Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Jamaah haji Indonesia di tertahan di Filipina dan dikurung di sebuag gereja. | Foto: Istimewa Pojoksatu.id
StatusAceh.Net - Duta Besar Indonesia untuk Filipina Johny Lumintang mengatakan, 177 warga negara Indonesia korban penipuan haji diperlakukan tidak manusiawi saat ditahan otoritas negeri pimpinan Presiden Rodrigo Duterte itu.

Johny mengaku dapat informasi mengenai penahanan dari salah seorang yang menelepon Kedutaan Besar Republik Indonesia di Filipina pada Sabtu (20/8). Keesokan harinya, Johny pun mengecek ke lokasi 177 WNI itu ditahan.

“Hari Minggu saya lihat di tahanan, sama sekali diperlakukan tidak manusiawi,” kata Johny di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banteng, Minggu (4/9).

Johny menyesalkan perlakuan tidak manusiawi itu. “Kira-kira kamu sekitar 15 orang ditempatkan di ruangan kecil dengan satu toliet, manusiawi?” kata Johny mencontohkan.

Johny pun bersama otoritas Indonesia berupaya membebaskan para WNI korban penipuan itu. Lalu, Johny berkomunikasi dengan otoritas Filipina apakah para WNI ini bisa dipindahkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di sana. “Saya tanyakan apakah mereka bisa dibawa ke KBRI karena mereka ini korban bukan (pelaku) kriminal. Mereka (otoritas Filipina) mengatakan bisa besok,” ujar Johny.

Ternyata, lanjut Johny, keesokan harinya para WNI itu belum bisa dibebaskan. Ada sederetan proses administrasi yang harus dituntaskan. Pendataan masih harus dilakukan. Setelah melewati serangkaian proses administrasi, sebagian WNI itu baru bisa dipindahkan ke KBRI pada Kamis (25/8) pukul 00.00 waktu setempat.

Sebagian atau 39 WNI lain belum bisa dipindahkan. Sebab, mereka harus menyelesaikan proses administari yang belum tuntas. “Ada yang lupa tanggal lahirnya, salah menuliskan nama dan segala macam,” ujar purnawirawan TNI berpangkat Letnan Jenderal ini.

Setelah berkoordinasi dengan otoritas di Indonesia termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, barulah bisa mendapatkan data administrasi lengkap 39 WNI tersebut. “Barulah 39 WNI itu bisa dibawa ke KBRI pada Sabtu (27/8),” papar Johny.

Saat ini, 168 dari 177 WNI sudah dipulangkan ke Indonesia. Mereka diterbangkan dengan pesawat carteran Air Asia XT 982 dari Manila dan tiba di Makassar, Sulawesi Selatan sekitar pukul 10.45 WIB. Sebanyak 110 WNI diturunkan di Makassar. Mereka terdiri dari 95 jemaah dari Makassar dan sekitarnya. Sedangkan 15 lain dari Kalimantan Timur.

Kemudian, pukul 13.20 pesawat XT 983 take off ke Jakarta membawa 58 WNI. Mereka berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan DKI Jakarta.

Saat ini masih ada sembilan WNI di Filipina yang belum dipulangkan karena harus mengikuti proses hukum.  “Saya upayakan secepatnya bisa dipulangkan,” tuntas Johny.(jpnn)
loading...

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.