2018-06-17

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Sport - Belgia pesta gol di Spartak Stadium, Moscow, Sabtu (23/6) malam ini. Belgia menggasak Tunisia dengan skor fantastis 5-2. Romelu Lukaku dan Eden Hazard masing-masing mencetak dua gol di pertandingan ini. Kemenangan ini sekaligus membuat tim berjuluk Setan Merah tersebut memastikan diri menapakkan kaki ke babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Babak Pertama

Belgia tampil menekan sejak awal pertandingan. Mereka langsung menciptakan kesempatan perdana pada menit pertama. Sayang tendangan bebas Kevin de Bruyne mendarat di tangkapan kiper Farouk Ben Mustapha.

Semenit berikutnya giliran Romelu Lukaku yang memberikan ancaman. Lagi-lagi pergerakannya digagalkan Ben Mustapha. Thomas Meunier mencoba peruntungan pada menit ketiga. Akan tetapi sepakannya berhasil diamankan Ben Mustapha.

Wasit memberi hadiah penalti kepada Belgia pada menit kelima. Keputusan itu diambil menyusul pelanggaran Syam Ben Youssef kepada Eden Hazard di kotak terlarang. Walaupun sempat diprotes, wasit tak bergeming atas keputusannya.

Hazard mengeksekusi penalti itu dengan sempurna. Ia berhasil mengecoh Ben Mustapha sekaligus membawa Belgia unggul 1-0 pada menit keenam.

Umpan silang sangat cantik disodorkan Lukaku ke jantung pertahanan Tunisia pada menit ke-12. Bola berhasil diterima dengan sempurna oleh Hazard. Sayang sontekannya masih berhasil digagalkan Ben Mustapha.

Kombinasi Hazard-Lukaku benar-benar menjadi momok menakutkan untuk Tunisia. Lukaku menyempurnakan thru pass Hazard dengan tembakan mendatar yang gagal ditepis Ben Mustapha. Belgia unggul 2-0 pada menit ke-16..

Tunisia meresponnya dengan cepat. Mereka memperkecil kedudukan menjadi 1-2 melalui gol Dylan Bronn pada menit ke-18. Bermula dari tendangan bebas Wahbi Khazri, sundulan Bronn gagal diamankan kiper Thibaut Courtois.

Kepercayaan diri para pemain Tunisia meningkat tajam setelah gol Bronn. Mereka bermain menyerang dan berani menciptakan ancaman-ancaman ke gawang Belgia. Salah satunya dilakukan Ferjani Sassi pada menit ke-31. Sayang bola masih melebar.

Tusia kembali mendapatkan kesempatan tendangan on target Khazri pada menit ke-32. Hanya saja bola berhasil diamankan Courtois. Tendangan voli dari luar kotak penalti dilakukan Fakhreddine Ben Youssef menit ke-38. Namun arah bola masih melenceng.

Tunisia sudah melakukan dua pergantian pemain pada paruh pertama. Dua pemain yang mengalami cedera, yakni Dylan Bronn dan Syam Ben Youssef digantikan Hamdi Nagguez serta bek Leicester City Yohan Benalouane.

Belgia hampir menggandakan kedudukan pada masa injury time. Dimulai dari umpan Hazard kepada De Bruyne, bola kemudian disodorkan ke arah Lukaku. Sayang striker Manchester United itu gagal menjangkau bola.

Lukaku membayar kesalahan sebelumnya dengan gol keduanya pada menit ke-45+3. Setelah menerima umpan pendek Meunier, Lukaku dengan sangat tenang menaklukkan kiper Ben Mustapha. Belgia menutup paruh pertama dengan keunggulan 3-1.

Babak Kedua

Eden Hazard membawa Belgia unggul ketika babak kedua baru memasuki menit ke-51. Selepas menerima umpan panjang Toby Alderweireld, Hazard mengecoh dua bek tengah Tunisia sebelum memperdaya kiper Ben Mustapha. Belgia unggul 4-1.

Yannick Carrasco menjajal peruntungannya pada menit ke-62. Ia melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti setelah mendapatkan umpan pendek Hazard. Sayang arah bola melenceng tipis di kiri gawang.

Belgia mulai mengistirahatkan para pemain kuncinya pada pertengahan babak kedua. Setelah Lukaku digantikan Marouane Fellaini pada menit ke-59, giliran Eden Hazard yang ditarik keluar pada menit ke-68. Perannya digantikan Michy Batshuayi.

Ketiadaan Lukaku dan Hazard memang berimbas ke permainan Belgia. Namun efek yang terjadi sangat kecil. Sebab Belgia masih memiliki pemain-pemain yang agresif seperti De Bruyne, Dries Mertens, Carrasco serta Batshuayi.

Kesempatan emas diperoleh Belgia melalui sontekan kaki kiri Batshuayi menit ke-76. Walaupun berhasil melewati kiper Ben Mustapha, tendangan penyerang Chelsea itu berhasil disapu bersih Yassine Meriah.

Batshuayi hampir mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-79. Ia memanfaatkan bola muntah tendangan Carrasco yang gagal ditangkap kiper. Namun sepakannya memebentur mistar.

Batshuayi kembali memperoleh kesempatan pada menit ke-81. Ini adalah peluang ketiganya dalam kurun waktu lima menit. Akan tetapi kembali Batshuayi mencatatkan namanya di papan skor. Tendangan voli kaki kirinya berhasil digagalkan Ben Mustapha.

Rasa penasaran Batshuayi akhirnya terbayar setelah ia mencetak gol pada menit ke-90. Menyambut umpan lambung pemain pengganti Youri Tielemans, sontekan kaki kiri Batshuayi membawa Belgia unggul 5-1.

Batshuayi hampir mencetak gol keduanya pada menit ke-90+2. Sayang tembakannya melebar. Tunisia memperkecil skor melalui gol Khazri beberapa detik sebelum pertandingan berakhir. Skor 5-2 untuk Belgia bertahan hingga peluit panjang.

Susunan Pemain Belgia vs Tunisia

Belgia

1-Thibaut Courtois, 5-Jan Vertonghen, 20-Dedryck Boyata, 2-Toby Alderweireld, 6-Axel Witsel, 7-Kevin De Bruyne, 11-Yannick Carrasco, 15-Thomas Meunier, 14-Dries Mertens (17-Youri Tielemans, 86'), 10-Eden Hazard (21-Michy Batshuayi, 68'), 9-Romelu Lukaku (8-Marouane Fellaini, 59')

Pelatih: Roberto Martinez

Tunisia

1- Farouk Ben Mustapha, 2-Syam Ben Youssef (3- Yohan Benalouane, 41’), 4-Yassine Meriah, 11-Dylan Bronn (21-Hamdi Nagguez, 24’), 12-Ali Maaloul, 9-Anice Badri, 13-Ferjani Sassi (23-Naim Sliti, 59), 17-Ellyes Skhiri, 7-Saîf-Eddine Khaoui, 8-Fakhreddine Ben Youssef, 10-Wahbi Khazri

Pelatih: Nabil Maaloul

Wasit: Jair Marrufo (Amerika Serikat) 

Sumber: Jawpos.com

MOSCOW - Legenda lapangan hijau asal Argentina, Diego Maradona kecewa berat dengan hasil tim nasionalnya, dalam dua laga di Grup D Piala Dunia 2018.

Pemain yang membawa Argentina juara Piala Dunia 1986 itu menjadikan pelatih Jorge Sampaoli dan Argentine Football Association (PSSI-nya Argentina) sebagai sasaran tembak kekecewaannya.

"Masalah tidak bisa diselesaikan pelatih dengan komputer, drone atau 14 asisten. Mereka (AFA) juga salah," kata Maradona kepada Telesur.

Maradona menjadi saksi langsung di Rusia saat Argentina bermain imbang 1-1 dan dihantam Kroasia 0-3. "AFA dijalankan oleh orang-orang yang tidak tahu apa-apa tentang sepak bola. Kurang perencanaan dan meninggalkan tim terombang-ambing," kata Maradona.

Di sisi lain, pria berusia 57 tahun itu mendukung Lionel Messi, yang justru menjadi salah satu sosok yang dianggap bersalah dalam dua hasil buruk Argentina di Rusia.

"Semua orang menyalahkan Messi. Tidak. Dia bermain karena dia harus bermain dan dia bisa bermain. Sulit untuk memecahkan masalah rekan tim Anda," tandas Maradona. (jpnn)

London - Chelsea disebut segera mengumumkan penunjukan Maurizio Sarri sebagai manajer anyar klub pengganti Antonie Conte. Hal tersebut menjadi pertanda buruk bagi Cesc Fabregas yang bisa kehilangan tempatnya di skuat The Blues.

Sarri semakin dikaitkan dengan Chelsea. Mantan pelatih Napoli tersebut dianggap sebagai pengganti yang tepat untuk Antonio Conte yang kontraknya berpeluang diputus.

Sarri pun sudah menyiapkan daftar pemain yang akan ia rekrut jika menjadi manajer Chelsea. Nama pemain Juventus, Miralem Pjanic, disebut berada dalam daftar tersebut.

Chelsea pun sudah memberi indikasi kalau mereka tertarik merekrut Miralem Pjanic. Tidak tanggung-tanggung, The Blues menyiapkan dana sebesar 70 juta pounds (Rp 1,3 triliun) untuk membuat Juventus rela melepas Pjanic.

Jika Pjanic datang, Fabregas dipastikan kehilangan tempatnya di skuat Chelsea. Kedua pemain tersebut memiliki karakteristik permainan yang sama di lini tengah, yaitu untuk mengalirkan bola ke lini pertahanan lawan.

Namun, Chelsea akan bersaing dengan Barcelona yang juga menginginkan jasa Pjanic. Pemain Bosnia-Herzegovina tersebut dianggap bisa menggantikan peran Andres Iniesta yang hengkang ke Vissel Kobe.

Sumber: Football Fancast

Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut bahwa semangat nasionalisme yang merupakan perwujudan dari sikap cinta Tanah Air, adalah merupakan bagian dari sikap iman seorang Muslim kepada Islam.

JK mengutip pemikiran modernisme ulama Syekh Rasyid Ridha atas bermunculannya semangat nasionalisme dalam menentang kolonialisme di dunia pada abad ke-20.

"Iman seseorang Muslim tidak lengkap jika dia tidak mencintai tanah airnya,” ujar JK, berpidato saat menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, dikutip dari keterangan Sekretariat Wakil Presiden, Sabtu, 23 Juni 2018.

Meski demikian, menurut JK, iman sejatinya adalah sikap wajib seorang Muslim atas agama dan Penciptanya. Sementara nasionalisme, hanya merupakan salah satu perwujudan dari sikap iman itu.

JK meminta supaya keduanya tidak disejajarkan, apalagi dipertentangkan, karena derajat antara iman dan nasionalisme tentu tidak sama.

"Mempertentangkan keduanya jelas tidak menguntungkan bagi kehidupan kita sebagai umat Muslim, dan sekaligus sebagai warga Tanah Air Indonesia.” ujar JK.

JK lantas mengungkap peran keimanan terhadap tumbuhnya sikap nasionalisme di Indonesia saat masa penjajahan. Iman terhadap Islam adalah salah satu faktor kaum Muslim yang berasal dari daerah-daerah yang terjajah di Hindia Belanda dahulu merasa memiliki kesamaan.

Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan antar sesama Muslim) itu lantas menjadi pendorong munculnya ukhuwah wathaniyah (persaudaraan antar sesama warga Tanah Air) yang menjadi modal kuat mengusir penjajah dari Indonesia.

"Berkat Islam, orang-orang dari suku Aceh, misalnya, merasa dekat dan bersahabat dengan orang-orang dari suku Bugis atau Makassar, dan seterusnya antar suku-suku lain di Nusantara," ujar JK.
| Viva

Sport - Pada 7 Juli 2011, kantor Kejaksaan Distrik Changwon, Korea Selatan, menemukan fakta tidak mengenakkan: pada musim 2010-2011 pengaturan skor terjadi dalam 15 pertandingan sepakbola profesional di Korea.

Pada 4 Agustus 2011, ada empat pertandingan tambahan dalam kasus tersebut. Terakhir, dua pertandingan di piala liga yang melibatkan Busan, Gwangju, Daejeon dan Pohang juga telah diatur hasilnya. Dari 21 pertandingan tersebut, 18 pertandingan sukses melakukan pengaturan skor.

Choe Sang-hun, yang sudah menjadi koresponden New York Times sejak 2005, menuliskan analisis atas hal itu untuk New York Times. Ia menjelaskan, pengaturan skor tersebut merupakan hasil atau akumulasi banyak masalah yang sudah berkarat di Korea Selatan: atlet muda sering mendapatkan pelakukan buruk; gaji atlet tak seberapa; penghormatan berlebihan terhadap otoritas; dan budaya korupsi yang dibiarkan.

Menurut Choe, dari semua masalah itu, jumlah gaji yang tak seberapa menjadi alasan utama mengapa pesepakbola di Korea Selatan terpaksa melakukan pengaturan skor. Pasalnya, di Korea saat itu, para pemain inti biasanya hanya mendapatkan gaji 47.000 dolar per tahun. Sementara pemain cadangan hanya mendapatkan bayaran 950 dolar Amerika setiap bulan. Itulah yang memicu pemain-pemain liga profesional di Korea terlibat dalam pengaturan skor.

Pada hari yang sama saat kantor Kejaksaan Distrik Changwong melaporkan adanya pengaturan skor gelombang pertama, 10 orang pemain dan mantan pemain sepakbola profesional Korea ditangkap karena terbukti bersalah. Selain itu, sekitar 1 dari 10 pemain yang terlibat di liga Korea juga diduga terlibat dalam pengaturan skor.

Kejadian itu tentu membuat Korea geger. Reputasi liga Korea tercoreng. Dilansir Korea Herald, Huh Jung-moo, mantan pelatih Korea Selatan dalam Piala Dunia 2010, menyayangkan kejadian itu.

“Sebagai pecinta sepakbola, kami menghadapi masalah yang seharusnya tidak pernah terjadi. Setelah semuanya dibongkar, kami harus memeriksa lagi apakah semuanya sudah benar-benar dibersihkan, sehingga kami dapat mengubah kejadian ini menjadi keuntungan,” ujarnya dengan penuh sesal.

Pernyataan Huh Jung-moo soal menjadikan perilaku memalukan pengaturan skor menjadi keuntungan menarik digarisbawahi. Pasalnya, meski masalah tersebut berhasil diatasi dan dibongkar secara luas, sepakbola Korea ternyata tak belajar dari kejadian itu.

Sampai sekarang, Asosiasi sepak bola Korea Selatan tak mempunyai rencana jangka panjang terhadap liga Korea. Pemain-pemain Korea yang bermain di kompetisi lokal mempunyai kualitas yang njomplang dengan pemain-pemain Korea yang bermain di luar negeri. Imbasnya, timnas Korea Selatan kurang pasokan pemain berbakat; Korea juga kesulitan untuk meraih prestasi di kancah internasional.

Dan jika mereka sampai kalah dari Meksiko pada laga kedua mereka di Piala Dunia 2018 pada Sabtu (23/6/18) ini, catatan buruk mereka di kancah internasional akan semakin menghantui masa depan tim berjuluk Setan Merah itu.


Meringankan Beban Son
The Korea Times menyebut pertandingan Korea Selatan melawan Swedia sebagai the day of destiny. Melalui frase itu, publik sepakbola Korea jelas berharap timnas kebanggaannya mampu meraih kemenangan pada pertandingan pertama di Piala Dunia 2018 tersebut. Sayangnya, pertandingan itu justru berujung permintaan maaf Son Heung-min, penyerang sekaligus bintang utama Korea Selatan. Saat itu Korea Selatan kalah 0-1 dari Swedia.

“Saya masih kecewa dengan penampilan saya dan saya merasa sangat bersalah kepada rekan-rekan saya karena jika kami tak mampu mencetak gol, itu salahku, karena saya merasa bertanggung jawab terhadap semua itu,” ujar Son.

Son, yang bermain di sisi kiri lini serang, memang tampil jelek. Pemain yang berhasil mencetak 12 gol dan mencatatkan 6 assist saat membela Tottenham Hotspur di Premier League musim 2017-2018 itu bahkan tak sekali pun membidikkan bola tepat ke arah gawang Swedia. Padahal Shin Tae-young, pelatih Korea Selatan, sudah menyiapkan tatik yang bisa mendukung penampilannya, yakni pendekatan taktik yang sesuai dengan penampilan Tottenham Hotspur.

Rencana awal Shin memang seperti itu, tetapi keadaan di atas lapangan ternyata sangat bertolak belakang dengan keinginannya. Kecepatan adalah kunci dari permainan Tottenham, tapi Korea bermain sebaliknya. Terus diserang oleh Swedia, Korea hampir tak bisa melakukan serangan balasan. Transisi menyerang mereka begitu lambat, sehingga Son tak mempunyai kesempatan untuk menunjukkan ledakan kecepatannya.

Selain itu, pemain-pemain tengah mereka juga tak berani memainkan bola. Sekali lagi, kejadian itu sangat merugikan Son. Tanpa bantuan dari para pemain tengah Korea Selatan, konsentrasi pemain-pemain bertahan Korea Selatan terus mengarah kepada Son.

Saat menghadapi Meksiko, tim yang lebih tajam dan lebih cepat daripada Swedia, Korea harus melakukan perubahan. Jika tidak, mereka bisa menjadi santapan empuk tim yang dilatih Juan Carlos Osorio tersebut. Perubahan itu bisa dimulai dengan mengubah formasi. Daripada bermain dengan formasi 4-3-3, Korea sebaiknya bermain dengan formasi 4-4-2 saat menghadapi Meksiko.

Dengan formasi tersebut, jika Meksiko kembali bermain dengan formasi 4-2-3-1 seperti saat menghadapi Jerman, lini tengah Korea kemungkinan akan kesulitan mengimbangi lini tengah Meksiko. Pasalnya, mereka akan kalah kuantitas (3 melawan 2). Namun, jika Korea melakukan pendekatan bertahan dan bermain direct dengan formasi itu, mereka bisa mendapatkan keuntungan.

Ki Sung-yueng, yang bermain lebih dalam saat menghadapi Swedia, bisa dimainkan lebih ke depan. Dengan begitu, ia bisa lebih memaksimalkan kemampuannya mendistribusikan bola ke lini depan. Singkat kata, saat Korea melakukan serangan balik cepat, Ki bisa diandalkan sebagai pusat transisi serangan.

Di lini depan, Korea dapat memasangkan Son Heung-min dengan Hwang Hee-Chan. Jika Meksiko kembali memainkan garis pertahanan tinggi seperti saat melawan Jerman di babak pertama, kecepatan keduanya bisa sangat menguntungkan. Terutama Son, pendekatan tersebut juga bisa lebih memaksimalkan kemampuannya. Ia bisa lebih lebih dekat dengan gawang lawan dan bisa langsung berhadapan dengan dua bek tengah Meksiko. Selain itu, dari daerah tengah, kemampuannya dalam menciptakan peluang bisa lebih membahayakan.

Sebagai gantinya, sisi kiri lini serang Korea bisa ditempati Lee Jae-sung. Saat menghadapi Swedia, Lee memang dimainkan sebagai salah satu trio gelandang tengah Korea. Namun, ia adalah pemain serba bisa, dan pemain terbaik liga Korea dalam dua musim tearkahir tersebut juga terbiasa bermain di kedua sisi lapangan timnya.

Raden Adipati Wiranatakusuma, Bupati Bandung, mengenakan kafiyeh, berada di bawah payung, berkumpul merayakan Lebaran bersama jelata di depan Masjid Agung Bandung, Jawa Barat, pada 1926. Sumber : Domain publik.
StatusAch.Net - “Tahun Baru Pribumi (Inlands Niewjaar),” demikian orang Eropa dan pejabat Belanda di Hindia Belanda menyebut hari Lebaran. Mereka juga menganggap bulan Syawal selayaknya bulan Januari. Bulan penuh perayaan.

Orang Eropa dan pejabat Belanda di Hindia Belanda merasakan suasana berbeda selama hari Lebaran dan beberapa hari setelahnya dalam bulan Syawal. Sebab orang-orang tempatan berkegiatan dan berpenampilan secara khusus. Saat itulah orang muda dan kaum bawahan memberikan selamat kepada orang tua dan kaum atasannya. Kemudian mereka saling bermaafan atas silap kata dan perilaku, sembari bikin hajatan bareng.

“Di mana-mana perayaan pesta ini disertai hidangan makan khusus, saling bertandang yang dilakukan oleh kaum kerabat dan kenalan, pembelian pakaian baru, serta berbagai bentuk hiburan yang menggembirakan,” tulis Snouck Hurgronje dalam “Surat Kepada Direktur Pemerintahan Dalam Negeri”, 20 April 1904, termuat di Nasihat-Nasihat Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889-1939 Jilid IV.

Snouck mencatat kebiasaan saling berkunjung dan mengenakan pakaian baru pada hari Lebaran mirip dengan perayaan tahun baru di Eropa. “Karena itu perayaan ini di kalangan bangsa Eropa seringkali keliru disebut ‘Tahun Baru Pribumi’,” tulis Snouck dalam Islam di Hindia Belanda.

Pada hari itu orang tempatan yang bekerja pada kantor pemerintah punya waktu luang untuk saling bertandang, sebab pemerintah kolonial menetapkan tanggal 1 Syawal sebagai hari libur. 

Orang-orang Eropa dan pejabat Hindia Belanda melihat hari Lebaran dirayakan oleh semua umat Islam. Baik untuk yang taat dan saleh maupun untuk yang praktik ibadahnya jarang-jarang. Dari kelas warga jelata sampai kelas priayi dan pamongpraja bumiputra yang pada hari-hari biasa tak pernah kelihatan ibadah di hadapan khalayak.

Saat tiba hari Lebaran, para priayi dan pamongraja bumiputra merasa perlu turut sembahyang id ke masjid bersama khalayak.

“Juga mereka yang hanya berpuasa satu hari atau lebih pada awal dan akhir bulan puasa, bahkan juga kebanyakan orang Jawa yang sama sekali tidak berpuasa, ikut pula merayakan pesta ini dengan tidak kurang gembiranya daripada orang-orang saleh yang sangat patuh kepada hukum agamanya,” lanjut Snouck.

Saking luasnya perayaan hari Lebaran dan bulan Syawal di segala lapisan orang tempatan, pejabat Hindia Belanda jadi agak keberatan dengan perayaan itu. Menurut sebagian mereka, perayaan Lebaran orang tempatan terlalu makan biaya alias boros. Lebih lagi jika perayaan itu digelar secara resmi oleh pamongpraja bumiputra seperti bupati.

Tuan Steinmetz, residen Semaran, dan De Wolff van Westerrode, pejabat Hindia Belanda, bersurat kepada Snouck yang bertindak sebagai penasihat pemerintah kolonial untuk urusan agama Islam, adat, dan orang bumiputra pada 1904.

Steinmetz dan De Wolff mengutarakan ketidaksetujuannya terhadap perayaan Lebaran. Mereka bahkan menulis perayaan Lebaran sebagai sumber bencana ekonomi.

Steinmetz dan De Wolff menganggap para bupati telah menggunakan uang pemerintah kolonial untuk bermacam-ragam perayaan Lebaran dengan mengundang pejabat berbangsa Belanda. Ini sangat merugikan kas pemerintah kolonial dan merendahkan pejabat Belanda jika menghadiri undangan perayaan Lebaran dari bupati.

Steinmetz dan De Wolff menyertakan dasar hukum untuk melarang perayaan resmi Lebaran. Menurut mereka, larangan itu bakal bersesuaian dengan semangat Lembaran Tambahan No. 4043 dan No. 4062. Dua aturan ini memuat perisoal pembatasan pengeluaran pejabat pemerintah kolonial untuk hal kurang penting.

Steinmetz dan De Wolff juga menyinggung perayaan Lebaran di kalangan warga jelata. Mereka kasih usul agar para bupati ikut membantu batasi perayaan Lebaran di kalangan warga jelata. Tujuannya memberantas pemborosan di kalangan warga jelata.

Snouck sepakat dengan Steinmetz dan De Wolff untuk beberapa hal. Antara lain bahwa pemborosan harus dilawan dan diberantas secara sungguh-sungguh. “Hendaknya diingat bahwa kekhidmatan tidak meniadakan kesederhanaan,” tulis Snouck dalam Nasihat-Nasihat Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889-1939 Jilid IV.

Tapi Snouck bertentangan pendapat dengan Steinmetz dan De Wolff tentang perayaan Lebaran. Menurutnya membatasi perayaan Lebaran di segala lapisan orang tempatan bukan tindakan tepat.

“Lebaran memang sudah menjadi perayaan keagamaan yang istimewa bagi pribumi,” tulis Snouck. Dan karena itu, Snouck justru menganjurkan Steinmetz, De Wolff, atau siapapun saja pejabat berkebangsaan Belanda di Hindia Belanda untuk memberikan penghormatan kepada perayaan tersebut.

Beda pendapat antara Snouck dengan Steinmetz dan De Wolff tentang perayaan Lebaran berakar dari cara pandang orang Belanda terhadap Islam.

Jajat Burhanudin dalam Ulama dan Kekuasaan Pergumulan Elite Muslim dalam Sejarah Indonesia menyebut cara pandang Snouck terhadap Islam lebih berpihak pada peningkatan pola hubungan antara pemerintah kolonial dan umat Islam Hindia Belanda. Tak heran jika Snouck cukup berterima dengan perayaan Lebaran.

Di kutub lain, Steinmetz dan De Wolff menjadi representasi cara lama orang Belanda dalam memandang Islam. “Yang sarat dengan sentimen permusuhan,” tulis Jajat. Dari sinilah kerisihan mereka berdua terhadap perayaan Lebaran menjadi mungkin.(*)

Lhokseumawe-Jajaran Polres Polres Lhokseumawe dibawah komando AKBP Ari Lasta Irawan, S.Ik berkomitmen membangun Zona Integritas menuju Polres Lhokseumawe yang WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani).

Tampak, sebagai bukti keseriusan dalam  mewujudkan Polres Lhokseumawe menuju WBK dan WBB, Polres Lhokseumawe memasang spanduk siap menuju zona integritas bebas korupsi dan birokrasi bersih melayani di tempat pelayanan, baik itu di SPKT sebagai gerbang pengaduan masyarakat, Ruang Pelyanan SIM, Kantor SAMSAT serta ruang pelayanan SKCK.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, S.Ik menyebutkan,  semua personil Polres Lhokseumawe tanpa terkecuali  wajib dan sudah komit memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang berhadapan dengan hukum atau masyarakat yang berurusan di kantor polisi.

Kami siap membangun dan mewujudkan  Wilayah Bebas Korupsi dan  Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Mapolres  Lhokseumawe, imbuh Kapolres seraya menambahkan pihaknya juga minta dukungan semua elemen masayarakat agar hukum benar-benar menjadi panglima seperti yang diimpikan masyarakat.

Kapolres menyebutkan, komitmen yang kuat untuk mewujudkan Polres Lhokseumawe menuju WBK dan WBBM dibuktikan dengan pelayanan yang cepat  kepada masyarakat serta adanya fasilitas dan prasarana ruang pelayanan yang baik dan ramah anak.

"Seperti Ruang Sentral pelayanan kepolisian Terpadu (SPKT) dilengkapi dengan call centre yang melayani laporan  masyarakat, baik itu laporan kehilangan, laporan tindak pidana , peganduan masyarakat (dumas) yang berdampingan dengan Pelayanan Pengaduan Propam."jelasnya

Diruang pelayanan SIM pihaknya juga menyiapkan ruang ibu menyusui untuk memudahkan kaum ibu dan dilengkapi dengan wifi gratis.

"Dengan fasilitas yang dimiliki kata Kapolres, diharapkan akan dapat memberikan pelayanan  prima kepada masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Lhokseumawe,"pungkasnya.(Rill)

Ilustrasi
Banda Aceh - Seorang mahasiswa berinisial ZF (23) asal Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur dibekuk petugas Aviation Security Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM). Pelaku kedapatan membawa sabu seberat 74,67 gram yang dibungkus dalam kondom.

Penangkapan tersangka pemilik sabu tersebut saat petugas memeriksa di pintu X-Ray, Selasa (19/6) sekira pukul 10.00 WIB. Setelah melewati pintu X-Ray, petugas menemukan barang mencurigakan dalam tas milik tersangka.

Setelah dilakukan penggeledahan, dalam tas tersangka ditemukan plastik yang berisi alat isap sabu. Lalu petugas pun langsung menggeledah tubuh tersangka.

"Saat digeledah badan tersangka, petugas menemukan sebungkus sabu yang dibalut kondom di dalam celana dalam tersangka, bungkusan sabu dalam kondom ini diselipkan ke bokongnya," kata Direktur Resnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito, Jumat (22/6) di Banda Aceh.

Selain itu, petugas juga sita boarding pass Batik Air tujuan Jakarta atas nama tersangka, satu unit telepon seluler, kaca pirex dan sebuah pipet bekas.

"Kemudian juga diamankan sebuah korek api, sebuah tutup botol berlubang warna biru, sekotak kondom merek Durex, 3 lembar plastik bening bekas bungkusan sabu dan sebuah tas ransel cokelat," tambahnya.

Barang bukti beserta tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk proses hukum selanjutnya. "Kasus ini masih ditangani Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh," tutupnya. | Merdeka.com


Sport - Brasil berhadapan dengan Kosta Rika dalam laga kedua Grup D Piala Dunia 2018. Pertandingan yang berlangsung di di Saint-Petersburg Stadium, Jumat 22 Juni 2018, berkesudahan dengan skor 2-0 untuk keunggulan Tim Samba.

Pada babak pertama, Brasil menguasai jalannya pertandingan. Mereka terus bermain menekan lini pertahanan Kosta Rika, namun sayang tidak ada hasil positif.

Alhasil, skor imbang tanpa gol bertahan hingga wasit meniupkan peluit tanda 45 menit waktu paruh pertama pertandingan selesai.

Upaya keras dari Tim Samba jelas terlihat di lima menit awal babak kedua. Mereka setidaknya mencatatkan tiga peluang namun sayang masih bisa digagalkan oleh barisan pertahanan Kosta Rika.

Pada menit 77, Kosta Rika hampir saja dihukum penalti. Wasit yang telah menunjuk titik putih akhirnya meninjau ulang keputusan menggunakan teknologi video assistant referee (VAR).

Setelah melakukan tinjauan ulang Neymar dijatuhkan pemain Kosta Rika, akhirnya wasit membatalkan keputusan. Sementara aman gawang mereka yang dikawal Keylor Navas.

Suporter Brasil akhirnya bisa bersorak gembira ketika pertandingan memasuki menit 90+1. Philippe Coutinho menceploskan bola ke dalam gawang Kosta Rika memanfaatkan bola liar.

Unggul 1-0 tak membuat Brasil puas. Selang lima menit kemudian, mereka kembali menambah keunggulan melalui gol Neymar yang meneruskan umpan matang dari Douglas Costa.

Dengan kemenangan 2-0, Brasil kini menempati posisi teratas klasemen sementara Grup D dengan empat poin. Namun, posisi mereka rawan tergeser oleh Serbia yang baru akan menjalani laga kedua melawan Swiss, Sabtu 23 Juni 2018 dini hari WIB.

Peluang Brasil untuk lolos ke babak 16 pun akhirnya terbuka. Syaratnya di laga pamungkas melawan Serbia nanti, Tim Samba tidak boleh kalah.

Susunan Pemain:

Brasil: Allison Becker; Fagner, Thiago Silva, Miranda, Marcelo, Paulinho (Roberto Firmino 68'), Casemiro, Philippe Coutinho, Willian (Douglas Costa 46'), Gabriel Jesus (Fernandinho 90+2'), Neymar.

Kosta Rika: Keylor Navas; Oscar Duarte, Gonzales, Johnny Acosta, Bryan Oviedo, Guzman Perez (Yeltsin Tejeda 84'), Celso Borges, Cristian Gamboa (Francisco Calvo 75'), Johan Vernegas, Marcos Urena (Christian Bolanos 54'), Bryan Ruiz. | Viva

StatusAceh.Net - Dua pelaku penambangan emas ilegal di kawasan hutan lindung Gunung Aman dan Sungai Amak serta Sungai Awee, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, menyerahkan diri ke Mapolres setempat.

Sebelumnya, polisi setempat telah mendaftarkan kedua tersangka dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tersangka tersebut yakni TH (34), warga Gampong Canggai. Berikutnya DW (44), warga Gampong Manjeng, Kecamatan Pente Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.

“Selama ini kita buru terus, akhirnya kedua tersangka menyerahkan diri sendiri,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, Kamis (21/6).

Dia memastikan, penyidik akan segera menyelesaikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Kini keduanya telah mendekam dalam sel tahanan Mapolres setempat.

Para tersangka kuat dugaan terlibat praktik kasus tambang emas ilegal yang ditangani Kepolisian sejak awal Februari 2018 lalu. Sementara dua unit alat berat bermerek Hitachi05 G serta sebuah alat berat dengan merk Kobelco Hydrowlid tipe YN 12-T8069, SK-200-8 warna hijau telah diamankan di Polsek Kecamatan Pante Ceureumen, menjadi barang bukti (BB) kasus tersebut.

Penahanan alat berat menjadi barang bukti, usai memperoleh persetujuan sita dari Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh sejak 4 Mei 2018 lalu. Sementara proses penyitaan alat berat mulai dilakukan sejak tanggal 2 Mei 2018.

Saat diperiksa penyidik, tersangka mengaku beko tersebut merupakan sewaan dari M Angkasa alias Aleng warga Medan, dan S alias Dedek warga Banda Aceh. 

AKBP Bobby menyebutkan, DW menyerahkan diri sehari jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah. Sementara TH menyerahkan dirinya pada Minggu (17/6).

“Keduanya menyerahkan diri, karena sadar telah melakukan kesalahan atas dugaan merusak lingkungan,” katanya.

Kedua tersangka dijerat pasal 17 jouncto pasal 89 Undang-undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman 15 tahun penjara atau denda sebesar Rp1,5 miliar.

Katanya, keberhasilan Polres Aceh Barat dalam mengungkap kasus ini, murni berkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Sehingga kedua pelaku yang selama ini paling dicari, tergugah hati untuk menyerahkan diri.

Bobby berjanji pihaknya akan terus berupaya melakukan penertiban dan penindakan terhadap aktivitas penambangan ilegal. Target utamanya pertambangan menggunakan alat berat.| JPNN | Rakyat Aceh

Sport - Kekalahan atas Kroasia membuat sebagian pemain Argentina terlihat tertunduk malu dan menangis. Pemandangan tersebut lantas membuat pemain Kroasia, Sime Vrsaljko, melontarkan ejekan dengan menyebut pemain Albiceleste seperti perempuan.

Kroasia sukses mengamankan tiga poin usai mengalahkan salah satu tim kandidat juara Piala Dunia 2018, Argentina. Skuat asuhan Zlatko Dalic itu bahkan berhasil menang telak 3-0 melalui aksi Ante Rebic, Luka Modric, dan Ivan Rakitic.

Kroasia pun menjadi salah satu tim yang dipastikan lolos ke babak 16 besar dan saat ini sedang bertengger di puncak klasemen grup D. Di sisi lain, Argentina justru terus tertahan pada peringkat tiga dengan koleksi satu angka saja.

Menangis Seperti Perempuan

Para pemain Albiceleste pun mengekspresikan rasa kecewanya dengan tangisan usai pertandingan. Dan kejadian itu langsung mengundang pernyataan ejekan dari Vrsaljko.

"Saya tidak tahu pertandingan apa yang mereka saksikan," ujar Vrsaljko, seperti yang dikutip dari Goal.

"Saya melihat pemain Argentina terjatuh dan menangis seperti perempuan," lanjutnya.

Lebih Baik dari Argentina

Kroasia tampak mendominasi pertandingan dengan catatan 14 tembakan di sepanjang pertandingan, lima di antaranya mengarah tepat ke gawang. Fakta tersebut membuat pemain Atletico Madrid itu merasa timnya lebih baik dari Argentina.

"Kami lebih tegas, lebih baik, juga memiliki peluang yang lebih baik," tambahnya.

"Mereka harus melakukan yang terbaik di laga selanjutnya untuk bisa lolos ke babak selanjutnya, jika mereka mampu," pungkasnya.

Agar bisa lolos ke babak selanjutnya, skuat asuhan Jorge Sampaoli itu harus mendapatkan tiga poin dari Nigeria di laga selanjutnya. Sedangkan situasi Kroasia sedikit lebih santai, dan hanya membutuhkan hasil imbang jika ingin keluar sebagai pemimpin grup. (bola.net)

Banda Aceh - Mantan Koordinator Relawan Irwandi-Nova Provinsi Aceh. Ahmad Dani hari ini, Jum’at 22 Juni 2018, menyerahkan berkas pendaftaran Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) ke kantor DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA).

Saat penyerahan berkas, Ahmad Dani turut didampingi sahabat (timses) yang diterima langsung oleh petugas sekretariat pendaftaran berkas di kantor DPP PNA tersebut.

"Saya mendaftar sebagai Bacaleg DPRA untuk Dapil 5 yang meliputi zona pemilihan Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe," kata Ahmad Dani kepada StatusAceh.Net.

Ahmad Dani menuturkan berkas yang telah kita serahkan sudah memenuhi semua (item) persyaratan yang telah ditetapkan oleh DPP PNA.

"Sebagian besar syarat sudah saya penuhi. Dan hari ini saya sudah mendaftar secara resmi di DPP-PNA Banda Aceh," ungkapnya.

Terlepas dari semua itu, Ahmad Dani sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe sekaligus kepada timses “Sahabat Ahmad Dani” yang telah bekerja dari sejauh harinya.

"Saya sangat berterima kasih kepada rekan relawan “Sahabat Ahmad Dani” yang telah bekerja keras untuk melengkapi persyaratan ini," tutupnya.(SA/TM)

Keluarga penumpang menangis saat menyaksikan proses pencarian penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatra Utara, Selasa (19/6/2018). ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
StatusAceh.Net - Kapal terakhir dari Tigaras tujuan Pelabuhan Simanindo akan berangkat pukul lima. Senin sore itu, 18 Juni, cuaca tampak mendung, dan dermaga ramai dirayapi orang-orang. Keluarga Maria Sidauruk salah satunya. Mereka sedang mengantar keluarga iparnya yang ingin pulang ke Pematangsiantar. Hari itu di Pulau Samosir memang ada acara keluarga bernama pesta tugu—tradisi sekeluarga menziarahi makam ompungnya.

Karena sudah lama tak jumpa, Maria sempat meminta keluarga iparnya untuk tinggal lebih lama di Samosir. “Lagi pula besok masih libur,” kata Maria. “Tapi, mereka bilang mau pulang aja. Makanya kami kejar kapal itu kemarin.”

Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang akan ditumpangi saudaranya sudah tampak ramai saat mereka tiba, sekitar pukul empat sore. Beberapa orang mengantre untuk menaikkan motor mereka ke kapal, yang lainnya sudah duduk. Total keluarga Maria ada 12 orang: saudara ipar, istri dan anak-anaknya, serta beberapa kerabat dekat lain.

Suasana ramai dan kapal wisata yang penuh penumpang memang pemandangan wajar di dermaga-dermaga Danau Toba, terutama saat musim liburan. Para penumpang memang tak perlu antre beli karcis dulu di loket. Cuma perlu mendatangi petugas kapal yang biasanya berdiri dekat kapal, lalu bertanya apakah masih ada slot kosong?

Kalau dijawab ya, artinya silakan naik, dan membayar karcis nanti ketika kapal sudah jalan. Karcisnya juga tak benar-benar ada bentuk fisiknya. Sehingga ketiadaan manifes, apalagi keterangan asuransi penumpang, merupakan sesuatu yang lazim.

Bagi orang-orang yang biasa berwisata ke Danau Toba, tak ada hal yang aneh hari itu. Keluarga Nainggolan cuma perlu membayar karcis Rp8 ribu per orang.

Maria ingat melihat polisi yang mengawasi KM Sinar Bangun saat kerumunan penumpang naik ke kapal. “Yang naik memang ramai sekali. Lebih seratusan, mungkin dua ratusan,” kenang Maria. Ia ingat puluhan sepeda motor sudah diikat di lantai satu kapal dan penuh di pinggirannya.

Meski ia merasa ganjil dengan muatan kapal itu, Maria tak mengira bahwa KM Sinar Bangun akan bernasib nahas. Ia menunggu kapal itu berangkat, lalu bersama suami dan keluarga lain melanjutkan perjalanan pulang ke arah Tarutung.

Di atas kapal yang baru beberapa menit berangkat, Eka Handayani sempat membuat panggilan video dengan adik sepupunya di rumah di Tebingtinggi. Ia mengabarkan sedang berlayar dari Simanindo menuju Tigaras.

“Cuacanya mendung, Dek. Angin kencang. Ombaknya juga tinggi. Takut kami, doakan kakak, ya,” ujar Sri Wahyuni, sepupu Eka, menuturkan kepada saya. Ia mengulangi kata-kata Eka sebelum koneksi video call itu terputus.

Eka, pacarnya Irwan Syahputra, dan dua keponakan mereka, Ilham Lubis dan Tami Melani, pamit dari rumah untuk jalan-jalan ke Balige, Toba Samosir.

Wahyuni berkata bahwa keluarga sebetulnya tidak tahu mereka berempat akan naik kapal dari Simanindo ke Tigaras. “Mungkin emang sekalian jalan-jalan, jadi main ke Samosir,” tambah Wahyuni.

Panggilan yang putus itu disangka adik sepupu Eka disebabkan kuota internet yang kandas, kalau tidak karena sinyal. Masih tak ada firasat buruk.

Sekitar setengah jam setelah berlayar, angin semakin kencang mengempas KM Sinar Bangun. Kata Muhammd Fikri, salah satu penumpang di lantai tiga, kapal mulai oleng ke sisi kanan. Penumpang mulai panik. Banyak yang jatuh ke danau. Teriakan dan lolongan tolong mengisi udara di tengah danau terbesar se-Asia Tenggara itu.

Orang-orang menangis. Orang-orang menjerit.

Hanya dalam hitungan menit, lebih separuh lambung KM Sinar Bangun tenggelam. Dalam sebuah video yang telah kami konfirmasi kepada Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kapal itu tampak jatuh miring ke sisi kanan. Puluhan orang sempat bertahan di atasnya. Puluhan lain berusaha keras berpegangan di pinggiran kapal, menggapai pada pegangan agar tak makin tenggelam. Sebagian lain mengapung di sekitar kapal.

Mereka terus berteriak. Mereka terus minta tolong. Mereka melambai-lambai ke arah daratan.

Dalam menit-menit berikutnya seluruh lambung kapal tenggelam. Membawa sejumlah orang yang terjebak di lantai dua dan satu.

Sekitar sejam kemudian, sebuah kapal feri—KMP Sumut II—melintasi titik itu. Bangkai KM Sinar Bangun sudah tak tampak. Tinggal sejumlah orang—tampak lebih dari dua puluh orang—masih berusaha mengapung di atas air.

Dalam sebuah video amatir lain yang juga terkonfirmasi Sutopo, sejumlah orang di KMP Sumut II berusaha menyelamatkan korban Sinar Bangun dengan melempar ban. Namun, KMP Sumut II hanya bisa menyelamatkan tiga orang.

Dodi Max Silalahi, Kapten KMP Sumut II, memutuskan meninggalkan korban Sinar Bangun dengan alasan cuaca buruk. Kepada para wartawan yang berkumpul di Simanindo, ia berdalih hal itu dilakukan demi keselamatan penumpang kapalnya. Pada saat yang sama, Kapten Dodi berkata telah menghubungi KMP Sumut I untuk datang menyelamatkan sisa korban.

Ratusan orang lain hingga kini masih hilang. Termasuk 12 anggota keluarga Nainggolan dan empat orang keluarga Eka Handayani.

Hanya ada 19 orang yang berhasil diselamatkan KMP Sumut I dan KMP Sumut II. Salah satunya Fikri. Ia dan Rahman, kawannya dalam satu komunitas Vespa, berhasil selamat karena berpegangan pada helm. Sementara 10 kawan mereka yang juga naik KM Sinar Bangun termasuk di antara daftar korban hilang.

Setibanya di darat, di ujung petang Senin itu, Fikri dan Rahman bingung ingin menyampaikan kabar pada keluarga kawan-kawan mereka, termasuk keluarga Edi Wibisono. Fikri menghubungi tetangga Edi untuk menyampaikan kabar itu. Tapi, kata Aida Damanik, tante Edi, isi kabar itu masih sepotong-sepotong. Mereka masih tak tahu bahwa Edi termasuk korban hilang. Barulah pada malam hari keluarga makin cemas. Akhirnya, mereka memutuskan berangkat dari rumah mereka di Indrapura menuju Tigaras.

Hingga Kamis kemarin, 21 Juni, Edi dan sembilan kawan lain masih belum ditemukan.

Aida, yang bersama orangtua Edi menginap di Tigaras, hanya berharap jenazah keponakannya dapat ditemukan untuk bisa dimakamkan keluarga.

“Kalau berharap anak kami itu masih hidup, kami udah pasrah. Yang penting, tolonglah jasadnya bisa pulang sama kami. Biar bisa kami makamkan.”

Aida pulang dengan kegetiran dan tangan kosong. Ia kembali ke Indrapura.

Terdakwa kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman dengan kawalan ketat polisi bersenjata seusai sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jumat (25/5). Pada sidang pekan lalu, JPU menuntut Aman Abdurrahman tuntutan mati. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Jakarta - Teroris Oman Rochman alias Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman, divonis majelis hakim Pengadilan Negeri jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).

Aman Abdurrahman terbukti melakukan tindak pidana terorisme berupa bom Thamrin pada tahun 2016.

"Mengadili Aman Abdurahman, terbukti sah melakukan tindak pidana terorisme. Menjatugkan pidana Aman Abdurahman dengan Pidana Mati," kata Hakim Ketua Akhmad Jaini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).

Tim jaksa penuntut umum (JPU) telah menuntut terdakwa dengan hukuman mati. Tidak ada unsur yang meringankan dari terdakwa Aman Abdurrahman.

"Menurut kami, tidak ditemukan hal-hal yang meringankan dalam perbuatan terdakwa," ujar Jaksa Mayasari saat membacakan surat tuntutan dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Jumat 18 Mei 2018.

Malah jaksa menyebutkan, ada enam poin yang memberatkan Aman. Pertama, Aman adalah residivis kasus terorisme. Kedua, Aman patut diduga kuat sebagai penggagas, pembentuk, dan pendiri Jamaah Anshorut Daulah, organisasi yang jelas-jelas menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dianggapnya kafir dan harus diperangi.

Ketiga, Aman dinilai sebagai penganjur, penggerak pengikutnya untuk jihad, amaliyah teror sehingga menimbulkan banyak korban. Khususnya aparat.

Keempat, perbuatan Aman mengakibatkan banyak korban meninggal dan korban luka berat. Kelima, perbuatan Aman telah menghilangkan masa depan seorang anak yang meninggal di tempat kejadian dalam kondisi mengenaskan dengan luka bakar lebih 90 persen, serta lima anak mengalami luka berat yang dalam kondisi luka bakar dan sulit dipulihkan.

Terakhir, pemahaman Aman Abdurrahman tentang syirik demokrasi telah dimuat di internet dalam blog yang ternyata dapat diakses secara bebas sehingga dapat memengaruhi banyak orang.

Tanggapan Aman Abdurrahman

Lewat repliknya, Aman mempersilakan sejauh hal yang disangkakan padanya sesuai dengan kenyataan.

"Ingin mempidanakan kepada saya berkaitan dengan mengkafirkan pemerintahan ini. Silakan pidanakan sesuai keinginan Anda semua, mau hukuman mati silakan. Tapi, kalau dikaitkan dengan kasus-kasus semacam itu, dalam persidangan satu pun tidak ada yang dinyatakan keterlibatan saya," tegas terdakwa Aman dalam pembacaan duplik.

Sumber

Tim Identifikasi Polres Aceh Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian gajah sumatera di Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi, Desa Bunin, Serbajadi, Aceh Timur, Aceh, Sabtu (9/6). (Foto: Antara/Al Mahdi)
StatusAceh.Net - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK mencatat, ada delapan kasus kematian gajah di Aceh, namun tidak satu pun yang diselesaikan melalui jalur hukum.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno mengaku, penyebabnya antara lain kurangnya tenaga Badan Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA. Sehingga pengawasan tidak bisa maksimal. Karena itu, kementerian akan segera memanggil para penanggung jawab terkait untuk menyelidiki hal tersebut.

“Iya makanya sedang kita cek semua. (Kata ibu akan di panggil?) Iya ini sudah saya komunikasikan, segera, sesegera mungkin. Ini dalam delapan kali proses kematian gajah di Aceh tidak dapat ditemukan, delapan kasusnya tidak dapet, proses hukumnya tidak dapet juga harimau. (Gajah jinak semua?) Engga, engga gajah liar juga," ujar Wiratno, kepada wartawan Kamis (21/06/2018).

“Jadi gini ketika kasus gajah ini, karena makanan dari APBA ini belum ada biayanya, belom tender maka gajah diangon keluar, maka itu kemungkinannya. Tapi ini memang mafia besar dari Waykambas sampe Aceh. Makanya kami akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk tangani hal ini." kata Wiratno lagi.

Wiratno menuturkan, kematian gajah Bunta beberapa waktu lalu menurutnya merupakan modus baru, karena dengan diberi racun. Kata dia, sulitnya bantuan makanan yang disisihkan dari anggaran daerah menjadikan gajah-gajah jinak harus mencari makan di area bebas. Sehingga tidak terpantau oleh petugas konservasi.

Sebelumnya, gajah Bunta ditemukan tewas karena diracun di kawasan CRU Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur. Bunta tewas dalam kondisi mengenaskan. Satu bagian gadingnya juga dijarah pemburu. Petugas masih menyelidiki pembunuhan Bunta. | KBR

Ali Saad Dawabsha (tengah), bayi Palestina berusia 18 bulan yang tewas terbakar hidup-hidup bersama orang tuanya. Rumah mereka di Tepi Barat dibakar kelompok Yahudi ekstremis pada tahun 2015. [Times of Israel]
StatusAceh.Net - Puluhan demonstran dari kelompok ekstremis Yahudi menggelar aksi provokatif, untuk merayakan tragedi meninggalnya bayi Palestina yang dibakar hidup-hidup.

Para demonstran menggelar perayaan saat keluarga sang bayi berjalan keluar dari gedung pengadilan Lod, Israel, Selasa (19/6), yang menuntut keadilan atas tragedi tersebut.

Ali Saad Dawabsha, nama bayi berusia 18 bulan itu, dibakar hidup-hidup sampai tewas pada Juli  2015. Ia tewas di dalam rumah yang dibakar kelompok ekstremis Yahudi di Douma, Tepi Barat.

Sementara ayah dan bunda sang bayi, yakni Riham serta Saad Dawabsha, meninggal dunia beberapa pekan setelahnya karena luka bakar.

Hanya Ahmed Dawabsha, kakak Ali Saad, yang baru berusia 5 tahun selamat dalam peristiwa tersebut walau terkena luka bakar parah.

"Dimana Ali? Di mana Ali? Ali Mati. Ali mati dipanggang,” teriak demonstran Yahudi sembari tertawa, seperti diberitakan The Times of Israel, Rabu (20/6/2018).

Yel-yel provokatif itu, diteriakkan para demonstran tepat ketika kakek Ali, yakni Nasr dan Hussein Dawabsha, keluar dari gedung sidang.

Aparat kepolisian Israel di lokasi tak melakukan tindakan untuk membubarkan kelompok ekstremis tersebut.

Kepada Times of Israel, Nasr Dawabsha mengecam perayaan kelompok tersebut atas kematian anak serta cucunya.

“Aksi itu menunjukkan mereka adalah kelompok barbar dan rasis. Tempat alami mereka adalah kebun binatang,” kecam Nasr.

“Anda bisa saksikan, kalau warga Palestina yang merayakan kematian orang Israel, kami akan mendapat hukuman berat. Tapi lihat, demonstran itu bebas menghina mendiang keluarga kami, polisi tak sedikit pun tergerak,” tukasnya.

Untuk diketahui, pelaku pembakaran Ali Saad dan keluarganya adalah Yahudi ortodoks bernama Amiram Ben-Uliel.

Warga utara Shilo, Tepi Barat—yang diduduki Israel—baru ditangkap pada Januari 2016. Ia didakwa membunuh, melakukan percobaan pembunuhan, pembakaran serta konspirasi kejahatan. | Sumber


Jakarta — Tim Pencari Fakta (TPF) dalam menelisik kasus tewasnya Mohamad Yusuf, wartawan Sinar Pagi Baru yang tewas di tahanan Polres Katabaru, Kalimantan Selatan, diduga dibiayai oleh pengusaha hitam berinisial IS.

Tim Pencari Fakta yang diawaki oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam menelisik kasus tewasnya Mohamad Yusuf, wartawan Sinar Pagi Baru tersebut.
Wilson Lalengke Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) melalui WA-nya di grup Menggugat Dewan Pers mengungkapkan “Endingnya mudah ditebak, PWI akan mengeluarkan pernyataan bahwa almarhum meninggal secara wajar,” ungkap (20/6/18).

Menurut Wilson, aroma tidak sedap itu mencuat, berdasar informasi yang diperolehnya, dua hari setelah meninggalnya Mohammad Yusuf, ratusan wartawan di Kalsel “pesta pora” di rumah Gubernur Kalsel. Seperti diketahui, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, adalah paman kandung IS.

“Walau tema acara buka puasa bersama, tapi IS bagi-bagi ampau,” ungkap Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Dia menyebut, wartawan junior dan kroco menerima ampau sebesar Rp 500 ribu. Sedang Pemred maupun owner media diguga mencapai belasan juta.

“Maksudnya apa itu? Tak masuk dalam nalar saya,” tulisnya di WA, seraya menyebut para wartawan itu sebagai robot tanpa hati, para begundal IS.

“Kawannya tewas di penjara, eh, malah mereka berbahagia dibagi THR oleh simafioso itu,” sambungnya dengan nada jengkel.
Lagi-lagi Wilson menyebut mereka gerombolan pecundang gila.

“Semua wartawan di sana penakut, penjilat pantat IS,” ujarnya.

Wilson juga meminta hati-hati terhadap manuvet PWI yang dinilainya pengkhianat pers. “Waspada dan siapkan semangat perlawanan,” pintanya kepada jajaran pers yang tidak tercatat pada PWI dan Dewan Pers.

Apalagi, tambahnya, mendiang Mohammad Yusuf tidak tercatat sebagai anggota PWI, yang selalu dicibir dan dianggap sebelah mata sebagai wartawan abal-abal.

“Lho kok, tiba-tiba mereka peduli menelisik kematian almarhum dengan membentuk TPF,” ujar Wilson.

Begitupun Ketua Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Taufiq Rachman SH, Ssos, juga mensinyalir ketidakberesan PWI sebagai TPF.

“Kan, PWI selama ini tidak pernah membela wartawan yang bukan anggotanya. Lho kok sekarang, adanya dugaan pelanggaran berat tewasnya mendiang, kok PWI punya solidaritas tinggi. Mau jadi pahlawan kesiangan,” semprot Taufiq.

Padahal, menurut dia, tewasnya Mohammad Yusuf, tak bisa dilepaskan dari induk semangnya PWI, Dewan Pers. Sebab, Dewan Pers yang memberikan rekomendasi kasus almarhum tindak pidana. Bukan delik pers.

“Rekomendasi itu yang membuat penyidik menahan sehingga tewas di tahanan,” ujar Taufiq yang menyakini tidak adanya pembelaan dari Dewan Pers.

“Jika ada, saya yakin nasib Mohammad Yusuf tidak mengenaskan,” sambungnya.

Taufiq menyebut, andai saja rekomendasi meminta IS untuk melakukan bantahan sesuai Kode Etik Jurnalistik, kasusnya tidak akan seperti itu.

“Cuma, karena Dewan Pers memandang sebelah mata, ya akhirnya Allah punya cara lain membuka aib diskriminasi Dewan Pers pada wartawan di Indonesia,” papar Taufiq.(Red/Rls)

Samara - Timnas Denmark harus puas bermain imbang melawan Australia pada laga kedua Grup C Piala Dunia 2018. Laga yang berlangsung di Samara Arena, Kamis (21/6/2018) malam WIB, itu berakhir dengan skor 1-1.

Kedua tim bermain sabar di menit-menit awal. Baik Denmark dan Australia tidak ingin membangun serangan secara terburu-buru.

Begitu ada peluang sedikit, Denmark berhasil memanfaatkannya. Skuat berjuluk Dinamit tersebut mampu unggul cepat di menit ke-7 lewat sepakan keras Christian Eriksen dari dalam kotak penalti.

Australia membalas lewat penalti Mile Jedinak di menit ke-38. Tendangan 12 pas pemain berusia 33 tahun tersebut tidak mampu dibendung kiper Denmark, Kasper Schmeichel.

Hingga babak pertama usai, skor tidak berubah. Denmark dan Australia masih sama kuat 1-1.

Babak Kedua

Memasuki paruh kedua, pertandingan relatif berjalan imbang. Kedua tim beberapa kali mengancam gawang satu sama lain.

Upaya Eriksen dan kawan-kawan untuk kembali unggul menemui jalan terjal. Lini pertahanan Australia yang dikomandoi Mark Miligan begitu sulit untuk ditembus.

Sampai wasit meniup peluit panjang, baik Denmark dan Australia tidak berhasil mencetak gol kemenangan. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan selesai.

Hasil ini membuat Denmark untuk sementara memimpin klasemen Grup C. Dengan 4 poin, Tim Dinamit unggul satu poin dari Prancis, yang baru akan bermain melawan Peru setelah laga ini.

Sementara Australia tetap bertahan di peringkat ketiga. Namun, skuat berjuluk Soccerroos tersebut mampu meraih poin perdana di Piala Dunia 2018.

Susunan Pemain

Denmark (4-4-2): Kasper Schmeichel; Simon Kjaer, Andreas Christensen, Thomas Delaney, Nicolai Jorgensen: Christian Eriksen, Henrik Dalsgaard, Jens Stryger, Lasse Schone: Yussuf Yuray, Pione Sisto.

Pelatih: Age Hareide.

Australia (4-4-2): Mathew Ryan; Mark Milligan, Mathew Leckie, Robbie Kruse, Andrew Nabbout; Aaron Mooy, Mile Jedinak, Aziz Behich, Joshua Risdon; Trent Sainsbury, Tom Rogic.

Pelatih: Bert van Marwijk.

Sumber: Liputan6.com

Sport - Lionel Messi akan kembali berlaga di ajang Piala Dunia 2018 Jumat dinihari nanti, 22 Juni 2018. Ia akan memimpin Timnas Argentina menjalani laga berat melawan Kroasia.

Messi dan pemain Argentina akan tampil membawa beban di laga nanti setelah hanya mampu bermain imbang Islandia 1-1 pada laga pertama Grup D. Apalagi Kroasia sudah menang 2-0, atas Nigeria, pada laga pertamanya.

Malam nanti juga ada dua laga di Grup C. Denmark akan melawan Australia, sedangkan Prancis menghadapi Peru. Prancis dan Denmark sama-sama menang di laga pertamanya sehingga bila bisa sama-sama menang lagi, mereka akan bisa lolos ke babak 16 besar.

Jadwal selengkapnya:

Kamis, 21 Juni 2018
19:00 Denmark vs Australia (Trans TV)
22:00 Prancis vs Peru (Trans TV)

Jumat, 22 Juni 2018
01:00 Argentina vs Kroasia (Trans TV).

Hasil sebelumnya di grup ini

Grup C
Prancis 2-1 Australia
Denmark 1-0 Peru.

Grup D
Kroasia 2-0 Nigeria
Argentina 1-1 Islandia.

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Warga Neulop Dua Gapuy, Indra Jaya, Pidie, Mahdi M Jamil (33), bernasib malang. Saat asyik ber-selfie di wisata air terjun, ia terpeleset ke jurang dan tewas.

Dia terjatuh ke sungai atau jurang di air terjun yang berada di Desa Ie Rhob Babah Lueng, Simpang Mamplam, Bireuen, Aceh, saat sedang berfoto bersama temannya. Setelah jatuh, pengunjung wisata ini sempat hilang dan ditemukan tewas.

"Informasi yang kita dapatkan kalau korban saat itu asyik berfoto lalu terjatuh ke bawah. Jadi, mereka belum sempat mandi di tempat wisata tersebut," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen Muhammad Nasir kepada wartawan, Kamis (21/6/2018).

Nasir menjelaskan peristiwa itu terjadi saat korban bersama temannya mengunjungi wisata air terjun pada Rabu kemarin menggunakan sepeda motor. Sampai di lokasi, mereka asyik berfoto ria dan sesaat kemudian korban (Mahdi, red) terjatuh diduga terpeleset ke sungai yang ada di tempat wisata itu.

Mendapat laporan tersebut beberapa jam kemudian, tim SAR dan BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Puluhan personel menyisir tempat wisata tersebut hingga akhirnya ditemukan.

"Kita dapat laporan malam tadi, kita cari dan korban sudah ditemukan dengan kondisi meninggal dunia. Kita kemudian lakukan evakuasi," sebut Nasir.
Baca juga: Selfie dengan Piton 'Raksasa', Seorang Jagawana Nyaris Dililit

Nasir menyebutkan hal itu berdasarkan keterangan rekannya. Saat korban terjatuh ke air terjun, mereka berusaha menolong dan mencari. Namun upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil hingga malam tiba. Karena itu, sebagian dari mereka turun dan keluar dari lokasi air terjun meminta pertolongan.

Sementara itu, pada Sabtu (16/6) lalu, seorang bocah hanyut terseret arus di laut Kuala Jangka Bireuen. Dia adalah Muhammad Rizki, 7 tahun, asal Desa Beunot, Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Setelah dua hari dicari, korban baru ditemukan oleh nelayan dalam kondisi meninggal dunia. Kemudian dievakuasi dan dipulangkan ke kampung halamannya. | Detik.com

Banda Aceh - Hadir tepat waktu usai cuti bersama adalah sikap profesional Aparatur Sipil Negara yang memiliki etos kerja, dan bentuk dari tanggungjawab terhadap pekerjaan dalam upaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, saat bersilaturrahmi ke sejumlah Dinas di jajaran Pemerintah Aceh, Kamis (21/6/2018).

"Kita menitikberatkan pada etos kerja, karena ini merupakan komitmen kita selaku Aparatur Sipil Negara. Harus berkomitmen sesuai sistim yang berlaku. Tidak harus menjadi rajin, cukup ikuti saja aturan yang berlaku,” ujar Wagub.

Didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Rahmad Raden, Wagub bersilaturrahmi ke Dinas Pengairan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kehutanan dan Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk.

Tiba di masing-masing dinas, Wagub disambut langsung oleh para Kepala Dinas.

Wagub juga mengecek kehadiran para ASN di hari pertama masuk kerja pasca libur dan cuti bersama lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah.

Meski ada beberapa dinas yang mencatatkan kehadiran 100 persen, namun Wagub tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap sejumlah pegawai kontrak yang tidak hadir.

“Seharusnya non PNS tidak boleh tidak masuk, sesuai Surat Edaran Gubernur jika tidak ada alasan, maka harus mendapatkan sanksi. Sekali lagi saya sesalkan non PNS yang hari ini tidak hadir dan tidak ada kabar.”

Nova menegaskan, evaluasi tidak semata dilakukan kepada pegawai kontrak, para ASN juga tidak luput dari evaluasi.

"Tanpa kesalahan saja akan kita evaluasi apalagi yang membuat kesalahan. Evaluasi langkah penting untuk meningkatkan profesionalisme dan etos kerja. Saya akan usulkan ke Gubernur untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh,” kata Nova.

Dari hasil kunjungan tersebut, Dinas Pengairan dan Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk seluruh pegawainya, baik ASN dan tenaga kontrak hadir 100 persen. Sedangkan di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, tercatat 8 orang ASN tidak hadir, 3 diantaranya tanpa keterangan, sementara itu tenaga kontrak yang tidak hadir sebanyak 6 orang.

Sementara itu, di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, ASN yang tidak hadir sebanyak 2 orang. Tenaga kontrak yang tidak hadir sebanyak 7 orang, 5 diantaranya tanpa keterangan, dan 2 orang sakit. Di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tenaga kontrak hadir 100 persen. Seorang ASN tidak hadir karena cuti, sedangkan 2 orang ASN tidak hadir tanpa keterangan.

Tidak hanya Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah Aceh Dermawan, dan Asisten III, Bidang Administrasi Umum, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan, Staff Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Staff Ahli Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan, Staff Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya manusia dan Hubungan Kerjasama serta Inspektur Aceh, juga melakukan kunjungan silaturrahmi ke sejumlah SKPA.

Dari seluruh dinas yang dikunjungi, dilaporkan bahwa seluruh pegawai hadir di hari pertama aktif berkantor. Hanya satu pegawai di Dispora yang dilaporkan berhalangan karena musibah yang menimpa orangtuanya serta satu pegawai Inspektorat yang tengah mengambil cuti melahirkan.
(Rill)

Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM melakukan inspeksi mendadak pada hari pertama masuk kerja pasca libur idul fitri ke sejumlah dinas di lingkungan Pemerintah Aceh, Kamis (21/6/2018).

Sidak tersebut dilakukan setelah apel bersama di Sekretriat Daerah Aceh dan hahal bi halal di halaman kantor Gubernur Aceh.  Sesuai surat edaran Gubernur Aceh sebelum cuti idul fitri,  seluruh ASN harus kembali masuk kerja pasca cuti lebaran.

Adapun dinas yang disidak Dermawan, yaitu Dinas Syariat Islam Aceh, Dinas Pangan Aceh, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Energi dan Mineral Aceh dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh.

Turut mendampingi Sekda, Kepala Biro Umum Sekretaris Daerah Aceh, Akmil Husin dan sejumlah pejabat lainnya.

Dalam sidak tersebut, Dermawan memeriksa kehadiran para pegawai baik PNS maupun Kontrak di setiap dinas. Dermawan juga mengecek langsung absensi kehadiran disetiap dinas.

Dermawan mengatakan, kehadiran para pegawai di hari pertama masuk kerja pasca cuti idul fitri akan menjadi bahan evaluasi kinerja pegawai.

Bagi PNS kata Dermawan, akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan berlaku, sedangkan bagi pagawai kontrak akan dipertimbangkan ikatan kontraknnya.

Dari lima dinas yang disidak, hanya beberapa pegawai yang tidak hadir karena sakit dan izin belajar dan tanpa keterangan. Semua rekap absensi pegawai disetiap dinas diserahkan ke Biro organisasi Setda Aceh.
(Rill)

Banda Aceh - Pemerintah Aceh menggelar apel pagi bersama pada hari pertama dimulainya aktifitas perkantoran pasca libur Idul Fitri di halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis 21 Juni 2018.

Apel dipimpin Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan diikuti Sekda Aceh, Para Asisten, Staf Ahli Gubernur, Kepala Biro dan Kepala SKPA, serta seluruh Alaratur Sipil Negara di lingkup Setda Aceh.

Dalam sambutannya Wagub menyampaikan empat hal yang diminta menjadi perhatian bersama.

Yaitu terkait perencanaan program dan kegiatan, pemberantasan korupsi, kinerja dan disiplin, serta kapasitas sumberdaya aparatur.

Terkait perencanaan program dan kegiatan, Wagub mengatakan semua pihak harus lebih fokus dalam menyusun program dan kegiatan sehingga dampak dari pelaksanaan program dan kegiatan dapat dirasakan secara nyata dan dapat mendorong pertumbuhan sektor riil
perekonomian masyarakat Aceh.

"Untuk itu dalam penyusunan program dan kegiatan, SKPA harus memiliki prioritas dan target yang berpedoman kepada RPJM Aceh 2017-2022," ujar Wagub.

Wagub juga berharap kepada masing-masing kepala SKPA supaya membuat terobosan dan inovasi serta mensinergikan dengan prioritas pembangunan dan program unggulan Aceh Hebat.

APBA Tahun 2018 ini juga diingatkan harus digunakan dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk pembangunan Aceh.

"Saya berharap disamping realisasi dan daya serap anggaran, kita harus melihat juga tingkat kinerja pembangunan sehingga secara statistik mengalami peningkatan pada masing-masing sektor," kata Wagub.

Sementara terkait pemberantasan korupsi, Wagub mengatakan, status
Aceh saat ini merupakan wilayah pembinaan KPK.

Dengan status ini, maka segala aspek tata kelola pemerintahan, harus diarahkan sedemikian rupa agar upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi bisa terlaksana dengan baik.

Sedangkan terkait permasalahan kinerja dan disiplin Aparatur Sipil Negara, lanjut Wagub, saat ini Pemerintah Aceh telah menetapkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 58 Tahun 2018 tentang Manajemen Kinerja ASN di Lingkungan Pemerintah Aceh.

Untuk penerapan manajemen kinerja, menurut Wagub dibutuhkan dua dokumen penting, yaitu Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja.

"SKPA harus sudah menyelesaikan dua dokumen ini dalam tahun 2018 ini. Kami minta keseriusan para Kepala SKPA menyelesaian dokumen ini, karena dari kedua dokumen tersebut akan menentukan target kinerja masing-masing ASN, sebagai dasar pertimbangan pemberian tambahan penghasilan bagi PNS," ujar Wagub.

Terakhir, Wagub menjelaskan terkait peningkatan kapasitas dan
profesionalisme Aparatur Sipil Negara.

Wagub mengatakan Pemerintah Aceh bertanggung jawab terhadap kelangsungan penyediaan tenaga-tenaga yang memiliki keahlian di bidang tugas masing-masing agar roda pemerintahan tetap berjalan dengan lancar.

Karena itu masing-masing atasan diwajibkan melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas kepada setiap staf yang berada di bawahnya.

Sedangkan untuk tenaga kontrak, direncanakan akan dilakukan evaluasi. Karena itu diharapkan SKPA agar segera menyusun daftar kebutuhan tenaga kontrak.

"Untuk menindaklanjuti hal tersebut, kami minta Kepala Badan Kegawaian Aceh agar dapat melaksanakan, mengkoordinir dan melaporkan hasilnya kepada kami," kata Wagub.(Rill)

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Seorang kakek berinisial N (70) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah memperkosa cucunya sendiri, Bunga (14), sebanyak lima kali. Dalam melakukan aksinya, warga Kecamatan Meureubo, Aceh Barat itu tak segan mengancam korban untuk pergi dari rumah.

"Selama ini korban tinggal bersama kakek dan neneknya di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Korban dipaksa dan diancam apabila berani membeberkan perlakuan pelaku yang menyetubuhinya secara paksa," kata Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakarsa, Rabu, 20 Juni 2018.

Raden mengatakan, penangkapan itu terjadi berdasarkan laporan keluarga korban. Perbuatan itu sudah dilakukan pelaku berulang kali bahkan dengan ancaman sehingga membuat korban ketakutan.

Pengungkapan atas peristiwa ini, kata Raden, berawal dari aduan korban kepada ayahnya berinsial H (38). Ayah korban, sehari-hari bekerja di luar daerah yakni di Kabupaten Nagan Raya sebagai operator alat berat. Korban kemudian dititipkan di rumah kakek dan neneknya.

"Korban sudah bertahun-tahun tinggal bersama di rumah kakek dan neneknya itu karena ibu korban telah meninggal, sementara ayahnya bekerja di luar daerah," kata Raden.

Berdasarkan pengakuan pelaku, kata Raden, perbuatan itu ia lakukan karena khilaf. Siswi SMP ini pertama kali menerima perlakuan tidak senonoh dari kakeknya sendiri saat tidur sendiri di kamar. Pelaku, kata Raden, berpura-pura mendatangi korban dan langsung melakukan aksi itu tanpa diketahui orang lain.

Aksi terakhirnya dilakukan pelaku sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Saat itu, korban tidak berdaya.

"Korban ketakutan diancam kakeknya, kalau memberitahukan kepada neneknya atau kepada ayahnya, korban ini diancam akan diusir dari rumah, karena itu korban menurut dan menahan rasa sakit atas perbuatan pelaku," jelasnya

Petugas kemudian membekuk pelaku saat ia bekerja di kebun pada Selasa, 19 Juni 2018 siang. Atas perbuatannya, tersangka N akan dihukum minimal 100 kali cambuk dan maksimal 200 kali atau denda 150 gram emas atau kurungan penjara maksimal 200 bulan atau 16 tahun delapan bulan. Acaman hukum itu sesuai Pasal 48 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. | kriminologi.id

Sport - Denmark bakal menghadapi Australia dalam pertandingan penyisihan Grup C Piala Dunia 2018. Pertandingan tersebut bakal berlangsung di Samara Arena, Kamis malam WIB, 21 Juni 2018.

Misi berat diemban Australia yang harus meraih poin penuh agar dapat melanjutkan perjananan mereka di Rusia setelah pada pertandingan perdana kalah 1-2 dari Prancis. Sementara, Denmark berupaya ambil tiga poin supaya bisa memastikan tiket ke babak 16 besar lebih cepat.

Bukan perkara mudah bagi Socceroos untuk merebut kemenangan atas Denmark. Sebab, Australia hanya mampu sekali menang, sekali seri dan mengalami 7 kekalahan dalam sembilan pertemuan dengan wakil Eropa di Piala Dunia.

Sementara, Denmark sedang dalam tren positif di beberapa pertandingan terakhir. Tercatat, Christian Eriksen dan kawan-kawannya tidak pernah menderita kekalahan dalam 15 laga internasional terakhir mereka.

Satu-satunya modal Australia untuk mengalahkan Denmark melalui tangan dingin sang arsitek, Bert Van Marwijk. Pada Piala Dunia 2010, Van Marwijk yang kala itu menangani Timnas Belanda, berhasil mengandaskan perlawanan Denmark dengan skor 2-0.

Berikut beberapa fakta menarik jelang Denmark vs Australia, seperti dilansir Soccerway:

1. Denmark dan Australia sudah tiga kali bertemu. Dari tiga pertemuan tersebut, Denmark berhasil menang 2 kali dan Australia cuma menang sekali.

2. Denmark tercatat tidak pernah kalah dalam 15 laga internasional terakhirnya dengan torehan 9 kali menang dan 6 kali seri.

3. Skuat besutan Age Hareidfe ini selalu tidak kebobolan dalam 5 pertandingan terakhir. Bahkan, mereka hanya kebobolan 3 gol dalam 11 pertandingan terakhir.

4. Australia hanya 2 kali menang dalam 14 laga terakhir di Piala Dunia. Kemenangan terakhir yang mereka raih atas Serbia pada 2010.

5. Australia menderita 7 kekalahan dalam 9 pertemuan terakhir dengan wakil Eropa di Piala Dunia.

6. Australia selalu kalah dan kebobolan setidaknya 2 gol dalam 4 pertandingan terakhir di Piala Dunia.

7. Laga Denmark vs Australia kali ini merupakan pertemuan kedua antara Age Hareide dan Bert Van Marwijk. Keduanya pernah bersua pada 2008, kala Hareide menukangi Norwegia dan Van Marwijk masih membesut Belanda.(Viva)

Banda Aceh - Pesta demokrasi Pilkada serentak 2018 sebentar lagi akan digelar di tiga kabupaten kota di Aceh termasuk Subulussalam. Tiga hari lagi sudah memasuki masa tenang selama tiga hari (24-26 Juni 2018).

Seniman Aceh Rafli Kande kepada media kembali mengajak masyarakat kota Subulussalam untuk memilih pasangan nomor 3 (tiga) H Asmauddin SE - Hj Asmidar SPd (HAMAS). Kali ini Rafli memaparkan 3(tiga) kriteria dasar dalam memilih pemimpin sehingga nantinya masyarakat mendapatkan pemimpin yang ideal untuk Subulussalam.

"Ada 3 ( tiga) kriteria umum dan mendasar dalam memilih pemimpin. Jika ketiganya ada pada diri calon pemimpin, maka tidak ada alasan lagi kenapa kita tidak memilihnya. Pemimpin yang berpengalaman akan lebih paham dalam menyelesaikan masalah, pemimpin yang mau mendengarkan akan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dan pemimpin yang memiliki visi dan misi memajukan akan membawa masyakaratnya lebih sejahtera. Ketiga kriteria itu dimiliki oleh pak H Asmauddin," ungkap Rafli Kande kepada media, Rabu (20/06/2018).

Dia memaparkan, dari sejumlah calon yang maju di Pilkada di negeri sadakata ini, masyarakat bisa melihat sendiri siapa yang paling berpengalaman dalam dunia pemerintahan. "Jawabannya tentu tak lain yakni H Asmauddin SE, yang telah menapak dari pemerintahan tingkat gampong hingga pemerintahan tingkat provinsi sebagai satu-satu kepala dinas tingkat provinsi yang berasal dari Subulussalam-Aceh Singkil sejak 2007-2017. Selain itu, beliau pernah menjadi Pj. Walikota Subulussalam, Plt Bupati Subulussalam dan kali ketiga ini kita harapkan dapat dipilih menjadi pemimpin daerah yang defenitif setelah tiga kali beliau mengikuti pilkada," terang Rafli.

Dia melanjutkan, hal berikutnya H Asmauddin selama ini merupakan sosok yang mau mendengarkan masukan-masukan dari berbagai pihak, baik itu dari mahasiswa dan pemuda maupun dari berbagai kalangan lainnya. "Walaupun memiliki segudang pengalaman di dunia pemerintahan, namun selama ini masukan-masukan yang baik dari berbagai beliau dengarkan, dan ini menjadi modal penting bagi seorang pemimpin dalam membangun daerah,"katanya.

Poin ketiga, yakni kita dapat melihat dari visi dan misi pasangan ini yang jelas-jelas berorientasi kepada kepentingan masyarakat. "Ketika debat kandidat kita bisa lihat pasangan mana yang paling layak untuk memimpin negeri sadakata nantinya," ujarnya.

Selain 3 poin dasar diatas, kata Rafli, patut disadari secara seksama bahwa ini kali ketiga H Asmauddin SE maju di Pilkada Subulussalam, apalagi hanya beliau yang maju dari tokoh-tokoh awal terbentuknya kota Subulussalam. "Agar cita-cita awal pemekaran Subulussalam tempo hari terwujud, maka sudah semestinya diberikan kesempatan kepada salah satu tokoh utamanya untuk memimpin, H Asmauddin merupakan ketua panitia pemekaran kota Subulussalam dan itu tercatat dalam sejarah.  Sudah sepatutnya kepemimpinan Subulussalam itu dipercayakan kepada putera asli Subulussalam yang  paham betul seluk beluk daerah tersebut,"tambahnya

Menurut Rafli, selain ideal pasangan ini juga serasi, dimana H Asmauddin mewakili kaum adam (laki-laki) dan Hj Asmidar mewakili kalangan perempuan. "Ini tentunya sangat ideal, ada yang mewakili kalangan laki-laki adapula dari kalangan perempuan, dimana pemimpin utamanya tetap laki-laki sehingga tidak bertentangan dengan sejumlah dalil agama," sebutnya.

Rafli juga mengatakan, jika pasangan ini diberi amanah oleh masyarakat dirinya yang merupakan seniman yang telah go internasional akan membantu pemerintahan nantinya. "Insya Allah, jika Paslon Nomor 3 (Hamas) terpilih kita akan bantu mengembangkan sektor pariwisata, seni dan budaya,"bebernya.

Terakhir, Rafli mengajak agar masyarakat Subulussalam menggunakan hak suaranya pada pilkada 27 juni 2018 mendatang dan mengawal secara bersama hasilnya.

"Ayo lihat secara cermat, jika masih ragu lakukanlah istikhirah dengan harapan diberi petunjuk dan ketetapan hati demi sebuah kebaikan. Sungguh Allah lah yang berkuasa membolak balik kan hati, Allahu Muqallibal Qulub. *Kita berharap nantinya pemimimpin Subulussalam nantinya merupakan pemimpin yang benar-benar bisa menjadi imam buat rakyatnya*, "tandasnya.

*Tidak hanya kepada rakyat Subulussalam, kepada HAMAS Rafli juga berpesan jika nanti diamanahkan oleh rakyat maka hendaklah senantiasa menjaga batas-batas Subulussalam dengan Sumatera utara, dan nilai-nilai budaya Islam."Kalau diamanahkan rakyat, batas-batas daerah Subulussalam dengan Sumatera Utara hendaknya dijaga, kemudian-kemudian lahan-lahan milik masyarakat jangan sampai dirampas pihak luar, dan yang maha penting nilai-nilai budaya islam yang telah diperjuangkan oleh Syekh Hamzal Al-Fansuri hendaknya diterapkan di negeri sadakata nantinya*,"pungkas Rafli.[]

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.