2019

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Medan - Menjelang tutup tahun 2019, tim gabungan Pemko Binjai dan aparat penegak hukum dari Polri-TNI menggelar razia penyakit masyarakat.

Sejumlah hotel kelas melati dan kos-kosan disisir mulai Senin hingga Selasa (31/12/2019).

Tim merazia kamar-kamar di Hotel Garuda Binjai, Hotel Binjai, Oyo yang berada di Jalan Soekarno-Hatta.

Termasuk juga sejumlah kos-kosan yang diduga menjadi lapak wanita-wanita penjaja seks komersil yang meresahkan masyarakat.

Saat razia di Hotel Garuda, seorang pengunjung bermobil mewah Pajero Sport Dakar kepergok bersama seorang perempuan di dalam kamar.

Pria ini diduga pimpinan divisi bank di Kota Medan sesuai plat mobil yang diketahui Tribun Medan.

Saat dirazia, ia bersama seorang perempuan yang sudah tak mengenakan pakaian.

Mereka diduga pasang mesum, lantaran tak bisa menunjukkan buku nikah sehingga ikut dibawa ke kantor Satpol PP Binjai.

Kabid Trantib Satpol PP, Arif Sihotang, mengatakan ada sekitar tujuh pasangan yang diamankan dari kamar hotel kelas melati.

Terkait sosok pria bermobil mewah Pajero Sport, Arif menyampaikan pria tersebut mengaku sebagai pekerja swasta.

"Ya ada sekitar tujuh pasangan. Yang naik mobil (Pajero Sport) ada yang bilang dia pegawai bank.

Gak tahu mana yang betul. Kami sama pers gak bisa menutupi.

Mereka sudah dipulangkan, yang dibawa dia juga cukup umur, mereka dikenakan pasal penyakit masyarakat karena bukan muhrim, bisa jadi karena suka sama suka," katanya.

Info dihimpun Tribun Medan ada delapan pasangan, mereka yang diamankan yakni SS dan PP warga Medan, ER dan NF warga Kalbar, EWK dan NKR warga Langkat, IS dan SB warga Langkat, AL dan EN warga Langkat, MH dan YV warga Binjai, KY dan ANT warga Binjai, FT dan MD warga Binjai.

Wali Kota Binjai, H Muhammad Idaham terjun langsung bersama tim razia.

Mengenakan jaket hitam, dia menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisasi penyakit masyarakat, dan transaksi seksual demi visi kota religius.

"Kita menggelar razia ke beberapa hotel dan rumah kos, ini bertujuan mengurangi penyakit masyarakat, seperti kemaksiatan, prostitusi mau pun penyalahgunaan narkoba.

Razia ini rutin kita gelar untuk menjaga Kota Binjai dari Pekat," ungkap Wali Kota Binjai.

Razia ini bagian respon atas keluhan masyarakat.

Selama ini masyarakat telah menantikan dan mendukung aksi razia dari tim gabungan agar memberi efek jera bagi pelaku penyakit masyarakat.

"Warga terlihat begitu mendukung kita saat menggelar razia.

Semua mendukung kita dan kita juga akan rutin. Insya Allah Kota Binjai akan terbebas dari penyakit masyarakat," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul 7 Pasangan Mesum Terjaring Razia di Hotel Melati, Diduga Pejabat Bank Ikut Terciduk,

LHOKSUKON - Kasus Pencabulan Sepanjang tahun 2019 yang ditangani unit PPA Sat Reskrim Polres Aceh Utara tercatat sebanyak 23 Kasus, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 14 Kasus.

Hal ini disampaikan Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya Pratama kepada tribratanews, Selasa (31/12/2019).

"Secara keseluruhan kasus yang ditangani Unit PPA sepanjang tahun 2019 tercatat sebanyak 47 kasus,  meningkat daripada tahun 2018 yang tercatat sebanyak 35 kasus atau bertambah sekitar 30 persen." ujar AKP Adhitya.

Ia merincikan, dari 47 kasus  yang ditangani pada tahun 2019, 7 diantaranya adalah kasus pemerkosaan, 23 kasus cabul, 2 kasus KDRT, Penganiayaan 6 kasus,  2 kasus Nikah siri dan kasus lainnya sebanyak 7 kasus.

Ditambahkan, penanganan kasus ditahun 2019, 13 diantaranya dinyatakan P21.

"10 kasus selesai secara ADR ( Alternative Dispute Resolution ) yakni proses penyelesaian perkara diluar pengadilan, 17 kasus proses sidik, sidik 5 kasus, dan 2 kasus dilimpahkan ke Polres lain." pungkas Kasat Reskrim AKP Adhitya Pratama.

Aceh Utara – Kebakaran sejumlah bangunan ruko dan sat unit masjid di Alue Bungkoh kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara pada Sabtu lalu menyebabkan sejumlah warga harus mengungsi. Menyikapi hal tersebut, PT Pertamina Hulu Energi (PHE NSB) turut membantu para pengungsi korban kebakaran dengan menyalurkan bantuan kebutuhan sembako, pakaian dan peralatan sekolah.

Bantuan tersebut langsung disalurkan ke posko pengungsian di pasar Alue Bungkoh Pirak Timu pada Senin (30/12) sore yang diterima langsung oleh ketua BPBD Aceh Utara, Amir Hamzah dan selanjutnya langsung diserahkan kepada Kepala Desa Alue Bungkoh.

Bantuan yang diserahkan yaitu beras sebanyak 150 kilogram, minyak goreng, telur, indomie, air mineral dan keperluan konsumsi lainnya. Selain bantuan konsumsi juga diserahkan kain sarung sebanyak 50 lembar, tas sekolah, sepatu sekolah, buku dan pakaian siap pakai. Bantuan diterima langsung oleh kepala BPBD Aceh Utara.

Field Manager PHE NSB, Dirasani Thaib mengatakan PHE NSB berkomitmen untuk membantu meringankan beban yang dialami oleh masyrakat di sekitar perusahaan.
"Bantuan ini merupakan bukti kepedulian kita terhadap masyarakat tetangga perusahaan, bantuan masa panik ini kita serahkan di saat masyarakat sangat membutuhkan karena terpaksa harus mengungsi akibat musibah kebakaran," ujar Dirasani.

Dirasani berharap bantuan masa panik tersebut dapat meringankan beban masyarakat tetangga perusahaan yang terdampak musibah kebakaran dan dapat menjaga hubungan baik dan persaudaraan antara perusahaan dengan masyarakat yang sudah terjalin dengan baik selama ini.

LHOKSUKON - Kepolisian Resor Aceh Utara melaksanakan Upacara Korp Raport terhadap 77 personel di Jajarannya, Selasa (31/12/2019) di halaman Mapolres setempat.

Upacara kenaikan pangkat ini dipimpin langsung Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, S.I.K.

Kapolres menyebutkan 77 Personel yang dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi terdiri dari 1 personel dari Iptu ke AKP,  4 Personel dari Ipda ke Iptu.

Kemudian 4 Personel dari Bripka ke Aipda, 27 Personel dari Brigadir ke Bripka, 9 Personel dari Briptu ke Brigadir kemudian 32 personel dari Bripda ke Briptu dan terakhir 19 personel dari Kompi 4 Batalyon B Sat Brimob Polda Aceh.

"Kenaikan pangkat ini diberikan sebagai wujud penghargaan ataa prestasi yang telah dicapai dengan dilandasi oleh sikap disiplin, loyalitas, dedikasi dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas." ujar Kapolres.

Ia berpesan kepada yang naik pangkat hari ini harus benar-benar menghayati akan tugas mulianya ke depan dengan meningkatkan profesionalisme serta menampilkan sosok polri yang bermoral, bermartabat sebagai pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat.

"Jaga kehormatan diri dan keharmonisan keluarga, karena keluarga merupakan sumber semangat dan inspirasi dalam melaksanakan tugas." pungkas AKBP Ian.

Foto: Penemuan bayi di Banda Aceh (Dok. Polsek Syiah Kuala)
Banda Aceh - Bayi berjenis kelamin laki-laki berusia sekitar tiga hari dibuang orang tuanya di depan kios di Banda Aceh. Polisi masih menyelidiki orang tua dari bayi tersebut.

Penemuan bayi yang dibalut dengan kain menghebohkan warga Desa Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (31/12/2019). Bayi mungil tersebut diletakkan di atas kursi panjang di depan toko milik seorang warga.

"Pemilik toko atas nama Bakhtiar awalnya mendengar ada tangisan bayi di luar kios miliknya, namun dia mengira bayi tersebut bersama ibunya," kata Kapolsek Syiah Kuala AKP Edi Saputra, kepada wartawan.

Setelah mendengar suara tangisan tidak berhenti, Bakhtiar membuka pintu toko dan melihat sesosok bayi terbungkus kain. Dia lalu memberitahu penemuan tersebut ke tetangga.

Tak lama berselang, polisi datang ke lokasi. Bayi mungil tersebut selanjutnya dibawa ke Polindes untuk mendapat perawatan awal. Saat ini, bayi tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh untuk mendapat perawatan.

"Bayi tersebut akan kita titip rawatkan ke Dinas Sosial Provinsi Aceh dan perkaranya ditangani oleh Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh," jelas Edi. | Detik.com

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi adanya permintaan dari pegiat antikorupsi supaya dirinya membentuk tim independen untuk menangani kasus Novel Baswedan pascapenangkapan dua tersangka, yakni RB dan RM.

Permintaan ini sebelumnya disampaikan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Wana Alamsyah. Alasannya untuk menghindari konflik kepentingan karena kedua tersangka merupakan polisi aktif.

Lalu bagaimana tanggapan Presiden Jokowi?

"Semua mengawasi. Dari dulu, tam-tim-tam-tim, hahaha. Tim pencari fakta. Ya apa pun yang paling penting dikawal semua, bareng-bareng mengawal agar peristiwa itu tidak terulang lagi. Yang paling penting itu," jawab Presiden Jokowi di sela-sela kunjungan kerjanya di Kota Lama, Semarang, Senin (30/12).

Presiden ketujuh RI tersebut juga berharap kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tidak terus-terusan diributkan. Jokowi mengajak publik memberi kesempatan pada penyidik Polri untuk bekerja.

"Jangan sebelum ketemu, ribuuuuttt. Setelah ketemu, ribuuuttt. Berikanlah polisi kesempatan untuk membuktikan bahwa itu benar-benar pelaku, motifnya apa, semuanya. Jangan ada spekulasi-spekulasi terlebih dahulu," tandasnya.

Sebagai catatan, pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel sudah berjalan lebih dari dua tahun. Sebelum pelakunya terungkap, pegiat antikorupsi juga mendesak Presiden Jokowi membentuk TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) yang independen.(jpnn)

Foto: Peneliti ICW Kurnia Ramadana (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) memandang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berada di tahun terburuk. Sebab, ICW melihat tim yang dibentuk Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam mencari dan menentukan pimpinan KPK tak beres.

"Ini adalah tahun kehancuran KPK, yang benar-benar disponsori langsung oleh Istana, yaitu Presiden Joko Widodo dan juga anggota DPR periode 2014-2019 dan 2019-2024 mendatang," kata peneliti ICW Kurnia Ramadana dalam acara Diskusi Catatan Akhir Tahun Indonesia Corruption Watch: Lumpuhnya Pemberantasan Korupsi di Tangan Orang 'Baik' di Kantor ICW, Jalan Kalibata Timur IV D No 6, Jakarta Selatan, Minggu (29/12/2019).

Kurnia menjelaskan, panitia seleksi (pansel) KPK yang dibentuk Jokowi menuai polemik. Dia menyebut, 3 di antara 9 anggota pansel memiliki kedekatan dengan lembaga kepolisian.

Selain itu, lanjutnya, proses seleksi yang dilakukan pansel KPK kepada calon pimpinan KPK periode 2019-2023 tidak memiliki nilai integritas. Hal ini dikarenakan salah satu pimpinan KPK di periode sekarang ini tidak patuh yakni tidak melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

"Itu catatan krusialnya terkait dengan rekam jejak. Istana dan DPR berhasil meloloskan figur terduga pelanggar kode etik," lanjutnya.

Kurnia menuding Jokowi melemahkan KPK karena melantik Nurul Ghufron sebagai pimpinan KPK di periode sekarang. Dia menuding Jokowi melanggar UU KPK karena minimal usia pimpinan KPK adalah 50 tahun.

"Kehadiran Nurul Ghufron sebagai pimpinan KPK itu melanggar peraturan perundangan," ujarnya.

Dia mengatakan, KPK tidak akan lagi bekerja maksimal. "Selain isu capim tadi, ada soal revisi Undang-Undang KPK per tanggal 17 Oktober, KPK benar-benar sudah tidak seperti sediakala, kerjanya tidak lagi cepat, kerjanya pasti akan lambat, dan konteks hari ini Presiden Jokowi sedang memainkan isu meletakkan orang-orang baik di dalam sistem yang salah," tuding Kurnia. | Detik.com

Ilustrasi Perbatasan Indonesia-Papua Nugini (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
Papua - Seorang anggota TNI dilaporkan meninggal saat baku tembak TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Mengutip Antara, Senin (30/12), Kapendam XVII Cenderawasih Kol Cpl Eko Daryanto membenarkan insiden yang menewaskan satu prajurit di perbatasan RI-PNG, Keerom, Papua.

Kata Eko, selain menewaskan seorang anggota TNI, dalam baku tembak itu, seorang anggota TNI juga terluka.

Korban tewas, Serda Miftakfur, anggota Yon infanteri 713/ST yang menjabat Wadan Pos Bewan Baru. Kontak tembak dengan KKB, kata Eko, terjadi saat anggota TNI akan mengambil logistik dari Pos Kali Asin.

"Kami belum mendapat laporan tentang kelompok KKB yang melakukan kontak dengan prajurit di perbatasan RI-PNG yang masuk dalam wilayah Kabupaten Keerom," ujar Eko.

Miftakfur meninggal akibat luka tembak di bahu kiri, tembus perut belakang, sedangkan seorang rekannya yakni Prada Juwandy mengalami luka tembak di pelipis kanan dan bahu kiri.

Jenazah Serda Miftakfur sudah dievakuasi ke RST Marthen Indey di Jayapura, namun belum dipastikan waktu evakuasi ke Mako Yonif 713/ST di Gorontalo.

Sedangkan korban Prada Juwandy belum dievakuasi dan masih berada Pos Bewan Baru.(Antara/CNN)

Ilustrasi
Langsa - Seorang narapidana kasus narkoba jenis sabu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Langsa, Aceh, meninggal dunia karena mengalami sakit penyempitan usus. Napi bernama Suheri Asnawi (32) ini, meninggal di rumah sakit saat hendak menjalani operasi.

Kepala Lapas Narkotika Langsa, Yusrizal, mengatakan menurut keterangan dokter, yang bersangkutan mengidap penyakit illus obstruktif (penyempitan usus). Suheri mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (29/12) malam di RSUD Langsa. 

“Tiba-tiba sorenya sebelum dioperasi kondisinya sudah melemah. Tidak lama setelah itu ia meninggal dunia,” kata Yusrizal saat dikonfirmasi, Senin (30/12).  

Yusrizal menjelaskan, tiga hari sebelum dibawa ke rumah sakit, Suheri kerap pulang-pergi dari klinik untuk mendapatkan perawatan. Namun, Minggu siang kemarin tiba-tiba ia menjerit kesakitan. 

“Kita langsung membawanya ke rumah sakit. Tiba di sana langsung masuk ke ruang UGD. Setelah perutnya di-scan, baru dibawa ke ruang bedah menunggu operasi,” tuturnya. 

Selama berada di rumah sakit, selain ditemani petugas, Suheri turut didampingi keluarganya. Saat ini pihak lapas sedang menunggu laporan kematian dari rumah sakit. Sementara korban sudah diserahterimakan ke keluarga untuk segera dikebumikan. 

Suheri merupakan warga Desa Ulee Reuleung, Aceh Utara. Dia ditangkap karena kedapatan mengonsumsi sabu. Suheri divonis empat tahun penjara dan Maret 2020 nanti ia akan bebas. 

“Vonisnya empat tahun subsider satu bulan. Sudah menjalani masa hukuman tiga tahun lebih. Dia sudah keluar SK bebas bersyarat, bulan tiga nanti dia akan bebas,” ucap Yusrizal. | Kumparan

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Bastoni Purnama (tengah), Wakapolres Metro Jakarta Selatan, AKBP Choiron El Atiq (kedua kiri), Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung (ketiga kiri) dan Sejumlah jajaran Polres Jakarta Selatan menunjukkan barang bukti kasus Narkoba jenis ganja jaringan Aceh, di Polres Metro Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (30/12/2019). Foto: Antara/Reno Esnir
Jakarta - Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan menangkap empat pengedar narkoba jenis ganja sebanyak 374 kilogram yang dibawa dari Aceh untuk diedarkan di wilayah Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Bastoni Purnama, dalam ekspose perkara di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin, mengatakan keempat pengedar ini ditangkap di sebuah kos-kosan di wilayah Griya Nira Jalan Nimun Raya, Tanah Kusir, Kebayoran Lama.

"Penangkapan terhadap keempatnya berdasarkan hasil penyelidikan selama beberapa hari yang diperoleh informasi akan datang ganja dari Aceh," kata Bastoni.

Tim Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penyelidikan di sekitar lokasi Griya Nira, hingga kendaraan ekspedisi yang digunakan mengangangkut ganja seberat 374 kg tiba di lokasi.

"Dari situ kita lakukan upaya penangkapan dan penggeledahan, diamankan empat orang tersangka berinisial HG, IR, TY dan IRF," kata Bastoni.

Keempat tersangka yang masih berusia antara 20 hingga 26 tahun berasal dari Aceh. Mereka bertindak sebagai pengedar, dan masuk dalam jaringan pengedar narkoba Aceh.

Ganja seberat 374 kg dibawa dari Aceh menggunakan jalur darat menuju Padang, Lampung, pelabuhan Bangkahuni lalu menyeberang ke Pelabuhan Merak, selanjutnya menuju Bambu Apus.

Lalu dari Bambu Apus menuju Blok M di TAM Kargo dan berganti kendaraan menggunakan truk. Selanjutnya bergerak ke lokasi di Griya Nira Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

"Rencananya barang tersebut akan dibawa ke daerah Sawah Lunto di Manggarai, Tebet," kata Bastoni.

Kini keempat tersangka pemuda asal Aceh telah ditahan di Mapolres Metro Jakarta Selatan sejak ditangkap pada Selasa (24/12) lalu.

Keempatnya dijerat Pasal 111 dan 111 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman maksimal seumur hidup penjara. | Republika


Rabat – Kerajaan Maroko masuk menjadi salah satu dari lima negara peringkat teratas pada daftar penilaian Komite Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Komite HAM PBB) untuk tahun 2019. Pemeringkatan HAM ini terkait pelakasanaan rekomendasi prioritas tertentu.

Kelima negara tersebut adalah Maroko, Argentina, Burkina Faso, Denmark, dan Swedia. “Negara-negara itu mendapatkan nilai terbaik berdasarkan hasil tinjauan tindak lanjut oleh Komite HAM atas respon mereka mengenai rekomendasi prioritas,” kata siaran pers di situs web Komite HAM PBB.

Kelima negara tersebut dianugerahi nilai “A” sebagai pengakuan atas “langkah penting” yang diambil negara-negara itu dalam mengimplementasikan rekomendasi dari Komite Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Maroko menerima nilai A atas kebijakannya dalam mengadopsi undang-undang tentang mekanisme nasional untuk pencegahan penyiksaan, merujuk pada Dewan Nasional Hak Asasi Manusia,” kata sumber yang sama.

Sebagaimana diketahui, negara yang dikenal dengan julukan Negeri Matahari Terbenam, Maroko, telah mengadopsi dan meratifikasi UU tentang mekanisme pencegahan penyiksaan. UU itu disetujui dengan suara bulat oleh Majelis Parlemen Maroko pada 6 dan 13 Februari 2018, dan mulai diberlakukan pada 1 Maret di tahun yang sama.

_Sumber: Release Kedubes Maroko di Jakarta_

JAKARTA - Mulan Jameela mengaku tidak tahan untuk segera bertemu dengan Ahmad Dhani. Lewat akun Instagram miliknya, penyanyi yang kini menjabat sebagai anggota DPR itu mencurahkan isi hatinya jelang kebebasan sang suami.

"Can't wait my honey baby," ungkap Mulan Jameela, Senin (30/12) pagi.

Pelantun Makhluk Tuhan Paling Seksi itu menyertakan sebuah unggahan akun Instagram milik Ahmad Dhani. Selain itu Mulan Jameela juga memamerkan posenya dengan pentolan Dewa 19 itu.

"Sampai ketemu cintaku, Insyaallah," ungkap politikus Gerindra tersebut.

Ahmad Dhani bakal bebas dari LP Cipinang, Jakarta Timur, pada hari ini, 30 Desember 2019 sekitar pukul 10.00 WIB. Kebebasan pentolan Dewa 19 itu bakal disambut ribuan pendukung.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh rekan dan juru bicara keluarga Ahmad Dhani, Lieus Sungkharisma kepada awak media di LP Cipinang, Jakarta Timur, baru-baru ini.

"Nanti akan ada ratusan atau bahkan sampai ribuan orang yang menjemput dan mengantarkan Ahmad Dhani," kata Lieus.

Menurut Lieus, pendukung serta penggemar bakal melakukan konvoi saat Ahmad Dhani bebas. Mereka akan mengantarkan suami Mulan Jameela itu dari LP Cipinang Jakarta Timur ke rumahnya di kawasan Pondok Indah Jakarta Selatan.

"Mau konvoi diantar ke rumahnya karena banyak antusias masyarakat yang ingin mengantar," ucapnya. (jpnn)

Jakarta - Pebisnis cantik sekaligus istri Lukman Azhari, Medina Zein, diamankan pihak kepolisian dua hari yang lalu. Medina Zein ditangkap berdasarkan pengembangan kasus narkoba yang menimpa kakak iparnya, Ibra Azhari.

Setelah dilakukan serangkaian tes, urine Medina Zein terbukti positif mengandung narkoba jenis amfetamin. Polisi juga telah memeriksa beberapa orang saksi dari pihak Medina Zein.

Sebelum tersangkut kasus narkoba, nama Medina Zein, sudah cukup familiar. Bukan lantaran karena dia merupakan adik ipar dari Ayu Azhari, namun kesuksesanya dalam bidang bisnis, membuat namanya dikenal banyak orang.



Sedikit membahas profilnya. Medina Zein lahir pada 23 Mei 1992 di Bandung, Jawa Barat. Medina, begitu sapaan akrabnya, dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang bekerja di bidang kesehatan. Medina Zein pernah mengenyam pendidikan di Akademi Kebidanan Stikes Budi Luhur, Bandung.

Kemudian, setelah lulus di sekolah kebidanan, dia iseng mengikuti kursus pendek untuk belajar tentang estetika. Siapa sangka, kini dia menjadi pengusaha sukses dari berjualan produk skincare.

Klinik kecantikannya yang bernama MD Glowing, yang menyediakan paket perawatan kulit, mampu meraup omzet hingga lebih dari Rp3 milair per bulannya. Hingga ia masuk dalam deretan salah satu Srikandi tajir yang berbisnis kecantikan.

Selain bisnis di bidang kecantikan, wanita kelahiran Bandung ini juga dikenal memiliki banyak lini bisnis. Mengintip akun Instagramnya, hijaber ini diketahui sukses menjalankan beberapa bisnis, di antaranya kuliner, kosmetik, butik, hingga tour and travel umroh. Selain itu, Medina Zein juga cukup dikenal sebagai influencer. | Vivanews

Penasehat PWI Aceh, H Harun Keuchik Leumik, dan H Sjamsul Kahar didampingi Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman, menyerahkan santunan untuk anak yatim janda wartawan di kantor PWI Aceh, Senin (30/12/2019). (Foto/Aldin NL)
Banda Aceh - Pengurus PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Aceh menggelar refleksi 15 tahun tsunami yang dirangkai dengan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di kantor PWI Aceh di Banda Aceh, Senin (30/12/2019).

Sejumlah tokoh pers Aceh tampak hadir, antara lain H Sjamsul Kahar dan H.Harun Keuchik Leumik (keduanya penasehat PWI Aceh) dan H.Dahlan TH, Ketua DKP PWI Aceh, Bustamam Ali dan pengurus inti PWI Aceh serta wartawan muda dan keluarga besar PWI Aceh.

Di selah acara, PWI Aceh menyantuni anak yatim, khususnya bagi anak-anak janda wartawan.

Sebelum tausiah oleh Tgk H Mulyadi, dari pesantren Punie Aceh Besar, Ketua PWI Acehm Tarmilin Usman, menyampaikan bahwa sinerjisitas wartawan dan pemerintah, harus ditingkatkan.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan sejumlah SKPK Pemko Banda Aceh serta undangan lain. Acara ditutup dengan makan siang bersama. | Waspada


BANDA ACEH - Menjelang Musyawarah Besar VIII Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya (IPELMASRA) Banda Aceh, Minggu 29 Desember 2019, di Banda Aceh, lima kecamatan sudah mendeklarasikan diri Mendukung Penuh Jabal Abdul Salam sebagai calon Ketua IPELMASRA Banda Aceh periode 2019 - 2021.

Lima kecamatan tersebut yakni, Forum Komunikasi Mahasiswa Kuala (FOKUSMAK), Ikatan Pelajar Mahasiswa Seunagan Timur (IPELMASAT), Ikatan Pelajar Mahasiswa Beutong (IPMB), Ikatan Pelajar Mahasiswa Suka Makmue (IPMS), dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Kuala Pesisir (IPMKP). Selain paguyuban kecamatan, terdapat empat komunitas mahasiswa yang memberikan dukungan yaitu DRS, ADM, KARAT (Kamoe Aneuk Rantoe) dan AMF (Aceh Muda Foundation).

Ketua Umum IPELMASAT Banda Aceh Syahrul Mubarak mengatakan alasan memberikan dukungan kepada Jabal Abdul Salam karena melihat pria yang kuliah di Unsyiah tersebut memiliki track record pengalaman organisasi yang sangat mempuni dimana Jabal Abdul Salam pernah menjabat Ketua Umum FOKUSMAK Banda Aceh periode 2016 - 2018 dan Ketua Dewan Pengawas IPELMASRA 2018. Selama menjabat sebagai ketua umum FOKUSMAK Banda Aceh, Jabal Abdul Salam membawa FOKUSMAK Banda Aceh keluar dari masa kefakuman dan menjadi paguyuban yang aktif. "Dan saya yakin sosok Jabal Abdul Salam mampu merangkul setiap elemen mahasiswa Nagan Raya untuk berpatisipasi dalam proses pembangunan Nagan Raya" tutur Syahrul Mubarak

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum IPMB Banda Aceh, Defri Zulfikar. Dia menilai Jabal Abdul Salam sebagai sosok yang sangat aktif dalam dunia organisasi baik di internal kampus maupun di eksternal. "Pengalaman organisasi yang sangat mempuni merupakan modal besar untuk menjadi Ketua Umum IPELMASRA Banda Aceh, selain itu khazanah tentang Nagan Raya juga merupakan keharusan, dan Jabal Abdul Salam memiliki keduanya" pungkas Defri.

Disisi lain, Musrafiyan Ketua Umum IPMKP Banda Aceh menilai Jabal Abdul Salam memiliki visi yang cukup bagus, dan memiliki hubungan yang sangat baik dengan setiap kecamatan. "Jabal Abdul Salam merupakan seseorang visioner, di tangannya telah banyak hal yang dilakukan di kecamatan Kuala, dan hubungan dengan paguyuban-paguyuban kecamatan cukup baik, maka sudah seharusnya kami mengantarkan beliau untuk memimpin IPELMASRA Banda Aceh" Katanya.

Kemudian Ketua IPMS, Surya Darma menitipkan harapan dari kawan-kawan Suka Makmue kepada Jabal Abdul Salam. Dan kawan-kawan Suka Makmue sangat optimis di bawah kepengurusan Jabal Abdul Salam, IPELMASRA akan menjadi tempat berteduh sekaligus tempat mengembangkan potensi dari mahasiswa Nagan Raya.

Selain paguyuban kecamatan, Firman Rahmat Adrian selaku perwakilan dari komunitas DRS mengatakan bahwa jabal merupakan sosok yang bisa merangkul seluruh elemen mahasiswa dan tidak memberikan sekat atau pembatas antara organisasi paguyuban dengan komunitas-komunitas.

Jabal Abdul Salam mengucapkan terima kasih kepada kecamatan dan komunitas yang telah memberikan dukungan kepadanya. Ia juga berharap kedepan IPELMASRA Banda Aceh bisa menjadi paguyuban yang mampu mengkaderkan mahasiswa-mahasiswa Nagan Raya untuk bisa tampil di tingkat provinsi, nasional maupun internasional.

Kemudian Jabal Abdul Salam mengajak kepada seluruh mahasiswa/i Nagan Raya untuk ikut berpartisipasi dalam menyukseskan acara Musyawarah Besar VIII IPELMASRA Banda Aceh. "Semoga MUBES tahun ini berjalan dengan lancar dan sukses serta dapat melahirkan troboson-trobosan yang inovatif dan kreatif untuk menyongsong Nagan Raya yang berkemajuan" tuturnya.(Red/Rls)

Desa Latiung, Aceh (Foto: Okezone/Windy)
SIMEULUE - Desa Latiung, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simelue, Aceh menjadi perkampungan tanpa penghuni. Kampung ini ditinggalkan warganya pasca tragedi linon (gempa) dan smong (tsunami) 2004 silam.

15 tahun lalu warganya mengungsi dan menetap di tepian bukit sekitar 4 kilometer dari perkampungan. Bangun yang tersisa dikampung ini hanya bangunan mesjid tua dan rumah yang setengah rubuh, areal yang dulunya pemukiman warga, kini diselimuti semak belukar.

Sebuah papan nama Sekolah Negeri Latiung, berdiri kokoh, diselimuti belukar membuktikan perkampungan ini pernah dihuni warganya. Bekas dan sisa bangunan sekolah menimbulkan suasana mencekam, dinding-dindinganya berjamur diterpa hujan dan panas.

"Linon (gempa) terjadi sekitar diatas jam 11 malam, Selasa Desember 2004, saya waktu itu umur baru 12 tahun kelas 6 SD, rumah saya rubuh total dan kami sempat keluar dari rumah," ujar Yoyon Tasoma beberapa waktu lalu.

LHOKSUKON - Kejadian kebakaran di Desa Alue Bungkoh pusat Kecamatan Pirak Timu Aceh Utara yang terjadi pada Sabtu (28/12/2019) pagi, bukan hanya menghanguskan bangunan rumah toko tapi juga masjid.

Masjid At Taqarrub yang tak jauh dari lokasi kejadian kebakaran ikut terbakar bagian kubahnya.

Sedangkan bangunan yang terbakar adalah delapan rumah toko bersama seisinya.

Jilatan api yang membesar pada bangunan ruko tersebut sehingga merambah ke bagian kubah masjid berada di belakang bangunan tersebut.

"Selain ruko, masjid di belakang ruko juga terbakar, sehingga masjid tersebut tak memiliki kubah lagi" ujar Ketua KNPI Pirak Timu Teuku Faisal Razi kepada Serambinews.com

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara Amir Hamzah kepada Serambi serambinews.com menyebutkan, saat ini api sudah berhasilnya dipasang oleh petugas pemadam kebakaran.

"Ada empat 5 unit armada Pemadam Kebakaran dari Pos Landing, Lhokseumawe dan Alue Bilie yang melakukan Pemadaman sampai pukul 09.30 WIB," ujar Amir Hamzah.

Sementara penyebab kebakaran kata Amir hingga saat ini belum diketahui karena masih dalam penyelidikan polisi.

"Tetapi menurut sejumlah orang sumber api berawal pada warung kupi Abdullah entah kompornya meletus yang jelas api disitu membara," ungkap Amir mengutip keterangan warga.(Serambinews)

Presiden Jokowi dan Wapres KH Ma'ruf Amin
Jakarta - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri, menyambangi Istana Kepresidenan pada Kamis (26/12).

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, mengungkapkan, Megawati mengunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencari pengganti Ma’ruf Amin dan Mahfud Md di BPIP.

Setelah resmi dilantik menjadi Wakil Presiden dan Menko Polhukam, keduanya sudah tidak lagi mengisi anggota Dewan Pengarah BPIP.

“Pihak BPIP meminta pengganti Ma’ruf dan Mahfud,” kata Fadjroel, Kamis (26/12).

Terkait itu, Jokowi meminta kepada Megawati untuk menyetorkan nama-nama yang bakal menggantikan Ma’ruf dan Mahfud untuk dipertimbangkan.

Menurut Fadjroel, Jokowi akan segera menunjuk tokoh yang bakal mengisi anggota Dewan Pengarah BPIP.

Sebab, kata Fadjroel, Jokowi menganggap BPIP merupakan ujung tombak pembinaan dan implementasi Pancasila di Indonesia.

“Ini hak prerogatif presiden. Memang kemarin setelah Bu Mega minta, langsung dipertimbangkan oleh presiden,” terang Fadjroel. | pojoksatu

Novel Baswedan. Foto: Ricardo/JPNN.com
JAKARTA - Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya berhasil membekuk pelaku penyerang Novel Baswedan dengan air keras. Pelaku ditangkap Kamis malam (26/12) di kawasan Depok, Jawa Barat.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit mengatakan, pelaku yang menyerang penyidik senior KPK itu berjumlah dua orang. Penangkapan ini, kata Listyo merupakan hasil tindak lanjut dari kerja tim teknis di lapangan.

“Beberapa waktu lalu dari tim teknis telah menemukan informasi yang signifikan dan informasi itu kami dalami. Maka tadi malam kami dari tim teknis bekerja sama dengan Kakor Brimob telah mengamankan pelaku penyiraman air keras terhadap saudara NB. Pelaku ada dua orang,” kata Listyo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (27/12).

Pelaku diketahui berinisial RM dan RB. Menurut Listyo, kedua pelaku kini masih diperiksa. “Keduanya status (anggota) Polri aktif,” sambung Listyo.

Diketahui, Novel Baswedan diserang oleh dua orang pada 11 April 2017 seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan tidak jauh dari rumahnya.

Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat dan harus menjalani pengobatan di Singapura. (jpnn)

Banda Aceh - Seorang ulama asal Aceh, Ustaz Faizal Adriansyah, menyebut dalam kitab suci umat Islam Al-Quran dijelaskan bahwa gempa bumi yang diikuti gelombang tsunami 15 tahun silam dan peristiwa gerhana matahari cincin yang terjadi kali ini dan bakal terulang merupakan cerminan ayat-ayat Allah SWT.

"Ya, baik gempa, tsunami, dan gerhana adalah ayat-ayat Allah SWT. Kita bisa bicara ayat Allah itu ada yang tertulis, yakni Al Quran. Tapi ada ayat yang tidak tertulis, berupa alam," katanya usai menjadi khatib shalat gerhana matahari di Masjid Oman Al Makmur, Banda Aceh, Kamis, 26 Desember 2019, dilansir Antara.

Menurutnya, peristiwa gempa bumi disusul gelombang tsunami dengan ketinggian mencapai puluhan meter yang meluluhlantakkan daratan Aceh 15 tahun silam, dianggap sebagai musibah, terutama di daerah pinggiran pantai yang menelan korban sekitar ratusan ribu jiwa.

Sedangkan peristiwa gerhana, seperti Gerhana Matahari Cincin merupakan peristiwa alam yang langka, karena planet bumi, bulan serta, matahari sejajar yang sudah diisyaratkan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa kiamat sangatlah dahsyat yang berawal dari runtuhnya langit.

"Hanya saja tsunami itu, bencana yang menimpa kita. Maka orang bertanya kenapa tidak ada salat? Ya waktu tsunami, enggak ada salat. Tetapi salatnya sebelum tsunami, seperti memenuhi masjid, melaksanakan ibadah dengan baik sehingga kita berdoa kepada Allah SWT agar tidak akan ada bencana," katanya.

Faizal yang merupakan penasihat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Aceh menjelaskan, tidak ada kaitan antara peristiwa gempa bumi dan gelombang tsunami dengan gerhana matahari meski berbeda 15 tahun.

Ia menjelaskan, bencana di bumi ini cuma terjadi sebagian saja. Walau alam semesta ini akan hancur, lanjutnya, bukan hanya bumi saja, melainkan ruang angkasa jika sudah waktunya.

"(Memaknai dua peristiwa alam ini) yang penting masyarakat di Aceh, pertama mereka bangkit dari ujian Allah SWT ini agar kembali membangun dan mendoakan syuhada tsunami. Sementara untuk ke depan, perbanyak kita medekatkan diri kepada Allah SWT," katanya.

"Mendekatkan diri kepada Allah SWT itu, akan menghindari dari bencana. Insya Allah," kata Faizal Adriansyah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, gerhana matahari kali ini bertepatan dengan kejadian fenomena alam gempa bumi dan gelombang tsunami yang meluluhlantakkan sejumlah wilayah daratan Aceh akibat interaksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia di kawasan Perairan Aceh pada 26 Desember 2004 silam.

Pada Minggu, 26 Desember 2004, provinsi berjuluk "Serambi Mekkah" ini diguncang gempa bumi berkekuatan 9,1 Skala Richter (SR) di laut dan titik episentrum yang memiliki jarak sekitar 149 kilometer dari Meulaboh, Aceh Barat.

Gelombang tsunami yang terjadi mencapai ketinggian 30 meter dan menewaskan total 230.000 jiwa di 14 negara, dan menenggelamkan sejumlah permukiman pesisir. Indonesia merupakan negara yang dampaknya paling parah, selain Sri Lanka, India, dan Thailand. | Liputan6

Jakarta - Hingga akhir 2019 baru 41 persen Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah rampung. Adapun total keseluruhan PSN yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 56/2018 adalah sebanyak 223 proyek.

Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo mengungkapkan 41 persen atau 92 PSN yang telah rampung tersebut memiliki nilai investasi Rp 467,4 triliun. Sementara itu, 30 proyek lainnya saat ini masih dalam tahap transaksi dan penyiapan. Ditambah dengan 1 program industri penerbangan.

"Hingga akhir tahun ini sebanyak 92 proyek telah tuntas dengan nilai investasi Rp 467,4 triliun," kata dia, di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (27/12).

Selain 223 PSN tersebut, pemerintah juga menargetkan tiga program lainnya yakni program kelistrikan, program industri pesawat terbang serta pemerataan ekonomi dengan total investasi sebesar Rp 4.202 triliun. Di akhir 2020 nanti ditargetkan penyelesaian proyek mencapai 95 persen atau sebanyak 141 proyek.

"Kita target 141 proyek dengan nilai Rp 801,4 triliun," ujarnya.

15 Sektor

Berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dalam laman resminya, dalam Perpres No. 56/2018 disebutkan yang termasuk PSN adalah 15 sektor yang sektor yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Terdiri dari jalan tol dan jalan nasional serta sarana prasarana kereta antarkota dan dalam kota sebanyak 69 proyek.

Kemudian proyek revitalisasi bandara, pembangunan 7 bandara baru, program 1 juta rumah, pembangunan kilang minyak, energi sampah, dan proyek pipa gas/terminal LPG sebanyak 11 proyek.

Selanjutnya PSN untuk air minum sebanyak 8 proyek, bendungan/jaringan irigasi serta tanggul penahan banjir sebanyak 51 proyek, kawasan ekonomi khusus/kawasan industri prioritas, pariwisata, smelter, perikanan dan kelautan serta infrastruktur pendidikan. | Merdeka.com

Jakarta - Melalui rilis yang di sebarkan kepada awak media di Jakarta aktivis LAKSI mengemukakan agar KPK kembali melanjutkan dan menuntaskan kasus wisma atlit yang sempat tidak selesai, dalam kasus tersebut banyak menyeret anggota DPR-RI, kasus tersebut sempat  heboh pada tahun 2012 lalu, komentar bernada pesimis ini di lontarkan oleh Azmi yang merasa KPK tidak berani mengungkap kasus yang melibatkan Wayan Koster, kami menagih janji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang katanya menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia, selain itu  Azmi menilai KPK tidak serius dan tidak ada iktikad baik untuk menuntuntaskan kasus korupsi wisma atlit ini, kami mempertanyakan kinerja KPK dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi  I Wayan Koster. Terlebih kasus suap pembahasan anggaran di Kemendiknas dan Kemenpora.

Dugaan korupsi yang melibatkan I Wayan koster terdapat dalam beberapa kasus dengan  Permai Grup. Fakta atas dugaan keterlibatan Wayan mencuat saat persidangan perkara kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet Palembang, serta kasus korupsi penggiringan anggaran proyek di Kemdiknas dan Kemenpora, yang salah satunya melibatkan beberapa anggota DPR RI komisi X,

Dua perkara tersebut diketahui mencuat sekitar tahun 2012-2013 lalu. Koster saat itu diketahui menjabat sebagai pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.‎ Dugaan keterlibatan dan turut serta dalam menerima aliran dana pembangunan wisma atlit telah di ungkapkan  dari perusahaan Permai grup,

I Wayan Koster sendiri sudah berulang kali diperiksa penyidik KPK terkait sejumlah kasus korupsi. Diantaranya kasus korupsi penggiringan anggaran proyek di Kemdiknas dan Kemenpora.

Bahkan di dalam surat dakwaan KPK terhadap Angelina Sondakh disebutkan bahwa Wayan Koster saat menjabat Wakil Koordinator Pojka Komisi X menerima uang sebesar Rp5 miliar dari Permai Group.

Pemberian uang itu untuk membantu Angelina Sondakh, selaku anggota Komisi V, untuk muluskan pembahasan anggaran Wisma Atlet SEA Games di Kemenpora

Atas dasar itulah maka kami meminta KPK agar membuka kembali kasus tersebut sehingga rasa keadilan masyarakat terhadap penegakan hukum dapat pulih kembali.

Azmi Hidzaqi
LAKSI (Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia)

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya (Tengah) menunjukkan senjata api yang diamankan dalam gelar Konferensi Pers penanganan kasus sepanjang 2019 di Mapolres setempat, Kamis (26/12/2019) (Antara Aceh/Kurnia Muhadi)
Redelong, - Polres Bener Meriah mengamankan dua pucuk senjata api sisa konflik Aceh beserta sejumlah amunisi dan satu granat manggis yang diserahkan secara sukarela oleh masyarakat di daerah itu sepanjang tahun 2019.

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya Sik dalam gelar Konferensi Pers di Mapolres setempat, Kamis, mengatakan senjata api yang diamankan salah satunya jenis AK 56 dan satu lagi merupakan senjata api rakitan.

"Satu pucuk AK 56 diserahkan oleh masyarakat pada bulan Juli. Kemudian satu pucuk senjata api rakitan dan sebuah granat manggis diserahkan oleh masyarakat pada bulan Agustus," kata AKBP Siswoyo Adi Wijaya.

Siswoyo menjelaskan senjata api yang diamankan tersebut berasal dari kawasan Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah.

Menurutnya setelah polisi mendapatkan informasi bahwa masih ada masyarakat disana yang menyimpan senjata api, polisi kemudian melakukan upaya pendekatan hingga masyarakat bersedia menyerahkannya secara sukarela.

"Kita melakukan upaya penggalangan dan kemudian masyarakat atas kesadaran sendiri bersedia menyerahkan senjata api tersebut," tutur Siswoyo.

Siswoyo Adi Wijaya menyampaikan bahwa pihaknya selama ini memang selalu mengimbau masyarakat agar bersedia menyerahkan senjata api sisa konflik jika masih ada yang menyimpannya.

Kepolisian setempat kata Siswoyo tidak akan menjatuhkan sanksi hukum kepada mereka yang bersedia menyerahkannya secara sukarela baik itu senjata api atau pun sejenis bahan peledak.

"Bagi yang menyerahkan dijamin tidak akan diproses," tutur Siswoyo.

Pewarta : Kurnia Muhadi
Sumber: ANTARA

Jackie Chan pernah datang langsung ke Aceh, didampingi Erick Tsang dan miss World 2004 Julia Martilla Garcia; diliput langsung oleh Phoenix TV HK pada April 2005 (sumber foto : kaskus.com)
StatusAceh.Net - Setelah 15 tahun pasca tsunami di Aceh, terdapat kampung Jacky Chan yang terletak di di perbukitan Desa Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, sekitar 17 km dari Banda Aceh. Mengapa lebih dikenal Kampung Jacky Chan? Padahal, yang membangun pemerintah Tiongkok?

Konon yang mensponsori dan menggalang dananya Jacky Chan. Tapi, dalam prasasti disebutkan bahwa Kampung Jacky Chan atau Kampung Persahabatan Indonesia-Tiongkok itu didanai China Charity Federation and Red Cross Society of China. Dan, pelaksanaan pembangunan dilakukan langsung oleh kontraktor dari Tiongkok, yakni Synohydro Coorporation China, yang diresmikan 19 Juli 2007.

Pemerintah Tiongkok membangun 606 unit rumah tipe 42 di areal 22,4 hektare untuk korban tsunami 2004. Pembangunan hunian korban tsunami itu merupakan hasil kesepakatan pemerintah Indonesia dengan pemerintah Tiongkok saat Presiden SBY berkunjung ke negeri itu pada 28 Juli 2005. Kesepakatan itu dilanjutkan oleh donatur masyarakat Tiongkok bekerja sama dengan Kabupaten Aceh Besar. Termasuk dalam hal pemilihan lokasi.
Tampak kondisi Kampung “Jackie Chan” di Aceh yang saat ini dijadikan sebagian orang sebagai tempat wisata karena lokasi sunset nya yang bagus

Peletakan batu pertama dilakukan Dubes Tiongkok untuk Indonesia Lian Lik Juan. Pada 19 Juli 2007, kompleks hunian korban tsunami yang menelan dana USD 7 juta (sekitar Rp 65 miliar) itu diresmikan. Pekerjaan senilai USD 7 juta merupakan proyek hibah terbesar Tiongkok di antara daerah yang sama-sama dilanda tsunami. Nuansa negeri Tiongkok begitu kental saat memasuki gerbang Kampung Jacky Chan yang sebenarnya mirip kompleks bungalo, atau vila itu.

Gerbang masuk perumahan cukup lebar dengan ornamen dibuat layaknya memasuki pintu atau gerbang bangunan umumnya di Tiongkok atau kompleks Chinatown di banyak negara. Benar-benar ciri khas Tiongkok. Di sana juga terpampang tulisan ’’Kampung Persahabatan Indonesia-Tiongkok’’ dalam huruf besar-besar di pintu masuk.

Selain bangunan yang tertata rapi, jalan mulus naik turun mengikuti kontur perbukitan sungguh elok. Rumah bantuan pemerintah Tiongkok itu lebih mirip kompleks perumahan elite di Pulau Jawa umumnya. Apalagi, kualitas bangunan rumah masing-masing bertipe 42 itu cukup bagus. Ditambah lagi, cat warna warni pada setiap blok yang makin menambah indahnya perumahan di perbukitan tersebut.

Tak heran, pemukiman korban tsunami yang dibangun pemerintah Tiongkok di perbukitan itu sangat dikenal warga Banda Aceh, Kampung Jacky Chan sungguh sangat strategis. Selain berada di ketinggian sekira 300 meter, juga berjarak sekira 1,5 kilometer dari pantai. Posisi itu membuat kampung itu relatif aman dari tsunami serta memiliki pemandangan yang elok.Sejauh mata memandang, berada di puncak bukit Desa Neuheun, tempat perumahan korban tsunami sumbangan pemerintah Tiongkok dibangun, semuanya tampak indah. Laut, pantai, pelabuhan, permukiman, dan gunung seakan sambung-menyambung. Panorama dari atas bukit benar-benar mempesona.

Perumahan Jacky Chan juga dilengkapi sarana ibadah dengan masjid yang besar dan indah, ada gedung TK, SD, poliklinik, dan sarana bermain. Mulai lapangan basket, lapangan bola, gedung petemuan, hingga pasar mini. Di setiap tempat itu terpampang tulisan. Bangunan ini adalah bentuk sumbangan masyarakat Tiongkok, lengkap dengan huruf China yang tertera.

Penghuni Kampung Jacky Chan yang merupakan para korban tsunami 26 Desember 2004 terdiri atas beragam latar belakang profesi dan etnis.Nelayan, penarik becak motor (ojek), pedagang, pegawai, maupun wiraswasta, semua ada di sini. Sebagaian dari Aceh, ada keturunan Aceh-Jawa, Tionghoa, dan suku yang lain. Semua hidup rukun dan saling membantu karena merasa senasib.Misalnya, jika ada penghuni lain yang memiliki keperluan mendadak, ada keluarga atau anaknya sakit, dan tidak ada kendaraan, bisa diantar atau meminjam kendaraan penghuni lain.

Sumber berita : kaskus.com

Para pekerja berjalan di sekitar kamp-kamp yang disebut menjadi lokasi penahanan kelompok monoritas Uighur di Xinjiang. Foto/REUTERS/Thomas Peter
KUALA LUMPUR - Laporan yang menyebutkan Pemerintah China akan menulis ulang Alquran dan Alkitab agar selaras dengan nilai-nilai sosialis memicu protes dari kelompok-kelompok Islam di Malaysia.

Laporan itu muncul di saat krisis Xinjiang menjadi sorotan dunia. Protes di Malaysia disuarakan Dewan Konsultatif Malaysia untuk Organisasi Islam (MAPIM). Gabungan kelompok Islam itu mengaku marah dengan upaya China sebagaimana dilaporkan Dailymail pada 24 Desember 2019.

Presiden MAMPIM, Mohd Azmi Abd Hamid, dalam sebuah pernyataan menuntut pihak berwenang Beijing untuk menjelaskan beberapa poin dari laporan media tersebut.

Poin-poin itu antara lain, pertama, tentang semua kitab agama klasik yang diterjemahkan harus dievaluasi ulang. Kedua, edisi-edisi baru kitab-kitab agama tidak boleh mengandung konten apa pun yang bertentangan dengan sosialisme. Ketiga, paragraf dalam kitab agama yang dianggap salah oleh sensor akan diubah atau diterjemahkan ulang.

"Kami sangat marah dengan serangkaian kebijakan terhadap Muslim yang dieksekusi oleh China," kata Mohd Azmi, seperti dikutip New Straits Times, Kamis (26/12/2019).

Menurut laporan media yang berbasis di Inggris tersebut, perintah untuk menulis ulang kitab-kitab agama keluar pada bulan November selama pertemuan yang diadakan oleh Komite Urusan Etnis dan Agama Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, sebuah komite yang mengawasi masalah etnis dan agama di negara tersebut.

Menurut kantor berita Xinhua, sekitar 16 ahli yang merupakan perwakilan agama yang berbeda dari Komite Sentral Partai Komunis China menghadiri konferensi bulan lalu. Konferensi diawasi oleh Wang Yang, Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China.

Wang mendesak para pejabat untuk membangun sistem keagamaan dengan karakteristik China. Menurut komite tersebut, mengevaluasi ulang kitab-kitab agama akan mencegah "pemikiran ekstrem" dan "ide-ide sesat" yang mengikis negara.

Menurut surat kabar Prancis, Le Figaro, Wang menekankan bahwa otoritas agama harus mengikuti instruksi Presiden Xi Jinping dan menafsirkan ideologi agama yang berbeda sesuai dengan nilai-nilai inti sosialisme.

Mohd Azmi mengatakan jika laporan sejumlah media itu benar, maka itu merupakan penghinaan terhadap Islam dan tidak akan pernah ditoleransi. Menurutnya, umat Kristen juga akan membenci upaya China itu karena merupakan tindakan campur tangan Partai Komunis terhadap agama.

"Penulisan ulang Alquran akan dipandang sebagai perang melawan Islam dan umat Islam di seluruh dunia pasti akan berdiri untuk menegur kebijakan ini," katanya.

"Kami mengingatkan China untuk tidak melewati garis merah. Penindasan besar-besaran terhadap Muslim Uighur telah banyak dikritik oleh komunitas internasional dan Muslim tidak akan mentoleransi kebijakan kasar seperti itu untuk mengubah teks Islam yang paling suci," paparnya.

"Kami menuntut kebenaran laporan ini dan jika China menolak untuk merespons, kami akan mengikuti dengan cermat jika kebijakan itu benar-benar diterapkan atau kebijakan itu dicabut," sambung dia.

"Kami menyerukan kembali bahwa OKI (Organisasi Kerjasama Islam) tidak boleh diam mengenai nasib Muslim Uighur dan Muslim pada umumnya di China," imbuh Mohd Azmi.

Pemerintah China melalui berbagai Kedutaan Besar-nya di beberapa negara telah membantah laporan tentang persekusi maupun penahanana sekitar 1 juta Muslim Uighur di beberapa kamp di Xinjiang.

Menurut Beijing, kejadian yang sebenarnya adalah kamp-kamp itu merupakan tempat pelatihan dan pendidikan kejuruan bagi para warga yang melakukan pelanggaran di Xinjiang. Mereka yang lulus telah mendapatkan pekerjaan.

China juga mengklaim kebijakan yang diterapkan di Xinjiang adalah kebijakan kontraterorisme. China bahkan mengundang para warga Indonesia dan Malaysia untuk berkunjung ke Xinjiang guna melihat langsung apa yang terjadi di sana. Pemerintah negara Tirai Bambu ini mengecam laporan-laporan media Barat soal persekusi dan penahanan massal Muslim Uighur sebagai laporan palsu atau hoaks. | Sindonews

Pidie –  Koordinator Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara Ade Oscar SH berhasil mengukir  prestasi di tingkat Provinsi Aceh sebagai Pendamping Sosial Teladan dan Inspiratif.

Penyerahan Hadiah berupa Piagam Penghargaan, Plakat dan Alat Elektronik Penunjang Kinerja Pendamping Teladan dan Inspiratif  diserahkan oleh Plt Gubernur Aceh Ir H. Nova Iriansyah, MT pada Kegiatan Puncak Hari Kesetiakawan Sosial Nasional (HKSN) Provinsi Aceh, yang dilaksanakan di kaki Gunung Halimun, Desa Blang Pandak Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie, Selasa (25/12) kemarin.

Acara Puncak HKSN turut di hadiri SKPA Provinsi Aceh, SKPD Kabupaten Pidie, SKPD yang menerima Penghargaan serta CSR yang bermitra dengan Pemerintah Aceh.

Kepala Dinas Sosial Aceh Drs. Alhudri, MM selaku Ketua Panitia pada acara HKSN berharap tahun depan akan banyak Pilar pilar Sosial dari daerah meraih Prestasi gemilang baik di tingkat Provinsi maupun di Tingkat Nasional.

Sementara Plt Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Aceh Utara Zulkarnaini M.Pd yang di dampingi Koordinator SDM PKH Aceh Utara Amru Alba Abqa M.AP mengucapkan selamat Kepada SDM PKH Kabupaten Aceh Utara Ade Oscar S.H Wilayah Kerja Kecamatan Sawang  yang saat ini menjabat sebagai Koordinator SDM PKH Kecamatan Sawang atas Anugerah Sebagai Pendamping Teladan & Inspiratif Tingkat Provinsi 2019 semoga prestasi yang diperoleh dapat dipertahankan serta dapat meningkatkan kinerjanya serta kualitas penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Aceh khususnya Aceh Utara serta dapat menginspirasi para Pendamping Sosial lainnya, harapnya.

Korkab Amru Alba Abqa, S.AP., M.AP juga menyampaikan bahwa Ade Oscar, S.H adalah Perdamping Pkh Terbaik Tingkat Kabupaten Aceh Utara Tahun 2016 dan  Koordinator SDM PKH Kecamatan Terbaik Tingkat Kabupaten Aceh Utara Tahun 2017, Alhamdulillah pada Tahun 2019 ini dapat berkompetisi di Tingkat Provinsi dan Mendapat Award sebagai Pendamping Teladan & Inspiratif dari Pemerintah Aceh Tahun 2019.

Dalam kesempatan tersebut Amru Alba Abqa juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Aceh dan juga Dinas Sosial Aceh yang telah memberikan penghargaan/apresiasi kepada para Pendamping Sosial Teladan dan Inspiratif Provinsi Aceh Tahun 2019 sebagai salah satu Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) bekerja untuk mensejahterakan masyarakat Aceh. Semoga acara Award seperti ini akan terus diakan oleh Pemerintah Aceh di masa yang akan datang, tutupnya.

Ratna Sarumpaet saat menjalani sidang di PN Jakarta Selatan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Jakarta - Terpidana kasus penyebaran berita bohong atau hoax, Ratna Sarumpaet hari ini, Kamis (26/12) dipastikan menghirup udara bebas. Hal ini menyusul kebebasan bersyarat yang didapat oleh dirinya.

“Pada hari ini tangal 26 Desember 2019, ibu Ratna Sarumpaet secara resmi bebas dan keluar dari Lapas Perempuan Kelas II A Pondok Bambu,” kata pengacara Ratna, Desmihardi kepada wartawan.

Dia menyebut, kliennya beberapa waktu lalu memang mengajukan bebas bersyarat setelah menjalani 2/3 hukuman. Dan permohonan itu pun dikabulkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). “Serta ibu Ratna mendapatkan remisi Idul Fitri dan 17 Agustus yang diberikan oleh Menkumham,” imbuh Desmihardi.

Ibunda Atiqah Hasiholan itu sendiri diketahui sudah menjalani 15 bulan kurungan pidana. Dari total 2 tahun vonis yang dijatuhkam oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia tercatat mulai menjalani kurungan sejak Oktober 2018. “Rencananya sehabis menjalani masa hukuman, ibu Ratna akan menghabiskan waktunya untuk berkumpul bersama anak- anak dan cucunya,” pungkas Desmihardi.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis untuk Ratna Sarumpaet dengan kurungan dua tahun penjara. Vonis tersebut karena Ratna dianggap terbukti melakukan penyebaran berita bohong (hoax).

“Mengadili, menyatakan terdakwa Ratna Sarumpaet telah terbukti secara sah bersalah menyebar pemberitahaan bohong. Menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Joni saat membacakan amar putusan di PN Jakarta Selatan, Kamis (11/9).

Putusan terhadap Ibunda artis Atiqah Hasiholan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya JPU menuntut Ratna dengan enam tahun penjara. Dalam tuntutan itu disebutkan Ratna sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak. Pada wajah lebam itu Ratna mengaku menjadi korban penganiayaan.

Rangkaian kebohongan dilakukan Ratna melalui pesan WhatsApp yang menyebar viral. Dalam pesan itu terdapat foto-foto wajah yang lebam dan bengkak. Kisah hoax penganiayaan ini berawal dari tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift ) atau pengencangan kulit muka Ratna Sarumpaet. Padahal Ratna menjalani rawat inap di RS Bina Estetika pada 21-24 September 2018. | Jawapos

Pidie – Kesehatan adalah modal utama untuk membangun generasi bangsa yang unggul dan siap bersaing secara global. Oleh karena itu, semua pihak diimbau untuk terlibat dalam kerja-kerja membangun dan menumbuhkan keadaan hidup sehat di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 2019 dan Kegiatan Bakti Sosial Pemerintah Aceh, yang dipusatkan di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Rabu (25/12/2019).

“Tanpa kesehatan, sapeu hanjeut tapeuget (Tanpa kesehatan kita tidak bisa berbuat apa-apa). Kesehatan adalah kebutuhan semua pihak. Tidak ada sekat pusat, daerah dan lain sebagainya. Semua elemen harus berkolaborasi menghadirkan kesehatan dan menumbuhkan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat,” ujar Plt Gubernur.

Nova mengungkapkan, saat ini ada beberapa indikator kesehatan yang belum bagus di Aceh, seperti tingginya angka kejadian stunting, kematian ibu melahirkan, gizi buruk dan cakupan imunisasi yang masih rendah.

“Anak adalah pemilik masa depan, generasi Aceh tidak akan unggul jika pertumbuhannya tidak diperhatikan dan kecukupan gizi tidak kita penuhi. Untuk itu, saya imbau semua orang tua untuk memantau tumbuh kembang dan gizi anak di seribu hari pertama kehidupan, yaitu sejak di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun,” ujar Nova.

Oleh karena itu, Nova mengajak setiap keluarga sebagai unit terkecil di masyarakat, untuk bersama-sama memperhatikan tumbuh kembang anak dengan menjalin komunikasi yang baik dengan Puskesmas, hingga unit pelayanan kesehatan pemerintah di tingkat yang lebih tinggi sehingga upaya menghadirkan kesehatan menjadi sebuah gerakan bersama.

“Banyak hal yang harus kita perbaiki, mari kita mulai dari keluarga. Dengan keluarga yang sehat maka akan tercipta lingkungan yang sehat pula. Dengan demikian, Aceh akan mampu menciptakan generasi yang sehat yang unggul dan berdaya saing,” imbuh Nova.

Untuk itu, Nova mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial ini sebagai media pengingat pentingnya menumbuhkembangkan semangat kebersamaan, saling percaya, memperkuat kembali ikatan sosial dan peduli dengan sesama.

“Membangun generasi sehat yang unggul membutuhkan keterlibatan dan kerjasama semua pihak, pemerintah, swasta dan masyarakat. Tanpa fisik, jiwa dan semangat yang tinggi, maka kita akan kalah dalam persaingan global. Dan untuk mencapai pada cita-cita tersebut dibutuhkan kebersamaan,” imbau Nova.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri, selaku Ketua Panitia Pelaksana Peringatan HKSN tahun 2019, dalam laporannya menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan telah dilaksanakan untuk kembali memperkuat rasa Kesetiakawanan Sosial di tengah masyarakat.

“Pada peringatan HKSN kali ini Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Pidie dan masyarakat Blang Pandak, telah menggelar bakti sosial, dengan membersihkan rumah ibadah, sekolah, lingkungan sekitar, serta berbagai kegiatan bermanfaat lainnya. Ada pula sejumlah perlombaan dalam rangka mempererat kebersamaan,” ujar Alhudri.

Dalam kunjungannya di Tangse, Plt Gubernur bersama sang Istri, Dyah Erti Idawati, sempat singgah melihat proses perekaman e-KTP di Gampong Ranto Panyang Kecamatan Tangse, yang di pusatkan di SD Negeri Sarah Panyang.Plt juga menyerahkan secara simbolis Akta Kelahiran, KIA, KK dan e-KTP kepada warga.

Saat menyerahkan KTP kepada Martunis, Plt Gubernur berjanji akan memberikan kaki palsu agar pemuda ini dapat beraktivitas lebih baik lagi. Untuk itu, Nova menginstruksikan Kepala Dinas Sosial Aceh untuk segera mendata Martunis dan melakkan pengukuran, sehingga bisa segera mendapatkan batuan kaki palsu.

“Terima Kasih Pak,” ujar Martunis sembari menyalami Plt Gubernur Aceh. Martunis adalah Pemuda kelahiran Blang Pandak di tahun 1996, Martunis mengalami kecelakan saat berusia 19 tahun. Kini, untuk membantu menopang dirinya, Martunis menggunakan tongkat jepit. Mendapatkan kaki palsu adalah sebuah berita bahagia bagi Martunis.

Selanjutnya, Plt Gubernur dan rombongan meninjau Posko Kesehatan Bergerak dan berdialog dengan sejumlah pasien. Di lokasi ini, Nova kembali mengingatkan pentingnya upaya penanganan kesehatan yang kolaboratif dan melibatkan semua unsur.

Sementara itu, untuk membuka isolasi komunikasi di Gampong Blang Pandah dan sekitarnya, Plt Gubernur berjanji akan berusaha secepat mungkin agar kawasan ini bisa menggunakan sarana komunikasi seperti telepon selular dan jaringan internet.

“Saya akan segera bahas permasalahan ini. Beberapa skema juga akan kami tawarkan, misalnya, untuk pemangunan tower BTS akan ditanggung Pemerintah Aceh dan permasalahan jaringan dilakukan oleh operator seluler. Dinas Kominsa juga harus bergerak cepat untuk menghubungi pihak terkait. Insya Allah, saya usahakan dalam waktu 6 bulan sudah ada jaringan komunikasi di Blang Pandak. Ini bukan janji tapi saya akan usahakan,” kata Nova.

Untuk mendukung langkah tersebut, Plt Gubernur juga mengimbau agar Pemkab Pidie segera menyelesaikan proses administrasi yang dibutuhkan. Sedangkan terkait isolasi dari Aceh Tengah-Pidie, Plt Gubernur menjelaskan, bahwa ruas jalan tersebut adalah wewenang Pemerintah Pusat karena jalan tersebut merupakan jalan negara.

“Terbukanya Isolasi Geumpang-Pameu akan akan sangat baik bagi pembangunan ekonomi masyarakat. Kabar baiknya, ruas Geumpang-Pameu akan dimulai tahun 2020. Namun tidak bisa selesai dalam waktu setahun karena membutuhkan dana yang sangat besar, skema pembangunannya adalah tahun jamak," kata Nova.

Usai memberikan sambutan, Plt Gubernur bersama Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, melakukan pelepasan bibit ikan nila di saluran irigasi setempat.

Untuk diketahui bersama, selama dua hari (24-25/12) Dinas Sosial Aceh telah melakukan gotong royong di Desa Blang Pandah. Banyak kegiatan telah dilakukan dalam dua hari tersebut, diantaranya lomba, pembersihan sarana pendidikan, sarana ibadah dan pemutaran film dokumenter.

Dalam kegiatan ini Plt Gubernur Aceh memberikan sumbangan 2 unit rumah layak huni. Selain itu, seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh, yaitu Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, DRKA, Dinas Pengairan, Dinas Perkim, Dinas PUPR, Distanbun, Arpus, Dinas Kominsa, Dinas Syari’at Islam, Dinas Pangan, BPBA, Dsperindag, Disnakermobduk, DiskopUKM, DPMG, juga memberikan bantuan dalam berbagai bentuk.

Selain SKPA, Pemerintah Kabupaten Pidie dan unsur perbankan seperti Bank Aceh Syari’ah dan sektor swasta seperti, PT MIFA, PTPN 1 Langsa, PT Pegadaian Aceh juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.[]

Aceh Besar - Kantor Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, dirusak puluhan orang yang picu persoalan tapal batas gampong atau desa.

Camat Montasik Edwar di Lambaro, Aceh Besar, Rabu, menyebutkan perusakan terjadi karena spontanitas massa yang meminta diri ikut membongkar tapal batas desa.

"Akibat insiden tersebut, pintu kantor camat rusak, kaca jendela kecil pecah. Begitu pula, sejumlah pot bunga ikut rusak. Kerusakan hanya di bagian luar saja," kata Edwar menyebutkan.

Edwar menuturkan bahwa kejadian berawal ketika masyarakat Desa Atong yang masuk wilayah Kecamatan Montasik menghubunginya mengajak membongkar tapal batas desa. Tapal batas tersebut dipasang masyarakat Desa Datamakmur, Kecamatan Blangbintang, Aceh Besar.

Namun, karena bersamaan dengan kegiatan lain, Edwar mengatakan bahwa dirinya tidak bisa datang. Masyarakat tetap memaksa dirinya, hingga akhirnya Edwar kembali ke kantornya.

"Setiba di kantor, saya melihat banyak polisi dan kondisi depannya rusak. Kejadian sebelum salat Zuhur. Masalah ini sudah diselesaikan," kata Edwar.

Edwar menyebutkan insiden tersebut dipicu persoalan tapal batas Desa Atong dan Desa Datamakmur. Masalah batas desa ini terjadi sejak beberapa tahun lalu. Upaya penyelesaian sudah beberapa kali dilakukan.

"Setelah insiden ini, kami bersama unsur muspika akan duduk bersama tokoh masyarakat dan Badan Pertanahan Nasional membahas masalah tapal batas desa tersebut," kata Edwar.[mr/tar]
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.