2021-09-26

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA


Aceh Timur -
PT Pertamina segera dipanggil Kementerian Kelautan dan Pertanian terkait indikasi tumpahan minyak di perairan Kuala Idi, Kabupaten Aceh Timur.

Disampaikan Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Pamuji Lestari, ia meminta para pihak yang terlibat segera dapat menyelesaikan persoalan tumpahan minyak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Ia juga membahas, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 109 Tahun 2006, Permen KP Nomor 27 Tahun 2021 tentang Penangkapan Ikan dan/atau Pembudidayaan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia yang Bukan Tujuan Komersial.

Ditambah Permen KP Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pencegahan Pencemaran, Pencegahan Kerusakan, Rehabilitasi, dan Peningkatan Sumber Daya Ikan dan Lingkungannya menjadi acuan bagi KKP dalam penegakan hukum di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Ia menjelaskan, KKP khawatir kejadian tersebut menimbulkan dampak kerusakan terhadap ekosistem dan sumber daya laut serta mempengaruhi aktivitas perikanan di wilayah perairan sekitar.

Lebih lanjut, jika ada tumpahan minyak di perairan, pihaknya harus memantau lingkungan pesisir yang dapat mengganggu sumber daya alam pesisir dan laut seperti ekosistem mangrove, terumbu karang, padang lamun, aktivitas perikanan tangkap dan budidaya yang ada di wilayah pencemaran, sehingga upaya penanganan tanggap darurat dan tindak lanjut pascakejadian dapat segera dilakukan dengan baik.

Menurutnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sangat menaruh perhatian serius terhadap kesehatan laut diantaranya kejadian tumpahan minyak di perairan mengingat dampak kejadian tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat nelayan dan pesisir.

Sehingga Tari juga meminta agar rencana aksi segera dilakukan dengan langkah penanganan cepat.

Sementara itu pihak Pertamina melalui Pertamina Hulu Energi Regional 1 menerangkan kronologis terjadinya tumpahan minyak tersebut disebabkan putusnya pipa di dasar laut yang menyebabkan munculnya gelembung gas (bubble) disertai keluarnya minyak mentah.

“Kami memperoleh informasi kejadian tersebut tiga bulan lalu. Lokasinya ada di wilayah Regional 1 Pertamina Hulu Energi (PHE), bagian dari Blue Sky yang tutup sejak tahun 2017. Lapangan Offshore Langsa ini berada di Selat Malaka dengan kedalaman 100 meter yang sebelumnya dikelola oleh Blue Sky menggunakan tiga sumur on produksi,” terang GM PHE Regional 1 Ani Surakhman, dikutip via Antara.

Lebih lanjut Ani menguraikan bahwa pada tahun 2017 terjadi force majeure cuaca buruk yang menyebabkan semua sumur dimatikan dan dilakukan demobilisasi ke Batam.

“Kami telah mengirim kapal dan menemukan bubble dengan sebaran minyak tipis (oil sheen). Melalui investigasi, tim menemukan bubble di sekitar sumur H-4 terjadi oil sheen namun di sumur lainnya tidak ada hal serupa sehingga kemudian mendeklarasikan ke SKK Migas ini sebagai keadaan darurat. Modeling tumpahan minyak, pemantauan melalui helikopter dan 13 kapal juga telah dilakukan untuk melihat sebarannya,” jelasnya.

Meski pencemaran oil sheen di perairan Idi telah ditangani oleh Pertamina dengan perkiraan selesai di akhir Oktober mendatang, Tari tetap meminta Pertamina untuk fokus dalam menangani dan menyelesaikan tumpahan minyak yang ada di perairan Idi sehingga peristiwa yang sama tidak terjadi kembali.

“Kami akan turun ke lapangan secara terpadu dari unsur KKP, Pertamina, Pemda Provinsi dan Kabupaten untuk melihat sektor-sektor dan nelayan yang terdampak atas kejadian tumpahan minyak ini,” ujarnya.

Sementara, Kepala Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) I Nyoman Radiarta menyebutkan pemantauan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) BRSDMKP menggunakan citra radar Sentinel-1 periode 3 Agustus hingga 20 September 2021 menunjukkan tumpahan minyak seluas 597,06 kilometer persegi dengan rata-rata tumpahan per hari seluas 66,34 kilometer persegi.

Nyoman juga menyampaikan perlunya kolaborasi kajian pemodelan antara PT Pertamina dengan hasil pemodelan Tim BROL sehingga mendapatkan data yang lebih komprehensif.

Selain itu, kolaborasi pemodelan, kajian dampak tumpahan minyak terhadap masyarakat dan nelayan serta ekosistem di sekitar lokasi kejadian juga sangat penting untuk dilakukan.

Ia mengingatkan, Pihak Pertamina pun diharapkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan sudah tidak ditemukan ceceran minyak yang berdampak pada ekosistem di pesisir.| Suara.com


Lhokseumawe -
Sebanyak 45 mahasiswa Universitas Malikussaleh menjalani pengabdian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik selama empat bulan di enam desa yang ada di Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. Pelepasan mahasiswa KKN tersebut berlangsung di Aula Meurah Silue, Kampus Lancang Garam, Lhokseumawe, Kamis (30/9/2021).

Kegiatan pelepasan mahasiswa KKN itu juga dihadiri oleh Asisten III Setdakab Aceh Utara, Drs Adamy MPd, Camat Nisam Antara, Irsyad, Rektor Unimal, Prof Dr Herman Fithra Asean Eng, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Dr Muhammad Daud, para dosen pembimbing lapangan, dan semua peserta KKN yang akan diberangkatkan ke Nisam Antara setelah usai pelepasan.

Ketua Panitia KKN, Zulkifli MH mengatakan, KKN Tematik dengan tema "Mahasiswa Universitas malikussaleh Peduli Stunting untuk Mewujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkualitas" merupakan yang pertama di masa pandemi Covid-19. Ini juga sesuai instruksi dan arahan Dirjen Kemendikbud agar Unimal melakukan pelaksanaan KKN Tematik. Pelaksanaan KKN tematik ini agar mahasiswa bisa melihat perkembangan suatu keadaan masyarakat dan juga pertumbuhan anak yang mengalami fisik yang tidak begitu sempurna.  

"Jadi KKN Tematik ini berbeda dengan KKN reguler, kalau Tematik pelaksanaanya 4 bulan, yang dimulai pelepasannya pada 30 September hari ini dan akan diberangkatkan ke Nisam Antara, disana mahasiswa nanti akan disambut oleh Muspika, dan juga para keuchik yang ada di Nisam Antara," katanya.

Jelasnya, peserta KKN kali ini ada 45 orang yang terdiri dari wanita 30 orang dan laki-laki 15 orang. Mereka dibagi kedalam enam kelompok yang dibimbing oleh empat orang dosen. Mahasiswa tersebut nantinya akan ditempatkan di enam desa, yakni Alue Dua (8 mahasiswa), Alue Papeun (8 mahasiswa), Blang Jrat (8 mahasiswa), Blang Poroh (7 mahasiswa), Darussalam (7 mahasiswa), Seumirah (7 mahasiswa).

Kepala LPPM, Dr Muhammad Daud menyebutkan, program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka sudah berjalan selama dua tahun. Program tersebut memberi kebebasan kepada kampus dan mahasiswa untuk memilih pengalaman belajar itu diluar kampus yang bertujuan membangun kompetensi pada diri mahasiswa tersebut.

"Dalam program MBKM ini ada 8 indikator yang bisa dilaksanakan,yaitu seperti magang, penelitian, dan salah satunya adalah KKN. Saya berharap setiap mahasiswa punya perencanaan masing-masing saat berada di desa dan nantinya bisa dikompromi dengan DPL," tuturnya.

Sementara, Rektor Unimal, Prof Dr Herman Fithra Asean Eng menyampaikan, seiring dengan meluncurnya MBKM oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, hari ini didorong mahasiswa itu tidak terpaku dengan program studi yang diambil. Beberapa waktu lalu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam acara pertemuan majelis rektor perguruan tinggi Indonesia menyampaikan, hari ini mahasiswa harus diberikan kesempatan untuk bisa mengasah kemampuan, ilmunya, hobinya di luar prodi yang dia pilih. Karena tidak semua mahasiswa yang kuliah di prodi itu adalah keinginan atau pilihannya.

"Hari ini tidak semua orang setelah tamat dalam bidang tertentu akan berkarir di bidang itu, contohnya menteri kesehatan sekarang adalah lulusan Teknik, tapi dia punya kemampuan di bidang kesehatan," ungkap Prof Herman.


Lanjutnya, lulusan hari ini tidak diharapkan oleh pemerintah untuk menjadi pegawai baik pemerintah atau swasta, tapi bagaimana menjadi entrepreneur atau orang yang menciptakan inovasi dan membuka ruang agar orang lain bisa kerja, itu yang hari ini didorong oleh pemerintah.

"Sarjana itu didik untuk menjadi orang yang menganalisis, salah satunya dengan kegiatan KKN ini yang nantinya bisa melihat langsung masalah-masalah yang ada dalam masyarakat dan bagaimana mengatasinya," imbuhnya.

Prof Herman mengungkapkan, angka stunting saat ini di Indonesia itu masih tinggi, salah satunya Aceh Utara. Stunting itu bukan hanya dilihat dari sisi gizi tapi juga ada faktor lainnya seperti air bersih dan sanitasi. Ini salah satu yang harus dikaji oleh mahasiswa KKN.

"Mahasiswa bisa mencari apa akar masalahnya, lalu dianalisis dan didiskusikan dengan DPL yang memahami permasalahan tersebut. Yang perlu saya ingatkan, dimanapun kalian berada jangan lupa jaga nama baik Unimal," tutupnya.


Krueng Geukuh
- PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan 150 paket sembako dalam mendukung Giat Non Fisik Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 112 Tahun 2021 Kodim 0103/Aceh Utara, Senin (27/9/2021).

Bantuan sembako diserahkan langsung oleh Vice President PKBL & Humas Nasrun didampingi Plt AVP PKBL Jufri yang diterima oleh Kasdim 0103/Aut Mayor Cba Jumiin didampingi Pabung Dim 0103/Aut Mayor Inf Jailani, Danramil 03/Dewantara Kapten Chb Edi Wijaya dan beberapa pejabat di Kodim Aceh Utara.

Giat Non Fisik TMMD dilaksanakan mulai tgl 23 September s.d 14 Oktober 2021 di beberapa wilayah dan puskesmas di Lhokseumawe. Beberapa kegiatan TMMD yang akan dilaksanakan berupa penyuluhan Bela Negara, Pengobatan Massal dan Vaksinasi, dan juga donor darah.

Vice President PKBL & Humas, Nasrun menyampaikan bahwa bantuan sembako ini merupakan kepedulian PT PIM dan menjalankan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dalam mendukung kegiatan di TNI Polri yang berada di daerah wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara, khususnya kegiatan sosial masyarakat. 

"Bantuan sembako ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat saat kegiatan TMMD dilaksanakan dibeberapa kecamatan dan puskesmas wilayah Lhokseumawe, khususnya saat pelaksanaan vaksinasi massal di desa Cot Trieng dan TMMD desa Blang Naleung Mameh Kecamatan Muara satu,"katanya.

Kasdim 0103/Aut Mayor, Cba Jumiin mewakili Dandim Aceh Utara menyampaikan terima kasih kepada manajemen PT PIM yang membantu kegiatan TMMD khususnya kegiatan sosial maupun kegiatan kebencanaan lainnya yang selama ini telah kita laksanakan.

"Semoga kerjasama kegiatan sosial ini terus kita bina dengan tujuan memberikan dampak positif kepada masyarakat, salam dari kami kepada Direksi PT PIM,"tutupnya.[Tami]


LHOKSEUMAWE - Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH kembali mengunjungi dua warga penderita lumpuh dan sakit menahun di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara wilayah hukum Polres Lhokseumawe, Senin (27/9/2021).

Adapun dua warga yang dikunjungi pria nomor satu di jajaran Polres Lhokseumawe ini, yaitu Fatimah (84) warga Gampong Beuringen yang menderita lumpuh serta Sufyan (48) menderita penyakit gula menahun.

Selain berkunjung, AKBP Eko Hartanto yang didampingi personel Polsek Meurah Mulia serta tokoh sempat juga menyerahkan bantuan dari program "kue surga" kepada dua warga tersebut dan mendoakan agar diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.

"Ada sedikit bantuan dari saya, semoga ini dapat membantu dan meringankan keluraga yang sedang sakit, saya mendoakan semoga cepat diangkat penyakitnya oleh Allah SWT," ujarnya.

Bantuan kepada warga ini, kata Kapolres, merupakan wujud kepedulian Polri khususnya Polres Lhokseumawe kepada masyarakat yang kurang mampu dan menderiy sakit. Diharapkan, dapat meringankan beban ekonomi keluarga serta kebutuhan lainnya di tengah pandemi COVID-19.

Sementara itu, tokoh masyarakat, Tgk Budiman yang mewakili keluarga penerima bantuan menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan kepedulian Kapolres Lhokseumawe kepada dua warga di kecamatan tersebut.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres Lhokseumawe yang telah menyempatkan diri mengunjungi dan menyerahkan bantuan kepada warga mengalami lumpuh serta sakit gula menahun. Semoga, kebaikan Bapak dibalas oleh Allah SWT," pungkasnya.


Aceh Tamiang - 
Almarhum Bharada Muhammad Kurniadi Sutio, personel Brimob Polri yang gugur saat kontak tembak dengan KKB di Papua dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Aceh Tamiang, Aceh.

Jenazah Kurniadi tiba di rumah duka di Desa Johor, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (27/9). Jenazah dibawa melalui jalur darat dari Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Suasana haru menyelimuti kedatangan jenazah Kurniadi Sutio.

Upacara pemakaman dipimpin Wakil Komandan Brimob Polda Aceh, AKBP Beridiansyah menjelang masuk waktu siang.

Pemakaman diiringi tembakan salvo, yang merupakan tembakan serentak sebagai tanda penghormatan terakhir kepada prajurit yang gugur dalam melaksanakan tugas.

"Semua kita merasa kehilangan atas kepergian almarhum sebagai seorang Bayangkara Polri yang selalu memegang teguh disiplin dengan loyalitas dan dedikasi tinggi," kata AKBP Beridiansyah.

Setelah upacara pemakaman berlangsung, dilanjutkan dengan penaburan bunga, penimbunan liang lahat secara simbolis oleh inspektur upacara Beridiansyah yang didamping satu orang dari pihak keluarga Bharada Muhammad Kurniadi Sutio. | Merdeka.com


Lhoksukon -
PT Pupuk Iskandar Muda melakukan pertemuan dengan Dinas Tenaga Kerja UKM,  serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi Kabupaten Bireuen, Kamis, 23 September 2021 di Rumoh Kreatif UMKM "Beujroh"  Desa Blang Mee Kecamatan Kuta Blang, Bireuen.

Dari PT PIM yang hadir, Senior Vice President Umum, Saifuddin Noerdin beserta Plt. AVP PKBL dan Humas, Jufri  yang disambut oleh Dinas Tenaga Kerja UKM  Kabupaten Bireuen, Muhammad Usdami beserta staf, Perwakilan BLK wilayah Bireuen, Mahfudhzillah dan Bagian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi, Eliya Novita, dan Azhar dari DPPKUKM.

Jufri mengatakan, untuk mengembangkan UMKM ini pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari pihak Dinas  Kab. Bireuen agar inovasi produk yang dikeluarkan siap bersaing di pasar, Karena itu, menurut Jufri, UMKM tersebut masih membutuhkan pelatihan lanjutan yang bisa dipandu oleh pihak Dinas terkait di Kabupaten Bireuen.  “untuk mendukung tumbuh usaha UMKM Beujroh ini kami berharap juga PNS Kab. Bireuen dapat membeli produk  UMKM, dan diusahakan setiap Hotel yang berada dikawasan Bireuen menyerap produk sendal dan lainnya dari UMKM beujroh.

Baca: Enam Dayah di Aceh Utara Dapat Bantuan Bansos dari PT PIM
 
Jufri juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak pemerhati UKM di Aceh khusus nya Kab. Bireuen karena telah bersedia bekerja sama dengan PT PIM untuk membantu mengembangkan UMKM Beujroh yang berada di Gampong Blang Me, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireun. UMKM ini merupakan binaan CSR /TJSL PT Pupuk Iskandar Muda sejak tahun 2020 dengan memanfaatkan dan menjadikan tanaman purun dari lahan gambut menjadi suatu barang yang memiliki nilai jual ,ujarnya.

Menindaklanjuti kunjungan ini,  BLK Kabupaten Bireun berkomitmen dalam waktu dekat membantu pengembangan UMKM Beujroh dengan berencana untuk memberikan bantuan alat mal/cetak size Sendal untuk produksi yang lebih rapi serta pemberian pelatihan desain grafis untuk mendorong inovasi produk yang semakin bervariasi dan memiliki keunikan agar dapat bersaing di pasaran. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bireun juga memberikan akses bagi UMKM Beujroh untuk dapat menitipkan produk-produknya pada display pemasaran produk yang ada di Dinas.

Rohani sebagai ketua UMKM Beujroh mengajak Instansi terakit di Bireuen untuk mendukung kegiatan positif masyarakat untuk mengembangkan produktifitas kerajinan didaerah,“Kami meminta bapak-bapak dari Dinas di Bireuen supaya membeli dan menggunakan produk kami untuk membantu masyarakat sendiri,” kata Rohani, bimbingan yang berkelanjutan dan bantuan lain untuk mengembangkan usaha masyarakat terutama kaum ibu-ibu perlu diperhatikan, kami berharap ada perhatian khusus bagi kami yang sudah berusaha mengembangkan UMKM ini dengan segala keterbatasan, selama ini hanya PT PIM yang hadir mendukung kami dan tempat kami mencari solusi atas segala permasalahan di UMKM ini, kedepan dengan adanya kerjasama antar pihak ini, kami bisa lebih maju dan ikut berkontribusi terhadap daerah dengan memberdayakan masyarakat yang tidak berpenghasilan.

BACA: Wakil Menteri Pertanian RI Melakukan Kunjungan Kerja ke PT PIM

Menanggapi permintaan pengelola UMKM Beujroh, Muhammad Usdami mengaku baru tahu ada kegiatan produktif masyarakat di Desa Blangme. Pihaknya tentunya akan mendukung kegiatan tersebut untuk pengembangan produk kerajinan di Kabupaten Bireuen ini, dan ini menjadi pilar untuk contoh bagi pelaku usaha kecil menengah didaerah Bireuen yang nantinya bisa meningkatkan taraf ekonomi keluarga dan menyerap tenaga kerja.

Sementara Azhar dari DPPKUKM Bireuen berterima kasih kepada pihak PT PIM yang sudah membina kelompok usaha masyarakat, kami merasa malu karena PIM sudah duluan ambil start, tapi kami juga sangat bersyukur PT PIM peduli terhadap masyarakat terutama pelaku usaha.  Kerjasama ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk dapat mengembangkan UMKM di Kabupaten Bireun, setelah ini kami akan melakukan konsilidasi dengan beberapa instansi terkait untuk membahas langkah-langkah yang akan kita ambil untuk memajukan UMKM ini, termasuk penyerapan hasil produk nya, kami akan mengakomodir dan merealisasikan apapun keinginan baik dari pelaku usaha kecil menengah di kabupaten Bireun untuk mensejahterakan masyarakat, itu tugas kami,” Pungkasnya.[Tami]


Banda Aceh -
Video Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Teungku Faisal Ali, hanya mengakui vaksin Corona merek Sinovac dan menyebut vaksin merek lain bernajis viral. Faisal pun memberi penjelasan.

Dilihat detikcom, Senin (27/9/2021), video berdurasi tiga menit itu tampak direkam dalam sebuah pengajian. Teungku Faisal terdengar menjelaskan soal vaksin yang halal dan bernajis.

"Yang halal hanya Sinovac dan suci. Yang lain semua bernajis. AstraZeneca, Moderna, Sinopharm, Johnson & Johnson, semua bernajis. Bagi daerah tertentu, boleh pakai yang bernajis karena dharurah (darurat). Bagi Aceh tidak kita akui boleh pakai yang bernajis dalam konteks dharurah. Yang kami bilang boleh pakai Sinovac dan kalau Sinovac kami di depan. Lain tidak kami akui dharurah karena ada Sinovac," kata Teungku Faisal dalam bahasa Aceh.

Penjelasan Faisal

Faisal menjelaskan video itu direkam dalam pengajian yang digelar beberapa hari lalu. Dalam pengajian, ada yang bertanya soal hukum vaksin.

Dia mengaku tidak mengetahui siapa yang merekam video tersebut hingga viral. Menurutnya, penjelasannya dalam video itu disampaikannya untuk menjawab pertanyaan peserta pengajian.

"Saya sampaikan secara riil walaupun kita dipengaruhi. Boleh gunakan yang bernajis kalau dharurah, tapi kita MPU Aceh tidak menggunakan bahwa dharurah ataupun tidak. MPU Aceh yang mengkampanyekan adalah Sinovac. Kalau ada iklan di baliho untuk Sinovac," jelas Faisal kepada wartawan.

"MPU Aceh semua sepakat Sinovac. Kita menyatakan halal berdasarkan fatwa MUI pusat adalah Sinovac. Tapi, masyarakat yang pakai lain tidak masalah, karena dharurah itu pecah para ulama," lanjutnya.

Faisal mengaku dirinya tidak mempermasalahkan penggunaan vaksin Corona selain mereka Sinovac bagi tenaga kesehatan. Namun, dia meminta pemerintah mengutamakan penggunaan vaksin merek Sinovac di Aceh.

"Kita merekom Sinovac dan sudah mengkampanyekan. Untuk Sinovac kita berdiri di depan dan itu yang menjadi komitmen kita dari awal. Untuk Aceh kita minta agar Sinovac. Sudah berkali-kali kita bicarakan," ujar Faisal.

Dia mengajak masyarakat Aceh menjalani vaksinasi sebagai upaya mengakhiri pandemi Corona. Faisal meminta warga tak menolak vaksinasi Corona dengan alasan yang dibuat-buat.

"Jadi jangan ada alasan vaksin bernajis karena ada yang halal," tuturnya. | Detik.com

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.