2019-04-07

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Tgk Hasanuddin caleg DPRK Aceh Utara melalui Partai Aceh dengan nomor urut 2 (dua) daerah pemilihan 3 (tiga).
Aceh Utara - Pemilihan Umum tinggal 4 (empat) hari lagi yakni 17 April mendatang, kampenye terbuka pun berakhir pada hari ini, Sbtu (13/4/2019). Sejumlah calon legislatif (Caleg) dari berbagai partai nasional maupun lokal sedang mengatur strategi untuk meraup suara rakyat agar bisa mendapatkan kursi di parlemen (DPR).

Tidak hanya dari caleg DPR Aceh, atau Pusat yang sedang mencarai jalan untuk bisa meyakini masyarakat agar memilihnya, tetapi juga dilakukan oleh calon Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK).

Namun, di Kabupaten Aceh Utara ada sosok Caleg yang bersahaja, sederhana, rendah hati dan merakyat, bukan hanya itu dia juga Alumni dari Dayah Bustanul Huda Paya Pasie,  Julok, Kabupaten Aceh Timur, tiada lain dia adalah Teungku Hasanuddin warga Batee Leusong, Desa Seumirah Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara.

Pria yang kelahiran pada tahun 1977 mencalonkan diri melalui partai lokal Aceh, yaitu partai yang lahir pasca damai Aceh antara pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tanggal 15 Agustus 2015 lalu.

Hasanuddin mencalonkan diri sebagai caleg DPRK Aceh Utara melalui Partai Aceh dengan nomor urut 2 (Dua) di daerah pemilihan tiga (Dapil-3) yang meliputi kecamatan Nisam, Nisam Antara, Banda Baro, Kuta Makmur, Geuredong Pase, Syamtalira Bayu, dan Simpang Keuramat.

Hasanuddin sebelumnya pernah menjabat sebagai Geuchik Seumirah, ketua Forum Geuchik Nisam Antara, Epc Aceh Utara, Alumni KDAU angkatan 3 Kabupaten Aceh Utara dan juga sering terlibat dalam berbagai kegiatan sosial lainnya.

Penampilan memang bukan tolak ukur untuk mengenal sosok seseorang, Hasanuddin yang berbadan besar, berkulit hitam itu dikenal sebagai sosok yang sederhana dan mudah bergaul, tidak hanya dengan orang sebayanya, dia juga disukai oleh anak-anak tempat kelahirannya itu, dan juga mempunyai banyak rekan di berbagai Kabupaten baik yang itu guru pasanteren, santri, para remaja maupun kalangan orang yang sudah berkeluarga.

“Seorang politisi harus selalu berada di tengah gelegak hati masyarakatnya, karena di sanalah integritas seorang politisi ditempa," kata Tgk Hasanuddin saat ditemui wartawan StatusAceh, Sabtu (13/04/2019).

Untuk kedepan jika terpilih, Tgk Hasanuddin akan berbaur langsung dengan masyarakat sehingga setiap aspirasi rakyat itu bisa terserap tepat sasaran.

"InsyaAllah jika saya terpilih nanti, saya akan sering mengunjungi rakyat kita yang ada di Aceh Utara,"terangnya.

Untuk diketahui, Nisam Antara merupakan salah satu kecamatan yang pernah diluluh lantakan oleh ledakan bom yang dijatuhkan jet tempur TNI pada masa konflik Aceh tahun 2002 lalu.

puluhan ribu warga pada waktu itu terpaksa mengungsi ketempat yang aman untuk menghindari serangan udara itu yang tujuannya untuk melumpuhkan pasukan GAM.(TM)

Tentara Israel dilaporkan menembak mati seorang bocah Palestina saat terjadi bentrokan dalam demonstrasi di Jalur Gaza timur, dekat dengan perbatasan dengan Israel. Foto/Reuters
GAZA - Tentara Israel dilaporkan menembak mati seorang bocah Palestina saat terjadi bentrokan dalam demonstrasi di Jalur Gaza timur, dekat dengan perbatasan dengan Israel. Tentara Israel juga melukai puluhan demonstran.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qedra mengatakan, Maysara Abu Shaloof, berusia 15 tahun dari kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, meninggal akibat tembakan di perutnya, yang dilepaskan tentara Israel.

"Dalam bentrokan itu juga setidaknya 66 orang demonstran terluka, termasuk 15 anak-anak dan dua paramedis," kata Qedra dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Xinhua pada Sabtu (13/4).

Aksi demonstrasi yang terjadi kemarin adalah bagian dari protes anti-Israel mingguan yang telah terjadi di Jalur Gaza, sejak dimulainya aksi unjuk rasa dan protes, yang lebih dikenal sebagai "Great March of Return" pada 30 Maret tahun lalu.

"The Great March of Return" sendiri adalah aksi yang menyerukan Israel untuk mengakhiri 12 tahun blokade yang telah diberlakukan di Jalur Gaza tepat setelah Hamas mengambil alih wilayah itu dengan paksa pada tahun 2007.

Selama beberapa bulan terakhir, Mesir, PBB dan Qatar telah berusaha menjadi mediator pembicaraan antara Hamas dan Israel, untuk meredakan ketegangan di perbatasan antara Israel dan Gaza. (Sindonews)

Jakarta - Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia turut meramaikan Kampanye Jokowi - Maruf Amin di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Para waria menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria mendukung Jokowi karena sudah terbukti kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa memengkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mereka sebagai warga negara Indonesia.

"Ya mau tidak mau, walaupun kondisi kami seperti ini, yang pasti kami juga warga negara Indonesia, dan kami juga memiliki hak pilih di Pemilu kali ini," jelasnya.

Untuk diketahui, Sebanyak 500 artis, musisi, dan budayawan akan meramaikan pagelaran bertajuk 'Konser Putih Bersatu' di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Ini adalah kampanye terakhir Jokowi - Maruf Amin.

Slank, bersama semua tokoh yang hadir dalam konser itu, juga akan membawakan lagu terbarunya yang berjudul #barengjokowi yang diciptakan khusus untuk capres nomor urut 01.

Selain Slank, komposer Addie MS juga akan tampil memandu para peserta yang hadir di Konser Putih Bersatu dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di dalam Stadion Gelora Bung Karno.

Jokowi nantinya akan melakukan pidato politik dihadapan pendukungnya di SUGBK. Sementara pasangannya, Ma'ruf Amin akan memimpin doa jelang Pemilu 17 April nanti.| Suara.com

Jakarta - Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) resmi mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hal itu terungkap dalam sebuah video yang dikirimkan oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (13/4).

Menurut dia, dukungan itu disampaikan saat Prabowo-Sandi mendatangi kediaman Aa Gym di Jalan Cipaku, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (13/4).

"Yang tidak punya kepentingan apa-apa. Bismillah saya memilih 02, Pak Prabowo dan Pak Sandi," kata Aa Gym dalam video berdurasi 17 detik itu.

Dukungan Aa Gym itu pun langsung disambut ucapan hamdalah dari Prabowo dan Sandi.

Andre berkata Aa Gym yang dalam keadaan diinfus saat bertemu mendoakan Prabowo-Sandi dan menyatakan dukungannya dalam pertemuan tersebut

"Jadi tangan Aa Gym terinfus lagi sakit, tadinya mau Aa Gym yang ke K4 (Kertanegara Nomor 4), tapi akhirnya Prabowo dan Sandi yang mendatangi Aa Gym. Prabowo dan Sandi sangat menghormati ulama," ujar dia.

Ia juga mengatakan Aa Gym memutuskan dukungan setelah melakukan istikharah sebab sebelumnya yang bersangkutan masih bersikap netral terkait Pilpres 2019.

"Saya menghormati Pak Prabowo dan Mas Sandi yang tidak menarik-narik ulama untuk ikut memberikan dukungan," kata Andre meniru ucapan Aa Gym.

Menurut Andre, Aa gym mengaku perih melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini di mana korupsi, keadilan sosial, serta ekonomi dalam keadaan sulit.

Aa Gym, lanjutnya, juga menilai Indonesia membutuhkan pemimpin yang tegas, kuat, dan bersih untuk mengatasinya berbagai masalah itu. | CNN

Jakarta - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hadir dan duduk di antara puluhan tokoh barisan pembantu calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi, dalam kampanye akbar di Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat 12 April 2019. Gatot diberi kesempatan untuk menyampaikan orasi kebangsaan.

Ada tiga poin yang disampaikan Gatot. "Tiga poin saja, yaitu masalah kebangsaan, internasional, dan nasional. Masalah internasional yang harus kita waspadai betul-betul, yakni terkait penduduk global, mereka tidak bicara masalah bangsa, karena kebangsaan menghambat pemerintahan," kata Gatot.

Gatot menyampaikan perbedaan antara Indonesia dengan Amerika. "Kalau Amerika negaranya terbentuk dulu baru bangsanya terbentuk, kalau Indonesia bangsa dulu ada, baru negara terbentuk. Dan itu bisa hilang, karena siapa pun bisa masuk ke negara lain, bisa jadi penduduk lain yang penting punya uang," ujarnya.

Gatot menyebut contoh negara Singapura yang penduduk aslinya tidak seberapa. Menurutnya, apabila tidak waspada, Indonesia akan mengalami seperti itu. Negara Indonesia tidak akan hilang, tapi kebangsaannya yang akan lenyap. "Kalau kita tidak waspada, maka zaman penjajahan akan kembali," katanya.

Kedua, papar Gatot, inti kekuatan bangsa Indonesia ialah bersatunya Tentara Nasional Indonesia dan rakyat. "Kalau TNI-nya kuat, rakyatnya kuat, negara manapun tidak akan bisa (masuk menjajah)," ucap Gatot. Dia mengingatkan bukti kekuatan bersatunya TNI dan rakyat saat peristiwa 10 November 1945 silam.

Selain Gatot, kejutan lainnya di kampanye akbar Prabowo ialah hadirnya mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. Seperti diketahui, pada Pemilu 2014 Dahlan mendukung Jokowi-Jusuf Kalla. Namun di tengah perjalanan dia mengalami nasib tidak baik dengan belitan lebih dari satu perkara hukum.

Namun, Dahlan mengaku bukan karena nasib tak nyaman yang dialaminya itu dia kini berbalik mendukung Prabowo. Ada dua alasan disampaikan jurnalis senior itu saat berpidato. Yakni tidak terwujudnya harapan dari dua program Jokowi selama 4,5 tahun memimpin, yakni revolusi mental dan pertumbuhan ekonomi. "Tetapi semua itu tidak terlaksana," katanya. | Vivanews

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Arman Depari saat merilis hasil tangkapan 84 kg sabu di Medan, Jumat (12/4). (Istimewa)
Medan - Penyelundupan narkoba jenis sabu dari Malaysia ke Indonesia dalam jumlah besar digagalkan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) yang bekerjasma dengan personel BNN Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Dalam penangkapan tersebut, total barang bukti yang diamankan mencapai 84 kilo gram.

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Arman Depari mengungkapkan, barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan tiga kasus. Dimana total jumlah tersangka yang diamankan 8 orang.

“Awalnya diamankan dua tersangka pemilik enam puluh empat kg sabu yang ditemukan di perairan Seruway, Aceh Taming pada 13 September 2018 lalu,” ujar Irjen Arman, Jumat (12/4) di Medan.

Penangpakan itu, berawal dari temuan aparat TNI AL terhadap speed boat yang tak berpenghuni. Saat diperiksa, ternyata ada 64 kilogram sabu. “Namun dua tersangkanya sudah melarikan diri ke Penang, Malaysia,” katanya didampingi Kepala BNNP Sumut Brigjen Atrial.

Dari hasil penyelidikan bekerjasama dengan polisi Diraja Malaysia, tersangka diketahui bernama Samsul Bahri dan Maman Nurmansyah.

Setelah mengetahui identitas pelaku, kedua tersangka pun ditangkap oleh polisi Direaja Malaysia. Keduanya pun telah diserahkan ke pihak BNN.

Kemudian, pada Kamis (11/4) malam, tim gabungan berhasil mengamankan 10 kilogram sabu dari Jalan lintas Sumatera. Tepatnya di depan Hotel Megasari Kota Kisaran, Kabupaten Asahan.

“10 kilogram sabu yang diamankan ini dibungkus dalam 10 bungkus kotak berlapis lakban yang dicampur dengan getah karet kering untuk mengelabui petugas,” ungkap Arman.

Selain mengamankan 10 kilogram sabu tersebut, Arman menjelaskan, pihaknya juga turut menangkap 3 orang tersangka. Ketiga tersangka tersebut, masing-masing atas nama Usman, Rianto, dan Devi Yanti.

“Modusnya, narkotika itu dimasukkan ke Indonesia melalui jalur laut di Dumai untuk dibawa ke Aceh dan Sumut. Adapun peredaran gelap narkotika ini, merupakan jaringan Malaysia – Indonesia (Aceh – Dumai- Medan),” jelasnya.

Penangkapan ketiga, dilakukan di Jalan Karya Sekata, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Jumat (5/4). Dari penamgkapan ini, barang bukti yang diamankan berjumlah 10 Kg sabu.

Barang haram itu disita dari ketiga tersangka, SL, 37; E, 35; keduanya warga Jalan Karya Setuju Kelurahan Karang Berombak Kecamatan Medan Barat. Kemudian seorang narapidana Lapas Tanjung Gusta berinsial ZH,48.

“Dalam penangkapan itu satu orang tersangka berinsial SL diberikan tindakan tegas terukur di bagian kaki karena melawan dan mencoba melarikan diri,” tegas Arman.

Arman mengungkapka, modus yang dilakukan para pelaku berbeda dari yang biasanya. Yang mana barang terlarang itu lewat Dumai kemudian dikirim ke Aceh lalu diedarkan ke provinsi lainnya

“Ini ada modus yang berbeda dari biasanya, beberapa waktu lalu masuk lewat Aceh dikirim ke Sumut dan ke daerah lain. Kelihatannya ini terbalik, hasil pemeriksaan kita, pemilk barang atas nama Yus, berada di Aceh. Pemilik tetap menginginkan di simpan di Aceh. Dari Aceh Dikirim ke daerah lain,” ujarnya.

Aktivitas penyelundupan narkoba ini, dikendalikan oleh narapidana yang menghuni Lapas Cipinang dan Tanjung Gusta. Dimana ketiga otak pelaku juga turut diamankan.

Selain barang bukti sabu, juga turut diamankan 1 unit mobil honda jazz warna putih; mobil truk; beberapa HP; honda civic; 1 unit speedboat; serta sejumlah atm dan buku bank yang berisi uang milyaran rupiah. | Jawapos

Lhokseumawe - Achmad Danny Caleg DPR Aceh dari Partai Nanggroe Aceh (PNA) mengajak kepada seluruh Calon Legislatif agar mampu menciptakan suasana minggu tenang tanpa adanya “Money Politik” atau serangan fajar.

"Biarlah masyarakat Aceh memilih kandidat secara bijak, karna ini merupakan pertaruhan maruah dan harga diri Bangsa Aceh selama 5 (lima) tahun kedepan," kata Danny Caleg DPRA nomor urut 7 (tujuh) dari Partai PNA kepada StatusAceh, Jumat (12/04/2019)

Achmad Danny juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh tim relawan khususnya masyarakat Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang telah bekerja keras dalam memperjuangkan namanya di tengah-tengah masyarakat Aceh, semoga Allah SWT mengabulkan harapan masyarakat di dua Kabupaten Kota tersebut.

"Besar harapan pada hari Rabu, Tanggal 17 April 2019 menjadi sebuah ajang pesta demokrasi tanpa diselimuti peraktik kedzaliman yang dapat merugikan harapan sekaligus aspirasi masyarakat Aceh dengan sendirinya,"harapnya.(TM)

StatusAceh.Net - Dukungan  Ustaz Abdul Somad (UAS) kepada Prabowo merupakan kejutan besar di putaran akhir Pilpres. Selama ini UAS dikenal ingin netral dan tidak memihak paslon tertentu dalam Pilpres. Padahal banyak umat yang menghadiri ceramah UAS, ingin mendorong UAS untuk mendukung Prabowo.

Namun UAS selalu mencoba untuk tidak berkampanye. Dengan berlangsungnya wawancara UAS dan Prabowo, maka dukungan UAS ini akan menjadi faktor determinan dalam dukungan terhadap Prabowo utnuk menjadi Presiden.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa kampanye Prabowo di Makasar dapat dikatakan sebagai kampanye yang signifikan terhadap dukungan untuk kemenangan Prabowo untuk menjadi Presiden.

Gempuran Erwin Aksa yang mbalelo terhadap Golkar, akan berdampak besar terhadap perolehan suara Prabowo. Pada Pilpres tahun 2014, Prabowo kalah di Makasar oleh JokoWi.

Kemenangan Jokowi di Sulsel bahkan lebih dari 70 persen, Ilyani.  Dengan munculnya Erwin bersama keluarga Kalla serta kelompok besar Golkar di kampanye Prabowo di Makasar, maka perolehan suara Prabowo di Sulsel akan dapat menanjak.

Memang Kalla masih berpengaruh besar terhadap keberuntungan JokoWi. Kalla masih berkampanye bersama dengan JokoWi di Makasar. Dampak kampanye Kalla dengan JokoWi ini akan berpengaruh besar bagi perolehan suara JokoWi bukan hanya di Makasar tetapi bahkan di Sulawesi serta Indonesia Bagian Timur. Makasar dapat dijadikan indikator untuk dukungan Indonesia Bagian Timur.

Dukungan Kalla untuk JokoWi di Makasar disambut massa yang luar biasa besar. Siapa yang tidak kenal Kalla di Makasar, Sulawesi bahkan Indonesia Bagian Timur.

Dorongan besar Erwin dan keluarga Kalla untuk Prabowo, barangkali belum secara optimal, menandingi pengaruh dominan Kalla dalam mendukung JokoWi. Namun hal tersebut, dukungan Kalla untuk JokoWi, akan dapat runtuh, dengan dukungan UAS kepada Prabowo.

UAS yang begitu fenomenal. Mendapat beberapa kali penolakan baik di dalam negeri mau pun di luar negeri. Namun UAS selalu diterima masyarakat di luar Jawa, bukan hanya di Sumatra, Kalimantan, namun juga di Indonesia Bagian Timur. UAS diyakini dapat melampaui dominasi Kalla di Indonesia Bagian timur.

Jika survey google sudah mengunggulkan Prabowo di Jateng sebagai kandang Banteng. Masyarakat Jawa pun, sudah membaca sinyal Sultan Jogja, kalau JokoWi kemungkinan bisa kalah. Boleh jadi, dukungan UAS kepada Prabowo, dapat menjadi Gong di tingkungan terakhir Pilpres. 

SUMBER

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta Direktur Bank Prekreditan Rakyat (BPR) Mustaqim Suka Makmur yang dilantik, untuk meningkatkan kredit pada sektor produktif. Menurutnya, BPR Mustaqim harus menjadi bank yang bermanfaat kepada masyarakat Aceh.

Hal tersebut disampaikan Plt Gubernur saat melantik Fachrul Rizal sebagai Direktur Bank BPR Mustaqim Suka Makmur, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Kamis (11/4).

"Ada tugas yang secara pokok harus di pacu dan genjot, dalam hal peningkatan kredit  sektor produktif. Berusaha membuat bank ini benar-benar bermanfaat untuk Rakyat Aceh itu doktrinnya," kata Nova.

Selain itu, secara khusus Nova meminta kepada direktur dilantik untuk menjaga integritas nya sesuai dengan sumpah jabatan yang diikrarkan saat pelantikan.

"Tapi saya harus tetap mengingatkan bahwa dalam islam pemimpin itu memiliki empat sifat, siddiq, fatanah, tabligh, amanah. Dalam universal ada tiga, integritas , loyalitas dan capabilitas," ujar dia

Menurut Nova pekerjaan Bank merupakan pekerjaan yang selalu bergelut dengan uang. Oleh sebab itu, imbalan yang diperoleh juga tinggi. Karena itulah  para management Bank BPR Mustaqim diminta untuk menampilkan kinerja yang terbaik.

"Jika kita lakukan berdasarkan referensi perilaku Rasulullah. Maka, kita akan lalui dengan aman-aman saja. Mudah-mudahan Bank ini bermanfaat untuk rakyat," pungkasnya.(Rill)

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Pria paruh baya itu tampak semangat mengikuti pelatihan jurnalisme warga di Beutong Ateuh, Nagan Raya. Meskipun usia di ujung senja, minat untuk belajar menggebu.

Dia adalah Tgk Diwa Laksana, usianya 60 tahun menjadi peserta pertama hadir dalam ruangan beberapa waktu lalu. Rambutnya yang beruban, jenggot terburai. Dialah sosok garda terdepan menolak perusahaan tambang emas PT Emas Mineral Murni (PT EMM) di tanah kelahirannya.

Pelatihan menulis berita ini digagas oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh, Forum Jurnalis Lingkungan (FJL), dan Generasi Beutong Ateuh Banggalang (GBAB). Ini dilakukan agar kampanye penolakan PT EMM bisa lebih masif dengan ada kemampuan menulis.

"Dengan bisa menulis, saya bisa kampanyekan melawan PT EMM. Terima kasih FJL," kata Tgk Diwa beberapa waktu lalu kepada merdeka.com.

Kecamatan Beutong Ateuh Benggalang memiliki empat desa, yaitu Babah Suak, Blang Meurandeh, Blang Puuk dan Kuta Teungoh. Keempat gampong (desa) ini berada di lembah yang dibatasi sungai. Geografisnya berbukit-bukit, pepohonan lebat, cukup subur untuk perkebunan dan pertanian dengan suhu pada malam hari mencapai 17 derajat selcius.

Jarak tempuh sekitar 2,5 jam perjalanan darat dari pusat kota Kabupaten Nagan Raya. Untuk menuju ke Beutong Ateuh Beunggalang, harus terlebih dahulu melintasi jalan yang berlika-liku, karena harus melintasi pegunungan.

Jalan semua sudah beraspal. Namun tetap harus waspada. Karena jalur yang berliku dan tikungan patah yang menanjak dan turunan tajam. Cuaca pun sering sekali diselimuti kabut tebal, sehingga jarak pandang terbatas.

Suasana Beutong Ateuh tampak masih asri. Suhu sejuk, pepohonan rimbun. Hamparan perkampungan itu dikelilingi pegunungan dengan pohon masih rapat.

Tgk Diwa diam sejenak. Mata menatap kosong sembari berucap. "Saya tak ingin generasi ke depan hanya bisa mendengar cerita, sebuah desa dulunya yang padat dengan hutan, terdapat banyak makam syuhada."

Harapannya generasi ke depan terus bisa menikmati lebatnya hutan dan kekayaan alam di sana. Suhu udara sejuk, tanah subur, tongkat kayu ditanam tumbuh. Air sungai mengalir deras memiliki ikan khas di sana yaitu Keureulieng.

Jiwa Tgk Diwa yang sudah di ujung senja terus bergolak. Dia khawatir keberadaan PT EMM menghancurkan hutan belantara yang ada di Beutong Ateuh Benggalang.

Semakin dia gelisah, hilangnya kuburan-kuburan para syuhada di dalam hutan belantara Beutong Ateuh Benggalang. Bila perusahaan tambang itu beroperasi, semua kuburan itu dipastikan harus dipindahkan.

Nagan Raya - Perjuangan masyarakat dan mahasiswa di Aceh akhirnya membuahkan hasil. Pasalnya PT Emas Mineral Murni yang terletak di Beutong Aceh, Kabupaten Nagan Raya, mengambil sikap untuk keluar dari wilayah tersebut.

Hal tersebut sesuai dengan surat dan video terkait pernyataan Humas PT EMM yang akan keluar dari Nagan Raya.

Humas PT EMM, Dwi Yanto dalam surat dan video yang beredar itu menyatakan akan keluar dari Kecamatan Beutong.

“Kami PT EMM tidak akan kembali lagi. Dan kami akan keluar dari Beutong Ateuh,” kata Dwi Yanto dalam video yang beredar iru, Kamis (11/4).

Selain itu, Dwi Yanto juga menyampaikan alasan keluar dari Beutong Ateuh karena Izin dari Menteri ESDM tahun 2017, lokasi izin PT EMM di Kecamatan Beutong, bukan di Kecamatan Beutong Ateuh Benggalang.

"Maka kami Pihak PT EMM akan menghentikan dan tidak akan kembali lagi. Dan dalam waktu 24 jam kemp akan kami bongkar juga semua karyawan tidak boleh ada dilokasi," kata Dwi Yanto

Adapun surat pernyataan yang diteken PT EMM bermaterai 6000 itu yakni,

“Kami yang bertanda tangan atas nama PT EMM tidak akan kembali lagi. Dan kami PT EMM akan keluar dari Beutong Ateuh. Karena Izin dari Menteri ESDM tahun 2017 lokasi izin PT EMM di kecamatan Beutong bukan di kecamatan betung Ateuh Benggalang. Maka kami Pihak PT EMM akan menghentikan dan tidak akan kembali lagi. Dan dalam waktu 24 jam kemp akan kami bongkar juga semua karyawan tidak boleh ada dilokasi”

Sumber: AJNN

Ilustrasi Surat Suara Foto: Antara/Harviyan Perdana Putra
Jakarta - Beredar sebuah video berdurasi lima menit yang memperlihatkan surat suara untuk Pemilu 2019 Indonesia di Selangor, Malaysia, sudah tercoblos. Surat suara yang tercoblos itu disimpan dalam sebuah rumah toko (ruko) tak berpenghuni.

Dalam video itu, tampak surat suara pemilihan presiden (pilpres) tercoblos untuk pasangan 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sementara untuk pemilihan legislatif (pileg) DPR RI tercoblos untuk caleg bernama Achmad dari Partai NasDem dengan nomor urut 03. Namun, belum diketahui secara pasti kapan video itu diambil.

Terkait hal itu, Komisioner Bawaslu, Fritz Edward Siregar, mengaku pihaknya sudah menindaklanjuti temuan itu. Bawaslu meminta agar pemilihan di Malaysia dihentikan sementara.

"Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) LN (Luar Negeri) Kuala Lumpur sebagai penemu, kita well informed. Kami akan meminta KPU menghentikan pemungutan suara di seluruh Malaysia sementara sampai semua jelas," kata Fritz saat dikonfirmasi, Kamis (11/4).

Selain itu, Bawaslu juga meminta KPU untuk segera mengevaluasi kejadian ini. Pasalnya, Petugas Pemungutan Suara Luar Negeri (PPLN) dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya.

"Terbukti PPLN tidak melaksanakan tugas dengan benar. Kita sudah membuat rekomendasi soal kinerja PPLN yang diragukan," ucap Fritz.

Dikonfirmasi terpisah, Komisioner KPU Ilham Saputra mengaku belum mengetahui kejadian ini. "Kita sedang cek kebenarannya dan kejadian persisnya kepada pokja (kelompok kerja) PPLN," kata Ilham. 

Sumber: kumparan.com

,
Banda Aceh – Ratusan Personel Komandan Distrik Militer (Kodim) 0101/BS mengikut Tes Kesegaran Jasmani (Garjas) Periodik di Lapangan Blang Padang Gampong Baro Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh, Kamis (11/04/19).

Adapun tes Garjas yang dilaksanakan ini terbagi menjadi dua yaitu Garjas A terdiri dari lari 12 menit sedangkan Garjas B terdiri dari Full Up, Twin Sit Up, Pus Up, Lunges dan Shutle Run.

Komandan Kodim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis,  S.I.P menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan hal yang rutin dilaksanakan oleh setiap prajurit TNI dimanapun Ia bertugas untuk meningkatkan dan menjaga serta membina kebugaran fisiknya.

"Kegiatan ini penting dilakukan, guna mendukung pelaksanaan tugas pokok setiap prajurit sehari-hari dan juga tidak mudah terkena penyakit,” ujarnya.

Dikatakan, setiap prajurit sebelum melaksanakan Garjas terlebih dahulu harus menjalani pemeriksaan oleh Tim Kesehatan Lapangan baik tinggi badan, berat badan dan tensinya.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan selama pelaksanaan Garjas ini, maka sebelum dilaksanakan kegiatan setiap prajurit harus memeriksakan dulu kesehatannya,” kata Dandim.(Rill)

Banda Aceh – Setelah beberapa kali menggelar aksi penolakan terhadap perusahaan tambang PT Emas Mineral Murni (EMM), massa akhirnya berhasil menemui Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis (11/4/2019).

Nova yang mengenakan kemeja dan kopiah hitam berjalan dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Sebagian mereka dengan pakaian lengkap membentuk barikade guna menahan laju demonstran.

Dalam pertemuan itu, Nova didesak untuk menandatangani draft tuntutan massa. Isi surat pernyataan itu terkait himbauan tolak tambang (PT EMM) yang didengungkan aliansi lembaga dan ormas yang tergabung dalam Barisan Pemuda Aceh (BPA).

Usai memanggil sejumlah perwakilan dari massa untuk bertemu Plt Gubernur, kedua pihak pun menandatangani surat pernyataan tersebut.

“Menimbang kekhususan Aceh, dan dampak dari tambang PT EMM berpotensi meningkatkan bencana ekologis yang ditimbulkan dari aktifitas pertambangan, mengancam sumber-sumber kehidupan masyarakat akibat menurunnya kualitas air, serta bisa mengancam kekayaan dan keanekaragaman hayati yang berada di wilayah usaha pertambangan, serta tuntutan terhadap Menteri ESDM untuk mencabut izin PT EMM yang tak kunjung diindahkan,” ucap Nova membaca surat pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, dalam tuntutannya massa meminta Plt Gubernur siap menandatangani beberapa pernyataan. Pertama, ia berjanji akan melakukan gugatan melalui Pemerintah Aceh sebagai bentuk mempertahankan kekhususan Aceh dan membela rakyat Aceh. Kedua, Plt gubernur Aceh siap menerbitkan rekomendasi pencabutan PT EMM. Ketiga, pihaknya mengutuk tindakan pemerintah pusat yang tidak menghormati kekhususan Aceh yang dihasilkan dari butir-butir perdamaian antara Aceh dan Indonesia.

“Terakhir, Plt gubenrur Aceh siap mengungkap dan mengejar dalang di balik berdirinya PT EMM di Aceh,” tandas Nova.

Di bagian akhir surat tersebut, tertera pernyataan bahwa, apabila seluruh pernyataan tadi dikhianati, dirinya siap mundur dari jabatan sebagai Plt Gubernur. Massa langsung bersorak usai mendengar pernyataan tersebut.

Mahasiswa: Kami Akan Terus Kawal

Koordinator aksi penolakan PT EMM, Mutawali menyatakan mahasiswa akan terus mengawal janji Plt Gubernur itu dalam hitungan 14 hari mendatang.

“Kami belum 100 persen puas. Tapi kami sedikit lega dan menghargai sikap Plt Gubernur yang bersedia menjumpai demontran. Sudah belasan aksi diadakan, tapi seperti kucing-kucingan,” imbuhnya.

Mutawali mewakili demostran mengaku sangat kecewa dengan keputusan PTUN Jakarta yang menolak gugatan Walhi Aceh terhadap PT EMM. Ia menuding adanya permainan di tingkat pemerintah pusat.

Kawasan Beutong Ateuh, ujarnya, menyimpan banyak situs sejarah, makam ulama, situs konflik, dan potensi alam yang selama ini menghidupi masyarakat di sekitarnya. Putusan PTUN ini ia sebut menyisakan luka mendalam bagi masyarakat Beutong.

“Pasti ada permainan, sehingga mereka tak sama sekali mengindahkan tuntutan rakyat Aceh, tak menghiraukan UUPA sebagai kekhususan Aceh,” tegasnya.

Karena itu, massa menaruh harapan besar pada Plt Gubernur untuk merealisasikan janjinya. Jika tak ada hasil, Mutawali mengancam, mahasiswa akan menggelar aksi dengan jumlah massa yang jauh lebih besar dari hari ini.

“Kita pegang janji Pemerintah Aceh, untuk melakukan upaya hukum banding dalam jangka waktu 14 hari,” kata Mutawali. 

Sumber: pikiranmerdeka.co

Foto: Agus/detikcom
Banda Aceh - Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menemui ribuan mahasiswa yang berunjuk rasa menolak izin usaha pertambangan. Nova mengaku sepakat menggugat PT Emas Mineral Murni (PT EMM).

Pantauan detikcom, Nova menemui mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh di halaman kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Kamis (11/4/2019). Nova keluar gedung dengan pengawalan ketat petugas kepolisian.

Kehadiran Nova didampingi Kapolda Aceh Irjen Rio S Djambak dan Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Daniel Chardin. Saat Nova menemui pendemo, polisi anti huru hara membuat pagar betis.

Para mahasiswa dijaga dari semua sisi. Awalnya, polisi sempat memasang kawat berduri. Namun karena diprotes mahasiswa, kawat berduri itu digulung kembali.

Setelah kondisi dipastikan aman, baru Nova turun menemui mahasiswa. Dia berbicara menggunakan pengeras suara.

"Yang pertama saya mohon maaf atas korban dari ekses unjuk rasa 3 hari ini. Baik dari pihak masyarakat, mahasiswa, dan polisi," kata Nova.

Korban yang dimaksud Nova yaitu beberapa mahasiswa dan polisi terluka akibat kericuhan yang terjadi pada Selasa (9/4) lalu. Selain itu, Nova juga menjelaskan alasannya baru menemui mahasiswa di hari ketiga aksi.

"Yang kedua ketika unjuk rasa pertama dua hari lalu saya sedang dampingi Menteri ESDM di Takengon. Yang ketika, atas beberapa pertanyaan yang disampaikan ke saya, saya sudah menyusun dan melihat kembali data PT EMM dan perizinan yang mereka lakukan sejak 2005," jelas Nova.

Nova mengaku sepakat dengan mahasiswa untuk menggugat izin PT EMM. Dia mengaku akan membentuk tim untuk membahas hasil gugatan LSM Walhi Aceh terhadap perusahaan tambang di Nagan Raya tersebut.

"Saya sepakat bahwa ini harus kita gugat tapi caranya sedang kita cari kalau setuju apapun hasil PTUN kita bentuk tim kita duduk bersama. Kita buat apa yang harus kita kerjakan dan saya Pemerintah Aceh menegaskan berada di sisi yang sama dengan saudara-saudara," ungkap Nova. |
detikcom

Banda Aceh - Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus kembali berunjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh. Ini hari ketiga mahasiswa berdemo menolak izin usaha pertambangan di Nagan Raya, Aceh.

Pantauan detikcom, para mahasiswa kembali 'mengepung' Kantor Gubernur Aceh di Jalan Teuku Nyak Arief di Banda Aceh sejak sekitar pukul 11.30 WIB, Kamis (11/4/2019). Begitu masuk, mahasiswa yang mengenakan almamater kampus ini langsung mengambil posisi di samping kiri kantor gubernur.

Sebagian mahasiswa yang berunjuk rasa mengecat putih badannya dan membentuk tulisan #TolakEMM. Ada juga mahasiswa yang berdandan mirip pocong.

Para mahasiswa itu belum berorasi. Hanya terdengar teriakan yel-yel mahasiwa dari lokasi aksi.

Sementara petugas kepolisian dan Satpol PP sudah berjaga-jaga di lokasi. Mereka membentuk formasi dan berjaga di depan pintu utama masuk ke dalam gedung kantor gubernur.

Seperti diketahui, demo menolak tambang ini sudah berlangsung Selasa (9/4) kemarin. Pada hari pertama, demo berakhir ricuh dan mahasiswa dibubarkan dengan tembakan gas air mata.

Sementara hari kedua, juga sempat rusuh. Pagar dan plang nama kantor gubernur dicopot dan dirusak. Sementara paving block juga banyak yang dicopot. |
detikcom

StatusAceh.Net - Mahasiswa dari berbagai universitas di Aceh kembali melanjutkan aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (11/4). Massa menanti Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menemui mereka untuk menagih komitmen penolakan PT Emas Mineral Murni (PT EMM) di Beutong Ateuh Beunggalang, Kabupaten Nagan Raya.

Massa semalam bertahan di pekarangan kantor Gubernur Aceh. Meskipun kemarin pada pukul 18.00 WIB, pihak kepolisian meminta kepada massa untuk membubarkan secara tertib. Namun massa tetap bertahan, hingga akhirnya pihak kepolisian ikut bertahan di kantor Gubernur Aceh. Pihak kepolisian tampak tetap berjaga-jaga. Kapolresta Banda Aceh, Trisno Riyanto tampak masih berada di lokasi hingga pukul 23.00 WIB.

Gelombang massa terus berdatangan. Mulai dari Universitas Malikussaleh (Unimal), Lhokseumawe. Mereka datang menggunakan sepeda motor dan mobil pikap. Saat ini gelombang massa sekitar 50-an mahasiswa sudah tiba di Banda Aceh.

"Kami datang menggunakan sepeda motor dan juga menggunakan mobil pikap," kata seorang mahasiswa asal Unimal, Fadli.

Dia menuturkan, pihak kepolisian di Pidie sempat menahan mobil pikap yang ditumpangi mahasiswa. Alasan pihak kepolisian, tidak boleh ada orang yang duduk di belakang mobil pikap.

" Polisi sempat ambil STNK dan SIM sopir. Setelah kami jelaskan, akhirnya semua dikembalikan lagi dan kami bisa melanjutkan perjalanan," imbuhnya.

Sementara itu koordinator aksi, Wahidun mengancam bakal menyerukan aksi boikot pemilu jika pemerintah Aceh tidak merespon tuntutan penolakan keberadaan PT EMM dan bertemu mahasiswa.

"Kita serukan boikot, kalau tidak ada niat baik Plt Gubernur bertemu kita. Begitu juga Pemerintah Pusat kalau masih diam, kita serukan boikot pemilu," kata Wahidun.

Wahidun meminta Plt Gubernur buka suara terhadap arus penolakan tambang di Beutong Ateuh Benggalang. Tidak hanya mahasiswa yang melakukan aksi protes, tetapi masyarakat Beutong juga sudah sejak lama melakukan protes.

"Menjelang putusan PTUN, masyarakat di sana berdoa bersama, kita gelar aksi," ungkapnya. | Merdeka.com

,
Lhokseumawe – Ribuan masyarakat Aceh khususnya warga Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara mengikuti kegiatan pengobatan gratis dan sembako murah, di Lapangan Jenderal Sudirman Korem 011/Lilawangsa, Rabu (10/4).

Kegiatan bhakti sosial dan pasar murah diselengarakan oleh Korem 011/Lilawangsa bersama Kementerian BUMN dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73 Persit Kartika Chandra Kirana dan Kementerian BUMN RI ke 21 tahun 2019.

Pada acara tersebut, perwakilan dari PT Semen Indonesia (PERSERO)Tbk Fachrudin, ST mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara Korem 011/Lilawangsa dan Kementerian BUMN RI serta seluruh masyarakat yang hadir meramaikan kegiatan peringatan HUT Persit dan Kementerian BUMN RI.

"Selamat HUT Persit KCK dan Kementerian BUMN RI semoga tetap amanah dan sukses dalam menjalani tugas dan melayani keluarga dan masyarakat," tuturnya.

Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan selain dalam rangka memperingati HUT Persit KCK dan Kementerian BUMN RI, juga untuk membantu warga yang kurang mampu khususnya dibidang kesehatan dan sembako murah.

"Kita sudah menyiapkan empat stand untuk sembako murah dan Dua stand kesehatan di lapangan Jenderal Sudirman ini," ujarnya.

“Fachrudin menjelaskan, satu buah paket ada yang berisi minyak goreng Bimoli 2 kg, gula 2 kg dan Sirup Cap Patung 1 buah”.

Dikatakannya, sembako yang disiapkan sebanyak 2000 paket dan habis terbagi dengan tertib dan lancar, ungkapnya.

Sementara itu, Suriyati salah seorang warga masyarakat mengungkapkan rasa terimakasih kepada Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto dan Pihak PT Semen Indonesia (PERSERO) atas adanya acara kegiatan pengobatan gratis dan sembako murah yang dilaksanakan seperti saat ini, katanya.

"saat ini saya datang bersama keluarga dan masyarakat lainnya kesempatan bias mengecek kesehatan gratis, dan sekaligus dapat membeli Sembako murah yang cuman harganya Rp.10.000, ini bagi saya sangat murah, dan saya sangat senang selain bisa berobat juga dapat sembako juga," terangnya.

Menurutnya Suriyati, kegiatan ini sangat membantu masyarakat mengingat harga sembako sampai saat ini masih tetap bertahan.

"Kita berharap agar kedepan harga kebutuhan pokok bisa turun sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkas Suriyati sambil tersenyum.(Laung)

StatusAceh.Net - Surya telah kembali ke tetirah, malam merayap cepat. Dari kejauhan, terlihat titik-titik binar yang menandakan adanya kehidupan di tempat itu.

Kilasan lampu mobil sesekali menangkap pejalan kaki yang melintas di dalam kegelapan. Beberapa di antaranya mengenakan beanie, sejenis kupluk, topi khas penduduk yang tinggal di dataran tinggi.

Sejauh mata memandang, terlihat landaian. Suasana pedesaaan kian kentara oleh suara jangkrik dan gemuruh arus sungai.

Lantunan zikir yang awalnya sayup-sayup kini terdengar jelas ketika kendaraan dihentikan di depan sebuah masjid. Tampak puluhan warga sedang duduk meriung di dalamnya, berhias spanduk bertuliskan 'Doa Bersama Tolak Tambang PT EMM'.

Beberapa pezikir terlihat larut. Dua wanita dan seorang anak kecil yang duduk di saf paling belakang pun tak mau kalah.

Bait-bait zikir yang diucap lama kelamaan terdengar lirih. Suasana pun berganti rupa ketika warga mulai berdoa.

Cahaya lampu yang temaram melumat wajah-wajah yang tengah terisak itu. Getir terasa lebih pekat daripada hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang sum-sum.

Warga Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menggelar zikir dan doa bersama menolak tambang, Selasa malam (9/4/2019). Nasib tanah aulia sedang di ujung tanduk, kata mereka.

Banda Aceh - Unjuk rasa mahasiswa menolak izin eksplorasi tambang emas PT EMM di Nagan Raya dimulai dari titik kumpul di Jalan T Nyak Arief depan Kantor Gubernur Aceh.

Hingga pukul 17.30 WIB massa mahasiswa masih bertahan di depan Kantor Gubernur.

Massa ngotot untuk menjumpai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk menyampaikan aspirasi mereka yakni menolak eksplorasi tambang emas oleh PT Emas Mineral Murni (EMM) di Aceh.

Hingga saat ini, Nova Iriansyah belum kunjung tiba ke lokasi aksi untuk menjumpai mahasiswa.

Informasi yang dihimpun Serambinews.com, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah tadi pagi membuka Musrenbang Pemerintah Aceh di Hotel Hermes Banda Aceh.

"Kita tahu Pak Plt sudah di Banda Aceh dan menghadiri acara Musrenbang. Tapi kita tak mau ke sana, kita ingin Plt yang datang ke sini menjumpai kami mahasiswa," kata Koordinator Lapangan, Ilham Zamzam kepada Serambinews.com di lokasi aksi.

Mahasiswa sejak tadi terus melakukan orasi secara bergantian oleh masing-masing perwakilan universitas.

Ribuan mahasiswa dan mahasiswi rela berpanas-panasan demi menunggu Nova Iriansyah untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Salah seorang orator aksi di atas mobil yang dilengkapi dengan pengeras suara dengan lantang mengatakan, mereka tak akan pulang jika Plt Gubernur Aceh tak hadir menjumpai mereka.

Massa juga mengancam akan melengserkan Plt Gubernur dan mengancam akan Golput dalam Pemilu 2019, jika Plt Gubernur Aceh tak mencabut izin tambang PT EMM di hutan Nagan Raya hingga Aceh Tengah.

"Kita akan lengserkan Plt Gubernur jika izin PT EMM tidak dicabut dan kita lebih baik Golput saja dalam Pemilu 2019 ini jika izin itu tak dicabut. Setuju kawan-kawan,” teriak salah seorang orator.

Sementara itu untuk mengantisipasi lontaran gas air mata aparat sejumlah mahasiswa terlihat mengoles pasta gigi di wajah mereka.

Mereka terlihat mengoles pasta gigi berwarna putih di wajah saat mulai masuk ke dalam halaman Kantor Gubernur.

Beberapa mahasiswa mengaku, menggoles pasta gigi di wajah untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu polisi melepaskan tembakan gas air mata saat aksi berujung ricuh.

"Ya bang, biar nggak kena gas air mata, pedis mata kita kalau nggak pakek ini," kata seorang mahasiswa berseragam hijau saat ditanyai Serambinews.com.

Seperti diketahui, aksi pertama yang dilancarkan ribuan mahasiswa kemarin berujung ricuh. Polisi terpaksa membubarkan massa mahasiswa dengan melepaskan gas air mata.

Saat ini mahasiswa sudah berhasil masuk ke dalam halaman Kantor Gubernur Aceh. Mereka tetap menanti Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah datang menemui mereka.

Aksi demonstrasi mahasiswa yang menolak eksplorasi tambang PT Emas Mineral Murni (EMM) di Kantor Gubernur Aceh, Rabu (10/4/2019) sore sempat memanas.

Sekira pukul 16.22 WIB seusai pelaksanaan shalat Ashar, ribuan mahasiswa mulai memaksa masuk ke halaman Kantor Gubernur.

Mahasiswa berhasil mendobrak pintu gerbang yang sejak tadi siang ditutup rapat dan dijaga oleh pihak keamanan.

Pantauan Serambinews.com, ribuan mahasiswa yang saling berangkulan mulai panas saat ratusan polisi dibantu personel Satpol PP berseragam lengkap menahan laju mereka yang memaksa masuk ke dalam.

Saat itulah bentrokan tak terelakkan. Saat ini, mahasiswa terus berangkulan masuk ke dalam pelan-pelan sambil menyanyikan lagu-lagu mahasiswa dan teriakan-teriakan semangat oleh koordinator aksi.

Sementara di dalam, polisi tampak cukup bersiaga. Mahasiswa memaksa masuk karena hingga saat Plt Gubernur Aceh tak kunjung hadir menemui mereka.(*)

Sumber: serambinews.com

Banda Aceh - Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi kembali mendatangi Kantor Gubernur Aceh menyuarakan penolakan tambang emas di Beutong, Nagan Raya dan Aceh Tengah, Rabu (10/4/2019).

Sebelum mendatangi Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, massa mahasiswa berkumpul di kawasan Taman Sultanah Safiatuddin, yang berjarak beberapa ratus meter dari kantor tersebut.

PT Emas Mineral Murni  (EMM) merupakan perusahaan tambang yang akan mengeksploitasi emas di kawasan Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Tengah.

Kemudian, massa mahasiswa mengenakan jas almamater masing-masing berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Aceh dengan yel-yel "Tolak, tolak, tolak, EMM".

Sesampainya di gerbang utama Kantor Gubernur Aceh, massa mahasiswa tidak bisa masuk ke pekarangan karena sejumlah polisi dengan pelindung  berjaga-jaga di pagar kantor.

Kendati tidak bisa masuk, massa bertahan di ruas jalan depan Kantor Gubernur Aceh. Di jalan tersebut, mahasiswa duduk bersila dan menggelar orasi serta mengucapkan selawat badar.

Sementara itu, ruas jalan depan Kantor Gubernur Aceh dari arah pusat kota menuju Kampus Darussalam, mulai dari Simpang Masjid Oman ditutup. Polisi mengalihkan lalu lintas ke arah Stadion Lampineung.

Jumlah mahasiswa yang berunjuk rasa lebih banyak dari sehari sebelumnya. Unjuk rasa mahasiswa di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/4) berakhir ricuh.

Dalam unjuk rasa tersebut, polisi sempat mengeluarkan tembakan gas air mata.

Beberapa pengunjuk rasa luka di kepala. Kaca jendela dan beberapa pot bunga di kantor tersebut pecah. | Antara/Covesia

Banda Aceh – Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, adalah sebuah pepatah lama yang sangat tepat untuk menggambarkan kesulitan di tahap awal pengunaan aplikasi e-planning yang terintegrasi dengan e-budgeting.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Helvizar Ibrahim, saat mewakili Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam sambutannya saat meluncurkan aplikasi e-planning terintegrasi e-budgeting Pemerintah Aceh, di Aula Meuligoe Wakil Gubernur, Selasa (9/4/2019) sore.

“Berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian. Ini adalah pepatah yang sesuai untuk menggambarkan kesulitan yang akan kita temui di awal penggunaan aplikasi ini. tidak apa-apa, kita bersulit-suit dulu di awal untuk kemudahan dan kenyamanan di kemudian hari. Rumit karena memang kita harus beradaptasi dengan kedua aplikasi yang kini telah terintegrasi,” ungkap Helvizar.

Sebelum ini, sambung Plt Sekda, yang kita lakukan adalah parsial, e-planning berdiri sendiri di Bappeda, sedangkan e-budgeting juga berdiri sendiri di Dinas Keuangan. Selama ini parsial. Apa yang kita lakukan hari ini adalah proses integrasi kedua aplikasi tersebut.

Untuk diketahui bersama, setelah melalui rangkaian uji coba dan sosialisasi kepada seluruh Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), Pemerintah Aceh akhirnya meluncurkan aplikasi e-planning dan e-budgeting terintegrasi, untuk perencanaan dan pengganggaran daerah.

Aplikasi ini merupakan pengembangan dari aplikasi yang telah ada yaitu e-Rencana dan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD).

Kepala Bappeda Aceh Azhari, dalam sambutannya menjelaskan, bahwa aplikasi ini akan mulai digunakan dalam Penyusunan Anggaran Belanja dan Pendapatan Aceh (APBA) tahun 2020.

“Tidak hanya untuk penganggaran APBA, kedua aplikasi ini juga akan digunakan untuk perencanaan dan penganggaran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), yang nantinya juga terintegrasi dengan sistem di Kementerian Dalam Negeri,” ungkap Azhari.

Peluncuran aplikasi e-planning dan e-budgeting yang terintegrasi ini sejalan progra Nawacita Presiden Joko Widodo, yaitu membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan tepercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan public.

“Peluncuran kedua aplikasi ini sangat sejalan dengan dengan upayaPemerintah Aceh untuk mendorong transparasi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, sambung Helvizar.

Selain itu, sambung Plt Sekda, dengan diterapkannya e-planning dan e-budgeting yang terintegrasi, maka penyusunan rencana kerja dan anggaran mulai dari tingkat Pemerintah Aceh hingga ke Pemerintah Kabupaten/Kota, akan lebih tepat sasaran, cepat, efektif dan efisien.

“Cita-cita besar dari apa yang kita lakukan hari ini adalah untukmeminimalisir penyalahgunaan anggaran yang tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan,” imbuh Helvizar.

Sejak tahun 2013 Pemerintah Aceh telah menggunakan aplikasi e-planning, yang saat itu disebut e-Rencana. Namun aplikasi e-Rencana ini hanya sampai pada tingkatan program dan kegiatan yang diusulkan, sehingga masih memungkinkan terjadinya ketidaksesuaian dan penyimpangan dengan rincian kegiatannya.

Selain itu, referensi program dan kegiatan prioritas yang dibiayai dengan Dana Otsus perlu diikat sesuai Rencana Induk Pemanfaatan Dana Otsus Aceh Tahun 2008-2027, yang telah direvisi melalui Peraturan Gubernur Aceh Nomor 114 Tahun 2018, baik di levelPemerintah Aceh maupun Pemerintah Kabupaten/Kota.

Untuk diketahui bersama, sistem e-planning dan e-budgeting yang terintegrasi ini di dukung oleh  kerjasama Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia, melalui program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK).

Pengembangan kedua aplikasi ini dilakukan berlandaskan pada Permendagri nomor 98 tahun 2018, tentang Sistem InformasiPemerintah Daerah (SIPD) di bawah arahan Direktorat BinaPembangunan Daerah Kemendagri.

Sementara itu, Minister Counsellor Kedutaan Australia Kristen Bishop, dalam sambutannya mengapresiasi peluncuran sistem perencanaan dan penganggaran terpadu ini.

“Kami dari Pemerintah Australia, melalui program KOMPAK, sangat mendukung Pemerintah Indonesia dalam upaya peningkatan tata kelola pelayanan dasar, tata kelola desa dan kesempatan ekonomi di 7 provinsi di Indonesia, salah satunya adalah Aceh,” ujar Bishop.

Bishop berharap, dengan penguatan e-planning dan e-budgeting terintegrasi  ini, Pemerintah Aceh dapat lebih optimal dalam memberikan layanan berbasis data kepada masyarakat.

Bishop juga menegaskan, bahwa Pemerintah Australia selalu mendukung upaya Pemerintah Aceh dalam perbaikan tata kelola perencanaan dan penganggaran yang lebih baik agar pemanfaatan dana otsus memberikan daya ungkit yang besar bagi upayapengentasan kemiskinan di Aceh.

Sementara itu, Gagat Sidi Wahono selaku consultant e-budgeting KOMPAK, dalam pemaparan menjelaskan, bahwa program aplikasi e-planning dan e-budgeting terintegrasi ini sudah digunakan di beberapa daerah di Indonesia, di antaranya DKI Jakarta, Kota Surabaya dan Kota Bandung.

Peluncuran aplikasi e-planning dan e-budgeting terintegrasi di Aceh, ditandai dengan pemukulan rapa’i, yang dilakukan bersama oleh Plt Sekda Aceh, Minister Counsellor Kedutaan Australia, Kepala Bappeda Aceh dan Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Aceh,  (Rill)

Banda Aceh – Puluhan pria dan wanita lanjut usia (Lansia) binaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumoeh Seujahtra Geunaseh Sayang (RSGS) Dinas Sosial Aceh, berekreasi ke Taman Impian Kuta Malaka, Desa Aneuk Glee, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (9/4/2019).

Kepala panti UPTD RSGS Intan Melya, A.KS.,M.Si  yang memimpin rombongan menyebutkan, kegiatan  rekreasi yang diisi dengan permainan dan tausiah agama tersebut ditujukan agar para lansia dapat merasakan suasana berbeda dari kesehariannya yang hanya berada di panti.  Selain itu, untuk membentuk sikap saling mengenal antar lansia sehingga terbentuk jalinan persaudaraan diantara mereka.

“Jadi walaupun sedang berada di luar panti, pembinaan agama tetap kita teruskan dengan baik. Selain itu permainan-permainan yang dapat menghibur dan membuat mereka bisa bersemangat,” kata Intan.

Di sela-sela permainan, beberapa lansia mendapatkan hadiah dari pihak UPTD RSGS. Hal itu dijelaskan Intan karena beberapa dari mereka terpilih sebagai pemenang atas perlombaan mes terbersih.

“Kita memberikan hadiah karena mes tempat mereka tinggal terpilih sebagai yang terbersih, makanya kita berikan hadiah agar selalu dilakukan gotong-royong untuk mejaga kebersihan,” katanya.

Intan juga berharap, para lansia binaan Dinsos Aceh bisa lebih semangat dalam menjalani kehidupan dan fokus pada kegiatan keagamaan. Sementara pihaknya memikirkan agar para lansia ini bisa behagia dengan adanya kegiatan-kegiatan positif seperti menjahit, tausiah, zikir, dan juga berekreasi.

“Kita selalu mengharapkan dan berupaya agar nenek-kakek binaan kita bahagia. Dan itu juga yang mereka (lansia) katakan bahwa di dalam panti mereka mendapatkan kebahagian, walaupaun mereka tidak punya keluarga tapi panti dan Dinas Sosial Aceh adalah keluarga mereka,” ungkap Intan dari pengakuan beberapa lansia binaannya.

Intan menjelaskan, sesuai tugas dan fungsi pihaknya bertugas memberikan pelayanan pembinaan bagi lansia di dalam panti. Saat ini terdapat 57 lansia di UPTD RSGS.

“Dari 57 lansia, jumlah wanita lebih dominan dibandingkan lansia pria. Hal ini disebabkan karena angka harapan hidup semakin tinggi sehingga permintaan untuk masuk ke panti kita juga semakin besar,” katanya. Turut ikut serta para pengasuh dan perawat UPTD RSGS ke kegiatan tersebut. [Rill]

Banda Aceh - Demo menolak perusahaan tambang di Banda Aceh berakhir ricuh. Polisi melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan mahasiswa.

Aksi demo yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh berlangsung di halaman Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/4/2019). Aksi awalnya berjalan tertib. Mahasiswa berorasi secara bergantian.

Para mahasiswa menyampaikan aspirasi menolak kehadiran perusahaan tambang sejak pagi. Mahasiswa juga sempat membentangkan spanduk bertuliskan "Kantor ini Telah Disegel". Spanduk itu dipasang di plang tembok bertuliskan Kantor Gubernur Aceh.

Mahasiswa sempat menghentikan demo saat zuhur. Setelah itu, kembali dilanjutkan sekitar pukul 15.00 WIB. Aksi mulai memanas saat mahasiswa membakar ban di depan kantor gubernur.

Mahasiswa kemudian melempar air mineral ke arah polisi dan petugas Satpol PP yang berjaga. Tak lama berselang, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Selain itu, polisi juga menyemprotkan air dari mobil water canon. Mahasiswa seketika berlarian dan membuarkan diri. Beberapa mahasiswa dan polisi terlihat terluka. Sementara sejumlah pot bunga dan kaca pecah dan pagar rusak.

"Tadi memang sempat ricuh. Ini mungkin mahasiswa emosi yang memaksa untuk bertemu dengan pak Plt Gubernur (Nova Iriansyah). Pak Plt hari ini sedang di Aceh Tengah," kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto kepada wartawan.

Menurut Trisno, polisi terpaksa menembakkan gas air mata dan water canon untuk menghalau massa yang mencoba masuk ke dalam kantor gubernur. Pasca kericuhan terjadi, pendemo diminta kembali ke kampus masing-masing.

"Nanti penanggung jawab aksi yang akan kita mintai keterangan," jelas Trisno.

Sebelumnya, dalam aksinya para mahasiswa meminta Plt gubernur untuk menjumpai pendemo. Mereka mengaku ingin mengetahui sikap Nova terkait kehadiran perusahaan tambang tersebut.

"Kami menuntut Plt Gubernur Aceh (Nova Iriansyah) menyatakan sikap terhadap kehadiran (perusahaan tambang). Kami tidak mau asing menguasai tambang di Aceh," teriak Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama, Rahmatun Phonna dalam orasinya. | Detik.com

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Aparat keamanan Thailand menangkap 11 nelayan asal Indonesia yang secara tidak sengaja memasuki perairan negara tersebut.

Penangkapan dilakukan kepadanelayan di KM Harapan Baroe 01 (KMB01) pada 5 April 2019 lalu. Kapal itu ditahan setelah memasuki perairan Thailand tanpa ijin.

Saat itu, perairan tersebut dinyatakan steril sementara waktu karena sedang digunakan untuk latihan militer oleh Angkatan Bersenjata Thailand.

Mengetahui penahanan belasan nelayan, KJRI Songkhla melakukan upaya negosiasi pembebasan. Upaya tersebut berbuah manis, pada Senin (8/4) 11 WNI yang seluruhnya berasal dari Aceh dibebaskan aparat keamanan.

"Kita mencoba meyakinkan otoritas Thailand bahwa mereka tidak sengaja memasuki perairan Thailand, tetapi terdampar akibat kerusakan mesin dan minimnya peralatan navigasi," ungkap Konsul RI untuk Songkhla Fachri Sulaeman, dalam keterangan pers Kemlu, Selasa (9/4).

"Saya sendiri atas perintah Menlu  menemui Komandan RTN Phang Ngah dan saya difasilitasi untuk melihat kondisi kapal dan awaknya," jelasnya.

Saat ini, , kondisi 11 WNI dalam keadaan sehat.  Diperkirakan kapal KMHB 01 akan tiba kembali di perairan Aceh pada tanggal 11 April 2019. | Kumparan

Banda Aceh - Ketua FPI Aceh  Tgk Muslim At Thahiry menyampaikan dukungannya jelan hari pemilihan pada 17 April nanti.

Berikut rillis yang kami terima, Selasa (9/4/2019),

Perlu kami sampaikan kepada seluruh awak media, bahwa FPI Aceh dari tinggkat propinsi yaitu Dewan Pimpinan Daerah (DPD )sampai tingkat gampong yaitu Dewan Pimpinan Ranting (Dpra)  serta seluruh anggota FPI se Aceh tetap setia kepada Imam besar kami yaitu Habib Rizieq Syihab,  dan kami tetap patuh kepada beliau dalam segala hal, termasuk dalam menentukan Capres dan Cawapres, karena kami yakin apa yang telah ditentukan oleh beliau adalah hasil istikharah dan juga hasil ijtima' para Ulama yang ikhlas dan istiqamah. 

Maka tidak ada pengurus atau anggota FPI yang menyimpang dari komando imam besar dan menyinpang dari hasil Ijtimak ulama,  bila ada oknum menyimpang maka oknum itu dengan sendirinya tidak lagi sebagai anggota FPI karena telah mnyimpang dari AD/ART FPI. 

Oleh karena itu kami harapkan kepada suluruh media baik cetak,  atau onlain jangan bawa bawa / seret seret nama FPI bila ada oknum atau personal yg dukung Jokowi -ma'ruf. Karena dukungan pribadi tak boleh dikait kaitkan dengan mantan pengurus FPI. Media jangan adu domba, dan jangan propokatif.

FPI lahir bathin dukung Prabowo - Sandi  dikarenakan :
1. Prabowo-Sandi capres /cawapres dukungan Ijtima' Ulama yang ikhlas dan Istiqamah

2. Prabowo - Sandi belum terbukti ingkar janji

3. Prabowo sandi talah menanda tangani Pakta integritas dengan para Ulama yang berijtima'  yang salah satu intinya dari pakta integritas siapa menghargai Ulama dan menerima saran dari Ulama dan siap memulangkan Habib Rizieq apabila beliua menang.

4. prabowo sandi didukung oleh manyoritas Ulama baik Nasional maupun lokal,  khususnya di Aceh Prabowo Sandi didukung oleh Abu Kuta Krueng,  Abu Paya Pasi,  Abu Paloh Gadeng,  Abati Babah buloh,  Abu serambi Aceh,  Waled Marhaban,  Ayah sop,  Tu Bulqaini,  Ayah Keutapang dan sederet ulama karismatik lainnya.

5. Didukung oleh partai yang tidak mendukung ahok penista agama

Dan kami tidak mendukung jokowi dikarenakan :
1. Didukung dan diusung oleh partai yang telah terbukti mendukung sang penista agama yaitu ahok.

2. Didukung oleh banyak koruptor yang ditangkap KPK

3.  Banyak ingkar janji kamapnye 2014

4. Jokowi telah menyengsarakan rakyat dengan menaikkan BBM,  listrik, pajak sehingga segala kebutuhan pokok naik.

5. Membiarkan ulama dipersekusi dan dikriminalisasi

6. Membiarkan penista agama kebal hukum

7. Dan banyak hal lain yang tak cukup tinta bila ditulis.

Maka sikap FPI jelas dan tidak dua kaki dalam politik, bagi FPI ini kami anggab jihad konstitusi,  maka apabila ada anggota FPI yang menyimpang tidak segan segan diberhentikan dan dikeluarkan dari FPI .

Seribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Aceh melakukan aksi damai dan menolak PT EMM mengeksploitasi tambang emas di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/4) (ANTARA Aceh /Irman Yusuf).
Banda Aceh - Seribuan mahasiswa dari pelbagai universitas di Provinsi Aceh menolak PT Emas Mineral Murni (PT EMM) menambang emas di kawasan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya.

Penolakan eksploitasi tambang emas itu disuarakan para mahasiswa dalam aksi damai yang berlangsung dari pukul 10:30 Wib hingga sekarang di Pelantaran Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Selasa.

Aksi penolakan tambang emas tersebut mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP).

"Kami atas nama rakyat Nagan Raya dan Aceh menolak PT EMM mengeksploitasi tambang emas di Beutong Ateuh Banggalang," kata Presiden Mahasiswa Universitas Ubulyatama, Rahmatun Phounna dalam orasinya sembari meneriaki, "Hidup Mahasiswa, Hidup Mahasiswa".

"Mestinya Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menjumpaikan kita semua dan bersama-sama menolak PT EMM di kawasan hutan lindung Nagan Raya," sambungnya.

Orator lainnya, menuding Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah tidak memihak kepada rakyat terkait izin PT EMM menambang emas Di Nagan Raya dan Aceh Tengah.

"Kita konsisten menolak PT EMM dan Plt Gubernur Aceh serta Pemerintah Pusat harus mendengar suara rakyat," ujar dia.

Masa aksi menilai izin tambang emas PT EMM berpotensi merusak kelangsungan hutan lindung di Aceh Tengah dan Nagan Raya.

Selain itu, masa juga membentangkan sejumlah poster bertuliskan, "PT EMM angkat kaki dari tanah Aceh dan Tolak PT EMM harga mati".

Hingga berita ini diturunkan Plt Gubernur Aceh maupun perwakilan pemerintah tidak kunjung menjumpai masa aksi dan mereka masih bertahan di pelantaran Kantor Gubernur Aceh, jalan Teuku Nyak Arief, Banda Aceh.

Seribuan masa aksi tersebut berasal dari, Universitas Unsyiah, UIN Ar-Raniry, Unaya, Muhammadiyah Aceh, Serambi Mekah, dan pelbagai perguruan tinggi lainnya di Provinsi Aceh.

Elemen masyarakat sipil lainnya di Provinsi Aceh juga terus menyuarakan penolakan PT EMM melakukan eksplorasi di wilayah Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, dan Aceh Tengah.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia(Walhi) Aceh juga telah mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta, atas penerbitan surat keputusan (SK) Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang memberikan IIUP operasi produksi kepada PT EMM.

Gugatan tersebut bernomor 241/g/lh/2018/ptun-jkt tertanggal 15 Oktober 2018.
 
Belum beroperasi
Sementara itu, sebelumnya, External Relation PT EMM, Zen Zaeni Ahmad menyatakan, hingga saat ini PT EMM belum melakukan kegiatan pertambangan dan ini masih lama yakni sekitar tahun 2032.

PT PT EMM merupakan perusahaan pertambangan yang melakukan kegiatan pertambangan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Baik itu Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, maupun Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Lebih lanjut disebutkan, sejak 19 Desember 2017 PT EMM telah memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) berdasarkan keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 66/I/IUP/PMA/2017 tentang Persetujuan Penyesuaian dan Peningkatan Tahap Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Menjadi IUP OP Mineral Logam dalam Rangka Penanaman Modal Asing untuk Komoditas Emas kepada PT EMM.

Pada saat ini, PT EMM sedang melakukan proses pemasangan tanda batas (PTB) terhadap Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT EMM, sebagaimana diwajibkan oleh Keputusan Menteri ESDM Nomor 1825 K/ 30/MEM/2018 tentang Pedoman Pemasangan Tanda Batas WIUP atau WIUP Khusus Operasi Produksi, di mana tahapan yang PT EMM lakukan pada saat ini adalah sosialisasi terhadap Pemasangan Tanda Batas WIUP PT EMM.

Dikatakannya, dalam melaksanakan kegiatan pertambangan, PT EMM akan melibatkan segala pemangku kepentingan, beserta masyarakat sekitar yang ada dan hal itu dapat dilihat dari komitmen PT EMM dalam melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah.

Dikatakan, memang izin luas areal pertambangan 10 ribu hektare, namun dari hasil penelitian hanya bisa dilakukan kegiatan seluas 3.620 hektare, karena selebihnya berada di kawasan hutan lindung.

Kemudian, dari 3.620 hektare hanya 500 hektare yang bisa dilakukan kegiatan pertambangan dan itupun masih lama, katanya.

Jadi, kata dia, apa yang dikhawatirkan masyarakat akan terjadi kerusakan lingkungan tidak ada, karena kegiatan pertambangannya juga belum ada.

Ia menyatakan, pertambangan yang dilakukan PT EMM ini tidak akan merusak lingkungan, karena perusahaan tetap komitmen akan menjaga kelestarian hutan.

"Hutan-hutan yang terkena kegiatan pertambangan akan ditanam kembali dan itu sudah ada jaminan kepada Pemerintah daerah berupa dana penghijauan," katanya.

Zen Zaeni menyatakan, sebelum melakukan kegiatan pertambangan, PT EMM sejak 2006 hingga 2009 melakukan berbagai kegiatan CSR kepada masyarakat sekitar dengan pemberdayaan ekonomi.

Kemudian, pada tahun 2012 hingga 2014 dihentikan, karena izin pertambangan mau ditingkatkan menjadi izin produksi, katanya.

Ia menyatakan, persiapan pembangunan konstruksi PT EMM baru akan dilakukan pada tahun 2020 hingga 2023 dan penerimaan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai 1.000 orang dengan komposisi 60 - 65 persen tenaga kerja lokal.

Dikatakan, dari hasil penelitian, kandungan mineral yang akan dieksplorasi lebih banyak tembaga dari pada emas. | Aceh Antara

Banda Aceh - Yayasan Aceh Documentary tahun ini kembali memberikan beasiswa untuk produksi film dokumeter secara cuma-cuma, melalui Aceh Documentary Competition (ADC) 2019. ADC merupakan program edukasi, produksi dan kompetisi film dokumenter untuk kalangan muda-mudi Aceh.

Memasuki tahun ke-7 terselenggaranya Aceh Documentary Competition, Yayasan Aceh Documentary kembali mencari ide-ide menarik dari muda-mudi Aceh untuk disampaikan melalui media film dokumenter. Tahun ini ADC mengangkat “Geunulam” sebagai tema. Bagi sebagian masyarakat kata Geunulam cukup terasa asing terdengar.

Geunulamsecara arti adalah beban yang menjadi tanggung jawab di masa depan. Tema ini berkaitan dengan seluruh fenomena sosial, pendidikan, budaya, lingkungan dan lainnya yang terjadi hari ini di Aceh.

Nasharul selaku manager program ADC mengatakan Ideal atau tidaknya kondisi yang tampak dari semua lini kehidupan masyarakat hari ini butuh pandangan khusus dari anak muda untuk melihat itu semua dan dibungkus dalam sebuah bingkai film, sehingga peran pemuda saat ini sangat penting sebagai pembawa pesan di masa depan bagi generasi penerus Aceh, “Syarat dan pendaftaran dapat dilihat pada web Aceh Documentary, kami sangat menantikan ide-ide segar dari masyarakat Aceh sehingga kita dapa melihat Acehdari berbagai sisi,” ujar Nasharul di kantor Yayasan Aceh Documentary, (8/14/19).

Adapun persyaratannya, Warga Aceh (dibuktikan dengan KTP) berusia 19 – 35 tahun, Belum pernah menjuarai kompetisi film dokumenter tingkat nasional dan atau internasional, Belum pernah menjadi Finalis Aceh Documentary Competition, Bukan tenaga profesional di lembaga Broadcasting, Mengisi formulir pendaftaran dengan lengkap yang berisi semua keterangan mengenai data diri, proposal film yang diajukan dan data riset, serta foto copy KTP yang dikirimkan kepada panitia. (rilis)

Aceh Tengah - Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, meresmikan tiga proyek listrik dengan masing-masing berkapasitas 150 kV. Prosesi peresmian dilangsungkan di Desa Blang Gele Kecamatan Bebesan, Aceh Tengah, Selasa 9/04 pagi.

Ketiga proyek yang diresmikan Menteri Jonan adalah Gardu Induk (GI) 150 kV Takengon dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Takengon - Bireuen, GI 150 kV Subulussalam dan SUTT 150 kV Sidikalang - Subulussalam. Selanjutnya adalah GI 150 kV Kutacane dan SUTT Berastagi - Kutacane.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan dengan dibangunnya Gardu Induk dan Saluran Udara Tegangan Tinggi di tiga wilayah akan menjadikan Aceh terhindar dari byarpet atau listrik yang keseringan mati secara mendadak.

"InsyaAllah kehandalan listrik di Aceh akan menjadi kenyataan dan byarpet akan menjadi kenangan," kata Nova.

Sebagai partner pemerintah, PLN dinilai sudah bekerja baik. Paska-peresmian gardu induk, Nova yakin pelayanan kelistrikan di Aceh akan semakin baik.

Namun demikian, Nova berharap agar pemerintah bisa mengoptimalkan potensi energi baru dan terbarukan di Aceh yang disebut mencapai 1.155 megawatt. "Kami berharap optimalkan potensi ini. Cepat hadirkan sehingga listrik yang handal bukan lagi sekedar mimpi."

Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, menyebutkan pemerintah menargetkan akhir tahun nanti, SUTT akan tersambung secara keseluruhan di seluruh Sumatera. Artinya, akan ada jaringan interkoneksi seluruh Sumatera mulai dari Sabang sampai Bandar Lampung. Dengan demikian, nantinya layanan kelistrikan di Pulau Sumatera akan sama seperti di pulau Jawa.

"Apa yang dilakukan pemerintah ini dengan tujuan pelayanan listrik pada masyarakat semakin baik," kata Menteri Jonan. Ia menyebutkan ke depan pemerintah akan mengupayakan agar tarif listrik tidak naik. Jika ada efesiensi lagi, kata dia, barangkali tarif listrik bisa kembali turun.

Direktur Jenderal Kelistrikan Rida Mulyana, mengatakan, dengan peresmian gardu induk dan SUTT ini, negara akan menghemat sekitar 242 miliar rupiah per tahun. Biaya itu sebelumnya dipakai untuk operasional PLTD atau listrik tenaga diesel.

"Beberapa pembangkit berbasis diesel ditutup yang pastinya akan menurunkan biaya pokok listrik," kata Rida Mulyana. []

Banda Aceh – Peringatan Hari Air se-Dunia harus dijadikan sebagai momentum untuk mengingatkan setiap individu, tentang pentingnya aksi nyata penyelamatan air. Setidaknya ada 3 kiat sederhana yang bisa dilakukan sebagai upaya penyelamatan air, yaitu menghemat air, mengurangi pencemaran dan menanam air hujan.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Helvizar Ibrahim, saat membacakan sambutan tertulis Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pada acara Seminar Hari Air Sedunia. Di Hermes Palace Hotel, Selasa (9/4/2019) pagi. 

“Hari Air Sedunia yang kita peringati setiap tanggal 22 Maret ini harus dijadikan sebagai tonggak awal membangun kesadaran, bahwa kita perlu melakukan tindakan nyata untuk menyelamatkan air. Setidaknya, ada Tiga hal sederhana namun berdampak besar yang bisa kita lakukan untuk kelestarian air, yaitu mulai menghemat air, mengurangi pencemaran dan menanam air hujan,” ujar Helvizar.

Plt Sekda meyakini, jika ketiga kiat ini dilakukan secara bersama-sama, maka akan berdampak besar bagi upaya penyelamatan dan penghematan air, hal ini tentu akan memberi kesempatan kepada orang lain untuk menikmati air atau mandapatkan haknya terhadap air.

Selain itu, sambung Helvizar, langkah-langkah pengurangan pencemaran dan upaya menanam air hujan, yaitu dengan memperbanyak membuat biopori, maka setiap individu telah ikut dalam upaya menjaga kualitas dan kuantitas air yang berkelanjutan.

Helvizar juga mengingatkan, meski Indonesia negara tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi, namun seluruh warganya harus tetap dengan ketersediaan air, karena pertambahan penduduk, penebangan hutan liar dan makin menipisnya cadangan lahan serta intensitas bencana seperti longsor, banjir dan kekeringan yang semakin tinggi menjadi ancaman serius bagi ketersediaan air baku di masa sekarang dan di masa depan.

“Oleh karena itu, saya berharap seminar ini menjadi bagian dari kampanye global tentang pentingnya air bagi kehidupan, dan menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk tindakan perlindungan dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan,” sambung Helvizar.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Sekda menyampaikan apresiasi Dinas Pengairan Aceh serta Dewan Sumber Daya Air Aceh dan Balai Wilayah Sungai Sumatera I, yang telah menginisiasi seminar hari ini. Helvizar berharap, kegiatan ini dapat menemukan solusi terhadap beberapa permasalahan pengelolaan sumber daya air yang sedang terjadi dewasa ini.

“Sekali lagi terima kasih kepada Dinas Pengairan dan Dewan Sumber Daya Air Aceh serta Balai Wilayah Sungai Sumatera I, yang telah memprakarsai seminar ini. Terimakasih juga kepada seluruh nara sumber dan para partisipan. Selamat Hari  Air se-Dunia, dan selamat bertindak nyata bagi upaya penyelamatan air untuk masa depan,” pungkas Plt Sekda Aceh. (Rill)

Ilustrasi
Pidie - Satu mobil Panther pickup yang disopiri oleh Asnawi (38) Imum Meunasah di Gampong Baro Yaman, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, ditembaki orang tak dikenal (OTK) saat melintas di Jalan Medan-Banda Aceh, persisnya di kawasan Jembatan Seunapet, Kecamatan Lembah Seulawah Saree, Aceh Besar  Aceh.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Kepolisian menyebutkan, motif penembakan masih diselidiki dan dipastikan tidak terkait pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito, menuturkan kejadian itu terjadi pada Minggu (7/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Asnawi bersama istri dan seorang anaknya datang dari arah Banda Aceh dengan mobil Panther pickup.

Setiba di kawasan Jembatan Seunapet, mobil Asnawi berpapasan dengan mobil Avanza hitam yang nomor polisinya tidak diketahui. Ketika Asnawi ingin mendahului mobil Avanza, namun mobil Avanza tersebut tidak memberi jalan untuk didahului. Asnawi baru bisa mendahului mobil Avanza di depannya saat tiba di jalan yang lurus.

"Setelah dilewati, tiba-tiba terdengar suara tembak sebanyak dua kali dari arah mobil Avanza yang diarahkan ke mobil milik Asnawi, sehingga mengenai pintu belakang dan dinding di belakang supir tembus mengenai tempat duduk," kata Agus kepada Acehkini, Senin (8/4). Dia menyebut, salah satu peluru tersangkut di busa sandaran tempat duduk.

Kendati demikian, peluru tidak mengenai Asnawi dan keluarganya. Pihak kepolisian mengamankan satu butir putih laras pendek dan mobil milik Asnawi sebagai barang bukti.

Menurut Agus, kejadian itu tidak terkait dengan pesta demokrasi yang bakal berlangsung pada 17 April nanti. "Nggak (tidak ada kaitannya dengan Pemilu)," ujar Agus.(*)

Sumber: Kumparan
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.