2017-11-26

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Sabang - Mobil milik Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Aceh masuk ke jurang dikawasan tanjakan Semen, Gampong Bypass, Kecamatan Suka Jaya, Kota Sabang, sekitar pukul 15.30 WIB, Sabtu (2/12).

Kapolsek Balohan Ipda Al Munir menyebutkan mobil milik TVRI itu melaju dari Kota Sabang menuju Pelabuhan Balohan, setiba di tanjakan Semen tiba-tiba mobil hilang kendali dan akhirnya terjun ke jurang.

"Info awal mobil yang ditumpangi dua orang itu, remnya mengalami blong sehingga mobil langsung masuk jurang," katanya.

Sebelum masuk ke jurang, kata Ipda Al Munir, mobil milik TVRI tersebut menabrak tiang listrik. Itu dilakukan guna mengurangi laju kendaraannya agar tidak masuk ke jurang.

"Akibat hujan, jalan menjadi licin. Sopir berupaya menghentikan laju kendaraannya dengan cara menabrak tiang listrik, namun karena kecepatannya sedikit kencang, tiang tersebut tidak mampu menahan mobil itu," ujarnya.

Akibat kejadian itu, kata Ipda Al Munir , dua orang mengalami luka dan sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut informasi dari kru TVRI, mobil yang masuk ke jurang itu merupakan mobil yang berisikan generator listrik atau Genset untuk kelengkapan siaran langsung. Mobil tersebut bersama mobil Satelit News Gathering (SNG) ke Kota Sabang dalam rangka menyiarkan secara langsung kegiatan pembukaan Sail Sabang oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. | AJNN

Sabang : Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, membuka Sail Sabang 2017 di Pelabuhan Terminal Jety CT 3 BPKS Sabang, Sabtu 2 Desember 2017. Pembukaan tersebut turut disaksikan menteri Menko Maritim, Menteri Pariwisata, Menteri Perhubungan serta Menteri Kelautan dan Perikanan. Juga hadir Gubernur Aceh dan Wali Nanggroe Aceh.

Dalam arahannya kepada sejumlah menteri, Wapres meminta agar pembangunan di Sabang difokuskan pada dua hal: pariwisata dan industri perikanan.  “Pembangunan perikanan yang baik akan mendorong tumbuhnya industry,” kata Wapres JK.

Untuk menunjang industry tesebut, Wapres JK meminta pemerintah Aceh untuk memaksimalkan pemanfaatan Bandara Internasional Iskandar Muda di Aceh Besar. Pasalnya, runway pelabuhan di Blang Bintang itu punya kapasitas untuk didarati kapal berbadan besar.

“Kalau bandara ini (Maimun Saleh Sabang) susah diperpanang, karena masalah lahan,” kata JK. Namun demikian, Gubernur Irwandi kepada JK, mengatakan jika runway bandara Maimun Saleh masih bisa diperpanjang. 

“Penerbang boleh lah kasih saran,” kata JK sembari tertawa. “Jarak Sabang-Banda Aceh tidak terlalu jauh, bandara sana cukup jadi bagin dari itu (kedatangan dan keberangkatan tamu ke Sabang),” kata JK.

Wapres menyebutkan, Sabang sangat potensial untuk disinggahi. Apalagi pertimbangan cuaca bukan menjadi sebuah persoalan. Hal itu disebutkan JK kala melihat kapal-kapal yang bersandar di Pelabuahan Jety CT-3 BPKS Sabang, yang tidak terlalu berguncang, meski hujan mengguyur lebat.

Keindahan Sabang, kata JK,juga dari pluralitas masyarakat. Di mana, penerimaan masyarakat atas kedatangan tamu yang diketahui sangat ramah.
“Wisata tanpa rasa melayani masyarakat akan susah berkembang,” kata JK. Ia mengibaratkan kondisi demikian dengan daerah asalnya di Bugis Sulawesi dan di kawasan Nusa Tenggara Timur. “Kalau di sana itu, turisnya marah ya dimarahi lagi,” ujar JK tertawa.

“Seharusnya turis itu raja sehari yang perlu dilayani,” ujar Jusuf Kalla. 

Sebelumnya, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, meminta agar Wakil Presiden Republik Indonesia untuk merestui permintaan pembukaan rute penerbangan dari Banda Aceh - Tokyo. Penerbangan langsung itu nantinya akan menjadi jalur udara ekspor tuna dari Aceh ke negeri sakura itu.

"Kepada Pak Wapres, mohon agar jalur penerbangan langsung dari Banda Aceh - Tokyo bisa untuk dibuka," kata Irwandi 

Selain meminta pembukaan jalur udara, Irwandi juga meminta kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Puji Astuti dan Menteri Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan untuk menjadikan Banda Aceh dan Sabang sebagai pelabuhan maritim untuk ekspor perikanan.

"Dengan demikian ekspor dari Aceh tidak lagi dibawa ke Belawan Medan," ujar Irwandi. 

Apa yang diminta Irwandi atas dasar ekonomi kelautan Aceh yang sangat besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Lebih dari separuh wilayah Aceh adalah lautan. Dengan dijadikan dua kota itu sebagai pelabuhan maritim, akan meningkatkan arus investasi di Aceh

Selain itu, Irwandi menyebutkan pihaknya akan merevitalisasi sarana prasarana pelabuhan di berbagai daerah di Aceh. Sejauh ini, kata Irwandi, banyak pelabuhanyang masih kurang memenuhi standard pelabuhan internasional. Jika pelabuhan khususnya di Banda Aceh dan Sabang bisa dirivitalusasi berstandar internasional, Irwandi yakin, di tahun 2020, dua kota itu akan menajadi salah satu kota tuna dunia.

“Kami meminta agar pembangunan infrastrutur bandara, pelabuhan dan jalan bisa dilakukand I Aceh untuk mendukung perikanan, bahari dan sector wisata di Aceh,” ujar Irwandi.

Sementara Menteri Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaita, mengatakan, dalam gelaran Sail Sabang, dipastikan 18 kapal layar kecil dari 7 negara ikut berpartisipasi. Meski di awal agenda acara, ada 100 yatch (perahu layar) yang telah mengkonfirmasikan kehadirannya untuk menyemarakkan Sail Sabang, banyak yang kemudian membatalkan partisipasinya karena cuaca ekstrim di lautan Samudera Hindia.  

Meski hanya sedikit kapal yang merapat, kata Menteri Luhut, tak menyurutkan minat wisatawan baik dalam mau pun luar negeri untuk berkunjung ke Sabang. Data Kementerian Pariwisata yang dikutip Menteri Luhut, disebutkan bahwa ada 20 ribu wisatawan berkunjung ke Sabang. "3000 di antaranya adalah turis mancanegara," kata Luhut.

Selain itu, dalam gelaran event internasional itu, sebanyak 13 Kapal Republik Indonesia dikerahkan Kepala Satuan TNI Angkatan Laut, dan juga dua kapal latih para taruna-taruni, yaitu KRI Dewa Ruci dan KRI Bima Suci.

"Agenda ke depan kita pertimbangkan tidak di bulan Desember. Karena cuacanya," kata Luhut. 

Seusai penyelenggaraan Sail Sabang, pemerintah melalui kementerian pariwisata akan menggelar triangle regatta. Tiga tempat itu adalah Sabang-Phuket-Langkawi. Selain itu juga akan digelar freediving internasional di lautan Sabang. [Humas-Aceh]

StatusAceh.Net - Isu-isu mengenai multikulturalisme dan kearifan lokal di Indonesia menjadi perhatian penting para pemakalah dalam Konferensi Internasional Perdana Tentang Studi-Studi Stratejik dan Global atau The First International Conference of Strategic and Global Studies (ICSGS). Hal ini terlihat dari beberapa paper/ makalah yang mengangkat tema-tema terkait, dan disajikan oleh para presenter dalam sesi-sesi panel konferensi. Beberapa diantaranya ialah paper berjudul Basic Color Terms in Pangandaran Dialectyang ditulis oleh Luky Sandra Amalia, Knowledge Preservation Strategy at Jember Fashion Carnaval in Jember City, East Java yang ditulis oleh Dwi Indah Perwati.

Konferensi ini mengangkat tema Strengthening Sustainable Development Goals toward A World Peace Order atau Memperkuat Tujuan-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Suatu Tatanan Dunia yang Damai. Event berskala itesional ini diselenggarakan oleh Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) pada Kamis, 30 November 2017, di Gedung Pusat Studi Jepang (PSJ), Kampus UI, Depok.

Beberapa paper lainnyayang mengangkat isu-isu kearifan lokal ialah Preservation and Transfer of Local Genius in Bisa Dewek Program yang ditulis oleh Mohammad Caesario Nugroho, dan Kampung Hompimpa: Preserving Traditional Games among Invasion Online Games yang ditulis oleh Imas Komariah. Ada pula paper berjudul: Knowledge Preservation of Ondel-Ondelas Icon of Jakarta yang ditulis oleh Farhan Bukhori, dan Knowledge Preservation of Mystical Culture Legacy Kebo-Keboan Alasmalang yang ditulis oleh Bachrul Ilmi.
Papersejenis lainnya berjudul: Virtual Tour as a Tool to Preserve Traditional Knowledge of KasepuhanPalace yang ditulis oleh Khusnul Khatimah, danThe Indigenous Knowledge Strategic as An Effort to PreserveRanggukDanceArtin Kerinci Regency yang ditulis oleh Arika Oktavia. Termasuk paper berjudul Preservation Knowledge of Sigeh Pengunten Dance as Traditional Knowledge From Lampung yang ditulis oleh Okta Reni Azrina RA, serta Kerokan, The Preservation of Indigeneous Knowledge of Javanese People yang ditulis oleh Ananto Pratiesno.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki keanekaragaman budaya, agama, suku, ras, dan bahasa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, yang semuanya menjadi unsur-unsur penting kebudayaan nasional Indonesia. Konsekuensinya, pluralisme sosial yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ini wajib dilindungi oleh negara serta dilestarikan oleh seluruh warga negara, khususnya generasi muda Indonesia. Hal ini sesuai dengan moto nasional kita, yakni “Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-beda Tetapi Satu Jua”, ketika perbedaan tidak menjadi penghalang bagi kita untuk bersatu di bawah naungan NKRI, Undang-Undang Dasar 1945, dan Pancasila.

Kekayaan multikulturalisme Indonesia merupakan tantangan besar sekaligus peluang penting bagi bangsa ini, apakah akan menjadi unsur pemersatu bangsa atau sebaliknya, justru menjadi unsur pemecah-belah bangsa Indonesia. Prinsipnya, mustahil bangsa Indonesia dapat menjadi pelopor perdamaian dunia jika keanekaragaman dan berbagai perbedaan yang ada di dalamnya justru menjadi faktor utama pemecah-belah bangsa. Fakta tentang keanekaragaman dn pluralisme sosial bangsa Indonesia saat ini turut melatarbelakangi diselenggarakannya konferensi internasional ini.

Terdapat 51 paper yang telah lolos seleksi dan dipresentasikan dalam beberapa tema sepertı Ekonomi Syariah, Keamanan Nasional, Ketahanan Nasional, Isu-Isu Gender, Pembangunan Kawasan Secara Berkelanjutan, Isu-isu dunia dan kawasan, Perdamaian dan Resolusi konflik, Pemuda dan kepemimpinan, sosial, budaya, agama, dan kemanusiaan.

Konferensi internasional ini juga menghadirkan beberapa narasumber dalam sesi pleno, yakni Direktur SKSG UI, Dr.Muhammad Luthfi Zuhdi, M.A., dr. Ryosuke Kajita, Ph.D., peneliti dan pakar kebencanaan dari Kyoto University, Jepang, serta Joel Ng, B.A., M.A., peneliti di bidang Perbandingan dan Politik Internasional dari S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Singapura. Adapun moderatornya ialah Yon Machmudi, Ph.D., Kepala Program Studi (Prodi) Kajian Timur Tengah dan Islam (KTTI) UI.

Koordinator Humas The First ICSGS UI, Muhammad Ibrahim Hamdani
Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI

SABANG – Sail Sabang yang berlangsung pada 28 November – 5 Desember 2017 di Pulau Weh diwarnai puluhan kegiatan menarik. Salah satunya pertunjukan Atraksi Budaya Adat Meulaot digelar pada Senin, 4 Desember, di kawasan pesisir pantai Balohan, Sabang.

Atraksi Budaya Adat Meulaot akan menyuguhkan serangkaian prosesi adat melaut oleh masyarakat nelayan, di antaranya tradisi tarek pukat, khanduri laot, penampilan tari tarek pukat, dan lomba mancing tradisional.

Setiap proses tersebut diiringi dengan cerita dalam Bahasa Indonesia dan Inggris serta para pengunjung bisa ikut terlibat.

“Kami yakin atraksi ini akan memukau pengunjung Sail Sabang,” ujar Reza Fahlevi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Dia menerangkan, Atraksi Budaya Adat Meulaot digelar untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan pengunjung tentang prosesi adat melaut Aceh yang mengandung nilai syariat, ekonomi, dan sosial. Sekaligus menambah daya tarik pelaksanaan event Sail Sabang.

“Kegiatan ini hendak menyampaikan pesan kepada masyarakat internasional bahwa adat meulaot telah berlangsung turun-temurun di Aceh, yang bertujuan melestarikan laut dan pesisir pantai untuk menjaga lingkungan dan keberlangsungan hidup biota laut, dimana dampaknya dapat menopang kehidupan manusia terutama masyarakat nelayan sepanjang pesisir pantai yang ada di Aceh,” ujarnya.

Salman Varisi, Koordinator Event Atraksi Budaya Adat Meulaot menjelaskan, atraksi dilangsungkan sehari penuh di tepi pantai di sisi timur Pelabuhan Balohan. Sejumlah nelayan Sabang dipimpin Panglima Laot akan memperkenalkan teknik dan alat penangkapan ikan tradisional kepada pengunjung.

“Atraksi inti dari kegiatan ini adalah Tarek Pukat Darat, di mana para pengunjung boleh berpartisipasi langsung untuk mendapatkan pengalaman menjadi nelayan. Pengunjung juga bisa melihat serta belajar membuat alat tangkap tradisional yang didemokan oleh perajin setempat,” terangnya.

Wisatawan asing tak perlu bingung. Sebab kata Salman, setiap atraksi Adat Meulaot akan dituturkan oleh narator dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pengunjung juga bisa mengikuti persiapan Khanduri Laot kemudian makan siang bersama masyarakat nelayan.

“Atraksi Adat Meulaot dilengkapi pula dengan penampilan Tari Tarek Pukat yang terinspirasi dari tradisi melaut serta diakhiri dengan lomba mancing tradisional,” tambah Salman.(Rill)

SABANG - Kedatangan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla pada puncak Sail Sabang 2017, Sabtu (2/12/2017), selain meresmikan even wisata bahari terbesar tersebut. Wapres juga menandatangani penerbitan perangko seri Sail Sabang.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung Wapres didampingi langsung Kementerian Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf setelah meresmikan pembukaan Sail Sabang 2017 yang sudah dimulai sejak 28 November hingga 5 Desember 2017.

Dengan penandatangan tersebut, logo Sail Sabang 2017 resmi akan menjadi salah satu seri perangko yang akan berlaku di Indonesia mulai tahun 2018 mendatang dan sampul tersebut akan dipamerkan di Museum Perangko Taman Mini Indonesia Indah.

Sebelumnya, pada sambutan peresmian Sail Sabang 2017, Wapres Jusuf Kalla mengingatkan agar Pelabuhan CT-3 BPKS, Kota Sabang harus terus mengikuti perkembangan teknologi, agar tetap menjadi destinasi bagi kapal-kapal besar serta wisatawan.

Kata JK, pelabuhan Sabang kini tidak lagi menjadi pelabuhan singgah bagi kapal-kapal yang berlayar untuk memasok air bersih dan logistik saat melayari Samudera Hindia. “Ini terjadi karena kemajuan teknologi yang canggih,” kata JK.

Dengan teknologi, tambahnya, kapal-kapal kini sudah bisa menghasilkan air bersih sendiri dan bisa menyimpan makanan dalam jumlah banyak selama waktu pelayaran, maka fungsi pelabuhan harus diganti menjadi pelabuhan singgahan bagi kapal-kapal wisata. Sehingga bisa memberi income bagi daerah Sabang khususnya dan Aceh pada umumnya.

Pada hari puncak Sail Sabang 2017 itu, Wapres yang turut didampingi isterinya Mufidah Jusuf Kalla, disuguhi penampilan tarian kolosal kisah perjuangan para pejuang laut wanita asal Aceh, Laksamana Keumalahayati. Usai menyaksikan tarian kolosal, rombongan Wapres mengunjungi KRI Bima Suci.(Rill)

SABANG - Memeriahkan Sail Sabang 2017, salah satu tarian asal Aceh, Tari Saman asal Aceh Timur, akan menjadi pembuka pada Pentas Wonderful Sabang di arena Pelabuhan CT-3 BPKS di Kota Sabang, Sabtu (02/12/2017) malam.

Selain itu, artis nasional asal Aceh Edwin bareng Cut Rita akan memandu sampai berakhir pentas hiburan Sail Sabang yang diawali dengan Wonderful Opening Art yang akan dibawakan oleh Nurul Alam Banda Aceh.

"Malam ini akan banyak talenta -telenta yang akan tampil di pentas Wanderful Sabang. Pada malam pertama Tari Saman asal Aceh Timur menjadi pembuka," Kata Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani di Kota Sabang.

Rahmadhani menambahkan, Pentas Wonderful Sabang pada malam perhelatan pertama itu juga menghadirkan sejumlah artis lokal Aceh dan Nasional.

"Ada beberapa artis juga ikut memeriahkan Pentas Wonderful Sabang untuk malam ini, seperti Weh Country, Aicosa Caplie Ubiet, Clover Band, Meurandeh Band dan Apache13," rincinya.

Kata Rahmadhani, Pentas Wonderful Sabang akan digelar sampai tanggal 5 Desember 2017. kegiatan ini juga salah satu even yang ikut dalam Sail Sabang 2017.

"Semoga dengan banyaknya kegiatan di Sail Sabang 2017 diharapkan, tidak hanya mampu memberi sesuatu yang berbeda selama Sail Sabang 2017, tapi membuktikan juga bahwa Sail Sabang 2017 adalah sail yang terbesar dalam sejarah Indonesia dengan banyanknya rangkaian atraksi wisata menarik dan unik yang dipersembahkan kepada pengunjung," ungkapnya.(Rill)

,
Langsa | Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono dan Walikota Langsa Usman Abdullah menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1439 Hijriah. Sekaligus mendengarkan  Tausyiah dan Dakwah Ustadz kondang H. Abdul Somad Lc. MA.

Tabliqh  Akbar dalam rangka menyambut memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1439 Hijriah, berlangsung di Lapangan Merdeka Kota Langsa, Jum’at (1/12) malam, diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Langsa.

Tausyiah dan Dakwah Ustadz kondang H. Abdul Somad Lc. MA, dihadiri Ribuan jamaah warga Kota Langsa, bahkan masyarakat Aceh dari berbagai daerah yang ada di Provinsi Aceh umumnya.

Selain tampak hadir Walikota Langsa Usman Abdullah SE, Wakil Walikota Langsa Dr H Marzuki Hamid MM, juga turut dihadiri pejabat TNI diantaranya, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono S.I.P, M.Si, dan para ulama dari berbagai daerah Aceh, anggota DPR-RI Komisi X Muslim SHi MM, anggota DPRA Asrizal Asnawi, serta sejumlah pejabat lainnya.

Usai melaksanakan shalat Isya berjamaah, Ustadz Abdul Somad bersama Wali Kota Usman Abdullah, Wakil Wali Kota Marzuki Hamid, Danrem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, bersama Forkompimda lainnya menuju Tribun Lapangan Merdeka Langsa, akan berlangsungnya memasuki jadwal Dakwah.

Penceramah yang sangat dirindukan ummat saat ini, Ustadz Kondang Abdul Somad Lc. MA. asal Riau khusus diundang pemerintahan Kota Langsa, untuk mengisi Dakwah yang bertemakan “Akhlak Rasulullah SAW Sebagai Spirit Menuju Revolusi Mental”.

Demi mendengarkan Dakwah/Tausyiah Ustadz kondang H. Abdul Somad. Antusias seluruh jamaah warga masyarakat yang memenuhi Lapangan Merdeka Langsa itupun rela walaupun harus berdiri dalam suasana hujan gerimis.(Rill)

SABANG - Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya membuka Wonderful Sabang and Marine Expo 2017 di Dermaga CT-3 BPKS, Kota Sabang, Jumat (1/12/17).

Pembukaan expo yang merupakan rangkaian acara Sail Sabang 2017 tersebut ditandai dengan tabuhan rapai oleh Menteri Arief Yahya.

Wonderful Sabang dan Marine Expo tersebut merupakan salah satu dari 46 rangkaian event yang digelar dalam kegiatan Sail Sabang. Kemudian ada 196 stand dari 109 kementerian dan lembaga yang turut mendirikan stand di lokasi itu.

Kemudian, ditambah stand-stand dari setiap provinsi yang ada di Indonesia. Kata Arief, ini menjadi event yang luar biasa, karena semua provinsi turut membantu menyukseskan event Sail Sabang.

Masing-masing Provinsi dan Kementerian/Lembaga, juga pamerkan karya yang dihasilkan selama ini, seperti produk, kerajinan dan potensi yang dimiliki.

Dalam sambutannya, Arief Yahya mengatakan, ada sekitar 3.000 wisatawan mancanegara berada di Sabang meramaikan even Sail Sabang 2017.

Maka melalui Wonderful Sabang and Marine Expo 2017 para wisatawan bisa mendapat informasi mengenai Sabang dan pariwisata bahari.

“Event Sail Sabang ini merupakan yang terbesar dari sembilan sail lainnya yang sudah digelar. Hari ini hastag  #pesonasailsabang2017 juga menjadi trending topik di Twitter,” kata Menpar Arief Yahya.

Selain itu, kata Arief, ada banyak rangkaian acara Sail kali ini besar karena banyak wisatawan yang hadir. "Kemudian banyak even. Ada juga sekitar 100 yatch akan tiba di Sabang," kata Menpar.

Targetnya, pada tahun 2019 mendatang sektor pariwisata menjadi devisa nomor satu bagi Indonesia. Saat ini, pariwisata Indonesia masuk dalam 20 teratas tempat pariwisata terbaik dunia.

Kendati demikian, menurut Menpar, Sabang belum dimanfaatkan dengan baik sebagai daerah pariwisata. Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sabang, ada tiga cara, yaitu dengan tourism, trade, dan investment.

"Saran saya, Sabang dimaksimalkan dengan tourism, jadi nanti trade dan investmen ikut ke tourism," ujarnya.

Ditambahkan, Arief Yahya, Presiden Joko Widodo berharap pergelaran Sail Sabang tahun ini tidak hanya berupa pesta belaka, namun bisa menghasilkan karya nyata.

Setidaknya ada dua karya nyata yang dihasilkan usai Sail Sabang ini, yaitu event internasional tahun depan dengan kolaborasi Sabang, Phuket di Thailand, dan Langkawi di Malaysia. Selain itu kompetisi freediving internasional di Sabang.

"Ada juga budidaya ikan atau aquaculture. Itu hasil nyata dari Sail Sabang," kata Menpar Arief Yahya.

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyebutkan tujuan yang ingin dicapai dari expo tersebut dan kegiatan Sail Sabang, yaitu mempercepat pembangunan Aceh dari segi ekonomi dan pariwisata, lalu mengembangkan sarana dan rute perairan untuk menjadikan Aceh sebagai salah satu tujuan wisata dunia.

"Terwujud Indonesia sebagai poros maritim dunia, juga untuk menarik investor internasional dan terjalin hubungan antara pemerintah dan investor," kata Wagub Aceh.

Ia berharap, kegiatan Sail Sabang 2017 berjalan sukses dan berdampak positif bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun pariwisata.(Rill)

SABANG - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia akan terus membenahi Sabang untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan nasional dan mancanegara untuk berkunjung menikmati panorama alam Sabang. Salah satunya dengan membangun gedung destinasi wisata bahari.

Hal tersebut disampaikan Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata RI,  Indroyono Soesilo dalam konfrensi pers tentang pelaksanaan Sail Sabang 2017 yang digelar sejak, 28 November hingga 5 Desember 2017 di Media Center CT-3 Pelabuhan BPKS di Kota Sabang, Kamis (30/11/2017).

Indroyono mengatakan, selama ini Sabang yang kenal sebagai tempat pariwisata bahari internasional sangat minim gedung destinasi wisata yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancenegara selama berada di Kota Sabang.

"Wisatawan luar negeri yang ke Sabang, keliling dua jam selesai. Setelah itu nggak tahu mau ngapain lagi," kata Indroyono didamping Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwsata (Disbudpar) Aceh, Rahmadhani.

Kementerian Pariwasata, tambahnya akan terus berupaya untuk membenahi Sabang agar para wisatawan tidak bosan-bosan datang berwisata di laut Sabang yang kaya dengan biota laut dan keindahan alamnya.

Pembangunan destinasi wisata ini, kata Indroyono, akan dimulai pada 2018 untuk mendukung destinasi wisata bahari yang saat ini sudah dicanangkan di Sabang. Beberapa destinasi baru yang akan digarap di Sabang yaitu pembangunan Stasiun Oseanografi LIPI, pembangunan Floating Aquaculture Modern, dan Kebun Raya Sabang.

Indroyono yang juga Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari, menambakan, Sabang mempunyai sarana yang lengkap untuk mendatangkan wisatawan. Dermaga di CT-3 BPKS di Kota Sabang yang mampu menampung cruise ship berkapasitas 5000 penumpang, ada bandara, dan juga akses air bersih serta listrik. Namun kekurangan destinasi gedung untuk dikunjungi.

"Tiga juta penumpang wisata cruise ship yang singgah ke Sabang. Jadi potensi ada, atraksinya ada, infrastrukturnya digarap di Sabang," sebutnya.

Ia berharap, dengan dibangunnya infrastruktur destinasi wisata di Sabang, cruise ship yang mengangkut ribuan wisatawan mancanegara akan singgah di Sabang sebulan sekali. Ia juga meminta masyarakat Sabang menjaga kebersihan lingkungan dan bersifat ramah.

Targetnya, Indonesia mendapat 20 juta miliar dolar dari sektor pariwisata pada tahun 2019. “Untuk itu, kegiatan bahari internasional tahun depan, Sabang juga menjadi salah satu pusatnya,” pungkas Indroyono dalam konferensi tersebut.(Rill)

Jakarta, - Setelah ramai diberitakan di media belakangan, kaitannya dengan revisi UU ASN yang masih tidak ada titik temu. Sekjen Forum Aliansi Guru dan Karyawan (FAGAR), Ma'mol Abdul Faqih menemui Stafsus Presiden RI.

Pertemuan khusus tersebut berlangsung di ruangan Stafsus Presiden RI. Ma'mol mengeluhkan nasib para guru Honorer yang belum ada kejelasan dari pemerintah pusat terkait  revisi UU ASN yang belum tuntas.

"Memang sudah seharusnya pemerintah mengupayakan untuk segera merevisi UU ASN yang berlaku saat ini." Kata ma'mol dalam dalam keterang pers, Kamis (30/11).

Ma'mol sangat menyayangkan ketika Pemerintah pusat dengan mudahnya mengeluarkan uang untuk pembebasan lahan. Tetapi Pemerintah pusat masih belum bisa melakukannya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honorer.

"Sudah saatnya Pemerintah Pusat menggelontorkan anggaran untuk pembebasan buta aksara, yang peranannya dilakukan oleh para Guru  khususnya Guru Honorer." Tegasnya.

"Pemerintah Pusat sangat gampang menggelontorkan anggaran untuk pembebasan lahan, tetapi kenapa Pemerintah Pusat sangat susah untuk menggelontorkan anggaran untuk pembebasan buta aksara". Kata Ma'mol di Gedung Sekretaris Negaara selesai menemui Stafsus Presiden.

Dari hasil pertemuan dengan Stafsus Presiden RI, Ma'mol memberi keterangan supaya para guru honorer bersabar. Berdasarkan penjelasan Stafsus Presiden RI, pemerintah sudah memproses untuk merivisi UU ASN.

"Ya, tadi Stafus Presiden memberi penjelasan kepada kami supaya bersabar dulu. Pihak Pemerintah Pusat sudah memprosesnya". Pungkas Ma'mol kepada Media.(Rill)

,
Inilah Pasukan Raider 111 di Aceh Memiliki Keahlian Khusus


Tualang Cut | Satuan Tempur Batalyon Raider khusus 111/Karma Bhakti, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, jajaran Korem 011/Lilawangsa, di Provinsi Aceh yang memiliki keahlian khusus.

Pasukan Raider khusus 111 adalah pasukan TNI yang memiliki kemampuan 3 (Tiga) kali lipat di atas pasukan Reguler dan dibawah Pasukan Komando. Pasukan ini dibentuk untuk meningkatkan daya kemampuan anti teror dan serbuan operasi daerah perairan, seperti Rawa, Laut, Sungai dan Pantai, serta memiliki keahlian-keahlian khusus lainnya.

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono mengatakan, satuan Batalyon Raider khusus 111/Karma Bhakti memiliki prajurit-prajurit TNI yang terlatih bahkan kemampuan tempurnya tiga kali lipat dari Batalyon Infanteri biasa.

Hal itu dikatakan Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono didampingi Danyon Raider khusus 111/KB Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis saat meninjau berlangsungnya latihan, di Kuala Kota Langsa, Jum’at (1/12).

Danrem menambahkan, bahwa  mereka dibentuk dan terus dilatih pemantapan Raider diantaranya, latihan serbuan oprasi rawa laut, sungai, pantai, dan daerah-daerah perairan lainnya, termasuk dilatih melakukan penyergapan, mobil udara dan terjun dari Heli dengan cepat, katanya.

“Latihan Pemantapan Raider seperti ini bertujuan, untuk mengasah kemampuan para prajurit Batalyon Raider Khusus 111/Karma Bhakti, sehingga apabila dihadapkan di daerah sesungguhnya dalam suatu tugas operasi yang bersifat khusus, dengan situasi bagaimanapun  mereka mampu dan berhasil melaksanakan tugas tersebut”, harapnya.

Karena tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,serta melindungi dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Termasuk di Wilayah Provinsi Aceh, pungkas Danrem Agus Firman Yusmono.| Laung

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf diwakili Asisten Pembangunan dan Keistimewaan Aceh, Iskandar A Gani meminta para camat untuk manjadikan dokumen RPJMA 2017-2022 sebagai pedoman dalam penyusunan dokumen  perencanaan pembangunan daerah guna mewujudkan integrasi, sinkronisasi dan sinergisitas perencanaan pembangunan antar daerah, termasuk kecamatan.

Hal tersebut disampaikan Iskandar saat membuka Rapat Kerja Camat se-Aceh Tahun 2017 di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Kamis (30/11/17). 

 “Dokumen RPJMA Tahun 2017-2022 adalah merupakan penjabaran dari Visi dan Misi Pemerintah Aceh dalam melaksanakan pembangunan dengan jangka waktu 5 (lima) tahun kedepan,” kata Iskandar.

Khusus untuk program unggulan Aceh Seujahtera, melalui JKA PLUS kata Iskandar, camat diharapkan untuk melakukan monitoring dan koordinasi lebih lanjut terhadap pembentukan dan aktifitas posko di unit pelayanan kesehatan yang ada dalam wilayah  masing-masing. 

“Pastikan posko tersebut dapat memberikan layanan yang maksimal bagi pasien dan keluarganya, serta koordinasikan dengan Bupati/Walikota,” ujar Iskandar.

Iskandar juga menghimbau Pemerintah Kabupaten/ Kota agar dapat melakukan penilaian kecamatan yang selanjutnya dapat diberikan penghargaan dalam bentuk pembinaan kepada kecamatan. Demikian juga halnya untuk penilaian kecamatan terbaik se-Aceh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Iskandar juga menghimbau camat agar lebih intens melakukan pembinaan dan pengawasan pemerintahan gampong dalam mengelola dana desa sehingga tepat sasaran. 

 “Dalam pemberdayaan masyarakat gampong, membutuhkan dukungan kecamatan yang lebih intens, antara lain dalam hal sosialisasi, pembinaan, monitoring dan evaluasi , sehingga program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan secara akuntabilitas, transparan, efektif dan efesien,” kata Iskandar. 

Pada kesempatan tersebut, Iskandar juga berharap kepada seluruh camat untuk mememberikan dukungan kelancaran tahapan Pemilu 2019, khususnya dalam pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Selain itu, Iskandar juga mengajak para camat untuk mendukung berbagai agenda nasional dan international yang akan dilaksanakan di Aceh seperti Sail Sabang, Aceh World Solidarity Cup. 

“Para camat dapat  menyampaikan informasi dan ikut berpartisipasi dalam mendukung agenda tersebut,” ujar Iskandar.

SABANG | HUMAS ACEH - Gubernur Aceh, drh. Irwandi Yusuf, membuka Business Forum Jambore Iptek Sail Sabang 2017. Acara bertema Sabang sebagai Destinasi Wisata Bahari Kelas Dunia itu, berlangsung di Mata Ie Resort, Kamis 30 November 2017.

Jambore Iptek sebelumnya telah dilaksanakan 20 tahun lalu di Sabang. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), sebuah lembaga non pemerintah kementerian di bawah Kemenristekdiktilah salah satu pihak yang ikut mengembangkan Sabang kembali seusai ditetapkan sebagai daerah Freeport.

"Ini mengulang memori dahulu saat penetapan Sabang dan Pulo Aceh sebagai pusat perkembangan ekonomi terpadu," kata Irwandi Yusuf.

Irwandi mengatakan, Sabang merupakan daerah pelabuhan yang sudah difungsikan sejak era perdagangan Eropa dan Timur. Kawasan Sabang di saat itu, sudah menjadi daerah singgahan.

Saat Indonesia merdeka pun, kejayaan Sabang masih sangat kentara. Baru kemudian seusai pengembangan Batam sebagai daerah Freeport dan ditutupnya sebagai pelabuhan bebas, kemajuan Sabang mulai luntur.

Situasi Sabang, kata Irwandi, sudah berbeda saat pemerintah membuka kembali Sabang sebagai pelabuhan bebas di tahun 2001. "Situasi perdagangan dunia sudah berubah," katanya.

Irwandi mengatakan, Sabang saat ini cocok dibangun sebagai daerah wisata dan kawasan transportasi dunia melalui pelabuhan bebasnya. "Sabang harus menjadikan dirinya sebagai harbour internasional," kata Irwandi Yusuf.

Sasarannya adalah kapal-kapal kargo yang sedang dalam perjalanan menuju Asia Timur. Sabang, kata Irwandi, adalah daerah yag punya potensi untuk menjadi daerah industri. Pasalnya, segala bentuk proses bongkar muat dari kapal-kapal di Selat Malaka tidak terkena pajak.

Sementara Indroyono Soesilo, Penasihat Kehormatan pada Kementerian Pariwisata Indonesia, mengatakan jambore Iptek ikut berperan mengembangkan Sabang.

Indroyono menyebutkan, saat kejadian karamnya KMP Gurita, Wali Kota Sabang dan gubernur di kala itu, menghadap ke presiden untuk meminta pemerintah memajukan kembali kawasan Sabang.

"Itu adalah dasar diselenggarakan Jambore Iptek di tahun 1997 lalu," kata Indroyono. Tim merekalah yang kemudian membangun Tugu O Kilometer Indonesia di Iboih Sabang.

Indroyono berharap, Jambore Iptek tahun 2017 bukan hanya mengenang jambore 20 tahun lalu, namun harus bermanfaat bagi kemajuan Sabang di masa mendatang.(Rill)

Ilustrasi
Lhokseumawe -  LSM Coperlink selaku kuasa khusus meminta klarifikasi kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe Suadi Yahya yang memberhentikan atau memecat Geusyik Blang Panyang M. Idris dari jabatannya tanpa menerangkan sebab atau alasan yang jelas.

Hal itu diungkapkan Ketua Badan Pimpinan Pusat LSM Cooperlink Junaidi Siahan ST , Kamis (30/11/2017), terkait kasus pencopotan jabatan geusyik Blang Panyang oleh Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya tanpa dasar atau alasan yang jelas.

Junaidi mengatakan berdasarkan surat resmi Pemko Lhokseumawe nomo: 443 pada tanggal 2 Oktober 2017 tentang keputusan Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya secara sepihak telah memberhentikan Keuchik Blang Panyang M Idris Kecamatan Muara Satu.

Dalam surat resmi itu menerangkan keputusan tersebut berdasarkan hasil laporan tim penanganan masalah pemerintah gampong menyimpulkan bahwa Geusyik Blang Panyang  tidak melaksanakan dan telah melanggar larangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 31 ayat 4 dan pasal 32 Qanun KOta Lhokseumawe nomor satu tahun 2015 tentang gampong yang menjadi pertimbangannya.

Akan tetapi dalam keputusan pemberhentian jabatan itu tidak menjelaskan penyebab atau alasan  atau kesalahan yang jelas hingga tidak memiliki dasar yang bisa menjadi pegangan hukum hingga terkesan sepihak dan kesewenang-wenangan dalam bertindak.

Junaidi menegaskan LSM Cooperlink sejak Kamis (23/11) lalu, telah melayangkan surat permintaan klarifikasi dan alasan atau kesalahan apa yang diperbuat Idris Maun hingga harus diberhenti dari jabatan geusyik. 

“ Sampai hari ini pihak Pemko Lhokseumawe belum membalas surat tersebut. Tindakan memberhentikan Keusyik terkesan tindakan kesewenang-wenangan menggunakan jabatan yang telah merugikan orang lain baik secara moril maupun materil,” tuturnya.

Junaidi juga mengancam bila pihak Pemko Lhokseumawe dalam hal ini baik Wali KOta Lhokseumawe Suadi Yahya atau Sekda KOta Lhokseumawe Bukhari tidak merespon atau tidak memberi penjelasan atau maka pihaknya akan menempuh jalur hukum.

Sementara itu, Wali KOta Lhokseumawe Suadi Yahya yang dtemui Waspada di salah satu warkop Jalan Listrik Kecamatan Banda Sakti, Senin (27/11) membenarkan adanya keputusan pihaknya telah memberhentikan Idris Maun secara resmi sesuai prosedur yang berlaku.

Ketika ditanya alasannya, Suadi  meminta agar Waspada mengkonfirmasi langsung kepada Sekda KOta Lhokseumawe Bukhari yang lebih menguasai persoalan tersebut. “ Soal itu tanyakan saja sama sekda. Karena keputusan resmi geusyik itu diberhentikan sudah sesuai prosedur yang berlaku,” paparnya.

Sementara itu, Sekda Kota Lhokseumawe yang dikonfirmasi Waspada via telepon selulernya sedang tidak berada ditempat dan sedang mengikuti acara di KOta Banda Aceh.

Sekda juga mengakui benar telah adanya keputusan resmi memberhentikan Idris Maun dari jabatan Keuchik dan semua itu sudah ditempuh secara prosedur dan mekanisme yang berlaku tanpa cacat hukum.

Ironinya, ketika ditanyakan apa alasan atau kesalahannya hingga dipecat, sekda justru menolak untuk menjawabnya dan tidak akan mengungkapkan alasan tersebut pada publik.

Sekda juga menyatakan kalau Idris tidak puas dan ingin menempuh jalur hukum maka dirinya siap akan membuka alasan itu di hadapan pengadilan negeri.

“ Keputusan resmi memberhentikan geusyik itu sudah sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku. Kalau menempuh jalur hukum, maka saya siap membuka apa alasannya dihadapan pengadilan negeri nanti. Tapi tetap saja tidak  akan katakan sekarang pada media massa,” cetusnya.(SA/TSA)

SPBU Cot Trueng,Muara Batu Aceh. Utara
ACEH UTARA-  Penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) di stasiun Pengisian bahan bakar umum (SPBU) kerap terjadi baik dilakukan seperti pengisian BBM bersubsidi jenis Premium/bensin kedalam jerigen dalam jumlah yang bukan sedikit.

Seperti yang tertangkap kamera Reporter, Senin (27/11/2017) sekitar pukul 15:00 WIB sore di SPBU Cot Trueng Kec. Muara Batu, Aceh Utara, belasan jerigen yang dimuat dibak mobil pick up jenis carry diisikan BBM bersubsidi oleh petugas pompa.

Kegiatan ilegal ini terlihat lansung dikoordinir oleh oknum pengawas SPBU berinitial MD kepada petugas pompa agar mengisikan minyak bensin yang memang telah ditimbun di mesin pompa tepatnya didepan pintu kantor SPBU tersebut.

Petugas pompa yang mendapat intruksi dari oknum pengawas SPBU MD tanpa banyak tanya lansung mengisikan BBM subsidi kedalam jerigen yang berada dalalam bak mobil pick up tersebut.

Pengisian minyak bensin bersubsidi menjelang sore terlihat sangat terbuka dan tidak sembunyi-sembunyi,hanya bagian depan bak mobil saja yang ditutupi dengan karet penutup.

Penjualan BBM bersubsidi kedalam jerigen di SPBU cot trueng bukanlah pertama kali, Reporter juga sempat menemukan fenomena yang sama beberapa hari lalu di tempat yang sama,sekitar pukul 03:00 WIB dini hari terlihat,petugas pompa mengisikan BBM kedalam puluhan jerigen yang dimuat dalam bak mobil pick up jenis grand max warna hitam

Dari sejumlah informasi yang dihimpun dari lokasi kegiatan pengisian BM bersubsidi kerap terjadi di SPBU cot trueng yang dilakukan oleh oknum pengawas MD dengan menjual minyak bersubsidi seharga Rp 7250,dalam setiap liternya oknum MD mendapatkan Fee Rp 2500 perliternya dari konsumen jerigen.

" Kalau mobil grand max itu sampai 1,5 ton sekali ambil kalau mobil carry 600 atau 700 liter minyak kalau ambil pakai jerigen,bayar ke bang MD Rp 7250/ jerigen,dalam satu liter bang MD dapat fee 250 rupiah kalikan saja kalau minyak dijual sampai satu ton setengah berapa uang dapat bang MD,kan banyak juga ",beber salahsatu warga setempat yang namanya enggan ditulis disini.

Penjualan BBM Subsidi jenis bensin kepada konsumen jerigen 35 liter ini merupakan penyebab langkanya jenis BBM ini ditemui di SPBU ini,seperti di ungkapkan beberapa pemakai sepeda motor dan mobil yang sedang mengisi bahan bakar di SPBU tersebut.

Azhar (33) salahsatu pengendara sepeda motor yang ditemui di lokasi pengisian mengatakan dirinya sukar mendapatkan BBM subsidi jenis bensin di SPBU tersebut.

“ Kalau di galon ini kalau mau isi bensin susah sekali,selalu dibilang sudah habis ya terpaksa isi pertalite,padahal yang diisi ke jerigen di pompa sebelah sana itu bensin bang,kalau kita yang beli sudah habis dibilang “,ungkap azhar kesal.

“ Kalau isi ke jerigen itu satu atau dua jerigen wajar,nah kalau seperti itu puluhan jerigen kan sudah tidak benar,apalagi itu bensin lan ada subsidinya “,ujar saryadi (28) salahsatu pemilik mobil yang juga ikut menyaksikan aksi penjualan BBM subsidi ke jerigen.

Padahal sudah jelas dalam Undang-undang Migas Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 18 Tahun 2011 tentang Kegiatan Penyaluran Bahan Bakar Minyak.

Berdasarkan hal tersebut di atas maka dengan ini ditegaskan kembali bahwa Lembaga Penyalur (SPBU) hanya boleh menyalurkan Bahan Bakar Minyak Premium dan Solar untuk pengguna akhir. Sebagaimana diatur oleh Peraturan Presiden No 191 tahun 2014 pihak SPBU dilarang keras untuk menjual Bahan Bakar Minyak Premium dan Solar kepada jerigen dan drum untuk dijual kembali ke konsumen.

Jika praktek ini terus di biarkan maka banyak pihak yang akan di rugikan bukan hanya para konsumen, serta masyarakat. Maka Perlunya pengawasan lebih ketat dari pihak Pertamina untuk memberikan peringatan serta tindakan tegas agar para pemilik SPBU jera.

Redaksi: T. Sayed Azhar

Lhokseumawe- Polisi Satuan Sabhara Polres Lhokseumawe Bantu evakuasi pohon kelapa tumbang yang menimpa rumah warga di Jalan Kenari Desa Uteun Bayi Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe."Kamis siang (30/11/2017) sekira pukul 12.30 Wib

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Arief Sukmo Wibowo mengatakan, pihaknya sudah mendatangi lokasi dan anggota Sat Sabhara Polres Lhokseumawe dikerahkan untuk membantu evakuasi pohon tumbang tersebut.

"Pemilik rumah tersebut adalah Fatma Abiteh (36) IRT dengan 5 orang anak dan akibat kejadian tersebut pemilik rumah mengalami kerugian lebih kurang 5 juta rupiah, serta tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut."ungkap Iptu Arief, Kamis siang (30/11/2017)

Pohon kelapa yang sudah tua tersebut tumbang diduga karna angin dan curah hujan sangat tinggi."ungkapnya

Evakuasi pohon tersebut selesai sekitar pukul 13.10 Wib dengan aman dan lancar dengan melibatkan beberapa personil dari Polisi Sat Sabahara Polres Lhokseumawe, instansi RAPI Kota Lhokseumawe,TAGANA Kota Lhokseumawe, Anggota Koramil 16 Banda Sakti serta masyarakat setempat."terang Kapolsek

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar waspada Banjir, selain itu pohon tumbang juga perlu diantisipasi agar tidak memakan korban karna angin dan curah hujan saat ini cukup tinggi."imbuh Kapolsek Banda Sakti. (RMD)

StatusAceh.Net - Mayoritas warga di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, memasak lemang yang merupakan tradisi warisan Suku Alas ketika memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu`alaihi Wasallam 1439 Hijriah yang jatuh pada Jumat, (1/12).

Pantauan di sejumlah desa Aceh Tenggara, Kamis, terlihat sejumlah penduduk di daerah tersebut, sejak pagi hari mulai melakukan aktivitas menanak lemang sebagai penganan khas asli Indonesia ini.

"Kita bikin seperti ini, sebagai tiang penyangga untuk membakar lemang dengan menggunakan kayu kering," terang Suhardi Selian (44), penduduk di Babussalam.

Ia mengaku, kegiatan membakar penganan khas yang berada di dalam batang bambu tersebut memakan waktu paling cepat sekitar empat jam lamanya.

Seperti diketahui, lemang terbuat dari pulut atau ketan yang di campur dengan santan dan garam kemudian dilapisi daun pisang, serta dibakar menggunakan bambu.

Cara membakar lemang dengan posisi di bagian tengah bambu yang agak dimiringkan pada tiang penyangga. Agar masaknya rata, maka putar-putar bambu yang di bakar dengan kayu api.

"Bila kita beli di pajak (pasar), harga lemang ini Rp15 ribu untuk satu sambung. Cuma, tak enak kita rasa kalau tidak kita bakar sendiri," ucap Fatimah (42).

Radasah (61), anggota Badan Permusyawaratan Kute Perapat Sepakat menjelaskan, tradisi memasak lemang adalah demi menjaga adat Suku Alas yang dilakukan dua kali dalam setahun.

"Ini sudah kita lakukan sejak turun-temurun setiap memperingati Maulid Nabi, dan Idul Adha tiap tahun," tuturnya.

"Oran dahulu di wilayah Aceh Tsambung ini, bila malam hari peringatan maulid, maka lemang jadi santapan sambil dengarkan ceramah. Kalu Idul Adha, maka kita hidangkan kepada tamu yang datang," ujar Radasah. | Antara

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Oknum guru di sekolah menengah kejuruan (SMK) kawasan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, berinisial DA dilaporkan ke polisi karena melakukan perbuatan asusila terhadap dua siswinya.

Kedua korban melaporkan perbuatan tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda.

Laporan itu masuk sejak Selasa (21/11) pekan lalu. Namun, DA baru dipanggil pada Rabu (29/11).

“Sebenarnya dua LP (laporan perkara), tapi kami jadikan satu,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Bunga Tri Yulitasari sebagaimana dilansir Prokal.

Dia menjelaskan, pemeriksaan baru dilaksanakan saat ini lantaran yang bersangkutan sedang menjalani program pelatihan khusus.

Bunga menambahkan, kedua korban yakni Rembulan dan Mentari (keduanya nama samaran) adalah murid jurusan otomotif di SMA itu.

Keduanya mengaku digerayangi dalam waktu yang berbeda.

“Disuruh buat kopi, terus kaget dipeluk dari belakang,” ucap Rembulan.

Dia mengatakan, DA melakukan perbuatan asusila itu di salah satu ruang sekolah.

“Seperti ruangan khusus dalam laboratorium,” tambah Rembulan.

Rembulan dan Mentari sebenarnya sudah melawan.

Namun, mereka tak berkutik ketika menerima ancaman.

“Bakal diberi nilai jelek kalau tidak menuruti kehendak si guru tersebut,” ungkap Rembulan. | JPNN

Dua wanita tersangka kurir ganja dari Aceh yang ditangkap Polres Langkat, Sumatera Utara. (Foto: Erie)
Langkat - Dua wanita asal Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam nekat jadi kurir ganja. Tak tanggung, kedua wanita itu membawa ganja seberat 10 kg untuk diedarkan di wilayah Riau.

Kedua wanita itu adalah LU (25) dan SD (24). Mereka ditangkap saat angkutan umum yang ditumpanginya dirazia petugas Polres Langkat di Pos Lantas Sei Karang, Desa Kuala Begumit, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada Rabu (29/11).

Kapolres Langkat, AKBP Dede Rojudin, menerangkan, kedua wanita itu telah ditetapkan sebagai tersangka atas penyalahgunaan narkoba.

Penangkapan kedua tersangka itu dilakukan saat Personel Res Narkoba Polres Langkat melakukan razia dibantu oleh personel pos Lalulintas Sei Karang.

Saat itu, personel menyetop satu per 1 satu kendaraan yang mencurigakan, termasuk bus Putra Pelangi dari arah Aceh dengan nomor polisi BB 7537 AA.

Kemudian petugas memeriksa barang-barang bawaan penumpang. Dari penumpang yang duduk di bangku nomor 5 dan 6 didapati dua orang wanita yang membawa 2 buah tas ransel warna coklat.

Saat petugas menggeledah tas milik kedua wanita itu, di dalamnya berisikan ganja dan kedua orang wanita tersebut mengakui bahwa ganja tersebut dibawa dari Kabupaten Aceh Utara menuju Pekanbaru, Riau. Selanjutnya tim Polres Langkat membawa dua wanita itu dan barang bukti ke Mapolres Langkat guna proses hukum lebih lanjut.

"Barang bukti yang kita amankan sepuluh bal yang dibalut lakban coklat diduga berisikan narkotika jenis ganja seberat 10.000 gram (10 kg). Penyidik masih memeriksa tersangka untuk kita cari tahu dari siapa mereka perolah barang itu," jelas AKBP Dede.

Terpisah, salah satu tersangka yakni LU, mengaku nekat membawa narkoba itu karena faktor kebutuhan ekonomi. Namun dia enggan memberitahu jumlah imbalan yang dijanjikan oleh bandar narkoba yang menyuruhnya.

"Ya karena dijanjikan uang. Disuruh bawa ke Pekanbaru," ujar LU singkat. | tagar.id

SABANG - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh didampingi Pemerintahan Kota Sabang, melepaskan peserta kirab budaya dan pawai kota untuk memeriahkan hajatan Sail Sabang 2017. Pawai yang diikuti 1.500 peserta, dimulai dari lapangan Yos Sudarso hingga berakhir di arena Sabang Fair, Rabu (29/11/2019) sore.

Para peserta kirab budaya dan pawai kota tersebut menampilkan berbagai busana dan pakaian adat dan budaya khas Aceh serta baju kreasi yang ditampilkan oleh berbagai peserta mulai dari pelajar hingga komunitas yang ada di Kota Sabang dan Banda Aceh. Tidak hanya itu, event ini juga dikomandoi oleh Drum Band Taruna-taruni KRI Bima Suci di baris terdepan.

Sebelum pawai dilepaskan, para taruna-taruni KRI Bima Suci terlebih dahulu menampilkan atraksi mereka di depan warga Kota Sabang.


Kadisbudpar Aceh, Reza Fahlevi mengatakan, dalam kirab budaya dan pawai kota juga melibatkan para peserta pelantara dan rombongan Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017 dari seluru Indonesia. Para peserta menampilakan ragama budaya dari Sabang-Merauke.

"Kirab ini merupakan rangkaian dari kegiatan Sail Sabang, melibatkan semua elemen mulai dari pelaku seni Aceh, para pelajar hingga rombongan pelantara dari seluruh Indonesia,” sebut Reza yang didampingi Danlanal Sabang Letkol Laut (P) Kicky Salvachdie, dan Walikota Sabang Nazaruddin.


Pawai tersebut, akui Reza juga sebagai bentuk kepedulian pemerintah Aceh dimana melibatkan semua peserta hingga masyarakat agar dapat ikut ambil bagian dalam menyukseskan event Sail Sabang. Selain agenda sore hari, pada malamnya juga dilanjutkan dengan Carnival Night yang menampilkan beragam baju kreasi dengan kombinasi lampu LED.

"Masyarakat Aceh khususnya Sabang senang sekali karena dengan ada kegiatan seperti ini, mereka dapat melihat bagaimana kekayaan adat budaya Aceh. Inilah yang ditunggu-tunggu masyarakat,” ujar Kadisbudpar Aceh.

Masyarakat Kota Sabang tampak antusias menyambut kirab budaya dan pawai kota, tampak ribuan masyarakat memadati sepanjang jalan di Kota Sabang, mulai dari lokasi start hingga tiba di lokasi finish.(Rill)

Lhokseumawe - Personil Kepolisian Sektor Kuta Makmur Brigadir Wanda Utami Datangi bangunan PAUD Harapan Ibu yang terbakar di Desa Krueng Mayang, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Rabu (29/11/2017) sekitar pukul 16.30 WIB

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kapolsek Kuta Makmur AKP Pitriadi mengatakan, Kapolres Lhokseumawe AKPB Hendri Budiman, melalui Kapolsek Kuta Makmur AKP Pitriadi mengatakan, mendapat informasi tersebut Brigadir Wanda yang sedang bertugas jaga langsung dikerahkan mendatangi lokasi kebakaran paud tersebut.

Sambungnya, kebakaran tersebut pertamakali diketahui dari seorang warga melintas di depan PAUD dan melihat api menyala di dalam bangunan pendidikan usia dini tersebut.

warga tersebut langsung berteriak minta tolong, sehingga warga dan personel polisi datang ke lokasi berupaya memadamkan api, dan sekitar 30 menit kemudian api pun berhasil dipadamkan."ujar Kapolsek, rabu malam (29/11/2017)

"Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebarakan tersebut, akibat kebakaran itu sebagian bangunan PAUD, buka pelajaran dan mainan anak-anak hangus terbakar, sedangkan untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan"imbuh AKP Fitriadi.(RMD)

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, BNN Kabupaten Malang dan BNN Kota Batu, berhasil menangkap bandar ganja di salah satu jasa pengiriman paket di Kota Malang, Senin (27/11/2017) sekitar pukul 09.30.

Petugas menangkap tersangka berinisial D (38) warga Desa Gondanglegi, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Saat ditangkap, D sedang mengambil paketan berupa 1 kg ganja kering kiriman dari Medan.

Ganja kering itu berada dalam kardus kecil yang dilapisi 3 pakaian. Dari hasil pengembangan, petugas kembali mengamankan barang bukti ganja.

Kali ini berisi biji dan batang  ganja kering seberat 250 gram. Petugas juga menangkap S (34) warga Jl Ki Ageng Gribik, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dan B (28) warga Jl Terusan Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Sehingga total ganja yang diamankan seberat 1 kg 250 gram. Selain itu petugas juga mengamankan timbangan elektrik dan ponsel merk Sony.

Kepala BNN Kota Malang AKBP Bambang Sugiharto menjelaskan, penangkapan ini adalah kerjasama yang antara BNN Kota Malang, BNN Kabupaten Malang dan BNN Kota Batu.

"Ini adalah hasil sinergi BNN Malang Raya untuk mengungkap bandar besar narkoba jenis ganja. Kita mendapat informasi hingga mendatangi tempat jasa pengiriman paket di Kota Malang," ujar AKBP Bambang, Rabu (29/11/2017).

Petugas yang saat itu sudah memdapatkan informasi segera menangkap D yang mengambil paketan tersebut. Paketan itu dikirim dari Aceh ke Medan lalu ke Surabaya dan terakhir dikirim ke Malang. Pengiriman melalui bandar.

“Ganja itu dibungkus rapi warna coklat dilapisi tiga baju dimasukan ke dalam kardus. Kami segera mengamankan D dengan barang bukti 1 kg ganja. Kami kembangkan di rumahnya dan ditemukan 250 gram berisi biji dan ranting ganja," ujar Bambang.

Ganja itu dijual seharga Rp 7 juta dan rencananya akan di edarkan di Malang Raya. Diduga pelaku akan mengedarkan saat menjelang pergantian tahun.

"Ternyata ganja itu dibeli dengan cara patungan hingga kami menangkap S dan B warga Kota Malang. Saat ini ketiganya sudah kami amankan. Dugaanya hendak di edarkan menjelang tahun baru. Ganja adalah non medis. Ketergantungannya sangat tinggi,” sambungnya.

Kata Bambang, tangkapan itu adalah adalah pengungkapan besar akhir tahun. Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 Jo 111 ayat 1 Sub 132  Ayat 1 UU No 35 Tahun 2009. Saat ini petugas masih terus melalukan pengembangan. | TRB

Jakarta - Fasilitas infrastruktur seperti bandara dan pelabuhan, adalah infrastruktur yang terkait erat dengan kepentingan nasional. Maka, serah terima pengelolaan tiga bandara di Provinsi Aceh oleh Kementerian Perhubungan harus dipandang sebagai upaya untuk menjaga kepentingan nasional.

Begitu dikatakan Direktur Riset Indonesia Budget Center (IBC), Roy Salam, menanggapi serahterima pengelolaan tiga bandara yang ada di Provinsi Aceh, di Jakarta, Rabu (29/11).

Tiga bandara di Aceh yang pengelolaannya akan tangani Kementerian Perhubungan, adalah Bandara Sultan Malikussaleh, di Kabupaten Aceh Utara, Bandara Rembele di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, dan Bandara Alas Leuser Kutacane di Kabupaten Aceh Tenggara.  Proses serah terima bandara sendiri dijadwalkan pada Desember 2017.

"Pembangunan dan pengelolaan termasuk  pengembangan bandara dan pelabuhan harus  dipandang sebagai kepentingan daerah dan nasional," kata Roy.

Karena itu kata Roy, pengambilalihan pengelolaan tiga bandara di Aceh oleh Kementerian Perhubungan, tidak masalah. Bahkan harus dipandang itu sebagai bagian dala menjaga kepentingan nasional. 

Begitu juga ketika bandara itu masih dalam tahap pembangunan. Saat pemerintah daerah, tak sanggup membiayainya, maka pusat harusnya turun tangan. Langkah Kemenhub dipandang sebagai bentuk dukungan kementerian tersebut dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"Saya kira tidak menyalahi. Karena UU Otda mengatur semua urusan pembangunan adalah urusan pusat. Pusat memberikan sebagian kewenangannya kepada daerah. Jadi prinsipnya, pusat berhak mengurusi semua. APBD- nya daerah bisa dibelanjakan untuk yang lain," tutur Roy.

Pendapat tak jauh berbeda diungkapkan pengamat pemerintahan dari Universitas Padjadjaran, Idil Akbar. Menurut Idil, bandara dan pelabuhan termasuk infrastruktur padat modal yang membutuhkan banyak persyaratan dan dana. Jadi itu objek strategis, yang pembiayaan serta pengelolaannya tak boleh sembarangan.

"Maka jika tingkat okupasi bandara atau pelabuhan cukup tinggi terutama di dalam menunjang pembangunan daerah maka pemerintah pusat harus membantu. Misal membiayai atau mengelolanya," kata dia.

Tapi sekali lagi kata Idil, mesti  ada perhitungan  menyeluruh sebelum pembangunan atau pengelolaan bandara dan pelabuhan diambil-alih oleh pusat. Langkah Kemenhub mengelola tiga bandara di Aceh, harus dibaca dalam konteks membantu pembangunan infrastruktur di daerah. Dan, itu tak salah. Bahkan diperlakukan.| rmol.co

SABANG - Kompetisi selam bebas tanpa alat bantu pernafasan di Balohan Sabang diikuti sebanyak 34 peserta dari 20 negara. Freediving Competition ini sudah digelar sejak 26 November dan berakhir pada 1 Desember 2017 yang merupakan rangkaian dari Sail Sabang 2017.

Memasuki hari ke-empat, Rabu (29/11/2017), peserta freediving masih menyelam di tempat yang telah ditentukan panitia, sekitar satu kilometer dari tepi pantai Balohan, Sabang. Saat menyelam bebas, para peserta didampingi oleh ahli yang ditunjuk panitia.

Selain itu, petugas kesehatan juga siaga di lokasi kompetisi selama peserta menyelam bebas. Peserta akan diantar menggunakan boat khusus untuk sampai ke tempat kompetisi. Kompetisi itu dimulai sejak pagi pukul 08.30 WIB hingga siang.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh Ramadhani mengatakan, event tersebut digelar untuk mengenalkan kembali ke wisatawan, bahwa Aceh punya spot diving terbaik. Bahkan, kata dia, tidak kalah dengan lokasi diving yang ada di seluruh dunia.

“Lewat Sail Sabang, peserta freediving dari mancanegara bisa menjajal pesona alam bawah laut yang ada di Sabang,” katanya.

Rahmadhani merincikan, 34 peserta Freediving Competition di Balohan tersebut, berasal dari Indonesia, Amerika, Australia, Singapura, Malaysia, Russia, Colombia, Belanda, Swedia, Francis, Korea Selatan, Jepang, Afrika Selatan, Selandia Baru, Inggris, Ukraina, Belgia, Cina, dan Italia.

Salah satu peserta freediving asal Malaysia, Radziah Radzi mengaku sangat senang mengikuti kompetisi selam bebas di Pulau Weh, Sabang. Freediving Competition di Sail Sabang ini, merupakan kompetisi pertama selam bebas di laut yang diikuti Radziah.

Pada kompetisi ini ia menyelam hingga kedalaman 26 meter tanpa alat bantu pernafasan. "Alhamdulillah lancar tadi. Saya dapat kartu putih," kata Radziah dalam bahasa Malaysia.

Menurutnya, Sabang merupakan pulau yang indah, karena minim sampah dan masyarakatnya ramah. Kemudian, ia juga mudah mengakses masjid dan makanan halal. Radziah tiba di Sabang pada 23 Desember dan berencana pulang pada 3 Desember. Namun sebelum pulang ke Kuala Lumpur, Malaysia, ia berencana keliling Banda Aceh lebih dahulu.

Hal senada juga diutarakan Darja Tjioe, peserta freediving dari Belanda. Menurutnya Sabang tidak kalah indah dari Bali. Sudah setahun ini, Darja menetap di Bali dan menjadi instruktur di sana.

Selama di Sabang, Radziah dan Darja tinggal di kawasan Iboih. Menurut Darja, di daerah lain harga sewa tempat tinggal terbilang mahal. “Di Sabang murah-murah,” katanya.(Rill)

SABANG – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI turut meramaikan even Sail Sabang 2017. Bioskop mini Misbar (gerimis bubar) dibangun Bekraf di arena Sabang Fair yang akan memutar berbagai film karya anak bangsa mulai 29 November hingga 4 Desember 2017.

Arsitek Misbar Bekraf, Stevani Larasati menjelaskan, bioskop mini itu dirancang sederhana dan mudah akses. Misbar Bekraf di Sabang merupakan bangunan semi permanen. Stevani berharap, bangunan itu bisa terus bermanfaat bagi Sabang walau kegiatan Sail Sabang sudah berakhir.

Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari mengatakan, film yang diputar pada Misbar Bekraf ini variatif, seperti dokumenter, fiksi, dan animasi. Pemutaran film di Misbar Sabang baru akan dimulai besok, dari jadwal yang dibuat, film hanya diputar waktu malam. Dan jika hujan, para penonton akan diberikan jas hujan.

Hari menyebutkan, Sabang termasuk salah satu daerah yang akan dikembangkan oleh Bekraf dari segi ekonomi kreatif karena Sabang merupakan salah satu daerah terdepan. Menghidupkan wilayah-wilayah terdepan di Indonesia juga merupakan bagian dari intruksi Presiden Jokowi kepada para menterinya.

Hari berharap kedepan warga Sabang bisa memproduksi film sendiri dengan kualitas yang baik. "Mudah-mudahan bioskop mini ini berguna bagi warga Sabang dan bisa meningkatkan ekonomi kreatif di Sabang," ujar Hari.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menambahkan, Bekraf merupakan sebuah lembaga setingkat kementerian yang diresmikan dua tahun lalu oleh Presiden RI Joko Widodo. Ada 16 bagian kerja Bekraf, semuanya bertujuan utuk meningkatkan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Kita patut berbangga Bekraf turut datang memeriahkan Sail Sabang 2017 di Kota Sabang. Semoga ini menjadi sebuah motivasi bagi kita dalam memajukan kreatifitas untuk membangun wisata bagi ekonomi kreatif Aceh di masa mendatang,” kata Reza.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus mengatakan, Sail Sabang 2017 ini merupakan momen penting bagi Sabang untuk mengembangkan potensi pariwisatanya sebagai daerah wisata bertaraf internasional. Dalam acara ini pula, Sabang menampilkan berbagai potensi yang dimilikinya seperti potensi alam, budaya, religi, dan lainnya.(Rill)

SABANG - Urban Art Festival yang berlangsung di arena Sabang Fair, Sabang, Selasa 28 November 2017 malam menarik ratusan pengunjung lokal maupun wisatawan yang berhadir ke Sabang untuk menyaksikan ragam kesenian tradisional dari berbagai talent yang tampil.

Acara yang dibuka Wali Kota Sabang, Nazaruddin ini menjadi bagian dari sederetan agenda untuk memeriahkan even wisata bahari Sail Sabang 2017.

Dalam sambutan, Nazaruddin menyambut baik kegiatan seperti ini, dimana pelaku seni yang tampil sudah turut andil dalam memelihara dan memperkuat budaya.

Sabang sebagai kota yang majemuk, akui Nazaruddin ingin membuat kolaborasi seni dengan berbagai kalangan dan komunitas sesuai kemajemukan yang ada di Sabang. Hal itu untuk menjaga kemajemukan dan budaya yang ada di Sabang.

Ia juga berpesan agar masyarakat Sabang menjaga lingkungannya dengan baik, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Jagalah kebersihan Sabang dan layani dengan baik para tamu supaya wisatawan akan terus ramai datang ke Sabang," pesan Nazaruddin.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Reza Fahlevi menambahkan, pergelaran Urban Art Festival sejak dibuka semalam akan berlangsung selama acara Sail Sabang hingga 5 Desember mendatang.

Mereka akan menampilkan berbagai seni tradisi dari berbagai daerah, baik di Provinsi Aceh maupun luar Aceh. Sedikitnya ada 30 sanggar dari Sabang akan meramaikan Urban Art Festival.

"Selain itu ada delapan sanggar dari kabupaten/kota di Aceh dan dari luar Aceh juga ada penampilan seni budaya lainnya dalam acara tersebut,” kata Reza.

Reza menambahakan, Sail Sabang 2017 merupakan sebuah momen terbesar mempromosikan Sabang khususnya dan Aceh secara umum ke seluruh pelosok nasional maupun Internasional. Bahwa Sabang, Aceh merupakan daerah wisata bahari yang tidak kalah indah dengan lokasi wisata bahari lainnya di berbagai negara luar.

Penampilan berbagai seni ada dan budaya dalam even Sail Sabang 2017, juga menunjukkan kepada para wisatawan yang berhadir ke Sabang bahwa Aceh memiliki ragam seni budaya yang kental dan keindahan alam lainnya.

“Harapan kita ada sesuatu nilai positif yang dapat dipetik dari Sail Sabang ini yang tujuannya agar wisatawan tetap terpikat berwisata ke Aceh,” harap Reza.(Rill)

Ilustrasi
Palembang - Forum Aliansi Guru dan Karyawan (FAGAR) mendesak pemerintah agar segera menyelesaikan revisi UU ASN. Hal ini dikarenakan, UU ASN yang berlaku sekarang ini dinilai sangat merugikan para guru honorer khususnya yang sudah berusia diatas 35 tahun.

Pada momentum Hari Guru Nasional, Sekjen DPP Fagar, Ma’mol Abdul Faqih, menegaskan bahwa pemerintah sudah seharusnya melakukan revisi UU ASN.

Ma’mol saat ditemui selesai menghadiri Jambore Nasional Barisan Muda di Bumi Perkemahan Cadika Palembang hari ini (26/11), menganggap UU ASN yang hari ini berlaku sangat tidak memperhatikan kesejahteraan guru honorer. Begitupun pemerintah berjanji untuk menganggkat guru honorer yang usianya 35 tahun ke atas untuk menjadi P3K. Hanya saja, menurut Ma’mol yang menjadi persoalannya adalah batas usia maksimal 40 tahun.

“Perlu ada langkah kongkrit pemerintah untuk menuntaskan persoalan ini,  apabila nantinya revisi UU ASN tidak dilakukan maka kami akan menuntut dan mendesak pemerintah untuk mengeluarkan PERPU Guru Honorer, coba bayangkan saja apabila guru honorer mogok apa tidak gawat negara ini, ya pasti gawat”, pungkas Ma’mol selesai mengisi acara Jambore Nasional BM di Bumi Perkemahan Cadika Palembang hari ini (26/11).

Revisi UU ASN adalah sebuah keniscayaan, tidak ada jalan lain untuk bisa menuntaskan persoalan guru honorer, kecuali Pemerintah mengeluarkan Perpu kaitannya dengan guru honorer. Kaitannya dengan hal itu, beberapa waktu yang lalu, Fagar melakukan audiensi bersama ketua BAP (Badan Akuntabilitas Pegawai) DPR RI bersama Kementrian Keuangan, Kementrian Hukum dan Ham, dan Pendayagunaan Aparatur Negara.

Tetapi, sampai saat ini menurut Ma’mol belum ada kejelasan dari hasil audiensi tersebut. Sehingga, audiensi lanjutan akan digelar bulan depan tepatnya pada tanggal 6 Desember 2017.

Bahkan, Ma’mol menegaskan jika pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan ini, Fagar akan melakukan silaturrahmi akbar ke istana. Kabarnya, ada 600 ribu anggota Fagar yang siap hadir ke istana untuk melakukan silaturrahmi akbar.

“Apabila, semua ini gagal maka kami akan melakukan silaturrahmi akbar,  silaturrahmi Nasional untuk mendesak pemerintah melakukan Revisi UU ASN. Ya setidaknya ada 600 ribuan anggota Fagar yang akan hadir nantinya”. Ungkap Ma’mol yang juga akrab disapa Cak Mol kepada wartawan.(Rill)

SABANG - Untuk menyukseskan kegiatan even wisata bahari Sail Sabang 2017, Museum Sabang yang berlokasi di Jalan O Surapati, Kecamatan Sukakarya, memamerkan sejumlah miniatur kapal tempo dulu yang pernah singgah di Pelabuhan Sabang.

Sabang yang dulunya dijadikan sebagai tempat transit pelayaran dunia itu, bisa ditemukan kembali lewat miniatur kapal-kapal bersejarah seperti kapal pengangkut jamaah haji, Kapal Princess Julliana, SS Sultan Koetei, SS Patria, Willem Barents dengan bobot kapal mencapai 5.000 GT dan kapal minyak terbesar seperti Oil Tanks With Scaffolding turut dipamerkan.

Bukan hanya itu, jangkar raksasa yang ditemukan di perairan Sabang beberapa waktu lalu, juga dipamerkan di halaman Museum Sabang. Bagi pengunjung yang ingin melihat, museum itu selalu dibuka setiap hari.

Salah seorang penjaga museum, Zulhelmi mengatakan, pihaknya kembali memamerkan miniatur kapal itu sebagai pameran wisata bahari di Kota Sabang.

Pameran ini sebagai pengingat bahwa pelabuhan Sabang pernah berjaya dan menjadi gerbang menuju Samudera Hindia. “Ini sebagai bukti, Sabang pernah menjadi pelabuhan tersibuk di dunia,” katanya, Rabu (29/11/2017).

Selain itu, di dalam museum juga terdapat sebuah ruangan yang sudah dipasang TV LED ukuran 32 Inci yang dipergunakan bagi pengunjung yang ingin mengetahui sejarah kemaritiman di Sabang lewat film dokumenter yang siap diputar kapan saja.

Kemudian, di luar ruangan juga ada jangkar raksasa yang ditemukan beberapa waktu lalu di perairan Sabang. Pemberat kapal ini pun akan dijadikan monumen di halaman depan Museum Kota Sabang. Agar bisa dinikmati masyarakat Indonesia dan sebagai bukti bahwa Sabang memiliki sejarah penting maritim nasional.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani mengatakan, miniatur kapal yang berada di Museum Sabang itu merupakan kapal yang dulunya pernah melakukan transit di pelabuhan Sabang.

“Dengan adanya museum ini kita ingin generasi-generasi sekarang mengingat kembali bagaimana kejayaan masa lalu. Karena museum ini juga merupakan wadah edukasi dan motivasi bagi generasi berikutnya untuk mengembalikan kejayaan Sabang tempo dulu,” ujarnya.

Pameran miniatur di Museum Sabang dibuka setiap hari selama berlangsungnya Sali Sabang 28 November hingga 5 Desember 2017.  Pameran dibuka untuk umum, sipapaun pengunjung dapat melihat langsung ke dalam museum saban harinya.(Rill)

Lhokseumawe  - Masih dalam rangka merayakan hari guru 27 november, pemuda peduli pasee bersama relawan dari mahasiswa di beberapa universitas yang ada di aceh melakukan kunjungan serta penyuluhan ke SD tertinggal di daerah lamreh aceh besar. Kunjungan ini guna memberi semangat dan motivasi kepada adik-adik yang bersekolah disana oleh pemateri dari pemuda peduli pasee sendiri beserta relawan yang sudah ditentukan di setiap kelas

Melihat sarana dan prasarana yang kian memprihatinkan tetapi kemauan mereka untuk tetap bersekolah sangat besar, kami tergerak membantu baik berupa moril maupun motivasi agar semangat anak-anak disana tetap terjaga dan minimya fasilitas yang mendukung pembelajaran tidak menghalangi mereka untuk meraih mimpi dan menjadi manusia yang bermanfaat

“Setiap anak punya hak untuk memilih mau jadi apa nanti kedepannya tetapi kebanyakan tidak tahu bagaimana prosesnya, ini banyak dialami oleh mereka yang tinggal di pedalaman. Kurangnya informasi tentang dunia pendidikan yang didapatkan membuat ketidaktahuan mereka tentang tahapan akan hal apa yg harus dilakukan agar terwujudnya cita-cita mereka.” ungkap Teuku Rizza Muly selaku ketua panitia.

Bagi kami yang sudah mengalami dan merasakan prosesnya ingin membagikan pengalaman yang sudah di dapatkan kepada adik-adik yang baru melangkah di awal dunia pendidikan, memberikan bekal berupa kesiapan diri untuk menghadapi tantangan dan mengatasi rintangan yang merupakan bagian dari perjalanan penentuan diri akan jadi seperti apa mereka nanti kedepannya.

“menjadi pribadi sukses itu bukan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, tapi melihat keadaan hari ini dan kemarin, itu salah satu motivasi yang kami ajarkan ke anak-anak.” tambahnya.(Rill)


Pemain Timnas Indonesia memberi salam kepada suporter usai melawan Timnas Guyana dalam laga uji coba di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (25/11/2017) malam.
StatusAceh.net | Timnas Indonesia akan mengikuti turnamen internasional bersama tiga negara lain di Aceh World Solidarity Tsunami Cup (AWSTC) 2017

Turnamen ini akan digelar pada 2-6 Desember 2017 mendatang di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, dengan tiga negara lain yang menjadi peserta, yakni Kirgistan, Mongolia, dan Brunei Darussalam.

Turnamen ini sekaligus untuk memperingati bencana alam tsunami yang menelan korban ratusan ribu jiwa pada tahun 2004 silam.

Saat ini skuat Garuda dalam kondisi prima, fokus, dan siap menghadapi turnamen ini.

Apalagi Timnas Indonesia sebelumnya baru saja melakoni tiga uji coba internasional melawan Timnas Suriah (dua kali) dan Timnas Guyana.

"Ajang ini menjadi persiapan tim polesan pelatih Luis Milla menuju Asian Games 2018 mendatang dimana Indonesia menjadi tuan rumah. Ini juga sebagai bentuk dukungan PSSI untuk masyarakat Aceh," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.

Turnamen ini menggunakan format kompetisi penuh dimana semua tim akan saling bertemu.

Peringkat paling atas nantinya akan menjadi juara pada ajang ini.

"Semua pemain Timnas Indonesia akan berkumpul langsung di Aceh pada 30 November 2017," ujar Ratu Tisha Destria.

Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla mengatakan, anak asuhnya tetap akan berjuang maksimal di turnamen ini.

Menurut Luis Milla, ini merupakan sebuah pekerjaan kembali untuk skuat Garuda menyongsong Asian Games 2018.

"Kami akan gunakan semaksimal mungkin untuk analisa pemain di ajang ini. Intinya kami ingin pemain terus menunjukkan kemajuan yang bagus dalam berbagai hal, dan permainan mereka sesuai apa yang kami inginkan," tutur Luis Milla.

Kombinasi 21 pemain U-23 dan tiga pemain senior menjadi kekuatan Timnas Indonesia untuk menghadapi lawan-lawannya.

Kombinasi ini digunakan oleh Timnas Indonesia sebagai penyesuaian tim mengingat regulasi yang sama juga akan diterapkan pada Asian Games 2018 mendatang.

Berikut 24 pemain Timnas Indonesia di ajang Aceh World Solidarity Tsunami Cup (AWSTC) 2017:

Kiper:
1. Satria Tama Hardianto (Persegres Gresik United – Timnas U-23)
2. Awan Setho Raharjo (Bhayangkara FC – Timnas U-23)
3. Kurniawan Kartika Ajie (Persiba Balikpapan – Timnas U-23)
4. Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta – Timnas Senior)


Bek:
5. Andi Setyo Nugroho (PS TNI – Timnas U-23)
6. Hansamu Yama Pranata (Barito Putera – Timnas U-23)
7. Bagas Adi Nugroho (Arema FC – Timnas U-23)
8. I Putu Gede Juni Antara (Bhayangkara FC – Timnas U-23)
9. Gavin Kwan Adsit (Barito Putera – Timnas U-23)
10. Ricky Fajrin Saputra (Bali United – Timnas U-23)
11. Fachruddin Aryanto (Madura United – Timnas Senior)

Tengah:
12. Muhammad Arfan (PSM Makassar – Timnas U-23)
13. Muhammad Hargianto (Persija Jakarta – Timnas U-23)
14. Hanif Abdurrauf Sjahbandi (Arema FC – Timnas U-23)
15. Evan Dimas Darmono (Bhayangkara FC – Timnas U-23)
16. Miftahul Hamdi (Bali United – Timnas U-23)
17. Yabes Roni Malaifani (Bali United – Timnas U-23)
18. Septian David Maulana (Mitra Kukar – Timnas U-23)
19. Osvaldo Ardiles Haay (Persipura Jayapura – Timnas U-23)
20. Saddil Ramdani (Persela Lamongan – Timnas U-23)
21. Febri Haryadi (Persib Bandung – Timnas U-23)
22. Egy Maulana Vikri (Timnas U-19 – Timnas U-23)

Depan:
23. Ilham Udin Armaiyn (Bhayangkara FC – Timnas U-23)
24. Ilija Spasojevic (Bhayangkara FC – Timnas Senior).

Berikut jadwal tanding Timnas Indonesia di Aceh World Solidarity Tsunami Cup (AWSTC) 2017:

2 Desember 2017, Indonesia vs Brunei Darussalam, kick-off pukul 19.30 WIB
4 Desember 2017, Mongolia vs Indonesia, kick-off pukul 19.30 WIB
6 Desember 2017, Kirgistan vs Indonesia, kick-off pukul 19.30 WIB

(TRB)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.