2022-05-01

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA


LHOKSEUMAWE - Guna menghindari terjadinya hambatan arus lalu lintas saat arus balik lebaran tahun 2022 ini, Polisi di Lhokseumawe sigap mengambil inisiatif untuk membantu mendorong mobil warga jenis L300 dan mobil jenis lainnya di jalan lintas KKA- Bener meriah, Kawasan Wsiata Gunung Salak, Kec. Nisam Antara, Kab. Aceh Utara, sabtu (7/5/2022).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, S.I.K, M.H melalui Kasi Humas Salman Alfarasi, S.H, M.M mengatakan bahwa aksi membantu mendorong mobil ini merupakan salah satu wujud pelayanan prima Kepolisian kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Langkah itu dilakukan, kata dia, untuk menghindari agar kepadatan kendaraan tidak semakin memanjang akibat adanya kendaraan yang mogok di tengah jalan yang mulai ramai.

“Bila tak dibantu, kemacetan panjang bisa terjadi karena mobil mogok ini. Tidak jarang mobil mengalami mogok di jalan karena berbagai kondisi. Ada yang disebabkan oleh masalah mesin atau juga karena muatan serta jalanan yang terlalu terjal,” jelasnya.

Ia menambahkan, petugas yang ikut mendorong mobil itu merupakan bentuk kesigapan anggota dalam memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi para pemudik atau masyarakat yang menikmati liburan.

“Sesuai dengan arahan Kapolres Lhokseumawe, pengamanan Operasi Ketupat Seulawah 2022, petugas secara optimal memberikan pelayanan yang terbaik guna memastikan jalannya mudik yang sehat ,aman, dan lancar,” ucapnya.



Menurutnya, Personel Polres Lhokseumawe yang diterjunkan di beberapa Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan serta pos pantau terus bekerja guna memberikan rasa aman dan lancar selama kegiatan mudik tahun ini.

“Melayani masyarakat sudah menjadi Polri, namun diluar itu sebagai sesama manusia harus saling tolong-menolong. Terlebih kepada seseorang yang sedang kesusahan. Sehingga Pemudik menjadi terbantu dan arus lalulintas tetap tertib dan lancar,” pungkasnya.


StatusAceh.net -
Sekilas, masjid berukuran kecil dan sederhana itu tampak biasa saja. Padahal, masjid yang berada di Desa Kuta Karang Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh itu merupakan masjid yang 'besar' dengan sejarahnya.

Itu adalah Masjid Tgk Syiek Kuta Karang. Namanya mungkin tidak seterkenal Masjid Raya Baiturrahman di pusat ibu kota Provinsi Aceh yang menjadi pilihan wisata religi baik bagi wisatawan lokal, nusantara hingga mancanegara. Namun masjid yang tampak terawat itu telah didirikan sejak 1860 oleh ulama besar Aceh, Tengku Syiek Kuta Karang.

"Masjid ini dibangun pertama sekali 1860, itu 13 tahun sebelum kedatangan Belanda ke Aceh, karena Belanda masuk Aceh sekitar tahun 1873," kata Ikhwani, salah seorang warga setempat.

Syekh Abbas bin Muhammad al-Asyi adalah nama asli dari Tgk Syiek Kuta Karang. Selain ulama besar dan pejuang melawan Belanda, ia dikenal sebagai ahli astrolog atau ilmu falak. Bahkan cukup ahli dalam dunia pengobatan pada abad ke 19.

Masjid yang dibangunnya menjadi tempat baginya mengobati masyarakat dan mengajarkan ilmu agama. Sejak dibangun, masjid itu tak banyak berubah rupa aslinya dan hanya mengalami dua kali renovasi.

Menurut Ikhwani, meski tidak banyak, masjid Tgk Syiek Kuta Karang yang hanya berukuran 10x10 meter ini kerap dikunjungi beberapa wisatawan lokal hingga mancanegara, khususnya dari Malaysia. Sebab, banyak karya ulama itu yang disimpan di negeri jiran.

"Sering juga ada wisatawan yang datang ke sini, masyarakat Aceh ada, tapi paling sering itu dari Malaysia," kata Imum Mukim Ulee Susu Muhammad Yusuf.

Tak hanya berkunjung, ada salah satu keluarga dari Malaysia setiap tahunnya mengunjungi masjid Tgk Syiek Kuta Karang ini. Bahkan mereka sering memberikan sumbangan untuk perawatan masjid tua itu. Kabarnya, mereka sangat cinta terhadap peninggalan Tgk Syiek Kuta Karang karena telah banyak mendapatkan referensi ilmu pengobatan dari buku yang dituliskan ulama Aceh itu.

Yusuf mengatakan para wisatawan Malaysia yang datang sering melaksanakan salat di masjid tua ini ketimbang masjid besar yang baru dibangun di sebelahnya itu. Setelah mengunjungi masjid, mereka juga pasti berziarah ke makam Tgk Syiek Kuta Karang yang tidak jauh dari sana.

"Jadi bangunan tempat makam Tgk Syiek Kuta Karang ini juga dibangun oleh wisatawan Malaysia, sehingga bagus seperti ini, mereka sangat perhatian," kata Yusuf.

Sayangnya, menurut Yusuf, masjid tua bersejarah itu saat ini belum tercatat sebagai salah satu situs cagar budaya sehingga tidak memiliki biaya perawatan dari pemerintah. Mereka telah mengusulkan sejak dua tahun lalu, namun belum ada hasil. Ia berharap masjid ini segera ditetapkan jadi situs budaya di Aceh Besar. [Tempo]


LHOKSEUMAWE - Personil Polres Lhokseumawe bersiaga mencegah gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung wisata pantai Pulau Seumadu, Kec. Muara satu, Kota Lhokseumawe, sabtu (7/5/2022).

Polres Lhokseumawe setidaknya telah menyiagakan sebanyak 10 personil di sejumlah lokasi pantai Pulau Seumadu selama libur Idul Fitri 1443 Hijriah.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, S.I.K, M.M melalui Kasi Humas Salman Alfarasi, S.H, M.M mengatakan, hari ini personil terus memantau situasi dan memberikan layanan terbaik kepada pengunjung wisata pantai seumadu dan pantai ranjung dalam rangka mencegah gangguan kamtibmas.

Petugas melakukan patroli dialogis dan himbauan agar pengunjung dan pedagang mematuhi protokol kesehatan.

Selain itu, pengunjung diingatkan agar memarkirkan kendaraan dengan baik serta tidak memarkirkan kendaraan di badan jalan guna menghindari kemacetan lalu lintas.

Petugas juga menghimbau pengunjung agar berhati-hati ketika mandi di pantai agar tidak adanya pengunjung yang tenggelam atau terseret arus pada saat mandi di pantai ranjung dan pulau Seumadu"pungkasnya.


Banda Aceh -
Ratusan wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh, terpaksa menginap di dalam mobil di sekitar halaman masjid dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) karena semua hotel di daerah ini terisi penuh.

"Mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan bagi kami selain menginap di halaman masjid karena hotel semua penuh," kata Rina, seorang wisatawan, Jumat malam di Banda Aceh.

Ia mengatakan, dirinya terpaksa menginap bersama keluarga karena semua penginapan yang ada di Banda Aceh telah terisi penuh, dan sama sekali tidak ada kamar yang tersisa.

Meski telah berupaya mencari di aplikasi penjualan hotel secara daring, namun semua kamar hotel baik dari kelas melati hingga hotel berbintang semuanya telah dipesan oleh tamu lain.

"Kalau pun ada harga kamarnya diatas Rp1 juta hingga Rp4 jutaan, itu pun terbatas hanya dua kamar lagi," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Agus warga Aceh Barat, ia mengaku kondisi sulitnya mencari hotel saat libur Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah baru kali ini ia rasakan.

Karena tidak memiliki tempat menginap, ia bersama warga lainnya terpaksa menginap di sekitar halaman SPBU karena tidak ada lagi kamar hotel yang kosong. 

Sebelumnya, General Manager Kyriad Muraya Aceh Hotel, Bambang Pramusinto di Banda Aceh, Jumat mengatakan penuhnya tingkat hunian hotel saat ini dikarenakan banyaknya warga yang berlibur untuk mengisi libur panjang.

"Alhamdulillah, tingkat hunian hotel dalam pekan ini memang sangat ramai,” kata Bambang.

Bambang Pramusinto mengatakan kebanyakan tamu yang memesan kamar hotel merupakan wisatawan atau pendatang yang berasal dari luar Provinsi Aceh, dan warga yang berasal dari kabupaten/kota di Aceh.[antara]


Janthoe -
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh menyatakan, empat orang mengalami luka setelah minibus yang mereka tumpangi bertabrakan dengan bus angkutan umum di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Jumat (6/5/2022). Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Kombes Dicky Sondani mengatakan kecelakaan terjadi pada pukul 08.00 WIB.

Lokasi kecelakaan berada di jalan nasional Banda Aceh-Medan, Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah. "Kendaraan yang terlibat tabrakan yakni minibus Toyota Innova dengan nomor polisi BL 1024 AE dan bus Pelangi dengan nomor polisi Bl 7919 AA. Empat korban tersebut mengalami luka ringan," kata Dicky di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Jumat.

Adapun korban luka ringan merupakan penumpang minibus, yakni Bismi Syamaun (60 tahun), warga Gampong Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar; Hasanuddin Yusuf Adam (60), warga Gampong Ilie, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh; Razali Adami (61), warga Neuseu, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh; Zulkarnaen Gamal (66), warga Gampong Cot Mesjid, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

Dicky mengatakan, kecelakaan bermula ketika bus yang dikemudikan M Hatta (53), warga Geulanggang, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, melaju dari arah Medan ke Banda Aceh. Sementara itu, minibus yang dikemudikan Bismi Syamaun melaju dari arah sebaliknya.

Setibanya di lokasi kecelakaan, kata Dicky, minibus Toyota Innova diduga hilang kendali hingga melaju ke jalur kanan jalan. "Saat bersamaan, melaju bus Pelangi, sehingga tabrakan tidak terelakkan. Tabrakan menyebabkan bagian depan minibus rusak berat; sedangkan bus mengalami kerusakan di bagian depan samping kanan," ujar Dicky.

Para korban kemudian dievakuasi ke fasilitas terdekat. Kecelakaan tersebut menyebabkan kondisi macet arus kendaraan dari kedua arah. "Kami mengingatkan para pengemudi untuk lebih berhati-hati, apalagi sekarang jalanan padat kendaraan karena arus balik mudik lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah," ucap Dicky. [Republika]

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.