2023-08-13

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agam Inong Aceh Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bimtek Dana Desa Bireuen Bisnis Blue Beetle BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya BUMN Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI DPRK Lhokseumawe Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gaya Hidup Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf Israel IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa Lapas Lapas Klas I Medan Lapas Tanjungbalai lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Modal Sosial Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narapidana Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patani Patroli Pekalongan Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Penelitian Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh Pilkades Pj Gubernur PKI PLN PNL Polisi Politik Pomda Aceh PON Aceh-Sumut XXI Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Stunting Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama Universitas Malikussaleh USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA


Lhoksukon -
Ridho Hafiz, Mahasiswa Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh menjadi trainer pada kegiatan Pelatihan Budidaya Madu Kelulut di Desa Pulo Meuria Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara selama tiga hari (11-13/8/2023).


Kegiatan tersebut hasil kerja sama dengan Lembaga Donor USAID Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR) dan dipercayakannya Ridho sebagai trainer pelatihan tidak lepas dari  pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya tentang budidaya kelulut atau linot dalam Bahasa Aceh.

Sebelumnya mahasiswa asal solok Sumatera Barat ini bersama tim A Bee Honey selama dua tahun menjadi anggota dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Muhammad MEng. Pengalaman budidaya didapat dari kampung asal dan dilanjutkan di sela sela perkuliahan.

“Di Solok sendiri saya memiliki 40 koloni lebah kelulut dan menjadi sumber mata pencaharian keluarga,” kata Ridho, Sabtu (19/8/2023).

Disela waktu kosong mahasiswa yang aktif di UKM silat dan KSR PMI ini selalu mencari koloni lebah di seputaran kampus Bukit Indah untuk dibudidayakan bersama rekan-rekan atau dijual jika ada yang membutuhkan.

Informasi ini akhirnya sampai ke tim USAID Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR)  Aceh yang sedang menjalankan Program Pemberdayaan masyarakat di Desa Pulo Meria, dan menjadikan Ridho sebagai trainer untuk melatih masyarakat budidaya lebah kelulut mulai dari dasar sampai panen bersama Muhammad M Eng sebagai Ketua tim.

“Budidaya madu kelulut tidak susah, karena koloninya tersedia, tinggal bagaimana kita merekayasa tempat dan agar kita bisa mengambil madunya dengan aman dan higienis. Tersedia gratis, tidak butuh biaya dan tenaga untuk merawatnya dan tentu menjadi konsumsi untuk menjaga kesehatan,” ungkap Muhammad.


Ia menjelaskan, Madu ini ibarat Oli fungsinya untuk menjaga mekanisasi. jika mesin butuh oli maka tubuh butuh madu untuk menjaga kondisi tetap stabil dan semangat.

“Jadi inilah yg menjadi filosofi kami mengembangkan ini disamping juga dapat dikomersilkan sebagai bentuk wirausaha,” sambungnya.

Kegiatan bersama USAID SEGAR  ini adalah sebuah kepercayaan dari funding yang tidak lepas dari dukungan Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Herman Fithra yang mensupport kegiatan pengabdian tentang lebah madu kelulut, Reviewer yang selalu mendukung, Dr Maryudi, Dr Silvi, Prof Dahlan Abdullah, dan Prof Saifuddin, sehingga program budidaya lebah ini dapat dirasakan oleh masyarakat.[]


Sawang-
Masyarakat Gampong Blang Manyak, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara(ACUT), menggelar berbagai lomba dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 78 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Khairul Amri selaku Geuchik Gampong  Blang Manyak mengatakan bahwa "Jenis perlombaan yang diperlombakan Diantaranya Panjat pinang, Bola dengan memakai sarung, di kalangan anak-anak yaitu: Lomba makan kerupuk, Balap karung, Hafalan Ayat Pendek, Mewarnai dan Bola Pingpong".

Acara ini dihadiri oleh bapak Geuchik beserta keluarganya, aparatur gampong, Pemuda dan pemudi serta masyarakat yang ikut meramaikan kegiatan perlombaan ini.


Pelaksanaan perlombaan tersebut dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut, mulai dari tanggal 17-18 Agustus 2023 di lapangan sepak bola yang berlangsung dari siang sampai dengan sore hari. Semaraknya acara berbagai perlombaan rakyat dalam rangka HUT RI ke-78 tersebut juga dilakukan di gampong-gampong lain di Kecamatan Sawang.
Kegiatan perlombaan tersebut juga turut dibantu oleh Pemuda yang berada di Gampong Blang Manyak.

Khairul Amri sangat berharap  dengan adanya kegiatan lomba seperti ini, selain dapat memberikan hiburan bagi warga, namun juga kiranya mampu menumbuhkan semangat perjuangan kepada generasi muda.
bisa melahirkan generasi penerus di gampong ini.
"Dengan di gelarnya acara-acara dan berbagai macam perlombaan ini semoga kerukunan dan kedekatan tali silaturahmi antar masyarakat hususnya masyarakat Gampong Blang Manyak ini semakin akrab dan selalu kompak  serta melahirkan generasi muda semangat perjuangan", Pungkasnya.

Fitriani dan Nasruddin menyerahkan bendera merah putih  kepada Kapolsek Dewantara, Adi Wirayuda Pratama.

Aceh Utara – Untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke- 78, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) membagikan Bendera Merah Putih sebanyak 450 lembar kepada 18 desa binaan lingkungan perusahaan, serta Muspika Dewantara.

Pembagian itu dilaksanakan oleh Vice President TJSL dan Humas, Zulhadi yang didampingi Stafnya Fitriani dan Nasruddin pada Rabu (16/8/2023) kemarin. Untuk Muspika, bendera merah putih  tersebut diterima langsung oleh Kapolsek Dewantara, Adi Wirayuda Pratama.

“Pembagian bendera merah putih ini dalam rangka untuk memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-78 sekaligus juga untuk meningkatkan jiwa nasionalisme masyarakat,” kata Zulhadi, Kamis (17/08/2023) .

Zulhadi menyebutkan, kegiatan ini juga sebagai bentuk silaturahmi dengan masyarakat agar dapat membangun kebersamaan di hari kemerdekaan. Ia juga  berharap agar momen peringatan HUT RI tahun ini diselenggarakan lebih meriah dari tahun sebelumnya agar seluruh masyarakat desa binaan lingkungan PT Pupuk Iskandar Muda juga bisa berpartisipasi dalam mengibarkan bendera merah putih.

“PT Pupuk Iskandar Muda juga menghimbau masyarakat agar mengibarkan bendera merah putih selama bulan Agustus 2023 di setiap rumah masyarakat juga di masjid dan meunasah gampong sekitar,” pungkas Zulhadi.[]


LHOKSEUMAWE –
Dalam momentum refleksi 18 tahun Perdamaian Aceh (pasca-penandatangan MoU Helsinki, 15 Agustus 2005 silam), Gerakan Tahun 2023 (G23) mengingatkan Pemerintah Aceh agar tidak “membiarkan” permasalahan kemiskinan di Tanah Rencong ini.

“Mendesak Pemerintah Aceh untuk tidak menjalankan program pemiskinan dan pembodohan struktural di Aceh melalui program-program yang tidak menyentuh akar persoalan di masyarakat baik secara ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial,” kata Presidium G23, Isbahannur, saat konferensi pers di Lhokseumawe, Senin, 15 Agustus 2023.

Isbahannur menilai realisasi perdamaian Aceh melalui perjanjian damai yang dikemas MoU Helsinki, telah gagal diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini disebabkan tidak adanya political will dari para pihak dalam konsensus kesepakatan damai yang telah disepakati di Helsinki.

“Ini dapat dilihat dari implementasi butir-butir MoU Helsinki yang secara hukum positif telah menjelma menjadi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Banyak klausul pasal yang tidak direalisasi, terutama menyangkut penyelenggaraan kesejahteraan rakyat Aceh,” ujar Isbahannur didampingi Sekjen G23, Zulfahmi, dan anggotanya.

G23 juga melihat Pemerintah Aceh dan DPRA terkesan tidak peduli terhadap korban pelanggaran HAM di Aceh melalui lembaga KKR Aceh yang telah diberi mandat untuk menyelenggarakan proses rekonsilisasi, reparasi, dan rehabilitasi korban.

“Penyelenggaraan KKR Aceh dalam rangka mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi korban konflik dan atau korban pelanggaran HAM yang selama ini hidup di bawah garis kemiskinan belum terlaksana sebagaimana yang diharapkan. Pemerintah Aceh harus segera mengevaluasi lembaga KKR Aceh, karena kami nilai tidak memiliki kompetensi dalam menjalankan tupoksi sesuai amanah Qanun KKR Aceh yang telah dibentuk,” kata Isbahannur.

Menurut Isbahannur, Rumoh Geudong idealnya dijadikan tempat destinasi sejarah pelanggaran HAM berat di Aceh guna menjadi pengingat untuk generasi selanjutnya, agar tidak terulang peristiwa di masa depan. Namun, malah dijadikan sebagai destinasi wisata yang tidak memiliki nilai apapun dalam konteks ini.

“Hal ini mengindikasikan adanya upaya pelenyapan memori dan bukti sejarah pelanggaran HAM berat di masa lalu. Seharusnya upaya nonyudisial tidak serta merta dibarengi dengan menghilangkan situs sejarah yang patut dipugar demi merawat ingatan agar peristiwa serupa tidak terulang. Untuk itu, kami menolak upaya Pemerintah pusat melaksanakan hal tersebut,” tutur Isbahannur.

Isbahannur menambahkan empat rapor merah yang diperoleh Aceh dari pusat dalam hal kemiskinan, pengangguran, stunting, dan inflasi seharusnya bisa menjadi bahan evaluasi. “Kalau tidak mampu memimpin Aceh sebaiknya mundur secara kesatria. Bukan malah ‘keukeuh’ ingin terus berkuasa demi kepentingan oligarki,” ucapnya.

G23 merekomendasikan kepada rakyat Aceh untuk bersatu “turun gunung” membuat gerakan berbasis sebagai wadah berekspresi. “Untuk melawan kebijakan merugikan kita semua rakyat Aceh,” pungkas Isbahannur.[portalsatu]


Banda Aceh -
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banda Aceh, kembali melakukan pengungkapan kejahatan prostitusi online di Kota Banda Aceh.

Dari pengungkapan itu, petugas mengamankan tiga wanita diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Guest House “O” dan warkop “AK”. Ketiga wanita muda itu masing-masing EA (22), peran sebagai mucikari, kemudian YM (24) dan VN (22) berperan sebagai wanita panggilan. Mereka merupakan warga Banda Aceh.

Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kasatreskrim, Kompol Fadillah Aditya Pratama, menjelaskan pengungkapan tersebut dilakukan pada Senin, (16/8)/2023), berdasarkan penyelidikan dengan cara under cover (menyamar jadi pelanggan). “Telah kami amankan tiga pelaku kejahatan prostitusi online setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, yang sebelumnya dilakukan penyelidikan guna mengungkap kasus sangat meresahkan tersebut,” ujarnya, Rabu, (16/8/2023).

"Ketiga pelaku, sudah saling kenal sejak lama dan mengaku sudah beberapa kali melakukan kerjasama dalam kegiatan prostitusi online di Banda Aceh. Selama ini mereka dan teman–temannya kerap mangkal di warung kopi “AK”," sambung Fadillah. 

Fadillah menjelaskan, mucikari EA memasang tarif sebesar Rp 2 juta untuk satu orang wanita panggilan. Sedangkan untuk masing – masing wanita panggilan tersebut diberikan upah Rp1,3 juta, sedangkan EA mendapatkan keuntungan senilai Rp.1,4 juta dari kedua PKS itu.

"EA mendapatkan keuntungan sebesar Rp.1,4 juta. Sedangkan YM dan VN masing–masing mendapatkan Rp.1,3 juta setiap actionnya,” ucap Fadillah. Dia menjelaskan, penyamaran yang dilakukan oleh personel dengan cara melakukan pencarian nomor kontak yang dapat dihubungi. Setelah berhasil mendapatkan nomor handphone, mereka melakukan komunikasi melalui aplikasi WhatsApp dengan mucikari EA selama dua hari. EA dan personel Satreskrim melakukan komunikasi secara intens mulai tanggal 4 dan 5 Agustus 2023, sehingga dalam pembicaraan, EA dan YM serta VN sering mangkal di warkop AK. 

Dalam percakapan tersebut, EA mengirimkan beberapa foto wanita panggilan dan memasang tarif senilai Rp.2 juta untuk satu wanita. Selain itu lanjutnya, proses pembayaran dilakukan dengan cara mentransfer uang melalui rekening bank BSI milik EA. Setelah adanya kesepakatan, personel menjemput mucikari dan wanita pesanan yang telah disiapkan itu di warkop “AK”. Sesampai di penginapan hotel O personel melakukan pembayaran kepada mucikari sesuai kesepakatan. Lalu sang mucikari pun keluar dari penginapan hotel. 

Di dalam kamar hotel, wanita panggilan tersebut ditangkap oleh personel, sedangkan mucikari ditangkap dihalaman hotel. YM dan VN ditangkap di kamar hotel, sedangkan EA ditangkap dihalaman hotel, tutur Fadillah lagi. 

"Polisi yang melakukan penyamaran selain mengamankan ketiga pelaku, turut disita berupa dua unit HP merk Iphone 6 plus, satu unit HP merk Iphone 13 Pro Max, satu unit HP merk Infinix Smart 6, satu lembar ATM BSI, satu lembar bill hotel dan uang senilai Rp.4 juta," ucapnya. 

Pelaku mucikari EA serta kedua wanita panggilan YM dan VN diduga keras telah melakukan tindak pidana/jarimah menyelenggarakan, menyediakan fasilitas atau mempromosikan jarimah zina, ikhtilat dan khalwat sebagaimana dimaksud dalam pasal 33 ayat (3) Jo pasal 25 ayat (2) Jo pasal 23 ayat (2) Qanun No 6 Tahun 2014 tentang Qanun Jinayat dengan ancaman maksimal cambuk paling banyak 100 kali dan atau denda paling banyak 1000 gram emas murni dan atau penjara paling banyak 100 bulan.[Antero]


ACEH UTARA –
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan Desa Geulumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara sebagai calon lokasi Kampung Nelayan Maju (Kalaju).

Program Kalaju tersebut disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. “Kami mewakili pemerintah kabupaten, mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada Menteri KKP, Presiden Kalaju, beserta tim KKP, TIM Kabupaten, dan Ketua tim pelaksana Kalaju Pasi Nelayan.

Geuchik Wali Yunis selaku pemerkarsa lahir dan terpilihnya gampong Geulumpang Sulu Timur, Dewantara sebagai salah satu desa penerima program kalaju tahun 2023. Program Kalaju tersebut didukung penuh oleh anggota DPR RI Komisi IV, TA Khalid,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara, Syarifuddin usai melakukan peletakan batu pertama Kalaju di pesisir pantai Geulumpang Sulu Timur, pada Selasa (15/8/2023).

Syarifuddin juga mengatakan, tim pengawas diminta untuk mengawasi secara maksimal, sehingga apa yang diharapkan melalui program Kalaju oleh KKP dalam upaya mensejahterakan nelayan dan masyarakat pesisir.

Camat Dewantara Nawafil Mahyuda, mengapresiasi kepada Geuchik Wali Yunis atas upaya gigih dan sungguh-sungguh dalam giat pembangunan Kalaju di Komplek Nelayan Dewantara. Kami melihat keseriusan dan juga upaya Geuchik dan masyarakat dengan persatuan yang sangat kuat dan kompak.

“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan Kalaju, sebagai usaha dan ikhtiar serta kolaborasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan dengan cara yang inovatif. Terimakasih juga kami sampaikan kepada Anggota DPR RI TA Khalid, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kadis DKP yang telah mempercayai Gampong Geulumpang Sulu Timu sebagai penerima manfaat program Kalaju. Semoga program ini bisa berjalan sukses dan berkesinambungan,” ujar Camat Yuda. (*)



MEDAN – Gugus Depan (Gudep) 14. 1387 pangkalan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menggelar upacara memperingati ulang tahun Pramuka Ke-62 bertempat di Lapangan olahraga utama Lapas I Medan, Senin Pagi (14/8/2023).

Kepala Lapas Kelas I Medan, Maju A. Siburian yang menjadi pembina upacara dalam peringatan kali ini menerima Laporan Perwira Upacara, Peristiwa Sembiring, yang juga merupakan Kabid Pembinaan, bahwasanya upacara siap untuk dilaksanakan.

Lagu Indonesia Raya dan Hymne Satya Darma Pramuka diperdengarkan dalam upacara, acara kemudian dirangkai dengan pengucapan Pancasila, Try Satya dan Dasa Dharma.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan, Maju Amintas Siburian selaku Kamabigus 14.1387 menyampaikan dalam amanatnya, yang juga membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso menyampaikan,”Tema ini menunjukkan semangat Gerakan Pramuka untuk meningkatkan sumber daya manusia yang lebih profesional, mencermati sumber daya manusia kita yang ada sekarang ini masih jauh dari yang kita harapkan,” Jelas Kalapas

“Dirgahayu Gerakan Pramuka Ke-62.

Satu Pramuka untuk Satu Indonesia.

Jayalah Pramuka, Jayalah Indonesia.” tutupnya.

Kegiatan kemudian dirangkai dengan pertunjukan PBB berfariasi dan Yel-Yel dari anggota Pramuka, Jajaran Kepala Lapas Kelas I Medan dan Tamu undangan juga ikut bersama menari, kegiatan juga dilanjutkan dengan acara syukuran dengan pemotongan kue dan nasi tumpeng.

Hadir dalam kegiatan, Kabid Pembinaan, Peristiwa Sembiring selaku Ka. Gudep, Kabid Giatja, Eben Haezer Depari, Kasi Bimpas, Sahat P Sihombing selaku Pembina Gugus Depan.

Setelah upacara, Komandan Upacara yang juga merupakan Ketua Harian Pramuka Gudep 14.1387, AZ tampak membubarkan barisan.(rilis)


Krueng Geukueh -
Menjelang perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 pada 17 Agustus 2023 mendatang, PT Pupuk Iskandar Muda menyerahkan bantuan satu unit Rumah Sehat Sederhana (RSS) di Dusun Glee Madat, dua Bilik Santri untuk Dayah Ruhul Fata Desa Paloh Gadeng, dan tiga Balai Pengajian untuk Desa Tambon Tunong, Paloh Gadeng, dan Dusun Glee Madat, Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara pada tanggal 8 - 9 Agustus 2023.


Bantuan RSS diserahkan langsung oleh AVP Humas, Dedi Ikhsan dan Pengurus YAZ PIM Abdul Munir beserta staf kepada Hamdani yang turut dihadiri Kadus Glee Madat beserta perangkat dusun Madat lainnya.

Dalam sambutannya, Dedi Ikhsan menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PIM untuk masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan.

“Bantuan Rumah Sehat Sederhana (RSS) ini merupakan unit ke-283 yang telah diserahkan kepada masyarakat lingkungan perusahaan sebagai bentuk kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PT PIM khususnya di lingkungan yang berdampak dengan perusahaan,” ucapnya.

Hamdani berterima kasih kepada Manajemen PIM yang telah memberikannya rumah layak huni, sehingga dapat ditinggali dengan nyaman.

“Saya mendoakan PT PIM semakin jaya sehingga dapat membantu masyarakat terus menerus,” ujarnya.



Selain penyerahaan bantuan RSS, PIM juga menyerahkan bantuan 2 (dua) bilik Santri untuk Dayah Ruhul Fata, di Dusun Glee Baro, Desa Paloh Gadeng yang diterima langsung oleh pimpinan Dayah yaitu Abi Bukhari, dan turut dihadiri imum Dusun Glee Baro serta santri yang  mendapatkan bantuan.

“Saya  mendoakan agar PT PIM beroperasi dengan lancar dan semakin maju. Semoga bantuan seperti ini dapat terus kami rasakan,” ucap Abi bukhari.

Selanjutnya, dalam mendukung pembangunan tempat ibadah PIM telah membangun dan menyerahkan bantuan balai pengajian di Desa Tambon Tunong, Desa Paloh Gadeng, dan Dusun Glee Madat, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Bantuan 3 (tiga) balai pengajian tersebut diserahkan langsung oleh AVP Humas Dedi Ikhsan, Staf Humas, dan Pengurus YAZ PIM. Bantuan diterima langsung oleh 3 (tiga) pimpinan masing-masing Dayah yaitu Dayah Nurul Huda (Desa Tambon Tunong), Dayah Madyatul Dinia Darul Huda (Desa Paloh Gadeng), dan Dayah Babul Huda (Desa Paloh Lada).

Dedi Ikhsan mengatakan bahwa pembangunan 3 balai pengajian ini untuk kebutuhan para santri dan santriwati guna mendukung pembelajaran yang nyaman dan pengembangan spiritual keagamaan.

Pimpinan Dayah Nurul Huda, NH. GPTT Abi syarifuddin mengatakan,  “Kami sangat senang atas bantuan yang diberikan guna mempermudah kami untuk melakukan pengajian, sholat berjamaah dan tadarus bersama,” ungkapnya.

Walidi Zunuwanis, pimpinan Dayah Madyatul Dinia Darul Huda mengatakan balai pengajian yang diberikan akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk pengembangan keagamaan para santri.

Selanjutnya pimpinan Dayah Babul Huda, Abi Nazaruddin, memberikan ucapan terima kasih kepada Manajemen PIM yang selama ini telah banyak membantu dayahnya.

“Mulai dari memberikan tanah seluas 7.300m, menyalurkan kitab, dan banyak lagi bantuan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT memberi yang terbaik untuk kemajuan PIM. Allah maha melihat apa yang telah dilakukan oleh PIM dan tidak di perlu diungkapkan satu persatu apa yang telah mereka berikan,” tutupnya.

Total bantuan yang diserahkan senilai Rp 459.313.000. PIM berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif dalam berbagai aspek keberlanjutan.[tami]

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.