2022

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

, ,


Redelong - Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) seorang warga Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah mendapat bantuan perehaban dari TNI, Senin (16/05/2022).


Rumahnya berukuran 4X6 Meter yang dinilai tidak layak huni itu pun mulai dibongkar, demikian pekerjaannya juga dilakukan oleh satuan penugasan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 113 dan akan di bangun kembali menjadi rumah layak huni.


Jumadin (51) pemilik RTLH warga Desa Negeri Antara, Dia merasa senang dan terharu saat mengetahui rumahnya akan direnovasi.


"Saya Sangat senang pak, serasa mimpi tapi kenyataan bahwa rumah saya di bongkar untuk di renovasi," katanya sambil meneteskan air mata.


Jumadin mengaku, ketika hujan dan angin kencang terjadi, kerap kali rumahnya mengalami bocor, tentunya pada saat itu kedinginan, apalagi di daerah ini merupakan kawasan sejuk.


"Kalau hujan pak, rumah saya bocor dari atap ataupun dari rembesan dinding kayu, malamnya kedinginan. Alhamdulillah dan sangat bersyukur sekali kami sekeluarga atas perhatian  pihak TNI yang merenovasi rumah kami menjadi rumah layak huni,” ungkapnya.


Sementara, Dandim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Eko Wahyu Sugiarto selaku Dansatgas TMMD mengatakan, renovasi rumah milik seorang warga tersebut menjadi  salah satu program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 113 Tahun 2022.


"Ada satu unit rumah warga yang dinilai tidak layak huni, kita renovasi dan itu memang menjadi sasaran dalam program dari TMMD kali ini," kata Dandim.


Lebih lanjut Dansatgas menjelaskan, RTLH tersebut dibongkar total, kemudian akan di bangun kembali berbentuk rumah semi permanen berukuran 4x6 Meter agar nantinya dapat untuk ditempati oleh pemiliknya.[]


StatusAceh.Net -
Minggu yang menegangkan bagi mereka yang memiliki Bitcoin dan cryptocurrency lainnya, sebab miliaran dolar hilang dalam sekejap dari nilai aset mereka.

Bitcoin yang sering disebut-sebut sebagai "emas digital", anjlok di bawah US$25.500 minggu ini - jauh dari rekor harga US$ 69.000 yang tercatat pada bulan November. Pasar aset kripto yang lebih luas, nilainya telah turun lebih dari 50 persen sejak saat itu.

Akhir-akhir ini, pelaku pasar ramai-ramai membuang aset spekulatif dan berisiko mereka seperti aset kripto, saham teknologi, dan saham di perusahaan yang masih dalam fase pertumbuhan, dan belum bisa menghasilkan dividen.

Semua terjadi ketika Federal Reserve AS dan bank sentral secara global, menaikkan suku bunga secara agresif. Selain itu, mereka menghapus stimulus Covid-19 senilai triliunan dolar, dalam upaya untuk menahan inflasi yang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

Terlepas dari faktor ekonomi, dari gambaran besar itu, analis mengatakan jatuhnya stablecoin Terra (UST) dan efeknya yang merembet ke mana-mana adalah alasan utama di balik aksi jual cryptocurrency minggu ini.

Stablecoin seperti UST, Tether, dan USDC bisa diibaratkan sebagai rekening bank untuk ekosistem kripto, dan nilainya biasanya dipatok ke mata uang fiat seperti dolar AS.

Secara teori, mereka didesain untuk memiliki nilai tetap (sekitar US$1) sehingga mereka dapat menjadi penyimpan nilai yang andal, berbeda dengan volatilitas ekstrem aset kripto lain seperti Bitcoin, Ether, dan lainnya.

Terra adalah salah satu mata uang digital yang paling berharga dan stabil di dunia. Namun, pada hari Selasa (10/5), aksi jual besar-besaran terjadi karena nilai stablecoin Terra tiba-tiba terlepas dari nilai patokannya terhadap dolar AS.

Nilainya anjlok dari US$1 menjadi 60 sen AS dalam sehari. Kemudian, jatuh lagi pada hari selanjutnya yang membawa nilainya turun menjadi 20 sen AS.

Fenomena ini bisa dibilang sebagai krisis perbankan (bank run) di ekosistem cryptocurrencey, yaitu orang berebut adu cepat menarik uang mereka dari aset kripto.

Sebagian besar stablecoin didukung oleh cadangan modal berbentuk uang tunai. Mereka seharusnya memiliki aset likuid yang cukup untuk mengimbangi nilai setiap koin.

Namun, Terra adalah stablecoin yang dipatok menggunakan algoritme, nilai tukarnya didukung oleh token "saudara perempuan", sister token yang disebut LUNA. Mereka beroperasi di platform kontrak pintar yang telah diprogram terlebih dahulu.

Ketika nilai Terra merosot lebih rendah dari US$1, token tersebut dapat ditukar dengan token LUNA dengan profit marginal. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga nilai keduanya agar tetap stabil.

Biang Keroknya Jenius Jahat atau Investor Kakap?

Pada dasarnya, mekanisme yang berlaku seperti mencetak uang dari udara. Dengan mengandalkan serangkaian "kontrak pintar" yang kompleks - sistem ini memastikan nilai setiap token UST tetap sedekat mungkin dengan US$1.

Namun, permasalahan muncul saat algoritme tersebut gagal.

Entah apa penyebabnya, nilai LUNA amblas berbarengan dengan UST, dalam apa yang digambarkan oleh para analis sebagai lingkaran kematian (death spiral). Pada dasarnya, kecepatan investor yang bergegas untuk melikuidasi aset digital tidak bisa diimbangi oleh algoritme yang seharusnya memastikan Terra tetap stabil.

Harga token LUNA anjlok dari sekitar US$86 pada awal minggu ini, menjadi hanya 6 sen AS pada hari Kamis (12/5).

Investor menderita kerugian seperti belum pernah terjadi sebelumnya karena nilai pasar Luna anjlok dari US$40 miliar menjadi sekitar US$500 juta, yang menyebabkan aksi jual dan krisis kepercayaan di pasar cryptocurrency yang lebih luas.

Tidak ada yang tahu siapa yang menyebabkan harga Terra dan LUNA jatuh. Tapi banyak warganet yang menyalahkan perusahaan investasi kakap asal Amerika Serikat karena nilai perdagangan yang skala jumbo. Dua perusahaan, Citadel Securities dan BlackRock, telah mengeluarkan pernyataan yang menyangkal keterlibatan mereka dalam jatuhnya nilai Terra.

"Kami tidak tahu apakah momentum itu diciptakan oleh kolusi [antara hedge fund]," terang Lisa Wade, CEO perusahaan blockchain DigitalX, dikutip dari The Business ABC.

"Ahli teori konspirasi akan mengatakan 'ya', karena ini adalah perdagangan besar-besaran. Maksud saya, sepanjang karier saya, ini adalah salah satu transaksi terbesar yang pernah saya lihat," imbuhnya.

Ini, kata dia, hampir seperti sebuah kejadian yang direncanakan oleh jenius jahat (evil genius), karena untuk merealisasikannya butuh banyak proses.

Wade mengatakan, sebagai bagian dari plot kompleks ini, pelaku tampaknya telah membeli stablecoin UST senilai sekitar $1 miliar, sambil mengambil posisi short di pasar Bitcoin. Posisi short adalah strategi perdagangan yang berisiko untuk, dengan bertaruh harga aset akan jatuh - bukannya naik.

Apa yang mereka lakukan selanjutnya adalah mereka akan mencari momentum yang tepat.

"Jadi jelas kita berada dalam tahap risk-off pasar yang sangat fluktuatif - karena apa semua yang terjadi dengan Fed [AS] dan lingkungan makro. Mereka menunggu sampai Sabtu malam ketika volume [perdagangan] sangat rendah, dan tidak ada tawaran," kata Wade.

Kemudian, mereka masuk ke pasar dan mulai menjual UST dalam volume besar, yang kemudian memicu rentetan aksi jual di pasar volume rendah hingga Terra terjungkir dari nilai patoknya terhadap dolar AS.

"Di dalam algoritme itulah yang diidentifikasi oleh tim kami sebagai 'spiral kematian' , aksi jual seperti menyuapi dirinya sendiri dalam mekanisme algoritme."

Wade menjelaskan bahwa dalam spiral kematian ini, algoritme yang seharusnya menstabilkan Terra dan LUNA justru memicu aksi jual di pasar kripto lain, karena algoritme tersebut menjual Bitcoin dan Avalnche dalam jumlah yang besar. Dampaknya, pemegang kedua aset kripto tersebut ikut berebut melikuidasi aset mereka.

"LUNA terpengaruh karena token ini adalah underlying dari UST. Setiap UST dibeli, keping Luna dibakar. Artinya suplai Luna menyusut, dan harganya naik. Sebaliknya terjadi ketika ada penjualan. Setiap seorang menjual UST, mereka mencetak token LUNA, artinya suplai bertambah," papar Wade.

Permasalahannya, ketika tidak ada pembeli dan harga terus merosot, sistem tersebut justru menghancurkan diri sendiri karena investor menjadi panik dan mengobral Luna. [CNBCIndonesia]


Lhokseumawe -
Hasil pemeriksaan dan uji laboratorium oleh Balai Veteriner Medan pada sampel daging ayam usaha restaurant cepat saji KFC Lhokseumawe ditemukan beberapa jenis bakteri dan tidak layak konsumsi.

Kepala Dinas Kelatautan Perikanan Pertanian dan Pangan Kota Lhokseumawe, Mehrabsyah saat dikonfirmasi KOALISI.co pada Kamis 12 Mei 2022 mengatakan bahwa, hasil uji sampel tersebut diterbitkan pada 10 Mei 2022.

“Hasilnya, daging ayam diindekasikan adanya beberapa jenis bakteri seperti e.coli,sp, salmonella,sp dan staphylococcus,sp yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya seperti sakit kepala, mual, muntah diare dan typus,” sebutnya.

Mehrabsyah menegaskan dengan adanya hasil uji laboratorium daging ayam KFC Lhokseumawe yang tercemar oleh bakteri, maka makanan cepat saji tersebut tidak layak konsumsi. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan Kota Lhokseumawe untuk ditindaklanjuti.

“Kami mengharapkan kepada pimpinan KFC Lhokseumawe untuk segera memperbaiki sanitasi dan higenitasi sarana dan prasarana pada restaurant cepat saji sesuai dengan prosedur dan tata kelola yang berlaku,” terangnya.[koalisi]


Aceh Besar -
Dua warga Gampong Aneuk Glee Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar ditemukan meninggal dunia akibat ditembak orang tak dikenal (OTK), Jumat (13/5/2022) dinihari.

 Kedua warga tersebut diketahui bernama Maimun (38) dan Ridwan (38). Informasi diperoleh AcehJurnal.com,
Kedua korban diketahui adalah Maimun (38) dan Ridwan (38). Maimun diketahui berprofesi sebagai wiraswasta. Sedangkan Ridwan disebut sebagai seorang petani.
Keduanya ditembak saat sedang pulang dari sawah. Tiba-tiba di tengah perjalanan, keduanya ditembak oleh pelaku yang belum terindikasi identitasnya. Usai tertembak, kedua korban sempat menghubungi keluarganya meminta tolong dijemput ke Rumah Sakit Ibnu Sina Indrapuri. Namun akibat pendaharahan hebat, keduanya dirujuk ke RSUD Zainal Abidin Banda Aceh untuk penanganan lebih lanjut.
“Namun setiba di RSUDZA, kedua nyawa korban tak tertolong lagi dan meninggal dunia, ” ujar salah narasumber AcehJurnal.com yang menolak namanya ditulis.
Saat ini, jenazah kedua korban telah dilakukan visum et repertum. Rencananya jenazah korban akan dikebumikan di kuburan umum desa setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi pihak kepolisian terkait motif  pembunuhan tersebut. [acehjurnal.com]


StatusAceh.Net - Relawan Pro Jokowi (Projo) bakal menggelar Rakernas ke-V di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Rakernas yang dijadwalkan akan digelar pada 20 hingga 22 Mei 2022 itu mengangkat tema "Haluan Baru Projo Menuju 2024".

Dalam wawancara khusus secara virtual Rabu (11/5/2022), Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi mengatakan, Rakernas Projo akan dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

"Kebetulan Bapak Presiden sebagai Ketua Dewan Pembina Projo juga sudah berkenan menjadwalkan waktu untuk membuka acara Rakernas, tanggal 21 Mei 2022, jam 10 pagi," jelas Budi Arie.

Tidak hanya itu, Projo juga akan menggelar kegiatan tanam pohon dan membersihkan 20 desa yang berada di kawasan Candi Borobudur.

"Di satu kecamatan itu memiliki 20 desa, dan nanti kita akan menanam pohon, bersih-bersih di 20 desa itu dan lain sebagainya," jelas Budi Arie.

Rakernas ini, kata dia, merupakan agenda organisasi yang biasa rutin dilaksanakan. Khusus untuk Rakernas ke-V, Projo akan menentukan haluan baru pada 2024.

"Yang pasti bahwa sebagai organisasi yang lahir dari energi hati rakyat dari tenaga rakyat," ucap Budi Arie.

Dikatakan Budi Arie, meski dirinya merupakan salah satu inisiatornya, Projo didirikan banyak orang dan digerakkan oleh seluruh penggerak Projo dari Sabang sampai Merauke.

"Karena itulah kita sepakat untuk berkumpul di Borobudur untuk merumuskan langkah-langkah yang akan dilakukan Projo menuju 2024," pungkasnya.[Rillis]


Aceh Timur -
Pasangan suami istri (pasutri) di Aceh, Nurkhalis dan Siti Maftuhah, mendaftarkan diri menjadi calon jemaah haji. Mereka menyerahkan setoran awal biaya haji berupa uang logam pecahan Rp1.000 dan Rp2.000 ke kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Timur.

Pasutri itu datang ditemani dengan anak semata wayang mereka pada Selasa (11/5) kemarin. Kedatangan mereka menyita perhatian pegawai di kantor itu.

Nurkhalis bercerita, mereka menabung untuk berangkat haji dari hasil menjual jajanan siomai. Saat awal-awal pandemi Covid-19, dia lebih dulu mendaftarkan sang istri berangkat haji.

Kala itu, medio 24 Agustus 2020, Nurkhalis datang ke Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Aceh Timur. Kala itu untuk mendaftarkan istrinya, dia juga menggunakan uang receh.

"Selama menjual siomai kebiasaan nyelengin uang koin atau logam ke dalam plastik ukuran 1,5 kilogram. Uang logam yang disimpan isinya seragam, yakni pecahan seribu rupiah,” katanya.

Antre 32 Tahun

Semangat menunaikan ibadah haji pasutri yang tinggal jauh dari pusat ibu kota kabupaten itu, yakni di Desa Akoja, Kecamatan Alue Ie Mirah, mendapat pujian Kepala Kantor Kemenag Aceh Timur Salman.

"Semoga ini menyemangati warga dan kaum muda lain untuk bertekad naik haji dengan cara menabung," katanya.

Meski harus menunggu antrean 32 tahun di Aceh, Salman berharap, Nurkhalis dan istri diberi kesehatan dan rezeki sehingga dapat menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah.[Merdeka.com]


JAKARTA -
Lebih dari 600 pejabat tinggi madya berpotensi ditunjuk untuk menjadi penjabat (PJ) Gubernur.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Akmal Malik dalam talk series Tribunnews, bertajuk: 'Apa Legacy yang Telah Gubernur/ Wakil Gubernur Tinggalkan?' yang dipandu Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, Rabu (11/5/2022).

Akmal Malik menyebut ada 660 pejabat tinggi madya berpotensi ditunjuk untuk menjadi penjabat (PJ) Gubernur.

Ia menjelaskan bahwa akan terjadi kekosongan di 271 daerah, dimana 101 akan kosong di tahun 2022 dan 170 akan kosong di 2023.

Oleh karena itu akan dipilih penjabat (PJ) kepala daerah, sebagaimana diatur dalam undang-undang.

"Dikatakan untuk kekosongan pejabat di tingkat provinsi diisi oleh pejabat dari pimpinan tinggi madya atau eselon 1. Pasal berikutnya untuk kekosongan bupati/walikota diisi pejabat pimpinan tinggi madya," ujarnya.

Akmal Malik menegaskan penunjukan PJ berbeda dengan pemilihan umum, dan membantah penunjukan PJ tidak transparan.

Penunjukan PJ adalah penugasan, karena PJ hadir karena kondisi transisi.

Oleh karena bukan pejabat yang dipilih secara pemilu, maka penunjukan ditunjuk berdasarkan usulan dan dikordinasikan dengan kementerian/lembaga terkait, (BKN, Kemen PAN-RB, Sekretariat Negara).

"Perlu diketahui bersama, ASN ini adalah pejabat negara, dan presiden adalah sebagai pimpinan tertinggi ASN. Jadi keputusan ada di atas," ujarnya.

Tugas PJ oleh undang-undang dalam penjelasan pasal 201 UU 10/2016 penjabat hanya bertugas 1 tahun, setelah itu bisa dilakukan pergantian.

Dalam PP 06/2005 dinyatakan secara tegas, setiap 3 bulan PJ akan dievaluasi, sehingga ketika kinerjanya tidak bagus ada peluang diganti dan dipindahkan ditempat lain.

"Sekali lagi ini adalah kondisi transisi dan penugasan, bersifat sementara," katanya.

"Persoalan akuntabilitas akan menjadi tanggung jawab pimpinan tertinggi yang membawahi ASN nya," ujarnya. [Tribunnews.com]


LHOKSUKON - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M. Si.,menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam rangka membantu melakukan pendampingan serta pengawasan terkait penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak sapi.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Jajaran polres Aceh Utara dengan menurunkan anggota langsung Ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada para peternak dan masyarakat akan gejala, serta tindakan terkait penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak sapi, Rabu (11/05/2022).

Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, S.I.K., M.M., Melalui Kasat Binmas Iptu Supianto mengatakan bahwa Pihaknya bersama jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas telah turun langsung ke lapangan sebagai tindakan preemtif dan preventif terkait penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak sapi di wilayah Hukum Polres Aceh Utara,"Tuturnya.

"Kami juga menghimbau kepada para peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandang maupun pangan ternak tersebut,"Sambungnya.

Untuk kedepannya, Polres Aceh Utara akan senantiasa melakukan pendampingan serta pengawasan agar Penyakit PMK ini tidak tertular di Wilayah Hukum Polres Aceh.

"Kepada masyarakat yang menemukan Gejala seperti mulut sapi yang berbuih atau air liur yang keluar secara tidak beraturan dan juga kuku kaki yang terlepas, Jangan panik atau gelisah, Cukup Menghubungi Dokter Hewan Atau Polsek sekitar agar segera ditangani secara dini,"Tutup Kasat Binmas.[tami]

LHOKSEUMAWE - Satlantas Polres Lhokseumawe membuka Gerai Vaksin Mobile di Gampong Paya Teungoh, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara wilayah hukum Polres Lhokseumawe, Rabu (11/5/2022).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH melalui Kasat Lantas, AKP Vifa Febriana Sari SH SIK MH mengatakan, vaksinasi mobile tersebut salah satu upaya untuk meningkatkan pencapaian angka vaksinasi di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

Kehadiran Gerai Vaksin ini, lanjut Kasat, juga untuk memudahkan masyarakat mendapatkan dosis vaksin. "Dengan adanya Gerai Vaksin mobile ini, masyarakat sangat dimudahkan, terutama yang jauh dengan Puskesmas," ujarnya.

Dalam kegiatan ini, tambah Kasat, puluhan masyarakat Gampong Paya Teungoh dan sekitarnya ikut mendaftar. Baik orang dewasa dan anak - anak.

"Kita harapkan, vaksinasi mobile bisa menjadi cara yang efektif guna meningkatkan jumlah warga yang ikut vaksinasi," jelasnya.


LHOKSEUMAWE - Polres Lhokseumawe bersama tim gabungan Operasi Yustisi mengajak warga yang sedang beraktivitas di komplek terminal Pemko Lhokseumawe untuk memakai masker, Rabu (11/5/2022) pagi.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH melalui Kasi Humas, Salman Alfarisi SH MM mengatakan, usai melaksanakan apel di komplek terminal terssbut, sekitar pukul 10.00 WIB, tim gabungan dari TNI, Polri Satpol PP-WH dan petugas Dinas Perhubungan Lhokseumawe langsung melakukan patroli Yustisi.

"Personel mendatangi masyarakat yang sedang beraktivitas di seputaran terminal untuk mengimbau agar selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes), seperti memakai masker dan tidak berkerumun," ujarnya.

Dalam kegiatan ini, lanjut Kasi Humas, petugas gabungan yang membagikan masker kepada warga yang tidak memakai dan tidak membawa masker cadangan. Kemudian, warga juga diajak untuk bersedia ikut program vaksinasi.

"Operasi Yustisi ini akan terus dilaksanakan di wilayah Kota Lhokseumawe, tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi prokes. Sehingga, diharapkan pandemi Covid-19 dapat bertransformasi menjadi endemi," pungkasnya.


LHOKSEUMAWE - Polres Lhokseumawe bersama stakeholder terkait melaksanakan rapat koordinasi (rakor) antisipasi pengendalian dan upaya penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di ruang presisi Polres Lhokseumawe, Rabu (11/5/2022).


Rapat tersebut dihadiri Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto SIK MH, Kabag Ops Polres Lhokseumawe, Kompol Abdul Muin, para Kasat, Kapolsek jajaran Polres Lhokseumawe, pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Utara, Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Lhokseumawe, Kodim 0103/Aut, BPBD dan unsur terkait lainnya.

Dalam arahannya pada rakor tersebut, Kapolres Lhokseumawe menjelaskan, saat ini muncul wabah baru seperti hepatitis akut dan penyakit PMK pada hewan. Karenanya, perlu kesiapan untuk mengantisipasi perkembangan dan penanganan penyakit tersebut.

"Jajaran Polres Lhokseumawe akan terus memantau dan siap membantu pihak terkait tentang penanganan penyakit PMK, melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap perkembangan penyakit PMK hewan," ujarnya.

Untuk itu, tambah AKBP Eko Hartanto, Jajaran Polres Lhokseumawe segera menyiapkan sprint Satgas PMK, satgas ini nantinya akan bertugas melaksanakan mapping (pemetaan) dan mengantisipasi penyebaran penyakit wabah hewan ternak.

Sementara, dalam rakor tersebut pihak Dinas Pertanian dan Peternakan mengatakan, akan melakukan koordinasi terkait langkah awal terkait penyakit PMK pada hewan ternak. Menyiapkan rencana program-program untuk dilaksanakan kegiatan di lapangan.

Selain itu, juga akan segera dibuatkan SK penetapan tentang pembentukan Satgas PMK dan SK Dinas terkait kegiatan di lapangan serta melakukan upaya awal seperti pendataan dan himbauan terkait penyakit PMK pada ternak.

Selain menggelar rakor, sebagai upaya pencegahan penyebaran PMK di wilayah hukum Polres Lhokseumawe, Kepolisian dan dinas terkait melaksanakan pemantauan dan pengecekan lokasi peternakan.


Aceh Tamiang - 
Sedikitnya 1.200 hewan ternak di Kabupaten Aceh Tamiang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK). Pemprov Aceh lantas melarang pengiriman hewan ternak dari dan keluar dari wilayah tersebut.

"Dari Aceh Tamiang tidak boleh keluar ke Langsa atau ke kabupaten lain, kemudian dari Langsa atau Aceh Timur tidak boleh masuk ke Aceh Tamiang," kata Kepala Dinas Peternakan Aceh, Rahmandi saat dikonfirmasi, Rabu (11/5).

Dinas Peternakan Aceh juga meminta seluruh pasar hewan di Aceh Tamian ditutup untuk sementara. Dinas Peternakan pun membuka posko pengaduan untuk menampung laporan dari peternak.

"Kita membuka posko kalau ada ternak masyarakat yang bergejala itu cepat melaporkan ke posko-posko di Kabupaten dan kecamatan seperti di puskeswan," ucapnya.

Rahmandi lalu meminta masyarakat untuk tidak panik. Pasalnya, tingkat kematian hewan ternak yang disebabkan oleh virus PMK tergolong rendah.

Selain itu, penyakit tersebut pun tidak menular ke manusia.

"Tingkat kematian rendah, cuma angka penularan tinggi. Itu penularannya hanya ke hewan, ke manusia enggak ada," ujarnya.

Rahmandi mengaku sudah menyurati Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ihwal kasus penyakit kuku dan mulut (PMK) di Aceh Tamiang.

Rahmandi juga meminta Kementerian Pertanian memperhatikan nasib peternak yang terdampak dari wabah tersebut.

"Pak Menteri akan turun ke Aceh Tamiang dalam rangka melihat apa kira kira yang bisa dibantu untuk memulihkan perekonomian. Karena ini kan otomatis harga jual sapi dan konsumsi daging menurun ini. Apalagi kita akan menghadapi Idul Adha," kata Rahmandi.

Tanda klinis penyakit PMK pada hewan ternak meliputi, demam tinggi 39-41 derajat celcius, keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa.

Kemudian luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, kaki pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, napas cepat, produksi susu turun drastis dan menjadi kurus.

Sejauh ini sudah ditemukan di Jawa Timur dan Aceh. | cnnindonesia.com

Pertemuan antara Presiden Direktur PT Korina Refinery Aceh, Sultan Malik Teuku Haji Badruddin Syah, Direktur PT Korina Refinery Aceh, Said Malawi (Waled Qatar), Presiden Direktur SKKB Holdings Brunei Darussalam, Pengiran H Abdul Rahman H Abbas dengan Kepala KSP, Jenderal TNI (Purn ) Moeldoko.

Jakarta - PT Korina Refinery Aceh bersama Partner Brunei Darussalam kembali bertemu dengan Kepala Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn ) Dr Moeldoko di Bina Graha Komplek Istana Negara Jakarta , Rabu (11/5/2022) untuk membahas Mega Proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Yang hadir dalam pertemuan itu adalah Presiden Direktur PT Korina Refinery Aceh, Sultan Malik Teuku Haji Badruddin Syah, Direktur PT Korina Refinery Aceh, Said Malawi (Waled Qatar), dan Presiden Direktur SKKB Holdings Brunei Darussalam, Pengiran H Abdul Rahman Abbas yang disambut oleh Kepala KSP, Jenderal TNI (Purn ) Moeldoko beserta stafnya, Edy Soepatmo.

Humas PT Korina Refinery Aceh, Junaidi Ilyas Syukur mengatakan, pertemuan itu tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada 21 April lalu yang membahas tentang investasi Mega Proyek di KEK Arun Lhokseumawe senilai USD $ 6-7 Miliar atau lebih kurang Rp 100 Triliun lebih. Partner Luar negeri yang intens adalah SKBB Brunei, Qatar Investment Authority , Sinopec dan Turkey EPPC, Banking dan Feedstocks/ Off Taker.

“Pertemuan hari ini untuk melaporkan lebih lanjut mengenai kelanjutan Mega Project PT. Korina Refinery Aceh yang meliputi Integrated Refinery Complex, LNG Plant/ HUB / Trading,” katanya.

Junaidi menyebutkan, dalam pertemuan itu juga membahas kemungkinan akan ada kerja sama dengan Pemerintah Pusat dan Pemda Aceh terkait investasi yang terintegrasi dan memberikan manfaat ekonomi yang besar kepada Provinsi Aceh dan khususnya kepada masyarakat sekitar area investasi.

Lanjutnya, partner Brunei Darussalam juga menanyakan situasi Keamanan, sosial politik dan dukungan pemerintah pusat serta daerah terhadap PT Korina Refinery Aceh yang akan berinvestasi di KEK Arun Lhokseumawe Aceh.

“Dalam hal ini Kepala KSP RI menjamin keamanan di Aceh bahwa Aceh saat ini dalam kondisi aman dan siap untuk menerima investor apalagi Mega Project yang sangat strategis serta membuka peluang ribuan tenaga kerja nantinya,” ungkap Junaidi.

Ia menambahkan, sebagai bentuk dukungan tersebut,Jenderal TNI (Purn) Moeldoko akan mengundang Pengiran H Abdul Rahman Abbas datang ke Aceh untuk bersama sama melihat situasi di KEK Arun secara langsung.

“Mohon dukungan masyarakat Aceh dengan adanya mega proyek ini kesempatan kerja bagi putra putra Aceh terbuka dengan lebar, baik yang berada di Aceh maupun diaspora Aceh di Negara Negara Timur Tengah, Amerika , Malaysia dan lain-lain,” tambah Junaidi.[] 

 


Lhoksukon |  Sejumlah para santri malam ini Selasa/10 Mei 2022  dikukuhkan menjadi pengurus RATHANI yakni, Rabithah Thalabah Nisam. Kegiatan dilakukan di Masjid Baitul Halim Tingkeum Kec. Nisam Kab. Aceh Utara.

Tgk . Akhirul Wahyudi selaku ketua RATHANI menyampaikan rencanaya, kegiatan ini dihadiri oleh ratusan santri asal Nisam yang belajar didalam dan luar Nisam. Selain itu segenap tokoh masyarakat dan tetua lainnya. 

Adapun tausyiah disampaikqn oleh Abon Paloh Kaye kunyet serta penutuoan doa oleh Abu di Keutapang.

Sejak tahun 2011, organisasi santri Kecamatan Nisam bernama Ikatan Pemuda dan Santri (IKAPAS), namum kini namanya diganti menjadi Rabithah Santri Nisam (RATHANI).

Pergantian nama bermula saat dua tahun terakhir sempat vakum kegitan akibat pandemi. Abu Keutapang menyarankan namamya diganti supaya ada gairah dan semangat baru bagi para generasi baru yang akan melanjutkan kegiatan santri di kecamatan Nisam.


Simak cara mudah dan praktis membuat foto dan atau video story dengan filter atau efek wajah nangis yang saat ini sedang ramai di TikTok dan Instagram.

Foto dan video dengan filter nangis ini tengah viral dan juga sangat populer untuk para pengguna aplikasi TikTok dan Instagram.

Filter nangis ini viral karena membuat para penggunannya seolah-olah sedang menangis dan menghibur para penontonnya.

Melalui penggunaan filter tersebut juga bisa menge-prank teman-temanmu agar ditanya 'kenapa nangis?'.

Berikut cara membuat foto dan video dengan filter nangis untuk TikTok dan instagram story.

1. Instal aplikasi snapchat,

2. Setelah sudah, untuk kamu yang belum punya akun snapchat silahkan registrasi,

3. Setelah berhasil masuk, klik tombol camera lalu pilih icon filter,

4. Ketik 'crying' pada kotak search pencarian filter,

5. Akan muncul beberapa pilihan, pilih 'Crying' yang dibuat oleh snapchatnya secara resmi.

6. Jika ingin menghasilkan foto cukup klik satu kali pada tombol yang ada,

7. Namun jika ingin menghasilkan video, tahan tombol yang ada untuk merekamnya,

8. Setelah selesai cukup tekan save, dan foto atau video langsung tersimpan otomatis di galeri,
9. Selesai, kamu tinggal upload foto atau video tersebut ke TikTok atau instagram story mu.

Demikian cara mudah untuk membuat foto dan video dengan filter wajah kartun untuk TikTok dan instagram story. [pikiran-rakyat.com]


StatusAceh.Net -
Banyak sampah mencemari bibir pantai Lampu’uk Banda Aceh. Dalam Instagram Story milik beauty influencer Tasya Sayeed yang sedang mengisi waktu berliburnya ke salah satu pantai di Banda Aceh, terlihat keramaian pengunjung dan banyaknya sampah seperti tisu bekas, popok bekas, botol plastik, piring plastik dan lain sebagainya yang tertumpuk di pasir pantai.

Dengan mayoritas pengunjung yang membawa keluarganya, terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak terlihat sedang mengisi hari libur dengan menikmatinya bermain air dan pasir di pantai Lampu’uk Banda Aceh. Tidak jarang banyak keluarga menghabiskan waktu di pantai seharian, sehingga menghasilkan sampah yang dibuang begitu saja ke sembarang tempat atau tidak dibawa pulang kembali.

Hal ini tentunya menjadi sorotan banyak mata, bahkan salah satu beauty influencer Tasya Sayeed yang aktif di dunia beauty mengabadikanya dalam instagram story miliknya pada Sabtu (7/5/2022), dengan menuliskan “Sampah nyaa (emot senyum)” “Sampaaah (emot tertawa)” “Popok (emot senyum)” dan men-Tag lokasi pantai yang berada di pantai Lampu’uk, Banda Aceh.

Instagram dengan nama @tasyasayeed yang bercentang biru tersebut memperlihatkan melalui instagram storynya keramaian wisatawan dan betapa kotornya pantai Lampu’uk Banda Aceh.

Seharusnya suasana pantai dan keindahan alamnya dapat memanjakan mata dan dinikmati oleh banyak wisatawan, serta dijaga maupun dirawat agar lingkungan tidak tercemar dari sampah baik organik maupun non-organik. Namun, lain hal ketika sampai di pantai tersebut dikarenakan begitu banyak sampah yang berserakan. Sampah itu dihasilkan oleh banyaknya wisatawan yang tidak sadar pentingnya menjaga kebersihan alam.

Apabila terus dibiarkan begitu saja bahkan hingga menumpuk tidak hanya berdampak bagi lingkungan sekitar pantai, tapi juga kesehatan wisatawan yang berada di pantai hingga masyarakat yang tinggal di sekitar sana.

Menurut publik, seharusnya wisatawan dapat belajar dari masa pandemi Covid-19. Walau angka positif telah menurun saat ini, tapi tetap harus tetap menjaga kebersihan dan mematuhi protokol kesehatan agar kesehatan masyarakat dapat terjamin serta terjaga. Angka positif Covid-19 berpotensi naik jika masyarakat tidak mulai sadar atau terus mengabaikan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan khususnya kebersihan alam sekitar.[yoursay.suara.com]


ACEH BESAR - Hanya gara-gara cemburu saat membahas pacar, seorang pelajar berinisial ID (15) di Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, tega menganiaya seorang pemuda bernama Amirul Mukmin (17). Penikaman terjadi di kawasan Gampong Lieue, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Jumat (6/5/2022) sore sekitar pukul 18.20 WIB. 

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol M. Ryan Citra Yudha mengatakan, kasus penganiayaan ini berawal saat palaku dan korban berkomunikasi melalui sambungan telepon, dan membahas tentang teman spesial atau pacar ID, yakni berinisial NR. 

Saat itu, pelaku sempat mengajak korban untuk berduel (berkelahi). Akhirnya korban dan pelaku beserta tujuh orang rekannya yang lain, bertemu di depan meunasah Gampong Lieue, Kecamatan Darussalam. 

"Korban menolak (berduel) dan pergi ke warung kopi," ujar Ryan. 

Saat korban hendak berjalan ke warung kopi, pelaku memukul korban dari arah belakang di bagian kepala. Kemudian korban turun dari motornya, pelaku langsung menusuk korban menggunakan pisau lipat yang mengenai perut sebelah kiri," ungkapnya, Sabtu (7/5/20222). 

Usai melakukan aksinya, pelaku bersama rekan-rekannya pun langsung kabur dengan menggunakan motor. Warga yang mengetahui hal itu, kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

"Usai menerima laporan, tim langsung melakukan penyelidikan terkait keberadaan pelaku, hingga akhirnya diketahui sudah kabur ke Aceh Utara. Tim langsung melakukan pengejaran dan penangkapan di Aceh Utara, dengan bantuan Satreskrim Polres Aceh Utara," ucap Ryan.


LHOKSEUMAWE - Guna menghindari terjadinya hambatan arus lalu lintas saat arus balik lebaran tahun 2022 ini, Polisi di Lhokseumawe sigap mengambil inisiatif untuk membantu mendorong mobil warga jenis L300 dan mobil jenis lainnya di jalan lintas KKA- Bener meriah, Kawasan Wsiata Gunung Salak, Kec. Nisam Antara, Kab. Aceh Utara, sabtu (7/5/2022).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, S.I.K, M.H melalui Kasi Humas Salman Alfarasi, S.H, M.M mengatakan bahwa aksi membantu mendorong mobil ini merupakan salah satu wujud pelayanan prima Kepolisian kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Langkah itu dilakukan, kata dia, untuk menghindari agar kepadatan kendaraan tidak semakin memanjang akibat adanya kendaraan yang mogok di tengah jalan yang mulai ramai.

“Bila tak dibantu, kemacetan panjang bisa terjadi karena mobil mogok ini. Tidak jarang mobil mengalami mogok di jalan karena berbagai kondisi. Ada yang disebabkan oleh masalah mesin atau juga karena muatan serta jalanan yang terlalu terjal,” jelasnya.

Ia menambahkan, petugas yang ikut mendorong mobil itu merupakan bentuk kesigapan anggota dalam memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi para pemudik atau masyarakat yang menikmati liburan.

“Sesuai dengan arahan Kapolres Lhokseumawe, pengamanan Operasi Ketupat Seulawah 2022, petugas secara optimal memberikan pelayanan yang terbaik guna memastikan jalannya mudik yang sehat ,aman, dan lancar,” ucapnya.



Menurutnya, Personel Polres Lhokseumawe yang diterjunkan di beberapa Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan serta pos pantau terus bekerja guna memberikan rasa aman dan lancar selama kegiatan mudik tahun ini.

“Melayani masyarakat sudah menjadi Polri, namun diluar itu sebagai sesama manusia harus saling tolong-menolong. Terlebih kepada seseorang yang sedang kesusahan. Sehingga Pemudik menjadi terbantu dan arus lalulintas tetap tertib dan lancar,” pungkasnya.


StatusAceh.net -
Sekilas, masjid berukuran kecil dan sederhana itu tampak biasa saja. Padahal, masjid yang berada di Desa Kuta Karang Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh itu merupakan masjid yang 'besar' dengan sejarahnya.

Itu adalah Masjid Tgk Syiek Kuta Karang. Namanya mungkin tidak seterkenal Masjid Raya Baiturrahman di pusat ibu kota Provinsi Aceh yang menjadi pilihan wisata religi baik bagi wisatawan lokal, nusantara hingga mancanegara. Namun masjid yang tampak terawat itu telah didirikan sejak 1860 oleh ulama besar Aceh, Tengku Syiek Kuta Karang.

"Masjid ini dibangun pertama sekali 1860, itu 13 tahun sebelum kedatangan Belanda ke Aceh, karena Belanda masuk Aceh sekitar tahun 1873," kata Ikhwani, salah seorang warga setempat.

Syekh Abbas bin Muhammad al-Asyi adalah nama asli dari Tgk Syiek Kuta Karang. Selain ulama besar dan pejuang melawan Belanda, ia dikenal sebagai ahli astrolog atau ilmu falak. Bahkan cukup ahli dalam dunia pengobatan pada abad ke 19.

Masjid yang dibangunnya menjadi tempat baginya mengobati masyarakat dan mengajarkan ilmu agama. Sejak dibangun, masjid itu tak banyak berubah rupa aslinya dan hanya mengalami dua kali renovasi.

Menurut Ikhwani, meski tidak banyak, masjid Tgk Syiek Kuta Karang yang hanya berukuran 10x10 meter ini kerap dikunjungi beberapa wisatawan lokal hingga mancanegara, khususnya dari Malaysia. Sebab, banyak karya ulama itu yang disimpan di negeri jiran.

"Sering juga ada wisatawan yang datang ke sini, masyarakat Aceh ada, tapi paling sering itu dari Malaysia," kata Imum Mukim Ulee Susu Muhammad Yusuf.

Tak hanya berkunjung, ada salah satu keluarga dari Malaysia setiap tahunnya mengunjungi masjid Tgk Syiek Kuta Karang ini. Bahkan mereka sering memberikan sumbangan untuk perawatan masjid tua itu. Kabarnya, mereka sangat cinta terhadap peninggalan Tgk Syiek Kuta Karang karena telah banyak mendapatkan referensi ilmu pengobatan dari buku yang dituliskan ulama Aceh itu.

Yusuf mengatakan para wisatawan Malaysia yang datang sering melaksanakan salat di masjid tua ini ketimbang masjid besar yang baru dibangun di sebelahnya itu. Setelah mengunjungi masjid, mereka juga pasti berziarah ke makam Tgk Syiek Kuta Karang yang tidak jauh dari sana.

"Jadi bangunan tempat makam Tgk Syiek Kuta Karang ini juga dibangun oleh wisatawan Malaysia, sehingga bagus seperti ini, mereka sangat perhatian," kata Yusuf.

Sayangnya, menurut Yusuf, masjid tua bersejarah itu saat ini belum tercatat sebagai salah satu situs cagar budaya sehingga tidak memiliki biaya perawatan dari pemerintah. Mereka telah mengusulkan sejak dua tahun lalu, namun belum ada hasil. Ia berharap masjid ini segera ditetapkan jadi situs budaya di Aceh Besar. [Tempo]


LHOKSEUMAWE - Personil Polres Lhokseumawe bersiaga mencegah gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung wisata pantai Pulau Seumadu, Kec. Muara satu, Kota Lhokseumawe, sabtu (7/5/2022).

Polres Lhokseumawe setidaknya telah menyiagakan sebanyak 10 personil di sejumlah lokasi pantai Pulau Seumadu selama libur Idul Fitri 1443 Hijriah.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, S.I.K, M.M melalui Kasi Humas Salman Alfarasi, S.H, M.M mengatakan, hari ini personil terus memantau situasi dan memberikan layanan terbaik kepada pengunjung wisata pantai seumadu dan pantai ranjung dalam rangka mencegah gangguan kamtibmas.

Petugas melakukan patroli dialogis dan himbauan agar pengunjung dan pedagang mematuhi protokol kesehatan.

Selain itu, pengunjung diingatkan agar memarkirkan kendaraan dengan baik serta tidak memarkirkan kendaraan di badan jalan guna menghindari kemacetan lalu lintas.

Petugas juga menghimbau pengunjung agar berhati-hati ketika mandi di pantai agar tidak adanya pengunjung yang tenggelam atau terseret arus pada saat mandi di pantai ranjung dan pulau Seumadu"pungkasnya.


Banda Aceh -
Ratusan wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh, terpaksa menginap di dalam mobil di sekitar halaman masjid dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) karena semua hotel di daerah ini terisi penuh.

"Mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan bagi kami selain menginap di halaman masjid karena hotel semua penuh," kata Rina, seorang wisatawan, Jumat malam di Banda Aceh.

Ia mengatakan, dirinya terpaksa menginap bersama keluarga karena semua penginapan yang ada di Banda Aceh telah terisi penuh, dan sama sekali tidak ada kamar yang tersisa.

Meski telah berupaya mencari di aplikasi penjualan hotel secara daring, namun semua kamar hotel baik dari kelas melati hingga hotel berbintang semuanya telah dipesan oleh tamu lain.

"Kalau pun ada harga kamarnya diatas Rp1 juta hingga Rp4 jutaan, itu pun terbatas hanya dua kamar lagi," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Agus warga Aceh Barat, ia mengaku kondisi sulitnya mencari hotel saat libur Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah baru kali ini ia rasakan.

Karena tidak memiliki tempat menginap, ia bersama warga lainnya terpaksa menginap di sekitar halaman SPBU karena tidak ada lagi kamar hotel yang kosong. 

Sebelumnya, General Manager Kyriad Muraya Aceh Hotel, Bambang Pramusinto di Banda Aceh, Jumat mengatakan penuhnya tingkat hunian hotel saat ini dikarenakan banyaknya warga yang berlibur untuk mengisi libur panjang.

"Alhamdulillah, tingkat hunian hotel dalam pekan ini memang sangat ramai,” kata Bambang.

Bambang Pramusinto mengatakan kebanyakan tamu yang memesan kamar hotel merupakan wisatawan atau pendatang yang berasal dari luar Provinsi Aceh, dan warga yang berasal dari kabupaten/kota di Aceh.[antara]


Janthoe -
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh menyatakan, empat orang mengalami luka setelah minibus yang mereka tumpangi bertabrakan dengan bus angkutan umum di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Jumat (6/5/2022). Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Kombes Dicky Sondani mengatakan kecelakaan terjadi pada pukul 08.00 WIB.

Lokasi kecelakaan berada di jalan nasional Banda Aceh-Medan, Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah. "Kendaraan yang terlibat tabrakan yakni minibus Toyota Innova dengan nomor polisi BL 1024 AE dan bus Pelangi dengan nomor polisi Bl 7919 AA. Empat korban tersebut mengalami luka ringan," kata Dicky di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Jumat.

Adapun korban luka ringan merupakan penumpang minibus, yakni Bismi Syamaun (60 tahun), warga Gampong Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar; Hasanuddin Yusuf Adam (60), warga Gampong Ilie, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh; Razali Adami (61), warga Neuseu, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh; Zulkarnaen Gamal (66), warga Gampong Cot Mesjid, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

Dicky mengatakan, kecelakaan bermula ketika bus yang dikemudikan M Hatta (53), warga Geulanggang, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, melaju dari arah Medan ke Banda Aceh. Sementara itu, minibus yang dikemudikan Bismi Syamaun melaju dari arah sebaliknya.

Setibanya di lokasi kecelakaan, kata Dicky, minibus Toyota Innova diduga hilang kendali hingga melaju ke jalur kanan jalan. "Saat bersamaan, melaju bus Pelangi, sehingga tabrakan tidak terelakkan. Tabrakan menyebabkan bagian depan minibus rusak berat; sedangkan bus mengalami kerusakan di bagian depan samping kanan," ujar Dicky.

Para korban kemudian dievakuasi ke fasilitas terdekat. Kecelakaan tersebut menyebabkan kondisi macet arus kendaraan dari kedua arah. "Kami mengingatkan para pengemudi untuk lebih berhati-hati, apalagi sekarang jalanan padat kendaraan karena arus balik mudik lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah," ucap Dicky. [Republika]


Krueng Geukueh - P
engurus Yayasan Amil Zakat (YAZ) PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) memberikan bantuan kepada santri yang melaksanakan kegiatan Ramadhan khususnya kegiatan Tahfidz Qur’an di dayah dan pesantren yang ada di lingkungan perusahaan.

“Bantuan ini merupakan kepedulian PT PIM untuk turut serta mendukung santriwan-santriwati dapat menghafal Al-Qur'an sehingga Alquran yang menjadi pedoman hidup manusia dapat terjaga dan terpelihara kemurniannya,” kata  Pengurus Yayasan Amil Zakat (YAZ) PT PIM, Saiful Rakjab, Jumat (29/4/2022).

Kemudian, VP PKBL & Humas, Nasrun menyebutkan, santunan untuk santri dan dewan guru ini berupa biaya menyambut hari raya Idul Fitri 1443 H sehingga dapat meringankan anak-anak santri dan dewan guru untuk kembali kerumah masing-masing masa liburan hari raya.

“Bantuan berupa uang tunai untuk 170 santri dan 70 dewan guru yang bernaung di dayah dan pesantren di lingkungan perusahaan,” ujar Nasrun

Dia menyebutkan, dayah dan pesantren dikunjungi selama Ramadhan dikhususkan Tahfidz Quran diantaranya Pesantren Syamsuddhuha Cot Murong, Pesantren Ar-Ratibi Paloh Igeuh, Pesantren Hidayatullah Cot Dua Blang Karieng, dan Masjid Bujang Salim.

“Dalam hal ini para pimpinan dayah mengucapkan terima kasih kepada manajemen PIM dan pengurus YAZ PIM atas bantuan yang diberikan kepada santri yang sedang melakukan Tahfidzul Qur'an,” ungkapnya.

Nasrun berharap, dengan bantuan ini kiranya dapat meringankan biaya santri untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. “Kami berharap doa dari santri dan guru agar PT PIM terus berkembang sehingga terus memberikan bantuan kepada masyarakat,” sebutnya.

Ketua Remaja masjid Bujang Salim, Tgk Muhammad Iqbal menyampaikan terima kasih kepada manajemen PIM yang telah begitu banyak membantu kegiatan keagamaan khususnya di Masjid Bujang Salim Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.[tami]


Banda Aceh -
Satgas NIC Dittipidnarkoba Mabes Polri bekerja sama dengan Ditresnarkoba Polda Aceh serta Bea Cukai Aceh berhasil ungkap dan gagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu jaringan internasiinal di Perairan Pantai Rinting, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (20/4).

Dirresnarkoba Polda Aceh Kombes Ruddi Setiawan menjelaskan, pengungkapan tersebut bermula dari adanya informasi masyarakat tentang rencana penyelundupan sabu dalam jumlah besar yang dikendalikan sindikat Timur Tengah dan melakukan pelangsiran dengan kapal nelayan sindikat Aceh.
Mengetahui hal itu, tim gabungan melakukan penyelidikan selama sebulan. Alhasil, petugas berhasil menangkap dua orang awak boat jenis oskadon di Perairan Pantai Rinting, Aceh Besar. Boat itu diketahui mengangkut 169 kg sabu.
“Setelah diinteregosi, keduanya mengaku baru saja menjemput sabu dari kapal induk dan rencana akan didaratkan di Pantai Riting,” ujar Ruddi, Rabu (27/4).
Setelah dilakukan pengembangan, kata Ruddi, tim gabungan kembali berhasil tujuh pelaku lainnya dengan peran yang berbeda, hingga total yang diamankan berjumlah sembilan orang.
“Total ada sembilan tersangka yang diamankan, yaitu AR (40) dan JF (42) yang merupakan tekong dan ABK penjemput sabu dari laut. Kemudian ZLF (33), MRN (24), BT (19), dan ZF (30) sebagai penjemput di darat. Selanjutnya MYK (39), SF (41), dan BD (48) sebagai pengendali darat jaringan Timur Tengah-Aceh,” ujar Ruddi.
Berdasarkan hasil analisa, sambungnya, sindikat ini dikendalikan oleh warga negara asing berinisial Mr. X berstatus DPO dan RS yang juga berstatus DPO.
Dari penangkapan itu juga turut diamankan barang bukti berupa satu unit boat oskadon, satu unit mobil pickup, 14 handphone, dan delapan karung berisi 169 kemasan plastik hitam berisi sabu seberat 169 kg.
Saat ini, tim gabungan bekerja sama dengan counterpart internasional masih melakukan pengembangan dan mencari DPO. []


Aceh Besar -
Tiga warga negara asing (WNA) yang terombang-ambing di perairan Kabupaten Aceh Jaya, dievakuasi.

Seorang WN Australia dan dua WN Afrika itu terombang-ambing setelah mesin kapal layar mereka rusak dan bocor. Akibatnya, mereka tidak bisa melanjutkan pelayaran.

"Ketiganya dievakuasi di perairan Pulau Raya. Kondisi ketiganya sehat, namun hanya sedikit panik," kata Ketua Satgas SAR Kabupaten Aceh Jaya Mirza Safrinadi, melansir Antara, Rabu (27/4/2022).

Evakuasi ketiga WNA itu melibatkan tim Satgas SAR Aceh Jaya, personel KPLP Calang serta Dinas Perhubungan Bagian Navigasi. Dari pengakuannya, kata Mirza, ketiganya sudah lama di Bali.

Evakuasi dilakukan menggunakan kapal motor nelayan dengan menarik kapal layar tersebut. Proses evakuasi sempat terhambat karena cuaca buruk.

"Ketiganya dibawa ke rumah sakit untuk pengecekan kesehatan," jelasnya.

Dari informasi yang diterima, setelah pemeriksaan kesehatan ketiganya dibawa kembali ke kapal, menunggu perbaikan kapal dan selanjutnya melanjutkan pelayaran.[]


StatusAceh.net -
Terlepas saat ini Aceh menjadi daerah yang identik dengan syariat Islamnya, namun dalam sejarahnya Aceh banyak melahirkan para tokoh perempuan yang mempunyai kontribusi besar, baik yang menjadi pemimpin maupun ulama Aceh, salah satunya adalah Tengku Fakinah.

Tengku Fakinah atau yang dikenal dengan nama Tengku Faki, lahir pada tahun 1856 M di kampung Lam Beunot, Mukim Lam Krak, VII Mukim Baet, Sagi XXII Mukim, Aceh Besar. Beliau merupakan putri Tengku Datuk atau dikenal dengan Tengku Asahan, yang merupakan pejabat pada masa pemerintahan Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah (1823-1836 M). Sedangkan ibunya yang bernama Fathimah, merupakan putri dari pendiri dayah yaitu Tengku Cik Lam.

Sejak kecil, Tengku Fakinah dididik oleh orang tuanya untuk membaca Al-Qur’an dan menulis Arab, serta berbagai ilmu agama Islam. Selain itu, ibunya juga mengajarinya untuk menjahit, menenun, menyulam dan memasak. Sedangkan sang ayah mengajarinya tentang bahasa Arab, fikih, tasawuf, sejarah, tafsir dan hadis.

Pada tahun 1872 M, Tengku Fakinah dinikahkan dengan Tengku Ahmad atau Tengku Aneuk Glee, yang merupakan sosok ulama muda. Setelah menikah, mereka berdua sama-sama mengajar di Dayah Lam Pucok. Kehadiran Tengku Fakinah di Dayah, mempengaruhi para santri yang belajar di sana. Pada awalnya, hanya santri laki-laki, kemudian setelah Tengku Fakinah mengajar, banyak para perempuan juga yang ikut belajar.

Ketika ada tanda-tanda bahwa Belanda akan menyerang Indonesia khususnya Aceh, tepatnya tahun 1873 M. Sultan Alaiddin Mahmud Syah yang memimpin Aceh saat itu, mengantisipasi dengan mengajarkan para pelajar dan santri. Termasuk santri di Dayah Lam Pucuk dalam menggunakan senjata, serta digembleng agar siap bertempur melawan penjajah.

Pada 8 April 1873 M, terjadilah pertempuran antara pasukan Belanda dengan pasukan Aceh. Belanda yang sebelumnya ingin menguasai Aceh dengan cara damai gagal, kemudian menggunakan jalur peperangan. Dalam pertempuran tersebut, Tengku Ahmad yang merupakan suami Tengku Fakinah gugur dalam melawan Belanda. Tengku Fakinah kemudian menggantikan peran suaminya dengan membentuk barisan yang terdiri dari para anggota perempuan, untuk ikut berperang dan membantu peperangan melawan Belanda.

Setelah gagal mengusir Belanda dan Belanda berhasil menguasai Kutaraja atau kini bernama Banda Aceh. Tengku Fakinah kemudian membentuk pasukan sukarela yang bernama Sukey, untuk melanjutkan perlawanan. Pasukan perang yang bernama Sukey tersebut, terdiri dari empat batalion yang kemudian ditempatkan di beberapa benteng pertahanan.

Sebagaimana dijelaskan oleh Mulyono Atmosiswartoputro dalam bukunya Perempuan-Perempuan Pengukir Sejarah. Tengku Fakinah mengomandoi 4 benteng pertahanan yaitu Kuta Cot Weue, di Lam Diran yang semua anggotanya perempuan dan dipimpin langsung oleh Tengku Fakinah. Kuta Lam Sayun, yang didiami batalion yang dipimpin oleh Tengku Muhammad Salah. Kuta Cot Bakgarot, yang dipimpin oleh Tengku Leupeung (paman Tengku Fakinah). Kuta Bakbalee, yang dipimpin oleh Habib Abdurrahman atau Habib Long. Yang mana keempat benteng pertahanan tersebut, semuanya berada di bawah komando Tengku Fakinah.

Setelah dua tahun menjadi janda karena suaminya meninggal, Tengku Fakinah kemudian dijodohkan dengan Tengku Nyak Badai dari Pidie. Perjodohan tersebut dimaksudkan supaya tidak terjadi fitnah, karena Tengku Fakinah merupakan satu-satunya panglima perang perempuan dan sering bermusyawarah dengan kaum laki laki. ulama aceh

Setelah pernikahan keduanya, Tengku Fakinah kembali mengobarkan perang mengusir Belanda. Tepatnya pada tahun 1893 M dan 1895 M, terjadi perang melawan Belanda yang mengakibatkan banyak korban berjatuhan. Di antaranya adalah Habib Abdurrahman, Tengku Mat Saleh dan Tengku Daud. Tahun 1896 M, suami Tengku Fakinah meninggal karena serangan yang dilakukan oleh Belanda yang dipimpin oleh Colonel J. W. Stempoort.

Setelah kembali menjadi janda yang kedua kalinya, Tengku Fakinah tetap berjuang melawan dan mengusir penjajah. Salah satu jasanya, selain perang melawan penjajah adalah menyadarkan Tengku Umar yang merupakan suami Cut Nyak Dhien, yang lebih mendukung Belanda, supaya kembali melawan Belanda dan mengusirnya dari Aceh dan Nusantara.

Dalam perjuangannya mengusir Belanda dari Aceh, Tengku Fakinah sering berpindah-pindah karena tempat-tempat persembunyiannya sering diketahui, bahkan dihancurkan oleh Belanda. Sejak itulah, Tengku Fakinah tidak membuat benteng pertahanan (kuta) lagi dan lebih banyak bergerilya dengan para bawahannya, seperti Pocut Lam Gugob, Pocut Awan dan para kaum perempuan.

Setelah tidak menjadi panglima, Tengku Fakinah tetap aktif berjuang. Kali ini beliau kembali membangun pesantrennya yang ada di Lam Krak, yang telah dihancurkan oleh Belanda. Pembangunan pesantren yang dilakukan oleh Tengku Fakinah mendapat sambutan dari masyarakat luas, bahkan banyak yang mengeluarkan sedekah untuk membantu pembangunan pesantren Tengku Fakinah. Pesantren yang dibangun, kemudian juga banyak menjadi tujuan para pencari ilmu dari Aceh Besar, Pidie, Aceh Timur, Samalanga. ulama Aceh

Setelah pesantrennya berjalan dengan lancar, Tengku Fakinah kemudian mempunyai keinginan untuk menunaikan ibadah haji. Namun, sebelum melaksanakan ibadah haji Tengku Fakinah kembali menikah untuk yang ketiga kalinya yaitu dengan Tengku Ibrahim. Pada tahun 1915 M, Tengku Fakinah berangkat ke Haramain untuk melaksanakan haji. Dan setelah selesai haji, mereka berdua tetap berada di Mekkah untuk kembali menuntut ilmu kepada para ulama besar Mekkah dan Madinah pada waktu itu. Akan tetapi, pada tahun 1918 M Tengku Ibrahim yang merupakan suami Tengku Fakinah meninggal dunia di Mekkah.

Selama di Mekkah, Tengku Fakinah banyak bertemu dengan para pemimpin Islam dari Mesir, Afrika Utara dan lainnya. Dari pertemuannya dengan para tokoh-tokoh tersebut, beliau mempunyai pandangan bahwasanya melawan sebuah penjajahan tidak hanya cukup dengan senjata saja, tetapi juga harus dilengkapi dengan ilmu pengetahuan.

Tengku Fakinah adalah sosok pejuang yang tidak hanya berdiam diri di satu tempat. Namun, beliau juga sering berkeliling ke berbagai wilayah yang ada di Aceh besar untuk melakukan koordinasi kepada masyarakat dan para tokoh, untuk mengumpulkan bantuan yang kemudian disalurkan untuk perang melawan penjajah.

Selain dikenal sebagai seorang panglima perang, pejuang dan seorang pemimpin rakyat. Tengku Fakinah juga seorang perempuan yang menjadi ulama Aceh dan memimpin sebuah dayah. Selain itu, beliau juga mempunyai peran besar dalam pembaharuan pendidikan Islam di Aceh pada waktu. Beliau meninggal pada 3 Oktober 1933 M di Lam Krak. [islami.co]


Lhokseumawe– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut segera melalukan penanganan pada rembesan minyak yang terjadi pada Kapal MT Aerosea Catalina yang terjadi pada Minggu (24/04). Hingga saat ini, penanganan masih berlangsung dilakukan.

Taufikurachman menjelaskan kejadian bermula saat ditemukan adanya minyak yang berada pada bagian lambung kapal MT Aerosea Catalina. Rembesan minyak berasal dari Sea Chest kapal MT Aerosea Catalina yang menyalurkan minyak ke IT Lhokseumawe

"Penanganan segera yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut adalah menetralisir rembesan minyak dengan Oil Spill Dispersant (OSD), menggunakan sorbent pad untuk sisa film serap, dan menyebarkan oil boom agar minyak tidak menyebar luas," terang Taufikurachman.

Selain itu, penanganan yang dilakukan adalah dengan segera melakukan identidikasi dan pemeriksaan area Pump Room kapal, serta penyebaran oil dispersant di area lambung kapal dan oil sorbent.

"Hingga saat ini, kondisi minyak di perairan sudah semakin sedikit dengan kondisi oil boom sudah dipersempit, minyak campur air yang terangkut sudah 4 IBC kapasitas 1 Ton. Penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi sudah seperti sedia kala," jelas Taufikurachman.*


LHOKSEUMAWE - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bio solar tumpah di laut kawasan pesisir Pantai Hagu, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Minggu (25/4/2022).

Informasi yang dihimpun Minggu pagi sedang berlangsungnya pembongkaran bbm bio solar dari Kapal. Katup pipa kapal pengangkut minyak yang bersandar di Pelabuhan Depot Pertamina, Kota Lhokseumawe bocor, mencemari laut setempat.

Warga pun mulai mencium aroma bio solar, semakin lama pun semakin menyegat.

Hingga tim Pertamina pun berupaya melokalisir tumpahan solar, agar tidak menyebar.

Kepala Depot Pertamina Lhokseumawe Feri Safarudin mengatakan, pihak sedang melokalisir area yang tercecer solar di perairan pesisir pantai.

Tumpahan bio solar terjadi setelah selesainya proses pembongkaran dari kapal pengangkut ke Depot Pertamina. "Hasil penyelidikan awal, bio solar tumpah dari pulp kapal," katanya.

Tim sudah kita kerahkan untuk mengecek penyebab terjadinya kebocoran minyak pada kapal pengangkut tersebut.

Dugaan, kebocoran tersebut terjadi akibat katup yang mengalirkan minyak tidak bekerja secara optimal, sehingga mengakibatkan sebagian kargo kapal lepas ke laut.

"Kami juga sudah memberikan garis polisi di lokasi kebocoran agar warga tidak masuk ke lokasi tersebut karena berbahaya bagi masyarakat dan juga ekosistem laut," kata Feri Safarudin. []


Jakarta -Seorang hakim federal di pengadilan District of Columbia di Washington, D.C., Amerika Serikat, telah memerintahkan ExxonMobil Corp untuk membayar US$288.900,78 atau Rp4 miliar untuk mengganti biaya hukum lawannya dalam kasus pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia.

Seperti dilansir Aljazeera Rabu 20 April 2022, perintah Hakim Distrik AS Royce Lamberth yang dikeluarkan pada Kamis pekan lalu merupakan lanjutan atas tegurannya kepada mantan penasihat ExxonMobil Alex Oh dan mantan firma hukumnya, Paul, Weiss, Rifkind, Wharton & Garrison. Mereka dinyatakan bersalah atas pelanggaran litigasi setelah Oh menghina pengacara lawan dengan kata-kata kasar selama deposisi.

Teguran ini juga memaksa Oh mengundurkan diri dari peran baru sebagai kepala divisi penegakan Komisi Sekuritas dan Bursa AS pada April tahun lalu, kurang dari seminggu bekerja. Oh mengatakan dalam surat pengunduran dirinya bahwa teguran tersebut menjadi gangguan yang tidak diinginkan dalam pekerjaan di Komisi Sekuritas dan Bursa AS.

Keputusan hakim ini menjadi langkah dramatis setelah kasus warga Aceh melawan ExxonMobil, telah berlangsung selama dua dekade di pengadilan di District of Columbia.

“Sanksi adalah masalah yang sangat besar,” kata Michel Paradis, seorang pengacara hak asasi manusia dan dosen di Columbia Law School di New York, kepada Al Jazeera. “Hal itu jarang terjadi dan sering kali mencerminkan frustrasi seorang hakim dengan bagaimana seorang pengacara atau suatu pihak telah bertindak.”

Kasus ini diajukan ke Pengadilan Distrik untuk Distrik Columbia pada 2001 setelah tuduhan bahwa penduduk desa Indonesia menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia, termasuk penyerangan seksual, penyiksaan, pemerkosaan, dan kematian yang tidak wajar di dalam dan sekitar pabrik minyak dan gas ExxonMobil di Lhoksukon, Provinsi Aceh selama akhir 1990-an dan awal 2000-an.

Ke-11 penggugat dalam kasus tersebut, beberapa di antaranya diwakili oleh keluarga mereka, menuduh bahwa tentara yang dikontrak oleh ExxonMobil melakukan penggerebekan yang bertujuan untuk membasmi tersangka separatis, menyiksa dan membunuh anggota masyarakat lokal yang tidak bersalah dalam proses tersebut.

ExxonMobil dengan tegas membantah mengetahui tentang penyalahgunaan oleh kontraktor di bawah pengawasannya.

Andreas Harsono, seorang peneliti di Human Rights Watch Indonesia, mengatakan putusan pengadilan terbaru seharusnya mendorong ExxonMobil untuk berhenti “bertele-tele” dan terlibat dengan substansi kasus.

“Pasukan keamanan Indonesia menggunakan dana perusahaan Exxon untuk operasi militer yang dirancang untuk menghancurkan perbedaan pendapat di Aceh dan untuk meningkatkan kapasitas untuk terlibat dalam taktik represif terhadap militan Aceh,” kata Harsono kepada Al Jazeera.

Seorang juru bicara ExxonMobil menolak mengomentari perkembangan terbaru.

Terry Collingsworth, yang mengajukan kasus dan mewakili penggugat, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia tidak dapat berkomentar "selain untuk mengonfirmasi bahwa ini adalah penghargaan kepada penasihat penggugat untuk waktu dan biaya dalam memaksa Exxon untuk mematuhi kewajiban penemuan".

Beberapa penggugat, yang tercantum dalam dokumen pengadilan sebagai John dan Jane Does untuk melindungi identitas mereka, mengatakan bahwa mereka menyambut baik sanksi tersebut dan mengungkapkan standar ganda seputar deposisi.

Lahir dari penggabungan  antara Mobil Oil Indonesia dan Exxon pada 1999, perusahaan ini menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari US$1 miliar pada akhir 1990-an.

Kemudian perusahaan asal Amerika Serikat mengontrak anggota tentara Indonesia untuk menjaga fasilitasnya di Aceh dengan biaya US$500.000 per bulan.  Pada saat itu, Aceh sedang terlibat dalam perang saudara yang berkepanjangan antara pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), sebuah kelompok separatis yang menuntut otonomi dari seluruh negeri.

SUMBER: ALJAZEERA | Tempo


Lhokseumawe
- Kapolres Lhokseumawe mengklarifikasi terkait beredarnya video suami tarawih istri selingkuh yang diduga terjadi di wilayah Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe  yang membuat gempar jagat maya.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto SIK MH melalui Kapolsek Muara Dua, Ipda Nina Ervianti, SH, MH, Selasa (19/4/2022) mengatakan, Polsek Muara Dua bersama Forum Keuchik setempat telah melakukan klarifikasi tentang beredarnya video viral tersebut.

"Sampai saat ini belum ada masyarakat maupun aparatur desa yang melaporkan tentang kejadian tersebut ke Polsek Muara Dua," ujarnya.

Lanjutnya, personel Polsek Muara Dua telah diterjunkan ke lapangan untuk mengecek langsung ke desa-desa. Namun, belum ditemukan atau laporan masyarakat tentang video tersebut.

“Terkait beredarnya video itu, kami sudah turunkan personel ke seluruh desa untuk mengecek kebenarannya, tapi masih nihil,” ujar Ipda Nina.

Sementara itu, Ketua Forum Keuchik Muara Dua, Tarmizi menjelaskan, video yang beredar dimaksud bukanlah di wilayah Muara Dua. "Saya sudah menghubungi semua keuchik untuk mengklarifikasi video itu," pungkasnya.

Dia menambahkan, pihaknya sangat menyesalkan terkait beredar video yang belum jelas asal - usulnya itu, sehingga membuat masyarakat resah.

Untuk itu, Kapolsek bersama Forum Keuchik Muara Dua mengimbau kepada masyarakat supaya lebih berhati-hati dalam bermedia sosial, jangan asal memposting sehingga menimbulkan keresahan di tengah - tengah masyarakat.

Seperti diketahui, saat ini video suami tarawih istri selingkuh tersebut viral di media sosial. Dalam video, sambil menangis sang istri yang ketahuan selingkuh bersujud dan memohon ampun kepada suami.[]

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.