2017) pada pukul 15:00 WIB.

Sedangkan untuk suara terbanyak kedua, yakni pasangan urut 5, Mualem-TA, sebanyak 12.669 suara atau 32,02 persen. Kemudian disusul pasangan nomor urut 1, sebanyak 6.684 suara (12,01 persen).

Pasangan nomor urut 2, sebanyak 1.225 (2,22 persen), pasangan nomor urut 4 sebanyak 1.183 suara (2,13 persen) dan pasangan nomor urut 3, sebanyak 1.001 suara (1,80 persen.

Adapun jumlah suara yang masuk ke deks Pilkada Pemkab Simeulue hingga pukul 15:00 WIB, yakni sebanyak 39.568 suara atau 71,12 persen. (aceh.tribunnews.com)

Dok. Tentara Myanmar di Maungdaw, negara bagian Rakhine, Myanmar, Oktober 2016. Foto: BBC
StatusAceh.Net - Militer Myanmar menghentikan operasi di negara bagian Rakhine, kata pejabat pemerintahan, mengakhiri tindakan kejam tentara terhadap Muslim Rohingya yang menurut PBB dapat dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan dan pembersihan etnis.

Operasi yang dimulai pada Oktober setelah sembilan petugas penjaga perbatasan tewas terbunuh dalam sebuah serangan di dekat perbatasan Bangladesh. Hampir 69 ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh sejak saat itu, menurut data PBB, dikutip dari the Guardian hari ini.

Pemerintah Myanmar selalu membantah tuduhan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan tentaranya di Rakhine, termasuk pembunuhan massal dan pemerkosaan terhadap Muslim Rohingya, dengan mengatakan bahwa operasi militer dilakukan sejalan dengan kebijakan kontra-terorisme.

"Situasi di Rakhine utara sudah stabil. Operasi pembersihan yang dilakukan militer sudah dihentikan, jam malam dilonggarkan dan hanya polisi yang bertugas untuk menjaga perdamaian," kata penasihan keamanan nasional Myanmar yang belum lama diangkat, Thaung Tun, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kantor konselor negara Rabu.

Menurut pejabat PBB awal Februari lalu, lebih dari 1.000 Muslim Rohingya tewas terbunuh selama operasi militer Myanmar di Rakhine.

Beberapa hari sebelumnya, Human Rights Watch (HRW) mengatakan militer Myanmar juga melakukan pemerkosaan secara sistematis terhadap wanita dan gadis Muslim Rohingya selama operasi.

"Tidak ada alasan menggunakan kekuatan berlebih untuk melakukan pelanggaran hak asasi manusia fundamental dan tindakan kriminal dasar. Kami sudah menunjukkan bahwa kami siap bertindak jika memang ada bukti pelanggaran yang jelas," katanya kepada sekelompok diplomat dalam pertemuan dengan perwakilan PBB, menurut pernyataan itu.

Dua pejabat senior dari kantor kepresidenan Myanmar dan kementerian informasi membenarkan operasi militer di Rakhine telah diakhiri, tapi mengatakan sejumlah tentara tetap ditugaskan di sana untuk menjaga "perdamaian dan keamanan".

Sekitar 1,1 juta Muslim Rohingya hidup dalam kondisi memprihatinkan di Rakhine. Kewarganegaraan mereka tidak diakui pemerintah Myanmar meski telah menetap di sana dari generasi ke generasi. Pemerintah Myanmar juga enggan menyebut mereka Rohingya, dan memilih label "Bengalis", atau imigran ilegal dari Bangladesh.

Jurnalis dan pengamat independen pun dilarang memasuki tempat tinggal Muslim Rohingya yang dijadikan zona operasi militer sejak terjadi serangan 9 Oktober. (rimanews.com)

Air terjun yang berada di wilayah penelitian Soraya, Stasiun Penelitian di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh . Foto: Junaidi Hanafiah
StatusAceh.Net - Pemilihan kepala daerah serentak di Indonesia telah  digelar 15 Februari 2017, kemarin. Di Aceh, sejumlah aktivis lingkungan berharap, siapapun yang nantinya menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, tata kelola hutan harus diprioritaskan.

Efendi Isma, Juru Bicara Koalisi Peduli Hutan Aceh (KPHA) menyebutkan, tata kelola hutan yang baik, belum terlihat dari visi misi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang maju di pilkada kali ini. Hanya pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah yang sedikit mengulas tentang Aceh Green.

“Siapapun yang memimpin Aceh, sepertinya hutan akan tetap jadi mesin ATM untuk digadaikan, baik sebagai perkebunan maupun pertambangan,” ujarnya.

Efendi mengatakan, hal tersebut dikarenakan tidak ada usaha lain yang mampu dikelola oleh pemerintah di Aceh untuk mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD), selain sumber daya alam.

“Ada calon yang selalu menyebutkan akan mengundang investor untuk membuka lapangan pekerjaan, karena di Aceh saat ini, hanya sumber daya alam yang dapat dijual. Satu juta hektare kebun yang dijanjikan calon tersebut, dengan membuka hutan.”

Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani menyebutkan hal yang sama. Pertambangan di dalam hutan lindung akan menjadi andalan siapapun yang akan menjadi Gubernur Aceh terpilih.

“Kita khawatir, usaha pertambangan dalam hutan akan terus terjadi dan tidak bisa dikendalikan. Terlebih, sebagian besar pertambangan melibatkan banyak pihak.”

Untuk menyelamatkan hutan Aceh, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih ke depan. Seperti, menertibkan pertambangan ilegal dan menertibkan izin usaha pertambangan (IUP) bermasalah.

“Kami memperkirakan, saat ini masih ada IUP bermasalah, dan masih banyak pertambangan ilegal di sejumlah kabupaten,” ujar Askhalani.

Sementara Koordinator MaTA (Masyarakat Transparansi Aceh) Aceh, Alfian menjabarkan, kebijakan lingkungan yang ada saat ini seperti moratorium logging, moratorium sawit, dan moratorium tambang belum maksimal. Hingga saat ini, degradasi hutan masih terjadi. “Semua program tersebut harus dievaluasi dan diperkuat kembali.”

MaTA khawatir, peserta pilkada kali ini hanya menjadikan isu lingkungan sebagai pelengkap program saja. “MaTA melakukan analisis terhadap orang-orang yang terlibat dalam tim sukses calon gubernur tersebut beserta motivasi keterlibatan “pengusaha” di dalamnya. Rata-rata, mereka memiliki lahan atau tambang di Aceh dan ingin usahanya itu terlindungi oleh gubernur terpilih,” papar Alfian.

Hutan rusak

Muhammad Nur, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh, memberikan pandangan serupa. Menurutnya, siapapun yang menjadi Gubernur Aceh, hutan dan lingkungan tetap rusak karena masih mengedepankan investor asing demi PAD.

“Investor membutuhkan lahan, dan hutan akan kembali terancam. Terlebih, investor yang diundang itu untuk menggarap sumber daya alam.”

Muhammad Nur menambahkan, pembangunan yang merusak hutan akan menjadi masalah lima tahun mendatang. Terlebih, banyak jalan yang belum selesai dibangun akan kembali diteruskan, dengan alasan membebaskan masyarakat agar tidak terisolir.

“Kami yakin, bencana juga akan semakin sering terjadi karena hutan di Aceh telah rusak parah dan belum ada usaha untuk menghentikan laju kerusakan itu.”

Adanya pergantian Gubernur Aceh, akan ada pula perubahan kebijakan terhadap pengelolaan lingkungan. “Kami pesimis, hutan Aceh akan selamat dengan terpilihnya pimpinan Aceh yang baru,” tutur Muhammad Nur.

Direktur Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAKA), Farwiza menyatakan, pada Desember 2016 – Januari 2017, kerusakan hutan di Aceh mencapai 462 hektare. Hal tersebut terjadi karena perambahan yang tidak terkendali.

“Ini data sementara, karena pada Januari 2017, awan cukup tebal menutupi langit sehingga pemantauan citra satelit terganggu.”

Sedangkan pada 2016, tutupan hutannya berkurang hingga 21.059 hektare. Kondisi ini hampir sama sebagaimana 2015, yaitu kehilangan sekitar 21.056 hektare. Tutupan hutan yang berkurang drastis terjadi di Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Jaya, dan Gayo Lues.

“Artinya hutan Aceh belum aman dari perambahan. Khususnya, untuk dijadikan perkebunan,” ungkap Farwiza.(Mongabay)

Banda Aceh - Perhitungan suara Pilkada Aceh oleh berbagai lembaga terus dilakukan sejak kemarin siang. Salah satunya melalui portal resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, hingga Kamis (16/2/2017) siang sekira pukul 16.20 WIB telah merilis 1.115 TPS (11,62 persen) dari total 9.592 TPS seluruh Aceh.

Data masuk sementara, pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah unggul atas pesaing dekatnya paslon Muzakir Manaf-TA Khalid.

Berikut hasil sementara berdasarkan urutan perolehan suara terbanyak:

1. Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah memperoleh 110.328 suara atau
39,21 persen
2. Muzakir Manaf-TA Khalid memperoleh
89.884 suara atau 31,94 persen
3. Tarmizi A Karim-T Machsalmina Ali memperoleh 
42.313 suara atau 15,04 persen
4. Zaini Abdullah-Nasaruddin memperoleh
20.642 suara atau 7,34% persen
5. Zakaria Saman-T Alaidinsyah memperoleh
13.298 suara atau 4,73% persen
6. Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab memperoleh
4.928 suara atau 1,75 persen

Data tersebut belum masuk sama sekali dari Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Simeulue. Sementara dari kabupaten/kota lain, data baru masuk tidak ada yang mencapai 100 persen dari jumlah pemilih.

Sementara keterangan disebutkan di kutip oleh StatusAceh.Net dari portal pilkada2017.kpu.go.id tersebut "Portal ini dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil Pilkada Serentak 15 Februari 2017 di seluruh wilayah yang menyelenggarakan Pilkada dengan lebih cepat dan akurat. Data hasil Pilkada berdasarkan entry data Model C1 merupakan hasil sementara dan bukan hasil final. Jika terdapat kesalahan dalam Model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya."(SA/TM)

lustrasi
StatusAceh.Net - Proses perhitungan suara Pilkada Aceh masih terus berlanjut. Namun, sejak sore beredar data hasil hitung cepat via media sosial yang disebut-sebut berasal dari Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Aceh.

Berdasarkan data hasil hitung cepat yang beredar, pasangan calon nomor urut lima Muzakir Manaf-T.A. Khalid unggul dengan suara 1.202.104. Sementara di posisi kedua, yaitu Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah dengan suara sah sebanyak 1.133.412. Di posisi ketiga Tarmizi Karim-Machsalmina dengan 618.224 suara.

Sementara, Zaini Abdullah-Nasaruddin mendapatkan jumlah suara sebesar 206.204 unggul sedikit dibandingkan Zakaria Saman-T. Alaydinsyah dengan 206.074 suara. Dan di posisi terakhir ada Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab dengan 68.691 suara.

Kepala Kesbangpol Linmas Aceh M.Nasir Zalba membantah pihaknya telah mengeluarkan data hasil hitung cepat tersebut.  "Bohong itu," kata Nasir kepada Metrotvnews.com, Rabu 15 Februari 2017.

Dia mengatakan, memang ada desk Pilkada Aceh yang membuat perhitungan cepat, namun tidak untuk dipublikasikan ke masyarakat luas. Dia menegaskan hasil quick count yang beredar hanya mencatut nama instansinya. Petugas lapangan, kata dia, hanya memantau pemungutan dan perhitungan surat suara. Bukan membuat hasil hitung cepat.

"Kesbangpol Linmas hanya melakukan pemantauan selama proses pilkada tidak membuat quick count," ujar Nasir.

Ada enam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh mengikuti pilgub Aceh. mereka adalah, Zaini Abdullah-Nasaruddin; Zakaria Saman-Teuku Alaidinsyah; Abdullah Puteh-Sayed Mustafa. Ketiga pasangan maju dari jalur independen atau perseorangan.

Pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah diusung koalisi Partai Demokrat, Partai Nasional Aceh (PNA), PDIP dan PKB. Pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid, diusung Partai Aceh, Partai Gerindra, PKS, PPP kubu Djan Faridz.

Terakhir pasangan Tarmizi A Karim-T Machsalmina Ali yang diusung Partai Golkar, NasDem, PPP kubu Romahurmuzy dan PKPI.

Metrotvnews.com

Langsa - Hasil sementara perolehan suara calon gubernur dan wakil gubernur Aceh dilansir dari Media Center Kodim 0104/Atim pukul 19.00 WIB.

Pasangan calon nomor urut 6 Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah unggul sementara dengan 3.865 suara atau 45,40 persen.

Pasangan calon nomor urut 5 Muzakir Manaf (Mualem) - TA Khalid memperoleh 2.613 suara atau 30,64 persen.

Paslon nomor urut 1 Tarmizi Karim - Muchsalmina Ali memperoleh 727 suara atau 8,54 persen.

Pasangan calon nomor urut 4 Zaini Abdullah - Nasaruddin memperoleh 703 suara atau 8,26 persen.

Pasangan calon nomor urut 3 Abdullah Puteh - Sayed Mustafa Usab memperoleh 310 suara atau 3,64 persen.

Pasangan calon nomor urut 2 Zakaria Sama (Apa Karya) - T Alaidinsyah memperoleh 296 atau 3,48 persen. (aceh.tribunnews.com)

Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, Foto: Ist
Jakarta - Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni akhirnya muncul di hadapan publik usai pemungutan suara. Di hadapan pendukungnya, Agus mengakui kekalahannya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Secara ksatria dan lapang dada, saya menerima kekalahan di Pilkada DKI Jakarta," kata Agus di Posko Pemenangan Agus-Sylvi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017).

Agus juga menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi atas kemenangan sementara ini.

"Saya dan Ibu Sylvi mengucapkan selamat kepada pasangan calon nomor dua, yaitu Bapak Basuki Tjahaja Purnama, serta pasangan nomor tiga, yaitu Bapak Anies dan Bapak Sandi," kata Agus.

Dia mengaku sudah menelepon pasangan Ahok-Djarot untuk menyampaikan ucapan selamat. Namun dia belum berhasil menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Anies-Sandi.

"Beliau berdua masih sibuk," kata putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Agus juga menyampaikan maaf kepada konstituennya karena dia dan Sylvi belum bisa memenuhi harapan mereka.

Dalam berbagai quick count, Agus-Sylvi memperoleh suara paling sedikit. Hasil akhir quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Pilkada DKI 2017 menunjukkan pasangan calon (paslon) nomor urut dua Ahok-Djarot unggul dengan total perolehan suara 43,22 persen.

Lalu, disusul dengan paslon nomor urut 3 Anies-Sandi dengan perbedaan yang cukup tipis, yaitu 39,91 persen. Terakhir adalah paslon nomor urut 1 Agus-Sylvi dengan perolehan suara yang cukup berbeda jauh dengan paslon lainnya, 16,87 persen.(Liputan6.com)

Bireuen - Dari hasil sementara perhitungan jumlah suara di beberapa gampong Kecamatan Kota Juang, Bireuen, Paslon Irwandi-Nova yang bernomor urut 6 semakin meroket, Rabu, 15 Februari 2017. sekitar pukul 19:00 WIB.
 
Dari sumber StatusAceh.Net, hasil rekap suara yang sudah di hitung ke absahannya terus dilakukan, dantaranya data yang sudah direkap, Gampong Meunasah Blang Kec. Kota Juang suara untuk Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Aceh Irwandi Yusuf M.Sc- Ir H Nova Iriansyah tertinggi dengan perolehan suara 847 suara sah. posisi ke 2 disusul oleh pasangan H Muzakkir Manaf-TA Khalid sebanyak 277 suara,  Ir Tarmidi Karim-Ir TMuksalmina Ali 124 suara sah, Apakarya-T Alaidinsyah 57 suara, dr Zaini-Nasruddin 41 suara, Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab memperoleh 13 suara.

Semantara gampong Meunasah Gadong kec. Kota Juang Bireuen juga telah di rekapitulasi suara sah dengan kedudukan utama diperoleh paslon Irwandi-Nova sebanyak 627 suara, Muallem-TA.Khalid 280 suara, Tarmizi-Muchsalmina 93 suara, kemudia Apa Karya - T.Alaidinsyah 36 suara, Doto Zaini-Nashruddin 23 suara dan Abdullah Puteh-Saed Mustafa sebanyak 8 suara.(SA/MR)

Banda Aceh - Koordinator Relawan Regional Aceh Ahmad Dani meminta kepada seluruh Tim Relawan, saksi dan Partai Pengusung dan pendukung pasangan Calon Gubernur Aceh Irwandi Nova untuk mengawal dan mengumpulkan C1,C2 serta mengawal tong suara sampai proses rekapnya selesai, Rabu, 15 Februari 2017.

"Saya harap kepada tim relawan, Sekber dan saksi di Kabupaten dan Kota untuk mengumpulkan C1 dan mengawal tong suara sampai proses rekapitulasi suara selesai, bila perlu "Jaga beu troeh u tingkat kecamatan, kiban cara bek ji teume otak atik" tegas Dani.

Hal tersebut disampaikan Dani kepada Reporter StatusAceh.Net disela-sela kesibukannya untuk memantau hasil perhitungan suara di Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe dan Aceh Timur.

Dani berharap tidak ada satupun surat suara boleh hilang,karna surat suara tersebut murni perberian- dari masyarakat Aceh untuk Irwandi-Nova, hingga saat ini sekitar pukul 19:30 WIB, KPU Aceh Utara dan Aceh Timur belum mengumumkan hasil perhitungan suara, maka tim di Aceh Utara harus diutamakan untuk menjaga dan mengumpulkan data dan jumlah surat suara kepada ketua Tim masing-masing yang ada di Kecamatan sehingga nantinya bisa direkap oleh tim Kabupaten.

"Instruksi ini sebagai bentuk antisipasi saja, buktinya Quick Count Aceh Utara dan Aceh Timur belum berfungsi, jadi saya sangat berharap kepada seluruh Saksi dan Tim Relawan seluruh Aceh untuk melakukan pengawalan tong rekapitulasi secara ketat", harap Dani.(SA/TM)

Bireuen - Pasangan calon gubernur/wakil gubernur Aceh Irwandi Yusuf M.Sc- Ir H Nova Iriansyah, menang telak di  Gampong Glumpang Payoeng Kecamatan Jeumpa Bireuen, dengan memperoleh total 670 suara dari 1.143 suara sah di 3 TPS.(Baca: Di Keude Krueng Geukuh Irwandi Yusuf Bersaing Dengan Mualem)

Sementara posisi ke 2 H Muzakkir Manaf/TA Khalid mendapat 225 suara, disusul Ir Tarmidi Karim/Ir TMuksalmina Ali 101 suara sah, Apakarya/T Alaidinsyah 61 suara, dr Zaini/Nasruddin 29 suara, Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab memperoleh 27 suara(Baca: Irwandi Yusuf Unggul Di Desa Tambon Baroh).(SA/MR)

Aceh Besar - Pasangan calon gubernur/wakil gubernur Aceh, Ir Irwandi Yusuf M.Sc/ Ir H Nova Iriansyah, menang telak di TPS 5 Gampong Meunasah Papeun Kecamatan Krueng Barona Jaya Aceh Besar, dengan memperoleh 119 suara.

Sementara H Muzakkir Manaf/TA Khalid mendapat 33 suara, disusul Ir Tarmidi Karim/Ir TMuksalmina Ali 27 suara, Apakarya/T Alaidinsyah 16 suara, dr Zaini/Nasruddin lima suara.

Sementara itu, pasangan calon bupati/wakil bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali/ Tgk H Husaini A Wahab, berhasil memborong 143 suara. Sementara Saifuddin Yahya/Juanda Jamal ST, meraih 61 suara.(Serambinews.com)

Calon Gubernur nomor urut 5 , Muzakir Manaf
StatusAceh.Net - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh nomor urut 5, Muzakir Manaf- TA Khalid unggul sementara di Kota Lhokseumawe.

Data yang diterima AJNN di sekretariat Desk Pemko Kota Lhokseumawe, pasangan Muzakir Manaf- TA Khalid unggul, kemudian disusul pasangan nomor urut 1, Tarmizi Karim- Machsalmina Ali, nomor urut 6 Irwandi Yusuf- Nova Irisiansyah, nomor urut 2 Zakaria Saman-T Alaidinsyah, nomor urut 4 Zaini Abdullah- Nasaruddin dan terakhir nomor urut 3 Abdullah Puteh- Sayed Mustafa Usab.

"Untuk sementara Mualem unggul dengan 4.446 suara, Tarmizi dengan 4.171 suara disusul Irwandi dengan 2.639 suara, Zakaria Saman dengan 724 suara, Zaini dengan 404 suara dan terakhir Abdullah Puteh dengan suara 184," kata ketua Desk Pilkada Lhokseumawe T. Mohtar Moh Said.

Mohtar menambahkan data tersebut bersifat sementara, karena data baru diterimanya dari beberapa desa di empat kecamatan di Lhokseumawe.

"Ini baru data pertamanya dan akan kita tunggu hasil penghitungan lainnya. Kita akan update tiap 30 menit sekali namun untuk hasil wali kota Lhokseumawe belum ada data yang masuk," sebut Mohtar.(Sumber: AJNN.Net)

Dewantara – Hasil Perhitungan suara yang dilakukan oleh penyelanggara tingkat gampong. Keude Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, pasangan calon (paslon) gubernur Aceh, Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah bersaing dengan Muzakir Manaf-TA Khalid, Rabu 15 Februari 2017.

Pantauan StatusAceh.Net, paslon Irwandi-Nova unggul 565 suara dari 1454 total suara sah.

Sedangkan di urutan kedua ada paslon Muzakir Manaf-TA Khalid dengan perolehan 497 suara.

Di urutan ketiga, paslon Tarmizi A Karim-Machsalmina Ali memperoleh 264 suara. Sementara paslon Zakaria Saman-T Alaidinsyah di urutan keempat hanya memperoleh 88 suara. Berikutnya, paslon Zaini Abdullah-Nasaruddin mendapatkan suara 35 suara dan paslon Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab memperoleh 5 suara. 

Sedangkan suara rusak 58 Suara.(SA/TM)

Dewantara – Hasil Perhitungan suara yang dilakukan oleh penyelanggara tingkat gampong. Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, pasangan calon (paslon) gubernur Aceh, Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah unggul, Rabu 15 Februari 2017.

Pantauan StatusAceh.Net, paslon Irwandi-Nova unggul 888 suara dari 2016 total suara sah.

Sedangkan di urutan kedua ada paslon Muzakir Manaf-TA Khalid dengan perolehan 588 suara.
Di urutan ketiga, paslon Tarmizi A Karim-Machsalmina Ali memperoleh 376 suara. Sementara paslon Zakaria Saman-T Alaidinsyah di urutan keempat hanya memperoleh 129 suara. Berikutnya, paslon Zaini Abdullah-Nasaruddin mendapatkan suara 55 suara dan paslon Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab memperoleh 10 suara. 

Sedangkan suara tidak sah/rusak 37 Suara.(SA/TM)

Suasana di TPS 57 gampong kubu sawang sepi pemilih 

SAWANG- Sejumlah desa di kecamatan Sawang sepi pemilihhal ini berbeda dengan beberapa TPS (Tempat Pemungutan Suara) lainnya, Salahsatunya TPS 57 yang berada di Gampong Kubu Kec. Sawang terlihat sepi  dari peserta pemilih dan kerumunan warga yang ingin mencoblos, Rabu (15/2/2017).


Dari pantauan Reporter dari lokasi pencoblosan yang di gelar mulai pukul 08:00 WIB di halaman meunasah gampong kubu secara sederhana tampak pemilih hanya datang satu persatu per 10 menit untuk mencoblos.

Pemandangan ini sangat jauh berbeda dengan lima tahun sebelumnya saat pemilihan kepala daerah dan calon legislatif,dimana warga sejak pagi telah memadati areal pekarangan meunasah untuk menyalurkan suaranya. 

Salahseorang warga yang ditemui lokasi pencoblosan memaparkan,banyak warga yang tidak ambil bagian dalam pesta demokrasi kali ini di sebabkan hilangnya rasa kepercayaan terhadap pasangan calon kepala daerah.

Krisis kepercayaan terhadap calon kepala daerah ini membuat sebahagian warga gampong kubu enggan datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya pada salahsatu calon kepala daerah baik pasangan gubernur/wakil gubernur maupun pasangan calon bupati/wakil bupati.
Suasana di TPS 57 gampong kubu sepi pemilih

“ Mulai tadi pukul 08:00 WIB, warga yang memilih ada juga hanya tidak seperti tahun sebelumnya ramai yang datang nyoblos, memang baru kali ini di gampong kubu sedikit yang datang ke TPS,munkin mereka sudah trauma dan tidak percaya lagi dengan kayak beginian “,ujar syukri salah seorang warga setempat.

Dari petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) di TPS 57 menyampaikan untuk Gampong Kubu yang terdaftar dalam pemilih tetap adalah 452 orang dengan kertas suara yang lebih 12 lembar.

“ Untuk Gampong Kubu ada 452 orang yang masuk dalam DPT dan kertas suara yang lebih 12 lembar, sampai pukul 11:00 WIB warga yang memilih ada namun tidak seperti yang lalu antusiasnya “,ungkap junaidi ketua PPS di TPS gampong kubu di lokasi pencoblosan.

Beberapa warga setempat yang tidak ikut menyemarakkan pesta demokrasi ini menyampaikan meski namanya tercatat dalan DPT namun para warga ini lebih banyak melakukan kegiatan rutinitas sehari-hari dan berdiam diri dirumah berkumpul bersama keluarga.

“ Lebih baik ke kebun pinang daripada nyoblos,kan sama juga siapun juga yang jadi gubernur atau bupati yang saya dan keluarga kehidupan tetap seperti ini “,ujar lisna,ibu tiga anak yang tidak ikut coblos.

Lain lagi husaini alias sihim pemuda gampong setempat yang mengaku enggan mencoblos karena selama ini kehidupan masyarakat dikampung-kampung tidak ada perubahan meski yang di coblos itu orang yang selama ini pro rakyat,baginya lebih baik tidur dirumah daripada berikan suara di TPS.

Petugas PPS tetap menunggu pemilih hingga batas waktu yang telah ditentukan 

“ Bagi saya lebih baik tiduran di rumah daripada nyoblos,toh nantinya siapapun yang jadi gubernur atau bupati sama juga seperti sekarang,tidak ada perubahan ekonomi bagi kami masyarakat di desa pedalaman “,beber sihim yang ditemui dirumahnya.  

" Saya sudah berapa kali pilkada tidak pernah milih,ini saja baru bangun tidur, milih atau tidak sama saja bang tidak ada manfaatnya ",ungkap bery yang sudah terlanjur tidak percaya pada setiap calon kepala daerah karena tidak pernah menepati janjinya ketika telah menjabat jadi kepala daerah.

Demikian  juga misni yang berjualan di kios kecil didepan rumahnya,pantauan reporter ibu tiga anak ini juga tidak ikut mencoblos,baginya coblos atau tidak coblos sama saja karena toh kehidupan ekonomi keluarganya tidak akan ada perubahan jika mencari dengan keringat sendiri.

" Nyoblos atau tidak sama juga yang kehidupan kami ya tetap seperti ini,kalau ada kita cari dengan keringat sendiri ya ada kalau malas ya tidak ada ",tutur misni sambil melayani pembeli di kios kecil miliknya.

 Reporter: T. Sayed Azhar

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Tragis nasib menimpa gadis asal Aceh Singkil, Putri (nama samaran). Setelah digagahi oleh AP, yang disebut-sebut teman sendiri, ia lalu dijajakan ke Kafe Kancil di Jalan Sejarah, Desa Delitua, Kecamatan Namorambe, Deliserdang.

Aib yang dialami warga Aceh Singkil ini dibeberkan oleh orantuanya sendiri, Wahidin (50) saat membuat laporan pengaduan ke Polsek Namorambe, Senin (13/2). “Anak gadis saya digagahi AP, kemudian dijadikannya sebagai PSK di Kafe Kancil,” kata Wahidin bersama korban kepada petugas Polsek Namorambe.

Dikatakan Wahidin, petaka yang menimpa anak gadisnya bermula sekitar empat bulan yang lalu. Saat itu, AP yang merantau ke Aceh Singkil berkenalan dengan Putri. Perkenalan keduanya berlanjut sampai bunga-bunga cinta tumbuh di hati kedua insan manusia ini.

Tak hanya itu, AP juga berhasil membujuk Putri agar mau ikut ke Medan untuk dicarikan pekerjaan. “Anak saya dan pelaku berangkat menumpang bus jurusan Aceh Singkil - Medan. Mereka berangkat malam tahun baru,” ucapnya.

Setelah satu bulan sejak kepergian Putri, Wahidin tak pernah sekali pun menerima kabar. Tak ayal, pria paruh baya ini menjadi cemas dengan keadaan anak gadisnya. Wahidin pun memberanikan diri berangkat ke Medan.

Usaha Wahidin menemukan jejak Putri tak segampang yang dikiranya. Ia sempat tersesat hingga ke kawasan Patumbak. “Untung saja ada seorang warga Patumbak bernama Zainuri yang kasihan melihat saya. Kami pun bersama-sama mencari anak saya hingga menemukannya di Kafe Kancil. Setelah itu kami bawa dia ke Polsek Namorambe buat laporan pengaduan,” pungkasnya.(Sumber: prohaba.co)

Foto: Agus Setyadi/detikcom
Banda Aceh - Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Tatang Sulaiman meninjau beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Banda Aceh untuk memastikan situasi keamanan. Ia datang ditemani unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh.

Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda, Letkol Kav Rusdi, mengatakan, Pangdam sengaja turun langsung untuk memastikan keamanan pada hari pemungutan suara. Ada lima TPS yang disambanginya bersama pejabat-pejabat di Aceh.

"Kunjungan ini untuk mengecek keamanan jalannya pemungutan suara," kata Rusdi dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (15/2/2017).

Ikut dalam rombongan tersebut di antaranya Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Daniel Cardin juga Wakapolda Aceh Brigjen Pol, Bambang Soetjahyo. Selain itu ada pula Ketua Kejaksaan Tinggi Aceh, Raja Nafrizal, Jaksa Utama Madya, Kabinda Aceh Brigjen TNI Ruruh, Kepala Korp Polairud Brigjen Pol. M. Chairul Nur Alamsyah,Sekda dan Ketua KIP Ridwan Hamid serta pejabat tinggi Kodam Iskandar Muda.

Lima TPS yang dikunjungi Pangdam yaitu TPS Barata Kampung Baru, TPS 01-03 Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, TPS SMP 9 Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, TPS SMA 5 Kopelma Darussalam, dan TPS Desa Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Semua TPS tersebut bertempat di wilayah Banda Aceh.

"Kami melihat pelaksanaan berjalan lancar, tenang, penuh keceriaan dan antusias dari masyarakat, termasuk petugas penyelenggara," jelas Rusdi.

Untuk membantu mengamankan jalannya Pilkada Aceh, Pangdam IM telah mengerahkan 7.327 personel TNI. Jumlah tersebut dibagi menjadi pasukan BKO ke Polda 1.845 personel, pasukan di bawah kendali Panglima Kodam IM 1.645 personel, pasukan cadangan 1.500 personel dan Pasukan satkowil 2.337 personel.

Jumlah kekuatan personel yang dipersiapkan untuk membantu pengamanan proses berlangsungnya Pilkada hari ini juga diperkuat dengan dua Helikopter jenis MI 17 dan Bell 412, ditambah dengan 12 Unit Anoa yang dipersiapkan untuk situasi kontijensi. (Detik.com)

Teuku Marc dan ayahnya Teuku Hadi. SERAMBI INDONESIA/ZAINAL ARIFIN M NUR
StatusAceh.Net - Perawakannya khas anak muda Eropa. Kacamata hitam yang menutupi kedua bola matanya sangat kontras dengan kulit wajahnya yang putih bersih.

Hidungnya yang mancung makin menegaskan jika pemuda ini adalah turis asal Eropa yang sedang berwisata ke Aceh.

Jika bukan karena didampingi ayahnya, nyaris tidak ada yang menyangka jika pemuda bule ini berdarah Aceh.

Dialah Teuku Marc (36), anak semata wayang Teuku Hadi, cicit dari Ampon Chik Peusangan.

Marc lahir di Kota Aachen, Jerman pada 28 Juni 1980. Ia merupakan buah cinta Teuku Hadi dengan Heidi, perempuan asli Jerman.

Teuku Hadi yang bergelar Dipl.Ing sudah tinggal di Jerman sejak 1969.

Hadi yang kala itu baru berusia 12 tahun, dibawa ke Jerman oleh orang tuanya yang berprofesi sebagai bisnisman.

Kakaknya, Capt Teuku Ismet, adalah pilot senior di maskapai penerbangan nasional Jerman, Lufthansa.

Meski telah cukup lama tinggal di Jerman, namun perhatian keluarga ini terhadap tanah leluhurnya tak pernah luntur.

Teuku Hadi pernah menjabat Ketua Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk wilayah Jerman, Belgia, Belanda, dan Luxemburg.

Saat proses perundingan Helsinki berlangsung 2005, Teuku Hadi ditunjuk sebagai salah satu tim perunding oleh GAM.

Setelah perdamaian lahir di Aceh, Teuku Hadi yang berprofesi sebagai arsitek itu lebih banyak menghabiskan waktunya di Aceh.

Ia terlibat aktif dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca tsunami.

Kepedulian Teuku Hadi terhadap Aceh, ternyata juga turun kepada putranya, Teuku Marc.

"Dia sendiri yang minta pulang ke Aceh. Katanya mau lihat proses pilkada di Aceh dan Indonesia. Kebetulan di Jerman sedang musim dingin, dan pada bulan ini ia tidak terlalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai anggota Dewan Kota Aachen maupun bisnisnya," kata Teuku Hadi ketika ditemui Serambi (Tribunnews.com Network) di salah satu warung kopi di Banda Aceh, Selasa (14/2/2017).

Selain Teuku Hadi dan anaknya Teuku Marc, di meja itu juga duduk mantan juru runding GAM di Helsinki yang juga mantan Wali Kota Sabang, Munawarliza Zainal, Ketua Fraksi PAN DPRA Asrizal H Asnawi, dan beberapa warga lainnya.

Teuku Marc sendiri tidak bisa berbahasa Aceh maupun bahasa Indonesia. Namun, dia menguasai bahasa Jerman, Inggris, Italia, dan Prancis.

Bagi Teuku Marc, ini adalah kali pertama dia menginjakkan kaki di Aceh, tanah leluhurnya.

Ia masuk ke Indonesia melalui Jakarta pada 6 Februari.

Pada tanggal 7 Februari, Marc sempat mengisi seminar umum di Universitas Indonesia di Jakarta.

Dari Jakarta, Marc menginap dua hari di Medan, tempat ayahnya, Teuku Hadi, menghabiskan masa kecil.

Ayah dan anak ini kemudian bersama-sama berangkat ke Aceh melalui jalan darat.

"Kami sempat singgah di Simpang Ulim, kampung halaman neneknya sekaligus berziarah ke makam kakeknya," ujar Teuku Hadi.

Siapa Teuku Marc?
Ada yang menarik dari kisah hidup Teuku Marc. Ia merupakan satu-satunya putra Aceh yang berkiprah sebagai anggota parlemen di Eropa.

Ia terpilih sebagai anggota Dewan Kota Aachen pada pemilu yang digelar bulan Mei 2014 dan akan menjabat hingga Mei 2020.

Marc adalah satu dari tiga anggota Piratenpartei (Partai Piraten) yang berhasil meraih kursi di parlemen Aachen, sebuah kota seluas 160 km persegi dan didiami 245 ribu penduduk.

Kota Aachen ini berbatasan dengan Belanda dan Belgia. Total jumlah anggota parlemen di kota ini adalah 74 kursi.

Di Negara Bagian NRW (Nord Rhein Westfallen), Piratenpartei yang didirikan oleh kaum muda Jerman pada tahun 2006, memiliki 18 kursi dari total 237 kursi.

Hanya saja, partai anak muda Jerman ini belum berhasil meraih kursi untuk parlemen pusat Jerman. Namun mereka mempunyai seorang wakil di Parlemen Uni Eropa.

Salah satu platform dari Partai Piraten adalah memberikan hak akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat, baik melalui internet maupun berbagai media lainnya.

Ini dimaksudkan untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, bersih, dan bebas dari korupsi.

Bagaimana Marc bisa menjadi anggota Dewan Kota Aachen?

"Sejak remaja dia memang aktif berorganisasi. Setelah selesai kuliah di University of Sunderland, Inggris pada tahun 2008, Marc pulang ke Aachen dan bergabung dengan teman-temannya di Piratenpartei. Ia giat berkampanye dan bergaul dengan anak-anak muda dan mahasiswa di Kota Aachen, hingga kemudian terpilih dalam pemilu tahun 2014," ungkap Teuku Hadi, menerjemahkan penjelasan anaknya yang berbicara dalam bahasa Jerman.

Lalu bagaimana pendapatnya tentang Aceh?

"Sangat luar biasa dan sangat berkesan. Budaya di Aceh sangat berbeda dengan budaya di negara-negara barat. Semua orang ramah sekali, udaranya juga sangat asri," kata Marc yang kali ini berbicara dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan oleh Munawarliza.

Marc yang masih lajang ini juga membuka peluang untuk menikah di tanah indatunya.

"Karena masih single terbuka peluang menikah di mana saja," ujarnya tertawa menanggapi pertanyaan tersebut.

Marc berada di Aceh hingga dua hari ke depan. Selama di Aceh, Marc dibawa mengunjungi sanak keluarganya, serta berkunjung ke sejumlah lokasi bersejarah.

"Agar dia tidak pernah lupa pada tanah leluhurnya," ungkap Teuku Hadi. (zainal arifin m nur)

Sumber: tribunnews.com
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.