2017-11-05

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Lhokseumawe - Pencurian tabungan Mesjid Jamik ke Mapolsek Banda Sakti, pelaku ditangkap petugas kebersihan Mesjid Jamik yang terletak di jalan Samudera Desa Lancang garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe." sabtu siang (11/11/2017)

Pelaku yakni BP (29) warga gampung pisang kecamatan Kota Bakti Kabupaten Pidie.

Aksinya berhasil digagalkan oleh petugas kebersihan Mesjid dengan memanggil dan memeriksa isi tas pelaku. Ternyata di dalam tas pelaku terdapat sebuah tabungan mesjid jamik yang berisi uang 83000 rupiah, kemudian pelaku di amankan   Personil Polisi Sabhara ke Mapolsek Banda Sakti." ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kasubag Humas AKP Abdul Latif

Selanjutnya pelaku diproses dengan qanun atau hukum adat gampong. Pengurus Mesjid Chalid Ibrahim (67) memaafkan dan melakukan perdamaian yang ditanda tangani para pihak serta saksi.

Perjanjian tersebut memuat syarat pelaku tidak mengulangi perbuatannya serta meninggalkan kota Lhokseumawe dan Aceh utara."imbuh Kasubag Humas.(RMD)

Sabang - Salah satu event wisata bahari yang paling ditunggu di tahun ini, Sail Sabang 2017 resmi diluncurkan. Peluncuran dilakukan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat 9 November 2017.

Lebih dari 100 kapal yacht dari berbagai negara ditambah dengan kapal-kapal lainnya, termasuk KRI Bima Suci, akan mengikuti Toll Ship Parade pada acara puncak di tanggal 2 Desember di Teluk Sabang, Pelabuhan CT-3. Acara puncak sendiri akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Tidak hanya itu, acara juga akan dimeriahkan dengan menampilkan tarian kolosal Laksamana Malahayati, yang merupakan Laksamana Perempuan asal Aceh, diikuti Kapal Pemuda Nusantara, kapal riset Baruna Jaya IV dan Baruna Jaya VIII, dan parade kapal nelayan tradisional.

Total akan ada 24 acara yang digelar selama penyelenggaraan Sail Sabang 2017 pada 28 November hingga 5 Desember 2017. Mulai dari Jambore Iptek, Free Diving Competition, Sabang Underwater Contest, Sales Mission Cruise Operator, Lomba Memancing, Lomba Video dan foto serta lainnya.

Dengan deretan dan kemasan acara yang besar dan ‘wah’ tersebut, Sail Sabang 2017 disebut sebagai Sail Indonesia yang terbesar.

"Dapat kami pastikan bahwa Sail Sabang adalah event wisata terbesar di Indonesia tahun ini," ujar Gubernur NAD, Irwandi Yusuf.

Irwandi mengatakan, penyelenggaraan Sail Sabang 2017 mengangkat tema ‘Trail of Sea Civilization’. Ini sekaligus sebagai event tahunan Sail Indonesia dalam rangka meningkatkan pariwisata bahari dengan menjadikan Sabang sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia.

"Dengan terlaksananya event ini diharapkan Sabang dapat tampil sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia bagian barat. Sehingga pariwisata Sabang dapat berkontribusi mewujudkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia," ujarnya.

Lebih jauh Irwandi menjelaskan, Sail Sabang 2017 tidak hanya untuk mempromosikan wisata Aceh, tetapi juga sebagai wahana untuk mendorong percepatan pembangunan di Aceh.

"Serta juga mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Sabang," ujarnya.Wali Kota Sabang Nazaruddin menjelaskan, untuk mensukseskan Sail Sabang 2017 telah dipersiapkan fasilitas akomodasi untuk kunjungan sekitar 5.000 tamu undangan di antaranya dipersiapkan penginapan apung  kapal Pelni dan kapal yacht serta homestay sebanyak 19 buah dengan kapasitas 96 kamar.

Sementara itu untuk sarana transportasi udara dipersiapkan penerbangan ke  bandara Sabang, dan transportasi laut  antara lain dengan menambah kapal penyeberangan berupa tiga kapal cepat sebanyak 3 trip/hari dengan jumlah  2.400 penumpang  serta kapal ferry lambat untuk mengangkut logistik.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mendukung penuh agar pelaksanaan Sail Sabang 2017 dapat berjalan baik dan meningkatkan promosi pariwisata Indonesia, khususnya Sabang dan Aceh.

Menpar mengatakan, Sabang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan untuk wisata bahari karena potensi alam dan lokasinya yang strategis sehingga setiap tahun disinggahi puluhan kapal pesiar (cruise) maupun kapal yacht  dari mancanegara.

“Di kalangan wisatawan penggemar marine tourism, Sabang dikenal sebagai destinasi favourit karena para traveller bisa melakukan berbagai aktivitas antara lain; diving, snorkeling, fishing, sun-beaching, dan kegiatan wisata bahari lainnya dengan spot-spot yang menarik,” kata Arief Yahya.

Ia menjelaskan, tahun lalu kapal pesiar (cruise) yang singgah di Sabang sebanyak 10 cruise dengan membawa 6.137 wisman (per November 2016) serta  37 yacht membawa 82 wisman (per Juni 2016)  dengan total kunjungan wisman (yacht, cruise, dan diving) per November 2016 mencapai 9,763 wisman.

“Event Sail Sabang 2017 akan menjadi momentum untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisman (yacht, cruise, dan diving) ke Sabang,” kata Arief Yahya.

Karena itu Menpar berharap, sesuai dengan Presiden Joko Widodo bahwa Sail Sabang 2017 dapat memberikan dampak yang dapat menghasilkan bagi masyarakat. Jangan sampai Sail Sabang hanya selesai di penyelenggaraan.

"Poinnya Sail ini harus bisa memberi nilai ekonomi yang mensejahterakan masyarakat. Sail jangan hilang setelah acara. Kemenpar dan Kemenko Maritim pasti akan mendukung," ujarnya.

Untuk itu Menpar menekankan atas dua hal penting untuk kemajuan pariwisata di Sabang. Yakni ease of entry dan juga ease of business. Artinya Sabang harus bisa memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk datang. Mulai dari atraksi, amenitas dan aksesibilitas.

Sabang harus dapat memberikan kemudahan bagi investor untuk menanamkan modalnya.

"Saya setuju dengan Gubernur yang terbuka dengan investor. Karena pariwisata saat ini sudah menjadi penghasil devisa nomor dua terbesar setelah oil and gas. Tahun depan pariwisata akan menjadi nomor satu sebagai penyumbang devisa terbesar," ujar Menpar Arief Yahya.| webtorial | VIVA

StatusAceh.Net - Mempunyai seorang anak bagi seorang wanita adalah kado terindah dalam hidupnya. Apalagi tidak mudah mengandung selama 9 bulan lamanya. Ditambah banyak sekali perubahan yang akan terjadi pada tubuh saat masa kehamilan.

Namun kadang masih banyak ibu-ibu yang tidak peduli dengan bayinya yang baru terlahir. Mereka ada yang terkena sindrom baby blues yang membuatnya enggan bertemu dengan bayinya. Bahkan ada yang sampai membuang dan membunuhnya begitu saja.

Wanita ini salah satunya, yang telah mengaku melempar bayinya yang baru lahir. Tragisnya, bayi tersebut dilemparkannya dari jendela lantai 17. Hal ini disebabkan pacarnya yang sudah mememiliki istri meninggalkannya, untuk kembali kepada keluarganya.

Netchanok Nokyungtong yang baru berumur 20 tahun, mengatakan kepada polisi, bahwa dia sangat terpukul. Di mana pacarnya yang sudaah berumur 40 tahun, meninggalkannya. Ia kembali ke keluarganya di Korea Selatan, setelah dia mengatakan kepadanya bahwa dia hamil.

Nokyungtong yang tinggal di Thailand, tepatnya di apartemen di Pattaya. Dan ia telah melahirkan seorang anak laki-laki, pada hari Selasa siang, 7 November.

Segera setelah melahirkan, dia membungkus bayi laki-laki itu dengan tas plastik. Dan langsung melemparkannya dari jendela kamarnya.

Saksi yang melihat mengatakan kepada polisi, bahwa dia melihat sebuah benda besar jatuh melewati jendelanya di lantai empat. Dan ia terkejut saat menemukan bayi laki-laki itu di tanah, dan sudah tidak bernyawa.

Saksi kemudian menelepon polisi, dan mereka menemukan bayi masih memiliki tali pusar yang masih terpasang. Jantungnya sudah tidak berdetak.

Petugas memeriksa CCTV dan kemudian menangkap Nokyungtong, yang mengaku melempar bayinya ke luar jendela.

Dia mengatakan kepada polisi bahwa dia melahirkan 'secara tidak terduga' di kamar mandi. Dan membuka jendela serta menjatuhkan anaknya ke bawah di distrik Banglamung kota.

Kolonel Polisi Apichai Khemphet, kepala Polisi Pattaya, mengatakan bahwa Nokyungtong mengaku membunuh bayi tersebut dan akan dituntut setelah semua bukti dikumpulkan.

"Nona Netchanok Nokyungtong melahirkan di kamar mandi. Dimana darah ditemukan di lantai. Dia bilang dia kaget dan belum siap melahirkan. Pacarnya adalah orang asing yang sudah menikah dari Korea Selatan, yang tidak mau tinggal bersamanya. Dia patah hati karena ia kembali ke keluarganya," ungkap juru bicara polisi dikutip dari Daily Mail.

Aparat kepolisian mengamankan tersangka dan barang bukti alat permainan anak-anak yang dijadikan arena berjudi di Mapolresta Banda Aceh, Jumat (10/11). Polresta Banda Aceh mengamankan 13 tersangka pemain, karyawan dan pemilik tempat permainan yang diancam dengan hukuman cambuk di muka umum atau kurungan penjara karena melanggar peraturan daerah (qanun) nomor 6/2014 tentang hukum jinayat. ANTARA/Irwansyah Putra
Banda Aceh - Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, menggerebek arena permainan funland di Jalan T Panglima Polem, Gampong Peunayong, Banda Aceh, Selasa (7/11) sekitar pukul 18.00 WIB.

Penggerebekan itu menyusul adanya praktik judi di arena permainan anak-anak tersebut.

Dari penggerebekan itu, petugas mengamankan general manager funland, supervisor sampai kasir dan petugas area. Selain itu petugas juga memboyong tujuh pemain judi berkedok game serta seorang penampung voucher.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH didampingi Kasat Reskrim AKP Taufiq SIK, menjelaskan arena funland di Peunayong itu dianggap telah disalahgunakan, terutama untuk game atau permainan seafood paradise (game ikan gila).

Menurut AKP Taufiq, modus operandinya, pemain membeli sejumlah koin melalui kasir. Begitu mendapat koin pemain duduk di meja seafood paradise. Lalu, pemain berupaya mendapat sebanyak mungkin kredit poin. Karena, semakin banyak kredit poin yang didapat, maka semakin banyak tiket yang akan didapat pemain yang bisa ditukarkan dengan barang atau voucher (kupon). Lalu voucher itu bisa ditukar dengan uang.

“Permainan seafood paradise ini menggunakan tiket warna hitam dan biasanya dimainkan orang dewasa. Indikasi judinya kuat, karena tiket warna hitam dapat diganti dengan voucher yang dapat diuangkan. Sementara untuk tiket warna biru, tidak dapat ditukar dengan voucher. Tapi, hanya bisa ditukar hadiah, seperti boneka dan barang lain,” kata Taufiq.

Jadi, tiket hitam yang digunakan dalam permainan seafood paradise indikasi judinya cukup kuat, lanjut Kasat Reskrim Polresta. Karena dari tiket hitam yang didapatkan dan ditukar dengan voucher dapat diuangkan. “Penyelidikan kami lakukan selama dua bulan. Permainan itu sarat judi dan kami juga cukup hati-hati. Makanya, kami perhatikan dan pelajari dengan jeli, akhirnya unsur judinya memang jelas, yakni voucher dari permainan itu yang dapat diuangkan,” sebut Taufiq.

Berhenti Beroperasi
Pasca penggerebekan dan penangkapan lima orang pihak funland Peunayong serta tujuh pemain dan satu penampung voucher atau kupon pada Selasa (7/11) sore, arena permainan itu berhenti beroperasi.

“Operasional funland kita hentikan sementara. Ini juga akan menjadi pertimbangan dari Pemko Banda Aceh apa funland itu akan dilanjutkan izinnya atau seperti apa. Kami juga mencurigai lokasi permainan lainnya yang melegalkan judi berkedok game. Ini akan terus kami tindaklanjuti,” tegas AKP Taufiq. | Serambinews.com

,
Lhokseumawe - Dalam memperingati Hari Pahlawan, Ketua persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 Ny Marini Agus Firman Yusmono melakukan Ziarah dan berdoa sekaligus menaburkan bunga kehormatan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Jumat (8/11)

Ziarah dilakukan Ketua Persit bersama dengan para Ibu-ibu Persatuan Istri Prajurit (Persit) TNI jajaran Korem 011/Lilawangsa, Ibu-ibu Bayangkari, dan ibu-ibu PKK Lhokseumawe serta Aceh Utara usai mengikuti kegiatan upacara ziarah nasional dalam rangka memperingati Hari Pahlawan di setiap pada tanggal 10 November seluruh Indonesia, khususnya Diwilayah jajaran Korem 011/Lilawangsa, Lhokseumawe,  Provinsi Aceh.

Upacara Ziarah rombongan dipimpin oleh Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, dilanjutkan memimpin penghormatan dan  peletakan karangan bunga kehormatan di Tugu Makam Pahlawan serta disusul hening cipta dan doa untuk para arwah pahlawan kusuma bangsa.

Pelaksanaan ziarah bukan hanya kegiatan seremonial, akan tetapi diharapkan sebagai rasa hormat dan bangga kepada para pahlawan, serta sebagai pelajaran bagi kita untuk lebih memahami dan menghargai para pendahulu yang telah berjasa atas keberanian dan pengorbanan mereka untuk merebut dan mempetahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari para penjajah di masa lalu, sebut Ny Marini Agus Firman Yusmono.(Laung)

StatusAceh.Net - Kepolisian Mimika Papua menetapkan 21 orang dalam Daftar Pencarian Orang karena diduga sebagai pelaku serangkaian aksi Teror di Tembagapura, Areal Tambang PT Freeport.

"21 orang tersebut diduga kuat terlibat berbagai aksi teror penembakan terhadap kendaraan dan fasilitas milik PT Freeport Indonesia beberapa waktu lalu dan kasus penembakan terhadap anggota Brimob, kasus penembakan terhadap warga sipil, kepemilikan senjata api serta beberapa aksi lainnya sejak 2015 sampai sekarang," ujar Juru Bicara Polda Papua Kombes, Ahmad Mustofa Kamal, Sabtu, 11 November 2017.

Dia mengatakan ke-21 DPO tersebut kini menguasai sejumlah perkampungan di dekat Kota Tembagapura seperti Utikini Lama, Kimbeli hingga Banti. "Kelompok ini juga yang ditengarai menghalang-halangi dan melakukan intimidasi kepada warga sipil untuk melintas ke Tembagapura guna mendapatkan barang kebutuhan pokok sehari-hari," kata dia.

"Diindikasikan seperti itu, mereka menghambat warga untuk bepergian ke mana-mana. Tidak ada penyanderaan warga sipil, cuma mereka membatasi untuk melintas saja," lanjutnya.

Identitas ke-21 pelaku penembakan di wilayah Tembagapura yang masuk dalam DPO Polda Papua melalui Polres Mimika tersebut sebagai berikut: Ayuk Waker, Obeth Waker, Ferry Elas, Konius Waker, Yopi Elas, Jack Kemong, Nau Waker, Sabinus Waker, Joni Botak, Abu Bakar alias Kuburan Kogoya, Tandi Kogoya, Tabuni, Ewu Magai, Guspi Waker, Yumando Waker alias Ando Waker, Yohanis Magai alias Bekas, Yosep Kemong, Elan Waker, Lis Tabuni, Anggau Waker, dan Gandi Waker.

"Hampir semua pentolan kelompok bersenjata tersebut berkedudukan di Kampung Utikini Lama, Distrik Tembagapura," tutur Kamal.

Mereka diduga secara bersama-sama kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan penembakan dan mengusai senjata api tanpa hak atau izin. Perbuatan mana melanggar ketentuan Pasal 340 KUHP, Pasal 187 KUHP, Pasal 170 KUHP dan Pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Kamal melanjutkan, aparat kepolisian dibantu TNI masih melakukan upaya secara persuasif agar situasi di Distrik Tembagapura kembali normal. Beberapa langkah sudah kami lakukan seperti berkoordinasi dengan para tokoh gereja agar bersama-sama dengan aparat keamanan untuk menyelesaikan permasalahan ini.

"Kami juga meminta kepada kelompok ini untuk segera menyerahkan diri agar tidak terjadi jatuhnya korban, karena kami aparat tidak menginginkan hal tersebut terjadi karena Papua memerlukan situasi yang damai. Apalagi kita akan menjelang hari besar agama yaitu Natal tahun 2017," tuturnya. | Viva

StatusAceh.Net - Seorang warga di Kabupaten Bireuen, Aceh, menyerahkan sepucuk senjata api (Senpi) aktif revolver jenis S&W beserta tiga butir amunisi.

Penyerahan senjata ini dilakukan setelah pihak kepolisian Bireuen, melakukan penyelidikan terhadap Saleh (40) tahun. Sebelumnya, pihak kapolres Bireun mendapat laporan dari warga, perihal kepemilikan senjata aktif terssebut.

Menurut Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goenawan, penyerahan dilakukan setelah kepolisian Bireuen melakukan pendekatan terhadap Saleh. Saleh akhirnya bersedia menyerahkan senjatanya itu kepada pihak kepolisian.

“Penyerahan Senjata Api itu, setelah adanya laporan warga, terhadap kapolres Bireuen, setelah dapat laporan, Kapolres langsung turun ke lokasi,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Goenawan, Sabtu (11/11/2017).

Kata Goenawan, senjata api laras pendek itu diserahkan langsung oleh Saleh kepada Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto. Penyerahan dilakukan pada hari Jumat, 10/11/2017, sekitar pukul 15.00 WIB.

"Sudah diserahkan semua ke polisi, penyerahan juga dilakukan di Desa Paku, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen,” katanya.

StatusAceh.Net - Sosial media (Sosmed) sempat heboh dengan beredarnya video seorang sisiwi yang ngambek saat hendak ditilang oleh polisi lalu lintas dalam Operasi Zebra 2017.

Diketahui ternyata siswi dalam video itu berasal dari Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Goenawan.

"Siswi itu berasal dari Aceh Tengah, ia terjaring dalam Operasi Zebra Rencong karena tidak membawa surat kendaraan. Saat hendak ditilang ia marah-marah karena tidak terima," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (11/11/2017).

Dalam video yang beredar, siswi itu tampak tidak mau ditilang. Ia melawan petugas dengan mengeluarkan kata-kata tidak sopan, menendang helm hingga memaki-maki sang polisi dan membuang HP petugas saat merekam tingkahnya. "Meski demikian ia tetap ditilang sesuai aturan," ucap Goenawan.

Aksi ngambek remaja yang masih mengenakan seragam SMA ini terekam dalam video yang diunggah akun Instagram Humas Polda Aceh. Ada dua video, masing-masing berdurasi satu menit yang disebar di media sosial.

Video pertama, gadis itu sempat berdebat bersama polisi karena tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).

Siswi tersebut tetap bersikeras berkendara motor tidak perlu membawa SIM asalkan perlengkapan berkendara sudah lengkap. Di dalam video terlihat seorang polisi lalu lintas, seorang Polisi Militer, dan seorang ibu-ibu berusaha menenangkan pelaku.

Bukannya menjawab pertanyaan polisi, sang gadis malah menendang helm. Pelaku kemudian berjalan menuju motor yang diparkir tak jauh darinya.

Sedangkan pada video kedua, siswi tersebut tampak meminta kunci kepada polisi. Ia juga sempat memukul HP polisi yang merekam dia yang sedang ngomel-ngomel.

Beberapa polisi kemudian menjauh, lalu datang Polisi Militer. Gadis tersebut diminta memakai helm namun tidak diindahkan. Setelah didesak beberapa kali, akhirnya dia memakai juga helmnya. | OKZ

Lhokseumaewe - Memperingati hari Pahlawan, Polisi Bersama peserta ziarah bersihkan makam Pahlawan Bujang Salim di Komplek kuburan makan Pahlawan Bujang Salim Desa Keude Kreung Geukueh Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara.” Jum’at Pagi (10/11/2017)

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kapolsek Dewantara AKP Erpansyah Putra mengatakan, usai Ziarah di Makam Pahlawan Bujang Salim personil polisi bersama sejumlah peserta ziarah melakukan bhakti sosial membersihkan komplek kuburan pahlwan tersebut.

“Ziarah tersebut dilakukan memperingati hari pahlawan yang diperingati setiap 10 November setiap tahunnya.”terang Kapolsek.


Adapun tertib acara dalam ziarah tersebut yakni pembacaan riwayat kepahlawanan bujang salim,  heningkan cipta dan doa dipimpin Tgk Iqbal rusli, kemudian dilanjutkandengan Bakti sosial di lingkungan makam bujang salim

Hadir dalam Zirah tersebut, Muspika Dewantara, Staf kantor kecamatan Dewantara, Karang taruna kec Dewantara, Kepala Uptd Dewantara, Perwakilan Para guru dan pelajar, Keluarga pahlawan bujang salim, Ketua KNPI Dewantara, Peserta Upacara dan mukim Keude Krueng Geukueh.(RMD)

Banda Aceh - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Azhari, SE. M.Si, menyebutkan, proses penyusunan RPJM Aceh 2017-2022 berdasarkan Permendagri No. 86 Tahun 2017 membutuhkan rentang waktu yang lebih panjang bila dibandingkan dengan proses penyusunan RPJMA sebelumnya yang berdasarkan Permendagri 54 Tahun 2010.

Hal itu kata Azhari disebabkan karena adanya penambahan tahapan penyusunan RPJMA dalam Permendagri No. 86 Tahun 2017 yaitu harus ada kesepakatan rancangan awal RPJMA dengan DPRA serta harus Konsultasi Rancangan Awal RPJMA dengan Kemendagri.

“Kemudian adanya perubahan dalam substansi penyusunan RPJMA yaitu tambahan data dan indikator impact dan outcome yang lebih banyak dan detail dari 218 indikator dalam Permendagri 54 Tahun 2010 menjadi 453 Indikator dalam Permendagri No. 86 Tahun 2017,”ujar Azhari, seperti dikutip dari Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Jumat (10/11/2017).

Azhari menjelaskan, penyusunan RPJM Aceh 2017-2022 yang dikoordinir oleh BAPPEDA Aceh telah dimulai sejak tahun 2016, yaitu menyusun Rancangan Teknokratik, dengan tujuan untuk  mempercepat proses penyusunan Rancangan Awal RPJM Aceh 2017- 2022 pasca pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.

“Namun dengan dikeluarkannya PERMENDAGRI Nomor 86 Tahun 2017 yang menggantikan PERMENDAGRI Nomor 54 Tahun 2010, maka Rancangan Awal RPJM Aceh 2017-2022 yang telah disusun wajib disesuaikan kembali dengan PERMENDAGRI yang baru tersebut,”ujar Azhari.

Azhari menambahkan, karena banyaknya perbedaan dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 bila dibandingkan dengan PERMENDAGRI Nomor 54 Tahun 2010, maka untuk mempercepat penyesuaian penyusunan Rancangan RPJM Aceh 2017-2022 , Tim Penyusun berinisiatif melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri guna memperoleh pemahaman yang komperehensif dalam penyusunan RPJM Aceh 2017-2022.

Salah satu perbedaan yang mendasar kata Azhari adalah terkait dengan tatacara penyusunan Rancangan Awal RPJM Aceh 2017-2022 adalah diwajibkan adanya kesepakatan awal dengan DPRA dan konsultasi Rancangan Awal ke Kementerian Dalam Negeri yang sebelumnya tahapan ini tidak diamanatkan dalam PERMENDAGRI Nomor 54 Tahun 2010.

“Dengan demikian,  jumlah waktu yang dibutuhkan untuk tahapan penyusunan Rancangan Awal menjadi lebih lama yang berimplikasi bergesernya waktu penyampaian Rancangan Qanun RPJMA ke DPRA,”tambahnya lagi.

Rancangan Awal RPJM Aceh 2017-2022 telah dibahas dengan pemangku kepentingan melalui forum Konsultasi Publik sesuai amanat pasal 48 PERMENDAGRI Nomor 86 Tahun 2017 pada tanggal 26 Oktober 2017. Masukan dan saran dari forum tersebut sudah disesuaikan dalam Rancangan Awal RPJM Aceh 2017-2022 sebelum diserahkan ke DPRA sebagaimana yang diamanatkan dalam pasal 49 PERMENDAGRI Nomor 86 Tahun 2017.

Saat ini, Bappeda Aceh dan Tim Penyusun RPJMA, kata Azhari sedang mempertajam indikator program yang berbasis pada outcome serta impact yang terukur bersama dengan SKPA terkait agar selaras dengan 15 Program Unggulan Aceh Hebat dalam rangka mewujudkan Visi Misi Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Irwandi-Nova.

“Selanjutnya akan dilaksanakan Musrenbang RPJMA dengan stakeholders terkait yang direncanakan pada tanggal 20 November 2017. Hasil Musrenbang menjadi bahan penyempurnaan penyusunan Rancangan Akhir RPJMA 2017-2022 yang selanjutnya disampaikan kepada DPRA dalam bentuk Rancangan Qanun tentang RPJMA paling lambat Minggu Ketiga November 2017,” pungkasnya.(Rill)

Banda Aceh - Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, menghadiri Ziarah Nasional dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2017, di Taman Makam Pahlawan Banda Aceh, Jum'at (10/11/2017) pagi.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Sulaiman Abda bertinak sebagai Inspektur Upacara, pada Puncak Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November.

Turut hadir dalam Ziarah Nasional ini unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, yaitu Pangdam Iskandar Muda, Wakapolda Aceh, perwakilan dari Kajati Aceh, mantan Wakil Gubernur Aceh H Muzakir Manaf, Wali Kota Banda Aceh, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh dan SKPK Banda Aceh serta organisasi kepemudaan.

Kegiatan yang berlangsung khidmat itu juga ditandai dengan peletakan karangan bunga di tugu Pahlawan yang berada di dalam komplek TMP Banda Aceh. Acara juga dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga ke pusara para pahlawan.

Untuk diketahui bersama, di TMP Banda Aceh bersemayam 397 pusara pahlawan, yang terdiri atas Pusara Angkatan Bersenjata sebanyak 381, Pegawai Sipil 4 pusara, Pejuang Rakyat 7 pusara dan Pahlawan Tak Dikenal sebanyak 5 pusara.

Usai Ziarah Nasional, Sekda bersama seluruh unsur Forkopimda Aceh langsung menuju ke lapangan Blang Padang, untuk mengikuti Apel peringaan Hari Pahlawan 2017. (Rill)

Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM melakukan temu ramah bersama keluarga ahli waris pahlawan dan perintis kemerdekaan dalam rangka memperingati hari Pahlawan 10 November 2017 ini di Anjong Mon Mata, Jumat (10/11/2017). Acara temu ramah tersebut dilaksanakan usai upacara Peringatan Hari Pahlawan tahun 2017 di lapangan Blang Padang. 

Dalam sambutannya, Dermawan menyampaikan, bahwa Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak pahlawan nasional.  Fakta tersebut menunjukkan betapa tingginya harga diri masyarakat Aceh yang tidak rela tanah airnya dikuasai oleh bangsa penjajah. 

Ketika nusantara nyaris dikuasai Belanda kata Dermawan, Bumi Iskandar Muda masih berdiri tegak untuk meneruskan perlawanan anak bangsa demi meraih kemerdekaan.  

“Tidak terhitung berapa banyak pejuang Aceh yang syahid demi mempertahankan harga diri bangsa. Bagi mereka, kematian adalah konsekuensi dari sebuah perjuangan, sebab mereka yakin, kecintaan kepada Tanah Air merupakan bahagian dari iman,” ujar Dermawan. 

Beberapa hari yang lalu kata Dermawan, salah satu pejuang Aceh, Laksamana Malahayati telah dianugerahi gelar sebagai pahlawan nasional, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 115/TK/Tahun 2017, yang ditandatangani pada tanggal 6 November 2017.

“Penganugerahan gelar pahlawan nasional ini, tentu harus kita syukuri, dengan cara meneladani kegigihan perjuangan Laksamana Malahayati dalam membela tanah tumpah darahnya,” kata Dermawan seraya berharap  spirit kepahlawanan Malahati  tertanam pada setiap generasi Aceh.

Berbicara tentang pahlawan lanjut Dermawan, tidak hanya dengan mengenang perjuangan mereka, tapi semangat kepahlawanan itu harus mampu memberi kekuatan untuk menyelesaikan beragam masalah seperti seperti kemiskinan, pengangguran, masalah lingkungan, korupsi, dan berbagai kasus yang mengancam pudarnya nasionalisme Indonesia.

“Peringatan Hari Pahlawan yang kita peringati setiap 10 November bertujuan agar semangat nasionalisme para pahlawan yang telah mempersembahkan suasana damai bagi kita saat ini dapat terus kita lanjutkan,” kata Dermawan.
Keberadaan para veteran dan ahli waris pahlawan diharapkan mampu merajut semangat itu, sehingga jiwa persatuan dapat melekat erat dalam memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

“Kita berharap agar pertemuan ini semakin mempererat jalinan silaturrahmi kita, sehingga spirit perjuangan pahlawan di masa lalu menjadi teladan bagi kehidupan kita sehari-hari,” ujar Dermawan.  (Rill)

Banda Aceh - Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM menghadiri upacara Peringatan Hari Pahlawan tahun 2017 di lapangan Blang Padang, Jumat (10/11/2017).

Sebelum upacara dimulai, berbagai penampilan seperti Drum Band, Tari Saman dan Drama Kolosal Laksamana Keumalahayati turut dipersembahkan untuk memeriahkan peringatan Hari Pahlawan. 

Upacara tersebut juga diikuti oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari pelajar, mahasiswa, PNS, TNI dan Polri.  

Bertindak sebagai inspektur upacara, Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Moch Fachrudin dan membacakan amanat Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa.

Menteri Sosial, Khofifah dalam amanatnya yang dibacakan Pangdam IM, Moch Fachruddin menyampaikan, Peringatan hari pahlawan dilaksanakan untuk mengenang para pahlawan dan perintis kemerdekaan, dan para pendiri Republik Indonesia yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia sehingga masyarakat Indonesia saat ini bisa  menikmati hidup di bumi Indonesia sebagai bangsa yang merdeka. 

“Para pendiri bangsa mengabarkan pesan penting kepada kita. Pesan itu adalah bahwa setelah kemerdekaan diraih, maka tahapan selanjutnya, kita harus bersatu terlebih dahulu untuk bisa memasuki tahapan bernegara selanjutnya yakni berdaulat, adil dan makmur,” kata Khofifah. 

Hari Pahlawan yang peringati setiap 10 November kata Khofifah, didasarkan pada  peristiwa pertempuran terhebat dalam riwayat sejarah dekolonisasi dunia, yakni peristiwa “Pertempuran 10 November 1945” di Surabaya. 

Peristiwa tersebut lanjut Khofifah, telah memperlihatkan kepada dunia Internasional, betapa segenap Rakyat Indonesia dari berbagai ras, suku, agama, budaya dan berbagai bentuk partikularisme golongan - bersama-sama melebur menjadi satu untuk berikrar, bergerak dan menyerahkan hidupnya, jiwa raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Tanpa pengorbanan dan pejuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia,” ujar Khofifah.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah mengajak semua lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja dan berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri.
Upacara peringatan Hari Pahlawan tersebut turut dihadiri, Walikota Banda Aceh, Aminullah, Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, Pejabat Tinggi TNI dan Polri serta sejumlah pejabat lainnya.

Usai peringatana Hari Pahlawan Nasional, juga akan dilakukan Ziarah ke Makam Laksaman Keumalahayati dan penaburan bunga di Pelabuhan Malayahati.  (Rill)

,
Lhokseumawe - Satuan Komando Resor Militer (Korem) 011/Lilawangsa memperingati Hari Pahlawan 10 November 2017 kali ini, dipusatkan di Lapangan Hiraq,  Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Jumat (10/11).

Upacara Bendera Merah Putih peringatan Hari Pahlawan dipimpin oleh Ispektur Upacara (Irup) Wakil Walikota Lhokseumawe Yusuf Muhamaad, dan dihadiri diantaranya Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, Danlanal Lhokseumawe Letkol Laut (P) Muhamad Samsul Rizal, Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, Kajari Kota Lhokseumawe, Dandisjan Jajaran Korem 011/LW, seluruh prajurit TNI/Polri dan PNS serta Intansi WH, Satpol PP, dan Siswa/Siswi mulai Tingkat SD sampai dengan SMA.

Dalam amanat Menteri Sosial Republik Indonesia (RI) Khofifah Indar Parawansa yang di bacakan oleh Wakil Walikota Lhokseumawe Yusuf Muhamaad menyampaikan, Para pendiri bangsa mengabarkan pesan penting kepada kita, yaitu bahwa setelah kemerdekaan diraih, maka tahapan selanjutnya kita harus bersatu terlebih dahulu untuk bisa memasuki tahapan bernegara selanjutnya, yakni berdaulat, adil dan makmur.

Pesan fundamental itulah maka peringatan Hari Pahlawan 10 November tahun 2017 ini kita mengambil tema “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”.

Hari Pahlawan yang kita peringati saat ini didasarkan pada peristiwa pertempuran terhebat dalam riwayat sejarah dekolonisasi dunia, yakni peristiwa “Pertempuran 10 November 1945” di Surabaya. Sebuah peristiwa yang memperlihatkan kepada dunia internasional, betapa segenap Rakyat Indonesia dari berbagai Ras, Suku, Agama, Budaya dan berbagai bentuk partikularisme golongan - bersama-sama melebur menjadi satu untuk berikrar, bergerak dan menyerahkan hidupnya, jiwa raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, dalam setiap rangkaian perjuangan kepahlawanan yang membentuk keIndonesiaan kita, kita dapat mengambil pelajaran dari apinya perjuangan para pendahulu kita, api yang menjadi suasana kebatinan dan pelajaran moral bagi kita semua yakni, api yang membentuk terbangunnya Persatuan Indonesia yang terdiri atas dua hal yakni adanya harapan dan pengorbanan  Harapan dan pengorbanan itulah yang membentuk persatuan dan melahirkan Indonesia.

Merawat eksistensinya dalam panggung sejarah Bangsa-bangsa, dan harus terus dinyalakan agar Republik Indonesia tetap berdiri tegak , menjadi besar dan terus memberi sumbangan penting sebagai bagian dari persaudaraan Ummat Manusia di Dunia, pungkas Yusuf Muhamad dalam membacakan sambutan Menteri Republik Indonesia.

Usai upacara, Wakil Walikota Lhokseumawe Yusuf Muhamad, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, menyerahkan bingkisan kepada perwakilan para pejuang 45 (Veteran), dan turut diikuti para pejabat lain dalam memberikan ucapan selamat Hari Pahlawan.(Laung)

,
Lhokseumawe - Komadan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono melakukan Ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP), Desa Blang Panyang, Kecamatan Mauara Satu, Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Jumat (10/11).

Ziarah tersebut dilakukan dalam memperingati Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November di seluruh Indonesia. Danrem berziarah didampingi Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib, Wakil Walikota Lhokseumawe Yusuf Muhammad, Danlanal Lhokseumawe Letkol Laut (P) Muhamad Samsul Rizal, Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, Kepala BNN Lhokseumawe, beserta para unsur muspida Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

Kolonel Agus Firman Yusmono dan rombongan bersama-sama berdoa di Makam para Pahlawan dan dilanjutkan tabur bunga kehormatan, turut diikuti rombongan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 Ny Marini Agus Firman Yusmono beserta Ibu-ibu anggota persit Koorcab Rem 011 dan jajaran, Ketua Persit Jalasinastri dan Ketua Bayangkari Polres Lhokseumawe beserta ibu-ibu anggota,  para ibu-ibu PKK Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

“Pagi hari ini diawali berziarah dan doa bersama ke Makam para Pahlawan, setelah ini baru dilaksanakan Upacara Bendera Merah Putih dalam memperingati Hari Pahlawan yang dipusatkan di Lapangan Hiraq Kota Lhokseumawe, depan Masjid Agung Islamic Center”, ujar Danrem Agus Firman Yusmono.

Danrem juga berpesan "Agar kita selaku generasi penerus bangsa mampu menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, karena Bangsa Indonesia memiliki banyak pejuang, mereka berjuang dan berkorban sejak periode merebut kemerdekaan hingga periode mempertahankan kemerdekaan” harapnya.

Selain itu, karakteristik seorang pahlawan adalah jujur, pemberani, dan rela melakukan apapun demi kebaikan dan kesejahteraan masyarakatnya, apalagi untuk keutuhan NKRI, itulah jiwa seorang pahlawan yang harus kita dimiliki selaku generasi penerus bangsa serta meneladani semangat dan nilai kepahlawanan mereka, karena “Bangsa Yang besar, adalah Bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya”, kata Danrem Agus Firman Yusmono usai melakukan Ziarah.

Pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017 di jajaran Korem 011/Lilawangsa Lhokseumawe Kali ini, Upacara Ziarah rombongan dipimpin oleh Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, dilanjutkan memimpin penghormatan dan sekaligus  peletakan karangan bunga kehormatan di Tugu Makam Pahlawan.(Laung)

Lhoksukon - NR (49) warga asal Gampong Teungoh Geulumpang Tujoh, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara berusan dengan aparat kepolisian setelah menusuk suaminya Safwan (47) dengan sebilah pisau dapur dibagian perutnya.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata, melalui Kasubbag Humas AKP M Jafaruddin, Jumat, 10 November 2017 mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 22.00 WIB malam tadi, sebelumnya NR menjemput korban di rumah istri mudanya yang tinggal di Gampong Ceubrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara.

Lalu keduanya pulang ke rumah mereka yang berada di Gampong Teungoh Geulumpang Tujoh Kecamatan Matangkuli, setiba di rumah, mereka terlibat cek-cok mulut. NR tidak terima suaminya kawin lagi, sementara ia belum diceraikan.

"Dalam kondisi emosi, NR masuk ke dalam rumah mengambil sebilah pisau dapur. NR mengayunkan pisau itu ke perut suaminya yang saat itu masih berdiri di luar rumah. Kemudian korban berlari meminta pertolongan warga, sambil memegang perutnya yang luka. Tak lama berselang warga memberitahukan kejadian itu ke Polsek Matangkuli," jelas AKP Jafaruddin.

Untuk sementara, Tersangka dititipkan di Rutan Lhoksukon, korban sedang di bawa ke RSUCM untuk penangana medis. 

"Kasus ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut, lokasi kejadian sudah di-police line, dan barang bukti sudah kami amankan" kata AKP M Jafaruddin.(SA/TM)

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Seorang pegawai salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) berinisial Sr, di Batuaji, Batam, Kepulauan Riau, menjadi korban pemerkosaan.

Pelakunya adalah BW, mantan pacarnya sendiri. Jajaran Polsek Batuaji juga sudah meringkusnya, Rabu (8/11).

Aksi pemerkosaan terjadi di belakang komplek pertokoan Mitra Mall, Kelurahan Buliang, Batuaji, Sabtu (4/11) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat melakukan olah TKP bersama Polisi di lokasi kejadian, Sr mengaku diperkosa pelaku di atas sepeda motor.

“Dia memaksa dan menarik saya, saat itu saya pakai celana leging pak, jadi dia muda menariknya dan melakukan aksinya,” ujar Sr kepada Polisi.

Usai memperkosanya, pelaku kata Sr langsung pulang dan meninggalkan dia di bagian depan kawasan pusat perbelanjaan itu.

“Saya tak terima pak. Padahal tak pacaran kami. Kok bisa dia berbuat begitu pada saya. Penjarakan saja dia pak,” ujar Sr.

Diceritakan Sr sebelum pemerkosaan terjadi memang berjumpa dengan mantan pacarnya itu adalah kemauan dia juga. “Dia minta jumpa karena kami sudah lama tak berkomunikasi atau berjumpa,” ujar Sr.

Awal jumpa di depan Mitra Mall belum ada gelagat aneh dari pelaku. Pelaku malah sempat ajak Sr untuk jalan-jalan ke kawasan SP Plaza.

“Pulang dari SP itulah saya langsung dibawa ke belakang. Saya sempat curiga tapi saya masih pikir positif saja apalagi saya numpang (sepeda motor) dengan dia jadi tak bisa saya ngelak,” jelas Sr.

Saat berada di lokasi yang sepi dan gelap itulah, pelaku tiba-tiba menghentikan sepeda motornya dan memperkosa Sr. “Bukti spermanya masih ada di celana saya itu. Celana saya juga sobek karena ditarik paksa pelaku,” kata Sr.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Yanto membenarkan adanya laporan tersebut. Pelaku yang tak lain adalah mantan pacar korban juga sudah diamankan.

“Pelaku sudah kami amankan, barang bukti juga sudah cukup kuat ini akan kami tindak lanjuti,” ujar Yanto.

Kepada polisi pelaku juga mengakui perbuatan bejatnya itu. Dia mengaku khilaf karena melihat mantan pacarnya itu makin seksi.

”Khilaf saya pak. Semenjak putus makin cantik saja dia,” ujar BW.| JPNN

StatusAceh.Net - Sutradara asal Jepang Koji Fukada menggarap film "Laut" sebagai proyek terbarunya. Ide awal film tersebut lahir ketika dia berkunjung ke Aceh pada tahun 2011.

Kunjungan tersebut terjadi saat dia mengikuti penyelenggaraan simposium "Joint Disaster Recover" yang diadakan Universiatas Syiah Kuala dan Universitas Kyoto. Ketika itu, Jepang baru saja mengalami musibah gempa yang disertai Tsunami yang begitu besar.

Selama mengikuti dan berinteraksi dalam acara tersebut, Fukada mendapat pandangan baru tentang alam. Ternyata, meski mendapatkan musibah yang sama, kedua negara memiliki tanggapan yang berbeda dengan teknologi yang berbeda pula.

"Saya waktu itu baru tahu ternyata tsunami tidak hanya dialami di Jepang, tapi di banyak negara, terutama wilayah Asia seperti Indonesia," kata sutradara pemenang Jury Prize pada "UnCertain Regard" dalam Festival Film Cannes 2016 untuk film "Harmonium".

Tidak bisa ditampik, tsunami yang dialami kedua negara menjadi tali yang mengaitkan kedua negara. Apalagi melihat kondisi negara yang memiliki keadaan alam yang sama, dikelilingi lautan yang memberikan duahal bertolak belakang, keindahan dan bahaya bencana besar.

Dalam proses pembuatan yang dilakukan di Banda Aceh dan Sabang ini, Fukada mengaku tidak banyak kesulitan yang dialami. Meski menggunakan empat bahasa, Indonesia, Jepang, Inggris, dan Aceh, nyatanya itu bisa diatasi dengan adanya penerjemah.(Republika)

Banda Aceh - Gubernur Aceh drh. H. Irwandi Yusuf, M. Sc menyatakan bahwa Sail Sabang merupakan event wisata terbesar di Indonesia pada tahun ini, sekaligus sebagai ajang wisata yang menarik menjelang pergantian tahun 2017.

Hal disampaikan Gubernur Aceh pada acara Launching Sail Sabang 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata, Kamis (09/11/2017) malam.

Gubernur Irwandi juga memastikan semua pihak terkait sudah siap untuk menyelenggarakan even Sail Sabang Tahun 2017 yang akan berlangsung mulai tanggal 28 November sampai 05 desember 2017.

Acara launching Sail Sabang tersebut dilakukan oleh Menteri Pariwisata RI,  Arief Yahya, turut dihadiri Para Deputi dari Kementerian Kemenko Maritim dan Kementerian Pariwisata, Unsur Forkompimda Aceh, Walikota Sabang Nazaruddin, Kepala Dinas Pariwisata Aceh Reza Fahlevi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Iskandar, M. Sc, serta Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, Lc, MH.

Irwandi mengatakan pelaksanaan Sail Sabang 2017 menjadi kebanggan tersendiri bagi Pemerintah dan rakyat Aceh. Oleh karena itu Sail Sabang diharapkan tidak hanya menjadi sarana untuk mempromosikan wisata, akan tetapi juga mampu mendorong percepatan pembangunan Aceh.

Irwandi mengaku saat ini pemerintah telah melakukan berbagai persiapan sebaik mungkin, sehingga tamu-tamu yang datang benar-benar mendapatkan kenyamanan dan ketenangan selama berada di Sabang.

“Pemerintah Aceh sudah siap, BPKS Sudah siap, Pemkot Sabang juga sudah siap untuk menyukseskan even besar Indonesia pada tahun 2017 ini,” kata Irwandi.

Selain itu kata Irwandi, even Sail Sabang juga menjadi kesempatan bagi Aceh pada umumnya untuk menunjukkan bahwa Aceh saat ini sudah benar-benar aman dan siap menerima tamu maupun investor dari manapun.

“Melalui kegiatan Sail Sabang kita tentu mengharapkan agar wisata sabang semakin mendunia, sehingga Sabang dapat berkonstribusi mewujudkan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2019. Maka kami sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat,” lanjut Irwandi.

Irwandi merincikan kegiatan-kegiatan yang akan berlangsung selama pelaksanaan Sail Sabang antara lain Lomba perahu layar kelas dunia, wisata diving, marine expo, parade kapal tradisional, festival kopi dan kuliner, atraksi budaya, paramotor show, kunjungan kapal pesiar Islami, Kunjungan kapal Bima Suci dan Dewa Ruci, Terjun Payung Yacht Rally dan sejumlah kegiatan lainnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin di sela-sela acara tersebut mengharapkan supaya semua instansi di Aceh, baik instansi Vertikal, Provinsi, maupun Kabupaten/ Kota untuk mendukung dan mensosialisasikan kegiatan Sail Sabang yang merupakan kegiatan akbar di akhir tahun 2017 tersebut supaya berdampak luas pada perekonomian masyarakat.

"Seluruh instansi bisa melakukan sosialisasi dan publikasi sesuai dengan kapasitas dan wilayah kerja masing-masing demi suksesnya kegiatan Sail Sabang tersebut," harap Mulyadi Nurdin.

Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui jika dilihat dari jumlah kegiatan dan kepesertaan kapal yacht, Sail Sabang akan menjadi Sail Indonesia terbesar yang pernah digelar.

Arief mengatakan Sabang ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan untuk wisata bahari karena memiliki potensi alam dan lokasinya yang strategis sehingga setiap tahun disinggahi puluhan kapal pesiar (cruise) maupun kapal layar (yacht) dari mancanegara.

“Oleh karena itu sebagai destinasi prioritas kementerian Pariwisata, Sabang harus mampu memberikan nilai-nilai keekonomian yang bisa mensejahterakan masyarakat setempat,” ujarnya.

Arief menyebutkan, penyelenggaraan even Sail Sabang 2017 dalam rangka meningkatkan pariwisata bahari dengan menjadikan Sabang sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia serta mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Sabang.(Rill)

Lhoksukon - Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH menghimbau kepada masayarakat bahwa kita bercanda ada tempatnya, bercanda itu jangan membuat resah dan takut , kita harus berpikir bahwa bercanda itu mengandung resiko atau tidak.

Terkait dengan pria yang mengaku bawa bom tersangka mengakui sering bercanda seperti itu, tetapi sudah saling kenal dan mengakui sifat yang bersangkutan .” ujar AKBP Hendri Budiman kepada awak media, kamis siang (9/11/2017)

Sebelumnya diberitakan, Polres Lhokseumawe mengamankan seorang penumpang pesawat, Mahdi (32), yang mengaku membawa bom di Bandara Malikussaleh Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, Aceh.” Kamis (9/11/2017) 10.30 Wib

Pria kelahiran Gledagang Aceh Utara tersebut kini menetap di Kota Tanggerang Desa Batu Jaya Kecamatan Batu Ceper. Yang bersangkutan tercatat sebagai penumpang pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW1251 PK-WFT.

Hasil penyelidikan yang bersangkutan memang benar mengakui dan mengatakan membawa Bom, namun faktanya barang-barang yang dibawa itu tidak ada kaitannya dengan bahan peledak. Kemudian yang bersangkutan dibawa ke Mapolres Lhokseumawe untuk diintrogasi dan saat di introgasi yang bersangkutan menjawab bahwa perkataan itu hanya bercanda.

Setelah digeledah ternyata barang itu merupakan oleh-oleh untuk kakaknya yang berisi jeruk bali, kopi, dodol serta pakaian yang tidak ada kaitannya dengan bahan peledak.

Pihak keluarga mengakuti yang bersangkutan dalam pengobatann, namun saat ini penyidikan masih dilakukan pengobatan alternatif atau medis kedokteran yang salah satunya diakui berobat di salah satu Rumah sakit Cipondok jakarta.(RMD)

Banda Aceh - Asisten III Setda Aceh, Saidan Nafi, membuka Simposium Dokter Spesialis Ortopedi Traumatogi Indonesia, di Hermes Palace Hotel, Kamis 9 November 2017.

Saidan Nafi menyebutkan, penyakit ortopedi dan traumatogi tak lepas dari sistim kerangka tubuh dan tulang. Biasanya penyakit ini terjadi karena bawaan, usia dan pola hidup yang tidak sehat dan juga karena kecelakaan.

"Di Zainoel Abidin ada 5 pasien per hari yang berkaitan dengan traumatologi," kata Saidan Nafi.

Dari data yang ada, di rumah sakit pemerintah itu, jumlah antrian bagi penderita penyakit ini mencapai 105 orang. Hal itu terjadi karena kurangnya jumlah dokter spesialis ortopedi dan traumatogi di Aceh.

Kondisi tersebut diperparah dengan angka kecelakaan yang tinggi di Aceh. Hal itu menjadikan para ahli ortopedi di Aceh sangat banyak menangani kasus kecelakaan.

Salah satu yang membutuhkan penanganan kasus itu adalah siku dan bahu. Penanganannya tentu rumit, karena banyak anyaman saraf di bagian bahu.

"Pertemuan ini sangat penting sebagai bagain dari peningkatan kapasitas dokter untuk saling berbagi ilmu," kata Saidan.

Pemerintah Aceh, kata Saidan, sangat mendukung kegiatan tersebut dan berharap forum ilmiah seperti itu dapat lebih sering dilaksanakan. Apalagi, kata Saidan, Aceh memiliki keistimewaan dalam penanganan kesehatan bagi masyarakat.

"Kami berharap transformasi pengetahuan dapat terus berjalan agar keahlian dokter semakin meningkat sehingga pelayanan masyarakat semakin baik," kata Saidan Nafi.

Apa yang dilakukan oleh para ahli kesehatan itu, kata Saidan, diharapkan bisa mensukseskan program pembangunan kesehatan yang dicanangkan Pemerintah Aceh melalui Aceh Hebat. (Humas-Aceh)

Banda Aceh - Kunci utama kesuksesan program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe terletak pada Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP).

Hal itu sesuai dengan Pasal 5 ayat (2) PP No.5 Tahun 2017 yang menyebutkan bahwa BUPP yang bertanggung jawab atas pembiayaan pembangunan dan pengelolan KEK Arun Lhokseumawe.        


Hal demikian disampaikan Gubernur Aceh drh. H Irwandi Yusuf, M.Sc saat membuka Rapat Koordinasi Sinkronisasi dan Harmonisasi Tugas Teknis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, di Jakarta, Kamis, 9 November 2017. Turut hadir Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Iskandar, M. Sc, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, Lc, MH dan pihak terkait lainnya.

Pada kesempatan itu Irwandi menyampaikan sejumlah arahan untuk segera dilaksanakan oleh masing-masing pihak terkait.

Irwandi meminta kepada pihak Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (PT. Pertamina, PT. Pelindo I, dan PT. PIM), serta Badan Usaha Milik Aceh yaitu PDPA sebagai pengusul KEK Arun untuk segera membentuk Badan Hukum Perseroan sebagai Badan Usaha yang ditunjuk untuk membangun dan mengelola KEK Arun Lhokseumawe.

“Hari ini Saya tagih kembali komitmen Saudara-saudara,  Saya tunggu bukti keseriusannya untuk membangun Aceh, Jika terdapat permasalahan dalam pelaksanaannya sampaikan kepada Saya, dan kepada pihak-pihak terkait untuk kita carikan alternatif solusi bersama-sama, jangan didiamkan. Masyarakat Aceh sudah terlanjur berharap banyak pada KEK Arun, jangan sampai rakyat kecewa,” ujar Irwandi menegaskan.

Selanjutnya Gubernur juga meminta kepada Dewan Kawasan KEK Aceh yang telah ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2017 untuk lebih pro-aktif dalam melakukan upaya-upaya percepatan agar KEK Arun segera beroperasi.  Khusus kepada Walikota Lhokseumawe sebagai Wakil Ketua I, dan Bupati Aceh Utara sebagai wakil ketua II, Gubernur meminta agar berperan lebih optimal dalam memberikan dukungan langsung dan tidak langsung, teknis dan non-teknis.

“Salah satu bentuk dukungan yaitu segera melimpahkan kewenangan perizinan kepada Administrator KEK Arun Lhokseumawe, serta memberikan dukungan insentif dan pengurangan pajak dan /atau retribusi sesuai dengan peraturan per-undang-undangan yang berlaku,”lanjutnya lagi.

Selanjutnya, Irwandi juga meminta kepada seluruh anggota dewan kawasan KEK Aceh yang telah ditetapkan untuk segera berperan sesuai dengan tugas dan fungsi yang telah diberikan.

“Seiring dengan telah ditetapkannya Peraturan Gubernur Aceh Nomor 60 Tahun 2017 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Administrator KEK Arun Lhokseumawe diharapkan kepada Kepala BKPM, dan Menteri Perdagangan segera mendelegasikan kewenangan perizinan dan nonperizinan kepada Administrator KEK Arun Lhokseumawe,”ujar Irwandi menambahkan.

Sementara itu Kepada Kementerian BUMN, Irwandi berharap agar memberikan perhatian khusus kepada BUMN yang akan beroperasi di KEK Arun, sehingga konsorsium BUMN dapat segera bertindak dan mengambil langkah-langkah percepatan pembangunan kawasan KEK Arun. Dan kepada PDPA Irwandi meminta diperkuat kapasitas dan kapabilitas perusahaannya dalam melaksanakan fungsinya sebagai Badan Usaha Milik Aceh.

“Kepada Kementerian/ Lembaga terkait (Kementerian Ketenagakerjaan,  Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ BPN, Kementerian Hukum dan HAM) agar dapat menempatkan petugas pada KEK Arun Lhokseumawe, sehingga semua kemudahan baik perizinan dan nonperizinan,  fiskal maupun nonfiskal dapat segera dimanfaatkan oleh investor dengan perizinan yang cepat dan mudah,”ujarnya lagi.

Diakhir sambutannya Irwandi  mengharapkan pada minggu II bulan Desember dapat diresmikan peluncuran operasional KEK Arun Lhokseumawe.

“Semoga dengan kehadiran KEK Arun, iklim investasi di Aceh semakin membaik untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan di bumi Aceh,”pungkas Irwandi.(Rill)

,
Lhokseumawe | Sebanyak 143 Jamban bantuan dari Satuan Komando Resor Militer (Korem) 011/Lilawangsa dibangun untuk warga masyarakat Desa Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Rabu (8/11).

Jamban tersebut diserahkan Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono yang diwakilkan oleh Kasiter Korem 011/Lilawangsa Letkol Inf Yogi Bahtiar khusus untuk masyarakat kurang mampu dan diterima langsung oleh warga diantaranya Jamaluddin, Khaidir, Nasir, Safaruddin dan warga masyarakat lainnya.

Dihadapan warga masyarakat Desa Kuta Blang, Kasiter menyampaikan, bantuan jamban ini dari Danrem Agus Firman Yusmono dalam membantu kesulitan warga khususnya untuk menjaga kebersihan lingkungan, agar kesehatan selalu tetap terjaga dan terhindar dari bahaya pencemaran lingkungan yang kurang baik.

Selain itu, Letkol Yogi Bahtiar menyebutkan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap warga masyarakat khususnya di Wilayah Korem 011/Lilawangsa. “Pada kesempatan ini Jumlah jamban yang kita bangun sebanyak 143, mudah-mudahan kedepan Pak Danrem dapat membantu untuk masyarakat yang belum menerima. Diharapkan bantuan jamban dapat menerapkan pola hidup bersih dan tertanam bahwa pentingnya kesehatan”, tuturnya.

Peninjauan dan penyerahan jamban tahap akhir di Minggu ke Tiga, turut hadir diantaranya, Keuchik Desa Kuta Blang, Personel Staf Teritorial Korem 011/LW, dan warga masyarakat sekitar.(Laung)

StatsuAceh.Net - Kecelakan alat berat Eskavator (beco) hingga menewaskan seorang supir Dam Truk, saat trado memindahkan Eslavator dari lokasi kerja penambangan matrial krikil dan pasir di simpang kuala makmur, berniat ingin membantu jembatan yang rusak berat karena diterjang banjir akibat hujan deras yang tidak berhenti dalam minggu ini.

Kecelakaan alat berat Eskavator yang terguling dari trado, hingga menimpa dan menewaskan salah seorang supir Dam truk yang ada diatasnya. Pada Rabu, (08/11) sekira pukul 15:15. Wib di Desa kuala Makmur, kecamatan Simtim, Simeulue.

Trado dengan Nopol: BL 8279 AO, yang mengangkat Eskavator yang ingin dipindahkan ke tempat perbaikan jembatan yang rusak karena di terjang banjir di desa kuala makmur, yang tidak jauh dari lokasi kejadian perkara, namun naas sebelum sampai dilokasi, trado terbalik kebawah jembatan, selanjutnya Eskavator yang ada diatasnya terguling, sementara korban yang bernama Mak Iyet (54) supir Dam truk warga kuala makmur itu sedang ada diatas beco tersebut, tak ayal saat terguling Eskavator mak iyet tidak sempat selamatkan diri hingga korban terhimpit Eskavator.

Selanjutnya beberapa orang pegawai BPBD Kabupaten Simeulue yang dipimpin Abd.Muluk dan sejumlah warga setempat segera berlarian membantu menyelamatkan korban, kemudin dengan sigap warga yang di bantu BPBD segera melarikan korban ke Puskesmas terdekat yang tidak jauh dari lokasi kejadian, namun karena keterbatasan alat di puskesmas tersebut, maka saat itu juga korban segera dilarikan ke RSUD Simeulue dengan menggunakan ambulance yang turut didampingi keluarga korban dan petugas pukesmas kuala makmur.

Seorang warga masyarakat Rahmat menjelaskan kepada media,” bahwa kejadian tersebut memang benar adanya, korban bernama Mak Yet warga desa kuala makmur, inya mengatakan sebenarnya semua mobil tidak kerja hari ini karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat, namun pihak dinas PU (Pekerjaan Umum) memintanya untuk meminjam pakai Eskavator guna membantu memperbaiki jembatan yang rusak berat di jembatan kuala makmur, itupun utusan dari dinas terchnis Mumun juga ada lansung datang menjumpainya, saudara mumun juga ada di lokasi kejadian perkara saat musibah terbaliknya beco itu,” ianya menambahkan,” Mak Yet ini sebenarnya bukan operator Eskavato, tapi dia supir Dam truk, tapi memang naas entah kenapa dia malah naik diatas Eskavator saat diangkat di trado sore itu.”Sesal.Rahmat

Kapolsek Simtim AKP. Hari tonang,” juga turut membenarkan adanya kejadian tergulingnya Eskavator dari Trado hingga menewaskan salah seorang warga kuala makmur, menurutnya Trado yang mengangkut Eskavator ini berniat ingin membawa Eskavator ke lokasi jembatan yang rusak berat di jembatan kuala makmur, namun sayang sebelum sampai di lokasi Trado sudah terguling di sebuah gorong – gorong yang tidak jauh dari simpang masuk arah kelokasi penambangan material krikil dan pasir di desa itu.” Ungkap Hari.

Camat kota Simtim Dodi Juliardi Bas,” mengiakan adanya kecelakan alat berat Eskavator terguling dari Trado hingga menewaskan warga nya, menurut informasi yang diperolehnya, korban terhimpit Eskavator yang terguling dari Trado saat menuju jembatan yang amberuk di kuala makmur.” Kata. Dodi.

Kejadian tergulingnya Eskavator dari Trado berhimbas terhentinya pengerjaan perbaikan jembatan yang rusak berat di sungai kuala makmur. | Sidaknews.com

Makassar - Universitas Pejuang RI Makassar mengambil inisiatif dalam merespon rekomendasi pertemuan di Bali melalui 2 (Dua) kegiatan yaitu Pelantikan Ketua Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara Universitas Pejuang RI Makassar dan Dialog Kebangsaaan dengan tema “Dengan Semangat Kepahlawanan Kita Bangun Jiwa Nasionalisme Pemuda Dalam Menangkal Hoax” yang bekerjasama dengan RRI yang di bingkai dalam kegiatan Goes to Campus.

Pelantikan Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara Universitas Pejuang RI Makasssar akan menjadi wadah pembudayaan nilai-nilai pancasila kepada seluruh civitas akademika dan media internalisasi sikap kerelawanan dan kekokohan dalam mempertahankn NKRI. Pada kegiatan Dialog Kebangsaan yang di pandu langsung oleh TIM RRI pada tanggal 08 Nopember 2017 pukul 09.00 WITA yang bertempat di Aula Fakultas Teknik Universitas Pejuang RI Makassar. Tiga Narasumber diantaranya ibu DR. Hj. Andi Niniek Fariati Lantara, SE, MS, Dr. Arlin Adam, SKM, M. Si dan Andi Fadli, S. Sos, M. Si.

DR. Hj. Andi Niniek Fariati Lantara, SE, MS yang merupakan Rektor Universitas Pejuang RI Makassar menyatakan “kepeloporan pemuda dalam membangun bangsa ini harus bisa tampil dan memiliki semangat untuk membangun bangsa, pemuda atau mahasiswa adalah pemilik sekaligus pelaku pembangunan masa sekarang untuk masa depan bangsa sehingga jangan muda menerima informasi yang segampang itu apalagi informasi yang mengandung unsur perpecahan” katanya.

“Penyebaran berita bohong atau sering disebut hoax kini tengah menjadi persoalan yang cukup serius di Indonesia, ideologi pragmatisme para pemuda khususnya mahasiswa yang sangat muda menerimaan berita atau informasi-informasi yang sifatnya hoax karena sulit dibedakan yang mana berita benar dan yang mana berita bohong” Ungkap Dr. Arlin Adam, SKM, M. Si yang juga merupakan narasumber pada kegiatan Dialog Kebangsaan sekaligus Dekan FKM Universitas Pejuang RI Makassar di depan para peserta dialog kebangsaaan.

Lanjut Andi Fadli, S. Sos, M. Si menyatakan “hoax menjadi salah satu pemicu fenomena putusnya pertemanan, gesekan, dan permusuhan sehingga harus diperangi oleh generasi muda. Informasi yang bersifat hoax menyebar dengan cepat baik melalui saluran media sosial maupun grup di aplikasi chatting, misalnya WhatsApp, BlackBerry Messenger, dan masih banyak lagi, oleh karena itu kita harus pintar memilah dan memilih apalagi pemuda intelektual sebagai mahasiswa, media sosial beda dengan media maustream sehingga, kenali setiap link yang beredar dan jangan gampang percaya” Ucapnya.(Rill)

Banda Aceh - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Aceh tahun 2018 sebesar Rp 2,7 juta. Angka itu naik Rp 200 ribu dari tahun 2017 yang hanya Rp 2,5 Juta.
 
Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin mengatakan bahwa Peraturan Gubernur Aceh nomor 67 tahun 2017 tersebut ditandatangani Gubernur Irwandi pada tanggal 7 November 2017.
 
Mulyadi Nurdin menjelaskan bahwa besaran gaji Rp 2,7 juta per bulan tersebut merupakan upah bulanan terendah dengan hitungan waktu kerja 40 jam per minggu.
 
"Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 2, 3 dan 5 Pergub tersebut, dan UMP tersebut berlaku bagi pekerja/buruh lajang dengan masa kerja kurang dari satu tahun," jelas Mulyadi Nurdin.
 
Dengan ditetapkannya angka UMP tersebut, para pengusaha di Aceh yang mempekerjakan karyawan tidak boleh membayar upah di bawah angka Rp 2,7 juta. Sementara bagi mereka yang melanggar ketentuan tersebut, akan dikenakan sanksi pidana sesuai dengan perundang-undangan. 
 
"Bagi buruh dengan masa kerja satu tahun atau lebih dirundingkan secara bipartit antara pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh dengan pengusaha di perusahaan yang bersangkutan," Tambah Mulyadi Nurdin.
 
Peraturan tersebut berlaku bagi seluruh pekerja/buruh dan karyawan  baik di perusahaan swasta, BUMN/BUMD dan segala usaha sosial lain. Untuk pengawasannya akan dilakukan oleh Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan.
 
Mulyadi Nurdin menyebutkan bahwa Gubernur Aceh meminta pengusaha dan perusahaan di Aceh agar mematuhi peraturan tersebut dan menerapkan UMP baru terhitung mulai tanggal 1 januari 2018. (Humas-Aceh)

Kapolres Pesawaran AKBP M Syarhan (tengah)
PESAWARAN - Oknum guru olahraga Endi Oktriawan (32), warga Desa Pulau Legundi, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, ditangkap polisi.

Kenapa? Sang guru olahraga disangka telah mencabuli 42 orang muridnya.

"Sejauh ini kita lakukan pemeriksaan, kita sudah kumpulkan 42 anak yang diduga jadi korban pencabulan dari tersangka," kata Kapolda Lampung, Irjen Pol Suroso Hadi Siswoyo, di Bandar Lampung, Rabu 8 November 2017.

Kapolda Lampung mengatakan, rata-rata umur ke-42 pelajar itu antara 12-17 tahun.

Yang bikin miris, dari 42 anak tersebut, 11 orang di antaranya kini menjadi kecanduan oral seks.

Petualangan sang guru olahraga terungkap setelah orangtua satu di antara korban, L (15), melapor ke polisi.

Dalam kejadian itu, sang guru olahraga meminta L datang ke ladang miliknya seusai pelajaran sekolah. Dia mengatakan akan mengajari L bermain voli.

Bukannya main voli, L malah mendapat "permainan" lain. Ia dicabuli sang guru.

L lalu melapor ke orangtuanya, FG (42). FG inilah yang melapor ke polisi.

Endi ditangkap pada Sabtu, 7 Oktober 2017, oleh jajaran Polres Pesawaran.

Dalam pengakuannya kepada polisi, L mengatakan sudah dicabuli seanyak tiga kali.

Namun, ia tidak langsung melapor karena tidak menyadari perbuatan sang guru merupakan tindakan bejat.

Dekat Murid


Kapolres Pesawaran AKBP M Syarhan di Pesawaran, Rabu, 8 November 2017, mengatakan, penangkapan Endi berdasarkan laporan salah satu korban ke Mapolres.

Petugas langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan penangkapan terhadap tersangka.

"Tersangka merupakan guru olahraga, bidang bola volly sehingga ada kedekatan dengan murid," kata Kapolres Pesawaran.

"Hal itu lalu dimanfaatkan untuk melakukan perbuatan yang tak senonoh terhadap muridnya," ujar Kapolres Pesawaran.

Kapolres Syarhan mengutarakan, terjadinya pencabulan karena tersangka menjanjikan nilai bagus kepada muridnya.

Sebagai imbalan nilas bagus tadi, sang guru dibolehkan melakukan oral seks kepada sang murid.

"Modus tersangka menjajikan kepada korbannya nilai bagus, dengan imbalan oral seks," jelasnya.

Dari 42 korban tersebut, 11 di antaranya menjadi ketergantungan terhadap oral seks, dan usia mereka rata-rata 12 tahun sampai 17 tahun.

Sementara itu, Endi Oktriawan saat di tanyakan awak media mengatakan, ia melakukan hal itu karena membaca sebuah buku, dan melakukan sebuah ritual amalan.

"Saya baca buku, buat amalan, kalau minum air sperma akan membuat badan saya kuat," ujarnya.

Endi menuturkan, ia melakukan aksinya sejak 5 tahun lalu.

Bahkan, dia melakukan perbuatan tersebut hingga berpuluh-puluh kali kepada beberapa korban.
Beragam Modus

Kapolda Lampung Irjen Pol Suroso Hadi Siswoyo mengungkapkan, tersangka Endi menggunakan beragam modus dalam menjalankan aksinya.

Endi hanya menyadar anak laki-laki.

Modus itu antara lain Endi mengajak korban menginap di rumahnya, karena Endi sendirian di rumah ditinggal pergi istri dan anak.

Berbagai tempat yang menjadi lokasi pencabulan antara lain rumah tersangka, ladang, sampai rumah kosong.

Mengapa begitu lama Endi menjalankan aksinya baru ketahuan dan ditangkap polisi?

Kapolda Lampung mengatakan, tiga faktor utama mengapa tersangka bebas lama beraksi.

Pertama, lokasi kejadian terpencil.

Kedua, pekerjaan tersangka sebagai guru olahraga honorer di pulau tersebut sangat akomodatif buat tersangka mencari korban.

Ketiga, memanfaatkan sosok guru yang disegani orang tua murid untuk menutup mulut para korban.

"Tersangka juga memberikan ancaman yang tidak main-main, yakni kematian orang tua korban," ujar Kapolda.

Akibat perbuatannya, Endi dijerat pasal 82 ayat (2) Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, junto pasal 62 KUHPidana dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.| lampung.tribunnews.com

,
Rembele - Kegiatan latihan Posko I yang dilaksanakan para prajurit TNI Batalyon Infanteri 114/Satria Musara selama Tiga Hari, terhitung tanggal 6 sampai dengan 8 November 2017 secara resmi di tutup.

Upacara penutupan dipimpin Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono yang diwakilkan oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 011/Lilawangsa Letkol Inf Shofanudin, di Makoyonif setempat, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (8/11).

Dalam sambutan Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono yang dibacakan Kasrem 011/Lilawangsa Letkol Inf Shofanudin menyampaikan,dilaksanakan latihan posko I bertujuan untuk meningkatkan kemampuan prosedur hubungan antara Komandan dan staf dalam merencanakan suatu tugas operasi.

“Keberhasilan untuk menghadapi baik ancaman maupun tantangan didalam tugas, tidak hanya diukur dari berapa lamanya latihan, numun keberhasilan dicapai jika prajurit itu sudah terlatih, karena prajurit-prajurit terlatihlah yang mampu melaksanakan tugas dengan baik”, sebutnya.

Berakhirnya latihan posko I ini, diharapkan para prajurit Batalyon Infanteri Satria Musara dapat mengaplikasikan semua materi yang telah diterima, walaupun dengan waktu yang singkat bukanlah suatu alasan, akan tetapi dengan keyakinan dan keiklasan niat kemauan untuk berlatih, yakinlah ilmu yang didapat akan bermanfaat dalam menghadapi tugas selanjutnya, kata Kasrem saat membacakan sambutan Danrem.

Acara penutupan latihan posko I Yonif 114/SM dihadiri antara lain, Dandim 0106/Ateng Letkol Inf Hendry Widodo, Danyonif 114/SM Letkol Inf Mulyadi, Danyon Raider Khusus 111/KB Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis, Pasiren dan Pasilat Rem 011/LW, Pabung Pidie, para Danramil Jajaran Kodim 0106/Ateng, Kodim 0102/Pidie dan Kodim 0113/Galus.(Laung)

Rumah milik bandar narkoba Arman Suyuti alias Saddang alias Bang Toyib Saddang yang teletak di Jl Sungai Limboto, Kelurahan Ta kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) segera dilelang.
TANETE RIATTANG - Rumah milik bandar narkoba Arman Suyuti alias Saddang alias Bang Toyib Saddang yang teletak di Jl Sungai Limboto, Kelurahan Ta kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) segera dilelang.

Kepastian lelang itu diutarakan oleh Kasi Pidum Kejajari Bone, Adnan Hamzah kepada tribunbone.com, Rabu (8/11/2017).

"Setelah putusan yang bersangkutan berkekuatan hukum tetap, barang itu menjadi sitaan negara dan bakal dijual metode lelang," kata Adnan Hamzah.

Dikatakan, mekanisme lelang nantinya dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Tanjung Selor, Kaltara. "Posisi kita hanya menerima titipan barang bukti, lelang itu dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Tanjung Selor, sudah pernah datang untuk meninjau penghitungan nilai," tuturnya.

Rumah itu diduga kuat sebagai hasil pencucian uang oleh Saddang alias Bang Toyib dalam kasus narkoba jenis sabu seberat 2 kilogram.

Bang Toyib putera kelahiran Bone sudah divonis mati di Pengadilan Negeri Tanjung Selor, Kalimantan Utara, (20/10/2016) lalu. Selain rumah yang ditaksir miliaran rupiah, mobil Jeep aset Bang Toyib juga masih dititipkan di Kantor Kejaksaan Negeri Bone.(Trb)

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman.
StatusAceh.Net - Penangkapan atas sebelas pangeran di Arab Saudi akibat korupsi beberapa waktu lalu ibarat bunyi gong yang menandai jargon reformasi yang diusung Putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman. Terobosan itu jelas spektakuler, karena terjadi di sebuah negara kerajaan yang selama ini dikenal sangat konservatif.

Putra Raja Saudi dari istri ketiga itu makin membuktikan keseriusan visi yang dia buat sebagai calon pemimpin masa depan. Namun, ada yang menganggap langkah kontroversial itu sebagai jurus politis Mohammad bin Salman dalam menyingkirkan rival-rival potensial tatkala dia naik tahta di kemudian hari.

Beberapa bulan terakhir, ada saja langkah Kerajaan Arab Saudi yang patut menjadi perhatian publik. Bila dirunut, berbagai terobosan terjadi tak lama setelah Pangeran Mohammad bin Salman yang merupakan putra mahkota Kerajaan Saudi mendengungkan perlunya reformasi di negara itu.

Pangeran Mohammad sejak mendapatkan gelar sebagai putra mahkota menjadi figur penting di balik sang ayah, Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud. Setahun terakhir, pengaruhnya sangat besar. Didapuk sebagai Menteri
Pertahanan sekaligus menjabat posisi penting Dewan Ekonomi Saudi, Pangeran Mohammad juga memiliki akses yang luas terhadap kebijakan ekonomi, politik dan keamanan.

Pada dasarnya, putra mahkota tersebut mengatakan ingin mengubah Arab Saudi setelah masa 30 tahun yang menurutnya tak normal. Saat diwawancarai The Guardian, Pangeran Mohammad berjanji akan mengembalikan negara Arab Saudi yang moderat.

Ucapan itu dicatat sebagai pernyataan paling tegas dan lugas yang pernah keluar dari seorang figur penting Kerajaan Saudi setelah sekian lama negara itu ibarat tak bisa disentuh khususnya dalam hal sosial dan tradisi
agama.

“Apa yang terjadi dalam 30 tahun terakhir ini bukan Arab Saudi. Apa yang terjadi di wilayah ini 30 tahun terakhir bukan Timur Tengah yang sesungguhnya. Setelah Revolusi Iran pada tahun 1979, orang serta-merta ingin menyalin model itu ke berbagai negara termasuk ke Arab Saudi. Sayangnya pendahulu kami selama ini tidak bisa mengatasi masalah ini. Sekarang saatnya untuk menyingkirkannya,” kata Pangeran Mohammad yang baru berusia 32 tahun tersebut.

Jadi figur penting di lingkungan Raja Arab, Pangeran Mohammad kemudian mengeluarkan Visi 2030 yang menjadi dasar peta jalan perubahan yang akan dilakukannya di Saudi dalam berbagai aspek termasuk ekonomi, sosial, politik dan keamanan. Tak butuh waktu lama, gaungnya sudah mulai terdengar.

Pangeran Mohammad sebagai contoh sedang menyiapkan zona ekonomi khusus pariwisata sekelas Dubai seluas 470 Kilometer di pantai Laut Merah. Wilayah itu akan menjadi pusat ekonomi liberal yang menandakan Arab Saudi mulai membuka pintu bagi sumber ekonomi selain minyak.

Belum lama ini, otoritas Arab Saudi juga mengumumkan kelonggaran atas aktivitas perempuan yang selama ini sangat dibatasi di negaranya. Para perempuan Saudi akan diperbolehkan menyetir mobil dan menonton pertandingan di stadion maupun gelanggang olahraga lainnya. Kebijakan itu akan mulai berlaku pada tahun 2018. Tak hanya itu, kaum hawa bakal diperbolehkan bepergian ke luar negeri tanpa harus didampingi oleh suami.

Tak sampai di situ, Arab Saudi pada September 2017 lalu juga menangkapi para ulama atau syeikh yang dianggap beraliran garis keras.  Atas restu Raja Salman, para ulama yang dianggap beririsan dengan aksi dan jaringan teroris berbahaya bagi Saudi ditahan. Mereka kebanyakan dilaporkan memiliki hubungan dengan Qatar dan Ikhwanul Muslimin yang dicap Saudi sebagai pendukung teroris.

Korupsi, ‘Dosa’ Legal Baru
Yang menarik, sepak terjang Pangeran Mohammad juga menyasar dugaan kasus-kasus korupsi yang selama ini hampir tak mungkin terungkap apalagi berhubungan dengan keluarga dan kerabat Kerajaan Saudi.  Pada tahun 2017, Pangeran Mohammad membentuk lembaga sejenis Komisi Antikorupsi. Baru berdiri beberapa bulan, lembaga itu mulai menunjukkan “taringnya”.

Pada Sabtu, 4 November 2017 dilakukan penangkapan terhadap 11 pangeran Arab Saudi, belasan menteri dan mantan pejabat negara itu. Mereka ditahan atas pasal korupsi. Kejadian ini mengejutkan publik. Apalagi salah satu pangeran yang ditahan tak lain adalah salah satu miliarder terkaya Saudi yang memiliki saham di banyak perusahaan multinasional ternama di berbagai belahan dunia, Pangeran Alwaleed bin Talal sebagaimana dilansir BBC.

Situs Wikileaks sebelumnya pernah merilis data-data besarnya kucuran dan biaya bulanan kepada keluarga kerajaan dan adanya sejumlah penyalahgunaan uang negara oleh keluarga kerajaan dan bangsawan. Namun sayangnya, korupsi di Arab Saudi ibarat tak dianggap sebagai kejahatan selama ini, apalagi yang dikaitkan dengan para figur berpengaruh.

Laman The Guardian juga pernah merilis nama-nama pangeran Arab Saudi yang tinggal di Eropa dan kemudian dikabarkan hilang, diduga dipaksa pulang ke negaranya dan dihukum karena mencoba melakukan mobilisasi dan protes tradisi konservatif di negara itu. Mereka juga sempat memprotes maraknya kasus korupsi di lingkungan kerajaan.

Tak ayal karena itu, pembentukan Komisi Antikorupsi menjadi pertanda awal baru bahwa korupsi kini ibarat dosa baru yang secara legal dan luas melanggar hukum di Saudi dan akan diproses tanpa pandang bulu.

Meski langkah penegakan hukum tersebut sempat menuai kritik karena dianggap politis demi menyingkirkan lawan politik yang potensial pada masa depan, kebijakan ini juga diapresiasi oleh kalangan masyarakat Saudi. Sementara orang-orang dekat sang pangeran juga menegaskan bahwa Mohammad justru bisa menunjukkan kepemimpinan yang kuat sekaligus menyentuh kehidupan rakyat.

“Betul mungkin kalau kekuasaan saat ini begitu sentral namun dia (Mohammad) melakukan apa yang harus dilakukan. Dia memang harus melakukan konsolidasi menyeluruh. Selalu ada akibat yang mau tak mau harus diterima,” kata salah satu pejabat di lingkungan Pangeran Mohammad.

Sementara para pendukung kebijakan Pangeran Mohammad yang populer di kalangan muda itu lantas menilai sepak terjang sang putra mahkota sebagai langkah revolusioner.

Jurus Penyelamatan

Menyusul dinamika yang terjadi di Saudi beberapa bulan belakangan, Ketua Kajian Timur Tengah dan Islam dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, memberikan tanggapan. Menurut dia, reformasi ala Pangeran Mohammad dengan Visi 2030 itu ibarat modernisasi yang memang mau tak mau harus dilakukan agar Arab Saudi agar tidak semakin terpuruk.

Pasalnya pada saat ini, negara tersebut mengalami defisit secara ekonomi. Dengan sumber keuangan yang lebih 90 persen mengandalkan minyak mentah maka Arab Saudi akan sulit untuk bangkit.

Selain perlu mengakomodasi ekonomi yang relatif liberal seperti rencana kawasan ekonomi turis Pangeran Mohammad, pemerintah Saudi juga harus bisa menunjukkan sikap yang mengakomodir kepentingan rakyat. Dalam hal itu, moderat adalah nilai yang dirasa lebih masuk akal untuk diterima masyarakat khususnya generasi muda.

“Mau tidak mau harus dilakukan. Kalau tidak, cost sangat besar. Bila aspirasi publik tidak disambut oleh kalangan Kerajaan, dikhawatirkan jadi akumulasi dan merambah ke sektor politik terutama soal partisipasi publik di pemerintahan,” kata Yon Machmudi saat dihubungi VIVA, Selasa 7 November 2017.

Sementara mengenai penangkapan dan penahanan para pangeran dan menteri yang terjerat korupsi dipandang Yon dari dua sisi. Yang pertama, hal itu perlu dilakukan untuk menyelamatkan ekonomi Saudi. Iklim transparansi dalam hal ekonomi dan keuangan akan menjadi kunci jika Arab ingin mendulang lahan baru seperti investasi dan sektor pariwisata. Kebijakan itu juga dianggap konsisten dan akan mendukung Visi 2030 Pangeran Mohammad.
 
Dari sisi politik dan sosial, Kerajaan Saudi pada saat ini berusaha memosisikan diri di hadapan rakyat sebagai pihak yang punya tanggung jawab menjalankan reformasi termasuk menegakkan hukum. Pengamat tersebut menilai bahwa kebijakan ini sebenarnya cukup riskan jika para koruptor yang ditangkap melakukan perlawanan yang bisa mengganggu stabilitas negara itu. 

“Akan membutuhkan waktu yang panjang karena reformasi Arab tak bisa radikal dan cepat tapi harus evolusi. Kalau secara radikal akan menimbulkan perlawanan balik,” ujar Yon. | Viva
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.