2017-08-20

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Lhokseumawe - Sebanyak 200 Siswa-Siswi Tk Kartika XIV-3 Korem Lilawangsa mengikuti belajar perkenalan Manasik Haji, di Lapangan Jenderal Sudirman Lilawangsa Lhokseunawe, Sabtu (26/8/2017).

Perkenalan manasik haji pada anak sejak dini bertujuan untuk menanam sifat religius islami sekaligus  memberikan pemahaman dalam menjalankan rukun Islam yang ke lima yaitu Ibadah Haji.

Ketua Yayasan TK Kartika XIV-3 Korem 011 Ny Agus Firman Yusmono mengatakan, dilaksanakan kegiatan tersebut untuk memberikan pembelajaran dan pemahaman sifat religius islami kepada anak sejak usia dini tentang tata cara melaksanakan Ibadah Haji, yaitu rukun islam yang ke lima dan juga sebagai salah satu pendidikan revolusi mental.

"Ibadah Haji adalah cita-cita bagi setiap muslim, Dengan harapan, pada saatnya anak-anak kita sudah besar, mereka bisa mengerti bagaimana cara melaksanakan rukun haji yang benar, selain itu, kegiatan ini, tidak hanya memberikan ilmu keagamaan berdasarkan teori, tetapi sekaligus dengan prakteknya," jelas Ketua Yayasan.

Kegiatan Manasik sangat antusias diikuti oleh para murid TK Kartika XIV -3, diantaranya bagi anak laki-laki menggunakan pakaian Ihram, sehelai kain putih yang dililitkan pada badan dan bahu saja, layaknya jemaah haji yang sedang menunaikan ibadah Haji di Mekkah. Begitupun anak-anak perempuan, semuanya memakai gamis dan kerudung serba putih.

Selanjutnya, peragaan yang dilakukan, mulai dari menirukan  tawaf dengan cara mengelilingi replika Ka’bah sebanyak tujuh kali, kemudian melakukan Wukuf hingga Tahalul.

Aceh Tamiang - Komandan Batalyon (Danyon) Raider Khusus 111/Karma Bhakti Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis memberikan motivasi kepada Tim peserta Peleton Tangkas prajurit Raider Khusus 111/Karma Bhakti, di Kolam Renang Vitra Tirta Raya, Kota Langsa. Sabtu (26/08).

Ketika meninjau langsung kegiatan pada nomor kejuaraan lomba renang militer uji petik peleton tangkas tingkat Batalyon Infanteri Raider Khusus 111/Karma Bhakti, Danyonif Raider Khusus 111/Karma Bhakti Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis memberi antensi, arahan serta motivasi bagi peserta tersebut antara lain, untuk mencapai hasil nilai yang baik harus melalui tahapan latihan dengan benar, baik pengausaan teknik dan taktik renang militer, dalam pelaksanaan renang militer ini membutuhkan ketenangan dan konsentrasi serta kekuatan untuk bisa melaksanakan renang milter jarak 50 meter dalam waktu kurang dari satu menit. Saya yakin kalian bisa mencapai hasil yang baik, selama dan selesai kegaitan pada lomba ini jaga faktor keamanan, junjung tinggi sportivitas serta pegangang teguh Sapta Marga, Delapan Wajib TNI dan Sumpah Prajurit.

Setelah berakhirnya pelaksanaan uji petik peleton tangkas tingkat Batalyon Infanteri Raider Khusus 111/Karma Bhakti kali ini, diharapkan kepada seluruh prajurit tetap latihan dan berlatih di kompi masing-masing guna menyiapakan diri dan satuan dalam menghadapi event bergengsi pada periode kedua lomba peleton tangkas tingkat Angkatan Darat tahun ini, serta jadikan latihan sebagai kebutuhan dalam pelaksanaan tugas guna mewujudkan prajurit yang handal dan profesional.

Tualang Cut - Ibu Minah warga Desa Matang Tepa Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang menerima bantuan dari Raider Khusus 111/Karma Bhakti berupa jamban/MCK.Sabtu(26/08).

Danyonif Raider Khusus 111/Karma Bhakti Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis menyampaikan bantuan jamban/MCK untuk Ibu Minah dikerjakan langsung oleh prajurit Kompi Bantuan Raider Khusus 111/Karma Bhakti selama kurang lebih tiga hari pengerjaan. Setelah selesai pengerjaan jamban/MCK tersebut prajurit Raider Khusus 111/Karma Bhakti menyerahkan secara langsung kepada Ibu Minah. Dasar dari sasaran bantuan pembuatan jamban/MKC untuk Ibu Minah warga Desa Matang Tepa Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang ini ialah bagi warga kurang mampu dan belum mempunyai jamban/MCK di rumah sendiri, selain itu Ibu Minah merupakan hidup sendiri dan tidak mempunyai penghasilan tetap.

Pembuatan dan penyerahan jamban/MCK dari Raider Khusus 111/Karma Bhakti untuk Ibu Minah ini merupakan bentuk nyata hadirnya TNI di tengah-tengah warga serta membantu masyarakat dalam mengatasi masalah yang ada dan memberi solusi. Dengan harapan Ibu Minah bisa memanfaatkan serta merawat bantuan jamban/MCK tersebut.

Ini merupakan bagian program pembinaan teritorial terbatas satuan tempur Raider Khusus 111/Karma Bhakti menjalankan program tersebut di daerah binaan, guna mewujudkan lingkungan warga yang bersih dan sehat serta menuju warga yang sejahtera.

Salahsatu warga yang bentrok 
ACEH UTARA - Kepolisian Resor Lhokseumawe mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam aksi bentrok warga terkait sengketa lahan sawah di Gampong Paloh Awe, Kecamatan Muara Batu Aceh Utara, Sabtu 26 Agustus 2017.

"Kami sudah kendalikan situasi di lapangan dan sudah mengamankan empat orang dari dua kubu yang bersengketa sebagai saksi," ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasatreskrim AKP Budi Nasuha.

Selain itu, sejumlah barang bukti seperti kendaraan roda tiga, alat semprot dan juga peralatan pertanian dan batangan kayu juga turut diamankan.

"Sejumlah barang bukti juga sudah kami amankan diantaranya dua unit becak mesin, delapan buah alat semprot, enam senjata tajam, sepuluh potong kayu balok dan botol aqua berisi racun hama," ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, terkait penganiayaan terhadap korban Anwar A. Wahab (42), petani asal Gampong Paloh Awe bersama anaknya Faisal (19), diduga oleh sejumlah oknum warga Gampong Keude Bungkah, pihaknya masih menunggu laporan dari korban.

"Kami masih tunggu laporan dari korban, jika ada akan langsung diproses, saat ini masih periksa saksi-saksi. Nanti akan kami kabarkan perkembangannya," kata Budi.

Menurut polisi, kasus ini sudah berlangsung lama dan sudah beberapa kali dimediasi. Namun baik kubu Ridwan dan kubu Asnawi tak kunjung berdamai.

"Kami tentu berharap perkara sengketa lahan pertanian ini bisa diselesaikan dengan baik. Namun jika ada tindakan melawan hukum tetap akan diproses sesuai ketentuan," tegas Kasat.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Bentrok antar warga Paloh Awe dan Keude Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara kembali pecah. Anwar A. Wahab (42) petani asal Gampong Paloh Awe bersama anaknya Faisal (19) menjadi korban dalam bentrokan tersebut.

Insiden tersebut berawal saat puluhan oknum warga Keude Bungkah (kubu Asnawi) mendatangi lahan persawahan di Gampong Paloh Awe yang dulu digarap oleh mereka namun lahan tersebut kini masih dalam sengketa karena dokumen kepemilikan lahan atas nama Ridwan Haji Adam.

 Bentrokan pecah saat kubu Asnawi berniat menyemprot tanaman padi yang ditanam di lahan tersebut dengan racun agar mati.(TA)

Aceh Utara - Kepala Staf Korem (Kasrem) 011/Lilawangsa Letkol Inf Shofanudin melakukan pengecekan PAM pengamanan sekaligus meninjau kesiapan bangunan Bakal Mako Brigif di Lhokseukon, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (25/8/207).

Kehadiran Kasrem 011 Lilawangsa,  selain melihat kesiapan bangunan dan infrastruktur yang masih dalam tahap penyelesaian, sekaligus mengecek personel dan materiil TNI yang melaksanakan pengamanan bangunan Mako Brigif tersebut.

Disela-sela kunjungannya, dihadapan personel TNI yang melaksanakan PAM bangunan Mako Brigif, Kasrem mengingatkan. “Laksanakan tugas yang dipercayakan dari Komando Atas kepada kalian dengan penuh rasa tanggung jawab, jaga kesehatan dan beribah tetap dikerjakan, serta tetap semangat dan laksanakan olahraga secara bergantian walaupun dengan kondisi yang belum memadai, tetap jaga faktor keamanan dan laksanakan patroli keliling Asrama,apa bila ada permasalah segera cepat di laporkan”, pesannya.


Dikatakan Kasrem, saat ini bangunan bakal Mako Brigif sudah hampir rampung 100 persen selesai  kesiapannya, termasuk rumah Danbrig dan Kasbrig serta perumahan prajurit. Namun seperti pekerjaan pembuatan Gapura Mako dan Tower air sekaligus penyaluran keperumahan yang masih terus berlangsung dikerjakan, setelah dinyatakan selesai, akan dilakukan penyerahan kunci sekaligus peresmiannya, sebut Letkol Inf Sofanuddin.

Jakarta - Sejak Mei 2017, masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) bisa menikmati dan memanfaatkan jaringan internet cepat di beberapa kota atau kabupaten. Hingga akhir tahun 2017, XL Axiata menargetkan layanan 4G LTE akan mampu masuk ke semua kabupaten yang ada di NAD, termasuk di pulau-pulau terluar, yaitu Sabang dan Semeulue.

Tidak sekadar perluasan jaringan, XL Axiata juga membangun ekosistem layanan di setiap daerah yang dijangkau. Chief Service Management XL Axiata, Yessie D. Yosetya mengatakan bahwa tahun ini XL akan terus memperluas jaringan 4G LTE ke berbagai daerah di Tanah Air.

"Seperti yang bisa kita lihat bersama, area yang telah kami jangkau tidak hanya sebatas kota-kota besar, namun juga kota atau pun kabupaten yang masuk kategori pelosok. Untuk Provinsi NAD, kami juga masih terus memperluas layanan 4G LTE hingga ke daerah-daerah pelosok yang cukup jauh, antara lain di kota/kabupaten sepanjang Pantai Barat, Aceh Tengah dan Tenggara, hingga Singkil, bahkan juga Pulau Semeulue," kata Yessie dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (24/8/2017).

Menurutnya perluasan jaringan 4G LTE yang diakukan ini merupakan wujud komitmen XL Axiata untuk mendukung pemerintah menyediakan infrastruktur telekomunikasi termasuk internet cepat di wilayah perbatasan.

Yessie menambahkan, seperti area-area lain di Sumatera, permintaan masyarakat NAD atas layanan Data berkualitas juga meningkat pesat. Hal itu bisa ditunjukkan dari pertumbuhan trafik layanan Data yang meningkat lebih dari 238% dalam setahun terakhir. Kenaikan tersebut merata di semua area di provinsi NAD. Sementara itu, pelanggan XL Axiata yang telah menggunakann device 4G mencapai lebih dari 16% dari total pelanggan di NAD sebanyak sekitar 798 ribu.

Saat ini layanan 4G LTE XL Axiata sudah bisa dinikmati oleh masyarakat di sejumlah kota atau kabupaten di NAD, yaitu Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie dan beberapa kabupaten lainnya seperti Pidie Jaya, Bireuen, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Barat Daya serta Bener Meriah, Aceh Tenggara, Kota Subulussalam, dan Semeulue.

Total BTS 4G yang sudah beroperasi ada lebih dari 60 unit. Kota Banda Aceh sebagai pusat pemerintahan, perekonomian, pendidikan, dan pintu gerbang utama NAD menjadi area dengan jumlah BTS 4G terbanyak, tidak kurang dari 33 unit. Penambahan BTS 4G akan dilakukan disesuaikan dengan peningkatan trafik di setiap area untuk menjaga kualitas layanan.

Dengan menyediakan layanan 4G LTE, XL Axiata berharap masyarakat setempat bisa lebih banyak mendapatkan manfaat, termasuk menjadikannya sebagai sarana meningkatkan produktivitas. Apalagi masyarakat Aceh dikenal sangat dinamis dan selalu update dengan perkembangan tren digital terbaru. Penggunaan layanan Data untuk mendukung aktivitas dan produktivitas oleh masyarakat Aceh, antara lain terlihat dari cukup banyaknya penawaran produk asli Aceh melalui aplikasi atau situs belanja online, seperti produk kerajinan dari Aceh Besar, Kopi Gayo dari Aceh Tengah, promo wisata Sabang, dan Banda Aceh.

Yessie menambahkan, kebijakan XL Axiata untuk terus memperluas jaringan dan layanan 4G LTE ini tidak terlepas dari pertumbuhan pelanggan dan trafik Data yang juga terus meningkat secara nasional. Pertumbuhan trafik layanan Data ini seiring dengan semakin meningkatnya penggunaan smartphone 4G LTE yang terjadi secara merata di semua wilayah layanan XL Axiata.

"Hal ini juga selaras dengan strategi perusahaan untuk berfokus pada layanan Data untuk tahun 2017 ini. Karena itulah, belanja modal (CAPEX) untuk tahun ini diutamakan untuk mendukung pembangunan layanan Data dari berbagai sisi, termasuk penyediaan jaringan hingga ke pelosok daerah," ucapnya.

Hingga Agustus 2017 ini sebanyak 336 kota/kabupaten telah terjangkau layanan internet cepat 4G LTE ini, termasuk di antaranya puluhan kota di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Khusus untuk wilayah Sumatera, sebanyak 102 kota/kabupaten telah terlayani 4G LTE dari XL Axiata. Sementara itu, untuk wilayah Jawa, layanan 4G LTE XL Axiata telah masuk ke hampir seluruh kota-kabupaten di wilayah Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur.

Sebagai hasil perluasan dan peningkatan kualitas layanan data tersebut, per akhir Juni 2017, secara nasional tercatat peningkatan trafik layanan Data hampir 3x lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Khusus untuk trafik layanan 4G, tercatat peningkatan hingga 13x lipat. Jumlah pelanggan layanan Data secara umum juga terus meningkat, saat ini mencapai sekitar 70% dari total pelanggan. Hingga akhir Juni 2017, jumlah pelanggan yang menggunakan smartphone juga terus meningkat dan menjadi sekitar 67% dari total pelanggan.

Sementara itu, pelanggan layanan XL 4G LTE juga terus tumbuh dan telah mencapai sekitar 20 juta pelanggan. Layanan XL Axiata saat inididukung oleh total lebih dari 93 ribu BTS, termasuk lebih dari 42 ribu BTS 3G dan lebih dari 14 ribu BTS 4G.| wartaekonomi.co.id

Lhoksukon - Tiga pria AT (50), Bah (45), dan ES (23) warga warga Buket Alue Ie Puteh diamankan oleh jajaran kepolisian Resor Aceh Utara karena terlibat pengeroyokan terhadap Abdullah (35) dan Muzakir (35) asal Gampong Buket Padang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kamis 24 Agustus 2017 sekira pukul 22.00 WIB malam .

"Saat itu, kedua korban baru pulang dari Kuala Simpang menggunakan satu unit mobil jenis Grand Max menuju Buket Padang, tiba-tiba dihadang pelaku di tengah jalan desa setempat. Sesaat mobil berhenti, pelaku langsung menganiaya kedua korban dengan benda tumpul berupa kayu dan palu yang sudah disiapkan," kata Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji melalui Wakapolsek Jambo Aye Ipda Parlindungan Parhusif , Jumat, (25/08/2017).

Lanjutnya, Sejumlah Warga yang melihat kejadian tersebut langsung meleraikannya, setelah itu kedua korban dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan medis.

Setelah mendapat informasi tersebut, aparat kepolisian stempat dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan TKP dan juga menangkap tiga pelaku serta barang bukti yang digunakan untuk memukul korban.

"Setelah mendapat laporan, kita langsung bergerak ke lokasi dan berhasil menangkap ketiga pelaku. Juga diamankan barang bukti satu buah palu dan dua batang kayu ukuran 2 x 3 dengan panjang 1,5 meter yang digunakan untuk menganiaya korban" lanjutnya.

Saat ini ketiga pelaku sudah mendekam di sel Mapolsek setempat sambil menunggu penyidikan lebih lanjut.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, permasalahan ini berawal dari dugaan selisih paham waktu berada di gelanggang lembu dan berlanjut di kampung, tetapi Untuk motif yang sebenarnya masih kami lakukan penyelidikanlebih lanjut," tegas Parlindungan.(SA/TM)

Keberadaan gajah liar terluka ini dilaporkan masyarakat dari Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, yang segera ditindaklanjuti BKSDA Aceh untuk dilakukan pengobatan. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia
StatusAceh.Net - Satu individu gajah sumatera betina yang ditemukan terluka parah di sekitar Gunung Seulawah Agam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh pada 15 Agustus 2017, akhirnya mati. Gajah yang menderita luka hebat di punggung, perut, dan kaki itu tidak terselamatkan nyawanya bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72.

Tim Dokter dan Mahout Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, dibantu Dokter Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, pada 16 Agustus 2017, sudah berupaya mengobati gajah tersebut. Akan tetapi, hidup mamalia 40 tahun yang diduga terluka akibat tembakan senjata api itu, tidak panjang.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, yang ikut langsung mengobati satwa terancam punah ini mengatakan, tim Pusat Konservasi Gajah (PKG) menerima laporan masyarakat dari Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, tentang gajah liar terluka.

“Mendapatkan laporan tersebut, mahout bersama dokter hewan langsung ke lokasi. Tim berusaha mengobati gajah malang itu pada 15 Agustus 2017, namun tidak berhasil karena sang gajah tidak bisa dibius.”

Pada 16 Agustus 2017, mahout dan dokter hewan kembali mencari dengan membawa senjata penembak bius. Dibantu dua gajah jinak, tim menemukan gajah itu setelah lebih tiga jam berjalan kaki, mengikuti jejaknya.

“Saat ditemukan, kondisinya sangat memprihatinkan. Infeksi lukanya cukup parah. Bahkan, luka di perut telah banyak belatung,” sebutnya.

Sapto mengatakan, indikasi kuat menunjukkan gajah terluka akibat benda runcing seperti peluru senjata api. Dokter dari BKSDA dan Unsyiah berhasil membersihkan dan mengobati luka itu.

“Awalnya, kita ingin membawa ke pinggiran hutan untuk pengobatan lanjutan, tapi karena kondisinya yang sangat lemah, rencana dibatalkan. Khawatir akan mati kelelahan. Akhirnya, gajah dilepaskan dan kesehatannya tetap dipantau.” 

StatusAceh.Net - Maskapai penerbangan dengan pramugari berbikini, Vietjet Air, resmi masuk ke Indonesia. Maskapai ini akan melayani rute penerbangan Jakarta menuju Ho Chi Minh City, Vietnam.

Acara seremoni pembukaan rute penerbangan ini dilakukan di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa (22/8/2017) lalu.

Acara tersebut dihadiri Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong, Vice President Vietjet Dinh Viet Phuong dan sejumlah petinggi pemerintahan Vietnam.

Wakil Presiden Direktur Vietjet Air, Nguyen Thanh Hung menyatakan, maskapai ini akan mulai beroperasi di Indonesia mulai 20 Desember 2017.

Menurut Nguyen Thanh Hung, perusahaan terus meningkatkan kualitas layanan Vietjet. Salah satunya dengan mengoperasi armada 45 pesawat Airbus tipe A320 dan A321 yang melayani sekitar 350 penerbangan domestik maupun internasional dengan total lebih dari 40 juta penumpang.

“Rute penerbangan dari Ho Chi Minh City ke Jakarta akan dijadwalkan setiap hari, mulai 20 Desember 2017,” ucap Nguyen Thanh Hung.

Vice President Vietjet Air, Dinh Viet Phuong‎ mengungkapkan, rute terbaru Jakarta-Ho Chi Minh City diharapkan mampu mempererat hubungan antar kedua negara dan mendorong pengembangan sektor ekonomi, budaya, finansial sehingga dapat berdampak pada sektor perdagangan dan integrasi regional.

Dikatakan Dinh Viet Phuong, frekuensi penerbangan Jakarta-Vietnam dibuka setiap hari. Dari Jakarta berangkat pukul 01.40 WIB dan mendarat di Ho Chi Minh City pada pukul 04.40 waktu setempat.

Untuk penerbangan kembali, pesawat Vietjet Air akan lepas landas dari Ho Chi Minh City pada 20.40 waktu setempat dan tiba di Jakarta pukul 23.40 WIB.

Bagi yang ingin berburu tiket promo Vietjet, dapat dipesan dengan harga spesial dimulai pukul 12.00 sampai beberapa jam ke depan setiap hari.

Maskapai penerbangan berbiaya murah asal Vietnam, Vietjet Air saat ini mengoperasikan 45 pesawat Airbus tipe A320 dan A321 yang melayani sekitar 350 penerbangan setiap harinya.

Pesawat ini akan melintasi banyak negara, seperti China, Taiwan, Hong Kong, hingga merambah Asia Tenggara, di antaranya Malaysia, Kamboja, Thailand, Myanmar. Total penumpang yang diangkut lebih dari 40 juta penumpang hingga saat ini.

VietJet Air pernah membuat kegemparan di industri penerbangan. Maskapai ini telah menarik perhatian publik karena mewajibkan pramugari berbikini dengan warna merah dan kuning sesuai warna perusahaan.

Pramugari berbikini ini tidak ada di semua penerbangan, mereka hanya sebagai bonus pada rute tertentu, seperti penerbangan dari kota Ho Chi Minh ke kota pesisir Nha Trang.

Nguyen Thi Phuong Thao, pengusaha juga orang yang menggagas VietJet mengatakan bahwa model berbikini pada penerbangan dimaksudkan untuk mewakili pemberdayaan di tengah-tengah budaya konservatif bangsa.

Meskipun maskapai berhasil menyenangkan penumpang, otoritas penerbangan Vietnam tidak sepakat. Foto yang diunggah para penumpang pun beredar di internet.

Civil Aviation Administration of Vietnam (CAAV) akhirnya menjatuhkan denda sebesar 1000 dolar atau setara dengan Rp 13,1 juta karena telah mengadakan pertunjukan perempuan seksi di pesawat.| Pojoksatu.id

Bos First Travel Berbusana Tahanan, Kesan Glamornya Luntur!
Jakarta - Publik tanah air belakangan ini diramaikan dengan pemberitaan mengenai adanya biro perjalanan umrah yakni PT First Anugerah Wisata atau First Travel yang menunda keberangkatan ratusan jemaahnya. Kabar ini sebelumnya juga viral di media sosial akibat peserta umrah murah di travel tersebut mengeluhkan persoalan yang menimpa mereka.

Tak hanya di media sosial, sebagian dari peserta itu juga melapor ke Kementerian Agama. Atas laporan itu, Kemenag lalu memanggil First Travel pada Selasa, 18 April 2017 atau lima bulan yang lalu.

Dalam prosesnya, Kemenag kemudian meminta mereka untuk segera memberikan jadwal keberangkatan yang pasti kepada jemaah. Pihak travel juga diminta untuk segera mendata ulang jemaah yang mendaftar promo sejak tahun 2015, namun hingga saat ini belum mendapatkan jadwal keberangkatan atau sudah mendapat jadwal tapi masih tertunda.

Atas persoalan ini, First Travel bukan tidak pernah bersuara. Tercatat, mereka pernah menggelar konferensi pers dan mengungkapkan sejumlah dalih atas keluhan para jemaah misalnya mengalami kesulitan membuat visa. Bahkan, dalam kesempatan itu mereka menolak disebut sebagai penipu.

Persoalan pun terus bergulir. Para jemaah menuntut uang mereka kembali. Sedangkan First Travel mangkir dari mediasi dengan para jemaah yang digelar oleh Kemenag.

Sampai kemudian pada Rabu, 8 Agustus 2017, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menangkap pasangan suami istri yang merupakan pemilik penyelenggara ibadah umrah, First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan. Keduanya ditangkap usai mengggelar konferensi pers di Kompleks Kementerian Agama, Jakarta Pusat.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penipuan dan pemberian janji dengan menawarkan biaya umrah serta dijerat dengan Pasal 55 Juncto Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP serta UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Hal itu merujuk laporan korban dan agen yang telah dimintai keterangan penyidik.

Dalam kasus ini, Markas Besar Polri mencatat kerugian calon jemaah mencapai Rp848.700.100.000. Jumlah itu merupakan kalkulasi dari 72.682 calon jemaah promo yang mendaftar pada bulan Desember 2016 sampai dengan Mei 2017.

Dari jumlah itu, 14 ribu calon jemaah umrah sudah diberangkatkan ke tanah suci Mekah. Sedangkan 58.682 belum diberangkatkan.

Jumlah Rp848 miliar itu dihitung dari setoran calon jemaah umrah promo yang berjumlah 58.682. Ditambah setor carter pesawat oleh calon jemaah dengan total Rp9.547.500.000.

Selain itu, tersangka juga memiliki utang pada provider tiket Rp85 miliar. Utang provider visa Rp9,7 miliar dan utang hotel di Arab Saudi Rp24 miliar.

YANGON - Pemerintah Myanmar mengatakan sedikitnya lima polisi dan tujuh gerilyawan Muslim Rohingya tewas dalam semalam di negara bagian Rakhine. Militan Muslim melancarkan serangan terkoordinasi terhadap 24 pos polisi dan mencoba memasuki sebuah pangkalan militer.

Serangan tersebut menandai peningkatan dramatis dalam konflik yang terjadi di Rakhine sejak Oktober lalu. Kala itu serangan serupa yang menewaskan sembilan polisi memicu serangan militer besar-besaran diiringi tuduhan pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran sipil seperti dilansir dari Reuters, Jumat (25/8/2017).

Operasi militer tersebut kemudian mengakibatkan sekitar 87.000 orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Perserikatan Bangsa-Bangsa pun menuduh pasukan keamanan Myanmar melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pemerintah Myanmar menolak penyelidikan PBB terkait laporan pemerkosaan, pembunuhan dan penyiksaan terhadap komunitas muslim Rohingya di negara bagian Rakhine. Menurut Myanmar, penyelidikan itu hanya memperparah situasi.

Nasib sekitar 1 juta warga muslim Rohingya telah muncul sebagai salah satu isu HAM yang paling diperdebatkan di Dewan HAM PBB.

Status kewarganegaraan komunitas Rohingya ditolak oleh pemerintah Myanmar dan dikategorikan sebagai imigran ilegal dari Bangladesh.

Pemerintah Suu Kyi sejatinya mencela kekerasan terhadap warga Rohingya, namun tidak berbuat banyak untuk memperbaiki nasib mereka.| Sindonews

Revitalisasi SMK/Foto Ilustrasi/Istimewa
StatusAceh.Net - Sehubungan dengan Instruksi Presiden No 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK maka setelah beberapa tahap seleksi, Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud menetapkan 125 SMK se-Indonesia sebagai Pilot Projek Revitalisasi SMK pada tahun 2017 ini dari target 1650 SMK hingga 2019 nanti.

Ada tiga SMK di di Propinsi Aceh yang dilibatkan dalam projek tersebut. Antara lain, SMK-PP Negeri Saree. Selain itu, dua SMK lainnya adalah SMKN 3 Banda Aceh dan SMKN 1 Bendahara Aceh Tamiang.

Dalam proses Revitaliasi SMK ini, Dit-PSMK Kemendikbud melakukan pendampingan langsung kepada sekolah untuk merencanakan pengembangan sekolah hingga tahun 2019 (Jangka Pendek), dan hingga 2025 (jangka menengah). Hal ini sesuai dengan SK PPK Subdit Kurikulum Dit-PSMK Dirjen Dikdasmen Kemendikbud No. 761b/D5.2/KU/2017 tentang Penetapan SMK Penerima Bantuan Pendampingan dan Publikasi Revitalisasi SMK tahun 2017.

Berdasarkan SK tersebut SMK-PP Negeri Saree melaksanakan Pendampingan Penyusunan Rencana Kerja Pengembangan/Peta Jalan Revitalisasi sekolah untuk tahun 2018 hingga 2025. kegiatan ini dilaksanakan di SMK-PP Negeri Saree selama 5 hari mulai 21 – 25 Agustus 2017.

Kegiatan ini langsung dibimbing oleh Pendamping yang ditunjuk oleh Dit-PSMK Kemendikbud, dalam hal ini Pendamping yang ditunjuk adalah Dosen Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat yaitu Dr. Ta’ali, MT. kegiatan ini diikuti oleh tim Revitalisasi SMK-PP Negeri Saree yang telah ditunjuk, tim ini diwakili oleh semua bidang/unit kerja yang ada dilingkungan sekolah.

Fokus pengembangan sekolah dalam rangka Revitalisasi SMK ini ada 6 hal. Yakni, Revitalisasi Kerjasama dengan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri), Revitalisasi Sistem Sertifikasi, Revitalisasi Kurikulum, Revitalisasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Revitalisasi Sarana dan Prasarana, dan Revitalisasi Tata Kelola Kelembagaan. Berdasarkan fokus Pengembangan sekolah tersebut maka tim Revitalisasi ini juga dibagi sesuai 6 bidang tersebut.

6 tim Revitalisasi tersebut sejak tanggal 21 Àgustus 2017 mulai bekerja menyusun program kerja/kegiatan pengembangan sekolah untuk tahun 2018 sampai 2025, dimana langkah awal dimulai dengan menganalisis kondisi 3 tahun kebelakang. Diharapkan pada tanggal 25 Agustus 2017 setiap tim dapat mempresentasikan hasil kerjanya untuk difinalkan sebagai Rencana Kerja Pengembangan/Revitalisasi SMK-PP Negeri Saree hingga tahun 2025.| nusantaranews.co

Perwakilan nadzir wakaf, Abdullatif M Baltow (Triono Wahyu Sudibyo/detikcom)
Mekah - Tiap tahun, sejak tahun 2006, jemaah asal Aceh dan berangkat via Embarkasi Aceh berhak mendapatkan 'bonus' uang jutaan. Bonus diberikan saat jemaah sudah berada di Tanah Suci. Tahun ini, tiap jemaah mendapatkan 1.200 Riyal atau sekitar Rp 4,2 juta.

Pemberian uang dilakukan di musala hotel 705, Kota Mekah, tempat jemaah Aceh menginap, Kamis (24/8/2017) usai salat Asar hingga menjelang Magrib. Jemaah antre dengan tertib di tiga titik. Selain uang, mereka mendapatkan Alquran dan buku.

"Dikasih tahu sebelum berangkat akan dapat hasil bagi wakaf. Jadi di sini tinggal mengambil," kata jemaah asal Sigli, Nurul Husna Abdullah (57).

Nurul mengaku senang dengan pemberian itu. Uang akan digunakan untuk keperluan selama di Tanah Suci. Sedangkan Alquran dan buku untuk oleh-oleh dan kenang-kenangan.

Uang yang dibagikan tersebut merupakan bagi hasil atas pengelolaan tanah wakaf tokoh Aceh, Habib Abdurrahman Al-Habsyi atau Habib Bugak Asyi, 200 tahun tahun silam. Tanah yang kini dijadikan hotel selalu untung karena dekat dengan Masjidil Haram. Keuntungan hotel diberikan tiap musim haji. Jumlahnya variatif, antara 1.000 hingga 2.000 Riyal.

Siapakah Habib Bugak Asy? Berdasarkan berbagai literatur, Habib Abdurrahman berasal dari daerah Bugak, Peusangan, Matang Glumpangdua, Kabupaten Bireuen. Di hadapan Mahkamah Syaririyah Mekah, dia mewakafkan tanah di dekat Masjidil Haram untuk penginapan jemaah haji Aceh atau orang Aceh yang menetap di Mekah.

Saat Masjidil Haram diperluas, tanah wakaf kena dampaknya. Oleh nadzir (pengelola) wakaf, uang ganti rugi digunakan membeli dua bidang tanah di kawasan yang berjarak 500-an meter dari Masjidil Haram. Tanah itu dibangun hotel oleh pengusaha dengan sistem bagi hasil. Dari situ lah, 'bonus' untuk jemaah Aceh mengalir tiap musim haji.

Perwakilan nadzir, Abdullatif M Baltow, yang ikut membagikan uang mengatakan, dulu tanah wakaf hanya jadi tempat penginapan sederhana. Kini sudah jadi hotel. Jadi, keuntungan bisa dibagikan ke jemaah Aceh.

"Itulah kenapa bagi hasil baru diberikan sejak 2006," jelasnya.

Sampai kapan jemaah Aceh akan mendapatkan uang bagi hasil tanah wakaf? "Sampai kiamat. Kami bekerja semaksimal mungkin agar bagi hasil meningkat. Rencananya akan bangun hotel lagi," katanya.

"Wakaf ini terikat syarat. Jadi hanya jemaah Aceh yang mendapatkan," sambungnya.

Jemaah Aceh berjumlah 4.393 orang. Hari ini hanya sebagian yang mendapatkan 'bonus' bagi hasil tana wakaf. Jumat (25/8), pembagian dilakukan di hotel lain. Nominal dan jenis barangnya sama. | Detik.com

Aceh Timur – Langkah-langkah dan kesiapan menghadapi lomba Pembinaan Teritorial (Binter), nantinya satuan teritorial akan bersaing dengan seluruh Kodim yang ada di seluruh Indonesia di tingkat Utama.

Dari itu, dalam menghadapi suatu Event maupun berbagai pertandingan yang akan diikuti, maka terlebih dahulu pastikan kesiapannya, minimal sudah mencapai 70% rampung, mudah-mudahan itu akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Pesan tersebut disampaikan Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, pada saat mengecek kesiapan satuan Kodim 0104/Aceh Timur yang akan mengikuti perlombaan Binter tahun 2017 berlangsung dalam waktu dekat, Rabu (24/8/2017).

“Semua harus mendukung dan berperan aktif, baik itu kepada seluruh anggota maupun Komandan Kodimnya, utamakan tanamkan niat keikhlasan dan kemauan untuk mau berbuat, sehingga pada saat melaksanakan tugas dapat lebih optimal dan bekerja ekstra keras untuk mencapai hasil yang memuaskan pada lomba binter nantinya”, sebut Danrem.

Selain dari pada itu, kesiapan baik Satuan, personel dan pemerintah daerah setempat dalam kerjasama sangatlah berpengaruh dalam penentuan penilaian, karena sasaran lomba Binter yang ingin dicapai adalah dapat bermanfaat baik satuan dan masyarakat di Wilayah satuan Kodim tersebut, baik program maupun non program sesuai yang diharapkan pada lomba Binter tersebut, antaralain tertib administrasi Kodim, meningkatkan kemampuan aparat Kodim, dan tumbuhnya kreatifitas Dandim dalam mengembangkan metode Binter yang bersifat non program serta dukungan dan semangat personelnya, pungkas Danrem Lilawangsa.

Acara tersebut dihadiri antara lain,  Para Pa Ahli pangdam IM, Dandim 0104/Atim, Danyonif Raider Khusus 111/KB, Pabung, Para pasi, Danramil Jajarang Kodim 0104.(Rill)

Lhoksukon - Kejaksaan Negeri Kabupaten Aceh Utara melaksanakan acara sosialisasi, pengawalan dan mengamankan implementasi dana desa, Kamis, (24/082017) di Aula Panglateh, Kecamatan Lhoksukon sekitar pukul 14:00 WIB siang.
 
Acara sosialisasi dana desa dan TP4D dengan tema "Ayo, kita kawal dana desa kerja bersama bangkit bangun desa" tersebut dihadiri sekitar 200 orang diantaranya, Kajari Lhoksukon Edi Winarto SH.,MH, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Erning Kosasih SH, Kasi Datun Edi Samrah SH, Kasi PMD mewakili Camat Lhoksukon Samsul Bahri S.Sos, Mewakili Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Sejahtera (BPMKS) Aceh Utara, Abdullah S.Sos, Mewakili Inpektorat Aceh Utara, Ruswandi SE.,MM, dan Keuchik lima kecamatan yaitu Matangkuli (39 keuchik), Lhoksukon (75 Keuchik), Cot Girek (24 keucik), Tanah Luas (57 keuchik), Lapang (11 keuchik).

Kejari Lhoksukon Edi Winarto kepada peserta yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan sejumlah arahan untuk pengawasan Dana Desa tersebut.

“Soaialisasi ini adalah program pemerintah pusat dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, melalui TP4D kita akan melakukan pendampingan desa dengan tujuan untuk mengawal dan mengamankan penggunaan dana desa agar aman,” jelasnya.

Edi juga meminta agar setiap kepala desa atau geuchik untuk melaksanakan realisasi anggaran bantuan dana desa sesuai yang telah diatur pentunjuk tekhnis maupun sesuai aturan pemerintah yang berlaku.

Dan juga dana desa tahun 2017 agar dipergunakan jangan hanya untuk pembangunan infrastruktur tapi untuk program lainnya seperti pengembangan usaha masyarakat, olahraga, dan lain sebagainya.

“ Kejaksaan sangat mendukung jika dana desa diperuntukkan sesuai aturan. Namun, jika ada kesalahan atau penyalahgunaan dari dana desa tersebut akan berhadapan dengan aparat penegak hukum khususnya kejaksaan,”tegas Edi

Sementara Kasi Intel Kejari Lhoksukon, Erning Kosasih SH, meminta kepada keucik untuk menyusun perencanaan penggunaan dana desa dan tepat dalam penggunaannya.

“Mengharapkan kepada keuchik untuk tidak main-main dalam menggunakan dana desa, susun perencanaan dan penggunaannya sesuai aturan,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa acara Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar tidak ada kepentingan kejaksaan. “Kegiatan ini semata-mata untuk kepentingan keuchik agar mampu mengoperasionalkan aplikasi dana desa yang berbasis komputer,”tambah Erning.[]

TAKENGON - Dalam rangka memperingari Hari Ulang Tahun ( HUT ) Ke-72 TNI, Kodim 0106/Ateng menggelar bazar pasar murah yang bertempat di lapangan Sanggamara Kp. Takengon Timur, Kec. Lut Tawar, Kab. Aceh Tengah, Kamis ( 24/08/2017 ). Tema yang di usung " Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat dan Profesional, Siap mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, mandiri serta berkepribadian.

Kegiatan tersebut di buka langsung oleh Dandim 0106/Ateng-BM Letkol Inf Didit Hari Prasetyo Putro, S.I.P yang di dampingi oleh Kepala Koperasi Kartika Karya Musara Serma Saefullah menuturkan, Kami sangat mendukung dengan di adakannya pasar murah ini dan di harapkan kegiatan semacam ini harus terus di laksanakan serta dengan adanya bazar ini masyarakat golongan menengah ke bawah dapat terbantu akan kebutuhan sembako.

Lebih lanjut Komandan Kodim mengatakan bahwa bahan pokok yang dijual dipasar murah ini antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, telor dan tepung segitiga biru dengan harga bervariasi. Bahan pokok tersebut harganya lebih murah bila dibandingkan dengan dipasaran pada umumnya. Untuk pelaksanaannya kegiatan ini di rencanakan akan berlangsung selama 2 Hari, yang di mulai dari Hari sekarang sampai 2 Hari ke depan. Tujuan dari bazar ini adalah untuk menjalin tali silahturahmi antara TNI dan Rakyat.(Rill)

Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, menghimbau semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan jalan tol Tans-Sumatera untuk bekerja maksimal agar jalan tersebut dapat segera dinikmati oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Dermawan, saat menerima dokumen perencanaan pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, ruas Banda Aceh-Sigli dari Ir Fathurrahman selaku Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I, di Ruang Kerja Sekda Aceh, Kamis (24/8/2017).

“Semoga proses pembangunan jalan ini bisa kita laksanakan dengan cepat, mari kita kerja sekuat tenaga secara bersama-sama, agar jalan ini bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Sekda.

Tol Trans Sumatera Ruas Banda Aceh-Sigli akan melintasi dua kabupaten, sepuluh kecamatan dan 78 gampong, dengan panjang jalan mencapai 74 Kilometer. Luas tanah yang diperlukan untuk mengimplementasikan kontruksi ruas jalan ini adalah 857 hektar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Asisten I Sekda Aceh, Kepala Dinas Kehutanan Aceh dan  Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh. (Ngah)

Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Syaiba Ibrahim membuka  Rapat Koordinasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional dan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS)  se- Aceh di hotel Grand Nanggroe, Kamis (24/08/17).

Sekda Dermawan dalam sambutan yang dibacakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Syaiba Ibrahim menyampaikan, penyediaan air minum merupakan bagian dari pelayanan publik yang harus ditingkatkan karena kebutuhan air minum masyarakat terus meningkat. 

Syaiba mengakui, upaya pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat tidaklah mudah. Hal ini disebakan oleh beberapa faktor yang menjadi penghambat seperti terbatasnya kemampuan PDAM dalam menjamin kelancaran pendistribusian air bersih ke pelanggan,  sulitnya menjangkau pelanggan yang jauh dari pusat pelayanan, dan soal ketersediaan sumber air bersih yang terkadang tidak stabil.

Untuk mengatasi hambatan itu kata Syaiba, Pemerintah Aceh  telah membentuk Badan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BP SPAM) Regional , dengan tugas utama  melakukan pendampingan bagi PDAM di seluruh Aceh agar dapat meningkatkan kinerjanya.

“Lembaga ini juga bertugas melakukan pengembangan SPAM di berbagai daerah, dengan harapan agar empat standar pelayanan dan penyediaan air minum, yaitu: kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan, dapat kita penuhi,” kata Syaiba.

Meskipun tidak mudah kata syaiba, Peningkatan pelayanan tetap akan ditingkatkan dengan memberdayakan semua kekuatan yang ada, termasuk dukungan dari pemerintah pusat. 

“Oleh sebab itu, program-program penyediaan air di Aceh perlu kita sinergikan dengan program yang ada di tingkat pusat,”ujar Syaiba. 

Syaiba mengatakan, pertemuan rapat koordinasi tersebut akan lebih fokus pada upaya menggali permasalahan dan merumuskan ide-ide untuk meningkatkan pelayanan dan akses air minum kepada masyarakat di Aceh. 

“Mari kita memanfaatkan forum ini untuk saling berdiskusi, berbagi dan bertukar informasi terkait upaya meningkatkan program layanan air minum yang lebih baik.  Semoga kerja keras dan niat baik kita mendapat ridha dari Allah SWT,” ujar Syaiba. (Rill)

Banda Aceh -- Polisi Daerah Aceh memusnahkan narkoba senilai 23 miliar rupiah jenis sabu-sabu dan ganja di Mapolda Aceh, Kamis 24 Agustus 2017. Secara keseluruhan, total narkoba itu berasal dari pemusnahan sabu-sabu seberat 10 kilogram dan 1.830 kilogram ganja dan 750 batang ganja kering.


Dalam laporannya, Kapolda Aceh memaparkan bahwa keseluruhan narkoba tersebut merupakan hasil sitaan polisi per Juli hingga Agustus 2017. Sementara secara keseluruhan pada tahun 2017 Polda Aceh sudah memusnahkan 1.856 ganja kering, sabu-sabu sebanyak 30.319,24 gram, ekstasi sebanyak 3.664 butir dan 49,5 hektar ladang ganja.

"Total itu merupakan pengungkapan 962 kasus dengan tersangka sebanyak 1.344 orang," kata Kapolda Aceh Rio S. Djambak.

Jika dikalkulasikan dengan rinci pemusnahan narkoba pada Kamis pagi, dengan taksiran harga ganja dua juta rupiah per kilogram dan sabu-sabu dengan harga 2 miliar per kilo, maka Polda Aceh memusnahkan barang bukti narkoba tersebut dengan total nilai 23.660.000.000 rupiah.

Sementara sepanjang 2017, maka Polda Aceh telah memusnahkan narkoba dengan total nilai lebih dari 70 miliar, dengan perkiraan harga ekstasi sebesar 300.000 rupiah per butir. Total itu belum dikalikan dengan harga 49 hektare ganja yang tumbuh di ladang.

Di Aceh, ganja memang narkoba yang nilainya tak terlalu tinggi, hanya berkisar 500 ribu per kilogram. Namun demikian, saat narkoba diperdagangkan di luar Aceh, harganya bisa melambung hingga mencapai 2 juta rupiah per kilogram. Sementara sabu-sabu di Cina, daerah produsen narkoba itu dijual murah, yaitu seharga 1 juta per kilo. Sementara di dalam negeri sabu-sabu dihargai selangit: 2 miliar per kilogram. Untuk ekstasi, di negeri Belanda dijual 3.000 per butir dan lebih mahal 100 persen di Indonesia, yaitu 300 ribu rupiah.


Aksi polisi tersebut diapresiasi oleh Sekda Aceh, Dermawan MM. Ia menyebutkan pemerintah Aceh bermitmen memberantas narkoba. Pemerintah bahkan mengancam akan memecat PNS yang terlibat dengan barang haram itu.

"Kita juga akan proaktif menyuluhkan bahayanya narkoba kepada masyarakat," kata Dermawan. Selain itu, kata Dermawan, pemerintah akan membuat program peningkatan perekonomian masyarakat sehingga warga bisa disibukkan dengan kegiatan yang membangun.

Sementara Kapolda Aceh Rio S. Djakbak juga berkomitmen memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya. Jika diperlukan, polisi akan menembak langsung pengedar narkoba yang berkeliaran di wilayah Aceh.

"Kita tidak segan mengejar pelaku hingga ke sindikatnya," kata Rio.

Rio menyebutkan narkoba adalah musuh bangsa yang harus diberantas. Saat itu penggunaan narkoba di Indonesia semakin tinggi dan memperhatinkan. Data BNN menyebutkan ada 4,5 juta pengguna narkoba baik aktif maupun pasif di Indonesia. Angka itu didominasi oleh generasi muda.


"Narkoba adalah proxy world dan Indonesia saat ini darurat narkoba," kata Rio.

Di Aceh sendiri, dalam dua tahun terakhir angka tersangka pengguna dan pengedar narkoba memang mengalami penurunan. Namun demikian, jumlah barang bukti mengalami kenaikan.

Untuk itu, Kapolda mengajak semua pihak secara bersama menanggulangi kejahatan narkoba. Keseriusan Polda Aceh dibuktikan dengan pembenahan di tingkat internal. "Kita tidak segan menindak personil dengan sanksi berat," kata Kapolda. Upaya pembenahan itu diharapkan menjadi inspirasi instansi lain untuk melakukan aksi serupa. (Humas - Aceh)

StatusAceh.Net - BNPB kembali meraih penghargaan dunia atas capaian inovasi dan kreativitas dalam penanggulangan bencana, khususnya di kawasan Asia Pasifik. Kemitraan dan kolaborasi yang dilakukan BNPB bersama dengan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana telah menghasilkan berbagai produk yang mendapat pengakuan masyarakat dunia, bahwa Indonesia telah maju dan menjadi inspirasi negara-negara lainnya.

BNPB memperoleh penghargaan Asia Geospatial Excellence Award 2017 dari Geosmart Asia dalam acara Geosmart Asia Forum dan Geo Intelligence Asia Pasific Forum di Kuala Lumpur, Malaysia 22-24/8/2017. Penghargaan diberikan kepada BNPB untuk PetaBencana.id untuk kategori teknologi geospasial dalam keterlibatan publik. Acara tahunan bergengsi ini dihadiri lebih dari 1.200 peserta dari 25 negara dan 300 organisasi di kawasan Asia Pasifik.

Penghargaan Asia Geospatial Excellence Award 2017 juga diberikan kepada beberapa lembaga dan organisasi atas inovasi dan capaian dalam teknologi geospasial antara lain:

1. JAXA, RESTEC, NTT DATA Corporation, Jepang untuk AW3D: The World’s First 5m-Resolution 3D Map of the Earth.
2. Kota Songdo, Korea Selatan untuk GIS-Based Smart Urban Planning System.
3. BNPB Indonesia untuk PetaBencana.id.
4. National Hydraulic Research Institute of Malaysia untuk Malaysia Climate Change Knowledge Portal.
5. National Land and Surveying and Mapping Center, Taiwan untuk The Integration Program of Land Use Monitoring.
6. Mass Rapid Transit Corporation (MRT Corp) Malaysia untuk Implementation fo SSP MRT Line.

PetaBencana.id merupakan platform berbasis lokasi yang menyediakan pengguna secara aktif melaporkan kejadian bencana banjir secara realtime menggunakan social media dan aplikasi pesan pendek. PetaBencana.id dikembangkan BNPB bersama MIT (Massachusetts Institute of Technology), Usaid, HOT, PDC, dan BPBD DKI Jakarta. Saat terjadi bencana banjir Jakarta, platform ini secara cepat dapat menghimpun data dan informasi banjir secara cepat dan realtime. Sosial media memiliki kekuatan yang luar biasa dalam penyebaran informasi terkait bencana.


Saat ini, jumlah penduduk Indonesia 262 juta jiwa, dimana 132,7 juta jiwa (51 persen) pengguna internet dan 106 juta jiwa (40 persen) adalah pengguna aktif sosial media. Pengguna aktif Facebook ada 71,6 juta jiwa (terbesar nomor 4 di dunia), 20 juta jiwa pengguna aktif Twitter (terbesar nomor 5 di dunia), dan jutaan jiwa penggguna aplikasi sosial media lainnya. Kekuatan sosial media ini dapat dimanfaatkan untuk mendapat laporan kejadian bencana secara cepat. Sesuai azas dan prinsipnya, penanggulangan bencana harus dilakukan secara cepat dan tepat. P

PetaBencana.id mampu mengumpulkan, menyortir dan memvisualisasikan cuitan dari social media ke dalam bentuk peta. Saat banjir Jakarta pada 21/2/2017, ribuan masyarakat melaporkan banjir dan PetaBencana.id diakses lebih dari 500 ribu dalam waktu kurang dari 12 jam sehingga dampak bencana terpetakan secara cepat. Masyarakat secara aktif terlibat saat bencana. Penanganan banjir menjadi lebih mudah di dalam pengambilan keputusan, pemberian bantuan, pengerahan personil dan lainnya. Hal inilah yang mengisipirasi beberapa negara lain untuk mengadopsi teknologi sosial media untuk digunakan dalam penanggulangan bencana.

Saat ini, informasi dan teknologi geospasial menjadi alat penting dalam pembangunan bangsa dan pengambilan keputusan. Pemerintah dan perusahaan bisnis sekarang menyadari kekuatan teknologi ini dan menggabungkan hal yang sama dalam prosesnya. Inisiatif teknologi semacam itu memainkan peran penting dalam membentuk ekonomi dunia dan masyarakat. Nilai teknologi geospasial terletak pada kemampuannya untuk mengelola dan mengintegrasikan data, serta kemampuan analisisnya yang mempertajam pengambilan keputusan, yang pada akhirnya mengefisiensi kan waktu dan biaya.

Semoga penghargaan ini dapat menjadi inspirasi dan kebaikan bagi kita bersama. Terima kasih atas dukungan semua pihak.

Laporan: Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB)

Aceh Timur – Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono didampingi Dandim 0104/Atim Letkol Inf Haris Isya Siregar bersama kelompok Tani  meninjau lokasi cetak sawah di Desa Gading, Kecamatan Birem Bayeun, Wilayah Kodim 0104 setempat, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (24/8)

Saat di lokasi, Komandam Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono mengatakan,  Cetak sawah merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan TNI-AD dalam program mencetak lahan sawah baru di Desa Gading, Kecamatan Birem Bayeun,  guna menyukseskan program swasembada pangan.

Selain itu, diharapkan kepada para Babinsa harus selalu siap di lapangan dalam melakukan pendampingan kepada petani. "Babinsa harus memberikan laporan perkembangan pekerjaan kepada Danramil untuk diteruskan ke Komando Atas. Babinsa terus mendorong dan mengawal agar alat dapat bekerja setiap hari. Jangan ada yang menghambat, dan program cetak sawah ini merupakan program pusat untuk di seluruh Indonesia," sebut Danrem Lilawangsa.

Peninjauan di dua wilayah kerja Kodim 0104/Aceh Timur dengan target perluasan 152 hektare dan Aceh Tamiang 86 hektare.(Rill)

Banda Aceh - Aparat polisi syariat Islam (wilayatul hisbah) merazia puluhan pengendara sepeda motor yang berpakaian ketat di Jalan Teuku Nyak Arif, Kota Banda Aceh, Aceh, pada Kamis, 24 Agustus 2017. Razia itu untuk menegakkan syariat Islam di Aceh.

Berdasarkan pantauan VIVA.co.id, petugas berdiri di sisi kanan jalan mengawasi pengendara sepeda motor. Di bagian tengah jalan terpasang papan bertulis "razia penegakan syariat Islam". Para wanita terjaring razia kebanyakan memakai celana ketat. Pria banyak yang memakai celana pendek (di atas lutut).

“Razia ini melaksanakan penegakan qanun (peraturan daerah) Nomor 11 Tahun 2002 tentang syariat Islam bidang akidah, ibadah, dan syiar Islam,” kata Nasrul Miadi, Pelaksana Tugas Kepala Seksi Operasi dan Pengawasan Syariat Islam Wilayatul Hisbah.

Dalam penjelasan qanun itu, berpakaian sesuai syariat Islam disebutkan harus menutup aurat, tidak tipis, dan tidak membungkus sehingga memperlihatkan lekuk tubuh.

Razia akan rutin dilakukan guna menyadarkan orang bahwa pentingnya berpakaian islami. Dalam operasi penegakan syariat Islam itu, sebanyak 65 pengendara terjaring razia busana muslim.

Namun razia kali ini tak seperti biasanya. Petugas lazimnya memberikan sarung kepada mereka yang terjaring razia tetapi kali ini tidak. "Ini kita tunda (pemberian sarung), namun ke depan kita berikan bagi siapa saja yang berpakaian ketat," ujarnya.

Dalam razia itu, para pelanggar hanya diberikan pembinaan dan dinasihati tentang tata cara berpakaian yang menutup aurat dan sesuai syariat Islam.| Viva

Banda Aceh - Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh sudah berlangsung sejak diundangkan UU no 44 tahun 1999 dan UU no 18 tahun 2001. Sejak itu Aceh resmi menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang diberikan keistemewaan untuk melaksanakan syariat Islam di daerahnya.

Dalam pelaksanaannya, ayariat Islam di Aceh dianggap masih belum maksimal berjalan meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa pelaksanaan syariat Islam di Aceh sudah memberikan dampak yang lebih positif bagi kehidupan masyarakat Aceh. Oleh sebab itu,  proses berjalannya syariat Islam di Aceh harus terus didorong dan didukung agar pelaksanaannya bisa maksimal dan memberikan hasil. 

Namun ternyata,  semangat memajukan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh belum didukung sepenuhnya dengan pengalokasian dana yang sesuai dengan harapan.  Menurut Ketua Partai Damai Aceh Tgk. Muhib, alokasi anggaran pada Dinas Syariat Islam tidak sampai Rp 30 miliar yang direncanakan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2018 yang ditetapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh.

Menanggapi hal ini,  Tuanku Muhammad selaku Ketua Umum KAMMI Aceh sangat menyayangkan jika dana untuk Dinas syariat Islam selaku dinas yang memiliki kewajiban untuk mengurusi pelaksanaan Syariat Islam di Aceh hanya diberikan lebih kurang 30 Milyar saja.  Padahal menurut Pasal 10 ayat (2) Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pokok-Pokok Syariat Islam, jelas mengatur alokasi anggaran untuk syariat Islam lima persen dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) atau APBK.

"Coba kita bayangkan,  maukah pelaksanaan syariat Islam di Aceh bisa maju jika dananya saja banyak dikebiri,  30 Milyar itu hanya 0,2% dari 14 T APBA kita.  Seharusnya jika melihat aturan qanun, dana untuk syariat Islam bisa mencapai 700 M atau 5% dari total APBA. Padahal disaat zaman sudah penuh dengan kemaksiatan seperti ini, syariat Islam harus bisa lebih digenjot dan diperhatikan serta dijadikan tameng untuk menyelematkan kehidupan rakyat Aceh," tegas Tuanku.

Oleh karena itu kata Tuanku, "Kita mengharapkan agar alokasi dana untuk Dinas Syariat Islam bisa ditambah lagi dalam KUA dan PPAS oleh BAPPEDA Aceh," ujar Tuanku

"BAPPEDA harus bisa lebih adil dalam membagi-bagi anggaran prioritas. Saat ini terkesan anggaran untuk pembangunan fisik saja yang lebih diprioritaskan tetapi pembangunan SDM Aceh seperti pembinaan masyarakat terhadap pemahaman keislaman malah dilupakan," imbuhnya

"Keupeu gedong di Aceh manyang-manyang ngoen lagak-lagak.  Tapi aneuk nanggroe gadoh bak peget maksit.  Woe,  woe,  woe,  BAPPEDA," saran Tuanku.

[NAJMI]

StatusAceh.Net - Seorang pria difabel telah membukakan mata dunia tentang arti sebuah tekad baja. Sebuah bukit sepanjang 200 meter berhasil ia belah untuk membuat jalan pintas menuju rumahnya. Perjuangan selama 3 tahun yang awalnya dicemooh banyak orang, kini telah menjadi inspirasi.

Melethuveettil Sasi yang berasal dari daerah Kerala, India, menjadi cacat setelah terjatuh dari pohon kelapa 18 tahun yang lalu. Akibatnya ia mengalami patah tulang dan separuh tubuhnya lumpuh. Ia hanya bisa terbaring di tempat tidur selama bertahun-tahun. Kondisi ini membuat keluarganya hampir tak memiliki apapun.

"Dulu aku mahir memanjat pohon, tapi dihari itu, entah mengapa aku terpeleset. Separuh tubuhku lumpuh. Tangan dan kakiku patah. Selama berbulan-bulan aku hanya bisa terbarik di tempat tidur, tanpa bisa bergerak sedikitpun" Sasi mengenang masa-masang suramnya.

"Butuh bertahun-tahun hingga aku mampu kembali berdiri. Tapi aku ingin bisa berjalan lagi. Jadi perlahan aku mulai belajar berjalan." katanya.

Karena kelumpuhannya, anak-anaknya tak bisa dinafkahi dan harus putus sekolah untuk bisa bekerja membantu keuangan keluarga. Yang bisa dilakukan Sasi untuk keluarganya hanyalah menjadi penjual tiket lotere. Ia punya impian bisa membeli kendaraan untuk mempermudah kerja.

Namun karena jalan menuju rumahnya terhalang bukit tinggi, ia akhirnya berinisiatif meminta bantuan Panchayat raj (Semacam sistem pemerintahan lokal di India) untuk membuatkan jalan menuju rumahnya. Tapi keinginan Sasi ditolak. Sadar tak ada yang mau membantunya, ia nekad mengambil peralatan sederhana dan mulai menggali bukit seorang diri.

"Aku tak pernah berpikir kapan aku bisa menyelesaikan pekerjaan ini. Aku hanya ingin sebuah jalan. Setiap hari, aku mulai pekerja dri jam 5 pagi, dan berhenti jam 8.30 pagi, ketika hari mulai panas, dan kembali meneruskan menggali di jam 3.30 sore hingga matahari terbenam," ujarnya.

Butuh waktu tiga tahun hingga bukit tersebut berhasil dibelah Sasi. BErkat kerja kerasnya, keluarga dan penduduk di lingkungannya kini dapat mengakses jalan ke desa tetangga dengan jauh lebih cepat. Selanjutnya

Banda Aceh - Forum Aceh Menulis (FAM) sukses melaksanakan kegiatan menulis yang ke lima dengan mengangkat tema Teknik Menggali Dan Mengembangkan Ide Penulisan. Kegiatan ini dihadiri oleh 30-an penulis se-Aceh yang diselenggarakan di lingkungan Kompleks Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Rabu, 23 Agustus 2017.

Dalam kegiatan Forum Aceh Menulis ini, Yarmen Dinamika selaku pembina FAM, juga Redaktur Harian Serambi Indonesia mengundang Dosen Kesusastraan Unsyiah, Dr. Wildan, M. Pd. Pada kesempatan Rabu ini, Wildan memaparkan materi dengan metode bagaimana menggali ide dan mengembangkannya.

Dalam pemaparannya Wildan menyampaikan bahwa banyak membaca sangat penting untuk menjadi penulis hebat. Dengan mengeluarkan ide-ide hebat yang bersumber pada pengalaman langsung dan tak langsung katanya, maka banyak tulisan dan karya yang akan dihasilkan oleh penulis.

"Kita dapat membuat tulisan berdasarkan pengalaman langsung dan tidak langsung. Pengalaman langsung adalah pengalaman sendiri (pribadi). Sedangkan pengalaman tidak langsung misalnya sumbernya dari bahan bacaan, wawancara, observasi, mimpi, dll," ungkap dosen Kesusastraan Unsyiah tersebut.

"Dengan banyak membaca, ide-ide besar akan keluar dengan sendirinya. Lalu persiapan selanjutnya adalah mengumpulkan bank ide menjadi sebuah kerangka dan harus cepat dalam mengeluarkan ide, mempunyai pengalaman dan banyak mencari sumber bacaan. Intinya banyak-banyaklah membaca agar banyak ide dan karya untuk ditulis," ujar dosen adalah Bireuen tersebut.

Lalu Wildan menambahkan bahwa menjadi penulis jangan suka plagiat dan menjiplak ide-ide orang. "Hal itu tidak baik bagi seorang penulis dan haram hukumnya. Karena mengambil karya orang lain dengan menjiplak atau plagiat, hal ini sangat dilarang dalam setiap ilmu kepenulisan," imbuhnya

Ia juga mengharapkan kepada para penulis agar dapat mengeluarkan ide-idenya melalui banyak membaca, banyak observasi dan mencari pengalaman sendiri agar tidak plagiat atau menjiplak karya karya orang lain.

"Intinya banyak-banyaklah membaca karya/pengalaman orang lain dengan tidak memplagiat/menjiplaknya agar tulisan kita berkah dunia dan akhirat." tutup dosen pengagum karya Ali Hasyimi tersebut.

Adapun disela-sela materi, Dr. Wildan memberikan kuis kepada peserta dengan hadiah berupa buku karyanya. Para peserta pun bertambah semangat karena setiap kelas Forum Aceh Menulis banyak memberikan doorprize. Makanya jangan lupa ikuti Forum Aceh Menulis dengan mengundang pemateri/penulis terkenal setiap rabunya di Kompleks Taman Ratu Safiatuddin, Lampriet, Banda Aceh.

[NAJMI]                       

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono
JAKARTA- Sebanyak enam oknum anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) Ditlantas Polda Metro tertangkap tangan Biro Provos Divpropam Polri saat sedang melakukan pungli di pintu tol Semanggi tepatnya di jalan Jend. Sudirman Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (22/8/2017).

Keenam polantas tersebut menggelar razia ilegal yakni tanpa dilengkapi surat perintah di kawasan pintu tol semanggi terhadap warga pengguna jalan yang berinitial MAAA dan mengambil SIM serta STNK  milik seorang warga berinitial RT tanpa memberikan surat tanda tilang.

Dari informasi diterima redaksi, berdasarkan Sprin Nomor SPRIN 1360/VIII/2017 TGL 16 Agustus 2017 AKBP S dengan Kepala Tim AKBP SK bersama anggota IPDA S, IPDA JA, BRIPKA RW, BRIGADIR G,;BRIGADIR AD dan BRIPTU MIR sedang melaksanakan kegiatan Patroli Area Service didaerah Pintu keluar Tol Semanggi jalan Jenderal Gatot Subroto Jakarta Selatan.


Saat melakukan pengecekkan dan menemukan ada 6 anggota Ditlantas Polda Metro Jaya yang sedang melakukan kegiatan pemeriksaan terhadap pengguna kendaran roda empat dan setelah dilakukan pengecekkan oleh Biroprovos Divpropam terhadap masyarakat diketahui 5 oknum anggota Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan pungutan liar sebesar Rp. 100.000 terhadap MAAA.

Oknum anggota tersebut juga disebutkan ada yang telah mengkonsumsi Narkoba, karena di temukan Narkoba jenis Shabu dan Bong (Sedotan) dan pembungkus clip tempat Shabu didalam kendaraan milik oknum anggota tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraanya dan setelah diinterogasi mereka mengakui, sebelum melaksanakan tugas terlebih dahulu mengkonsumsi Narkoba jenis shabu.

Oknum anggota Ditlantas Polda Metro Jaya yang melakukan pungutan liar, dengan melakukan kegiatan Operasi Kepolisian di jalan raya tanpa adanya Surat Perintah dan membawa SIM dan STNK milik masyarakat tanpa diberikan Surat Tilang diantaranya, BRIGADIR DF, BRIGADIR RF, BRIPTU MTP Simbolon, S.H, BRIPDA AP.

Sementara dua orang oknum anggota Ditlantas Polda Metro lainnya diketahui menyimpan dan menggunakan narkoba jenis shabu, masing masing BRIGADIR DF, BRIGADIR RPF. 

Biroprovos Divpropam Polri juga mengamankan anggota Ditlantas Polda Metro BRIGADIR DF, BRIGADIR HPS. Tiga teman mereka berhasil melarikan diri namun berhasil diamankan diantaranya BRIGADIR RF, BRIPTU MTPS S.H, dan BRIPDA AP.

Barang bukti yang diamankan 1 set alat (Bong) penghisap shabu, 22 pivet alat hisap shabu, 5 clip plastik ukuran 1 Gram shabu (bekas digunakan), 1 unit kendaraan No.Pol B 1203 TOD jenis Toyota Avanza warna abu abu metalik, tempat ditemukannya narkoba jenis shabu, STNK mobil atas nama Didik Filianto.

Kemudian juga diamankan 1 buah KTA atas nama Didik Filianto, 1 buah KTP atas nama Didik Filianto, 1 buah SIM C atas nama Chandra Wijaya, 1 buah SIM C atas nama Maryadi Gunawan, 1 buah SIM BII (umum) atas nama Hadi Suyanto, STNK motor Honda atas nama Linan, 1 unit Tablet obat merek ONZ Omeprazole 20 Mg dan obat Antasidadoen, 1 buah HT merk Motorola.

Dari para oknum polantas juga turut diamankan sejumlah uang sebesar Rp 772.000, pecahan uang lembar kertas Rp 100.000 sebanyak 5 lembar, pecahan uang lembar kertas Rp. 50.000, sebanyak 5 lembar, pecahan uang lembar kertas Rpb10.000 sebanyak 2 lembar, pecahan uang lembar kertas Rp 2.000 sebanyak 1 lembar. Semua uang tersebut diduga hasil pungutan liar terhadap terduga pelanggar lalulintas.

Barang bukti lain yang diamankan 1 buah tas hitam merek Famo, 1 buah buku tabungan atas nama Afrian Pitang, 1 buah lembar struk Debit Bank Mandiri, 1 buah SIM C atas nama MUSADDAD, 2  buah masker, 1 buah KTP atas nama MUSADDAD, 4 buah buku tilang, 1 buah kertas plotingan pos, 1 buah cas HP, 1 jaket warna hitam, 1 HT merek Motorola,  KTA atas nama BRIGADIR HPS, Surat Ijin Memegang/Membawa Senjata Api Nomor: SIM/1713/V/2016/Rosarpras atas nama BRIGADIR HPS yang sudah tidak berlaku lagi.(Red/Riaukontras)

StatusAceh.Net - Sejumlah kesepakatan peningkatan kerja sama berhasil dicapai antara Indonesia dan Viet Nam. Kesepakatan tersebut dicapai lewat pertemuan bilateral yang dilakukan antara Presiden Joko Widodo dengan Sekretaris Jenderal Partai Republik Sosialis Viet Nam Nguyen Phu Trong di Istana Merdeka, pada Rabu, 23 Agustus 2017.


Memberikan keterangan pers bersama usai pertemuan, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa pertemuan tersebut berlangsung dengan sangat produktif. Setidaknya terdapat tiga isu utama yang menjadi fokus pembicaraan Indonesia dan Viet Nam yang disebutnya telah menjadi salah satu mitra strategis Indonesia sejak tahun 2013.

"Dalam pertemuan tadi kita memfokuskan pada tiga isu utama, yaitu peningkatan kerja sama di bidang maritim dan perikanan, perdagangan dan investasi, serta isu kawasan," ucap Presiden.


Dalam bidang maritim, kedua negara sepakat untuk mempercepat proses perundingan dalam penetapan batas wilayah zona ekonomi eksklusif. Sementara di bidang perikanan, keduanya juga sepakat untuk bekerja sama mengatasi pencurian ikan di perairan masing-masing.

"Di bidang perikanan, kedua negara sepakat untuk menindaklanjuti usulan Indonesia bagi dicapainya sustainable fisheries dan bekerja sama mengatasi illegal unreported and unregulated fishing," ia menjelaskan.

Indonesia dan Vietnam sendiri dalam tiga tahun terakhir berhasil meningkatkan nilai perdagangannya. Oleh karenanya, kedua negara berpandangan agar tren peningkatan tersebut dapat berlanjut di masa-masa mendatang.


"Kita telah membahas berbagai langkah dan inisiatif baru agar target perdagangan sebesar USD10 miliar dapat dicapai. Sebagai negara kunci dan produsen utama lada dan karet di dunia, kita juga bersepakat untuk mengambil langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kualitas kedua komoditas tersebut," ujarnya.


Presiden Joko Widodo secara khusus meminta kepada Nguyen untuk dapat memberikan perlindungan dan memfasilitasi keperluan para investor Indonesia di Viet Nam. Adapun dalam bersikap mengenai isu kawasan, Presiden Joko Widodo dan Nguyen Phu Trong menyadari pentingnya kesatuan dan kerja sama di antara negara-negara kawasan dalam mewujudkan visi masyarakat ASEAN tahun 2025.

"Kita menyambut baik kemajuan yang dicapai dalam kerangka code of conduct yang akan menjadi dasar yang kuat bagi pengaturan norma komprehensif di Laut Cina Selatan. Kita juga sepakat untuk menjadikan ASEAN sebagai motor bagi terciptanya perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan,"ia mengakhiri.

Pertemuan yang dilakukan pada hari ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Nguyen di Indonesia. Sebelumnya, ia tiba di Jakarta pada Selasa kemarin dan telah bertemu dengan pimpinan MPR, DPR, dan DPD Republik Indonesia.

Adapun nota kesepahaman yang ditandatangani dalam pertemuan tersebut antara lain kerjasama di bidang pendidikan antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dengan Wakil Perdana Menteri yang juga Menteri Luar Negeri Viet Nam Pham Binh Minh; kerjasama pembangunan pedesaan antara Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dengan Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Viet Nam Nguyen Xuan Cuong; kerjasama di bidang batu bara, pemanfaatan gas di batas wilayah kontingen antara Menteri ESDM Ignasius Jonan dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam Tran Tuan Anh; kerjasama di bidang hukum antara Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dengan Menteri Kehakiman Viet Nam Le Thanh Long. 

Sementara itu, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya Arie Soedewo dan Komandan Penjaga Pantai Viet Nam Letnan Jenderal Nguyen Quang Dam juga menandatangani surat pernyataan kerjasama antara keduanya.

Jakarta, 23 Agustus 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Bireuen - Generasi Muda Demokrat (GMD) dan Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) Kabupaten Bireuen yang merupakan underbow Partai Demokrat menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada korban kebakaran M. Ali (suami) dan Marsyidah (istri) di Dusun teupeun desa meunasah dayah kec.kota Juang, Bireuen. (23/8/2017)

Kebakaran yang beberapa hari lalu melahap satu unit rumah beserta seluruh isinya di desa menasah dayah tepatnya di belakang SDN 8 Bireuen mulai berdatangan bantuan baik dari Pemda maupun lembaga sosial lainnya.

Rahmat Asri Sufa selaku Ketua GMD Bireuen menegaskan, "bantuan yang kami serahkan berupa uang tunai ini murni sumbangan dari rekan-rekan GMD lainnya, dan begitu juga dengan IMDI. Semoga sumbangan ini bisa meringankan beban keluarga korban", sebut Rahmat yang didampingi Sekretaris GMD Faisal HS, SE dan Ketua GMD Kec. Peusangan Firdaus, S.Kom

Sedangkan Ketua IMDI Bireuen Syahrul Basri menyampaikan rasa terima kasih kepada sahabat IMDI dan GMD yang sudi datang ke desanya untuk menyerahkan alakadar bantuan, dan keluarga korban juga menitip salam kepada Ketua Partai Demokrat Bireuen Edi Saputra yang sudah peduli terhadap musibah yang dihadapinya", ujar Syahrul didampingi Bendahara IMDI Ernayanti dan pengurus lainnya.(Rill)

Aceh Timur - Seorang warga Gampong Matang Bungong, Kecamatan Idi Timur, Hanafiah (67) Aceh Timur, menyerahkan sepucuk senjata api laras panjang jenis AK 47 beserta enam butir peluru ke Polres Aceh Timur, Rabu (23/08/17) pukul 15.30 WIB.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goenawan, S.H.,M.H mengatakan, Senjata tersebut diserahkan langsung Hanafiah dan diterima oleh Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto, didampingi Wakapolres Aceh Timur Kompol Carlie Syahputra di Aula Wira Satya Polres Aceh Timur.

“Senjata AK 47 ini merupakan peninggalan masa konflik milik anak Hanafiah berinisial Jo (30), setelah beberapa hari yang lalu berkoordinasi dan bekerja sama dengan Polres Aceh Timur sehingga hari ini diserahkan secara sukarela ke Pihak Kepolisian,”terang Kabid Humas.(Trb)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.