2018-07-08

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Pria tak dikenal dengan membawa senapan serbu SS2, merampok Rp300 juta salah satu bank milik pemerintah di Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua. Foto CCTV dan selongsong peluru/iNews TV/Chanry AS
Papua - Seorang pria tak dikenal dengan membawa senapan serbu SS2, melakukan perampokan di kantor salah satu bank milik pemerintah di Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua, Jumat (13/7/2018) pukul 11.21 WIT.  

Aksi pria tersebut sempat terekam kamera CCTV, dimana pria tersebut sempat mengeluakan tembakan yang menyebabkan sejumlah nasabah panik dan berhamburan keluar bank. Dari kejadian tersebut pelaku berhasil menggondol uang tunai Rp300 juta dan berhasil kabur.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal enggan menjawab konfirmasi MNC Media terkait kasus tersebut, walaupun telepon yang bersangkutan aktif.

Begitupun dengan dengan pesan Whats App yang walau dibaca namun yang bersangkutan hanya menjawab dengan kata-kata, masih dalam perjalanan.

"Lagi di jalan signal timbul tenggelam," jawab Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal ketika dikonfirmasi melalui pesan Whats App, Sabtu (14/7/2018).

Sementara kronologis kejadian yang berhasil didapatkan dari sumber resmi kepolisian setempat yang enggan disebutkan identitasnya menyebut, pelaku perampokan salah satu bank pemerintah cabang Asikie tersebut masuk melalui pintu depan menggunakan helm merah, masker, switer biru, tas ransel loreng gurun, celana panjang, sepatu bot hijau dan membawa senapan serbu SS2 .

"Pelaku masuk kemudian melepaskan tembakan sebanyak 1x ke arah plafon depan Teller,  sejumlah nasabah yang mendengar bunyi tembakan langsung lari keluar dari dalam bank.  Sementara itu, teler bersembunyi di bawah meja," ungkap sumber MNC Media di kepolisian.

Kemudian pelaku sambil menyodorkan tas ke arah teler, atas nama, Ade Lynita Dewi, dan mengambil sejumlah uang. Si Perampok sempat berkata "Cepat isia uang kalau tidak saya tembak," . Lalu teller Ade Lynita Dewi, menyerahkan uang sebanyak Rp300.000.000,- pecahan Rp100.000,- sebanyak 3 ikat," ungkap sumber MNC Media tersebut.

Usai melakukan aksinya, pelaku sambil menodongkan senjata kearah pegawai bank dan meninggalkan bank menggunakan motor bebek jenis Blade warna Orange.

Dari rekaman CCTV yang dapatkan  Okezone, pelaku berjumlah satu orang yang kemudian melarikan diri ke arah Camp 19 Tanah Merah.

Sampai saat ini masih belum ada konfirmasi terkait korban luka ataupun korban jiwa. Sementara itu bukti CCTV telah diambil oleh pihak Kepolisian Polres Boven Digul untuk penyeldikan. 

Identitas pelaku dan ciri-ciri umum masih dalam lidik oleh pihak Kepolisian dimana aparat Polres Boven Digul dari Satuan Reskrim yang dipimpin langsung Kasat Reskrim telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Menurut sumber resmi di Kepolisian, kasus ini diduga telah disiapkan lebih dahulu,  dimana pelaku diduga telah memantau kondisi bank tersebut.

"Kejadian perampokan ini kemungkinan telah disiapkan terlebih dahulu dengan melihat situasi dan kondisi bank yang memang memiliki pengamanan yang tidak memadai dan bertepatan jam sibuknya bank. Serta kemungkinan dilakukan oleh orang yang sudah terlatih dan juga tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan ataupun pelaku adalah oknum aparat mengingat senjata yang digunakan adalah senjata laras panjang jenis SS2," ujar sumber resmi di Kepolisian itu.   | Sindonews.com

Sport - Lalu Muhammad Zohri, pemuda asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi juara Kejuaraan Dunia Atletik untuk nomor lari 100 meter U-20 2018 di Finlandia, Rabu 11 Juli 2018.

Atas prestasinya tersebut, Zohri banyak mendapat hadiah, termasuk renovasi rumah sederhana yang selama ini ditinggali bersama kakaknya.

Kakak kandung Zohri, Baiq Fadzilah, saat ditemui di kediamannya di Dusun Karang Pancor, Pemenang, Lombok Utara mengatakan, bukan kali pertama, Zohri memenangkan lomba. Namun demikian, perhatian yang didapatkan, tidak seperti sekarang, baik dari pemerintah daerah maupun pusat.

"Kami hanya pernah dapat kiriman paket, katanya ini paket untuk atlet, isinya balsem, sabun mandi, sikat gigi dan odol, itu saja," kata Fadzillah, Jumat (13/7/2018).

Pihak keluarga pun merasa bingung karena Zohri yang sudah mengharumkan nama bangsa, hanya mendapat paketan layaknya anak-anak yang di panti asuhan.

Namun demikian, keluarga tetap bersyukur karena pemuda tersebut bisa jadi sang juara. Dia pun bangga Zohri bisa menggapai cita-citanya.

Hadiah

Lalu Muhammad Zohri menjadi juara dunia di Kejuaraan Dunia Atletik untuk nomor lari 100 meter U-20 2018 di Finlandia, Rabu 12 Juli 2018. Prestasinya pun mengundang perhatian dari sejumlah pihak. Terlebih dia mencatat rekor baru dalam kejuaraan itu.

Salah satunya Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani. Ahmad memberikan sejumlah penghargaan kepada Lalu Muhammad Zohri sebagai bentuk apresiasi telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

"Kami bertemu dengan kakak kandung Lalu di kediamannya menyampaikan ucapan apresiasi. Keluarga besar Komando Resort Militer 162/Wira Bhakti mengucapkan selamat atas prestasi yang dicapai oleh Lalu di dunia internasional," kata Ahmad saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (13/7/2018).

Ahmad membeberkan sejumlah penghargaan yang akan diterima Zohri. Keluarga besar Komando Resort Militer 162/Wira Bhakti akan membedah rumah Lalu.

Selain itu, TNI AD akan memperbaiki akses jalan di kampung Zohri di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

"Kami memberikan dukungan untuk rehabilitasi rumah karena kondisi rumah beliau kurang standar. Dindingnya masih pakai bambu bukan kayu. Supaya layak. Seorang juara dunia beristirahat di rumahnya yang nyaman," ujar dia.

Zohri juga mendapatkan kesempatan bergabung menjadi TNI. Menurut dia, kehidupan Lalu akan lebih terjamin seperti sandang, pangan papan, kesehatan, dan pensiunnya.

"Kami menawarkan kepada pihak keluarga beliau, agar Zohri mendaftar jadi prajurit TNI lewat jalur khusus. Jadi dengan harapan beliau menjadi prajurit TNI. Tetap bisa menjadi prajurit TNI tapi status kesehariannya menjadi atlet," kata Ahmad.

"Lalu tetap ikut pertandingan dan seterusnya demi membawa nama baik Indonesia. Namun statunya di kedinasaan tetap menjadi prajurit TNI. Banyak atlet nasional yang sebetulnya adalah anggota TNI," dia menambahkan.(Liputan6)

Sport - Selebrasi Lalu Muhammad Zohri saat memenangkan kejuaraan dunia lari 100 meter di Finlandia menyita perhatian publik.

Yakni saat Zohri bersujud di lintasan lari usai menjadi juara dunia.

Dalam video yang beredar, Zohri bersujud selama beberapa detik.

Sikapnya itu seolah menunjukkan rasa kebersyukurannya kepada Tuhan atas prestasi yang telah ditorehnya.

Selepas bersujud, Zohri pun langsung bangkit kembali dan berlari ke arah pewarta.

Namun selepas itu, ada peristiwa yang membuat publik Indonesia terhenyak.

Yaitu momen ketika Zohri berlari kesana kemari demi mencari bendera Indonesia.

Dalam video yang beredar memang terlihat Zohri menengok ke segala arah untuk mencari timnya.

Namun dalam sebuah foto justru terlihat Zohri sedang meletakkan bendera merah putih di pundaknya.

Publik pun sempat lega dan akhirnya tak lagi mempermasalahkan soal insiden bendera itu.

Tapi beberapa waktu kemudian, sindiran dari seorang pelatih asal Amerika Serikat menjadi perbincangan publik.

Pelatih yang berasal dari University of Virginia itu mengungkapkan bahwa seharusnya ada pihak yang memberikan Zohri bendera Polandia saja.

Sebab warna bendera Polandia sama dengan bendera Indonesia yakni merah dan putih. Tinggal dibalik saja.

Hal tersebut dituliskan Mario Wilson dalam balasan postingan yang diunggah akun resmi IAAF.

"Someone should’ve given him a Polish flag then reverse it

(Seseorang seharusnya memberikan dia (Lalu) bendera Polandia lalu dibalik)," tulis Mario Wilson.


Penjelasan itu pun banyak menuai respon dari warganet Indonesia.


Klarifikasi soal bendera Zohri dari KBRI Finlandia

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Finlandia memberikan klarifikasi terkait insiden Lalu Muhammad Zohri yang kebingungan mencari bendera Merah Putih seusai memenangi perlombaan 100 meter.

Zohri sedang menjadi perbincangan di berbagai linimasa setelah memenangi lomba lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018).

Namun, euforia tersebut sedikit ternoda dengan adanya insiden yang dialami Zohri.

Setelah finis terdepan, pemuda 18 tahun asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu tampak kesulitan mencari bendera kebangsaan yang biasanya jadi simbol perayaan bagi para pelari.

Sementara itu, dua pelari asal Amerika Serikat yang finis setelah Zohri, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, justru langsung mendapatkan bendera negara mereka.

Terkait insiden tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Finlandia, Wiwiek Setyawati Firman, memberikan klarifikasi.
Melalui keterangan tertulisnya, Wiwiek menjelaskan pihaknya tak punya akses masuk ke arena untuk memberikan bendera, terkecuali wartawan televisi.

"Sangat banyak media Amerika Serikat (AS) yang siap meliput di garis finis. Mereka sudah bawa bendera mereka karena mereka yakin AS selalu menang di sprint 100 meter," tulis Wiwiek.

"Media Indonesia satu pun tidak ada yang hadir. Jadi, tidak ada media kita yang meliput di garis finis. Sementara para pelatih duduk di tribune, tidak boleh masuk ke lintasan. Bagaimana pelatih bisa cepat masuk ke garis finis berikan bendera, dibanding wartawan-wartawan AS yang memang sudah siap siaga meliput di garis finis?"

Selain itu, Wiwiek juga memastikan tidak ada pakem atau aturan yang mengharuskan atlet mendapatkan bendera negaranya setelah finis.

Tidak adanya pakem tersebut, kata Wiwiek, sudah dinyatakan pelatih dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI).

"Hanya Superman-lah yang bisa loncati pagar masuk ke lintasan untuk berikan bendera di garis finis dengan cepat," tulis Wiwiek.

Wiwiek pun menegaskan, KBRI Finlandia dan masyarakat Indonesia di Tampere selalu mengawal tim dari PB PASI.(Trinbunnews)

Amien Rais (Foto: Garin Gustavian/kumparan)
Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais kembali menyoroti operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK. Amien menganggap OTT hanya sebagai penghibur agar kasus-kasus besar lainnya terlupakan.

“(KPK) itu adalah menenggelamkan, menghilangkan, menyembunyikan kasus yang gede, ditutup dengan kasus yang kecil-kecil supaya kita lupa. Kenapa kasus Bank Century, BLBI tidak pernah diungkapkan dan lain-lain, untuk menghibur kita ada OTT-OTT,” kata Amien saat memberikan tausiah di Masjid Al Furqan, Jakarta, Sabtu, (14/7).

Amien mengungkapkan bahwa hukum di Indonesia hanya tajam ke bawah. Menurut Amien, kasus besar tidak diungkap, tetapi kasus kecil diganjar hukuman penjara.

“Hukum itu tumpul ke atas tapi tajam dan menukik ke bawah, itu kita tidak menyadari. Contohnya seorang nenek mencuri dua biji semangka diganjar 3 bulan penjara, sementara kasus kita yang triliunan rupiah dilepas. Hukum tidak tersaji sama sekali pada kasus BLBI, pertambangan,” ujar Amien.


Baca: Amien Sindir KPK: Yang Puluhan Triliun Lewat, Rp 100 Juta Dikejar


Lebih lanjut Amien menyebut para koruptor di kasus-kasus besar tidak ditindak tegas juga merupakan wujud demokrasi di Indonesia tidak berjalan dengan baik. Amien menganggap demokrasi di Indonesia diskriminasi di segala bidang.

“Jadi demokrasi sekarang itu diskriminasi hampir di segala bidang. Kita saksikan diskriminasi itu ada di hampir semua bidang nasional, terutama diskriminasi hukum nampak begitu berat,” terang Amien.

Untuk itu Amien menegaskan diperlukan sosok presiden baru yang bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Indonesia. “Ini harus kita ada (selesaikan masalah) setelah presiden ini menyelesaikan tugasnya,” tutur Amien.(*)


Sumber: kumparan.com

Sport - Belgia dan Inggris akan saling berhadapan di Saint Petersburg Stadium dalam partai perebutan juara tiga Piala Dunia 2018, Sabtu (14/7). Kedua tim sudah saling mengenal.

Selain memiliki pemain-pemain yang berbasis Premier League, Belgia dan Inggris sudah bertemu di Grup G. Dalam laga penyisihan grup, Belgia mengalahkan Inggris 1-0 lewat gol tunggal Adnan Januzaj.

Tak ada rahasia lagi di antara kedua tim ini.

"Ini akan kembali menjadi sebuah pertandingan adu taktik," kata pelatih Belgia Roberto Martinez seperti dikutip SportsMole. "Tak ada rahasia di antara kedua tim."

Inggris adalah tim yang dinamis dan sangat cepat."

"Mereka sudah mencetak sembilan gol lewat situasi-situasi bola mati, dan itu akan menjadi ujian bagus bagi kami."

Belgia dan Inggris menempuh jalur berbeda menuju semifinal, tapi sama-sama gagal ke final. Di babak empat besar, Belgia dikalahkan Prancis 0-1, sedangkan Inggris kalah 1-2 melawan Kroasia lewat extra time.

Perjalanan Belum Usai

Belgia dan Inggris sama-sama gagal melangkah ke partai puncak. Namun perjalanan mereka di Rusia belum tuntas.

"Perjalanan kami belum usai, dan kami perlu belajar dari laga-laga yang telah kami mainkan. Itu penting bagi kami untuk bisa bermain dengan bagus di laga nanti," lanjut Martinez.

"Saat mengakhiri sebuah turnamen, perasaan di laga terakhir adalah yang paling membekas."

"Ini sudah jadi sebuah pengalaman yang luar biasa. Saya rasa, semua orang di Belgia pantas merasakan kemenangan di akhir turnamen ini."

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akhirnya mendapatkan ijazah SMA. Ijazah tersebut diterimanya setelah sukses dalam ujian kelulusan Paket C yang digelar pada 11-13 Mei 2018. Ia mendapat ijazah itu pada Jumat (13/7/2018). [Twitter]
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akhirnya mendapatkan ijazah SMA. Ijazah tersebut diterimanya setelah sukses dalam ujian kelulusan Paket C yang digelar pada 11-13 Mei 2018.

Susi sebelumnya telah mengikuti program Paket C sejak Juli 2015. Ia belajar dalam program itu melalui modul-modul yang diberikan guru pembimbing dari Yayasan Bina Pandu Mandiri.

Setelah mengikuti ujian melalui  sistem Ujian Nasionasl Berbasis Komputer yang terdaftar di SMA Negeri Pangandara, ia dinyatakan lulus.

Berdasarkan data nilai Hasil Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, nilai total UNBK Susi adalah 429.

Susi dalam ujian Pendidikan Kewarganegaraan mendapat nilai 82. Pada ujian Bahasa Indonesia, ia mendapat nilai 58.

Sementara pada ujian Bahasa Inggris, ia mendapat nilai 76. Sedangkan dalam ujian Matematika dan Ekonomi, Susi masing-masing mendapat skor 52 dan 42.

Selanjutnya dalam ujian Sosiologi dan Geografi, ia mendapatkan nilai 44 dan 60.

Dalam dunia maya, akun Twitter @ang_acim, Jumat (13/7/2018), mengunggah foto Susi tengah menerima ijazah setara SMA hasil jerih payahnya tersebut.

”Alhamdulillah, akhirnya Bu Susi Dapat Ijazah setara SMA,” tulisnya sebagai keterangan foto.

Berdasarakan informasi yang terhimpun, Susi baru mendapat ijazahnya itu setelah diantarkan langsung oleh pihak yayasan ke rumahnya, di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat hari ini.

Untuk diketahui, sebelum mendapat ijazah ini, Susi lebih dulu dianugerahkan Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro Semarang serta Institut Teknologi Sepuluh November.| suara.com

Pelanggar Syariat Islam menjalani hukuman atau uqubat cambuk di halaman Masjid Baiturrahim, Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Jumat (13/7). (Murti Ali Lingga/JawaPos.com)
Banda Aceh - Sebanyak 15 orang pelanggar Sayriat Islam menjalani hukuman atau uqubat cambuk di halaman Masjid Baiturrahim, Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Jumat (13/7). Pelaksanaan hukuman ini, disaksikan oleh ratusan masyarakat dari berbagai usia.

Satu per satu para pelanggar, yang terdiri dari lelaki dan perempuan dihadirkan di atas panggung eksekusi. Jumlah sabetan cambuk yang mereka terima pun beragam sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Mulai terkecil 12 sabetan dan paling banyak 86 kali.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisabah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh, Muhammad Hidayat mengatakan, para pelanggar ini ditangkap dari bebagai lokasi yang ada di Banda Aceh. Penangkapan itu, berawal dari laporan masyarakat yang diterima.

"(Kasus) gay ini adalah yang terjadi di Simpang Dodik, Lamtemen, Kecamatan Jaya Baru, ditangkap masyarakat," katanya kepada awak media usai pelaksanaan cambuk, Jumat (13/7).

Muhammad mengatakan, penegakkan dan penerapan Syariat Islam di Banda Aceh akan secara konsisten dilaksanakan. Setiap laporan dan informasi yang diterima mengenai pelanggaran akan segera ditindak lanjuti. "Menjadi kewenangan kami saat ada laporan masuk," ujarnya.

Hingga kini, pelaksanaan eksekusi masih dilaksanakan di depan umum. Meski sebelumnya telah diubah melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Pergub Nomor 5 Tahun 2018. Yang pelaksanaannya di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). "Dalam Pergub tidak ada (petunjuk) teknis eksekusi di Lapas. Perlu koordinasi dan sosialisasi," katanya

Muhammad menjelaskan, hingga kini pihaknya belum menerima informasi atau undangan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Aceh mengenai pembahasan lebih lanjut ihwal Pergub yang dimaksud.

Para terhukum sebelum sudah menjalani serangkaian sidang di Mahkamah Syariah Banda Aceh untuk menentukan jumlah cambukan yang akan diterima. Para pelanggar ini terbukti dengan sah melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat. | Jawapos


Ketapang - Kapolres Ketapang AKBP Sunario dicopot dari jabatannya setelah informasi tentang plakat kantor polisi bersama RI-Tiongkok di Ketapang, Kalimantan Barat viral.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas (Karopenmas Divhumas) Polri M Iqbal, Jumat (13/7/2018).

"Soal viral foto pelat tersebut, Kapolres Ketapang akan dibebastugaskan dari jabatannya yang sekarang," sebut Iqbal ketika dikonfirmasi, Jumat (13/7/2018).

Dilansir Tribun-Video.com dari Kompas.com, Iqbal mengatakan, kerja sama dengan negara lain adalah kewenangan Mabes Polri.

Setelah dicopot dari jabatannya, Sunario dimutasikan sebagai Pamen Polda Kalbar.

"Hari ini juga kapolres dipindahkan sebagai pamen (perwira menengah) di Polda Kalbar," tutur Iqbal.

Sebelumnya, Kamis (12/7/2018), Sunario sempat membuat klarifikasi melalui video yang diunggah Facebook Polres Ketapang Kalbar.

Ia menjelaskan bahwa plakat itu merupakan contoh yang diajukan kepolisian Suzhou, yang berkunjung ke Ketapang, jika melakukan kerja sama dengan kepolisian RI.

"Saya menjelaskan bahwa pada hari ini tanggal 12 ada kunjungan kepolisian Suzhou dan juga Wali Kota Suzhou ke PT BSM yang berada di Kabupaten Ketapang. Kita diundang oleh mereka untuk menghadiri kunjungan kepolisian tersebut ke perusahaan tersebut," jelas Sunario.

"Dan plakat ini, yang sudah beredar di media sosial, seolah-olah sudah menjadi monumen, itu adalah tidak benar. Ini merupakan plakat yang diajukan atau contoh yang diajukan ke kita jika ada kesepakatan antara kedua belah pihak, jadi plakat ini bukanlah suatu monumen yang sudah dibuat. Tidak," katanya.

Sunario membantah kabar tentang adanya 'kantor bersama' di Ketapang.

"Di Ketapang hingga saat ini tidak ada Kantor Polisi Bersama antara kepolisian Suzhou dan kepolisian Ketapang. Saya klarifikasi supaya tidak disalahgunakan nantinya," tutupnya.

Sumber: Tribun-Video.com

,
Aceh Besar – Kodim 0101/BS bekerjasama dengan DSM Pioner Indonesia menggelar acara panen raya jagung Pioneer bersama Forkopimda Aceh Besar di lahan seluas 40 hektar tepatnya di Desa Meunasah Teunong Mukim Lamkabeu Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar, Jum’at (13/07/18).

Komandan Kodim 0101/BS dalam sambutannya menjelaskan, bahwa tujuan dilaksanakannya acara panen bersama ini untuk memberikan stimulus kepada pemerintah didukung oleh masyarakat, karena jagung merupakan salah satu produk unggulan di kementerian pertanian.

“Salah satu produk yang sedang menjadi program unggulan di kementrerian pertanian ada tiga yakni Pajale. Padi, Jagung dan Kedelai,” terang Dandim.

Untuk tanaman padi pada tahun 2017 pertama kalinya pelaksanaan ekspor setelah beberapa tahun tidak pernah mengekspor, selalu mengimpor dalam jumlah besar.

“Kalaupun padi itu kita melaksanakan impor beras kita merasa lain, hal itu semata-mata untuk keseimbangan pasar saja tetapi kalau dilihat dari aspek ketersediaan nasional masih cukup demikian pula untuk wilayah Aceh Besar belum pada level mengkhawatirkan,” tuturnya.

Sementara jagung di Kabupaten Aceh Besar, lanjut Dandim, ini mempunyai potensi yang sangat tinggi baik dari potensi tanam kemudian potensi masyarakat termasuk ketersediaan bibitnya. Itu sebabnya, pelaksanaan panen bersama ini, diharapan bisa mencari varietas dan alternatif lain yang tidak harus selalu terkonsentrasi kepada tanaman jenis padi.

“Memang makanan pokok kita sampai dengan saat ini masih makan beras yang ditanam petani padi, tapi kita jangan lupa bawa jagung ini bisa diolah menjadi berbagai macam jenis makanan,” imbuhnya.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Aceh Besar diwakili Plt. Kadistan Aceh Besar Efendi, Kapolres Aceh Besar diwakili, DSM Pioneer Indonesia Erwin Batubara, Pasiter Kodim 0101/BS, para Danramil, Kapolsek, BPP, Ketua KTNA se Kabupaten Aceh Besar dan masyarakat setempat.(Rill)

Hasil lengkap FP1 MotoGP Jerman (Twitter@MotoGP)
Sport - Andrea Iannone menunjukkan kecepatannya di Sirkuit Sachsenring. Pada latihan sesi pertama, Jumat (13/7) pembalap Suzuki tersebut unggul dengan raihan waktu 1 menit 21.442 detik.

Iannone sukses memimpin di depan Marc Marquez. Juara GP Jerman lima tahun beruntun itu ada di urutan dua dengan ketertinggalan waktu 0,390 detik.

Sementara duo Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales membuntuti dari posisi tiga dan empat. Rossi berjarak 0,522 detik dari Iannone, sedangkan Vinales melebar 0,710 detik.

Di sisi lain, nasib sial diderita Alex Rins, Alvaro Bautista, dan Tito Rabat. Ketiganya mengalami kecelakaan, namun beruntung mereka terhindar dari cedera.

Berikut Hasil Lengkap FP1 MotoGP Jerman:
1. Andrea Iannone - Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 21.442s
2. Marc Marquez - Repsol Honda (RC213V) 1m 21.832s +0.390s
3. Valentino Rossi - Movistar Yamaha (YZR-M1) 1m 21.964s +0.522s
4. Maverick Vinales - Movistar Yamaha (YZR-M1) 1m 22.152s +0.710s
5. Andrea Dovizioso - Ducati Team (GP18) 1m 22.261s +0.819s
6. Danilo Petrucci - Pramac Ducati (GP18) 1m 22.337s +0.895s
7. Jack Miller - Pramac Ducati (GP17) 1m 22.415s +0.973s
8. Jorge Lorenzo - Ducati Team (GP18) 1m 22.422s +0.980s
9. Scott Redding - Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 22.453s +1.011s
10. Johann Zarco - Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 1m 22.490s +1.048s
11. Takaaki Nakagami - LCR Honda (RC213V) 1m 22.513s +1.071s
12. Alex Rins - Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 22.554s +1.112s
13. Alvaro Bautista - Angel Nieto Team (GP17) 1m 22.591s +1.149s
14. Dani Pedrosa - Repsol Honda (RC213V) 1m 22.605s +1.163s
15. Aleix Espargaro - Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 22.674s +1.232s
16. Tito Rabat - Reale Avintia (GP17) 1m 22.700s +1.258s
17. Bradley Smith - Red Bull KTM Factory (RC16) 1m 22.746s +1.304s
18. Pol Espargaro - Red Bull KTM Factory (RC16) 1m 22.866s +1.424s
19. Cal Crutchlow - LCR Honda (RC213V) 1m 22.957s +1.515s
20. Hafizh Syahrin - Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 1m 22.969s +1.527s
21. Thomas Luthi - EG 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 23.350s +1.908s
22. Franco Morbidelli - EG 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 23.379s +1.937s
23. Karel Abraham - Angel Nieto Team (GP16) 1m 23.393s +1.951s
24. Mika Kallio - Red Bull KTM Factory (RC16) 1m 23.557s +2.115s
25. Xavier Simeon - Reale Avintia (GP16) 1m 23.578s +2.136s

Sumber: Jawapos

Wasit asal Argentina, Nestor Pitana akan memimpin partai final Piala Dunia 2018 (foto: laman resmi FIFA)
FIFA resmi menunjuk wasit untuk laga final Piala Dunia 2018 yang mempertemukan Timnas Prancis dengan Timnas Kroasia di Luzhniki Stadium, Moskow, Minggu (15/7/2018) malam WIB. Ia adalah Nestor Pitana, wasit asal Argentina yang juga berprofesi sebagai guru olahraga.

Sebagaimana dilansir laman resmi FIFA, dua asisten wasit yang juga berasal dari Argentina, Hernan Maidana dan Juan Belatti akan membantu Pitana di partai puncak nanti. Sedangkan ofisial keempat alias wasit cadangan adalah Bjorn Kuipers yang berasal dari Belanda.

Sedikit informasi mengenai Pitana, pria berusia 43 tahun itu memang diyakini merupakan wasit terbaik yang dimiliki FIFA saat ini. Ia kerap dijuluki 'Pierluigi Collina dari Amerika Selatan'. Collina asal Italia yang terkenal dengan kepala plontosnya, merupakan wasit legendaris di dunia sepakbola.

Pitana sendiri sebelumnya telah bertugas pada empat pertandingan Piala Dunia 2018, termasuk laga pembuka yang mempertemukan tuan rumah Rusia melawan Arab Saudi. Selain laga tersebut, Pitana juga memimpin laga Meksiko vs Swedia di babak penyisihan grup, Kroasia vs Denmark di babak 16 besar, serta Uruguay vs Prancis di perempat final.

Pitana menjadi wasit internasional sejak 2010. Sebelumnya, Pitana juga bertugas di Piala Dunia 2014, Olimpiade Rio de Janeiro 2016, serta Piala Konfederasi 2017.

Sebagai tambahan, Pitana adalah wasit Argentina kedua yang memimpin partai final Piala Dunia setelah Horacio Elizondo pada edisi 2006 silam.

Tak ketinggalan, FIFA juga telah menunjuk wasit untuk laga perebutan juara ketiga antara Belgia kontra Inggris, yang akan dihelat pada Sabtu (14/7/2018) malam WIB. Sang pengadil untuk laga tersebut adalah wasit asal Iran, Alireza Faghani.| Suara.com

AKBP Yusuf
StatusAceh.Net - Propam Polda Bangka Belitung (Babel) masih memeriksa AKBP Yusuf, untuk kasus kekerasan yang dilakukannnya terhadap seorang ibu di lantai mini market. Kabid Humas Polda Babel AKBP Abdul Munim mengatakan, penyidik belum menetapkan unsur pidana pada AKBP Yusuf karena dia masih diperiksa.

“Jadi kita masih menunggu hasil pemeriksaan (Propam-red), sejauh ini beliau dicopot dari jabatannya dari kasubdit. Kita akan tunggu hasil pemeriksaan penyidik untuk menetapkan kasus ini,” ujar Munim kepada kumparan, Jumat (13/7).

Sementara ibu dan anaknya yang ditendang AKPB Yusuf telah memenuhi unsur pidana karena mencuri di mini market. Total kerugian dari pencurian itu sekitar Rp 600 ribu.

“Sesuai dengan pencurian yang mereka lakukan dan jumlah nominalnya, mereka akan dikenakan pidana. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan,” kata dia.

Kejadian ini bermula ketika AKBP Yusuf yang berada di rumah mendapat telepon dari penjaga toko bahwa ada 7 orang rombongan masuk ke mini market dan berpura-pura belanja setelah turun dari sebuah mobil Avanza.

Enam orang masuk toko dan satu menunggu di mobil Avanza. Tiga orang tertangkap, sementara empat orang lainnya berhasil melarikan diri.

Mereka mencuri dua kotak susu Child Kid, satu kotak susu BMT, 4 bungkus mi gelas, 1 kotak susu cair Frisian Flag, 1 buah susu Hilo dan satu buah selendang motif bunga-bunga.

Baca Selanjutnya

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Masyarakat Transparan Aceh (MaTA) membeberkan hasil temuannya terkait kasus korupsi di Aceh sepanjang semester I tahun ini. Tercatat sebanyak 15 kasus dalam proses penyidikan oleh Kepolisian, Kejakasaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Empat kasus dalam proses penyidikan kepolisian, sembilan kasus oleh Kejaksaan dan dua kasus dalam penyidikan KPK,” kata Alfian, Koordionator MaTA saat menjabarkan hasil pantauannya dalam Diskusi Publik Tren Penindakan Korupsi Aceh, Kamis 12 Juli 2018 di Banda Aceh.

Menurutnya data tersebut hanya untuk kasus korupsi dalam proses penyidikan penegak hukum. LSM antikorupsi itu mengumpulkan dari pantauan kasus serta berkoordinasi dengan kejaksaan, kepolisian dan KPK.

Dua kasus dalam penyidikan KPK adalah Kasus BPKS Sabang dan terbaru kasus dana Otsus Aceh yang menyeret Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Sebelumnya, kasus korupsi di BPKS Sabang telah menyeret sejumlah pelakunya ke penjara.

Dari data yang disampaikan MaTA, pada tahun sebelumnya terdapat 18 kasus dalam proses penyidikan polisi dan kejaksaan menyidik 15 kasus. “Kecenderungan jumlah kasus dalam proses penyidikan oleh aparat penegak hukum akan meningkat di semester II setiap tahunnya,” kata Alfian.

Selama kurun waktu 2017 dan semester I 2018, MaTA mencatat total kerugian negara yang ditemukan oleh aparat penegak hukum mencapai Rp 349,9 miliar atau setara dengan 4.374 unit rumah sederhana untuk warga miskin.

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Aceh, Rahmadsyah mengakui pihaknya sedang menangani beberapa kasus di tahun 2018. Di antaranya adalah pembangunan pasar di Kabupaten Aceh Barat Daya dan pengadaan alat kesehatan radio diagnostik di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

“Ada tujuh kasus korupsi yang konsentrasi kita (Kejaksaan Tinggi Aceh) tangani di 2018,” katanya. Sementara dua kasus lagi seperti paparan MaTA sedang proses penyidikan di tingkat Kejaksaan Negeri.

Rahmadsyah menyebutkan dominan kasus masih pengadaan barang dan jasa. Sebagian kasus yang ditangani juga meminta koordinasi dan supervisi dari KPK, karena ketersediaan anggaran terbatas di Kejaksaan. “Dan mereka (KPK) serius membantu.” | Tempo

Ilustrasi
Pijay - Seorang pria berinisial BM (44) warga Gampong Drien Bungong, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, dibekuk polisi. Pria itu ditangkap polisi atas tuduhan melakukan pencabulan terhadap 8 anak di bawah umur.

Pelaku ditangkap di Samalanga, Kabupaten Bireuen, Kamis (12/7) sekira pukul 14.00 WIB, setelah seorang korban mengadukan pelaku kepada polisi, Senin (9/7). Pelaku selama ini berprofesi sebagai petani dan telah melakukan pencabulan dengan cara merayu korban.

"Dia ditangkap berdasarkan laporan salah satu orangtua korban pencabulan," kata Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi, Jumat (13/7).

Dia mengatakan, mendapatkan laporan itu petugas langsung melakukan penyelidikan. Setelah meminta keterangan sejumlah saksi, petugas kemudian berhasil membekuk pelaku di Samalanga.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Polres Pidie, pelaku mengakui seluruh perbuatannya. Ada 8 korban pencaculan yang dilakukan oleh pelaku. Perbuatan yang tidak senonoh ini sudah dilakukan sejak tahun 2015.

Menurutnya, modus pencabulan yang dilakukan oleh pelaku. Selain membawa masuk korban ke dalam kamar dan membuka seluruh pakaian korban, pelaku juga kerap melakukan perbuatan cabulnya saat menemukan korban berjalan sendirian.

Lalu pelaku membawa korban ke semak-semak dan juga ke rumahnya. Saat itulah pelaku mencabuli korban dan pelaku kerap mengancam korban agar tidak memberitahukan kepada siapapun.

"Kasus ini telah ditangani di Unit PPA Sat Reskrim Polres Pidie, kini untuk mempertanggung jawabkan perbuatannnya, pelaku harus mendekam di sel tahanan Mapolres Pidie guna penyelidikan lebih lanjut," tutupnya. | Merdeka.com

Juru bicara KRB Wahyu
StatusAceh.Net - Juru bicara  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendek Bupati Aceh Barat Daya agar memberi upah personil Satpol PP sesuai dengan UMP.

Rillis pers yang diterima StatusAceh.Net dari Wahyu selaku Jubir KRB,, Jumat, 13 Juli 2018, menyebutkan, berdasarkan berita dimedia Antara yang berjudul Satpol PP ABDYA keluhkan biaya makan, didalam berita tersebut disebutkan tentang Satpol PP yang harus membawa bekal sendiri dari rumah karna gaji Satpol PP tersebut hanyalah 1,1 juta rupiah.

Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) meminta Pemkab Abdya agar membayar gaji Satpol PP sesuai dengan UMP yang telah di tetapkan oleh Gubernur, pembayaran gaji di bawah UMP adalah tindakan yang tidak manusiawi, Ini merupakan hal yg sangat memprihatinkan, mengingat semakin mahalnya biaya kebutuhan hidup dan hal hal lainnya, sangat jelas gaji tersebut kecil dan harus dipertimbangkan oleh pemerintah untuk dilakukan penambahan pendapatan atau pendapatan yang layak.

Kami menilai Pemerintah Kabupaten Abdya telah melanggar aturan sebagaimana di tetap kan dalam Peraturan Gubernur Aceh Nomor 67 Tahun 2017 tentang penetapan UMP (upah minimum provinsi) Aceh tahun 2018 yang menetapkan besaran gaji  bagi tenaga kerja di Aceh adalah Rp 2,7 juta per bulan.

Jika kita merujuk kepada UU No. 13 tahun 2003, banyak hal disebutkan mengenai kepastian dan kelayakan memperoleh penghasilan untuk memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Salah satunya Pasal 90 ayat 1 UU No. 13 tahun 2003 disebutkan bahwa pengusaha dilarang membayar lebih rendah dari ketentuan upah minimum yang telah ditetapkan pemerintah setempat, dalam hal ini adalah UMP.

Yang jadi masalahnya adalah, ketika pemerintah membuat peraturan tentang Upah pekerja yang memaksa perusahaan membayar sesuai UMP dengan alasan kelayakan penghasilan bagi pekerja, akan tetapi kenyataan hari ini pemerintah malah memberi gaji bagi tenaga Satpol PP seperti yang diberitakan sebesar 1,1 juta rupiah dan bahkan tanpa uang makan. Sangat jauh dari UMP 2,7 juta yang tertuang dalam PERGUB nomor 67 tahun 2017.

Jika dilihat dari sisi kemanusiaan gaji yang tidak layak juga merupakan kebijakan yang mengabaikan Hak Azasi Manusia.

UUD 1945 pasal 28D ayat 2 menyebutkan “Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. 

Jenis HAM yang terabaikan dimaksud adalah Hak azasi hukum dan Hak azasi ekonomi, yang salah satunya adalah hak mendapatkan layanan dan perlindungan hukum, serta hak mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak.

Ketika Pergub tentang UMP itu dibuat, harusnya aturan itu bisa menjadi perlindungan bagi seseorang untuk mendapatkan haknya dalam pekerjaan untuk mendapatkan upah atau gaji sesuai dengan apa yang telah menjadi ketentuan.

Sangat disayangkan ketika pemerintah membuat peraturan malah pemerintah sendiri yang tidak menjalankannya, dan ini akan menjadi contoh yang tidak baik dari Pemerintah Kabupaten Abdya terhadap dunia tenaga kerja.(Rill)

Foto: AKBP M Yusuf diperiksa propam (istimewa)
Pangkalpinang - Kasubdit Kilas Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP M Yusuf dimutasikan dari jabatannya terkait video viral pemukulan wanita di minimarket. Polri mengatakan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian marah besar atas kasus ini.

"Terkait dengan video pemukulan itu, Kapolri marah besar. Kapolri marah dan akan copot AKBP Y hari ini juga," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, kepada detikcom, Jumat (13/7/2018).

Iqbal mengatakan, tindakan AKBP M Yusuf tidak mencerminkan polisi yang profesional, modern dan terpercaya (Promoter) seperti apa yang diperintahkan Kapolri. Padahal selama ini Kapolri selalu menekankan hal tersebut.

"Promoter itu difokuskan pada tiga kebijakan utama yang satunya perbaikan kultur di mana anggota Polri saat ini harus menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif," jelas Iqbal.

Iqbal mengatakan dugaan penganiayaan yang dilakukan AKBP Y sama sekali tidak mencerminkan sosok polisi sebagai pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat.

"Kepada seluruh anggota Polri, Kapolri sering mengatakan keras boleh, tapi terhadap penganggu ketertiban umum, pelaku kriminal yang membahayakan nyawa masyarakat, membahayakan nyawa petugas, harus tegas bila perlu ditembak mati. Malah diberi penghargaan oleh Pak Kapolri. Sudah banyak toh yang tembak dan tangkap begal, tembak dan tangkap bandar narkoba, tembak dan tangkap Teroris diberi penghargaan," ucapnya.

"Tapi yang dilakukan AKBP Y jelas bukan jiwa seorang polisi yang Promoter dan sosok pelindung dan pengayom masyarakat. Kapolri marah sekali. Untuk itu Kapolri akan memerintahkan Kapolda Babel untuk mencopot yang bersangkutan hari ini juga. Yang bersangkutan salah satu Kasubdit di Direktorat Pamobvit. Tentunya setelah dicopot, akan ada mekanisme yang yang bersangkutan akan lalui di Propam," sambungnya.
Foto: Surat mutasi AKBP M Yusuf (istimewa)

AKBP M Yusuf sendiri sudah dimutasikan dari jabatannya. Mutasi AKBP M Yusuf tertulis dalam surat telegram Nomor ST/1786/VII/2018 tanggal 13 Juli 2018. Mutasi ini diperintahkan dilaksanakan paling lambat 7 hari terhitung mulai tanggal mutasi ditetapkan.

Pemukulan dalam video yang viral di medsos diduga oleh AKBP M Yusuf berawal dari kasus pencurian yang tertangkap tangan pada Rabu (11/7/2018) pukul 19.00 WIB. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyidikan Sat Reskrim Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Dalam video tampak ada dua perempuan yang duduk di lantai minimarket diduga telah melakukan aksi pencurian. Di video, tampak pria memakai kaos bertuliskan polisi melakukan kekerasan. Dia menendang muka wanita. Dia juga memukul wanita lainnya dengan sebuah sendal, meskipun wanita itu sudah memohon.

Tak hanya itu, oknum polisi Polda Babel itu juga memukul anak yang berdiri di sebelah kiri perempuan dalam video itu.

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP M Saleh, mengatakan, kedua perempuan yang diduga melakukan pencurian itu sudah diamankan. Keduanya masih menjalani pemeriksaan.

"Yang diamankan dua orang, yang terpenuhi alat buktinya baru satu orang, laporannya tidak ada kaitannya dengan video yang sedang viral di medsos," kata AKP M Saleh.  | Detik.com

,
StatusAceh.Net - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat menyita dokumen senilai Rp 1,15 triliun saat melakukan penggeledahan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh. Penggeledahan ini lanjutan untuk mencari bukti tambahan kasus dugaan suap Gubernur Aceh non-aktif, Irwandi Yusuf Dana Alokasi Khusus (DOK) Aceh tahun 2018.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, dokumen yang disita KPK di Dinkes Aceh itu merupakan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Dokumen DIPA itu sebenarnya bisa didapatkan di mana saja dan itu merupakan dokumen biasa.

"Itu DIPA dan dokumen ini bisa didapatkan di mana-mana," kata Nova Iriansyah, Kamis (12/7).

Menurutnya, penyitaan dokumen DIPA oleh KPK merupakan standar penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK. Karena KPK dalam mendalami kasus harus mendapatkan dokumen di Locus Delicti.

"Prosedur KPK memang harus diambil di locus perkara, itu data DIPA dari dana Otsus di Dinkes Aceh," jelasnya.

Kata dia, penyitaan dokumen tersebut oleh penyidik KPK bukan berarti ada dugaan terjadi kecurangan. Namun, itu dokumen kemungkinan memang dibutuhkan KPK dalam mengusut kasus yang sedang dilakukan penyelidikan.

"Tidak ada kecurangan, itu dana DIPA yang meyangkut dana Otsus. Itu standar penyelidikan," tegasnya.

Pada saat penyidik KPK melakukan penggeledahan Dinkes Aceh, Rabu (11/7) lalu menyita sejumlah dokumen, termasuk dokumen DIPA senilai Rp 1,15 triliun.

Penyidik KPK juga menyita sejumlah dokumen lainnya di Dinas Pendidikan Aceh setelah dilakukan penggeledahan. Bahkan ruang kerja kepala dinas pun sempat disegel dan digeledah oleh penyidik KPK. | Merdeka.com

Oknum Polisi Lakukan Kekerasan. (Foto: Istimewa)
StatusAceh.Net - Insiden seorang pria memakai baju bertuliskan polisi dan menendang seorang ibu yang duduk di lantai sebuah minimarket dan menangis menyebar luas. Lewat whatsapp group dan media sosial, video berdurasi 30 detik itu menuai banyak kecaman. 

Video itu ternyata terjadi di Bangka Belitung (Babel) di sebuah minimarket Aprimart pada 11 Juli lalu. Jadi ceritanya, si ibu yang menangis tersebut mencuri barang dari minimarket tersebut.

Tidak lama, si penjaga toko lalu melapor ke pemilik minimarket AKBP Y yang berdinas di Polda Babel. AKBP Y yang juga pejabat di Polda Babel langsung memberikan tindakan keras ke si ibu pencuri karena si ibu tak mengakui perbuatannya.

Merespons video yang menyebar itu, Mabes Polri langsung mengambil sikap. As SDM Kapolri Irjen Arief Sulistyanto meminta Kapolda Babel mengambil tindakan.

"Bid Propam akan memproses Gakkum terhadap perilaku AKBP Y yang melakukan kekerasan terhadap tersangka pencuri tersebut," jelas Arief.

Dengan melihat tindakan AKBP Y, Arief memberi rekomendasi sanksi tegas.

"Kepada Kapolda diberi rekomendasi agar yang bersangkutan dicopot dari jabatannya," tutur Arief. | Kumparan

Aotu - Sekali mengisi bensin mobil atau motor, biasanya berapa nominal yang kamu beli sob? Atau langsung dipenuhin? Baiknya dipikir-pikir lagi deh sob, kalau terbiasa mengisi bensin secara penuh alias full tank.

Dilansir dari daihatsu.co.id ternyata mengisi bahan bakar hingga penuh itu sama berbahayanya dengan mengendarai mobil atau motor dengan tangki bensin yang hampir kosong.

Jadi harus kita ketahui bersama bahwa bahan bakar itu membutuhkan udara supaya tidak mengendap.

Baca Selanjutnya

Sport - Timnas Indonesia tersingkir dari semifinal Piala AFF U-19 2018 usai kalah dari Malaysia melalui adu tendangan penalti di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (12/1) malam.

Indonesia kalah adu penalti setelah dua eksekutor yakni Witan Sulaeman, Firza Andika, dan Hanis Saghara Putra gagal melesakkan bola ke gawang Malaysia.

Pada babak pertama, Indonesia sempat unggul 1-0 berkat gol penalti Egy Maulana Vikri saat laga baru berusia dua menit. Malaysia kemudian menyamakan skor menjadi 1-1 melalui gol tandukan kapten Malaysia Muhammad Syaiful memanfaatkan sepak pojok rekannya. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia terus menekan pertahanan Malaysia. Skuat arahan Bojan Hodak juga mulai kesulitan mengembangkan permainan menghadapi serangan demi serangan para pemain Garuda Nusantara.

Tampilnya Rivaldo Todd Ferre pada awal babak kedua menggantikan Fafli Mursalim mulai memberikan daya gedor Garuda Nusantara di lini depan.

Meski terus menekan di pertahanan Malaysia, Indonesia masih juga kesulitan mengarahkan tendangan yang tepat mengarah ke gawang Malaysia. Tim Merah Putih juga tampak kebingungan dalam membuat alur serangan di dalam kotak penalti lawan.

Indonesia baru bisa membuka peluang tendangan ke gawang Malaysia yang dilepaskan Witan Sulaeman pada menit ke-51. Bola tendangannya masih mudah ditangkap kiper Malaysia Muhammad Azri.

Berjarak dua menit kemudian, giliran Malaysia membahayakan gawang Indonesia melalui servis tendangan bola mati.

Eksekusi tendangan bebas Nik Akif meluncur langsung ke gawang Indonesia. Kiper Garuda Nusantara M Riyandi memilih meninju bola dan aman pula gawang timnya.

Indonesia kembali membuka peluang pada menit ke-65 melalui aksi Egy Maulana merangsek ke kotak penalti. Namun, tendangan penyerang Lechia Gdansk itu masih melenceng.

Egy Maulana sempat mengalami cedera karena kaki kanan yang salah bertumpu usai menendang bola ke gawang Malaysia. Ia kembali bisa bermain setelah mendapat perawatan dari tim medis.

Amat disayangkan, Egy Maulana mengalami cedera pergelangan kaki sehingga ia harus ditarik keluar digantikan Hanis Saghara pada menit ke-88.

Memasuki pengujung babak kedua, Indonesia mendapat peluang untuk mencetak gol, namun tendangan Hanis Saghara masih bisa ditangkap Muhammad Azri.

Laga pun terpaksa dilanjutkan melalui adu penaltu setelah skor 1-1 bertahan hingga usai waktu normal.

Sempat terjadi kejadian memalukan mati lampu di Stadion Gelora Delta Sidoarjo saat penendang pertama, Luthfi Kamal Baharsyah, ingin melepas tendangan penalti.

Indonesia akhirnya kalah adu penalti setelah dua eksekutor yakni Witan Sulaeman, Firza Andika, dan Hanis Saghara Putra gagal melesakkan bola ke gawang Malaysia dan gagal ke final Piala AFF U-19 2019. (CNN)

Zainal Bakri mengalami luka tusuk serius dan kini masih menjalani perawatan. Foto: acehportal.com
Aceh Besar - Seorang personel Polsek Indrapuri, Aceh Besar, Zainal Bakri (45), dibacok oknum pegawai negeri sipil. Pelaku berinisial SR (47) bisa dilumpuhkan setelah ditembak pada kaki oleh korban.

Insiden pembacokan itu terjadi pada Kamis (12/7/2018) sekitar pukul 00.15 WIB. Saat kejadian, pelaku SR awalnya mengamuk di warung kopi Dua Saudara di Desa Reuleung Karing, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar.

Kanit Polsek Kuta Malaka Bripka Sulaiman dan Babinsa Koramil 23/KM Serda Faisal, yang berada di lokasi, sempat mengingatkan pelaku.

Tak lama berselang, pelaku SR pindah ke warung kopi WIM, yang terletak bersebelahan dengan warkop Dua Saudara. Di sana, SR kembali mengamuk. Pelaku kemudian mengeluarkan sebilah pisau dan menyerang korban Zainal, yang sedang duduk di sana.

Akibatnya, korban Zainal mengalami luka tusuk pada tangan dan perut. Untuk mengakhiri aksi itu, Zainal mengeluarkan senjata dan menembak ke arah pelaku.

"Korban melakukan pembelaan diri dengan cara melakukan penembakan terhadap pelaku yang mengenai paha sebelah kiri pelaku," kata Kapolres Aceh Besar AKBP Heru Suprihasto saat dimintai konfirmasi detikcom.

Setelah kejadian, korban dan pelaku diboyong ke Rumah Sakit Umum Meuraxa, Kota Banda Aceh, untuk mendapatkan perawatan. Belum diketahui motif pembacokan tersebut.

"Menurut keterangan keluarga, pelaku sudah sering menjadi pasien di rumah sakti jiwa Banda Aceh dan kadang-kadang sering kambuh stresnya," ungkap Heru.| Detik.com

Padang - Semen Padang bertekad membalas kekalahan kontra Aceh United saat dua tim tersebut bertemu pada laga lanjutan Liga 2 2018 Wilayah Barat di Stadion Agus Salim, Padang, Sabtu (14/7/2018).

Dua tim tersebut sudah pernah bertemu di turnamen Cawan Aceh, pada Maret 2018. Semen Padang saat itu terpaksa mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-0.

Jelang duel kedua tim, pelatih Semen Padang Syafrianto Rusli menyatakan anak asuhnya berada pada kondisi puncak dan siap memberikan penampilan terbaik pada laga nanti.

“Setelah menghadapi Persiraja, kami sudah melakukan evaluasi. Artinya, meski kami memenangkan pertandingan, tapi harus banyak juga yang harus diperbaiki, terutama masalah defending dan attacking juga masalah komunikasi di lapangan,” ungkap Syafrianto, Kamis (12/7/2018), di PT KSSP, komplek L-75 Indarung.

Dia mengaku telah menyelesaikan tugas rumah tersebut menjelang menjamu Aceh United. Menyangkut kekalahan pada turnamen Cawan Aceh atas Aceh United, ia menilai saat itu materi yang dibawa belum sebaik yang sekarang. Tim pelatih saat itu juga tengah melakukan seleksi pemain.

“Secara materi, saat itu kami masih terbatas, berbeda dengan saat ini. Kekuatan kami sudah lengkap,” jelasnya.

Pada pertandingan kontra Aceh United, hampir semua pemain Semen Padang dipastikan bisa tampil. Hanya sang kapten, Hengki Ardiles, yang diragukan tampil, karena belum fit.  | Bola.com

Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerima kunjungan Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haitar di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (12/7/2018).

Dalam audiensinya, Tgk. Malik Mahmud Al-Haitar menyampaikan perkembangan dan kemajuan pembangunan di Aceh saat ini. Selain itu, atas nama masyarakat Aceh menyampaikan keinginannya untuk memberikan anugerah gelar kehormatan adat Aceh kepada Panglima TNI.

“Kedatangan kami kesini adalah untuk mengundang secara resmi, karena dalam waktu dekat kami akan memberikan anugerah gelar adat Aceh kepada Bapak Panglima TNI,” ungkapnya.

Menyambut keinginan Wali Nanggroe Aceh tersebut, atas nama seluruh prajurit Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengucapkan terima kasih dan rasa bangganya atas gelar yang akan diberikan masyarakat Aceh tersebut.  

“Ini suatu nilai budaya yang harus dipertahankan dan harus kita jaga serta merupakan suatu kebanggaan, tidak hanya bagi saya pribadi tetapi juga bagi seluruh prajurit TNI,” ucapnya.

“TNI mempunyai kewajiban untuk memelihara budaya sebagai lambang perekat kebhinekaan bangsa Indonesia,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. 

Pertemuan tersebut, didampingi Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, dan Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah. | Okezone

,
Aceh Besar – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 08/Kuta Baro bersama Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan (DPPKBPP) melaksanakan pendampingan pendistribusian Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) dari Bulog Aceh Besar sebanyak 21.320 Kg.

Bansos Rastra tersebut akan disalurkan kepada 47 orang masyarakat kurang mampu yang ada di wilayah Kecamatan Kuta Baro, kegiatan dilakukan di halaman Kantor Camat Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar, Kamis (12/07/18).

Babinsa Koramil 08/Kuta Baro Serda Monazar menuturkan, kegiatan ini merupakan langkah untuk mengantisipasi guna mencegah tindak penyelewengan terhadap Bansos Rastra yang diperuntukkan khusus warga yang kurang mampu, berdasarkan data dari tiap-tiap desa.

“Dalam pendistribusian Bansos ini, berpotensi terjadinya penyelewengan sehingga perlu dilakukan pendampingan secara aktif,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Ia meminta kepada Geuchik dan Perangkat Desa lainnya agar melaksanakan pendistribusian dengan mempedomani ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Saya minta pelaksanaan pendistribusiannya bisa berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ucapnya.(Rill)

KEGAGALAN Tim Nasional (Timnas) Belgia dan Inggris dalam melangkah ke final belum membuat mereka pulang. Kedua tim masih memiliki kesempatan untuk memainkan laga terakhir mereka di pertandingan perebutan posisi ketiga di Piala Dunia 2018.

Laga perebutan posisi ketiga yang mempertemukan Belgia dan Inggris akan berlangsung di Stadion Saint-Petersburg, Sabtu 14 Juli 2018 pukul 21.00 WIB. Ini akan menjadi pertemuan kedua bagi Belgia dan Inggris di ajang Piala Dunia 2018.

Sebelum keduanya bertemu di perebutan posisi ketiga, Belgia dan Inggris pernah saling jumpa di babak penyisihan Grup G. Kala itu kedua tim yang sama-sama memainkan pemain lapis, laga berhasil dimenangkan Belgia dengan skor 1-0.

Tentu situasi saat ini berbeda. Jika pada laga babak penyisihan Grup H, kedua tim mengistirahatkan beberapa pemainnya karena sudah memastikan diri lolos dari fase grup, kali ini kedua tim dipastikan akan tampil ngotot.

Belgia tentu ingin memperbaiki hasil di Piala Dunia 1986 yang saat itu harus finis di posisi keempat. Kala itu mereka harus menyerah dari Prancis dengan skor 4-2 di laga perebutan posisi ketiga di Piala Dunia 1986. Apalagi generasi emas mereka juga menjadi harapan Belgia untuk berbicara banyak pada tahun ini.

Sementara Inggris juga tak ingin mengulang hasil buruk di Piala Dunia 1990, di mana mereka juga harus finis di posisi keempat setelah dikalahkan Italia dengan skor 2-1. Perbaikan hasil tentu sangat hangat diharapkan Three Lions –julukan Timnas Inggris- yang saat ini memiliki semangat baru dengan generasi barunya.

Pada semifinal, Belgia gagal melangkah ke final setelah disingkirkan Prancis dengan skor tipis 0-1. Sedangkan Inggris harus menyerah dari Kroasia dengan skor 1-2. | Okezone

,
Aceh Besar – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Kuta Blang Koramil 04/Lhoong Kopda Agung berkunjung ke lahan pertanian cabai milik Bapak Nasruddin salah seorang petani Desa Kuta Blang Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar, Kamis (12/07/18).

Menurut Kopda Agung, kunjungan ini merupakan salah satu upaya mendorong warga binaannya untuk dapat memanfaatkan lahan kosong miliknya dijadikan sebagai lahan pertanian.

“Peran aktif Babinsa di desa sangatlah penting khususnya di bidang pertanian dengan mendorong warga lainnya memanfaatkan lahan kosong dijadikan lahan pertanian,” ucapnya.

Dengan adanya lahan pertanian cabai ini, diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian khususnya cabai, agar dapat menambah perekonomian desa.

“Ini merupakan langkah yang sangat bagus untuk menambah perekonomian desa,” tuturnya.(Rill)

Suasana doa bersama anak yatim untuk Irwandi Yusuf, Kamis (12/7/2018 di Masjid Raya Banda Aceh.  Foto serambinews.com
Banda Aceh - Sekitar 300-an anak yatim perwakilan seluruh gampong di Banda Aceh melakukan doa bersama di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Kamis (12/7/2018) sekitar pukul 14.30 WIB.

Anak-anak yang telah kehilangan sosok ayah sejak kecil itu memanjatkan doa kepada Allah agar Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf yang kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera dibebaskan.

Istighfar, lantunan ayat suci Alquran, dan doa dari lubuk hati terdalam mereka peruntukkan kepada Irwandi, yang mereka anggap sebagai 'Bapak Anak Yatim Aceh'.

Ustaz Adnan Ali, yang memimpin jamaah membacakan lantunan doa dengan irama sedih. Setiap bacaannya diaminkan oleh para anak yatim yang larut dalam haru.

"Ya Allah, bebaskan Pak Irwandi Yusuf dari fitnah keji yang sedang beliau hadapi," ucap sang Ustaz dengan nada menyayat hati, dan diaminkan jamaah yang hadir.

Meskipun hanya beberapa menit, acara doa bersama berlangsung dengan khidmat hingga akhir.

Para anak yatim meninggalkan Masjid Raya seraya mendapat santunan dari penggagas acara yang berdiri di pintu masjid.(*)

Sumber: aceh.tribunnews.com

Lhokseumawe - Polres Lhokseumawe melakukan Penangkapan terhadap  tersangka Dugaan tindak pidana penipuan dengan motif minta sumbangan untuk pembelian Al-Qur'an yang peruntukan bagi muallaf, Selasa  (10/07/2018) sekira pukul 22.00 WIB.

Tersangka yang ditangkap yakni MS (28n) seorang ustad muallaf warga Jalan Sumante Kelurahan Seulawan Kecamatan Kisaran Timur, Asahan Provinsi Sumatera Utara.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu.SH mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan masyarakat yang juga korban dengan memberikan uang sumbangan kepada tersangka melalui Mobil Banking.

" Modusnya tersangka meminta sumbangan pada jamaah dengan alasan membeli Al-Qur'an yang nantinya akan diserahkan kepada para Muallaf,ujarnya Kamis (12/07/2018) pagi.

Kuat dugaan laporan tersebut benar dan bisa dipercaya sehingga anggota langsung mengamankan tersangka yang akan ceramah di Islamic Center Kota Lhokseumawe,"sebut Kasat Reskrim

"Ketika dilakukan pemeriksaan tersangka mengakui perbuatannya dan sudah berjalan selama 6 bulan ceramah sambil meminta sumbangan uang dari mesjid ke mesjid dari berbagai daerah mulai dari Medan, Langsa, Idi rayeuk hingga Lhokseumawe." sebutnya

 Tersangka menggunakan uang sumbangan jemaah untuk berlibur ke Bali bersama keluarga dan telah membayar uang liburan ke singapore via travel, selain itu juga digunakan untuk membayar uang DP mobil kredit dan membeli hand phone serta i phone dan juga untuk pemenuhan keburuhan pribadinya sehari-hari."jelasnya

AKP Budi menambahkan,  kejadian tersebut berawal, Minggu (08/07/2018) pukul 05.00 Wib waktu sholat subuh pelapor datang ke mesjid Al-Azhar Desa Pusong untuk shalat subuh dan mendengarkan ceramah tersangka, saat itu ceramah tersangka berisi tentang bahaya pemurtadan dan mengajak seluruh umat untuk menyumbangkan dana pembelian Al-Qur'an yang akan disumbangkan kepada para muallaf.

" Tersangka mengarahkan sumbangan diberikan secara langsung atau dikirimkan ke Rekeningnya, sehingga pelapor mengirimkan sumbangan ke nomor rekening tersangka untuk sumbangan pembelian Al-Qur'an sebesar 600.000 rupiah melalui Mobile Banking."jelasnya

Namun setelah mengirim uang itu pelapor merasa curiga atas adanya informasi yang menyatakan bahwa Uang itu digunakan untuk pribadi, selanjutnya korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Lhokseumawe. "imbuhnya

Dari tersangka berhasil diamankan barang bukti satu unit mobil Innova warna hitam, satu Unit mobil avanza warna putih, satu unit Hp merk Samsung tipe S9, Uang Rp.9.000.000, satu unit kamera merk fuji film, 1 Bundel Blanko untuk para penyumbang, satu lembar ATM BRI dan beberapa buah buku hasil karangan tersangka.

Saat ini tersangka dan barang bukti di amankan di Mapolres Lhokseumawe untuk proses lebih lanjut."pungkas AKP Budi Nasuha. (Rill)

Jakarta - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyepakati 51 persen sahamnya milik Indonesia, dalam hal ini PT Inalum (Persero).

Kabar tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo terkait proses divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

"Saya telah mendapatkan laporan bahwa holding industri pertambangan kita Inalum telah capai kesepakatan awal dengan Freeport. Pengolahan untuk meningkatkan kepemilikan (saham) kita menjadi 51 persen, dari yang sebelumnya 9,36 persen. Alhamdulillah," kata Jokowi usai menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Indonesia ke-71, di International Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang, Banten pada Kamis (12/7).

Mantan gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan bahwa PTFI telah mengelola tambang di Tanah Papua selama hampir 50 tahun dengan kepemilikan saham Indonesia hanya 9,36 persen. Karenanya dalam 3,5 tahun terakhir pemerintah melakukan negosiasi yang sangat alot.

"Jangan dipikir mudah, dan begitu sangat intens sekali dalam satu setengah tahun ini. Tapi memang kita kerjain ini diem, karena menyangkut negosiasi yang tidak mudah," jelas suami Iriana itu.

Mengenai nilai divestasi saham menjadi 51 persen tersebut, Presiden Ketujuh RI itu mengatakan secara teknis sedang dikalkulasi oleh menteri BUMN, menteri keuangan, dan menteri ESDM. Dan itu juga memakan waktu panjang.

Kesepakatan ini menurutnya sebuah lompatan yang diharapkan bisa mendatangkan income yang lebih besar bagi Indonesia. Baik dari sisi pajak, royalti, deviden maupun retribusi.

"Sehingga nilai tambah komoditas tambang bisa dinikmati oleh kita. Semua kepentingan nasional harus dinomorsatukan," tegas Jokowi.

Terkait bentuk kesepakatan dengan Freeport apakah baru tahap awal atau sudah final, mantan wali kota Surakarta ini tegas menjawab dokumennya tinggal ditandatangani.

"Namanya sudah deal, nanti tanda tangan. Artinya kesepakatan sudah rampung. Teknis masih ada di menteri," pungkas Jokowi.(jpnn)

AKBP Bambang Wijanarko. youtube/Munjiyah Dirga
Sulsel - AKBP Bambang Wijanarko dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Pangkep, Sulawesi Selatan. Berdasarkan Surat Telegram Rahasia Kapolri nomor ST/1679/VII/KEP./2018, AKBP Bambang Wijanarko digantikan AKBP Tulus Sinaga.

AKBP Bambang Wijanarko dicopot dari jabatannya karena diduga selingkuh dengan bawahannya di tempatnya bertugas. Kabar tersebut diamini oleh Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Umar Septono.

Menurut jenderal polisi bintang dua itu, dugaan perselingkuhan AKBP Bambang Wijanarko saat ini masih diperiksa Propam Polda Sulsel.

"Ya dugaannya sementara demikian sekarang masih tahap pemeriksaan di Bid Propam Polda Sulsel," kata Irjen Pol Umar Septono melalui pesan WhatsApp kepada merdeka.com, Kamis (12/7).

Menurutnya, ada beberapa alasan AKBP Bambang Wijanarko langsung dicopot. Salah satunya karena situasi sudah tak kondusif dan untuk memudahkan pemeriksaan.

"Karena sikon sudah tidak kondusif dan untuk memudahkan pemeriksaan maka Kapolres Pangkep diserahterimakan," katanya.

Sementara itu, dalam rekaman video serah terima jabatan Kapolres Pangkep yang beredar di media sosial, AKBP Bambang Wijanarko terlihat memberikan sambutan sambil menangis di depan anak buahnya.

Kepada anak buahnya, dia meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah dilakukannya.

"Saya manusia biasa tak luput dari kesalahan. Raga saya bisa tidak di sini tapi hati dan jiwa saya bersama rekan-rekan semua. Maafkan saya, kita sudah jadi keluarga, bukan atasan bawahan tapi keluarga, saya mohon maaf atas nama pribadi dan keluarga saya, semoga Allah SWT masih memberi saya kesempatan lagi bersama-sama rekan-rekan dalam penugasan lain," katanya. | Merdeka.com


STATUSACEH.NET- Yang Terhormat, Bapak Kapolri, saya Wilson Lalengke, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012. Saya mohon maaf, tidak pandai berbasa-basi, jadi langsung pada pokok surat saja.

Maraknya kasus kriminalisasi jurnalis di berbagai daerah di Indonesia beberapa waktu terakhir ini patut diduga disebabkan oleh banyaknya oknum aparat kepolisian yang bermental bejat. Para oknum itu tersebar di hampir semua level dan wilayah kerja di republik ini. Setidaknya, dua oknum Kapolda (Sumut dan Sumbar) tercatat pernah terlibat mengkriminalisasi wartawan, bahkan salah satunya dengan sewenang-wenang memenjarakan jurnalis dan hanya berakhir begitu saja tanpa rasa bersalah dari si Kapolda yang isi perutnya dibiayai rakyat.

Saat ini, tidak kurang dari 176 orang wartawan, mengutip Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, yang sedang menyandang gelar tersangka kasus kriminalisasi terhadap pekerja pers. Umumnya, para kuli tinta digital itu diborgol akibat tulisan atau pemberitaan di media massa. Pasal yang sering digunakan untuk menjerat para wartawan adalah UU ITE pasal 45 dan KUHP pasal 310 dan/atau 311.

Dewan Pers yang diharapkan dapat menjadi benteng pembela wartawan, malahan ikut arus permainan para oknum polisi bejat itu dengan merekomendasikan agar sang jurnalis (yang kritis) diproses oleh polisi dengan menggunakan peraturan perundangan di luar UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Kloplah, para wartawan akhirnya menjadi bulan-bulanan oknum polisi, diperlakukan sesuka hati, hingga tewas membusuk di dalam penjara. MOU Kapolri dengan Dewan Pers hanyanya benda mati belaka. Program polisi promoter tidak lebih dari hiasan dinding kantor polisi belaka.

Kriminalisasi jurnalis menjadi momok mengerikan bagi para pekerja pers belakangan ini. Bukan karena wartawan takut mati, tetapi karena perilaku kriminalisasi atas wartawan oleh para aparat kepolisian yang digaji oleh rakyat, termasuk oleh para wartawan yang turut bayar pajak, itu sangat menyakiti hati para wartawan korban kriminalisasi dan keluarganya, serta masyarakat secara umum.

Lihat saja betapa dengan pongahnya oknum Kapolres Sidoarjo, dalam sebuah konferensi pers menyampaikan bahwa tersangka Slamet Maulana alias Ade, jurnalis media online beritarakyat.com, dituduh melakukan pemerasan terhadap pengusaha karaoke X-2 Sidoarjo seraya menunjukkan barang bukti berupa print-out percakapan WhatsApp antara Ade dengan pihak pengusaha X-2. 

Anak SD pun pasti dapat memahami bahwa berdasarkan percakapan WhatsApp itu, sesungguhnya telah terjadi upaya penyuapan oleh pengelola X-2 kepada wartawan Slamet Maulana dengan dalih menawarkan pemasangan iklan di media beritarakyat.com, disertai harapan agar pemberitaan tentang dugaan kegiatan permesuman di tempat karaoke X-2 yang dipublikasikan di media beritarakyat.com bisa dihentikan.

Oknum Kapolres Sidoarjo itu seiya-sekata dengan pelapor (red - pengelola karaoke X-2) untuk memutar-balikan fakta, dari upaya penyuapan menjadi delik pemerasan. Nauzubillah... Begitu mudahnya seorang perwira mengikuti pola pikir sesat pengusaha esek-esek di wilayah kerjanya.

Lain di Sidoarjo, lain lagi di Bengkalis, Simalungun, dan Batam. Toroziduhu Laia, pimred media Harian Berantas di Bengkalis, Riau; Marsal Harahap jurnalis di Simalungun, Sumatera Utara; dan Mulkansyah jurnalis di Batam, Kepulauan Riau, harus ikhlas menjadi pesakitan akibat dikriminalisasi atas tuduhan pencemaran nama baik karena memberitakan dugaan korupsi para pimpinan (bupati) di daerahnya. 250 juta rakyat di negeri ini amat maklum bahwa tidak kurang dari 98 persen, mengutip Kemendagri, pejabat bupati/walikota, dan gubernur adalah maling uang rakyat. 

Dari fakta itu, sangat naif jika oknum aparat polisi lebih percaya bupati/walikota yang melapor ke polisi daripada wartawan. Polisi (lagi-lagi) begitu mudahnya menuding wartawan yang bohong dan membuat berita fitnah, dan percaya bulat-bulat laporan para perampok uang rakyat itu. Nauzubillah...

Ismail Novendra, Pimpinan Umum mingguan jejak news, saat-saat ini sedang menjalani proses persidangan di Padang. Ia dituduh mencemarkan nama baik oknum Kapolda Sumbar karena pemberitaan yang memuat potongan pengakuan seorang oknum pengusaha sebagai pamannya sang Kapolda. Pada persidangan lalu, si oknum pengusaha itu memberikan kesaksian di pengadilan bahwa benar ia mengatakan hal itu (red - dia paman Kapolda Sumbar) kepada Ismail Novendra.

Saya tidak bisa lagi bernalar, apa yang ada di dalam benak oknum Kapolda itu sehingga harus memenjarakan jurnalis yang terang-benderang menuliskan fakta lapangan di medianya. Adakah menulis sebuah kebenaran merupakan hal tabu dan dosa di negara ini?

Dua-tiga tahun yang lalu, dua orang jurnalis beritaatjeh.net, Umar Efendi dan Mawardi, harus mendekam di penjara Lhokseumawe karena memberitakan tentang seorang oknum anggota DPRA (red - DPRD-nya Provinsi Aceh) yang kepergok bersama dua wanita muda di sebuah hotel pada jam sholat Jum'at. Isi beritanya hanya seputar keberadaan sang oknum anggota dewan yang biasa dipanggil Cage itu bersama wanita di hotel di waktu jam sholat Jum'at berlangsung. Itu fakta, bukan karangan bebas. 

Tapi polisi memprosesnya, entah takut dengan si oknum anggota dewan atau karena sebab lain. Sekali lagi, begitu lebih mudahnya polisi mengurung wartawan karena beritanya, dibandingkan sebuah keharusan agar polisi menindaklanjuti menelusuri kebenaran laporan wartawan yang disampaikan dalam bentuk pemberitaan di media massa.

Hanya lima hari menjelang hari raya Iedul Fitri 1439 H yang lalu, Muhammad Yusuf, jurnalis Sinar Pagi Baru, harus tewas mengenaskan di Lapas Klas IIB Kotabaru, Kalimantan Selatan. Wartawan ber-KTP berlambang Garuda itu dikerangkeng sebulan lebih sebelum tewas karena tulisan-tulisan almarhum terkait derita masyarakat kampungnya di Pulau Laut, Kalsel yang dizolimi oleh oknum pengusaha Haji Isam, pemilik PT MSAM. 

Seluruh jenderal dan pejabat VVIP di negeri ini hampir dipastikan kenal Haji Isam, oknum pengusaha hitam yang memiliki negara dalam negara di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Oknum Kapolres dan jajarannya amat sangat dapat diduga mendapat tekanan hebat untuk mengkriminalisasi dan menyelesaikan jurnalis Muhammad Yusuf. Atau mungkin sebaliknya, para oknum itu justru menikmati tugas yang diberikan pelapor (red - PT. MSAM) dengan hati senang dan bahagia?

Betapa naif jika kita beranggapan bahwa negara cukup kaya untuk mengongkosi dua kali perjalanan tiga oknum polisi Kotabaru ke Jakarta untuk mendapatkan "rekomendasi mati" bagi jurnalis Muhammad Yusuf dari oknum ahli persnya Dewan Pers, Leo Batubara. Amat logis untuk menduga ada cukong hitam yang mendanai program penewasan jurnalis Kalsel itu. Innalilahi wa innailaihi rojiun...

Narasi tentang rekan-rekan wartawan yang dikriminalisasi, didiskriminasi, dinistakan, dan dibungkam, bahkan tewas terbunuh sebagaimana dituliskan di atas itu hanyalah secuil dari sekian banyak jumlahnya, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sungguh amat panjang dan menguras emosi jika dituliskan di layar ini. Hingga habis paket pulsa segudang, belum juga tuntas menuliskan seluruhnya.

Yth. Pak Kapolri, sebagai sesama Alumni Lemhannas Republik Indonesia, saya hanya meminta satu hal melalui kalimat pendek ini: "Pak Tito, jangan tutup matamu..." (Red/Rls)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.