2022-03-20

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agam Inong Aceh Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa Lapas lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narapidana Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patani Patroli Pekalongan Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama Universitas Malikussaleh USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA


Lhokseumawe -
Ikatan Putra Putri Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh (Unimal) dibawah naungan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik melaksanakan tahapan wawancara sekaligus penampilan bakat oleh calon Putra Putri Ilmu Komunikasi Tahun 2022 yang bertempat di Gedung Pusat Bahasa, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Sabtu ( 26/3/2022).

Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Fauzan mengatakan, ajang pemilihan Putra Putri Komunikasi ini sendiri merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Prodi Ilmu Komunikasi setiap tahunnya. Proses tahapan wawancara dihadiri oleh Putra Putri Ilmu Komunikasi dari tahun 2018 sampai 2019 dan juga dihadiri oleh alumni dari Prodi Ilmu Komunikasi yang ikut serta dalam proses penjurian terhadap calon Putra Putri Ilmu Komunikasi Tahun 2022.

“Tahapan wawancara dibagi menjadi 2 sesi, sesi pagi dari pukul 08:00 dan juga sesi siang pukul 12:00 sampai dengan selesai,” katanya.

Fauzan menyebutkan, peserta yg mendaftar awalnya sebanyak 34 orang, namun yang mengikuti tahapan wawancara berkurang menjadi 30 orang. Selanjutnya setelah wawancara tahap 1 selesai, maka akan dilanjutkan dengan tahapan pembuatan video berdurasi 1 menit yang membahas isu-isu terkini yg berhubungan dengan ilmu komunikasi dan juga menuju ke wawancara tahap 2 sampai dengan malam penobatan dilaksanakan.

“Harapan kedepannya supaya seluruh finalis yang merupakan role model atau Students Ambassador Jurusan Ilmu Komunikasi dapat melampaui dirinya sendiri dan menjadi inspirasi bagi orang lain,” ungkap Fauzan.

Runner Up 1 Putra Komunikasi 2018, Hery Mulyadi menjelaskan, bahwa antusiasme dari peserta tahun ini agak menurun dikarenakan oleh kondisi perkuliahan yang dilakukan secara online.

“Kalau tahun-tahun kemarin saat pemilihan yang diadakan pada tahun 2019 itu pesertanya kelihatan jelas jauh lebih banyak. Mungkin karena pada saat beroperasi PPK yang sedang menjabat sedang dalam masa Covid-19, maka yang mengetahui PPK menjadi lebih sedikit,”ucap Hery.

Hery juga menyampaikan harapan kedepannya agar Ikatan Putra Putri Komunikasi bisa semakin baik kualitasnya, baik dari segi acara yang diselenggarakan maupun dari Sumber Daya Manusia (SDM) nya.


Takengon -
Seorang wanita muda yang diketahui bernama Nova Miranda 20 tahun ditemukan meninggal dunia dengan keadaan tergantung di kawasan Kampung Simpang Empat, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Nurocman Nulhakim, S.IK melalui Kapolsek Bebesen, Ipda Iwan AK korban awalnya pada Rabu 23 Maret 2022 dini hari sekira pukul 03.40 Wib, dalam keadaan leher terikat tali gorden dan kain sarung.

“Korban merupakan warga Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen, dan di Simpang Empat merupakan tempat usaha dari orang tuanya,” kata Ipda Iwan AK.

Iwan AK menjelaskan kronologis kejadian, pada hari Sabtu 19 Maret 2022 sekira pukul 19.00 Wib, korban sempat memberitahukan kepada salah satu karyawan atas nama Ariful yang bekerja di tempat ayahnya berjualan sate untuk melakukan aksi bunuh diri.

“Alasannya korban merasa tidak terima di tuduh mencuri uang toko mereka,” terang Iwan AK.

Kemudian, Selasa tanggal 22 Maret 2022 sekira pukul 18.15 Wib, korban masih sempat mengantarkan bekal kepada salah satu karyawan orang tuanya yang berjualan di Komplek Terminal Lama, Takengon.

“Malamnya sekira pukul 19.27 Wib, korban membuat story di aplikasi Whatsapp dengan kata-kata, selamat tinggal semua semangat untuk kalian semua,” jelasnya.

“Lalu, Rabu dini hari tadi, salah seorang pekerja Bustani yang baru pulang berjualan sate di Terminal Lama bersama ayah korban, melihat korban sudah tergantung di kamar lantai 2 ruko yang mereka sewa,” tambahnya.

Saat ini, kata Iwan AK lagi dari hasil visum medis yang diberikan oleh dr. Ongko Stunggal Wibowo yang bertugas pada hari ini, jenazah murni melakukan gantung diri, tidak di temukan bekas lebam maupun bekas senjata tajam dan jenazah di perkirakan meninggal dunia pukul 11.30 Wib.

“Korban sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum Racun Serangga sehingga korban dilarikan ke rumah sakit dan masih sempat diselamatkan,” tandasnya.[intasgayo.co]

 


Lhokseumawe - Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ( FISIP ) Universitas Malikussaleh periode 2022-2023 resmi dilantik, Rabu (23/3/2022) di GOR ACC Cunda, Lhokseumawe.

Pengurus BEM FISIP yang dilantik merupakan Kabinet Beraksi ( Berani Aksi dan Kolaborasi ) di bawah duet Muhammad Syahpoetra sebagai Ketua BEM dan Dio Febro A Nainggolan sebagai Wakil Ketua BEM yang mengusung tema “Beraksi Bersama dalam Mengaktualisasikan Profesionalisme Fisipol yang lebih baik”.

Pengurus BEM FISIP Unimal periode 2022-2023 ini dilantik langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Dr M. Nazaruddin dan disaksikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Unimal, Subhani MSi, Sekretaris Jurusan Ilmu Politik dan Ilmu Komunikasi, Kamaruddin MSi.

Demisioner BEM FISIP, Muhammad Rizky Iqbal menyampaikan selamat kepada pengurus yang baru dilantik dan diharapkan bisa membawa FISIP menjadi lebih maju kedepannya, tetap kritis, dan tetap menjaga almamater.

“ Saya mengapresiasikan kepada seluruh pengurus BEM yang hadir hari ini, Kalian harus menjadi panutan kepada mahasiswa yang lain, bukan hanya sebatas dilantik, tapi kalian punya amanah dari seluruh mahasiswa FISIP. Mungkin kepengurusan saya yang dulu masih banyak kekurangan dan belum maksimal dan saya memohon maaf kepada seluruh mahasiswa FISIP,” ungkapnya..

Ketua BEM FISIP, Muhammad Syahpoetra menyampaikan, roda organisasi harus terus berjalan, sekarang sudah saatnya saling berkolaborasi dalam berbagai kegiatan.

“Saya mengharapkan kepada seluruh pengurus BEM FISIP yang baru saja dilantik untuk amanah dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sebagai pengurus BEM FISIP periode 2022-2023 demi terwujudnya FISIP yang bermartabat,” ujarnya.

Dekan FISIP, Dr M. Nazaruddin dalam pelantikan mengharapkan agar pengurus BEM FISIP selain belajar di ruang kampus, didalam organisasi juga harus mengasah soft skill yang akan menjadi penunjang mahasiswa di masa mendatang. Kemudian, dalam mensukseskan sebuah organisasi tidak terlepas dari kinerja para pengurus, dan juga kontribusi mahasiswa yang bekerja sama dalam memajukan FISIP.

“Jika sudah pernah memimpin dalam organisasi nanti kedepan jika menjadi pemimpin itu akan lebih mudah. Organisasi ini tempat kita belajar dengan berbagi pertanyaan, masukan dan lain-lain. BEM harus membuka ruang diskusi agar semua mahasiswa bisa mendapatkan ilmu dengan mengundang orang-orang yang ahli dibidangnya,” sebutnya.

Lanjutnya, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) itu harus digagas dan bisa bekerja sama dengan fakultas bahkan dengan dosen.

“BEM bukan hanya memiliki fungsi dalam kampus, tapi juga harus berfungsi keluar kampus. Juga harus kritis, karena kritis itu adalah vitamin bagi kehidupan publik, jadi mahasiswa itu harus merespon isu-isu publik yang memang harus di repson,” tutupnya.


Yayasan Geutanyoe sangat mengapresiasi Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (FOROPIMKA) Jangka, Kabupeten Bireuen, Aceh, dalam hal respon cepat penanganan 114 Orang Pengungsi asal Rohingya. Para pengungsi sebelumnya sempat terlantar karena diusir oleh Kepala Desa Alue Buya Pasie, pada Hari Senin, 21 Maret 2022, pukul 11.00 WIB. Setelah terlantar beberapa jam, kemudian pihak kecamatan mengambil respon cepat untuk menempatkan pengungsi ke Kantor Camat Jangka, dengan ditemani oleh tim dari Yayasan Geutanyoe, IOM, UNHCR, TNI dan Polri. Langkah penempatan sementara di Kantor Camat tersebut merupakan aksi kemanusiaan yang harus diapresiasi. Mendahulukan aksi kemanusiaan di atas administrasi merupakan kehuarusan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seluruh umat manusia.

Sebelumnya, pengungsi yang tiba pada Hari Minggu, 6 Maret 2022 tersebut ditempatkan di tenda darurat di dekat Meunasah Desa Alue Buya Pasie. Selama lebih dari 15 hari para pengungsi yang tinggal di tenda darurat sempat kebanjiran akibat diguyur hujan deras, sebelum kemudian ditempatkan di beberapa rumah warga sekitar. Satuan Tugas Penanganan Pengungsi dari Luar negeri (Satgas PPLN) pada Tanggal 8 dan 16 Maret 2021 mengeluarkan surat perintah untuk memindahkan pengungsi yang berada di Kabupaten Bireuen dan Kota Lhokseumawe ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) yang berada di kota Pekanbaru. Namun, pemindahan itu belum terlaksanan sampai hari ini. Proses pemindahan tersebut memakan waktu yang cukup lama, namun sayangnya kondisi para pengungsi di Bireuen harus berhadapan dengan cuaca buruk sekaligus potensi konflik dari masyarakat sekitar akibat ketidakpastiaan status penanganan mereka.

Yayasan Geutanyoe menilai kondisi ini terjadi akibat lemahnya regulasi yang ada terkait dengan penanganan pengungsi dari luar negeri serta kurangnya perspektif kemanusiaan dari pemerintah. Perpres Nomor 125 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengungsi Luar Negeri merupakan salah satu kemajuan regulasi terkait penanganan pengungsi, namun aturan tersebut masih jauh dari cukup untuk secara komprehensif mengatur upaya penanganan pengungsi dari luar negeri. Di samping itu, berdasarkan tren yang terjadi selama beberapa tahun terakhir, PPLN harus menetapkan Aceh sebagai salah satu daerah penampung pengungsi seperti Jakarta, Pekanbaru, Kupang, Makassar, dan lain-lain. Apabila ini tidak dilakukan, maka peristiwa serupa berpotensi akan terjadi lagi di masa yang akan datang.

Jakarta, 22 Maret 2022

Head of Jakarta Office
Yayasan Geutanyoe,



Reza Maulana
Reza.remoll@gmail.com
+62-852-6027-9292


StatusAceh.Net - Bertemu jodoh lewat media sosial bukan hal yang asing lagi belakangan ini. Bahkan, kita sering membaca kisah pernikahan yang berawal dari Facebook, Twitter, Tinder, dan lain sebagainya.

Baru-baru ini, warga jagat maya di Malaysia dihebohkan dengan aksi dua wanita yang 'mengiklankan' diri mereka untuk mencari jodoh melalui Facebook.

Mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang, namun begitulah keinginan dua wanita itu hingga iklan tersebut ramai jadi perbincangan netizen Negeri Jiran.

Dalam iklan tersebut, dua wanita tersebut menyebutkan kalau mereka sedang mencari suami. Namun ada hal yang mencengangkan dalam iklan itu.

Mereka siap untuk dimadu alias dilamar berdua sekaligus. Alasannya mereka berteman baik. Jadi tidak ada masalah di kemudian hari.

" Assalamualaikum. Salam untuk tahun 2022.., kalau bisa suami bisa menikahi kita berdua karena kita berteman baik dan tidak masalah (dimadu),” bunyi iklan jodoh di grup Viral Sensasi Malaysia itu.

Kedua wanita tersebut juga mencantumkan data diri mereka, mulai dari nama, usia, asal, hingga status saat ini.

Heboh dua sahabat iklankan diri siap dinikahi sekaligus.© Facebook Viral Sensasi Malaysia

Dilihat dari data diri itu, wanita pertama berusia 31 tahun. Dia seorang ibu tunggal dan bekerja wiraswasta.

Sementara wanita kedua masih single dan berusia 28 tahun. Meski masih single, wanita ini punya usaha laundry di rumahnya.

Kedua sahabat baik itu berasal dari Pasir Puteh, Kelantan dan Besut, Terengganu.

Meski siap dimadu, mereka juga tidak menolak jika pria yang berminat hanya memilih salah satu dari mereka.

Mereka menginginkan suami yang mau menerima mereka apa adanya.

" Mencari seseorang yang mau menerima kita apa adanya. Jika tidak mau dua-duanya tidak apa-apa. Kami hanya mencoba jika ada yang bisa menerima kami," tulis mereka.

Dalam postingan yang viral itu dilampirkan juga sebuah foto yang menampilkan dua wanita tersebut berpose.



Heboh dua sahabat iklankan diri siap dinikahi sekaligus.© Facebook Viral Sensasi Malaysia

Mereka terlihat cukup seksi meski memakai kerudung. Kedua wanita itu memakai kaos hitam dan celana jeans yang tak kalah ketatnya.

Postingan iklan dua wanita siap hidup bersama dengan seorang suami ini pun mengundang komentar netizen.

Bukannya ramai karena banyak yang berminat, iklan tersebut malah banjir cibiran dan hujatan.

" Cantik sih, tapi macam iklan jualan ikan di pasar aja. Kasihan orangtuanya pasti sangat malu."

" Ini kok kayak beli 1 gratis 1 yah. Pasti kalau beli dua mahal nih harganya."

" Semoga yang begini-begini segera mendapat hidayah dan bimbingan ke jalan yang benar."

Sumber: mStar


Aceh Timur -
Seorang perempuan di Aceh Timur, Aceh, Rida Sabrina (25) dikabarkan hilang saat menunggu mertuanya berobat. Kasus itu telah dilaporkan ke polisi.

"Rida hilang mulai Kamis, 17 Maret. Dia terakhir terlihat di Rumah Sakit Graha Bunda Idi," kata Kapolsek Idi Rayeuk Aceh Timur AKP Suharto kepada wartawan, Selasa (22/3/2022).

Kasus hilangnya Rida bermula saat dia mengantar mertuanya berobat ke RS Graha Bunda Idi dengan menggunakan motor. Setelah membeli obat, Rida duduk menunggu mertuanya di kursi ruang tunggu.

Tak lama berselang, mertuanya datang mencarinya. Namun Rida sudah tidak berada di lokasi. Motor milik Rida juga disebut tidak ada lagi di lokasi.

Empat hari setelah Rida hilang, suaminya, Rusli, membuat laporan ke Polsek Idi Rayeuk. Pihak keluarga berharap Rida segera ditemukan dan kembali ke keluarga

"Hingga saat ini suami Rida beserta keluarga terus mencarinya namun belum juga ditemukan," jelas Suharto.

Suharto menjelaskan, ciri-ciri Rida antara lain:
-Wajah: Oval
-Kulit: Putih
-Tinggi Badan: 155 CM
-Pada saat hilang menggunakan baju gamis warna hijau dengan corak bunga.

Apabila warga ada yang melihat atau menemukan Rida Sabrina, diharapkan langsung menghubungi nomor handphone 085274522511. [detik.com]

 


LHOKSEUMAWE - Polres Lhokseumawe menggelar sidang Badan Pembantu Penasehat Perkawinan Perceraian dan Rujuk (BP4R) bagi personel, kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rupatama Wicaksana Laghawa Mapolres Lhokseumawe, Senin (21/3/2022) pagi.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH melalui Kabag Sumda, AKP Erpansyah Putra mengatakan, sidang BP4R dipimpin oleh Wakapolres Lhokseumawe, Kompol Dedy Darwinsyah SE MM, sidang dimaksud merupakan salah satu persyaratan untuk personel yang akan menikah. 

“Kepada anggota dan pasangan sidang nikah agar mempersiapkan diri untuk menuju ke rumah tangga sakinah mawaddah warrahmah. Selain itu, sidang BP4R bertujuan untuk memberikan arahan serta petunjuk kepada calon mempelai agar mengerti tugas dan peran jika sudah berumah tangga nantinya,” ujarnya. 

Sidang BP4R, kata Kabag Sumda, adalah sidang untuk pemberian izin nikah pada anggota Polres Lhokseumawe yang akan melaksanakan pernikahan. 

"Sidang nikah ini wajib dilaksanakan bagi seluruh personel Polri beserta calon pasanganya yang akan melangsungkan pernikahan karena merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk melangsungkan pernikahan,” pungkas AKP Erpansyah Putra.

Kabag Sumda menambahkan, sesuai Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2010, setiap Anggota Polri atau Polwan yang akan melaksanakan perkawinan harus melalui proses sidang BP4R sebelum pernikahan dilangsungkan.

Hal ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan anggota dan pasangannya untuk melakukan pernikahan dengan anggota polri, mengingat tugas dan tanggung jawab Polri yang berat.

“Perlu diketahui bahwa tugas Polri sangat berat dan beraneka ragam, untuk itu sebagai istri dari anggota Polri harus memahami suaminya," jelasnya.


StatusAceh.Net -
Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), diprediksi akan berdampak pada banyak sektor, salah satunya seperti angka kesenjangan sosial antara warga lokal dengan pendatang.

Menurut Heri Gunawan, Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Diskusi Virtual "Ngegas Pindah Ibu Kota, Sudah Mendesak" yang diadakan oleh Potret Politik Kamis Malam (17/3), pembangunan IKN membutuhkan energi dan biaya yang sangat tinggi. Terlebih dengan diketok palunya UU Nomor 3 tahun 2022 tentang IKN di Kabupaten PPU Kaltim tersebut.

Dia mempertanyakan, dari mana dana pembangunan IKN tersebut. Terlebih adanya isu salah satu sumber investasi IKn berasal dari Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Di mana, ada kompensasi pengelolaank dari KPBU ke pemerintah, yang semakin membebani biaya operasional pemerintah.

Jika BUMN juga dilibatkan dan saat kondisinya tak mempunyai dana, biaya yang akan dikeluarkan tersebut juga akan kembali dibebankan ke negara, melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

“Bukan perkara setuju tak setuju. Tapi ini momentum yang terlalu tergesa-gesa. Sekarang diputuskan saat ekonomi Indonesia sedang recovery. Kita belum kembali normal hingga tahun 2023-2024 nanti, sekarang ditambah beban baru,” ujarnya.

Pemilihan IKN di Kabupaten PPU juga menjadi persoalan besar. Karena daerah tersebut merupakan wilayah paling marjinal secara ekonomi di Kaltim. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan per kapita di tahun 2021 di Kabupaten PPU terendah se-Kaltim.

Terlebih ketika masuknya pendatang baru di Kabupaten PPU Kaltim, dengan pendapatan yang sudah jauh di atas Upah Minimum Provinsi (UMP), dibandingkan dengan rendahnya pendapatan warga lokal.

Hal tersebut akan memicu adanya ketimpangan sosial dengan para pendatang. Karena jika itu terjadi, akan membuat tingginya kesenjangan sosial dan menjadi isu yang sensitif.

“Itu menjadi ‘pekerjaan rumah’ bagi pemerintah, bagaimana mendorong tingkat ekonomi setempat, sehingga tidak terjadi ketimpangan ekonomi yang tinggi,” ungkapnya.

Di Kabupaten PPU juga, lanjut Heri, basis ekonominya yakni sektor pertanian, perkebunan dan perhutanan. Namun jika sudah menjadi IKN, sektor tersebut harus bermigrasi, salah satunya ke sektor jasa.

Namun kenyataannya, barang-barang yang dibutuhkan di lokasi IKN tersebut, masih banyak diimpor dari dalam dan luar provinsi Kaltim, bahkan dipasok dari luar negeri.

Dia juga menyoroti pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang mengatakan hanya 20 persen wilayah di Kabupaten PPU yang akan dipakai untuk IKN. Selebihnya masih akan dipertahankan menjadi paru-paru Indonesia. Yakni dengan mempertahankan posisi hutan dan alamnya.

Namun yang dia pertanyakan, bagaimana mengundang investasi masuk ke IKN, jika ada pembatasan tersebut. Yang bisa saja berdampak pada perluasan kawasan yang digarap oleh investor, seperti sektor pertambangan dan properti, yang akan berdampak pada penebangan hutan.

“Jika ingin menjaga keseimbangan dan keadilan dalam pertumbuhan ekonomi, IKN bukan jawabannya. Pemerintah bisa membangun wilayah lain. Seperti di Sulawesi sudah baik, ada sektor tambang dan supply chain kendaraan listrik,” katanya.

Heri Gunawan menegaskan, pembangunan IKN di Kabupaten PPU bukan perkara setuju tidak setuju. Tapi menurutnya, momentum tersebut yang terlalu tergesa-gesa dan memang belum siap untuk pembangunan IKN.

“Seharusnya ada pra-kondisi yang dilakukan oleh pemerintah, lalu diputuskan membangun IKN di sana. Kita juga tidak punya uang. Siapa yang mau membangun, Softbank saja sudah mundur,” ujarnya.

Pra-kondisi dilakukan, lanjut Heri Gunawan, untuk bisa lebih menata dan membenahi kota, sehingga bisa menarik minat para investor ke IKN di Kabupaten PPU Kaltim.

Apabila dilihat target rampung IKN di tahun 2023-2024 mendatang, dia malah melihat tahun 2018 lalu menjadi waktu yang pas untuk pemindahan IKN. Karena saat ini Indonesia sedang mengalami kondisi keuangan yang darurat.

“Tahun 2018 bisa lebih tepat, atau nanti setelah tahun 2023. Sudah melakukan pra-kondisi  infrastruktur, sehingga bisa dilihat tata kotanya. Kalau sekarang, belum kelihatan,” katanya. []


Meulaboh -
Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Meulaboh, Aceh, menyelidiki seorang warga negara (WN) Malaysia, yang diduga berupaya mengaburkan identitas dengan mengurus pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh.

“Kasus ini masih kita tindaklanjuti, ada indikasi warga negara Malaysia ini untuk mengaburkan status kewarganegaraannya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI),” kata Kepala Kantor Imigrasi Non TPI Meulaboh, Azhar, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (19/3/2022).

Ia menjelaskan, terungkapnya kasus tersebut setelah WN Malaysia yang tidak disebutkan identitasnya itu berupaya mengurus pembuatan KTP di Kabupaten Aceh Selatan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, perempuan asal Malaysia tersebut sudah lama menikah dengan seorang pria asal Aceh Selatan berstatus sebagai Warga Negara Indonesia beberapa tahun lalu.

Dari hasil pernikahan tersebut, WN Malaysia tersebut telah dikarunia dua orang anak yang masih berusia di bawah lima tahun.

Guna mengungkap kasus ini, kata Azhar, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan dokumen WNA perempuan tersebut guna melakukan langkah selanjutnya.

“Kemungkinan akan kita deportasi, tapi persoalan ini masih kita komunikasikan dengan pimpinan di atas,” katanya menambahkan. | Suara.com

 

 


Bireuen - 114 Pengungsi asal Rohingya diusir oleh Kepala Desa Alue Buya Pasie, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, setelah lebih dari 14 hari ditempatkan di tenda penampungan sementara dan Meunasah. Para pengungsi tiba di Desa tersebut pada Tanggal 6 Maret 2022. Semula, 114 Orang pengungsi akan dipindahkan ke BLK Lhokseumawe setelah 5 hari menjalani proses pemeriksaan kesehatan dan screening test untuk COVID-19, namun sampai hari ini, pemindahan tersebut tidak pernah terjadi. Para pengungsi yang berada di tenda sementara terpaksa berhadapan dengan hujan deras, banjir, dan penyakit yang semakin memperburuk kondisi mereka.

Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Luar Negeri (Satgas PPLN) telah mengeluarkan surat rekomendasi, pada tanggal 8 dan 16 Maret 2022, untuk memindahkan para pengungsi yang berada di Kabupaten Bireuen dan Lhokseumawe ke Pekanbaru. Namun sampai hari ini pemindahan belum dilakukan. Sayangnya, lambatnya proses pemindahan tersebut berdampak sangat buruk bagi 114 orang pengungsi Rohingya di Bireuen. Bukan hanya mereka harus berhadapan dengan cuaca buruk, tetapi juga potensi terjadi gesekan dengan masyarakat di sekitar area penampungan.

Hari ini, Minggu, 20 Maret 2022, Pukul 11.30 Siang, Kepala Desa Alue Buya Pasie didampingi dengan pemuda desa setempat secara resmi mengusir 114 Orang Pengungsi asal Rohingya dari Desa. Mereka kecewa dengan ketidakpastian tindakan pemerintah terhadap para pengungsi, sedangkan masyarakat sehari-hari harus berurusan dengan para pengungsi. Dengan didampingi oleh Yayasan Geutanyoe, IOM, UNHCR, Polisi dan TNI, para pengungsi kemudian keluar dari desa dan berada di pinggir jalan untuk menunggu tindakan berikutnya. Pemerintah mulai dari tingkat kecamatan sampai di tingkat provinsi belum ada satupun yang merespon kondisi ini.

Yayasan Geutanyoe sangat menyayangkan konflik dan pengusiran ini terjadi, serta lambatnya respon dan lemahnya political will dari pemerintah daerah semakin memperburuk keadaan. Selanjutnya, pasca pengusiran terjadi, kelompok pengungsi semakin tidak jelas akan ditempatkan dimana, dan berpotensi untuk berkonflik dengan siapa saja yang berada di dekat mereka. Di sisi lain, para pengungsi menjadi sangat rentan terhadap aksi kejahatan, kekerasan, memburuknya kondisi kesehatan, bahkan kecelakaan yang bisa terjadi kapan saja. Hal yang paling buruk justru dialami oleh perempuan dan anak-anak. Mereka menjadi kelompok yang paling dirugikan dari peristiwa ini.

Oleh karena itu, melalui siaran pers ini, Yayasan Geutanyoe mendesak untuk:

1.     Segera merelokasi 114 Orang Pengungsi dari Kabupaten Bireuen ke tempat yang layak, sebelum dipindahkan sesuai dengan perintah dari Satgas PPLN

2.     Pemerintah Aceh mengkoordinir dan mengawal proses penempatan sementara pengungsi, serta membantu proses pemindahan ke Pekanbaru sesuai dengan surat arahan Satgas PPLN.

3.     Pemerintah Aceh bersama dengan Pemerintah Kabupate Bireuen membangun komunikasi dengan Desa Alue Buya Pasie untuk menjamin tidak terjadinya konflik dan resistensi di kemudian hari

4.     Mendesak Pemerintah Aceh untuk segera melahirkan regulasi tentang penanganan pengungsi luar negeri di tingkat provinsi melalui Qanun.


Bireuen -
Yayasan Geutanyoe, lewat Tim Education dan Tim Mental Health and PsychoSocial Support (MHPSS) melakukan kegiatan bersama pengungsi Rohingya di Desa Alue Buya Pasie, Kecamatan Pesangan, Kabupaten Bireun. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa mewarnai bersama, bermain lego, hulahoop, dan berbagai permainan lainnya. 

Menariknya, kegiatan yang berlangsung dari siang hingga sore  ini bukan hanya diikuti oleh anak-anak dan remaja Rohingya saja, namun juga diikuti oleh anak-anak dan remaja masyarakat sekitar. Saat para relawan Yayasan Geutanyoe membagikan peralatan mewarnai dan permainan, para anak-anak beserta orang tuanya yang merupakan warga sekitar antusias ingin ikut bergabung dan berbaur dengan para pengungsi. Terlihat adanya interaksi dan keakraban antara para pengungsi dan anak-anak sekitar, mereka pun terlihat sangat bahagia dan meminta agar kegiatan ini sering dilakukan.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk play therapy dengan tujuan untuk dapat mengurangi stress dan trauma para pengungsi yang sudah terdampar sejak tanggal 5 Maret lalu, Diitambah lagi kondisi mereka kini yang sangat memprihatinkan karena harus tinggal di tempat tidak layak huni dan ketidakjelasan keputusan soal pemindahan sehingga kondisi mereka menjadi tidak menentu. 

Di samping melakukan play therapy, para relawan Yayasan  Geutanyoe juga melakukan aktivitas edukasi kapada para pengungsi dewasa. Mereka diajari Bahasa Indonesia dasar seperti huruf dan abjad Indonesia dan berbagai kosakata lainnya yang dianggap akan sangat dibutuhkan dalam komunikasi sehari-hari. Para pengungsi dewasa, terutama laki-laki, terlihat belajar dengan antusias menuliskan dan menghapal yang disampaikan oleh Tim Education menggunakan peralatan menulis yang dibagikan oleh relawan Yayasan Geutanyoe. Masyarakat sekitar juga ikut bergabung mengajarkan bersama dengan para relawan. 

Kegiatan ini akan terus dilakukan mengingat kegiatan-kegiatan tersebut merupakan kegiatan emergency yang sangat dibutuhkan oleh pengungsi dan sangat bermanfaat untuk mempererat hubungan antara pengungsi dan masyarakat sekitar.


Banda Aceh - SKK Migas Perwakilan Sumbagut bersama KKKS Wilayah Provinsi Aceh yang berada dibawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas melakukan pertemuan dengan Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT pada Jumat (18/3) di Jakarta. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus, Manajer Senior Hubungan Kelembagaan SKK Migas Syafei Syafri, Kepala Dinas ESDM Provinsi Aceh, Kepala BPMA Teuku Mohammad Faisal, berserta Manajemen KKKS Premier Oil Andaman Ltd, Mubadala Petroleum dan Pertamina Hulu Rokan Zona 1. 

Pertemuan yang berjalan hangat ini dilaksanakan dalam rangka menyampaikan capaian hulu migas tahun 2021 sekaligus melaporkan rencana kerja KKKS Wilayah Aceh tahun 2022. Meskipun masih dalam Pandemi Covid-19, SKK Migas dan KKKS berhasil melakukan pengeboran sumur development yang dilakukan oleh Pertamina Hulu Rokan Zona 1 Field Rantau. Sementara pada tahun 2022 direncanakan akan ada 4 pengeboran eksplorasi dan 13 sumur development melalui KKKS Premier Oil Andaman Ltd, Pertamina Hulu Rokan Zona 1 Field Rantau dan Field NSO.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus menyampaikan bahwa dalam mendukung tercapainya target Produksi 1 Juta barel dan 12 MMSCFD di tahun 2030, SKK Migas bersama KKKS gencar untuk melakukan eksplorasi yang massifuntuk mencari cadangan-cadangan migas yang baru selain melakukan maintenance terhadap sumur-sumur yang ada. Upaya-upaya termasuk tentunya membutuhkan dukungan dari Pemerintah Daerah agar operasional KKKS dapat berjalan lancar.

“Kami hadir menghadap Bapak Gubernur untuk melaporkan rencana kerja sekaligus meminta dukungan Pemerintah Aceh terhadap beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2022 ini. Ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2022 ini dan kami terus berkoordinasi intens dengan Pemerintah Aceh dan juga Badan Pengelola Migas Aceh untuk memastikan kegiatan berjalan tanpa kendala berarti”. Ungkap Rikky Rahmat Firdaus.

Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT menyampaikan dukungan terhadap rencana pengeboran yang akan dilaksanakan. Gubernur berharap agar dalam proses persiapan dan pengeboran nanti tetap memperhatikan isu-isu social yang dimungkinkan terjadi karena bagaimanapun pengeboran ini mempunyai implikasi terhadap pendapatan daerah khususnya Peneritah Aceh. Isue social tersebut perlu di Maintance untuk menghindari kendala dilapangan.

“Kami menyadari bahwa industry hulu migas merupakan industry yang Long Term dan membutuhkan waktu sampai akhirnya bisa onstream, oleh karena komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah harus selalu di jaga dengan baik. Dengan cepatnya pengeboran yang dilakukan pada akhirnya nanti juga akan membantu pemerintah daerah karena ada investasi didalamnya”. Ujar Gubernur.

Seperti diketahui bahwa pada bulai April 2022 ini, direncakaan Pertamina Hulu Rokan Field NSO akan melaksanakan pengeboran eksplorasi dan kemudian dilanjutkan pengeboran sumur eksplorasi laut dalam yang akan dilaksanakan oleh Premier Oil Andaman Ltd pada bulan Mei 2022.


BANDA ACEH - PT Pupuk Iskandar Muda kembali meraih penghargaan dalam anugerah Puja TV Award yang digelar di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, pada Sabtu malam 19 Maret 2022.

Dalam ajang itu, PT PIM mendapatkan penghargaan dengan kategori "Perusahaan BUMN Peduli Sosial dan Usaha Mikro Masyarakat Lingkungan".

Penghargaan diterima oleh Vice President Humas PT PIM, Nasrun di yang diserahkan langsung oleh Direktur Puja Grup, Jamaluddin.

Kegiatan itu sekaligus untuk memperingati 10 tahun Puja TV Aceh, yang dihadiri oleh Forkopimda Aceh, Bupati dan Walikota Kabupaten/Kota, Tokoh Masyarakat, Lembaga Pegiat Sosial, Ketua Asosiasi Pers dan sejumlah penerima piagam penghargaan Puja TV  Award lainnya.

Pimpinan Redaksi Puja TV Aceh, Deni Mukhtadi Menyampaikan, penghargaan diberikan kepada  PT PIM terkait penilaian kami atas kepedulian dan tanggung jawab lingkungan yang selama ini dilakukan oleh anak perusahaan milik BUMN tersebut.

"Penghargaan kita berikan untuk mendorong PT PIM agar kedepan dapat berbuat lebih kepada masyarakat terutama di lingkungan perusahaan, ungkap Deni. PT PIM salah satu perusahaan besar yang berada di Lhokseumawe, Aceh Utara sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yg perlu didukung keberadaannya untuk meningkatkan roda ekonomi masyarakat, ujarnya

Sementara itu, Vice President PKBL & Humas PT PIM, Nasrun di dampingi oleh Fitriani staf Humas saat diwawancara oleh awak media PUJA TV menyampaikan, ucapan terima kasih atas penghargaan yg diberikan, dengan adanya penghargaan ini kedepan pihaknya akan terus melakukan kegiatan sosial melalui program TJSL yang selama ini sudah digeluti untuk bisa memberikan perbaikan ekonomi bagi masyarakat.

"Saat ini kita sedang menjalankan program memasuki desa terpencil, semoga program tersebut dapat terus berjalan sehingga bisa membantu masyarakat di kawasan pedalaman, sebut Nasrun.

Untuk diketahui, selama ini PT Pupuk Iskandar Muda aktif menjalankan program tanggung jawab sosial lingkungan terutama di sekitar perusahaan. Baru-baru ini, PT PIM melakukan misi kemanusiaan dengan mengunjungi warga di Dusun Sarah Raja, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang merupakan salah satu kawasan terpencil di provinsi Aceh.

Kedatangan PIM untuk memberikan kontribusi kemanusiaan dan sosial, seperti memberikan bantuan mode transportasi air berupa perahu tradisional untuk memudahkan aktivitas masyarakat, fasilitas air bersih, perlengkapan ibadah, sekolah, hingga sarana pengobatan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan terpencil tersebut. 

PIM juga secara aktif terus mendorong dan memperhatikan perkembangan Usaha Mikro masyarakat lingkungan, hal ini tentu bertujuan untuk dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sehingga diharapkan ke depan akan manjadi masyarakat mandiri dengan taraf ekonomi dan  kehidupan yang baik.

Seluruh kegiatan yang telah dilakukan merupakan  wujud kepedulian PT PIM untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat, imbuhnya.[Tami]

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.