2019

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Antioksidan pada jamur dapat memperlambat penuaan kulit. (Foto: Dok. FreeFoodPhotos.com)
StatusAceh.Net - Kepopuleran jamur di dunia kesehatan dan juga kuliner telah dirasakan sejak berabad-abad lalu sejak era Mesir Kuno. Konon, legenda mengatakan bahwa Firaun sangat menyukai kelezatan olahan jamur. Sampai-sampai menetapkan royalti untuk jamur dan melarang rakyat jelata untuk memakannya, melansir Mother Nature Network.

Kini, produksi jamur terjadi secara masal terjadi di berbagai negara. Ada sekitar 300 hingga 2.000 jenis jamur yang dapat di makan, namun hanya sekitar 10 jamur yang ditanam secara komersial. Jamur kancing, jamur tiram, dan shiitake menjadi jenis jamur yang paling banyak diolah.

Selain rasanya yang dinilai nikmat, beberapa jenis jamur juga memberikan khasiat sehat bagi tubuh. Berikut sejumlah manfaat konsumsi jamur.

1. Lawan kanker

Jamur memiliki sifat melawan kanker. Sebuah studi tahun 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Experimental Biology and Medicine menguji lima jenis jamur yaitu maitake, crimini, portabella, tiram serta jamur kancing putih dan menemukan bahwa jenis-jenis tersebut dapat menekan pertumbuhan dan reproduksi sel kanker payudara.

Menurut pusat kanker Memorial Sloan Kettering di New York, kandungan lentinan dalam jamur shiitake juga dapat membantu memperpanjang kelangsungan hidup pasien dengan kanker bila dikonsumsi bersamaan dengan kemoterapi. Bahkan efek anti-tumor dalam jamur telah disetujui sebagai penguat imun untuk kanker lambung di Jepang sejak 1985.

"Lentinan tidak membunuh sel kanker secara langsung. Sebaliknya, ini meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang dapat membantu memperlambat pertumbuhan tumor. Lentinan juga membunuh virus dan mikroba secara langsung dalam studi laboratorium," menurut pusat kanker.

2. Tingkatkan imun

Kandungan Lentinan dan beta glukan pada jamur dapat menambah kekebalan tubuh orang sering mengonsumsinya. Beta-glukan adalah gula yang ditemukan di dinding sel jamur yang juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Lentinan bisa Anda temukan dalam jenis jamur shiitake, sedangkan beta-glukan ditemukan dalam banyak varian jamur, seperti jamur kancing.

3. Menurunkan kolesterol

Jamur merupakan bahan makanan bebas kolesterol. Tak hanya 'bebas', namun jamur juga merupakan sumber kitin dan beta-glukan, yaitu serat yang mampu menurunkan kolesterol.

Sebuah studi tahun 2012 dalam International Journal of Medicinal Mushrooms menemukan bahwa jamur tiram merah muda dapat mengurangi jumlah kolesterol total dan kolesterol buruk LDL pada tikus hiperkolesterolemia.

Jamur jenis shiitake mengandung senyawa yang membantu hati memproses kolesterol dan mengeluarkannya dari aliran darah, menurut Andrew Weil, M.D., pendiri dan direktur Pusat Pengobatan Integratif Arizona di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Arizona.

4. Tinggi vitamin B dan D

Jamur adalah salah satu dari sedikit sumber makanan yang mengandung vitamin D. Walau tubuh dapat memproduksi vitamin D melalui paparan sinar matahari pagi, namun orang-orang yang jarang terpapar bisa kekurangan vitamin ini, sehingga membutuhkan makanan yang mengandung vitamin D.

Vitamin D sangat penting bagi tubuh karena membantu tubuh menyerap kalsium dan meningkatkan pertumbuhan tulang. Sedangkan vitamin B sangat penting karena berfungsi mengubah makanan menjadi bahan bakar, memberi tubuh energi.

Jamur adalah salah satu dari sedikit sumber makanan untuk vitamin D. Vitamin D yang tinggi terdapat pada jenis jamur kancing dan criminis. Jamur criminis juga tinggi vitamin B12 yang sering ditemukan dalam produk hewani.

5. Antiinflamasi

Jamur memiliki kekuatan antiinflamasi. Josh Axe, D.N.M., seorang penulis dan ahli gizi mengatakan jamur mengandung antioksidan kuat yang disebut ergothioneine, yang membantu menurunkan peradangan di seluruh tubuh.

Khasiat ini paling banyak ditemukan dalam jamur reishi, yang telah digunakan di Asia selama ribuan tahun karena dianggap memiliki efek antiinflamasi yang sangat baik. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa jamur reishi memiliki banyak manfaat kesehatan seperti melawan penyakit, menurunkan peradangan, menekan respons alergi, serta mengurangi pertumbuhan tumor.

6. Perlambat penuaan

Dalam sebuah studi tahun 2017, tim peneliti dari Penn State University menemukan bahwa jamur mengandung banyak dua jenis antioksidan, ergothioneine dan glutathione, yang keduanya terkait dengan sifat anti-penuaan.

"Jamur adalah sumber makanan tertinggi dari dua antioksidan dan beberapa jenis jamur benar-benar memiliki keduanya," kata Robert Beelman, profesor emeritus ilmu pangan dan direktur makanan.

Jumlah antioksidan pada jamur bervariasi berdasarkan jenis. Sejauh ini pemenangnya adalah jamur porcini liar, kata para peneliti.

7. Turunkan depresi

Dalam uji klinis terpisah di Fakultas Kedokteran Johns Hopkins University dan Pusat Medis Langone University New York, 80 pasien kanker yang menderita kecemasan, depresi atau ketakutan akan kematian diberikan psilocybin, senyawa alami yang ditemukan di sekitar 200 jenis jamur.

Hasilnya, sekitar 80 persen pasien mengalami peningkatan optimisme, sosialisasi yang lebih baik, termasuk peningkatan dalam sisi spiritual. Efeknya bertahan selama periode tindak lanjut enam bulan, lapor Washington Post.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Psychopharmacology menunjukkan bahwa psilocybin pada jamur kemungkinan bermanfaat bagi orang dengan depresi atau gangguan stres.| CNN Indonesia

Kasus pencurian ban serta pelek mobil marak terjadi di Aceh (Liputan6.com/Rino Abonita)
StatusAceh.Net - Kasus pencurian ban serta pelek mobil marak terjadi di Aceh belakangan ini. Kejadiannya terbilang berantai karena terjadi dalam waktu yang tidak terpaut jauh, serta tersebar di beberapa kabupaten/kota.

Berawal dari Bireuen dan Langsa pada akhir Juni lalu, kasus serupa merembet ke Aceh Barat. Pertama menimpa seorang warga Kecamatan Samatiga pada akhir Agustus.

Pencuri kembali beraksi pada awal September. Tak tanggung-tanggung, yang digondol puluhan ban serta pelek mobil dinas Palang Merah Indonesia (PMI) yang sudah lama tidak dipakai, termasuk mobil warga yang diparkir di situ.

Pencuri leluasa melakukan aksinya karena lokasi markas lama ini terletak di pinggiran kota, dan tidak dijaga. Kabarnya pencurian tidak terjadi dalam satu malam sekaligus.

"Termasuk mobil warga yang diparkir di situ. Sadarnya, ya, baru-baru ini. Dapat laporan dari masyarakat. Kita sudah laporkan," jelas Ketua Markas PMI Aceh Barat, Teguh Wahyudi, kepada Liputan6.com, Senin malam (16/9/2019).

Pada hari yang sama, seorang warga melaporkan 4 unit ban serta pelek mobilnya raib. Mobil tersebut ia parkir di bagasi rumahnya.

Tercatat belasan kasus sudah dilaporkan ke kepolisian di masing-masing resor sejak tiga bulan terakhir. Enam kasus di Bireuen, satu kasus di Langsa, lima di Aceh Barat, empat di Pidie termasuk Pidie Jaya, dan satu kasus di Aceh Besar.

Pencuri tidak hanya mengambil ban serta pelek mobil korban. Sejumlah onderdil kendaraan seperti aki atau baterai juga ikut dipreteli.

Warga Resah

Warga Kota Langsa setidaknya bisa berlega hati. Polres Langsa berhasil mengungkap kasus pencurian ban serta pelek mobil yang terjadi pada Juni, kendati seorang pelaku masih buron.

"Seorang tersangka RPS (37) warga Desa Baro, Kecamatan Langsa Lama, berhasil diringkus. Sedangkan, satu orang lagi J (39) warga setempat masih DPO," jelas Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan, saat menggelar ekspose, Senin (16/9/2019).

Harga pelek mobil seken terbilang mahal. Bisa mencapai jutaan tergantung ukuran ring serta merek pelek tersebut, ditambah lagi ban yang sudah terpasang di pelek tersebut.

Adi (30), warga Aceh Barat mengaku resah. Ia berharap penegak hukum membentuk tim khusus untuk mencari tahu adakah broker yang bermain di dalam kasus ini.

"Agak aneh memang. Roman-romannya terorganisir. Pasti ada penadah, kan? Kayaknya ini komplotan. Ini terbilang baru. Harus serius," pinta Adi. | Sumber: Liputan6.com

,
Aceh Besar – Komandan Koramil 20/Darul Kamal Kapten Arm Usman mengajak semua komponen, baik itu dari unsur Muspika terlebih lagi masyarakat untuk sama-sama mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Darul Kamal.

Hal tersebut disampaikan Danramil di dalam kegiatan “Ngopi Bareng” dengan unsur Muspika dan masyarakat Desa Peukan Biluy Kecamatan Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar, Selasa (17/09/19).

Danramil juga mengatakan, pihaknya akan terus memberikan peringatan melalui sosialisasi tentang mengantisipasi Karhutla agar tidak membakar lahan sembarangan tanpa pengawasan pemilik lahan.

“Tidak henti-hentinya kita sampaikan sosialisasi antisipasi Karhutla kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi kejadian Karhutla di wilayah,” tuturnya.

Selain sosialisasi, tambahnya, mengansitipasi Kathula pihaknya juga secara rutin dan berkesinambungan melaksanakan patroli wilayah khususnya wilayah yang rawan terjadinya Kathula.

“Babinsa secara bergantian melaksanakan patroli wilayah dengan fokus sasaran wilayah rawan Karhutla,” ujarnya.

,
Aceh Besar – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 21/Blang Bintang Serma Mulyono melaksanakan pendampingan pertanian penyiangan tanaman padi di lahan sawah milik salah satu petani di wilayah binaan yakni di Desa Cot Geundret Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar, Selasa (17/09/19).

Serma Mulyono, kesehariannya bertugas di Desa Cot Geundret itu mengatakan, bahwa Pendampingan ini merupakan salah satu upaya dilakukan oleh para Babinsa memotivasi para petani dengan cara turun langsung ke sawah membantu petani dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional.

“Kegiatan ini terus kita lakukan mulai dari penyiapan lahan sawah, penyemaian bibit padi, perawatan tanaman hingga tiba saat padi di panen nanti,” ujarnya.

Dikatakan, mengingat di sebagian besar wilayah binaannya tanaman padi sudah mulai tumbuh dan ada yang sudah berumur 4 minggu, biasanya di masa ini sangat rawan terhadap gangguan hama seperti tumbuhan gulma.

“Masa-masa ini tanaman padi butuh perawatan yang serius agar tidak terkena gangguan tumbuhan gulma, karena jika tidak ditangani dengan serius maka akan berdampak menurunnya produksi padi,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, bahwa gulma dapat mengurangi hasil panen, karena persaingan yang terjadi antara gulma itu sendiri dan sawah, dalam ekstrasi nutrisi, penyerapan air dan cahaya matahari.

“Pentingnya kita untuk mengendalikan gulma. Pengendalian gulma bisa dilakukan dengan 2 cara yakni cara mekanik seperti di gasrok dan dicabut, ada juga dengan cara kimia yakni penyemprotan herbisida,” imbuhnya.

Banda Aceh- Pembina Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh, Dyah Erti Idawati, menilai layanan pendidikan untuk anak usia dini di Aceh terus meningkat. Hal tersebut, kata dia, akan terus diusahakan pemerintah demi menyediakan 1 PAUD 1 Gampong di  Provinsi Aceh.

"Hanya beberapa kabupaten dan kota lagi yang masih perlu kita dorong," ujar Dyah Erti Idawati saat pembukaan Apresiasi Bunda PAUD dan Gugus PAUD se provinsi Aceh Tahun 2019 di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Senin (16/9) malam.

Apresiasi Bunda PAUD, kata Dyah, diselenggarakan untuk memberikan penghargaan sekaligus memotivasi para Bunda  PAUD seluruh kabupaten dan kota agar meningkatkan kualitas kerja serta melahirkan inovasi baru dalam pelayanan PAUD di Aceh.

"Inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat anak-anak untuk bersekolah PAUD," kata Dyah.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri, mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan yang diselenggarakan oleh Bunda PAUD Aceh itu. Menurutnya, PAUD amatlah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh.

"Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar tidak hanya pada kegiatan ini saja, tapi kami juga akan mendukung program strategis lainnya untuk generasi ke depan," kata Rachmat.

Acara Apresiasi Bunda PAUD se-provinsi  tersebut diikuti oleh 37 orang peserta yang terdiri dari Bunda PAUD kabupaten/kota, kecamatan, gampong, serta gugus PAUD seluruh Aceh. Acara akan berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 16 sampai 18 September 2019.

Banda Aceh- Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan pihaknya akan menampung dan menindak lanjuti aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan serikat buruh.Terutama mengenai penyesuaian upah minimum provinsi (UMP) Aceh.

Mengenai hal tersebut, Plt Gubernur mengatakan akan menyesuaikan kebijakannya secara koperatif berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL) agar buruh di Aceh mendapatkan upah yang layak tanpa mengganggu proses investasi

“Organisasi pekerja merupakan komunitas penting di negeri ini,” ujar Nova Iriansyah saat menerima audiensi  perwakilan serikat buruh dari Aceh dan nasional di Rumah Dinasnya, Senin, (16/9) sore.

Hadir dalam pertemuan itu, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Obor Tabroni, Sekjen FSPMI Riden Hatam Azis, Ketua Aliansi Buruh Aceh Saiful Mar dan Ketua FSPMI Aceh Habibi Inseun.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan buruh menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Plt Gubernur. Di antaranya, terkait penolakan buruh terhadap kebijakan pemerintah pusat untuk merevisi undang-undang Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003, kebijakan upah yang layak, tenaga kerja asing, serta mewujudkan peraturan gubernur (Pergub) terkait tunjangan meugang dan libur peringatan tsunami Aceh.

Terkait persoalan Pergub tentang tunjangan hari meugang dan libur pada peringatan hari tsunami Aceh, Nova mengatakan setuju dan meminta kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh untuk segera menyusun draft pergub tersebut.

“Di Aceh tidak masalah lagi (Pergub meugang), tolong segera diformatkan,” kata Nova.

Sementara itu, perihal penolakan rencana revisi undang-undang nomor 13 tahun 2003, Nova menuturkan, dengan adanya penolakan dari para pekerja di Aceh, maka pemerintah Aceh akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat agar dapat dipertimbangkan kembali.

Selain itu, Plt Gubernur juga menaruh perhatian penuh terkait tenaga kerja asing illegal di Aceh. Ia menerangkan, pihaknya  melalui Disnaker akan menindaklanjuti serta melakukan pengawasan ketat terhadap tenaga asing ilegal.

“Kita juga sudah pernah melakukan sidak dan menemukan sejumlah pekerja asing di sebuah pabrik semen. Saya minta mereka di deportasi hari itu juga karena memang aturannya demikian,” kata Plt Gubernur.

Nova menambahkan, untuk memperkerjakan tenaga asing, ada sejumlah posisi yang diperbolehkan maupun tidak. Seperti, posisi penting yang kualifikasinya tidak dimiliki tenaga kerja lokal atau tenaga ahli.

Perusahaan, kata Nova, tidak boleh memperkerjakan pekerja kasar atau jabatan rendah untuk tenaga asing. Sebab, tenaga kerja di bidang tersebut masih bisa dilakukan oleh tenaga lokal.

Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur Aceh yang didampingi Kadis Mobduk Iskandar Syukri, Kadis Sosial Al hudri dan Karo Humpro Muhammad Iswanto, mengajak seluruh pekerja di Aceh untuk membangun kerjasama dan komunikasi yang baik dengan pemerintah Aceh. Hubungan yang baik tersebut diharapkan dapat meningkatkan iklim investasi di Aceh.

Banda Aceh – Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM, menaruh harapan besar kepada siswi-siswi binaan lulusan keterampilan jurusan menjahit dan aplikasi membordir pada UPTD Rumoh Sejahtera Jroh Naguna (RSJN) Dinas Sosial Aceh. Agar, para siswi tersebut dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh selama tiga bulan pelatihan di UPTD RSJN untuk menjadi pribadi yang  mandiri dalam meningkatkan taraf hidup yang lebih baik di tengah-tengah masyarakat.

“Saya berharap, dengan penguasaan keterampilan dan keahlian yang sudah kalian miliki agar dimanfaatkan untuk diri sendiri maupun orang lain di lingkungan masing-masing,” kata Alhudri saat menutup pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi remaja binaan angkatan 77 di Aula UPTD RSJN Dinsos Aceh, Banda Aceh (16/9/2019).

Menurut Alhudri, tujuan dari pelatihan keterampilan ini adalah untuk membantu Pemerintah Aceh dalam mengurangi angka pengangguran dengan membekali pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi remaja binaan sesuai dengan visi-misi Gubernur Aceh yaitu Aceh Carong.

Selain itu, pelatihan keterampilan ini untuk memberikan pelayanan dan pembinaan bagi remaja binaan agar mampu mendiri, dan mampu bersaing di dunia kerja untuk mewujudkan kehidupan yang lebih mapan di masa mendatang.

Alhudri menuturkan, UPTD RSJN merupakan salah satu tempat pembinaan yang bertujuan pada perubahan perilaku dan peningkatan kemandirian serta daya saing bagi remaja binaan yang ada di Provinsi Aceh.

“Oleh karena itu saya mengharapkan kepada anak-anak agar dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya pendidikan pelatihan keterampilan yang telah dilaksanakan secara efektif selama tiga bulan dipanti ini,” pesan Alhudri.

Sementara itu Kepala UPTD RSJN Drs Saifullah mengatakan, pelatihan keterampilan jurusan menjahit dan border aplikasi tersebut diikuti oleh 30 orang siswi, 15 orang jurusan menjahit, 15 orang lainnya jurusan bordir aplikasi, sementara para siswi direkrut dari berbagai daerah dan intansi  di Aceh, diantaranya, Drussa`adah 1 orang, UPTD Rumoh Sejahtra Aneuk Nanggro 2 orang, Kabupatan Pidie 2 orang, Kanupaten Aceh Selatan 2 orang, Kabupaten Pidie Jaya 2 orang, Kabupaten Nagan Raya 2 orang, Kabupaten Bireun 2 orang, Kabupaten Lhokseumawe 3 orang, Kabupaten Aceh Utara 2 orang, Kabupaten Aceh Barat 3 orang, Kabupaten Aceh Tengah 3 orang, Kabupaten Aceh Besar 3 orang, dan Kabupaten Aceh Timur 2 orang.

“Selama pendidikan dan praktek di lapangan, para siswi juga mendapatkan fasilitas asrama, akomodasi, transportasi, uang  saku harian, konseling, klinik kesehatan, serta ruang parktek dan ruang belajar,” katanya.

Pada penutupan pelatihan tersebut UPTD RSJN juga menyerahkan alat penunjang kerja untuk siswi-siswi lulusan tersebut, selain itu beberapa siswi juga mendapat pengharagaan sebagai siswa terbaik di bidang masing-masing. []

BANDA ACEH – Direktur Jenderal Mineral dan Batu-Bara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menghentikan sementara Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Linge Mineral Resources (LMR), sejak 25 Februari 2019, berdasarkan Surat Nomor 705/30.07/DJB/2019, tanggal 12 Maret 2019.  Hal ini dikatakan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto menanggapi aksi unjuk rasa mahasiswa di halaman Kantor Gubernur Aceh, Senin (16/9). 

Namun demikian, kata Iswanto melanjutkan, pihaknya menerima dengan baik aspirasi yang disampaikan para pengunjuk rasa dan akan menyampaikannya kepada Bapak Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Selain akan dilaporkan kepala Plt Gubernur Aceh, kata Iswanto, aspirasi para pengunjuk rasa juga akan diteruskan kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta, dan Bupati Aceh Tengah.

“Aspirasi masyarakat harus sampai kepada BKPM dan Bupati Aceh Tengah sebagai pihak yang terkait dengan perizinan dan lokasi IUP PT. LMR,” kata Iswanto.

Menurut Iswanto, IUP PT. LMR dikeluarkan oleh BKPM atas Surat Keputusan Bupati Aceh Tengah. Pemerintah Aceh sejauh ini belum mengeluarkan izin apa pun untuk PT. LMR. Karena itu, aspirasi mahasiswa perlu disampaikan kepada pejabat yang terkait langsung dengan proses IUP tersebut, katanya.

Unjuk rasa yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Aceh tersebut digelar oleh mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Bela Linge (Gerbil). Mereka menuntut Pemerintah Aceh untuk tidak memberikan rekomendasi dan izin kepada PT. LRM.

Pemerintah Aceh diminta tidak mengeluarkan rekomendasi kelayakan lingkungan, izin lingkungan, serta medesak pemerintah Aceh untuk mengambil sikap tegas menolak kehadiran PT. LMR di Aceh Tengah. Menurut para pengunjuk rasa itu kehadiran perusahaan tambang akan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan hidup di Aceh Tengah.

“Tambang akan membuat pasokan air kami berkurang, tambang hanya menguntungkan kaum kapitalis saja, masyarakat hanya mendapatkan imbasnya saja,” kata salah satu pengunjuk rasa tersebut.

Para pengunjuk rasa diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh M. Jafar, Kepala Biro Humas dan Protokol Muhammad Iswanto, Kepala Biro Hukum Amrizal J Prang, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aulia Sofyan, Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani, dan unsur SKPA terkait, antara lain dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, Said Faisal.

Para pengunjuk rasa menolak berbicara dengan pejabat Pemerintah Aceh tersebut. Mereka meminta untuk bertemu langsung dengan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.  Meski sempat diwarnai aksi dorong mendorong antara pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian dan personil Satpol PP—mereka ingin masuk Gedung Setda Aceh—namun akhirnya mereka membubarkan diri sekira pukul 15.00 wib []

Tentara Jepang dan Gubernur Sumatra, Teuku Mohammad Hasan. Ilustrasi: Nando/Historia.
SUATU hari seorang opsir Jepang datang tergesa-gesa menghadap Gubernur Sumatra Teuku Mohammad Hasan. Dia menyampaikan pesan Panglima Tentara Jepang di Pematang Siantar. Isinya, mendesak Hasan supaya meninjau Kota Langsa karena keadaan sangat genting: akan terjadi pertempuran antara pihak militer Jepang dengan para pejuang Indonesia.

“Mengingat kepentingan keamanan umum dan kepentingan negara, maka desakan Jepang ini saya setujui,” kenang Hasan dalam memoarnya Mr. Teuku Hasan dari Aceh ke Pemersatu Bangsa.

Pada 29 Desember 1945, rombongan Hasan berangkat menuju Langsa. Setengah perjalanan tibalah di Kuala Simpang. Hasan menemui pimpinan tentara Jepang, Mayor Jenderal Sawamura. Laporan Sawamura menyebutkan kejahatan orang-orang Langsa. Mereka telah merampas senjata milik Jepang. Padahal, tentara Jepang telah menyerahkan senjatanya kepada TKR, pimpinan Letkol Bachtiar. Selain itu, TKR merampas pula obat-obatan, uang, beras, pakaian, makanan, kendaraan dan kendaraan Jepang.

Perampasan yang terjadi membuat tentara Jepang siap siaga menggempur Langsa. Moncong meriam telah diarahkan. Sawamura menuntut senjata yang dirampas dikembalikan. Hasan meneruskan perjalanannya ke Langsa. 

Tiba di Langsa, Hasan bertemu dengan T. Hasan Ibrahim, pemimpin laskar rakyat. Dari Ibrahim didapati keterangan tentang tindakan Jepang yang kejam dan kasar. Makanya rakyat Aceh dari seluruh penjuru berduyun-duyun ke Langsa. Bersenjatakan tombak, rencong, bambu runcing, mereka hendak menggempur tentara Jepang.

Pada 30 Desember 1945, diadakanlah rapat antara Gubenur Sumatra dengan pemuka rakyat bertempat di rumah asisten residen. Sepanjang jalan dipenuhi oleh laskar rakyat yang membawa aneka senjata tajam. Mereka berjalan sambil melantunkan kalimat syahadat dan ayat-ayat Al- Qur’an.

“Keadaan suasana waktu itu sangat seram dan tegang, seolah-olah hendak menyerbu saja tentara Jepang yang kejam itu,” kata Hasan.Setelah dengar pendapat, Hasan berkesimpulan pertempuran dengan Jepang buang-buang tenaga dan waktu.

Tengah hari, Hasan berangkat dari Langsa menuju Kuala Simpang untuk berunding dengan Sawamura. Reaksi Sawamura tidak disangka-sangka. Dia tetap bersikukuh agar senjata Jepang dikembalikan. Sawamura lantas memanggil opsir-opsirnya dan memberikan perintah. Seorang kolonel yang bertugas sebagai penerjemah memberi tahu Hasan bahwa Sawamura marah. Ultimatum dilontarkan: besok pagi pukul 6 meriam-meriam akan ditembakan ke Kota Langsa sampai hancur. Hasan melobi pihak Jepang untuk mengulur waktu. Waktu tambahan diberikan hingga pukul 12 untuk pengembalian senjata.

Kembali ke Langsa, Hasan bertindak cepat. Dia meminta komandan TKR dan kepala polisi setempat untuk mencari beberapa pucuk senapan rampasan, lalu menyerahkannya langsung kepada Sawamura. Hasan juga membujuk Hasan Ibrahim agar menyerahkan senjata yang dirampas oleh para laskar. Mendengar anjuran Hasan, Ibrahim menyadari bahaya yang akan menimpa Kota Langsa. Dia berjanji menyerahkan beberapa pucuk senjata kepada Hasan untuk dikembalikan kepada pihak Jepang.

Pagi hari, tanggal 31 Desember 1945, sudah terkumpul puluhan pucuk senapan di kediaman Hasan. Pukul 9 pagi, semua barang itu diantar oleh staf Hasan, Abdul Xarim MS ke Kuala Simpang. Sebelum jam 12, sampailah senjata rampasan itu kepada pihak Jepang. Kepada rakyat di Langsa, Hasan memberi penjelasan tentang keputusannya untuk mengembalikan senjata rampasan. Maka terhindarlah Kota Langsa dari amukan balatentara Jepang.

Sumber: Historia

ACEH UTARA - Nasib tragis dialami tuan rumah JVC Blang Dalam Baroh di laga hari kedua babak delapan besar Open Turnament VolleyBall Muspika Nisam Cup Tahun 2019 yang berlangsung Senin (16/09/2019), di Lapangan JVC Blang Dalam Baroh Kecamatan Nisam.

Bermain dihadapan pendukungnya sendiri JVC yang mengandalkan Dek Ban, Faizal, Herman, Panyang, Beng-Beng dan Zakir tidak bisa berbuat banyak, permainan mereka di imbangi  oleh Halilintar Vc SP. Rambong Kecamatan Nisam Antara, yang menurunkan pemain jemputan dari Kabupaten Bener Meriah dan Takengon, seperti : Ariga, Jekan, Arsad Yani, Musfika dan Tosser handal Leyonaldi.

Tuan rumah JVC harus mengakui keunggulan Halilintar Vc 3-2, lewat permainan ketat lima set. 

Jalannya Pertandingan
Pada set pertama, JVC lewat permainan taktis dan variasi serangan yang di akhiri oleh smesh keras Faizal dan Herman , mereka menguasai set pertama. Sedang pemain Halilintar Vc berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan, sambil membaca taktik JVC. Dan JVC mengakhiri set ini dengan point yang mencolok yaitu 25-16. 

Di set kedua, Halilintar VC bangkit, mengandalkan passing-passing sempurna, dan sodoran tosser berpengalaman Leonaldi, mereka memperagakan variasi permainan yang cantik, di akhiri oleh smeshan keras Yani dan Arsad. Walau perolehan point sangat ketat, set kedua dimenangkan oleh Halilintar VC dengan point 25-21.

Set ketiga kembali dikuasai oleh tuan rumah JVC, nampak mereka tidak mau dipermalukan dihadapan pendukungnya sendiri, mengadalkan pengalaman Herman, dan smeshan keras Zakir, mereka merebut set ketiga dengan perolehan point 25-18. Dan unggul sementara 2-1.

Set keempat adalah set yang paling menguras tenaga kedua Tim, JVC bertekad mengakhiri perlawanan Halilintar VC, namun yang terjadi dilapangan sebaliknya. Halilintar VC merubah taktik permainan, dengan mengajak JVC bermain reli-reli panjang. Dan beberapa kali reli panjang ini terjadi dimenangkan oleh Halilintar VC.  Set keempat ini dimenangkan oleh Halilintar dengan point 25-21.

Perolehan Skore 2-2, membuat pertandingan dilanjutkan set kelima. Mendapatkan titik lemah pemain tuan rumah JVC, membuat pemain Halilintar VC lebih siap di set kelima ini. Sempat terjadi kejar mengejar point, namun ketenangan dan dwi fortuna berpihak kepada Halilintar. Mereka memimpin perolehan point, seolah bermain dikandang mereka sendiri. Set ini mereka menangkan dengan point15-11. Dan mereka mengubur mimpi tuan rumah JVC untuk menjuarai turnament ini.

Kemenangan 3-2 atas tuan rumah JVC, memastikan langkah Halilintar VC melangkah ke babak semifinal menyusul Meucat Vc yang telah duluan menjejakkan kaki.

Pertandingan antara tuan rumah JVC berhadapan dengan Halilintar VC disaksikan langsung Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Aceh Utara, Bapak Mawardi. Diakhir pertandingan beliau mengaku sangat bangga kepada masyarakat Nisam umumnya, dan Panitia Pelaksana khususnya, atas pelaksanaan open tournament volleyball Muspika Nisam CUP, yang berlangsung aman, nyaman dan sangat menghibur. Dan momentum ini beliau harapkan bisa menjadi tempat anak muda berbakat dalam permainan voli menunjukkan kempuannya, begitu ujar Bapak Mawardi.

Pertandingan Hari Ketiga Babak Delapan Besar, Senin  (16/09/2019)
Akan saling berhadapan Trisakti VC Blang Mangat Kota Lhokseumawe dengan Raja VC Sp.3 Kuta Makmur.(Taju)

Puluhan masyarakat dari berbagai organisasi pemuda bangkit bersatu mendatangi pihak PT. PIM sekira pukul 17.00 WIB, Senin (16/09/2019) untuk menuntut hak hibah aset  AAF.  Kedatangan rombongan masyarakat disambut baik oleh Bagian Humas PT. PIM untuk menggelar pertemuan dan rapat. Foto: Ist
Dewantara - Sebanyak 26 organisasi pemuda dan masyarakat yang tergabung dalam Forum Pemuda Dewantara (Forpemda) berdelegasi ke kantor PT. PIM di Krueng Geukuh Kecamatan Dewantara, Aceh Utara untuk menuntut hak hibbah aset AAF yang telah dibeli perusahaan pupuk tersebut,  Senin (16/9/2019).  

Ketua Forpemda T. Saifuddin kepada media ini mengatakan pihaknya tidak suka melakukan aksi demo untuk meminta hibbah tetapi mereka datang dengan persuasif untuk menuntut hak hibah aset AAF yang kini menjadi milik Pt. PIM. 

"Hal ini sesuai permen no. 2, permen no. 93 tentang tata cara tender dan merujuk pada permen no. 89/KMK/013/91. Isinya pada pasal empat ada aturan menyangkut hibbah.  Makanya kami kecewa dengan AAF yang tak menghibah sebagian asetnya untuk masyarakat, " ujarnya.  

Menurut
Saifuddin,  dalam pertemuan itu melahirka sejumlah tuntutan yakni  meminta pertemuan dengan pihak managemen Pt. PIM, meminta aset AAF berpindah tangan dengan cara dihibahkan kepada masyarakat Kecamatan Dewantara dan tidak boleh dihibah untuk Yayasan Koperasi Karyawan (YKK).
 
"Kami akan menunggu satu minggu untuk bisa dipenuhi semua notulen.  Bila tidak, maka kami akan tempuh secara diplomasi termasuk rapat akbar agar dapat Hibbah tersebut, " terangnya.  

Sementara itu,  Manager Humas PT. PIM Nasrun membenarkan adanya pertemuan dengan unsur masyarakat dari lingkungan AAF.  Mereka ingin melakukan audiensi dengan direksi.  

"Kedatangan mereka hanya ingin memastikan statusnya selaku warga lingkungan AAF yang telah dibeli PT. PIM. Mereka ingin tahu,  apakah masih berstatus sebagai warga binaan atau tidak, " paparnya. 

Tambahnya, "Namun semua yang ingin diketahui mereka tentu jawabannya tergantung keputusan atasan direksi Pt. PIM yang akan menentukan,".

Aceh Timur – Revolusi industri 4.0, menuntut koperasi dan para pelaku usaha untuk menguasai dan memanfaatkan teknologi, baik dalam tahap produksi maupun pada sistem promosi dan pemasaran.

Pesan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua TP PKK Aceh Dyah Erti Idawati, kepada awak media usai menghadiri peringatan Hari Koperasi ke-72 tingkat Aceh, di Halaman Kantor Bupati Aceh Timur, Senin (16/9/2019) pagi.

“Dunia berubah sangat cepat. Revolusi industri 4.0, menuntut koperasi dan masyarakat yang selama ini bergelut di industri kreatif dan para pelaku usaha untuk menguasai dan  memanfaatkan teknologi, baik dalam proses produksi, promosi maupun sistem pemasaran. Jika tidak, maka kita akan tergerus zaman,” ujar Dyah Erti.

Untuk diketahui bersama, selama ini Dyah Erti sangat giat mempromosikan produk kerajinan asli Aceh ke berbagai kegaiatan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dekranasda Aceh ini, kerap melakukan kunjungan ke Dekranasda kabupaten/kota, untuk mengkampanyekan pemanfaatan Teknologi Informasi dalam proses pemasaran produk.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wildan selaku Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, mengajak insan koperasi untuk mempersiapkan diri menghadapi era revolusi industri 4.0, dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai alat penunjang untuk meningkatkan kinerja.

“Melalui peringatan Hari Koperasi ini, saya mengajak seluruh insan koperasi untuk mempersiapkan diri menghadapi era revolusi industri 4.0. Mari kita manfaatkan ketersediaan teknologi digital yang ada dalam menjalankan koperasi. Manfaatkanlah teknologi sebagai alat untuk meningkatkan kinerja usaha,” imbau Nova.

Plt Gubernur juga mengimbau agar koperasi memanfaatkan platform online, dan menjadikan media sosial sebagai media pelayanan anggota dan bisnis. Atau, memakai platform e-commerce untuk berjualan, bahkan membuat toko online atau online store sendiri.

“Saya yakin, dengan keinginan dan semanagat untuk berubah, koperasi mampu memanfaatkan platform online dan membuat online store sendiri. Untuk itu, diperlukan kreativitas dan inovasi dalam diri setiap pengurus koperasi,” ujar Plt Gubernur.

Dalam kegiatan tersebut Pemerintah Aceh juga mengapresiasi beberapa Koperasi Aceh yang sudah menunjukkan prestasi dan diperhitungkan di tingkat nasional bahkan internasional, seperti.

Sebagaimana diketahui, Ridwan Husin selaku Ketua Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan Aceh Tengah, dianugerahi penghargaan Satya Lencana oleh Presiden RI. Koperasi yang fokus pada penjualan Kopi ini dinilai berhasil menggerakkan dan memajukan koperasi di Aceh Tengah.

Selain itu, Pemerintah Aceh juga mengapresiasi Koperasi Ketiara, Koperasi KINA di Aceh Barat, dan Koperasi Serba Usaha Wangi Sari Selamat Jaya (Wassalam). Masing-masing koperasi ini bergerak di bidang perkebunan, menghasilkan kopi, minyak nilam, dan kelapa sawit.

Pemerintah Aceh juga mengapresiasi Puskop Kartika Iskandar Muda. SHU koperasi ini cukup besar, yaitu mencapai Rp1,8 M. Nova meyakini, pencapaian-pencapaian yang diraih beberapa koperasi ini tentu melalui berbagai proses dan kerja keras. Ini merupakan capaian yang luar biasa dan layak dicontoh oleh koperasi lainnya di Aceh.

Pada Hari Puncak Koperasi ke-72 ini, Pemerintah Aceh juga akan memberi penghargaan kepada 15 koperasi yang dianggap sukses menjalankan usahanya. Beberapa di antaranya bahkan telah mendapat penghargaan secara nasional yang disampaikan saat peringatan Hari Koperasi (12/7) lalu. Beberapa di antaranya adalah Kokarlin Banda Aceh dan Puskop Kartika Iskandar Muda.

Pendampingan dan Pembinaan Koperasi Pasif
Dalam sabutannya, Nova mengingatkan kepada dinas dan pihak terkait untuk melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap koperasi yang tidak aktif. Berdasarkan data, dari total 6 ribuan unit koperasi yang tersebar di Aceh, hanya 69 persen saja yang aktif.

“Ini menandakan masih ada koperasi yang perlu mendapatkan pembinaan dan didampingi secara intens agar usahanya berkembang dan maju. Selain itu, perlu dilihat kembali apa penyebab mandegnya, sehingga bisa segera dicarikan solusi agar dapat aktif lagi.”

Namun di sisi lain, Nova menyayangkan minimnya koperasi yang melaksanakan sistem syariah.  Hingga saat ini, hanya ada puluhan koperasi yang menjalankan sistem syari’ah. Padahal, Pemerintah Aceh telah mengeluarkan regulasi yang mengatur tentang lembaga keuangan syariah.

“Sangat jauh jumlahnya jika dibandingkan dengan koperasi yang menjalankan sistem konvensional. Saya mengajak kita semua mendukung pelaksanaan sistem syariah di koperasi. Para pengurus koperasi yang masih menjalankan sistem konvensional sudah waktunya mempersiapkan diri untuk menerapkan sistem syariah, sesuai tuntunan Quran dan Sunnah,” imbau Nova.

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga memberikan santunan kepada 100 anak yatim. Usai acara, Wakil Ketua TP PKK Aceh didampingi Bupati Aceh Timur dan Ketua TP PKK Aceh Timur meninjau sejumlah stand kabupaten/kota yang berjajar rapi di Halaman Komplek Perkantoran Pemkab Aceh Timur.

TEHERAN - Iran menyatakan siap perang melawan Amerika Serikat (AS). Ini disampaikan Kepala Divisi Kedirgantaraan Garda Revolusi Iran (IRGC), Amirali Hajizadeh. Pernyataan itu datang setelah adanya serangan terhadap dua kilang minyak Arab Saudi, di mana AS menuding Iran sebagai pelakunya.

Hajizadeh mengatakan, Iran dapat dengan mudah menyerang seluruh pangkalan AS yang berada di kawasan. Dia mengungkapkan, seluruh pangkalan dan kapal induk AS di kawasan berada di dalam jarak tembak rudal Iran.

"Semua orang harus tahu bahwa semua pangkalan Amerika dan kapal induk mereka, pada jarak hingga 2.000 kilometer di sekitar Iran, ini berarti mereka berada dalam jangkauan rudal kami," ucap Hajizadeh.

Hajizadeh, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (15/9), kemudian mengatakan bahwa militer Iran siap untuk menargetkan dua pangkalan AS dan satu kapal induk jika terjadi konflik bersenjata.

"Pangkalan Al-Udeid di Qatar, pangkalan az-Zafra di Uni Emirat Arab (UEA) dan kapal induk AS yang berada di Teluk Oman akan menjadi sasaran jika Washington mengambil tindakan militer," tukasnya. | Sindonews

Pembalap Repsol Honda Marc Marquez menjadi yang tercepat dalam lomba MotoGP San Marino 2019, Minggu (15/9/2019) malam WIB/Foto/Crash.net
MISANO - Pembalap Repsol Honda Marc Marquez menjadi yang tercepat dalam lomba MotoGP San Marino 2019. Si Bayi Alien -julukan Marquez- mencatat waktu 42 menit 25,163 detik untuk menyudahi perlawanan pembalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha) di lap pamungkas.

Tampil di Sirkuit Misano World Circuit Marco Simoncelli, San Marino, Minggu (15/9/2019) malam WIB, Quartararo memimpin sebagian besar balapan, meskipun dibayangi Marquez, yang akhirnya menyerang pada awal putaran terakhir.

Marquez kemudian melewati Quartararo untuk kedua kalinya, namun pembalap asal Prancis itu menutup kembali, dan hampir memotong roda belakang Marquez di Turn 14. Marquez akhirnya menang setelah melakukan gerakan berani di T8 untuk melewati Quartararo yang tertinggal 0,903 detik dari Marquez. Ini kemenangan ketujuh Marquez musim 2019, atau ke-77 di semua kelas.

"Jujur, kemarin adalah motivasi ekstra, dorongan ekstra untuk balapan," kata Marquez, merujuk pada lomba kontroversial dengan bintang balap Italia Valentino Rossi di kualifikasi, seperti dilansir Crash.net.

"Di sektor terakhir saya bertahan, menutup tikungan. Sangat menyenangkan menang di Italia, tetapi juga sangat bagus memiliki keunggulan bagus di kejuaraan," ujar Marquez yang memimpin kalsemen pembalap dengan 93 poin.

Maverick Vinales (Monster Yamaha) yang start dari posisi pole harus puas di tempat ketiga setelah tertinggal 1,636 detik. Dia mengasapi rekan setimnya asal Italia Valentino Rossi yang finis di urutan keempat (+12,660 detik).

Hasil lomba MotoGP Grand Prix San Marino 2019, Minggu (15/9/2019)

Pos Rider Kebangsaan Tim Waktu/Perbedaan
1 Marc Marquez SPA Repsol Honda (RC213V) 42m 25.163s
2 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha (YZR-M1)* +0.903s
3 Maverick Viñales SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.636s
4 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) +12.660s
5 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha (YZR-M1) +12.774s
6 Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP19) +13.744s
7 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Factory (RC16) +20.050s
8 Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* +22.512s
9 Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) +26.554s
10 Danilo Petrucci ITA Ducati Team (GP19) +31.456s
11 Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) +32.388s
12 Aleix Espargaro SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) +34.477s
13 Tito Rabat SPA Reale Avintia Ducati (GP18) +35.325s
14 Jorge Lorenzo SPA Repsol Honda (RC213V) +47.247s
15 Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) +62.280s
16 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* +67.831s
17 Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) +84.666s
18 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) +1 lap

Jakarta - Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di KM 36+600 Tol Jagorawi, hari ini Minggu 15 September 2019. Akibat dari peristiwa itu, tiga orang meninggal dunia dan enam lainnya menderita luka.

Dalam tayangan yang beredar di media sosial, tampak beberapa korban posisinya terkapar di luar kendaraan. Mobil polisi sudah terparkir di tempat kejadian, dan petugas sibuk mengamankan situasi.

Menurut keterangan dari Marketing and Communication Department Head PT Jasa Marga Regional Jabodetabek dan Jabar, Irra Susiyanti, kecelakaan itu dialami oleh mobil dengan pelat nomor F 1196 DH.

“Penyebab kecelakaan adalah pecah ban belakang, sehingga kendaraan oleng dan terguling,” ujarnya melalui keterangan resmi.

Irra menjelaskan, kendaraan penumpang jenis Suzuki APV itu awalnya berangkat dari Bogor menuju Jakarta. Mobil dikendarai oleh Josni Jafet Tigor, dan diisi oleh delapan penumpang.

Tiga orang korban meninggal dunia langsung dibawa ke RSUD Ciawi, lima orang yang dibawa ke RS EMC Sentul merupakan tiga orang luka berat dan 2 orang luka ringan, serta satu orang luka berat di bawa ke RS Bina Husada Cibinong.

Sementara itu, Petugas Layanan Jalan Tol Jasa Marga dan Patroli Jalan Raya melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar tempat kejadian. Pada pukul 09.15, kondisi lalu lintas yang tadinya macet, sudah kembali normal. | Viva

Banda Aceh - Aroma tak sedap dalam proses pengadaan barang/jasa di Aceh Selatan mulai tercium semerbak menjelang 1(satu) tahun kemimpinan Azwir-Amran (AZAM) di daerah yang disebut-sebut negeri pala itu. Aroma itu berasal dari ruang Unit Kegiatan pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Aceh Selatan.

Menurut aktivis Mahasiswa asal Aceh Selatan, Muhammad Hasbar Kuba, adanya dugaan pengaturan proyek secara sistematis, terstruktur dan masif di Aceh Selatan seakan sudah menjadi menjadi rahasia umum. Namun, sinyal terkait hilangnya persaingan sehat dalam proses pengadaan barang dan jasa ini masih terus dipantau kebenarannya.

"Sejauh ini masih terus dipantau, apakah pengaturan proyek yang mengarah kepada tindak pidana KKN secara terstruktur, sistematis  dan masif ini benar adanya. Tentu akan terus kita pantau agar tidak mengarah kepada tindak pidana KKN dan merusak prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa yang telah diatur dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018," ungkap Muhammad Hasbar Kuba yang juga merupakan pengurus Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) di Banda Aceh, Minggu (15/09/2019).

Hasbar juga mengumpamakan persoalan aroma tak sedap ini ibarat kentut. "Sinyal KKN dalam pengadaan barang/jasa di bumi pala saat ini, ibarat kentut, aroma tak sedapnya telah merebak di Kalayak umum namun kita belum tau siapa yang sedang kentut ini, apalagi untuk membuktikan bentuk kentut itu, tentunya perlu proses membuktikannya secara rinci," jelas Hasbar.

Setidaknya ada 3(tiga) indikasi pelanggaran serius yang menjadi modus operandi dan mesti dicek lebih dalam oleh pihak penegak hukum dan lembaga yang profesional di bidang  pengadaan barang/jasa. " Yang pertama yakni terkait isu bahwa setiap paket pekerjaan di Aceh Selatan yang di tayang pada LPSE kabupaten tersebut sudah duluan ditentukan pemenangnya. Dan perusahaan yang ingin dimenangkan itu dokumen penawarannya dibuat oleh "orang dalam". Serta yang ketiga, jika perusahaan yang disiapkan "orang dalam" itu kalah saing maka tender akan dibatalkan dengan dalih tidak ada penyedia yang lewat evaluasi. Persaingan tidak sehat yang sudah membabi buta dan bertentangan dengan prinsip pengadaan barang/jasa yang termaktub dalam pasal 6 Perpres Nomor 16 Tahun 2018 ini pula yang diduga menjadi alasan kuat kenapa sangat sedikit pengusaha yang berani ikut dalam tender di Aceh Selatan. Dapat dilihat di LPSE Aceh Selatan, mayoritas pekerjaan hanya berani diikuti oleh satu-dua perusahaan saja, yakni bisa jadi perusahaan yang sudah disiapkan sebagai pemenang," bebernya.

Hasbar juga menyebutkan salah satu hasil pantauan pihaknya dalam pekerjaan pengadaan Meubelair pada Puskemas Pembantu.

"Tender tersebut sudah dua kali dilakukan dan dinyatakan gagal dengan dalih tidak ada peserta yang lulus. Lalu dihari yang sama dilakukan tender kembali untuk ketiga kalinya. Sehingga menjadi tanda tanya apa yang menjadi dasar hukum Pokja melakukan tender sebanyak 3 kali? sementara di dalam Perpres 16 Tahun 2018 dan Lampiran Perlem LKPP Nomor 9 Tahun 2018 disebutkan hanya sekali yang namanya tender ulang. Berikutnya apakah proses tender ulang yang dilakukan dihari yang sama pada saat pembatalan itu sudah ada persetujuan Pengguna Anggaran(PA) jika tidak, maka Pokja berpotensi telah menyalahgunakan kewenangan dan melanggar aturan," jelasnya.

Jika mengacu kepada Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pasal 51 ayat 10 dan lampiran Perlem LKPP Nomor 9 Tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa melalui penyedia, maka semestinya Pokja ULP setelah disetujui PA/KPA seharusnya melakukan penunjukan langsung bukan malam melakukan tender hingga 3x, karena berpotensi menabrak aturan. Jika dilihat waktu pelaksanaan kegiatan yang sudah memasuki akhir triwulan ketiga, sementara kebutuhan puskesmas pembantu ( Pustu) untuk peningkatan sarana dan prasaran tidak bisa ditunda. Apalagi, pelayanan kesehatan adalah prioritas pemerintahan AZAM yang termaktub dalam visi misi dan RPJM Kab. Aceh Selatan 2018-2023.

Menurut Hasbar, Pokja juga lupa, di dalam dokumen pemilihan telah tertera : "Sebelum melaksanakan tindak lanjut Tender gagal, Pokja Pemilihan atau Pokja Pemilihan pengganti (apabila diganti) melakukan reviu atas penyebab Tender gagal. Hasil reviu atas penyebab Tender gagal menjadi dasar untuk melakukan perbaikan dalam melaksanakan tindak lanjut Tender gagal." Dalam hal ini lelang ke - 1,2 dan 3 syarat teknis, administrasi dan kualifikasi nya sama tidak ada perubahan kecuali waktu pelaksanaan yang disesuaikan. Sehingga, hal ini makin menguatkan dugaan "perusahaan yang diunggulkan kalah dalam persaingan, lalu tender dibatalkan".

Pihaknya berharap, menjelang setahun pemerintahan AZAM ini, bau kentut yang busuk itu tidak terus dibiarkan merebak dan merusak. "Pemerintah Aceh Selatan harus segera berbenah, jangan sampai justru menjadi organ yang memilahara aroma tak sedap ini. Begitupun pihak penegak hukum di Aceh Selatan harus tegas menindaklanjuti pelanggaran aturan dan penyelewengan, jangan dibiarkan begitu saja. Jangan sampai penegak hukum dibeli oleh para mafia. Segera bongkar dan tindak tegas para pelaku pelanggaran tersebut agar publik tak menilai bahwa penegak hukum juga ada di belakang bau busuk itu," harap Mahasiswa FH UIN Arraniry itu.(Rill)

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meramaikan kegiatan sepeda santai Minggu pagi (15/9), di Lapangan Blang Padang. Usai melepas peserta Gowes, Nova dan beberapa pejabat Forkopimda lainnya ikut mendayung sepeda bersama sekitar 10 ribu pesepeda lain mengitari jalanan kota Banda Aceh.

Nova yang mendayung bukan dari dari garis start urutan depan bahkan berhasil finish pertama kali. Di belakang Nova kemudian menyusul Kasdam Iskandar Muda, Achmad Daniel Chardin dan Wakapolda Aceh, Supriyanto Tarah. Hampir setengah jam kemudian baru peserta umum dan Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, masuk garis finish di Lapangan Blang Padang. 

Nova mengatakan, partisipasi ribuan masyarakat ini menandakan masyarakat Aceh mulai menganut pola hidup sehat. "Pola hidup sehat harus menjadi jati diri masyarakat Aceh," kata Nova. Ia berharap gowes yang diselenggarakan dalam rangka ulang tahun Bank Aceh Syariah ke 46 itu bisa menjadikan Bank Aceh bertambah maju.

Plt Gubernur mengatakan, Olahraga yang rutin seperti mendayung sepeda bisa membuat masyarakat terhindar dari paparan narkoba. Karena itu, ia sangat mendukung kegiatan yang digelar bank milik masyarakat Aceh itu. 

Tak dapat dipungkiri, salah satu yang menjadi pemikat masyarakat untuk ikut kegiatan gowes adalah hadiah yang ditawarkan. Bank Aceh bahkan menyediakan hadiah bagi ratusan peserta yang kuponnya terpilih dalam undian. 

Dalam kegiatan sepeda santai Minggu tadi, Bank Aceh menyediakan hadiah utama berupa satu tiket umrah, di samping dua unit sepeda motor dan 10 unit sepeda. Tak hanya itu, ada puluhan hadiah lain dan juga tabungan dari Bank Aceh Syariah. Belakangan, atas permintaan Plt Gubernur, hadiah umrah ditambahkan satu lagi, yaitu diberikan pada keluarga/pasangan yang mendapatkan hadiah utama tersebut. 

"Usul saya hadiah umrah jangan berikan pada satu orang. Berikan juga kepada pendamping pemenangnya," kata Nova. 

Sementara itu, Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman, mengatakan kegiatan gowes tersebut merupakan puncak dari kegiatan ulang tahun Bank Aceh Syariah ke 46. Kegiatan serupa sebelumnya juga dilaksanakan di beberapa daerah lainnya di seluruh Aceh. 

"Acara gowes ini rutin kita selenggarakan di samping kegiatan sosial lainnya," kata Haizir. 

Haizir mengatakan, dalam kegiatan itu Bank Aceh bekerja sama dengan PMI juga menyelenggarakan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis oleh ACT. Bagi seluruh pendonor darah, Bank Aceh Syariah juga memberikan hadiah khusus. []

Banda Aceh –Kamar Dagang dan Industri atau Kadin adalah tandem Pemerintah Aceh. Oleh karena itu, Kadin diharapkan dapat bekerja sama dengan Pemerintah Aceh, dalam upaya menekan angka kemiskinan dan inflasi yang masih tinggi di Bumi Serambi Mekah.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah kepada awak media, usai membuka secara resmi Rapat Pimpinan Provinsi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh yang dirangkai dengan pelantikan Pengurus KADIN Aceh, masa bakti 2019-2024, di Anjong Mon Mata, Sabtu (14/9/2019) malam.

“Saya minta Kadin untuk menjadi tandemnya Pemerintah Aceh. Mah-mudahan apa yang saat ini dikerjakan oleh Pemerintah Aceh harus juga menjadi pekerjaan Kadin. Mulai malam  ini, mari kita sama-sama bekerja untuk menghadirkan kesejahteraan rakyat Aceh, terutama untuk memperbaiki angka  indikator makro ekonomi kita yang masih belum bagus, yaitu kemiskinan, inflasi dan lain-lain,” ujar Nova.

Sementara itu, dalam sambutannya Nova mengajak Kadin untuk segera melakukan pembenahan dan mulai bekerja bersama Pemerintah Aceh. “Usai pelantikan malam ini, saya berharap tidak ada jeda. Mulai besok seluruh jajaran Kadin Aceh sudah mulai bekerja.”

Nova juga mengingatkan, sesuai dengan amanat Undang-undang, Kadin adalah organisasi payung bagi dunia usaha Indonesia. Hal tersebut tertuang dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1987.

“Undang-Undang Kadin mengamanatkan agar organisasi ini menjalankan fungsi dan perannya sebagai mitra pemerintah, khususnya dalam membantu pembangunan dan meningkatkan pemerataan perekonomian bangsa demi mewujudkan dunia usaha yang sehat dan tertib.

Oleh karena itu, Kadin dituntut kritis terhadap isu-isu ekonomi yang berkembang agar langkah perbaikan dapat terus dilakukan. Salah satu isu penting yang perlu mendapat perhatian Kadin adalah penguatan usaha lokal, khususnya sektor UKM dan UMKM.

Menurut Nova, sektor ini layak dikembangkan, sebab UKM dan UMKM sangat berperan dalam mendukung pergerakan ekonomi daerah.

Nova menegaskan, bahwa Pemerintah Aceh terus berupaya melakukan peningkatan sektor swasta di Aceh. oleh karena itu, Kadin selaku wadah pengusaha Aceh, diharapkan berperan mendukung misi penguatan investasi ini. Pengurus Kadin harus memiliki visi menyeluruh untuk kepentingan orang banyak, khususnya dunia usaha.

“Oleh sebab itu,  kita butuh lembaga Kadin yang kuat, tangguh, dengan pengurus yang  kompak, agar lembaga ini dapat menjalankan  program yang  bermanfaat bagi masyarakat. Peran Kadin sangat dibutuhkan untuk mendukung tercapainya target pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah,” sambung Plt Gubernur.

Nova optimis, kepengurusan baru Kadin Aceh mampu menghasilkan rumusan terbaik bagi peningkatan dunia usaha di Aceh. Nova juga berkomitmen untuk membantu penguatan keorganisasian Kadin Aceh melalui program kerja sama Pemerintah dan dunia usaha.

“Kerjasama Pemerintah dan dunia usaha akan memicu iklim usaha yang sehat di Aceh. ha ini tentu akan semakin menarik minat investor untuk berinvestasi. Dengan demikian, maka sumber daya lokal dapat kita optimalkan, dan kesejahteraan rakyat dapat kita tingkatkan. Selamat bekerja kepada pengurus KADIN Aceh yang baru,” pungkas Plt Gubernu Aceh.

Menanggapi himbauan Plt Gubernur, Ketua Umum Kadin Aceh Makmur Budiman, dalam sambutannya mengimbau seluruh pengurus untuk menjaga kekompakan agar Kadin menjadi organisasi yang tangguh dan mampu hadir sebagai mitra Pemerintah Aceh dan mendukung program-program yang saat ini sedang berjalan.

“Terima kasih atas dukungan Pak Plt Gubernur Aceh kepada Kadin. Kami optimis, dengan dukungan yang selama ini diberikan oleh Pemerintah Aceh, Kadin akan hadir menjadi organisasi yang kuat, sehingga mampu bekerjasama dengan Pemerintah Aceh untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujar Makmur.

Dalam sambutannya, Makmur juga mengingatkan para pengurus dan seluruh anggota Kadin Aceh untuk terus berbenah, sehingga mampu menjadi pribadi yang mampu bersaing dalam era revolusi industri 4.0.

“Era 4.0 menuntut perubahan menyeluruh pada sistem kerja kita. Sistem dan pola kerja lama harus segera kita tinggalkan jika tidak ingin tergerus jaman. Oleh karena itu, seluruh anggota Kadin Aceh harus kompak, dan terus meningkatkan kapasitas sehingga kita benar-benar siap menghadapi revolusi industri 4.0,” imbau Makmur.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Muhammad Lutfi, dalam sambutannya mengingatkan, bahwa saat ini Indonesia menghadapi tantangan berat di bidang ekonomi. Salah satu peicunya adalahh perang dagang antara Amerika dan China.

“Selain revolusi industri Industri 4.0, perang dagang antara Amerika dan China menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Namun jika disikapi dengan bijak, maka tantangan ini justru menjadi peluang bagi Indonesia untuk tampil sebagai negara yang diperhitungkan dalam perkembangan perekonomian dunia karena berbagai potensi yang kita miliki serta lokasi Indonesia yang sangat strategis,” ujar Lutfi.

Zulfadli Idris alias Bang Iyon
ACEH TAMIANG - Beberapa waktu lalu, Zulfadli Idris yang merupakan salah seorang pewarta warga dilaporkan Mantan Plt Kadis Parpora Kabupaten Aceh Tamiang gegara unggahan status di media sosial melaui akun facebook.

Pelaporan terhadap Bang Iyong tak berselang lama setelah dirinya mendapatkan ancaman akan dibunuh oleh oknum pengurus Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Tamiang, berinisial ZH.

Selain seorang pewarta warga atau citizen journalist, Zulfadli Idris alias Bang Iyong juga bergabung di Organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) serta aktif sebagai wartawan LintasAtjeh.com.

Dikabarkan Mantan Plt Kadis Parpora, Yetno, S.Pd, yang pernah dihebohkan oleh berbagai dugaan tindak pidana korupsi tersebut, pada tahun 2015 lalu, melaporkan dirinya (Bang Iyong) ke Mapolda Aceh, pada 16 Agustus 2019 kemarin.

"Saya telah dilaporkan oleh Yetno ke Ditreskrimsus Polda Aceh. Tuduhannya, telah mencemarkan nama baiknya," demikian disampaikan Zulfadli Idris alias Bang Iyong melalui pers realesenya yang dikirim kepada awak media Sabtu (14/09/2019).

Bang Iyong menjelaskan, berdasarkan keterangan dari pihak penyidik di Ditreskrimsus Polda Aceh, pada Rabu (04/09/2019) kemarin, Yetno melaporkan 2 (dua) status yang pernah di-update melalui media sosial facebook terkait pemaparan bahwa Yetno masuk diskotik di Jakarta dengan didampingi dua cewek panggilan.

Lanjutnya, kisah Yetno masuk diskotik di Jakarta yang didampingi oleh dua cewek panggilan bukanlah berita bohong dan sudah pernah dikonfirmasi langsung kepada pihak Yetno. Bahkan pernah diberitakan juga melalui salah satu media online, pada tanggal 17 November 2015 lalu.

"Tujuan saya mengupdate status yang dianggap Yetno telah mencemarkan nama baiknya tersebut, untuk mengingatkan  kembali kepada Yetno pada tanggal 08 November 2015 lalu pernah memfitnah saya melalui surat somasi bernomor: 000/092, yang dilayangkan kepada pimpinan saya di LintasAtjeh.com," ungkap Bang Iyong.

Lanjut Bang Iyong, ketika dilayangkan surat jawaban somasi bernomor 02/LA/XI/2015, dan tanggal 10 November 2015, Yetno bungkam dan sampai saat ini tidak pernah mengklarifikasi segala fitnah yang pernah dilontarkan oleh dirinya.

Bang Iyong juga membeberkan bahwa pada akhir 2015 lalu, dirinya pernah menguak dugaan penyalahgunaan wewenang/korupsi yang dilakukan oleh Yetno semasa menjabat Kadis Budparpora Aceh Tamiang. Akhirnya Yetno dicopot jabatannya, digantikan oleh Syahri SP, yang dilantik pada 24 Februari 2016 lalu.

Semenjak dicopot dari jabatan Kadis Budparpora, pihak Pemkab Aceh Tamiang membiarkan Yetno berstatus sebagai ASN non Job (bangku panjang). Namun anehnya, berbagai  dugaan tindakan penyalahgunaan wewenang/korupsi yang dilakukan oleh Yetno tidak pernah diusut oleh Badan Inspektorat, Polres dan Kejari Aceh Tamiang.

Begitu juga halnya dengan sejumlah indikasi pelanggaran kode etik yang dilakukan Yetno semasa menjabat Kadis Parpora, tidak pernah diperiksa  oleh BKPP (Sekarang disebut BKPSDM).Ironisnya, setelah tiga tahun berstatus non job, tepatnya, pada awal tahun 2019 kemarin, Yetno kembali diangkat menjadi Plt Kadis Parpora Aceh Tamiang.

Bang Iyong menegaskan, terkait laporan Yetno ke Ditreskrimsus Polda Aceh, pada 16 Agustus 2019 kemarin, diduga kuat hal itu sengaja diciptakan sebagai upaya mendzalimi dirinya.

Pasalnya, terang Bang Iyong lagi, antara Yetno dengan dirinya telah mengikat perjanjian 'saling memaafkan' dan tidak mempersoalkan lagi segala permasalahan yang pernah terjadi, pada tanggal 23 Juni 2019 kemarin.

"Yetno dengan saya sudah saling memaafkan dan Yetno pun sudah sepakat," tutur Bang Iyong.

Menurut saya, nilai utama seorang manusia terletak pada konsistensinya menepati janji (jujur). Jika tidak, maka ia termasuk dalam kategori sebagai seorang munafik, yaitu suatu karakter yang melekat pada diri seseorang yang memang tidak punya komitmen terhadap kebenaran (pendusta).

"Atas dasar itu, saya meyakini bahwa saya tidak merasa bersalah dan saya akan tetap beberkan bukti-bukti itu," pungkas Bang Iyong. (NSR/Red)

ACEH UTARA - Laga hari pertama babak delapan besar Open Turnament VolleyBall Muspika Nisam Cup Tahun 2019 yang berlangsung Minggu (15/09/2019), di Lapangan JVC Blang Dalam Baroh Kecamatan Nisam mempertemukan dua tim Sekecamatan Nisam, yaitu Meucat VC Gampong Meunasah Meucat berhadapan dengan Putra Barona VC Gampong Keutapang.
Dihadapan ribuan penonton Meucat Vc yang turun dengan sejumlah pemain Bank Aceh, seperti : Dekdi, Pon Codet, Jali, Mulyadi, Cecep dan Adi Bayor. Sedangkan Putra Barona Vc menurunkan sejumlah pemain muda, seperti : Dek Ki, Wali, Khairun Nas, Podun dan sikembar Hafif dan Asraf.

Jalannya Pertandingan

Set pertama, Meucat Vc langsung menggebrak permainan, lewat kerjasama yang apik, dengan passing sempurna yang disodorkan kepada Dekdi, dan diakhiri oleh smesahan keras secara bergantian oleh Jali, Adi Bayor, dan Cecep, susah di block oleh Dek Ki, Wali dan Khairunnas dari Putra Barona Vc. Set ini dimenangkan oleh Meucat Vc dengan point 25-13.  

Set kedua, Meucat Vc masih menguasai permainan, sorak-sorai penonton menambah semangat permainan mereka, dimana di set ini mereka memperagakan variasi permainan dengan skill tinggi, yang susah dibaca oleh Putra Barona VC. Perolehan akhir point diset ini 25-18

Unggul dua set tidak membuat Meucat Vc menurunkan tensi permainan, mereka nampak ingin mengakhiri permainan ini tiga set langsung. Mempertahankan formasi pemain seperti diset pertama dan kedua, padahal di bangku cadangan masih ada Odi, Akmal. Set ini mereka kuasai dengan point 25-15.

Dengan kemenangan 3-0 atas Putra Barona Vc pada hari ini, Meucat Vc memastikan langkah ke babak Semifinal, dan mereka akan menunggu lawan tandingnya yang akan bermain pada hari Senin, (16/09/2019).

Ketua Panitia Efrizal, SH melalui Humas, Publikasi dan Dokumentasi Tajuddin, S.Sos kepada media ini menyampaikan, pertandingan antara Meucat Vc berhadapan dengan Putra Barona Vc merupakan derby dua tim kecamatan. Alhamdulilah berlangsung tertib, aman dan terkendali. Kami sangat berbangga hati, dan inilah masyarakat Nisam yang sesungguhnya, beda dukungan tapi tetap saling menghargai. Terima kasih kami kepada masyarakat, dan kami selalu mengajak untuk terus menonton setiap pertandingan di turnamen ini sampai selesai.    

Pertandingan Hari Senin  (16/09/2019)
Akan saling berhadapan tuan rumah JVC Blang Dalam dengan Halilintar Vc Sp. Rambong Kecamatan Nisam Antara.
(Taju)

Tasikmalaya - Seorang wanita berinisial D (30) warga Kampung Plang, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya berselingkuh di belakang sang suami.

Tak tanggung-tanggung, D berselingkuh dengan dua pria berinisial B dan F.

Keadaan semakin rumit ketika D hamil dan tidak mengetahui siapa ayah bayinya.

Jasad bayi yang dikubur sendiri oleh ibu kandungnya, D (30), warga Kampung Plang, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, diduga hasil hubungan gelap.

Polisi sendiri akhirnya menetapkan ibu muda tersebut menjadi tersangka dan terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun sesuai dengan Pasal 77 huruf a UU perindungan anak tahun 2014.

Saat diperiksa petugas di ruang Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Jumat (13/9/2019), D mengungkapkan, pasca-ditinggal suaminya empat tahun lalu, dia melakukan hubungan asmara dengan dua lelaki, B dan F yang masih merupakan warga Tasikmalaya. Selanjutnya>>>

Aceh Utara - Setelah delapan Tim memastikan langkah dalam Open Turnament VolleyBall Muspika Nisam Cup Tahun 2019, yang berlangsung di Lapangan JVC Blang Dalam Baroh Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh, hari ini Minggu (15/09/2019).

Delapan Tim Babak Delapan Besar
1. Meucat VC. Meunasah Meucat Kecamatan Nisam
2. Putra Barona VC. Keutapang Kecamatan Nisam.
3. Halilintar VC. SP. Rambong Kecamatan Nisam Antara
4. JVC. Blang Dalam Baroh - Nisam (Tuan Rumah)
5. Trisakti VC. Blang Mangat, Kota Lhokseumawe
6. Raja VC. Sp.3 - Kuta Makmur.
7. Kram Krum VC. Kecamatan Lapang.
8. Bank Indonesia Kota Lhokseumawe

Melihat komposisi Tim yang mengisi delapan besar, panitia optimis semua tim akan menyajikan permainan yang menghibur.

Ketua Panitia Opent Turnament VolleyBall Muspika Nisam Cup, Efrizal, SH kepada media ini mengatakan 'Saya sangat optimis turnamen ini berjalan sukses, melihat kesiapan panitia dan dukungan masyarakat Gampong Blang Dalam Baroh khususnya, masyarakat Nisam umumnya.

Lebih lanjut Efrizal, SH mengharapkan untuk semua pihak menjaga kenyamanan, kekompakan dan kerjasama yang telah terjalin selama ini.

Untuk hari ini Minggu (15/09/2019), hari pertama diputaran delapan besar, dua tim Kecamatan Nisam langsung bentrok. Laga yang pantas kita sebut derby Nisam Meucat Vc. Yang diperkuat full team pemin jemputan dari Bank Aceh Melawan Putra Barona Keutapang yang mengandalkan talenta lokal di tambah pemain bayaran.

Menarik kita saksikan, dan yang pasti hanya di Open Turnament VolleyBall Muspika Nisam Cup.

StatusAceh.Net - Pusat minyak terbesar dunia meledak hebat. Kilang milik Pemerintah Arab Saudi bernama Saudi Aramco itu terbakar Sabtu siang 14 September 2019.

Saudi Aramco meledak setelah diserang kelompok militan  Houthi Yaman dengan menggunakan drone. Ada dua fasilitas pengolahan minyak yang diserang dengan pesawat tanpa awak itu, yakni fasilitas Abqaiq dan Khura.

"Pada pukul 4.00 pagi (01:00 GMT) tim keamanan industri Aramco mulai menangani kebakaran di dua fasilitasnya di Abqaiq dan Khura sebagai akibat dari drone," kata Juru bicara Kementerian Dalam Negeri kepada Aljazeera.

Kobaran api sangat besar terlihat menutup langit sekitar lokasi kilang. Asap hitam membubung tinggi ke angkasa.

Sementara itu, juru bicara milisi Houthi Yaman, Yahya Saree menyebutkan, kilang minyak itu diledakkan dengan mengerahkan 10 drone.

"Serangan-serangan ini adalah hak kami, dan kami memperingatkan Saudi bahwa target kami akan terus meluas," kata Yahya.

Saudi Aramco menggambarkan fasilitas pemrosesan minyak Abqaiq di Buqyaq, sekitar 205 mil timur laut dari ibukota Saudi, Riyadh, sebagai pabrik stabilisasi minyak mentah terbesar di dunia.

Fasilitas ini mengolah minyak mentah menjadi minyak mentah manis, kemudian diangkut ke titik transshipment di Teluk Persia dan Laut Merah. Diperkirakan mereka dapat memproses hingga 7 juta barel minyak mentah per hari. | viva |
Aljazeera

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri (ANTARA/Khalis)
Banda Aceh - Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri mengatakan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Aceh jangan coba-coba untuk melakukan pelanggaran hukum berupa pemotongan bantuan PKH terhadap penerima manfaat.

"Jangan sampai petugas PKH yang seharusnya bertugas mengayomi masyarakat, justru akan dipenjarakan akibat perbuatan yang tidak baik itu," kata Alhudri, di Banda Aceh, Sabtu.

Dia menjelaskan, hal itu diingatkan lantaran dirinya mendapat laporan bahwa ada oknum pendamping PKH saat bekerja di lapangan melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut, dan mengingatkan agar perilaku seperti itu harus segera dihentikan.

Alhudri mengimbau kepada seluruh pendamping PKH baik tingkat provinsi sebagai koordinator wilayah maupun pendamping PKH tingkat kabupaten hingga kecamatan agar melakukan koordinasi yang baik dengan mitra kerja.

"Sehingga terciptanya hubungan kerja yang harmonis sekaligus akan membangun kebersamaan yang kuat dalam melayani masyarakat," katanya.

Kemudian, kata dia, tidak hanya pendamping PKH yang menjadi pilar sosial, tapi banyak pilar sosial lain yang sudah terbentuk seperti Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan beberapa pilar sosial lain yang memiliki visi dan misi sama untuk kesejahteraan masyarakat, meski setiap pilar memiliki cara yang berbeda dengan tujuan sama.

"Jangan ada ego masing masing, tidak ada istilah saling menjelekkan antar pilar pilar sosial di lapangan, semua itu sama tujuannya untuk mewujudkan cita cita pemerintah guna mengurangi angka kemiskinan di Aceh," katanya.

Sebab itu, pendamping PKH yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, maka dibutuhkan keseriusan bekerja dan melakukan validasi data yang konkrit setiap penerima manfaat. Katanya, jika ada penerima manfaat yang sudah mampu agar segera dikeluarkan dari daftar penerima supaya diserahkan ke masyarakat lain.

"Jika hal ini benar-benar serius dilakukan oleh pendamping PKH di lapangan, maka tujuan dari penurunan angka kemiskinan akan terwujud," katanya. | Antara

Pembukaan hutan gambut untuk kebun dengan cara dibakar di Aceh Barat, Aceh. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia
StatusAceh.Net - Masyarakat Aceh, pada dasarnya tidak bisa dipisahkan dengan hutan. Turun-temurun, mereka mengelola hutan yang dikelola Imum Mukim, julukan pimpinan adat yang membawahi beberapa desa.

Sebelum Indonesia merdeka, Imum Mukim berwenang mengelola hutan, sungai, laut, areal persawahan, pasar, dan beberapa tempat lain. Imum akan memilih orang terpercaya berdasarkan pengalaman dan kearifannya menjalankan tugas itu.

Namun, ketika Indonesia merdeka, kewenangan untuk mengelola hutan, khususnya hutan adat dihilangkan. Meski, posisi Imum Mukim tetap dipertahankan, sebagai keistimewaan Provinsi Aceh.

Terkait kewenangan pengelolaan hutan adat yang diberikan pemerintah kepada masyarakat, Imum Mukim Beungga, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Ilyas, mengaku bingung. Ilyas mengatakan, proses yang panjang dan bertele, membuat pihaknya hingga kini belum mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan [KLHK].

“Kami tidak tahu dimana kendalanya, sehingga hutan adat yang diusulkan masyarakat adat Mukim Beungga dan beberapa mukim lainnya belum ada kabar,” jelasnya, dalam Diskusi Hutan Adat di Banda aceh, Rabu [11/9/2019].

Banda Aceh –  Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh memfasilitasi pemulangan jenazah Edi Saputra, warga Desa Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (13/9/2019) malam. Edi Saputra diketahui meninggal di Home Stay Laman Dayung, Kampung Setia Kuang Selangor Malaysia pada 11 September 2019 pukul 07.00 WIB. Hasil diagnosa dokter di sana menyebutkan almarhum meninggal karena menderita penyakit Disseminated Turberculosis atau TBC.

Dari Selangor,  dipulangkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia ke Jakarta hingga kemudian tiba di Bandara SIM Aceh Besar sekira pukul 21.00 WIB.

Di Bandara SIM, jenazah Edi Saputra disambut langsung oleh Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM bersama Kepala BP3TKI Aceh Jaka Prasetiyono, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Sya`baniar, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Isnandar, Kepala Bidang Fakir Miskin Fachrial, Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Rohaya Hanum, dan Kepala Seksi Perlindungan Sosal Korban Bencana Alam (PSKBA) Yayan Rahmat dan beberapa orang dari pihak keluarga almarhum.

Kadinsos Aceh Alhudri menyerahkan jenazah Edi Saputra ke pihak keluarga yang diterima oleh Mahyar, dan memerintahkan Rohaya Hanum bersama rombongan untuk memulangkan jenazah tersebut hingga ke rumah duka mewakili dirinya.

Kepada pihak keluarga Alhudri mengatakan, pemulangan jenazah Edi Saputra merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial atas perintah Plt Gubernur Ir Nova Iriansyah MT untuk melindungi setiap warga negara khususnya warga Aceh yang mengalami nasib kurang baik di negara lain, baik itu yang terlantar, kecelakaan, maupun yang meninggal dunia. Kemudian mereka dipulangkan hingga kampung halamnnya masing-masing.

Sejauh ini kata Alhudri, dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh sudah sangat banyak memulangkan warga Aceh terutama yang berstatus tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

“Ini bentuk tanggungjawab kami sebagai Pemerintah Aceh terhadap musibah yang menimpa anak-anak Aceh di luar sana. Kecuali pihak keluarga ingin memulangkan sendiri,” ujar Alhudri.

Pada kesempatan itu Alhudri juga menuturkan jika pihaknya  turut belasungkawa atas musibah yang menimpa almarhum Edi Saputra, dia berharap kepada keluarga yang ditinggalkan agar tabah untuk merelakan kepargian almarhum yang selama ini mencari nafkah sebagai TKI di Malaysia.

"Semoga almarhum tenang di sana, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," katanya.

Sementara itu mewakili keluarga, Mahyar, mengucapkan terimakasih atas kepedulian Pemerintah Aceh uang sudah mau memulangkan abang iparnya hingga ke rumah duka di Aceh Tamiang. 

"Kami ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh karena sudah mau memulangkan abang kami," katanya.  Saat ini jenazah masih dalam perjalanan menuju ke rumah duka. []
loading...
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.