Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Diki Suryaatmadja, Mahasiswa Cilik Indonesia Di Kampus Universitas Waterloo (ctvnews.com)
StatusAceh.Net - Universitas Waterloo, Ontario, Kanada baru memulai akvitas perkuliahan pada bulan ini. Para mahasiswa duduk dan menjalani kelas di masing-masing jurusan.

Ada yang menarik di kelas mahasiswa baru Jurusan Fisika universitas tersebut. Ada satu anak kecil berumur 12 tahun duduk di antara para mahasiswa.

Ternyata, anak itu adalah salah satu mahasiswa baru. Mengagetkan sekaligus membanggakan. Anak itu tidak berasal dari negara lain, melainkan Indonesia.

Ya, mahasiswa cilik itu bernama Diki Suryaatmadja. Dia terpilih sebagai mahasiswa kehormatan jurusan fisika universitas itu.

" Saya sangat senang, tapi merasa sedikit gugup karena transisi budaya," ujar Diki kepada CTV News.

Diki menempuh jalur akselerasi saat duduk di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah. Semua dia jalani di negara tempat Diki lahir, Indonesia.

Di Universitas Waterloo, Diki tidak hanya belajar fisika. Dia juga mengambil kelas kimia, matematika dan ilmu ekonomi.

Meski Diki baru tiba di Kanada awal pekan ini, dia telah berhasil memukau dunia pada kesan pertama. " Negara ini punya orang-orang yang baik. Mereka sangat ramah dan sopan," kata dia.

Tetapi, Diki mengaku agak khawatir dengan cuaca. Sebab, di negara barunya itu sedang mengalami musim dingin.

Meski dia sangat bersemangat belajar skate, Diki khawatir musim dingin justru membuatnya tidak bisa menghabiskan banyak waktu untuk joging atau melakukan aktivitas luar ruangan lainnya.

Diki akan tinggal di luar kampus bersama keluarganya. Artinya, dia tidak menjadi bagian dari aktivitas asrama kampus.

Pengelola universitas mengatakan mereka akan membantu Diki mengenali aktivitas sosial kampus. Mereka menyadari Diki tidak perlu begitu cepat bergaul bersama mahasiswa lain yang usianya jauh di atasnya.

" Anak 17 tahun sadar akan apa yang ada di sini, tapi terserah mereka jika ingin mengikuti kebiasaan itu," kata salah satu pengelola universitas bagian penerimaan mahasiswa baru, Andre Jardin.

" Tetapi karena dia masih berusia 12 tahun, kami merasa mungkin dia perlu panduan," ucap dia

Jardin menyebut salah satu contohnya mempertemukan Diki dengan pembimbing akademiknya secara langsung.

Bagi mahasiswa lain, pengelola hanya perlu memberitahu siapa pembimbing akademik mereka, yang nantinya para mahasiswa yang akan menghubungi sendiri. Pengelola universitas juga akan berusaha terus menjalin kontak dengan keluarga Diki.

" Kami hanya ingin memastikan dia bisa terintegrasi secara sosial dan memiliki pengalaman luar biasa serta sukses, seperti kebanyakan mahasiswa lain," ucap Jardin.

" Dia sangat siap secara akademik. Apa yang harus kami sadari adalah kenyataan dia adalah anak 12 tahun," lanjut dia.

Diki begitu bersemangat menjalani kuliah. Dia bahkan telah menyiapkan rencana selama kuliah, membuat teknologi pembangkit energi alternatif berbiaya murah.

" Saya ingin mengubah dunia. Saya masih muda, dan saya masih punya banyak waktu untuk dunia ini," kata Diki.

Jardin mengatakan para staf bagian seleksi mungkin telah membuat keputusan tanpa memperhatikan beberapa informasi seperti usia dan jenis kelamin. Dan aplikasi Diki telah diloloskan sebelum mereka menyadari usia anak tersebut.

" Dia punya nilai yang fenomenal," kata Jardin, menambahkan Diki memiliki nilai tertinggi dari siapapun mahasiswa lain yang diterima Universitas Waterloo tahun ini. (dream.co.id)
loading...
Label:

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.