2017-07-30

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Lhokseumawe - Tim Situasi Aman untuk Rakyat (Star)  Polres Lhokseumawe mengamankan satu unit sepeda motor tanpa dokumen saat patroli di seputaran Jalan Merdeka,  Depan Hotel singapore,  Sabtu (5/8/2017) sekitar pukul 02.30 WIB. Penyitaan itu berawal saat petugas memberhentikan sepeda motor itu yang di bonceng tiga remaja.

“Karena merasa curiga, tim melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan surat - surat kendaraannya namun remaja tersebut tidak memilikinya, lalu tim langsung mengamankan sepmor itu,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui  Koordinator Tim Star Kompol Ahzan.

Patroli rutin tersebut dilaksanakan guna meningkatkan kewaspadaan terhadap guantibmas di wilayah hukum Polres Lhokseumawe yang  dimulai pada Jum'at (04/08/2017) pukul 23.00 WIB hingga Sabtu (05/08/2017) pukul 04.00 pagi.

Tim awalnya bergerak menuju ke Simpang Pase Kota Lhokseumawe dan tim berhenti di sebuah Ruko yang biasanya dijadikan tempat perjudian, setelah dilakukan penggerebekan tim menemukan warga yang sedang main Gaplek (Batu domino) namun tim tidak menemukan / melihat adanya uang yang tercecer di meja domino tersebut."ungkapnya

Lalu tim langsung mengumpulkan pemain tersebut untuk diberikan arahan agar tidak mengulangi perbuatannya karena menurut pandangan masyarakat perbuatan itu telah membuat resah warga sekitar.

Lanjutnya,  kemudian menuju Waduk, dan ke wilayah Kuta Kareng,  Muara Dua, Lhokseumawe. Situasi terlihat aman dan kondusuf.

Pada pukul 02.00 wib tim melanjutkan patroli ke Terminal Bus Kota Lhokseumawe kemudian terlihat beberapa penarik becak yang sedang main gaplek, tim kemudian menghampiri serta memberikan arahan kepada tukang becak tersebut."imbuhnya

Kemudian melanjutkan patroli ke Pajak Inpres untuk mengecek setiap warnet namun tidak menemukan adanya hal - hal yang mencurigakan.

Selanjutnya pada pukul 03.30 wib tim melanjutkan patroli ke Gang Barona  Kota Lhokseumawe. Menurut Informasi dari masyarakat di sana sering dilakukan transaksi narkoba dan setelah dilakukan pengecekan tidak di temukan kurir maupun bandar narkoba yang beroperasi."sambungnya

"Sekitar pukul 04.00 WIB, tim kembali ke Pos Kota dan melakukan konsolidasi. Situasi terakhir dalam wilayah hukum Polres Lhokseumawe dalam keadaan aman dan baik," sebut Kompol Ahzan.(SA/TM)

Lhokseumawe - Satuan Pol Airud Polres Lhokseumawe menyerahkan bendera merah putih untuk  para Nelayan agar dipasang di Kapal Motor, Sabtu (5/8/2017). Penyerahan bendera tersebut sebagai bentuk serangkaian kegiatan dalam menyambut peringatan HUT RI.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, S. Ik,  MH,  melalui Kasat Pol Airud Ipda Saiful Bahri kepada StatusAceh.net mengatakan selain menyerahkan sejumlah bendera kepada para nelayan, pihaknya juga melakukan patroli rutin di perairan Lhokseumawe .

"Kita rutin melakukan patroli.  Namun ini menjelang HUT RI.  Kita sebagai bangsa yang masih punya sikap nasionalisme tinggi membagikan bendera merah putih kepada para nelayan. Tujuannya agar dipasang di kapal masing- masing dan juga menjalin hubungan silaturrahmi, "ungkapnya

Ipda Saiful berharap dalam menyambut HUT RI,  masyarakat terus memupuk persatuan dan kesatuan dalam lingkungan dan juga meningkatkan rasa nasionalisme dan secara tegas melawan radikalisme serta serangan narkoba agar generasi yang akan datang tetap solid dan terjaga.(SA/TM)

Banda Aceh - Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya ( PC TIDAR) Kota Banda Aceh di kukuhkan pada hari Sabtu,  5 Agustus 2017 di Riverside Lhoknga, Aceh Besar. Acara Pengukuhan di kemas dalam bentuk Gathering Party.

Dalam acara tersebut turut Hadir Fadhullah (Anggota DPR RI), Abdurahman Ahmad (DPRA), Chairuman (Ketua DPD Gerindra BNA), Mahyiddin (DPRK), Agus Salim (Ketua TIDAR Aceh) dan bbrp tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan nya Ketua PC TIDAR Banda Aceh, Direza Mustafa menyampaikan bbrp hal yang di anggap penting dalam menjalankan roda organisasi ini, yang pertama adalah TIDAR Banda Aceh barus bisa merebut hati masyarakat, "bagaimana kehadiran kita dengan program2 produktif dan kreatif dari kita kedepan bisa melekat dalam hati dan fikiran masyarakat kota banda aceh" Pungkas Reza.

Lebih Lanjut Reza berharap agar TIDAR Kota Banda Aceh bisa menjadi rumah harapan bagi anak-anak muda kota banda aceh, tempat berhimpunnya segenap anak muda kota yang berfikiran terbuka, berwawasan luas dan majemuk, anak-anak muda yang tidak mengedepankan ego sektoral maupun primordial, anak-anak muda yang tidak apatis ataupun pragmatis, anak-anak muda yang paham arti sebenarnya bertoleransi dalam perbedaan.

"Tidar harus menjadi perpustakaan ide dan gagasan orang-orang muda yang aktif, kreatif, produktif, dan tentunya dekat dengan masyarakat. Tidar harus menjadi ujung tombak pergerakan anak-muda yang inovatif dan progresif".

Agus Salim (Ketua PD TIDAR Provinsi Aceh) menjelaskan bahwa TIDAR merupakan Salah Satu sayap yang paling terdepan dalam mengkaderkan Pemuda-Pemuda hebat yang akhirnya menjadi Tokoh Politik dan Pengusaha Besar.

Kemudian Abdurahman Ahmad berharap agar kedepan Kader TIDAR bisa mengisi pos-pos penting dalam semua Elemen, "TIDAR merupakan kader-kader masa depan,  yang disiapkan untuk menjadi Legislatif dan Eksekutif serta semua elemen penting lainnya" kata Ketua Fraksi Gerindra-PKS DPRA tersebut.

Di sesi akhir acara di isi oleh Fadhullah (Anggota DPR RI Fraksi Gerindra)  yang menyampaikan Orasi Politik yang bertema "Arah dan Kebijakan Partai Gerindra menuju Pemilu 2019." katanya.

{NAJMI}

Berburu orang utan di Aceh. ©AFP PHOTO/Chaideer Mahyuddin
Banda Aceh - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyita satu ekor orangutan Sumatera berjenis kelamin betina dari seorang warga Gampong Paya Ketapang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur. Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, Orangutan Sumatera itu selama ini dipelihara oleh seorang warga bernama Mursalin (37) selama dua tahun. Orangutan Sumatera yang berusia 6 tahun itu sekarang dalam kondisi sangat memprihatinkan.

"Kondisinya cukup memprihatinkan karena selama dua tahun terus dirantai," kata Sapto Aji Prabowo, Sabtu (5/8).

Kata Sapto, tim harus menempuh jarak lima kilometer dengan berjalan kaki agar mencapai lokasi Orangutan Sumatera tersebut. Petugas juga menjemput hewan dilindungi ini dalam hujan lebat dan jalan berlumpur.

"Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan awal yang dilakukan dengan bantuan lampu senter, karena kondisi sudah gelap, Orangutan kemudian dikirim ke Pusat Rehabilitasi Orangutan Sumatera di Sibolangit, Sumatera Utara untuk menjalani rehabilitasi," jelasnya.

Setelah direhabilitasi dan dinyatakan sudah pulih kembali fisik Orangutan itu, nantinya akan dilepas kembali di lokasi pelepasliaran Orangutan Sumatera di hutan Jantho, Kabupaten Aceh Besar. | merdeka.com

Foto jawaban soal itu diposting oleh akun Facebook bernama Muhamad Guntur yang kemudian viral di media sosial.(Facebook.com/Muhamad Guntur)
StatusAceh.Net - Terkadang kita harus mengerutkan dahi saat membaca soal-soal ujian di sekolah. Perlu berpikir keras untuk memberikan jawaban.

Tapi, mari kita lupakan sejenak segala soal yang rumit itu. Sedikit refreshing, mengendurkan syaraf, dengan membaca soal ujian dan jawaban yang tengah viral di media sosial ini.

Soal dan jawaban ini menjadi viral karena nyeleneh. Sebenarnya pertanyaan dalam lembaran buku itu biasa saja. Standar. Tapi jawaban yang tertera sungguh 'mengejutkan'.

Pada lembaran itu tertulis sebuah nama, Hananta. Murid kelas VIa, SDN Cisarua. Entah ini benar-benar lembar soal dan jawaban dari murid yang disebutkan itu atau hanya dibuat oleh orang iseng belaka, yang jelas jika Anda membacanya ak merasa aneh. Atau bahkan bisa ngakak.
(Facebook.com/Muhamad Guntur)


Jawaban pada soal-soal ini benar-benar nyeleneh. Entah ia benar-benar tidak tahu jawabannya atau memang hanya ingin bercanda hingga menjawab seperti itu. Padahal soal-soal yang diberikan terbilang cukup mudah untuk siswa kelas VI SD.

Begini soal beserta jawabannya :

Nama : Hananta
Kelas : VI A
SD : SDN Cisarua

1. Bagiaman cara makhluk hidup berkembang biak dengan membelah diri?
Jawab : operasi sesar

2. Sebutkan nama tanaman yang mengandung yodium?
Jawab : eceng gondok

3. Apakah fungsi hati?
Jawab : tempat menemukan cinta dan kasih sayang

Mamalia adalah.....

Tebu Simpan Makanan di Batang, Manusia?

4. Tebu dan sagu menyimpan makanan pada batang. Sedangkan manusia menyimpan pada?
Jawab : Kulkas

5. Apa yang dimaksud dengan mamalia?
Jawab : Ibu dai seorang anak yang bernama " Lia"

Sumber: dream.co.id

Kampanye Leuser (Dok. Usaid Lestari)
Banda Aceh - Muda mudi Aceh yang peduli warisan Leuser melakukan kampanye. Sebagai situs warisan dunia, eksosistem Leuser tak boleh pudar begitu saja.

Sebanyak 250 pelajar di Banda Aceh melakukan tarian Saman massal di Taman Sari, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (5/8/2017). Kegiatan ini bagian dari pergelaran akbar Tari Saman oleh 10.001 penari yang akan digelar pada 13 Agustus 2017 mendatang di Gayo Lues.

Kegiatan tari Saman massal ini digelar untuk mengajak generasi muda Aceh untuk mengekspresikan kepeduliannya terhadap kawasan Ekosistem Leuser. Kampanye ini mengangkat tema "Saman Pengawal Leuser: Mengawal Tradisi Melalui Konservasi". Semua penari yang akan menunjukkan kemampuan besok merupakan pelajar dari 12 sekolah di Banda Aceh.

Communication & Advocacy Specialist USAID LESTARI Aceh, Cut Meurah Intan, mengatakan, rangkaian kegiatan yang digelar pihaknya ini untuk menyediakan wadah bagi berbagai pihak untuk bertukar informasi dan inspirasi tentang upaya konservasi sekaligus membangun kesadaran publik yang lebih baik tentang Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

"Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempromosikan Gayo Lues, salah satu kabupaten di dalam KEL yang memiliki potensi ekowisata," kata Intan saat menggelar konferensi pers di warung Sekber Jurnalis Banda Aceh, Jumat (4/8).

Selain tarian Saman, ada sejumlah kegiatan lain yang digelar. Di antaranya yaitu lomba blog, foto dan video bertemakan konservasi, pemutaran video, pameran foto, lomba melukis satwa. Tak hanya itu, mereka juga menggelar dialog interaktif, flashmob Tari Saman, minum kopi gratis, stand-up comedy bertema konservasi,penampilan musik dan lelang lukisan.

"USAID Lestari telah mengadakan kegiatan serupa pada tahun 2016 melalui kampanye di media sosial Twitter dengan tagar #careleuser yang pada saat itu menduduki trending topik di Indonesia," ungkapnya.

Kampanye #careleuser, kata Intan, merupakan strategi untuk menarik perhatian pengguna media sosial terhadap hutan Leuser yang pada tahun 2004 ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Kegiatan kampanye yang dilakukan pihaknya merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran publik tentang Leuser.

"Sehingga dengan informasi yang tepat, anak muda dapat berperan aktif menjaga, melestarikan dan mengadvokasi tata kelola Hutan Leuser sebagai hutan tropis terbaik yang tersisa di dunia," jelas Intan.

Menurutnya, proyek USAID Lestari mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK), melestarikan keanekaragaman hayati di ekosistem hutan dan mangrove yang bernilai secara biologis serta kaya akan simpanan karbon. Selain itu, dibangun di atas pondasi proyek USAID IFACS, Lestari menerapkan pendekatan lanskap untuk menurunkan emisi GRK.

"Dengan mengintegrasikan aksi konservasi hutan dan lahan gambut dan strategi pembangunan rendah emisi (LEDS) di lahan lain yang sudah terdegradasi," kata Intan.

"Upaya ini bisa dicapai melalui perbaikan tata guna lahan, tata kelola hutan lindung, perlindungan spesies kunci, praktik sektor swasta dan industri yang berkelanjutan, serta peningkatan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam kegiatan konservasi," lanjutnya. | Detik.com

Aceh Timur - Menjelang milad MoU Helsinki yang jatuh pada tanggal 15 Agustus dan perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, pengibaran Bendera Bintang Bulan kembali mulai dikibarkan di Wilayah Aceh Timur.

Informasi yang dihimpun LintasAtjeh.com, sehelai Bendera Bintang Bulan yang ditemukan warga berkibar diatas pucuk pohon randu di Dusun Abadi, Gampong Birem Rayeuk, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (04/07/2017) sekitar pukul 16.04 WIB.

Kemudian, warga masyarakat melaporkan adanya pengibaran Bendera Bintang Bulan itu ke Polsek Birem Bayeun. Setelah menerima laporan dari masyarakat, anggota Polsek langsung menurunkan bendera tersebut untuk diamankan.

Hingga berita ini ditayangkan, LintasAtjeh.com belum dapat menghubungi Kapolsek Birem Bayeun untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut.[lintasaceh]

Waka Polres Aceh Barat Kompol Syafrinizal saat menerima penyerahan senjata api jenis AK 47 | Foto: Ist
Aceh Barat - Seorang petani di Aceh Barat benama Abdul Malek (39) meyerahkan sepucuk AK-47 lengkap dengan magazen ke aparat kepolisian setempat.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Goenawan mengatakan, penyerahan itu belangsung Gampong Antong, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, Jumat sore (4/8/2017).


Senjata itu awalnya diserahkan kepada personil Bhabinkamtibmas Pospol Panton Reu Aiptu Muhammad Amin yang kemudian membawanya ke Mapolres dan diterima Waka Polres Aceh Barat Kompol Syafrinizal.

Menurut Goenawan, senjata itu ditemukan Abdul Malik dua minggu lalu tumpukan kayu di bawah gubuk di sebuah lahan perkebunan.

“Saat ditemukan, senjata dalam keadaan terbungkus kain,” katanya.

Abdul Malek, kata Goenawan, memberitahukan temuannya itu kepada Geuchik Gampong Antong Tarmizi.

“Kepala desa langsung memberitahukan kepada Bhabinkamtibmas Pospol Panton Reu Aiptu Muhammad Amin dan selanjutnya menyerahkan senjata itu ke Mapolres,” katanya.

Sayangnya, polisi tak menjelaskan darimana dari mana asal senjata tersebut sesungguhnya. Apakah senjata sisa konflik, ataukah milik pelaku kriminal.(beritakini)

Pengumuman pemerintah China terkait latihan perang berskala besar di Laut Kuning yang dimulai Sabtu (5/8/2017). Foto/Twitter @PDChina
BEIJING - Pemerintah China mengumumkan wilayah Laut Kuning seluas Virginia Barat terlarang bagi kapal-kapal sipil. Sebab, laut yang dekat dengan pantai Korea Utara (Korut) itu akan digunakan untuk latihan perang besar-besaran selama tiga hari, mulai Sabtu (5/8/2017).

Manuver Angkatan Laut China berskala besar di Laut Kuning ini merupakan yang kedua setelah latihan perang di wilayah yang sama pada akhir Juli lalu.

Dalam pengumuman tersebut, China mengatakan bahwa latihan perang Angkatan Laut akan berlangsung antara pukul 06.00 pagi pada hari Sabtu hingga Selasa pukul 18.00 petang. Latihan akan melibatkan ”operasi militer berskala besar”. Namun, China tak merinci jumlah kekuatan yang dikerahkan dalam manuver ini.

Tahun lalu, Beijing menugaskan 18 kapal militernya. Sedangkan pada saat ini, China mengoperasikan satu kapal induk buatan Soviet. Negara itu juga sedang membangun kapal induk sendiri di galangan kapal lokal.

Menurut analis, pilihan waktu dan lokasi untuk latihan perang China saat ini lebih berkaitan dengan penegasan ulang kekuatan regional Beiing daripada kebutuhan mendesak untuk menguji perangkat keras baru.

”Ini adalah bagian yang sangat normal dari diplomasi—ada pembicaraan dan negosiasi—,namun  selalu ada latar belakang semacam pemukulan genderang,” kata Collin Koh dari Nanyang Technological University, Singapura, kepada South China Morning Post (SCMP).

Menurutnya, manuver besar-besaran China di dekat pantai Korut ini merupakan pesan untuk Amerika Serikat (AS) bahwa Korut di bawah perlindungannya.

Koh memperingatkan bahwa latihan tidak mewakili eskalasi langsung, di mana ada unsur “bahaya” dari kekuatan regional yang dipersenjatai cukup banyak dan beroperasi di tempat yang sangat terbatas.

Ketegangan di semenanjung Korea terus memanas setelah Korut meluncurkan rudal balistik pada 28 Juli yang oleh rezim Kim Jong-un diklaim sebagai rudal balistik antarbenua (ICBM). Pyongyang juga sesumbar bahwa rudal mereka kini mampu mencapai seluruh daratan AS.

Retorika perang juga terus digencarkan Rodong Sinmun, media Partai Buruh—partai berkuasa di Korut—dengan klaim bahwa Pyongyang memiliki banyak “paket hadiah tak terduga” untuk Washington. Paket hadiah yang dimaksud diduga rudal-rudal yang siap diluncurkan.

Surat kabar itu melalui editorialnya juga sesumbar bahwa kekuatan Korut kini mampu memaksa AS menyerah.

”Setiap menit dan setiap detik, kenyataan baru bahwa daratan AS berada di ujung pisau hidup dan mati, memaksa pemerintah AS untuk melambaikan bendera putih dan secara mendasar mengubah kebijakan Korea Utara-nya,” tulis surat kabar Pyongyang tersebut.

”Ini bukan denuklirisasi Korea Utara, tapi keamanan daratan AS yang harus menjadi prioritas utama administrasi Trump.”

Latihan perang Angkatan Laut China berlangsung saat Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, Menteri Luar Negeri China Wang Yi, dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bertemu di Manila dalam sebuah forum diplomat tinggi ASEAN.

Perundingan mereka kemungkinan akan menyinggung masalah sanksi potensial terhadap Korut atas uji rudalnya. Isu lain yang berpotensi diangkat adalah terkait ketegangan Washington dan Beijing mengenai perdagangan dan penempatan sistem anti-rudal THAAD AS di Korea Selatan.| Sindo

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, menghimbau rekanan untuk memacu pembangunan Sekolah Keberbakatan Olahraga atau SKO Aceh, agar sekolah yang bertujuan untuk membangun minat dan bakat siswa di bidang olahraga itu bisa segera beroperasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Nova Iriansyah, saat meninjau dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan SKO, yang berada di dalam kompleks Stadion Harapan bangsa, Lhoong Raya, Jum'at (4/8/2017) sore.

“Harus dipacu pembangunannya, sehingga sekolah ini bisa segera menerima peserta didik. Ingat, SKO tidak ada di semua provinsi. Oeh karena itu perhatian dari Pemerintah Pusat ini harus kita sambut dengan serius,” ujar Wagub.

Untuk diketahui bersama, sekolah biaya pembangunanya berasan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ini hanya terdapat di 14 provinsi se-Indonesia.

Sebelumnya, dalam pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Aceh, Wagub juga mengingatkan dinas terkait, yaitu Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olahraga untuk bersinergi dalam mengelola SKO ini, sehingga manfaatnya bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat Aceh.

“Dari visi- misi Pemerintahan Irwandi-Nova yang terelaborasi dalam 15 program unggulan. Dan, pendidikan adalah salah satunya, yaitu Aceh Carong atau Aceh Pintar. Oleh karena itu semua kegiatan yang menjadi penunjang suksesnya pendidikan harus dikelola dengan baik,” tegas Nova.

Wagub juga mengingatkan, agar nantinya mekanisme evaluasi harus dilakukan dengan ketat, karena SO dibangun dengan semangat membangkitkan minat dan bakat siswa dalam bidang olahraga, maka kehadiran sekola ini harus mampu mendongkrak prestasi olah raga Aceh.

“Pemerintahan kami berbasis outcame, yaitu manfaat atau hasil, membangun harus berbasis kemanfaatan. Jadi bukan output, bukan kuantitas tetapi kualitas. Kalau tujuannya mencetak atlit, maka harus ada evaluasi, setelah sekian tahun harus ada prestasi putra-putri Aceh yang mampu berbicara di level Porda, PON, Sea Games, Asean Games, Olimpiade, bahkan kejuaraan dunia lainhya,” kata Wagub.

Pemerintahan harus Diselenggarakan dengan Bersih dan Baik
Dalam arahannya, Nova juga mengingatkan kepada seluruh birokrat Aceh menyelenggarakan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dalam rangka menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan baik.

“Yang harus digarisbawahi adalah, bahwa kita harus menyelenggarakan pemerintahan secara good governance dan clean goverment. Hal ini hanya akan tercapai jika pemerintahan diselenggarakan secara bersih dan terbuka,” tegas Wagub.

“Saya optimis dan berusaha agar dalam dua bulan pemerintahan kami akan mengubah atmosfer birokrasi. Ada vitalitas yang meninggi, ada gairah positif yang mengedepankan birokrasi yang bersih dan baik. Bersih, cerdas, santun dan lurus merupakan perintah Undang-undang, dan siapa saja yang berada dalam birokrasi harus seperti itu,” sambung Nova.

Selama ini, SKO bergabung bersama SMU Negeri 9. Nantinya, SKO yang di dalamnya terdapat 18 Cabang Olahraga ini akan berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan, namun secara tekhnis juga berada di bawah Dispora.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan rekanan serta konsultan pengawas proyek pembangunan SKO Aceh. (Rill)

MOSKOW - Gubernur Aceh,  Irwandi Yusuf memaparkan peluang investasi di Aceh di depan Pengusaha Rusia di Moskow, Jumat (4/8/2017).

Pemaparan Gubernur Aceh tersebut berlangsung di dalam kegiatan Festival Indonesia 2017, yang dimulai hari Jum’at (04/08/2017) dan diawali dengan agenda forum bisnis.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi dengan menghadirkan Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita sebagai pembicara utama pada forum bisnis tersebut dengan mengusung tema *Visit Indonesia: Enjoy Its Diversity* di Hotel Intercontinental, Moskow.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf yang juga diundang sebagai salah seorang pembicara pada forum bisnis tersebut berkesempatan menyampaikan perkembangan dan peluang investasi di Aceh kepada pebisnis Rusia, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun – Lhokseumawe dan peluang investasi strategis lainnya, seperti minyak dan gas, petrokimia, agro industri (kopi) dan pariwisata.

Informasi presentasi Gubernur Aceh tersebut disampaikan Kepala Biro Humas Dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, Lc, MH kepada media ini, setelah melakukan komunikasi via Whatsapp dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Ir. Iskandar, M.Sc yang ikut dalam rombongan Gubernur Aceh ke Moskow, Sabtu, (5/8/2017).

Mulyadi Nurdin menyebutkan bahwa pemaparan Gubernur Aceh mendapatkan perhatian khusus dari peserta bisnis forum karena berhasil memperlihatkan branding wisata Aceh melalui penayangan film *The Light of Aceh* atau *Cahaya Aceh* tentang pesona alam dan keunikan budaya Aceh.

Selama ini Rusia menerapkan keterbukaan informasi, sistem politik dan ekonomi di bawah kepimpinan Presiden Vladimir Putin melalui kebijakan “Looking East” yang memberikan perhatian besar kepada negara-negara di Asia dan Pasifik, dan hampir 35 juta warga negara Rusia melakukan perjalanan wisata ke luar negeri.

"Hal ini sudah seharusnya menjadi peluang baik bagi Aceh untuk mengajak pebisnis atau investor Rusia untuk melakukan investasi di Aceh,” ungkap Irwandi yang didampingi oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Ir. Iskandar, M.Sc dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Drs. Reza Fahlevi, M.Si.

“Sabang dengan berbagai keunggulannya dan ketersediaan berbagai sarana dan prasarana yang memadai juga menjadi harapan masyarakat Aceh untuk terus dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, kehadiran investor Rusia untuk mendukung percepatan Sabang sebagai Destinasi Wisata Bahari Internasional mutlak diperlukan dengan mengutamakan berbagai kemudahan investasi,” tambah Irwandi optimis.

Keikutsertaan Pemerintah Aceh pada Festival Indonesia 2017 di Moskow sangat penting dalam rangka memperbaiki pencitraan Aceh dan meningkatkan brand image Aceh, khususnya menyangkut masalah keamanan, kenyamanan dan kepastian hukum, perizinan, ketersedian energi dan SDM.

Keikutsertaan Aceh pada Festival Indonesia 2017 ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan kemajuan dan perkembangan ekonomi Aceh, khususnya bidang perdagangan, investasi dan pariwisata, sekaligus mendorong interaksi langsung antara pelaku bisnis, seperti pengusaha kopi Arabica dengan pebisnis Rusia.

Festival Indonesia ke 2 yang digelar di Hermitage Garden, Moskow itu juga berlangsung meriah karena diisi sekitar 70 gerai yang mempromosikan berbagai produk Indonesia, khususnya UKM, tekstil, pakaian, kopi, pariwisata, suvenir dan penampilan atraksi seni budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam rangka memeriahkan dan mempromosikan pariwisata Aceh selama Festival Indonesia 2017, Aceh juga ikut serta dalam kegiatan pameran bersama dengan membawa bahan-bahan promosi wisata Aceh, seperti paket wisata, brosur/leaflet, cendera mata, kopi Aceh dan pemutaran film wisata Aceh kepada pengunjung pameran. | T. Dini Rahmadsyah Banta

StatusAceh.Net - Gubernur Aceh Dr. H. Irwandi yusuf, M. Sc, menyerahkan cenderamata dan oleh-oleh khas Aceh berupa Kopi Gayo, sarung Aceh dan kopiah khas Aceh kepada Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Bellarus Mohamad Wahid Supriyadi.

Penyerahan itu berlangsung disela-sela kegiatan  Business and Investment
Forum, di Moscow, Rusia, Jum’at (0408/2017).

Informasi tersebut diperoleh media melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh,  Mulyadi Nurdin, Lc, MH setelah berkomunikasi melalui Whatsapp dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Ir. Iskandar, M.Sc, dan Hendri Yuzal yang sedang berada di Moskow mendampingi Gubernur Aceh.

Mulyadi Nurdin menyebutkan bahwa langkah Gubernur menjadikan oleh-oleh khas Aceh berupa Kopi, sarung dan kopiah Aceh di luar negeri sebagai salah satu bentuk promosi hasil industri kreatif masyarakat Aceh.

Sementara itu dalam paparannya, Gubernur Aceh Irwandi berbicara tentang peluang investasi di Aceh, khususnya pada empat sektor potensial, masing-masing, Sektor Pariwisata, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun-Lhokseumawe, Energi dan Agro Industri.


Mulyadi menyebutkan melalui kegatan itu Pemerintah Aceh ingin menginformasikan dan mempromosikan kemajuan serta perkembangan ekonomi Aceh khususnya bidang perdagangan, investasi dan pariwisata kepada pebisnis Rusia.

Selain itu menurut Mulyadi, keikutsertaan Pemerintah Aceh pada Festival Indonesia 2017 di Moskow sangat penting dalam rangka memperbaiki pencitraan Aceh di mata Internasional.

“Promosi investasi Aceh ini sangat penting untuk peningkatan kepercayaan calon investor agar mau menanamkan modalnya di Aceh, terutama kita meyakinkan isu-isu keamanan dan kenyamanan di Aceh, kemudian juga kepastian hukum, kemudahan perizinan serta ketersedian Energi,” ujarnya menambahkan.

Kegiatan itu turut dihadiri  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Oleg Ryazantsev selaku Deputy Ministe Of Industry and Trade of the Russian Federation, Mikhail Kuritsyn selaku CEO Russian-Indonesia Business Council, Eddy Kuntadi selaku Chairman, chamber of commerce and Insdutry of Jakarta dan Victor Sumsky selaku Director, ASEAN center in MGIMO university, MFA Of Russia.

Selain itu juga hadir Mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Gubernur Sumatera Utara Tengku Ery, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan serta sejumlah delagasi Aceh dan daerah lainnya.

Dari Aceh sendiri turut hadir Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Ir. Iskandar, M.Sc dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Drs. Reza Fahlevi, M.Si, serta staf khusus Gubernur Aceh.(Rill)

Banda Aceh - Wisatawan dari Malaysia masih mendominasi liburan ke Provinsi Aceh hingga semester pertama tahun ini dari total 14.700 orang wisatawan mancanegara.

"Januari sampai Juni 2017 tercatat 14.700 wisman ke Aceh. Kalau negara asal, Malaysia yang paling banyak," ucap Kepala Badan Pusat Statistik Aceh, Wahyuddin di Banda Aceh, Jumat (4/8).

Dia merinci, negara asal dari jumlah total wisman ke provinsi paling Barat di Indonesia tersebut yakni Malaysia sebanyak 11.790 orang. Kemudian Cina 371 jiwa, Australia 191 orang, Prancis sebanyak 184 jiwa, dan Filipina 183 orang.

Lalu Jerman dan Amerika Serikat tercatat masing-masing 179 orang, sedang Inggris 171 jiwa, Thailand sebanyak 157 orang, Singapura 133 jiwa. "Wisman terbanyak (ke Aceh), masih berasal dari negara-negara di Asia Tenggara. Mereka masuk Aceh, lewat pintu Bandara Sultan Iskandar Muda," katanya.

Seperti diketahui, setelah peristiwa gempa dan tsunami diakhir 2004, Aceh yang memiliki 23 kabupaten/kota telah menjelma menjadi destinasi bagi wisatawan terutama mancanegara. Terdapat sedikitnya 10 obyek wisata yang menarik untuk dikunjung wisatawan seperti objek wisata alam seperti pantai, hingga Museum Tsunami di Banda Aceh.

"Jika dibandingkan kumulatif Januari hingga Juni 2016, maka jumlah wisman berkujung ke Aceh turun 25,93 persen. Karena semester pertama di tahun itu tercatat 19.845 orang," ujar Wahyuddin.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini sebanyak 15 juta turis. Arief percaya diri dengan target tersebut mengingat capaian kunjungan wisman yang masuk ke Indonesia pada tahun 2016 yang mencapai 12.023.971 orang.

"Pariwisata akan mengalahkan migas, pariwisata kini kontribusinya terus menerus. Kami berharap, pariwisata bisa memberikan kontribusi 15 persen di produk domestik bruto," katanya.

Sumber : Antara

Aceh Singkil - Mobil dinas Kapolres Aceh Singkil nyaris bertabrakan dengan mobil pribadi milik seorang oknum Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) di Kawasan Tertib Lalulintas ( KTL ) jalan jalur dua depan Kantor Bupati Aceh Singkil. Jum'at (4/8/2017).

Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Milyardin, kepada wartawan membenarkan peristiwa ini terjadi pada saat satu unit mobil pribadi berplat polisi BK 1610 UN yang dikemudikan oleh seorang oknum PNS melaju dari arah berlawanan dan hampir saja terjadi Laka lantas nyaris dengan mobil dinas miliknya.

"Pagi tadi, suasana sedang diguyur hujan deras dan mobil yang dikemudikan oleh oknum PNS ini, tiba-tiba melaju dari arah yang berlawanan hampir saja bertabrakan yang naikki," sebut AKBP Ian Rizkian.

Mendapati hal tersebut, Kapolres pun mencoba untuk menghalangi laju mobil tersebut dengan mengunakan mobil dinas miliknya dengan harapan pengemudi mobil dapat berputar ke arah jalur yang benar.

Sayangnya, Pengemudi tersebut bukannya berbalik arah, malahan mobil oknum tetap melaju kearah sebelah kiri mobil Dinas Kapolres.

"Setelah saya turun dan mengarahkan kearah jalur yang benar, barulah pengemudi memutar balik mobilnya kearah kejalur yang benar," jelas AKBP Ian Rizkian Milyardin yang sempat membuat seragam yang dikenakannya basah dikarenakan terkena siraman air dari ban mobil yang dikemudikan oleh oknum PNS. 

Pasca kejadian tersebut, Kapolres Aceh Singkil juga mengimbau kepada para pengguna jalan atau pengendara lainnya untuk mematuhi aturan dalam berlalu lintas. 

"Demi keselamatan diri dan penguna jalan lainnya kita harapkan para pengemudi untuk tidak mengemudikan kendaraan dengan mengambil jalur yang berlawanan,” demikian harap Kapolres.

Sumber : Polres Aceh Singkil

Aceh Timur - Kapolsek Darul Ikhsan Iptu Burhanuddin, Jumat (4/8/2017) pagi memasangkan bendera Merah Putih, di depan rumah Siti Maryam atau Nek Poyam (70) di Gampong Pulo Blang, Kecamatan Darul Ikhsan, Aceh Timur.

“Nek Maryam tidak memiliki bendera Merah Putih, makanya saat dengar intruksi perangkat gampong untuk memasang bendera ia langsung naikkan Bulan Bintang, tapi hari ini (Jumat-red) sudah kita usahakan beli bendera Merah Putih, dan langsung kita pasangkan di depan rumahnya,” ungkap Kapolsek Darul Ikhsan, Iptu Burhanuddin, Jumat (4/8/2017).
Menurut ketarangan Nek Maryam, ungkap Kapolsek, bendera Bulan Bintang itu ia dapatkan karena ada yang membagikannya beberapa tahun lalu.

“Tapi waktu kita tanya siapa yang membagikan dia juga tidak ingat karena sudah lama,” ungkap Iptu Burhan.

Terhadap Nek Maryam, kata Kapolsek, tidak diambil tindakan karena selain usia Nek Maryam sudah 70 tahun, informasi yang dia terima juga kurang jelas. Selain itu, ia juga tidak memiliki bendera Merah Putih, dan hanya menyimpan bendera Bulan Bintang.

“Dia cuma kita interogasi saja, dan kita kasih arahan bahwa bendera yang sah adalah Merah Putih,” ungkap Iptu Burhanuddin. 
Bendera Bintang Bulan, yang sempat dikibarkan oleh Siti Maryam alias Nek Poyam (70) di depan rumahnya di Gampong Dama Pulo, Kecamatan Darul Ikhsan, Aceh Timur, saat diturunkan Rabu (2/8/2017).


Sebelumnya, Anggota Polsek dan Koramil dari Kecamatan Darul Ikhsan, Aceh Timur, Rabu (2/8/2017) sore sekitar pukul 16.00 WIB, kemarin mengamankan selembar bendera Bintang Bulan, yang sempat dikibarkan oleh Siti Maryam alias Nek Poyam (70) di depan rumahnya di Gampong Dama Pulo, Kecamatan setempat.

Menurut informasi yang diperoleh Serambinews.com, Nek Maryam menaikkan bendera Bintang Bulan tersebut sejak ia mendengar himbauan dari perangkat gampong setempat untuk memasang bendera Merah Putih dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017.

“Memang kami telah mengimbau warga agar memasang bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing mulai 1-31 Agustus 2017. Tapi Nek Maryam malah naikkan bendera Bintang Bulan. Setelah dilarang warga, tak lama kemudian Nek Maryam menurunkannya, dan  kini bendera tersebut telah diamankan di Mapolsek Darul Ikhsan,” ungkap  Saiful Nizar (50) Sekdes Gampong Pulo Blang kepada Serambinews.com, Kamis (3/8/2017). Baca:
Diimbau Naikkan Merah Putih, Nek Maryam Malah Kibarkan Bintang Bulan| Serambinews | SA

Kondisi pesawat yang senggolan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang. Foto/Istimewa
Medan - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso menyayangkan, insiden senggolan antara pesawat Boeing B737-900 ER registrasi PK-LJZ milik Lion Air dengan pesawat ATR 72-500 registrasi PK-WFF milik Wings Air di apron Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Kamis 3 Agustus 2017 sekitar pukul 10.57 WIB. Kejadian ini termasuk insiden serius yang harus dicegah dan diatasi secara seksama untuk mencegah kejadian berulang dan berdampak terhadap kenyamanan penumpang.

"Kejadian seperti ini seharusnya bisa dihindari jika standar dan prosedur operasi pergerakan pesawat di apron dan taxiway dijalankan dengan baik. Apalagi Bandara Kualanamu termasuk bandara besar yang mempunyai apron luas. Untuk itu kejadian ini harus diusut tuntas penyebabnya agar tidak terjadi lagi di kemudian hari," ujar Agus, Jumat (4/8/2017).

Di sisi lain, Agus juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu mencegah insiden ini menjadi lebih buruk. Mengingat sayap pesawat merupakan bagian penting dari struktur pesawat. Selain itu, Agus juga meminta agar dua maskapai yang bersangkutan ( Lion dan Wings Air) untuk tetap mengutamakan kepentingan penumpang.

"Maskapai wajib memenuhi hak-hak penumpang sesuai aturan yang berlaku. Yaitu misalnya memberikan kompensasi jika terjadi keterlambatan dan memberikan transportasi lanjutan dengan pesawat secara gratis untuk mengangkut penumpang ke tujuannya," lanjut Agus lagi

Dari informasi awal, diketahui sayap pesawat B737-900ER Lion Air dengan nomor penerbangan JT 197 yang melayani penerbangan dari Banda Aceh menuju Medan menyenggol sayap pesawat ATR 72-500 Wings Air nomor penerbangan IW 1252 dari Medan menuju Meulaboh sekitar pukul 10.57 WIB.

Saat itu pesawat Lion Air baru saja mendarat di runway 23 dan berjalan menuju apron. Pada saat bersamaan, pesawat Wings Air telah berjalan di taxiway Delta menuju landasan dan bersiap untuk terbang (take off). Pada saat itulah sayap dua pesawat tersebut bersenggolan yang membuat sayap-sayapnya rusak berat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebanyak 66 penumpang Wings Air dan 144 penumpang pesawat Lion Air saat kejadian dalam penanganan dua maskapai tersebut. Sedangkan dua pesawat sudah dipindahkan ke apron yang tidak menganggu operasional pesawat-pesawat di apron Bandara Kualanamu. Selanjutnya dua pesawat tersebut akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk investigasi lebih lanjut.

Untuk memberikan independensi investigasi saat ini Dirjen Perhubungan Udara memberhentikan personel terkait berupa preventive grounded untuk pilot pesawat dan pemberhentian preventive personel ATC yaitu Controller, Asisten Controller dan Supe| Sindo

Foto: Agus Setyadi/detikcom
Banda Aceh - Petani garam di Aceh mulai bergairah setelah harga garam yang mereka produksi melonjak drastis. Kenaikan harga dua kali lipat ini disebut tertinggi sepanjang 25 tahun.

Seorang petani garam di Desa Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Aceh, Azhar (50), mengatakan, harga jual garam dari petani di Aceh Besar tiba-tiba melonjak menjadi Rp 7.000 per kilogram dalam dua minggu terakhir. Padahal sebelumnya, harga garam berkisar Rp 3.500/Kg hingga Rp 4.000/Kg.

"Kami senang dengan harga tinggi seperti ini karena selama 25 tahun jadi petani garam belum pernah ada harga seperti ini," kata Azhar saat ditemui wartawan di lokasi produksi garam, Kamis (3/8/2017).

Meski harga tinggi, Azhar mengaku tidak mengetahui penyebabnya. Saat menjual garam ke penampung, ia sempat kaget karena harganya sudah sangat mahal. Menurutnya, dalam beberapa minggu terakhir garam memang sedang langka di pasaran.

"Kami lihat di televisi harga garam di daerah lain mahal. Di Aceh ikut mahal juga," jelas Azhar.

Dalam sehari, Azhar mampu memproduksi garam antara 60 hingga 80 kilogram. Proses awal hingga garam jadi membutuhkan waktu selama tiga hari. Di Desa Lam Ujong sendiri ada delapan warga yang berprofesi sebagai petani garam.

"Pemerintah sekarang juga banyak bantu petani garam," ungkap Azhar yang juga menjabat sebagai ketua Kelompok Tani Sira Lamnga.

Para petani garam di sana tidak dapat memproduksi garam dalam jumlah banyak walau harga sedang mahal. Pasalnya, bahan baku (bibit garam) mulai hilang di pasaran. Alhasil, mereka terpaksa mengolah garam secara alami.

"Bibitnya memang gak ada, kalau mahal bisa kita beli. Seandainya bibit ada produksi lebih meningkat dibanding alami seperti ini," jelas Azhar. | Detik.com

Banda Aceh - Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Lc, MH, mengajak masyarakat, khususnya pengguna media sosial untuk lebih bijak dalam menyikapi berbagai isu yang beredar di media sosial. 

Pasalnya banyak isu-isu yang muncul tanpa memiliki sumber yang jelas dan bernada provokatif.

Hal itu disampaikan Mulyadi Nurdin, saat menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh terkait dengan Penanganan Ormas, di Medan, Kamis (03/08/2017).

Pada kesempatan tersebut Mulyadi memaparkan tentang pencegahan radikalisme yang muncul melalui media, khususnya media sosial. Mulyadi berharap kepada peserta rakor dan masyarakat pada umumnya untuk tetap waspada dengan ajakan-ajakan yang mengarah kepada radikalisme yang dilakukan melalui media sosial.

“Dan perlu juga diawasi anak-anak kita, karena sekarang ada tren perekrutan-perekrutan untuk aksi-aksi radikalisme itu dilakukan melalui media sosial,”lanjutnya.

Mulyadi menambahkan perkembangan informsi dan teknologi memang tidak bisa dibandung, namun masyarakat perlu membentengi anak-anak mereka sehingga tidak mudah dibujuk oleh pihak-pihak yang memanfaatkan media sosial untuk kepentingan menyebarluaskan faham mereka.

“Makanya sangat penting bagi kita untuk memanfaatkan media untuk melakukan sosialisasi-sosialisasi program pemerintah serta membangun citra positif pemerintah kepada masyarakat supaya sikap antipati yang mengarah kepada radikalisme bisa dicegah sedini mungkin,”ujar Mulyadi.

Selain Mulyadi Nurdin, turut sebagai pemateri pada kegiatan tersebut masing-masing, Kepala Kesbangpol Aceh,  Mahdi Efendi yang memaparkan kebijakan tentang ormas, koordinasi Kesbangpol se Aceh dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Pemateri lainnya, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum,  Nurdin,  SH M. Hum, memaparkan materinya Tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) NO 2 tahun 2017 Tentang Ormas.(Rill)

MEDAN - Pengusaha asal Sumatera Utara Darius Lungguk (DL) Sitorus dikabarkan meninggal dunia di dalam pesawat, Kamis (3/8/2017).

Info yang dihimpun wartawan media ini , DL Sitorus diketahui meninggal di dalam Pesawat Garuda Indonesia GA 188 tujuan Jakarta-Medan sesaat sebelum pesawat take off.

Karena peristiwa ini, pesawat yang seharusnya berangkat pukul 13.35 WIB tertunda keberangkatanya.

Anak DL Sitorus, Sihar Sitorus mengaku belum mengetahui prihal kematian ayahnya.

"Saya masih di pesawat belum tahu kepastiannya," kata Sihar melalui whatsapp.

Dari pesan berantai Whatsapp tersebar foto meninggalkan DL Sitorus saat masih di dalam pesawat.

Pengusaha Darianus Lungguk Sitorus dikenal dengan sebutan DL Sitorus dikabarkan meninggal di dalam pesawat, Kamis (3/8/2017). DL sedianya menumpang pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-188 rute Jakarta - Medan, terbang pukul 13.35 WIB. Namun ia batal terbang karena berpulang sesaat setelah duduk di dalam pesawat. *** (Alfian)

Rokan Hulu - Kantor Humas Pemkab Rokan Hulu dalam waktu dekat ini akan di datangi ‎Sejumlah wartawan dari berbagai media mereka akan mempertanyakan penggunaan dana Humas sebesar Ratusan juta rupiah yang dinilai kurang transparan dan tidak Akuntable.‎

Selama saya bertugas disini tidak pernah mendapatkan kucuran dana  dari Humas Pemkab, kata salah seorang wartawan Media KPK. "Muliarjo (45 TH‎ )
‎Hal serupa juga disampaikan, oleh Adha (40 Thn) wartawan online Media Informasi  Saya juga  tidak pernah dapat , ujarnya.

Sementara, beberapa pemilik media, yang tidak memiliki wartawan di Rohul beritanya juga hanya cofy paste mendapat kucuran dana puluhan juta rupiah setiap tahunnya ini kan Aneh, dan tidak fair namanya
Dan kita bisa buktikan ini, kita sudah memiliki datanya.mirisnya lagi setiap ada kegiatan di Pemkab Rohul wartawan nya pun tidak pernah meliput Berita ini ada apa 'jelas Alfian "

Alfian  menilai pihak Humas tidak mempunyai patokan khusus dalam regulasi pembagian dana untuk media.

Humas dinilai tidak transparan dalam hal Pembagian anggaran lebih mirisnya lagi ada satu orang wartawan memiliki tiga media dan ketiga tiganya di akomodir kita bukan iri tapi maksud nya ada sama di makan tak ada ya sama kita diam kalau besar media nya ya besar pula lah bagian nya yang media kecil ya kecil pula lah bagian nya ini baru adil namanya.

Humas pemkab Rohul dinilai berbeda dengan Humas Di kabupaten lain kalau di Rohul Siapa yang dekat dengan Humas meskipun tidak menulis tetap dapat Anggaran. Jadi Dasarnya seperti pertemanan, bukan mengutamakan medianya apa dan hasil karyanya seperti apa?, ujar Alfian yang juga ketua DPC Aliansi wartawan indonesia kabupaten Rokan Hulu

Bahkan yang lebih menyakitkan ketika ingin mendapatkan kontrak kerja sama  harus seperti Pengemis atau menggertak baru bisa mendapatkan adv, galleri atau berita yang berkaitan dengan pihak humas
Lalu, istilah kemitraan antara wartawan dengan pemkab itu seperti  apa " ungkapnya "

Menurut Alfian yang sudah berperan aktif sejak tahun 2003 menyandang profesi sebagai awak media dan melakukan liputan berita dalam setiap kegiatan di Lingkungan Pemkab Rohul Menilai Humas seperti tidak paham media,

Seharusnya humas bisa memahami setiap wartawan yang bertugas di daerah itu kan di tuntut oleh redaksi nya ‎untuk mencari dan mengolah berita dan ‎yang lebih disesalkan lagi, katanya, Humas sepertinya kurang paham soal IT, sehingga kurang mempunyai kemampuan mendeteksi media, khususnya media online.

Lucunya lagi, berita yang diposting di online hari ini , baru dua hari sudah  tak terbaca oleh google. Tapi lancar mendapatkan dana  setiap bulan. Lalu ukurannya apa kok bisa dapat dana dari Humas, ungkapnya penuh heran.

Alfian menduga ada monopoli anggaran  di humas sehingga media yang tidak sering mendatangi Kabag Humas tidak mendapatkan anggaran. ‎Seharusnya berdasarkan asas keadilan. Adil bukan berarti sama. Kalau cetak pada oplah, online pada visitor dan radio pada jangkauan. Dan hal Ini tidak dilakukan,oleh Humas  "ungkapnya dengan nada geram"

Saya berharap, agar Humas Pemkab mempunyai regulasi yang jelas dalam pembagian anggaran terhadap media yang aktif memberikan informasi yang akurat terhadap perkembangan pembangunan di  Rokan Hulu yang kita cintai ini Apa salahnya dibagikan secara Merata kalau media kecil ya kecil pulalah pembagianya, pokoknya harus profesional dan proporsional. Kan bukan uang pribadi kabag humas, tegasnya"

Menurut Alfian Kabag Humas Pemkab Rohul , Drs sofwn seprtinya belum memiliki tenaga yang cukup mampu dibidang IT.kita Berharap hendaknya Humas terus berbenah. Dan Nilai anggaran pun Harus segera ditambah. Dan dibicarakan dengan SKPD lain. Bahkan, dengan Bupati,

Sebelum nya Bupati Rohul H Suparman S.sos M.si yang di dampingi Wakil Bupati H Sukiman juga pernah berjanji akan mensejahterakan insan Pers di hadapan puluhan Wartawan saat pertemuan di Hotel sapadia setahun yang silam,namun hingga saat ini janji itu belum terwujud.bahkan anehnya Humas Pemkab hanya memprioritaskan wartawan yang dinilai bisa diajak kompromi. kita khawatir  Kalau pembagian tidak adil tentu akan mengakibatkan kecemburuan sosial Di kalangan Awak media.

jika pembagian anggaran awak media  itu tidak berdasarkan regulasi, seperti oplah, visitor maupun jangkauan untuk radio.
terus terang kami akan Meminta Kepada. BPK untuk segera Mengaudit Anggaran dana Di Bagian Humas Setdakab Rohul Agar Tidak Berpotensi Merugikan Keuangan Daerah " tandasnya"

Lebih lanjut Alfian Mengatakan dalam waktu dekat ini Pihaknya bersama sejumlah wartawan lainnya akan Menemui kepala bagian Humas Untuk Mempertanyakan Secara detil Penggunaan Dana Humas tersebut antara lain

Dana APBD murni Tahun 2016 Untuk Humas Mencapai Berapa,‎ Dan Berapa Media Yang Sudah Di akomodir Pada tahun 2017 ini,  Lalu Dari Media apa saja yang sudah Melakukan kontrak Kerja sama Dengan Humas pemkab , Pertanyaan terakhir Berapa nominal Rupiah perpesanan,Nah Itulah yang akan kami pertanyaan ke Humas Pemkab Rohul dan Pihak humas harus bisa menerangkan rincian nya secara detil "pungkasnya".( Risto Hrp)

Banda Aceh - Meski tidak pernah berharap untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Namun, untuk kepentingan bersama, pemberian gelar itu sangat penting agar perjuangan para pahlawan menjadi pembelajaran bagi generasi sekarang dan di masa mendatang, sehingga nilai kepahlawanan itu senantiasa diteladani masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Ace Ir Nova Iriansyah MT, dalam sambutan singkatnya saat membuka 'Seminar Laksamana Malahayati sebagai Pahlawan Nasional" yang dipusatkan di ruang Potensi Daerah Setda Aceh, Kamis (3/8/2017).

"Oleh sebab itu, penggalian terhadap kisah perjuangan para pahlawan sudah semestinya dilakukan lebih terstruktur dan sistematis, agar jasa mereka untuk bangsa ini tidak dilupakan oleh generasi mendatang," kata Wagub.

Wagub berharap, seminar ini memberi pencerahan tentang kepahlawanan Laksamana Malahayati dalam mempertahankan kedaulatan negeri, sehingga dapat melahirkan rekomendasi agar ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

"Secara khusus, saya menyampaikan apresiasi kepada Kongres Wanita Indonesia dan kehadiran Ibu Titin Pamudji, selaku Sekjen Kowani Pusat yang sudah berhadir dan telah menginisiasi dan bersusah payah merealisasikan sebuah gagasan hebat untuk mengusulkan Laksamana Malahayati sebagai Pahlawan Nasional karena beliau memang layak menyandang gelar Pahlawan Nasional," sambung Nova.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk segera menginventarisir dan mengadvokasi sejumlah syuhada Aceh untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Masih banyak nama pejuang lain belum ditetapkan pemerintah sebagai pahlawan nasional, meski dalam sejarah perjalanan bangsa, nama-nama mereka selalu disebut sebagai tokoh nasional.

Saat ini, secara nasional Indonesia baru memiliki 168 orang Pahlawan Nasional dan dari jumlah tersebut hanya ada 12 orang Pahlawan Perempuan. Dan, dari sekian banyak pejuang kemerdekaan di Aceh, hingg saat ini hanya ada tujuh orang yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, yaitu Tgk Chik di Tiro (1836-1891), Teuku Umar (1854-1899), Sultan Iskandar Muda (1590-1636), Cut Nyak Dhien (1848-1908), Cut Nyak Meutia (1870-1910), Teuku Nyak Arief (1899-1946), dan Teuku Muhammad Hasan (1906-1997).

 “Tak terbantahkan lagi, bahwa di Aceh banyak sekali terdapat para mujahid yang berjuang hingga mempertaruhkan nyawa untuk mempertahankan kedaulatan bangsa dari invasi para penjajah. Salah satunya adalah Laksamana Malahayati. Namun belum semua jejak perjuangan beliau dapat kita gali secara mendalam,” ujar Wagub.

Wagub menegaskan, forum-forum ilmiah untuk menelurusi lebih jauh tentang kisah perjuangan pahlawan yang luar biasa ini harus lebih sering dilakukan, karena seminar akademik adalah salah satu syarat untuk mengajukan seseorang menjadi Pahlawan Nasional.

“Hasil seminar ini bisa melahirkan catatan sejarah tentang kisah Mahalayati dan pasukan inong baleenya. Selanjutnya kita mengusulkan kepada Pemerintah untuk menetapkan Laksamana Malahayati sebagai pahlawan nasional. Mudah-mudahan tahapan itu dapat kita mulai dari seminar ini, sehingga proses pengusulan ini benar-benar didukung kajian ilmiah yang mendalam dan dapat menjadi pertimbangan bagi Pemerintah.”

Sementara itu, untuk menghindari polemik yang akan terjadi di kemudian hari, Nova Iriansyah merekomendasikan untuk menggelar seminar lanjutan terkait visualisasi Laksamana Malahayati. 

Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menyerahkan cinderamata berupa lukisan Laksamana Kemalahayati kepada ahli waris Laksamana malahayati, yaitu Tgk Cut Putroe Safiatuddin Cahaya Nur Alam. Wagub juga menerima dokumen terkait laksamana Malahayati dari Sekjen Kowani Pusat.

Empat orang tokoh dan ahli sejarah tampil sebagai narasumber pada seminar tersebut, yaitu Rusdi Sufi, Husaini Ibrahim MA, Misri Husein dan Rusdi Ali Muhammad. Setidaknya ada Ada 3 hal yang harus disepakati dalam seminar ini, yaitu Foto (visualisasi), nama dan usia.

Sejarah Singkat Laksamana Malahayati
Dari sekian banyak pejuang bangsa di Aceh, salah satu yang banyak tercatat dalam sejarah adalah Keumalahayati atau Malahayati, yang merupakan laksamana perempuan pertama di dunia.

Sejumlah literatur membuktikan bagaimana Malahayati tampil sebagai sosok yang menakutkan bagi pasukan Belanda dan Portugis saat mereka berupaya menancapkan kekuasaannya di Tanah Rencong.

Dari silsilah keturunannya, Malahayati masih merupakan keluarga kesultanan Aceh, sebab ia adalah cicit dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah pada tahun 1530-1539.

Suaminya juga termasuk seorang pahlawan yang begitu gigih berjuang mengusir Belanda dari tanah Aceh, hingga akhirnya meninggal ditembak musuh bersama ribuan pejuang Aceh lainnya. Kematian para pejuang itu menyebabkan banyaknya wanita Aceh yang menjadi janda.

Malahayati tidak ingin hanya tinggal diam melihat situasi itu. Ia kemudian membentuk pasukan khusus inong balee, yang anggotanya sebagian besar para janda. Mereka angkat senjata dan menggelorakan perang gerilya di wilayah laut Aceh. Berkali-kali perang antara pasukan inong balee berkobar melawan pasukan penjajah Belanda.

Dari sekian banyak cerita heroik tentang Malahayati, salah satunya adalah cerita pertarungannya melawan komandan pasukan Belanda yang terkenal kejam, yaitu Jenderal Cornelis de Houtman.

Pertarungan itu berakhir dengan tewasnya de Houtman di ujung pedang Malahayati pada pertempuran satu lawan satu di geladak kapal pada 11 September 1599. Peristiwa itu sempat membuat geger negara-negara Eropa, khususnya Kerajaan Belanda. Akibatnya, Malahayati ditetapkan menjadi orang yang paling diburu oleh pasukan penjajah itu.

Perjuangan Malahayati terhenti sekitar tahun 1606, setelah ia gugur saat bertempur melawan pasukan portugis di Perairan Selat Malaka. Ia dimakamkan di lereng Bukit Lamkuta, sebuah desa nelayan yang berjarak 34 kilometer dari Banda Aceh. (Rill)

StatusAceh.Net - Steemit, platform media sosial baru yang mana semua orang dibayar untuk posting online, telah dirilis dalam versi beta. Di usia beberapa media sosial platform, banyak dari mereka tertanam pemain, bagaimana akan pengguna baru bereaksi terhadap Steemit?
Latar belakang Steemit

Steemit adalah sebuah perusahaan yang relatif baru, yang didirikan pada tahun 2016 awal oleh Ned Scott dan Daniel Latimer.

Ned Scott sebelumnya bekerja untuk Gellert Global Group, sebuah grup yang dimiliki keluarga ekuitas swasta yang memegang banyak perusahaan makanan Amerika Utara.

Daniel Latimer adalah pendiri Bitshares, yang memiliki 11 kapitalisasi pasar terbesar di antara semua cryptocurrencies.


Konsep

Steemit didukung oleh teknologi blockchain dan menggunakan cryptocurrency baru untuk pengguna pahala yang meng-upload artikel, Gambar, komentar, dll.

Cara lain pengguna dapat mendapatkan bayaran adalah melalui sumber dan pemungutan suara atas konten populer. Sebelumnya seorang up suara posting yang menjadi populer, lebih merupakan hadiah.

Pengguna dibayar di 'Kekuatan Steem' (vesting mata) dan separuhnya Steem dolar, yang dapat ditukar untuk dolar.

Latimer Dan CTO mengatakan untuk CoinTelegraph:
"Steemit adalah cara baru untuk mengenali kontributor secara online, terutama mereka yang bergabung dengan komunitas kami awal dan tetap jangka panjang. Pengguna baru akan diberikan sebagian Steem ketika mereka mendaftar dan mereka yang memulai atau meningkatkan kualitas diskusi, melalui persuasif, kejelasan, tata bahasa dan format, akan upvoted lebih cepat dan lebih tepat dihargai."

Bagaimana beberapa pembuatan akun dicegah?

Salah satu banes menguntungkan pengguna untuk posting adalah bahwa orang mencoba permainan sistem dengan menciptakan beberapa account.

Account ini dapat digunakan untuk posting/memilih beberapa kali dan dengan demikian memanipulasi popularitas posting.

Steemit berusaha mengendalikan ini dengan mengharuskan pengguna untuk mendaftarkan melalui account Facebook mereka.

Steemit adalah konten agregator penghargaan bagi pengguna dalam bentuk cryptocurrency baru. Tergantung pada kualitas dan popularitas posting, atau bagaimana awal posting adalah upvoted pada, pengguna dibayar dalam bentuk Steem. Meskipun Steemit mungkin yang paling canggih dan berpikir-melalui sistem to-date, konsep menguntungkan pengguna untuk posting mereka ini tidak sepenuhnya baru. Sedini tahun 2014, situs seperti Bubblews dan Bonzo saya datang dengan ide membayar pengguna untuk menghasilkan konten.

Situs ini menggunakan Paypal untuk melakukan pembayaran. Bubblews ditutup pada November tahun 2015.

Taringa, Argentina terbesar situs jaringan sosial, tips pengguna di bitcoins untuk posting dan berbagi konten.

Hal ini tidak menyebabkan pengguna bermigrasi berbondong-bondong dari Facebook dan situs jaringan sosial lainnya. Masih harus dilihat bagaimana sukses Steemit adalah dalam menarik pengguna. | Cointelegraph.com

Bendera Bintang Bulan, yang sempat dikibarkan oleh Siti Maryam alias Nek Poyam (70) di depan rumahnya di Gampong Dama Pulo, Kecamatan Darul Ikhsan, Aceh Timur, saat diturunkan Rabu (2/8/2017) sore kemarin.
Aceh Timur - Anggota Polsek dan Koramil dari Kecamatan Darul Ikhsan, Aceh Timur, Rabu (2/8/2017) sore sekitar pukul 16.00 WIB, kemarin mengamankan selembar bendera Bintang Bulan, yang sempat dikibarkan oleh Siti Maryam alias Nek Poyam (70) di depan rumahnya di Gampong Dama Pulo, Kecamatan setempat.

Menurut informasi yang diperoleh Serambinews.com, Nek Maryam menaikkan bendera Bintang Bulan tersebut sejak ia mendengar himbauan dari perangkat gampong setempat untuk memasang bendera Merah Putih dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017.

“Memang kami telah mengimbau warga agar memasang bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing mulai 1-31 Agustus 2017. Tapi Nek Maryam malah naikkan bendera Bintang Bulan. Setelah dilarang warga, tak lama kemudian Nek Maryam menurunkannya, dan  kini bendera tersebut telah diamankan di Mapolsek Darul Ikhsan,” ungkap  Saiful Nizar (50) Sekdes Gampong Pulo Blang kepada Serambinews.com, Kamis (3/8/2017).

Menurut Saiful Nizar, Nek Maryam menaikkan bendera Bintang Bulan di depan rumahnya karena ia tidak tahu. Karena selain janda miskin nek Maryam itu juga sudah tua.

Informasi lainnya menyebutkan, bahwa bendera Bintang Bulan yang sempat dinaikkan Nek Maryam, diambil dari rumahnya yang telah lama tersimpan.

Untuk diketahui bahwa hingga saat ini Bendera Bintang Bulan masih dilarang oleh Pemerintah Pusat untuk dikibarkan. Sedangkan DPRA telah mengesahkan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh tersebut beberapa tahun lalu. | Serambinews.com

Ilustrasi
Banda Aceh - Petugas Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, menggagalkan rencana penyelundupan ganja melalui bandara itu, Kamis (3/8/2017) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH melalui Kapolsek Kuta Baro, AKP Marzuki yang dihubungi Serambinews.com, membenarkan informasi tersebut.

Menurutnya sejauh ini pihaknya baru sebatas mengetahui hal tersebut. Tapi, untuk proses penyerahan barang bukti ganja empat bal ganja seberat 4,1 kilogram itu belum dilakukan.

Marzuki menyebutkan paket ganja itu dikirim melalui paket expedisi PT Pos, Cabang Luengbata, Banda Aceh. Di dalam paket seberat 6,9 kilogram itu, selain disisipkan empat bal ganja, dalam paket yang sama juga berisi kopi. Pencampuran kopi dan ganja itu, menurut Marzuki bertujuan menggelabui petugas.

"Tapi, yang paling kita sayangkan, pihak PT Pos tidak mengkroscek detail barang yang dikirim oleh pelaku. Ini bukan yang pertama ganja serta jenis narkoba lainnya yang dikirim via PT Pos, tapi telah terjadi berulang kali. Seharusnya pihak PT Pos punya SOP untuk setiap barang yang dikirim oleh warga," ungkap Marzuki. (Serambinews)

Tora Sudiro dan Mieke Amalia
StatusAceh.net -  Satu lagi selebritas tanah air terjerat kasus narkoba.

Kali ini, aktor dan komedian Tora Sudiro dikabarkan ditangkap Polres Jakarta Selatan karena kasus narkoba, Kamis (3/8/2017).

Tora disebut, diamanakan bersama sang istri, Mieke Amalia.

 Kabar tersebut diiringi beredarnya foto-foto Tora dan istrinya saat diamankan pihak berwajib.

Kabar tersebut kemudian dibenarkan oleh polisi.

Namun, polisi baru akan memberikan keterangan lebih lengkap pada rilis yang akan digelar di Polres Metro Jakarta Selatan.

"Iya, nanti mau dirilis, ya, sama Kasat Narkoba," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Iwan Kurniawan ketika dihubungi, Kamis siang. | tribunnews.com

STATUSACEH.NET - Sekilas bila kita membaca nama Bayu pasti terbayang sosok sebuah nama lelaki. Bukan, ini merupakan sebuah pemberontakan yang dilakukan Tgk. Abdul Jalil terhadap Jepang. Setelah beberapa bulan pemerintah Jepang menduduki Aceh yang dimulai bulan Maret 1942, terjadilah perlawanan pertama dari rakyat pada 7 November 1942 yang dipimpin oleh Tgk. Abdul Jalil. hal ini berarti 9 bulan setelah pemerintah jepang berada di Aceh.

Namun siapak Tgk. Abdul Jalil?

Ssosok pejuang kita yang satu ini lebih dikenal dengan nama Tgk. Cot Plieng atau Tgk. Di Buloh, dilahirkan di Desa Blang Ado Buloh Balng Ara Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara. Ibu beliau bernama Nyak Cut Buleun seorang guru agama di kampung yang masih keturunan ulama. Pada saat beliau berusia remaja, beliau aktif menuntut ilmu pengetahuan juga agama. Pada tahun 1911-1921, beliau belajar di Volk School secara terus-menerus belajar agam dan bahasa Arab di dayah-dayah terkenal. Antara lain di Bireuenghang, Ie Rot Bungkaih (Muara Batu), Tanjong Samalanga, Mon Geudong, Cot Plieng, Krueng Kale (Banda Aceh), Teuping Pungit dan pada tahun 1937 kembali ke Dayah Cot Plieng, di bawah pimpinan Teungku Ahmad.

Setelah Teungku Ahmad meninggal dunia pada tahun 1937 secara resmi Teungku Abdul Jalil diangkat menjadi pimpinan (Teungku) Dayah Cot Plieng. Selama beliau memimpin Dayah Cot Plieng banyak terjadi perubahan-perubahan dan beliau juga mengadakan hubungan-hubungan kerjasama dengan dayah-dayah lain di seluruh Aceh. Beliau juga sangat anti pejajah. Perasaan ini tumbuh selama beliau membaca Hikayat Prang Sabi. Untuk memajukan dayah yang dipimpin Teungku Abdul Jalil mengunjungi beberapa dayah samapi ke Aceh Selatan. setelah kunjungan-kunjungan tersebut beliau secara terus menerus memberikan semangat patriotisme kepada murid-murid guna menghadapi penjajahan. Beliau tidak mudah terpopraganda oleh Jepang, PUSA, dan barisan-barisan Fujiwara Kikan.

Pada suatu malam, bulan Juli 1942, Tgk. Abdul Jalil diundnah untuk memberikan dakwah di Kampung Krueng Lingka Kecamatan Baktia, Kabupaten Aceh Utara. Dalam dakwah tersebut beliau menceritakan hal-hal yang membahayakn agama dan keadaan rakyat yang makin lama terpuruk ekonomi dan hak-hak rakyat yang tidka diperdulikan lagi. Isi pidato ini mengakibatkan para orang-orang yang berpihak pada Jepang merasa tidak senang. Mereka melaporkan isi pidato ini pada polisi Jepang yang berkedudukan di Sigli. Sehingga Suntyo Lhokseumawe dan Suntyo Bayu diperintahkan untuk memaggil Teungku agar datang ke kantor polisi Sigli guna mempertanggungjawabkan isi pidatonya. Namun, panggilan ini tidak diperdulikan oleh Teungku.

Melihat hubungan yang tidka baik antara diirnya dengan pihak Jepang, Tgk mulai melatih murid-muridnya mempergunakan senjata perang. Juli 1942 beliau beserta para pengikutnya sekitar 300 orang mengadakan konsinyer di kompleks Dayah dan bersumpah untuk melawan Jepang apabila mereka datang untuk menangkap dan menyerang mereka. Peristiwa ini menyebabkan pembesar-pembesar pemerintah baik yang berkedudukan di Lhokseumawe, Sigli, Bahkan di Kuta Raja melakukan panggilan terhadap Teungku. Tetap saja panggilan demi panggilan tidak pernah dipedulikan oleh Teungku, alhasil para ulama-ulama diturunkan seperti Tgk. Mahmud, Tgk. Abdul Azis, bahkan dengan mantan gurunya sendiri Tgk. Hasan Krueng Kale. Namun bujukan mereka agar Tgk, mengubah sikap dan pendirian terhadap Jepang tidaklah berubah.

Bertolak belakang dengan pemerintah, masyarakat malah mendukung snag Tgk dengan memberikan bahan makanan ke kompleks Dayah. Karena Tgk tidak berhasil dibujuk, 7 November 1942 Kempetisi dari Lhokseumawe yang bernama Hayasi langsung datang ke Cot Plieng Bayu dengan tujuan membujuk Tgk. Abdul Jalil. Akan tetapi hayasi tidka diperkenankan masuk malah ia ditikam dengan tombak oleh salah seorang penjaga dayah dengan keadaan ini pula ia dibawa pulang oleh temannya ke Lhokseumawe. Atas kejadian ini lah 7 November 1942 dikerahkan pasukan-pasukan Jepang dari Bireun, Lhokseumawe, dan Lhok Sukom dengan persenjataan lengkap guna melakuka penyerangan ke Dayah Cot Plieng. Pertempuran berlangsung dari jam 12.00 dan akhirnya pada jam 16.00 pasukan Jepang dapat menguasai kompleks dayah serta membakar habis semua bangunan, mesjid dan sebelas rumah Rakyat yang berdekatan dengan dayah tersebut. Dalam pertempuran ini gugur 86 orang pengikut Tgk. Abdul Jalil.

Karena ketidakseimbangan kekuatan yang dimilki oleh Tgk, maka mereka mundur ke Mesjid paya Kambok di Kecamatann Meurah Mulya. Disinipun terjadi pertempuran untuk kedua kalinya yang berlangsung pada 8 November 1942. Lalu mereka mundur lagi ke Desa Buloh Gampong Teungoh. Perjalan ditempuh selama 2 hari, dna disinilah terjadi pertempuran yang dahsyat, tepatnya pada 10 November 1942 di meunasah Blang Buloh Gampong Teungoh setelah Tgk sembahyang Jumat. Sehingga syahid lah sang Tgk. Abdul Jalil [ada jam 18.00 sore. Jenaza di bawa ke Lhokseumawe beserta dengan keluarga beliau yang masih hidup. 11 November 1942, jenazah dibawa kembali ke bayu dan dimakamkan di komplek Dayah Cot Plieng.

Jumlah keseluruha yang gugur dlam pemberontakan ini adalah:

a. Pertempuran di Cot Plieng 86 orang

b. Pertempuran di Desa Neuheun 4 orang

c. Peretmpuran di Meunasah Blang buloh 19 orang

d. Ditangkap selesai pertempuran tidak kembali 5 orang.

Kondisi sayap pesawat milik Wings Air usai bertabrakan dengan Lion Air di Bandara Internasional Kualanamu Sumatera Utara, Kamis (3/8/2017)
Medan - Sebuah tabrakan melibatkan pesawat Lion Air dan Wings Air terjadi di Bandara Kualanamu Sumatera Utara, Kamis, 3 Agustus 2017.

Akibat kejadian ini, kedua pesawat yang masih satu grup itu mengalami kerusakan cukup parah di bagian sayap. "(Kejadian) Sekitar jam 11.10 WIB," ujar  Branch Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto.

Budi mengaku belum mendapatkan informasi rinci soal kejadian tabrakan itu. Namun ia memastikan jika tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.

"Seluruh penumpang dalam kondisi baik dan aman," katanya.

Sejauh ini, insiden tabrakan dua pesawat dalam satu maskapai itu masih dalam proses penyidikan dan investigasi oleh otoritas setempat.

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman, juga sempat mengunggah foto dampak kecelakaan pesawat tersebut di akun Twitter miliknya.

Dalam foto itu terlihat sayap milik pesawat Wings Air dalam kondisi patah, sementara Lion Air dalam kondisi retak parah.

Akibat kejadian itu juga, lanjut Gerry, landasan terpaksa ditutup sementara selama 30 menit usai kecelakaan.

Menurut Gerry, kejadian serupa pernah juga terjadi pada setahun lalu antara Batik Air dan Trans Nusa di Bandara Halim Perdana Kusumah. (Viva)

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.