2017-02-26

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Pasangan suami istri diketahui memiliki nama keluarga Duterte diculik pria tak dikenal di Siocon, Zamboanga del Norte, Filipina. Pernyataan ini dikonfirmasi kepolisian Filipina.

Jose dan Jessica Duterte, diculik dari rumah mereka di Sitio Tabok, Barangy Sta Maria.

"Keduanya diculik oleh kurang lebih tujuh orang bersenjata memakai penutup wajah dan pakaian polisi, mereka membawa korban dengan perahu cepat putih," Inspektur Rogelio Alabata, Pejabat Kepolisian Mindanao Barat, dikutip dari Asian Correspondent, Sabtu (4/3).

Otoritas keamanan mengonfirmasi korban tidak memiliki hubungan dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Hingga saat ini, proses identifikasi pelaku dan motivasi penculikan mereka terus diselidiki.

"Otak penculikan kemungkinan masih di area yang sama. Dan kemungkinan juga mereka merekrut orang luar melakukannya," sambung dia.

Meski demikian, polisi mengatakan pada 2015, Jose ditangkap karena kasus pembunuhan di Siocon. Hingga saat ini, kasus ini masih terus diselidiki.(Sindonews)

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau meringkus lima gembong narkoba. Dari tangan mereka diamankan 5 kilogram sabu dan 1559 ekstasi.

Karena melakukan perlawanan, dua dari lima tersangka yang ditangkap terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. Namun pihak BNN belum bersedia memberi identitas para tersangka yang ditangkap.

"Untuk yang dua orang itu, saat ini dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Polda Riau untuk mengambil proyektil," ucap Kepala Bidang Penindakan dan Pemberantasan BNN Riau, AKBP Haldun, Sabtu (4/3/2017).

Kelima tersangka ditangkap tadi malam di tiga lokasi. Penyergapan pertama dilakukan di wilayah Kandis Kabupaten Siak, Riau. Di sana petugas mengamankan tiga orang dan mengamankan sejumlah paket sabu.

Kemudian petugas mengembangkan ke jalan Riau. Disana diamankan satu tersangka yang menggunakan senjata jenis air soft gun melakukan perlawan sehingga terpaksa dilumpuhkan.

"Kemudian dilakukan pengembangan lagi didekat Stadion Utama Riau. Di sana kita juga menangkap satu tersangka, namun dia juga melakukan perlawanan jadi terpaksa dilumpuhkan. Untuk data lengkapnya kita akan melakukan konfrensi pers nanti," pungkasnya. (Sindonews)

Ilustrasi
Bireuen - Aparat di jajaran Polres Bireuen saat ini sudah meminta keterangan sembilan saksi yang diduga terlibat dalam kasus dugaan praktik politik uang (money politic). Dari pemeriksaan tersebut, tiga orang sudah tetapkan sebagai tersangka.

Hal itu disampaikan Kapolres Bireuen, AKBP Heru Novianto SIK dalam jumpa pers, Jumat (3/3). “Kita sudah memeriksa sembilan orang saksi dan sudah ada tiga tersangka yang diduga terlibat dalam kasus money politic di Bireuen,” kata Heru Novianto.

Para saksi tersebut disebutkanya, diperiksa atas tiga laporan yang dilimpahkan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Bireuen. Namun Heru belum bisa menyebut nama-nama para saksi dan tersangka. Hal itu dilakukan demi menjaga nama baik dan keamanan serta kenyamanan para saksi dan tersangka.

“Minggu depan akan kita panggil tersangkanya.Kemungkinan tersangkanya bisa berkembang tergantung hasil pemeriksaan saksi-saksi,” ujar Heru didampingi Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian SIK dan Kasat Intelkam AKP Ridwan SE.

Pemeriksaan dilakukan secara mendalam. Mulai dari pihak pemberi uang, dari mana uang tersebut, dan siapa saja penerimanya, sampai nantinya disimpulkan ada tindak pidana atau tidak.

Kapolres juga menjelaskan, dalam menindaklanjuti kasus tersebut, ada batas waktu dan aturan yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar, termasuk memberikan hak-hak saksi didampingi penasehat hukumnya. Dari kasus yang masuk pada 18 Februari hingga 3 Maret 2017, sudah berjalan 14 hari.

“Kita punya waktu 15 hari untuk menuntaskannya hingga sampai ke penuntutan. Kami tidak tidur dan tidak diam, kami bekerja semaksimal mungkin untuk hasil yang maksimal,” janji Kapolres.

Hadir dalam konferensi pers tersebut, Ketua Panwaslih Bireuen, Muhammad Basyir SHI MA bersama empat komisioner Panwaslih lainnya, Wakil ketua DPRK Bireuen, Drs Muhammad Arif, Koordinator Aliansi Masyarakat dan Pemuda Bireuen (AMPB), Ridwan Abdullah dan sejumlah rekannya yang lain.(Sumber: Serambinews.com)

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud saat tiba di Indonesia Rabu (1/3/2017) lalu. Foto / REUTERS
Jakarta - Sebanyak 2.500 pasukan dari polisi dan tentara militer Indonesia telah dikerahkan untuk menjamin keamanan selama kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud di Bali. Pada hari ini (4/3/2017), Raja Salman dan rombongannya terbang ke Brunei sebelum berlibur ke Bali.

Kesibukan 2.500 pasukan polisi dan tentara militer Indonesia di Bali dalam persiapan penyambutan Raja Salman juga menjadi sorotan media asing. ”Sebuah liburan pantai untuk Raja Arab Saudi Salman dan rombongan yang cukup besar telah berubah menjadi latihan militer untuk tuan rumah Indonesia,” tulis Reuters dalam laporannya.

Kunjungan Raja Salman ke Indonesia membawa rombongan sebanyak 1.500 orang, termasuk 25 pangeran dan 10 menteri. Selain 2.500 polisi dan tentara, angkatan laut Indonesia juga menyiagakan kapal yang dilabuhkan di lepas pantai di Bali.

Raja Salman akan tiba di Bali dengan pesawat Boeing 747 yang dilengkapi eskalator berwarna emas. Dua pesawat kargo berisi bekal Raja Salman dan rombongannya juga menyusul. Pesawat kargo itu di antaranya berisi dua mobil mewah Mercedes anti-peluru.

”Pasti akan ada pengamanan laut karena ada bagian dari pantai di mana (Raja Salman) akan tinggal,” kata Pangdam Udayana, Mayor Jenderal Kustanto Widiatmoko.

Widiatmoko mengatakan enam kapal akan dikerahkan bersama dengan polisi anti-teror dan penembak jitu. Dia berharap proses pengamanan ini tidak akan mengusik privasi rombongan Raja Salman.

Indonesia menjadi salah satu negara Asia tujuan kunjungan Raja Salman. Selain Indonesia, Raja Saudi ini sebelumnya telah mengunjungi Malaysia dan saat ini sedang berkunjung ke Brunei. Jepang dan China juga akan menjadi negara tujuan lawatan Raja Salman. (Sindonews.com)

Dua siswa SMAN 1 Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, akan mewakili Indonesia di ajang Lomba Matrix International di Kazakhstan. (Twitter/Istimewa)
StatusAceh.Net - Maulidi Rahmi dan Fadlon, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, boleh berbangga hati. Mereka akan mewakili Indonesia di ajang Lomba Matrix International di Kazakhstan, 13-16 April mendatang.

"Kedua siswa ini terpilih setelah meraih medali perak dalam ajang Indonesia Science Project Olympiad (ISPO) 2017 di Tangerang, Banten, pada 23-26 Februari lalu," ucap Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Payo Bakong saat dihubungi Liputan6.com via sambungan telepon, Jumat (3/3/2017).

Menurut Sayuti, Maulidi Rahmi siswa kelas tiga dan Fadlon pelajar kelas dua membuat penelitian ilmiah tentang aplikasi software komputer untuk kaum difabel atau penyandang tunarungu.

Nazaruddin Usman, salah satu guru SMAN 1 Payo Bakong mengatakan, kedua siswa itu memang telah berprestasi sejak kelas satu. Selain berprestasi, keduanya aktif di Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS.

"Alhamdulillah, sudah berprestasi sejak awal. Rahmi mantan Ketua OSIS tahun lalu adalah anak yatim. Sedangkan Fadlon wakil Ketua OSIS adalah anak yatim piatu," ujar Nazaruddin kepada Liputan6.com melalui sambungan telepon.

Ia mengungkapkan, Maulidi dan Fadlon mengikuti Komunitas Karya Ilmiah Remaja (KIR) dengan bimbingan dari Ikatan Guru Indonesia (IKI) Aceh Utara. "Bimbingan berlangsung setahun di bawah arahan Kustalani selaku Ketua IKI Aceh Utara dan Pak Rahmat," ia menambahkan.

Tiga sekolah tersebut adalah SMAN 1 Paya Bakong, SMAN 1 Matangkuli, dan SMA Swasta Fuqara Paya Bakong. "Maulidi dan Fadlon termasuk 44 siswa dari tiga sekolah yang terbagi dalam 22 tim," ujar Kustalani kepada Liputan6.com.

Setelah menjalani bimbingan, empat tim yang terdiri dari delapan siswa mengikuti ajang ISPO di Tangerang. "Maulidi dan Fadlon meraih medali perak, sehingga berhak mewakili Indonesia ke Lomba Matrix International di Kazakhstan," sebut dia.

Terkendala Biaya

Hanya saja, menurut Kustalani, pihaknya mengalami kendala untuk memberangkatkan kedua siswa berprestasi tersebut ke Kazakhstan. "Keduanya adalah siswa SMA di daerah pendalaman."

"Kita berupaya mencari bantuan di Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Aceh, termasuk tokoh-tokoh masyarakat Aceh. Lagi diupayakan," ujar dia.

Ia mengatakan pula, bantuan dari pihak sekolah tidak banyak dan lebih banyak untuk proses bimbingan dan biaya mengikuti ajang ISPO di Tangerang, Februari lalu," kata Kustalani.

Adanya kendala biaya dibenarkan Kepsek SMAN 1 Paya Bakong. "Kendala biaya ditanggung sendiri. Keduanya terkendala dana untuk berangkat ke Khazakstan," ucap Sayuti.

Sejauh ini, menurut dia, pihaknya sudah memohon bantuan kepada Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Aceh dan diminta mengajukan proposal. Selain itu, sang kepsek berencana pula meminta bantuan langsung kepada Gubernur Aceh dan tokoh-tokoh masyarakat.

"Kita akan lobi tokoh-tokoh Aceh," sebut dia.

Sayuti mengungkapkan, biaya transportasi dan akomodasi membutuhkan biaya sekitar 2.700 dolar Amerika Serikat. Namun, jumlah tersebut belum termasuk uang saku dan keperluan lain selama kedua siswa berada di Kazakhstan.

"Butuh Rp 40 juta per siswa, transportasi dan akomodasi tidak termasuk uang saku. Sementara, pihak IPO mengatakan biaya ditanggung sendiri," kata Kepsek SMAN 1 Paya Bakong, Aceh Utara.(Liputan6.com)

Mahkamah Konstitusi
Banda Aceh - Sebanyak 10 pasangan calon kepala daerah di Aceh melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi di Jakarta. Permohonan tersebut ditujukan kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh terkait perselisihan saat pemilihan kepala daerah (pilkada) berlangsung.

Komisioner KIP Aceh, Junaidi mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan diri atas gugatan yang dilayangkan sejumlah pasangan calon gubernur, bupati, maupun wali kota. Akibat gugatan itu, penetapan kepala daerah yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pertengahan Maret 2017, terpaksa ditunda.

“Dalam aturan, jika tidak ada gugatan yang dilakukan oleh paslon maka penetapan kepala daerah akan dilakukan pada 10 atau 11 Maret 2017. Namun, karena adanya gugatan maka ditunda,” kata Junaidi di Banda Aceh, Sabtu 04 Maret 2017.

Junaidi mengatakan, saat ini di MK masih dalam tahapan kelengkapan berkas gugatan yang dilakukan pemohon. Keputusan permohonan tersebut akan memenuhi syarat formil atau tidak diambil pada pada sidang pertama 30 Maret 2017.

Sesuai aturan bila terjadi gugatan ke MK, maka jadwal penetapan kepala daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota akan dilakukan pada tiga hari setelah putusan MK terkait gugatan tersebut. Namun, jika permohonan penggugat yang diajukan paslon diterima, tetap akan menunggu hingga lembaga konstitusi itu mengeluarkan putusan.

"Secara kelembagaan kita sudah siap. KPU Pusat juga sudah mengundang kita beberapa hari lalu untuk mempersiapkan diri dari gugatan yang dilakukan," pungkasnya.

Sejauh ini KIP menyebut 10 calon kepala daerah melakukan gugatan ke MK. Satu pasangan dari tingkat provinsi dan sembilan lainnya merupakan paslon di tingkat kabupaten/kota. (Sumber: okezone.com)

Tim Muspida Sidak ke Wilayah Rawan dalam... oleh okezoneindonesia

Foto: Dok Polres Pidie
Pidie - Keinginan Nenek Sumini (84) kembali ke kampung halaman di Purworejo, Jawa Tengah, bakal terwujud. Setelah sekitar seminggu terluta-lunta di Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Aceh, ia akhirnya ditolong polisi.

Adalah Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Pidie Kompol Apriadi yang tergerak untuk membantu Nenek Sumini. Dalam beberapa hari terakhir, Sumini hidup sebatang kara dan kerap tidur di masjid ataupun pasar di Padang Tiji, Pidie.

"Setelah membaca informasi di media sosial, saya merasa tergugah untuk membantu nenek ini," kata Apriadi dalam keterangan tertulis yang disampaikan humas Polres Pidie, Jumat (3/3/2017).

Mantan Kasat Intelkam Polresta Banda Aceh ini kemudian memerintahkan Kapolsek di sana mencari Sumini. Keberadaan nenek renta ini akhirnya diketahui setelah Kapolsek Pidie Iptu Sofyanto mendapat informasi sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis (2/3) malam.

Saat itu, Nenek Sumini sudah diamankan oleh tim Tagana Kabupaten Pidie. Tak lama berselang, Kompol Apriadi datang menjemput Sumini dan membawanya ke Mapolres Pidie. Di sana, polisi dengan pangkat satu melati ini mendengar curahan hati nenek yang sudah sekitar setahun tinggal di Aceh tersebut.

Berdasarkan ceritanya kepada Apriadi, Nenek Sumini mengaku awalnya tinggal bersama cucunya di sebuah desa di Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie. Tiba-tiba, ia teringat kampung halamannya di Purworejo, Jawa Tengah.

Tanpa memberi tahu sang cucu, ia kabur dari rumah. Sumini naik angkot dan turun di depan Masjid Padang Tiji. Karena biaya untuk pulang ke Pulau Jawa tidak cukup, ia pun terlunta-lunta di sana selama beberapa hari.

Setelah dibawa ke Mapolres Pidie, Nenek Sumini diberi makanan dan minuman. Ia juga bakal dipulangkan ke kampung halaman pada Sabtu (4/3) besok.

"Kita sudah memesan tiket pesawat dengan tujuan Jakarta untuk sang nenek, yang akan diberangkatkan pada besok sekitar pukul 16.00 WIB. Agar ia bisa kembali ke kampung halamannya dan kita memberikan bantuan sejumlah uang," jelasnya.

Sumini berharap, saat tiba di Jakarta, ia dapat dijemput oleh anaknya bernama Sutini, yang berada di Pasar Minggu, Jakarta, dan Sumarin di Bandung, Jawa Barat.

"Saya tidak bisa membalas kebaikan para bapak polisi. Hanya Allah-lah yang bisa membalasnya," ungkap Sumini dengan mata berkaca-kaca.(Detik.com)

StatusAceh.Net - Perusahaan sawit dengan konsesi perkebunan yang sempat disegel Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun lalu, diduga kembali melakukan pembukaan hutan di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

Pada Juni 2016, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan penyegelan terhadap area konsesi PT Agra Bumi Niaga (ABN) dilakukan terkait dengan pembukaan lahan tanpa izin. Penyegelan tersebut dilakukan sebagai upaya pendisiplinan terhadap perusahaan sawit yang berada di KEL.

“Penyegelan yang dilakukan itu merupakan instrumen legal untuk memproteksi Kawasan Ekosistem Leuser," ujar Menteri Siti Nurbaya, saat itu.

Penyelidikan Rainforest Action Network (RAN), organisasi lingkungan yang berbasis di San Fransisco, AS, menemukan pembukaan lahan aktif PT ABN dilakukan, bahkan setelah penyegelan dilakukan pada Juni lalu. Laporan yang terbit pada akhir Januari itu menyatakan perusahaan tersebut diduga menghancurkan hutan di KEL.

PT ABN memiliki konsesi sawit sekitar 2.000 hektare dan beroperasi di Kabupaten Aceh Timur.

“Analisis satelit dan foto dari ketinggian di konsesi PT ABN menunjukkan sejak surat edaran (Dishut Provinsi Aceh untuk menghentikan pembukaan lahan) pada Juni, perusahaan telah membuka lahan dengan skala yang meningkat,” demikian tulis laporan tersebut yang dikutip Sabtu (4/3).

Pada 17 Juni 2016, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Aceh Husaini Syamaun memerintahkan kepada seluruh pemegang Hak Guna Usaha atau Izin Usaha Perkebunan dengan konsesi di KEL, untuk menghentikan pembukaan lahan. Hal itu terkait dengan upaya pemerintah untuk meninjau kembali izin-izin perusahaan sawit yang beroperasi di kawasan ekosistem itu.

“Sesuai dengan radiogram Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutana Nomor S.290/MENLH/SETJEN/PLA.4/6/2016…kegiatan pembukaan lahan perkebunan sawit di seluruh KEL agar dihentikan,” kata Husaini dalam surat tersebut.

RAN menyatakan PT ABN diduga membuka lahan hutan seluas 324 hektare sejak Juni 2016-Januari 2017. Saat ini, hanya sekitar 96 hektare hutan yang tersisa di dalam konsesi perusahaan tersebut. Penyelidikan itu menggunakan posisi GPS: 4°34'0.60"N, 97°41'7.20"E.

Laporan itu juga menyatakan PT ABN diidentifikasi sebagai pemasok Wilmar International, salah satu perusahaan sawit terbesar dunia. RAN juga menyatakan sejumlah perusahaan terkait dengan rantai pasok yang berasal dari perusahaan sawit di KEL, yakni PepsiCo dan Mc Donald’s.

Oleh karena itu, RAN mendesak agar pembukaan lahan PT ABN segera dihentikan dan izinnya dicabut terkait dengan dugaan pelanggaran tersebut. Organisasi itu meminta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan perlindungan terhadap hutan yang tersisa dan restorasi dari habitat kritis di dalamnya macam harimau sumatera, serta orangutan.

Menghentikan Pembelian

RAN juga mendesak Wilmar International untuk menghentikan pembelian sawit yang berasal dari PT ABN, karena diduga melanggar kebijakan Wilmar soal anti deforestasi. “Laporan ini menunjukkan kebutuhan Wilmar untuk memperluas pengawasannya ke seluruh Kawasan Ekosistem Leuser,” demikian organisasi tersebut.

Sebelumnya, Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani menyatakan pihaknya serius untuk menindaklanjuti temuan pelanggaran dan akan memantau perkembangan di lapangan terkait dengan operasi PT ABN. Penyegelan pada tahun lalu itu dilakukan oleh tim Balai Penegakan Hukum KLHK Wilayah Sumatera, Balai Pemantapan Kawasan Hutan KLHK Wilayah Aceh, dan disaksikan oleh seorang manajer PT ABN.

Moratorium di kawasan ekosistem itu dideklarasikan pada April 2016 oleh Menteri LHK Siti Nurbaya, Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar. Hal itu terkait dengan arahan Presiden Jokowi soal moratorium ekspansi sawit. (CNN)

Rokan Hulu - Jembatan darurat sungai Mentawai di jalan lintas Provinsi Riau, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kembali ambruk dan hanyut akibat diterjang banjir besar.

Jembatan sepanjang sekira 30 meter, menghubungkan Kelurahan Rokan dengan empat desa di Kecamatan Rokan IV Koto tersebut dilaporkan ambruk dan hanyut pada Selasa (28/2/2017) sekira pukul 12.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa saat jembatan yang dibangun darurat dan sementara itu. Ambruknya jembatan sungai Mentawai sendiri merupakan kejadian ke sekian kalinya. Terakhir, jembatan dari material kayu ini ambruk dan hanyut pada Ahad 7 Februari 2016.

Masyarakat Rokan IV Koto memperkirakan, akibat jembatan tak bisa dipakai sementara waktu, masyarakat di empat desa di seberang sungai Mentawai terisolir seperti tahun lalu.

Jembatan ini ambruk dan hanyut karena derasnya air bah yang datang dari hulu sungai Mentawai, serta membawa material kayu log, sisa ilegal logging. Namun, luapan air sungai belum sampai merendam pemukiman masyarakat sekitar.

Hanyutnya jembatan sungai Mentawai dibenarkan Sekretaris Camat Rokan IV Koto, Sigit Pranjoro. Ia mengakui jembatan ambruk dan hanyut terjadi pada Selasa siang.

“Sekitar jam 12 siang lebih ambruknya karena diterjang banjir,” ungkap Sigit kepada wartawan, Selasa malam.

Diakuinya, jembatan Mentawai ambruk sebabkan masyarakat empat desa di seberang sungai sementara terisolir, seperti Desa Cipang Kiri Kanan, Cipang Kiri Hulu, Tibawan, dan Cipang Kanan.

Sigit menambahkan bahwa jembatan Mentawai dibangun darurat dan sifatnya hanya sementara sekitar 6 bulan lalu. Jembatan ini sebagai akses penyebrangan masyarakat dari empat desa di seberang sungai, dan sebaliknya masyarakat Kelurahan Rokan yang akan menyebrang.

“Mungkin kita akan kontak BPBD (Kabupaten Rohul) untuk meminjam rakit penyebrangan,” kata Sigit.

Sigit mengakui memang ada rakit penyebrangan. Sementara ini rakit disimpan dengan cara ditenggelamkan ke sungai Mentawai agar tidak lapuk. Namun, karena debit air sungai masih tinggi dan arus deras, ia memperkirakan pada Rabu (1/3/2017) besok, rakit baru bisa digunakan. ** ( Alfian)

Rokan Hulu - Polsek Ujung Batu bersama Tim Identifikasi Polres Rokan Hulu (Rohul), menggelar rekontruksi pembunuhan seorang suami kepada istrinya, di Durian Sebatang Desa Desa Sukadamai Kecamatan Ujung Batu, Kamis (2/3/2017) pagi.

Dalam reka adegan, dengan 20 reka adegan yang digelar di Mapolsek Ujung Batu disaksikan sejumlah keluarga korban, pelaku berinisial YEZ alias Yeki (40),  diketahui tega membunuh istrinya, Lidia alias Dewi (36), akibat cemburu.

Karena, tersangka menemukan banyak nomor laki-laki tidak dikenal di handphone istrinya. Juga korban juga sering dihubungi nomor laki-laki tidak dikenal. Dengan diawali rasa cemburu, Yeki dan Lidia sering cekcok mulut. Puncaknya, usai rayakan malam pergantian tahun 2016, Minggu (1/1/2017) dinihari, keduanya kembali cekcok besar hingga Yeki yang emosi, tega membunuh istrinya dengan cara dicekik serta disetrum listrik gunakan kabel kipas angin.

Awal sebelum terjadi nya pembunuhan, pada Sabtu (31/12/2016) malam, Yeki dan istrinya sempat terlibat Cek cok mulut di rumahnya. Menur saksi Agus Selamat, yang merupakan abang agkat korban Lidia, di Dusun Durian Sebatang Desa Suka Maju Kecamatan Ujung Batu.

Usai cekcok, keduanya masih sempat akur. Dan diketahui keduanya naik sepeda motor merayakan malam pergantian tahun baru. Namun, sepulang dari berduaan musibah besar terjadi hingga Lidia ditemukan sudah tidak bernyawa, tubuhnya tertutup selimut di kamar rumah abangnya.

Saat itu, keributan diawali saat tersangka Yeki memeriksa isi handphone Lidia dengan cara merampasnya, saat istrinya sedang main game. Saat dicek, pelaku menemukan banyak nomor laki-laki tak dikenal di handphone istrinya.

Melihat itu, Yeki yang emosi, langsung membanting handphone istrinya ke lantai sehingga berserakan. Tersangka yang masih emosi mendorong istrinya hingga terjatuh di tempat tidur. Kemudian, tersangka menduduki perut istrinya, sememtara kedua tangan korban ditahan pakai lutut kaki tersangka.

Karena takut istrinya berteriak, tersangka lalu mencekik leher korban. Lidia sempat melawan dengan cara meronta, namun usahanya tidak membuah hasil hingga dirinya lemas.

Saat korban tidak berdaya, tersangka Yeki menyetrum bagian perut Lidia gunakan kabel kipas angin. Melihat korban masih bernyawa, Yeki kembali mencekik leher korban hingga meninggal dunia. Usai memastikan Lidia meninggal, pria berprofesi sebagai tukang pijat tersebut menutup tubuh istrinya dengan selimut, lalu dirinya kabur gunakan sepeda motornya.

Tewasnya IRT kelahiran Bandung, Jawa Barat di RT 01/ RW 05 Dusun Lintam Desa Sukadamai Kecamatan Ujung Batu, baru diketahui keluarga saksi Agus yang baru pulang dari rumah saudaranya di Pasirpangaraian, Minggu pukul 21.30 Wib. Istri Agus curiga, karena saat mereka tiba kondisi rumah sepi. Lidia yang dipanggil tidak menyahut. Ketika selimut dibuka, perempuan tersebut sudah tidak bernyawa.

Sa itu, Tersangka Yeki sempat jadi buronan Kepolisian sekira 25 hari. Lalu dirinya ditangkap tim gabungan dipimpin Kasat Reskrim Polres Rohul AKP M. Wirawan Novianto, dibantu personil Sat Reskrim Polres Kuantan Singingi (Kuantan) di salah satu rumah warga Desa Bandar Alai Kecamatan Kuantan Tengah, Rabu (25/1/2017) pukul 21.00 Wib.

Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul, Riki mengungkapkan, dari sekitar 20 adegan, terindikasi ada unsur perencanaan dari tersangka Yeki. "Secara tidak langsung ada unsur perencanaan, karena tersangka menunggu rumah (saksi Agus) sepi," ucap Riki, Kamis sore.

Jelas Riki, tersangka Yeki dijerat Pasal 340 Jo 338 KUHP, dan Jo UU KDRT Pasal 44 ayat 3 UU Nomor 23 Tahun 2014, ancaman hukuman mati, 20 tahun kurungan atau seumur hidup.** ( Alfian)

Raja salman saat bertemu tokoh lintas agama (foto: tempo)

JAKARTA- Sejumlah tokoh lintas agama berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud beserta Presiden Joko Widodo. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh pemerintah Indonesia dan digelar di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, pada Jumat sore, 3 Maret 2017.

Pertemuan dengan tokoh agama ini tergolong istimewa karena dihadiri oleh 28 tokoh lintas agama. Sembilan di antaranya mewakili umat Islam Indonesia, tiga lainnya mewakili umat Konghucu, dan perwakilan dari umat Katolik, Protestan, Buddha, serta Hindu yang masing-masing diwakili oleh empat tokoh.

Mewakili umat Islam di antaranya ialah Din Syamsuddin, Kammarudin Amin, Alwi Shihab, Yenny Wahid, dan Komaruddin Hidayat. Sementara Tokoh-tokoh yang mewakili agama lainnya di antaranya ialah Hanriette T. Hutabarat dan Rony Mandang (Kristen Protestan), Ignatius Suharyo Harjoatmojo dan Franz Magnis Suseno (Kristen Katolik), Hartati Tjakra Murdaya dan Suhadi Sanjaya (Budha), Wisnu Bawa Tenaya dan Ketut Parwata (Hindu), serta Uung Sendana dan Budi Santoso Tanuwibowo (Konghucu).

Pertemuan dan dialog lintas agama itu sendiri dimulai sekitar pukul 14.15 WIB. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga tampak hadir mendampingi Presiden Joko Widodo dalam dialog tersebut.

Berikut ini ialah daftar lengkap nama-nama pemuka agama yang bertemu dengan Raja Salman.

*Islam*
1. Din Syamsuddin
2. Prof. Dr. Azyumardi Azra
3. Prof. Dr. Kammarudin Amin
4. Prof. Dr. Alwi Shihab
5. Zannuba Arriffah C. Rahman (Yenny Wahid)
6. Abdul Mufti
7. Masyakuri Abdillah
8. Komaruddin Hidayat
9. Yudie Latief

*Kristen Protestan*
1. Hanriette T. Hutabarat
2. Pdt. Rony Mandang
3. Pdt. Dr. Jacob Nahuway
4. Gomar Gultom

*Kristen Katolik*
1. Mgr. Ignatius Suharyo Harjoatmojo
2. Mgr. Antonius Subianto Osc
3. Mgr. Paskalis Bruno Syukur Ofm
4. Franz Magnis Suseno

*Budha*
1. S. Hartati Tjakra Murdaya
2. Bhikku Sri Pannyavaro
3. Suhadi Sanjaya
4. Arif Harsono

*Hindu*
1. Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya
2. Ir. Ketut Parwata
3. Letjen TNI Purn Putu Soekreta Soeranta
4. Made Gede ERata

*Konghucu*
1. Uung Sendana
2. Ws. Budi Santoso Tanuwibowo
3. XS Djangrana

Jakarta, 3 Maret 2017
Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Komandan Lanal (Danlanal) Sabang Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie (mengenakan baju loreng TNI-AL), di Sabang memberhentikan seorang oknum TNI-AL (ditengah mengenakan baju batik) secara tidak hormat yang telah terbukti menyalahgunakan norkotika jenis sabu-sabu, Jumat (3/3) (ANTARA Aceh/Irman Yusuf)
Sabang - Komandan Lanal (Danlanal) Sabang Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie, Jumat di Sabang memberhentikan seorang oknum TNI-AL secara tidak hormat karena telah terbukti menyalahgunakan narkotika jenis sabu-sabu.

Personel Lanal Sabang yang diberhentikan secara tidak hormat dari dinas keprajuritan TNI-AL, Bintara dan Tamtama atas nama Jamalis telah terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Pemberhentian dari kedinasan Jamalis itu merujuk pada hasil sidang penelitian tabiat oleh Lantamal I Belawan, Sumatera Utara sesuai dengan putusan Kepala Staf Angkatan Laut Nomor Kep: 385/II/2017.

Sebelumnya, oknum TNI AL tersebut telah digrebek dan diamankan oleh Tim Sintel Lanal Sabang pada Februari 2016 bersama alat sejumlah alat bukti.

Dalam apel tersebut, Danlanal Sabang Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie menyatakan, TNI-AL yang diberhentikan secara tidak hormat tidak diberikan biaya rawatan purna dinas, kecuali nilai tunai iuran pensiun dan nilai tunai tabungan asuransi.

"Setelah pemberhentian dari kedinasan TNI-AL semua bentuk tanda penghargaan, tanda kehormatan yang dimilikinya dinyatakan dicabut," tegas Danlanal Sabang.

Usai pembacaan surat keputusan Kepala Staf Angkatan Laut nomor Kep:385/II/2017, Danlanal Sabang memimpin langsung penanggalan baju dinas Jamali dari TNI-AL dan menggantikannya dengan baju batik.

Danlanal Sabang juga menyampaikan, pemberhentian secara tidak hormat ini merupakan wujud implementasi dan komitmen serta apresiasi terhadap segala bentuk prestasi maupun pelanggaran yang dilakukan setiap personel TNI-AL.

"Pedoman dalam diri seorang prajurit, sapta marga, sumpah prajurit, delapan wajib TNI dan Trisila TNI Angkatan Laut dapat dihayati dengan sebaik-baiknya dan pemberhentian tidak hormat ini suatu hukuman dari pemimpin terhadap prajurit TNI Angkatan Laut yang melakukan tindak pidana," tegas Kicky dihadapan sejumlah perwiranya.

Pada kesempatan itu Kicky juga menyampaikan, TNI-AL sangat mendukung kebijakan pemerintah dalam memerangi penyalahgunaan narkoba dan pihaknya tidak akan mentolerir prajuritnya yang terlibat tindak pidana penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pemakai apalagi pengedar.

Danlanal Sabang juga mengingatkan, prajurit harus senantiasa menjaga nama baik diri sendiri dan keluarga agar citra TNI-AL akan tetap terjaga dan jadikanlah pengalaman ini sebagai pelajaran yang berharga dalam pengabdian TNI-AL kepada bangsa dan negara.(Antara)

StatusAceh.Net - Jadwal kegiatan Raja Arab Saudi Faisal bin Abdulaziz Al Saud pada 25 Maret 1975 adalah menyambut delegasi dari Kuwait. Dalam acara kenegaraan resmi di Riyadh ini, Sang Raja direncanakan akan menjamu tetangganya di bagian majlis Dewan Kementerian, tempat ia biasa menerima kunjungan dari rakyatnya. Hari itu keponakan Raja Faisal, Faisal bin Musaid, juga terlihat di tempat penyambutan delegasi.

Delegasi dari Kuwait dipimpin oleh Abd al-Mutalib al-Kazimi, Menteri Minyak Kuwait. Sebelum bertemu dengan Raja Faisal, al-Kazimi bertemu dengan Menteri Minyak Arab Saudi Ahmed Zaki Yamani. Yamani memberitahu bahwa Raja Faisal akan tiba di kantor pukul 10.25 tepat. Yamani menegaskan bahwa Raja Faisal adalah orang yang disiplin. Sambil setengah bergurau, ia meminta al-Kazimi untuk memantau jam tangannya. Tepat di waktu yang Yamani sebutkan, Raja Faisal benar-benar muncul di tempat perjamuan. Kala itu ia hanya dikawal oleh satu pengawal.

Yamani pamit kepada rombongan delegasi Kuwait untuk mendatangi Raja Faisal, lalu terlihat berbisik-bisik sebentar. Kru televisi sudah merekam segala yang terjadi sejak sebelum rombongan dari Kuwait datang. Termasuk saat Faisal bin Musiad menyalami salah satu delegasi dari Kuwait yang pernah saling bertemu di Colorado.

Semua terlihat normal. Hingga pada pukul 10.32, saat Raja Faisal berjabat tangan dengan jajaran kementerian Kuwait, Faisal bin Musaid tiba-tiba mengeluarkan senjata api jenis revolver dari jubahnya dan menembak Raja Faisal dari jarak dekat.

Peluru pertama mengenai kepala Raja Faisal, di dagu dan sebagian melukai telinga. Raja Faisal segera jatuh ke lantai, sementara Faisal bin Musiad masih menembakkan senjatanya beberapa kali, tapi kebanyakan mengenai tembok. Pengawal Raja Faisal berusaha merebut senjata dari tangan Faisal bin Musiad dengan mengarahkannnya ke udara. Rombongan pengawal kerajaan lain terburu-buru memasuki tempat kejadian perkara dan mengamankan Faisal bin Musiad dengan cara diikat.

Salah seorang pengawal berupaya untuk menghabisi nyawa Faisal bin Musaid dengan sebilah pedangnya. Namun ia mundur setelah Yamani berteriak agar nyawa Faisal bin Musaid diampuni.

Raja Faisal yang dalam kondisi kritis segera dilarikan ke rumah sakit. Ia bisa sampai dengan nyawa masih melekat di tubuh. Raja Faisal sempat membisikkan sesuatu di tengah napasnya yang makin berat: agar Faisal bin Musiad jangan dieksekusi mati. Dokter bedah terbaik di rumah sakit tersebut telah berusaha maksimal, namun takdir berkata lain. Raja Faisal mangkat di hari itu juga.

Balas Dendam Pangeran Bengal
Raja Faisal. FOTO/Getty Images

Seperti ditulis dalam buku King Faisal: Personality, Faith and Times karya Alexei Vassiliev (2016) yang memuat detail pembunuhan tersebut, beragam teori konspirasi muncul. Terutama di hari-hari usai acara pemakaman Raja Faisal. Publik mereka-reka apa yang membuat sang pelaku begitu nekad. Terlepas dari itu semua, rakyat Arab Saudi jelas marah. Demi tegaknya keadilan, wasiat sang raja pun dikesampingkan.

Siang hari tanggal 8 Juni 1975, Faisal bin Musaid dipancung di depan ribuan rakyat Arab Saudi di Riyadh. Saudaranya, Bandar, yang dituduh turut berkonspirasi dalam pembunuhan itu, dipenjara selama satu tahun sebelum dibebaskan.

Laporan awal di pengadilan, sebagaimana tertera dalam buku The Book of Assasins: A Biographical Dictionary from Ancient Times the Present karya George Fetherling (2001), menjelaskan bahwa Faisal bin Musaid adalah orang yang tak waras. Saat ia dipindahkan ke sebuah penjara di Riyadh, ia dianggap cukup waras untuk mengikuti pengadilan. Pengadilan kala itu langsung memutuskan bahwa Faisal bin Musaid bersalah dan dijatuhi hukuman mati.

Keyakinan bahwa jiwa Faisal bin Musaid tak stabil hingga bisa membunuh dikaitkan dengan rekam jejaknya sebagai pecandu narkotika dan dendam pribadinya kepada Raja Faisal. Sebelum terjadi pembunuhan, Faisal bin Musaid baru saja pulang dari luar negeri. Ia adalah saudara termuda dari Khalid bin Musaid, pangeran Arab Saudi yang terbunuh 10 tahun sebelumnya akibat mendalangi penyerangan ke stasiun televisi Riyadh. Ia menempuh studi di Amerika Serikat, negara kawan Arab Saudi untuk urusan dagang minyak.

Sayang, Faisal bin Musiad bukan tipe mahasiswa berprestasi. Ia bahkan sempat pindah kampus lebih dari sekali. Rekam jejak di luar kampus juga termasuk buruk. Saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Colorado di tahun 1969, Faisal bin Musaid pernah ditangkap aparat kepolisian setempat sebab turut berkonspirasi dalam penjualan obat-obatan terlarang.

Ia juga pernah terlibat dalam setidaknya satu kali perkelahian di bar. Otoritas Arab Saudi selalu berusaha keras agar Faisal bin Musaid tak dipenjara. Saat beberapa kali ke Beirut, ia juga ketahuan berkumpul dengan para pecandu narkotika. Saat pulang ke Arab Saudi di tahun 1971, Raja Faisal melarangnya pergi ke luar negeri. Tujuannya tentu saja agar Faisal bin Musaid tak mempermalukan keluarga kerajaan lebih jauh lagi.

Sebagaimana dipaparkan dalam arsip Daily News, sejumlah media di Beirut kala itu menawarkan sejumlah penjelasan mengapa serangan itu terjadi. Salah satu yang mendukung teori balas dendam pribadi adalah koran Al Bayraak. Koran ini mengkalim ada sumber dari Saudi yang berkata bahwa Raja Faisal melarang Faisal bin Musaid meninggalkan negara itu karena penggunaan alkohol yang berlebihan dan konsumsi obat-obatan selama ia berada di luar negeri.

Koran Beirut lain, An-Nahar, melaporkan bahwa Raja Faisal telah mengabaikan protes terhadap kurangnya uang saku $3.500 per bulan yang diterima oleh Faisal bin Musaid, sehingga akhirnya ia nekad. Ada juga kemungkinan bahwa upaya pembunuhan itu adalah taktik untuk meruntuhkan tahta Wangsa Saud, karena Faisal bin Musaid dijadwalkan akan menikahi putri Saud (Putri Sita) di minggu yang sama.

Reformis yang 'Berbahaya'

Teori lain yang dipaparkan An-Nahar mengungkapkan bahwa pembunuhan tersebut sudah direncanakan jauh-jauh hari dan sejumlah media Arab menyatakan bahwa pembunuhan itu dilakukan atas perintah dan arahan dari Badan Intelijen Pusat AS, CIA. Di sisi lain, Raja Faisal sangat pro-kemerdekaan Palestina, dan tentu saja sepaket dengan sikap anti terhadap pendudukan ilegal Israel. Israel, sebagaimana diketahui, disokong penuh oleh AS.

Usai PBB mengeluarkan resolusi pemecahan wilayah Palestina untuk pendirian Israel, Faisal kala itu mendesak ayahnya, Raja Abdulaziz, untuk memutus hubungan dengan AS. Namun, ayahnya tak merealisasikan keinginan itu sebab Arab Saudi sedang berhubungan dagang dengan AS. Sebelum Raja Faisal naik tahta, kekuasaan berada di saudara laki-lakinya Raja Saud bin Abdulaziz Al Saud. Saud adalah raja yang penuh skandal, salah satunya skandal keuangan yang merugikan baik negara maupun kerajaan.

Setelah Saud digulingkan karena tak kompeten, Faisal yang menggantikannya mulai 2 November 1964 segera tancap gas untuk membuat kebijakan-kebijakan luar negeri yang pro-Palestina. Ia menyerukan agresi militer melawan Israel untuk membela Al-Quds (Yerussalem) dan menghentikan pemekaran wilayah Israel. Semangat ini disambut baik oleh Mesir dan Suriah. Ketiganya kemudian membentuk koalisi militer melawan Israel yang disokong AS.

Koalisi ini pada awalnya berada di atas angin. Pasukan ketiga negara mampu menguasai arena pertempuran apalagi setelah sukses memukul mundur pasukan Israel dari Syam. Namun, semuanya berubah saat mereka berencana mamasuki wilayah Israel. AS tiba-tiba mengumumkan ancaman penyerbuan ke Mesir jika serangan itu benar-benar diwujudkan. Mesir takut, dan sang Presiden Gamal Abdul Naser terpaksa menarik pasukannya.

Raja Faisal marah besar. Ia tak memedulikan segala intimidasi dan menyerukan perang ekonomi dengan AS, yakni dengan cara mengembargo ekspor minyak Arab Saudi ke AS. Sikap tegas ini tak ditanggapi dengan semarak oleh negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (N.A.T.O) yang mendukung AS. Mereka khawatir kena embargo juga. Dampak dari embargo itu tak main-main. Sektor industri dan transportasi AS lumpuh dan perekonomiannya kacau hingga memicu krisis berkepanjangan.

Selain diingat sebagai pemberani, Raja Faisal juga dikenal sebagai seorang reformis yang membawa banyak perubahan bagi rakyat Arab Saudi. Ia memodernisasi negaranya dengan banyak kebijakan baru yang tak pernah dikeluarkan raja sebelumnya. Salah satunya adalah menggalakkan program penghapusan budak dengan cara membeli seluruh budak di Arab Saudi memakai uang pribadinya. Sejak saat itu perbudakan dilarang di Arab Saudi.

Raja Faisal juga melakukan penyederhanaan gaya hidup keluarga kerajaan dan melakukan penghematan kas kerajaan dengan menarik 500 mobil mewah Cadillac milik istana. Dana dari hasil program itu, salah satunya, dialihkan untuk pembangunan sumur-sumur raksasa hingga sedalam 1.200 meter sebagai tambahan sumber air rakyat untuk dialirkan pada lahan-lahan tandus di semenanjung Arab.

Ada banyak lagi kebijakan berbasis reformasi dan modernisasi yang mengubah wajah Arab Saudi dan menjadi pondasi yang diletakkan serta diteruskan hingga Raja Salman yang kini berkuasa. Barangkali kecuali satu hal: sikap berani menentang agresi militer Israel plus negara adidaya di belakangnya.

Baca juga artikel terkait RAJA ARAB SAUDI atau tulisan menarik lainnya Akhmad Muawal Hasan.(tirto.id)

Anak-anak terlihat ceria menikmati permainan kereta api di pasar malam

SAWANG- Tidak seperti biasanya kota kecamatan sawang mendadak terang bederang,dari kejauhan terdengar suara anak-anak yang berteriak kegirangan.

Ternyata suara anak dan terang lampu tersebut berasal dari pasar malam yang digelar di dalam halaman pasar sawang,Jum’at (3/3/2017).

Pasar malam yang baru dua malam digelar terlihat banyak warga yang antusias berdatangan baik untuk sekedar melihat-lihat,ada juga yang membeli barang maupun mainan yang dijual.

Tak ketinggalan para orangtua membawa anak-anaknya untuk menikmati sejumlah wahana permainan yang di khususkan untuk anak-anak seperti kereta api superhero untuk beberapa kali putaran orangtua harus merogoh kocek Rp 5000/ gerbong.

Demikian juga dengan wahana seluncur yang banyak diminati oleh anak-anak,dalam pergelaran pasar malam ini juga menyediakan permainan mobil putar yang dihiasi lampu kedap kedip.

Azhari (38) warga setempat yang turut membawa putra putrinya menikmati pasar malam dan wahana permainan bagi anak-anak mengatakan kegiatan ini sangat diminati oleh warga sawang maupun warga desa lainnya.

Disamping lokasi yang mudah dijangkau,pasar malam ini menyediakan beberapa permainan hiburan bagi anak-anak.

“ Wah saya baru malam ini bawa anak-anak,sepertinya anak-anak saya senang sekali naik kereta api putar,jika dilihat lokasi yang dipergunakan untuk pasar malam sangat tepat dan terbuka “,ungkap azhari yang datang bersama tiga putrinya.

 Hal senada disampaikan oleh Aisyah (54) warga desa Babah Krueng yang datang ke pasar malam bersama adiknya untuk melihat barang maupun pakaian yang dijual.

“ Saya tahu ada pasar malam tadi siang,kami mau lihat-lihat mana tahu ada baju murah mau beli sepasang seorang “,ujarnya seraya berlalu. 


Reporter: T. Sayed Azhar

Ilustrasi
Aceh Utara – Maling kambing kembali beraksi di Aceh Utara, kali ini peristiwa tersebut terjadi di Duson Teungoh, Desa Keude Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Jumat 3 Maret 2016 sekitar pukul  05.00 WIB pagi, Maling yang diperkirakan berjumlah empat orang itu dipergoki oleh warga sedang mengeksekusi kambing curian dengan  menggunakan mobil Avanza hitam sehingga lolos dari kejaran warga.

“Maling itu kabur sambil mengacungkan pistol dari dalam mobil hingga mengeluarkan tembakan kearah warga hingga mereka lolos dari kejaran kami karena ada warga yang kenak tembak,” tutut Geuchik Keude Bungkaih Hasanuddin .

Warga yang tertembak diantaranya Makmur yang tertembak dibagian kaki/paha, Tgk. Abu (nama panggilan) dilengan kiri dan Azman tertembak dibagian bahu, ketiganya merupakan setempat.

Dari keterangan Geuchik Hasanuddin, Mobil Avanza yang ditumpangi empat maling tersebut semuanya menggunakan senjata api, karena dari pengakuan korban, senjata yang digunakan berlaras panjang dan juga ada sepucuk pistol. Setelah warganya tertembak maling tersebut berusaha kabur dan sempat terjebak di jalan buntu kawasan rel kereta api. 

Sehingga sejumlah warga yang mendengar teriakan “maling kambing” berhamburan keluar rumah dan dan berusaha mendekati mobil tersebut, sekitar jarak 50 meter dari mobil pelaku, tiba-tiba tiga pria yang berada di dalam mobil  menembak kearah warga secara membabi buta.

“warga saya berusaha menangkap pelaku dalam keadaan masih gelap, tiba-tiba tiga maling mengeluarkan senjata dan menembak ke arah warga, sehingga masyarakat lari ketakutan, dan pada saat itulah kesempatan maling berhasil kabur dengan membalik arah mobilnya,” terang Geuchik.

Geuchik menambahkan, kambing milik warganya yang berhasil dicuri sekitar dua ekor, setelah mendapat laporan tersebut geuchik menghubungi pihak kepolisian.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kapolsek Muara Batu AKP Nasir yang dihubungi reporter StatusAceh.Net membenarkan peristiwa tersebut, menurutnya  pelaku penembakan memakai senjata airsoft gun hingga mengenai warga  di Dusun Teungoh, Desa Keude Bungkaih.

“Kambing yang dicuri milik M. Saleh Hanafiah. Sedangkan warga yang terkena tembakan airsoft gun berjumlah tiga orang masing-masing kena di paha, punggung dan lengan,” kata Nasir.

Menurutnya, korban tertembak saat berusaha mengejar pelaku yang kabur dengan mobil Avanza.  “Para korban setelah ditangani pihak medis langsung bisa pulang karena hanya mengalami luka ringan,” katanya.

M.Nasir menambahkan, pihaknya terus melakukan pengembangan terhadap kasus itu dan juga memeriksa beberapa saksi termasuk korban yang tertembak untuk dimintai keterangan. “Kita akan melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku penembakan tersebut,” tambah Nasir.(SA/TM)

Dewi Mulyani dibonceng ayahnya Mardani dengan sepeda angin sambil membaca buku saat melintas di Jalan P Diponegoro, Palangka Raya, Kalteng, Rabu (1/3). Foto tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial (medsos). (Agus Pramono/Kalteng Pos)
StatusAceh.Net - Media sosial (medsos) Facebook dan Instagram tengah ramai membicarakan sosok siswi yang dibonceng orang tuanya dengan sepeda angin sambil membaca buku. Empat hari terakhir ini, sedikitnya 5900 pengguna instagram menyukai dan 100 lebih komentar positif menghiasi salah satu akun informatif di media sosial tersebut.

Kemunculannya membuat hati terenyuh. Bagaimana tidak, kebanyakan anak didik sudah mulai meninggalkan buku dan lebih memilih menggunakan smartphone untuk mencari informasi maupun menambah ilmu pengetahuan. Atau hanya untuk sekedar asyik bermedsos.

Hal itu juga mengobati mata luka dunia pendidikan di Palangka Raya yang tercoreng oleh beberapa pelajar yang terjerumus penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Setelah ditelusuri Kalteng Pos (Jawa Pos Group), sosok tersebut adalah Dewi Mulyani, siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Palangka Raya. Saat ditemui di perpustakaan milik Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalteng dan ditunjukkan foto yang beredar di medsos, siswi yang memakai hijab itu terkejut. Bertanya-tanya ada apa dan siapa yang motret. Sebelum akhirnya dijelaskan. “Iya. Itu foto saya dengan bapak,” ucapnya.

Saban hari, dia dijemput oleh orang tuanya yang hanya seorang pemulung. Remaja 15 tahun yang tinggal di Jalan Kecipir itu memang gemar membaca buku. Pulang sekolah, sambil menunggu jemputan, waktunya dihabiskan untuk membaca buku di perpustakaan yang jaraknya sekitar 400 meter dari sekolahnya itu. “Sepulang sekolah saya ke sini. Nanti bapak jemput,” katanya.

Hal itu dibenarkan oleh petugas sirkulasi peminjaman dan pengembalian buku, Elisabeth di perpustakaan tesebut. Memang hampir tiap hari dia di sini. Tapi tidak mengetahui jika dia dijemput menggunakan sepeda angin.

“Dia sudah menjadi member di sini. Hampir tiap pulang sekolah membaca dan meminjam buku. Terkadang pukul 16.00 WIB paling lama, dijemput orang tuanya,” ujarnya. (Jawapos/JPG)

Pengedar sabu ditangkap. (Jefris/detikcom)
Medan - Polisi menembak seorang kurir narkoba di Medan, Sumatera Utara (Sumut), hingga terluka. Dalam penindakan tersebut, petugas menyita narkoba jenis sabu sebanyak 7 kilogram.

"Pelaku seorang pria berinisial I (33). Dia merupakan warga Aceh," kata Wadir Narkoba Polda Sumut AKBP Yossy Runtukahu saat jumpa pers di Polda Sumut, Jumat (3/3/2017).

Penangkapan tersebut terjadi pada Rabu (1/3) di Jalan Ring Road, Medan. Saat itu, petugas mendapatkan informasi dari masyarakat soal adanya pengiriman narkoba jenis sabu dari Aceh ke Medan menggunakan satu unit mobil.

Petugas yang mendapatkan informasi tersebut kemudian melakukan penyelidikan, lalu menangkap pelaku. Dari tangan pelaku, petugas menyita 7 bungkus plastik berisi sabu seberat 7 kilogram.

"Namun, saat dilakukan pengembangan, pelaku ini melawan dan lari. Kita kemudian melakukan tembakan peringatan, namun tak diindahkannya. Kemudian petugas menembak kakinya," ujar Yossy.

Kepada petugas, pelaku mengaku sebagai kurir yang diupah Rp 20 juta. Namun pelaku baru menerima uang Rp 2 juta.

"Bosnya ini dari Aceh," imbuhnya.

Kini barang bukti dan pelaku sudah diamankan di Mapolda Sumut. Sedangkan petugas masih mengembangkan kasus tersebut. (Detik.com)

Foto: Bandar narkoba di Medan dibekuk polisi. (Jefris Santama/detikcom)
Medan - Polisi membekuk seorang bandar narkoba di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Pelaku ditangkap setelah petugas mendapatkan informasi melalui aplikasi 'Polisi Kita'.

"Pelaku berinisial ARC (52), warga Kecamatan Sunggal. Dia ini bandar (narkoba)," kata Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri dalam keterangannya, Jumat (3/3/2017).

Daniel mengatakan, pelaku ditangkap di Jalan Pinang Baris, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Rabu (1/3). Saat itu, petugas menerima informasi dari masyarakat melalui aplikasi 'Polisi Kita' tentang adanya peredaran narkoba.

"Berdasarkan informasi tersebut, kita langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku," ujarnya.

Dari tangan pelaku, polisi menemukan 5 gram sabu yang disimpan di baju. Kini, pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Sunggal.

"Pelaku ini kerap menjual narkoba di lokasi tersebut. Kita masih mengembangkan kasus tersebut untuk mencari jaringannya," kata Daniel.

Layanan aplikasi 'Polisi Kita Sumatera Utara' itu diluncurkan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (5/2). Layanan online ini bisa di download di telepon genggam berbasis Android.

Dengan meng-klik aplikasi ini, polisi siap datang lebih cepat untuk membantu dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. (Detik.com)

Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto / REUTERS
StatusAceh.Net - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengeluarkan peringatan mengerikan kepada para gembong narkoba di Filipina dalam sebuah upacara pada Kamis kemarin. Dia menantang para gembong narkoba untuk membunuhnya atau Duterte yang akan membunuh mereka.

Peringatan pemimpin Filipina yang kontroversial ini disampaikan saat upacara peletakan batu pertama pembangunan jalan Cebu-Cordova.

”Saya berkomitmen untuk menghentikan narkoba sebelum saya lengser,” kata Duterte. ”Yang berarti (saya) akan mengatakan, akan ada pembunuhan yang lebih, karena mereka benar-benar melawan,” lanjut dia.

”Ini tidak akan berakhir besok selama ada obat bius dan seorang raja obat bius,” imbuh Duterte mengacu pada gembong narkoba.

Duterte menantang para polisi yang terlibat dalam kejahatan narkoba dan para gembong narkoba yang melawannya agar membunuh dirinya.

”Anda akan mati. Entah, Anda membunuh saya atau saya bunuh Anda!,” kata Duterte, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (3/3/32017).

Presiden yang mengobarkan perang melawan narkoba ini sudah mengumbar retorika mengerikan, di mana dia mengaku akan senang senang membantai para pecandu narkoba dan menggantung penjahat narkoba seperti tirai.

Duterte telah mengabaikan kecaman dari kelompok-kelompok HAM terkait perang melawan narkoba yang dia mulai sejak menjabat sebagai presiden. Perang itu telah memicu pembunuhan massal di luar hukum terhadap pecandu dan para gembong narkoba yang dianggap melawan.

Jumlah korban tewas dalam perang melawan narkoba di Filipina sudah mencapai lebih dari 6 ribu jiwa. Duterte mengklaim caranya yang dikecam kelompok-kelompok HAM ini untuk memutus generasi pecandu narkoba di negaranya. (Sindonews)

Bea Cukai Aceh mengamankan 30 ton bawang ilegal.
StatusAceh.Net - Jalur perairan Aceh merupakan daerah rawan penyelundupan barang-barang ilegal. Pengawasan pada jalur tersebut harus dilakukan secara terus-menerus. Seperti yang dilakukan oleh Bea Cukai Aceh, hanya berselang seminggu dari penangkapan kapal motor KM Jasa Ayah yang mengangkut 15 ton bawang merah ilegal, kali ini Bea Cukai Belawan kembali menangkap kapal motor KM Jasa Ibu yang mengangkut 30 ton bawang merah ilegal pada Selasa (28/2).

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Rusman Hadi menjelaskan, upaya penggagalan penyelundupan bawang kali ini diawali saat Kapal Patroli BC 20002 yang dipimpin oleh Irsya Karimona mendeteksi keberadaan KM Jasa Ibu GT.20 yang disinyalir membawa barang impor ilegal di perairan Aceh Tamiang.

"Petugas patroli kemudian memerintahkan awak kapal tersebut berhenti,” ujar dia, melalui siaran pers.

Rusman menambahkan saat dilakukan penangkapan, nahkoda berinsial J bersama 4 orang anak buah kapal berinsial R, S, R, dan T mencoba melarikan diri tanpa mengindahkan peringatan petugas. Setelah dilakukan upaya pengejaran oleh Kapal BC 20002, akhirnya KM. JASA IBU berhasil dilumpuhkan dan dibawa ke Belawan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan, kedapatan KM. Jasa Ibu mengangkut sekitar 30 ton bawang merah ilegal asal Thailand,” kata Rusman.

Para tersangka diduga melakukan tindak pidana penyelundupan impor dengan melanggar Pasal 102 huruf a Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. Barang bukti berupa 1 (satu) unit kapal KM. JASA IBU dan 30 (tiga puluh) ton bawang merah ilegal, disita oleh penyidik Kantor Wilayah DJBC Aceh. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh. (Rol)

Ketua umum PPWI Wilson Lalengke

StatusAceh.Net- Secara prinsip, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) mendorong agar informasi tidak dijadikan komoditas produksi, sehingga aturan media massa dikelola hanya oleh perusahaan, seperti PT dan semacamnya, bertentangan dengan hakekat informasi yang berfungsi sosial. 

Ketika informasi masuk ke ranah perusahaan, maka berlaku hukum ekonomi "dengan modal sekecil-kecilnya, mendapatkan untung sebesar-besarnya". 

Dalam kondisi itu, kejernihan dan kejujuran informasi menjadi tereduksi, dan pada tahap kritis, akan hilang ditelan tebal-tipisnya amplop.

Bagi PPWI, jurnalistik (yang obyek utamanya adalah informasi) merupakan dunia belajar-mengajar di tengah-tengah masyarakat tanpa batas ruang dan waktu. 

Jurnalisme adalah dunia pendidikan, yang oleh karenanya harus tetap steril dari kegiatan transaksional ekonomi-bisnis. Sama seperti sekolah, kampus, madrasah, jika dikelola oleh entitas badan usaha berupa PT.

Dapatlah dibayangkan betapa hancurnya peradaban manusia di negeri ini suatu saat nanti, akibat harga informasi yg demikian mahal, yang pada sisi lain kebohongan informasi merebak meracuni generasi demi generasi.

Satu lagi, jangan bermimpi menjadi kaya, atau minimal hidup mapan dengan menyandarkan diri pada kerja-kerja jurnalistik, hampir mustahil impian itu dapat diraih, kecuali berdagang informasi dengan ramuan kebohongan dan tipu-tipu. 

PPWI meletakkan dasar anggapan bahwa jurnalisme hanyalah sebagai perahu belaka, bukan tujuan, juga bukan mesin produksi. Melalui jurnalisme, setiap penumpang perahu akan bertemu banyak orang, banyak pihak, dari berbagai latar belakang. 

Pertemuan-pertemuan itulah yang memberi peluang bagi setiap pelaku jurnalisme (profesional maupun pewarta warga) membangun relasi bisnis untuk menunjang hidup dan kehidupannya.

Demikian untuk menjadi maklum dan sebagai referensi bagi semua Pewarta Warga Indonesia. Terima kasih (Wilson-PPWI)

Resyi Azhari saat menyampaikan sambutan dalam acara peresmian PKBM Lautan Ilmu di Kec. Blang mangat,kamis (2/3)

BLANGMANGAT- Pendiri Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Lautan Ilmu, Resyi Azhari mengajak para Keuchik yang ada di kecamatan Blang Mangat untuk mendata warganya yang buta aksara, putus sekolah serta pengangguran. Hal itu disampaikannya pada acara peresmian PKBM lautan Ilmu di Kecamatan Blang Mangat Kamis (2/3/2017).

Hasil dari pendataan itu diharapkan agar lebih mudah pihak PKBM memberikan pendidikan dan keterampilan di Gampong gampong dalam upaya meminimalisir masyarakat buta aksara, putus sekolah serta pengangguran karena menurutnya saat ini hal tersebut luput dari perhatian publik.

Dirinya yakin dengan adanya kerjasama antara PKBM dan para Keuchik dalam menjalankan program nonformal akan mampu membawa pengaruh besar dalam pendidikan dan perekenomian masyarakat, dari itu ia juga mengharapkan pihaknya dapat menjadi mitra Keuchik dalam menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat dengan Dana Gampong.

Menurutnya banyak pengangguran selama ini akibat tidak tahu apa yang harus dikerjakan untuk menghasilkan uang, padahal potensi besar ada pada diri orang itu sendiri dan lingkungannya.

Selama ini banyak pengangguran hanya duduk nongkrong  di warung kopi tanpa mereka sadari satu meter dari tempat duduknya itu adalah potensi alam yang bisa dikelola untuk menambah penghasilan.

Lebih lanjut dia mencontohkan salah satu usaha rumahan yang dijumpainya di pulau Jawa bisa menghasilkan keuntungan lebih dari 30 juta perbulan hanya dari budidaya telur semut rang rang.

“Mengapa kita harus menjadikan diri kita sebagai pengangguran hanya karena tidak bekerja pada pemerintah, masih banyak yang bisa kita kerjakan untuk menambah penghasilan apabila kita mau dan mampu”, ucapnya

 “Kita tidak hanya mengupayakan masyarakat mempunyai keterampilan, tetapi kita juga akan mengajarkan kepada masyarakat bagaimana cara memasarkan produk dari keterampilan tersebut”, lanjutnya.

Turut hadir pada acara peresmian itu, Kabid PAUD-Dikmas Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Kepala SPNF SKB, Penilik, asesor BAN, pengelola PKBM, dan para Kechik serta tokoh masyarakat yang ada di kecamatan Blang Mangat.(Redaksi/rilis)

StatusAceh.Net - Ramli alias Apa Syeh (66) warga asal Paloh Mampree, Kecamatan Nisam, Aceh Utara merupakan salah seorang eks kombatan GAM yang setia menjadi tim Irwandi Yusuf pasca Aceh Damai.

Sosok Apa Syeh memang unit dikalangan tim relawan Irwandi-Nova, sebelum hari pemilihan yang digelar beberapa hari yang lalu, keberaniannya untuk merangkul massa dan mengkampanyekan Irwandi Yusuf bkan suatu kendala dan kata lelah walau usianya terlihat tua.

Jejak Apa Syeh pasca MoU Helsinki pernah menjadi menjadi anggota Partai Aceh, seiring berjalannya waktu dan proses perubahan politik di internal Partai Aceh sehingga Irwandi Yusuf mencalonkan diri melalui jalur independen pada tahun 2012 yang lalu dan keluar dari Partai Aceh. Jejak itupun diikuti oleh Apa Syeh dan menjadi tim pemenangan Irwandi Yusuf wilayah pasee pada waktu itu.

Karena arus politik dari partai peninggalannya begitu kuat, Irwandi pun kalah dalam perang politik Pilgub pada waktu itu, tapi tak mengalahkan semangat Apa Syeh untuk setia mendukung Irwandi Yusuf.

Kerja kerasnya pun kembali bangkit pada tahun 2015 sampai tahun 2016 setelah Irwandi menyatakkan kembali maju sebagai Cagub Aceh di Pilkada 2017 kemarin, gerak langkahnya tak bisa dihentikan oleh siapapun menerobos pelosok Nisam yang ditemani rekan timnya dan atribut bergambar Irwandi Yusuf.

Tim relawan pun terbentuk, Apa Syeh menguatkan tim kecilnya dengan berbagai taktik untuk menguasai wilayah basis lawan politik, sehingga dengan jumlah timnya yang semakin bertambah dirinya semakin berani dan siap berpatroli dengan kereta bebek bermerek Supra tahun 1990 itu.

Mesinnya emang telihat tua, tapi kekuatannya patut diakui, bisa dikatakan sama dengan pemiliknya (Apa Syeh) yang melaju dengan kecepatan rendah tapi pasti untuk merekrut tim relawannya.

Dengan gaya rambut putih yang hanya tumbuh beberapa helai di bagian kepalanya tak ada waktu untuk santai, karena rambut putihnya itu bagian kemenangan Irwandi Yusuf, maka dari iitu dia harus melawan rambut hitam dikepalanya agar kemenangan itu tercapai.

Tapi apa daya, walau persentase Irwandi Yusuf tidak seperti target di Aceh Utara dan Lhokseumawe, namun tim Apa Syeh dan relawan yang lain telah bekerja keras, dan juga sanggup mengusai beberapa desa yang termasuk basis PA di Nisam dan Dewantara.

Apa Syeh sendiri tidak mengerti politik, tetapi fanatiknya untuk sang Captain Irwandi Yusuf tidak ada yang bisa melarangnya apalagi meminta untuk membelot kearah yang lain.

Selain sebagai sahabat, Apa Syeh juga mengagumkan Irwandi yusuf dari program dan kinerjanya  yang lebih memperioritas rakyatnya ketimbang kelompoknya.

Begitu juga dengan program-program unggul Irwandi yang pernah dijalankannya pada massa menjabat sebagai Gubernur Aceh Pada Tahun 2009-2012 lalu yang buntu akibat pimpinan pemerintahan Aceh diambil alih oleh Zaini-Muzakir (ZIKIR) dari PA hingga sampai lima tahun kepemimpinan mereka, Aceh sangat amburadur.

Harapan Apa Syeh kedepan untuk pemerintahan Irwandi-Nova, agar tidak mementikan kelompok, tapi lihatlah rakyat, perhatikan anak-anak yatim apalagi janda korban konflik, dan juga menagatasi kemiskinan di Aceh yang sekarang sangat meningkat karena ekonomi masyarakat yang morat-marit . 

“Moga kepimpinan Irwandi-Nova bisa membuat perubahan Aceh kearah yang lebih baik,” doa Apa Syeh di akhir komentarnya di warung M Kupie Krueng Geukuh, Aceh Utara, Kamis 02 Maret 2017.(SA/TM)

,
Said Mahdar: " Ini masalah ada yang Pelintir, Saya Yakin..." 

Said mahdar saat panen perdana jagung manis dirutan jantho 

BANDA ACEH - Said Mahdar yang sekarang menjabat Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Langsa  mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan dirinya telah melakukan pembohongan publik selama menjabat di Rutan Jantho, Aceh Besar.

(Baca : Terungkap,Kegiatan Pembinaan Napi di Rutan Jantho," Sapi Punya Susu Lembu Punya Nama " )

Menurutnya, selama dia menjabat di Rutan itu banyak perubahan yang telah dilakukannya, mulai dari membuka lahan baru bagi Napi dan juga membangun koordiinasi dan komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat.

“Itu hanya perkataan dua orang napi saja, kan tidak semua napi senang dengan kita jadi ya dimaklumi aja jika ada yang menjelek-jelekan saya,”kata Said kepada Reporter StatusAceh.Net, Kamis (02/3/2017).

Selama bekerja sebagai Kepala Rumah Tahanan di Jantho, dirinya telah banyak melakukan hal baik, walaupun ada pihak tidak senang dengan kinerjanya yaitu untuk meningkatkkan dan memberdayakan Napi dengan membuka lahan baru yaitu kebun dan juga sawah.

"Ini masalahnya ada yang pelintir, saya yakin napi di rutan itu tidak seperti itu kecuali ada orang yang menginginkan nama baik saya tercemar," tambahnya.


Untuk meyakinkan klarifikasinya dari 37 jumlah pegawai yang bertugas di rutan jantho, said kemudian mengirimkan 3 orang mantan bawahannya untuk Reporter tanya seputar kinerjanya selama menjabat rutan jantho.

Sementara salah seorang petugas Rutan Jantho yang berhasil dihubungi oleh Reporter dan pernah jadi bawahan Said Mahdar mengatakan, napi yang membeberkan masalah tersebut dengan mengatakan Said Mahdar lakukan pembohongan publik merupakan orang yang tidak bertanggung jawab, karena selama Said Mahdar pimpin Rutan tersebut sangat bagus koordinasinya dengan bawahan dan juga dengan para Napi.

"Selama Bapak Said bertugas disini tidak pernah ada masalah dengan Rutan, bahkan pembinaan napi sangat optimal dilakukan terutama pemberdayaan ekonomi Napi," sebut seorang petugas rutan jantho yang selama ini menggarap sawah di lahan rutan jantho namun namanya tidak ingin ditulis media ini.


Reporter: Bustami

Rokan Hulu – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahguna Narkotika (DPD LRPNN BHAYANGKARA INDONESIA)  yang Telah Terbentuk Berencana akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau untuk membentuk penggiat yang anti terhadap bahaya narkoba sebagai salah satu upaya penanggulangan  bahaya narkotika dan obat terlarang yang sudah membahayakan bagi para generasi Muda
“Penanggulangan narkoba menjadi tantangan besar yang harus dihadapi secara bersama-sama,

Oleh karena itulah Perlunya  Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahguna Narkotika Ini dibentuk di Rohul Hal ini Disampaikan Oleh sekretaris DPD LRPPN BHAYANGKARA INDONESIA Kabupaten Rokan Hulu " Sumardi SAS " kepada Wartawan Kamis Sore (02/03/17)

Dirinya mengatakan penggiat anti narkoba nantinya akan kita awali dengan seminar Para  peserta yang akan Kita Undang Nanti  terdiri dari berbagai elemen seperti Dharma Wanita, PKK, guru dan mahasiswa.  “Melalui seminar ini kita akan mencari penggiat anti narkoba yang  berani bergerak di masyarakat,” katanya.

Sebagai langkah awal pembentukan, Lembaga Ini memberikan kuisioner kepada para peserta untuk melihat sejauh mana inisiatif dan kepeduliannya terhadap penanggulangan bahaya narkoba. Yang kian Marak Di Rohul ini. Dan kita berharap setidaknya penggiat narkoba yang siap kami bina,” katanya.

Peran Serta Masyarakat dalam ikut serta memerangi bahaya  Narkotika di Rohul sangatlah penting,  para penggiat narkoba nantinya bisa secara mandiri melakukan sosialisasi ke masyarakat. Mereka berperan sebagai kepanjangan tangan Dari LRPPN BHAYANGKARA INDONESIA dengan bekal pengetahuan keterampilan dari materi yang akan Kami Berikan Nantinya .

“Peran masyarakat inilah yang diharapkan bisa dibentuk di setiap kecamatan . Apalagi Kabupaten Rokan Hulu saat ini  sudah rawan narkoba dan harusnya Badan Narkotika Kabupaten  (BNK) Rohul nantinya mendukung program ini,” katanya.

Di tempat terpisah ‎Armensyah Sulaiman Damanik yang Diberi Mandat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahguna narkotik (DPD LRPPN BHAYANGKARA INDONESIA) Kabupaten Rokan Hulu mengatakan seluk beluk narkoba yang rumit juga membuat pemberantasan narkoba tidak hanya cukup di hulu dan di hilir. Harus ada gerakan masif baik secara rangkulan kasih sayang dari orang tua dan keluarga hingga penegakan hukum yang memberikan efek jera.

“Orangtua harus mengenal anaknya, mendeteksi gejala-gejala pada anak yang mengkonsumsi narkoba, sehingga bisa dilakukan pencegahan dan rehabilitasi,” kata Kata Armensyah Sulaiman yang Lebih Dikenal Pak Manik Via hand phone nya Kamis sore . (Alfian)

Banda Aceh – Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo, mengapresiasi berbagai inovasi dan kebijakan yang telah ditempuh oleh Pemerintah Aceh melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Aceh, sehingga mampu mengendalikan inflasi tahunan (year on year) Aceh sebesar 3,95 persen.

Apresiasi tersebut diungkapkan oleh Gubernur BI dalam surat bernomor 19/I/GBI-DR3/Srt/B, yang disampaikan oleh Ahmad Farid, selaku Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh kepada Gubernur Aceh, dr h Zaini Abdullah, di Pendopo Gubernur Aceh, Kamis (2/3/2017) pagi.

“Sehubungan dengan pencapaian tersebut, izinkan kami menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerjasama Bapak Gubernur Aceh beserta seluruh jajaran Pemerintah Aceh dalam mengawal upaya pengendalian inflasi di Bumi Serambi Mekah ini,” ujar Agus Martowardojo.

Agus menambahkan, rendahnya inflasi Aceh ini mempengaruhi pencapaian tingkat inflasi nasional tahun 2016 yang rendah dan terkendali, yaitu sebesar 3,02 persen atau berada dalam rentang target inflasi nasional, yaitu 4 ± 1 persen.

“Tingkat inflasi yang terkendali di Aceh, tidak terlepas dari berbagai inovasi dan kebijakan yang ditempuh oleh TPID serta koordinasi yang makin solid antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh.”

Gubernur BI juga menjelaskan, bahwa pencapaian inflasi Aceh dipengaruhi oleh semakin baiknya upaya pengendaian inflasi yang dilakukan oleh TPID, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Dalam penjabarannya, Guberur BI juga mengungkapkan, komoditas penyumbang utama inflasi di antaranya ikan tongkol, rokok kretek dan cabai merah, yang merupakan akibat dari tingginya curah hujan dan peningkatan gelombang laut yang berpengaruh pada terganggunya produksi tanaman holtikutura serta menurunnya hasil tangkapan nelayan.

“Ke depan, tantangan pengendalian inflasi di daerah, khususnya di sektor pangan tidak mudah. Mulai naiknya harga minyak dunia dan harga komoditas serta dampak cuaca dan rencana kebijakan pemerintah pada sejumlah komoditas harga barang/jasa yang diatur pemerintah atau administered price akan menjadi sumber tekanan di tahun 2017,” tambah Gubernur BI.

Namun, dengan koordinasi TPID yang kuat serta bertabahnya inovasi, Agus optimis sasaran inflasi sebesar 4 tahun 2017 yang sebesar 4 ± 1 persen dapat tercapai.

Guberur BI juga menyampaikan, dalam waktu dekat Kelompok Kerja Nasional TPID akan meluncurkan website dan mobile aplikasi  Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) nasional yang memuat informasi harga pangan harian sejumlah komoditas di pasar-pasar utama daerah dengan akurasi dan kekinian data yang sangat baik.

“Kami mengharapkan sumber informasi ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin guna mendukung upaya pengendalian harga di Aceh. Terima kasih atas dukungan. Sekali lagi, kami sangat mengharapkan konsistensi dan dukungan Gubernur Aceh yang telah berjalan baik selama ini dalam forum TPID,” pungkas Agus Martowardojo. (Rill)

Banda Aceh - Gubernur Aceh Zaini Abdullah kembali menegaskan, pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe oleh konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) - yang termasuk di dalamnya PT Pertamina, PT PIM, PT Pelindo I dan PDPA - sangat merugikan Aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan sesuai Undang-undang Pemerintahan Aceh.

Hal itu ditegaskan Gubernur Zaini terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe yang diteken Presiden Jokowi pada 17 Februari 2017. Dalam PP tersebut, tiga kawasan yang diusul untuk menjadi kawasan ekonomi khusus, yaitu kompleks kilang Arun, Kecamatan Dewantara, dan Desa Jamuan (lokasi pabrik PT KKA), resmi dan telah memiliki dasar hukum yang kuat sebagai KEK Arun Lhokseumawe.

Menurut Gubernur Zaini, dalam penetapan PP tersebut pemerintah pusat telah mengabaikan hak Aceh sebagai pengusul KEK tersebut.

Pemerintah Pusat dalam PP tersebut menunjuk sejumlah perusahaan plat merah sebagai konsorsium pengusul. Padahal, Pemerintah Aceh sebelumnya telah menandatangani surat pengusulan KEK Arun Lhokseumawe. Dalam surat tersebut, status Pemerintah Aceh jelas tersebut sebagai pengusul.

Gubernur Zaini menjelaskan, sebagai pengusul, Pemerintah Aceh akan membentuk badan pengelola KEK dengan menunjuk Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) yang akan mewakili kepentingan pemerintah Aceh untuk bekerja sama dengan BUMN dan investor lainnya dalam pengelolaan KEK Lhokseumawe.

Menurut Gubernur Zaini, status Pemerintah Aceh sebagai pengusul, tidak sekadar menjadikan konsorsium itu memiliki wewenang penuh mengendalikan KEK, namun juga berdampak pada keuntungan dari keberadaan kawasan khusus itu.

Dalam usulan yang diajukan Gubernur Zaini, KEK Arun Lhokseumawe berada di bawah kendali Pemerintah Aceh. Sedangkan badan usaha, terutama milik negara, yang beroperasi di KEK Arun Lhokseumawe, masuk sebagai mitra yang akan menghasilkan keuntungan untuk Aceh, bukan sebaliknya.

Dengan demikian, keuntungan yang didapat oleh Aceh menjadi lebih besar dan akan langsung dimasukkan sebagai Pendapatan Asli Daerah.

Untuk itu, Gubernur Zaini mengatakan akan segera menjumpai Presiden Joko Widodo untuk menjelaskan permasalahan tersebut.

“Kami akan segera menjumpai presiden agar aturan ini dapat disesuaikan dengan kekhususan Aceh,” kata Zaini. [Rill]
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.