2016-10-16

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agam Inong Aceh Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bimtek Dana Desa Bireuen Bisnis Blue Beetle BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya BUMN Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI DPRK Lhokseumawe Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gaya Hidup Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf Israel IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa Lapas Lapas Klas I Medan Lapas Tanjungbalai lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Modal Sosial Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narapidana Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patani Patroli Pekalongan Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Penelitian Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh Pilkades Pj Gubernur PKI PLN PNL Polisi Politik Pomda Aceh PON Aceh-Sumut XXI Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Stunting Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama Universitas Malikussaleh USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

StatusAceh.Net - Minggu lalu, tepatnya Kamis (13/10), UNESCO menegaskan komplek masjid al-Aqsa dan Plaza Buraq resmi menjadi warisan umat Muslim, dengan menegasikan klaim Yahudi yang juga merasa berhak memilikinya.

Dalam voting oleh seluruh negara anggota Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB itu, duapuluh empat negara sepakat, enam menentang, dan 26 abstain terhadap resolusi soal keterkaitan Yahudi dan al-Aqsa tersebut. Kampanye untuk menyetujui resolusi disponsori Palestina yang didukung penuh Mesir, Aljazair, Maroko, Lebanon, Oman, Qatar, dan Sudan pada 2015.

Komplek bukit Masjid al-Aqsa oleh umat Yahudi dan Kristen dikenal pula dengan sebutan Bait Suci—dalam bahasa Ibrani Har haBáyit dan bahasa Inggris Temple Mount. Sementara itu, umat Islam menyebutnya dengan al-Haram al-Syarif ‘tempat suci yang mulia’. Komplek tempat suci umat Muslim ketiga—setelah Mekkah dan Madinah—ini dikelilingi tembok berbentuk persegi panjang di bagian timur di wilayah Kota Lama yang termasuk kawasan Yerusalem Timur, yang kini dijajah Israel.

Kemarahan Israel


Sejumlah diplomat Israel selama beberapa Minggu sebelum keputusan akhir resolusi telah melakukan lobi-lobi untuk meyakinkan sejumlah negara supaya melawan proposal tersebut, atau setidaknya abstain saat voting. Namun, negara Zionis itu hanya mampu mendapatkan dukungan dari sekutu utamanya yakni Amerika, Inggris, Jerman, Belanda, Lithuania, dan Estonia.

Negara besar yang mendukung resolusi tersebut adalah Rusia dan Cina. Tak ada suara dari Indonesia dalam voting tersebut. Namun, negara ASEAN seperti Malaysia dan Vietnam mendukung resolusi tersebut.

Menanggapi resolusi UNESCO yang tak sesuai harapan, Menteri Perumahan Israel Uri, Ariel menyerukan umat Yahudi supaya lebih giat mendatangi Bait Suci dan memperkuat dominasi Israel di tempat tersebut. Sementara itu, Pemimpin Partai Buruh Isaac Herzog menyebut UNESCO mengkhianati sejarah bangsa Yahudi dan menimbulkan kebencian.

Tak kalah sengit adalah pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang berseloroh, “Teater absurd berlanjut di PBB.”

“Hari ini UNESCO mengadopsi keputusan kedua tahun ini yang menolak hubungan Yahudi dengan Bait Suci, tempat suci kami selama lebih dari 3000 tahun. Apa selanjutnya? Bakal ada keputusan UNESCO yang menolak keterkaitan antara selai kacang dan jelly? Batman dan Robin? Rock dan roll?” katanya, dikutip sejumlah media Israel.

Pengakuan terhadap Palestina

Dirjen UNESCO Irina Bokova menjaga jarak terkait resolusi tersebut, sebab dirinya memang tak punya kuasa. Proposal dan persetujuan terhadap resolusi semacam ini adalah hak tiap-tiap negara anggota. 

Sejarah menyebutkan ketika Tentara Salib menaklukkan Yerusalem pada tahun 1099, mereka menggunakan bangunan masjid tersebut sebagai istana dan gereja, tetapi fungsi masjid dikembalikan seperti semula setelah Shalahuddin al-Ayubi (1138-1193) merebut kembali kota itu pada 1187. Sejak saat itu, komplek al-Haram al-Syarif berada dalam kendali umat Islam. Situasi berbalik setelah Perang Enam Hari pada 1967 antara Arab dan Israel. Israel mengontrol penuh Jerussalem hingga kini. Mereka sangat membatasi aktivitas ibadah umat Islam di sana. Oleh karena itu, resolusi tersebut dibutuhkan untuk menegaskan bahwa aksi Israel adalah ilegal.

Al-Aqsa disucikan umat Islam karena pernah menjadi kiblat untuk shalat, sebelum beralih ke Ka’bah di Mekkah (pada tahun 12 Hijriyah atau 634M). Komplek ini juga disucikan karena menjadi titik tolak Nabi Muhammad saat peristiwa Mikraj (620).

Dengan resolusi ini, al-Aqsa—tidak perlu diperdebatkan lagi—menjadi warisan budaya dan sejarah Palestina. Sejak klaim Israel atas tempat ini, tak kurang dari 220 warga Palestina syahid di tangan moncong senapan tentara Zionis, terhitung dari tahun 2015 saja.

Jubir Presiden Palestina Nabil Abu Rudeinah mengatakan keputusan tersebut secara jelas berisi pesan bahwa penjajahan terhadap sebuah negara tidak dapat dibenarkan. Palestina sendiri menjadi anggota UNESCO sejak 2011. Sejak proposal ini digulirkan tahun lalu, Otoritas Palestina berupaya mengganti nama Temple Mount menjadi al-Haram al-Sharif dalam dokumen-dokumen resmi internasional. Sementara itu, Western Wall diminta diganti dengan Buraq Plaza.

Yang juga perlu dicatat adalah draf resolusi tersebut menyebut istilah “tanah jajahan Palestina” dan perlunya “menjaga warisan budaya Palestina serta keunikan Jerussalem Timur,” mengacu ke masjid al-Aqsa. Rakyat terajajah itu meminta delegasi internasional mengirim ahli untuk meneliti kerusakan arkeologis akibat ulah Israel, terutama penggalian yang membabi buta dengan alasan mencari bukti-bukti warisan budaya Yahudi.

Permintaan yang disebut terakhir belum dipenuhi. Akan tetapi, resolusi UNESCO tersebut dapat memberikan harapan di tengah derita rakyat Palestina. Setidaknya, masyarakat internasional masih mendengar rintihan suara mereka.

Intelektual kelahiran Palestina Edward W. Said (1935-2003) pernah mengatakan, “Kita tidak dapat berperang demi hak, sejarah dan masa depan kita sampai dilengkapi dengan senjata kritisisme dan kesadaran.”(Rimanews)

-Aparat mengevakuasi jenazah korban kebakaran di kawasan Taman Ubud Indah, Lippo Karawaci, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (22/10) dini hari.
StatusAceh.Net - Nahas dialami satu keluarga di sebuah rumah mewah di kawasan Taman Ubud Indah, Lippo Karawaci, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.

Akibat amukan si jago merah pada Sabtu (22/10) subuh, satu keluarga tewas.

Kasubag Humas Polres Tangsel AKP Mansuri menerangkan, sebanyak empat penghuni yang merupakan satu keluarga meninggal akibat kebakaran.

Sementara satu pembantu rumah tangga selamat meski luka-luka.

"Api mulai terlihat sekitar pukul 03.00 WIB. Tapi warga baru melaporkan sekira pukul 04.00 WIB," kata Mansuri, Sabtu (22/10).

Mansuri menambahkan, korban selamat bisa keluar dari kobaran api lantaran melompat dari lantai atas rumah bertingkat itu.

"Setelah lompat, dia bisa keluar, sementara lainnya masih tertinggal di dalam," tambah dia.

Adapun penghuni yang tersisa adalah Lutwina (13), Jonatan Prasetyo (12), Johanes Prasetyo (44) dan istrinya Lina Prasetyo (44).

Untuk Lutwina dan Prasetyo sempat dikeluarkan dan diselamatkan ke RS Siloam Karawaci guna mendapatkan perawatan. Tapi hanya satu jam, kedua anak-anak itu tidak berhasil selamat.

Sementara orangtua mereka, sudah terjebak dan ditemukan tewas terbakar di lantai bawah.

"Di bawah rumah penuh teralis, sehingga penghuni sulit keluar dalam keadaan darurat," timpal Mansuri.

Dia menambahkan, guna proses lebih lanjut, keempat jenazah dibawa ke RSUD Tangerang.

"Lokasi sudah dipasang garis polisi, sementara dugaan asal api ada arus pendek," tukas dia.(JPG)

Nanda Feriana, mahasiswi lmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh harus berurusan dengan polisi. Penyebabnya curhatan di media sosial berjudul " "Sepucuk Surat untuk Ibu Lulusan Jerman"
Lhokseumawe - Penyidik Polres Lhokseumawe dalam menindaklanjuti kasus laporan Dosen Unimal, Dwi Fitri, terhadap Nanda Feriana, selain telah memeriksa delapan saksi, juga telah mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang telah diamankan seperti laptop Nanda, karena saat memposting surat untuk dosennya melalui akun facebook menggunakan laptop tersebut.

"Laptop Nanda kita sita saat dia diperiksa sebagai terlapor pada Rabu, 19 Oktober 2016," kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Gunawan, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE, Jumat (21/10/2016).

Dua hari sebelum memeriksa Nanda, penyidik juga telah menyita handphone milik Dwi Fitri‎.

"Selain itu, kita juga telah memiliki buktii tulisan Nanda difacebook untuk kebutuhan pemeriksaan saksi ahli bahasa nantinya," ucap AKP Yasir.

Untuk diketahui, Nanda dilaporkan oleh Dosen Universitas Malikussaleh (Unimal) Dwi Fitri atas dugaan pencemaran nama baik melalui akun facebook. Nanda dilaporkan pada 6 Oktober 2016. (Serambinews)

dok. MODUSACEH.CO
Aceh Besar - Sungguh perbuatan SF (oknum perwira Polda Aceh) dan FN (oknum Polres Aceh Jaya) tak patut dicontoh. Bayangkan, bukannya mencegah dan menciduk masyarakat yang mengunakan narkoba. Eeeh, malah keduanya ikut ngebong bersama seorang warga sipil, ZE di salah satu rumah, kawasan Desa Blangkire, Kecamatan Darul Imarah, Kebupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, sekira pukul 16.30 WIB, Jumat (21/10/2016) kemarin. Padahal, jajaran Polda Aceh sedang ngencarnya melakukan penindakan terhadap masyarakat yang mengunakan dan mengedarkan barang haram tersebut. Tapi apa lacur, nasi sudah dijadi bubur.

Sumber MODUSACEH.CO di Polda Aceh membenarkan adanya kejadian itu. Kata sumber tadi, saat Tim Resnarkoba Polda Aceh mengerebek rumah ZE yang berprofesi sebagai wiraswata itu,  SF dan FN justeru sedang fly bersama ZE. Tim Resnarkoba Polda Aceh juga mengamankan alat isap (bong) dan dua paket sabu-sabu. Selanjutnya, sore itu juga ketiganya  dibawa ke Biddokes Polda Aceh, untuk dilakukan pemeriksaan urin. Hasilnya, ketiganya dinyatakan positif mengunakan narkotika jenis sabu-sabu. Kini, ketiganya sudah diamankan di Polda Aceh, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ada-ada saja!(*) 

Sumber: modusaceh.co

Terduga pelaku sodomi di Bontang. ©handout/Polres Bontang
StatusAceh.Net - Satuan Reskrim Polres Bontang meringkus Dwi Ardianto Gunawan (21), seorang pemuda yang diduga pelaku kejahatan seksual anak. Dari pengakuannya, tidak kurang 4 anak laki-laki menjadi korban oral seks maupun sodomi.

Keterangan dihimpun, Dwi diringkus di bekas kawasan pusat perkantoran Pemkot Bontang di Jalan Awang Long, saat sedang mengendarai motornya, Jumat (21/10). Tidak ada perlawanan dari pemuda pengangguran itu, saat digelandang ke Mapolres Bontang.

"Benar, kami menangkap terduga pelaku kejahatan seksual terhadap anak itu sekira jam 5 sore kemarin," kata Kasubbag Humas Polres Bontang, Iptu Suyono, ketika dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (22/10) sore.

Sebelumnya, Kamis (20/10) lalu, netizen di Bontang, dibikin resah dengan kabar beredar di media sosial, seorang anak usai disekap orang tak dikenal, di sebuah tempat di kawasan sepi di kota Bontang, di kawasan Gedung Stitek. Beruntung, anak yang menjadi korban, mengingat ciri-ciri pelaku.

Meski orangtua korban tidak melaporkan resmi ke Polres Bontang, netizen pun meminta polisi untuk menangkap pelaku. Polisi bergerak cepat, melakukan penyelidikan, di antaranya juga menurunkan personel berpakaian preman ke sejumlah sekolah yang menjadi tempat belajar anak.

"Berbekal ciri-ciri yang kita dapatkan, Polres Bontang melakukan penyelidikan dengan cepat, karena kejadian itu meresahkan warga. Jam 2 siang pada hari Jumat kemarin, kita dapatkan informasi, orang tak dikenal itu sering mangkal di kawasan kantor Wali Kota lama (di Jalan Awang Long)," ujar Suyono.

"Sekitar jam 5 sore, begitu kita temukan terduga pelaku, kita adang di jalan di kawasan bekas kantor Wali Kota lama itu, beserta motornya honda Tiger warna biru yang dia kendarai," tambahnya.

Saat digelandang ke Mapolres Bontang, pelaku Dwi mengakui perbuatannya. Sedikitnya, ada 4 lokasi yang menjadi lokasi pelampiasan seksual dia, seperti di toilet Masjid, toilet musala, kawasan Pujasera serta di kawasan Gedung Stitek Bontang.

"Di kawasan pujasera dan gedung Stitek, ketahuan orang lain yang memergokinya. Rata-rata anak laki-laki yang menjadi korbannya usia 5-6 tahun duduk di bangku kelas I SD," terang Suyono.

"Dari penangkapan Dwi ini, petugas juga berhasil mengembangkan kasus tindak asusila serupa yang dilakukan dia, di kawasan masjid di Bontang Barat, yang saat itu, memang dilaporkan, ke Polres Bontang," ungkap Suyono.

"Juga masih dari keterangan pelaku, perbuatannya itu dilakukan spontan. Begitu dia lihat anak-anak, langsung ada niatnya berbuat asusila oral seks dan sodomi. Kasus ini masih dalam pengembangan," jelasnya.

Dwi yang kini ditetapkan sebagai tersangka, meringkuk di sel tahanan Polres Bontang. Dia dijerat dengan Pasal 82 junto pasal 76 huruf e Undang-undang No 35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Barang bukti yang kita amankan, motor pelaku KT 5413 DW, helmnya, tas ransel, dan map berisi dokumen-dokumen," demikian Suyono. (merdeka.com)

Phillip Island - Sesi kualifikasi MotoGP Australia berlangsung dalam lintasan basah dengan beberapa bagian mulai kering. Jadi yang tercepat di sesi ini adalah Marc Marquez.

Di Sirkuit Phillip Island, Sabtu (22/10/2016) siang WIB, sesi kualifikasi dimulai dengan trek masih basah pada beberapa bagian. Ini membuat beberapa pebalap kesulitan memaksimalkan kecepatan motornya.

Kejutan terjadi saat Valentino Rossi hanya bisa menempati posisi 15 di Q1. Meski sempat berupaya berganti ban basah ke intermediate, catatan waktu The Doctor tak cukup untuk membuatnya lolos ke Q2. Juga gagal melaju ke perebutan pole position adalah Maverick Vinales, pebalap muda Suzuki itu menempati posisi 13.

Jorge Lorenzo dan Cal Crutchlow yang juga bertarung di Q1 pada akhirnya berhasil mencatat waktu terbaik sehingga lolos ke Q2.

Setelah trek cukup kering di Q1 dan semakin kering di Q2, tantangan untuk para pebalap adalah memilih ban yang cocok. Turun menggunakan ban slick, Marquez berhasil mencatatkan waktu tercepat. Dengan waktu satu menit 30,189 detik dia berhak memulai balapan dari posisi terdepan.

Start dari posisi dua adalah Cal Crutchlow setelah menorehkan satu menit 30,981 detik. Pebalap lain yang memulai balapan dari baris depan adalah Pol Espargaro.

Dengan waktu satu menit 31,673 detik, Aleix Espargaro dapat posisi start keempat. Dia mengungguli Jack Miller dan Danilo Petrucci yang masing-masing ada di urutan lima dan enam.

Menggantikan Dani Pedrosa, Nicky Hayden dapat hasil lumayan oke. Setelah memuncaki free practice keempat dia dapat urutan tujuh di kualifikasi.

Stefan Bradl, Andrea Dovizioso, dan Hector Barbera jadi tiga pebalap terakhir yang mengisi posisi 10 besar.(DETIK)

Hasil Kualifikasi MotoGP Australia

Qualifying 2:
1. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 30.189s [Lap 7/8] 325km/h (Top Speed)
2. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 30.981s +0.792s [8/8] 327km/h
3. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 31.107s +0.918s [9/9] 326km/h
4. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 31.673s +1.484s [9/9] 321km/h
5. Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 31.754s +1.565s [8/8] 325km/h
6. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 32.420s +2.231s [8/8] 322km/h
7. Nicky Hayden USA Repsol Honda Team (RC213V) 1m 32.944s +2.755s [8/8] 319km/h
8. Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 33.015s +2.826s [8/8] 320km/h
9. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 33.090s +2.901s [4/7] 330km/h
10. Hector Barbera ESP Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 33.914s +3.725s [5/9] 333km/h
11. Scott Redding GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 34.682s +4.493s [3/7] 322km/h
12. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 36.840s +6.651s [8/9] 320km/h

Qualifying 1:
13. Maverick Viñales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 40.744s 310km/h
14. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 41.129s 299km/h
15. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 41.368s 308km/h
16. Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 41.532s 301km/h
17. Yonny Hernandez COL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 41.766s 306km/h
18. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 41.850s 297km/h
19. Mike Jones AUS Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 42.261s 296km/h
20. Loris Baz FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 43.128s 303km/h
21. Tito Rabat ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* 1m 44.096s 292km/h

Kapal perang USS Decatur. Kapal perang ini patroli di wilayah sengketa di Laut China Selatan yang membuat China marah. Foto/REUTERS
StatusAceh.Net - Sebuah kapal perang perusak Amerika Serikat nekat patroli di dekat pulau-pulau yang diklaim oleh China di Laut China Selatan pada hari Jumat. Aksi kapal perang AS USS Decatur itu sebagai aksi menentang klaim China di Laut China Selatan.

Para pejabat AS mengatakan aksi kapal perang USS Decatur itu sebagai tindakan terbaru Washington terhadap China yang membatasi hak kebebasan navigasi di perairan strategis. Patroli berlangsung di dekat Kepulauan Paracel.

Patroli kapal perang USS Decatur itu pertama kali dilaporkan Reuters, Sabtu (22/10/2016). Kapal perang perusak itu sengaja patroli di dekat perairan yang diklaim oleh China, tapi tdak melebihi batas teritorial 12 mil laut dari pulau-pulau yang diklaim China.

Pentagon mengatakan kapal USS Decatur melakukan transit secara rutin tanpa pengawalan kapal dan tanpa insiden.

Gedung Putih juga sudah mengkonfirmasi patroli kapal perang AS itu. ”Operasi ini menunjukkan bahwa negara-negara pantai mungkin tidak sah membatasi hak navigasi, kebebasan dan penggunaan yang sah di laut, bahwa AS dan semua negara berhak untuk latihan di bawah hukum internasional,” kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, dalam sebuah jumpa pers.

Patroli kapal perang AS terbaru ini merupakan penentangan keempat Washington atas klaim maritim berlebihan oleh China di Laut China Selatan pada tahun lalu.

Sementara itu, Pemerintah China marah dan memprotes patroli kapal perang AS. Kementerian Pertahanan China menyebut patroli kapal perang AS itu sebagai tindakan ilegal dan provokatif.

Dalam sebuah pernyataan di situsnya, kementerian itu mengatakan dua kapal perang China telah memperingatkan kapal perang AS agar meninggalkan lokasi patroli. Militer China bersumpah akan meningkatkan patroli udara dan laut sesuai dengan kebutuhan.

Dua kapal China yang dikerahkan untuk memperingatkan kapal perang AS agar hengkang dari lokasi patroli adalah kapal perang Guangzhou dan Luoyang.

”Ini adalah perilaku ilegal yang serius, dan sengaja berperilaku provokatif. Kementerian Pertahanan China tegas menentang ini dan telah mengajukan pernyataan (protes) serius pada pihak AS,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan China.(Sindonews)

Banda Aceh - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh akan mengumumkan hasil rekapitulasi syarat dukungan perbaikan bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh dari jalur independen di Pilkada 2017.

Hasil tersebut akan menentukan pasangan calon mana yang akan melanjutkan perjuangannya bertarung memperebutkan kursi Aceh 1 dan 2. KIP di sejumlah kabupaten dan kota juga telah mengumumkan hasil verifikasi tersebut.

Dari enam bakal pasangan calon gubernur wakil gubernur Aceh yang mendaftar ke KIP, tiga diantaranya berasal dari jalur independen atau perseorangan. Sisanya mantap maju melalui partai politik baik lokal maupun nasional.

Ketiga pasangan tersebut yaitu petahana Gubernur Aceh Zaini Abdullah-Nasaruddin, Zakaria Saman-T Alaidinsyah, dan Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab.

"Hari ini pengumumannya," kata Komisioner KIP Aceh, Fauziah di Banda Aceh, Sabtu (22/10/2016).

Sebelumnya, pada pengumpulan dukungan fotocopy KTP tahap pertama, dari tiga pasangan independen tersebut tidak ada yang dinyatakan memenuhi syarat minimal dukungan KTP sebanyak 153.045 lembar. Sehingga ketiga pasangan harus memperbaiki sebanyak dua kali lipat dari jumlah dukungan KTP yang kurang. (Okzone)

Rokan Hulu - Proyek Turap Penyanggah  Tebing di SMP Negri 02  Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu Sepanjang 50 Meter yang dilaksanakan melalui anggaran APBD Rohul , Dinas Pendidikan Dan Olah Raga ( Disdikpora)   tahun 2016 pagu dana Ratusan Juta juta rupiah , saat ini kondisinya sudah rusak dan beberapa bagian ada yang sudah ambruk dan pecah.
“Terlihat dari kondisninya yang ada sepertinya proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai spesifikasi dan bestek,” kata Sekretaris DPC LPP TIPIKOR-RI, Mintareja SFIL , Sabtu (22/10/16), kepada Wartawan.

Lebih lanjut, Mintareja yang akrab Dipanggil Ucok menuturkan, proyek ini baru saja dua Bulan lebih Dibangun sudah ambruk. Ini menunjukan kualitas pekerjaanya meragukan dan ada indikasi korupsi sehingga proyek yang dilaksanakan menggunakan uang rakyat belum bisa dimanfaatkan sudah rusak dan ambruk. Kalau sekarang kondisnya seperti ini, siapa yang akan bertanggung jawab?

Terkait temuan proyek Turap Penyanggah Tebing ( TPK) Di SMP negri 02 Bangun Purba  yang ambruk ini, Mintareja meminta kepada Satuan Tindak Pidana Korupsi Polres Rohul untuk melakukan pemeriksaan kepada pejabat Dinas Terkait  Kabupaten Rohul , konsultan PPATK, pengawas dari PU dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang ketika itu menjabat.

Ditempat terpisah, warga yang Berdomisili Disekitar Bangunan Yang Ambruk sepanjang 20 meter Itu  , Haji Boiman sangat kecewa dengan pelaksanaan proyek  turab pemasangan batu kali yang baru dua Bulan selesai dikerjakan sudah ambruk. “Dari awal dikerjakan, saya sudah curiga karena papan plang proyek aja Tidak ada dipasang Di lokasi proyek.

Selain itu, Besinya  juga tidak ada yang di pasang ada yang tidak.  Kalau saya lihat dari pelaksanaan proyek tersebut paling-paling menghabiskan dana yang tidak sesuai dengan yang di anggarkan , saya sebagai warga meminta Dinas Terkait atau Dinas PU Rohul bertanggung jawab dengan ambruknya proyek Turab Penyanggah Tebing ( TPT)  ini karena warga di sini pada komplaen cuman tidak tau mau komplaen kemana dan melapor kepada siapa. Saya minta kepada aparat penegak hokum untuk memeriksa proyek turab yang ambruk ini,” ujarnya.

Karna Ini sudah Memasuki Bulan musim Penghujan Kami sebagai orang tua Murid yang menyekolahkan anak di sekolah tersebut sangat Khawatir Jika nantinya hujan dengan intensitas tinggi bahaya air bercampur  lumpur akan masuk keruang kelas hingga bisa mengganggu proses belajar Mengajar disekolah a** Alfian **

Syahrul SH alumni dan mantan ketua BEM Fakultas Hukum Unimal 

LHOKSEUMAWE- Kasus dilaporkannya Nanda Feriana mahasiswa Unimal oleh dosennya ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik karena feriana telah mengkritik kebijakan dosennya melalui akun facebooknya yang berjudul " Sepucuk Surat Untuk Ibu Lulusan Jerman ",kian menjadi sorotan.

Kasus Nanda feriana ini mendapat sejumlah simpatik dari berbagai kalangan,kali ini  Syahrul SH salah seorang Alumni yang juga mantan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh angkat bicara.

Dalam Press Rillis yang dikirimkan ke meja redaksi Statusaceh.net, Kamis (20/10/2016) menyayangkan apa yang saat ini sedang terjadi di Unimal.

Untuk itu melalui media ini kami redaksi menyajikan lansung tulisan sang alumni yang juga mantan ketua BEM Fakultas Hukum Unimal menyikapi kasus feriana,Berikut pernyataan dan tanggapannya.


Sangat disayangkan apa yang sedang terjadi pada kampus dimana tempat saya pernah menempuh ilmu. Saya berharap dunia pendidikan semakin bagus, mutu dan moral pendidik dan peserta didik bisa meningkat terutama dikampus Unimal. 

Tapi melihat kondisinya saat ini kampus tercinta itu sepertinya masih sangat jauh dari harapan. melihat Apa yang terjadi belakangan ini perseteruan antara mahasiswa dan salah seorang dosen semakin menjalar dan terkesan seperti tidak dewasa apalagi sekarang sudah sampai pada kepolisian.

Mestinya kasus ini bisa di selesaikan di kampus, rektor punya wewenag besar untuk menyelasikan kasus ini. Lembaga pendidikan yang Selaku badan yang bersifat otonom apalagi masalah ini bersumber dari kegiatan akdemik, jadi rektor harus mengambil alih menyelesaikan perseteruan ini dan memperbaiki pelayanan sistem pendidikan. Melakukan kajian dimana letak kesalahn ini agar kedepan tidak ada lagi ang seperti ini. 

Logikanya kalau sang dosen melaporkan mahasiswa didikannya karena melakukan pencemaran nama baik, maka dapat disimpulkan bahwa dosen yang bersangkutan juga telah gagal dalam mendidik mahasiswanya karena prinsip keberadaan dosen adalah orang pilihan yang telah terpilih dan dipercaya secara kemampuan untuk mendidik dan mengayomi. jadi yang salah siapa? 

Menurut saya ini Cuma berawal dari salah faham jadi bersikaplah dewasa, karena ini aib, ini aib, ini aib bagi universitas. Saya selaku alumni sangat malu mendengar dan melihat kejadian ini apalagi sang mahasiswa yang berangkutan telah meminta maaf berulang kali.

Saya melihat mahasiswa yang bersangkutan adalah mahasiswa yang aktif, pandai dan juga peduli terhadap fenomena sosial. Bahaka setiap event dikampus dia sering membantu pihak kampus untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Ini haya salah faham, yang terlampiaskan secara emosi dan disambut secara ego. 

Kalau sang mahasiswa tersebut dipaksakan oleh dosen yang bersangkutan untuk diproses secara pidana, maka rektor juga berhak untuk memproses dosen tersebut secara akademik, rektor harus mengevaluasi dosen tersebut karena kegagalan mahasiswa dibidang moral adalah kegagalan dosen juga dalam mendidik. 

Ini adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
Rektor harus tegas, dan cermat untuk mengambil alih kasus ini dan diselesaikan ditingkat universitas.

Banda Aceh, 20 oktober 2016
Syahrul, S.H
Alumni dan Mantan Ketua BEM
Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh


Redaksi: T. Sayed Azhar

StatusAceh.Net -  Hari ini, Gerakan Aswaja Malang Raya (GAMAL RAYA) turun ke jalan untuk melakukan Aksi Bela Alquran. Sejumlah massa menuntut Ahok agar segera dipenjarakan atas kelakuannya yang telah menista Alquran.

Long march dilakukan dari depan Masjid Jami' Malang, pukul 12.30 setelah shalat jum'at, menuju balai Kota Malang.


 Diperkirakan Aksi Bela Alquran dihadiri oleh ribuan massa dari berbagai Ormas Islam se Malang.
Berikut video yang dapat redaksi kutip dari seorang Netizen bernama Edkerz Rajasa yang memantau langsung saat aksi berlangsung.

[beritaislam24h]

Ilustrasi
Banda Aceh - Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Aceh menyita 100 item produk komestik berbahaya dan jamu tradisional ilegal dari sejumlah toko di Kota Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyelidikan pada BPOM Aceh, Hasbi, mengatakan, penyitaan produk komestik dan jamu tradisional ilegal senilai sekitar Rp5,80 juta tersebut tidak terlepas berkat bantuan kepolisian dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya.

"Ini pemeriksaan rutin yang kita lakukan di setiap kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Berhubung sumber daya manusia kita terbatas, makanya kami melakukan pemeriksaan secara bergiliran dengan dibantu oleh pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan di kabupaten," ujar Abdi, di Blangpidie, Jumat (21/10).

Selain Kabupaten Abdya, lanjut Hasbi, petugas BPOM Aceh saat ini juga sedang berada di tiga daerah lainnya khusus untuk melakukan pemeriksaan terhadap produk-produk kosmetik dan jamu tradisonal ilegal di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Timur, dan Kota Langsa.

"Setiap daerah kita turunkan empat petugas BPOM. Mereka khusus fokus melakukan pemeriksaan pada produk-produk komestik dan jamu yang mengandung kimia dan razia ini bukan di Aceh saja melainkan di seluruh nusantara fokus pada kosmetik dan jamu berbahaya," katanya.

Menurut laporan dari petugas di lapangan, jelasnya, untuk produk kosmetik banyak ditemukan kosmetik yang bermerk terkenal, tetapi bukan dari pabrik aslinya melainkan produk siluman dan ilegal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Jadi, semua produk-produk kosmetik yang bermasalah kita lakukan penyitaan. Begitu juga dengan jamu tradisonal yang bercampur dengan zat kimia obat juga kita sita karena tidak ada izin edar dari pemerintah dan merusak kesehatan bila dikosumsi," jelas dia.

Ia menyebutkan, kosmetik ilegal jenis pemutih sangat berbahaya jika dipakai oleh masyarakat secara terus menerus karena ada yang mengandung mercury sehingga berefek terhadap timbulnya kanker kulit, kanker hati hingga ke ginjal.

"Pemutih itu ada juga yang mengandung mercury, bila terus menerus digunakan bisa menumpuk di tubuh dan lama kelamaan diserap oleh darah kemudian mengalir keseluruh badan. Jadi, intinya berbahaya bagi kesehatan," tambah Hasbi.(Beritasatu)

AKBP Nanang Haryono: “ Keberhasilan ini Berkat Kerja Keras dan Motivasi Pimpinan “

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono (pegang mix),Dirreskrimum Kombes Gagas
Nugraha (baju putih) dan AKBP Nanang Haryono SH,SIK,MSi, saat gelar pekara di Mapolda Jateng Kamis (20/10).

Semarang- Dibawah pimpinan AKBP Nanang Haryono SH,SIK, MS.i Tim Jatanras Dirreskrimum Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus penipuan dengan modus penggandaan uang yang dijalankan oleh Harno alias Mbah Gondrong (51) warga Banjareja Kec.Nusawungu Kab. Cilacap .

Modus kejahatan yang dilakukan oleh Harno telah memakan korban ratusan orang,sedikitnya Rp 30 miliar berhasil didapatkannya dari hasil kejahatannya.

Hal ini disampaikan oleh Kapolda Jawa tengah dihadapan sejumlah media cetak dan elektronik saat menggelar pekara,Kamis (21/10) di Mapolda Jateng.

Harno pelaku penipuan (peci hitam)







“ Keberhasilan ini tidak lain adalah usaha kerja keras tim jatanras yang dipimpin oleh Dirreskrimum dan Kasubdit 3 Jatanras, pelaku memberi iming-iming pada setiap korban akan menggandakan uangnya,jumlah uang yang diserahkan oleh para korban bervariasi,ada yang 15 juta,ada yang 20 juta akan digandakan 2 miliar,namun yang dijanjikan tidak pernah terwujud sehingga korban baru sadar mereka telah tertipu “,Jelas Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono.

Dalam gelar pekara yang di Mapolda Jateng,terungkap jika Pelaku dalam menjalankan aksinya senantiasa dilengkapi berbagai alat ritual untuk meyakinkan korban seperti taring babi,jenglot,padi dan dan lukisan nyi roro kidul.

Kapolda juga menerangkan dari hasil kejahatannya pelaku membeli tanah,rumah,barang serta kebutuhan pribadi.

“ Untuk hasil kejahatannya seperti rumah dan tanah yang bersetifikat telah kita sita untuk barang bukti dalam kasus penipuan yanh dilakukan pelaku harno “,ungkap Kapolda yang didampingi oleh Dir reskrimum Kombes Gagas Nugraha dan Kasubdit 3 Jatanras AKBP Nanang Haryono SH,SIK,MS.i .


AKBP Nanang Haryono saat memperlihatkan barang bukti kepada Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Gagas Nugraha saat gelar pekara di mapolda jateng,kamis (20/10).

Kepada Redaksi Statusaceh.net, Kasubdit 3 Jatanras AKBP Nanang Haryono SH.SIK.MS.i menyampaikan jika timnya awalnya kesulitan dalam memburu pelaku namun berkat kerja keras dan motivasi pimpinan akhirnya berhasil menangkap pelaku.

“ Awalnya kita kesulitan namun tim kita siang malam terus bekerja dan yang sangat utama adalah motivasi pimpinan yang terus membuat kami semangat sehingga berhasil menangkap dan mengungkap kasus serta pelakunya “,papar nanang kepada Redaksi.


Redaksi: T. Sayed Azhar

Banda   Aceh  –   Gubernur   Aceh,   dr.   H.   Zaini   Abdullah   yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Syahrul, SE, M.Si  melepas  38  santri  yang  akan   mewakili  Aceh  di   Pekan Olahraga dan Seni Antar Pesantren Nasional (POSPENAS) VII
Banten, 22 sampai 29 Oktober 2016. 

“Sebagai Kepala Pemerintahan Aceh, saya sangat mendukung keikutsertaan   Aceh   pada   kompetisi   ini,”   kata   Zaini   dalam sambutannya   yang   dibacakan   Syahrul,   SE,   M.Si   saat   acara pelepasan Kontingen POSPENAS  Aceh, di Hotel Permata Hati,
Kamis (20/10) malam. 

Zaini mengatakan, Pemerintah Aceh akan terus mendukung penguatan   dayah,   salah   satunya   dengan   melibatkan   santri Aceh dalam berbagai kompetensi bidang seni dan olahraga, agar melahirkan santri yang tidak hanya memahami nilai–nilai agama tapi juga dalam bidang lainnya. 

“Saya   berharap   Kontingen   POSPENAS   VII   Aceh   dapat mengukir   sejarah   dan   meraih   prestasi   di   Banten, sebagaimana prestasi atlet Aceh di Pekan Olahraga Nasional
XIX di Jawa Barat baru baru ini,” ujar gubernur. 

“Saya  yakin  para  atlet   akan   mampu  mengharumkan  nama Aceh di kancah seni dan olahraga santri nasional.” Pada   kesempatan   tersebut,   Zaini   juga   menghimbau   Dinas
Pemuda   dan   Olahraga   Aceh   agar   terus   membina   dan menjaring tunas-tunas baru yang berprestasi dalam bidang olahraga di seluruh dayah dan pesantren yang ada di Aceh,
dan mendidik para santri sehingga dapat mengikuti berbagai event olahraga di tingkat nasional. 

Ke 38 santri yang diberangkatkan ke Banten akan mengikuti perlombaan   cabang   olahraga   dan   seni.   Untuk   cabang olahraga, pencak silat, senam santri, bulu tangkis, tenis meja dan   atletik.   Sedangkan   untuk   cabang   seni,   pidato   bahas Indonesia, Arab dan Inggris, kaligrafi Islami, seni lukis Islami dan cipta puisi.

Acara pelepasan turut dihadiri Kakanwil Kemenag Aceh Daud Pakeh, Kadispora Aceh Asnawi serta sejumlah SKPA lainnya. (Rill)

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Pemerintah Inggris pada Kamis (20/10) menyatakan akan mengawasi setiap armada kapal perang Rusia yang mendekati wilayah perairan mereka.

Diberitakan Reuters, militer Norwegia merilis gambar yang diambil oleh pesawat pengintai yang memaparkan kapal induk Rusia Admiral Kuznetsov dan kapal tempur Pyotr Velikiy berlayar di perairan internasional mendekati Inggris dalam perjalanan menuju timur Mediterania.

Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon berkata, angkatan laut Inggris akan terus memantau pergerakan kapal perang Rusia itu. Mendekatnya kapal perang Rusia di wilayah perairan Inggris dinilai berpotensi mengganggu keamanan nasional.

"Kami akan pantau setiap pergerakan kapal-kapal perang itu ketika mendekati wilayah perairan Inggris, ini komitmen kami untuk terus menjaga Britania aman," tutur Fallon.

Juli lalu, kantor berita pemerintah Rusia, TASS mengatakan, kapal induk Rusia Admiral Kuznetsov akan terlibat dalam operasi di Suriah dari Oktober hingga Januari.

Kapal perang itu akan membawa 15 buah pesawat tempur Su-33 dan MIG-29K serta sekitar 10 helikopter Ka-52K, Ka-27 dan Ка-31.

Sejak awal Oktober, Rusia ikut bertempur dalam konflik di Suriah mendukung pemerintah Bashar al-Assads melawan para pemberontak. Saat ini, Rusia terlibat dalam salahs atu pertempuran paling sengit di Suriah, yaitu di Aleppo.

Kepada pasukan militer Norwegia, Rusia mengatakan kapal-kapal perang mereka sedang mengarungi lautan untuk mencapai wilayah perairan Mediterania. (CNN)

Dua Oknum TNI jadi terdakwa di pengadilan militer atas dugaan praktik calo. Dokumen/SINDONews
Semarang - Diduga menjadi calo penerimaan anggota TNI (merving), dua prajurit TNI yakni Letda Ckm AP dan Sertu Srtm menjalani proses hukum di Pengadilan Militer Jalan Menteri Supeno, Semarang, Jawa Tengah.

"Komitmen untuk membangun citra positif TNI di masyarakat akan selalu dilaksanakan oleh seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro baik dalam hubungan satuan maupun perorangan," ujar Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Jaswandi, dalam keterangan tertulis, Jumat (21/10/2016).

Dia menegaskan apabila ada oknum yang terbukti terlibat dalam percaloan penerimaan prajurit TNI akan ditindak tegas sesuai hukum.

Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa tidak ada pungutan dalam seleksi penerimaan anggota TNI.

"Disinyalir ada oknum yang sengaja menodai citra TNI dengan menjadi calo werving penerimaan prajurit. Bagi yang terbukti bersalah maka akan diproses hukum," tandasnya.

Pihaknya juga tidak akan mengintervensi proses hukum yang menimpa dua prajurit TNI. Sekadar diketahui, Letda Ckm AP dan Sertu Srtm, kemarin masih mengikuti proses persidangan kasus werving di Pengadilan Militer.(Sindo)

Sport - Megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, tengah mendapatkan masalah setelah salah satu fotonya di akun Instagramm pribadinya dituduh telah melecehkan patung Buddha.

Pada postingan terbarunya, Ronaldo menunjukkan foto di sebuah taman. Dalam foto tersebut, pesepakbola 31 tahun itu meletakkan kaki kanannya di samping kepala Gautam Buddha.

Akibatnya, Ronaldo mendapatkan cercaan dari para penggemarnya yang menjadi pengikutnya di instagra. Mayoritas, mereka menganggap kapten Portugal itu melecehkan patung Buddha.

"Saya penggemar Anda, tetapi tolong respek terhadap Adama kami (Buddha). Anda seorang pemain bola terkenal, saya memaafkan mau. Tolong jangan ulangi hal itu lagi," kata seorang fans.

"Foto itu sangat menyakiti hati kami (Buddhisme),"

Ronaldo sendiri sangat jarang memposting foto yang berbau Agama. Kendati banyak yang meminta foto itu dihapus, namun sampai saat ini gambar tersebut masih ada di instagram miliknya.(rimanews.com)

StatusAceh.Net - Salah satu siswa cacat dari SMP Negeri 2 Kutamakmur Kabupaten Aceh Utara mewakili Propinsi Aceh Ke Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV tahun 2016 di Bandung. Dia adalah Siti Fadhillah, putri dari Bapak Syahrani dan Ibu Jamilah yang lahir di Krueng Seunong Kabupaten Aceh Utara tangal 20 Agustus 2001. Anak ke-6 dari 10 bersaudara yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Maski terlahir dalam keluarga yang serba kekurangan dan cacat fisik di kaki, Siti nama panggilan akrab Siti Fadhillah tidak merasa minder ataupun malu dalam bergaul. Dalam pergaulan sehari-hari Siti terlihat ramah dengan semua teman serta sopan santun dengan gurunya. Di sekolah, Siti juga aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler. Ekstra kurikuler yang diikuti adalah tenis meja dan bulutangkis.

Cabang bulutangkis sempat membawa Siti Fadhillah sebagai juara 2 pada Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional (O2SN) tingkat kabupaten yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Utara bulan April 2016. Melihat prestasi yang dicapainya, M. Jalil, yang merupakan guru dan pelatih ektra kurikuler di sekolah mengarahkan Siti agar lebih memilih cabang tenis meja. Hal ini mengingat cabang tenis meja lapanganny lebih sempit dibanding bulu tangkis sehingga memudahkan Siti dalam berlatih.

Dengan ketekunan dan kegigihan berlatih disertai doa mengantarkan Siti ke Peparnas Bandung 2016 mewakili Provinsi Aceh untuk cabang tenis meja . Saat ini Siti masih di Bandung mengikuti pertandingan. Siti sangat mengharapkan doa dari masyarakat Aceh agar dia dapat membawa nama baik Aceh di kancah paralimpik nasional, (pewarta-indonesia.com)

Mantan Sekda Aceh Jaya Buni Amin (berompi orange) (Foto: Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh - Kejaksaan Negeri Aceh Jaya dibantu Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh mengeksekusi mantan Sekda Aceh Jaya, Buni Amin. Ia divonis empat tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA) karena terbukti melakukan mark up harga pengadaan tanah untuk pembangunan Pendopo Bupati Aceh Jaya.

Pantauan detikcom, sebelum dibawa ke Lapas Klas II A Banda Aceh di Lambaro Aceh Besar, Buni menjalani pemeriksaan akhir dan kesehatan di Kejati Aceh. Ia bawa keluar menuju mobil tahanan yang sudah menunggu di lokasi parkir Kantor Kejati, Kamis (20/10/2016) sekitar pukul 14.00 WIB.

Buni berjalan dengan mengenakan rompi tahanan warga oranye dan dikawal beberapa petugas Kejaksaan.

"Sejak hari ini dia (Buni) sudah jalani hukuman di Lapas Lambaro (Klas II A Banda Aceh)," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Aceh Jaya, Miftahuddin kepada wartawan usai mengantar tahanan.

Menurut Miftah, Buni dijemput di rumahnya di kawasan Blower, Banda Aceh. Saat petugas mendatangi rumahnya, Buni sedang mengajar di salah satu kampus di Bana Aceh. Ia kemudian diminta pulang oleh pihak keluarganya.

Setelah tiba di rumah, petugas memberitahu Buni bahwa putusan kasasi Mahkamah Agung sudah keluar. Buni selanjutnya dibawa petugas ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh.

"Tidak ada perlawan saat kita jemput beliau. Beliau cukup kooperatif," jelas Miftah.

Pihak Kejari Aceh Jaya menerima putusan kasasi dari Mahkamah Agung akhir September lalu. Padahal, MA sudah mengetok palu terhadap kasus itu pada September 2015 lalu. Dalam putusannya, MA menghukum Buni Amin dengan hukuman penjara empat tahun.

Putusan itu sama dengan yang diputuskan oleh Pengadilan Tinggi Aceh. Saat itu, Buni tidak terima sehingga mengajukan kasasi ke MA.

"Kasasi menguatkan putusan pengadilan tinggi. Tapi ada perbaiki yaitu pasalnya menjadi pasal 2 ancamannya empat tahun penjara. Putusannya empat tahun penjara," ungkap Miftah.

Seperti diketahui, Buni terbukti bersalah dalam kasus pembebasan lahan untuk pembangunan Pendopo Bupati Aceh Jaya pada tahun 2010 silam. Penyidik saat itu mencium ada tindak pidana korupsi terkait pembebasan lahannya. Penyelidikan dilakukan hingga akhirnya kasus tersebut sampai ke pengadilan.

Buni ikut menandatangani dokumen, seperti surat perintah membayar (SPM) pembebasan lahan milik Junaidi (saksi) Rp 150 ribu permeter. Padahal harga pasar Rp 45 ribu-Rp 60 ribu permeter sehingga terjadi kelebihan bayar yang menyebabkan kerugian negara.

"Luas tanah tiga hektare dengan kerugian negara lebih kurang Rp 4 miliar," jelas Miftah.

Selain Buni, jaksa juga sudah mengeksekusi seorang terdakwa lain yang ikut terlibat dalam kasus itu. Dia adalah Rajudin, mantan Kabag Tata Pemerintahan Setda Aceh Jaya. Rajudin dijemput Jaksa di kantornya setelah kasasi yang diajukannya ditolak Mahkamah Agung.

"Kasasi Rajudin ditolak MA, jadi kita laksanakan putusan PT yaitu 2 tahun penjara. Ia ditahan di LP Calang Aceh Jaya sejak kemarin," jelas Miftah.(Detik.com)

StatusAceh.Net - Bermula dari curhatan di media sosial, Nanda Feriana harus berurusan dengan hukum. Mahasiswi Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh, (Unimal) Aceh.

Nanda dianggap telah mencemarkan nama baik seorang dosen lewat surat terbuka berjudul "Sepucuk Surat untuk Ibu Lulusan Jerman" yang ditulis pada dinding (wall) akun Facebooknya 27 September 2016.

Nanda mengaku sudah minta maaf pada sang dosen. Sebaliknya, dosen bernama Dwi yang disasar secara satire pada status tersebut, menyebut Nanda tak kooperatif.

Dwi bilang, Nanda sudah yudisium, sehingga tidak ada kaitannya dengan Unimal.

Ia melaporkan Nanda ke Polres Lhokseumawe murni karena persoalan pribadi lantaran ada tulisannya Nanda di Facebook yang menohok dirinya.

"Tolong buat berita berimbang, fakultas juga sudah memediasi. Saya juga mengajak berjumpa dan memberikan waktu satu pekan. Tapi Nanda tidak pernah mau, dan alasannya berubah-ubah," katanya kepada www.tribun-medan.com pada Kamis (20/10/2016).

Ia menuturkan, dalam mediasi, Nanda menolak meminta maaf di Harian Serambi Indonesia karena merusak reputasi dirinya.

"Lantas bagaimana dengan saya yang di-bully, korbannya ? Pernah dia pikir ke situ. Kemarin dia (Nanda) datang ke rumah saya dengan Ibunya dan kakeknya, saya sudah terlalu berat rasa sakit ini," ujarnya.

Dwi mengisahkan, dua hari lalu, Nanda mengirimkan surat dengan kalimat pujian dan sepucuk bunga mawar. Begitupun, Dwi mengaku tetap sulit untuk memaafkannya.

"Kemarin jumpa di Polres, dia melihat saya dengan ekor mata. Padahal dia itu anak didik saya. Saya gagal mendidik dia, sedih rasanya. Ada ribuan mahasiswa saya, tetapi cuma dia (Nanda) yang keterlaluan. Kecuali saya tidak mau jumpa dan bicara, kamu bisa kroscek saya di prodi (program studi). Saya dosen yang selalu siap ditemui mahasiswa," katanya.

"Kejadian ini sangat menganggu psikologis saya sebagai guru, sedih saya, sangat sedih saya. Saya merasa sangat ditohok oleh anak didik saya. Bahkan, ketika saya ingin merangkul dengan sikap lunak saya, dia menepis. Ingat, menunda yudisium bukan membatalkan Nanda jadi sarjana," tambahnya.

Ia bilang, Nanda ditunda yudisium lantaran telat memberikan berkas. Sementara, ada ratusan mahasiswa yang antre mengurus untuk ikut yudisium.

Seharusnya, mahasiswa ikut proses yang ditentukan kampus.

"Kalau dia ingin kritik Unimal, kritik dengan cerdas. Kalau Unimal perlu perbaikan gugat secara perdata, jangan pribadi saya dihina dan di-share ke banyak orang. Jadi, intinya masalah saya dengan Nanda sudah personal, bukan institusi. Unimal sudah yudisium dia sehingga selesai," tandasnya.

Sebelumnya, Nanda Feriana, mahasiswi Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh, (Unimal) Aceh, terancam masuk penjara setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polres Lhokseumawe, Aceh.

Sebelumnya, pada 6 Oktober 2016, Nanda dilaporkan melakukan pencemaran nama baik dan Undang-undang Informasi Transaksi Eletronik (UU ITE) oleh, Sekretaris Prodil Ilmu Komunikasi Unimal, Dwi sekaligus dosennya sendiri ke Polres Lhokseumawe.

Surat terbuka berjudul “Sepucuk Surat untuk Ibu Lulusan Jerman” yang ditulis Nanda pada dinding (wall) akun Facebooknya 27 September 2016 dianggap mencemarkan nama baik.

Meskipun, ia tidak menuliskan identitas dosen secara mendetail.

Pada surat terbuka itu, Nanda menyampaikan rasa kecewa karena gagal mengikuti yudisium (penentuan nilai lulus suatu ujian sarjana lengkap di perguruan tinggi) di kampus negeri terbesar kedua di Aceh itu.

Bahkan, ia mengucapkan terima kasih kepada dosen lulusan Jerman yang dianggapnya telah mengagalkannya yudisium.

“Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih telah menggagalkan satu usaha besar untuk membahagiakan orangtua saya. Anda karena berasal dari keluarga orang kaya, tidak pernah merasakan kemiskinan , tidak paham sulitnya kuliah, Itu sebabnya Anda dan teman Anda melakukan ini,” demikian penggalan status di wall akun Facebook Nanda.

Nanda menyampaikan, sebelum dilaporkan ke polisi, telah berulangkali mediasi agar dosen lulusan Jerman tersebut memaafkannya.

Namun, mediasi yang digelar Fakultas Fisip Unimal gagal.

“Saya sudah dimediasi dan akhirnya Ibu dosen  menuntut saya harus minta maaf di koran Serambi Indonesia empat hari berturut-turut. Nanda tidak sanggup kalau harus iklan empat hari koran,” katanya saat dihubungi, www.tribun-medan.com, Kamis (20/10/2016).

Ia menceritakan, telah menjalani pemeriksaan di Polres Lhokseumawe, pada Rabu (19/10/2016).

Pemeriksaan berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, ada 27 pertanyaan dilayangkan penyidik.

“Kemungkinan dalam waktu dekat ini, status saya naik jadi tersangka. Padahal, saya   sudah menempuh jalur damai dan saya minta maaf karena ada pihak-pihak yang anggap saya tidak sopan dengan dosen sendiri. Saya minta maaf,” ujarnya.

Dia mengatakan, telah membawa Ibundanya ke rumah dosen tersebut untuk meminta maaf secara langsung.

Namun, Dwi, dosen Unimal lulusan Jerman itu, tak membuka pintu rumah.

“Saya kirim surat hingga empat halaman dan saya minta maaf dan memberikan setangkai mawar. Namun, surat itu dibakar dan di-posting ke media sosial. Sebenarnya bukan masalah personal saya dengan Ibu dosen, tapi persoalan akademik yang bawa ke hukum,” katanya.

“Sebenarnya dekan telah mediasi untuk pertama kali. Dalam mediasi itu, Ibu dosen minta permohonan maaf seperti ucapan selamat selama empat hari berturut-turut. Padahal di status itu, tidak ada saya sebutkan nama dan ciri-ciri fisik dan penyebutan nama Fakultas Fisip dan Ilmu Komunikasi,” tambahnya..(
www.tribun-medan.com)

StatusAceh.Net - Kasus yang dialami Nanda Feriana tiba-tiba membuming di medsos, pasalnya mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Malikussaleh ini dilaporkan oleh dosennya karena memposting status di akun Facebooknya dengan uraian kata sepucuk surat untuk ibu lulusan Jerman.

Tak hanya di Kota Lhokseumawe -Aceh Utara, dukungan Save Nanda Ferianan juga muncul di kepulauan Sabang yang membuat statement untuk memberi semangat kepada Mahasiswa yang di laporkan tersebut.

Siapa lagi kalau bukan Nadine Angelique yang juga dikenal sebagai seorang perempuan pemberani dengan banyak kritikan kepada para pemimpin di Aceh. dan inilah tulisan  Nadine Angelique via akun Facebooknya yang dikutip StatusAceh.Net, Kamis, 20 Oktober 2016.

# SAVE NANDA FERIANA

 Saya mengenalnya sejak 3 tahun lalu saat Nanda Feriana mendaftar sebagai peserta Sekolah Demokrasi Aceh Utara (SDAU). Nanda menjadi peserta yang paling aktif dan kritis serta aktif menulis di buletin bulanan serta beberapa edisi buku yang diterbitkan SDAU.
-
Prihatin dengan kondisi pendidikan adik-adik yang bersekolah di pedalaman, Nanda mendirikan gerakan kerelawanan Jaroe Aceh, melalui Jaroe Aceh Nanda dan kawan-kawannya secara periodik mengunjungi sekolah sekolah di pedalaman Aceh Utara untuk berbagi inspirasi dengan adik adik.
-
Setahun terakhir Nanda membantu menjadi bendahara Gerakan Beasiswa berbasis Facebook, Gerakan Mari Sekolah (GMS), Nanda-lah yang tiap bulan mengirimkan beasiswa ke-156 anak dampingan GMS sampai terakhir minta off sebentar karena sedang fokus menulis skripsi.
Tahun lalu Nanda meraih anugerah KNPI Award sebagai apresiasi atas kiprahnya.
-
Sering mengikuti kegiatan kegiatan berskala nasional dan punya bakat hebat menjadi MC.
-
Kuliah di Jurusan Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh dan di akhir masa kuliahnya mempunyai pengalaman yang layak diceritakan ke mahasiswa selanjutnya.
-
Meski tidak menyebut nama bahkan inisial dosen yang dikritiknya, Nanda di laporkan ke polisi oleh dosennya sendiri karena mengkritik birokrasi kampus melalui akun Facebooknya di status "sepucuk surat untuk ibu lulusan Jerman" (Terlampir di kolom komentar).
-
Menyadari 'mungkin menyinggung sang dosen' Nanda memohon maaf melalui akun Facebook dan melalui pertemuan khusus yang difasilitasi oleh pihak fakultas. Terakhir Nanda membawa serta ibundanya serta Teungku imum kampungnya datang kerumah sang dosen untuk meminta maaf. Bahkan Nanda mengirimkan surat permohonan maaf kepada sang dosen. Namun semua itu belum mampu memberi solusi. Nanda di laporkan ke polisi oleh sang dosen. Sang dosen meminta Nanda meminta maaf selama 4 hari berturut turut di koran. Permohonan maaf di koran tentu akan sangat mahal, membutuhkan biaya puluhan juta dan sangat memberatkan bagi Nanda yang masih mahasiswa.
-
Kemarin Nanda untuk pertamakali sudah diperiksa di Polres Lhokseumawe dan masih berstatus sebagai saksi dan berpotensi untuk menjadi tersangka.
-
Bagi saya ini adalah preseden buruk dan sekaligus pembelajaran baik.
Preseden buruk ketika kritik mahasiswa harus berakhir di kantor polisi dan pembelajaran baik dari seorang Nanda yang berani mengkritik kampusnya, tidak malu memohon maaf dan keberaniannya bertanggung jawab untuk diperiksa polisi adalah sebuah kedewasaan yang luar biasa dari seorang gadis muda yang belum S1 ini.
-
Status ini adalah bagian dukungan moral untuk Nanda. Hari minggu lalu saya bertemu Nanda di Lhokseumawe dan secara elegan Nanda mengatakan tidak takut apapun risiko statusnya tersebut karena meyakini sudah melakukan 'hal yang seharusnya dilakukan', Nanda meyakini kritikannya masih dalam batas yang sangat wajar.
-
Saya pribadi tidak bisa membayangkan jika setiap kritik mahasiswa akan berakhir di kantor polisi.... duh,!
-
Semangat untuk Nanda.

Sumber : Fecebook Nadine Angelique

,
LHOKSEUMAWE- Menyikapi kaburnya narapidana bos narkoba Zulfikar dari lapas kelas IIA Lhokseumawe beberapa hari lalu,Kakanwilkumham Aceh Drs Gunarso melalui Plh.Kadiv PAS Aceh  Drs Meurah Budiman SH.MH, menyampaikan pihaknya telah menerima laporan dari kepala Lapas Lhokseumawe adanya napi bos narkoba yang kabur  setelah dikeluarkan oleh oknum petugas lapas.
Menurutnya Kakanwilkumham Aceh Gunarso telah memerintahkan kepada Kepala Lapas Lhokseumawe untuk melakukan pencarian terhadap napi yang kabur dan melakukan pemeriksaan terhadap petugas yang melakukan pengeluaran napi diluar prosedur sehingga menyebabkan napi tersebut kabur.
Kakanwilkumham Aceh Gunarso  

“ Kami telah mendapatkan laporan adanya napi bernama Zulfikar telah kabur dari lapas lhokseumawe,bapak kakanwil telah memerintahkan agar dilakukan pencarian terhadap napi yang kabur serta melakukan pemeriksaan terhadap oknum petugas yang melakukan pengeluaran napi diluar prosedural sehingga napi tersebut kabur “,Ungkap meurah budiman saat dihubungi melalui sambungan telpon selulernya,Rabu (19/10).

Menurut  meurah budiman yang, pihak lapas lhokseumawe telah melaporkan atas kaburnya napi zulfikar pada polres Lhokseumawe pada Selasa (18/10) dan meminta bantuan untuk bersama melakukan pencarian terhadap napi tersebut.

“ Kalau untuk laporan ke polisi telah dilakukan oleh pihak lapas lhokseumawe kemarin hari selasa,disamping itu juga berkoordinasi bersama untuk melakukan pencarian terhadap napi zulfikar yang kabur “,jelas meurah budiman yang juga pernah menjadi kalapas lhokseumawe.(Redaksi)

StatusAceh.Net - Edi Fadhil menyayangkan sikap salah seorang Dosen di Universitas Malikussaleh yang melaporkan salah seorang mahasiswa yang bernama Nanda Feriana yang merupakan mahasiswa nya sendiri hanya gara-gara status facebook yang mengkritik sang Dosen.

Beberapa Minggu yang lalu Nanda Feriana mengkritik salah seorang Dosen lulusan Jerman melalui akun Facebook nya dengan pengantar status “Sepucuk surat untuk ibu lulusan Jerman”.

Menyadari melakukan kesalahan Nanda memohon maaf melalui akun Facebook dan sudah pernah dilakukan medias yang difasilitasi oleh pihak fakultas, tidak cukup sampai disitu Nanda membawa serta ibundanya serta Teungku imum kampungnya datang kerumah sang dosen untuk meminta maaf, bahkan Nanda mengirimkan surat permohonan maaf kepada sang dosen, namun dosen tersebut meminta Nanda meminta maaf selama 4 hari berturut turut di koran yang sangat memberatkan Nanda. Selang beberapa hari sang Dosen pun menempuh jalur hukum dengan melaporkan sang mahasiswa ke Polres Lhokseumawe, padahal menurut Edi Fadhil Nanda Feriana sudah meminta maaf melalui akun Facebook nya.

Menurut Edi Fadhil kejadian tersebut merupakan preseden buruk untuk dunia pendidikan kita, sekaligus merupakan pembungkaman terhadap demokratisasi kampus. “Seharusnya ada sebuah mekanisme penyelesaian yang ditempuh oleh Kampus terhadap kritik dari mahasiswa, bukan dengan membungkam sikap kritis mahasiswa yang seharusnya terus dipupuk oleh lembaga pendidikan”. Ungkapnya. Kepada LINTASNASIONAL.com.

Edi Fadhil mengakui dirinya sudah bertemu Dengan Nanda dan sudah menjelaskan semua duduk masalah kepadanya.

“Hari minggu lalu saya bertemu Nanda di Lhokseumawe dan secara elegan Nanda mengatakan tidak takut apapun risiko statusnya tersebut karena meyakini sudah melakukan hal yang seharusnya dilakukan, dan Nanda meyakini kritikannya masih dalam batas yang sangat wajar”. Lanjut Fadhil.

Menurut penuturan Edi Fadhil kemarin Rabu 19 Oktober 2016, Nanda telah memenuhi panggilan pihak Polres Lhokseumawe, namun hingga kemarin menurut Edi Fadhil status Nanda masih sebagai saksi. “Namun tidak tertutup kemungkinan akan menjadi tersangka”. Tutup Fadhil. (Lintasnasional)

Sport - Usai Ducati memastikan akan meluncurkan 'super' 1299 Panigale pada tahun 2017, motor ini tertangkap kamera wartawan saat ngebut (melakukan tes) di jalan. Tampil di bawah codename 'Project 1408', motor yang akan dicangkokan teknologi motor Desmosedici 2017 milik Jorge Lorenzo terlihat tampang aslinya.

Morebike Kamis (20/10/2016), untuk pertama kalinya melihat langsung Ducati 'Project 1408'. Motor yang belum diberi nama oleh Ducati ini dipastikan akan menyemburkan tenaga  220bhp, sebuah  motor mega-Superbike yang terdiri dari swingarm karbon, frame hingga kompenen lainya. Tentunya motor ini akan super ringan.

Namun jika ditilik dari Ducati 1299 Panigale S Anniversario, motor ini tentunya akan dibekali mesin Superquadro V-Twin, berkubikasi 1.285 cc, yang mampu menghasilkan tenaga sekuat 205 hp. Sejumlah perangkat elektronik canggih sudah disematkan ke motor ini. Beberapa di antaranya adalah Ducati Traction Control (DTC) EVO dan Ducati Wheelie Control (DWC) EVO, sehingga membuat 1299 Panigale S Anniversario sebagai superbike yang memiliki teknologi paling baru.

Guna membantu pengemudi dalam bermanufer di atas aspal, Ducati telah memasangkan sistem pengereman ABS dari Bosch, Ducati Quick Shifter (DQS), dan Engine Brake Control (EBC). Perangkat tersebut sebelumnya dipasangkan ke Ducati 959 Panigale dan sudah melalui pengujian. Di samping itu ada juga perangkat suspensi dari Ohlins Smart EC.

Dari segi penampilan Ducati menawarkan warna bodi motor putih dan dipadu dengan warna merah sehingga mirip seperti motor balap Ducati yang diturunkan untuk MotoGP. Melengkapi penampilan serta mengurangi berat motor, disematkan aksen karbon di heel guards, rear hugger, dan knalpot.

Untuk menonjolkan edisi ulang tahun, Ducati memasangkan pelek Marchesini berwarna emas. Cukup disayangkan belum ada informasi terkait harga Ducati 1299 Panigale S Anniversario. (Sindonews)

Banda Aceh – Tahun 2016 ini Aceh Film Festival (AFF)mengangkat tema “HAMBO”, Hambo merupakan sebuah ungkapan yang mengandung makna besar bagi masyarakat Aceh yaitu suatu proses psikis yang melahirkan sebuah perbuatan yang harus dilakukan segera serta didukung oleh sikap keberanian kemandirian dalam kondisi tertentu. Tema besar tersebut tercermin dalam program-program AFF 2016.

Tema besar tersebut tercermin dalam program-program AFF 2016. Adapun alasan pilihan terhadap tema tersebut sebagai bentuk ruang refleksi atas apa yang telah terjadi di Aceh terutama persoalan HAM yang pernah terjadi di Aceh, sehingga mampu melahirkan sikap yang berani berpikir, berani memilih, mandiri dalam berbuat melalui proses dialektika seluruh pelaku seni terutama komunitas yang mencintai film sebagai ruang alternative dalam mewujudkan tema tersebut.

Aceh Film Festival pertama kali diadakan pada tahun 2015 yang diinisiasikan oleh Aceh Documentary dan ikut serta beberapa komunitas seni serta komunitas fllm di Banda Aceh yang gelisah dengan kondisi sosial dan budaya di Aceh yang notabenenya sebagian anak muda cenderung suka pada wacana dan praktik politik sebagai panglima.
Serangkaain acara AFF 2016

Gampong film merupakan sebuah bentuk tontonan layar tancap dan sebagai bentuk apresiasi masyarakat terhadap film sineas local dan nasional,yang sudah di selenggarakan dengan konsep melakukan  pemutaran di 11 (sebelas) kabupaten/kota di Aceh yang berlokasi dikawasan Gampong (desa).

 Kelas Kritik Film :  Adrian jonathan,pimpinan   redaksi Cienema Poetica mengajak penikmat film melihat sebuah film dari sudut pandang kritis dan kerangka sistematika kritik. Bahwa film tidak sebatas tontonan. Ada alur kerja dan birokrasi yang mengatur guna, bentuk, waktu, jangkauan, dan kemungkinan kehadirannya di ruang publik acara di gelar 19-21 0ktober nanti.

Kelas Aktor : Teuku Rifnu Wikana Aktor nasional  berbagi pengalaman nya di dunia  akting diperuntukkan untuk komunitas film Fiksi dan teater, dalam mendalami dan menguatkan pengetahuan dalam mendukung dan mengakomodir permasalahan-permasalahan keaktoran yang di hadapi Sineas Aceh
Special Sreening :Program ini memutarkan film-film terbaik (film tamu) dari dalam dan luar negeri. Dan di akhir pemutaran juga akan dilanjutkan diskusi bersama dengan pembuat film.
Forum Komunitas :Program ini merupakan forum sharing tukar informasi dan pengalaman dengan seluruh komunitas film Indonesia dan diskusi dengan Film Maker Nasional dan Lokal.
Award Nigth, yaitu malam apresiasi penganugerahan kepada insan perfilman Aceh. Malam Award Nigth juga menampilkan beberapa hiburan dan terbuka untuk umum.Sabtu (22/10)

Acara AFF 2016,yang berlangsung mulai tangal 19-21 oktober nanti di buka oleh kadis kebudayaan dan pariwisata aceh,Reza Fahlevi dan turut hadir sebagai tamu undangan angota komisi I DPRI-RI Prof.Dr Bachtiar Aly,MA dan Angota DPRA Aceh,Kautsar s,hi.(Rill)

Bener Meriah - Teka teki mengapa AF (26), pelaku pengranatan mobil dinas anggota DPRK Kabupaten Bener Meriah, Mansyur Ismail, di  Desa Menderek, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (19/9/2016), sekira pukul 17.20 WIB, mulai terkuak. Ternyata, adik kandung SZ (35), istri kedua Mansyur Ismail yang juga seorang PNS di sana, pernah mengikuti pelatihan militer di Patani, Thailand. Informasi ini disampaikan Kapolres Bener Meriah, AKBP Deden Soemantri, pada  Harian Serambi Indonesia, Banda Aceh, Selasa (18/10/2016). Kata Deden,  tersangka AF sebelumnya memang telah memiliki catatan kriminal, bahkan statusnya sebagai salah seorang residivis (pensus penadah pencurian sepeda motor dan bisnis narkoba.  “Ia sebelumnya sudah dua kali masuk penjara karena kasus yang berbeda,” kata Deden Soemantri.

Menurut Deden, walau keterangan AF masih berbelit-belit.  Namun, tersangka mangaku pernah direkrut untuk latihan teroris di Thailand.  “Katanya, dia pernah belajar menembak dengan senjata api jenis AK-47 dan belajar cara menggunakan granat ketika berada di Thailand beberapa tahun lalu,” jelasnya. Kepada penyidik ungkap Deden, AF mengaku meski telah pernah belajar menggunakan senjata api maupun bahan peledak, namun ia tak betah berada di Thailand untuk ikut latihan calon teroris karena kerap dipukuli saat ikut latihan. "Karena tak tahan dengan perlakuan keras saat belajar, AF kabur dan kembali ke Indonesia.  Dia memang belum sempat jadi teroris, tapi sudah pernah belajar, “sebut Deden Soemantri.

Itu sebabnya ungkap Deden, karena pernah belajar menggunakan senjata api dan granatlah, sehingga AF tidak canggung lagi ketika melakukanaksi penggranatan mobil dinas Anggota DPRK Bener Meriah, BL 136 Y pada 17 September 2016. Akibat penggranatan itu, tiga penumpangnya meninggal dalam hari yang berbeda. “Karena sudah ada pengalaman itu, sehingga dia diminta kakaknya untuk membantu melemparkan granat ke mobil Anggota DPRK Bener Meriah,”  jelas Deden Soemantri.

Sebelumnya, MODUSACEH.CO, Senin (17/10/2016), sempat memberitakan bahwa AF pernah ke Malaysia melalui Tanjung Balai, Sumatera Utara, sekitar bulan Maret 2012. Di Malaysia, dia bekerja pada salah satu perkebunan sawit. Tak lama kemudian, dia berangkat ke Patani, Thailand. Namun, di negeri gajah putih tersebut, tak jelas apa pekerjaan AF. "Kalau itu saya tidak tahu, yang ada kabar bahwa dia ke Malaysia, untuk bekerja, sama seperti kebanyakan warga Aceh," ujar sumber tadi. Tak berapa lama kemudian,  atau sekitar Juli-Agustus 2012, AF kembali lagi ke Aceh atau Bener Meriah.

Nah, berdasarkan keterangan Kapolres AKBP Deden Soemantri itulah, media ini melakukan pendalaman informasi dari berbagai sumber. Diduga, AF pergi ke Thailand melalui Malaysia, Maret 2012. Saat itu, dia bersama tujuh warga Aceh lainnya, masuk melalui agen tenaga kerja gelap (ilegal) di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Mereka dijanjikan untuk bekerja di perkebunan sawit. Ternyata, sampai di Malaysia, kabarnya mereka di 'jual' oleh agen tadi pada pihak penampung dari Thailand. Namun, tak jelas mereka melakukan pekerjaan apa saja.

Sumber media ini mengungkapkan,  di Thailand, mereka dimasukkan dalam jaringan kelompok bersenjata. Diduga, ada kaitan dengan kelompok ISIS yang bermarkas di Thailand. Itu sebabnya, ketujuh warga Aceh tadi mendapat latihan militer seperti mengunakan senjata api laras panjang dan pendek, termasuk merakit dan mengunakan bom serta bahan peledak lainnya, selama 2 bulan lebih. "Makanya, dia bisa bahasa Thai," ujar sumber yang tidak mau ditulis namanya ini.

Lazimnya latihan militer, selain wajib mempelajari senjata, mereka juga dididik dengan pola keras. Namun, AF bersama seorang temannya mengaku tak tahan sehingga kabur dari pelatihan itu, sekitar bulan Agustus 2012.  Mereka kabur dari Thailand ke Malaysia. Lalu, di negeri jiran ini, AF bertemu dengan warga Aceh dan akhirnya mereka difasilitasi untuk kembali ke Aceh. Sementara, lima warga Aceh lainnya yang bersama AF ke Thailand, hingga kini tak jelas keberadaannya.

Nah, jika dugaan dan pengakuan AF benar, maka jangan heran kalau dia memiliki kemampuan mengunakan senjata dan bahan peledak seperti granat. Itu dibuktikan AF dalam aksinya meledakkan mobil dinas Anggota DPRK Bener Meriah, Mansyur Ismail, di jalan nasional Bireuen-Takengon, kawasan Dusun Menderek, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Santu (17/9 sekira pukul 17:30 WIB.  Bayangkan, AF mampu melakukan itu dengan sangat terlatih. Sambil mengenderai sepeda motor, dia melemparkan granat pada mobil yang sedang melaju dan menarik platuk dengan gigi (mulut). "Ini benar-benar perbuatan orang terlatih, setidaknya pernah mengikuti pelatihan militer," sebut sumber tadi.

Begitupun, saat disinggung soal asal granat, Kapolres Bener Meriah itu menyebutkan, sedang mendalami dari mana tersangka AF mendapatkan bahan peledak tersebut. “Masih kita dalami dan belum bisa disimpulkan dari mana tersangka membeli granat yang dia gunakan untuk meledakkan mobil penuh penumpang tersebut,” kata Kapolres Bener Meriah seperti diwartakan Serambi Indonesia (Rabu, 19/10/2016). Karena itu, tersangka AF yang diduga menjadi eksekutor dalam aksi penggranatan itu, dibidik dengan pasal pembunuhan berencana sehingga terancam hukuman mati atau hukuman seumur hidup.  “Kalau untuk hukumannya, memang nanti setelah ada putusan pengadilan.  Tapi tersangka ini dikenakan pasal pembunuhan berencana yang ancaman hukumannya sangat berat.  Biar menimbulkan efek jera,” ujar Deden Soemantri.

AF berhasil diciduk Tim Gabungan Reskrimum Polda Aceh dan Polres Bener Meriah, dipimpin Wadir Krium Polda Aceh, AKBP Subekti, di Desa Huta Galuh, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Berdagai, Sumatera Utara, Sabtu (15/10/2016) sekira pukul 16.30 WIB. Sebelum membekuk AF, sekira pukul 15.30 WIB tim gabungan lebih dulu mengamankan FM yang juga paman AF.  Nah, dari informasi FM, diketahuilah kemudian AF sedang berada di Desa Hutagaluh Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Berdagai, Provinsi Sumatera Utara.(*)

Sumber: modusaceh.co

Jakarta - Nama Joko Widodo (Jokowi) mulai mencuat ke publik ketika menjabat Wali Kota Solo. Dia dikenal sebagai pejabat daerah yang sederhana sekaligus nasionalis melalui kampanyenya mendukung mobil rakitan putra daerah, Esemka. Kampanye mobil Esemka berhasil membawanya melanjutkan karier politik maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

Popularitas Jokowi semakin melejit melalui kampanye politik blusukan ke lapisan masyarakat paling bawah. Model kampanye ini berhasil menciptakan sosok Jokowi sebagai calon pemimpin yang merakyat dan dipercaya mampu membawa aspirasi masyarakat bawah. Buktinya, model kampanye blusukan Jokowi disambut antusias masyarakat yang dianggap mau terjun membaur dengan masyarakat.

Jokowi tahu betul citranya sebagai pemimpin merakyat terus melejit. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan melanjutkan impian politiknya maju sebagai calon presiden meski masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta belum berakhir.

Perhitungan politik Jokowi tidak meleset. Citra pemimpin merakyat yang dibangunnya mampu menyulap pandangan masyarakat untuk mendukungnya merebut kursi orang nomor satu di negeri ini melalui Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Citra sebagai pemimpin yang merakyat semakin tinggi dengan dibentuknya sejumlah elemen pendukung, sebut saja Relawan Jokowi, Pospera, Jasmev yang gencar menampilkan sosok Jokowi sebagai pemimpin harapan masyarakat.

Bahkan, sejumlah lembaga survei dan pengamat politik ikut menyuarakan dukungan secara tidak langsung kepada Jokowi. Mereka gencar menyosialisasikan sosok positif Jokowi, baik melalui pertemuan langsung secara terbuka maupun opini di media sosial.

Bahkan tiket politik Jokowi untuk memenuhi ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon presiden sudah dikantongi. Persyaratan calon didukung partai politik (parpol) sudah diperoleh Jokowi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hanura serta Partai Persatuan dan Keadilan Indonesia (PKPI).

KPU pada 31 Mei 2014 resmi mengumumkan Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Sementara lawan politiknya, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

Prabowo Subianto-Hatta Rajasa didukung Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Bulan Bintang (PBB). Esoknya, tanggal 1 Juni 2016 KPU kemudian mengumumkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai nomor urut 1 dan Jokowi JK nomor urut 2 melalui proses pengundian nomor urut. Sementara Partai Demokrat lebih memilih tidak mendukung kepada salah satu pasangan calon.

 Resmi ditetapkan sebagai pasangan calon, keduanya saling menyampaikan berbagai visi misi dan janji manis melalui jadwal kampanye yang ditetapkan KPU selaku penyelenggara pilpres. Berikut beberapa janji manis kampanye Jokowi-JK kepada masyarakat:

Tidak menjadi presiden boneka Megawati Soekarnoputri. Namun, publik bisa menilai dari hasil reshuffle Kabinet Kerja jilid I dan II dalam prosesnya, jumlah menteri dari PDIP tidak berkurang.

Menyusun kabinet yang ramping dan diisi oleh profesional atau lebih dikenal koalisi tanpa syarat. Janji ini ternyata tidak sesuai harapan publik, khususnya pada pemilih Jokowi-JK. Politikus partai masih meramaikan komposisi kabinet yang dibentuk Jokowi-JK. Bahkan dalam reshuffle Kabinet Kerja I dan II, kalangan profesional atau luar partai banyak yang tersingkir.

Gemuknya kabinet Jokowi-JK dari kalangan partai semakin bertambah dengan masuknya PAN dan Partai Golkar dalam barisan koalisi pendukung Pemerintahan Jokowi-JK.

Janji berikutnya adalah membeli kembali Indosat dari pihak asing. Memasuki tahun kedua Jokowi-JK dipercaya memimpin bangsa ini, saham Indosat yang dijual kepada pihak asing di era Pemerintahan Megawati Soekarnoputri itu kepemilikannya mayoritas masih dikuasai pihak asing.

Membangun industri maritim dan menyederhanakan regulasi perikanan. Sikap Pemerintahan Jokowi-JK mendengungkan konsep maritim dinilai baru sebatas slogan belaka. Bahkan SBY menilai upaya pemerintah menguatkan sektor maritim baru sebatas retorika. Program pembangunan Pemerintahan Jokowi-JK masih berfokus untuk infrastruktur darat.

Menghentikan impor daging. Kebijakan yang dijalankan Jokowi setelah resmi menjadi Presiden malah sebaliknya. Pemerintahan Jokowi malah mengimpor 27.400 ton daging sapi dengan alasan untuk menstabilkan harga di tingkat pedagang.

Mewujudkan tol laut Aceh-Papua. Tol laut dimaksud adalah menghubungkan antarpulau dengan membuat penghubung antarpelabuhan. Sampai saat ini proses menghubungkan antarpulau masih berlanjut.

Menurunkan pengangguran dengan menciptakan 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun. Sejak tahun 2015 gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di berbagai daerah dan mencakup hampir semua sektor industri. Bahkan pemerintah memastikan 26.000 buruh dari berbagai sektor industri terkena PHK.

Mewujudkan pendidikan seluruh warga negara termasuk anak petani, nelayan, termasuk difabel dan elemen masyarakat lain melalui Kartu Indonesia Pintar. Namun, Jokowi-JK terkesan membiarkan terjadinya penggusuran para nelayan di Jakarta Utara.

Menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran HAM masa lalu. Sampai hari ini dalang pembunuhan aktivis HAM Munir belum terungkap. Aktor pelaku penculikan mahasiswa tahun 1998 belum ditangkap, termasuk kasus pembunuhan massal Talang Sari dan pembantaian di Tajung Priok.

Memperkuat KPK. Perhatian KPK sekarang lebih kepada kasus kecil. Sebaliknya, kasus besar seperti dana talangan Bank Century, BLBI, Sumber Waras dan sebagainya semakin tidak jelas.

Akan berbicara terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Nasib penuntasan kasus dugaan korupsi pemberian Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) yang dikeluarkan pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri sebagaimana tertuang dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2002 dan Tap MPR Nomor 6 dan 10 semakin tidak jelas. Apalagi, ada pernyataan salah satu pimpinan KPK yang memberi isyarat kasus tersebut tutup buku.

Membenahi berbagai persoalan di Ibu Kota Jakarta (seperti kemacetan, banjir, dan lain-lain). Setiap hujan turun sejumlah wilayah DKI Jakarta masih mengalami kebanjiran, seperti kawasan Kemang Jakarta Selatan, Cipinang Melayu Jakarta Timur, Pluit Jakarta Utara dan sejumlah wilayah lainnya. Bahkan, kemacetan semakin memprihatinkan setelah diguyur hujan deras karena timbulnya genangan air di mana-mana.

Pada 22 Juli 2014 KPU mengumumkan dan menetapkan pasangan Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres 2014 dengan perolehan 70.997.833 suara atau 53,15%. Suara itu diperoleh dari 33 provinsi ditambah 130 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) yang tersebar di 96 negara.

Sementara pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa hanya memeroleh 62.576.444 suara atau 46,85 persen. Selisih raihan keduanya mencapai 8.421.389 suara. Total suara sah mencapai 133.574,277 suara atau 98,98%. Jumlah suara tidak sah mencapai 1.379.690 atau 1.02%. Total suara sah dan tidak sah: 134.953.967.

20 Oktober Jokowi bersama JK dilantik oleh MPR sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia ketujuh. Acara pelantikan diikuti dengan pengambilan sumpah jabatannya oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. Saat itu merupakan pidato pertama Jokowi sebagai Presiden.

Berikut sumpah jabatan Jokowi-JK yang diucapkan di bawah Alquran:

Jokowi: Bismillahirrahmanirohim. Demi Allah saya akan memenuhi kewajiban sebagai Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh UUD 1945, menjalankan segala Undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada bangsa dan negara.

JK: Bismillahirrahmanirohim. Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD 1945 dan menjalankan segala Undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa.

Selesai acara pelantikan dan sumpah jabatan Jokowi-JK merayakan kemenangan bersama para pendukungnya melalui kirab budaya. Dalam acara ini, Jokowi diarak menggunakan kereta kencana dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Lapangan Silang Monas untuk menyampaikan pidato keduanya sebagai Presiden dari atas panggung di hadapan para pendukungnya.

Usai menyampaikan pidato, Jokowi bersama JK kemudian menuju Istana Negara. Malam harinya Jokowi bersama JK kembali menuju lapangan Monas sekaligus menutup acara perayaan kemenangan tersebut yang diisi grup band rock dan metal.

Namun bagaimana realisasi dari janji dan sumpah jabatan yang disampaikan Jokowi-JK menjelang dua tahun memimpin atau tepatnya 20 Oktober? Akan diulas melalui berbagai sumber yang memiliki latar belakang profesi, mulai dari tokoh nasional, ahli hukum, ahli pendidikan, pengamat politik, dan sumber dari profesi lainnya termasuk masyarakat. (Sindonews)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.