2016-11-13

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Oleh: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P, Staf Peneliti di Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam (PKTTI) Universitas Indonesia. Bahkan Kekhilafahan Usmaniyyah juga mengizinkan kapal-kapal Aceh untuk mengibarkan bendera Usmaniyyah di kapalnya agar aman dari gangguan perompak asing. Fakta sejarah ini termuat dalam buku berjudul “Sejarah Nasional Indonesia Jilid III,” yang diedit oleh Marwati Djuned Pusponegoro (hlm 54).
Oleh: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P,

Staf Peneliti di Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam (PKTTI) Universitas Indonesia


SALAH satu warisan tak ternilai dan sangat penting yang dicatat oleh tinta emas sejarah dunia ialah peran tidak langsung Kehilafahan Usmaniyyah (Turki) terhadap penyebaran agama Islam di wilayah Asia Tenggara (Kepulauan Nusantara), khususnya di wilayah Aceh dan sekitarnya. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari persahabatan, hubungan diplomatik dan ukhuwwah Islamiyyah yang sangat erat antara Kesultanan Aceh Darussalam dengan Kekhilafahan Usmaniyyah sejak awal abad XVI. Bahkan persekutuan dua negara adikuasa Islam tersebut (dua lainnya adalah Dinasti Safawi di Iran dan Dinasti Mughal di India) telah berhasil mengusir penjajah Portugis dari Tanah Aceh dan sekitarnya.

Ekspedisi Kekhalifahan Usmaniyyah ke Aceh dimulai sekitar tahun 1565 ketika Kekhalifahan Usmaniyah berusaha mendukung Kesultanan Aceh dalam pertempuran melawan Portugis yang telah berhasil menaklukkan Kesultanan Malaka. Ekspedisi ini merupakan respons positif Sultan Sulaiman Al-Qanuni/ Sulaiman I/ Sulaiman Yang Agung (1520 – 1566 M) dari Kekhalifahan Usmaniyyah terhadap utusan khusus Sultan Alauddin al-Qahhar (1539 – 1571 M), Husein Effendi, dari Kesultanan Aceh Darussalam sekitar tahun 1564 M atau 1562 M. Fakta ini terungkap dalam buku berjudul “The Cambridge History of Southeast Asia” yang ditulis oleh Nicholas Tarling (hlm 39).

Bahkan persekutuan antara Sultan Aceh dengan Kekhilafahan Usmaniyyah sudah dimulai secara tidak resmi sejak tahun 1530-an, yakni ketika Sultan Alauddin Al-Qahhar memanfaatkan hubungan baik tersebut untuk memperluas kekuasaannya di wilayah Sumatera dan Semenanjung Malaya. Kenyataan ini ditulis oleh Azyumardi Azra dalam bukunya, “Islam in the Indonesian World: an Account of Institutional Formation”, (hlm 169).

Fernão Mendes Pinto pun mencatat bahwa Sultan Aceh telah merekrut 300 prajurit Usmaniyah, beberapa orang Abesinia dan Gujarat, serta 200 orang saudagar Malabar untuk menaklukkan Tano Batak pada tahun 1539. Bahkan Kerajaan Aru dan Johor juga telah ditaklukkan oleh Kesultanan Aceh pada tahun 1564 setelah mendapat bala bantuan tentara dari Kekhilafahan Usmaniyyah.

Hubungan diplomatik tersebut terus berlanjut di masa pemerintahan selanjutnya, yakni ketika Sultan Selim II (penerus tahta Sultan Suleiman I) dari Kekhilafahan Usmaniyyah memerintahkan pengiriman armada ke Kesultanan Aceh yang mengangkut sejumlah prajurit, pembuat senjata dan insinyur bersama-sama dengan pasokan senjata dan artileri yang melimpah.
Armada pertama terdiri atas 15 dapur di bawah pimpinan Laksamana Kordoglu Hizir Reis, namun sebagian besar armada tersebut dialihkan untuk memadamkan pemberontakan di Yaman sehingga hanya 2 kapal yang tiba di Aceh antara rahun 1566 – 1567 M. Bahkan orang Aceh membayar kapal tersebut dengan mutiara, berlian dan rubi. Hal ini dicatat oleh William J. Bernstein dalam bukunya, A Splendid Exchange: How Trade Shaped the World (hlm 191).

Penerus tahta Kesultanan Aceh berikutnya, Sultan Husain Ali Riayat Syah, secara resmi telah mengakui Penguasa Usmaniyyah sebagai ‘Khalifah Islam’ melalui surat diplomatik yang dibawa oleh Duta Besar/ Utusan Resmi Kesultanan Aceh kepada Porte Usmaniyyah di tahun 1564 M.

Frans Husken mencatat dalam bukunya, Reading Asia: New Research in Asian Studies, bahwa Pengiriman armada ke Aceh tersebut telah menyebabkan berkembangnya pertukaran kedua negara dalam bidang militer, perdagangan, budaya dan keagamaan. Hal ini terlihat dari alih teknologi pembuatan senjata dari Turki Usmani ke Aceh, sejak awal abad ke-17, seperti meriam perunggu berukuran sedang serta 800 jenis senjata lainnya seperti senapan putar bergagang dan arquebus. Bahkan kapal-kapal Kesultanan Aceh diizinkan untuk mengibarkan bendera kekhalifahan Usmaniyyah.

Dengan demikian hubungan antara Kekhilafahan Usmaniyyah dengan Kesultanan Aceh Darussalam didasari oleh kepentingan politik nasional kedua negara berdasarkan prinsip-prinsip Ukhuwwah Islamiyyah, Kedaulatan Teritorial, Ekspansi Wilayah serta Kerjasama Ekonomi dan Militer. Bahkan Kesultanan Aceh Darussalam bersedia bersekutu dan menjadi vazal (wilayah taklukkan) kekhilafahan Usmaniyyah karena membutuhkan bantuan ekonomi dan militer untuk menghadapi ancaman invasi Portugis dan memperluas wilayah teritorialnya ke seluruh wilayah Sumatera dan Semenanjung Malaka.

Sedangkan Kekhilafahan Usmaniyyah bersedia bersekutu dengan Kesultanan Aceh karena ingin memperluas pengaruh politik internasional dan wilayah teritorialnya hingga ke kawasan Asia Tenggara. Kekhalifahan Islam terbesr dan terakhir itu juga ingin membantu penyebaran agama Islam sekaligus mendapatkan pengakuan sebagai pemimpin ummat Islam di seluruh dunia.

Pengakuan resmi Kesultanan Aceh Darussalam terhadap Kekhilafahan Usmaniyyah terlihat jelas dalam peristiwa penganugerahan gelar oleh Sultan Aceh terhadap Laksamana Kurtoglu Hizir Reis, utusan resmi Sultan Selim II, sebagai Gubernur (Wali) Nanggroe Aceh Darussalam. Peristiwa ini dicatat secara lengkap oleh Metin Innegollu dalam bukunya yang berjudul: “The Early Turkish-Indonesian Relation”.

Bahkan Kekhilafahan Usmaniyyah juga mengizinkan kapal-kapal Aceh untuk mengibarkan bendera Usmaniyyah di kapalnya agar aman dari gangguan perompak asing. Fakta sejarah ini termuat dalam buku berjudul “Sejarah Nasional Indonesia Jilid III,” yang diedit oleh Marwati Djuned Pusponegoro (hlm 54).

Dengan demikian Kesultanan Aceh Darussalam tidak lagi menjadi sebuah negara yang merdeka dan berdaulat sejak menyatakan diri secara resmi, de jure dan de facto, sebagai wilayah taklukkan (vazal) Kekhilafahan Usmaniyyah dan mengakui utusan resmi Sultan Selim II, Laksamana Kortuglu Hizir Reis, sebagai Gubernur/ Wali Nanggroe Aceh Darussalam.[Sumber: islampos.com]

Kantor Gubernur Aceh
Banda Aceh – Pemerintah Aceh berhasil meraih predikat sebagai Terbaik Pertama pada ajang Anugerah Media Humas atau AMH 2016, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia dan Badan Koordinasi Humas Kemenkominfo. Kegiatan yang dirangkai dengan Pameran  AMH 2016 itu, digelar di Ballroom Harris Hotel, Bandung.

Frans Dellian SSTP, M Si, selaku Kepala Biro Humas Setda Aceh, menyebutkan, bahwa predikat terbaik pada ajang AHM 2016 merupakan bonus dari kerja keras tim humas yang telah bekerja saling bahu membahu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Ini merupakan keikutsertaan perdana kita di ajang ini. Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh staff Humas kita berhasil meraih predikat sebagai Terbaik Pertama,” ujar Frans.

Di sisi lain, Frans juga mengingatkan seluruh tim Humas Setda Aceh untuk menjadikan predikat terbaik ini sebagai sarana untuk terus memperbaiki kualitas kinerja.

“Kemenangan ini adalah bonus atas kerja keras seluruh tim di Biro Humas Setda Aceh. Oleh karena itu, saya akan mengingatkan seluruh jajaran saya untuk terus meningkatkan kinerja, memberi informasi dan pelayanan kepada publik,” kata Frans.

“Website dan media sosial Pemerintah Aceh yang dikelola oleh Humas masih memerlukan perbaikan, kami tentu akan terus bekerja keras untuk ini,” sambung Frans Dellian.

AMH merupakan agenda tahunan Bakohumas Kemenkominfo. Ada beberapa kategori yang diperlombakan dalam AMH, yaitu Penerbitan Internal, laporan kerja Humas Tahunan, Pelayanan Informasi Melalui Internet, Advertorial terkait Program Nawa Cita dan Revolusi Mental Tahun 2016, Merchandise Utama, Profil Lembaga dan Pameran Humas Instansi.

“Di kategori yang kita menangkan, yaitu Pelayanan Informasi Melalui Internet, Pemerintah Aceh berhasil menyingkirkan lima nominator lainnya, yaitu Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Jember, Kota Batu dan Kota Surabaya,” pungkas Kepala Biro Humas Setda Aceh.

Untuk diketahui bersama, di tahun 2015 lalu, anugerah ini berhasil diraih oleh Provinsi Jawa Barat, Kota Surabaya dan Provinsi Bali. Kegiatan tahunan ini diikuti oleh Humas Kementerian, lembaga negara, lembaga pemerintah non kementerian, pemerintah provinsi, humas pemerintah kabupaten/kota, humas perguruan tinggi negeri serta Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik daerah. (Rill)

(ANTARA FOTO/ Maulana Surya)
Jakarta - Indonesia tumbang 2-4 di hadapan Thailand pada laga perdana Piala AFF 2016 di Stadion Philippine Sports, Sabtu (19/11).

Indonesia tertinggal dua gol terlebih dulu di babak pertama setelah lini belakang 'Merah-Putih' menunjukkan koordinasi yang buruk.

Thailand unggul cepat di menit kelima lewat Peerapat Notchaiya. Gol ini bermula dari kesalahan yang dilakukan Yanto Basna dalam melakukan halauan. Setelah itu terjadi kemelut dan bola jatuh ke Peerapat yang melepaskan tembakan terarah ke pojok kiri gawang Kurnia Meiga.

Di menit ke-36, bomber Thailand, Teerasil Dangda menggandakan keunggulan Thailand jadi 2-0. Berawal dari umpan Chanatip Congkrasin, Yanto Basna gagal menghalau bola tersebut dengan sempurna. Teerasil dengan dingin kemudian menceploskan bola ke gawang Indonesia.

Tertinggal dua gol, Indonesia tampil menghentak di 15 menit awal babak kedua. Dalam tempo tiga menit, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan jadi 2-2.

Gol pertama Indonesia dicetak oleh Boaz Solossa di menit ke-53. Boaz memaksimalkan umpan silang Rizky Ripora dengan sundulan kepala ke sisi kiri gawang.

Tiga menit berselang, giliran Lerby Eliandry yang menggetarkan gawang Thailand lewat sundulan kepalanya. Lerby memanfaatkan umpan matang yang dilepaskan oleh Benny Wahyudi.

Setela menyamakan kedudukan, Indonesia terus menekan Thailand dan berusaha mencari gol ketiga. Namun 'Skuat Garuda' justru harus menderita gol ketiga yang kembali dicetak oleh Teerasil di menit ke-79.

Teerasil muncul dari lini kedua dan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau oleh Kurnia Meiga.

Di sisa 10 menit laga, Indonesia gagal mencetak gol ketiga. Teerasil bahkan melengkapi penderitaan Indonesia dengan torehan hattricknya di masa injury time. Indonesia akhirnya kalah 2-4 dari Thailand di laga perdana ini.

Setelah ini, Indonesia akan menghadapi Filipina pada Selasa (22/11) dan Singapura pada Jumat (25/11). (CNN)

StatusAceh.Net - PT Pertamina (Persero) mengharapkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) segera menerbitkan Surat Keputusan tentang pedoman pelaksanaan pembiayaan untuk kegiatan operasi migas di Wilayah Kerja Mahakam pada masa transisi 2016-2017 sebagai tindak lanjut amandemen Permen Nomor 15 Tahun 2015. SK tersebut akan menjadi pedoman bagi Pertamina untuk mempersiapkan masa krusial dalam transisi pengelolaan Blok Mahakam tahun depan.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, mengatakan seluruh persiapan teknis dan administrasi yang diperlukan untuk proses alih kelola Blok Mahakam sudah berjalan sesuai dengan rencana.

"Tahun depan merupakan tahun yang crucial. Dengan progres yang sudah disiapkan sampai saat ini, kami optimistis kinerja Blok Mahakam dapat dipertahankan," kata Syamsu di Jakarta, Sabtu (19/11).

Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Mahakam dan Total E&P telah berkoordinasi untuk membuat WP&B 2017, terutama terkait rencana pengeboran yang dilakukan oleh Total dengan biaya Pertamina. Amendemen PSC memberikan hak kepada Pertamina Hulu Mahakam untuk melakukan pembiayaan atas kegiatan operasi di WK Mahakam sebelum tanggal efektif 1 Januari 2018. Kontrak Total E&P akan berakhir pada 31 Desember 2017.

Pengeboran akan dilakukan pada 19 sumur dan diproduksi pada 2018. Hal ini berdasarkan amendemen Permen ESDM Nomor 15 Tahun 2015 dan amendemen PSC Mahakam. Dengan melakukan pengeboran lebih awal, Pertamina mengharapkan produksi Blok Mahakam pada 2018 bisa tetap terjaga.

Pada work program and budget (WP&B) 2016, PT Total E&P Indonesie, operator Blok Mahakam menargetkan produksi 1,43 billion cubic feet (BCF) inlet gas dan 56.000 barrel oil per day (minyak dan kondensat). Hingga saat ini, realisasi produksi kumulatif 2016 sebesar 1,67 BCF (inlet gas) dan 64.000 BOPD minyak dan kondensat.

Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara, mengatakan semua pihak harus bisa memahami yang namanya transisi bisa saja menimbulkan berbagai dampak yang negatif. Langkah Pertamina untuk mempertahankan karyawan yang selama ini bekerja untuk Total di Blok Mahakam diharapkan bisa mengantisipasi masalah-masalah yang timbul dengan adanya peralihannya pengoperasian blok tersebut.

"Ini tentu diharapkan bisa memuluskan terjadinya pengalihan operasional yang mulus ataupun tidak terlalu banyak gejolak. Karena karyawan yang ada sekarang ini kan sebagian besar menguasai masalah, dengan pergantian operator itu tidak terlalu masalah dari sisi SDM dan kemampuan operasional," kata Marwan.

Masuknya Pertamina lebih awal ke Blok Mahakam, menurut Marwan, tidak perlu lagi dipermasalahkan. Hal ini karena masa transisi diperlukan agar Pertamina bisa mempersiapkan diri untuk mengoperasikan Blok Mahakam yang telah puluhan tahun dioperasikan Total.

"Jadi dari awal perlu diantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang buruk. Kita juga harus fair dan tidak mengklaim atau menghujat Pertamina tidak mampu," kata Marwan.

Untuk itu, dia meminta pemerintah mendukung upaya-upaya yang dilakukan Pertamina saat ini, terutama pada masa transisi. Apalagi Pertamina sebagai perusahaan negara tentu juga membawa nama negara.

"Intinya itu, dukung apa yang diminta Pertamina supaya transisi berjalan mulus. Kalau memang perlu investasi tambahan, ya investasi. Supaya produksi tidak turun," pungkas Marwan.(Merdeka.com)

StatusAceh.Net - Ribuan orang dari kelompok pendukung politik berbeda di Malaysia melakukan unjuk rasa di Kuala Lumpur, mengakibatkan pusat perdagangan dan angkutan umum berhenti beroperasi.

Massa  berkaus kuning yang tergabung dalam Bersih 5.0 melakukan unjuk rasa di sejumlah titik seperti di Jalan Bangsar, Jalan TAR, Jalan Masjid Negara dan Jalan Masjid Jamek. Sementara Massa baju merah bergerak dari sejumlah titik seperti dari Putra World Trade Center. Lokasi ini berdekatan dengan sekretariat UMNO.

Marina Mahathir, anak mantan PM Mahathir Muhammad Marina Mahathir terlihat ikut dalam unjuk rasa berkaus kuning. Dia sempat memberikan orasi di Jalan Bangsar.

Menurut sejumlah pengunjuk rasa, Bersih 5.0 bertujuan pilihan raya bersih, kerajaan bersih, selamatkan ekonomi dan hak membantah. Sementara Mereka pengunjuk rasa berkaus merah, menuntut mempertahankan demokrasi dan selamatkan Malaysia.

Tampak mobil polisi, ambulans, dan tim medis bersiaga di lokasi-lokasi unjuk rasa. Sementara sejumlah angkutan umum seperti bus dan taksi berhenti beroperasi.

"Saya biasa kerja naik LRT dari Stasiun Damai ke Stasiun Pasar Seni naik LRT. Namun karena tidak ada bus saya berhenti di Stasiun Masjid Jamek," ujar TKI asal Bangkalan, Nasir.(Rimanews)

Ilustrasi
Langkat – Kepolisian Resort (Polres) Langkat menangkap dua penumpang bus asal Aceh tujuan Medan. Keduanya ditangkap lantaran membawa 20 kg narkoba jenis ganja saat menggelar razia operasi Zebra Toba 2016, Kamis (17/11/2016).

Kedua pelaku diketahui bernama Muammar (18) warga Dusun Bahagia, Desa Jomblo Timu, Kecamatan Blang Mangat, Kabupaten Aceh Utara dan Bahagia (20)  warga Desa Blang Awi, Kecamatan Samtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara. Mereka ditangkap ketika polisi menggelar operasi di depan Masjid Nurul Huda, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Langkat.

Kapolres Langkat, Ajun Komisaris Besar Polisi Mulia Hakim mengatakan, tersangka ditangkap saat menumpang bus Sanura yang hendak menuju Medan.

“Sebelumnya kita juga mengamankan dua orang laki-laki asal Aceh, keduanya penumpang bus Putra Pelangi. Dan tadi pagi sekitar pukul 05.00 WIB, kami juga mengamankan dua penumpang bus asal Aceh, tapi kali ini bus yang ditumpangi bus Sanura. Modusnya hampir sama,” ujar Mulia kepada wartawan, Jumat(18/11/2016).

Mulia menambahkan, tas yang digunakan pelaku untuk mengangkut narkoba itu hampir sama yakni tas ransel.

“Yang kami amakan kemarin itu tasnya ransel juga sama seperti ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Mulia menuturkan, pihaknya mendapatkan laporan adanya kedua pelaku dari masyarakat. Kemudian, pihaknya melakukan pembuntutan terhadap mobil tersebut dan tepat di Depan Masjid mobil bus yang ditumpangi pelaku langsung dihentikan.

Mulia menambahkan, bahwa pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan dan pengembangan guna memburu bandar dari kepemilikan narkoba tersebut.

“Masih kami kembangkan sampai saat ini, mudah-mudahan pemilik atau bandarnya juga dapat kota tangkap,” tandasnya.(kriminalitas.com)

Gambar citra satelit kondisi desa-desa di negara bagian Rakhine, Myanmar, yang dihuni oleh etnis Muslim Rohingya, pada November 2016.
StatusAceh.Net - Dalam sebuah video terlihat rumah-rumah suku Rohingya dihancurkan dan dibakar oleh militer Myanmar. Mayat-mayat suku Rohingya terlihat bermunculan dari dalam lumpur dan abu.

Pemandangan yang sangat kejam dan mengerikan sebagai gambaran genosida militer Myanmar terhadap suku Rohingya di utara Rakhine. Human Rights Watch (HRW) menyatakan, ratusan rumah suku Rohingya di desa-desa dihancurkan hingga luluh lantak oleh militer Myanmar.

Ini menimbulkan kekerasan yang terus-menerus antara militer Myanmar dengan suku Rohingya. Kekejaman militer Myanmar sudah di luar batas kemanusiaan.

Pemerintah Bangladesh mengatakan, puluhan suku Myanmar banyak yang menyeberang ke Bangladesh dari perbatasan Myanmar. Mereka berusaha melarikan diri dari militer Myanmar.

Sebuah gambar satelit menunjukkan militer Myanmar menghancurkan desa Kyet Yoe Pyin yang penduduknya merupakan suku Rohingya. Kekerasan pada awal Oktober menunjukkan sejumlah tentara dan polisi Myanmar dibunuh oleh 300 kelompok pria bersenjata.

Kekerasan terus terjadi di Myanmar yang dipicu oleh kekejaman militer dengan membunuh puluhan suku Rohingya dan menangkan 230 suku Rohingya. Menurut HRW, kematian akibat kekerasan militer terhadap suku Rohingya bisa mencapai ratusan jiwa lebih.

Rakhine merupakan tempat tinggap suku Rohingya yang beragam Islam di Myanmar. Mereka terus mengalami represi dan diskriminasi dari Pemerintah Rohingya walaupun sesungguhnya mereka merupakan penduduk Myanmar.

Saat ini militer menduduki 25 persen kursi di Parlemen Myanmar. Kekuasaan mereka masih sangat kuat dalam mengontrol Myanmar.

Pendiri Fortify Rights di Bangkok, Matthew Smith mengatakan, Pemerintah Myanmar terus-menerus menyangkal kalau mereka telah melakukan pelanggaran HAM berat terhadap kelompok minoritas Myanmar, suku Rohingya. "Jika pelanggaran HAM dilakukan oleh pemerintah maka setiap orang di negara tersebut seharusna mulai memperhatikan," katanya seperti dilansir CNN, Jumat, (18/11).

Mantan Sekjen PBB Kofi Annan mengatakan, jika kekerasan dan represi terhadap suku Rohingya di Rakhine terus-menerus dilakukan oleh Myanmar maka negara tersebut akan mengalami ketidakstabilan.

Utusan PBB Zainab Hawa Bangura mengatakan, pemerkosaan dan kekerasan terhadap wanita dan gadis-gadis Rakhine merupakan bagian dari kekerasan yang berdasarkan kebencian terhadap suku tertentu. Ini sangat mengerikan.

Juru Bicara Kepresidenan Myanmar Zaw Htay mengatakan, militer tak membakar dan menghancurkan rumah-rumah suku Rohingya. Mereka juga tak memperkosa wanita Rohingya. "Kami akan bekerja sama dengan media untuk membahas isu-isu yang sensitif di masa depan," ujarnya.(Rol)

YANGON - Pemerintah Myanmar menolak tuduhan bahwa militernya membunuh 86 warga Muslim Rohignya yang hendak melarikan diri dari konflik di Rakhine. Dalam konflik terbaru itu, sekitar 30 ribu warga Rohingya menjadi pengungsi.

Kantor berita Reuters, pada Sabtu (19/11/2016) mengutip seorang warga Rohingya mengatakan bahwa ratusan warga mencoba untuk melarikan diri dari tindakan keras militer setelah eskalasi kerusuhan baru di negara bagian Rakhine. Beberapa dari mereka ditembak mati militer Myanmar saat mencoba menyeberangi sungai di perbatasan Myanmar dengan Bangladesh.

Bantahan Myanmar disampaikan Kantor Dewan Komisi Informasi Negara melalui halaman Facebook-nya. Dewan Komisi Informasi itu dibentuk minggu ini oleh Pemerintah Myanmar yang dipimpin kubu Aung San Suu Kyi, politisi pemenang Hadiah Nobel Perdamaian saat menjadi tokoh oposisi Myanmar.

”Mengenai insiden tersebut, setelah memerika pasukan Tatmadaw—militer dalam bahasa Mynamar—dan pasukan penjaga perbatasan di daerah tersebut, diketahui bahwa informasi ini sungguh tidak benar,” demikian bantahan Kantor Dewan Komisi Informasi Negara Myanmar.

Kantor itu menambahkan bahwa militer dan pasukan penjaga perbatasan tidak melakukan operasi di dekat perbatasan dan hanya terlibat dalam operasi di wilayah yang diizinkan dan di dalam negeri.

Seperti diketahui, tentara Myanmar meluncurkan operasi militer di wilayah utara Rakhine di sepanjang perbatasan Myanmar dengan Bangladesh setelah pos perbatasan Myanmar diserang militan pada 9 Oktober 2016. Serangan itu menewaskan beberapa polisi penjaga pos perbatasan.

Sementara itu, seorang pejabat senior Bangladesh mengatakan ada lebih dari 80 warga Muslim Rohigya, termasuk perempuan dan anak-anak yang jadi korban saat mereka berusaha untuk meninggalkan Myanmar.

PBB menekankan perbatasan kedua negara harus tetap terbuka untuk komunitas Rohingya. ”Sangat penting bahwa perbatasan tetap terbuka bagi orang-orang yang melarikan diri dari kekerasan pada saat ini,” kata juru bicara Badan Pengungsi PBB, Adrian Edwards, pada briefing di Jenewa, Jumat kemarin. (Sindonews)


StatusAceh.Net - Sebuah video menyayat hati datang dari akun Facebook Abdullah Umar Al Arakani.

Video berdurasi 1:01 itu mempertontonkan penyerangan milisi Myanmar terhadap kaum muslimin di Rohingya.

Tampak dalam video itu warga muslim di sebuah kampung di Rohingya berlarian karena tembakan dan bom yang mengarah pada rumah-rumah kecil mereka. Teriakan ketakutanpun terdengar dari para Ibu, Ayah, anak kecil bahkan orang tua renta sekalipun.

Sambil membawa barang secukupnya, mereka saling bergandeng tangan sambil berlarian menghindar dari tembakan serta bom.

"Ya Allah, kasihanilah hamba-hamba-Mu yang lemah dan tertindas di Rohingya." tulis Abdullah Umar Al Arakani dalam statusnya, (27/10/16).

Hingga berita ini ditulis, video Al Arakani itu sudah dibagikan lebih dari 500 pengguna Facebook.(Jurnalmuslim)

Kapolres Bireuen, AKBP Heru Novianto
StatusAceh.Net - Terkait kasus pemukulan di Gampong Janggot Seungko, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen oleh Ketua DPW Partai Aceh, Darwis Djeunieb tehadap Ridwan alias Si Teng (35) pada 15 November lalu, tidak ada sangkut paut dengan pilkada.

Hal itu dikatakan Kapolres Bireuen, AKBP Heru Novianto kepada GoAceh usai rapat koordinasi pilkada damai Forkopimda dengan Forkopimcam di oprom Kantor Pusat Pemerintahan di Cot Gapu, Bireuen, Jumat (18/11/20167).

“Itu murni kriminal dan tidak ada kaitannya dengan pilkada Bireuen, meskipun yang bersangkutan merupakan timses. Jadi kita harus dapat memilah-milah bila ada kejadian saat pilkada,” katanya.

Menurut Heru, kasus yang terjadi di Gampong Janggot Seungko, Jeunieb tersebut bukan saat kampanye, tetapi di saat melayat ke rumah duka almarhum Nurdin Abdullah.

Jadi kasus ini, tetap kriminal dan diharapkan masyarakat tidak mempolitisir kasus ini dengan pilkada, karena kejadiannya bukan di saat kampanye kandidat calon bupati," ujarnya.

“Hingga saat ini kita sedang mengumpul bukti dan saksi saat kejadian. Nantinya kita segera memanggil seluruh saksi yang ada saat kejadian tersebut, termasuk Camat Jeunieb. Ketika pemukulan itu, korban datang bersama Camat ke rumah duka,” katanya.

Selain itu, Kapolres meminta dengan tegas kepada seluruh timses, tim pemengan dan simpatisan semua calon untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ketentuan hukum serta memicu persoalan hanya gara-gara pilkada.

Sumber: goaceh.co

StatusAceh.Net - Sedikitnya 73 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka setelah sebuah truk berisi bahan bakar meledak di Mozambik, kata pemerintah setempat.

Truk tersebut terbalik di tengah perjalanan menuju Malawi dari pelabuhan kota Beira pada Kamis (17/11), dan meledak. Korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit yang letaknya 90 kilometer dari lokasi kecelakaan.
Sejumlah pejabat juga dilaporkan akan datang ke lokasi kecelakaan di provinsi Tete, sekitar 2.000 km dari ibu kota Maputo pada Jumat.

"Ambulance dan tim medis sudah diterjunkan ke lokasi untuk membantu para korban. Korban luka dibawa ke rumah sakit Tete," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Otoritas sedang menyelidiki apakah truk tersebut sedang memperjualbelikan bahan bakar ketika meledak atau apakah truk tersebut dihadang oleh warga, kata direktur kementerian informasi, Joao Manasses.

Jurnalis lokal melaporkan bahwa truk tersebut mengalami kecelakaan pada Rabu dan baru meledak pada Kamis siang.

Mozambik merupakan salah satu negara termiskin di dunia, menurut IMF, dan setelah perang sipil berakhir pada 1992 penduduknya menderita krisis ekonomi yang parah.

Pemerintahan Presiden Filipe Nyusi baru-baru ini menaikkan harga bahan bakar setelah nilai tukar mata uang negara tersebut terhadap dolar anjlok.(Rimanews)

Kapal dagangnya dirampas penduduk Aceh. Amerika mengirimkan ekspedisi militer sebagai bentuk hukuman. Intervensi militer pertama Amerika di Asia.
PADA 7 Februari 1831, kapal dagang berbendera Amerika Serikat, Friendship, berlabuh di Kuala Batu, Aceh Barat Daya, untuk mengangkut lada. Kehadiran kapal-kapal dagang Amerika di pantai barat Sumatra sudah menjadi pemandangan biasa sejak pergantian abad ke-19. Namun kegiatan transaksi jual beli yang semestinya berjalan seperti biasa tersebut, lantas menjadi malapetaka bagi awak Friendship.

Friendship melepas jangkarnya dari kota Salem, Massachusetts, salah satu kota pelabuhan terpenting Amerika dalam urusan perdagangan di Timur Jauh kala itu. Dalam misinya membeli lada ke Kuala Batu, Friendship dipimpin oleh Kapten Charles M. Endicott. Friendship berlabuh dan Endicott beserta beberapa anak buahnya turun untuk menegosiasikan harga. Situasi mulai terasa aneh ketika tiga perahu kayu penuh dengan penduduk yang bersenjata mengerubungi Friendship, dan kemudian menyerangnya.

Awak kapal Friendship berhamburan, dan beberapa lainnya tewas. Friendship dirampas. “Melihat kekacauan tersebut dari pantai, Endicott dan awaknya yang tersisa melarikan diri dengan sampan ke Muki, meminta bantuan dari tiga kapten kapal lain di sana (yang juga berasal dari Salem) untuk merebut kembali Friendship,” tulis David Foster Long dalam Gold Braid and Foreign Relations: Diplomatic Activities of U.S. Naval Officers 1798-1883.

Friendship dapat direbut kembali, namun kargonya yang terdiri dari lada, opium, dan lain-lain senilai US$50.000 lenyap. Protes keras dilayangkan kepada uleebalang (kaum bangsawan) di Kuala Batu, namun tak digubris. Perampasan Friendship ini menjadi sensasi di Amerika, yang direspons oleh Presiden Andrew Jackson dengan mengirim ekspedisi militer untuk menghukum penduduk Kuala Batu. Maka, dikirimlah Komodor John Downes, dengan menahkodai Potomac beserta lebih dari 300 prajuritnya ke Aceh pada 28 Agustus 1831. Ini menjadi intervensi militer Amerika Serikat pertama di Asia.
Potomac berlabuh di Kuala Batu pada 5 Februari 1832, menyamarkan dirinya sebagai kapal dagang Denmark. Penduduk Kuala Batu tidak curiga. Downes dan 282 prajuritnya tiba-tiba menyerang. Kuala Batu dibombardir dan terbakar hebat, dan meski penduduknya telah melawan sekuat tenaga, perbedaan teknologi senjata membuat mereka akhirnya menyerah.

Lebih dari 450 penduduk Kuala Batu, termasuk wanita dan anak-anak, tewas. Di pihak Amerika, dua prajurit tewas dan sebelas orang luka-luka. Potomac pun berlayar pulang setelah memberi peringatan keras terhadap penduduk yang menyerah untuk tidak lagi menyerang kapal-kapal Amerika. Nantinya, meski mendapat kritik keras publik di kampung halaman, keputusan Downes dianggap tepat oleh Presiden Andrew Jackson sendiri.

Mengapa penduduk Kuala Batu menyerang Friendship?
Salah satu sebab khususnya adalah karena mereka muak dengan pedagang Amerika yang suka mencurangi takaran timbangan. “Endicott menghabiskan banyak waktu dengan Po Adam, uleebalang setempat, yang memperingatkannya bahwa raja-raja lokal tengah marah karena turunnya harga lada dan kapten-kapten kapal yang kabur dengan tidak membayar penuh,” tulis Robert Booth dalam Death of an Empire: The Rise and Murderous Fall of Salem, America’s Richest City.

Setelahnya, arus kapal-kapal dagang dari Salem ke Aceh kian intensif. Pada 1839, pemerintah kota Salem kemudian memutuskan untuk membuat logo kota bergambarkan sosok penduduk dengan pakaian khas Aceh dan kalimat berbahasa Latin: “Ke pelabuhan terjauh yang kaya di Timur.”
“Logo tersebut merupakan contoh bagaimana Salem memaknai aktivitas dagangnya di Hindia sebagai simbol kejayaan dan keterlibatannya dalam dunia komersial internasional,” tulis Jessica Lanier, “Salem’s China Trade: Pretty Presents and Private Adventures,” termuat dalam Global Trade and Visual Arts in Federal New England suntingan Patricia Johnston dan Caroline Rank.

Sumber:historia.id

Banda Aceh - Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Seluruh rakyat Indonesia menjadikan Hari Pahlawan sebagai momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, selaku Inspektur Upacara,saat membacakan sambutan tertulis Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa, pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Kamis (10/11/2016).
Sebagaimana diketahui, peringatan Hari Pahlawan didasarkan pada peristiwa "Pertempuran 10 November 1945" di Surabaya. Sejarah mencatat, pertempuran tersebutsebagai pertempuran pertama dan terbesar antara pasukan Indonesia denganpasukan asing setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
"Peristiwa tersebut memberi kita pelajaran moral bahwa warisan terbaik para pahlawan bangsa bukanlah "politik ketakutan', melainkan "politik harapan". Bahwa seberat apapun tantangan yang dihadapi dan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangan," tegas Gubernur.

Gubernur menambahkan, perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan telah menunjukkan betapa spirit perjuangan dan mental serta karakter kepahlawanan memiliki daya hidup yang luar biasa dalam menghadapi berbagai rintangan dan penderitaan.

"Peringatan Hari Pahlawan harus mampu menggali apinya, bukan abunya. Dengan meminjam ungkapan Bung Karno,semangat kepahlawanan itu adalah semangat rela berjuang, berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Semangat Kepahlawanan adalah semangat persatuanyang bulat-mutlak dengan tidak mengecualikan sesuatu golongan dan lapisan. Semangat Kepahlawanan adalah
semangat membentuk dan membangun negara," sambung Soedarmo.

Tak dapat dipungkiri, sam Gubernur, bahwa setiap zaman memiliki tantangan tersendiri yang membutuhkan respon kepahlawanan sesuai dengan masanya.Setelah merdeka, Indonesia bukan semata membutuhkan semangat  kepahlawanan yang mempertahankan patriotisme defensif, tetapi juga butuh patriotisme yang lebihpositifdan progresif.

"Patriotisme sejati bukan sekadar mempertahankan melainkan juga memperbaiki keadaan negeri. Untuk keluar dari berbagai persoalan bangsa, patriotisme progresif dituntut menghadirkan kemandirian bangsa tanpa terperosok pada sikap anti-asing. Patriotisme progresif harus mengembangkan ketahanan bangsa untuk bisamandiri dalam ekonomi, berdaulat dalam bidang politik dan berkepribadian dalamkebudayaan," kata Gubernur.

Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian

Sebagaiman diketahui, Pemerintahan Jokowi-JKtelah menawarkan visi transformatif, yaituterwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadianberlandaskangotong-royong. Visi tersebut sejalan dengan konsep Trisakti yang diciptakan olehBungKarno, yaitu mandiri dalam ekonomi, berdaulat dalam bidang politik dan berkepribadian dalamkebudayaan.

Untuk mewujudkan visinya, Pemerintah Jokowi-JK telah merumuskan sembilan agenda prioritas pemerintahan ke depan yang disebut Nawa Cita.Pemerintahan saat ini berusaha melakukan berbagai perubahan secara akseleratif, berlandaskan prinsip-prinsip Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Selain Nawa Cita, Presiden Jokowi jugamenggaungkan gerakanrevolusi mental. Gerakan ini diharapkan bisa mendorong Gerakan Hidup Baru, dalam bentukperombakan cara berfikir, cara kerja, cara hidup, yang merintangi kemajuan, serta peningkatan dan pembangunan cara berfikir, cara kerja, dan cara hidup yang baik.

"Gerakan Hidup Baru adalah gerakan revolusi mental yang bertujuan untuk menggembleng manusia Indonesia menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala.Itulah jiwa patriotisme progresif yang harus kita kobarkan dalam menghadapi tantangan dan persoalan pembangunan hari ini," ujar Mensos dalam sambutan tertulisnya.

Dalam sambutan tertulisnya, Mensos meyakini, dengan tekad dan ketulusan serta saling bahu-membahu yang dilandasi oleh integritas, etos kerja dan gotong royong, maka bangsa Indonesia dapat mengatasi berbagai permasalahan yang melanda, dan dapat menjadi bangsa pemenang yang mampu bersaing dengan negara dan bangsa lain.

"Pada kesempatan yang baik ini kami mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini, Selamat Hari Pahlawan Tahun 2016," pungkas Gubernur mengakhiri sambutan tertulis Mensos RI. (Rll)

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Pembaca yang budiman, terkadang kita menyangka ayah kita adalah sosok tegar dan tak pernah menangis. Sosok yang tidak pernah bersedih bahkan tak mungkin bersedih. Tapi apakah memang benar seperti itu?. Pembaca sholihah yang budiman, mari simak sebuah tulisan renungan yang akan membuat kita segera ingin memeluk ayah kita.

Mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?

Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku.

Saat aku sakit demam, ayah membentakku “Sudah diberitahu, Jangan minum es!” Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis didepan ibu.

Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku.

Ketika aku remaja, aku meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “Tidak boleh! ”Sadarkah aku, bahwa ayahku hanya ingin menjaga aku, beliau lebih tahu dunia luar, dibandingkan aku bahkan ibuku?

Karena bagi ayah, aku adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat aku sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya.

Maka kadang aku melanggar kepercayaannya. Ayahlah yang setia menunggu aku diruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanku, ”dimana, dan sedang apa aku diluar sana.”

Setelah aku dewasa, walau ibu yang mengantar aku ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah aku, bahwa ayahlah yang berkata: Ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama.

Disaat aku merengek memerlukan ini – itu, untuk keperluan kuliahku, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir, kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.

Saat aku berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukku. Ayahlah yang mengabari sanak saudara, ”anakku sekarang sukses.” Walau kadang aku cuma bisa membelikan baju koko itu pun cuma setahun sekali. Ayah akan tersenyum dengan bangga.

Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya. Sampai ketika nanti aku menemukan jodohku, ayahku akan sangat berhati – hati mengizinkannya.

Dan akhirnya, saat ayah melihatku duduk diatas pelaminan bersama pasanganku, ayahpun tersenyum bahagia. Lantas pernahkah aku memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan beliau pun berdoa, “Ya Alloh, tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakanlah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya.

”Pesan ibu ke anak untuk seorang Ayah”

Anakku..

Memang ayah tidak mengandungmu,
tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat dinamamu…
Memang ayah tak melahirkanmu,
Memang ayah tak menyusuimu,
tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu…

Nak…

Ayah memang tak menjagaimu setiap saat,
tapi tahukah kau dalam do’anya selalu ada namamu disebutnya…
Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman…

Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda, karena kecintaanya dia takut tak sanggup melepaskanmu…
Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri..

Bunda hanya ingin kau tahu nak..
Bahwa cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda…
Anakku…
Jadi didirinya juga terdapat surga bagimu… Maka hormati dan sayangi ayahmu.

Sumber: sholihah.web.id

Fauzan, SH. Koordinator LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe
Lhokseumawe - Terkait kasus Amonia  PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe meminta aparat kepolisian  menetapkan tersangka dalam kasus yang mengakibat puluhan masyarakat harus dirawat di Rumah Sakit yang disebabkan karena menghirup amonia yang berasal dari PT PIM. Penetapan status tersebut sangat mungkin dilakukan oleh kepolisian karena dugaan tersebut disebabkan oleh adanya kelalaian operator dan pengawas  pabrik atau apapun namanya.

Pasal 1 ayat 10 dan 21 Peraturan Kapolri tentang Manajemen Penyidikan pada intinya  menyatakan bahwa seseorang dapat ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang cukup berupa laporan polisi dan 1 (satu) alat bukti yang sah. Dalam hal ini tentu sudah ada laporan polisi dan telah saksi serta puluhan korban jadi sudah sepantasnya Polisi menetapkan tersangka. Apalagi ancaman terhadap kelalaian dalam kasus amoniak berdasarkan Pasal 99 UUPPLH dipidana paling singkat 2 tahun dan paling lama 6 tahun.

“Dalam kasus ini PT PIM jangan Cuma menanggung biaya pengobatan korban semata,  karena tidak semua kerugian dapat dibayar dengan uang, PT. PIM selaku perusahaan yang besar agar lebih menjunjung tinggi hak atas kesehatan dan nyawa seseorang karena itu dijamin oleh Konstitusi Negara Republik Indonesia.” Tegas Fauzan

Pemerintah jangan lepas tanggung jawab terhadap kasus ini, karena Pasal 63 UUPPLH telah memberikan tugas dan kewajiban bagi pemerintah terkait dengan lingkungan bagi masyarkat, sehingga pemerintah harus mendorong PT PIM untuk melakukan audit lingkungan hidup dalam rangka meningkatkan kinerja lingkungan hidup. (Rill)

Ilustrasi
Banda Aceh - Rumah calon Gubernur Aceh Tarmizi Karim yang beralamat di jalan Todak Gampong Bandar Baru, Dusun Piranha, Kecamatan Kuta Alam, no.31, Banda Aceh, diduga ditembaki oleh orang tak dikenal, Rabu (16/11) sekitar pukul 19.00 WIB.

Informasi yang diterima AJNN, anak kandung Tarmizi Karim, Fahri pertama sekali mendengar adanya suara letusan senjata api usai masuk ke perkarangan rumah. Fahri juga melihat satu unit sepeda motor lewat di depan rumahnya usai terdengar suara tembakan itu.

Ketika pulang ke rumah, anak Tarmizi Karim menggunakan mobil jenis Ford Ranger 4×4 tahun 2015 plat BL 8384 J.

Kejadian itu baru diketahui, Kamis (17/11) pagi ketika pengamanan tertutup (pamtup) Tarmizi Karim melihat adanya pintu pagar sudah ada bekas tembakan.

Namun, hingga beria ini diunggah, AJNN belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian.(AJNN)

StatusAceh.Net - Lebih dari 100 orang anggota kelompok minoritas Rohingya telah tewas dalam operasi kontra pemerintah di negara bagian barat Rakhine. Begitu pernyataan organisasi pendukung Muslim Rohingya.

Ko Ko Lin mengatakan, menurut penduduk desa, sedikitnya 150 orang telah tewas oleh pasukan keamanan sejak Sabtu lalu. Ia menuduh bahwa pemerintah berusaha untuk menutupi pembunuhan dengan membatasi akses media dan bantuan sejumlah kelompok dari daerah lain.

"Alasan mengapa kantor berita internasional dan kelompok bantuan tidak diizinkan untuk pergi ke sana adalah karena militer berusaha untuk menutupi apa yang mereka lakukan di sana, pembunuhan dan lain-lain. Mereka berbohong," kata Linn dari Organisasi Nasional Arakan Rohingya dikutip dari Asian Correspondent, Kamis (17/11/2016).

Pada hari Selasa, pemerintah Myanmar mengakui kematian 69 pelaku kekerasan dan 17 anggota pasukan keamanan. Para penyerang tidak diidentifikasi, tetapi pihak tentara bersekutu dengan kelompok Rakhine Buddha terhadap Rohingya. Pemerintah mengatakan para penyerang membakar ratusan rumah, tetapi kelompok hak asasi menyalahkan tentara atas tindakan tersebut.

Kelompok Human Rights Watch (HRW) telah menggunakan citra satelit untuk mengidentifikasi 430 bangunan yang hancur. Namun Wakil Direktur Jenderal Kantor Presiden, Zaw Htay mengatakan jumlah itu berlebihan berdasarkan foto yang diambil pada 15 November dari helikopter militer Myanmar.(Rill)


Aceh Jaya - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Mayjen (Purn) TNI Soedarmo, memberi waktu dua minggu kepada Nurman, selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Jaya untuk membuat perencanaan pembangunan tanggul di Kecamatan Darul Hikmah dan Kecamatan Pasie Raya.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Gubernur, saat meninjau Tanggul Gampong Teupin Hasan Kecamatan Darul Hikmah, yang jebol diterjang banjir beberapa waktu lalu, Selasa (15/11/2016).
"Saya beri waktu dua minggu untuk membuat perencanaan pembangunan tanggul yang jebol diterjang banjir. Harus segera selesai perencanaannya karena akan ada pembahasan lebih lanjut di tingkat provinsi, sehingga dapat masuk dalam anggaran belanja tahun 2017," tegas Soedarmo.

Gubernur menambahkan, pembangunan tanggul tidak bisa dilaksan setengah-setengah, namun harus segera selesai agar masyarakat tidak merasa was-was jika musim penghujan tiba.

"Jika tanggul segera selesai, kemungkinan terjadinya banjir akan lebih rendah, sehingga potensi kerugian dari sektor perkebunan masyarakat dapat kit tekan. Ada nilai ibadah dalam setiap pekerjaan kita karena tanggul ini akan sangat membantu masyarakat. Oleh karena itu saya himbau Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya bersama Dinas terkait dapat segera merampungkan perencanaan pembangunan tanggul." kata Soedarmo.(Rill)

Vinales saat tampil bersama Yamaha. (Foto: Crash.net)
Sport - Manajer Tim Movistar Yamaha, Massimo Meregalli, mengaku sangat kagum dengan performa kedua pembalapnya pada sesi uji coba di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. Maverick Vinales yang merupakan pembalap anyar, mampu menjadi yang tercepat dengan catatan 1 menit 30,930 detik. Disusul rekan satu timnya, Valentino Rossi, di posisi kedua dengan catatan waktu terbaik1 menit 30,950 detik.

Meregalli sangat terkejut dengan hasil yang diraih Vinales. Meregalli menilai Vinales sebagai pembalap yang hebat dan mampu beradaptasi dengan cepat. Pria berpaspor Italia yakin untuk menatap MotoGP 2017 berkat performa kedua pembalapnya.

“Ini sangat baik. Kami tidak ragu mengenai kecepatannya tapi kami tidak membayangkan dia menjadi yang tercepat dari awal,” ujar Meregalli yang dikutip dari Crash, Rabu (16/11/2016).

“Aspek lainnya, dia membuat kami terkesan karena ia sangat sensitif atas suatu perubahan, bahkan jika dia tidak melakukan banyak hal. Dia tidak membuat kesalahan. Jadi, untuk saya, walaupun ini hanya satu hari, ini merupakan hari yang sempurna,” lanjut Meregalli.

Selanjutnya pada Rabu (16/11/2016), Vinales beserta 22 pembalap lain kembali mentas di sirkuit yang sama. Mereka kembali beradu cepat di hari kedua sesi pengujian motor. (Okz)

Ilustrasi jalan putus
 Pidie - Hujan deras yang mengguyur wilayah Pidie sejak Rabu (16/11/2016) sore telah menyebabkan longsor di Jalan Nasional Tangse-Geumpang, tepatnya di kawasan Dusun Kuala, Gampong Alue Mie, Kecamatan Manee.

Laporan sementara yang diterima Serambinews.com dari Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD) Pidie, Apriadi menyebutkan, hingga saat ini jalur tersebut tak bisa dilewati sama sekali karena badan jalan tertimbun longsoran tebing bukit.

"Satker Jalan Nasional sudah ke lokasi untuk melakukan pembersihan," kata Apriadi yang dihubungi pukul 22.00 WIB malam ini.

Laporan lain juga diperoleh Serambinews.com dari seorang anggota RAPI Pidie, Anwar dengan menyebutkan telah terjadi longsor di lokasi tambang emas Pulau Loih, Geumpang.

"Menurut kabar ada korban namun kami sedang memastikan informasi itu. Hujan masih sangat lebat," lapor Anwar. (
Serambinews.com)

Lhokseumawe - Sebanyak Delapan Partai Politik Nasional (Parnas) yang turut mendukung pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Aceh Utara periode 2017-2011 yang diusung oleh Partai Aceh, H Muhammad Thaib (Cek Mad) dan Fauzi Yusuf (Sidom Peng) menggelar pertemuan di Oproom Lido Graha Hotel, Selasa malam (15/11/2016).

Dalam pertemuan tersebut pihak partai nasional yang terdiri diantaranya, Partai Gerindra, PKS, PAN, PPP, PKB, PBB, PSI, dan Partai Demokrat, menyampaikan beberapa strategi kerja dan konsolidasi untuk pemenangan. Kemudian, dalam waktu dekat pihak partai nasional juga akan melakukan deklerasi untuk pasangan tersebut.

Delapan parnas pendukung Cek Mad - Sidom Peng tersebut juga akan terus melakukan komunikasi secara intensif di lapangan, pihaknya juga sudah mengarahkan seluruh kadernya yang berada di kecamatan dan gampong untuk melakukan kordinasi dan komunikasi dengan kawan-kawan partai aceh selaku partai pengusung pasangan tersebut.

Cek Mad dalam kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih atas kerja keras parnas selama ini untuk membangun Aceh Utara masa depan dengan semangat kebersamaan.

"Aceh Utara masa depan perlu dibangun secara kebersamaan untuk pembangunan lebih baik lagi, kami mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kerja kerasnya kedepan," ungkap Cek Mad.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Teuku Moni Alwi (Gerindra), H Ridhwan Yunus, Sanusi (PAN), Tantowi (Demokrat), Nasir (PBB), Tgk Idris (PKB), Hasansyah (PPP), Danu Sanjaya (PKS), Khaidir dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), serta 5 perwakilan lainnya dari setiap partai. [Rill]

Ilustrasi razia Satlantas di Abdya.|harianaceh.co
Lhokseumawe - Sebagian besar wartawan dari berbagai media terperanjat menyaksikan pemandangan ironis, ketika usai menggelar razia zebra 2016 di Jalan Merdeka Kecamatan Banda Sakti, Rabu (16/11) , rombongan mobil pribadi dilengkapi forider bersirine dan stiker partai politik melintas aman di depan polantas.

Pasalnya sebelum menggelar razia tersebut, Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman disela acara menggelar pasukan di halaman Polres setempat, memberi keterangan pers bahwa polisi tidak akan segan-segan menindak kendaraan yang memasang 26 persen stiker partai politik dan melarang mobil pribadi dilengkap forider bersirine.

Sehingga setiap kendaraan yang melanggar akan segera ditindak tegas ditempat tanpa pandang  bulu.

Akan tetapi, kenyataan yang terjadi dilapangan justru sebaliknya, malah Polantas  tampak diam terpaku dan terkesan menutup mata ketika melintas rombongan mobil pribadi yang memasang penuh stiker partai Aceh serta gambar kandidat calon wali kota.

Kejadian ini terjadi sekira pukul 17.38 wib atau tepatnya usai para polantas menggelar razia zebra di Jalan Merdeka depan kawasan taman Riyadah Kecamatan Banda Sakti.

Saat itu, rombongan petugas lantas yang masih berdiri ditepi jalan dan sedang bersiap-siap mengamankan puluhan unit sepeda motor yang terjaring razia karena melanggar aturan berlalu lintas.

Tiba-tiba saja lewatlah rombongan mobil pribadi timses yang memasang  artibut partai politik juga forider dengan mengeluarkan suara sirine tepat di depan rombongan polantas dengan kecepatan tinggi.

Sementara sebagian wartawan yang menduga akan ada aksi penertiban kendaraan yang memasang atribut partai dan gambar kandidat walikota, akhirnya terperanjat serta hanya bisa menatap nanar  kearah para polantas yang tidak melaksanakan intruksi tegas kapolres. (ZA/WA)

Banda Aceh  – Pelaksana tugas Gubernur Aceh, Seodermo mengajak masyarakat Aceh  agar memberikan  dukungan  terhadap Aceh sebagai destinasi  wisata halal terbaik dunia 2016 di ajang kompetisi World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi. 

“Saya mengajak  semua masyarakat agar melakukan  voting untuk Aceh sebagai tujuan wisata halal terbaik dunia,” kata Soedarmo, Rabu (16/11).

Dukungan masyarakat dengan melakukan voting kata Soedarmo sangat penting untuk menominasikan Aceh  sebagai tujuan wisata halal terbaik dunia 2016 dalam ajang World Halal Tourism Award 2016 yang akan berlangsung di Abu Dhabi pada Desember 2016 mendatang.

Sebagaimana  diketahui, Indonesia  mengikuti  12 kategori  dari 16 kategori  yang dilombakan dan ke 12 kategori tersebut masuk dalam putaran kedua (babak final).  12 kategori tersebut harus bersaing lagi di beberapa hari terakhir mulai 7 sampai 24 November 2016. 

Dari 12 kateori tersebut, dua di antaranya adalah Aceh, yaitu  World’s Best Airport for   Halal   Travellers   –   Sultan   Islandar   Muda   International  Airport,  Aceh   dan World’s Best Halal Cultural Destination - Aceh. 

Ayo Bersama Kita Dukung Aceh untuk mewakili Indonesia di ajang Kompetisi World Halal Tourism 2016.

Klik   Link   VOTE   di   http://bit.ly/VOTEIndonesia  dan   pilih   kategori-kategori dimana Aceh masuk dalam nominasi.

Inilah 12 nominator dari Indonesia yang masuk dalam 5 besar WHTA 2016:

1. World’s Best Airline for Halal Travellers – Garuda Indonesia
2.   World’s   Best   Airport   for   Halal   Travellers   –   Sultan   Islandar   Muda International Airport, Aceh, Indonesia
3. World’s Best Family Friendly Hotel – The Rhadana Hotel, Kuta, Bali, Indonesia
4. World’s Most Luxurious Family Friendly Hotel – Trans Luxury Hotel Bandung, Indonesia
6. World’s Best Halal Beach Resort – Novotel Lombok Resort & Villas, Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia
7. World’s Best Halal Tour Operator – Ero Tour, West Sumatera, Indonesia
8. World’s Best Halal Tourism Website –  www.wonderfullomboksumbawa.com, Indonesia
10.   World’s   Best   Halal   Honeymoon   Destination   –   Sembalun   Village   Region, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
11. World’s Best Hajj & Umrah Operator – ESQ Tours & Travel, Jakarta, Indonesia
13. World’s Best Halal Destination – West Sumatera, Indonesia
14. World’s Best Halal Culinary Destination – West Sumatera, Indonesia
15. World’s Best Halal Cultural Destination – Aceh

BANDA ACEH: Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Soedarmo mengapresiasikan Keputusan Tausyiah Majelis Permusyaratan (MPU) Aceh Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang ditetapkan pada Selasa, 15 November 2016.

Hal tersebut disampaikan oleh Soedarmo pada acara silaturrahmi bersama para ulama dan pengurus MPU Aceh di Pendapa Gubernur Aceh, Selasa (15/11).

“Tausyiah yang ditetapkan oleh MPU Aceh pada hari ini merupakan salah satu bentuk dukungan dari kalangan ulama, sebagai elemen yang paling berpengaruh di masyarakat Aceh,” ujarnya.

Soedarmo berharap tausyiah MPU itu dapat menjadi panutan bagi masyarakat dalam menentukan pilihan pemimpin masa depan sebagai penyelenggara negara yang baik dalam upaya menerapkan Syariat Islam, mewujudkan kedamaian, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat.

“Jika kita melihat kembali perjalanan sejarah Aceh, jelas terlihat kalau peran ulama sangat penting dalam mempengaruhi berbagai kegiatan di masyarakat, terutama dalam memastikan program pemerintahan berjalan dengan baik sesuai dengan ajaran Islam,” kata Soedarmo.

Menurutnya, para ulama merupakan rujukan dalam pengambilan kebijakan, karena di Aceh ulama tidak hanya sebagai pemimpin dalam kegiatan keagamaan, tapi juga pemimpin dalam kegiatan sosial.

Dalam situasi Aceh yang sedang melaksanakan Pilkada saat ini, Soedarmo berharap peran ulama dapat lebih dikedepankan untuk menyebarkan dakwah bagi pelaksanaan Pilkada yang damai, aman dan tentram, sehingga masyarakat Aceh dapat memilih pemimpin yang berkualitas.

“Jika Pilkada Aceh berlangsung sukses, Insya Allah pembangunan Aceh dalam lima tahun ke depan akan berjalan dengan lancar dan dunia luar akan kagum karena Aceh satu-satunya daerah yang menerapkan syariat Islam secara kaffah dan berhasil menjalankan pilkada dengan damai dan tenteram,” tandas Seodarmo.

Tausyiah MPU Aceh lahirkan enam butir pokok terkait pilkada

Tausyiah MPU Aceh tentang Pilkada menetapkan enam butir pokok sebagai berikut: pertama, menyerukan kepada semua warga Negara Republik Indonesia di Provinsi Aceh untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Kepala Daerah tanggal 15 Februari 2017 dengan sebaik-baiknya.

Kedua, tausyiah tersebut menyatakan bahwa setiap muslim wajib memilih orang yang bertaqwa, jujur, amanah, cerdas, berpengetahuan luas, komunikatif dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap  penerapan Syari'at Islam secara kaffah.

Ketiga, menyerukan kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, PANWASLIH, dan semua pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemilihan kepala daerah agar bertindak jujur dan adil serta menjaga ketertiban, keamanan dan kedamaian.

Keempat, MPU mengajak semua warga Negara Republik Indonesia di Provinsi Aceh untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta memelihara ukhuwah demi terpeliharanya perdamaian yang abadi.

Kelima, MPU berharap kepada para kandidat dan tim suksesnya agar tidak melakukan fitnah, politik uang, intimidasi dan hal-hal lain yang bertentangan dengan Syariat Islam.

Terakhir, dalam tausyiah MPU mengharapkan kepada para kandidat dan tim suksesnya agar menerima hasil pemilihan kepala daerah dengan penuh keikhlasan, dan apabila terjadi perselisihan agar dapat diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Acara silaturrahmi bersama para ulama se-Aceh dan pengurus MPU Aceh tersebut diiringi dengan makan malam serta dialog bersama antara Plt Gubernur dan para ulama. Turut hadir dalam acara tersebut ulama kharismatik Aceh, diantaranya Tgk H Usman bin Tgk Ali (Abu Kuta Krueng), Teungku Haji Muhammad Amin (Abu Tumin), Tgk H Muhammad Ali bin Tgk H Abdul Muthalib (Abu Paya Pasi), Tgk. H Nuruzzahri Yahya (Waled Nu), Tgk Syeikh H Waled Marhaban Adnan, Prof. Muslim Ibrahim serta beberapa ulama lainnya. (Rill)

Banda Aceh -- Plt. Gubernur Aceh, Soedarmo, berpesan kepada semua lembaga penyiaran di Aceh untuk ikut membantu pemerintah dalam menyukseskan pilkada damai. Hal tersebut, kata Soedarmo, untuk menjaga citra Aceh, sebagai daerah yang mampu menggelar pilkada yang berintegritas, damai dan bermartabat sebagaimana dua gelaran pilkada lalu, yaitu di tahun 2006 dan 2012.

"Bantu pemerintah dalam menyampaikan pesan yang dibutuhkan dan sifatnya menyejukkan
masyarakat Aceh," ujar Soedaemo saat membuka Rapat Koordinasi Komisi Penyiaran Indonesia Aceh dengan lembaga penyiaran se-Aceh tahun 2016, di Anjong Mon Mata Pendapa Gubernur Aceh, Rabu (16/11).

Komisi Penyiaran Indonesia Provinsi Aceh menggelar rakor dengan tema peran strategis
lembaga penyiaran menyukseskan Pilkada serentak di Aceh. Tema yang diangkat, kata Soedarmo sangat sesuai dengan kondisi kekinian. Apalagi, Provinsi Aceh oleh Bawaslu Pusat dikategorikan sebagai daerah rawan dalam pelaksanaan pilkada bersama Provinsi Papua dan DKI Jakarta.

"Kita tidak keberatan dengan status itu. Dengan dukungan KPI bersama seluruh lembaga
penyiaran di Aceh kita harus tunjukkan kepada pusat bahwa pilkada Aceh bukan rawan tapi
sebaliknya yaitu damai dan berintegritas, sesuai dengan yang kita harapkan," kata Soedarmo.

Soedarmo berpesan, KPI sebagai mitra pemerintah harus mengedepankan keseimbangan berita dalam setiap informasi yang disebarkan kepada masyarakat, sehingga dalam pelaksanaan pilkada nantinya, masyarakat bisa memilih dengan pertimbangan hati nurani dan rasionalisme. Jika salah dalam memilih, tentu akan berdampak negatif pada pembangunan Aceh lima tahun mendatang.

Sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, lanjut Soedarmo, para calon beserta seluruh tim sukses dan para simpatisan harus bersikap, bertutur hingga bertindak sesuai dengan cerminan ajaran Islam. Sementara kepada penyelenggara, ia meminta penindakan tegas bagi pelanggar selama gelaran pemilu.

"Selesaikan segera semua masalah termasuk koordinasi dengan aparat kepolisian sehingga kondisi Aceh bisa kondusif sampai penetapan calon terpilih.

Sementara itu, Said Firdaus, Ketua KPI Aceh, menyebutkan lembaga penyiaran di Aceh tumbuh pesat. Tercatat lebih 130 lembaga yang sudah mendapatkan izin siar. KPI adalah lembaga negara independen yang mewadahi yang bertugas menjadikan semua lembaga penyiaran sebagai sarana pendidikan dan informasi kepada masyarakat

"Kehadiran KPI sebagai mitra pemerintah dan pada rakor tahun ini kita ingin sama-sama
membuat komitmen agar pemilu sebagai pesta demokrasi berjalan dengan aman," ujar Said
Firdaus.

Sebagaimana tahapan pilkada 2006 dan 2012 lalu yang berjalan lancar, KPI menginginkan agar pilkada Februari 2017 mendatang juga lancar. Hal tersebut tidak terlepas dari pemberitaan oleh lembaga penyiaran. 

Said Firdaus berpesan, kepada semua lembaga penyiaran di Aceh untuk tidak menjadi media propoganda dan media partisan. "Kita punya peran besar dan sama-sama harus komitmen agar pilkada berjalan damai," ujarnya. "Kita ikut serta mengajak masyarakat menjadi pemilih yang cerdas."

Dalam seremoni pembukaan rapat koordinasi tersebut, Plt. Gubernur bersama Ketua KPI Aceh juga menyerahkan izin siaran kepada dua lembaga penyiaran baru di Aceh yaitu Radio as-Salam UIN Ar-Raniry dan Ubudiyah TV. (Rill)

Banda Aceh -- Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Soedarmo melantik unit satuan tugas Sapu Bersih Pungutan Liar Provinsi Aceh, di Pendapa Gubernur Aceh, Rabu (16/11). Para satgas ini, nantinya akan mengawasi pembangunan di Aceh sehingga semua bentuk pungutan liar tidak lagi terjadi.

Sordarmo berharap sejak dibentuknya Satgas Saber, tidak ada lagi pungli di Provinsi Aceh.
"Belum bekerja pun (para satgas saber), para oknum yang masih pungli sudah harus menghentikannya daripada mendapatkan temuan nantinya dan menjadi persoalan sendiri," ujar Soedarmo tegas.

Secara keseluruhan, Satgas Saber Pungli berjumlah 61 orang. Mereka dari kelompok kerja unit intilijen, kelompok kerja unit pencegahan, kelompok kerja unit penindakan, kelompok kerja unit yudikasi dan dari kelompok ahli. 

Sementara itu, ada delapan tempat yang rawan terjadinya pungutan liar yang oleh satgas saber akan diawasi secara lebih ketat. Tempat-tempat itu adalah lokasi pengurusan dan penerbitan perizinan, hibah dan bantuan sosial, kepegawaian, pendidikan, dana desa, pelayanan publik, pengadaan barang dan jasa serta tempat lainnya yang mempunyai resiko penyimpangan.

Soedarmo menyebutkan, Satgas Saber Pungli harus segera melakukan mapping dalam rangka pengawasan di tempat yang dinilai rawan. Segala bentuk pelanggaran harus segera dideteksi sedini mungkin. 

"Yang namanya pungli semakin tidak bisa dikendalikan. Kita bentuk satgas ini dalam rangka
mengurangi dan meniadakan pungli di Aceh," ujar Soedarmo. Jika pungli masih terjadi, katanya, masyarakat kecil akan sangat dirugikan. Di samping itu, pungutan liar akan menggangu mekanisme pembangunan dan investasi di daerah. (Rill)

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo bersama para prajurit TNI saat upacara di lapangan Kopassus grup 1, Serang, Banten, Minggu (30/10). Gatot menghimbau, TNI tidak akan mentolerir gerakan yang ingin memecah belah bangsa. (Liputan6.com/Helmi Affandi)
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membenarkan ada anggotanya yang ditembak mati Badan Narkotika Nasional (BNN). Anggota TNI tersebut diduga terlibat peredaran narkoba skala besar dan internasional.

"Tadi malam BNN bekerja sama dengan POM (Polisi Militer) menggerebek pengedar narkoba di Kosambi, Tangerang, Banten. Mereka melakukan perlawanan, dua orang ditembak. Satu di antaranya oknum tentara," kata Jenderal Gatot di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Gatot mengatakan pihaknya telah berkali-kali menginatruksikan untuk perang terhadap narkoba. TNI, kata Gatot, tidak mengenal rahabilitasi. Jadi, bagi prajurit TNI yang terlibat narkoba pasti ada hukuman tambahan yakni pemecatan. Hukuman ini paling tinggi karena prajurit yang bersalah harus meninggalkan lingkungan TNI.

Menurut Gatot, sangatlah bahaya jika ada TNI yang menggunakan narkoba. "Bayangkan kalau seorang pilot pesawat tempur dengan misil yang ada. Begitu dia terbang sakau, lihat mal kayak musuh, eh dia tembak," Gatot memungkasi.

BNN menembak mati 2 pengedar narkoba di Pergudangan Kosambi Blok H5, Kosambi, Tangerang, Banten. Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, mulanya petugas mencurigai sebuah mobil yang keluar dari sebuah gudang pada Selasa sore. Petugas kemudian, memberhentikan mobil itu.

"Pada saat kita lakukan penghentian, yang bersangkutan atau pengemudi mobil tersebut berusaha untuk menabrak petugas kita," kata Arman di Kantor BNN, Jakarta, Selasa, 15 November 2106 malam.

Tak berhenti di situ, ketika petugas ingin menggeledah mobil, pelaku malah mengeluarkan senjata api. Karena itu, petugas memutuskan untuk melakukan tindakan tegas.

"Oleh karena itu anggota BNN dan POM TNI melakukan tindakan tegas dan mengarahkan tembakan ke tubuh yang bersangkutan sehingga 2 orang di antaranya meninggal dunia," imbuh Arman.

Petugas kemudian menggeledah mobil Toyota Avanza bernopol B 1754 PRL hitam, petugas menemukan 40 kg narkoba jenis sabu. Tak hanya itu, petugas juga menemukan satu pucuk senjata jenis pistol.

Dihubungi terpisah, Kepala Humas BNN Kombes Slamet Pribadi mengatakan, pihaknya masih perlu mengidentifikasi jasad kedua orang yang ditembak dalam pengungkapan kemarin sore.

"Kita mau pastikan dari tes forensiknya dulu, cek identitas KTP juga," ujar Slamet saat dikonfirmasi kepada Liputan6.com, Rabu (16/11/2016).

Senanda dengan BNN, Kadispen TNI Angkatan Udara, Marsma TNI Jemi Trisonjaya mengaku sedang mendalami kasus yang diduga menewaskan anggotanya tersebut.

"TNI AU sedang mendalami itu secara internal," kata Jemi.

Sumber: Liputan6.com.

Foto: SERAMBINEWS.COM
Lhokseumawe - Seorang personil Polantas Polres Lhokseumawe berhasil menghentikan sebuah sepeda motor dengan menarik tas pengendaranya, setelah berusaha ‎kabur dari razia perdana Operasi Zebra Rencong 2016, yang digelar di depan Taman Riyadah Lhokseumawe, Rabu (16/11/2016) sore.

Pantauan Serambinews.com, sejumlah personil polisi menghentikan kendaraan yang dinilai melanggar aturan lalu lintas.

Lalu, datang satu sepmor jenis Beat yang dikendarai seorang pemuda tanpa menggunakan helm.
derPemuda tersebut menggunakan tas ransel. Saat dihentikan seorang personil Polantas, pemuda tersebut tetap jalan berupaya melewati.

Personil polisi langsung menarik tas pemuda itu. Secara spontanitas pemuda itu berhenti. Selanjutnya diarahkan ke lokasi pemeriksaan.(Seraminews.com)

Jorge Lorenzo menjadi pebalap tercepat ketiga dalam sesi pertama GP Valencia. (AFP PHOTO / JOSE JORDAN)
Sport - Jorge Lorenzo tak mengucapkan sepatah kata pun setelah menjalani tes pertamanya bersama Ducati, tim yang akan dibelanya mulai musim depan nanti. Pebalap asal Spanyol itu hanya memberikan seulas senyum pada pihak-pihak yang menantinya di paddock.

Berdasarkan kesepakatan antara Movistar Yamaha dan Ducati, Lorenzo memang tak bisa mengucapkan apapun pada media soal tesnya bersama Ducati. Hal ini dikarenakan kontrak Lorenzo dengan Yamaha baru berakhir pada Desember nanti.

Hal-hal yang tidak diucapkan Lorenzo ditunjukkan lewat kecepatannya di atas sirkuit. Lorenzo adalah pebalap dengan catatan waktu tercepat ketiga setelah Maverick Vinales dan Valentino Rossi pada sesi uji coba hari pertama di Sirkuit Valencia, Selasa (15/11).

Padahal, semula motor Ducati yang tak begitu lihai dalam menikung diperkirakan tak cocok dengan Lorenzo yang selama sembilan musim selalu menggunakan motor Yamaha.

Tes pertama Lorenzo bersama Ducati pun disambut gembira oleh Direktur Teknik Ducati, Paolo Ciabatti.

"Saya tak bisa berbicara terlalu banyak, tapi ini merupakan hari yang positif, ketika membuat start yang bagus belum tentu bisa tercipta," kata Ciabatti, seperti dikutip dari GP One.

"Jorge, setelah empat putaran pertamanya menunggangi Desmosedici, tersenyum ketika ia menuruni motor. Hal sama juga terjadi malam ini (setelah tes pertama)."

Sementara itu, koordinator tim Ducati Davide Tardozzi menyatakan bahwa timnya akan berupaya keras membuat Lorenzo nyaman.

"Kami akan berupaya untuk menempatkannya di motor dengan cara yang pantas karena ia tidak merasa menunggangi motor dengan sempurna," kata Tardozzi.

"Ini pertama kalinya ia (Lorenzo) menunggangi motor (Ducati). Kami akan coba mengusahakan yang ia inginkan besok, terutama di Sepang."

Secara keseluruhan, Tardozzi mengaku terkesan dengan peforma pebalap barunya itu di Ducati.

"Hal lain yang membuat kami kagum adalah sikap dan cara kerjanya. Secara perlahan dan perlahan ia mulai menyesuaikan diri. Setiap kali ia meminta sesuatu dan kami mengupayakan apa yang ia inginkan. Hari ini benar-benar positif," ungkap Tardozzi.(CNN)

BIREUEN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bireuen melaksanakan tes urine bagi 30 warga Desa Glee Putoh, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen pada Rabu (16/11) pagi di Meusah setempat. Tes urine yang dilaksanakan BNNK Bireuen diikuti perangkat desa dan unsur pemuda.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Narkotika Nasional (BNNK) Bireuen, Muzakir SSos mengatakan, program tes urine yang dilakukan BNNK Bireuen sebagai bentuk pengawasan BNNK Bireuen terhadap peredaran Narkoba di tingkat desa. 

“Glee Putoh salah satu desa yang dipilih BNNK Bireuen untuk dilakukan tes urine,  dari 30 warga yang mengikuti tes urine, semuanya dinyatakan negatif,” kata Muzakir usai melakukan tes urine terhadap perangkat desa dan masyarakat setempat. 

Muzakir berpesan, pemerintah Desa Glee Putoh agar segera membentuk Satgas Anti Narkoba untuk membentengi Glee Putoh dari peredaran gelap Narkoba. Kata Muzakir, Narkoba dapat menghancurkan moralitas generasi muda.

“Mari kita sama-sama menjaga keluarga dan generasi kita dari bahaya Narkoba, karena Narkoba diharamkan agama dan dimusuhi negara,” tutur Muzakir.  

Sementara Kepala Desa Glee Putoh, Zulkifli mengucapkan terimakasih atas kunjungan BNNK Bireuen sekaligus melakukan tes urine bagi masyarakat dan perangkat desa di Glee Putoh.

“Semoga, hubungan baik antara Desa Glee Putoh dengan BNNK Bireuen terus berlanjut, baik dibidang pencegahan peredaran Narkoba maupun pemberdaayan masyarakat,” tutup Zulkifli.(Rillis)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.