2019-08-04

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agam Inong Aceh Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bimtek Dana Desa Bireuen Bisnis Blue Beetle BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya BUMN Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI DPRK Lhokseumawe Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gaya Hidup Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf Israel IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa Lapas Lapas Klas I Medan Lapas Tanjungbalai lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Modal Sosial Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narapidana Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patani Patroli Pekalongan Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Penelitian Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh Pilkades Pj Gubernur PKI PLN PNL Polisi Politik Pomda Aceh PON Aceh-Sumut XXI Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Stunting Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama Universitas Malikussaleh USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

LAMPUNG - Rahmad Heriyanto, mahasiswa Universitas Bandar Lampung terkena peluru nyasar dari senjata api milik oknum polisi, Sabtu (10/8/2019).

Korban yang terkena tembakan di bagian pinggang langsung dilarikan ke rumah sakit.
Sedangkan oknum polisi berinisial Brigadir Patiko Jayadi beserta barang bukti senjata api diamankan oleh Divisi Propam Polda Lampung.

Peristiwa nahas ini bermula saat Brigadir Patiko Jayadi yang sedang berada di dalam mobil mengutak-atik senjata api dinas miliknya di halaman parkir kampus Universitas Bandar Lampung. (Baca juga: Anggota Tewas Tertembak Peluru Nyasar, Kapolsek Sampoabalo Diperiksa Propam Polda Sultra)

Tanpa sengaja, pistol revolver yang sedang dipegangnya meletus hingga dan mengenai Rahmad Heriyanto yang sedang duduk di dalam kantin tak jauh dari lokasi kejadian.

Sejumlah mahasiswa dan pegawai kampus yang mengetahui hal ini langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara oknum polisi Brigadir Patiko Jayadi nyaris jadi bulan bulanan massa sebelum diamankan anggota Divisi Propam Polda Lampung.

Dalam video amatir yang merekam beberapa saat setelah kejadian, Brigadir Patiko Jayadi sempat diamankan oleh petugas keamanan kampus di dalam toilet pos kemanan setempat.

“Hal ini untuk menghindari amuk masa akibat aksi massa,” kata Rahman, petugas kemanan kampus.

Sementara polisi dari Inafis Polresta Bandar Lampung yang datang ke lokasi langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari sekitar lokasi kejadian polisi menemukan selongsong peluru yang diduga kuat milik Brigadir Patiko Jayadi.

Direktur Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Pol Barly Ramadhani yang langsung mendatangi lokasi kejadian menegaskan, insiden meledaknya senjata api milik salah satu anggota KSKP Bakauheni, Lampung Selatan ini terjadi tanpa adanya unsur kesengajaan.

Meski demikian Polda Lampung bertanggung jawab penuh atas peristiwa kecerobohan yang dilakukan anggotanya ini.

“Propam Polda Lampung akan melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dan akan memberikan sanksi tegas,” ujar Barly.

Hingga Sabtu sore (10/8/2019), korban masih menjalani perawatan di RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung. Petugas medis sudah melakukan operasi serta mengangkat proyektil peluru yang bersarang di bagian pinggang korban. | Sindonews

Sawah yang kena hama wereng cokelat di Desa Tanjong Menye, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. (Datuk Haris Molana/detikcom)
Lhoksukon - Puluhan hektare area persawahan warga di Desa Tanjong Menye, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Aceh diserah hama wereng. Warga merugi karena tanaman padinya tidak maksimal.

"Yang terkena hama wereng ada sekitaran 20 hektare. Namun, yang terkena total dan gagal panen ada sekitaran seribu meter persegi. Tanaman padinya berwarna kemerahan dan kering. Sering disebut hama wereng cokelat," kata salah seorang petani setempat, Mukhti kepada detikcom, Jumat (9/8/2019).

Dia menyebutkan serangan hama tersebut terjadi sejak beberapa pekan lalu. Untungnya, pihak dari dinas terkait sudah meninjau langsung ke lokasi. Sehingga, para petani yang sawahnya terkena hama wereng langsung melakukan penyemprotan.

"Warga yang sudah tahu itu terkena hama wereng langsung melakukan penyemprotan. Sehingga, padi yang kena penyakit berangsur pulih walau nanti tentunya tidak maksimal lagi saat panen," sebut Mukhti.

Mukhti berharap para petani yang tanaman padinya terkena hama wereng mendapat bantuan dari pemerintah, karena panen kali ini pastinya tidak maksimal walau sudah dilakukan penyemprotan.| Detik.com

Banda Aceh - Pemerintah Aceh  menggelar rapat koordinasi  terkait persiapan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke- 74, di ruang serba guna  Sekretariat  Daerah Aceh, Banda Aceh, Rabu, 9/8/2019
       
Rapat tersebut dipimpinan langsung oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Rahmad Raden bersama Dandim 0101 BS Hasandi Lubis Jabat dan Kepala Biro Operasi Polda Aceh Dedy Irianto. Rapat tersebut diikuti oleh sejumlah Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan unsur terkait lainnya.

Karo Humas dan Protokol Setda Aceh, Rahmad mengatakan, upacara peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia itu akan dipusatkan di Lapangan Blang Padang. Pada malam hari sebelum 17 Agustus, kata dia, akan dilaksanakan renungan suci saat malam di komplek pemakaman makam pahlawan sebagai bentuk mengingat jasa para pejuang bangsa.

Menurut Rahmad, proses persiapan pelaksanaan peringatan hari kemerdekaan Indonesia tersebut berjalan dengan baik. Ia berharap kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pelaksanaan acara, dapat terus melengkapi tugasnya, agar acara tersebut dapat berjalan sesuai dengan harapan.

Sementara itu, Karo Operasi Polda Aceh Dedy Irianto, mengatakan segala kebutuhan untuk pelaksanaan peringatan hari kemerdekaan harus segera dipersiapkan secepat mungkin. Ia mengingatkan kepada panitia untuk memperhatikan dan bertanggung jawab atas tugasnya masing-masing.

"Pekerjaan ini seperti sebuah sistem. Di mana antara satu tugas berhubungan dengan tugas lainnya. Kalau satu tugas tidak berjalan baik, maka pekerjaan itu akan macet," ujar Dedy.

Banda Aceh –Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh memulangkan tiga nelayan Aceh Timur setelah beberapa hari lalu terdampar ke Kuala Kangkong, Kedah. Ketiga nelayan tersebut dipulangkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (9/8/2019).

Adapun identitas ketiga nelayan tersebut yaitu Hamdani Umar (45), Afifuddin bin Ismail (32), dan Samsuddin bin Manyak (37). Ketiganya merupakan warga Desa Matang Pelawi Kecamatan Pereulak Timur, Kabupaten Aceh Timur.

Mendarat di Bandara SIM sekira pukul 10.00 WIB, kemudian dibawa ke Kantor Dinas Sosial Aceh yang langsung disambut oleh Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhuri MM untuk kemudian dipulangkan ke Aceh Timur.

Alhudri mengatakan, seperti diberitakan sebelumnya, tiga nelayan asal Aceh Timur itu terdampar di perairan Malaysia pada Sabtu (3/8/2019) setelah terombang-ambing di lautan lepas selama lima hari. Peristiwa yang hampir mengakhiri hidup ketiga nelayan tersebut terjadi karena boat mereka mengalami rusak mesin saat sedang mencari ikan di perairan Selat Malaka.

Dalam kondisi mesin mati, boat secara pelan-pelan menjauh ke lautan lepas hingga masuk ke perairan Malaysia, yang kemudia ditolong oleh nelayan setempat dan didaratkan ke Kuala Kangkong, Kedah.

Peristiwa yang menimpa ketiga nelayan Aceh tersebut murni kecelakaan, dan tidak masuk dalam unsur pelanggaran wilayah maritim atau masuk ke wilayah Malaysia secara ilegal. Hal ini disampaikan Alhudri berdasarkan keterangan yang dikeluarkan oleh otoritas Malaysia, dimana setelah dilakukan investigasi mereka berkesimpulan bahwa ketiga nelayan asal Aceh Timur itu murni kecelakaan laut.

“Pak Plt Gubernur setelah mengetahui ada nelayan Aceh yang terdampar di Malaysia, langsung memerintahkan kami untuk melakukan upaya pemulangan secepat mungkin,” ujarnya Alhudri yang turut didampingi Zukarnaini Haiyar, Kasi Pengawasan Kelautan Pesisir dan Pulau Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh.

Kemudian, kata Alhudri, pihaknya melakukan kontak dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri, selanjutnya perwakilan RI yang ada di Malaysia melakukan upaya diplomasi dengan Pemerintah Malaysia untuk memulangkan ketiga nelayan Aceh ini, namun harus menunggu selesainya investigasi. Setelah dilakukan investigasi oleh pihak berwenang disana, ketiga nelayan kita ini dinyatakan murni kecelakaan laut, bukan unsur pelanggaran wilayah. Setelah semua proses administrasi selesai akhirnya baru kemudian mereka dideportasi kembali ke Aceh,” jelas Alhudri.

“Ketiga nelayan Aceh Timur ini kita pulangkan ke kampungnya sore ini. Mereka kita antar berbarengan dengan tiga warga Bireuen yang kemarin juga dipulangkan dari Malaysia setelah bebas dari hukaman mati karena mendapat pengampunan dari Raja Malaysia. Meski kasus warga Bireuen dan Aceh Timur ini berbeda, namun kita bersyukur mereka bisa berkumpul dengan keluarganya masing-masing di moment Idul Adha yang tinggal dua hari lagi,” pungkas Alhudri.

Sementara itu, Zukarnaini Haiyar dalam kesempatan tersebut menghimbau kepada tiga nelayan Aceh Timur itu agar kedepannya lebih berhati-hati saat hendak melaut.

Hal ini juga disampaikan Haiyar kepada seluruh nelayan Aceh mengingat setiap teritorial laut Aceh berhadapan langsung dengan perbatasan negara lain.

“Kita himbau kepada semua nelayan Aceh agar berhati-hati saat hendak melaut. Bukan hanya memeriksa kesiapan kelengkapan dan kesiapan boat atau kapal saja, tapi navigasi juga harus dipersiapkan sebaik mungkin sehingga terhindar dari pelanggaran wilayah maritim. Jangan sampai langkah mencari rezki kemudian harus berurusan dengan hukum di negara lain,” pungkasnya. []

Banda Aceh - Kaukus Peduli Aceh (KPA) meminta agar Polda Aceh segera mengungkap ke publik dan tidak menyembunyikan apalagi menjadi tameng bagi pejabat Aceh Jaya yang tersandung kasus dugaan pelecehan seksual kepada mahasiswi Aceh Jaya yang berinisial N.

"Kapolda Aceh sebagai institusi penegakan hukum hendaknya segera menindak lanjuti dan tidak menutup-nutupi kasus dugaan pelecehan seksual kepada mahasiswi Aceh Jaya yang berinisial N yang diduga dilakukan oleh pejabat teras di Aceh Jaya. Karena persoalan akan terus dipantau dan disoroti publik serta akan berpengaruh kepada marwah kepolisian dan marwah penegakan hukum di mata hukum di mata masyarakat," ungkap Koordinator KPA, Muhammad Hasbar kepada media, Jum'at (09/08/2019).

Menurut Hasbar, dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pejabat teras Aceh Jaya merupakan perbuatan tercela yang menjatuhkan marwah Aceh sebagai negeri syari'at Islam.

"Kita mendesak terduga yang merupakan pejabat teras di Aceh Jaya tersebut segera diproses secara hukum karena perbuatannya telah menjatuhkan marwah Aceh di mata publik. Apalagi, korban telah memiliki bukti yang relatif kuat yang dilaporkan berupa screenshoot video call. Bukti lainnya yang sangat memungkinkan yakni CCTV dan database kendaraan masuk ke Bandara SIM sehingga dapat dijadikan bukti kuat," ujarnya.

Selain itu, KPA juga meminta agar tidak ada upaya penghilangan bukti dalam kasus ini. "Publik harus terus pantau, jangan sampai ada upaya penghilangan barang bukti," cetusnya.

KPA juga mendesak agar DPRK Aceh Jaya sebagai perwakilan rakyat untuk segera melakukan pansus. "DPRK harus segera melakukan pansus untuk membongkar siapa pejabat teras tersebut. Jika seorang pejabat eselon maka DPRK harus merekomendasikan kepada Bupati Aceh Jaya agar pejabat berinisial I tersebut dipecat, namun jika yang terlapor tersebut adalah kepala atau wakil kepala daerah maka DPRK memiliki wewenang untuk melakukan hak angket dan impeacmen. Publik akan lihat apakah DPRK main kucing-kucingan dalam kasus ini atau tidak," tegasnya.

Kendatipun, banyak pihak menyatakan bahwa inisial I tersebut adalah Bupati Aceh Jaya namun pihaknya tetap menganut asas praduga tak bersalah.

"Terkadang wajar publik menduga inisial I tersebut adalah orang nomor satu di Aceh Jaya, selain faktor inisial yang sama juga faktor umur terlapor dalam BAP yang sama yakni 51 tahun. Sementara setelah kami telusuri Bupati Aceh Jaya pada 26 Juni 2019 genap berumur 51 tahun. Agar tidak terjadi simpang siur seharusnya Bupati Aceh Jaya menelusuri siapa pejabat berumur umur 51 tahun dengan inisial I, atau meminta supaya Polda memberi penjelasan siapa terlapor, sehingga dapat menetapkan sanksi yang tepat untuk terduga pelaku. Jika itu tidak dilakukan, maka jangan salahkan jika masyarakat menduga inisial I tersebut orang nomor satu di Aceh Jaya," jelasnya. | Rill

Petugas membantu Jemaah Calon Haji Aceh yang lanjut usia saat menaiki tangga pesawat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Sabtu 20 Juli 2019. Dari 393 jemaah yang berangkat, dua di antaranya membutuhkan kursi roda. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)
Banda Aceh - Seorang Jemaah Calon Haji (JCH) asal Aceh Tarmizi Bungsu Agam meninggal dunia Kamis 8 Agustus 2019 di tanah suci, Mekkah, Arab Saudi.

Informasi tersebut disampaikan ketua kloter 10-BTJ, Juhaimi Bakri dari Arab Saudi kepada Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Muhammad Nasril.

Almarhum Tarmizi tergabung dalam kloter 10-BTJ dengan pemegang paspor C3644576 asal Meukek, Aceh Selatan, berusia 76 tahun.

Tarmizi meninggal dunia pada pukul 09.07 Waktu Arab Saudi di Rumah Sakit King Faisal karena penyakit paru kronis. Menurut Juhaimi, Tarmizi sudah pernah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan sudah kembali ke hotel.

"Pak Tarmizi bin Bungsu pernah kami rujuk ke KKHI, kemarin dikembalikan ke hotel. Lalu tadi pagi sesak lagi kemudian oleh Tim dokter TGC dibawa ke RS King Faisal," jelas Juhaimi dalam keterangannya.

Sementara itu, M Nasril menjelaskan, dengan meninggalnya Tarmizi, hingga saat ini sudah empat JCH Aceh yang meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi.

Sebelumnya, Salmiyah binti Muhammad Daud (69) asal Pidie Jaya, yang tergabung dalam kloter 1, wafat di RSAS King Faisal, Syisyah Makkah, Sabtu 3 Agustus 2019. Lalu Hazanah binti Muhammad Yusuf (63) dari kloter 2, asal Aceh Timur meninggal dunia pada Minggu 4 Agustus 2019 dan Abdurahman Chasbullah Surati (62) dari kloter 2 asal Ulee Kareng, Banda Aceh, meninggal pada Senin 5 Agustus 2019.

"Saat ini dalam proses fardhu kifayah, almarhum akan disalatkan di Masjidil Haram bakda ashar disana dan pemakaman di Syaraya," kata Nasril di Banda Aceh, Jumat 9 Agustus 2019.

Selain itu, ia juga menyampaikan seluruh jemaah calon haji (JCH) Aceh sudah berada di tanah suci makkah Al mukarramah, mulai besok,  Jumat 9 Agustus 2019 akan diberangkatkan menuju Arafah,  bersama seluruh JCH Indonesia lainnya, dan puncak haji 1440 H jatuh pada Sabtu 10 Agustus 2019, bertepatan dengan 9 Zulhijjah 1440 H untuk melaksanakan wukuf. [Sumber]

Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan Partai Nanggroe Aceh (PNA) terkait adanya penghilangan suara di Kabupaten Aceh Timur untuk pemilihan DPRA Peurelak Timur. MK menyebut Komisi Independen Pemilihan (KIP) melakukan pelanggaran administrasi.

"Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian, membatalkan SK KPU nomor 987/PL.01.8-kpt/06/KPU/V/2019, tentang penetapan pemilihan presiden, DPR, DPRD Provinsi, DPRD kota kabupaten, secara nasional dalam Pemilu 2019, tertanggal 21 Mei 2019 sepanjang menyangkut perolehan suara PNA di kecamatan Peureulak Timur untuk DPRD dapil Aceh VI," ujar Ketua MK Anwar Usman saat membacakan amar putusan di MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019).

Anwar juga memerintahkan KPU Provinsi Aceh melakukan penghitungan suara ulang di Peureulak Timur. Anwar juga memerintahkan agar Bawaslu dan Panwaslu mengawasi penghitungan suara ulang.

"Memerintahkan KPU Provinsi Aceh untuk melakukan penghitungan suara ulang di tingkat Kecamatan Peureulak Timur. Memerintahkan kepada KPU menetapkan perolehan hasil perhitungan suara ulang sebagaimana di atas," katanya.

"Memerintahkan Bawaslu, Panwalsu Provinsi Aceh, Panwaslu Kabupaten Aceh Timur untuk melakukan pengawasan perhitungan suara ulang, memerintahkan kepolisian negara RI melakukan pengamanan proses perhitungan suara ulang," lanjutnya.

Hakim MK Enny Nurbaningsih mengatakan KIP tidak menjalankan amar putusan dari Panwaslu Aceh karena adanya perbedaan suara. Enny juga meminta KIP memperhatikan prosedur tata cara pemilu.

"Bahwa atas putusan panwaslu, sebagaimana ditunangkan nomor, dan berita acara 42 soal putusan Panwaslu Aceh, yaitu ditemukan 892 suara. Bahwa atas banyak versi suara Kecamatan Peureulak Timur, yang dimilik banyak pihak, yang dilakukan KIP Aceh Timur, mahkamah tidak dapat meyakini jumlah mana yang sesungguhnya benar," kata Enny.

"Sehingga demi mendapatkan kepastian hukum yang adil, mengenai hasil pemilu anggota dapil Aceh VI, maka menurut mahkamah, perlu dilakukan perhitungan suara ulang di kecamatan Peureulak Timur," ucap Enny.

Dalam permohonan, PNA menggugat tentang suara PNA yang berkurang dari perolehan suara caleg DPRA. PNA menduga selisih suara itu merugikan PNA dan menguntungkan Partai Daerah Aceh.

Dalam penetapan suara KPU, PNA memperoleh suara 13.778 dan berada di urutan ke-lima. Sedangkan di salinan DA-1 yang dimiliki PNA, PNA mendapat perolehan suara 13.970 dan menempati perolehan suara terbesar urutan ke-empat. Mereka meminta MK untuk menetapkan suara PNA sebanyak 13.970 suara.  | Detik.com

Banda Aceh – Pelaksana Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menyebutkan anak merupakan aset berharga yang harus dijaga oleh bangsa. Sebagai generasi penerus yang akan membawa bangsa ini menuju ke arah yang maju, makmur, dan sejahtera di masa yang akan datang.

“Jika ingin membangun masyarakat yang berkualitas, maka pembinaan, pendidikan dan perhatian terhadap anak sejak dini harus kita tingkatkan. Agar di saat kita mendapatkan bonus demografi di tahun 2030 itu benar-benar bermanfaat bagi bangsa ini,” kata Nova Iriansyah, pada Pucak Peringatan Hari Anak Naional tahun 2019, di Taman Budaya, Kamis, 8/8/2019.

Nova berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat lebih memperhatikan pembinaan serta pengawasan anak, dengan lebih mengutamakan dan menanamkan prinsip agama pada anak dalam kehidupan sehari hari. Dengan demikian perkembangan anak akan lebih baik dengan moral dan akhlak yang sesuai dengan norma keislaman.

“Melalui Islam misalnya, dengan itu anak-anak kita bisa kita selamatkan dan bonus demografi itu kita dapatkan pada saatnya dengan lebih baik,” katanya.

Sementara Itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Nevi Ariani, mengatakan acara Peringatan Hari Anak Nasional ini merupakan perwujudan kepedulian pemerintah Aceh terhadap perlindungan anak, yang selama ini terus diupayakan oleh Pemerintah Aceh.

Acara yang mengusung tema “Ketahanan Keluarga Penopang Perlindungan Anak” itu memiliki makna bahwa keluarga adalah tameng utama pelindung anak bangsa. Sesuai yang termaktub dalam Undang-undang pasal 28 ayat 2 bahwa ada peran negara dalam melindungi anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Momen hari anak nasional ini adalah bagaimana kita melindungi anak kita yang dimulai dari keluarga, lingkungan sehat, pastinya anak-anak kita kedepanya pasti terbebas dari ancama kekerasan,” kata Nevi Ariani. []

Banda Aceh - Social entrepreneurship kini semakin marak diminati oleh generasi muda. Selain menghasilkan keuntungan, mereka juga berharap dapat membantu sesama melalui produk yang dibuatnya. Pebisnis muda asal Peunayong, Banda Aceh, Freddy Wijaya (27) salah satunya dengan pupuk organik cair (POC) andalannya.

Berawal dari niat membantu para petani di daerah Flores NTT bersama teman-temannya pada 2015 lalu, kini pupuk Dinosaurus sudah tersebar di banyak daerah di Indonesia.

“Belum genap setahun, sudah banyak pemesanan dari Bandung, Bogor, Medan hingga Padang dan Gorontalo, dan masih banyak lagi,” ujar Freddy.

Nama Dinosaurus itu terinspirasi dari tanaman-tanaman zaman dahulu yang dapat tumbuh besar dan subur dengan bahan-bahan alami. Berbeda dengan pupuk berbahan kimia yang dapat mengurangi kualitas tanah, pupuk berbahan organik dan mikroba dapat secara alami mengembalikan unsur hara yang telah tereksploitasi selama ini sehingga tanah kembali menjadi subur.

“Terbukti di lapangan, setelah petani menggunakan pupuk Dinosaurus, profil tanaman tampak meraksasa, daun lebar, buah besar-besar dan batang kokoh” sambung Freddy

Meski fenomenal, POC ini dijual dengan harga murah. Menurut Freddy, keuntungan bukanlah menjadi tujuan satu-satunya. Selain terjangkau oleh para petani, pupuk ini juga memberikan banyak nilai tambah karena efektif dalam menyuburkan tanah.

“Petani di NTT berhasil panen padi sebanyak 11 ton, naik hampir 40 persen dari panen sebelumnya yang hanya mampu 7 ton. Itu termasuk hasil panen yang tinggi,” katanya.

Menariknya, pupuk Dinosaurus juga menyasar tren bercocok tanam  dan berkebun di kalangan milenial. Hal ini bisa dilihat dari kemasan produknya yang terkesan modern. Selain itu pupuk Dinosaurus juga tersedia online untuk proses poembelian yang praktis.

“Saya berharap sektor pertanian ini tidak ditinggalkan oleh kalangan muda. Bahkan saya berharap kita lah yang muda-muda mampu menggerakkan potensi agraris di Indonesia sehingga sektor pertanian semakin maju dan mantap dalam menembus pasar ekspor,” kata alumnus UGM itu. | Liputan6.com

Ilustrasi
BANDA ACEH - Polsek Kuta Alam mengamankan sejumlah orang yang diduga memperaktikkan kegiatan penyimpangan kepercayaan atau aliran sesat di Komplek Makam Syiah Kuala, Gempong Deah Raya, Banda Aceh sekira Pukul 01.00 WIB, Kamis (8/8/2019) dini hari.

Kapolsek Kuta Alam, AKP Edi Saputra mengatakan, peristiwa ini awalnya diketahui dari informasi masyarakat tentang adanya kegiatan yang diduga sesat. Atas informasi itu, pihaknya langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan sejumlah pria amukan massa. Mereka kemudian langsung diamankan sementara ke Mapolsek Syiah Kuala.

"Massa lebih kurang 50 orang telah mengerumuni 5 orang yang diduga terkait aliran sesat, sehingga Polresta Banda Aceh langsung mengamankan orang yang diduga terkait dugaan aliran sesat tersebut ke Mapolsek Syiah Kuala dengan dikawal oleh Anggota Patko Sat Sabhara Polresta Banda Aceh, guna menghindari amuk massa," ujar Edi.

Kemudian pihaknya melakukan musyawarah antara kepolisian dengan MPU Kota Banda Aceh dan sejumlah pihak terkait untuk mengetahui ikhwal kejadian ini.

“Hasil koordinasi ini yaitu setiap ada pengajian di wilayah Banda Aceh, khususnya di Komplek Makam Syiah Kuala agar melaporkan kepada perangkat gampong setempat. Terkait kajian yang diduga aliran sesat ini akan dikaji ulang oleh MPU Kota Banda Aceh dan akan dilakukan pendalaman di kantor MPU terhadap mereka,” kata Edi.

Identitas para lelaki yang diketahui yakni Muhammad Yahya, Tgk Zainuddin Ubit dan Alfi. Muhammad Yahya yang meimimpin kegiatan itu mengaku dirinya telah mengalami kematian sebanyak tujuh kali. Pada kematian terakhirnya, dia mengaku bertemu Allah dan Rasulullah sebanyak 22 kali.

Ia juga mengaku didatangi oleh Abu Bakar yang kemudian diperintahkan oleh Syeikh-Abdurrauf supaya beliau bertaubat. Pengakuan lainnya, dirinya tak pernah mempelajari ilmu pengetahuan agama dan tidak pernah mengajar. Yahya mengaku hanya mendapatkan ilmu melalui ilham kemudian mengajarkannya kepada masyarakat.

Sementara, Ustad Fahmi Sofyan yang hadir dalam pembahasan tersebut mengatakan, pengajianYahya untuk wilayah kota Banda Aceh belum dikenal dan untuk menghindarkan ekses dan konflik dalam masyarakat yang tidak diinginkan sebaiknya dihentikan.

“Mengajarkan orang lain tanpa adanya ilmu adalah sesat dan menyesatkan, maka tidak dibenarkan dalam Islam,” katanya

Wakil Ketua I MPU Kota Banda Aceh, Tgk Tu Bulqaini mengatakan, ilmu ajaran Yahya diperoleh dari data-data yang sebahagiannya didapat di media sosial seperti Youtube yang sangat membahayakan. Menurutnya, apa yang disampaikan tidak ditemukan dalilnya.

“Surat arahan akan kita keluarkan tembusan kepada Polsek, kasus Abi Yahya bukan kepada penodaan agama, tetapi pendangkalan aqidah, sehingga ini kita arahkan kepada Satpol PP/WH Kota Banda Aceh,” katanya.| Okezone.com

LHOKSUKON – Polisi menggerebek sebuah gubuk ditepi sawah di Gampong Meunasah Rambot Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (8/8/2019), di dalam gubuk polisi mendapati sepasang kekasih yang sedang berhubungan badan dan beberapa paket narkoba.

Pasangan berinisial MRT, 25 tahun dan S, 16 tahun ini ditambah barang bukti narkoba berupa 1 paket sabu seberat 0,22 gram dan 1 paket ganja seberat 0,65 gram kemudian dibawa ke Polres Aceh Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya Polisi mendapat informasi bahwa di gubuk itu kerap menjadi tempat pesta sabu.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasatres Narkoba AKP Ildani mengatakan, ketika pihaknya melakukan penggerebekan tersangka lelaki langsung melarikan diri dengan keadaan bugil ke area persawahan.

“Lari dalam keadaan bugil meninggalkan pacarnya di gubuk, namun kemudian berhasil ditangkap.” ujar AKP Ildani.

AKP Ildani menjelaskan, sebelum penggerebekan di gubuk itu, MRT memakai sabu bersama temannya disaksikan saudari S, beberapa saat kemudian teman MRT meninggalkan MRT dan S berduaan di gubuk.

“Pemeriksaan awal dikantor, MRT positif urine memakai sabu sementara S negatif, dalam kasus ini saudari S kita serahkan ke unit PPA untuk pemeriksaan kasus pencabulan anak dibawah umur.” pungkas AKP Ildani. (Trb)

Lhoksukon - Abdullah terpilih sebagai ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Pengurus Kecamatan (KNPI PK) Nisam, Kabupaten Aceh Utara dalam musyawarah di tingkat kecamatan yang ke IV,  Rabu (7/8/2019) di Aula Kantor Camat setempat.
 
Abdullah terpilih dengan jumlah 12 suara, selanjutnya disusul Husni dengan jumlah suara 11 suara, dan calon yang terakhir Syahrul Fardani hanya mendapatkan satu suara dari hasil sidang pleno tersebut. Pemilihan ketua KNPI Kecamatan Nisam Periode 2019 – 2022 tersebut turut dihadiri oleh  23 ketua pemuda atau yang mewakili, Muspika, unsur DPD KNPI Aceh Utara, tokoh masyarakat, serta para keuchik dalam Kecamatan Nisam.

Ketua Panitia Muscam ke II PK KNPI Nisam, T Zulfikar SKM dalam sambutannya menyampaikan, untuk para calon setelah di seleksi berkas yang terpilih ada tiga orang, sebagaimana proses itu di buka pada bulan Juni hingga Juli yang lalu.

"Setelah memeriksa kelengkapan administrasi sesuai dengan AD/ART KNPI, maka di Nisam kali ini ada tiga calon," katanya.

Ketua PK KNPI Nisam Khairuddin ST mengatakan Nisam salah satu kecamatan pelapor keunggulan di bidang pengololaan Dana Desa salah satunya itu di buktikan oleh Gampong Meunasah Rayeuk. Selain itu di Nisam juga banyak pemuda yang mempunyai gelar Sarjana, Magister, bahkan Doktor yang sekarang bertugas di berbagai instansi atau di pemerintahan.

"Nisam sudah dikenal di kancah Nasional, maka kita harap kepada calon yang tepilih nanti bisa menjadi motor penggerak bagi pemuda untuk menggali potensi yang ada di Nisam," paparnya.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Aceh Utara Agus Hidayat Thaib, mengatakan suatu daerah maju atau tidaknya itu yang menentukannya adalah pemuda, bagaimana kesejahteraan dan kemakmuran di suatu tempat itu juga tergantung dengan pemuda, maka yang perlu digaris bawahi pemuda hari ini adalah penentu masa depan.

"Nisam mempunyai SDA yang sangat luas, baik dalam pertanian, perkebunan dan juga peternakan, kita harapkan ini bisa menjadi peran Pemuda Nisam untuk membangkitkan SDM yang ada,"ungkap Ketua DPD.

Sementara Camat Nisam, Ibnu Khattab sebelum membuka acara Muscam itu menyebutkan Nisam memiliki banyak potensi, sehingga sangat penting bagi pemuda untuk membangkitkan potensi tersebut agar bisa dimamfaatkan oleh masyarakat.

"Potensi di Nisam sangat luar biasa bahkan sudah pernah menjadi juara Nasional dalam pengelolaan Dana Desa (Meunasah Rayeuk), dan ini PR bagi Pemuda Nisam agar bisa membangkitkan potensi tersebut,"pesan Camat Nisam Ibnu Khattab.(*)

Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah berencana membentuk komunitas sadar api di desa atau gampong-gampong yang dekat dengan hutan dan lahan yang selama ini rentan terjadi kebakaran. Jika berkolaborasi dengan manggala agni, komunitas ini diyakini mampu menjadi ujung tombak penanganan kebakaran lahan ditingkat tapak.

Hal tersebut disampaikan oleh alumni program Magister Teknil Arsitektur ITB itu, dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, di Ruang Serbaguna Setda Aceh, Rabu (7/8/2019).

“Pemerintah perlu membentuk komunitas Masyarakat Sadar Api di desa-desa yang lokasinya dekat dengan hutan. Komunitas ini nantinya akan bekerjasama dengan Manggala Agni. Dua kekuatan ini kita harapkan mampu tampil sebagai ujung tombak bagi upaya-upaya pencegahan karhutla di tingkat tapak,” imbuh Nova.

Selain itu, sambung Nova, langkah penegakan hukum bagi pelaku karhutla juga harus dipertegas. Karena berdasarkan data, hampir 99 persen karhutla di Indonesia merupakan tindakan yang disengaja. Oleh karena itu, aparat keamanan harus menindaktegas aktor pelaku karhutla agar menjadi pembelajaran sehingga kasus serupa tidak terjadi lagi di masa depan.

“Masyarakat harus diberdayakan dan terlibat dalam upaya pengendalian karhutla. Kita telah berhasil membentuk komunitas-komunitas Sadar Bencana yang berperan mensosialisasikan pengetahuan kebencanaan bagi masyarakat. Tetapi komunitas ini lebih fokus pada bencana yang mengancam pemukiman. Sementara untuk karhutla masih belum ada,” kata Nova.

Sebagaimana diketahui, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2015, tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, mengamanatkan bahwa penanggulangan karhutla tidak hanya melibatkan aparat keamanan dan Badan Penanggulangan Bencana, tapi juga melibatkan masyarakat. Dengan kata lain, sumber daya untuk pengendalian karhutla mutlak mesti diperkuat.

Nova menjelaskan, sebagai daerah dengan areal hutan yang cukup luas di Indonesia, Aceh juga dijuluki sebagai salah satu paru-paru dunia. Tentu tidak mengherankan jika di forum-forum dunia yang membahas perubahan iklim, hutan Aceh kerap menjadi perhatian.

Dunia sangat berharap, Indonesia memberi perhatian bagi upaya pelestarian hutan di Aceh. Merespon permintaan internasional itu, Pemerintah tentu memiliki program khusus untuk pelestarian hutan di wilayah ini. Bahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menetapkan hutan Aceh sebagai kawasan yang perlu mendapat pengawasan.

“Berdasarkan penelitian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, setidaknya terdapat 100 ekor badak di seluruh hutan Sumatera. Dari jumlah tersebut, 50 ekor diantaranya berada di hutan Aceh. hal ini tentu harus menjadi perhatian kita bersama untuk melestarikan hutan Aceh agar keberadaan badak dan ekosistem lain tetap lestari,” imbau Plt Gubernur.

Namun, sambung Nova, tentu tidak mudah menjaga hutan Aceh yang begitu luas dari berbagai gangguan yang merusaknya. Salah satu ancaman yang kerap mengintai adalah kebakaran yang sering terjadi setiap musim kemarau, baik yang terjadi karena kesengajaan maupun tidak, kerap terjadi setiap tahun.

“Oleh karena itu, pertemuan ini diharapkan dapat memberikan masukan terkait penguatan tim, peralatan, sosialisasi, dan langkah-langkah preventif untuk penguatan sumber daya manusia. Semoga pertemuan ini dapat menghasilkan rumusan terkait langkah penanganan karhutla, sehingga fungsi hutan Aceh sebagai salah satu paru-paru dunia dapat kita pertahankan,” pungkas Plt Gubernur Aceh.

Kelestarian alam Jaga Keseimbangan Ekologis

Sementara itu, Letjen Doni Monardo selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, bahwa kelestarian alam akan berimbas positif bagi kelestarian ekologis. Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk bersama menjaga kelestarian alam, salah satunya adaah dengan berhenti melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Membuka lahan dengan cara membakar sangat merusak lingkungan dan keseimbangan ekologis. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak lagi melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Ingat, jika kita membakar lahan, maka ekositem yang ada di dalamnya juga akan musnah, hal ini tentu sangat mengganggu keseimbangan ekologis,” ujar Doni.

Doni juga mengingatkan, bahwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di tahun 2015 mencapai 2,6 juta hektar, yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp221 triliun. Dengan langkah-langkah preventif, pemerintah akhirnya mampu menekan angka karhutla di tahun 2016, 2017 dan 2018.

“Tak hanya faktor kemarau, kasus karhutla tahun 2015 juga dipengaruhi oleh El Nino. Sedangkan 3 tahun berikutnya kita sedikit terbantu dengan La Nina. Namun tahun 2019 ini El Nino relatif panjang. Hal ini akan berpengaruh dengan kemarau yang semakin panjang. Oleh karena itu, sekali lagi saya ingatkan kepada semua pihak agar menghentikan tradisi membuka lahan dengan cara membakar.”

Dalam kesempatan tersebut, Doni juga mengajak semua elemen masyarakat untuk menjadikan menanam pohon sebagai kegemaran baru.

“Banyaknya pohon akan memperluas tutupan lahan, sehingga berimbas pada menurunnya temperatur bumi. Selain itu, banyaknya pohon akan memunculkan derah tangkapan air yang akan turut meminimalisir banjir.

Doni juga mengajak masyarakat untuk mulai gemar menanam tanaman bernilai ekonomi. Di lahan gambut, sambung Doni, dapat ditanami beberapa komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti bawang, nenas, cabe, lidah buaya pinang, kopi liberica.

“Ada satu daerah yang dapat dijadikan sebagai contoh. Desa Sungai Tohor Tebing Tinggi Timur Kabupaten Meranti Provinsi Riau. Dahulu, desa ini merupakan daerah pengekspor asap. Kini, Desa Sungai Tohor menjadi daerah pengekspor sagu. Kabupaten ini membuktikan bahwa perubahan dapat dicapai dengan komitmen, dukungan dan kesungguhan semua pihak,” pungkas Doni.

Bireuen – Dinas Sosial (Dinsos) Aceh membimbing 170 warga miskin dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen yang tercatat sebagai penerima manfaat bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dari Dinsos Aceh.

Bantuan UEP tersebut berbentuk bantuan usaha jualan kios untuk 50 orang, bantuan usaha membuat kue untuk 45 orang, bantuan usaha kuliner untuk 20 orang, bantuan usaha menjahit untuk 25 orang, bantuan usaha palawija untuk 30 orang, dan lainnya berupa bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)  untuk 136 unit Rumah yang akan diserahkan dalam beberapa hari ke depan.

Bimbingan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Sosial Biruen tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang pemberdayaan Fakir Miskin (FM), Cut Aja Muzita, S.STP.,MPA didampingi Sekretaris Dinsos Bireun Ramli Daud dan Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Bireun Juanda, Rabu (6/9/2019).

Cut Aja Muzita kepada 170 warga miskin penerima manfaat mengatakan, bantuan UEP tersebut merupakan bantuan Pemerintah Aceh  melalui Dinas Sosial Aceh dalam rangka pemberdayaan dan peningkatan taraf hidup masyarakat Aceh khususnya warga miskin penerima manfaat di Bireun.

Menurut Cut Aja, saat ini Pemerintah Aceh sedang berupaya untuk menekan angka kemiskinan minimal satu persen setiap tahunnya sesuai dengan cita-cita Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, karena itu diharapkan para penerima manfaat agar mempergunakan bantuan tersebut untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi agar dapat keluar dari garis kemiskinan. Namun, dia mengingatkan agar bantuan yang diberikan pemeritah tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan.

Dia berharap, agar setiap bantuan yang diserahkan dapat dipergunakan untuk membuka dan mengembangkan usahanya sehingga dapat membantu peningkatan ekononi dan taraf hidup penerima manfaat sehingga dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi untuk menjadi orang sukses.

"Untuk itu berbagai bantuan berbentuk barang yang diserahkan itu jangan diperjualbelikan, karena selama ini pernah ada masyarakat miskin yang menjual bantuan," kata Cut Aja. Sebab, katanya, di lapangan sering ditemui adanya warga miskin penerima manfaat yang menjual bantuan pemerintah tersebut ke pihak lain, atau bahkan tidak memakainya sama sekali.

“Saat meminta bantuan ke pemerintah, masyarakat mengaku bantuan apa saja boleh asal ada bantuan dari pemerintah, tapi setelah diberikan ada yang dijual dan ada juga tidak dipergunanakan atau disimpan sehingga bantuan UEP tersebut tidak dapat mendongkrak perekonomian warga tersbut,” kata Cut Aja.

Cut Aja menyebutkan, bantuan UEP berbentuk barang yang diberikan untuk 170 warga miskin Bireuen tersebut meliputi, bantuan usaha jualan kios 50 orang, bantuan usaha membuat kue 45 orang, bantuan usaha kuliner 20 orang, bantuan usaha menjahit 25 orang, dan bantuan usaha palawija 30 orang. Serta bantua lainnya berupa bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk  136 unit Rumah.

"Bantuan ini seluruhnya dalam bentuk barang, dan jangan dijual," tegas Cut Aja.

Ditegaskan lagi oleh Cut Aja, siapapun penerima manfata bantuan pemerintah yang menjualbantuan itu, maka mereka tidak akan mendapatkan bantuan lagi karena namanya akan dicoret dari daftar penerima bantuan.

Sementara itu Sekretaris Dinas Sosial Bireuen Ramli Daud mengucapkan terimakasih atas bantuan UEP yang diberikan Dinas Sosial Aceh untuk warga miskin Biruen. “Terimakasih kami sampaikan atas bantuan UEP ini kepada masyarakat Bireun, semoga dapat meningkat kesejahteraan bapak-ibu penerima manfaat,” katanya. []

Petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dengan Helikopter MI-18Mtv-1, melakukan pemadaman kebakaran lahan dari udara (water bombing) di Desa Rambutan, Indralaya Utara, Sumatera Selatan
StatusAceh.Net - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan satu unit helikopter water bombing ke Kabupaten Aceh Barat. Helikopter itu digunakan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Menurut Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, helikopter itu akan diterbangkan ke Aceh Barat, Kamis, 8 Agustus 2019.

“BNPB segera mengirimkan satu unit helikopter water bombing ke Aceh Barat. Paling telat besok, Kamis (7/8) sudah tiba di Meulaboh,” ujar Doni Monardo dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana di Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Rabu 7 Agustus 2019.

Seharusnya, kata Doni, helikopter ini akan mendarat di Bandara Cut Nyak Dien, Kabupaten Nagan Raya hari ini. Namun, ada sedikit kendala perizinan sehingga batal.

“Tadi dikatakan sore ini tiba, tapi ada kendala di administrasi, mudah-mudahan besok sudah bisa beroperasi,” kata mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah menetapkan status keadaan siaga darurat bencana asap akibat Karhutla. Keputusan tersebut dituangkan dalam Keputusan Bupati No 550/2019 tertanggal 5 Agustus 2019 hingga 31 Oktober 2019.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), peristiwa Karhutla yang terjadi di Aceh Barat telah mencapai 56 hektare lebih dan masih sulit dikendalikan. | Vivanews

Drs. Hasman Ma'ani (kanan) saat memaparkan materinya
Denpasar - Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana (PDRB) pada Kementerian Desa Dan PDTT, Drs. Hasman Ma'ani, M.Si, menyampaikan paparan tentang pentingnya PDRA di daerah tertinggal kepada para peserta bimbingan teknis (Bimtek) Kementerian Desa dan PDTT, bertempat di Denpasar, Selasa, 6 Agustus 2019. Acara yang dilaksanakan di Quest Hotel San Denpasar, Jl. Mahendradatta No.93, Denpasar, Bali, itu diikuti oleh sekitar 75 orang peserta Bimtek, yang berasal dari berbagai unsur elemen masyarakat di Bali.

Dalam pemaparannya, Hasman, demikian ia lazim disapa, mengatakan bahwa setiap urgensi PDRA sudah disosialisasikan sejak 2015. "Kami sudah melakukan sosialisasi tentang urgensi Participatory Disaster Risk Assessment (PDRA - red) sejak tahun 2015, dan terus dilakukan hingga saat ini," ujar Hasman sebagai pembuka paparannya.

Selanjutnya, Hasman menjelaskan bahwa prioritas penggunaan Dana Desa adalah berdasarkan Permendesa nomor 16 tahun 2018. "Berdasarkan Permendesa nomor 16 tahun 2018, dana desa dapat digunakan untuk bidang pembangunan desa dan bidang pemberdayaan masyarakat desa. PDRA dapat menggunakan dana desa dari segi pemberdayaan masyarakat desa," imbuh Hasman.

Paparan Direktur PDRB tersebut amat penting diketahui, dipahami, dan dilakukan, oleh para perangkat desa. Sebagai informasi bahwa peserta Bimtek Kemendes kali ini lebih dari setengahnya adalah para kepala desa yang ada di Bali dan Nusa Tenggara.

Hasman berharap melalui pemaparan yang disampaikan kepada para peserta, para kepala desa dan perangkat, seperti BPPD dan BMD serta pendamping desa tidak ragu dalam menggunakan dana desa untuk program pemberdayaan masyarakat yang terkait kebencanaan. "Kita berharap para perangkat desa dapat membuat alokasi anggaran untuk PDRA melalui penyusunan APBDesa kedepannya," pungkas praktisi penanganan bencana ini. (MLY/Red)

Sekelompok nelayan menangkap tidak sengaja (by catch) empat ekor hiu Goblin di perairan Aceh Jaya, Naggroe Aceh Darussalam pada Kamis (4/4/2019). Foto : Jafar/Panglima Laot Aceh Jaya/Mongabay Indonesia
StatusAceh.Net - Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dimana terdapat kawasan segitiga terumbu karang yang merupakan pusat keanekaragaman hayati laut dunia.

Kawasan ini adalah terdapat beragam spesies yang unik dan bahkan mungkin terdapat spesies baru yang belum diketahui. Kawasan ini juga dianggap sebagai tempat yang tak tergantikan di dunia satwa laut bertulang rawan dari Kelas Chondrichthyes, seperti pari dan hiu.

Di perairan Indonesia, disebut dalam sebuah data terdapat 221 jenis satwa laut bertulang lunak. Jumlah ini bertambah lagi setelah baru-baru ini ditemukan hiu laut dalam yang langka yaitu hiu Goblin (Mitsukurina owstoni).

Sekelompok nelayan menangkap tidak sengaja (by catch) empat ekor hiu Goblin di perairan Aceh Jaya, Naggroe Aceh Darussalam pada Kamis (4/4/2019).

“Kita mendapatkan informasi ada nelayan yang menangkap hiu yang belum pernah dilihat sebelumnya di perairan Aceh Jaya. Tertangkap by catch di jaring tancap nelayan. Hiu itu kemudian didaratkan di TPI (tempat pelelangan ikan) Rigaih, Aceh Jaya,” kata Muhammad Ichsan, Sharks and Rays Officer Wildlife Conservation Society – Indonesia Program (WCS-IP).

Setelah mendapat kiriman foto-foto dari Jafar, Panglima Laot Aceh Jaya, Ichsan memastikan empat hiu itu merupakan hiu Goblin. “Waktu itu tidak ada (enumerator WCS IP) di lapangan. Kita cek fotonya, itu hiu Goblin. Sayangnya hiu itu sudah terjual, tidak bisa dilacak lagi,” katanya yang dihubungi Mongabay Indonesia, Selasa (6/8/2019).

Tertangkapnya hiu itu menjadi catatan pertama kali ditemukannya hiu Goblin di perairan Indonesia. “Nelayan (Aceh Jaya) sendiri puluhan tahun melaut, baru sekali dapat hiu seperti itu. (Penemuan hiu Goblin) jadi catatan pertama di Indonesia. Karena hiu ini biasanya ditemukan di perairan laut dalam di Jepang, Afrika Selatan, Australia atau di negara lain,” kata Ichsan.

,
Aceh Besar – Puluhan personel gabungan diterjunkan untuk melaksanakan peninjauan lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di pegunungan perbatasan antara wilayah Kecamatan Kuta Malaka dan Kecamatan Suka Makmur, Selasa (06/08/19).

Personel gabungan ini terdiri dari personel Koramil 02/Suka Makmur, Koramil 23/Kuta Malaka, Yonif Raider 112/Darma Jaya, Polsek Kuta Malaka dan Masyarakat setempat. Peninjauan tersebut dipimpin Komandan Koramil 02/Suka Makmur Mayor Inf Nursasih.

Mayor Inf Nursasih mengatakan, bahwa lahan yang ditinjau ini mengalami kebakaran pada Senin (05/08/19) malam tadi. Dugaan sementara ini, kebakaran dipicu akibat aktivitas pembukaan lahan untuk pertanian atau perkebunan.

“Kita ingin memastikan apa penyebab sebenarnya hingga terjadi kebakaran hutan di daerah tersebut,” kata nya.



Disitu Ia juga berpesan kepada masyarakat agar tidak sembarangan membuka lahan apalagi dengan cara membakar, walau bagaimanapun alasannya baik untuk pertanian maupun perkebunan.

“Tidak ada alasan buka lahan dengan di bakar, walaupun untuk pertanian ataupun perkebunan. Apalagi kondisi saat ini sedang kemarau dan angin kencang,” ujar Mayor Inf Nursasih yang juga merangkap sebagai Pgs. Pasi Ops Kodim 0101/BS itu.

Selain dapat merugikan orang lain, karena menimbulkan asap yang bisa mengganggu kesehatan, membuka lahan dengan cara membakar merupakan tindak melanggar hukum yang dapat dijerat pasal pidana.

“Karhutla tidak saja buat kerugian bagi orang lain tapi juga terhadap diri sendiri, karena akan berdampak persoalan hukum. Maka dari itu, jangan sesekali buka lahan dengan cara dibakar,” pungkasnya.

JCH Aceh kloter 2, Abdurrahman Chasbullah Surati (62) meninggal dunia di Mekkah. Foto: Serambinews.com
StatusAceh.Net - Seorang Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam kloter 2 Embarkasi Aceh berasal dari Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, meninggal dunia di Makkah, Senin (5/8). Jemaah pemegang nomor paspor C3239054 tersebut bernama Abdurrahman Chasbullah Surati (62 tahun).

"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia JCH kloter 2 asal Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, atas nama Abdurrahman Chasbullah Surati, nomor paspor C3239054 di kamar 217 hotel 221 pukul 10.15 WAS (Waktu Arab Saudi)," ujar Muhammad Nasril, Koordinator Keprotokolan dan Humas Panitia Pembantu Penyelenggara Ibadah Haji (PPPIH) Embarkasi Aceh, Senin malam (5/8). 

Nasril menyampaikan informasi tersebut usai menerima kabar dari petugas Kloter 2, Mulkan Sidamanik di Makkah. Abdurrahman, kata Nasril, meninggal di kamar 217 hotel 221, Syisyah, pada pukul 10.15 Waktu Arab Saudi, setelah dilakukan visitasi oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) pada setiap kamar.

"Saat ini petugas kloter bersama pihak maktab sedang menuju Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah untuk proses pengurusan jenazah. Untuk fardu kifayah almarhum akan disalatkan di Masjidil Haram dan pemakaman di Sharaya," sebut Nasril

Jemaah calon haji asal Aceh yang meninggal dunia di Arab Saudi saat ini berjumlah 3 orang. Sebelumnya, Salmiyah binti Muhammad Daud (69) asal Pidie Jaya, yang tergabung dalam kloter 1, meninggal dunia di Rumah Sakit King Faisal, Syisyah Makkah, pada Sabtu (3/8), dan Hazanah binti Muhammad Yusuf (63) dari kloter 2 asal Aceh Timur meninggal dunia pada Minggu (4/8) karena mengalami stroke dan hipertensi. | Kumparan

TAPAKTUAN- Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial menyerahkan bantuan masa panic (Buffer Stok) kepada korban kebakaran di Dusun Kayeu Ujeun, Gampong Keude Bakongan, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh, Selasa 6 Agustus 2019.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Yusri, S.Sos mewakili kepala Dinas Sosial Aceh Drs. Alhudri, MM yang diterima langsung oleh Sekda Aceh Selatan H.nasjuddin, SH,MM yang turut didampingi oleh kepala Dinas Sosial Aceh Selatan.

Sebelumnya dilaporkan, sebanyak  12 unit rumah took (ruko) berkontruksi kayu terbakar di Dusun Kayeu Ujeun, Gampong Keude Bakongan, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh, Senin (5/8) sekira pukul 11.00 WIB. Dalam kejadian naas tersebut dilaporkan sebanyak 9 rumah rata dengan tanah dan 3 lainnya rusak ringan akibat insiden tersebut, terkait jumlah korban jiwa hingga saat ini belum ditemukan korban jiwa.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Yusri, S.Sos mengatakan, bantuan berjumlah satu truck tersebut merupakan bantuan dalam bentuk respons cepat pemerintah Aceh untuk korban bencana.

“semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban saudara kita yang sedang dilanda musibah,” ujar Yusri yang turut didampingi oleh Sya’baniar, SE selaku kepala Seksi Rehabilitasi Sosial penyandang Disabilitas.

Kemudian, Yusri juga mewakili Pemerintah Aceh mengaku prihatin atas musibah yang dilanda warga Aceh Selatan. “untuk saat ini mereka para korban kebakaran sudah mengungsi ke tempat keluarga mereka masing-masing. Mudahan saja bantuan yang kita antar ini akan bermanfaat bagi saudara kita,”pungkas Yusri.

Adapun bentuk bantuan yang diserahkan oleh pemerintah Aceh berupa Seng, Triplek, Cat Tembok, Paku Triplek, Perlengkapan bermain anak, perlengkapan belajar anak, Kasur, bantal tidur dan sarung. Kemudian, bantal guling, sprei, minyak goring, ikan sarden, kecap, kain sarung dan sajadah dan sejumlah bantuan lainnya.

Hadir dalam penyerahan bantuan secara simbolis, selain Sekda Aceh Selatan dan Kadis Sosial Aceh selatan, turut hadir Kabag Kesra, Kabag Humas, Kabag TU pimpinan secretariat Daerah Aceh Selatan.

StatusAceh.Net - Bom mobil meledak di luar sebuah rumah sakit di Kairo, Mesir, menewaskan sedikitnya 20 orang dan puluhan lainnya terluka. Insiden ini dinilai sebagai serangan teroris paling mematikan di Kairo dalam dua tahun terakhir. Demikian disampaikan otoritas Mesir pada Senin (5/8).

Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan, ledakan terjadi pada Minggu malam setelah sebuah mobil bermuatan bahan peledak melintas di luar jalur menabrak tiga orang di tembok pembatas Sungai Nil, memicu kekacauan ketika penyelamat bergegas masuk, menurut rekaman yang beredar. Kementerian Dalam Negeri melaporkan sebanyak 47 orang lainnya terluka. Demikian dilansir dari laman The Wall Street Journal, Selasa (6/8).

Awalnya insiden itu disebut sebagai sebuah kecelakaan, namun kemudian Kementerian Dalam Negeri menuding kelompok pemberontak, Hassm, berada di balik teror. Kelompok itu sebelumnya telah melakukan serangkaian serangan menargetkan pasukan keamanan Mesir.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang disebut serangan paling mematikan di Kairo sejak pemboman gereja pada Desember 2016 yang menewaskan 29 orang, menunjukkan bagaimana milisi bersenjata terus menerus menyerang pasukan keamanan Mesir dan warga sipil.

Pada Senin sore, Presiden Mesir, Abdel Fattah Al Sisi mengutuk serangan tersebut.

"Saya mengungkapkan duka cita yang sangat mendalam kepada rakyat Mesir dan kepada keluarga korban yang terbunuh dalam insiden teroris pengecut di wilayah Qasr Al-Aini kemarin malam," ungkapnya.

Sisi berjanji memperbaiki sistem keamanan dan stabilitas Mesir setelah naik ke tampuk kekuasaan dalam kudeta militer yang didukung unjuk rasa tahun 2013 yang kemudian melengserkan presiden terpilih Mohammed Morsi. Namun kudeta militer dinilai menambah panas pemberontakan milisi yang berlanjut hingga hari ini.

Ledakan terjadi di depan Lembaga Kanker Nasional Mesir, dimana pecahan kaca dan besi berserakan di jalan. Depan bangunan mengalami kerusakan, puing berserakan di sepanjang blok kota.

Lembaga ini dinilai bukan target serangan, menurut Kementerian Dalam Negeri, yang menyebut milisi telah memindahkan mobil ke target lain yang tidak ditentukan.

Kementerian Kesehatan mengatakan 54 orang dievakuasi dari dalam bangunan Lembaga Kanker Nasional dan dibawa ke rumah sakit lain. Otoritas Mesir mengirim 42 unit ambulans menangani insiden tersebut, menurut juru bicara Kementerian Kesehatan yang dikutip di koran milik pemerintah Al-Ahram.

Gambar yang ditayangkan media Mesir menunjukkan kerusakan parah di dalam bangunan, dengan peralatan dan perabot berserakan di ruang pasien.

Mesir telah bergulat selama bertahun-tahun dengan serangan mematikan oleh ISIS dan kelompok-kelompok ekstremis lain yang telah menewaskan ratusan warga sipil, polisi dan tentara. Pada Mei lalu, 14 orang terluka saat bom pinggir jalan mengenai bus pariwisata di dekat Piramida Giza. Sementara pada Desember 2018, empat orang tewas dalam serangan bom di bus pariwisata di dekat Piramida.

Sementara laju serangan di Kairo dan daerah lain di sepanjang Sungai Nil berkurang selama dua tahun terakhir, militer Mesir terlibat dalam perang dengan gerilyawan ISIS di wilayah Sinai Utara yang terpencil, tempat para militan beroperasi selama bertahun-tahun.

Pemerintah Mesir tidak menyatakan ledakan itu sebagai serangan teror hingga Senin sore, setelah seharian berspekulasi dengan publik tentang penyebab ledakan itu.

Pemerintah Mesir menghadapi kritik di masa lalu tentang penanganan informasi setelah serangan dan bencana transportasi. Pada 2015 setelah sebuah pesawat Rusia jatuh di wilayah Sinai Mesir menewaskan 224 orang, Mesir menolak menyebut insiden itu sebagai serangan teroris sampai Rusia mengumumkan bahwa sebuah bom sebagai penyebab jatuhnya pesawat.| Merdeka.com

Lhoksukon - Jelang Hari Ulang Tahun Negara Republik Indonesia yang ke 74, berbagai kegiatan mulai dilakukan oleh masyarakat untuk mengenang hari berserah itu. Seperti halnya di Kecamatan Nisam yang mulai memeriahkan HUT RI dengan mengadakan hiburan Rakyat  yaitu lomba membasmi Hama Babi.

"Kegiatan ini di ikuti oleh 4 Group yaitu Group Eungkong dari Gampong Binjee,
Group Wikwen dari Gampong Cot Mambong, Group Kilat dari Gampong Meunasah Cut dan Group gampong peunayan," sebut Camat Nisam  Ibnu Khattab, Selasa (06/08/2019).

Menurutnya, lomba tersebut selain membasmi hama babi juga bisa meningkatkan silaturahim antar Gampong di Kecamatan Nisam,  dan masih banyak perlombaan lainnya dalam memperingati HUT RI ke 74 tahun tersebut.

"Panitia mengadakan berbagai acara hiburan rakyat yang tujuan utamanya adalah Silaturahmi sesama warga Nisam karena dengan silaturrahmi kita saling mengenal sehingga dapat mengokohkan persatuan dan kesatuan negara kita.
Karena itu dgn acara ini kita berharap agar Nisam bertambah kompak dalam segala hal,"harap Ibnu Khattab.
Tambah Ibnu Khattab, Kegiatan lain yang akan di laksanakan adalah sepakbola,volly ball,Tarik Tambang,Gerak jalan,bulu tangkis dan lomba busan bagi anak2 paud dan TK.

"Untuk memeriahkan 17 Agustus yakni HUT Kemerdekaan RI yang ke 74 thun, Panitia telah mempersiapkan beragam lomba, dan kita harapkan semua bisa berjalan dengan lancar,"tutup Camat Nisam Ibnu Khattab.(*)

Tersangka Ari diapit personel Polsek Tanah Jambo Aye bersama barang bukti Honda Scoopy Curian
Lhoksukon - ARI, warga Gampong Grong-grong Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, diciduk polisi saat berada disalah satu toko stiker di Kota Panton Labu, Aceh Utara, Minggu malam, (4/8/2019), pria berusia 20 tahun tersebut diamankan bersama satu unit sepeda motor Honda Scoopy yang dilaporkan hilang dicuri beberapa waktu lalu.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah mengatakan laporan kehilangan Sepeda Motor dimaksud tercatat dengan Nomor LP/14/VII/2019/PA/RES AUT/POLSEK TJAYE yang dilaporkan oleh korban Safrizal (36) ke Polsek Tanah Jambo Aye pada tanggal 16 Juli 2019 lalu.

“Sebelum penangkapan, Safrizal mencurigai sepeda motor miliknya yang hilang sedang dibalut stiker di salah satu toko, ia kemudian memastikan dengan mencocokkan nomor rangka motor dengan STNK, merasa datanya cocok, korban menghubungi anggota Polsek Tanah Jambo Aye.” Ujar Iptu Rezki.

Personel Polsek yang datang ke lokasi lalu mengamankan tersangka ARI yang tidak bisa menunjukkan surat-surat sepeda motor yang ia bawa, dikantor Polisi tersangka mengakui bahwa motor tersebut dibeli dari seseorang seharga Rp. 5 juta tanpa surat-surat alias bodong dikawasan Aceh Timur.

“Tersangka ARI mengaku membeli motor ini dari AR yang keberadaanya kini kita buru. Polsek Tanah Jambo Aye telah melimpahkan kasus ini ke Reskrim Polres Aceh Utara untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.” Pungkas Iptu Rezki.

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan pemerintah India berminat membangun rumah sakit di Kota Sabang. Ketertarikan itu disampaikan langsung Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat, saat bertamu ke kediamannya di Banda Aceh, Senin 5/8.

“Dia (pemerintah India) mau bangun rumah sakit, full investasi yang harga layanannya terjangkau,” kata Nova Iriansyah. Namun demikian, kata Nova, Pemerintah India meminta tenggat waktu pengelolaan rumah sakit sebelum nantinya diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Indonesia.

“Ini (pembangunan rumah sakit) adalah proyek  yang penting. Besok kami akan mengunjungi Sabang dan setelahnya kami akan melanjutkan diskusinya,” kata Pradeep Kumar. Pihaknya, kata Pradeep, menjanjikan untuk memberi layanan kesehatan terbaik dengan harga yang murah.

Pradeep Kumar datang ke Banda Aceh bersama Konsulat Jenderal India di Medan, Shri Raghu Gurura.

Nova Iriansyah menyebutkan, selain pembangunan rumah sakit, pihaknya juga menjajaki kerjasama di beberapa bidang lain seperti pendidikan. Pemerintah Aceh, kata Nova, tertarik mengirimkan delegasinya untuk belajar tentang pendidikan kedokteran dan pendidikan sumber daya air. Di samping jarak tampuh  yang lebih dekat, biaya pendidikan di India juga cenderung lebih murah. “Dan juga pertikaran mahasiswa.”

Selain itu, kata Nova, Pradeep menginginkan agar pihaknya bisa membangun konektevitas penghubung dari bandara di Aceh ke Port Blair di Pulau Andaman dan Nicobar. Dengan demikian, akses ke Aceh dari pulau tersebut bisa lebih dekat.

Pradeep menyebutkan, jarak tempuh Port Blair ke Banda Aceh hanya berkisar 1 jam perjalanan udara. Sementara Port Blair ke Delhi mencapai 3 jam perjalanan. Artinya, konektivitas langsung Aceh ke Andaman dan Nicobar sangat  menguntungkan kedua pihak.

Banda Aceh – Perkembangan teknologi yang makin canggih akan memudahkan kerja-kerja manusia. Namun, di sisi lain jika kita tidak pandai mengatur dan menempatkan diri, alih-alih memanfaatkan teknologi untuk pengembangan diri, kita justru akan menjadi budak teknologi. Salah satu cara ampuh yang dapat dilakukan adalah dengan kedisiplinan.

Pesan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua TP PKK dan Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati, dalam amanatnya selaku Pembina Upacara Bendera di Halaman SMK Negeri 3 Banda Aceh, Senin (5/8/2019) pagi.

“Diibarat pisau bermata dua, perkembangan teknologi informasi akan memudahkan kerja-kerja manusia. Namun jika salah memanfaatkan, maka kita akan terkena dampak buruknya. Ada satu cara ampuh untuk menangkis pengaruh buruk perkembangan IT, kata ini sering ananda dengarkan, baik dari guru atau orang tua di rumah, yaitu Disiplin,” ujar Dyah.

Dosen Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Unsyiah ini menyatakan, meski sangat mudah diucapkan, namun disiplin terkadang sulit dilakukan. Dyah Erti berpesan, untuk menerapkan kedisiplinan pada diri sendiri bisa dimulai dengan niat.

“Jika kita berniat ingin menjadi orang sukses, pasti kita sadar untuk melakukan hal-hal yang menyangkut tentang disiplin. Secara sadar tentu kita akan merubah diri. Misalnya, kita berkomitmen untuk Shalat Subuh berjama’ah, maka secara sadar kita akan mulai mendisiplinkan diri untuk tidur tepat waktu dan bangun cepat,” kata Dyah Erti.

Dyah Erti juga mengingatkan, bahwa di tengah perubahan zaman yang begitu cepat dan pesatnya perkembangan teknologi informasi, maka persaingan dunia kerja akan semakin ketat. Dyah menambahkan, para siswa SMK sederajat adalah generasi Z atau generasi post milenial yang harus mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan di masa mendatang.

“Generasi inilah yang sekarang menjadi topik perbincangan dunia karena mereka akan mendominasi populasi manusia di masa depan. Indonesia sendiri akan menerima imbas positif dari bonus demigrafi ini hingga tahun 2045 mendatang. Generasi inilah yang akan berjibaku dengan dinamika era revolusi industri 4.0,” kata Dyah Erti.

Di masa depan, sambung Dyah Erti, ada begitu banyak tantangan yang mesti ananda hadapi. Kalian akan dihadapkan pada kompetisi global dunia industri. Persaingan tidak hanya terjadi antarnegara untuk level ASEAN, Asia, tapi juga dunia.

“Hanya dengan sumber daya manusia yang berkualitas yang bisa berhasil dalam persaingan tersebut. Tantangan lainnya adalah teknologi. Kita sekarang berada di era di mana semua hal menjadi serba cepat. Oleh karena itum.Manfaatkan internet untuk belajar, karena sesungguhnya banyak sekali pengetahuan yang bermanfaat dari internet,” pesan Dyah Erti.

“Jangan sampai kemajuan teknologi membuat ananda menjadi Mager atau malas bergerak. Jadikanlah perkembangan IT sebagai media untuk menimba ilmu, memperkaya skill dan jadikan sebagai modal untuk menghadapi persaingan global. Tak ada kata berhenti untuk menambah wawasan. Anak Aceh harus optimis menatap masa depan,” pungkas Dyah Erti.

Wali Kota Banda Aceh menerima kunjungan dari Kedutaan Besar India untuk Indonesia di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Senin (5/8 - 2019).
Banda Aceh - Pemerintah Kota Banda Aceh menerima kunjungan dari Kedutaan Besar India untuk Indonesia di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Senin (5/8/2019).

Dalam pertemuan ini, pihak Kedutaan Besar India banyak menawarkan kerja sama kepada Pemerintah Banda Aceh, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sumber daya manusia.

Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat mengatakan, Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh memiliki potensi investasi dan kerja sama yang baik. Di samping itu, Aceh dan India punya sejarah perdagangan yang panjang.

Ia berharap kerja sama yang pernah dijaliln oleh dua daerah di masa lalu ini bisa berlanjut di masa sekarang.

"Kami mendiskusikan banyak ide. Salah satunya kerja sama bisnis. Bagaimana kami bisa melakukanan bisnis di Banda Aceh karena Kota Banda Aceh juga pusat bisnis di Provinsi Aceh. Kita ingin melakukan kerja sama dibidang pendidikan dan yang paling utama dibidang sumber daya manusia," ujar Pradeep Kumar Rawat usai pertemuan dengan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman.

Salah satu kerja sama yang ditawarkan Dubes India dalam bidang sumber daya manusia ialah pelatihan dan lokasinya disiapkan oleh pihak Dubes. Saat ini, lanjutnya, banyak tenaga medis profesional datang ke India untuk kerja singkat dan short course, kebanyakan untuk spesialis jantung.

Selain di kesehatan, India juga banyak dikunjungi oleh insinyur, khususnya teknik air untuk Kita juga mempunyai banyak kerja sama dibidang teknik khususnya teknik air, sudah ada beberapa insinyur yang datang ke India, untuk berbagi pengalaman dan pengembangan kemampuan.

"Tentu saja [nanti] ada [pertemuan lanjutan], karena pertemuan hari ini kita berbicara tentang ide-ide dengan bapak Wali Kota. Dan setelah timnya mempelajari ide ini kita akan berjumpa lagi untuk pembicaran lebih lanjut dan kerja sama ke depannya," ujar Pradeep Kumar Rawat.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menyambut baik kedatangan dan tawaran kerjasama dari Kedutaan Besar India untuk Indonesia. Sebagai imbal balik dari kunjungan Kedutaan Besar India ke Pemkot Banda Aceh, pihak Pemkot akan mengunjungi India juga untuk melihat potensi kerja sama yang bisa digarap.

"Tadi ada tawaran program sister city. Ini sangat baik untuk mengembangkan sebuah kota. Apa yang kita lihat lebih [baik] di sana bisa kita bawa ke sini dan juga sebaliknya. Kita bisa kerja sama dari segi ekonomi kreatif, pendidikan, dan sumber daya manusia," kata Aminullah. | bisnis.com

StatusAceh.Net - Narkoba adalah musuh negara karena mampu merusak generasi bangsa. Narkoba juga mampu merenggut nyawa kita dan duka bagi keluarga. Narkoba harus dijauhi apalagi dinikmati. Sebab, narkoba hanyalah jalan pintas menuju kesengsaraan manusia.

Persoalan narkoba di negeri tercinta sangat mengkhawatirkan. Bukan lagi tanggung jawab aparat penegak hukum atau pemerintah semata, melainkan tanggungjawab bagi kita semua. Belakangan ini hampir setiap hari penindakan terhadap para pengguna dan pengedar narkoba dilakukan. Hal ini tentu saja dapat kita lihat dari lembaran koran media cetak dan elektronik di berbagai daerah.

Tidak terkecuali Riau yang selama ini cukup rawan sebagai kawasan lalu lintas barang terlarang. Tentunya perlu sinergitas lintas sektoral termasuk peran serta masyarakat. Dampak daripada pengguna narkoba akan lebih dirasakan oleh penggunanya sendiri. Bisa merusak mental maupun kesehatan.

Dampak lainnya, narkoba bisa meruntuhkan keluarga, penelantaran terhadap anak dan istri. Sebab narkoba tak lagi bisa menjernihkan hati dan pikiran kita. Selain diri sendiri dan keluarga atau lingkungan terdekat, narkoba juga menjadi ancaman serius dalam sebuah bangsa.

Pengaruh narkoba akan membuat generasi bangsa sulit menggapai cita-cita. Mirisnya lagi, narkoba telah merasuki semua kalangan usia, remaja, orang dewasa hingga lanjut usia. Ketahuilah, sesungguhnya narkoba hanyalah sebuah jalan pintas menuju kesengsaraan. | Vivanews

, ,
Banda Aceh – Atlit Taekwondo Dojang Kodim 0101/BS berhasil meraih 3 medali diantaranya yaitu 1 Emas dan 2 Perunggu dalam kejuaraan Malaysia Open Internasional Taekwondo Championship 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Komandan Kodim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis, S.I.P saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dimulai sejak Tanggal 2 sampai 4 Agustus 2019 kemarin.

“Dalam pertandingan tersebut, kita menurunkan sebanyak 7 orang atlit dan 1 orang pelatih andalan kita dengan mengikuti nomor Kyorugi (Tarung),” ujarnya.

Dari 7 orang atlit yang diturunkan tersebut, 3 orang atlit berhasil meraih medali yaitu medali Emas disumbangkan oleh atlit bernama Rayya Salsabiella kelas under 44 Kg Putri.

“Sedangkan 2 atlit lainnya bernama M. Agha Hazman kelas under 35 putra dan Zaskia Fajariandani kelas Under 44 Putri berhasil menyumbangkan medali perunggu,” katanya.

Dandim juga mengucapkan rasa bersyukur, karena atlit Taekwondo Dojang Kodim 0101/BS telah menunjukkan kemampuan dalam ajang kejuaraan diluar negeri itu. Semoga hal ini bisa jadi motivasi kedepan bagi atlit Taekwondo lainnya.

“Kita patutnya bersyukur atas prestasi yang sudah diraih oleh para atlit kita raih ini, karena untuk bisa tampil di ajang luar negeri ini butuh perjuangan yang cukup berat,” pungkas Dandim.

Jantho - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Prof. Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. atau akrab disapa Kak Seto hadir pada kegitan Jambore Anak 2019 yang digelar oleh Dinas Sosial Aceh di Lapangan Balai Latihan Pegawai Pertanian (BLPP) Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (4/9/2019). Kehadiran Kak Seto tersebut dalam rangka menghibur anak-anak Aceh dengan serangkaian permainan.

Pantauan di lapangan, rangkaian huburan yang dimainkan Kak Seto cukup mengundang gelak tawa dan bahagia anak-anak yang sedang mengikuti Jambore Anak 2019 hari itu. Diantara permainan yang cukup menarik anak-anak adalah sulap-sulap kecak yang dimainkan kak Seto.

“Sulap itu sihir atau kecepatan tangan?” Tanya Kak Seto. “Kecepatan tangan,” jawab anak-anak kompak. “Iya, sulap itu bukan sihir tapi kecepatan tangan dan harus menggunakan alat,” katanya pada anak-anak.

Usai menghibur anak-anak Kak Seto mengatakan, anak-anak adalah aset bangsa untuk itu dia berharap mudah-mudahan Provinsi Aceh bisa menjadi provinsi yang layak anak yang terus mengembangkan perlindungan terhadap anak secara optimal sehingga melahirkan anak-anak yang cerdas dan berkualitas di bidangnya masing-masing.

“Kepada orang tua, dengan segala hormat mohon mendidik dengan kekuatan cinta, dengan hati yang bersih bukan dengan kekuatan atau kekerasan tapi dengan kekuatan cinta,” katanya.

Sebab, katanya, kekuatan cinta akan melahirkan bunga-bunga yang elok dan merekah dengan segala keelokannya makala ditanam di tanah ynag subur. “Tanah yang subur ini adalah tanah yang penuh dengan apresisai, penuh cinta, dan kasih sayang,” jelas Kak Seto.

Kegiatan ini diikuti oleh  UPTD RSAN Dinas Sosial Aceh, Yayasan Media Kasih Kota Banda Aceh, Yayasn SOS Desa Taruna Aceh Besar, Yayasan Al-Ikhlas Hidayatullah Aceh Besar, Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Ulum Pidie, Yayasan Panti Asuhan Bustanul Aitam Pidie Jaya, Panti Asuhan Muhammadiyah Gandrapura, Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu Miftahul Jannah Aceh Besar, dan Yayasan Muarrif Kota Lhokseumawe.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Penggerak PKK Aceh Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT, Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Nevi Ariani, SE, Penasehat Khusus Gubernur Aceh Bidang Sosial Fauzan Azima dan Maulana, Psikolog Anak Endang Setianingsih, M.Pd, dan seluruh para pejabat eselon III dan IV Dinas Sosial Aceh.[]

Jantho – Wakil Ketua Penggerak PKK Aceh Dr. Ir. Dyah Erti Idawati MT mengatakan, perlindungan teradap anak-anak di Aceh tidak dapat hanya dilakukan oleh Pemerintah Aceh saja melainkan harus mendapat dukungan dari semua pihak.

Menurut Dyah Erti, perlindungan bagi anak di Aceh masih membutuhkan perhatian yang besar, hal ini disebabkan karena masih banyaknya kasus kekerasan, ekploitasi, serta pelanggaran hukum terhadap anak.

“Untuk itu berbagai upaya mesti kita perkuat guna memberi perhatian bagi anak-anak ini, sehingga mereka dapat tumbuh sehat dan berkembang dengan baik,” kata Dyah Erti di kegitan Jambore Anak 2019 yang digelar oleh Dinas Sosial Aceh di Lapangan Balai Latihan Pegawai Pertanian (BLPP) Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (4/9/2019).

Namun demikian, kata Dyah, Pemerintah Aceh tentu tidak dapat bekerja sendiri untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak  Aceh, dukungan dari ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan pegiat LSM sangatlah dibutuhkan untuk bersama-sama menghadirkan lingkungan yang ramah bagi anak.

Dyah menjelaskan, anak-anak ini adalah calon pepemipin ke depan yang harus dilindungi, sebab jika tidak maka apa jadinya mereka ke depan.

“Untuk itu kita juga meminta agar pelaku kekerasan mendapat hukuman seberat-beratnya biar mendapatkan jera,” katanya.

Dyah menilai, Jambore Anak yang digelar oleh Dinas Sosial Aceh ini sagat poitif karena telah mampu mengumpulkan anak-anak dari daerah-daerah berbeda, kemudian menginspirasi dan membuat mereka gembira bahagia.

Harapannya, dengan kegembiraan ini anak-anak bisa memacu terus cita-cita mereka setinggi langit dan berupaya untuk meraihnya sehingga menjadikan anak yang hebat untuk meraih aceh yang hebat.

Dyah menjelaskan, para ahli mengatakan jika ingin membangun masyarakat berkualitas di masa depan, maka kualitas tumbuh kembang anak di masa sekarang ini harus lebih ditingkatkan. Pendapat ini sekaligus menegaskan bahwa anak merupakan aset paling berharga yang menentukan perjalanan bangsa ke depan.

“Kegiatan Jambore Anak yang digagas oleh Dinas Sosial Aceh ini juga merupakan salah satu cara untuk memberi ruang kepada anak-anak Aceh dalam mengaktualisasikan dirinya untuk bisa berkembang menjadi anak yang cerdas dan kreatif. Saya sangat mengapresiasi diadakannya Jambore anak ini, hanya ke depan perlu ditingkatkan lagi,” pungkasnya.

Sementra itu Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM mengatakan, Jambore Anak ini digelar sebagai upaya untuk memberikan ruang dalam mengembangkan minat, bakat, aktualisasi diri anak-anak yang berada dalam lembaga pengasuhan anak atau panti asuhan.

“Pada kegiatan ini kita hadirkan permaian-permainan tradisional khas Aceh dengan pendalaman nilai-nilai filosofi dari permainan tersebut, serta mendesain sebuah konsep acara yang akan menumbuhkan nilai-nilai kesepakatan, kesamaan, kedisiplinan, tanggungjawab, keberanian dan saling menghargai bagi anak-anak. Dalam kegiatan jambore anak ini, anak merupakan subjek dan mempunyai peran aktif di dalamnya,” jelas Kadinsos Aceh Alhudri.

Kegiatan yang diikuti oleh 210 anak ini berasal dari UPTD RSAN Dinas Sosial Aceh, Yayasan Media Kasih Kota Banda Aceh, Yayasn SOS Desa Taruna Aceh Besar, Yayasan Al-Ikhlas Hidayatullah Aceh Besar, Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Ulum Pidie, Yayasan Panti Asuhan Bustanul Aitam Pidie Jaya, Panti Asuhan Muhammadiyah Gandrapura, Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu Miftahul Jannah Aceh Besar, dan Yayasan Muarrif Kota Lhokseumawe.

Turut hadir Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Prof. Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Nevi Ariani, SE, Penasehat Khusus Gubernur Aceh Bidang Sosial Fauzan Azima dan Maulana, Psikolog Anak Endang Setianingsih, M.Pd, dan seluruh para pejabat eselon III dan IV Dinas Sosial Aceh.[]

StatusAceh.net - Tiga nelayan asal Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh terdampar ke perairan Malaysia. Saat ini sudah diamankan di zona maritim Kuala Keudah.

Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek mengatakan, ketiga nelayan asal Aceh itu terdampar setelah mesin kapal rusak. Sehingga terseret arus hingga masuk ke perairan Malaysia.

"Tiga nelayan Aceh hanyut karena rusak mesin dan diselamatkan oleh nelayan Kedah Malaysia," kata Miftah Cut Adek, Minggu (4/8) di Banda Aceh.

Katanya, nelayan setempat menemukan ketiga nelayan itu tanggal, Sabtu (3/8). Setelah diselamatkan, ketiga nelayan itu langsung diserahkan kepada pihak kepolisian Malaysia. Ketiga nelayan itu adalah Hamdani (45k, Afifuddin (32) dan Samsuddin (37).

Sebelum terdampar, jelasnya, ketiga nelayan itu berangkat melaut untuk mencari ikan sejak 30 Juli 2019 lalu. Namun dalam perjalanan perahu yang ditumpangi mengalami kerusakan mesin hingga terdampar. | Merdeka.com
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.