2016

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

lustrasi
Banda Aceh - Malam tahun baru, Aceh dihentak gempa berkekuatan 4,9 Skala Richter. Gempa itu terjadi pada Sabtu (31/12) pukul 22:01 WIB dengan lokasi di 5.21 LU-94.47 BT atau 102 km Barat Daya Banda Aceh. pusat gempa pada kedalaman 54 km yang dirasakan oleh warga Banda Aceh.

"Saya merasakaan getaran gempa," ungkap Mey warga Banda Aceh di medsos. Hal serupa juga diungkapkan oleh warga Aceh lainnya.

Pada malam yang sama, satu detik sebelum terjadi gempa di Aceh, juga terjadi  gempa di Pulau Nikobar India dengan kekuatan 5,6 SR pada Sabtu (31/12) pukul 22:00 WIB pada koordinat 7.71 LU-91.10  pada kedalaman 10 km.(.netralitas.com)

Muchlisin, warga Desa Kuala Idi, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Foto: Ist
Aceh Timur - Dua terduga penembak Muchlisin (31) warga Gampong Kuala Idi, Kecamatan Idi Rayeuk, Selasa 6 Desember 2016 lalu, telah ditangkap jajaran Polres Aceh Timur, Sabtu (31/12/2016).

Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto kepada Serambinews.com, Sabtu malam menyebutkan, terduga pelaku yang pertama diamankan yakni Wahyudin alias Tgk Agam (43) warga Gampong Seunebok Meuku, Kecamatan Idi Timur, Aceh Timur.

"Tim gabungan Sat Reskrim dan Sat Intelkam mengamankan Wahyudin alias Tgk Agam di rumahnya Sabtu (31/12) pukul 14.00 WIB," kata Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto kepada Serambinews.com, Sabtu malam.

Hasil penggeledahan dari rumah terduga Wahyudin alias Tgk Agam jelas Kapolres, ditemukan sepucuk senpi laras pendek jenis FN merk norico dengan jumlah amunisi 7 butir yang disimpannya di bawah bantal tempat tidur.

Berdasarkan pengakuan terduga Wahyudin alias Tgk Agam, jelas Kapolres, bahwa ia mengakui penembakan terhadap Muchlisin dilakukan bersama Saiful alias Sipon.

Kemudian tim gabungan langsung bergerak ke rumah Saiful alias Sipon di Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

"Pukul 14.45 WIB, Saiful berhasil ditangkap tim gabungan di rumahnya di Gampong Medang Ara, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur. Dari terduga Saiful juga diamankan narkotika jenis sabu-sabu 0,5 gram," jelas AKBP Rudi Purwiyanto. (Serambinews)

Jakarta - Sosok Martunis yang merupakan korban tsunami Aceh 2004 lalu kembali menjadi perbincangan hangat publik. Pasalnya, anak angkat bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo tersebut dikabarkan dibidik klub Indonesia dan Malaysia.

Pemuda 20 tahun sudah kembali ke tanah air setelah menjalani pendidikan di akademi Sporting Lisbon, Portugal. Sejak tiba di Aceh, Martunis mengaku mendapatkan tawaran dari sejumlah klub lokal dan dari Negeri Jiran.

"Ada (klub yang tertarik). Klub Indonesia ada tiga dan klub Malaysia ada dua. Kabar ini diberi tahu oleh manajer saya. Tapi, saya tidak bisa menyebutnya. Yang jelas saya masih menunggu (kabar) dari Sporting dulu," kata Martunis.

""Kontrak saya di Sporting sudah habis bulan enam (Juni 2016) kemarin. Saya berharap masih bisa terus bersama Sporting, karena masih banyak juga kekurangan saya untuk bisa jadi pemain sepakbola profesional," sambungnya.

Martunis pun berharap bisa membela timnas Indonesia di masa depan. Ia sempat mendapatkan kesempatan latihan bersama pelatih Indra Sjafrie saat masih membesut timnas U-19

"Pasti, semua pemain sepakbola dari negara mana saja pasti punya mimpi bermain bersama timnas. Saya belajar di Portugal bersama Sporting, adalah bagian dari kerja keras saya untuk bisa masuk timnas. Semoga ada kesempatan buat saya untuk bisa bermain bersama timnas," tuntasnya (Rimanews)

Banda Aceh – Bencana tsunami telah berlalu 12 tahun, namun kedahsyatan bencana yang dipicu oleh gempa bumi berkekuatan 9,3 SR itu masih melekat dalam ingatan. Setelah peristiwa itu, berbagai bencana lain datang silih berganti, termasuk gempa di Pidie Jaya. Meski demikian  masyarakat harus tetap bersemangat, tidak boleh berputus asa, panik dan paranoid.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Humas Setda Aceh, Frans Dellian, SSTP M Si, saat membacakan sambutan tertulis Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Soedarmo, pada acara Malam Renungan Tsunami dan Penggalangan Dana, Semalam Beramal untuk Ie Mata Pidie Jaya, yang diselenggarakan oleh Kaukus Perempuan Politik Indonesia, di Taman Budaya, Jum'at (30/12/2016) malam.

“Bencana harus menjadi tantangan agar kita senantiasa menjalin kebersamaan dan tampil sebagai manusia yang tangguh dan peduli dengan masalah sosial. Kita mesti merumuskan langkah dan upaya strategis untuk menanggulangi ancaman tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan pengetahuan tentang kebencanaan dan senantiasa waspada menghadapi situasi terburuk,” ujar Frans.

Frans menambahkan, karena letak Aceh yang secara geografis berada di atas sejumlah patahan, maka Pemerintah Aceh beserta instansi terkait, terus meningkatkan upaya penanganan berkelanjutan terhadap potensi bencana di Aceh.

“Pengalaman yang sudah-sudah akan kita jadi sebagai pembelajaran. Karena itu, kita harus terus memperkuat solidaritas dan persaudaraan serta senantiasa mengevaluasi diri dan meningkatkan ibadah kepada Allah,” sambung Frans.

Oleh karena itu, sambung Frans, malam renungan 12 tahun bencana tsunami Aceh yang dilaksanakan oleh KPI ini merupakan refleksi dari tekad seluruh elemen masyarakat Aceh untuk terus memperkuat semangat diri, seraya berdoa kepada Allah agar mampu menghadapi tantangan dan cobaan.

“Sebagai hamba Allah, semua kita tentu tak luput dari berbagai cobaan dan tantangan hidup. Cobaan dan tantangan itu datang silih berganti sebagai sunatullah yang berlaku bagi setiap insan di dunia ini. Kita harus bersabar dan tawakkal,” pesan Frans.

Transisi Darurat Pidie Jaya 90 Hari
Dalam kesempatan tersebut, Frans juga menjelaskan tentang situasi terkini penanganan Pidie Jaya dan sekitarnya pasca gempa. Sebagaimana diketahui, pasca gempa 7 Desember, Plt Gubernur telah menetapkan status Tanggap Darurat selama 14 hari, untuk penanganan gempa Pidie Jaya. 

Sejak berakhir masa tanggup darurat  20 Desember lalu, Pemerintah Aceh melanjutkannya dengan  masa Transisi Darurat untuk menuju proses pemulihan yang berjalan selama 90 hari kerja, dimulai 21 Desember 2016 hingga 20 Maret 2017.

“Terkait penanganan gempa yang baru saja melanda wilayah Pidie Jaya dan sekitarnya, perlu kami sampaikan bahwa upaya evakuasi bagi para korban telah selesai dilaksanakan, sejalan dengan berakhirnya masa tanggap darurat pada 20 Desember lalu. Untuk membantu meringankan penderitaan para korban, Pemerintah Aceh telah menyalurkan berbagai bantuan, termasuk pemberian santunan bagi korban meninggal dan luka-luka,” ungkap Frans.

Mulai Januari, lanjut Frans, Pemerintah juga akan membangun dan merehab beberapa rumah warga dan sarana publik yang rusak. Karena itu kita berharap upaya penggalangan dana untuk korban gempa Pidie Jaya dapat terus berlanjut dan disalurkan melalui jalur yang telah ditentukan.

“Upaya penggalangan dana yang dilakukan KPPI Wilayah Aceh ini  adalah salah satu upaya untuk mendapatkan bantuan bagi penanganan gempa Pidie jaya. Kita berharap pada para donatur dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berkontribusi membantu proses pemulihan yang berjalan,” kata Frans.

Malam pengggalangan dana tersebut diisi dengan pemutaran rekaman video pembacaan puisi berjudul 'Dukamu Duka Kami' oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, yang telah direkam sebelumnya. Puisi tersebut dipersembahkan oleh Soedarmo untuk para korban gempa Pidie Jaya.

Sejumlah politisi terlihat hadir dalam acara tersebut. Hingga acara berakhir, donasi yang dikumpulkan mencapai puluuhan juta rupiah. Ismaniar SE, Ketua KPPI Aceh, dalam sambutannya menjelaskan, bahwa donasi yang terkumpul malam ini akan disalurkan seluruhnya kepada korban Gempa Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen.

“Berapapun yang terkumpul di akhir acara ini akan kita serahkan langsung kepada korban gempa,” tegas Ismaniar.

Selain pertunjukan seni, kegiatan tersebut juga diisi dengan lelang produk kosmetik. Kepala Biro Humas Setda Aceh berhasil menjadi penawar tertinggi untuk paket produk kosmetik La Tulipe.

Mari Wujudkan Pilkada Damai
Sementara itu, menghadapi pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah 2017, yang saat ini telah memasuki beberapa tahapannya. Frans mengajak semua pihak untuk terus mengawal pelaksanaan pemilukada yang aman dan damai.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa pelaksanaan pilkada serentak di Aceh sudah semakin dekat. Oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para aktivis perempuan untuk mari bersama-sama kita mewujudkan pilkada Aceh yang aman, damai, jujur, adil, dan bebas dari intimidasi,” pungkas Frans Dellian.(Rill)

Ilustrasi
Banda Aceh – Asisten III Setda Aceh, Syahrul SE, M.Si, menyebutkan pengaruh globalisasi mendorong banyak pemuda berpikir egois, larut dalam pergaulan bebas, dan terlibat dalam berbagai kejahatan. Karena itu, kata Syahrul, organisasi kepemudaan harus aktif membina para pemuda.

“Pemuda harus tampil sebagai penggerak masyarakat dalam menenangkan setiap isu-isu dan gejolak sosial yang terjadi di lingkungannya,” ujar Syahrul dalam penganugerahan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) 2016 di Amel Convention Hal, Jumat (30/12/2016).

Kepada KNPI, Syahrul berpesan untuk terus membina organisasi kepemudaan itu secara profesional dengan menumbuh kembangkan semangat patriotisme dan nasionalisme melalui berbagai kegiatan pelatihan dan ketrampilan. Dengan demikian, KNPI bisa mendorong semakin banyak pemuda Aceh menjadi pemuda kreatif yang tampil sebagai inspirasi bagi masyarakat.

Syahrul berharap, KNPI Aceh bisa selalu tampil sebagai inspirator bagi hadirnya pemuda di garis depan dalam mendukung pembangunan daerah. Tanpa peran pemuda, kata Syahrul, pembangunan bangsa akan berjalan rapuh dan tidak terawasi dengan baik.

“Jika ada peran pemuda (dalam pembangunan bangsa), dinamika pembangunan pasti berjalan lebih semarak, terarah dan transparan. Hal ini penting, sebab pemuda adalah pemicu bagi gerak cepat pembangunan,” kata Syahrul.

Sementara itu, Jamaluddin, Ketua DPD KNPI Aceh, menyebutkan, sedikitnya KNPI memberikan anugerah dalam lima kategori. Kategori pertama adalah diberikan untuk DPD II Kabupaten dan Kota terbaik di Aceh, kategori selanjutnya adalah usaha binaan KNPI terbaik, anugerah kepada pemuda berprestasi di bidang agama – penghafal Quran –, kategori pemuda ekonomi kreatif dan anugerah kepada pekerja sosial yang berdedikasi membangun bangsa Indonesia.

“Kami memiliki sejumlah kekurangam dan di antara kekurangan itu, kami coba memaknai hidup ini untuk berbagi dengan sesama,” ujar Jamaluddin. Ia menyebutkan, persoalan Aceh adalah persoalan kemiskinan, dan ketidaktersediaan lapangan kerja karena tidak menguasai keterampilan. “Sekarang siapa yang mau berjibaku untuk mencetak genarasi muda yang mandiri.”

KNPI Aceh, kata Jamaluddin telah membina sekitar 1500 pemuda dalam 40 pelatihan dan pembinaan yang mereka lakukan. Sedikitnya, KNPI telah membuka 200 tepat usaha di seluruh Aceh.

“Aceh membutuhkan orang yang bisa mengolah besi tua menjadi emas, bukan menjadikan emas menjadi besi tua. Ayo berbuat demi kemajuan kita bersama. Mari bekerja untuk berbagi dengan semua,” ujar Jamaluddin.

Mereka yang mendapatkan anugerah KNPI 2016 adalah sebagai berikut. DPD KNPI terbaik diraih oleh DPD KNPI Aceh besar. Sementara usaha binaan KNPI terbaik diraih oleh Junaidi, anugerah kepada pemuda berprestasi di bidang agama – penghafal Quran – diraih oleh Fitria Ulfi, kategori pemuda ekonomi kreatif diraih oleh Arzmah dan anugerah kepada pekerja sosial yang berdedikasi membangun bangsa Indonesia Rahmat Maulizar. (Rill)

StatusAceh.Net - Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia atau Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) menggalang dana untuk korban gempa Aceh dan banjir bandang di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.Carmelita Hartoto,  Ketua Umum DPP INSA mengatakan aksi sosial ini merupakan wujud kepedulian DPP dan DPC INSA seluruh Indonesia terhadap sesama yang sedang dilanda musibah.

“DPP dan DPC INSA seluruh Indonesia tergugah dan ikut peduli terhadap saudara-saudara kita yang terkena bencana alam,” katanya.Dana yang berhasil dihimpun dari berbagai perusahaan pelayaran nasional anggota INSA ditingkat DPP dan DPC, telah disalurkan sebesar Rp112,5 juta untuk korban gempa di Aceh dan banjir bandang di Bima.

Dana sosial ini disumbangkan dalam bentuk obat-obatan, alat-alat kesehatan seperti tongkat krat dan kursi roda melalui Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, yang wakili oleh Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto Brigjen dr. Bambang DH, Sp.B, FInaCS., M.Si.

Sekretaris Umum DPP INSA Budhi Halim mengatakan, DPP dan DPC INSA baik pengurus dan anggota INSA turut prihatin dan segera membantu para korban gempa di Aceh dan banjir bandang di Bima.Budhi mengharapkan, bantuan keluarga besar INSA dapat meringankan beban para korban yang mengalami bencana alam di Aceh dan Kota Bima. "Semoga bantuan keluarga besar INSA ini dapat membantu meringankan beban para korban gempa dan banjir bandang khususnya yang terluka dan memerlukan alat bantu seperti tersebut di atas," ungkap Budhi

Direktur Pembinaan Penunjang Medis RSPAD Gatot Soebroto Kolonel Ckm dr. Agung Hermawanto Sp KJ mengatakan bantuan tersebut telah disampaikan langsung kepada korban bencana gempa di Aceh, seperti di Sigli, Pidie Jaya, Bireun, dan Lhokseumawe dan juga bencana banjir bandang di Kota Bima.

Pihaknya sangat mengapreasiasi kepedulian INSA dalam membantu meringankan beban para korban bencana alam, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan didistribusikan secara tepat.“Melalui kerja sama ini, bantuan bisa sampai kepada yang memerlukan dan tepat,"ujarnya.

Darmansyah Tanamas,  Wakil Ketua Umum III DPP INSA menjelaskan, pihaknya sengaja meyalurkan dana bantuan melalui RSPAD Gatot Soebroto karena rumah sakit tersebut merupakan salah satu institusi yang ditugaskan untuk menangani langsung korban bencana alam baik di Aceh maupun di Kota Bima.

Tim dokter dari RSPAD Gatot Soebroto yang dibentuk dan ditugaskan di lokasi bencana, katanya, telah mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan oleh para korban bencana alam.Selain kebutuhan sandang dan pangan, bantuan obat-obatan dan alat kesehatan juga sangat diperlukan bagi para korban dan pengungsi pasca gempa Aceh, sedangkan korban dan pengungsi pasca banjir bandang di Kota Bima lebih membutuhkan bantuan obat-obatan, terutama untuk anak-anak, dan ibu-ibu.

“Kami juga masih melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Tim Dokter dan Kesehatan RSPAD sekiranya masih ada tambahan obat-obatan dan alat kesehatan yang dibutuhkan para korban bencana alam di Aceh dan Bima. Diharapkan bantuan bisa berguna dan bermanfaat bagi para korban. Kami juga berharap Aceh dan Bima dapat segera pulih,” pungkasnya.(jpnn)

Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Mapolda Aceh, Jumat (30/12)
BANDA ACEH - Masih cukup lekat di ingatan kita pada pengujung tahun lalu, tepatnya Senin 28 Desember 2015, Din Minimi, pria paling diburu polisi sejak akhir 2014 menyerah melalui Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) saat itu.

Ia bersama pengikutnya mengakhiri ‘petualangan’ sekaligus menyerahkan senjata dan kembali ke tengah-tengah masyarakat.

Pria bernama lengkap Nurdin Ismail, berikut dengan anggotanya, paling getol dicari polisi kala itu, karena disebut-sebut sebagai kelompok bersenjata yang melakukan sejumlah tindakan kriminal dengan catatan dan laporan polisi.

Namun, Din Minimi sendiri dalam sejumlah keterangannya kepada media selalu berkelit. Ia mengaku tak pernah melakukan tindak kriminal. Dirinya bersama anggota angkat senjata dan naik gunung karena ingin berjuang menuntut keadilan.

Din Minimi dan pasukan bergerilya, menuntut pemerintah memperhatikan kehidupan mantan kombatan GAM, memperhatikan kelangsungan pendidikan bagi anak yatim, janda korban konflik yang kehidupan mereka sangat memprihatinkan.

Namun, aparat keamanan tentu punya cukup alasan sehingga terus memburu Din Minimi. Bahkan Din Minimi juga disebut sebagai pelaku utama pembunuhan dua angggota Kodim Aceh Utara, Senin 23 Maret 2015 di Nisam, Aceh Utara.

Saat itu, sejumlah anggotanya berhasil diciduk. Catatan Serambi,polisi berhasil meringkus 28 pengikut Din Minimi, dan enam orang di antaranya meninggal dunia.

Polisi kala itu juga menyita lebih kurang 30 pucuk senjata, 4.654 butir amunisi, dan sejumlah benda lainnya. Din Minimi sendiri kembali kepada masyarakat, ia menyerahkan diri melalui Kepala BIN.

Pria Desa Ladang Baro, Kecamatan Julok, Aceh Timur itu kemudian dijanjikan amnesti oleh Bang Yos, pangglilan akrab Letjen TNI (Purn) Sutiyoso. Inilah yang kemudian memunculkan kontroversi berkepanjangan.

Kini, sudah setahun status Din Minimi mengambang. Amnesti yang ia harapkan tak kunjung diberi pemerintah. Din Minimi sendiri tak pernah goyah, ia yakin Pemerintah Pusat akan mengabulkan permintaan dirinya bersama anggota.

Status DPO

Lalu, bagaimana statusnya di kepolisian? Apakah statusnya sebagai DPO dihapus?

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Mapolda Aceh, Jumat (30/12) saat ditanya soal status Din Minimi mengatakan, pihaknya belum menghapus atau mencabut semua laporan kejahatan yang dilakukan Din Minimi dan anggotanya.

“Untuk Din Minimi ada 12 LP (Laporan Polisi), sampai saat ini belum dicabut. Kalau memang permintaan amnesti Din Minimi itu nanti ditolak, kita akan melakukan langkah-langkah penegakan hukum,” tegas Rio.

Saat ini, lanjut Kapolda Aceh, pihaknya masih menunggu hal tersebut. Namun, polisi tetap berkoordinasi dan memantau Din Minimi. “Koordinasi kami hanya sebatas mengetahui di mana posisi dia. Kita tahu kadang dia ada Pidie, di Banda Aceh,” ujar Kapolda.

Bahkan, sambung Jenderal Rio, ia sendiri sempat bertemu dengan Din Minimi pada salah satu acara di Banda Aceh beberapa waktu lalu.

Malah (kemarin) foto-foto dengan saya, ada yang foto kan waktu serah terima jabatan Pangdam di lapangan tenis. Saya juga berguyon sama dia, saya bilang ‘kamu kok susah kali dicari’. Jadi saat ini kita memang nggak bisa melakukan apa-apa, karena dia masih meminta amnesti, jadi mohon dimaklumi hal ini,” ujar Irjen Pol Rio S Djambak.
Din minimi dan kelompoknya bersama kepala BIN sutiyoso 

Gelar kasus

Kemarin, Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak bersama Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Bambang Soetjahyo menggelar konferesni pers akhir tahun di Banda Aceh.

Pada kesempatan itu Kapolda Aceh memaparkan sejumlah kasus yang ditangani pihaknya pada 2016, seperti narkoba, tipikor, kriminal umum, dan sejumlah kasus lainnya.

Amatan Serambi, salah satu kasus yang meningkat dan berhasil diungkap polisi sepanjang tahun 2016 adalah kasus narkoba yang ditangani sebanyak 1.441 kasus. Sementara pada tahun 2015 sebanyak 1.170 kasus. “Itu artinya meningkat sebanyak 271 kasus. Kasusnya macam-macam, ada ganja, sabu, dan juga ekstasi,” ujar Kapolda Aceh.

Barang bukti yang berhasil disita meliputi ganja sebanyak 13.209 kg (13,2 ton), sabu 77.681 gram, dan ekstasi 113 butir. Untuk tahun 2017, Polda Aceh akan fokus mengungkap sindikat dan juga pemodal, karena selama ini yang ditangkap lebih kepada pemakai, kurir, dan juga petani ganja.

“Kita komit untuk memberantas narkoba, kita juga terus bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh,” sebutnya.

Dalam gelar kasus kemarin, Kapolda Aceh juga memaparkan sejumlah program Polda Aceh yang selama ini berhasil dilakukan bersama masyarakat.(serambiindonesia)

Mobil yang dibakar massa
IDI - Diduga maling ternak, Tiga pria separuh baya babak belur dihajar massa,bukan itu saja sebanyak dua unit mobil hangus dibakar di kawasan Gampong Matang Rayeuk SMK Kecamatan Idi Timur, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (31/12/2016) dini hari sekira pukul 2.45 WIB.

Saat ini, ketiga pria itu sudah dirawat di RSUD dr Zubir Mahmud Idi. Adapun tiga pria diduga maling itu adalah berinisial, AZH (35) warga Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Selanjutnya berinisial ZLF (37) warga Keutapang Areh Kabaupaten Pidie, MBW (32), warga Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya.

Sementara dua unit mobil dibakar massa yakni mobil Xenia warna hitam bernomor polisi B 1573 TRC dan mobil truk Colt warna kuning BL 8782 Z. Informasi dihimpun GoAceh, kejadian itu bermula, tadi malam warga curiga melihat mobil Xenia melintas bolak balik di daerah itu. 

Lalu warga menyetop serta memeriksa mobil Xenia tersebut. Ketika warga menanyakan tujuan kepada penumpang dan sopir Xenia, mereka memberikan keterangan berbelit dan tidak dapat menunjukkan kartu indentitas KTP.

Warga langsung menggeledah mobil dan pengemudinya, serta warga memanggil sejumlah warga lainnya untuk datang ke mobil Avanza ini. Dari interogasi warga terungkap ada rekannya sedang menunggu di mobil lain (truk). Lalu, warga memintanya menelepon dua rekannya untuk datang ke situ.

Lalu, pukul 02.50 WIB, karena rekannya tidak mau menjemput, akhirnya warga mengambil inisiatif dengan membawa pengendara Avanza ini untuk menjemput dua rekannya yang sedang menunggu di truk.

Kemudian, pada pukul 03.00 WIB, tiga pria terduga maling ternak tersebut dibawa ke lapangan bola kaki Gampong Matang Rayeuk SMK. Karena selama ini banyak kehilangan hewan ternak, massa tersulut emosinya sehingga tiga pria dihajar ramai-ramai sambil meneriakkan maling. Massa juga membakar mobil Xenia dan truk Colt.

Mendapat informasi personel kepolsian dari Polsek Idi Rayeuk dan Polres Aceh Timur langsung menuju lokasi guna mengamankan lokasi kejadian. Kini kasus tersebut telah ditangani oleh kepolisian setempat untuk penyeledikan lebih lanjut.(goaceh)


Suasana saat panen di lahan sengketa bungkah  

BUNGKAH - Karena telah menebar informasi berita fitnah yang menuding pihak polisi bersama LSM Coperlink telah mengawal aktifitas pencurian padi di lahan garap bersengketa Desa Paloh Mee Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, Jumat (30/12) kemarin, akhirnya Nasir Cs warga Keude Bungkah dilaporkan ke Polres Lhokseumawe.

Berdasarkan surat tanda bukti lapor polisi nomor LP /  529 / XII / 2016 / Aceh / Res Lsm pada 27 Desember 2016, Ketum BPP Coperlink Junaidi Siahaan, ST  telah melaporkan Nasir Cs atas kasus penipuan dan pencemaran nama baik.

Ketum BPP Coperlink Junaidi Siahaan, ST mengatakan  Nasir cs warga Keude Bungkah selaku penggarap lahan sawah di Desa Paloh Mee pada 5 Desember 2016 menuding pihak polisi memberi pengawalan untuk aktifitas pencurian padi di lahan sengketa setempat.

Nasir juga menebarkan berita bohong itu dengan menjadi nara sumber sejumlah media elektronik untuk mencemarkan nama baik institusi polisi dan LSM Coperlink seakan-akan bekerjasama melakukan pencurian padi milik petani di lahan garap bersengeketa di Desa Paloh Awe.


Junaidi membantah tuduhan tersebut, lantaran saat itu, sedang dilakukan pengamanan dilokasi lahan garap yang sedang bersengketa antara penggarap dengan pemilik lahan yang sah yang akan mengambil kembali lahan tersebut.


Sehingga kehadiran polisi yang bertujuan memberi pengamanan dan pencegahan agar tidak terjadi konflik kontak fisik yang berhujung timbul pertumpahan darah antara kedua belah pihak.


Sedangkan padi hasil panen sebanyak 31 karung bukan dicuri, tapi diangkut dari lahan pemilik lahan yang sah melalui kuasa hukumnya Lsm Coperlink untuk dipindahkan kemudian diserahkan secara resmi kepada Ketua Pemuda Keude Bungkah Saifuddin.

Bahkan ketika diserah terimakan  itu juga dilakukan secara tertulis yang ditandatangani sendiri oleh Saifuddin dengan tujuan untuk mengembalikan 31 karung padi itu kepada pemiliknya yang merupakan para petani lahan garap dari Keude Bungkah. Namun Nasir

 “ Kami tidak bisa menerima penipuan dan pencemaran nama baik yang dilakukan Nasir cs yang menuding polisi  kawal lsm mencuri padi petani. Padahal, untuk mengosongkan lahan garap milik Ridwan, lalu kami kembalikan melalui perangkat desa. Sampai saat ini saya masih menyimpan surat serah terima 31 karung padi milik petani lahan garap kepada ketua pemuda setempat,” tuturnya.

Junaidi meminta pihak kepolisian segera menindak Nasir Cs atas perbuatannya melakukan penipuan dan pencemaran nama baik  serta mengajak para petani untuk menggarap lahan sawah milik Ridwan tanpa seizinnya sejak 1998.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S. Ik, MH melalui Kasat Reskrim AKP Yasir yang dikonfirmasi kemarin, membenarkan pihak polisi sudah menerima laporan pengaduan LSM Coperlink terhadap Nasir Cs yang melakukan penipuan dan pencemaran nama baik polisi  dengan tuduhan kawal LSM Coperlink mencuri padi petani.

“ Laporannya sudah kita terima dan akan kita tindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku. Karena semua masyarakat tanpa ada perbedaan, berhak mendapatkan dan memperoleh keadilan dimata hukum,” tegasnya.

Sedangkan terkait kasus sengketa lahan garap di Desa Paloh Awe antara para pengarap dan pemilik tanah yang sah akan terus berlanjut secara hukum yang berlaku. Namun tetap saja dalam kasus ini polisi berpegang pada kekuatan hukum bahwa Ridwan mengantongi sertifikat sah secara hukum sebagai pemilik lahan yang selama ini digarap oleh warga keude Bungkah.(Red/ZA)  

Ilustrasi Ganja
StatusAceh.Net - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengungkap, kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang atau narkoba di provinsi paling barat Indonesia itu meningkat.

Kepala Polda Aceh, Inspektur Jenderal Polisi Rio S Djambak, di Banda Aceh, Jumat, menyatakan, "Pada 2015 sebanyak 1.170 kasus, dan meningkat menjadi 1.441 kasus pada 2016." Dari 1.441 kasus itu, tersangkanya 1.940 orang, terdiri 1.898 laki-laki dan 46 perempuan.

Dari sisi pekerjaan tersangka, kata dia, 114 pelajar, 94 mahasiswa, 45 pegawai negeri sipil, 15 polisi, 221 orang swasta, 861 orang wiraswasta, 235 petani, 78 nelayan, 82 pedagang, 48 sopir, 29 ibu rumah tangga, dan lainnya 71 orang.

"Kasus narkoba prioritas kami. Siapa pun pelakunya ditindak tegas, termasuk bila pelakunya polisi. Untuk tahun ini saja ada 15 polisi yang ditindak karena terlibat narkoba," kata Djambak.

Mengenai barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba di Serambi Mekkah itu, dia menyebutkan terdiri 13,2 ton ganja, 77,68 kilogram lebih sabu-sabu, dan 113 butir ekstasi. Polda Aceh juga memusnahkan 487 Hektare ladang dengan jumlah mencapai tiga juta lebih batang ganja.(Antara)

F Rozi Calon Bupati Aceh UtaraNoor Urut 4, Foto serambinews.com
Aceh Utara - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara periode 2017-2022 ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara.

Informasi yang dihimpun AJNN, dari seluruh pasangan calon, kandidat nomor urut 4, Fakhrurrazi H.Cut menempati posisi teratas daftar kekayaan yang mencapai Rp 22,9 miliar, Sedangkan wakilnya Mukhtar Daud dengan harta senilai Rp 3,8 miliar.

Kedua terbanyak diikuti oleh pasangan nomor urut 2, M. Nasir dengan kekayaan Rp 9,4 miliar dan wakilnya T. Muttaqin Rp 5,4 miliar. Peringkat ketiga ditempati pasangan cabup-cawabup nomor urut 1 Muhammad Thaib (Cek Mad) memiliki harta kekayaan sebesar Rp 3,4 miliar, sedangkan wakilnya Fauzi Yusuf senilai Rp 1,9 miliar.

Terakhir, cabup nomor urut 3, Syamsuddin Jalil atau Ayah Panton memiliki jumlah kekayaan sebesar Rp 3,3 miliar dan wakilnya Muhammad Jamil Rp 3,2 miliar.

Ketua Pokja Pencalonan KIP Aceh Utara Ayi Jufridar kepada AJNN, Jumat, (30/12), mengaku jika pihaknya telah menerima LHKPN para cabup-wabup dari KPK.

"Itu merupakan salah satu dari tahapan pencalonan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas para calon kepala daerah kepada publik," ujarnya.

Informasi tersebut, kata Ayi, baru akan diumumkan ke masyarakat luas minggu depan.

"Sebagai bagian dari tahapan Pilkada, maka informasi terkait harta kekayaan para kandidat akan kita umumkan secara resmi minggu depan," ucapnya.(Sumber: AJNN.Net)

Jakarta - Polda Metro Jaya merilis pelaku perampokan di Pulomas, Ridwan Sitorus alias Ius Pane sebagai daftar pencarian orang (DPO).

"Jangan pernah menangkap buronan ini sendirian. Jika memiliki informasi keberadaan buronan ini, tolong hubungi nomor 092299911996," tulis selebaran yang beredar di kalangan wartawan.

Perampokan terjadi di rumah almarhum Dodi Triono, Jalan Pulomas Utara No. 7A Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (26/12). Aksi perampokan ditengarai dilakukan oleh empat orang dan menewaskan 6 orang, usai disekap di dalam kamar mandi berukuran 2x1 meter.

Ius Pane merupakan pria kelahiran Medan, 11 Novomber 1971, dengan mempunyai ciri fisik, kulit sawo matang, terdapat bekas luka di pipi, berambut hitam.

Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan, Ius merupakan orang kedua setelah Ramlan Butarbutar dalam perampokan di Pulomas. Saat melakukan aksinya di Pulomas, Ius dalam rekaman CCTV rumah Dodi, nampak melakukan penganiayaan terhadap Dona (16), yang tewas dalam kamar mandi. (Rimanews)

Suyanti Sutrisno, 19, TKW asal Indonesia dianiaya majikannya di Malaysia. Sang majikan dalam pengadilan hari Jumat (30/12/2016), didakwa melakukan percobaan pembunuhan. Foto / The Star
StatusAceh.Net - Tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia, Suyanti Sutrisno, 19, ternyata tidak hanya dianiaya oleh majikannya di Malaysia. Suyanti diketahui juga hendak dibunuh sang majikan.

Majikan Suyanti, Datin Rozita Mohamad Ali, 43—wanita asal Malaysia—didakwa melakukan percobaan pembunuhan dalam sebuah sidang awal, Jumat (30/12/2016), seperti dikutip The Star.

Datin tiba di pengadilan mengenakan gaun hitam, jilbab hitam dan kacamata hitam. Dakwaan dibacakan kepadanya di depan hakim pengadilan, Mohamad Kamil Nizam.

Dalam nota dakwaan, Datin diduga mencoba membunuh Suyanti menggunakan pisau dapur, gantungan baju, alat pengepel dari baja dan payung. Upaya pembunuhan itu menyebabkan beberapa luka-luka di kepala, tangan, kaki dan organ internal korban.

Penganiayaan terhadap Suyanti terjadi antara pukul 07.00-12.00 pada 21 Desember di sebuah rumah di Mutiara Damansara, Malaysia. Datin didakwa dengan berdasarkan Pasal 307 KUHP Malaysia tentang upaya pembunuhan.

Pengacara Datin, Rosal Azimin Ahmad, memohon pembebasan kliennya dengan jaminan sebesar RM5 ribu. Alasannya, Datin memiliki riwayat penyakit asma dan dalam kondisi menganggur.

Hakim Mohamad Kamil menentikan besaran jaminan RM20 ribu dan memerintahkan penyitaan paspor Datin.

Suyanti mengklaim bahwa dia telah bekerja untuk majikannya selama dua minggu. ”Saya ditampar, dipukul setiap hari dan disebut binatang. Saya takut hidup saya terancam,” katanya beberapa waktu lalu di sebuah rumah sakit di Malaysia.

Suyanti yang merupakan TKW asal Medan, mengaku tidak diizinkan untuk mandi oleh majikannya. Dia hanya diizinkan untuk makan sekali dalam sehari. ”Saya berharap bahwa majikan saya akan mengubah cara dia suatu hari nanti,” ujarnya.

TKW Indonesia ini berada dalam perlindungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Suyanti akan tetap dalam penampungan KBRI hingga kasus ini dituntaskan. (Sindonews)

truk muatan mercon. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya
Banda Aceh - Menjelang pergantian tahun baru masehi 2017, ribuan mercon dan petasan disita polisi syariat di sejumlah toko di Kota Banda Aceh. Penyitaan ini berdasarkan himbauan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banda Aceh melarang perayaan tahun baru masehi dan himbauan yang dikeluarkan oleh pelaksana tugas Wali Kota Banda Aceh.

Dalam himbauan itu, pedagang agar tidak menjual mercon, petasan, kembang api dan sejenisnya. Kepala Seksi Penegakan Peraturan Undang-Undang, Polisi Syariat Kota Banda Aceh, Evendi A Latif mengatakan, sejak dua hari terakhir ini telah menyita 12 kotak besar berisi mercon atau petasan di Banda Aceh.

"Ada tiga toko kami sita di Banda Aceh, jumlahnya kita perkirakan ada ribuan mercon kecil dan besar," kata Evendi A Latif di Banda Aceh, Jumat (30/12).

Dia mengatakan, penyitaan mercon ini saat petugas melakukan patroli sambil mensosialisasi larangan perayaan tahun baru dan larangan menjual petasan. Saat itu, petugas menerima informasi ada yang menjual petasan di salah satu toko.

Saat diperiksa, di lantai pertama memang tidak ditemukan petasan atau mercon. Lantas petugas langsung memeriksa di lantai dua toko tersebut, dan menemukan mercon masih dalam kotak.

"Kita sita mercon, kita bawa ke kantor kita simpan sementara," ujar dia.

Menurut dia, kebanyakan mercon atau petasan itu barang lama yang masih tersisa di toko tersebut. Akan tetapi, petugas mengambil dan menyimpan di kantor Polisi Syariat Banda Aceh untuk mengantisipasi agar tidak dipergunakan saat pergantian tahun baru 2017.

"Setelah pergantian tahun, kita kembalikan pada pemiliknya semua mercon itu," imbuhnya.

Untuk pemilik barang, sebut Evendi, hanya diberikan peringatan dan pembinaan di lapangan. Petugas meminta kepada pemilik toko untuk membuat surat perjanjian agar tidak lagi menjual mercon, petasan atau barang sejenisnya di Banda Aceh jelang pergantian tahun baru masehi.(Merdeka.com)

StatusAceh.Net - Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Aceh (P3KA) melaksanakan Dialog Pilkada Damai dan Berkualitas di Cut Nun Coffee - Pango Kamis tanggal 29 Desember 2016. Dialog Pilkada Damai dan Berkualitas tersebut mengambil tema “Wujudkan Pilkada Damai dan Berkualitas di Aceh”. 

Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Kurniawan S, S.H., LL.M (Direktur Eksekutif P3KA) serta menghadirkan 5 Narasumber yaitu diantaranya dari KESBANGPOL Aceh (Saidan Nafi) yang diwakili oleh Kahar Muzakkir (Kabid. Politik Kemasyarakatan), Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh (Ridwan Hadi, S.H) yang diwakili oleh Nasruddin Hasan (Kabag Program, Organisasi, data dan SDM), Wartawan Senior (Yarmen Dinamika), Akademisi FISIPOL Unsyiah dan Pengamat Politik (DR. Effendi Hasan, MA), dan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh. Namun Perwakilan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh berhalangan hadir berhubung para komisioner sedang mengikuti Rapat Koordinasi. 

Ketua Pelaksana kegiatan, Ibnu Fajar yang juga staff P3KA menyebutkan bahwa Dialog Pilkada Damai tersebut merupakan wujud nyata komitmen serta kontribusi P3KA dalam upaya mendorong terselenggaranya Pilkada di Aceh secara Damai dan Berkualitas dengan melibatkan berbagai komponen seperti perwakilan OKP dan Ormas di Aceh, Para Perwakilan BEM di Unsyiah dan para perwakilan BEM di UIN Ar- Raniry serta beberapa lembaga riset yang ada di Aceh.

Terkait dengan proses pelaksanaan Pilkada di Aceh yang akan berlangsung tanggal 12 Februari 2016, Nasruddin Hasan mengatakan bahwa KIP Aceh menghadapi berbagai tantangan berat dalam upaya mewujudkan terlaksananya Pilkada Aceh yang damai dan berkualitas. Selain itu secara bersamaan juga terdapat beberapa peluang strategis yang dapat diisi termasuk dengan pelibatan dan dukungan semua komponen di Aceh guna mendorong terwujudkan Pilkada Aceh yang damai dan berkualitas sehingga dapat terpilihnya pemimpin daerah yang aspiratif,  mencintai serta dicintai oleh rakyatnya. Karenanya, KIP Aceh berharap di masa waktu yang tersisa menjelang pelaksanaan Pilkada tanggal 15 Februari 2017 kiranya berbagai komponen di Aceh termasuk para akademisi, partai politik, media, serta OKP dan Ormas yang ada di Aceh dapat turut ambil bagian dalam mewujudkan pelaksanaan Pilkada di Aceh yang damai dan berkualitas.  

Dalam kesempatan yang sama, Kahar Muzakkir menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh melalui Badan Kesbangpol Aceh selama ini telah berupaya keras melakukan stabilisasi situasi politik terkait Pilkada yang mulai memanas di level akar rumput dengan bekerjasama dengan berbagai para pengambil kebijakan. Terciptanya stabilitas politik yang terkendali secar baik merupakan modal utama bagi terwujudnya pelaksanaan Pilkada yang berkualitas di Aceh, tegas Kahar Muakkir. Beliau Kahar Muzakkir juga mengajak seluruh komponen yang ada di Aceh termasuk Partai Politik dan Pasangan Calon serta seluruh pendukung pasangan Calon kepala daerah untuk saling berkampanye secara damai serta saling mengembangkan sikap saling tolerasi.  

Wartawan Senior, Yarmen Dinamika yang juga diundang sebagai narasumber menyampaikan bahwa keberadaan Media memainkan peranan sangat penting dan strategis dalam mendorong percepatan terwujudnya pelaksanaan Pilkada yang damai dan berkualitas di Aceh. Melalui fungsi kontrol sosial dan fungsi edukasi yang dimiliki oleh Media sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Pers telah menempatkan Media sebagai salah satu ujung tombak dalam mempererat persatuan dan kesatuan diantara para pasangan calon kepala daerah yang sedang bersanding maupun diantara para pendukung Pasangan Calon dalam Pilkada Aceh 2017.   (Rill)

Bunyi spanduk yang dipajang oleh warga di desa di kabupaten Ponorogo, Jawa TImur. (FOTO:liputanindonesianews.com
StatusAceh.Net - Direktur Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mempertanyakan mengapa politik uang masih begitu tumbuh subur mewarnai demokrasi tanah air. Hal ini terjadi ditengah keharmonisan Islam dan demokrasi.

"Politik uang masih menjadi virus mematikan substansi demokrasi, yang tumbuh subur seperti yang kita jalankan sekarang," ujar Titi di Kantor PP Muhammdiyah, Jakarta, hari ini.

Titi mengatakan jika dikaitkan dengan politik uang, maka kelompok marjinal dan termarjinalkan adalah yang paling disasar oleh politik uang.

Kelompok marjinal atau kelompok yang termarjinalkan dikondisikan untuk permisif terhadap politik uang dan dipaksa memiliki ketergantungan dengan politik uang.

Dia memberikan contoh ada koruptor APBD yang bisa kembali memenangkan pilkada di satu daerah.

Karena dicitrakan di mata publik sebagai sosok yang dermawan, paling memiliki jiwa sosial di tengah ketidakhadiran negara kepada kaum marjinal dan termarjinalkan. Koruptor ini bisa mengambil simpati masyarakat sehingga terpilih kembali.

"Padahal dia sendiri representasi negara, dia tidak melayani publik sebagai kepala daerah, sehingga warga gamang dan putus asa. Kemudian ia hadir sebagai orang yang menawarkan uang, meskipun jumlahnya tidak seberapa," kata dia.

Lanjut Titi, mereka pun terbuai dengan uang dan stigma yang dibuat si kepala daerah yang menggambarkan dirinya sebagai korban kasus korupsi atau dikriminalisasi. Image ini yang kembali dijual saat ia berkampanye mempertahankan kursi kepala daerah.

"Mereka-mereka ini dianggap sebagai sinterklas di tengah hari bolong. Ketika mereka dicokok oleh penegak hukum, image yang mereka bangun adalah sebagai korban, kriminalisasi, itu yg mereka bawa ketika masuk lagi pilkada, jadi bahan jualan," tuturnya.

Selain itu, Titi menuturkan, kelompok marjinal dan termarjinalkan ini tidak hanya tersingkir dari segi ekonomi, tapi juga sisi politik. Banyak ditemukan warga marjinal yang belum memiliki E-KTP sehingga mereka kesulitan memberikan suara di Pilkada.

"Kalau mereka tidak di fasilitasi, maka mereka kehilangan hak pilihnya. Mereka tidak punya akses kependudukan, padahal sudah tinggal bertahun-tahun. Mereka akan termajinalkan secara ekonomi dan politik," tandasnya. (Rimanews.com)

-Gempa di Pidie Jaya, Aceh 7 Desember 2016 lalu, (Foto: ARIFUL USMAN/RAKYAT ACEH/JawaPos.com)
StatusAceh.Net - Sepanjang 2016, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 5.578 gempa bumi mengguncang Indonesia.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kalau dirata-ratakan dari 5.578 gempa bumi itu, setiap bulannya terdapat 460 gempa.

"Jadi rata-rata masyarakat Indonesia setiap bulannya merasakan gempa bumi 460 kali," ujar Sutopo di Kantor BNPB, Jalan Raya Pramuka, Jakarta, Kamis (29/12).

Sementara, berdasarkan kekuatannya, terdapat 181 kali gempa di atas 5 SR, 10 kali gempa dengan kekuatan 6-6,9 SR dan satu kali  gempa berkekuatan 7,8 SR.

Sementara gempa yang menimbulkan kerusakan terdapat 12 kali. Adapun sebaran gempa itu di antaranya:

1. Gempa 5,5 SR di Ambalau, Buru Selatan, Maluku Utara (17/1), di mana satu meninggal dunia, 329 rumah rusak. 

2. Gempa 6,5 SR di Pesisir Selatan (2/6), di mana 1 medinggal dunia, 18 luka, 114 rusak berat, 612 rusak sedang, dan 1.905 rusang berat.

3. Gempa 6,5 SR di Pidie Jaya (7/12), di mana. 103 meninggal dunia, 267 luka berat, 127 luka ringan, 91.267 mengungsi, 2.357 rusak berat, 5.291 rusak sedang dan, 4.184 rusak ringan.

"Kejadian gempa magnitude 7,8 dan tsunami kecil pada (2/3) di Mentawai memberikan pembelajaran bahwa peringatan dini sudah berjalan dengan baik," katanya.

Kemudian, tutur Sutopo, masalah kebakaran hutan dan lahan selama 2016 dapat dikendalikan dengan baik.

Pencegahan yang dilakukan serius oleh pemerintah dan pemerintah daerah (pemda) telah menyebabkan jumlah hotspot menurun 80 persen dibandingkan tahun 2015.

"Tidak ada daerah di Sumatera dan Kalimantan yang tertutup asap pekat seperti halnya tahun 2015," pungkasnya.(Jawapos.com/JPG)

Foto: acehtrend.co
Idi- Anggota Satuan Intelkan Polres Aceh Timur, Rsbu (28/12/2016) sekitar pukul 18.00 WIB mengamankan satu pucuk senpi laras panjang jenis AK – 47, 1 Magazen dan 18 butir amunisi di Gampong Blang Mideun Kec. Julok Kab. Aceh Timur.

Informasi yang dihimpun aceHTrend, penemuan tersebut berawal dari interogasi pelaku kasus penembakan Alat Berat Buldoser milik PT. Meuligo di Gampong Mane Rampak Kec. Julok Kab. Atim pada Rabu (21/12/2016) sekira pukul 08.30 wib.

Hasil interogasi, pelaku mengakui menembak alat berat tersebut dan menyimpan senpi di rumah orang tua Zubir alias rambo (30) warga Gampong Blang Mideun, Kec. Julok kab. Atim.
Mengetahui hal tersebut anggota gabungan opsnal Polres  Atim melakukan pencarian.

Menurut keterangan pelaku, Senjata api tersebut milik Azhar alias bahar (31) swasta, Desa Ladang Baroe Kec. Julok Kab. Atim. Bahar adalah adik kandung Nurdin Ismail alias Din Minimi yang merupakan mantan anggota Din Minimi yang saat ini menunggu amnesti dari Pemerintah Pusat.(*)
Sumber: acehtrend.co

emusnahan kebun sawit ilegal yang masuk kawasan KEL di Aceh Tamiang, Aceh. Kawasan ini akan dikembalikan fungsinya sebagai hutan lindung. Foto: Junaidi Hanafiah
StatusAceh.Net - Imum Mukim atau pimpinan adat di Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Pidie, Aceh, meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencabut izin Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Aceh Nusa Indrapuri. Alasannya, perusahaan tersebut banyak menimbulkan masalah bagi masyarakat, terutama menghadirkan konflik tata batas lahan.

“Sejak izin HTI dikeluarkan, konflik batas kawasan dengan masyarakat selalu terjadi. Ini  sangat mengganggu masyarakat di 21 Mukim di Kabupaten Aceh Besar,” ujar Imum Mukim Siem, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Asnawi Zainun, baru-baru ini.

Asnawi mengatakan, para mukim di Aceh Besar melihat pengelolaan hutan oleh perusahaan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat adat. Justru merugikan. “Pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal (adat) terbukti mampu menjaga dan mempertahankan kawasan hutan dari kehancuran.”

Tiga Imum Mukim di Kabupaten Pidie juga mengharapkan hal yang sama, meminta KLHK mencabut izin PT. Aceh Nusa Indrapuri. Selanjutnya, menyerahkan pengelolaan kawasan hutan tersebut kepada Mukim atau menjadikannya hutan adat.

“Kami meminta KLHK mencabut izin HTI PT. Aceh Nusa Indrapuri dan mengembalikan pengolaannya kepada masyarakat adat. Perangkat desa di tiga mukim juga sepakat, mendesak KLHK mencabut izin perusahaan ini,” papar Ketua Majelis Mukim Pidie, Zamah Sari.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pidie Syarkawi memaparkan, ketimbang mempertahankan perusahaan, warga justru lebih membutuhkan lahan untuk meningkatkan produksi pertanian. Pemerintah Kabupaten Pidie pun mendukung pencabutan izin HTI PT. Aceh Nusa Indrapuri untuk dikelola masyarakat adat.

“Pada 21 Oktober 2016 Pemerintah Kabupaten Pidie sudah mengirimkan Surat Nomor 140/6521 kepada Menteri LHK, perihal Permohonan Pelepasan Kawasan Hutan dari Konsesi HTI PT. Aceh Nusa Indrapuri.”

Selain Pemerintah Kabupaten Pidie, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie juga mengeluarkan surat dukungan terhadap pelepasan kawasan itu. Surat bernomor 170/269/2016 tanggal 5 Desember 2016  telah dikirimkan ke KLHK yang ditandatangani Ketua DPRK Pidie Muhammad AR. “DPR Kabupaten Pidie tidak keberatan dan mendukung sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

Tidak sesuai

Jaringan Komunikasi Masyarakat Adat (JKMA) Aceh menyebutkan, dalam izin yang diberikan kepda PT. Aceh Nusa Indrapuri (1993 – 2035), perusahaan hanya diizinkan menanam pohon akasia. Kenyataannya, di kawasan tersebut ditemukan galian C dan kebun sawit.

Kepala Divisi Advokasi Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA), Efendi menjelaskan,  PT. Aceh Nusa Indrapuri didirikan di Jakarta, 2 April 1993, dengan komposisi saham 60 % milik PT. Takengon Pulp dan Paper Utama, serta 40% milik PT. INHUTANI IV.

“Berdasarkan surat keputusan Menteri Kehutanan No. 762/kpts-II/92 tertanggal 5 Agustus 1992 yang bersifat sementara, Izin Usaha pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (IUPHHK-HTI) telah diberikan kepada PT. Takengon Pulp dan Paper Utama seluas 166.500 hektare. Selanjutnya, melalui surat Keputusan Menteri Kehutanan No 1571/MENHUT-IV/1993 tertanggal 10 September 1993, IUPHHK-HTI tersebut dialihkan kepada PT. Indonusa Indrapuri (sekarang PT. Aceh Nusa Indrapuri). Luas arealnya menjadi 118.515 hektare.”

Dalam perkembangannya, sebut Efendi, arealnya mengalami pengurangan menjadi 111.000 hektare setelah dikeluarkan surat keputusan Menteri Kehutanan No. 95/kpts-II/97, tanggal 17 Febuari 1997. Izin ini juga tumpang tindih karena sebagian besar wilayahnya berada  di hutan lindung dan milik masyarakat adat di Kabupaten Aceh Besar dan Pidie.

“Saat ini, izinnya disalahgunakan. Ada perkebunan sawit dan galian C. KLHK harus mencabut izinnya karena telah menyalahi aturan dan tidak beroperasi cukup lama,” paparnya.(*)

Sumber: mongabay.co.id

Ilustrasi (detik.com)
Banda Aceh - Dua pejabat Dinas Cipta Karya Aceh berinisial O dan W ditangkap Tim Saber Pungli dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (28/12) sekira pukul 17.00 WIB. Usai ditangkap, keduanya langsung dibawa ke Mapolda Aceh untuk diperiksa oleh Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Aceh.

Usai diperiksa, kedua pejabat ini tidak ditahan, karena dianggap kooperatif dan berdomisili di Banda Aceh. Adapun barang bukti yang berhasil disita dalam OTT itu uang tunai total Rp 31.500.000, yang terbagi tiga amplop.

Masing-masing pertama Rp 15.500.000, kedua ada Rp 10.500.000 dan ketiga Rp 5.500.000. Barang bukti sudah disita oleh Ditkrimsus Polda Aceh untuk pengusutan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan membenarkan ada OTT yang dilakukan Saber Pungli kemarin. Saat ini, masih dalam proses pemeriksaan dan belum ditetapkan menjadi tersangka.

"Benar ada dua pejabat Dinas Cipta Karya Aceh kemarin ditangkap dalam operasi tangkap tangan oleh Tim Saber Pungli," kata Kombes Pol Goenawan di ruang Kabidhumas Polda Aceh, Kamis (29/12).

Menurut Goenawan, penangkapan dilakukan setelah petugas mendapat informasi ada dugaan pungutan liar (Pungli). Petugas langsung bergerak dan berhasil meringkus kedua pejabat Dinas Cipta Karya itu oleh Tim Saber Pungli saat sedang melakukan transaksi di kantin kantor tersebut.

"Kedua pelaku tidak ditahan, karena domisili di Banda Aceh," imbuhnya.

Untuk melengkapi berkas, guna ditingkatkan menjadi tersangka bila memenuhi unsur pidana, Ditkrimsus Polda Aceh yang dipimpi oleh Kombes Pol Zulkifli akan memanggil kedua pelaku untuk diperiksa. Rencananya, keduanya dipanggil kembali Kamis (29/12) pada pukul 16.00 WIB.

"Kalau mau ambil gambar, bisa datang saja nanti sore akan dilakukan pemeriksaan kembali," pungkasnya.(merdeka.com)

Aceh Utara - Bupati Aceh Utara non aktif, H Muhammad Thaib, yang juga maju kembali pada Pilkada mendatang membeberkan program-program pro rakyat, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), serta hal lainnya yang menyentuh langsung kepada rakyat.

Hal tersebut diungkapkannya dalam silaturrahmi politik di Gampong Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Rabu malam (28/12/2016) yang dihadiri ratusan masyarakat kecamatan setempat.

Cek Mad, sapaan akrab Bupati non aktif tersebut, berulangkali mengungkapkan pemerintah Aceh Utara selama kepemimpinannya fokus pada penegakan syariat Islam dan peningkatan SDM kepada generasi-generasi mendatang.

Dikatakannya lagi, dirinya tidak ingin memberikan janji-janji manis kepada rakyat yang ingin memberikan hak suaranya, namun bukti selama ini merupakan upayanya untuk mensejahterakan dan demi kemakmuran rakyat.

"Kita tidak mungkin melakukan perubahan secara instan apalagi dalam waktu yang cepat, selama ini saya sudah membangun pondasi dan mengikat batu-bata, sisanya adalah membangun atap untuk kita huni, ungkap Cek Mad yang didampingi Wakilnya Fauzi Yusuf alias Sidom Peng.

Seraya menambahkan, "Kami tidak ingin memberikan janji-janji manis, tapi perubahan selama ini adalah bukti kinerja kami demi rakyat Aceh Utara. Dan kami berharap, jika masyarakat masih mempercayakan puncak kepemimpinan kepada kami janganlah mensia-siakan hak suaranya, berikan suara Anda kepada nomor 1," tambahnya.

Gaji perangkat desa, katanya, juga ditingkatkan secara signifikan selama ini dengan potongan biaya rutinitas Bupati dan tidak dilakukan pembelian mobil dinas. Dengan hal itu, katanya lagi, pemerintah sanggup memberikan kendaraan baru kepada para kepala desa serta imum syiek.

"Ini adalah rahmat Allah SWT kepada kita setelah dipimpin oleh Partai Aceh, sebelum perdamaian tidak ada kepedulian pimpinan kepada rakyatnya, rahmat ini harus kita nikmati dan disyukuri," ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Panglima Sagoe Budjang Salem Daerah I Tgk Chiek di Paloh, Syamsuddin, dirinya berharap kepada masyarakat harus cerdas memilih pemimpin masa depan. Pilihlah pemimpin yang peduli Agama untuk mencegah aliran sesat yang sangat memprihatinkan selama ini.

"Hanya calon pemimpin dari Partai Aceh yang mengusung program kerja terkait syariat islam yang dikemas dalam Aswaja. Serta mengembalikan martabat dan marwah Aceh yang hilang, jika martabat dan marwah hilang maka akan sangat hina jadinya," ungkapnya.

Sebelumnya, Cek Mad dan Sidom Peng juga dipeusijuek oleh beberapa ulama dan pimpinan dayah di daerah tersebut. [Rill]

Foto: Istimewa/Youtube
Dimas Kanjeng mengaku bisa mendatangkan uang.
Jakarta - Dimas Kanjeng Taat Pribadi membuat heboh saat aksinya menggandakan uang tersebar media sosial. Perlahan tapi pasti, kedok kesaktian Dimas Kanjeng terbongkar.

Dimas Kanjeng begitu terkenal di Probolinggo. Dimas Kanjeng mengelola sebuah padepokan dengan ribuan santri di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo sejak tahun 2002. Padepokan itu berdiri di atas lahan seluas 30 hektar dan dilengkapi fasilitas seperti rumah mewah yang dihuni Dimas Kanjeng, pendopo dua lantai, masjid, rumah yang ditempati santri, sekretariat padepokan dan lapangan volly. Dimas Kanjeng juga dikenal gemar melakukan kegiatan keagamaan dan sosial bahkan meraih rekor MURI.

Nama besar Dimas Kanjeng bagai tercoreng sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan mantan pengikutnya, Abdul Gani, yang berasal dari Desa Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada 4 April 2016 dan Ismail warga Situbondo, Februari 2015 lalu. Selain Dimas Kanjeng, ada tujuh pengikutnya yakni Wahyu Wijaya, Mishal Budianto, Tukijan, Feri, Boiran, Wahyudi, dan Achmad Suryono juga ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan. Mereka merupakan pecatan TNI, Polri hingga ada anggota aktif TNI..

Dimas Kanjeng yang diduga sebagai otak pembunuhan itu dua kali mangkir dari panggilan Polda Jawa Timur. Operasi senyap dipersiapkan secara matang sejak dua bulan untuk menangkap Dimas Kanjeng. Polisi mengerahkan 1.383 personel untuk menggerebek padepokan Dimas Kanjeng pada 22 September 2016. Bahkan, ada anggota yang menyamar masuk ke padepokan guna memastikan Dimas Kanjeng benar-benar berada di padepokannya. Setelah informasi A1 (valid) bahwa Dimas Kanjeng berada di padepokan, polisi yang sebelumnya berada di luar, sebagian masuk menggeledah setiap bangunan tempat menginap pengikutnya, hingga ke tempat tinggal Kanjeng.

Setelah dicari-cari, akhirnya membuahkan hasil. Ternyata, Dimas Kanjeng yang dikenal sakti menggandakan uang itu sedang bersembunyi di balik daun pintu sebuah ruangan fitnes. "Hayoo mau ke mana kamu, ayo ikut," kata petugas kepada Dimas Kanjeng yang terbalut kaos warna ungu itu.

Penangkapan Dimas Kanjeng ini cukup menegangkan dan sempat mendapat perlawanan dari santri-santrinya. Polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan dan tembakan gas air mata untuk meredam ketegangan. Dimas Kanjeng akhirnya dibawa tanpa perlawanan dan resmi ditahan di Polda Jawa Timur sejak 23 September 2016.

Satu demi satu kejahatan yang diduga dilakukan Dimas Kanjeng terbongkar. Setelah kasus pembunuhan, Dimas Kanjeng ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan pada 7 Oktober 2016. Ada 9 laporan dari korban penipuan Dimas Kanjeng. Berkas perkara kasus penipuan dengan tersangka Dimas Kanjeng dinyatakan lengkap dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pada 15 November 2016. Dalam perkara ini, kerugian korban penipuan mencapai Rp 800 juta.

Direktur Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Agus Adrianto mengatakan tindakan Dimas Kanjeng ini dikategorikan penipuan bermodus penggandaan uang. Kesaktian Dimas Kanjeng menggandakan uang terus diusut polisi. Pemuka agama dan kepolisian turun tangan mengimbau agar masyarakat tidak termakan rayuan modus penipuan ini.

Kesaktian Dimas Kanjeng ini melahirkan tanda tanya besar segenap kalangan. Ada yang percaya, ada pula yang tidak. Tidak hanya menggandakan uang, Dimas Kanjeng dipercayai para pengikutnya bisa mendatangkan sejumlah barang secara gaib mulai dari pulsa HP, makanan, buah-buahan, mengubah garam menjadi permata, emas batangan hingga motor gres yang telah terisi bensin.

Sejumlah pengikut setia tetap mempercayai 'kesaktian' Dimas Kanjeng. Salah satunya, Marwah Daud Ibrahim yang tiga kali melihat Dimas Kanjeng mendatangkan uang. "Demi rasul saya melihat sendiri dan di dalam ruangan kosong kemudian dikunci lalu beliau ditutup, nggak ada orang lain dan beberapa lama kemudian ada uang," cerita Marwah yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng sejak tahun 2011 ini.

Dimas Kanjeng mengaku memiliki kesaktian bisa mendatangkan uang gaib sejak 2006. Dengan kesaktiannya, dia mendirikan padepokan hingga memiliki ribuan pengikut. Dia bisa mendatangkan uang secara gaib. "Ya insya Allah begitu. Dengan ilmu lah," cetusnya.

Para pengikut Dimas Kanjeng diminta menjalani ritual saat menggandakan uang. Ritual yang dilakukan antara lain pengikut harus ikhlas menyerahkan uang mahar yang akan dilipatgandakan. Selanjutnya, Dimas Kanjeng memberi air untuk digunakan pengikutnya mandi tengah malam. Para pengikut yang menggandakan uang itu lalu diberi kotak kayu yang dilarang dibuka hingga waktu yang ditentukan.

Bila menjalankan ritual itu, Dimas Kanjeng mengiming-imingi uang yang telah disetor kepadanya berlipat ganda dan cair. Dimas Kanjeng diduga polisi menyimpan 'gunung' uang di dalam tiga bungker.

Namun Dimas Kanjeng menolak saat diminta polisi mengeluarkan uang gaib di kendaraan taktis barracuda dalam perjalanan dari Probolinggo ke Surabaya usai ditangkap pada 22 September 2016. "Nggak bisa Pak, saya pusing. Jin Ifrit saya juga lari," ujar Kasubdit I/Kamneg Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, AKBP Cecep Ibrahim, menirukan jawaban Kanjeng pada 28 September 2016.

Kenapa lari? "Terkena (tembakan) gas air mata," ujarnya.

Mendengar jawaban Kanjeng seperti itu, penyidik yang berada dalam satu ruangan tertawa. Dimas Kanjeng juga menolak beraksi mendatangkan uang di hadapan wartawan. Dia berdalih sedang pusing sehingga tidak bisa fokus. "Saya tetap berjuang di padepokan. Niat saya baik," katanya. "Saya tetap mengembalikan (uang para pengikut-red)," kata Dimas Kanjeng.

Tidak hanya menggandakan uang, para pengikut mempercayai Dimas Kanjeng bisa mendatangkan sejumlah barang secara gaib mulai dari pulsa HP, makanan, buah-buahan, mengubah garam menjadi permata, emas batangan hingga motor gres yang telah terisi bensin.

Serangkaian bukti penipuan Dimas Kanjeng diungkap polisi mulai dari maha guru palsu hingga jubah penyimpan uang. Polisi menangkap 7 orang maha guru Dimas Kanjeng. Para pria tua dan berjenggot itu direkrut Dimas Kanjeng untuk berperan sebagai Abah. Mereka memainkan peran atas arahan 'sutradara' Dimas Kanjeng.Dengan kostum jubah, sorban dan lengkap dengan memegang tasbih, mereka ikut tampil saat Dimas Kanjeng bertemu dengan para pengikutnya. Tugasnya mereka hanya berjalan di belakang Dimas Kanjeng. Ketika berada di panggung, semuanya duduk di belakang Dimas Kanjeng. Mereka dilarang berbicara dan hanya sibuk komat kamit seolah-olah terus berdoa. Imbalan yang didapat maha guru bervariasi. Sekali tampil, mereka mengantongi Rp 2,5 juta bahkan ada maha guru yang totalnya meraup bayaran Rp 20 juta.

Selain itu, polisi membongkar perusahaan palsu milik Dimas Kanjeng, PT Emas Batangan Mulia (EBM). Perusahaan tersebut sering disampaikan ke pengikutnya, bahwa Dimas Kanjeng memiliki perusahaan produksi emas batangan. Padahal, perusahaan tersebut bergerak di bidang kontraktor dan bukan milik Dimas Kanjeng.

Pria yang mengklaim bisa menggandakan uang ini terlihat lebih kurus dengan rambut klimis. Dimas Kanjeng mengenakan kemeja warna putih, celana warna hitam, serta sepatu. "Pengecekan kesehatan, Taat (Dimas Kanjeng Taat Abadi) turun 25 kg," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes (Pol) Frans Barung Mangera.

Menurut dia, bobot Dimas Kanjeng semula 95 kilogram. Dimas Kanjeng juga dinyatakan sehat sehingga bisa mengikuti jalannya persidangan.(Sumber: detik.com)

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri melakukan sidak ke PT Huaxing, yang berlokasi di Jalan Narogong KM 20, Cilengsi, Kabupaten Bogor. Foto/SINDOnews/Dok
Jakarta - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri melakukan sidak ke PT Huaxing, yang berlokasi di Jalan Narogong KM 20, Cilengsi, Kabupaten Bogor.

Perusahaan yang bergerak di bidang peleburan baja ini mempekerjakan 38 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang semuanya legal, yakni mengantongi izin tinggal dan izin kerja.

Namun dari jumlah tersebut ditemukan 18 di antaranya terindikasi melakukan pelanggaran izin kerja. Pelangaran izin di antaranya bekerja tidak sesuai jabatannya misalnya teknisi listrik, tapi menjadi marketing.

Ada juga pelanggaran lokasi kerja misalnya izinnya di Tangerang tapi bekerja di Bogor. "Mereka yang terindikasi pelangaran izin kerja, dibawa ke tahanan Imigrasi Bogor untuk diperiksa oleh pengawas Ketenagakeejaan dan Imigrasi," kata Hanif, Rabu (28/12/2016).

Dari hasil pemeriksaan akan diketahui, sesuai dengan pelanggarannya, apakah TKA China tersebut akan dilakukan pembinaan, denda, atau dideportasi. "Harus menunggu hasil pemeriksaan," ucap Menaker.

Pada sidak tersebut, Menaker sempat membentak TKA asing karena bertindak kurang kooperatif. Alih-alih mendengarkan imbauan Menaker, mereka malah asik menelepon atau bicara dengan rekannya. "Sit down please," kata Menaker dalam nada tinggi.

Akhirnya para TKA duduk dan mendengarkan penjelasan maksud kedatangan Menaker. "Indonesia negara terbuka. Orang asing boleh bekerja. Namun harus sesuai peraturan. Jika melanggar ada sanksi bahkan dideportasi," tegas Hanif.

Rata-rata TKA China bekerja di perusahaan tersebut antara dua bulan hingga satu tahun. Mereka tinggal di mess sekitar pabrik yang disediakan perusahaan. Sidak yang dilakukan tersebut dimaksudkan sebagai ketegasan pemerintah terhadap keberadaan TKA ilegal.

"TKA ilegal pasti ada, tapi jumlahnya sedikit dan pemerintah tegas menindaknya," tandasnya.
(Sindonews.com)

Salah satu anggota kelompok Ramlan Butar Butar yang dibekuk di Bekasi
StatusAceh.Net - Ramlan Butar-Butar dkk. dikenal sebagai kelompok “Korea Utara”, kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, menanggapi terungkapnya pelaku perampokan dan pembunuhan di rumah Dodi Triono, di Pulomas, Jakarta Timur.

"Dari zaman saya jadi Kasat Serse Polda Metro Jaya, dia sudah pasien kami. Mereka pemain 365,” kata Tito, di Mabes Polri, hari ini.

Polisi membekuk tiga pelaku perampokan yang menyebabkan enam orang tewas di rumah Dodi Triono, kemarin pagi. Mereka disekap di kamar mandi. Lima korban lainnya yang juga disekap lolos dari maut setelah pintu kamar mandi dibongkar paksa oleh warga dan petugas.

Tito menjelaskan, tempat mangkal Ramlan dkk. adalah di Bekasi dan Pulogadung. "Kalau enggak salah panggilannya namanya Porkas. Itu yang di CCTV kakinya pincang," kata Tito.

Dalam penggerebekan di rumah kontrakan di Rawa Lumbu, Bekasi, polisi menembak Ramlan dkk. Mereka adalah Ramlan, Erwin Situmorang dan Philip Napitupulu.

Ramlan tewas di tempat, satu pelaku ditembak di kedua pahanya. (Rimanews.com)

BANDA ACEH. Sehubungan dengan telah kita kirimkan Surat kita dari Rumah kreasi Indonesia Hebat (RKIH) Aceh Utara yang merupakan Relawan kemenangan Jokowi – Jk Pasca Pilpres 2014.

Maka kita sangat memohon kepada Bapak Presiden Jokowi menerima surat RKIH Aceh Utara, adapun surat tersebut merupakan surat ke lima (5) yang kita kirimkan ke Presiden Jokowi, surat tersebut Permohonan Audiensi dengan Bapak Presiden menyangkut kondisi Relawan didaerah Aceh Utara serta kita juga inggin menyampaikan perihal kondisi Aceh Utara yang merupakan Kabupaten Termiskin Se-Provinsi Aceh, kita merasa terabaikan Pasca pilpres. 

kita sangat berharap kesedian waktu Bapak untuk menerima kita melakukan tatap muka sekaligus menyambung tali silaturrahmi antara relawan didaerah dengan Bapak Presiden Republik Indonesia, Surat Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) Aceh Utara telah kita kirimkan melalui PT. POS Indonesia (Persero) pada tanggal Selasa 27 November 2016 yang kita tujukan Kepada Bapak Ir.H. Joko Widodo melalui Istana Negara, Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Setneg) dengan Nomor :254/RKIHA/XII/2016, :255/RKIHA/XII/2016, :256/RKIHA/XII/2016.

JULIADI,S. IAN
Ketua rumah Kreasi Indonesia Hbat (RKIH) Aceh Utara –Provinsi Aceh


Lhoksukon - Tim PT Derre Pration Group keluar sebagai juara pertama turnamen bola voli piala Bupati Aceh Utara tahun 2016, setelah tampil perkasa dalam partai final membantai tim Trisakti VC dengan skor 3-0 (25-22, 25-22 dan 25-23) di Geulanggang Olahraga (GOR) Lhoksukon, Selasa malam (27/12/2016).

Disaksikan ribuan penonton yang memadati GOR, Derre Pration menerima tropi juara pertama plus uang pembinaan Rp 30 juta diserahkan Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata. Hadiah runner-up dan uang pembinaan Rp 20 juta kepada Triksakti diserahkan Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, H Mulyadi CH.

Lalu tim terbaik diraih Maliki VC Tanah Luas mendapat tropi dan uang pembinaan yang diserahkan Fauzi Yusuf. Sedangkan pemain terbaik dan uang pembinaan diserahkan Ketua KONI Aceh Utara, Misbahul Munir kepada Irfanda dari Trisakti VC.

Derre Pration dibawah Andi Ardiansyah selaku manager tim juga Ali Uma sebagai pelatih menurunkan pemain berpengalaman semisal Wahyu, Ody, Mawardi, Fajar, Agus, Cecep, Salda tampil cukup gemilang, sehingga setiap set mampu dituntaskan dengan baik dan membuat anak-anak Trisakti yang dimotori Faizil, Herman, Manok, Rama, Irfan, Bugek, dan Polo harus mengakui kekalahannya.

Fauzi Yusuf alias Sidom Peng selaku Wakil Ketua Penyelenggara mengatakan, turnamen tersebut berjalan dengan lancar dari awal hingga malam penutupan yang setiap malamnya dipadati penonton dari berbagai desa di Aceh Utara, Kota Lhokseumawe dan Aceh Timur.

"Turnamen ini akan menjadi agenda tahunan untuk pembinaan bagi generasi muda dan sekaligus ajang silaturahmi bagi atlet bola voli kedepannya. Bola voli juga termasuk olahraga yang paling digemari di Aceh Utara, selamat bagi para juara untuk terus mempertahannha," ungkap Sidom Peng.

Turnamen tersebut ditutup Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata didampingi Ketua KONI Aceh Utara Misbahul Munir. [Rill]

Ribuan umat Islam di Jambiyang menggelar aksi 2812 di depan Novita Hotel di kawasan Pasar Kota Jambi meminta agar polisi transparan dalam melakukan gelar perkara penistaan agama. Foto aksi 2812/iNews TV/Nanang F
Jambi - Ribuan umat Islam di Jambi yang tergabung dalam Aliansi Laskar Islam Fisabilillah (Alif), Aliansi Umat Islam (AUI) dan FPI Jambi sepakat menuntut agar pihak Polda Jambi segera menangkap pelaku dan aktor intelektualnya yang membuat lafaz Allah ditempatkan di bawah ornamen Natal pada Jumat pekan lalu. Mereka menggeruduk Novita Hotel di kawasan Pasar, Kota Jambi, Rabu (28/12/2016).

"Ini suatu penghinaan besar bagi umat Islam. Bukan lagi ayat Alquran dinistakan, tapi pemilik firmannya, yakni Allah sudah dihina oleh orang tidak bertanggungjawab," kata Ketua FPI Provinsi Jambi Muhammad Taufik dalam orasinya.

Dia juga memohon agar pelaku dan oknum pelindungnya diberikan hidayah oleh Allah agar sadar dan meminta maaf kepada seluruh umat muslim sedunia.

"Namun bila tidak juga sadar, semoga Allah memberikan azab dan siksanya, diberi miskin dan apes tujuh turunan," katanya dan disambut takbir ribuan massa.

Sedangkan Rusli Siregar, Ketua AUI Jambi meminta pihak Polda Jambi bersikap adil dan profesional segera menangkap dalang penistaan agama Islam ini.

"Tangkap manager hotelnya. Jangan ada oknum yang melindunginya. Selain itu kami mendesak secepatnya Polda Jambi gelar perkara secara transparan," tegasnya.

Akibat aksi ribuan massa ini, Jalan utama Gatot Subroto, Pasar Kota Jambi ditutup petugas sejak waktu salat Dzuhur.

Guna mengamankan aksi damai ini, Kapolresta Jambi Kombespol Bernard Sibarani didampingi Dandim 0415/Batanghari Letkol Inf Denny Noviandi mengatakan menurunkan pasukan gabungan TNI-Polri hampir 1.000 pasukan termasuk pasukan Brimob Polda Jambi. (Sindonews)

StatusAceh.Net - Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan sadis di Pulomas, satu di antaranya bernama Ramlan Butar-Butar. Siapa dia? Simak jejaknya yang mengerikan, Rabu (28/12/2016).

Nama Ramlan Butar-Butar bukanlah sosok asing di dunia kelam perampokan.

Pria ini tercatat di berbagai media online merupakan kawanan perampok spesialis rumah elite.

Oktober tahun 2010 ia ditangkap jajaran Polda Jawa Tengah.

Ramlan tercatat sebagai pimpinan perampok kelompok Medan.

Kawanan perampok ini beraksi menggunakan senjata tajam dan senjata api dan kawanan ini dibekuk di Bekasi.

Sementara itu pada Agustus 2015 kawanan yang dipimpin oleh Ramlan Butar-Butar ini juga tertangkap pihak kepolisian.

Seperti aksi-aksi sebelumnya Ramlan dan kawan-kawan selalu menyasar rumah warga asing dan rumah elite.

Polisi berhasil menangkap setelah kawanan ini tertangkap kamera CCTV kemudian berhasil dilacak oleh polisi.

Apakah jejak kawanan perampok Ramlan Butar-Butar yang sering tertangkap ini lalu dibandingkan dengan komplotan yang ditangkap saat (kasus Pulomas) ini oleh pihak kepolisian adalah orang yang sama, saat ini masih menunggu konfirmasi dari pihak kepolisian.

Diduga pelaku pembunuhan sadis di Pulomas

Dua pria yang diduga pelaku pembunuhan sadis satu keluarga di Pulomas, Jakarta Timur, dikabarkan telah ditangkap.

Berdasarkan informasi yang diterima TRIBUNNEWS, mereka dikabarkan diringkus di Gang Kalong, Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (28/12/2016).

Mereka bernama Ramlan Butar Butar alias Pincang dan Erwin Situmorang.

Keduanya dibekuk di rumah adiknya Ramlan.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Yang jelas, TRIBUNNEWS mendapatkan kiriman sejumlah foto yang diduga adegan penangkapan kedua pria tersebut.

Dalam foto itu, terlihat seorang pria berkaus strip horizontal tengah tersungkur menyamping dengan bercak darah di celana dan muka.

Sementara itu, di foto lainnya, terlihat seorang pria berkaus abu-abu dan bercelana jins dalam posisi telungkup dengan simbah darah di wajahnya.

Seperti diketahui Pemilik rumah di Pulomas, Dodi Trianto (59) tewas bersama anaknya Diona Arika Andra Putri (16) serta Dianita Gemma Dzalfayla (9) yang juga meninggal.

Teman Dianita yang sedang menginap, Amelia Callista (10), kedua sopir Dodi, Tasrok (40) dan Yanto, juga tewas dalam penyekapan itu.

Hasil otopsi memastikan mereka meninggal karena kehabisan oksigen.

Mereka yang selamat adalah anak Dodi, Zanette Kalila Azaria (6), serta tiga pekerja di rumah Dodi yaitu Santi (22), Fitriani (23), Windy (23), dan Emi (41).(Trb)
Sosok-sosok korban pembunuhan sadis Pulomas semasa hidup meninggalkan dukacita mendalam bagi rekan, saudara dan kerabat. Ucapan belasungkawa netizen banjiri akun Instagram seorang korban, Selasa (27/12/2016).
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.