2019

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA


SAWANG- Satu unit mobil pick up L300 terperosok dan hampir terjatuh ke sungai saat meleawati jembatan gantung di Desa Lhokcut Kec. Sawang Kab. Aceh Utara, Selasa (12/1/2019) sekiranya pukul 11:00 WIB.

Dari pantauan reporter darri lokasi tampak puluhan warga antusias memadati jembatan lhokcut guna melakukan evakuasi satu unit mobil pick up L300 yang nyaris tercebur ke sungai.


Terlihat bagian ban belakang mobil jauh terperosok kebawah dengan kondisi lantai jembatan dengan lubang besar akibat lantai yang terbuat dari kayu telah rapuh dan jatuh sedikit demi sedikit ke sungai.

Proses evakuasi mobil tersebut memakan waktu hampir dua jam yang belakangan melibatkan bantuan dua personil anggota TNI dari Koramil Sawang.

Mahmudi (29) Salahsatu warga yang berhasil ditemui di lokasi mengatakan sangat kecewa dengan lambannya penanganan dari pemerintah daerah atas kondisi jembatan lhokcut yang mengancam keselamatan dan nyawa warga.

“ Kami warga disini sangat kecewa dengan lambannya reaksi pemerintah daerah melakukan rehab jembatan ini,apa tunggu ada yang mati dulu baru dibangun atau direhab ? “,ungkap mahmudi kesal.

Bagi warga sekitar mengatakan jika jembatan gantung tersebut menjadi akses utama bagi kabupaten bireuen dan sejumlah warga di beberapa desa lainnya untuk menuju ibukota kecamatan dan kabupaten aceh utara.

Akibat rusak parah dan hampir menelan korban jiwa,aparatur desa serta masyarakat lhokcut hari ini melakukan penutupan jembatan lhokcut dengan memalangkan kayu sebagai antisipasi menambahnya korban dari warga yang melintasi jembatan tersebut.

Sebelumnya Sekretaris Desa Damnir kepada media ini mengatakan kondisi lantai jembatan sudah tidak layak untuk dilintasi dan mengancam keselamatan warga yang melintas.

Damnir berharap agar pemda aceh utara maupun dinas yang terkait dapat melakukan perbaikan agar warga dapat melintasi jembatan dan tidak terisolir.

“ Saya dari kemarin-kemarin sudah sampaikan jika jembatan lhokcut ini tidak layak lagi digunakan dan dapat mengancam keselamatan jiwa namun sampai hari ini belum ada tindakan apapun dari pemerintah daerah.  

Seperti diketahui kondisi jembatan gantung telah kerap disampaikan oleh pimpinan desa maupun publikasi dari media-media namun pemerintah daerah aceh utara terkesan tutup mata dengan kondisi jembatan gantung di gampong Lhokcut Kec. Sawang Aceh Utara.

Hingga berita ini dilansir warga menutup akses menuju jembatan gantung lhokcut,hal ini dilakukan guna antisipasi jatuhnya korban kembali dari warga yang melintasi jembatan.(Red)

Video detik-detik evakuasi mobil L300 pick up yang nyaris kecebur ke sungai lhokcut di jembatan lhokcut.


Lhoksukon - Sungai Krueng Kereutoe, Aceh Utara kembali meluap sehingga menyebabkan lima desa di Kecamatan Matang Kuli terendam banjir.

Bukan hanya itu, sawah warga yang baru disemai benih padipun ikut direndam banjir.

Salah seorang warga di Keude Kecamatan Matang Kuli Nasir mengatakan karena setiap hari  diguyur hujan deras terus menerus membuat air sungai meluap tanpa bisa dibendung. 

Dampak buruk dari luapan Krueng Kereutoe itu membuat sejumlah desa Kecamatan Matang Kuli direndam banjir setinggi lutut orang dewasa.

Banjir yang terjadi sejak pukul 06.30 Wib itu bukan hanya merendam rumah warga juga ikut menenggelamkan seluruh areal sawah produktif yang baru disemai benih padi. 

"Karena banjir terjadi disubuh hari membuat warga menjadi panik. Karena harus menyelamatkan barang rumah tangga seperti alat elektronik dan perabotan. Banjir ini akibat luapan air sungai," ujarnya. 

Meski musibah banjir itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun pada umumnya warga dan petani mengalami kerugian karena air merusak perabotan atau alat elektronik serta gagalnya musim tanam padi. 

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kapolsek Matang Kuli, Iptu Sudiya Karya mengatakan, banjir bukan hanya mulai merendam rumah warga, tapi sejumlah ruas badan jalan ikut tenggelam. 

Diperkirakan banjir merendam lima desa Kec. Matang Kuli antara lain, Gampong Alue Euntok, Tumpok Barat, Hagu, ALue Tho, dan Gampong Meuria.

"Hujan deras yang mengguyur Aceh Utara mengakibatkan Krueng Kereuto meluap. Sehingga merendam sejumlah gampong,” paparnya.

Sedangkan ketinggian air diperkirakan mencapai 20 hingga 30 sentimeter. 

Pasca itu, sementara ini sebagian besar masyarakat enggan direlokasi ke tempat pengungsian dan lebih memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing.

“Air juga merendam persawahan milik warga. Padahal, benih padi baru disemai,” ungkapnya. (ZN)

Aceh Utara – Open Turnamen Turnament VolleyBall Dandim CUP 2019 memperebutkan Piala Dandim 0103/ Aceh Utara, resmi dibuka oleh Letnan Kolonel Agung Sukocho,  Senin 11 November 2019, dilapangan Ades VC Gampong Teungoh Nisam Kabupaten Aceh Utara.

Pada hari pertama, Raksasa Bola Aceh Bank Aceh Lhokseumawe berhadapan dengan Olimpic Kabupaten Pidie Jaya. 

Bank Aceh nampaknya tidak main – main menghadapi Dandim Cup, seluruh pemain terbaiknya nampak dibawa dihari pembukaan, seperti Jali – Jali, Ade Bayor, Pon Codet, Dekdi, Cecep, Imam, Fajar dan Odi.   

Olimpic juga tidak mau menyerah, dimana mereka mengandalkan pemain muda dan talenta local Pidie Jaya, seperti Wan Rajul, Umar, Moli, Agus, Andika, Fahmi dan Morden.

Pertandingan berlangsung tidak seimbang, dimana Bank Aceh melumat Olimpic Pidie Jaya, dengan skore telak 3 – 0 (25-18, 25-22 dan 25-21)
Hari Kedua,

Akan saling berhadapan Perkasa VC Kabupaten Bireun versus Tiger VC Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara. (Taju)

Ilustrasi
MALANG - Peringatan keras bagi para orang tua agar selalu mengawasi anaknya saat bermain media sosial (Medsos), jika tidak ingin bernasib seperti gadis belia di Malang.

Pasalnya, gegara memasang foto-foto di media sosial facebook, gadis belia berinisial KI (16) itu harus kehilangan kesucian setelah direnggut oleh lelaki yang mengirim pertemanan ke facebook milik korban.

Peristiwa itu berawal, saat pelaku berinisial YF (18) yang juga masih tercatat sebagai salah satu siswa SMU di Malang itu melihat foto-foto cantik korban di facebook. Kemudian pelaku mengirim pertemanan dan mengajak kenalan.

Gayung pun bersambut, ajakan pelaku direspon korban hingga kedua anak cucu adam itu pun jajian bertemu alias kopi darat. Dengan bermodalkan sepeda motor gaul, pelaku mengajak korban keliling kota, makan malam dan kemudian mengajak korban menginap di sebuah vila di Kota Batu, Malang.

Di Villa itulah, pelaku melancarkan jurus mautnya untuk merenggut kesucian korban. Meski sempat menolak, namun kegigihan pelaku dalam melancarkan rayuan membuat pertahanan korban pun runtuh. Sehingga berdalih atas nama cinta, korban pun merelakan dirinya ditiduri oleh pelaku sebanyak dua kali pada malam itu.

Karena tak pulang semalaman, korban langsung diinterogasi oleh orang tuanya. Desakan orang tua membuat korban menceritakan apa yang dialaminya pada malam itu. Tak terima dengan ulah pelaku, orang tua korban pun melaporkannya ke polisi. Tak menunggu lama, polisi pun membekuk pelaku.

Kapolres Malang Kota AKBP Harviadhi mengatakan, polisi masih mengembangkan kasus tersebut dan tidak menutup kemungkinan adanya korban-korban lain. "Pelaku dijerat Pasal 81 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun," pungkasnya. | Sindonews

,
StatusAceh.Net - Hari kedua, Minggu (10/11) pagi, peserta Tour de Gayo mengikuti beberapa kegiatan lain seperti balapan sepeda mengeliling Danau Lut Tawar, marathon 10 kilometer, dan sepeda gunung atau mountain bike (MTB) yang dilepas oleh Buapti Aceh Tengah Shabela Abubakar.

Kegiatan Tour de Gayo 2019 yang digelar oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, kegiatan Balap Sepeda Tour de Gayo dan Lari 10 K, diikuti dari Road Bike Aceh, serta Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Bireuen dan ISSI Aceh, juga diikuti peserta dari Intansi TNI Kodam Iskandar Muda dan jajarannya pada 9-10 November 2019.

Selain Berolahraga Sambil Menikmati Wisata Alam, Tour de Gayo ini juga bertujuan mempromosikan berbagai objek wisata yang ada di dataran tinggi Aceh ke tingkat nasional dan internasional. Kegiatan ini juga untuk menunjukkan kepada masyarakat luar daerah dan luar negeri bahwa Aceh aman sebagai daerah kunjungan wisata.

Bukan hanya itu, kegiatan balap sepeda yang diberi label Tour de Gayo 2019. Sekitar 300 peserta juga diikuti peserta dari luar negeri, Sumatera Utara, dan sejumlah Kabupaten/kota di Aceh, bahkan Sejumlah pejabat TNI di Kodam IM, diantaranya Kasdam IM Brigjen TNI Achmad Daniel Chardin SE, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto, Dandim 0111/Bireuen serta personel TNI/Polri menyukseskan mengikuti event yang menempuh jarak 110 kilometer (km) Titik start dari Kabupaten Bireuen ke finis Kabupaten Aceh Tengah Takengon.

Ketua Panitia, Hamdan Saleh SH MH mengatakan, dihari pertama, Sabtu (9/11/2019), setelah dilepas Bupati Bireuen, peserta langsung mengayuh sepeda sejarak 110 kilometer. Perjalanan mereka dibagi dalam lima etape yaitu Pendopo Bupati Bireuen-Cot Panglima (etape 1), Cot Panglima-Simpang Lancang, Bener Meriah (etape 2), Simpang Lancang-Lampahan, Bener Meriah (etape 3), Lampahan-Yonif 114/Satria Musara, Bener Meriah (etape 4), dan Yonif 114/Satria Musara-Pendopo Bupati Aceh Tengah (etape 5).

Pada Sabtu sore, semua peserta sudah masuk finish dan pada malamnya mereka beristirahat di kompleks Pendopo Bupati Aceh Tengah. Sementara pada Minggu (10/11/2019) hari ini, peserta mengikuti sejumlah kegiatan lain. Pada paginya, peserta dibagi dalam dua kelompok. Satu kelompok mengelilingi Danau Lut Tawar Takengon, dan satu kelompok lainnya mengikuti marathon 10 kilometer yang dilepas langsung oleh Bupati Aceh Tengah.

Setelah itu, semua peserta berkumpul kembali ke Pendopo Bupati Aceh Tengah. Lalu, mereka unjuk kebolehan mengayuh sepeda gunung atau mountain bike (MTB). Usai menelusuri sejumlah rute di seputaran ibu kota Kabupaten Aceh Tengah, itu peserta kembali ke pendopo bupati setempat. Rangkaian Tour de Gayo 2019 tersebut akan diakhiri dengan pengundian ratusan doorprize menarik yang disediakan panitia di lokasi finish.

Ketua Panitia, Hamdan Saleh SH MH, menyebutkan, di antara peserta balap sepeda itu terdapat sejumlah pejabat dari jajaran Kodam Iskandar Muda (Kodam IM), Korem 011/Lilawangsa, Kodim 0111/Bireuen, Polres Bireuen, dan beberapa lembaga lain. Tak ketinggalan Ketua Umum ISSI Aceh, Darwati A Gani, yang juga anggota DPRA dari Partai Nanggroe Aceh (PNA), ikut dalam balapan tersebut. “Peserta dari luar negeri antara lain berasal dari Thailand dan Malaysia,” ujar Hamdan Saleh.

,
StatusAceh.Net - Kepala Staf Kodam Iskandar Muda (Kasdam IM) Brigjen TNI Achmad Daniel Chardin SE turut serta meriahkan Road Bike Tour de Gayo bersama 300 peserta sepeda balap dari Provinsi Aceh, dan Sumatra hingga dari luar Negeri.

Pelepasan peserta balap sepeda road bike Tour de Gayo dengan pengangkatan bendera Star oleh Bupati Bireuen, H. Saifannur S.Sos, berlangsung di Halaman pendopo Bupati Bireuen Kota Juang menuju Finis Kota dingin dataran tinggi gayo, di Halaman Pendopo Bupati Aceh Tengah (Takengon), Sabtu (9/11/2019) Pagi.

Selain Kasdam IM, ajang Tour De Gayo diselengarakan Dispora Aceh peserta diikuti Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto, Dandim 0111/Bireuen, Danden Intel Kodam IM, dan ratusan peserta dari TNI dan Polri, serta turut dimeriahkan dari Road Bike Aceh, Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Bireuen serta Pengcab ISSI Aceh, selama 2 (Dua) hari Sabtu dan Minggu.

Saat diwancarai Orang Nomor 2 di Kodam IM tersebut kepada sejumlah wartawan mengatakan, mendukung kegiatan Tour De Gayo, kegiatan seperti ini sanagt baik bahkan akan diagendakan kegiatan tahunan, peserta selama perjalanan dapat melihat berbagai objek wisata dan nantinya dapat memperkenalkan objek wisata tersebut ke tingkat nasional bahkan internasional, harap Brigjen TNI Achmad Daniel Chardin SE.

“Saat ini, dataran tinggi Gayo merupakan salah satu daerah yang sangat diminati masyarakat luar, di samping Sabang. Saat ini Takengon dan Bener Meriah sedang gencarnya mempromisikan wisata alamnya, disamping dunia kopi,” ungkapnya.

Selain itu, Kasdam IM menjelaskan, jarak dari Kabupaten Bireuen ke Kabupaten Aceh Tengah Takengon memerlukan waktu dan fisik yang frima, apa lagi rutenya belokan ditambah tanjakan yang cukup menantang, ungkapnya di pendopo bupati Aceh Tengah.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar mengatakan, dirinya sangat banga atas berlangsungnya kegiatan Tour De Gayo di Kabupaten Aceh Tengah.

Bupati menambahkan, dengan adanya kegiatan Tour De Gayo nantinya dapat memperkenalkan berbagai objek wisata di Wilayah dataran tinggi gayo sendiri, termasuk Kopi Gayo dan Khas pakaian adat Gayo.

“Selain Objek wisata, kopi dan pakaian khas adat Gayo, apa lagi seperti yang disampaikan Pak Kasdam IM nantinya kegiatan Tour De Gayo ini menjadi kegiatan Tahunan, ini sangat luar bisa, saya turut terima kasih khusunya Pak Kasdam IM juga bagian dari peserta turut mensukseskan kegiatan ini termasuk peserta dari Provinsi Aceh, dan Sumatra hingga dari peserta luar Negeri berbagai Negara Tetangga ikut menyukseskan kegiatan ini”, tuturnya.

Ketua panitia Hamdan Saleh SH, MH mengatakan, seluruh peserta setibanya di Takengon akan mengikuti sejumlah agenda lainnya sambil menikmati keindahan alam dataran tinggi Gayo yang kini terus dibenah terhadap dunia wisata.

“Bireuen ke Takengon bila ditempuh perjalanan dengan kendaraan roda empat bisa sampai 3 jam lebih, sedangkan dengan sepeda mungkin mencapai waktu selama 4 sampai 5 jam lebih, sambil istrahat peserta dapat menikmati wisata alam dan peserta juga dilakukan cek point guna memeriksa kesehatan kondisi fisik”, jelasnya.

Selain diikuti para pecinta sepeda di Aceh dan Sumetara,  ajang ini juga diikuti peserta dari luar negeri seperti dari Thailand dan Malaysia.

“Di kota dingin Takengon nantinya, seluruh peserta juga akan melakukan tour keliling Danau Laut Tawar, marathon, sepeda gunung serta sejumlah agenda lain bersamaan dengan kegiatan wisata,” tandasnya.

Peserta Tour De Gayo selama pelaksanaan didampingi tenaga medis dan diikuti sejumlah pejabat dari jajaran Kodam Iskandar Muda, Korem 011/Lilawangsa, Kodim 0111/Bireuen, jajaran Polres Bireuen dan dari lembaga lainnya.

Lhokseumawe - Penyelenggaraan Kegiatan pameran Expo dalam rangka memperingati Hut Kota Lhokseumawe ke-18 tahun di Desa Ujung Blang Kecamatan Banda Sakti, terkesan amburadul mengingat banyak stand yang kosong karena harganya mahal.

Bahkan acara yang diprakarsai oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) sengaja dilaksanakan di
Desa Ujung Blang karena sekaligus untuk peresmian gedung pasar induk terpadu setempat.

Pantauan media ini dilapangan terlihat masih banyak stand yang kosong dan lokasi acara juga masih dipenuhi kubangan air dan becek yang membuat orang sulit melintas jalan.

Menurut salah seorang pengusaha yang tidak ingin disebut namanya mengaku banyak pihak enggan menempati stand pameran expo lantaran harganya mahal berkisar Rp2 juta hingga Rp8 juta.

Pameran itu dimulai pukul 09.00 WIB, Senin (11/11/2019) yang dibuka dan diresmikan oleh Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya.

Ironisnya, usai acara para wartawan justru merasa kewalahan untuk memperoleh bahan dan data membuat berita.

Karena sebagian besar  pejabat dan panitia yang terlibat langsung mangkir dan sulit ditemui serta tidak berada dilokasi acaranya.

Panitia acara pameran dan Expo Kota Lhokseumawe 2019 Ridwan mengatakan untuk konfirmasi berita soal data dan jumlah stand pameran agar menghubungi Sekretaris Disperindagkop Abdul Hadi.

Sementara itu, Sekretaris Disperindagkop Lhokseumawe Abdul Hadi mengatakan terkait data kegiatan pameran Expo 2019 dapat diambil di Bagian Humas Kantor Wali Kota Lhokseumawe.

Sedangkan relatif mahalnya harga stand, Abdul Hadi tidak membantah dan mengaku tidak tahu mekanismenya,  karena tentang kutipan uang semua masuk ke rekening  pihak EO.

"Untuk OPD tidak ditarik restribusi apapun, untuk UKM yang ditempatkan di dalam pasar ditarik restribusi kebersihan keamanan Rp50 ribu perhari selama  7 hari. Untuk uang itu dapat di transfer langsung ke rek EO," paparnya.(ZN)

POCUT Meurah Intan. Begitu nama salah satu pahlawan asal Aceh yang makamnya berada di Tegalsari, Blora, Jawa Tengah. Meski belum banyak dikenal oleh masyarakat, tapi perjuangannya membuat ciut nyali penjajah Belanda.

Dia lahir di Biheue pada 1833. Pocut Meurah merupakan nama panggilan khusus bagi perempuan keturunan keluarga Sultan Aceh. Dilansir dari Wikipedia, Pocut Meurah Intan termasuk tokoh kesultanan Aceh yang paling anti terhadap Belanda. Pocut Meurah Intan memilih bercerai dengan suaminya, Tuanku Abdul Majid karena menyerah kepada Belanda.

Dengan menyerahnya suami, maka Pocut Meurah Intan melanjutkan perjuangan dengan mengajak anak-anaknya ikut berjuang melawan penjajah. Tiga putra buah pernikahan dengan Tuanku Abdul Majid, yaitu Tuanku Muhammad Batee, Tuanku Budiman, dan Tuanku Nurdin. Ketiga anaknya dengan gagah berani turut berjuang melakukan perlawanan terhadap Belanda. Hingga Februari 1900, Tuanku Muhammad Batee tertangkap oleh pasukan Belanda di wilayah Tangse, Pidie. Kemudian, Tuanku Muhammad Batee dibuang ke Tondano, Sulawesi Utara, pada 19 April 1900.

Tertangkapnya putra sulung, tak membuat semangat perjuangan Pocut Meurah Intan surut. Dia justru makin gencar berjuang. Cintanya dengan tanah kelahiran dan kepercayaaan pada agama ditambah pengaruh dari cerita Hikayat Perang Sabil membuat Pocut Meurah Intan pantang mundur.

Dalam sebuah pertempuran di Gampong Sigli pada 11 November 1902, Pocut Meurah Intan tertangkap. Diceritakan, kala itu Pocut Meurah Intan memberikan perlawanan sangat sengit. Dia harus berhadapan dengan 18 orang marsose (marechaussee/serdadu) yang dipimpin oleh Veltman. Marsose merupakan satuan militer khusus yang dibentuk Belanda untuk menghadang gerakan gerilyawan Aceh termasuk menangkap Pocut Meurah Intan.

Meski sendirian, Pocut Meurah Intan tak kenal takut. Dengan senjata rencong di tangan, dia memberikan perlawanan. Meski menderita luka parah dia tak menyerah. Bahkan, dia menusuk seluruh pasukan marsose.

Pocut Meurah Intan menderita luka sangat parah di sekujur tubuh. Satu urat di keningnya putus. Sementara luka-luka yang terbuka dibalur kotoran hewan dan lumpur oleh Belanda. Akibatnya luka semakin parah hingga berulat.

Veltman yang ingin menolong ditolaknya. Dengan penyembuhan luka yang dilakukan sendiri, membuat Pocut Meurah Intan menderita cacat di kakinya. Semangat yang tak kenal padam itu membuat Belanda menjulukinya 'Heldhafting' atau 'yang gagah berani'.

Setelah sembuh, dia bersama seorang putranya, Tuanku Budiman, dijebloskan ke penjara di Kutaraja. Sementara itu, Tuanku Nurdin, tetap melanjutkan perjuangan. Hingga pada 18 Februari 1905, Belanda menemukan tempat persembunyian Tuanku Nurdin di Desa Lhok Kaju.
Tuanku Nurdin ditahan bersama ibu dan kakaknya.

Pada 6 Mei 1905, Pocut Meurah Intan bersama kedua putranya dan seorang keluarga Sultan Aceh bernama Tuanku Ibrahim dibuang ke Blora, Jawa Tengah. Di tempat pengasingannya itu, Pocut Meurah Intan belum banyak dikenal orang. Apalagi, dia juga terkendala bahasa dengan masyarakat sehingga tak dapat lagi berjuang melawan penjajah.

Dia tinggal dan dirawat oleh salah satu keluarga di Desa Kauman (sekarang sebelah utara Masjid Agung Baitunnur Blora). Warga setempat memanggilnya dengan nama "Mbah Tjut". Pocut Meurah Intan meninggal dunia pada 20 September 1937 sesuai yang tertera pada nisan makamnya di Desa Tegalsari, Kabupaten Blora.

Untuk menghormati pahlawan bangsa itu, ratusan anggota Gerakan Pramuka di Kabupaten Blora beberapa waktu lalu menggelar sosial berupa bersih-bersih makam Pocut Meurah Intan. Mereka didampingi Wakil Bupati Blora sekaligus Ketua Kwarcab Arief Rohman.

Mereka mencabuti rumput, menyapu dedaunan kering, hingga memangkas tanaman liar yang tumbuh seiring datangnya musim penghujan. Kegiatan ditutup dengan tabur bunga dan doa bersama. Kegiatan itu untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan kepahlawanan kepada generasi muda.

"Mengenalkan kepada mereka bahwa di Blora juga ada makam pahlawan yakni Pocut Meurah Intan seorang Srikandi, pejuang dari Aceh yang diasingkan ke Blora dan meninggal di sini. Pocut Meurah Intan adalah pahlawan wanita yang menentang Belanda layaknya Cut Nyak Dien maupun Cut Nyak Meutia," ucap Arief.

Dia juga mengusulkan perbaikan atau renovasi makam Pocut Meurah Intan ke Pemerintah Provinsi Aceh. "Sebagai penghargaan atas jasa Pocut Meurah Intan yang telah gigih melawan penjajah untuk kemerdekaan Indonesia dan sangat dikenal di wilayah Aceh, kami akan mencoba berkoordinasi dengan Pemprov Aceh. Mencoba membahas kemungkinan untuk direvitalisasi atau dibuat yang bagus," katanya.

Naila, salah satu anggota Penggalang Garuda dari SMP Negeri 1 Blora yang ikut dalam kegiatan tersebut mengaku baru kali ini dirinya mengetahui makam Pocut Meurah Intan.

"Sudah pernah dengar nama Pocut Meurah Intan, tapi baru kali ini melihat langsung makamnya. Senang rasanya bisa mengikuti kegiatan bersih-bersih makam Pocut Meurah Intan sembari mengingat perjuangan para pahlawan ketika melawan penjajah. Semoga arwah beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, aamiin," ujar Naila.

Sebelumnya, sempat ada rencana pemindahan makam Pocut Meurah Intan oleh Pemprov Aceh, tapi hingga kini rencana itu tak kunjung terlaksana. Untuk itu, pihaknya ingin kembali melakukan koordinasi dengan Pemprov Aceh.

"Warga Aceh sebenarnya ingin (dipindah makam Pocut Meurah Intan), tapi Pemarintah Blora juga sangat baik menjaga. Suwun sanget warga Blora," ujar keturunan Pocut Meurah Intan, Saiful Anwar. | Sindonews

StatusAceh.Net - Empat gajah Sumatera jinak bersama pawang mereka hadir di antara peserta upacara bendera memperingati Hari Pahlawan di kawasan Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, Minggu.

"Kita melakukan upacara memperingati hari pahlawan bersama dengan para mahout dan gajah-gajah kita, serta adik-adik milenial kita yang sedang kemping di sini," kata Ketua Lembaga CRU Aceh Wahdi Azmi. Seperti dilansir Antara, Minggu (10/11).

Upacara yang melibatkan gajah jinak dan mahout atau pawang gajah itu, merupakan bagian dari kegiatan kemah 100 tenda yang digelar para pemuda Serambi Mekkah di CRU Sampoiniet Aceh Jaya.

"Ini momentum yang baik bahwa milenial kita harus diperkenalkan dengan pahlawan, mengingat jasa-jasa pahlawan yang telah gugur dalam masa perjuangan dulu," katanya.

Jakarta - Beberapa waktu belakangan, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta 2020 jadi sorotan. Pasalnya di sana tercantum budget janggal untuk pengadaan barang tertentu.

Bermula dari postingan anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana. Ia membeberkan kejanggalan tersebut melalui akun Twitter pribadinya.

Sederet angka fantastis yang dikuak William antara lain lem aibon senilai Rp82 miliar, bolpoin sebesar Rp124 miliar, 7.313 unit komputer dengan harga Rp121 miliar di Dinas Pendidikan hingga beberapa unit server dan storage senilai Rp66 miliar di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik.

Hal itu tentu saja jadi bahan pembahasan berbagai media, salah satunya majalah Tempo. Setelah sempat menimbulkan pro dan kontra saat menampilkan Presiden Joko Widodo dengan hidung Pinokio, kini giliran Anies Baswedan yang jadi cover edisi terbaru.

Gubernur DKI Jakarta itu muncul di majalah Tempo edisi 11-17 November 2019 dalam bentuk karikatur. Anies digambarkan tenggelam dalam kaleng lem Aibon dengan judul 'Aib Anggaran Anies'. Karikatur itu seolah menyentil Anies atas anggaran enggak masuk akal dalam institusinya.

Anies pun menanggapi pemberitaan tersebut. Ia mengunggah kembali cover dirinya di akun Twitter pribadinya. Bukannya marah, Anies justru santai. Ia berterimakasih karena media tersebut sudah menjalankan tugas sebagai pilar keempat demokrasi. Ia juga berharap perbaikan sistem akan segera rampung, enggak ketinggalan minta diawasi selagi bertugas. Dia juga memuji kreatifitas Tempo.


Sebelumnya, Anies menuding sistem penyusunan penganggaran secara elektronik atau e-budgeting yang diterapkan oleh gubernur DKI Jakarta sebelum dia, sebagai biang keladinya. Menurutnya, ajuan janggal seperti pengadaan lem aibon dalam RAPBD karena e-budgeting yang tidak sempurna. "Ini ada problem sistem, yaitu sistem digital (e-budgeting) tapi tidak smart," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, beberapa waktu lalu. | Viva.co.id

Banda Aceh – Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah  yang diwakili oleh Asisten I M. Jakfar mengajak generasi Aceh untuk menjadi pahlawan masa kini, karena yang namanya pahlawan tentu tidak sekedar perjuangan mereka saat mengusir penjajajh di masa lalu, akan tetapi semangat kepahlawanan itu harus mampu memberikan kekuatan bagi generasi Aceh untuk menyelesaikan beragam masalah yang ada pada saat ini.

 Seperti masalah kemiskinan, kebodohan, pengangguran, pencemaran lingkungan, korupsi dan berbagai kasus yang mengancam pudarnya nasionalisme Indonesia.

“Inilah makna penting dibalik hari pahlawan yang kita peringati setiap 10 November. Tujuannya tidak lain agar semangat para pahlawan itu menjadi panutan bagi kita generasi Aceh dalam bekerja membagun negeri ini,” kata Jakfar didampingi Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri usai mengikuti kegiatan temua ramah dengan keluarga pahlawan Aceh di Anjongan Monmata, Banda Aceh, Minggu (10/11/2019).

Jakfar menuturkan, di era modern ini,  siapapun bisa tampil sebagai pahlawan bagi orang lain, seperti menjadi pahlawan lingkungan, pahlawan anti korupsi, pahlpwan di bidang pendidikan dan sebagainya.

Oleh karena itu, dalam memperingati hari pahlawan tahun ini Pemerintah Aceh sengaja mengusung tema “Aku Pahlawan Masa Kini” untuk menekankan kepada kita agar semangat pahlawan di masa lalu menjadi spirit bagi kita dalam bekerja, bersaatu dan saling bahu- membahu untuk dapat menyelesaikan kompleksitas masalah saat ini.

“Langkah yang perlu kita lakukan sebenernya sangatlah sedarhana, yaitu bagaimana kita tampil sebagai figur-figur yang taat hukum, partisipatif dalam pembangunan, dan aktif menegakkan keadilan. Kita harus siap bekerja keras untuk memberantas kemiskinam, menjaga kamtibmas, menegakkan HAM, serta kita juga dituntut menjadi pahlawan dalam menyiapkan generasi muda di masa depan. Inilah spirit pejuangan para pahlawan yang tidak boleh kita lupakan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri menambahkan, sebagaimana kata pepatah bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawan, yang dimaksud dengan kata menghargai di sini bukanlah sekedar memberi sesuatu kepada pahlawan, akan tetapi bagaimana kita dapat melanjutkan cita-cita mereka bagi masa depan bangsa.

Menurutnya, Pemerintrah Aceh senantiasa memberikan apresiasai kepada para keluarga pahlawan sebagai simbol dari semangat utuk melanjutkan cita-cita para pejuang bangsa ini.

“Kita (Pemerintah Aceh) akan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik, kemudian kami juga sedang merancang tentang pengakuan terhadap pahlawan daerah mudah-mudahan kita mendapatkan dukungan yang poistif,” ungkap Alhudri.

Namun, kendatipiun nanti tidak mendapat respon positif dari nasional tapi di tingkat daerah dia yakin bisa dilaksanakan.

“Kan bisa namanya sebagai pahlawan daerah, hal ini adalah bagaimana kita memperlakukan para pahlawan ini, ini sedang dalam proses, kami sedang dikusi soal ini, kalau memang layak kita berikan penghargaan terhadap pahlawan daerah, insya Allah mohon doa dari masyarakat Aceh muda-miudahan Aceh lebih maju lebih sukses dan lebih hebat,” kata Alhudri.

Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019 dimulai dengan upacara dan penaburan bunga di Taman Makam Pahlawan, kemudian dilanjutkan dengan Upacara di Lapangan Blang Padang, bertindak sebagai Inspektur Upacara Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Temu Ramah Gubernur Aceh dengan keluarga pahlawan, perintis kemerdekaan perjuangan di Anjongan Mon Mata, Banda Aceh.

“Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2019 ini juga memberi santunan untuk keluarga pahlawan, perintis sejumlah Rp 3 juta rupiah per keluarga,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial yang juga sebagai Ketua Panitia Pelaksana, Iskandar. []

BANDA ACEH- Plt Gubernur Aceh Ir.Nova Iriansyah, MT memerintah Kepala Dinas Sosial Aceh Drs.Alhudri MM untuk mendistribusikan bantuan logistik ke setiap gudang logistik milik Dinsos yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Aceh sebagai bentuk siaga bencana jika kondisi buruk melanda tanah rencong, bahkan selama ini kerap terjadi di Aceh.

Hal itu dilakukan Plt Gubernur guna menyikapi seiring keluarnya peringatan dari BMKG Aceh menyangkut dengan kondisi cuaca ektrem yang terjadi di Aceh selama ini dan beberapa hari kedepan. “Peringatan BMKG harus kita sikapi dengan serius dan semua pihak harus siaga untuk mengurangi resiko bencana terhadap masyarakat,” ungkap Nova.

Kepala Dinas Sosial Aceh mengatakan, Dinsos sudah menyiapkan sejumlah SDM melalui TAGANA, sahabat tagana, serta kendaraan dapur umum guna menindaklanjuti perintah Plt Gubernur Aceh dalam menghadapi bencana.

Kemudian, Alhudri yang diwakili oleh Kasi PSKBA Yanyan Rahmat juga mengirim sebanyak tiga truck bantuan logistik atau setara Rp 364.174.172 untuk kebutuhan masa panik kala terjadi bencana ke pesisir timur Aceh, tiga truck bantuan itu diperuntukka untuk tiga daerah tahap pertama, yaitu Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang. Semua barang logistik disimpan di setiap gudang yang ada di tiga daerah itu.

Di Aceh Timur, Bantuan logistik sebanyak satu truck diterima langsung oleh Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib SH yang turut disaksikan oleh Kepala Dinas Sosial Aceh Timur Ir.Elfiandi, SP, Kepala Bidang Linjamsos Saharani,SA,g, MA. Penyerahan bantuan yang berlangsung di kediaman Bupati Aceh Timur diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Aceh yang diwakili oleh Kasi PSKBA Yanyan Rahmat.

Bupati Aceh Timur Hasballah M.Thaib alias Rocy mengucapkan terimakasih kapada pemerintah Aceh yang telah memperhatikan Aceh Timur dengan baik, bahkan untuk tahun ini bantuan logistik disiapkan lebih cepat agar saat terjadi bencana akan teratasi dengan cepat.

“Atas nama pemerintah Aceh Timur dan masyarakat, saya berterimaksih kepada Plt Gubernur Aceh yang telah membantu masyarakat Aceh Timur, insya Allah ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Aceh Timur” katanya.

Sementara di Kota Langsa, bantuan logistik sebanyak satu truck diterima langsung oleh Wali Kota Langsa Usman Abdullah alias Toke Seuem di pendopo Wali Kota Langsa yang diserahkan oleh Yanyan Rahmat serta turut disaksikan oleh Kadinsos Langsa serta beberapa pejabat lainnya, Sabtu siang 9 November 2019.

“Ini terobosan yang bagus dilakukan oleh pemerintah Aceh dalam aksi cepat tanggap dalam  penanganan bencana jika terjadi,” ujar Usman Abdullah.

Di Aceh Tamiang, Bantuan yang sama diterima oleh kepala Dinas Sosial Aceh Tamiang Alijon yang diserahkan oleh pihak pemerintah Aceh yang turut disaksikan oleh pihak kepolisian, relawan Tagana serta beberapa pejabat Dinsos Aceh Tamiang.

Keseluruhan bantuan yang dikirim oleh pemerintah Aceh untuk tiga daerah di pesisir timur Aceh ini, usai penyerahan secara simbolis, maka, bantuan tersebut semuanya disimpan di gudang logistik milik pemerintah Aceh.

Berbeda dengan Aceh Tamiang, selain digudangkan, sejumlah bantuan yang baru tiba Magrib tadi, Sabtu 9 November 2019 langsung di distribusikan kepada korban berdampak banjir di Desa Suka Jadi, Kecamatan Karang Baru. Ditempat tersebut, jumlah korban banjir sebanyak 103 KK dengan jumlah rumah sebanyak 96 unit terendam banjir, sehingga sebanyak 248 Jiwa termasuk 30 balita harus mengungsi.

Kepala Dinas Sosial Aceh Drs. Alhudri, MM melalui Kasi PSKBA mengatakan, untuk tahap pertama bantuan logistik disalurkan untuk 3 Kabupaten/Kota di Aceh, mengingat 3 daerah tersebut sering terjadi bencana.

“Kemudian, dalam waktu dekat akan kita antarkan logistik ke seluruh Aceh, semua gudang logistik harus terisi barang bantuan sehingga saat bencana terjadi akan lebih mudah dan lebih cepat  tertangani korban berdampak dari bencana,” ujar Yanyan.

Kemudian, Yanyan juga mengungkapkan, perintah siaga bencana yang disampaikan oleh Plt Gubernur Aceh sudah mulai dilakukan dengan cara memasukkan stok logistik ke setiap gudang yang ada. “keluarnya perintah dari Plt Gubernur tersebut, ini bermakna, satu langkah lebih maju dalam penanganan bencana di Aceh,” demikian Yanyan Rahmat.

Foto: Kambing berkaki 8 (ANTARA/HO/Istimewa)
Banda Aceh - Seekor kambing berkaki delapan ditemukan lahir di Desa Pasi Keubeudom, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Kambing ini bikin heboh warga desa tersebut.

"Awalnya saya tak menyangka kambing yang lahir ini berkaki delapan," kata Syarifuddin kepada wartawan, di Aceh, yang dikutip dari Antara, Minggu (10/11/2019).

Ternak milik Syarifuddin (45) tersebut lahir dari seekor kambing betina miliknya di sekitar rumah tetangganya di desa tersebut Sabtu (9/11) siang. Menurutnya, saat kambing tersebut akan lahir, induk betina kambing ini terlihat kesakitan dan bertingkah tidak seperti biasa.

Ketika lahir, ia dan warga mengaku kaget karena ternak yang lahir merupakan kambing berkaki delapan. Sontak kejadian tersebut membuat masyarakat di Desa Pasi Keubeudom, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya terkejut dan semakin geger karena sempat beredar luas di media sosial.

Namun, ternak tersebut hanya hidup selama beberapa jam saja setelah lahir dan kemudian mati.

Sementara itu, Yusda, seorang tokoh masyarakat di Desa Pasi Keubeudom, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, mengatakan dirinya bersama warga sangat terkejut dengan lahirnya seekor kambing berkaki delapan milik seorang warga di desanya.

"Mungkin karena kejadiannya langka, banyak warga yang kaget," kata Yusda.

Meski ternak kambing tersebut sudah mati, namun kejadian unik dan langka tersebut masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan warga di desa. | Detik.com

Aceh Utara | 10 November 2019
Dalam rangka menyemarakkan Hari Pahlawan, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0103/ Aceh Utara akan menggelar Open Turnamen Bola Voli yang diberi nama Dandim CUP 2019. Turnamen kali ini akan diselenggarakan di Lapangan Ades VC Gampong Teungoh Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara, dan akan dimulai tanggal 11 November 2019 sampai dengan 25 November 2019.

Turnamen kali ini akan diikuti oleh 16 Tim Voli terbaik dari Aceh,
1. Kabupaten Aceh Utara diwakili oleh : Raja VC Kuta Makmur, Bandara VC Muara Batu, Putra GST VC Dewantara, Tiger VC Kuta Makmur, dan tuan rumah NVC Nisam,
2. Kota Lhokseumawe diwakili oleh : Bank Aceh VC, Tri Sakti VC Blang Mangat, Bank Indonesia VC dan Congkobo Kandang
3. Kabupaten Aceh Timur diwakili oleh : Bek Panic VC dan Rajawali VC.
4. Kabupaten Bireuen diwakili oleh : Perkasa VC.
5. Kabupaten Pidie Jaya diwakili oleh : Olimpic VC.
6. Kabupaten Bener Meriah diwakili oleh : Ghaza VC dan Elang Putih VC, dan
7. Tim terakhir yaitu : Sanggamara VC Kodam Iskandar Muda Banda Aceh.

Ke-enam belas tim yang bertanding di Open Turnamen Volley Ball Dandim CUP, akan memperebutkan Piala Dandim 0103 Aceh Utara, dengan total hadiah 40 Juta (empat puluh juta rupiah).

Dandim Aceh Utara Letnan Kolonel Inf Agung Sukocho, SH, sangat optimis turnamen ini akan berlangsung meriah, ini adalah wujud nyata kerjasama TNI dan rakyat untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, dan beliau sangat berharap semua pihak untuk dapat mendukung kesuksesan turnamen tersebut.

Tajuddin, S.Sos yang dipercayakan sebagai Kabid Publikasi dan Dokumentasi Open Turnament VolleyBall Dandim Cup kepada media ini menyampaikan, bahwa semua persiapan sudah dilakukan secara maksimal oleh panitia, baik itu sarana pendukung dilapangan, maupun keperluan lain.

Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Dandim atas kepercayaan kepada masyarakat Nisam, yang ditunjuk sebagai tuan rumah, ini merupakan tantangan bagi kami Nisam, dan kami bertekad untuk menyukseskannya, ujar pria yang biasa dipanggil Taju Banba ini;

Rilis : Taju

LHOKSEUMAWE - Peringatan Hari Pahlawan di Kota Lhokseumawe yang digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP)  Blang Panyang berlangsung khidmat dan lancar, Minggu (10/11/2019) pagi.

Bertindak sebagai inspektur upacara Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, S.Ik yang memimpin jalannya upacara peringatan hari Pahlawan di TMP Blang Panyang Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh.

Kapolres saat memimpin peringatan langsung menuju tempat upacara dan menerima laporan dari perwira upacara.

Bersama para peserta upacara, Kapolres memimpin pemberian penghormatan kepada arwah pahlawan dan mengheningkan cipta.

Kemudian upacara ditutup dengan pembacaan doa dan menaburkan karangan bunga ke makam para pahlawan.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, S.Ik melalui Kasubag Humas Salman Alfrasi mengungkapkan, tanggal 10 November merupakan momen refleksi dalam rangka  mengingat pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa.

Peringatan tersebut didasakan pada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, sebagai pertempuran pertama dan terbesar antara pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dengan memakan korban jiwa yang sangat besar,”ujarnya

Maka peringatannya hari pahlawan dapat membangkitkan semangat kebangsaan, menumbuhkan nilai kebangsaan serta meningkatkan kecintaan kepada tanah air,” pungkasnya.

Hadir juga dalam upacara tersebut Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Purmanto, Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Ketua DPRK Lsmawe Ismail A.manaf, Danlanal Lse Letkol Laut (P) M. Sjmsul Rizal, Dandenpom I/IM Letkol CPM Basuki, Kepala BNN Kota Lhokseumawe AKBP Fakrurrazi, Kajari Kota Lhokseumawe M.Ali Akbar, S.H.M.H, serta sejumlah unsur muspida setempat.

Selain itu turut hadir rombongan Ketua Bayangkari Polres Lhokseumawe Ny Rinny Ari Lasta Irawan beserta ibu-ibu anggota Bhyangkari, Persit Kartika Chandra, Persit Jalasinastri dan para ibu-ibu intansi terkait lainnya.


Statusaceh-  Pertumbuhan ekonomi merupakan aktivitas perekonomian yang menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu, termasuk kegiatan ekspor di dalamnya. Dalam teori endogenous economic growth, menerangkan bahwa perdagangan internasional atau luar negeri baik ekspor maupun impor memiliki pengaruh yang positif terhadap output dan pertumbuhan ekonomi sebuah negara (Romer, 1986).

Perdagangan luar negeri menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kesejahteraan, kemajuan, dan kemandirian suatu bangsa. Dalam rangka mempercepat laju pertumbuhan perdagangan internasional bagi Indonesia dan meningkatkan daya saing pelaku bisnis, Pemerintah Indonesia telah membentuk suatu lembaga pembiayaan independen yang mampu menyediakan pembiayaan yaitu Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Pembentukan LPEI tersebut dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (disebut UU No. 2 Tahun 2009).

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank adalah Lembaga Keuangan khusus milik Pemerintah RI, yang mendapatkan mandat untuk meningkatkan kinerja ekspor, memberdayakan UKM Ekspor dan melaksanakan Penugasan Khusus dari Pemerintah, melalui Pembiayaan, Penjaminan dan Asuransi, serta memberikan Bimbingan dan Jasa Konsultasi kepada UKM berorientasi Ekspor (UKME) dan Koperasi.

Harapan besar untuk meningkatkan kuantitas perdagangan luar negeri Indonesia, memposisikan LPEI untuk meningkatkan peran-peran dalam peningkatan kinerja ekspor. Karena itu, LPEI diharapkan melakukan revitalisasi. Kenyataan ini, juga menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mensenergikan peran OJK dangan LPEI, khususnya dalam bidang asuransi industri ekspor. 

Peran OJK Peningkatan Pembiayaan Ekspor Nasional

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga Negara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan baik di sektor perbankan, pasar modal, dan sektor jasa keuangan non-bank seperti Asuransi, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya. Tujuan OJK adalah agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan terselenggara secara teratur, adil, transparan, akuntabel dan mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, serta mampu melindungi kepentingan konsumen maupun masyarakat. (Pasal 4 UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK).

Pada tahun 2019 ini, kebijakan dan inisiatif OJK difokuskan pada empat area, yaitu:  Pertama, menyediakan altenatif pembiayaan bagi sektor strategis pemerintah yang memerlukan pendanaan jangka panjang dan melengkapi infrastruktur pasar keuangan;  kedua: OJK menaruh perhatian besar pada penyediaan pembiayaan bagi UMKM dan masyarakat kecil di daerah terpencil yang belum terlayani oleh Lembaga Keuangan Formal, serta membuka akses investasi bagi masyarakat luas; dan fokus yang ketiga, OJK menyiapkan industri jasa keuangan dalam menghadapi dan memanfaatkan revolusi industri 4.0.

Kebijakan dan inisiatif OJK yang keempat, yaitu: OJK mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi defisit transaksi berjalan dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Termasuk upaya  dalam mendorong pengembangan produk asuransi terutama produk asuransi yang dapat mendukung sektor pariwisata dan kegiatan ekspor, termasuk Asuransi Ekspor Indonesia. OJK juga berkomitmen mendukung program Kementerian Perdagangan dalam penggunaan asuransi nasional untuk ekspor dan impor barang tertentu; mempercepat revitalisasi peran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk lebih mengefektifkan peran LPEI dalam mendorong ekspor melalui penyediaan pembiayaan industri berorientasi ekspor serta dalam penjaminan dan asuransi ekspor. 

Terkait dengan LPEI berdasarkan UU No. 2 Tahun 2009, LPEI berfungsi sebagai Eximbank sekaligus sebagai Export Credit Agency untuk Indonesia yang bertugas melayani eksportir dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, dan asuransi dalam rangka menghasilkan barang dan jasa dan/atau usaha lain yang menunjang ekspor. Selain itu, LPEI bertugas menyediakan pembiayaan bagi transaksi atau proyek yang tidak dapat dibiayai oleh perbankan, tetapi mempunyai prospek dalam peningkatan ekspor nasional. LPEI juga mempunyai tugas untuk membantu mengatasi hambatan yang dihadapi oleh bank atau lembaga keuangan dalam penyediaan pembiayaan bagi eksportir.

Indonesia Eximbank sejak tahun 2015 hingga 2017 telah memberikan pendampingan kepada 330 UKME dari berbagai kota yang tersebar di Jawa dan Bali.Keberpihakan ini direalisasikan melalui pembiayaan pada segmen UKME yang tumbuh mencapai 22,76% di sepanjang tahun 2017. Beberapa produk yang telah diekspor diantaranya adalah kapuk, sapu, serabut kelapa, furniture, handicraft, tepung cassava, arang bricket, dan ikan lele beku dengan tujuan negara seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris dan Yordania. Disamping itu, Indonesia Eximbank pada tahun 2018 melakukan pendampingan kepada UKME yang difokuskan kepada kesiapan dan optimalisasi pelaku usaha dalam memanfaatkan Global E-Commerce sebagai alternatif akses pemasaran global yang efisien dan efektif yaitu melalui pelaksanaan Digital Handholding. 

Dukungan lain yang diberikan kepada pelaku UKME adalah berupa pemberian Bimbingan dan Jasa Konsultasi melalui pelaksanaan program berkelanjutan yang merupakan rangkaian dari beberapa bentuk kegiatan seperti pelatihan, pendidikan, pameran dan pendampingan teknis selama periode tertentu hingga pelaku UKME mampu menjadi eksportir baru. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat (community empowering) khususnya komunitas petani dan wanita di suatu daerah seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan dan pendapatan keluarga, pembangunan masyarakat melalui optimalisasi potensi khas daerah.

Revitalisasi LPEI

Peran penting dari LPEI belum sepenuhnya dapat dirasakan Industri ekspor karena itu,  memerlukan  revitalisasi  sistem  LPEI.  Tetapi  bagaimanakah  caranya?  Ada  banyak  pilihan,  tetapi  yang  mendesak  dilakukan  adalah,  pertama, membuat turunan LPEI dan garis-garis besar arah strategi pembangunan jangka panjang, menengan dan pendek sesuai arah pembangunan nasional. 

Kedua, menyempurnakan UU LPEI dengan mengefektifkan peran LPEI dalam mendorong ekspor melalui penyediaan pembiayaan industri berorientasi ekspor serta dalam penjaminan dan asuransi ekspor; Ketiga, membangun resource-base industry expor yang berdaya saing tinggi sebagai prioritas utama;Keempat, pemberdayaan UKME atau Koperasi yang berorientasi ekspor agar berperan utama dalam ekonomi  rakyat;  Kelima, memperkuat BUMN ekspor dan strategis agar berdaya saing tinggi dan menjadi  lokomotif ekonomi rakyat; Keenam, melaksanakan gerakan  produktifitas  dan  efesiensi  nasional; dan Ketujuh, reformasi birokrasi LPEI guna mewujudkan lembaga yang bersih dan  berwibawa. Semoga


Oleh : Harjoni Desky

StatusAceh.Net - Nabi Muhammad SAW diutus Allah untuk menyebarkan Islam kepada manusia. Karena itu, proses pembumian ajaran Islam berjalan secara manusiawi. Ada nuansa perjuangan di dalamnya. Itu semua sebagai hikmah bagi umat Muhammad. Nah, di situs-situs yang masih ada di Mekkah dan Madinah, Arab Saudi, jejak perjuangan Muhammad itu bisa ditengok sampai sekarang.

Alhamdulillah, berbarengan dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi, tim VIVA bersama kawan-kawan serombongan berkesempatan melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci pada 29 Okotober sampai 6 November 2019 lalu. Beberapa tempat bersejarah jejak perjuangan Rasulullah kami singgahi di sela-sela pelaksanaan ibadah umrah.

Sebanyak enam gubernur menemui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id
Jakarta - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, segera mengumpulkan seluruh kepala daerah di Indonesia. Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar, mengatakan semua kepala daerah akan berkumpul dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Komunikasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, 13 November 2019.

"Acara itu strategis untuk menyelaraskan visi-misi pemerintah pusat dan pemerintah daerah ke depan. Karena semua akan berbicara mengenai penyelarasan itu, agar seluruh pemda serempak mendukung program prioritas kita bersama," kata Bahtiar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 8 November 2019.

Presiden Joko Widodo direncanakan akan membuka forum sinkronisasi itu. Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga hadir mendampingi. Rakornas itu bakal dilaksanakan dalam delapan sesi dengan beberapa narasumber dari kementerian atau lembaga.

Bahtiar mengatakan, para narasumber akan memaparkan pokok pikiran terkait Program Prioritas Nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. Semua materi itu akan dipaparkan kepada para kepala daerah sebagai bentuk sinkronisasi.

Misalnya pada sesi pertama bertajuk 'Kebijakan Strategis 2020-2024' yang akan diisi oleh empat menteri koordinator (menko). Mereka adalah Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Selain itu pada sesi kedua dengan tajuk 'Pembangunan SDM', Kemendagri menghadirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Batubara, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Agama Fachrul Razi.

"Dalam kesempatan itu, banyak pokok-pokok pikiran yang akan dijabarkan oleh berbagai narasumber terkait visi-misi Presiden Jokowi, karena kita tahu bahwa tidak ada visi-misi selain visi-misi Presiden, dan itu menyangkut program pemerintah hingga tahun 2024 nanti," kata Bahtiar.

Pada 30 Oktober 2019, Mendagri Tito Karnavian mengutarakan niat mengundang kepala daerah. Dia ingin ada upaya sinkronasi pengawasan, supaya tak ada penyimpangan anggaran. Tito menyebut sinkronasi itu juga dimaksudkan mengharmonisasikan kegiatan di Pemda agar searah dengan Program Prioritas Presiden Joko Widodo.

"Tolong kalau ada program-program rencana untuk tahun 2020 betul-betul disesuaikan selain dengan kebutuhan lokal juga dengan visi-misi Bapak Presiden," kata Tito, Rabu, 30 Oktober 2019. | Medcom.id

STATUSACEH - Minyak bumi dan gas alam ibarat bidadari yang diperebutkan banyak orang. Bahkan karena kecantikan dan kemolekannya segala cara dilakukan demi mendapat sumber minyak dan gas (migas).

Bagi Aceh, sumber daya alam yang terkandung di perut bumi bukan hal asing lagi. Mengingat provinsi yang terletak di paling barat Pulau Sumatera itu mampu menghasilkan minyak dan gas dalam jumlah cukup besar dengan nilai ekonomis tinggi.

Bicara soal migas, pentingnya minyak bumi sudah disadari warga Tanah Rencong sekitar abad 16. Pada zaman itu, Kesultanan Aceh telah menggunakan minyak bumi sebagai sumber api di obor penerang. Juga untuk mempertahankan wilayah dari upaya penguasaan asing.

Saat peperangan di perairan Selat Malaka, minyak bumi dimanfaatkan untuk membakar kapal-kapal milik angkatan perang Portugis. Hal itu terekam dalam buku Pertamina Peduli Pembangunan Daerah Istimewa Aceh, ditulis Jamaliddun Ahmad pada 2001.

Disebutkan, minyak yang naik ke permukaan tanah dan menggenangi rawa-rawa malah banyak digunakan sebagai obat gosok dan mulai diperdagangkan ke luar negeri. Maka jauh sebelum Indonesia merdeka, Aceh sudah mulai melakukan perdagangan internasional di bidang minyak bumi.

Pada tanggal 15 Juni 1885 AJ Zijker berhasil menggali sebuah sumur minyak yang diberi nama Telaga Tunggal 1 atau Telaga Said. Sumur ini berlokasi di 12,5 kilometer di sebelah Pangkalan Brandan, Langkat, Sumatera Utara.

Dengan penggalian sumur minyak Telaga Said maka dimulailah sejarah perminyakan di Indonesia. Sumur minyak tersebut dikelola oleh NV Koninklijke Nederlandsch Petroleum Mij. Perusahaan minyak asal Belanda ini kemudian patungan dengan Shell membentuk perusahaan minyak bernama Bataafsche Petroleum Mij (BPM).

Hasilnya, tahun 1892 dibangun kilang penyulingan minyak yang berkapasitas 2,4 ribu barel per hari di Pangkalan Brandan. Sembilan tahun kemudian perusahaan Holland Perlak Mij NV Petroleum Mij Zaid Perlak melakukan eksplorasi di Rantau Panjang, Landeshap Perlak, Aceh Timur.

Minyak yang mereka temui sejak tahun 1900 dialirkan dengan pipa sepanjang 130 kilometer ke kilang BPM di Pangkalan Brandan untuk disuling dan dikirim ke pelabuhan Pangkalan Susu kemudian diekspor ke luar negeri. Menjadi penanda aktivitas perminyakan di Aceh sudah mulai berproduksi secara komersial.

Pada Agustus 1901 produksi minyak di Rantau Panjang sudah bisa mencapai 240.250 liter dan pada tahun 1909 meningkat menjadi 68.807 ton. Produksi minyak yang terus meningkat mendorong perusahaan lain berburu ladang minyak di Aceh. Tak hanya di Landsehap Perlak tapi juga meluas ke daerah lain, seperti Idi, Langsa dan Tamiang.

Pada tahun 1932-1934 tercatat ada empat perusahaan yang melakukan eksplorasi di wilayah Langsa dan Idi. Eksplorasi dilakukan pada area seluas 50.000 hektar, mencakup Landeshap Serbajadi, Sungo Raya, Peudawa Rayeuk, Julok Rayek dan Idi Rayeuk.

Begitu juga di wilayah Tamiang, eksplorasi pertama dilakukan di Rantau, Landeshap Keujureun Muda pada bulan Februari 1929. Minyak yang diproduksi dialirkan ke Pangkalan Brandan melalui pipa sepanjang 63 kilometer.

Perluasaan eksplorasi itu sangat berpengaruh pada volume produksi perusahaan minyak BPM di kilang Pangkalan Brandan dan ekspor minyak mentah. Tercatat, jelang perang dunia ke dua, produksi kilang di Pangkalan Brandan mencapai satu juta ton per tahun. Sementara ekspor minyak dari Aceh pada tahun 1938 mencapai 705.650 meter kubik.

Masuk tahun 1943, pemerintah militer Jepang membangun kilang penyulingan minyak dengan kapasitas 40 ton per hari di Desa Paya Bujok, Kota Langsa. Itu momen pertama di daerah Aceh, ada pengoperasian kilang penyulingan untuk keperluan militer Jepang.

Namun kondisi itu berubah usai Jepang kalah perang. Para militer negara Matahari Terbit banyak yang meninggalkan Aceh. Dan Desember 1945 sumur minyak yang terletak di Aceh Timur akhirnya menjadi terbengkalai.

Presiden Joko Widodo berikan penghargaan Pahlawan Nasional di Istana Negara
Jakarta - Enam tokoh Indonesia dianugerahi gelar pahlawan nasional tahun 2019 oleh pemerintah. Keenam tokoh tersebut punya latar belakang beragam.

Dikutip dari VIVAnews, keenamnya dikukuhkan sebagai pahlawan nasional karena dianggap sudah berjuang untuk bangsa dan negara. Baik dalam perjuangan bersenjata atau politik dan bidang lainnya untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Penetapan mereka sebagai pahlawan nasional tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 12/TK Tahun 2019 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, yang ditetapkan di Jakarta, 7 November 2019. Sementara penganugerahan gelar pahlawan nasional dilakukan di Istana Negara hari ini, Jumat, 8 November 2019 dengan upacara yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dari enam tokoh itu, tiga tokoh merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Mereka, yakni KH Abdul Kahar Mudzakir, Alexander Andries (A. A) Maramis, dan KH Masykur.

"Kahar Muzakir bersama A. A Maramis dan KH Masykur sebagai anggota BPUPKI/PPKI tersisa yang belum dapat gelar pahlawan. Jasa mereka sangat besar," kata Wakil Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Negara, Jimly Asshiddiqie.

Tokoh lain yang juga mendapat gelar pahlawan nasional, yakni seorang pendidik Profesor Dr Sardjito. Dia pernah menjabat sebagai rektor universitas di Yogyakarta, yakni Rektor pertama Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 1950-1961 dan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) periode 1964-1970.

Selain itu, seorang jurnalis perempuan dari Sumatera Barat yang juga ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Dia adalah Ruhana Kudus. Tokoh daerah dari Sulawesi Tenggara, Sultan Himayatuddin Saidi atau Oputa Yii Ko juga ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

"Sultan yang melawan Belanda, sehingga terpaksa turun takhta, lalu sesudah berjuang naik takhta dua kali jadi sultan," ujar Jimly.

UGM bangga


Sementara itu, Rektor UGM Panut Mulyono menyatakan bahwa penghargaan yang diberikan kepada Sardjito merupakan kebanggaan bagi civitas akademika UGM. Dia pun berharap semoga kita bisa meneladani semangat dan ketulusan Sardjito dalam berjuang untuk masyarakat, bangsa dan negara.

"Almarhum Profesor Sardjito adalah ilmuwan pejuang dan pejuang ilmuwan," kata Panut.

Bahkan untuk mengenang jasanya, UGM mengabadikan nama Sardjito menjadi nama rumah sakit di lingkungan universitas. Adapun pengusul Sardjito menjadi pahlawan nasional adalah UGM. UGM memperjuangkan nama Sardjito selama sembilan tahun sejak 2011 hingga akhirnya mendapat gelar tersebut.

Salah seorang anggota tim pengusul, Sutaryo mengatakan bahwa Sardjito pada era kemerdekaan fokus dan aktif di bidang pendidikan. Selain itu, Sardjito juga peletak Pancasila sebagai dasar perguruan tinggi di Indonesia. Sardjito pun dikenal sebagai pendiri PMI dan banyak meneliti obat-obatan untuk masyarakat dan pejuang kemerdekaan. "Sarjana komplet. Aktif di sosial, budaya, perdamaian dan seni rupa," ujarnya. | viva

StatusAceh.Net - Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menembak mati seorang pelaku pengendalian ganja jaringan Aceh-Jakarta di kawasan Srengseng, Jakarta Barat, Kamis (7/11).

Tindakan penembakan dilakukan di Srengseng, saat tersangka sedang dibawa dari bandara Soekarno Hatta untuk menunjukkan tempat tersangka yang lain.

"Tersangka mencoba melawan petugas dan mencoba menyerang petugas. Kemudian dilakukan peringatan penembakan sebanyak dua kali ke udara namun tidak diindahkan oleh tersangka. Selanjutnya terhadap tersangka Muriandi dilakukan tindakan tegas terukur," ujar Kasubdit 1 Narkotika AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya ketika dikonfirmasi, Jumat (8/11).

Seorang tersangka yang ditembak itu merupakan hasil dari operasi penangkapan yang dilakukan polisi di Aceh.

Sebelumnya, terdapat tiga tersangka yang berhasil diringkus tim tersebut di dua tempat berbeda di Aceh yakni Ghazali, M Amin Yunus, dan Muriandi.

Ghazali dan Yunus diamankan di depan Bank BRI di Jalan Prof Majid Ibrahim, Kota Sigli pada Minggu (3/11). Sedangkan Muriandi ditangkap di Jalan Meunasah Kreung, Kabupaten Aceh Besar pada Senin (4/11).

Penangkapan bermula dari pendalaman kasus terhadap tersangka Yopi yang sudah diamankan di Jakarta bersama dengan barang bukti 142 bungkus ganja. Dari pendalaman itu diketahui Ghazali dan Yunus merupakan pengirim sejumlah ganja dari Aceh ke Jakarta.

Setelah melakukan interogasi terhadap dua tersangka, didapatilah nama Muriandi yang menjadi pengendali jaringan narkoba Aceh-Jakarta.

Ghazali mengaku diperintah Muriandi untuk mengirim sejumlah ganja tersebut. Muriandi adalah residivis narkoba jenis sabu. Ia bebas dari Lapas Salemba pada 2005 silam.

"[Muriandi] bos ganja, pemilik ladang ganja. Tersangka memiliki ladang ganja di Aceh seluas 10 hektare," tutur Fanani. | CNNIndinesia

Banda Aceh - Polda Aceh meminta sisa anggota kelompok Pembebasan Kemerdekaan Aceh Darussalam/Aceh Merdeka dan Tentara Islam Aceh Darussalam (PKAD/AM TIAD) menyerah. Polisi mengantongi identitas anggota kelompok tersebut.

"Menurut pengakuan tersangka (yang ditangkap) anggota kelompok ini yang paling setia ada 6 orang. Tapi kita harapkan yang pernah muncul di akunnya (videonya) kita harapkan menyerahkan diri," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes T Saladin kepada wartawan, Kamis (7/11/2019).

Polisi sudah menangkap pimpinan PKAD/AM TIAD berinisial YIR. Dia dibekuk bersama ajudannya RD di kawasan Bireuen, Aceh pagi tadi sekitar pukul 10.25 WIB. Penangkapan keduanya dilakukan tim Satgas kejar tangkap KKB Polda Aceh.

Menurut Saladin, anggota kelompok tersebut boleh menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat atau melalui tokoh masyarakat seperti kepala desa. Polisi, sebutnya, akan memproses mereka yang menyerah sesuai dengan peran di video.

"Jadi kita imbau segera menyerah karena nama dan identitas sudah kita kantongi. Jangan takut mereka diproses sesuai perannya," jelas Saladin.

Saladin menjelaskan, kelompok ini sudah beberapa kali membuat video dan mengunggahnya di media sosial. Video mereka pertama sekali muncul di media sosial pada Agustus lalu sambil menembak menggunakan senjata api.

Video tersebut direkam di Aceh Utara. Sementara video terakhir yang berisi maklumat pengusiran warga yang bukan asli Aceh keluar dari Tanah Rencong dibikin di Bireuen. Polisi mulai mencari keberadaan mereka sejak video pertama muncul.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriyono, mengatakan, kelompok PKAD/AM TIAD tidak berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) lain di Aceh. Meski demikian, polisi masih menyelidiki ada tidaknya tindak kriminal yang mereka lakukan.

"Belum ada kaitan dengan kelompok bersenjata lainnya. Sementara kasus mereka tersendiri," jelas Ery.

Menurut Ery, pihaknya masih mendalami jumlah anggota kelompok ini, termasuk ada-tidaknya tindak kriminal yang dilakukan.

"Kita juga masih mendalami peran kedua tersangka yang kita tangkap. Tapi satu orang berinisial YIR yang berbicara di dalam video. Dia pimpinan kelompok," ungkap Ery. | Detik.com

Banda Aceh - Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh memangkas hukuman terhadap dua terdakwa kasus 12 kg sabu dari seumur hidup menjadi 15 tahun penjara. Duduk majelis yaitu Asmar, Eris Sudjarwanto dan Bayu Isdiyatmoko.

Kasus bermula saat terdakwa Padli mendapat tawaran pekerjaan menjadi kurir sabu dari seseorang bernama Aman (DPO), pada 2 Februari 2019. Dia menyetujui tawaran tersebut setelah dijanjikan upah sebesar Rp 6 juta.

Menjelang sore hari, terdakwa diperintahkan Aman untuk mengambil 12 bungkus sabu di Persawahan Desa Rantau Pakam, Kabupaten Aceh Tamiang. Padli meluncur ke lokasi dengan mengendarai motor bebek.

Setelah mengambil barang haram tersebut yang ditaruh dalam sebuah tas, Padli pulang ke rumahnya di kawasan Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. Sekitar pukul 19.00 WIB, dia kembali dihubungi Aman dan diperintahkan untuk mengantar 10 bungkus sabu ke terdakwa Darwis Rulam.

Padli meluncur ke lokasi yang disepakati di Simpang Opak Kabupaten Aceh Tamiang dan tiba di sana sekitar pukul 22.00 WIB. Dia menemui Darwis yang sudah menunggu di lokasi. Untuk menjemput barang haram tersebut, Darwis dijanjikan upah Rp 10 juta.

Keduanya sempat berbincang sejenak di lokasi. Padli memperlihatkan sabu yang dibawa dalam tas. Namun karena sudah larut malam, Darwis enggan menerima sabu. Transaksi malam itu dibatalkan.

Esok harinya Minggu (3/2) sekitar pukuk 09.00 WIB, Padli diperintah oleh Aman untuk mengantar kembali sabu ke Darwis. Setelah menunggu hingga pukul 11.00 WIB, Darwis tidak kunjung datang.

Tak lama berselang, Padli dibekuk tim BNNP Aceh dan BNNK Aceh Tamiang. Ketika digeledah, ditemukan 10 bungkus sabu. Dia juga mengakui masih ada dua bungkus sabu yang disimpan di rumahnya.

Setelah menginterogasi Padli, petugas BNN membekuk Darwis. Dia mengakui akan menerima sabu tersebut. Keduanya diperiksa dan diadili dalam berkas terpisah.

Dalam persidangan di PN Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut keduanya dengan hukuman 19 tahun penjara. Namun Majelis hakim memvonis keduanya lebih berat yaitu seumur hidup.

Duduk sebagai hakim dalam perkara ini Irwansyah Putra Sitorus sebagai hakim ketua dan hakim anggota masing-masing Ahmad Syairozi dan Orsita Hanum. Vonis dibacakan pada Rabu (11/9) lalu.

Terkait putusan itu, kedua terdakwa mengajukan banding. Lalu apa kata PT Banda Aceh?

"Memperbaiki putusan Pengadilan Negeri Kuala Simpang tanggal 11 September 2019 dalam perkara Nomor 168/Pid.Sus/2019/PN Ksp, sekedar mengenai kwalifikasi tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa, dan lamanya pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa sehingga amar selengkapnya berbunyi sebagai berikut," putus hakim PT Banda Aceh.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama 15 tahun dan denda sejumlah Rp 1 milyar rupiah dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan," ketok hakim.

Duduk sebagai hakim yaitu Asmar sebagai ketua majelis, Eris Sudjarwanto dan Bayu Isdiyatmoko masing-masing anggota. Putusan itu dibacakan pada Selasa (5/11) lalu. | Detik.com

Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) membentuk Relawan Tagana Gampong di 152 desa yang ada di kabupaten tersebut. Adapun tujuannya pembentukan relawan tagana gampong tersebut agar upaya penanggulangan bencana lebih efektif dan efesien dengan adanya tagana di tiap-tiap desa di Abdya.

Langkah ini diapresiasi Kepala Dinas Sosial  (Kadinsos) Aceh Alhudri saat menghadiri kegiatan bertema Sosialisasi Pembentukan Relawan Tagana Gampong di 152 Desa yang berlangsung di Aula Bappeda Abdya, Selasa (5/11/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT, Kasie Pemanfaatan Logistik pada Direktorat PSKBA Kementrian Sosial RI, Muhammad Delmi, Ketua DPRK Abdya, Nurdianto, Dandim 0110/Abdya, M Ridha Has, Kabag Ops Polres Abdya, AKBP Haryono, para kepala SKPK, para Camat, Ketua Tagana Aceh Rizal Dinata, Ketua Tagana Abdya Yasri, dan para ketua Tagana dari kabupaten/kota di Aceh.

“Kami sangat mengapresiasi Pemkab Abdya karena telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi sahabat tagana tingkat gampong. Ini yang pertama di Indonesia dan perdana di Provinsi Aceh. Kegiatan ini sungguh sangat berguna dan penuh manfaat yang luar biasa,” kata Alhudri.

Menurut Alhudri, tagana merupakan salah satu wadah masyarakat yang didorong untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan penanggulangan bencana mulai dari penilaian risiko bencana, perencanaan siaga, koordinasi, peringatan dini, mobilisasi sumber daya, manajemen darurat dan informasi, pendidikan serta pelatihan.

Karena itu, keberhasilan dalam manajemen penanggulangan bencana sangat tergantung dari kemampuan para tagana dalam mengengola informasi. Sebab kata Alhudri, sampai saat ini keberhasilan dari penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial adalah bagaimana memberikan informasi cepat, menganalisis informasi yang akurat dan mendistribusikan perintah sesuai kondisi di lapangan. semua upaya dan manajemen di atas adalah dalam rangka pengurangan risiko bencana.

“Kami juga mengetahui bahwa Tagana Abdya hebat dan telah membuktikan dan menunjukkan dedikasi serta jiwa korsanya dalam penanggulangan bencana. dalam bekerja penuh tanggungjawab, keiklasan tanpa ada rasa pamrih dan selalu memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat korban bencana,” kata Alhudri.

Pada kesempatan itu Alhudri juga mengajak kepada semua pihak untuk serta dalam kegiatan pengurangan risiko bencana melalui kearifan lokal. Alhudri berharap agar metode itu dapat dijadikan sebagai suatu konsep yang mendasar untuk mencegah, mengatasi dan meminimalisir dampak dari suatu bencana. Karena kearifan lokal merupakan bagian dari suatu budaya masyarakat yang tidak dapat dipisahkan, seperti menanam pohon cemara dan mangrove di pinggir pantai, ini akan menahan ombak yang besar, kemudian menaman pohon bambu di bantaran sungai akan mengurangi potensi banjir dan longsor.

“Kami sangat berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat gampong yang menjadi sahabat tagana dapat lebih memahami dan memperhatikan serta menjaga alam lingkungan kita semua. marilah kita menjaga alam maka alam menjaga kita,” kata Alhudri.

Wakil Bupati Abdya Muslizar MT saat membuka kegiatan tersebut mengajak para calon tagana gampong untuk bekerja dalam rangka mewujudkan Pemerintah Abdya yang lebih baik ke depannya. Menurut Muslizar, para tagana gampong nantinya harus menjadi ujung tombak dalam upaya pengurasangan risiko bencana dan penanggulangan bencana di tiap-tiap desa, dan harus menjadi mata, telinga, tangan, dan kaki dalam membangun Abdya dalam kerawanan sosial dan kesenjangan sosial yang masih ada di pelosok-pelosok desa.

”Beritahu kepada kami setiap informasi yang ada, kami pemerintah tentu tidak semua tahu tentang kondisi masyarakat di pelosok desa. Seperti halnya rumah tidak layak huni, ini juga menjadi prioritas kami dalam waktu 5 tahun kepemimpinan kami,” kata Muslizar.

Muslizar juga berpesan agar nantinya data yang diberikan baik itu sifatnya bencana ataupun kesenjangan sosial harus melalui satu pintu, sehingga tidak tumpang tindih laporan yang dapat berakibat pada tumpang-tindihnya bantuan yang diterima. ”Jangan bersikap aji mumpung,” pesan Wabup.

 Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Kepala Dinas Sosial Abdya, Ikhwansyah, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan kepada sahabat Tagana gampong tersebut pertama dilaksanakan di Indonesia dan perdana di Provinsi Aceh.

Menurutnya, kegiatan itu berdasarkan Peraturan Bupati Abdya Nomor 9 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Gampong. Kemudian, kata Ikhwansyah, Keputusan Bupati Abdya Nomor 481 tahun 2019 tentang pembentukan Sahabat Tagana Gampong dalam Kabupaten Abdya tahun 2019 serta tersedianya anggaran DPA Perubahan Dinas Sosial Abdya tahun 2019.

“Untuk personel relawan Sahabat Tagana Gampong ini, kita telah merekrut tiga orang per gampong. Jadi untuk total keseluruahannya berjumlah 456 orang dari jumlah 152 gampong yang ada di Kabupaten Abdya,” ungkap Ikhwansyah.

Ia menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Untuk hari pertama, kegiatan sosialisasi difokuskan untuk tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Blangpidie, Susoh, dan Kecamatan Setia dengan jumlah peserta sebanyak 174 orang.

Untuk hari kedua, sambung Ikhwan, kegiatan sosialisasi difokuskan untuk peserta yang berasal dari Kecamatan Jeumpa, Kuala Batee, dan Kecamatan Babahrot dengan jumlah peserta 141 orang. Sementara untuk hari ketiga, pelaksanaan kegiatan ini bagi peserta yang berasal dari Kecamatan Tangan-Tangan, Manggeng, dan Kecamatan Lembah Sabil dengan jumlah peserta sebanyak 141 orang.

“Pembagian hari pelaksanaan ini kita lakukan untuk efektivitas bagi peserta dalam mengikuti pelaksanaan ini. Awalnya, kegiatan sosialisasi ini kita rencanakan di lapangan terbuka di tiga titik lokasi, karena mengingat keadaan cuaca selama ini kurang bersahabat, maka kegiatan ini kami pindahkan ke aula Bappeda,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Alhudri juga menyerahkan bantuan dari provinsi berupa satu unit motor dapur umum lapangan, 30 dus minyak goreng, 6 buah kompor, 6 buah tabung gas, 10 buah galon mineral, 20 pack gelas plastik, 6 set panci serbaguna, 2 unit tenda serbaguna, 60 lembar sajadah pendek, 300 lembar kain sarung, 10 unit rompi pelampung, 10 unit valbed dan 4 paket ware pack dan peralatan.[]
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.