2017-03-26

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agam Inong Aceh Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bimtek Dana Desa Bireuen Bisnis Blue Beetle BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya BUMN Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI DPRK Lhokseumawe Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gaya Hidup Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf Israel IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa Lapas Lapas Klas I Medan Lapas Tanjungbalai lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Modal Sosial Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narapidana Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patani Patroli Pekalongan Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Penelitian Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh Pilkades Pj Gubernur PKI PLN PNL Polisi Politik Pomda Aceh PON Aceh-Sumut XXI Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Stunting Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama Universitas Malikussaleh USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Andri Syahputra (kedua dari kanan depan, nomor 20) berpose bersama rekan-rekannya setimnya di Qatar U-18 dalam laga persahabatan melawan Inggris di Aspire, Doha, Qatar, Jumat (24/3/2017).
Sport - Andri melakoni laga pertamanya dengan menghadapi Inggris di Stadion Aspire Zone, Doha, Senin (27/3/2017).

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia pun bereaksi dengan mengontak Duta Besar RI untuk Qatar Muhammad Basri Sidehabi.

Kemenpora mengontak Muhammad Basri untuk mengonfirmasi status kewarganegaraan Andri.

Melalui rilisnya, Kemenpora menyatakan Andri masih tetap berstatus warga negara Indonesia (WNI) hingga saat ini, kendati telah tampil bersama Timnas yunior Qatar.

Bergabungnya Andri yang berstatus WNI dengan Timnas Qatar dinilai sebagai hal yang wajar menurut hukum Qatar.

Keikutsertaan Andri dalam membela Timnas Qatar merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Qatar terhadap warga negara asing yang telah status citizenship card tanpa mengganti status kewaranegaraannya.

Sebelum menjalani laga perdananya bersama Timnas Yunior Qatar, Andri sempat menerima undangan dari PSSI untuk mengikuti seleksi di Timnas Indonesia U-19.

Namun undangan itu tidak dipenuhi Andri.

Nama Andri masuk dalam 12 pemain Indonesia di luar negeri yang dipanggil oleh PSSI ke seleksi Timnas U-19.

Seleksi khusus untuk para pemain dari luar negeri akan digelar pada 8-10 April 2017. (Trb)

Dok. Kapal asing pencuri ikan ditenggelamkan. Foto: Antara
Sumut - Kepolisian Daerah Sumatera Utara menenggelamkan tujuh kapal yang mencuri dan menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia.

Penenggelaman kapal dipimpin Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel yang dilaksanakan di dermaga lama Pelabuhan Belawan, hari ini.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberi instruksi secara live streaming agar tujuh kapal pencuri ikan itu ditenggelamkan.

Ketujuh kapal yang ditenggelamkan tersebut adalah KM SLFA 2675 yang berbendera Malaysia dengan nahkoda Zaw yang berkebangsaan Myanmar. Kapal itu tertangkap pada 13 Desember 2015 di Selat Malaka.

Kemudian, KM SLFA 4778 dengan bendera Malaysia yang ditangkap pada 17 Februari 2016. Dalam penangkapan itu diamankan nahkodanya bernama Chia Keechan berkebangsaan Malaysia.

KM PKFA 3378 yang juga berbedera Malaysia dengan nama tersangka Tepparak Insorn, warga negara Thailand. Kapal tersebut ditangkap pada 12 Juli 2016 di Selat Malaka.

KM Extra Joss- III yang merupakan kapal Indonesia dengan nama tersangka Amiruddin yang dtangkap pada 25 Juli 2016 di tertorial perairan Selat Malaka.

Selanjutnya, KM PKFB 1152 yang merupakan kapal berbendera Malaysia dengan nama tersangka Chit Soe, warga negara yang ditangkap pada 30 Juli 2016.

Selain itu, KM PKFA 8115 yang juga berbendera Malaysia dengan nama tersangka Moe alias Swan yang berkebangsaan Myanmar. Kapal tersebut ditangkap pada 30 Juli 2016 di perairan Selat Malaka Sumatera Utara.

Dan terakhir adalah KM KHF 1767 yang merupakan kapal berbendera Malaysia dengan nama tersangka Ko Kyaw Soe alias Kyaw Soe, warta negara Myanmar. Kapal itu ditangkap pada 25 Agustus 2016 lokasi.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tima Sari Ginting mengatakan, kapal yang ditenggelamkan tersebut merupakan barang bukti dari tindak pidana pencurian ikan ilegal.

Penenggelaman dimaksudkan untuk memberikan efek jera kepada nelayan asing sehingga tidak melakukan tindak pidana serupa di wilayah perairan Indonesia. (Rimanews)

Ilustrasi begal tewas ditembak polisi. (Anwar Sadat)
Lampung - Lima pelaku pembegalan sepeda motor tewas dalam baku tembak dengan petugas Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung.  Baku tembak itu terjadi di Jembatan Layang Serengsem, Panjang, Bandar Lampung, Sabtu dinihari, 1 April 2017.

Menurut Kepala Polresta Bandar Lampung, Kombes Murbani Budi Pitono, baku tembak terjadi saat petugas dari tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta akan melakukan penangkapan terhadap kelompok begal itu.

Saat akan ditangkap, kelima begal itu menembak petugas dengan senjata api rakitan jenis revolver.

"Para pelaku mengalami beberapa luka di bagian tubuh dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun kelima orang pelaku nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit," kata Murbani di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.

Kelima begal merupakan warga Jabung, Lampung Timur. Mereka masing-masing berinisial SF (20 tahun), JN (20 tahun), RK (17 tahun), IS (17 tahun) dan HE (17 tahun).

"Para pelaku beberapa kali menjalankan aksi kejahatannya di wilayah Bandar Lampung dan dari beberapa pelaku ada yang di DPO Polresta Bandar Lampung dan Polsek jajaran. Sedikitnya sudah 30 kali menjalankan aksinya," kata Kapolresta.

Kelompok begal ini terkenal sadis. Mereka selalu membekali diri dengan senjata api dan senjata tajam untuk melukai korbannya.

Dari tangan kelima begal itu, polisi mengamankan sepucuk pistol berikut amunisi dan tiga pucuk celurit serta dua unit sepeda motor hasil curian.

"Jika aksi para pelaku diketahui korban, maka, pelaku tidak segan-segan melukai korbannya. Para pelaku ini dikenal cukup sadis dan bengis," kata Murbani.(Viva)

Lhokseumawe - Dua orang Jambret yang beraksi di Blang Panyang jalan Medan-Banda Aceh di amankan Di Polsek Muara Satu Kota Lhokseumawe." Sabtu 01 April 2017 sekira pukul 11.30 WIB.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kapolsek Muara Satu AKP Ahmad Yani mengatakan, Kedua terduga pelaku menjambret tas seorang guru SD, Muslina  (51) tahun warga Desa Hagu Barat laut Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

Namun aksi jambret yang dilakukan SY(21) tahun dan AK (21) tahun warga meunasah mee dan Meunasah Blang muara dua.kota lhokseumawe, dapat di gagalkan masyarakat  di depan taman makan Pahlawan jalan Medan-Banda Aceh Desa Blang Panyang, kecamatan Muara Satu Lhokseumawe.

Saai ini keduanya di amankan di Polsek Muara Satu untuk dilakukan pengembangan, dan dari terduga juga diamankan Barang bukti 1 buah Tas berwarna Pink dan 1 unit Kendaraan Roda dua jenis Honda Vario Tehno warna hitam No Pol BL 4038 NAC.(Rill/SA)

Jakarta - Kesuksesan kembali diraih Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh yang bekerjasama dengan BPKS, Disbudpar Kota Sabang dan Disbudpar Kabupaten Aceh Tenggara atas keberhasilannya meraih predikat “Design Terbaik” atau “Best in Overall Design” di Pameran Deep & Extreme Indonesia 2017.

Pameran yang disuguhkan bagi pecinta olahraga air dan petulangan ekstrem ini diresmikan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia yang diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuty, Kamis (30/3/2017) yang berlangsung hingga 2 April 2017 di Jakarta Convention Center.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi melalui Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani menyebutkan, perolehan predikat "Design Terbaik" tersebut menjadi kebanggaan bersama dan keberhasilan industri pariwisata Aceh dalam rangka mendukung promosi atraksi wisata Sail Sabang 2017.

"Pemilihan tema Sail Sabang 2017 di booth Aceh sangatlah tepat dan strategis dalam rangka mempromosikan penyelenggaraan Sail Indonesia 2017 sebagai salah satu atraksi wisata berskala internasional yang akan digelar 28 November hingga 5 Desember 2017 di Kota Sabang dengan sejumlah agenda atraksi wisata budaya dan bahari," jelasnya, Sabtu (1/4/2017).

Hajatan Sail Sabang 2017 sendiri, ungkap Rahmadhani, nanti juga akan didukung dengan berbagai atraksi wisata ekstrim, seperti Underwater Photo Contest, Free Diving Competition, Aceh Fun Dive, Sabang Fun Bike dan sejumlah atraksi menarik lainnya.

“Keberhasilan Pemerintah Aceh dalam meraih predikat “Design Terbaik” pada booth Pameran Deep & Extreme Indonesia menjadi strategi pencitraan positif “Branding Image” industri pariwisata Aceh, sekaligus penyemangat bagi pelaku industri pariwisata di daerah untuk terus bangkit dalam memajukan sektor pariwisata Aceh, khususnya menciptakan berbagai paket wisata yang bersifat unik, menarik dan spesifik bagi wisatawan," tambah Rahmadhani.
Dalam rangka mempromosikan wisata Aceh dan memotivasi pelaku industri pariwisata, Disbudpar Aceh juga mengikutsertakan pelaku industri pada pameran tersebut untuk menyajikan ragam paket wisata berbasis ekstrim dan adventure, seperti dari Perwakilan Garuda Sabang, Keliling Aceh, Benggala Tour, Simeulue Guest House, Iboih Dive Center, Halal Travel Sabang, Pasir Putih Travel, The Pade Resort, Nacha Kopi dan beberapa industri dari Kabupaten Aceh Tenggara serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sabang.

Ketertarikan pengunjung di booth Aceh juga terlihat sangat antusias dengan kehadiran Duta Wisata Aceh yang berpakaian khas daerah Aceh sebagai bagian memperkenalkan budaya dan potensi wisata Aceh kepada pengunjung yang hadir.

"Booth Aceh saban waktu dipenuhi pengunjung, selain dimanjakan dengan adanya  Duta Wisata Aceh untuk ajakan berphoto, juga pengunjung bisa menikmati kopi Aceh sebagai salah satu ikon wisata kuliner Aceh yang diberikan secara gratis lewat racikan dari sang barista yang dibawa langsung dari Banda Aceh," pungkas Rahmadhani.(Rill)


JAKARTA - Sekjen Forum Ulama Indonesia (FUI) Muhammad Al-Khaththath dicecar 34 pertanyaan dalam pemeriksaan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. 

Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM) Achmad Michdan, yang mendampingi pemeriksaan, mengatakan ke-34 pertanyaan itu berkaitan dengan kegiatan Al-Khaththath menjelang aksi 313.

"Ada 34 pertanyaan yang ditanyakan sekitar 12 lembar, sudah selesai di-BAP. Pertanyaannya seputar aktivitas Al-Khaththath sebelum kegiatan 313," kata Michdan saat dihubungi, Sabtu (1/4/2017). 

Michdan menyebut kliennya sudah selesai menjalani pemeriksaan sejak dini hari tadi. Saat ini dia masih menunggu kelengkapan berkas. 

"Selesai pemeriksaan 01.30 WIB sekarang masih menunggu kasubdit untuk nglengkapin berkas," ujarnya. 

Sebelumnya koordinator Advokat Pembela Ulama Dahlia Zein mengatakan Al-Khaththath masih bersama empat orang lainnya yang ikut ditangkap penyidik Polda Metro Jaya. 

Keempatnya adalah Zainudin Arsyad, Irwansrah, Veddrik Nugraha alias Dikho, dan Mar'ad Fachri Said alias Andre. 

Menurut Dahlia, Al-Khaththath dan keempat orang lainnya memang saling kenal. Mereka sempat melakukan pertemuan sebanyak dua kali sebelum aksi 313.

"Mereka saling kenal karena sebelum aksi ini ada pertemuan-pertemuan. Tidak mungkin adanya aksi kalau tidak ada pertemuan. Dua kali pertemuan tapi tidak mengarah pada upaya makar," ujarnya.(Detiknews)

Massa aksi 313
JAKARTA- Sejumlah anggota Polisi menjaga ketat akses seluruh pintu masuk kompleks parlemen MPR/DPR RI untuk antisipasi unjuk rasa 313, dari pantauan berita rakyat, Jumat (31/03/2017). 

Terlihat di pintu masuk utama kompleks DPR yang ditutup total dengan menggunakan pembatas beton. Kali ini dalam aksi damai 313, suara terdengar baca'an sebuah deklarasi yang dilakukan di simpang Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. 

Di tengah orasi tersebut, massa diajak mendeklarasikan poin tuntutan demo sebagai berikut.

Poin yang dideklarasikan ada lima, yaitu:
1. Stop kriminalisasi dan dan makarisasi ulama.
2. Copot Ahok sesuai UU No 23 Tahun 2014.
3. Penjarakan si penista agama sesuai KUHP Pasal 156H.
4. Jangan dibatalkan Perda Syariah di seluruh Indonesia.

5. Lepaskan KH Muhammad Al-Khaththath sekarang juga.
Deklarasi dibaca dan disampaikan oleh orator, secara berulang-ulang  bersama-sama massa yang hadir di aksi 313 tersebut. 

Pada setiap akhir poin diakhiri takbir secara serentak oleh pengunjuk rasa.  Perwakilan massa aksi 313, yakni Amien Rais, Ketua Parmusi Osamah Hisyam, dan anggota FUI Ustaz Sambo, telah menemui Menkopolhukam Wiranto. Dalam pertemuan tersebut telah disampaikan poin-poin aspirasi dari aksi kali ini. 

Ditempat yang sama, Wiranto berjanji akan menyampaikan hal ini kepada Presiden Joko Widodo sehingga massa di himbau percaya kepadanya sebagai wakil resmi yang ditunjuk Presiden. 

"Saya representasi resmi kepada pemerintah. Pasti sampai kepada Presiden apa yang disampaikan. Dan Alhamdulillah mereka percaya pada saya," ucapnya saat konferensi pers di kantor Kemenkopolhukam. 

Dalam aksi ini, terlihat sejumlah tamu parlemen terlihat harus membuka pintu mobil dan menunjukkan tanda pengenal untuk bisa memasuki kompleks DPR.

Beberapa titik pada ruas jalan di sekitar kompleks parlemen, antara lain Jalan Gatot Subroto, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Gelora dan Gerbang Pemuda, dijaga ketat.

Kendaraan meriam air dan barracuda terparkir di halaman kompleks parlemen dan di beberapa ruas jalan sekitaran Kompel gedung DPR/MPR. dan anggota polisi baik yang berseragam maupun yang berpakaian sipil tetap berjaga di mulut gerbang gedung DPR/MPR.

Adapun suasana lalulintas di sekitar lokasi terpantau padat didominasi kendaraan pribadi menjelang jam pulang karyawan dan warga Jakarta (red/pr).

Korban yang tergeletak bersimbah darah, Foto: Ist
Lhoksukon – Abdul Rani (75) warga Gampong Paya, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara mengakhiri hidupnya setelah mendapat pukulan di kepala dan lilitan tali di bagian leher oleh istrinya NH (65), Sabtu (01/04/ 2017) sekira pukul 06. 00 WIB pagi. NH merupakan warga desa Hagu, Lhokseumawe , yang menikah lebih kurang selama  3 bulan .

Kapolres Aceh  Utara AKBP Untung Singaji melalui Kapolsek Tanah Luas Ipda Yussyah Riyandi mengatakan kejadian itu berawal dari keributan di dalam rumah antara korban dan pelaku kemudian pelaku memukul kepala korban dengan tongkat besi yang mengakibatkan kepala korban mengalami luka .Kemudian tersangka mengambil tali jemuran dan melilitkanya ke leher korban.

Selanjutnya korban berusaha melepaskan lilitan tali di leher, namun tersangka mengambil tongkat besi dan langsung memukul korban ke bagian kepala berulang kali hingga korban terjatuh .

 “Setelah melihat korban terjatuh, kemudian tersangka melaporkan kepada tetangga dan meminta bantuan  kepada tetangga, setelah itu tersangka balik kedalam rumah dan membuka tali lilitan di leher korban dan membuang tali itu ke dalam sumur,” kata Kapolsek kepada wartawan.

Untuk sementara, pihaknya telah mengumpulan barang bukti, serta mengamankan TKP dengan memasang garis line polisi,” Sekira pukul 10.00 WIB tersangka dan BB di bawa ke Polres guna proses  mempertanggung jawabkan perbuatannya,dan korban kita bawa ke RS Cut Meutia guna di lakukan otopsi” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang diamankan,  tongkat besi yang panjang lebih kurang satu meter, pisau, tali jemuran, peci berlumuran darah dan kain berlumuran darah.(SA/TM)

Lhoksukon - Bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan oleh warga Gampong Asan, Kemukiman Ara Bungkok, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu 01 April 2017 sekitar pukul 08.00 WIB.

Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sengaji melalui humas Polres, menyampaikan informasi penemuan bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Yani, (18) warga setempat tergeletak di semak-semak tanggul sungai Asan. Kemudian, Yani melaporkan penemuan bayi itu kepada Keucik Asan AB, Amiruddin (53).

Setelah mendapat laporan terkait temuan bayi, lalu Keucik memberitahukan ke Mapolsek Lhoksukon dan selanjutnya Kecik bersama anggota Polsek turun ke lokasi untuk mengambil bayi tersebut dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Lhoksukon guna mendapat penanganan  medis. [SA/TM]

Mantan Bupati Aceh Tenggara Armen Desky saat dirawat di RSU Nurul Hasanah Kutacane. Foto/MNC Media/Yusradiy
Kutacane - Armen Desky (66), mantan Bupati Aceh Tenggara yang jadi korban penikaman orang tak dikenal dirujuk ke Rumah Sakit Medan, Sumatera Utara. Korban sempat mendapat perawatan medis di RSU Nurul Hasanah Kutacane, setelah ditusuk di punggung kiri dua kali dan perut sebelah kanan.

Korban ditusuk saat berada di salah satu warung kopi di Kota Kutacane dan roboh bersimbah darah. Warga yang melihat korban terjatuh dan bersimbah darah langsung menolong dan melarikan korban ke RSU Nurul Hasanah Kutacane.

Untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif, pihak RSU Nurul Hasanah Kutacane, merujuk pasien luka tusukan tersebut ke Rumah Sakit Medan, Sumatera Utara. Dokter RSU Nurul Hasanah Kutacane yang menangani Armen Desky mengatakan  kondisi pasiennya dalam keadaan sadar saat diberangkatkan ke Medan.(Sindo)

Lhokseumawe – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal) Aceh Utara yang tergabung dalam lembaga Center for Indonesian Medical Students Activities (CIMSA) melakukan penyuluhan kekacingan, pemberian obat cacing, dan praktek cuci tangan. Kegiatan tersebut diberinama BAPER (Banyak Cacing di Perut) yang berlangsung di Gampong Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Jumat sore 31 Maret 2017.

Dalam penyuluhan tersebut, dr Nora Maulina, M. Biomed dihadapan kaum ibu dan anak-anak mengungkapkan penyuluhan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama ibu dan anak, akan pentingnya mengkonsumsi obat cacing secara teratur tiap 6 bulan sekali.

“Pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat sebagai usaha pencegahan infeksi cacing yang sering terjadi pada anak, hal ini perlu dijaga dan dilakukan oleh setiap orangtua untuk menghindari penyakit pada anak,” ungkapnya.

Sementara Isra Namira, ketua panitia, berharap dengan diadakannya kegiatan tersebut warga Gampong Pusong dapat sembuh maupun terhindar dari kecacingan dengan cara mengkonsumsi obat cacing secara teratur serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat mulai dari yang terkecil seperti mencuci tangan.

Setelah penyuluhan selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian obat cacing kepada para ibu dan anaknya. Rangkaian acara yang terakhir adalah praktek langsung tentang bagaimana cara mencuci tangan dengan baik dan benar yang diikuti sebanyak 30 orang anak yang masih duduk di sekolah dasar dengan sangat antusias mengikutinya. [Rill]

Para perempuan di India memperlakukan sapi sebagai hewan suci. Wilayah Gujarat, India, memberlakukan hukuman penjara seumur hidup bagi siapa saja yang menyembelih sapi. Foto / REUTERS / Adnan Abidi
StatusAceh.Net - Negara bagian Gujarat, India, memberlakukan hukuman terbaru bagi siapa saja yang menyembelih sapi di sana. Hukumannya, penjara seumur hidup.

Gujarat merupakan negara bagian tempat Perdana Menteri Narendra Modi berasal.

Awalnya, wilayah ini menerapkan hukuman penjara tujuh tahun bagi siapa saja yang menyembelih sapi. Tapi, hukuman diubah menjadi lebih berat dengan alasan untuk melindungi sapi sebagai hewan suci.

Aturan baru yang sudah diloloskan Majelis Negara Bagian Gujarat ini juga memuat hukuman penjara 10 tahun bagi siapa pun yang tertangkap mengangkut sapi untuk disembelih.

Sapi dianggap hewan suci dalam agama Hindu, agama mayoritas di India. Penyembelihan hewan ini dianggap ilegal di sebagian besar wilayah di negara tersebut.

”Seekor sapi bukan hewan. Ini adalah simbol kehidupan universal,” kata Menteri Hukum Gujarat Pradipsinh Jadeja.

”Siapa saja yang tidak menyayangi sapi, pemerintah tidak akan mengampuni dia,” katanya lagi, seperti dikutip Aljazeera, Sabtu (1/4/2017).

India juga telah menerapkan tindakan keras terhadap praktik rumah pemotongan hewan, khususnya di wilayah Uttar Pradesh. Kebijakan itu termasuk larangan bagi kios-kios daging.

Aturan di Uttar Pradesh ini telah memicu kerasahan komunitas Muslim, yang sebagian besar menjalankan bisnis daging. Mereka pada umumnya berbisnis daging kerbau.

Menurut laporan media setempat, jutaan orang dari kelompok minoritas India—termasuk Muslim, Kristen dan kasta rendah Hindu—makan daging sapi, meskipun tidak banyak tersedia.
(Sindo)

Ilustrasi
Aceh Utara - Warga Gampong Cot Kupok, Kecamatan Baktiya Barat, sebelumnya pada Selasa, 31 Januari 2017 mendatangi Kejaksaan Negeri Aceh Utara yang turut didampingi aktivis Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA). Mereka melaporkan penggunaan dana gampong/desa tahun 2015 sekitar Rp220 juta yang diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Selanjutnya pada hari Kamis 23 Maret 2017, Rusli yang mewakili masyarakat Desa Cot Kupok mempertanyakan lanjutan kasus Dana desa yang mereka laporkan sebelumnya dengan menambah beberapa alat bukti baru.

Setelah mereka menyurati Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, masyarakat Cot Kupok dipanggil Intel Kejari Lhoksukon dan mengadakan pertemuan terkait kasus tersebut Kamis 30 Maret 2017 kemarin.

Dalam pertemuan tersebut , Kasi Intel Kejari Aceh Utara Erning Koesasih menyampaikan kepada masyarakat Desa Cot Kupok Kecamatan Baktya Barat, Pengusutan kasus indikasi korupsi Pengelolaan Dana Desa di Gampong Cot Kupok Kecamatan Baktya Barat tidak dilanjutkan oleh Kejari Aceh Utara dengan alasan bahwa temuan Inspektorat Aceh Utara menyatakan tidak ada kerugian Negara.

“ Padahal sebelumnya, Kejari Aceh Utara sudah pernah melakukan pemeriksaan dan menemukan proyek pembangunan yang menggunakan dana desa tahun 2015 dikerjakan tidak sesuai spek,” Kata Rusli selaku perwakilan Masyarakat setempat.

Selain itu, pada kesempatan itu, Kasi Intel juga menyampaikan kalau masyarakat tidak puas dengan hasil ini, silahkan menurunkan tim ahli sendiri untuk melakukan pemeriksaan proyek tersebut , namun Rusli menduga pihak Kejari tidak serius dalam penanganan kasus tersebut.                   

“Terkait dengan proyek yang kurang, bisa ditutupi oleh proyek yang lebih, sehingga kalau dihitung tidak ada masalah terkait 3 proyek pembangunan yang dipersoalkan perwakilan masyarakat Cot Kupok,” tambahnya. 
                     
Sementara Baihaqi dari MaTA, Jumat, 31 Maret 2017 mengatatakan, hal ini merupakan langkah mundur dalam pemberantasan korupsi di Kabupaten Aceh Utara. Padahal, disisi lain pemerintah sedang gencar melakukan upaya-upaya pemberantasan korupsi                       

“Ini juga semakin menguatkan dugaan permainan oknum-oknum baik dilevel kabupaten hingga ke level desa. Kasus yang terjadi di Cot Kupok sebenarnya kasus kecil yang sangat mudah ditelusuri oleh Kejari Lhoksukon ,” Katanya                      

Menurut MaTA, walau 1 rupiah tetap korupsi namanya. Sehingga di perlukan pemahaman bersama.                 
    
Lanjutnya, Dalam hal ini, Ispektorat Aceh Utara harus bertanggung jawab terkait Proyek pembangunan di desa cot kupok yang mengunakan dana desa, nyata-nyata tidak sesuai spek, tapi tetap menyatakan tidak ada kerugian Negara.                        

“Yang diinginkan masyarakat sebenarnya bukan ingin menjebloskan oknum pelaku ke penjara, tapi masyarakat menginginkan agar oknum pelakunya mau bertanggungjawab sehingga dana desa dapat dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat,” Tambah Baihaqi.(SA/TM)

Jakarta - Ulama kondang asal India, Zakir Abdul Karim Naik mengungkap pandangannya soal kandungan surah Al Maidah ayat 51.

Terutama terkait makna aulia dalam ayat tersebut. Zakir mengatakan, umat muslim boleh berteman dengan bangsa Yahudi.

"Itu bukan berarti muslim tidak boleh bicara dengan mereka. Artinya apabila muslim menjaga persahabatan itu, tidak masalah," ujar dia ketika berbincang dengan awak media saat menemui Ketua MPR Zulkifli Hasan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (31/3).

Zakir Naik menambahkan, sebagai teman, tidak masalah untuk membantu temannya yang berasal dari bangsa Yahudi. Termasuk berbuat baik kepadanya. "Alquran bilang Allah melarang berbuat tidak adil kepada nonmuslim," tutur pria yang sudah mengislamkan jutaan orang itu.

Namun sebagai pelindung atau pemimpin, Alquran hanya memperkenankan muslim. Karena kalau tidak, manusia tidak akan mendapat bantuan dan pertolongan dari Allah. "Tapi untuk pelindung aulia, apabila ada pilihan orang Islam soal kepemimpinan, muslim jauh lebih baik daripada nonmuslim," pungkas Zakir Naik. (jpnn)

pelaku utama Abdullah Ilyas alias Landak menyerahkan diri di Markas Deninteldam IM, Kamis (30/03/2017) lalu beserta barang bukti 1 pucuk senpi otomatis jenis M16 A1. Foto: Ist
Aceh Timur - Kodam Iskandar Muda sesuai dengan fungsi dan peran serta tugas pokoknya melaksanakan pembinaan teritorial di wilayah Aceh' Peran aktif  seluruh jajaran Kodam Iskandar Muda dimulai dari tingkat Kodam dengan Pemprov ,Korem, Kodim pada tingkat kabupaten dan kotamadya sampai tingkat Koramil/kecamatan sampai tingkat Babinsa di kelurahan bersama masyarakatnya.

Dalam melaksanakan komunikasi  sosial secara berjenjang yang selama ini dilaksanakan serta pendekatan langsung kepada masyarakat oleh Babinsa dalam pendampingan kegiatan yang dilakukan di wilayah binaannya.

Kegiatan tersebut dapat langsung dirasakan oleh masyarakat seperti kenyamanan, keamanan dan kedamaian yang terjadi pada saat sebelum, selama dan setelah pelaksanaan Pilkada beberapa waktu silam terlihat pilkada berjalan aman,damai termasuk permasalahan Kamtibmas yang intensitasnya kecil.

Hal tersebut juga dilaksanakan oleh Anggota Detasemen Intelijen (Denintel) Kodam Iskandar Muda dengan melaksanakan penggalangan secara intensif serta pendekatan secara persuasif selama kurun 2 Minggu pasca penembakan terhadap 2 warga Desa Peunaron, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur yang mengakibatkan 2 orang Warga Peunaron luka parah tanggal 05 Maret 2017, akhirnya pelaku utama Abdullah Ilyas alias Landak menyerahkan diri di Markas Deninteldam IM, Kamis (30/03/2017) lalu.

Penyerahkan dirinya langsung diterima oleh Komandan Detasemen Intelijen  Letnan Kolonel Arh Donny Indiawan beserta barang bukti kejahatan 1 pucuk senpi otomatis jenis M16 A1, satu magazen, dengan 20 butir peluru.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Abdullah Ilyas alias Landak berikut barang bukti 1 pucuk M16 A1 diserahkan langsung oleh Dandenintel Dam IM Letkol Arh Donny Indiawan serta disaksikan oleh Asintel Dam IM Kolonel Inf Hendriyadi ke Polda Aceh dan diterima oleh Wadir Reskrimum AKBP Wawan Setiawan.(Sumber: lintasaceh.com)

Tersangka dan Barang Bukti, Foto: Ist
Aceh Timur - Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur, pada Kamis 30 Maret 2017 pagi dinihari kembali berhasil mengamankan satu orang tersangka yang diduga sebagai pelaku penyalahgunaan narkotika Golongan I jenis shabu.

Kasat Narkoba Polres Aceh Timur, AKP Rustam Nawawi menyatakan, tersangka adalah M. Nasir Bin Budiman (34) warga Desa Alue Bugeng, Kecamatan Peureulak Timur dan ditangkap di SPBU Peureulak. Ungkap Kasat Narkoba.

"Penangkapan tersangka bermula dari informasi masyarakat yang disampaikan kepada anggota opsnal kami dan menyatakan tersangka dicurigai oleh warga sekitar sebagai pengedar narkotika. Dari informasi tersebut anggota kami melakukan penyelidikan dan melakukan penyamaran dengan memesan shabu kepada tersangka,"tuturnya.

Tersangka yang tidak menaruh curiga kepada anggota kami menyaggupi dan mengajak bertemu di SPBU Peureulak. Setibanya di tempat yang sudah dijanjikan, langsung kami lakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka, hasilnya dari saku celana tersangka kami temukan 12 paket shabu berbagai ukuran, seberat, 26,34 gram.

"Guna kepentingan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut, kini tersangka berikut barang bukti sudah kami bawa ke Polres Aceh Timur,". Terang Kasat Narkoba Polres Aceh Timur, AKP Rustam Nawawi. (SA/TM)

StatusAceh.Net - Tiba-tiba terdengar kabar bahwa Presiden Joko Widodo akan meresmikan Tugu Titik Nol Islam Nusantara di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Acara itu dirangkai dengan Silaturahim Nasional Jam’iyah Batak Muslim Indonesia, 24-25 Maret 2017, di Mandailing Natal. Kabar ini dipublikasi di situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (setkab.go.id).

Penentuan ini tentu tidak jatuh begitu saja. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama kabarnya ikut mendukung program Barus sebagai pusat masuknya Islam pertama di Nusantara.

Rekonstruksi sejarah atau etnografis?

Tentu penetapan Barus sebagai titik awal Islam di Nusantara akan melahirkan perdebatan terkait basis ilmiahnya. Jika digunakan pendekatan sejarah, yaitu pengetahuan rekonstruksi masa lalu yang berpegang pada obyektivitas dan fakta ilmiah, ia terikat pada metodologi yang ketat menurut sejarawan. Tentu juga harus diingat nasihat sejarawan Inggris, RG Collingwood, fakta sejarah tidak pernah akan sampai kepada kita secara murni. Dia selalu memiliki bias di dalam pemikiran para perekamnya, termasuk upaya sejarawan menuliskannya.

Dari sisi rekonstruksi sejarah, arus utama tentang sejarah mula Islam Nusantara menyebutkan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama. Kerajaan ini merupakan gabungan dua kerajaan Hindu, yaitu Samudra dan Pasai, dengan Raja Meurah Silue yang kemudian bergelar Malik as-Salih (1267-1297) {Muhammad Said, 1981; Anthony Reid (ed), 1995; Robert Pringle, 2010}.

Pengukuhan Pasai sebagai peradaban Islam Melayu pertama di Nusantara juga terjadi dalam dua momentum seminar nasional, yaitu 17-20 Maret 1963 di Medan dan 10-16 Juli 1978 di Banda Aceh. Bahkan, dalam seminar ditemukan juga dalil-dalil tentang jejak kekuasaan Pasai sejak abad ke-11.

Salah satu dokumen tertua tentang keberadaan Kerajaan Pasai ditulis oleh pelancong Venesia, Marco Polo, yang masih sempat bertemu dengan Sultan Malik as-Salih (1292). Kesaksian etnografis Marco Polo tentang Pasai dan tujuh ”kerajaan” lainnya di Sumatera (hanya enam yang sempat disinggahinya) memiliki kesan berbeda. Ia menyiratkan Pasai yang terbesar. Penyebutan Perlak adalah tempat pertama yang ia jelajahi. Selain Pasai dan Perlak yang Muslim, kerajaan lain dikatakan masih menganut agama pagan dan bertradisi kanibal (Reid, Sumatera Tempo Doeloe, 2010: 8-10).

Beberapa bukti arkeologis seperti ingin mencecar tentang kesahihan Pasai sebagai kerajaan tertua Islam Nusantara. Ada upaya untuk menjadikan Perlak sebagai kerajaan Islam pertama dengan menggunakan pseudofakta, yaitu makam berpenanggalan 840 M. Demikian pula memajukan Barus sebagai kerajaan tertua Islam di Nusantara dengan dalil bahwa pedagang Muslim telah masuk di daerah ini sejak abad pertama Hijriah atau abad ke-7 M (625-642 M), tapi tidak memiliki bukti arus utama sejarah.

Tak kunjung berhasil

Saya pernah menjadi pembahas riset Kerajaan Perlak oleh sebuah tim perguruan tinggi di Langsa, beberapa tahun lalu. Hasil riset itu tak kunjung berhasil menunjukkan dokumen valid bahwa Perlak telah berdiri sebagai sebuah pemerintahan dibandingkan dengan sekadar komunitas etnis-agama. Hal ini tentu berbeda dengan Kerajaan Pasai yang telah dikenal memiliki pemerintahan yang relatif modern, penggunaan mata uang emas pertama di kerajaan Islam Asia Tenggara, kekuatan kemiliteran, juga hubungan perdagangan dan politik internasional (Teuku Ibrahim Alfian, Wajah Aceh dalam Lintasan Sejarah, 1999: 3-4).

Selama ini, peneguhan orbit selain Pasai dilakukan tidak dengan pendekatan historis, tetapi etnografis, yaitu melalui sejarah tuturan. Masyarakat di sana (Perlak dan Barus) memercayai bahwa daerah merekalah yang menjadi titik awal Islam, bukan Pasai.

Sebenarnya penggunaan sejarah tuturan demi mengungkap kebenaran masa lalu sah ketika tidak ada upaya lain untuk membongkar bangunan borjuisme sejarah (Paul Thompson, Oral History : Voice of the Past, 2000: 28). Namun, penentuan sejarah Pasai tidak terjadi dalam ruang politik, tapi pembuktian saintifis. Antropolog pada era kolonial, seperti Snouck Hurgronje dan sejarawan Jean Pierre Mouquette, ikut menunjukkan bukti-bukti keberadaan Kerajaan Pasai sebelum ditaklukkan Kerajaan Aceh pada 1524.

Pasai layu, Barus mekar

Meski demikian, bukan berarti Barus tidak penting dalam sejarah Nusantara. Kota Tua Barus telah dikenal di Timur Jauh, Eropa, dan Afrika Utara berabad- abad sebelum Masehi serta menjadi pelintasan penting perdagangan kamper, kemenyan, cendana, dan emas. Kota metropolis Sumatera itu mencapai puncaknya pada abad ke-10, kemudian terus menurun menjadi hanya kota kecamatan lusuh dan sepi (Kompas, 1 April 2005).

Namun, bukti-bukti arkeologis pertama Barus tidak merujuk pada khazanah Islam. Jauh sebelum Islam, Barus telah dikenal sebagai asal daerah Batak Toba. Pada abad ke-11, berdasarkan penelitian epigrafi dan arkeologi, terkuak fakta makam-makam Hindu berbahasa Tamil di daerah ini (Claude Guillot, 2002). Makam-makam ulama di Papan Tenggi yang berpenanggalan abad ke-13 terjadi pada fase lain, ketika Barus mulai sepi sebagai kota perdagangan dunia.

Sejak Kerajaan Pasai melemah dan redup pada akhir abad ke-15, poros peradaban dan sastra Melayu akhirnya pindah ke pantai barat-selatan, yaitu wilayah Barus dan Singkil. Di daerah inilah dua hal berkembang secara bersamaan, yaitu filsafat Islam wujudiyah dan kesusastraan Melayu.

Tokoh utama sejarah Melayu dari Barus adalah Hamzah al-Fansuri yang diperkirakan lahir 1570-an dan meninggal pada 1630-an. Fansur sendiri berarti ’kapur barus’. Dulunya daerah Barus masuk wilayah Kerajaan Aceh. Pemikir besar lain yang lahir 120 kilometer dari Barus (Singkil) ialah Syekh Abdurrauf as-Singkili (1615-1693).

Berbeda dengan pengembangan Islam di wilayah Pasai yang berporos pada fikih mazhab Syafi’iyah, Barus dan Singkil menjadi tempat bersemainya gagasan tasawuf, terutama tarekat sattariyah. Tasawuf sebagai ilmu agama batin menjadi katalisator berkembangnya Islam toleran, inklusif, dan progresif. Berkembangnya tradisi zikir dan suluk di Nusantara sangat dipengaruhi pemikiran sufisme dari Barus dan Singkil.

Meski demikian, ada hal yang masih menghubungkan antara Pasai dan Barus. Karya-karya tokoh tasawuf, seperti Syarab al-’Asyikin, Mir’atul Thulab, Tarjuman Mustafid, atau Umdat al-Muhatajin Suluk Maslak al-Mufridin dituliskan dalam bahasa Melayu dan beraksara Arab yang diserupakan dengan bahasa Pasai.

Gagasan pengembangan Islam Nusantara tidak bisa dilepaskan dari kesusastraan Melayu Pasai pada abad ke-13 hingga ke-14. Ini merupakan pembabakan perkembangan sastra Melayu Islam pertama di dunia atau perkembangan kedua setelah sastra Melayu Buddha di Sriwijaya pada abad ke-7 hingga ke-13 (Abdul Hadi WM dalam Sardono, 2005).

Akhirnya, secara genealogis, Islam Nusantara tidak boleh melupakan Pasai sebagai titik air pertama peradaban Islam-Melayu, bukan sekadar replikasi ”agama Mekkah” yang dibawa pedagang-pelawat India, Arab, dan China.

Akan tetapi, jika yang dimaksudkan di sini adalah Islam sufisme, tepatlah menyebut Barus tanpa mengecilkan Singkil.

Teuku Kemal Fasya
Dewan Pakar Nahdlatul Ulama Aceh; Antropolog Aceh

Versi cetak artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 23 Maret 2017, di halaman 6 dengan judul "Titik Nol Islam Nusantara".


StatusAceh.Net- Jelang aksi damai 313, Sekretaris Jendral Forum Umat Islam (SekjenFUI) Muhammad Al Khaththath ditangkap oleh pihak Kepolisian. 

Penangkapan tersebut terjadi pada Kamis malam 30 Maret 2017,selain mengamankan sekjen FUI pihak kepolisian juga mengamankan empat orang lainnya. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, membenarkan kabar penangkapan Al Khaththath. "Iya, Ada lima orang yang diamankan,termasuk Al-Khaththath " kata Argo saat dikonfirmasi Jumat pagi, 31 Maret 2017.

Kelima orang tersebut saat ini telah dibawa aparat Kepolisian ke Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dugaan sementara atas penangkapan terhadap sekjen FUI bersama 4 orang lainnya adalah makar.

"Mereka ditangkap atas dugaan permufakatan makar, tapi berbeda dengan yang sebelumnya," ujar Argo.," ujarnya menambahkan.

Selain Al-Khaththath, Argo menyebutkan satu orang lainnya yang ditangkap adalah seorang pria bernama Diko. "Diko ini mantan suaminya Mimah Susanti, Ketua Bawaslu," ucap Argo.

Seperti diketahui Al-Khaththath merupakan inisiator aksi damai 313 yang menuntut agar pemerintah melakukan pemberhentian terhadap gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok seperti di ungkapkan dalam konfrensi pers yang digelar,Kamis 3  Maret 2017 lalu.

Kabar penangkapan Al Khaththat juga diperkuat oleh pernyataan Kapitera Ampera selaku Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Menurutnya, pihak yang menangkap merupakan petugas dari Polda Metro Jaya.

"Iya, beliau ditangkap di rumahnya tadi malam," kata dia saat dikonfirmasi Jumat 31 Maret 2017.

Dia menerangkan, saat ini Al-Khaththath berada di Markas Komando Brimob Polri, Depok. Pihaknya pun akan memberi bantuan hukum kepada Al-Khaththath.  

"Ini sekarang teman-teman sebagian sudah ke sana. Yang lain lagi koordinasi," ujarnya.(Red/VV/Dt)

StatusAceh.Net - Beberapa hari ini Indonesia sedang dihebohkan dengan penampakan manusia kecil yang ditemukan oleh para pengendara motor trail di pedalaman Aceh.

Video penemuan tersebut itu diunggah di YouTube oleh akun bernama Fredography.

Saat para pengendara motor trail tersebut menyusuri hutan pedalaman Aceh, mereka dikejutkan oleh sesosok manusia pendek yang kemudian berlari menjauhi mereka sambil membawa sebatang kayu.

Kejadian serupa juga terjadi di lokasi lain, diduga kejadian tersebut terjadi di Malaysia.

Sebuah video viral yang menampakkan sesosok mahluk aneh sedang viral di negara tersebut.

Telah tertangkap kamera sosok makhluk aneh dan misterius yang berlari di sebuah parkiran mobil.

Video tersebut diunggah oleh sebuah akun Facebook "Wujud Paranormal Team" yang kemudian menjadi viral di media sosial.

Tidak diketahui lokasi video yang berdurasi 1:10 tersebut diambil.

Orang yang merekam video ini tampak berlari mengejar makhluk aneh tersebut yang berlari melewati mobil-mobil yang terparkir di sana.

Dalam video terlihat mahluk tersebut berlari menyeberangi mobil merah kemudian menghilang bersembunyi di bawah badan mobil yang ada di sebelahnya.

Jika dilihat, mahluk tersebut mirip dengan tokoh Gollum di serial terkenal The Lord of The Rings.

Makhluk itu terlihat tidak mengenakan baju dan bentuk tubuh dan wajahnya yang menyeramkan.

Video yang diunggah sejak, Sabtu (25/3/2017) itu kini sudah ditonton sebanyak 22 ribu lebih kali oleh netizen.

Beberapa netizen yang ikut menuliskan komentar banyak beranggapan bahwa sosok itu adalah Tuyul.

Penampakan dan kemunculan makhluk-makhluk yang tidak terduga ini sungguh di luar akal dan memang mengagetkan.

Simak video di atas.(TribunWow.com/Natalia Bulan Retno Palupi)

Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Eldi, Kapolresta Komber T.Saladin dan Dandim 0101 BS Kolonel Mahesa memusnahkan barang bukti ganja. Foto: Tommy
Banda Aceh - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banda Aceh memusnahkan barang bukti ganja di halaman Mapolresta, Jumat (31/3). Pemusnahan narkotika itu dilakukan dengan cara dibakar.

Kapolresta Banda Aceh Kombes T. Saladin menyebutkan narkoba jenis ganja itu merupakan hasil sitaan atau temuan satuan reserse narkoba pada 29 Januari 2017 lalu di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, yakni di kawasan Ie Seum, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Penemuan ladang ganja dengan luas dua hektar juga melibatkan prajurit TNI dari Kodim 0101/ BS

"Ada dua hektare lebih ladang ganja yang kami temukan, sebagian sudah dimusnahkan di lokasi dan sebagiannya kami bawa ke Mapolresta sebagai barang bukti," katanya.

Ia juga menyebutkan di lokasi tersebut, petugas juga mengamankan dua tersangka berinisial NZ (40) asal Montasik dan EP (39) asal Indrapuri, keduanya berprofesi sebagai petani.

"Keduanya kami tangkap di lokasi, kedua tersangka berprofesi sebagai pekerja yang membersihkan ladang ganja itu, sementara kita belum temukan pemiliknya," ujarnya.

Adapun barang bukti ganja yang dimusnahkan itu meliputi 175 batang ganja, dan 39 kilogram ganja yang telah dipanen dan siap edar.

"Ganja yang kami sita sebagian disisihkan untuk pembuktian di pengadilan," kata T.Saladin.

Sementara Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Eldi Azwar mengatakan baru pertama kalinya polisi menemukan tersangka dalam operasi penemuan ladang ganja tersebut.

"Biasanya petugas kesulitan menemukan tersangka saat operasi ke ladang ganja. Tapi kali ini dua tersangka berhasil ditangkap," ucapnya.

Untuk langkah-langkah selanjutnya, kata Eldi, BNNP Aceh akan terus memantau peredaran gelap narkoba yang selama ini marak terjadi.

"Kami terus melaksanakan pencegahan dan pemberantasan terutama melakukan sosialisasi kepada pelajar dan mahasiswa serta Instansi terkait, sehingga kedepan Aceh bersih dari narkoba," katanya.(Sumber: AJNN)

StatusAceh.Net - Pasangan sesama jenis ditangkap oleh warga menghebohkan dunia maya setelah video mereka saat sedang ditangkap tersebar.

Dalam video itu mereka tidak dapat berkutik lagi hingga membuat pelaku gusar dan harus menghungi keluarganya saat tertangkap.

"Kami ketangkap bang di Unsyiah bang," ujar seorang dalam video tersebut tanpa mengenakan sehelai pakaian pun dan hanya tampak menutupi alat vitalnya paha kakinya saat direkam.

Dia tampak menghubungi seseorang dari balik ponselnya melaporkan kalau dirinya telah berbuat mesum. "Bang kami tertangkap lagi mesum bang," tambahnya lagi usai menerima tamparan dari sesorang yang menangkap mereka.

Seperti yang dikutip dari kanalaceh.com, mereka ditangkap karena melakukan hubungan seksual sesama jenis pada Selasa (28/3/2017) malam sekira pukul 23:00 WIB di Darussalam Banda Aceh.

Dua pemuda tersebut berinisial HB dan MT, mereka melakukan hubungan tersebut di kost milik HB.

Kasie Penyelidikan dan Penyidikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan WH Aceh, Marzuki mengatakan ditangkapnya kedua pasangan homoseksual atas kecurigaan warga kepada dua pemuda tersebut.


“Apalagi warga pernah melihat keduanya sering bermesra-mesraan saat berduaan dan warga pun memantau kedua pemuda itu,” katanya saat dijumpai diruangannya, Rabu (29/3).

Saat ditangkap warga, kata dia, kedua pemuda itu sedang melakukan hubungan badan dan menemukan barang bukti berupa alat kontrasepsi dan barang bukti lainnya.

Dari pengakuan keduanya, lanjutnya, mereka sudah berhubungan selama tiga bulan dan sudah dua kali melakukan hubungan badan.

Sementara, pengakuan MT dulu ia pernah pacaran dan pernah melakukan hubungan badan dengan pasangan sesama jenisnya di Medan, sementara HB baru pertama kali melakukan hubungan badan dengan MT.

Setelah ditangkap warga, kedua pasangan homoseksual itu diserahkan ke Satpol PP dan WH Aceh untuk proses hukum selanjutnya.

Kejadian hubungan sesama jenis ini baru pertama kali terjadi sejak diberlakukannya Qanun nomor 6/2014 tentang hukum Jinayat.

“Di Aceh baru pertama kali kita tanggani kasus hubungan sesama jenis yang dilakukan oleh dua remaja,” ujarnya.

Dikatakan Marzuki, sebelum lahirnya qanun Jinayat ada dua kasus homoseksual yang ditangkap dan ditangani oleh pihak kepolisian.

Namun, karena tidak ada dasar hukum kedua pelaku homoseksual itu dilepas.

“Dulu belum ada payung hukum, sehingga pelaku dilepas dan tidak bisa diproses,” katanya.

Kini, kedua pemuda tersebut dinilai telah melanggar Qanun Nomor 6/2014 tentang hukum jinayah dan terancam hukuman cambuk sebanyak 100 kali.
 

SUMBER 

Menteri Pertahanan (Menhan) Iran Jenderal Hossein Dehqan. Dia menyebut AS seperti perampok bersenjata yang menyusup ke rumah orang. Foto / REUTERS
TEHERAN - Menteri Pertahanan (Menhan) Iran Jenderal Hossein Dehqan mendesak militer Amerika Serikat (AS) untuk meninggalkan Teluk Persia dan berhenti berulah. Menhan Iran ini mengibaratkan militer AS seperti perampok bersenjata yang menyusup ke rumah orang.

Dehqan tersinggung dengan komentar seorang jenderal AS yang menuduh Iran menjadi kekuatan destabilisasi di wilayah Timur Tengah.

”Apa yang orang Amerika lakukan di Teluk Persia? Mereka lebih baik keluar dari daerah ini dan tidak menimbulkan masalah bagi negara-negara di kawasan ini,” kata Dehqan dalam sebuah pernyataan yang dilansir media pemerintah Iran, IRNA, semalam.

Dia lantas menyamakan AS layakanya perampok yang menyusup. ”Apakah itu diterima untuk perampok bersenjata yang menyusup rumah Anda dan berharap untuk mendapatkan sambutan karpet merah?,” ujar dia.

”Ini adalah contoh dari ketidaktahuan modern di abad ke-21,” imbuh dia. Komentar keras Menhan Iran ini sebagai tanggapan atas tuduhan petinggi Komando Pusat AS Jenderal Joseph Votel bahwa Iran biang destabilisasi kawasan Timur Tengah.

”Kami juga berurusan dengan berbagai kegiatan memfitnah oleh Iran dan proxy yang beroperasi di wilayah tersebut,” kata Votel dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat AS. Komentar itu sebagai deksripsi pengaruh Teheran dalam krisis Irak dan Suriah.

”Ini adalah pandangan saya bahwa Iran merupakan ancaman jangka panjang terbesar bagi stabilitas untuk wilayah ini, bagian dari dunia,” katanya.

Rokan Hulu - Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu (Himarohu) Provinsi Riau yang semula akan gelar aksi damai, kecewa karena aksi mereka tidak berhasil menemui anggota DPRD Kabupaten Rohul, sehingga mahasiswa lakukan sweeping ke ruangan kantor DPRD.

Aksi puluhan mahasiswa Himarohu Riau, Kamis (30/3/2017) sore, mendapat kawalan sejumlah personil Polres Rohul. Mahasiswa hanya bisa menemui Sekretaris Dewan (Sekwan), Sariaman serta sejumlah staf lainnya. Karena merasa kesal Akhirnya mahasiswa lakukan sweeping satu persatu ruangan Fraksi di DPRD, serta ruangan komisi yang ada.

Bahkan, para mahasiswa sempat berorasi di gang sempit dekat ruangan pimpinan DPRD Rohul, sambil meneriakan kata-kata pedas terhadap anggota DPRD Rohul karena tidak menemui mereka. Kemudian, mahsiswa segel pintu Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri dengan foster berisi "Kami meminta kepada Pemda Rohul agar merenovasi Sekretariat Himarohul Riau, dan mess Himarohu karena tidak layan ditempati".

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi damai, Muttaqin Nasri, kepada wartawan Media ini mengatakan mereka melakukan aksi , karena Pemkab Rohul dan DPRD Rohul terkesan sudah tidak peduli lagi dengan mahasiswa.

Bahkan dalam orasinya dan selebaran yang dibagikan mahasiswa, menuding DPRD Rohul tidak pro lagi dengan mahasiswa pada hari ini. Hal ini terbukti, pertama tidak dianggarkannya anggaran mahasiswa Rohul tahun 2017 yang seharusnya terealisasi Rp75 juta per tahun.

“Biasanya, setiap tahun Himarohu Riau dapat anggaran Rp75 juta, namun di tahun 2017 ini DPRD Rohul tidak mengganggarkannya. Kita datang untuk meminta penjelasan, namun tidak ada satupun anggota DPRD yang ngantor,"  kata Muttaqin usai aksi di kantor DPRD Rohul ke sejumlah wartawan.

Di poin kedua tuntutan mahasiswa,  meminta DPRD Rohul agar merenovasi mess mahasiswa dan Sekretariat Himarohu Riau di Kota Pekanbaru karena tidak layak ditempati lagi oleh mahasiswa. Juga ada point lainnya menyatakan, sejak 2013 beasiswa tidak pernah dianggarkan untuk mahasiwa, seperti beasiswa bidik misi, beasiswa prestasi, beasiswa skripsi.

“Di Undang-Undang menyampaikan,  20 persen APBD dianggarkan untuk pendidikan.Bila APBD Rohul tahun 2017 Rp1,4 triliun maka bila dibagi 20 persen maka sekitar Rp400 miliar dikemanakan uang tersebut. Kemudian, pembangunan fisik di Rohul apa, tidak ada.Ini yang kami pertanyakan dengan dunia pendidikan," tegas Muttaqin, dari mahasiswa Fakultas Fisipol Universitas Islam Riau.

Kemudian, mahasiswa juga menuding 45 anggota DPRD Kabupaten Rohul hanya baik ke mahasiswa disaat momen Pemilihan Legislatif (Pileg). Mahasiswa meminta masyarakat tidak memilih lagi 45 anggota DPRD Rohul di Pileg 2019.

“Kita kecewa dengan 45 anggota DPRD Rohul, mengapa mereka sama sekali tidak peduli dengan masiswa," keluh Muttaqin.

Ketua Umum Himarohu Riau, Abu Bakar juga menegaskan, Himarohu Riau sudah berkoordinasi dengan Pemkab Rohul dan DPRD Rohul, namun aspirasi mereka tidak terealisasi.Sehingga mereka sangat kecewa karena baik Pemkab Rohul dan DPRD Rohul tidak merealisasikan tiga poin aspirasi mereka, termasuk aspirasi rehabilitasi mess dan Sekretariat Himarohu Riau di Pekanbaru.

Kesal ke Ketua DPRD Rohul

Kekecewaan mahasisa bukan saja kepada 45 anggota DPRD Rohul, Himarohu Riau juga kecewa dan kesal dengan Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri yang pernah menjabat Ketua Himarohu Riau.

“Pak Kelmi mantan Ketua Himarohu Riau, dia senior kami di Himarohu Riau, tentunya kami sebagai pelanjut atau generasi beliau," ucap Muttaqin.


Sementara Sekwan DPRD Rohul Sariaman yang menerima kedatangan puluhan mahasiswa menyatakan, ke 45 anggota DPRD Rohul sudah sejak dua hari lalu berangkat kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Pekanbaru dan Jakarta.

Dari empat komisi yang ada di Rohul, semuanya gelar Kunker selama tiga hari, sejak Rabu (29/3/2017) kemarin hingga Jumat (31/3/2017). Kunker 45 anggota DPRD Rohul dibagi tiga kelompok, dimana anggota Komisi III dan Komisi IV konsultasi masalah jalan dan PMI dengan Pemprov Riau. Sedangkan yang Kunker ke Jakarta anggota Komisi I konsultasi ke Kementrian Keuangan, terkait Dana Bagi Hasil atau DBH. Sementara anggota Komisi II konsultasi ke Kementrian Pertanian.** ( Miswan)

Pelaku kurir sekaligus pemakai narkotika jenis ganja berinisial ZH, 29 thn, Dagang, warga Gampong Keude Jangka Buya Kecamatan Jangka Buya Kab.Pidie Jaya beserta barang bukti 2 (dua) Amplop Ganja Kering yang terbungkus kertas koran, 1 (satu) buah dompet warna abu – abu Merk Porter, 1 (satu) bungkus kosong rokok surya 16, 1 (satu) buah piper pembalut ganja kering, uang tunai yang sudah di linting dengan ganja kering di amankan di Mapolres Pidie, Kamis (30/03/2017) sekira pukul 23.00 Wib.
Pijay - Tim Reskrim / Intel Polsek Jangka Buya yang di pimpin oleh Iptu Mad Saefuddin berhasil membekuk kurir sekaligus pemakai narkotika jenis Ganja berninisial ZH, 29 thn, Dagang, warga Gampong Keude Jangka Buya Kecamatan Jangka Buya Kab.Pidie Jaya di salah satu warung kopi ( warkop ) yang berada di kawasan Gampong Keude Jangka Buya Kecamatan Jangka Buya Kab.Pidie, Kamis (30/03/2017) sekira pukul 23.00 Wib malam tadi.

Penangkapan tersebut bermula saat pelaku ZH sedang asyik mengisap sekaligus menunggu pelanggannya di warkop miliknya sendiri di Keude Jangka Buya,  saat petugas dari Polsek Jangka Buya tiba dilokasi seusai melaksanakan Patroli, ZH terkejut dan berusaha kabur dari petugas.

Namun aksinya berhasil di gagalkan oleh petugas dan pelaku langsung di tangkap serta digeledah.

Dari hasil penggeledahan,  petugas menemukan 2 (dua) paket Narkotika jenis Ganja kering siap pakai yang terbungkus kertas koran di saku celana milik pelaku.

Saat ditanyai oleh aparat, pelaku mengaku memperoleh barang haram tersebut dari salah warga Aceh Besar berinisial Si Man (bukan nama sebenarnya).

Kapolsek Jangka Buya Iptu Mad Saefuddin saat di konfirmasi oleh humas polres pidie mengatakan benar telah terjadi penangkapan terhadap pelaku sekaligus kurir narkoba jenis Ganja di warkop Keudee Jangka Buya berinisial ZH.

Masyarakat seputaran Gampong Keudee Jangka Buya  pun telah memberikan banyak informasi tentang perilaku ZH yang sering menjual bakong untuk para pemuda Gampong, tak hanya menjual ia pun menkonsumsi juga barang haram tersebut, sebut Iptu Mad Saefuddin.”

Sementara barang bukti 2 (dua) Amplop Ganja Kering yang terbungkus kertas koran, 1 (satu) buah dompet warna abu – abu Merk Porter, 1 (satu) bungkus kosong rokok surya 16, 1 (satu) buah piper pembalut ganja kering, uang tunai yang sudah di linting dengan ganja kering di amankan di Mapolres Pidie guna penyelidikan lebih lanjut , katanya.(Trb)

Jakarta - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah bertemu empat mata dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Sekretariat Wapres, Jakarta, Kamis (30/3).

Dalam pertemuan itu, Zaini melaporkan permasalahan kondisi Aceh kepada JK. Salah satunya, Zaini membahas tentang polemik mutasi pejabat eselon II yang dilakukannya pada Jumat (10/3) lalu.

Mendengar cerita Zaini, JK mengatakan bahwa persoalan mutasi pejabat SKPA memang harus berpegang teguh pada UUPA.

“Untuk Aceh harus berpegang teguh pada UUPA,” kata JK sebagaimana dikutip Zaini Abdullah.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam dari pukul 10.00 – 11.00 WIB itu,  juga membahas revisi PP 5/2017 tentang KEK, dimana Pemerintah Aceh sebagai pengusul, badan pembangun serta pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe.

Selain membahas soal mutasi dan KEK, dalam pertemuan itu Gubernur Zaini juga melaporkan situasi Aceh pasca Pilkada kepada Wapres.

Bertemu Menteri Luhut

Setelah bertemu Wapres, Gubernur Aceh  juga berjumpa dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan,  di kantor Menko Maritim, Kamis (30/3) di Jakarta.

Selain membahas keinginan Pemerintah Aceh untuk merevisi PP 5/2017 tentang KEK, pertemuan yang berlangsung pukul 14.10 hingga 15.00 WIB itu, juga membahas PP 23/2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luhut meminta gubernur untuk mengecek kembali terkait Badan Pengawas sebagai bentuk penguatan dari Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA).

Gubernur Zaini kepada Luhut Binsar Panjaitan juga menyampaikan penjelasan terkait mutasi pejabat eselon II Pemerintah Aceh beberapa waktu lalu.(Rill)

JAKARTA - Rapat Koordinasi Tingkat Menteri dan Kepala Daerah dalam rangka Persiapan Penyelenggaraan Sail Sabang 2017 berlangsung sukses yang dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Rabu (29/3/2017) di Sari Pan Pasific Hotel, Jakarta.

Dalam rakor tersebut dibahas sejumlah persiapan dari masing-masing bidang antar kementerian dalam rangka mensukseskan Sail Sabang 2017 yang akan berlangsung mulai 28 November hingga 5 Desember 2017 di Kota Sabang. 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan sangat mengharapkan perhelatan Sail Sabang 2017 yang akan digelar akhir tahun ini mendapatkan perhatian dan dukungan serius dari semua pihak, khususnya kementerian dan lembaga untuk terus melakukan evaluasi persiapan pekerjaannya masing-masing.

“Sail Sabang 2017 harus lebih baik dan atraktif dari Sail Karimata 2016 yang pernah diselenggarakan di Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat yang juga dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo," tegasnya dengan optimis.

Sail Sabang 2017, tambah Luhut harus lebih sukses dari Sail Bunaken 2009 dan pantas dihadiri oleh seorang presiden.

"Yang penting Sail Sabang 2017 harus lebih paten dan berkelas internasional," ujarnya dengan semangat.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengungkapkan kebanggaan dan penghormatan kepada Pemerintah Pusat atas terpilihnya Kota Sabang, Aceh sebagai tuan rumah penyelenggaraan Sail Indonesia yang ke-9 ini.

“Adanya Sail Sabang 2017 diharapkan mampu memperkenalkan pesona Sabang dengan berbagai keunggulan wisata baharinya serta dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sabang khususnya dan Aceh umumnya yang sudah dikenal sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia. Hal ini juga untuk mendukung kebijakan Bapak Presiden RI melalui Kementerian Pariwisata untuk mensukseskan target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2019, ungkap Zaini.

Seperti diketahui, penyelenggaraan Sail Sabang akan dipusatkan di kawasan Sabang Fair. Tidak hanya itu, lokasi juga akan meliputi daerah objek wisata, seperti Gapang Resort dan Kilometer Nol, dimana puncak acaranya akan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2017.

Terus Pacu Kelengkapan Infrastruktur

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi yang diwakili oleh Kepala Bidang Destinasi Disbudpar Aceh Dedy Fahrian mengungkapkan, untuk mendukung rangkaian kegiatan Sail Sabang 2017, baik pembangunan infrastruktur dan penyelenggaraan atraksi wisata, Pemerintah Aceh bekerjasama dengan BPKS dan Pemerintah Kota Sabang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 73 miliar pada tahun 2017.

“Berbagai atraksi wisata akan diselenggarakan dalam rangka mendukung kemeriahan Sail Sabang 2017, meliputi tarian massal saat pembukaan dan Sendra Tari Laksamana Keumalahayati saat Penutupan," ujarnya.

Atraksi lainnya, tambah Dedy, juga akan ada sejumlah agenda seperti Sabang Carnival, Aceh Culinary and Coffee Festival, Sabang Wonderful Expo and Marine Expo, dan Sales Mission Cruise Operator and Yacht.

"Yang sudah kita agendakan juga ada Seminar Wisata Bahari, Sabang Fun Bike, Atraksi “Troen U Laot”, Sabang Bazaar, Video and Photo Drone Contest, Lomba Menulis Blog, Parade Kapal Tradisional, Pentas Wonderful Sabang, Sabang Expo dan sejumlah kegiatan pendukung menarik lainnya dari berbagai kementerian dan lembaga," ungkap Dedy yang didampingi Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani.

Menariknya lagi, saat penyelenggaraan Sail nantinya Teluk Sabang akan dipenuhi dengan kapal-kapal seperti kapal tall ship Dewa Ruci dan Bima Suci, kapal Penelitian Baruna Jaya IV dan Baruna Jaya VIII, 2 kapal penumpang PELNI sebagai akomodasi terapung, 100 kapal yacht, serta beberapa kapal perang kebanggaan negeri tercinta ini, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Sebagai media informasi dan promosi, Rahmadhani menyebutkan, keikutsertaan Aceh dalam pameran Deep & Extreme 2017 tanggal 30 Maret - 2 April 2017 di Gedung JCC Jakarta juga mengangkat tema Sail Sabang 2017.

"Pemilihan tema ini kita harapkan menjadi media informasi beragam atraksi nantinya yang tentu menjadi momen yang pas sebagai bagian promosi Sail Sabang sendiri untuk sejumlah agenda yang telah dipersiapkan, khususnya Underwater Photo Contest, Free Diving Competition, Fun Dive, dan lainnya," ujarnya.[Riil/SA]

Pelaku Penipuan dan Penggelapan bisa meluluskan Bidan PTT, warga Rambayan berinisial HS, 45 thn, Wiraswasta, Warga Gampong Rambayan Kecamatan Peukan Baro Kab.Pidie diamankan di Mapolres Pidei, Kamis (30/03/2017) sekira pukul 14.00 Wib.
Pidie - HS warga Gampong Rambayan Kecamatan Peukan Baro Kab.Pidie yang bekerja sebagai Wiraswasta harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan hukum setelah menipu dan menggelepkan uang milik sdri Desi Irmayani Binti Fajar, 26 thn, Warga Gampong Peureulak Peudaya Kecamatan Padang Tiji Kab.Pidie, pada tanggal 24 Juni 2016 tahun yang lalu.

Kejadian tersebut bermula saat korban bernama Desi menjenguk saudaranya yang sedang sakit di RSU Sigli kemudian ia bertanya kepada sdr Hasballah, Tukang Parkir Rumah Sakit Umum Sigli, 35 thn, Warga Gampong Cot Rheng Kecamatan Pidie Kab.Pidie, apakah ada penerimaan bidan PTT di Rumah Sakit Umum Sigli ini, Hasbalah pun menjawab bahwa ia tidak mengetahui masalah penerimaan PTT tersebut, lalu percakapan keduanya pun didengar oleh HS kemudian Hasballah pun memperkenalkan korban dengan HS.

Lalu HS menyakinkan korban bahwa ia bisa meluluskannya menjadi bidan PTT di Kab.Pidie Jaya, tergiur dengan ucapan HS, korban bergegas menyiapkan persyaratan Ijazah dan uang sebesar Rp 20.000.000 (dua puluh juta) seperti yang telah diutarakan oleh pelaku.

Namun sebagai Panjar, korban memberikan uang sebesar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) pada awal bulan Juni 2016 kepada pelaku dengan alasan untuk pengurusan ke Kantor Bupati Pidie Jaya kemudian sisanya akan diberikan selanjutnya bila sudah pasti kelulusannya menjadi Bidan PTT, katanya.

Selanjutnya pada Bulan Juni 2016 akhir korban menyerahkan sisa uang yang diminta pelaku namun ia hanya bisa memberikannya sebesar RP 7.830.000. ( tujuh juta delapan ratus tiga puluh ribu rupiah) kepada pelaku dikarenakan hanya itu uang sisa yang ada padanya.

Setelah dihitung total uang yang telah diserahkan korban kepada pelaku secara keseluruhan sebesar Rp 17.830.000,- (tujuh belas juta delapan ratus tiga puluh ribu rupiah).

Kemudian korban menunggu janji yang telah disepakati dengan pelaku, akan tetapi iming – iming yang di janjikan pelaku kepada korban tidak seperti yang diimpikannya, korban pun melaporkan perbuatannya ke Mapolres Pidie.

Kapolres Pidie AKBP M. Ali Kadhafi, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Syamsul, SH saat di konfirmasi oleh humas polres pidie mengatakan, benar telah terjadi penipuan  dan penggelapan uang yang dilakukan oleh warga Rambayan berinisial HS kepada Desi dengan iming – iming bisa meluluskannya sebagai Bidan PTT di RSU Kab.Pidie Jaya, namun ucapan HS tidak seperti yang Desi bayangkan, malah ia menipu dan menggelapkan uang Desi.

Dari Kasus diatas merupakan pelajaran bagi kita semua sebagai warga masyarakat Kab.Pidie dan Pidie Jaya agar tidak mudah percaya kepada oknum / orang yang bisa meluluskan seseorang menjadi Pegawai Honorer atau tetap, sebut Syamsul, SH.

Dan untuk penyelidikan lebih lanjut, pelaku beserta barang bukti telah kita amankan di Mapolres Pidie guna penyelidikan lebih lanjut, katanya.(Rill/SA)

StatusAceh.Net - Sebuah desa di distrik Karnataka sebelah selatan India dihebohkan dengan kemunculan seekor ular kobra. Ular kobra tersebut keluar dari habitatnya dan berkeliaran di sekitar Desa Kaiga untuk mencari air.

Kawasan di sekitar distrik Karnataka memang sedang dilanda kekeringan. Dilansir Associated Press menurut petugas kehutanan setempat, kekeringan turut mempengaruhi kehidupan satwa liar di kawasan tersebut.

Peristiwa yang terekam kamera itu memperlihatkan sejumlah petugas mencoba mengamankan ular kobra dengan panjang 12 kaki dengan sebuah tongkat penangkap ular. Namun sebelum ditangkap ular yang terlihat kehausan tersebut disirami air oleh petugas.

Kemudian petugas tersebut memberanikan diri untuk memberikan air di dalam botol kepada sang kobra. Lucunya kobra tersebut dengan lahap meminum air di dalam botol yang ditawarkan petugas.

Sang kobra kemudian diamankan dan dibawa ke pusat penangkaran hewan terdekat.(kumparan.com)

Siham Nimr (49) tergeletak usai ditembak sebanyak dua kali oleh polisi Israel di Damascus Gate Old City, Yerusalem, Palestina, kemarin. Foto: Facebook/Exposing Israel's Agenda
StatusAceh.Net - Ibu pemuda Palestina yang tewas dibunuh tahun lalu, ditembak mati dekat gerbang menuju Old City, Yerusalem, usai dituduh berusaha menusuk polisi Israel. Tapi, saksi mata mengatakan, korban sama sekali tidak membawa pisau.

"Saya tidak melihat sebilah pisau pun, yang saya lihat hanya dia tersandung dan memegang pagar pembatas yang dipasang polisi dan ditembak sebanyak dua kali," kata Mummad Shalodi, kemarin, dikutip dari Al Jazeera.

Foto-foto yang diunggah ke media sosial menunjukkan wanita paruh baya yang tergeletak di tanah usai dibunuh polisi Israel dekat gerbang utama Old City.

Juru bicara polisi Israel Lubna Al Samri mengatakan, korban berusaha menusuk petugas menggunakan sepasang gunting di Gerbang Damaskus Old City, dan langsung "dihapuskan". Gambar yang dirilis polisi Israel menunjukkan seorang wanita memegang dua buah pisau di atas kepalanya.

Namun, Shalodi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ia tak pernah melihat korban mengangkat tangannya dan meragukan kebenaran foto tersebut.

Israel menutup sementara seluruh gerbang menuju Old City, yang merupakan salah satu lokasi wisata paling populer di Yerusalem, usai kejadian tersebut. Gerbang Damaskus merupakan jalan masuk yang dijaga paling ketat oleh polisi Israel.

Kementerian kesehatan Palestina mengungkapkan identitas korban, yakni Siham Nimr (49) yang berasal dari kamp pengungsi Shuafat di Yerusalem Timur. Kantor berita Palestina, WAFA, mengatakan, dia merupakan ibu dari Mustafa Nimr (27), yang ditembak mati polisi Israel pada September tahun lalu dalam penggerebekan di kamp pengungsi Shuafat. (Rima)

Foto: Fiatul Hamdi/MODUSACEH.CO
Banda Aceh - Ratusan mantan tahanan politik (Tapol) dan narapidana politik (Napol) Aceh, Kamis (30/3/2017) mengelar aksi demontrasi ke Kantor Kanwil Kemenkumham Aceh, Banda Aceh. Semula, aksi ini direncanakan berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, namun dialihkan ke Kantor Kanwil Kemenkumham Aceh. Dalam aksinya, mereka menuntut Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah atau akrab disapa Abu Doto, untuk bertemu dengan perwakilan Tapol/Napol. Tujuannya,  untuk merealisasikan hak-hak Tapol/Napol yang telah tercantum dalam butir-butir MoU Helsinky. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari Polres Banda Aceh dan Satpol PP/WH Aceh.

Ketua LSM Presidium Pusat Saboh Hate Maslina, selaku pendamping aksi menjelaskan. Mereka berharap tuntutan ini disampaikan dan di realisasikan langsung oleh Pemerintah Aceh pada ke pemerintahan pusat. Ini sesuai dengan yang termuat dalam butiran perjanjian damai antara GAM-Pemerintah Indonesia (Mou Helsinki), 15 Agustus 2005 di Finlandia. Salah satu isinya, Tapol Napol Aceh perlu binaan dan lapangan pekerjaan. “Ini merupakan tuntutan terakhir kami, apabila terjawab Alhamdulillah," kata Maslina.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa Tapol/Napol ini, Muhammad mengatakan, soal realisasi hak-hak mantan Tapol dan Napol Aceh yang telah dijanjikan Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah,  25 Juni 2015 lalu. Misal, adanya alokasi tanah dan lapangan pekerjaan," tagih Muhammad dalam orasinya.

Aksi ini merupakan lanjutan, sebelumnya atau,   Selasa malam (14/03/2017), juga ada aksi serupa yang berlangsung di Kantor Gubernur Aceh dengan tuntutan yang sama.

Dalam pertemuan tersebut, Kanwil Kemenkumham Aceh diwakili Drs. Meurah Budiman, S.H., M.H (Kepala Bidang Pembinaan) dan Edy Hardoyo, Bc, IP, S.H, M.H (Kepala Divisi Pemasyarakatan), mengaku akan menampung semua aspirasi para pengunjuk rasa.[Sumber: modusaceh.co]
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.