2017

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agam Inong Aceh Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bimtek Dana Desa Bireuen Bisnis Blue Beetle BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya BUMN Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI DPRK Lhokseumawe Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gaya Hidup Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf Israel IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa Lapas Lapas Klas I Medan Lapas Tanjungbalai lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Modal Sosial Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narapidana Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patani Patroli Pekalongan Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Penelitian Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh Pilkades Pj Gubernur PKI PLN PNL Polisi Politik Pomda Aceh PON Aceh-Sumut XXI Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Stunting Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama Universitas Malikussaleh USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

StatusAceh.Net - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menemukan cadangan minyak dan gas (migas) 230 miliar barel di Simeulue, Provinsi Aceh.

Cadangan migas yang sangat besar itu muncul pascatsunami dahsyat menerjang Aceh.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Mukhtar Tompo, di Makassar, Kamis (2/11/2017).

Disebutkan Mukhtar, potensi migas tersebut mengalahkan cadangan migas Arab Saudi yang diperkirakan mencapai 220 miliar barel.

''Pas raker dengan kami, BPPT membuka potensi migas ini (230 miliar) di Simeuleu, Aceh. Kami kaget karena ini lebih tinggi dari cadangan minyak Arab Saudi,'' ujarnya di Makassar, Kamis (2/11/2017).

Dia menjelaskan, cadangan migas ini merupakan misteri alam.

Sebab, munculnya setelah peristiwa tsunami pada 2004 lalu.

Menurutnya, saat terjadinya tsunami, lempengan-lempengan bumi yang mengandung migas berputar dan masuk ke wilayah Aceh.

''Tsunami bukan hanya berdampak ke kesusahan di Aceh tetapi menjadi berkah ke sektor migas,'' jelasnya.

Untuk itu, dia meminta BPPT dan Kementerian ESDM menindaklanjuti temuan ini.

Alasannya, cadangan ini harus digarap maksimal, sehingga dapat mendorong peningkatan produksi migas nasional.

''Usai reses atau bulan ini, kita panggil BPPT, ESDM dan Pertamina untuk mengkaji temuan ini lebih lanjut,'' tandasnya.

Sebelumnya Kepala BPPT Said Jenie, menjelaskan, temuan yang didapati di daerah cekungan busur muka setelah melakukan survei seismik di perairan barat Aceh dalam kedalaman 500-800 meter dari dasar laut yang mempunyai kedalamam 1.100 meter, mendapati perkiraan volume cadangan antara 17,1-10 miliar kubik.

“Bila diketahui 1 meter kubik cadangan 6,29 barel, volume total minimumnya adalah 107,5 miliar barel dan volume maksimum 320,79 miliar barel,” jelasnya.

Menurut Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi BPPT Yusuf Surahman, penemuan cadangan migas tersebut ditemukan pada porositas 30%. Porositas adalah potensi batuan mengikat minyak.

Biasanya, kata dia, dari potensi cadangan tersebut, kandungan minyaknya hanya 15%.

“Dengan demikian, cadangan minyaknya diperkirakan bisa sampai 53 miliar barel,” ungkapnya.

Said menambahkan, penemuan ini sudah dilaporkan kepada Presiden untuk ditindaklanjuti.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada penawaran untuk melakukan studi lanjutan dari PT Pertamina (persero).

“Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan dari Dirjen Migas Departemen ESDM,” kata Said.

Pengamat perminyakan dari Exploration Think Thank Indonesia Andang Bachtiar menyatakan, setidaknya memerlukan waktu tiga tahun untuk membuktikan cadangan minyak ini.

“Untuk biaya seismik ini saya perkirakan bisa US$5 juta-10 juta,” ujarnya.

Apabila cadangan minyak di Aceh ini memang terbukti, maka dapat dikatakan cadangan ini yang terbesar di dunia.

Sebagai perbandingan, jumlah cadangan terbukti untuk Arab Saudi sebesar 264,21 miliar barel dan jumlah cadangan untuk lapangan Banyu Urip, Cepu adalah sekitar 450 juta barel.

Lapangan migas dapat dikategorikan sebagai lapangan raksasa apabila volume cadangan terhitung mencapai 500 juta barel.

Diincar tsunami 

Indonesia dikenal sebagai daerah yang rawan gempa. Salah satu penyebabnya, Indonesia merupakan salah satu titik tempat bertemunya lempeng Eurasia, Pasifik, dan Australia. Daerah yang paling rawan dilanda gempa adalah Pulau Sumatera.

Sumatera juga dilintasi sesar Semangko yang membujur dari ujung utara Sumatera di Aceh hingga Sumatera bagian Selatan di Lampung.

Kondisi tersebut mengonfirmasi seringnya gempa di wilayah Sumatera dengan kekuatan 7 SR-9 SR. Jumlah nyawa dan harta tak terhitung lagi.

Gempa berskala 9,3 SR yang menghantam Aceh, 26 Desember 2004, merupakan salah satu contoh gempa terbesar selama 48 tahun terakhir yang terjadi di Sumatera karena pertemuan lempeng tersebut.

Gempa yang disusul tsunami itu, getarannya terasa sampai Malaysia, India, Sri Lanka, Maladewa, Banglades, Thailand, dan Somalia.

PBB mencatat 186.983 orang tewas akibat gempa dan tsunami itu. Adapun Geological Survey Amerika Serikat menyatakan, korban tewas 283.100 jiwa. Korban yang berada di Indonesia, utamanya Aceh, mencapai 160.000 jiwa.

Kerusakan parah terjadi di Banda Aceh. Khusus di Simeulue sebanyak 13.022 bangunan berupa rumah, gedung sekolah, dan rumah ibadah rusak.

Secara geografis, Pulau Simeulue merupakan pulau terdepan yang berderet dengan Nias, Mentawai, dan Pagai menghadap Samudra India. Saat tsunami menggulung, pulau-pulau inilah yang paling awal dihantam.

Saat tsunami tahun 2004, tujuh korban tewas di Simeulue. Tanpa mengecilkan arti nyawa, jumlah tujuh jiwa itu terlampau sedikit jika dibandingkan dengan ratusan ribu jiwa lainnya di daerah lain.

Mengapa jumlah korban begitu minim? Apa kunci masyarakat Simeulue untuk menghindar dari amukan tsunami?

Tak lain adalah kearifan lokal tentang smong. Orang Simeulue menyebut ombak besar dengan kata smong. Kata ini juga merujuk pada tsunami atau gulungan ombak besar yang pernah menghancurkan desa di Simeulue pada ratusan tahun lalu.

Cerita smong diduga mulai muncul setelah tsunami besar tahun 1907 di Simeulue.

Warga Simeulue kemudian memelihara cerita tentang smong ini secara turun-temurun dan secara lisan sebagai ajaran hidup: jangan sampai sanak keluarga tewas digulung smong.

Dalam cerita itu disebutkan, ketika gempa datang, disusul air laut surut, maka warga sebaiknya segera pergi ke dataran tinggi atau perbukitan.

"Karena itu tanda smong segera datang. Gelombang besar yang akan merusak rumah dan membunuh warga," jelas Akil Rozha, warga Simeulue.

Diwariskan melalui cerita, lagu, dan belakangan masuk ke kurikulum sekolah dasar dalam bentuk muatan lokal. Selain belajar dari buku, para siswa dilibatkan dalam simulasi menghadapi gempa.

Jalur evakuasi


Cerita smong sebagai pegangan mitigasi bencana memang efektif. Namun, itu saja belum cukup untuk melindungi warga dari bencana.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Simeulue berencana membangun 16 selter tersebar di setiap kecamatan. Selter yang dibangun di perbukitan dengan ketinggian 30 meter sampai 50 meter dari permukaan air laut dirancang mampu menampung sampai 500 orang. Dana yang dibutuhkan mencapai Rp 37 miliar.

"Tujuannya agar warga tidak kehujanan atau kepanasan saat menyelamatkan diri," kata Jamal Abdi, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Simeulue.

Selama ini warga mengevakuasi keluarganya melalui jalur alami dan tradisional yang tidak semuanya mulus untuk dilalui. Apalagi menggunakan kendaraan bermotor yang bisa memicu kemacetan. Untuk itu, akan dibuat tanda khusus agar warga bisa memilih jalur yang layak.

"Sebenarnya mereka perlu dilatih, tetapi dananya belum cukup," ujar Abdi.(Kompas.com/Tribun Medan)

BIREUEN - Program Studi Perbankan Syariah (PS) Institut Agama Islam (IAI) Almuslim Aceh Paya Lipah menggelar acara silaturahmi bersama civitas akademika yang berlangsung santai dan meriah di De Kontana Cot Gapu, Bireuen, Sabtu (30/12/2017).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk gathering "Turn Back Sahabat Tersenyum" ini dihadiri oleh sejumlah alumni, mahasiswa, dosen serta beberapa investor bursa yang selama ini aktif di Galeri Investasi IAI Almuslim serta sejumlah kegiatan Prodi Perbankan Syariah.

Panitia Pelaksana Furqan mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan akhir pekan ini untuk menguatkan ikatan persaudaraan sesama alumni dan mahasiswa serta dosen.

"Gathering ini juga menjadi wadah negosiasi bisnis bagi alumni yang sedang mengembangkan usahanya untuk berbagi pengalaman dan jaringan dengan dosen dan investor bursa yang hadir," ungkapnya.

Dunia wirausaha, tambah Furqan kedepan akan menjadi sesuatu yang lebih menarik, karena selama ini mindset mahasiswa umumnya lebih cenderung suka menjadi karyawan dari pada pemilik usahanya sendiri.

Dosen Perbankan Syariah Anwar Ebtadi menyebutkan, beberapa alumni pertama dari PS IAI Almuslim yang telah lulus juga langsung digaet oleh perusahaan sekuritas seperti First Asia Capital (FAC) yang ada di Banda Aceh dan Surabaya.

"Perusahaan sekuritas nasional ini, hingga kini sudah merekrut dan memperkerjakan 2 mahasiswa terbaik PS IAI Almuslim Aceh Paya Lipah, selain itu beberapa mahasiswa lainnya juga digaet oleh perusahaan perbankan seperti BPRS dan Bank BPTN Syariah Banda Aceh," sebutnya saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Menurut Anwar, mahasiswa saat ini harus punya kemauan dan kerja keras untuk dapat bersaing ditingkat nasiona. "Selama kita punya kemauan dan kerja keras insya Allah kita akan sanggup bersaing dengan kampus lain yang notabenya kampus favorit lainnya di Indonesia," kata mantan Prodi PS IAI Almuslim tersebut.

Mahasiswa IAI Almuslim Sabet Juara Kompetisi YNS


Dalam kesempatan yang sama, Anwar juga mengungkapkan prestasi yang kembali diraih oleh PS IAI Almuslim yang berhasil keluar sebagai juara terbaik se Aceh selama 3 periode berturut-turut dalam kompetisi Yuk Nabung Saham (YNS) yang digelar oleh Bursa Efek Indonesia yang diumumkan Rabu (30/12/2017) sore.

"Ada dua kategori yang berhasil diraih oleh IAI Almuslim di Kompetisi YNS ini se Aceh, untuk peserta dan pengurus Galeri Investasi sebanyak 5 orang dan untuk Galeri Investasi IAI Almuslim Aceh," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Prodi PS IAI Almuslim Junaidi juga mengungkapkan, prestasi yang diraih mahasiswa dalam kompetisi tingkat nasional tersebut sangat bagus.

"Ini sangat bagus untuk perkembangan Prodi PS IAI Almuslim Aceh kedepannya, kita harapkan mahasiswa bisa lebih semangat dan peka untuk terus bersain dalam investasi," jelasnya disela-sela kegiatan gathering.

Kita mau mahasiswa juga bisa lebih peka akan kebutuhan zaman dan adanya kegiatan gathering seperti ini tentu menjadi ajang saling berbagi inspirasi.

"Kedepannya kita harapkan acara seperti ini bisa dilakukan kembali dan bisa melahirkan ide-ide kreatif sehingga di tahun 2018 Perbankan Syariah IAI Almuslim Aceh makin menguatkan akarnya di bidang pasar modal, pasar keuangan dan dunia wirausaha," tutupnya.[Rill]

LHOKSEUMAWE- Selama tahun 2017, Polres Lhokseuamawe berhasil tangani kasus korupsi yang merugikan negara sebanyak 8.1 miliar. Kasus korupsi tersebut sudah dilimpahkan ke kejaksaan Negari Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman dihadapan awak media mengatakan, penanganan kasus korupsi di tahun 2017 targetnya hanya satu dan itu sudah dipenuhi dan nilai kerugiaan negaranya mungkin paling tinggi di Aceh sebanyak 8.1 Miliar, hal ini berdasarkan hitungan kerugian negara yang diaudit oleh BPKP terkait kasus korupsi banturan ternak.”ujar Kapolres saat dihadapan awak media, Sabtu pagi (30/12/2017)

Saat ini ada beberapa kasus korupsi yang sedang dilakukan penyidikan, hal ini belum bisa diungkap atas dasar Azas praduga tak bersalah dan akan diekspose apabila sudah ada kejelasan dalam kasus tersebut.” Imbuh Kapolres

Kapolres menambahkan, selain itu ada beberapa kasus yang meningkat, salah satunya judi online antar lintas negara yang sudah ditangani dengan bekerja sama dengan Polda. Kemudian ada juga kasus prostitusi dengan menyediakan tempat prostitusi dan ditangkap di daerah Muara Dua. Kemudian ada kasus gas 3 kg subsidi untuk masyarakat yang disalah gunakan yang sudah ditangani sebanyak 2 kasus.”ungkap AKBP Hendri Budiman.(RMD)

LHOKSEUMAWE- Polres Lhokseumawe Sita 5 senpi tahun 2017 di wilayah hukum Polres Lhokseumawe. Senpi tersebut disita dari berbagai kasus yang berhasil diungkap oleh Polres Lhokseumawe di wilayah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH dihadapan awak media mengatakan, ada beberapa kejahatan yang menonjol yang berhasil ditangani, pertama pembunuhan dan kepemilikan senjata api. Ada lima senpi yang diamankan dan Kasus kepemilikan senpi yang sedang ditangani sebanyak 2 kasus dan 3 kasus sudah dilimpahkan ke kejaksaan.”ujar Kapolres saat press release, sabtu pagi (30/12/2017)

“Terkait dengan kasus senjata api pelakunya berhasil ditangkap diantaranya terkait kasus pemerkosaan dan kepemilikan senjata api dan ada terkait pencurian. kasus ini ada yang masih dalam penyidikan dan ada yang P21.”imbuh Kapolres

Sambungnya, tersangka kepemilikan senpi ada 2 orang di tahun 2017 yang terjadi di daerah Banda Sakti Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara dan ada senjata api jenis revolver yang ditemukan berdasarkan laporan masyarakat. Senjata api yang ditemukan menurut pengakuan mereka merupakan senjata api sisa konflik.”jelasnya

“jadi kurang lebih ada 10 kasus yang menonjol yang dapat diungkap oleh Polres Lhokseumawe.” Terangnya.(RMD)

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo di Alor, NTT. Foto: Kemendes PDTT
Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menegaskan penggunaan dana desa wajib dilakukan secara swakelola atau dikelola mandiri. Hal tersebut disampaikan di hadapan kepala desa dan tokoh masyarakat saat kunjungannya ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Pemerintah akan mengintensifkan program padat karya dari dana desa mulai 2018. Nantinya ada 30 persen dana desa yang dialokasikan untuk program padat karya. Eko mengatakan jika ada Rp60 triliun alokasi dana desa, maka Rp18 triliun di antaranya digunakan untuk membiayai program padat karya. Dana sebesar itu diharapkan bisa menciptakan 5 juta hingga 6,6 juta tenaga kerja. 

“Para tenaga kerja ini diproyeksikan terlibat dalam berbagai proyek yang dibiaya dana desa seperti pembuatan infrastruktur dasar hingga pengembangan empat program prioritas,” ujar Eko dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Desember 2017.

Untuk program padat karya, kata Eko, ada Surat Keputusan Bersama (SKB) dari empat kementerian yakni Kementerian Keuangan, Kemendes PDTT, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai landasan pelaksanaan program. Dalam SKB empat menteri tersebut, salah satu titik tekannya adalah larangan pengunaan kontraktor dalam berbagai program pembangunan di kawasan perdesaan.

Semua proyek pembangunan harus dilaksanakan secara swakelola. Sehingga, tenaga kerja, bahan material, hingga konsumsi yang digunakan selama pelaksanaan proyek berasal dari warga desa sendiri.

“Dengan demikian akan ada peningkatan daya beli hingga mencapai Rp100 triliun di kawasan perdesaan,” katanya.

Eko menekankan agar para kepala desa tak takut dikriminalisasi dalam melaksanakan dan mengawal proyek padat karya. Eko menjamin kesalahan kepala desa sebatas administratif dan tak akan ditindaklajuti secara hukum.

Satuan Tugas (Satgas) Dana Desa Kemendes PDTT akan melakukan advokasi atau pendampingan terhadap kesalahan-kesalahan prosedur seperti itu.

“Namun jika ada indikasi korupsi atau secara sengaja menyelewengkan dana untuk kepentingan pribadi, maka tidak akan ada ampun untuk diajukan ke aparatur penegak hukum. Masa bulan madu untuk menoleransi tindakan-tindakan yang berindikasi pada penyelewengan dana desa telah selesai,” kata dia.| Metrotv

Ilustrasi
Lhoksukon - Panglima Laot (Lembaga Adat Laut) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, meminta para nelayan untuk tidak melaut di dekat anjungan produksi minyak dan gas North Sumatra Offshore (migas NSO)-A di lepas pantai Jambo Aye, karena sangat berbahaya.

Sekretaris Panglima Laot Aceh Utara Asnawai Idris saat dihubungi di Lhoksukon, Jumat (29/12) menyatakan, telah mengumumkan ke nelayan bahwa mencari ikan di dekat lokasi produksi migas itu sangat berbahaya, karena bisa menimbulkan korban jiwa jika sewaktu-waktu terjadi kebocoran pipa.

Anjungan produksi migas lepas pantai North Sumatra Offshore milik Pertamina Hulu Energi North Sumatra Block (PHE NSB) dan PHE NSO tersebut berada di sekitar 10 mil atas perairan Jambo Aye, Aceh Utara.

"Kami para perwakilan nelayan, termasuk Panglima Laot dari 8 kecamatan yang ada di Aceh Utara tadi pagi disosialisasi oleh PHE NSB di sebuah gedung di Lhokseumawe terkait dampak bahaya ini," ujarnya.

Dalam sosialisasi itu, menurut diai, salah satu yang dijelaskan PHE adalah ketika sewaktu-waktu terjadi kebocoran pipa, maka akan mengeluarkan zat kimia yang sangat berbahaya dan mematikan jika terhirup oleh manusia.

Oleh karena itu, ia meminta agar para nelayan Aceh Utara untuk tidak mendekati lokasi produksi migas tersebut. Jarak aman bagi nelayan adalah tiga (3) kilometer dari anjungan.

Dikatakannya, di lokasi produksi migas selama ini memang diketahui nelayan setempat sebagai wilayah yang banyak terdapat ikan bersarang dan bersembunyi, sehingga mereka dapat dengan mudah menemukan kelompok ikan dari beragam jenis.

Manajer Hubungan Masyarakat PHE NSB Armia Ramli saat dihubungi secara terpisah membenarkan bahwa pihaknya telah menggelar sosialiasi kepada para perwakilan nelayan mengenai faktor keamanan saat melaut di kawasan jalur anjungan migas lepas pantai.

Tujuannya, menurut dia, memberikan pemahaman mengenai prosedur standar operasional keamanan itu untuk disosialiasikan lagi kepada nelayan, khususnya yang ada di Aceh Utara.

Dijelaskannya, selama ini para nelayan kerap melakukan aktivitas penangkapan ikan di dekat anjungan produksi migas yang sangat berbahaya, misalnya saja jika sewaktu-waktu terjadi kobocoran pipa.

"Jarak yang harus dihindari oleh nelayan dari anjungan produksi migas ini adalah tiga kilometer. Jika terjadi kebocoran pipa, maka pada jarak tersebut dipastikan nelayan akan aman," demikian Armia Ramli. | Antara

Sydney - Bulan Juni 2017 lalu, lima puluh anak-anak Australia memperkenalkan budaya Indonesia di empat negara Eropa dengan menampilkan tarian Aceh.

Gondwana Choirs, kelompok paduan nasional Australia untuk anak-anak, menggelar tur membawakan tarian Ratoh Duek di empat negara, Estonia, Lituania, Latvia, dan Iceland.

Semua berawal pada bulan Januari 2015 lalu, saat Lyn Williams, Direktur Artistik dan pendiri Gondwana Choirs, kelompok paduan suara nasional Australia untuk anak-anak, ingin agar anak-anak belajar menari dan menyanyi Ratoh Duek asal Aceh. Ia menganggap tarian Aceh ini sangatlah luar biasa.

Lyn, yang juga pernah masuk ke dalam daftar 100 perempuan paling berpengaruh di Australia, kemudian menghubungi Suara Indonesia Dance.

Sanggar tari Suara Dance Indonesia yang berbasis di Sydney dikenal tidak hanya menampilkan tarian-tarian Nusantara, tapi juga memberikan pelatihan dan pengajaran sejumlah tarian Indonesia, khususnya dari Aceh.

Pendiri Suara Indonesia Dance, Alfira O'Sullivan bersama suaminya Murtala kemudian merasa tertantang dengan permintaan Lyn untuk mengajarkan tarian Ratoh Duek kepada anak-anak.

Tarian Ratoh Duek menggunakan lirik dalam bahasa Aceh dan hal ini menjadi hal yang sulit untuk diajarkan kepada anak-anak, apalagi mereka juga tidak bisa berbahasa Indonesia.

"Pernah dalam latihan kita mengulang-ulang satu ucapan yang pengucapannya sulit, sampai mereka harus benar-benar bisa," kata Alfira.

untuk mengetahui tarianRatohDuek dan Suara IndonesiaDance.

Kerja keras yang luar biasa dari anak-anak ini membuat Murtala, pria kelahiran Aceh, dan Alfira, yang juga memiliki daerah Aceh, merasa sangat terharu.

Belum lagi dalam tarian ini, anak-anak harus duduk di lantai, sementara banyak diantara anak-anak yang awalnya tidak nyaman karena tidak biasa.

Semangat yang dimiliki anak-anak tersebut membuat Murtala dan Alfira kagum.

"Ada rasa bangga dan senyum lebar saat melihat wajah anak-anak setelah pertunjukan usai dan antusias penonton yang luar biasa, dengan tepuk tangan yang tak putus-putus,"

- Alfira dan Murtala, pendiri Suara Indonesia Dance.

Ratoh Duek yang dibawakan oleh anak-anak Australia ini langsung populer di Australia karena dianggap memiliki unsur yang lengkap, dari lagu, musik, dan gerakan. Dan dari kepopuleran inilah membuat mereka sampai diundang ke Eropa.

Artikel ini pernah dimuat di situs Australia Plus Indonesia pada 4 Mei 2017. | Detik.com

Takengon -- Gubernur Aceh Irwandi Yusuf melantik Shabela Abubakar-Firdaus sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah periode 2017-2022 dalam Paripurna Istimewa DPRK Aceh Tengah, Kamis 28 Desember 2017.

Pelantikan yang dilakukan pukul 10.45 pagi ini sekaligus menandai berakhirnya kepemimpinan Nasaruddin dan Khairul Asmara yang telah menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati AcehTengah periode 2012-2017.

Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, sejumlah bupati dari kabupaten tetangga, para anggota DPR RI dan DPD RI, anggota DPRK Aceh Tengah, serta sejumlah tamu lainnya.

Pelantikan ini adalah akhir dari seluruh rangkaian proses panjang pelaksanaan Pilkada Aceh Tengah.

Dari enam kandidat yang maju, pasangan Shabella Abubakar dan Haji Firdaus diketahui memperoleh suara terbanyak, yaitu sebesar 30,53 persen.

Data ini, menurut Gubernur, menjadi bukti bahwa pasangan ini mendapat kepercayaan paling besar dari penduduk di Aceh Tengah.

Dalam arahannya Gubernur meminta Shabela Abubakar-Firdaus agar memimpin Aceh Tengah dengan baik. Gubernur juga meminta keduanya memikirkan terobosan-terobosan baru guna meningkatkan kemajuan Aceh Tengah.

Potensi pertanian dan sektor pariwisata juga diminta terus digarap secara maksimal, termasuk terus memproduksi dan mempromosikan Kopi Gayo ke luar.

BUMD bidang pertanian juga diminta ditingkatkan untuk menampung hasil pertanian rakyat, agar petani tidak terjerat oleh tengkulak.

Gubernur juga mengatakan, sebagai wilayah yang dekat dengan kawasanTaman Nasional Gunung Leuser, Pemerintah Aceh Tengah memiliki kawasan hutan lindung yang sangat baik seluas hampir 280 ribu hektar.

Untuk itu, Bupati dan Wakil Bupati diminta memberi perhatian bagi kelestarian kawasan hutan agar terhindar dari ulah para pengrusak hutan.

Selain itu, sebagai daerah yang berjuluk kabupaten rendah emisi, Aceh Tengah juga disebutkan menjadi pusat pengembangkan energi terbarukan untuk wilayah Aceh.

Dalam konteks tersebut, Gubernur mengatakan, telah dibangun PLTA Peusangan yang diperkirakan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 88 Mega Watt.

"Saat ini pembangunan PLTA itu telah mencapai 60 %. Untuk itu saya meminta Saudara Bupati dan Wakil Bupati untuk mendukung percepatan pembangunan PLTA itu agar selesai tepat waktu," ujar Gubernur.

Selain itu, dalam rangka mewujudkan sistem pemerintahan yang bersih dan transparan, Gubernur juga mengimbau agar Bupati dan Wakil Bupati terus mendorong semangat reformasi birokrasi berkenaan dengan akuntanbilitas kinerja pemerintahan, akuntanbilitas pengelolaan keuangan, dan akuntanbilitas kinerja ekonomi.

"Bangun komunikasi efektif dengan legislatif. Upayakan pembahasan dan pengesahan APBK tepat waktu agar pembangunan setiap tahunnya dapat dimulai lebih awal," pesan Gubernur.

Untuk memaksimalkan pelayanan publik, Gubernur meminta sistem pelayanan terpadu satu pintu untuk berbagai perizinan harus diefektifkan.

"Saya berharap saudara berdua bisa membina komunikasi dan kerjasama yang baik dengan kami agar kita dapat merancang dan mensinergikan pembangunan di daerah ini dengan baik."

Sementara itu, untuk mendukung kemajuan Aceh Tengah, Gubernur juga mengatakan akan memperpanjang landasan pacu Bandara Rembele di kabupaten tetangga, Bener Meriah, agar bisa disinggahi pesawat dengan ukuran yang lebih besar.

Dalam arahannya, Gubernur juga berharap agar program, visi dan misi yang diusung Shabella Abubakar dan Haji Firdaus dapat sejalan dengan Visi dan Misi Pemerintah Aceh.

Sementara Bupati Shabela Abubakar dalam sambutannya usai dilantik juga menyampaikan sejumlah permohonan kepada Gubernur.

Di antaranya meminta Pemerintah Aceh menghibahkan tanah di kawasan Blang Bebangka kepada Pemkab Aceh Tengah.

Selain itu juga terkait pembangunan jalan penghubung Aceh Tengah - Bireuen, percepatan pembangunan Rumah Sakit Regional Aceh Tengah, serta sejumlah hal lainnya.

Menanggapi hal tersebut Gubernur mengatakan akan menindaklanjuti dan mengabulkan semua permintaan Sang Bupati. [Rill]

Banda Aceh - Pemerintah Aceh bersama BPJS Kesehatan menandatangani kesepakatan kerja sama melanjutkan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tahun anggaran 2018.

Penandatanganan itu dilakukan antara Gubernur Aceh, drh. Irwandi Yusuf, M. Sc, dengan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Aceh-Sumut, Dr Budi Muhammad Arief MM, di ruang rapat P2K Setda Aceh, Selasa (26/12/2017).

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, Lc, MH yang turut hadir dalam kegiatan itu menyebutkan bahwa kesepakatan  tersebut ditanda tangani Pemerintah Aceh dan BPJS sebelum berakhir tahun anggaran 2017, agar pelayanan berobat gratis kepada masyarakat Aceh melalui kartu JKA Plus tidak terputus dan terus berlanjut pada tahun 2018.

Mengutip Gubernur Irwandi Yusuf, Mulyadi Nurdin menyebutkan, demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, maka program JKA ditambah menjadi JKA Plus yang nilai preminya masih tetap Rp 23 ribu/jiwa/bulan, namun bedanya, dalam JKA Plus ini pasien tidak lagi direpotkan berbagai urusan administrasi saat berobat ke RSU Pemkab/Pemko maupun RS Pemerintah Aceh.

Menurutnya Gubernur Irwandi sudah memerintahkan Kadis Kesehatan Aceh, Direktur RSUZA, RSIA dan RSJ serta RSU Kabupaten/Kota untuk menyiapkan satu loket yang khusus  mengurus kelengkapan administrasi pasien yang berobat ke rumah sakit.

Gubernur Irwandi Yusuf menginginkan agara keluarga pasien jangan dibebankan untuk foto copy surat ini dan surat itu. Jadi, ketika masyarakat mau berobat ke rumah sakit umum, mereka cukup menunjukkan kartu JKA Plusnya, KTP atau KK, lainnya diurus oleh petugas loket JKN-KIS dan JKA Plus yang ada di masing-masing RSU Pemkab/Pemko dan Pemprov Aceh.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Irwandi mengingatkan pihak BPJS Kesehatan agar tidak telat membayar klaim kepada rumah sakit yang telah melayani pasien. Kalau itu yang terjadi, maka pelayanan pihak rumah sakit kepada pasien JKA Plus bisa menurun. Obat yang dibutuhkan bisa tidak ada, kemudian stok barang habis pakai yang diperlukan untuk meningkatkan pelayanan pasien akan habis.(Rill)

LHOKSEUMAWE- Sat Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu. SH berhasil meringkus dua pelaku pencurian mobil dan pembobol rumah yang beraksi di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

Tersangka yang ditangkap yakni ES als G (35) tahun warga Muara Dua yang juga Residivis kasus senpi dan penembakan serta YU Als YUS (31) tahun warga Kuta Makmur, aceh Utara yang juga resedivis kasus Narkoba.

Saat diwawancara awak media, tersangka juga mengakui bahwa dalam melakukan aksi pencurian, salah satu komplotan mereka masuk dengan ritual hanya memakai celana pendek sebagai syarat atau ilmu agar aksi mereka berhasil dan korban tetap nyenyak tidur.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu. SH mengatakan, ditangkapnya tersangka menindaklajuti laporan masyarakat terkait pencurian pemberatan yang terjadi Jum'at (17/12) pukul 04.30 Wib, di rumah korban Adi (52) Dosen warga  jalan SD No. 12 Dusun B Arongan Desa Panggoi Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe.

Barang korban hilang akibat pencurian tersebut berupa 1 unit mobil merk KIA type Visto MT Nopol BK 1697 BA , 1 unit laptop Merk Dell Vostro 12 inc warna hitam, 1 unit hp merk Blackberry type Z3, 1 unit hp merk Xiaomi Mi-MAX, 3 buah dompet berisikan kartu ATM,KTP, SIM, BPJS, 1 buah tas ransel berisikan buku catatan dan kas, 1 buah kunci sepmor Honda Vario No. Pol : 3395 NW beserta STNK dan uang tunai Rp.1.080.000.”ujar AKP Budi Nasuha

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, dua tersangka berhasil ditangkap di Desa Meunasah Mesjid Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe dan hasil pengembangan kedua tersangka,  tim berhasil menyita barang bukti mobil unit mobil merk KIA, type Visto MT Nopol BK 1697 BA milik korban yang disembunyikan di lokasi hutan di Simpang 3 Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara.
Dari hasil pengakuan kedua tersangka, mereka melakukan aksi pencurian tersebut bertiga bersama dengan rekan mereka an. AR  yang saat ini masih DPO dan sebelumnya meraka juga beraksi di rumah hakim di Lhoksukon.

Kasus ini masih terus didalam didalami dan masih dikembangkan oleh tim, terkait tindak pidana lain yang dilakukan komplotan mereka.” Tegas Kasat Reskrim.(RMD)

Jakarta - Penolakan otoritas Hong Kong atas kedatangan ustad Abdul Somad memantik keprihatinan dari sejumlah pihak. Diantaranya adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan supaya Somad bisa bersabar dan mengambil hikmahnya.

MUI meyakini kejadian itu muncul karena kurangnya informasi yang diperoleh oleh imigrasi Hong Kong. Khususnya terkait data pribadi Ustaz Abdul Somad.

’’Sehingga (imigrasi Hongkong, red) melakukan tindakan deportasi,’’ tuturnya saat dihubungi Jawa Pos.

Menurut Zainut kejadian seperti yang dialami Somad sejatinya sering menimpa warga negara Indonesia lainnya.

Dia menjelaskan bahwa petugas imigrasi setempat memiliki otoritas untuk menolak atau menerima kedatangan warga negara asing masuk ke negaranya.

Zainut mencontohkan selama 2017 petugas imigrasi di bandara Soekarno-Hatta telah mengamankan dan menolak kedatangan 562 orang warga negara asing.

’’Mayoritas mereka adalah warga negara Tiongkok,’’ jelasnya. Informasi itu didapat Zainut dari Imigrasi Klas I Soekarno-Hatta.

Dia membenarkan bahwa hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait penolakan Somad oleh petugas imigrasi Hong Kong.

Untuk itu MUI meminta kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia, melalui Konjen di Hongkong untuk membuat nota protes.

Tujuannya supaya pemerintah Hong Kong bisa memberikan penjelasan atau klarifikasi atas penolakannya terhadap Ustaz Somad. | JPNN

Lhoksukon - Akibat Kebocoran Gas 15 Kg tujuh orang di Gampong Alue  Keurinyai Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara dikabarkan Tersambar Api, Rabu (27/12/2017) sekitar pukul   14.02 WIB tadi, salah satu diantaranya mengalami luka bakar berat.

Informasi yang dihimpun StatusAceh.Net,  insiden itu terjadi ketika Arif Mulia memperbaiki kebocoran gas 15 kg sehingga tersambar api dan menyambar 7 orang yang berada disekitarnya.

Tujuh orang tersebut diantaranya,  Hamidah (68) mengalami luka berat, Rasya (11) luka ringan, Arif mulia (23) luka ringan, Mulyani (31) luka ringan, Fatimah (65) luka sedang,  Julia Nur (26) luka sedang dan  Nurhayati (70) luka ringan, Ketujuh orang tersebut merupakan warga setempat.

Pasca kejadian itu, Muspika dan jajaran Polsek setempat  mendatangi TKP dengan mengamankan barang bukti dan membawa korban ke rumah sakit PT.Arun, Lhokseumawe.

Sampai berita ini diturunkan belum ada info resmi tentang kondisi korban dari pihak terkait.(SA/TSA)

Penanaman di bekas lahan ganja di Aceh (Foto: Adhi Muhammad/kumparan)
StatusAceh.Net - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap 46.537 kasus peredaran narkoba sepanjang tahun 2017. Dari kasus itu, ada berbagai barang bukti narkoba yang disita di antaranya 51 ton ganja asal Aceh.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) mengatakan, ganja itu ditanam oleh para petani yang dimanfaatkan oleh bandar narkoba.

"Setelah evaluasi, petani ganja di Aceh hanya dimanfaatkan. Mereka dibayar untuk menanam, yang punya pasar yaitu pemodal," kata Buwas di Kantornya, Rabu (27/12).

Sehingga pihaknya mengajak Kementerian Pertahanan untuk memberikan penyuluhan terhadap para petani ganja agar beralih menanam tanaman lain yang lebih berguna. BNN juga menggandeng Bulog untuk memberdayakan ladang bekas ganja untuk ditanami tanaman pangan.

"Lahan eks ganja kita berdayakan petani di situ dengan lembaga terkait. Kita buat grand design dengan mengajak petani di Aceh dari ganja menjadi padi, kopi, jagung," katanya.

Buwas berharap selain dapat menekan produksi ganja tindakan ini juga dapat meningkatkan ketahanan pangan bangsa.

"Mudah-mudahan bisa jadi kegiatan program nasional, akhirnya bisa meningkatkan ketahanan pangan bagi negara kita," tutup Buwas.

Sepanjang tahun 2017, BNN menyita 4,71 ton sabu dan 151,2 ton ganja. Tak hanya itu, BNN juga berhasil menyita 2.940.748 butir atau 627,84 kilogram ekstasi.|Kumparan

Semarak sambutan 30 ribuan warga Aceh memadati Taman Ratu Safiatuddin, mendengarkan ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) dan mengikuti kumandang zikir dalam rangka memperingati 13 tahun tsunami Aceh, Selasa (26/12/2017).
StatusAceh.Net - Dalam ceramah yang digelar pemerintah setempat itu, di depan 30 ribuan warga, UAS menyampaikan setidaknya enam poin utama. Antara lain tentang cara menyikapi perbedaan pendapat di kalangan umat (khilafiyah) dan tentang penanggulangan LGBT.

Beda Hong Kong, beda Aceh. Tak lama setelah dideportasi dari Bandara Internasional Hong Kong, Sabtu (23/12/2017), Ustadz Abdul Somad (UAS) menyambangi bumi Serambi Makkah, Aceh.

Di Tanah Rencong ini, ustadz asal Riau itu disambut gegap gempita oleh puluhan ribu masyarakat Aceh, saat memberikan ceramah yang digelar pemerintah di Taman Ratu Safiatuddin, Kota Banda Aceh, Selasa (26/12/2017).

Masyarakat Aceh begitu antusiasnya menyambut kehadiran UAS. “Luar biasa sekali sambutannya. (Warga yang hadir) ada 30 ribu sampai meluber ke jalan-jalan, tak muat di lapangan,” wartawan hidayatullah.com Aceh, Musthofa Woyla melaporkan dari Aceh, Rabu (27/12/2017).

Dalam ceramah yang digelar pemerintah setempat itu, di depan 30 ribuan warga, UAS menyampaikan setidaknya enam poin utama. Antara lain tentang cara menyikapi perbedaan pendapat di kalangan umat (khilafiyah).

Kemudian soal peran seorang pimpinan atau pemimpin dalam Islam, peran orangtua dalam mendidik anak, serta soal penanggulangan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Selain itu, UAS dalam ceramahnya itu juga menyampaikan soal dukungan atas Palestina terkait kebijakan Presiden Amerikat Serikat tentang Baitul Maqdis.

UAS pun menyampaikan apresiasinya atas akhlak orang Aceh dalam menyambut dan memuliakan tamunya. Termasuk bagaimana cara tuan rumah itu menyenangkan orang yang lagi galau, dirundung oleh masalah.

Dalam acara itu, UAS dipakaikan pakaian adat Aceh sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan khusus kepadanya.

Dilaporkan bahwa acara tersebut dihadiri pejabat pemerintahan Aceh mulai jajaran Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah Kota. Diakui bahwa momentum seperti termasuk langka.

Sebelumnya, pada Sabtu (23/12/2017) lalu, UAS ditolak masuk Hong Kong bahkan dideportasi ke Indonesia oleh otoritas Bandara Internasional Hong Kong. Kejadian penolakan yang dinilai melecehkan warga negara Indonesia ini mengundang sorotan atas Hong Kong, sekaligus empati dan simpati terhadap UAS dari masyarakat. |
hidayatullah.com

LHOKSEUMAWE- Polres Lhokseumawe tempatkan satu Pos Pelayanan di terminal Bus Kota Lhokseumawe untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam rangka operasi lilin 2017.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH. S.Ik, MH melalui Kompol Ahzan, SH, S.Ik, MSM mengatakan, Operasi ini melibatkan personil TNI-Polri dan instasi terkait beserta komponen msyarakat lainnya yang berlangsung hingga 1 Januari 2018.

Gabungan personil di Pos Pelayanan terminal Kota Lhokseumawe ini hendaknya dapat menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat sepanjang libur natal dan tahun baru terhadap penumpang atau masyarakat yang berlibur."imbuhnya, selasa sore (26/12/2017)

Fokus pos pelayanan terminal adalah mengamankan terminal antisipasi dari calo, jambret, copet atau premanisme yang bisa menganggu kenyamanan masyarakat," ujar Kompol Ahzan

Meskipun ada Pos Pelayanan tersebut, Kompol Ahzan tetap menghimbau kepada masyatakat tetap waspada atas aksi pelaku kejahatan dan melaporkan ke Pos Kepolisian terdekat apabila terjadi gangguan kamtibmas."terangnya.(RMD)

Lhokseumawe- Patroli di Lokasi Wisata pantai, selasa siang (26/12) Polisi Ingatkan Orang Tua Awasi Anak Bermain Di Tepi Pantai untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Hal itu disampaikan petugas patroli Sabhara saat berpatroli di Pantai Ujung Blang tersebut terletak di Desa Ujung Blang Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

Kepolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kabag Ops Kompol Ahzan, S.Ik, MH mengatakan, Pantai adalah salah satu tujuan wisata yang paling banyak dipilih oleh masyarakat saat libur panjang, pantai dinilai cocok bagi anak-anak untuk sekedar bermain pasir atau air laut di pinggir pantai. Sehingga kehadiran Polisi berpatroli diperlukan untuk memberikan pesan kamtibmas dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengujung.

"Petugas patroli berpesan agar pengujung memperhatikan keselamatan keluarga saat mereka berlibur di lokasi pantai untuk mengantisipasi Insiden seperti tenggelam dan terbawa arus."imbuh Kompol Ahzan, Selasa sore (26/12)

Kepada masyarakat diimbau untuk selalu mengawasi keluarga khusunya anak-anak ketika bermain di pinggir pantai, dan jangan membiarkan mereka bermain sendirian untuk menghindari hal–hal yang tidak diinginkan."imbau Kompol Ahzan.(RMD)

Puluhan wartawan Aceh mengirim doa untuk sahabatnya yang meninggal dalam musibah tsunami 13 tahun lalu, di Taman Putroe Phang, Banda Aceh, 25 Desember 2017. Sebanyak 22 jurnalis Aceh meninggal saat tsunami. TEMPO/Adi Warsidi
Banda Aceh - Puluhan wartawan di Banda Aceh dari lintas organisasi dan media menggelar doa bersama untuk para sahabat yang meninggal saat bencana tsunami Aceh pada 13 tahun lalu. Doa berlangsung di Taman Putroe Phang, Banda Aceh, Senin malam, 25 Desember 2017.

Panitia acara, Yayan, mengatakan ada 22 wartawan Aceh yang meninggal saat tsunami terjadi. Sebagian dari mereka bahkan sedang menjalankan tugas jurnalistik.

"Kami berkumpul malam ini untuk mengirim doa kepada sahabat kami. Semangat mereka selalu kami ingat," ucapnya.

Jurnalis yang meninggal di antaranya Muharram, Nazamuddin Umar, Muhammad Rokan, Erwiyan Safri, Ridwan Ishak, Erismawati, Sayed Alwi, Aswin Choki, Taufan Nugraha, dan Safwan.

Ustad Akmal Abzal yang memimpin tausiyah menuturkan profesi jurnalis adalah mulia. "Bayangkan, saat tsunami terjadi, tanpa wartawan yang menulis, memotret, merekam, dan memberitakan, pasti Aceh sangat lama pulih," ujarnya.

Baca juga: BNPB: Seluruh Alat Pendeteksi Tsunami di Indonesia Rusak

Menurut dia, jurnalis Aceh juga telah berjasa dalam memberitakan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-tsunami. "Kerja-kerja jurnalis telah menggalang solidaritas semua pihak di seluruh dunia untuk membantu Aceh," kata Ustad Akmal.

"Semoga doa kita untuk para sahabat yang meninggal diterima oleh Allah SWT."

Tsunami yang terjadi pada Minggu pagi, 26 Desember 2004, menyebabkan lebih dari 200 ribu orang meninggal. Selain itu, ratusan ribu lain sempat kehilangan tempat tinggal dan hidup di tempat pengungsian.| Tempo

Martunis saat diangkat anak oleh Cristiano Ronaldo. [Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT]
Banda Aceh - Tepat 26 Desember 2004 atau 13 tahun lalu, bencana tsunami meratakan wilayah Serambi Mekah, Aceh dan menjadi kisah paling kelam. Seperti sudah kehilangan harapan, bencana tsunami tersebut benar-benar merenggut kebahagiaan masyarakat Aceh.

Salah satu bocah korban yang selamat kala itu, Martunis, membangkitkan kembali harapan itu. Dan kini, Martunis pun sudah beranjak dewasa dan masih tetap menjadi anak angkat dari mega bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

Dalam peringatan 13 tahun bencana tsunami Aceh yang jatuh tepat hari ini, Selasa (26/12/17), bagaimana kabar terakhir pemuda yang sempat trial di klub Portugal, Sporting Lisbon ini? Dilansir dari CNN Indonesia, Martunis kini tengah beristirahat di kampung halamannya, Banda Aceh, untuk menyebuhkan cedera lutut demi kembali bermain sepakbola.

“Saya menyukai sepakbola, sejak kecil sudah menyukai sepak bola. Saya selalu berusaha, kerja keras, untuk menjadi pemain profesional. Sekarang saya fokus untuk menyembuhkan lutut, saya berlatih ringan, dan selalu menghabiskan waktu di tempat fitness,” ujar Martunis.

Pada bulan Juli 2015 lalu, pria yang saat ini menginjak usia 20 tahunsempat menjalani trial di klub pertama Cristiano Ronaldo, Sporting Lisbon yang bermain di Primeira Liga, Portugal.

Setelah pulang ke Indonesia, pada bulan Februari 2017 kemarin, dirinya mencoba untuk mengikuti seleksi bersama klub Tanah Air, PS TNI U-21. Sayangnya, ia tak lolos lantaran mengalami cedera lutut.

Setelah lama tak terdengar kabarnya, Martunis sempat bergabung di tim bola Aceh, Askot PSSI dan Persiraja Banda Aceh. Tetapi, belakangan Martunis menghentikan sejenak aktivitasnya di lapangan rumput. Dia muncul dan menjadi perbincangan warganet karena mengikuti tes calon bintara polisi.

Singkat cerita, Martunis sendiri merupakan salah satu korban tsunami yang selamat. Ia sempat hanyut ke tengah lautan dan selama 21 hari, anak kecil yang saat itu masih berusia 8 tahun mempertaruhkan nyawanya di antara sampah-sampah dan puing-puing bangunan yang hancur oleh hantaman tsunami.

Saat ditemukan, pemuda kelahiran 10 Oktober 1997 ini mengenakan baju Timnas Portugal yang sudah lusuh. Martunis hanyut setelah terpisah dari keluarganya dari dalam mobil yang mereka kendarai saat kejadian nahas itu. Ronaldo yang melihat Martunis mengenakan jersey Portugal, mengangkatnya sebagai anak. | CNN

Banda Aceh - Pemerintah Aceh berencana membeli pesawat terbang jenis N219 produksi PT Dirgantara Indonesia (PT DI), dengan opsi untuk mengembangkan fasilitas produksi N219, kedirgantaraan serta antariksa di Aceh.
 
Untuk itu Pemerintah Aceh akan memfasilitasi lokasi area untuk keperluan beridirinya fasilitas kedirgantaraan tersebut.
 
Sebagaimana dikutip dari Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, hal tersebut dibahas dalam pertemuan antara Pemerintah Aceh dengan PT Dirgantara Indonesia, di Bandung pada 19 Desember 2017 lalu.

Mulyadi Nurdin menambahkan bahwa dalam kesempatan itu turut ditandatangani kesepakatan untuk melakukan kerjasama strategis antara Pemerintah Aceh dan PT Dirgantara Indonesia.

Dari Pemerintah Aceh ditandatangani oleh Penasehat khusus Gubernur Aceh, Capt. Muchammad Nasrun Natsir, sedangkan dari pihak PT Dirgantara Indonesia (PTDI) oleh Kepala Divisi Penjualan PT Dirgantara Indonesia (Persero), Ade Yuyu Wahyuna.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin menjelaskan bahwa pada kesempatan itu, pemeritah Aceh juga menyampaikan rencana untuk mengembangkan fasilitas dirgantara dan antariksa, antara lain, Aero City dengan fasilitasnya, termasuk kawasan industri dan MRO (Maintenance Repair Overhaul).
“Pemerintah Aceh akan membangun tiga Kawasan Ekonomi Khusus yang akan didukung oleh transportasi yang terintegrasi,” ujar Mulyadi Nurdin mengutip kesepakatan tersebut.

Merespon rencana tersebut, PTDI akan memberikan proposal terkait dengan pembentukan fasilitas final assembly lines N219, termasuk program pengembangan SDM putra daerah Aceh dalam bidang industri kedirgantaraan .

Proposal tersebut akan disampaikan kepada pemerintah Aceh pada akhir Januari 2018 mendatang.

Terkait dengan rencana Aceh membentuk Aero city, PTDI akan mempelajari kemungkinan untuk pendirian fasilitas ISH (Indonesia Service Hub) di Aceh, untuk menangkap costumer dari Asia Selatan dan Asia Tenggara.
 
Adapun N219 merupakan pesawat penumpang berkapasitas 19 orang  yang digerakkan dengan dua mesin turboprop produksi pratt and whitney aircraft of Canada Limited PT6A-42 masing-masing bertenaga 850 SHP.
 
Pesawat ini mampu terbang dan mendarat  di landasan pendek sehingga mudah beroperasi di daerah-daerah terpencil. PTDI sukses melakukan uji terbang perdana pesawat N219 pada 16 Agustus 2017 lalu.(Rill)

,
Lhokseumawe - Dalam memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1439 Hijriah, dan doa untuk memperingati 13 Tahun Tsunami Aceh, Ratusan jamaah TNI/Polri dan Masyarakat Kota Lhokseumawe melaksanakan Zikir bersama pimpinan pesantren Al Fachriyah Jakarta Habib Jindan Bin Nova.

Acara Tabliqh Akbar yang berlangsung di Masjid Islamic Center Kota Lhokseumawe, Senin (25/12/2017) malam, turut dihadiri pejabat TNI dan Pemko Lhokseumawe diantaranya, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, para Unsur Muspida, para Ulama dan Ribuan Jamaah.

Dikatakan Ketua panitia pelaksana Miswar, Tabliqh Akbar seperti Zikir bersama para Ulama dan Habib Jindan Bin Nova Bin Salim Bin Jiddan tersebut, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1439 Hijriah, dan juga dalam rangka memperingati 13 tahun Tsunami yang terjadi di Aceh, sebutnya.

Selanjutnya dalam sambutan Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya menyebutkan, sebagai umat muslim khususnya di Kota Lhokseumawe setiap musibah yang terjadi harus dapat memetik hikmah di balik semua itu dan juga dijadikan pelajaran agar kita memperbanyak berbuat kebajikan.

Pada malam ini, selain mengenang Bencana Tsunami Aceh, juga mendoakan untuk saudara-saudara kita seiman Palestina yang saat ini sedang mengalami musibah yang begitu besar yaitu penjajahan Israel, sebut Suhaidi Yahya.

Sementara itu, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono menyampaikan, bahwa islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang dan Persaudaraan. Agama yang diridlai Allah SWT, sebagai petunjuk manusia dalam mencapai kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan hidup yang haqiqi di akhirat kelak, tuturnya.

Karena, hadirnya agama islam di tengah-tengah manusia merupakan suatu rahmat bahkan kenikmatan yang besar bagi kita seluruh manusia dari Sang Pencipta  (Allah SWT). Dari itu, mari kita sama-sama mendekatkan diri, memohon ampun dan perlindungannya, Insya-ALLAH kita seluruh umat islam selamat dunia dan akhirat, pungkas Danrem Agus Firman Yusmono.(Laung)

StatusAceh.Net - Excavator alias Beko jatuh dari truk trailer pengangkutnya di Batu, Jawa Timur. Akibatnya, alat berat beserta truk yang mengangkutnya itu meluncur tanpa kendali dan menimpa 9 buah rumah.

Saksi korban Suparman (51) mengatakan, sebuah benturan keras terasa seperti gempa dan mengejutkan warga sekitar. Begitu keluar rumah, Suparman mendapati sebuah Excavator sudah berada di rumahnya.

"Saya dengannya seperti gempa. Saya keluar sudah ada beko di depan rumah. Saya kira rumah saya saja, tetapi dari ujung sana sudah dihantam," ujar Suparman di TKP, Jalan Ir. Soekarno Dusun Dadaptulis Utara, Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu, Selasa (26/12).

Truk trailer B 9355 HW bermuatan beko tersebut berjalan dari arah Batu hendak ke Surabaya. Tidak diketahui penyebabnya, truk meluncur deras dan menghantam deretan rumah. Turut menjadi sasaran, dua buah tiang listrik hingga menyebabkan listrik padam.

"Begitu terdengar suara tersebut, listrik langsung padam, dan warga lapor ke polisi terdekat," katanya.

Akibat kejadian tersebut tiga orang mengalami luka berat dan dilarikan ke rumah sakit Baptis Kota Batu. Korban adalah para pengemudi yang saat itu bersama keluarganya.

Akibat kejadian tersebut, sepanjang jalan arah Malang-Batu dan sebaliknya mengalami kemacetan. Apalagi suasana libur Natal dan Tahun Baru, membuat kesadaran tak terhindarkan.

Petugas kepolisian masih berusaha menormalisasi arus lalu listas, begitupun petugas dari PLN sedang berusaha agar listrik bisa nyala kembali.

Iwan, Asisten Manager PLN Jaringan Malang mengatakan saat kejadian aliran listrik ribuan rumah padam. Karena memang saluran yang robong mengaliri ribuan rumah.

"Saat kejadian 1000 lebih yang padam, karena jaringan melayani ribuan rumah. Akhirnya dijumper lewat kabel lain, akhirnya sampai sekarang sekitar 500 rumah masih putus. Diprediksi pekerjaan selesai malam hari, karena tiang patah," terangnya.

Petugas sempat berusaha melakukan evakuasi terhadap beko tetapi gagal karena crane tidak kuat. Hingga saat ini masih menunggu crane yang dikirim dari Surabaya.| Merdeka.com

Kapal nelayan di Aceh tak melaut. (Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh - Nelayan di Aceh hari ini memilih tidak melaut untuk memperingati 13 tahun tsunami. Setiap 26 Desember kini ditetapkan sebagai hari pantang melaut di Tanah Rencong.

Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek, mengatakan imbauan untuk seluruh nelayan sudah disampaikan jauh-jauh hari agar mereka tidak melaut. Keputusan larangan melaut pada 26 Desember ini diambil dalam musyawarah yang digelar pada 2005.

"Hari pantang melaut setiap 26 Desember disepakati pada duek pakat raya (musyawarah) ke-2 panglima laot seluruh Aceh tahun 2005 di Banda Aceh," kata Miftach saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (26/12/2017).

Imbauan agar tidak melaut ini, kata Miftach, sudah disampaikan kepada seluruh nelayan melalui panglima laot di daerah-daerah. Selama libur, mereka diminta berdoa dan menyiapkan berbagai peralatan kapal.

"Diharapkan kepada nelayan berdoa kepada Allah SWT untuk seluruh syuhada korban gempa tsunami," jelas Miftach.

Di Aceh, hari pantang melaut bagi nelayan adalah saat Lebaran Idul Adha dan Idul Fitri, masing-masing tiga hari, hari Jumat, peringatan tsunami, 17 Agustus, dan khanduri laut. Untuk khanduri laut, hanya libur bagi nelayan di daerah yang menyelenggarakannya.

Saat tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004, sekitar 80 ribu nelayan dan keluarganya menjadi korban. Selain itu, sebagian besar peralatan untuk menangkap ikan dan fasilitas pelabuhan lainnya hancur.

Menurut Miftach, nelayan yang tetap melaut hari ini akan dikenai sanksi adat. Hukuman itu berupa penyitaan hasil tangkapan hingga dilarang melaut.

"Sanksi adat, boat-nya ditahan atau tidak boleh melaut selama minimal 3 hari dan seluruh hasil tangkap disita untuk lembaga," ungkapnya. | Detik.com


Lhoksukon | 25 Desember 2017 - Pemerintah Aceh Utara menggelar peringatan 13 tahun gempa dan tsunami di Mesjid Agung  Baiturrahim Kota Lhoksukon, Aceh Utara.

"Peringatan 13 tahun gempa dan tsunami di Mesjid Agung  Baiturrahim Kota Lhoksukon," kata panitia, Tgk. Samsul Bahri, SHI, Senin (25/12).

Peringatan 13 tahun gempa dan tsunami Aceh digelar pada Senin 25 Desember malam Nanti. dimulai pukul 19.30 Wib. Peringatan 13 gempa dan tsunami tersebut diperingati melalui zikir akbar bersama Tu Sop Jeunieb.

Selain itu, sejumlah pejabat SKPK akan hadir di acara tersebut disamping tamu-tamu terhormat lainnya. Bupati Aceh Utara, H. M. Thaib juga mengharapkan, peringatan ini dilakukan dalam bentuk zikir dan doa supaya arwah para korban Tsunami mendapat kiriman pahala dari kita semua sekaligus mendoakan supaya Aceh diajuhkan dari segala macam bencana.

Secara terpisah, Himpunan Thalabah Aceh Utara (HATHAR) juga menghimbau kepada seluruh warga, khususnya pemuda dan santri Aceh Utara untuk hadir dan terlibat menyukseskan acara ini, demikian Himbauan Tgk. Zulfirman T. Ismail waktu dikonfirmasi Status Aceh.com.

Reporter: Martunis Nisam
Editor : Fauzi

LHOKSEUMAWE- Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik meninjau langsung pengamanan perayaan Natal dua gereja di Desa pusong Kota Lhokseumawe." Minggu malam (24/12)

Kedatangan Kapolres tersebut untuk memastikan bahwa perayaan Natal dan Tahun baru 2018 di kota Lhokseumawe benar-benar berlangsung aman, tertib dan nyaman.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kabag Ops Kompol Ahzan, SH, S.Ik, MSM mengatakan, dalam rangka pengamanan Natal 2017 dan tahun baru 2018 pihaknya mengerahkan sekitar 150 personil bersinergi dengan TNI, POM dan Instansi terkait untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang melaksanakan Natal dan tahun 2018.

"Malam ini unsur pimpinan Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman meninjau langsung  pengamanan dua gereja di pusong untuk memastikan kesiapan petugas dalam mengantisipasi gangguan kamtibmas."ujar Kompol Ahzan

Sejumlah gereja di Lhokseumawe yang dilakukan pengamanan dari pagi dan malam hari yakni Gereja Katholik St Mikael, Gereja Methodist Indonesia, Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan Kompol PT. PAG.

"Keempat gereja tersebut sebelumnya dilakukan sterilisasi oleh tim Jibom Brimob Jeulekat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan."imbuh Kompol Ahzan

Selain melakukan pengamanan di lokasi gereja pihaknya juga mengerahkan personil dibantu TNI dan Satpol-PP/WH untuk melakukan patroli dilokasi yang berpotensi rawan guantibmas."ungkapnya

Sekitar pukul 23.00 Wib, kegiatan kebaktian Natal sudah selesai, Alhamdulillah pengamanan malam ini sukaes dan berjalan dan lancar."terang Kompol Ahzan.(RMD)

Lhokseumawe- Polres Lhokseumawe kerahkan puluhan personil untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan arus lalu lintas memasuki libur panjang di kawasan Jalur lokasi wisata gunung salak jalan KKA perbatasan Aceh utara dan Bener Meriah, Provinsi Aceh." Minggu (24/12/2017).

Kepolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kabag Ops Kompol Ahzan, S.Ik, MH mengatakan, jalur lokasi wisata gunung salak tersebut merupakan salah satu titik rawan macet memasuki  hari libur karna lokasi tersebut menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai daerah yang ingin mengisi hari liburnya ke tempat-tempat wisata.

"Tingginya antusiasme masyarakat dari berbagai daerah untuk berwisata di Kawasan gunung Salak, menyebabkan meningkatnya volume kendaraan."ungkapnya, Minggu sore (24/12/2017)

Kompol Ahzan menambahkan, sejumlah personil ditempatkan di beberapa simpul rawan kemacetan, seperti di lokasi gunung salak, selain itu personil juga ditempatkan di lokasi wisata lain seperti Gua jepan, pantai ujung blang, water boom mangat ceria dan sejumlah objek wisata lainnya.

Sejak pagi tadi kondisi arus lalu lintas dikawasan lokasi gunung salak dan lokasi wisata lainnya aman dan lancar dan mulai ramai pengunjung."imbuhnya

“Setiap anggota kepolisian yang disiagakan nantinya akan melaksanakan pengamanan dengan patroli serta pengaturan arus lalu lintas. Kami imbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan berhati-hati di jalan mengingat cuaca selalu turun hujan sehingga menyebabkan jalanan licin dan rawan kecelakaan," terang Kompol Ahzan.(RMD)

Warga membaca surah Yasin di kuburan massal korban tsunami saat peringatan 12 tahun tsunami di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Senin (26/12). [Foto: Antara/Syifa Yulinnas ]
StatusAceh.Net - Dalam rangka memperingati 13 tahun tsunami yang menimpa Aceh, Gubernur Aceh Dr Irwandi Yusuf M.Sc mengintruksikan Dinas Syariat Islam Aceh mengadakan  zikir akbar  berskala internasional dengan tema “Selaras Menuju Sirathal Mustaqim”.

Perhelatan akbar itu akan dilaksanakan setelah Isya berjamaah di Taman Ratu Safaituddin (PKA) Banda Aceh, Selasa (26/12).

Acara yang didukung penuh oleh Pemprov Aceh itu  diperkirakan akan dihadiri oleh 7.000 jamaah. “Termasuk para ulama dari empat negara, yakni  Thailand, Brunai Darussalam, Yaman dan Malaysia,” kata Kadis Syariat Islam Aceh, Dr  Munawar  MA dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (22/12).

Ia menambahkan, Aceh dan zikir tidak bisa dilepaskan.  Oleh karena  itu, membudayakan zikir di seluruh Aceh adalah sebuah keniscayaan.

“Kita juga harus menampakkan kepada masyarakat dunia bahwa Aceh sudah aman dan nyaman dalam beribadah kepada Allah. Dengan sebab itu pula,  Aceh akan dilirik oleh investor untuk menanam modalnya,” tambahnya.

Ia juga mengemukakan, di antara yang terpenting dari tujuan perhelatan akbar itu, Aceh  kembali  merajut solidaritas, silaturrahim dan ukhwaah Islamiah antar umat, ulama baik di Aceh maupun di manca negara.

Rangkain acara yaitu terdiri dari  tausiah yang akan diisi oleh Habib Novel Alaydrus, Solo; zikir dan shalawat bersama ulama Aceh, Abu Muhammad Amin (Tu Min) Blang Bladeh, Abu Mustafa Paloh Gadeng, Waled Nuruzzahri Samalanga dan sejumlah ulama karismatik Aceh lainnya.

“Kami mewakili Pemerintah Aceh mengundang segenap masyarakat Aceh berpartipasi dalam acara zikir tersebut,” tutur Munawar.(Rol)


BELITUNG- Hari Ulang Tahun (HUT) Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Ke 28 berlangsung Sederhana di Kabupaten Belitung. Dengan mengusung Tema yang bertajuk Kerja Bersama Untuk Indonesia Pengurus Kabupaten PPI Belitung melakukan berbagai Aksi Sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sekitar. 

Kegiatan dimulai dari tanggal 21 Desember sampai 2017, meliputi Donor Darah dan Latgab Paskibra Sekolah se Kabupaten Belitung, berlanjut Sabtu (23/12) dilangsungkan kegiatan Makan bersama anak yatim dan Donor Buku di Panti Asuhan Annisah Fitriani Tanjungpandan. Selanjutnya Minggu pagi (24/12), kegiatan ditutup dengan penyaluran Donasi Bagi Anak Palestina yang disalurkan melalui Sahabat Shaleh Belitung di Kedai Trotoar Tanjungpandan.  

Ketua pelaksana, Muhammad Hibban Yanhasdin menjelaskan. ”Acara ini kami laksanakan dalam rangka memperingati HUT PPI ke 28, sebanyak 36 personil paskibraka Kabupaten Belitung angkatan 2017 menghadiri kegiatan HUT PPI tersebut. Mereka pun menyumbangkan 1 buku setiap satu orang dari mereka, yang di berikan secara simbolis kepada anak Panti.

Donor Darah
Beberapa rangkaian acara pun di sambut baik dari anak anak panti tersebut. Dari mulai menyanyikan yel yel Paskibra bersama, potong tumpang, donor buku, sampai makan bersama nasi liwet (makan bersama dengan cara di ampar dengan alas daun pisang). 

Acara bertambah meriah dengan hadirnya Kak Bayu Rizky dan Muhammad Refsa anggota PPI yang saat in i sedang mengikuti Pendidikan kedinasan di Poltekip Kemenkumham. Mereka membagikan hadiah kepada anak-anak Panti Asuhan yang bisa menghafalkan Nama Nabi dan doa Sehari-hari.

“Beberapa rangkaian acara pun sebelumnya telah kami laksanakan mulai dari latihan gabukan Paskibra sekolah, donor darah donor buku, hingga acara silahturahmi yang kita laksanakan malam ini, besok Kami akan salurkan bantuan untuk Anak- anak di Palestina bersama Sahabat Shaleh Belitung”,jelas Ketua Umum PPI Kabupaten Belitung Yovie Agustian.

Kegiatan Donor darah berhasil mendapatkan 15 Kantong darah dari Purna Pasibraka dan Masyarakat, kegiatan donor darah ini merupakan instruksi dari Pengurus Pusat yang diselenggarakan serentak se Indonesia bekerjasama dengan Markas PMI di masing-masing daerah.

" Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh Lapisan masyarakat yang sudah bekerjasama dalam kegiatan ini. Dan saya mengajak para Generasi muda agar berbuat hal posisitf yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami Pengurus Kabupaten PPI Belitung tetap konsisten dalam melakukan pembinaan generasi muda khususnya para Purna Paskibraka ",pungkasnya.(Red/rls)

BANDA ACEH - Tanpa terasa kejadian gempa dan tsunami yang pernah meluluhlantakkan sebagian besar kawasan pantai pesisir Aceh akan memasuki tahun 13, Selasa, 26 Desember ini.

Musibah dan peristiwa yang telah banyak menghilangkan harta benda dan ratusan ribu nyawa tersebut hingga kini masih terus dikenang melalui peringatan tsunami yang saban tahun digelar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Reza Fahlevi menyatakan, pada tahun ini, Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh dengan melibatkan stakeholder terkait di daerah akan menggelar peringatan tersebut di Kecamatan Leupung, Aceh Besar.

“Peringatan 13 tahun gempa dan tsunami di Aceh yang mengangkat tema “Melawan Lupa, Bangun Kesadaran Masyarakat menuju Budaya Siaga Bencana” akan kita gelar di halaman Masjid Al Ikhlas, Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Leupung, Aceh Besar," ujarnya.

Kegiatan yang akan berlangsung Selasa (26/12/2017) nantinya akan dihadiri langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh bersama Forkompimda dan undangan lainnya.

Pemilihan Kecamatan Leupung, sebut Reza sebagai lokasi utama penyelenggaraan peringatan tsunami didasarkan kepada kejadian masa lalu.

"Kecamatan Leupung juga mengalami dampak serius akibat gempa dan gelombang tsunami yang mengakibatkan kehancuran harta benda dan korban ribuan nyawa masyarakat setempat,” ungkap Reza.

Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa setiap tahun peringatan tsunami di berbagai kabupaten/kota di Aceh, khususnya daerah yang terkena Tsunami akan dilakukan secara sederhana dengan melibatkan masyarakat dengan agenda utamanya adalah “tafakur” dan “tasyakur” dalam bentuk doa dan tausyiah.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani menjelaskan, ada 4 (empat) tujuan utama yang ingin dicapai dari setiap penyelenggaraan peringatan gempa dan Tsunami Aceh pada setiap tahunnya, yaitu Refleksi, Apresiasi, Mitigasi dan Promosi.

“Kejadian gempa dan tsunami masa lalu sudah selayaknya menyadarkan kita betapa kecil dan tidak berdayanya manusia di hadapan Allah SWT, dan setiap kejadian bencana tersebut harus menjadi “ibrah” sebagai introspeksi diri dan inilah bagian dari refleksi," sebutnya.

Adapun Apresiasi, akui Rahmadhani, peringatan tsunami di Aceh akan selalu menjadi momentum penting untuk mengenang dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat nasional dan internasional atas segala dukungan dan solidaritas sosial dalam membantu pembangunan Aceh.

"Aceh berada di daerah rawan bencana “ring of fire”, khususnya gempa dan tsunami masyarakat Aceh harus bersahabat dengan bencana “living harmony with disaster” dan selalui membangun budaya siaga bencana dalam upaya mengantisipasi bencana-bencana yang mungkin terjadi di masa akan datang," jelasnya.

Sementara dari sisi promosi, wisata tsunami “Memory Tourism” bisa menjadi media efektif dalam memperlihatkan kepada masyarakat global tentang kekuatan, ketahanan dan ketabahan masyarakat selama tsunami, media berbagi pengalaman bencana dengan wisatawan dan perbaikan ekonomi masyarakat melalui pariwisata “Blessing in Disguise”.

"Adanya peringatan ini kita berharap, seluruh masyarakat dan Pemerintah Aceh untuk selalu mengenang dan tidak pernah melupakan kejadian tsunami yang telah merengut ratusan ribu korban jiwa dan kehancuran harta benda serta semangat untuk selalu membangun kesadaran masyarakat menuju budaya siaga bencana," pungkas Rahmadhani.

Camat Leupung Syarbini saat dimintai keterangan, juga mengaku bangga atas dipilihnya Kecamatan Leupung terpilih sebagai lokasi peringatan 13 tahun gempa dan tsunami di Aceh 2017.

“Melalui peringatan ini, masyarakat Leupung khususnya dan Aceh umumnya akan terus melakukan introspeksi diri. Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh untuk penyelenggaraan peringatan ini di Kecamatan Leupung," ungkapnya.

Selain sebagai lokasi peringatan tsunami, momen tersebut juga menjadi bagian untuk memperkenalkan Kecamatan Leupung kepada masyarakat luas dengan berbagai potensi wisatanya mulai dari objek wisata Brayeun, Lhok Seudu, Teluk Riting, dan makanan khas Mi Leupung.

Rangkaian Kegiatan dan Agenda

Beberapa kegiatan dalam rangka peringatan 13 tahun gempa dan tsunami di Aceh meliputi juga telah dipersiapkan, mulai dari:

1. Zikir, Doa dan Santunan Anak Yatim yang akan dipimpin oleh Ust. Tgk. Jamhuri Ramli SQ pada pukul 07.30 WIB di halaman Masjid Al Ikhlas, Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar.

2. Ziarah ke Kuburan Massal pada pukul 07.30 WIB, 26 Desember 2017 di Kuburan Leupung – Aceh Besar.

3. Upacara Peringatan Tsunami yang akan dihadiri Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pada pukul 09.00 WIB di halaman Masjid Al Ikhlas, Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, dan

4. Tausyiah Tsunami yang akan disampaikan oleh Ust. Faizal Adriansyah, M.Si dan makan siang bersama masyarakat.

Selain rangkaian kegiatan ini, beberapa agenda pra-event dan on-event pendukung lainnya juga telah digelar seperti:
1. Aceh World Solidarity Tsunami Cup (AWSTC) 2017 | 2 - 6 Desember 2017 | Banda Aceh
2. ‎Aksi Tanam 13.000 Pohon | 26 November 2017 | Leupung
3. ‎Aceh: Beyond the Tsunami | 16 - 17 Desember 2017 | Museum Tsunami
4. ‎Aceh Art Community – Japan | 17 – 30 Desember 2017 | Museum Tsunami & Outdoor
5. ‎Pameran Foto Bersama Lintas Komunitas | 20 - 26 Desember 2017 | Museum Tsunami
6. ‎Pameran Temporer 13th Aceh Tsunami “The Light of Life” | 23 - 26 Desember 2017 | Museum Tsunami
7. ‎Pameran Seni Rupa Saweu Sikula | 26 Desember 2017 | Leupung
8. ‎Zikir International 2017 | 26 Desember 2017 | Taman Sulthanah Safiatuddin Lampriek.
9. ‎Peringatan Tsunami oleh komunitas serta masyarakat gampong lainnya yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh.
---
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.