2017-06-18

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Edi Obama
Bireuen - Ketua Palang Merah Indonsia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra alias Edi Obama, mensinyalir, ada orang-orang atau pihak tertentu yang telah memanfaatkan situasi dan mempolitisir terkait kesalahpahamannya dengan Syahrul Rizal (salah seorang Relawan PMI Bireuen), untuk mencemarkan nama baik PMI dan Dirinya.

Untuk mengetahui fakta yang sebenarnya, Edi Obama mengungkapkan kronologis kejadian yang sebenarnya kepada Media ini, Sabtu (2406/2017).

Kejadian ini, berawal dari postingan facebook pada 17 Juni 2017 atas nama Syahrul Rizal Lbr, yang tidak lain adalah Relawan PMI Kabupaten Bireuen. Di postingan tersebut, Syahrul menyampaikan keinginannya untuk berbuka puasa bersama anggota PMI. Bagi Edi, postingan tersebut tidak ada masalah, dan hak setiap orang untuk menyampaikan informasi.

Akan tetapi, banyak komentar di dalamnya yang menjadi bahan ejekan dan sindiran. Makanya, Edi Obama dalam kapasitasnya sebagai Ketua PMI Bireuen, merasa kecewa dan menganggap yang bersangkutan telah menghina Lembaga yang sangat berkonstrubusi dalam menyelamatkan ribuan nyawa manusia melalui Donor darah teraebut.

Melihat postingan dan komentar tersebut, Edi mencoba menghubungi Syahrul Rizal, Rabu dini hari (21/6/2017). Dia menanyakan, kenapa harus begitu cara penyampaiannya ke media sosial. Padahal, selama ini hubungan keduanya sangat baik.

Menyadari kesalahannya, seketika itu juga Syahrul Rizal langsung meminta maaf kepada Ketua PMI atas kesalahan postingannya tersebut. Sesaat kemudian, Edi kembali mencoba menghubungi yang bersangkutan, tetapi tidak diangkatnya lagi.

Merasa penasaran kenapa teleponnya tidak diangkat, Edi bersama para relawan PMI dan sopir pribadinya mendatangi rumah Syahrul di Gampong Teupok Baroh, Kecamatan Jeumpa. Sesampainya mereka di sana, ternyata Syahrul tidak berada di tempat, melainkan di rumah mertuanya.

Sambil menanti kedatangan Syahrul, Edi Obama menungguinya diteras rumah. Kemudian, tibalah Syahrul dan langsung minta maaf lagi atas kesalahan terkait postingannya tersebut.

Disitulah terjadi kekhilafan bagi Edi Obama. Sambil menasehatinya dengan penuh haru, tanpa sengaja Edi mangayunkan tangannya ke arah Syahrul. Itu pun karena Edi merasa kesal tangannya terus dipeluk oleh Syahrul sambil meminta maaf. Bahkan, sampai Edi pulang pun, tangannya masih dipeluk oleh Syahrul diiringi kata maaf juga.

“Kalau memang Syahrul tidak ada salah sama saya, kenapa Syahrul harus minta maaf. Ini membuktikan, bahwa Syahrul juga merasa salah terkait postingannya yang menyudutkan lembaga yang membesarkan namanya tersebut,” sebut Edi.

Setelah terjadinya insiden tersebut, Edi bersama relawan PMI pergi meninggalkan rumah Syahrul. Keesokan harinya, Syahrul menghadap Sekretaris PMI Bireuen, Juanda. Tujuannya, meminta dimediasi agar dapat dipertemukan dengan Edi, untuk meminta maaf dengan disaksikan oleh pengurus lainnya.

Setelah bertemu, Syahrul kembali meminta maaf atas kesalahannya tersebut, dan Edi juga sudah memaafkannya yang disaksikan oleh pengurus PMI Kabupaten Bireuen.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada bawahannya, dan Edi juga sudah mengakui semua kesalahannya, Ketua PMI Bireuen ini juga berinisiatif menjumpai pihak keluarga Syahrul. Tujuannya adalah untuk bersilaturrahmi sekaligus meminta maaf kepada keluarga Syahrul dan perangkat desa.

Sesampai di rumah Syahrul, rombongan pengurus PMI Bireuen disambut oleh pihak keluarga dan perangkat desa tersebut. Dalam sambutannya, Keuchik Teupok Baroh menyambut baik kedatangan Ketua PMI Bireuen beserta rombongan. Apalagi, Edi sudah menyampaikan permohonan maafnya kepada pihak kami dan pihak keluarga.

"Kami menyambut baik atas itikad baik dari Ketua PMI Bireuen beserta rombongan, dan kami sudah menerima permintaan maafnya, namun masalah perdamaian ini kami serahkan kepada pihak keluarga," kata Edi mengulang pernyataan Keuchik Teupok Baroh.

Menyikapi permintaan keluarga yang menginginkan kasus ini dilanjutkan melalui ranah hukum, dalam sambutannya Edi Obama dengan berjiwa besar, dan mengakui semua kesalahannya tersebut, mempersilahkan pihak keluarga untuk menempuh jalur hukum.

“Niat Saya datang ke sini hanya untuk bersilaturrahmi dengan pihak keluarga, karena masalah saya dengan Syahrul saya angap sudah didamaikan dan diselesaikan oleh internal PMI serta disaksikan oleh pengurus. Dan kalau memang keluarga mengingingkan masalah ini diselaikan melalui jalur hukum, saya juga harus siap mempertanggungjawabkan perbuatan saya," begitu diakui Edi dalam pertemuan saat itu.

Karna menurut Edi, sebenarnya hal tersebut tidak ada masalah lagi. Sebab, antara dia dan Syahrul secara pribadi sudah mengakui kesalahan masing-masing dan saling memaafkan.

Alasan Edi ini juga diperkuat oleh permintaan maaf dari akun pribadi Syahrul Rizal LBr. Kemudian, dilanjutkan dengan permintaan maaf secara langsung yang dimediasi oleh Sekretaris PMI Bireuen, Juanda, disaksikan pengurus.

Namun, secara tiba-tiba permintaan maaf tersebut sudah dihapus. Bahkan, postingan lain yang menjadi awal mula terjadinya kesalahpahaman ini juga dihapus.

Edi menduga, masalah tersebut sengaja dibesar-besarkan dan dipolitisir oleh orang-orang yang ingin memanfaatkan persoalan itu untuk mencemarkan nama baik Lembaga yang Ia Pimpin dan sebagai pembunuhan karakter.

Hal ini, sebut Edi, terlihat dari postingan Adli SE (Sekretaris BPBD Bireuen) di akun pribadi media sosialnya. Bahkan, dalam sambutannya mewakili pihak keluarga ketika itu, Adli SE menyampaikan kata-kata yang menyudutkan Ketua PMI Bireuen. Sehingga, membuat pihak keluarga Syahrul tidak mau berdamai lagi.

“Alhamdulillah, kita ada screenshoot semua dan kita simpan sebagai barang bukti bila mana diperlukan. Masak orang yang sudah berdamai, baik secara langsung maupun melalui permintaan maaf melalui media sosial dengan disaksikan oleh Pengurus PMI, tiba-tiba melanjutkan kembali kasus ini ke ranah hukum,” kata Edi dengan penuh keheranan.

Terkait masalah Ini Ketua PMI Bireuen, juga melaporkan Adli SE ke Polres Bireuen terkait postingannya di Facebook yang mencemarkan lembaga PMI dan dirinya dengan Nomor: TBL/14/VI/2017/Reskrim, Tanggal 22 Juni 2017.

Hal ini Edi lakukan untuk menimbulkan efek jera kepada yang bersangkutan, jangan begitu mudahnya menghina dan merendahkan orang lain, apalagi menghina Lembaga Kemanusiaan yang sudah diakui Dunia Internsional, dan ini bisa menjadi pelajaran untuk orang lain juga.

"Saya pribadi memang sudah salah dan meminta maaf, baik kepada Syahrul, Keluarga, maupun perangkat desa, tapi sikap arogan yang ditunjukkan oleh Sekretaris BPBD itu dengan penuh kesombongan dan keangkuhannya menunjukkan bahwa Dia memang tidak mempunyai niat baik," Kata Edi.

Makanya Ketua PMI Bireuen ini mengharapkan kepada Aparat Penegak Hukum agar serius melanjutkan perkara ini sampai kepengadilan, apalagi Edi merasa ragu dengan pengakuan Adli yang mengatakan bahwa dia mempunyai hubungan keluarga dengan Syahrul, bahkan dalam kata sambutannya, Adli ini melangkahi perangkat desa setempat dalam menyampaikan kata-kata sambutan, ini menunjukkan bahwa yang bersangkutan juga terkesan angkuh dan arogan.

"Jangan sampai menimbukan kesan di masyarakat bahwa Adli ini kebal hukum, dan Dia bisa semena-mena kepada orang lain, karna di Negara kita ini Hukum adalah Panglima Tertinggi," Pungkas Edi.(Rill)

Dok. Relawan mengevakuasi korban serangan udara di Suriah.
StatusAceh.Net - Selama Ramadhan, Amerika Serikat dan sekutunya membunuh hampir 500 warga sipil di Suriah dengan dalih memerangi militan ISIS.

Dari 470 warga sipil yang terbunuh dalam serangan udara koalisi AS di Suriah antara 23 Mei dan 23 Juni, 137 di antaranya adalah anak-anak. Kebanyakan korban tewas berasal dari Raqqa dan Deir Al Zour yang diklaim dikuasai ISIS.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang bermarkas di Inggris mengatakan, jumlah korban sipil selama Ramadhan merupakan yang tertinggi sejak koalisi AS memulai operasi serangan udara di Suriah pada 23 September 2014. Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat dari bulan sebelumnya.

Menurut kelompok monitor, jumlah korban sipil yang terbunuh oleh koalisi AS lebih banyak daripada akibat serangan udara Rusia, kebrutalan ISIS maupun kekejaman pasukan Bashar Al Assad dalam sebulan terakhir.

Direktur SOHR Rami Abdel Rahman mengatakan, sejak melancarkan serangan udara di Suriah, koalisi AS telah membunuh 1.953 warga sipil, termasuk 456 anak-anak dan 333 perempuan.

Sejumlah kelompok HAM dan monitor telah memperingatkan selama berbulan-bulan akan risiko tingginya korban sipil dalam serangan udara koalisi AS, terutama ketika pertempuran di Raqqa meningkat.

AS, Australia, Denmark, Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, dan Yordania melancarkan serangan udara di Suriah untuk membantu Syrian Democratic Forces (SDF) yang melakukan pertempuran di darat. Mereka mengklaim, sudah mengambil segala tindakan yang dibutuhkan untuk menghindari korban sipil. Namun, warga mengatakan, kemungkinan mereka ikut menjadi sasaran serangan udara semakin meningkat.

Maret lalu, lebih dari 200 warga sipil yang kebanyakan perempuan dan anak-anak dilaporkan tewas dalam serangan udara koalisi AS ketika berlindung di sebuah bangunan bekas sekolah di desa Mansoura.

Tingginya korban sipil dalam serangan udara koalisi AS juga terjadi di Mosul, yang diklaim sebagai basis kekuatan terakhir ISIS di Irak. Salah satu kebrutalan koalisi AS terjadi pada 17 Maret, ketika ratusan warga sipil tewas setelah bangunan yang mereka jadikan tempat berlindung dihantam bom seberat 226 kilogram. (Rima)

Jakarta - Kendati ada imbauan dari polisi untuk tidak melakukan takbir keliling, Front Pembela Islam (FPI) akan tetap melakukannya. Anggota FPI yang akan turut dalam kegiatan takbir keliling ini diperkirakan mencapai 3.000 orang.

"Kita tetap akan melaksanakan takbir keliling di berbagai wilayah, termasuk Jakarta karena takbir keliling merupakan kearifan lokal dan bagian dari syiar Islam," ujar Jubir FPI Slamet Maarif pada wartawan, Sabtu (24/6/2017).

Menurutnya, tentang pernyataan polisi yang mengimbau masyarakat tak melakukan takbir keliling, pihaknya tak mempersoalkannya. Sebab, tugas kepolisian itu hanya mengamankan saja, bukan melarang.

"Kalau polisi terbatas personelnya untuk pengamanan, bisa kerjasama dengan ormas-ormas Islam yang ada di Jakarta, bukan malah sebaliknya mengeluarkan kebijakan konyol yang tak populer dan terkesan anti syiar Islam," katanya.

Bahkan, kata Slamet, FPI pun siap saja bila diminta turut mengamankan jalannya takbir keliling di Jakarta. Adapun takbir keliling nanti, akan dipusatkan di kawasan Petamburan, Jakarta Barat. "Pemberitahuan sudah diurus DPD FPI Jakarta," imbuhnya.(Sindo)

BANDA ACEH - Sekretaris I Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Dahlia Kusuma Dewi mengatakan, proses deposisi (bersaksi di persidangan atas dasar keterangan yang awalnya dilakukan di luar pengadilan) oleh 64 penumpang boat sayur ilegal telah dilakukan di Mahkamah Majistret Klang pada tanggal 22 Juni 2017. Prosesnya berjalan lancar.

Pascadeposisi tersebut ke-64 penumpang--di luar satu tekong dan tiga kru boat--telah dilepaskan dari status sebagai saksi dan saat ini tinggal menunggu selesainya masa hukuman  mereka di penjara masing-masing.

Khusus lima penumpang perempuan, termasuk dua balita yang saat ini ditempatkan di Depo Imigrasi Semenyih, mereka sudah bisa dipulangkan ke Indonesia. "Saat ini KBRI sedang memproses pembuatan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) untuk mereka karena tidak ada paspor," kata Dahlia kepada Serambinews.com, Jumat (23/6/2017) siang.

Berdasarkan komunikasi pihak KBRI dengan  Depo Imigrasi Semenyih, depo akan menjalani libur Lebaran hingga 30 Juni. Pada 3 Juli depo baru memasuki hari pertama kerja pascalibur Lebaran. Oleh karenanya, pemulangan kelima perempuan tersebut baru dapat dilakukan paling cepat tanggal 4 Juli 2017.

"Mohon kepada pihak keluarga yang bersangkutan dapat mempersiapkan tiket pemulangan mereka. Dari lima orang tersebut, dua orang tujuan Padang dan tiga orang tujuan Aceh," rinci Dahlia.

Berikut data ke-5 WNI yang hendak dipulangkan itu:
a) Weni Susanti
DOB 07/07/1986
Alamat: Muaro Gadang Air Haji
Kec. Lingo Sari Baganti Pesisir Selatan;

b) Agnes (anak Weni Susanti)
DOB 21/07/2014;

c) Syamsyiah Hasan
DOB 17/07/1950
Alamat: Kampung Blang Dalam Gumpang, Kecamatan Mane, Pidie, Aceh;

d) Tia Wati
DOB 01/02/1994
Kampung Ujung Pacu
Kecamatan Muara Satu,
Kota Lhokseumawe; dan

e) Tiara Salsabilla (anak Tia Wati)
DOB 05/08/2016.

Sementara itu, 12 tahanan perempuan kini menjalani hukuman di Penjara Kajang.
 Berdasarkan informasi dari pihak penyiasat (penyidik) Atase Penguatkuasaan Maritim Malaysia  (APMM) Klang, Selangor, mereka akan selesai masa hukumannya pada 2 Juli 2017. Ini berarti mereka telah diberikan pemotongan masa hukuman satu bulan (dari hukuman tiga bulan penjara).

Di sisi lain, terdapat 47 orang tahanan laki-laki. Dari ke-47 orang tersebut yang sebelumnya ditempatkan di Penjara Sungai Buloh, sebanyak 39 orang telah dipindahkan ke Penjara Jelebu dan akan berakhir masa hukumannya pada 15 Juli 2017. Ini juga berarti mereka telah mendapatkan pemotongan masa hukuman sekitar dua minggu (dari hukuman 3 bulan penjara).

Sementara itu, delapan orang lainnya tersebar di Penjara Sungai Buloh, Kajang, dan Kamunting. Untuk delapan orang ini, KBRI masih mencari informasi tentang kapan hukuman mereka berakhir.

Dahlia juga menjelaskan bahwa dalam kasus ini ada dua catatan pelanggaran, yaitu  pelanggaran akta keimigrasian dan pelanggaran akta antiperdagangan manusia dan penyelundupan migran. Ke-64 penumpang boat sayur itu, menurutnya, menjalani hukuman di bawah pelanggaran akta imigrasi karena mereka tidak memiliki dokumen yang sah.

Di sisi lain, proses deposisi yang mereka lakukan sebagai saksi adalah di bawah Akta Antiperdagangan Manusia dan Penyelundupan Migran yang saat ini dituntutkan terhadap para tekong dan kru boat yang meninggalkan perairan Selangor, Malaysia, pada 1 Mei lalu melalui jalur yang tidak ditetapkan Pemerintah Malaysia. (Serambinews.com)

Jakarta - Beragam komentar pro dan kontra netizen langsung mencuat pasca beredarnya video Kades Mojokerto yang tengah tidur-tiduran di atas hamburan uang.

Namun komentar sebagian besar netizen menyesalkan apa yang dilakukan pejabat Pemerintah tersebut. Pasalnya menurut kebanyakan netizen, apa yang dilakukan Kades Mojokerto tersebut bisa saja mengundang aksi kejahatan.

"Jangan salahkan klo ada kejahatan yg akan mengintai...." kata netizen bernama Joni menanggapi video viral tersebut.

"Awas selagi ada kesempatan,,di situlah penjahat akan beraksi, waspadalah waspadalah,,kanan kiri anda ada yg mengintai," tulis netizen lainnya.

Meski cukup banyak yang menyesalkan aksi Kades Mojokerto itu, tak sedikit juga netizen yang menyikapinya secara netral. Beberapa netizen menyebut apa yang diperlihatkan Kades Mojokerto itu bisa dijadikan motivasi agar menjadi orang yang lebih baik lagi.

Selain itu ada juga yang melontarkan pendapat kalau yang dilakukan Kades Mojokerto tersebut adalah sah-sah saja, apalagi Ia juga diketahui sebagai seorang pengusaha yang cukup sukses.

"Kalau kita gak bermental iri dengki melihat hal seperti menurut saya biasa aja, justru itu sebagai ujian buat kita....saya melihatnya biasa2 aja, ngapain repot toh uangnya sendiri...." tulis netizen bernama Herianto.

"Jgn kaget klo lurah di daerah itu kaya, karena banyak yg punya bisnis material atau tambang. Apa lagi daerah ngono industri dapat olahan limbah saja (pendapatannya bisa) ngalahin gaji bupati," jelas netizen bernama Eko.

Video viral yang dimaksud pertama kali diunggah oleh akun facebook Condro Mowo pada Kamis (22/6) malam. Di awal video, tertulis nama lengkap si kades, yakni Suhartono, Kades Sampangagung, Kecamatan Kutorejo.

Dalam videonya tampak seorang pria sedang tidur telentang seorang diri di atas kasur yang dipenuhi tumpukan uang. Lembaran uang itu terdiri dari pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu memenuhi lantai kamar dan tempat tidur.
(detik.com)

Peringatan Yaumul Quds di Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (23/6). (Foto: Arah.com/ Anugrah Andriansyah)
Medan - Yaumul Quds diperingati setiap Jumat terakhir di bulan Ramadan diberbagai belahan dunia. Peringatan ini sebagai bentuk dukungan untuk kemerdekaan bangsa Palestina yang sampai detik ini masih dijajah oleh Rezim Zionist Israel.

Peringatan itu juga dilakukan beberapa elemen di Kota Medan, seperti dari Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU), Pergerakan Indonesia, Yayasan Islam Abu Thalib Sumut (YIATSU), GARDA ASURA, DaUN Indonesia, dan Pusat Persatuan Mahasiswa Demokratik (PPMD). Aksi tersebut dilakukan di Jalan Pangeran Diponegoro, Medan.

"Kami menyatakan sikap mendukung perjuangan bangsa Palestina. Kami mendukung perjuangan Palestina dan mendorong pemerintah Indonesia agar lebih aktif lagi diberbagai forum untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina," kata M Nizar di Medan, Jum'at (23/6).

Menurutnya, Palestina sebuah identitas tak asing yang merupakan tanah penindasan zionisme internasional yang disponsori Israel dan Amerika Serikat. Sehingga Israel dengan seenaknya menjajah tanah Palestina.

"Kami berharap dalam peringatan Yaumul Quds, pemerintah Indonesia lebih aktif menuntut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), agar mengadili Israel di Mahkamah Internasional. Hal itu karena Israel sudah melakukan pelanggaran HAM berat atas kekerasan terhadap rakyat Palestina," jelas Nizar.

Tak hanya itu, peserta solidaritas untuk rakyat Palestina mengutuk aksi-aksi Israel terhadap Palestina, seperti penutupan Masjidil Aqsa. Pembangunan pemukiman di tanah Palestina. Terakhir, pembangunan tembok raksasa. (Arah.com)

StatusAceh.Net - Amerika Serikat mulai mencengkeramkan cakarnya terhadap negara-negara di dunia usai Perang Dunia I (1914-1918), ketika Eropa secara ekonomi maupun politik porak-poranda akibat berperang satu sama lain. Peran AS secara geopolitik semakin kokoh setelah Perang Dunia II (1939-1945), yang tidak hanya menghancurkan Eropa—yang disusul dengan kemerdekaan sejumlah negara di Asia dan Afrika, tetapi juga meredupkan pengaruh Jepang di Asia Timur.

AS tidak sama sekali kehilangan dalam Perang Dunia II. Sekitar setengah juta tentara mereka tewas dalam perang yang diperkirakan menelan tak kurang dari 50 juta orang (tentara plus sipil). Akan tetapi, kota dan penduduk AS tetap aman (kecuali serangan Pearl Harbor oleh Jepang yang dibalas dengan bom atom di Heroshima dan Nagasaki pada 1945), tidak ada wilayah yang memisahkan diri atau dicaplok musuh, dan secara keseluruhan AS hanya menderita kurang dari 1% kerugian sebagai dampak perang global tersebut.

Sebagai hadiah pascaperang kolosal itu, AS muncul sebagai kekuatan yang tidak hanya mengendalikan Atlantik Utara tetapi juga mengontrol seluruh perairan dunia. Mengontrol di sini tidak sekadar terlibat dalam lau lintas laut, tetapi menentukan perdagangan laut: dengan membuat aturan atau membatalkan aturan negara lain dengan ancaman akan dilarang melintasi perairan internasional. Intinya, lalu lintas laut sepenuhnya ditentukan oleh regulasi yang dibuat AS. Kemenangan As atas wilayah laut dunia ini menjadikan mereka sebagai, tak hanya pengeruk kekayaan laut, tetapi juga kekuatan militer laut adidaya—bandingkan dengan Indonesia yang 2/3 wilayahnya laut tetapi mengandalkan angkatan darat.

AS juga menancapkan kekuasaan di Eropa Barat, dengan ikut menentukan nasib sejumlah negara seperti Prancis, Belanda, Belgia, Itali, dan juga Inggris. AS bahkan mampu menduduki Jepang, yang sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh negara-negara Eropa.

Dampak kecamuk Perang Dunia membuat Eropa sama sekali kehilangan kontrol atas negara jajahan, yang disebabkan minimal tiga hal: pemberontakan dengan mengambil momentum kekalahan negara kolonial dalam perang, dilepas begitu saja karena tak mampu mengendalikan lagi karena menurunnya kekuatan militer dan pendanaan, atau merdeka karena diatur AS—kemenangan Indonesia dalam beberapa perundingan dengan Belanda tak bisa dilepaskan dari peran mereka.

Usai Perang Dunia, Uni soviet muncul sebagai penyeimbang kekuatan AS. Akan tetapi, faktanya kemudian mereka tak mampu menyaingi kekuatan ekonomi AS. Uni Soviet bahkan kemudian bubar pada 1991. AS yang penduduknya hanya 4 persen dari populasi dunia, menguasai 26 produk barang dan jasa di dunia. Kita bisa bayangkan kekuatan mereka.

Akan tetapi, kedigdayaan AS diramalkan bakal segera memudar. George Friedman dalam bukunya yang terkenal “The Next 100 Years A: Forecast for the 21st Century” meramalkan hal tersebut dengan sejumlah indikasi.

Gejala rusaknya tatanan yang dibangun AS menurut Friedman dimulai dari perang yang menyedot banyak sumberdaya, defisit anggaran yang sulit dikendalikan, kebergantungan pada minyak, korupsi di sektor bisnis dan pemerintahan, kekerasan di sekolah dan universtias (bukti kegagalan pendidikan generasi) dan sederet kebusukan lain yang dipercaya menjadi bukti AS telah melewati puncak masa jayanya.

“Jika tidak bertobat, kita akan membayar harganya—dan mungkin sekarang sudah sangat terlambat,” katanya, (hal. 15), mengutip pernyataan dari kubu Kristen konservatif dan enviromentalis.

Friedman mengatakan, satu hal paling jelas yang membuat ekonomi AS dapat bertahan adalah kekuatan militer. Dengan produksi senjata besar-besaran, daerah atau negara yang berkonflik akan membutuhkan senjata atau bantuan AS (dengan demikian bergantung secara militer dan politik, seperti Arab Saudi), sedangkan di saat yang sama, wilayah mereka tak pernah tersentuh perang. Oleh banyak ahli, perang setidaknya akan membuat satu negara mundur selama 20 tahun. Dengan asumsi ini, AS sangat mudah menyulut perang di negara-negara yang berpotensi menganggu kepentingan nasional mereka.

AS melalui angkatan laut mengontrol keamanan perairan-perairan paling strategis di dunia: Laut Cina Selatan, pantai Afrika, Teluk Persia, Laut Karibea. Setiap kapal besar di dunia pasti terjangkau radar angkatan laut AS dan pergerakannya harus mendapat persetujuan mereka. Hal ini tak pernah terjadi sebelumnya, bahkan ketika Inggris menguasai separuh dunia.

Penguasaan atas laut ini membuat AS secara jelas mengontrol jalur perdagangan internasional. Simpulannya, dominasi AS di sektor ekonomi saat ini sangat bergantung kepada militer. Apabila ini tidak ada, kedigdayaan mereka akan berangsur-angsur digantikan oleh negara lain.

Seiring menguatnya militer Cina dan Rusia, dominasi AS berada pada ancaman besar. Terutama mulai 2020, Cina dan Rusia diprediksi oleh Riedman akan memberikan tekanan terberat bagi AS. Dari kacamata budaya, Cina yang dalam lintasan sejarah dianggap tidak agresif menyerang bangsa lain akan lebih mudah diterima oleh bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. Penduduk yang besar, pertumbuhan ekonomi, teknologi dan militer Cina akan dilihat sebagai pesaing paling stretegis bagi AS. Sementara itu, ekonomi Rusia yang berangsur stabil akan membuat negara-negara bekas Uni Soviet lebih mudah bekerjasama, yang disebut oleh penulis “America’s Secret War” itu sebagai “Cold War Rematch” atau Ulangan Perang Dingin (1947-1991). Dari sisi militer, Rusia menjadi negara setelah AS yang memiliki teknologi paling canggih di dunia. (Rima)

Pasukan Turki dengan kendaraan lapis baja tiba di Doha, Qatar. Negara-negara Arab memberikan 13 tuntutan kepada Qatar, termasuk menutup pangkalan Turki. Foto/REUTERS/Qatar News Agency
DOHA - Arab Saudi dan negara-negara Arab lain yang mengisolasi Qatar atas tuduhan mendukung terorisme telah mengeluarkan daftar tuntutan yang berat. Di antaranya, Qatar harus memutuskan hubungan dengan Iran, menutup pangkalan militer Turki, membayar denda, hingga membubarkan media Al Jazeera.

Utusan Kuwait yang bertugas sebagai mediator dalam kebuntuan diplomatik melaporkan, ada 13 tuntutan dari negara-negara Arab kepada Qatar. Saudi cs memberi waktu 10 hari kepada Qatar untuk memenuhi tuntutan tersebut.

Beberapa tuntutan lain yang daftarnya dilihat kantor berita AP, Jumat (23/6/2017), adalah Doha harus memutuskan semua hubungan dengan organisasi teroris, termasuk Ikhwanul Muslimin, Islamic State (ISIS) dan Al-Qaeda. Negara monarki kecil di Arab itu juga dituntut berhenti mendanai semua kelompok ekstremis yang dinyatakan sebagai "teroris" oleh Amerika Serikat (AS).

Tuntutan itu dibuat Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir. Tak hanya organisasi, negara-negara Arab itu bahkan minta Qatar menyerahkan semua warga negara yang diburu empat negara itu atas tuduhan terorisme.

Empat negara tersebut telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada awal Juni setelah menuduh Doha mensponsori terorisme. Beberapa negara lain di luar kawasan Teluk juga memutuskan hubungan diplomatik dan sebagian bergabung dalam penjatuhan sanksi ekonomi terhadap Qatar.

Sebelum utusan Kuwait menyampaikan ultimatum tersebut, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson memperingatkan bahwa tuntutan terhadap Qatar harus masuk akal dan dapat ditindaklanjuti.

”Kami mendukung upaya mediasi Kuwait dan berharap untuk hal ini bergerak menuju sebuah resolusi,” kata Tillerson.

Qatar hingga kini belum merespons sederet tuntutan negara-negara Arab tersebut. Iran dan Turki yang secara tidak langsung disinggung dalam tuntutan itu juga belum berkomentar.(Sindo)

Tasik – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia  dijiwai dengan nilai-nilai agama atau religius karena pada dasarnya para pejuang berlatar belakang agama yang kuat.  Jenderal Besar Sudirman Panglima TNI pertama, beliau juga  seorang guru agama yang taat beribadah.  Anak buahnya sering memanggilan dengan sebutan Kyai.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan ribuan personel TNI-Polri, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Sesepuh Pondok Pesantren, masyarakat dan Anak Yatim Piatu, bertempat di Lapangan Brigif Raider 13 Galuh, Tasikmalaya, Jawa Barat. Rabu (21/6/2017) lalu.

“Yang memperjuangkan bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang merdeka adalah rakyat Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, agama dan ras yang berjuang mengorbankan harta benda, pertumpahan darah bahkan nyawa,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa pada perjuangan kemerdekaan tempo dulu, dimana para ulama dan santri ikut serta dalam setiap pertempuran melawan penjajah sampai akhirnya kemerdekaan Indonesia bisa direbut.  “Setelah itu, ulama dan para santri kembali ke pesantrennya dan sebagian lagi tetap berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan membentuk  Badan Keamanan Rakyat (BKR). Itulah cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI),” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo megungkapkan peranan tokoh agama dalam peristiwa Pertempuran Surabaya 10 November 1945, dimana TNI baru berumur satu bulan dan belum mempunyai senjata modern untuk menghadapi  tentara Sekutu.  K.H. Hasyim Ashari mengeluarkan Fatwa Jihad Fisabilillah agar para umat Islam khususnya para santri  yang dipimpin oleh seorang Ulama bernama Kyai Abbas kembali turun gunung berjuang melawan tentara Sekutu.

“Ini yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat bahwa yang memimpin perlawanan terhadap Sekutu pada tanggal 10 November 1945 di Surabaya adalah Kyai Abbas dari Pesantren Buntet,” ungkapnya.

Dihadapan ribuan jamaah yang hadir, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kembali memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh agama yang merumuskan Pembukaan UUD 1945.  Para ulama dengan mengedepankan rasa kebangsaan, persatuan dan kesatuan serta ke-Bhineka Tunggal Ika-an sepakat untuk sila pertama Pancasila adalah ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.  “Jadi, Pancasila itu merupakan bentuk kompromis umat beragama khususnya umat Islam saat mendirikan NKRI dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.

Panglima  selalu mengingatkan kepada prajurit TNI dimanapun bertugas, harus selalu menjaga hubungan baik dengan para ulama dan pemuka agama lainnya untuk mengamankan bangsa ini.  “Kalau TNI mau sukses dalam menjalankan tugas pokoknya maka harus selalu dekat dengan pemuka-pemuka agama. Itu kuncinya,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Dalam sambutannya, Panglima TNI  juga memuji kemampuan syiar para ulama Indonesia dalam menyebarkan agama Islam di luar negeri. Hal ini juga diakui oleh pimpinan Afrika Selatan yang mengatakan bahwa, sangat beruntung penyebaran agama Islam di Afrika Selatan disebarkan oleh ulama-ulama dari Indonesia, sehingga walaupun di Afrika Selatan banyak agama non muslim, tetapi disanalah penyebaran Islam dapat berjalan aman.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa sampai saat ini dunia mengakui selama bulan suci Ramadhan, selain di Mekah dan Madinah,  Indonesia adalah tempat yang paling aman untuk beribadah. “Indonesia yang berpenduduk mayoritas Islam terbesar di dunia menjadi rujukan dan contoh tauladan untuk Islam yang Rahmatan Lil Alamin,” tutupnya. (mediaharapan.com)

Banda Aceh - Bulan Ramadhan menjadi momentum bagi umat muslim untuk terus meningkatkan kulaitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Banyak hal yang bisa dilakukan di Bulan Ramadhan untuk terus meningkatkan kualitas diri seorang muslim. Tidak terkecuali bagi anak-anak dan remaja.

Memanfaatkan momentum ramadhan tahun ini Remaja Mesjid Syuhada Lamgugob dalam rangka meningkatkan kualitas anak-anak dan remaja Gampong Lamgugob telah  mengadakan Quiz Ramadhan di mesjid Lam Gugop, Jumat ,(23 Juni 2017).

Lomba ini telah berlangsung sejak Shubuh Ramadhan kedua hingga malam Ramadhan kedua puluh delapan. Dimana setiap shubuh anak-anak akan dibagikan soal dan ketika tarawih soal yang telah dijawab dirumah dikumpulkan. Sehingga si anak setiap shalat shubuh dan shalat tarawih harus hadir ke Mesjid.

Ketua Remaja Mesjid Syuhada Lamgugob, Tuanku Muhammad mengatakan bahwa acara pelatihan ini diselenggarakan atas dasar untuk membuat anak-anak Gampong Lamgugob rajin hadir ke mesjid. Disamping itu juga anak-anak akan berusaha menjawab soal-soal keislaman setiap harinya sehingga mereka akan menajdi anak yang cerdas dan paham akan pengetahuan agama.

"Kalian saat ini adalah generasi penerus gampong Lamgugob, oleh karena itu mari menjadi generasi yang Cinta mesjid," ujar Tuanku.

Adapun Prof.  Dr.  H.  Syamsul Rijal,  M. Ag. selaku ketua BKM Mesjid Syuhada Lamgugob mengharapkan agar kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan setiap Bulan Ramadhan.

"Kita berharap agar mesjid menjadi ramai dan Makmur.  Kelak anak-anak Lamgugob akan menjadi anak-anak yang shalih dan cerdas." kata Syamsul Rijal

Perlombaan Quiz Ramadhan tahun ini akhirnya ditutup oleh Tgk.  M. Kasim Yahya yang mewakili orang tua Gampong. Serta kemudian setiap anak-anak yang menjadi juara mendapatkan piala dan uang pembinaan.

Untuk uang pembinaan setiap anak yang mengikuti lomba ini juga mendapatkannya walaupun tidak masuk kategori juara.  Hal ini bertujuan agar mereka di ramadhan tahun depan agar mau meningkatkan semangat lagi.[NAJMI]

Banda Aceh - Setelah sukses melaunching Paket Wisata Pesona Ramadhan 1438 Hijriah dengan mempromosikan nuansa keindahan dan keunikan Ramadhan di Aceh bagi wisatawan nusantara dan mancanegara, khususnya wisatawan Malaysia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh terus berupaya menarik minat wisatawan untuk menikmati lebaran di Aceh.

Kali ini, Disbudpar Aceh promosikan paket wisata unik lainnya sesuai dengan karakteristik daerah dan budaya Aceh yang kental dengan syiar Islam, yaitu Paket Wisata Pesona Lebaran di Aceh.

Paket Wisata Pesona Lebaran ini dirancang khusus Disbudpar Aceh dengan melibatkan pelaku industri pariwisata Aceh, khususnya tour operator untuk memanfaatkan momentum liburan keluarga sekaligus Hari Raya Idul Fitri dengan suguhan berbagai daya tarik wisata, khususnya pada objek destinasi wisata budaya dan kuliner.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi menyebutkan dalam rangka memperkenalkan dan mempromosikan Aceh kepada wisatawan, setiap momen unik dan khusus, seperti suasana Ramadhan dan lebaran di Aceh menjadi prioritas untuk dipromosikan dengan mempersiapkan paket-paket wisata menarik yang bersifat tematis, seperti Pesona Ramadhan dan Pesona Lebaran di Aceh.

"Lebaran di Aceh tentu sangat berbeda dengan daerah-daerah lainnya, karena keunikannya yang sarat dengan berbagai aktifitas spiritual sebagai sebuah tradisi menarik, sehingga menjadi ajang meluapkan suka cita untuk membawa keluarga melancong ke berbagai destinasi wisata menarik selama di Aceh," ujarnya, Kamis (22/6/2017) yang didampingi Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani.

Reza juga menyebutkan, ada banyak tradisi yang menarik untuk diikuti selama lebaran di Aceh, seperti pawai malam takbiran, "teut beude" atau meriam bambu yang saling bersahutan antar kampung, shalat Ied bersama keluarga, bersilahturahmi, berziarah, menikmati sajian kuliner khas lebaran dan mengunjungi objek-objek wisata menarik dan bersejarah lainnya.


Selain itu, untuk objek-objek wisata menarik lainnya, Reza juga menyebutkan ada 10 top destinasi yang wajib dikunjungi selama lebaran di Aceh meliputi Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Museum Tsunami Banda Aceh, PLTD Apung Banda Aceh, Pantai Lampuuk Aceh Besar, Monumen Kilometer Nol RI Sabang, Pantai Iboih Sabang, Pantai Anoi Itam Sabang, Danau Lut Tawar Aceh Tengah, Pacu Kude Gayo dan Komplek Kerajaan Samudera Pasai Aceh Utara.

"Untuk mempromosikan Paket Wisata Lebaran di Aceh secara lebih luas, selain pelaku industri pariwisata, komunitas media sosial juga dilibatkan untuk mempromosikan paket wisata tersebut dengan menggunakan beberapa tagar #MudikPenuhPesona, #MudikWisataKemana, #LebarandiAceh dan #CahayaAceh," tambahnya dengan bersemangat.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani juga menambahkan, informasi pesona lebaran di Aceh juga sangat gencar dimainkan di sejumlah akun media sosial milik Disbudpar Aceh.

"Mulai dari Pesona Ramadhan, Pesona Kuliner, hingga Pesona Lebaran juga kita tampilkan sejumlah foto menarik dalam dua bahasa di akun Instagram @acehtourism.travel serta di Twitter dan Facebook Disbudpar Aceh," ungkapnya.

Wisatawan Malaysia Terpikat dengan Pesona Lebaran di Aceh

Beberapa tour operator di Aceh tidak melewatkan berkah lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah dengan melayani kunjungan wisatawan dari Malaysia untuk berlebaran di Aceh.

“Beberapa rombongan tour, khususnya dari Kuala Lumpur dan Seulangor akan berwisata dan berlebaran Idul Fitri di Aceh,” sebut Pimpinan Great Wall Tour, Mahlizar.

Motif utama kunjungan mereka di Aceh, selain merasakan nuansa lebaran di Aceh, juga berkeinginan untuk melakukan shalat Ied Idul Fitri di Masjid Raya Baiturahman dengan penampilan 12 payung raksasanya, sekaligus ingin mencicipi makanan khas lebaran di Aceh sambil bersilaturahmi dengan masyarakat Aceh.

Hal yang sama juga dialami oleh Sardifa Travel, dimana ada beberapa rombongan keluarga berasal dari Jakarta yang akan berkunjung ke Aceh, hanya untuk merasakan syahdu dan nuansa Idul Fitri, khususnya shalat Idul Fitri bersama dengan masyarakat Aceh.(Rill)

Yopi pinem alias Joker
MEDAN- Kembali seorang narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Binjai, Sumatera Utara melarikan diri, Jum'at (23/6/2017). 

Yopi Pinem alias Joker (38) warga Kabanjahe, Sumatera Utara terpidana 4 tahun penjara dalam kasus kriminal berhasil kabur dari lapas binjai sekira pukul 02:00 WIB usai pembagian makanan sahur dengan cara memanjat atap kantor lapas.

Menurut informasi joker merupakan salahsatu napi tamping kepercayaan Kalapas Binjai Jauhari Sitepu baru menjalani masa pidana sekitar satu tahun namun telah dipekerjakan membantu pekerjaan pegawai ,selama ini menghuni kamar 36 blok B.

Para penghuni lapas binjai membeberkan selama ini sejumlah keberhasilan penangkapan narkoba di lapas binjai kerap didapat informasi oleh kalapas binjai dari napi joker yang diberi kebebasan berkeliaran siang malam diluar sel hunian.

" Si joker itu kibusnya pak kalapas,entah berapa banyak sudah korban dia disini yang tertangkap narkoba lagi,malah ada yang tidak bersalah dipindah jauh sama kalapas karena dibisikin sama dia, Pada saat sebelum joker kabur,dia sempat membagikan makanan sahur ke setiap kamar napi,setahu kami selama ini dia itu napi kepercayaan kalapas “,Ujar salahsatu napi yang enggan ditulis namanya disini.

Sementara itu Kepala lapas Binjai Jauhari Sitepu sampai berita ini dilansir belum dapat dihubungi untuk konfirmasi terkait napi kabur di lapas binjai.(Redaksi)

Aceh Besar – Baitul Mal Aceh menyalurkan santunan Ramadhan kepada 524 keluarga miskin dari 35 gampong di Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, Kamis (22/06).

Pelaksana Harian Baitul Mal Aceh, T Sulaiman, SE mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari bantuan sosial yang secara rutin diserahkan oleh Baitul Mal untuk fakir dan miskin pada setiap bulan ramadhan.

“Tahun 2017 ini ada sekitar 1878 mustahik yang akan diserahkan bantuan konsumtif ini untuk wilayah Aceh Besar yang tersebar di 121 gampong dalam enam Kecamatan,” kata Sulaiman.

Penyerahan paket ramadhan tersebut kata Sulaiman bertepatan dengan momen peringatan hari Zakat Nasional yang serentak diperingati di seluruh Indonesia setiap tanggal 27 Ramadhan.

Sulaiman menjelaskan, tahun 2017 Baitul Mal berhasil menghimpun zakat sebesar 35 miliar rupiah yang disalurkan dalam berbagai bentuk program dan kegiatan.  Secara garis besar, program pada Baitul Mal Aceh dibagi dalam 4 kategori yaitu pemberdayaan ekonomi, pendidikan, sosial serta dakwah and syiar islam.

“Salah satu program yang akan disalurkan hari ini adalah santunan ramadhan bagi keluarga miskain yang dananya bersumber dari dana zaka asnaf miskin,” ujar sulaiman.

Sementara itu, Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Aceh, Drs. Syaiba Ibrahim yang mewakili Gubernur Aceh menyampaikan, Penyaluran santunan tersebut membuktikan bahwa kepedulian sosial antar sesama muslim di Aceh ini masih cukup tinggi.

“Apa yang dilakukan oleh Baitul Mal Aceh dengan menyalurkan zakat untuk para mustahiq di saat kaum muslimin menjalankan ibadah puasa merupakan langkah yang amat baik,” kata Syaiba.

Langkah penyaluran zakat ini kata Syaiba perlu diikuti dan dilakukan juga oleh Baitul Mal di seluruh Aceh maupun komponen masyarakat lainnya yang diberikan kelebihan oleh Allah SWT.

Syaiba juga menghimbau Baitul Mal Aceh dan dinas terkait lainnya agar membangun sinergitas, sehingga program bantuan, pelayanan dan pemberdayaan fakir miskin dapat dilakukan secara efektif dan berkontribusi langsung dalam mengurangi angka kemiskinan di Aceh.(Red)

LHOKSUKON - Panitia Persiapan Pemekaran Aceh Malaka menggelar buka puasa bersama di rumah Ketua Gerakan Pemuda Pemekaran Aceh Malaka (GP-PAM) Muslim Syamsuddin di Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara Rabu (21/6/2017) malam.

Buka puasa dan doa bersama ini dihadiri puluhan anak yarim, para keuchik dalam enam kecamatan, camat, kepala UPTD pendidikan, kepala puskesmas, ketua pemuda, dan tuha peut. Selain hadir anggota dewan, baik tingkat kabupaten, provinsi dan pusat.

Di antaranya, dua DPR RI asal Aceh, Anggota Komisi X Muslim dan Anggota Komisi IX Teuku Khaidir. Selanjutnya, dua DPR Aceh asal Aceh Utara, Azhari Cage dan Tarmizi Panyang, dan dua DPRK Aceh Utara, Tgk Junaidi Aceh dan Tantawi. Sementara Anggota DPD RI asal Aceh hadir Fachrul Razi, selaku Ketua Tim Kerja Daerah Otonomi Baru (DOB) Wilayah Barat di DPD.

Dalam kesempatan singkat usai shalat Magrib, Anggota DPR RI Muslim dalam paparannya menyatakan dukungan penuh pada terhadap pemekaran di Kabupaten Aceh Utara. Mengingat jumlah penduduk hampir satu juta jiwa dan memiliki wilayah yang sangat luas.

“Maka karena itu kami partai Demokrat mendukung 1.000 persen  pemekaran Aceh Malaka. Bahkan pimpinan partai Demokrat SBY menitip salam kepada rakyat Aceh Utara dan menyatakan dukungannya kepada pemekaran Aceh Malaka. Di mana di depan Masjid Bujang Salim Krueng Geukueh (wilayah Aceh Malaka) SBY berkampanye pertama pada 2004 lalu.

Sementara Azhari Cage menyebutkan pemekaran Aceh Malaka mendapatkan dukungan penuhnya dari Anggota DPR Aceh dan dia mengharapkan agar proses admistrasi pemekaran cepat bergulir.

“Kami DPR Aceh sangat mendukung pemekaran kabupaten/kota asal jangan provinsi. Apalagi membelah Kabupaten Aceh Utara menjadi Aceh Malaka, salah satu daerah paling layak dan cukup mendesak agar pembangunan merata. Kami juga dukung 1.000 persen,” ucap politisi Partai Aceh itu.

Hal senada disampaikan Khaidir, jangankan Aceh Malaka, beberapa daerah di Aceh Utara layak dimekarkan dan ini sah-sah saja asal memenuhi syarat. Namun untuk pemekaran provinsi jangan coba-coba, karena kami komit tidak akan memberi dukungan,” tutur polisi Gerindra ini.

Terakhir, Tgk Junaidi mewakili DPRK Aceh Utara mengaskan jika ada pernyataan Partai Aceh tidak mendukung pemekaran Aceh Malaka, itu adalah bohong besar. “Kami Partai Aceh mempelajari dulu melalui naskah akademik di mana plus dan minusnya. Setelah kami pelajari maka hari ini sudah mulai memperjuangkannya dan kami menyatakan mendukung 1.000 persen pemekaran Aceh Malaka,” tegasnya.

Kegiatan dalam buka puasa ini, mulai zikir dan doa bersama, penyantuan anak yatim oleh Ketua Panitia Prof A Hadi Arifin didampingi Bendahra Zulfadli alias Adek dan Ketua GP-PAM Muslim Syamsuddin, shalat Tarawih berjamaah, tausiah oleh Tgk Isa Ahmadi, dan terakhir diskusi dengan Senator Fachrul Razi.(Red)

Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) bersandar di dermaga PLTGU, di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (21/5). Kapal pembangkit listrik yang disewa dari Turki dengan panjang 300 meter dan lebar 46 meter berkapasitas 240 MW tersebut, diharapkan mampu meningkatkan pasokan listrik di wilayah Sumbagut. Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS/jpg
BANDA ACEH - Kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) Karadeniz Powership Onur Sultan sudah mulai beroperasi.

Suplai listrik disalurkan pembangkit disewa dari Turki tersebut, sudah dapat dinikmati masyarakat Sumatera Utara hingga Provinsi Aceh.

Sebagaimana diketahui, listrik Aceh saat ini terhubung dengan pembangkit yang ada di Medan, Sumatera Utara, atau disebut interkoneksi.

General Manager PLN Wilayah Aceh, Jefri Rosiadi menyampaikan, sistem kelistrikan Aceh sudah membaik setelah sempat terjadi beberapa gangguan pada awal bulan lalu.

Suplai listrik semakin andal, apalagi setelah beroperasinya MVPP Karadeniz Powership Onur Sultan di Belawan, sudah mengaliri 240 MW.

"Alhamdulillah, sejak 2 Juni sampai sekarang kondisi sudah normal kembali, Insya Allah berlangsung hingga akhir Ramadan dan seterusnya," kata Jefri Rosiadi saat konferensi pers "Kesiapan PLN Dalam Menghadapi Lebaran", Rabu (21/6) di kantor PLN Aceh.

Disebutkan, pada awal Ramadan kondisi kelistrikan Aceh memang banyak terjadi gangguan, sehingga PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir agar sistem kelistrikan tidak padam total.

Namun kondisinya sekarang sudah jauh lebih baik, karena sejumlah pembangkit yang ada di Aceh, seperti PLTMG Arun Nagan Raya sudah dapat mensuplai secara penuh. Kalau sebelumnya hanya 99 MW, sekarang sudah 140 MW.

Begitu juga dengan PLTU Nagan Raya unit dua, setelah beberapa waktu sempat mengalami gangguan, terjadi kebocoran boiler. "Insya Allah hari ini akan start kembali dan bisa mendukung sistem kelistrikan Aceh," ujar Jefri.

Suplai dari sistem interkoneksi 150 kV Sumut - Aceh juga semakin baik, apalagi setelah ada penambahan pembangkit di Sumatera Utara, dengan kehadiran MVPP Karadeniz Powership Onur Sultan.

Beban puncak Aceh adalah 360 MW dan selama bulan Ramadan naik 10 persen menjadi 370 MW, kebutuhaan listrik itu dipenuhi dari sistem interkoneksi 150 kV Sumut - Aceh dan dari sejumlah pembangit yang ada di Aceh, melalui sistem kelistrikan 20 kV.

Pada lebaran nanti, kondisi listrik dapat dipastikan aman, meski ada potensi gangguan jaringan menengah, disebabkan cuaca buruk mengakibatkan pohon tumbang, gangguan hewan seperti tupai dan kelelawar. "Kalau ada gangguan mohon segera diinformasikan kepada kami untuk segera diselesaikan," pinta Jefri.

PT PLN Aceh juga menyiapkan posko mudik di delapan lokasi. Bagi masyarakat yang kelelahan dalam perjalanan dapat memanfaatkannya sebagai tempat istirahat, di posko mudik juga disediakan minuman untuk berbuka puasa, serta fasilitas kamar mandi.

Jefri menyebutkan posko mudik PLN seperti di Kota Subulussalam, berlokasi di kantor area PLN setempat, kemudian juga ada Meulaboh daerah Teunom. Di daerah pantai timur Aceh, ada posko ada di Lhokseumawe, di kantor area. Daerah Sigli, ada dua di kota Sigli dan Rayon Beureunun. "Posko mudik ada di beberapa lokasi, silahkan dimanfaatkan," ujar Jefri. (JPNN)

Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra alias Edi Obama
BIREUEN – Ketua Palang Merah Indonsia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra alias Edi Obama, menduga, ada orang-orang tertentu yang telah memanfaatkan permasalahannya dengan Syahrul Rizal (salah seorang Relawan PMI Bireuen), untuk mencemarkan nama baiknya dan mempolitisir persoalan tersebut.

Untuk mengetahui fakta kejadian yang sebenarnya, Edi Obama mengungkapkan kronologis kejadiannya kepada Kabar Bireuen, Kamis (22/6/2017).

Kejadian ini, kata dia, berawal dari postingan facebook pada 17 Juni 2017 atas nama Syahrul Rizal Lbr, yang tidak lain adalah Relawan PMI Kabupaten Bireuen. Di postingan tersebut, Syahrul menyampaikan keinginannya untuk berbuka puasa bersama anggota PMI. Bagi Edi, postingan tersebut tidak ada masalah, dan hak setiap orang untuk menyampaikan informasi.

Akan tetapi, banyak komentar di dalamnya yang menjadi bahan olokan dan sindiran. Makanya, Edi Obama dalam kapasitasnya sebagai Ketua PMI Bireuen merasa tersinggung.

Melihat postingan dan komentar tersebut, Edi mencoba menghubungi Syahrul Rizal, Rabu dini hari (21/7/2017). Dia menanyakan kenapa harus begitu cara penyampain ke media sosial. Padahal, selama ini hubungan keduanya sangat baik.

Syahrul Rizal langsung meminta maaf kepada Ketua PMI atas kesalahan postingannnya tersebut. Sesaat kemudian, Ketua PMI Bireuen mencoba menghubunginya kembali, tapi tidak diangkat.

Merasa penasaran kenapa teleponnya tidak diangkat, Edi bersama para relawan PMI dan sopir pribadinya mendatangi rumah Syahrul di Gampong Teupok Teungoh, Kecamatan Jeumpa. Sesampainya mereka di sana, ternyata Syahrul tidak berada di tempat, melainkan di rumah mertuanya.

Sambil menanti kedatangan Syahrul, Edi Obama menungguinya di teras rumah. Kemudian, tibalah Syahrul dan minta maaf atas kesalahan terkait postingannya tersebut.

Di situlah terjadi kekhilafan bagi Edi Obama. Sambil menasehatinya, tanpa sengaja Edi mangayunkan tangannya ke arah Syahrul. Itupun karena Edi merasa kesal tangannya terus dipeluk oleh Syahrul sambil meminta maaf. Bahkan, sampai Edi pulang pun, tangannya masih dipeluk sambil minta maaf.

“Kalau tidak ada salah, kenapa Syahrul harus minta Maaf. Ini membuktikan, Syahrul juga merasa salah terkait postingannya yang menyudutkan lembaga yang membesarkan namanya tersebut,” sebut Edi.

Setelah terjadinya insiden tersebut, Edi bersama relawan PMI pergi meninggalkan rumah Syahrul. Keesokan harinya, Syahrul menghadap Sekretaris PMI Bireuen, Juanda. Tujuannya, meminta untuk dimediasi agar dapat dipertemukan dengan Edi, untuk meminta maaf dengan disaksikan pengurus lainnya.

Setelah bertemu, Syahrul langsung meminta maaf atas kesalahannya tersebut. Edi juga sudah memaafkannya yang disaksikan oleh pengurus PMI Kabupaten Bireuen.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada bawahannya, Edi juga berinisiatif menjumpai pihak keluarga Syahrul. Tujuannya, untuk bersilaturrahmi sekaligus meminta maaf kepada keluarga Syahrul.

Sesampai di rumah Syahrul, rombongan pengurus PMI Bireuen disambut oleh pihak keluarga dan perangkat desa tersebut. Dalam sambutannya, Keuchik Teupok Baroh menyambut baik kedatangan Ketua PMI Bireuen beserta rombongan. Apalagi, Edi sudah menyampaikan permohonan maafnya kepada keluarga.

Namun, masalah perdamaian diserahkan kepada pihak keluarga. Mereka menginginkan agar masalah ini dapat diproses secara hukum.

Menyikapi permintaan keluarga, dalam sambutannya Edi Obama dengan berjiwa besar dan mengakui kesalahannya tersebut. Dia mempersilahkan pihak keluarga untuk menempuh jalur hukum.

“Saya datang ke sini untuk bersilaturrahmi dengan pihak keluaga, karna menurutnya masalah dia dengan syarul sudah didamaikan dan diselesaikan oleh internal PMI serta disaksikan oleh pengurus,” begitu diakui Edi dalam pertemuan saat itu.

Menurut Edi, masalah ini sebenarnya tidak masalah lagi. Sebab, antara dia dan Syahrul secara pribadi sudah mengakui kesalahan masing-masing dan saling memaafkan.

Alasan Edi ini juga diperkuat oleh permintaan maaf dari akun Pribadi Syahrul Rizal LBr. Kemudian dilanjutkan dengan permintaan maaf secara langsung kepada Ketua PMI Bireuen disaksikan oleh pengurus.

Namun, tiba-tiba permintaan maaf tersebut sudah dihapus. Bahkan, postingan lain yang menyinggung perasaan Edi, juga telah dihapus.

Edi menduga, masalah tersebut sudah dibesar-besarkan dan dipolitisir oleh orang-orang yang ingin memanfaatkan persoalan itu untuk mencemarkan nama baik dan membunuh karakternya.

Hal ini, sebut Edi, terlihat dari postingan Adli SE (Sekreataris BPBD Bireuen) di akun pribadi di media sosialnya. Bahkan, dalam sambutannya mewakili pihak keluarga, Adli SE menyampaikan kata-kata yang menyudutkan Ketua PMI Bireuen. Sehingga, membuat pihak keluarga tidak mau berdamai lagi.

“Alhamdulillah kita ada screenshoot semua dan kita simpan sebagai barang bukti bila diperlukan. Masak orang yang telah berdamai, baik secara langsung maupun melalui media sosial, tiba-tiba melanjutkan kembali kasus ini ke ranah hukum,” kata Edi dengan penuh keheranan.

Terkait masalah ini, Ketua Edi telah melaporkan Adli SE ke Polres Bireuen terkait postingannya di facebook yang mencemarkan lembaga PMI dan dirinya dengan Nomor: TBL/14/VI/2017/Reskrim, Tanggal 22 Juni 2017.(Rill)

Banda Aceh - Pelaksanaan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan sudah memasuki H-2. Sejak masuknya Bulan Ramadhan setiap muslim sudah mulai gencar meningkatkan semangat untuk memperbanyak melakukan ibadah kepada Allah SWT. Di Bulan Ramadhan Allah melipatkan gandakan pahala setiap ibadah yang dilaksanakan.  Adapun di bulan lain kelebihan ini tidak didapatkan.

Semakin mendekati hari terakhir maka semakin banyak bonus-bonus pahala yang akan diberikan oleh Allah SWT.  Salah satu bonus terbesar di akhir Bulan Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadar.  Di mana jika seorang muslim beribadah di malam itu maka Allah akan melipat gandakan pahalanya sama seperti beribadah selama 1000 Bulan. Sebab itu,  tidak heran jika Rasulullah SAW memerintahkan umatnya agar memperbanyak ibadah di 10 malam terakhir. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak iktikaf,  qiyamul lail,  tilawah Alquran dan bersedekah.

Namun ternyata,  gebyar pahala itu tidaklah dianggap menarik oleh sebagian muslim. Diskon belanja mengalahkan seruan Rasulullah SAW untuk memperbanyak ibadah di 10 hari terakhir.  Berbondong-bondong masyarakat pergi berbelanja di malam Ramadhan sampai harus meninggalkan pelaksanaan shalat tarawih. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang pergi berbelanja ke pasar dan semakin sedikitnya jamaah shalat tarawih di mesjid.

Menanggapi fenomena tahunan diatas Ketua Umum PW KAMMI Aceh Tuanku Muhammad mengatakan kepada media, kamis (22 Juni 2017) mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk dapat memaksimalkan ibadah di 2 hari terakhir Ramadhan tahun ini.  Baik itu di siang hari maupun di malam hari.

 "Rakyat Aceh harus menjadi contoh bagi muslim lainnya dalam beribadah di hari-hari terakhir Ramadhan. Jangan sampai kita di Aceh juga sama fenomenanya seperti daerah lain yang tidak me jalankan syariat Islam. Rakyat Aceh harus menjadi muslim yang cerdas yang tidak menyia-nyiakan kesempatan di setiap akhir Ramadhan." Ucap Tuanku.

Disamping itu,  Tuanku juga mengajak seluruh rakyat Aceh untuk berbondong-bondong ke mesjid di 2 malam terakhir Ramadhan ini baik iti untuk shalat tarawih, witir dan qiyamul lail maupun untuk beriktikaf. " jika puasa tahun ini banyak rakyat Aceh yang mendapat predikat Taqwa maka tentu Bumi Aceh kedepan juga akan mendapat keberkahan dari Allah. "Tambah Tuanku.

Oleh karena itu,  marilah rakyat Aceh memaksimalkan waktunya di H-2 Bulan Ramadhan ini untuk memperbanyak ibadah kepada Allah seperti Shalat 5 waktu, dhuha, tahajud, tarawih dan witir,  tadarus AlQuran, zakat, bersedekah dan ibadah lainnya. Bisa jadi di 2 hari terakhir inilah Allah memberikan keberkahan dan ampunannya kepada kita semua.[NAJMI]

Gubernur terpilih Aceh 2017-2022 Irwandi Yusuf usai bertemu Menko Polhukam Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (22/6/2017).(KOMPAS.com/Kristian Erdianto)
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto bertemu dengan Gubernur terpilih Aceh 2017-2022 Irwandi Yusuf di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (22/6/2017).

Dalam pertemuan tersebut, Irwandi menyampaikan situasi keamanan di Aceh pasca-Pilkada Serentak 2017.

Menurut Irwandi, kondisi Aceh saat ini tidak lagi berstatus rawan. Pertentangan antara dirinya dan lawan politiknya, Muzakir Manaf, juga sudah berakhir.

"Ya saya laporkan bahwa kondisi politik Aceh sudah bagus karena saat pilkada kemarin ada rivalry antara saya dan kelompok Muzakir Manaf. Sekarang udah kompak semua, sudah oke," ujar Irwandi usai pertemuan.

Irwandi mengakui situasi di Aceh sempat memanas jelang penyelenggaraan Pilkada 2017. Perseteruan antarkubu yang bertarung dalam kontestasi pilkada tak terhindarkan.

Meski dinilai rawan, namun kondisi tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan Pilkada 2012.

"Ya memang waktu pilkada rawan, bahkan saat 2012 lebih rawan lagi. Tahun 2012 saya hampir dibunuh, ada bom disiapkan untuk saya. Tapi Pilkada ini (2017) enggak, walaupun dikatakan rawan tapi sangat tidak rawan jika dibandingkan dengan 2012," ucap Irwandi.

"Pilkada 2012 banyak yang meninggal, lebih dari sepuluh orang. Anak buah saya enam orang meninggal," kata dia.

Saat pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh di Gedung DPR Aceh tahun 2012, Irwandi sempat mengalami insiden pemukulan.

Insiden tersebut terjadi usai acara pelantikan sekitar pukul 15.50 WIB, saat Irwandi keluar dari halaman Gedung DPR Aceh yang dipenuhi massa.(Kompas)

Istri Gubernur Bengkulu Lily Martiani Maddari (kiri) dikawal petugas KPK saat diamankan ke gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/6). (Liputan6.com)
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap peran penting Lily Martiani Maddari dalam kasus suap dua proyek peningkatan jalan di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Istri dari Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti tersebut memiliki kedekatan dengan seorang pengusaha bernama Rico Dian Sari yang merupakan Bendahara DPP Partai Golkar Bengkulu.

"Gubernur melalui istrinya meminta agar fee (proyek) itu nanti diserahkan oleh pengusaha-pengusaha ke Rico. Dari Rico baru diserahkan ke istri Gubernur," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (21/6/2017) kemarin.

Rico berperan sebagai perantara suap dari Jhoni Wijaya, selaku Direktur PT Statika Mitra Sarana (PT SMS) yang diberikan kepada Gubernur dan sang istri. Pemberian uang tersebut lantaran PT SMS sudah dimenangkan dalam tender dua proyek tersebut.

"‎Jadi (penyerahan uang) itu terjadi setelah penetapan adanya pemenang lelang. Bahkan, sudah ada pembayaran termin, setiap termin dipotong 10 persen setelah dikurangi pajak," ungkap Alexander.

Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti bersama istrinya Lily Martiarti Madari dan dua orang pengusaha, Rico Dian Sari dan Jhoni Wijaya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dua proyek peningkatan jalan di Bengkulu.

Ridwan dan Lily diduga menerima uang suap sebesar Rp 1 miliar dari Jhoni selaku Direktur PT SMS melalui Rico. Rp 1 miliar tersebut bagian dari fee awal sebesar Rp 4,7 miliar lantaran PT SMS dimenangkan untuk menggarap dua proyek senilai Rp 53 miliar.

Atas perbuatannya sebagai penerima suap, Ridwan, Lily, dan Rico disangkakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 Tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara itu, Johni sebagai pemberi suap diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.(Viva)

Banda Aceh - UIN Ar Raniry bersinergi dengan DPP IKAN dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus. Rektor UIN Ar Raniry, Prof. Dr. Farid Wajdi menyambut baik atas kunjungan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Anti Narkoba (DPP IKAN) dan Barisan Muda IKAN diruang kerjanya.

Dalam pertemuan tersebut Prof. Dr. Farid Wajdi menyampaikan rasa kekhawatiran terhadap permasalahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba terutama di kalangan generasi muda bangsa.

Terkait permasalahan narkoba kampus UIN Ar Raniry juga sudah pernah mengadakan kerjasama dengan BNNP Aceh.

"Kita sudah pernah mengadakan kerjasama dengan BNNP Aceh. Namun saat ini belum ada lagi tindak lanjut dari kerjasama tersebut," katanya

Rekor UIN Ar Raniry juga menyampaikan selain narkoba terutama di Aceh ini juga banyak permasalahan dan kerusakan moral yang terjadi pada generasi muda.

Pada pertemuan tersebut Ketua Umum DPP IKAN Syahrul Maulidi, SE, M.Si yang di dampingi oleh Asmarita (Bendahara Umum), Rizza Manda (Wakil Sekum), Karjuniwati (Psikolog) dan Syauki (Barisan Muda IKAN) menyampaikan bahwa DPP IKAN mengharapkan adanya kerjasama antara kedua lembaga ini dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan kampus UIN Ar Raniry.

Syahrul juga menyampaikan bahwa sekarang DPP IKAN sudah membentuk Barisan Muda IKAN yang akan di lantik setelah lebaran, tujuan BM IKAN ini dibentuk salah satunya adalah untuk menyelamatkan  mahasiswa dan generasi muda dari ancaman serta bahaya laten narkoba.

Kehadiran BM IKAN ini juga direspon dengan sangat positif oleh Prof. Dr. Farid Wajdi dan mengatakan mahasiswa itu harus aktif diberbagai organisasi gunanya untuk menghindari mahasiswa dari pergaulan yang tidak baik dan pengaruh dari para bandar narkoba.

"Para pelaku kejahatan narkoba sangat pintar dalam mempengaruhi generasi muda," ungkap rektor UIN Ar-Raniry tersebut.

Syauki selaku perwakilan dari Barisan Muda IKAN juga berharap adanya kerjasama sosialisasi dan pencegahan bahaya narkoba pada kegiatan Orienatasi Mahasiswa Baru dan pada kegiatan - kegiatan mahasiswa KKN.

Pertemuan antara DPP IKAN dengan Rektor UIN Ar Raniry  telah melahirkan beberapa kesepakatan, Prof. Dr. Farid Wajdi menyetujui adanaya MoU dengan IKAN dan juga diberikan kesempatan kepada Barisan Muda IKAN untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba pada kegiatan orientasi mahasiswa baru dan KKN. Hasil pertemuan ini akan segera di tindak lanjuti oleh kedua belah pihak.[Najmi]

Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah meresmikan Kantor Sekretariat Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, di Kuta Alam Banda Aceh, Kamis 22 Juni 2017. 

Gubernur menyebutkan, dirinya menaruh harapan besar pada KKR Aceh dalam hal memenuhi rasa keadilan masyarakat korban konflik di masa lalu.

“Lakukan pengungkapan kebenaran secara objektoif, berdasarkan fakta dengan tidak deskriminatif serta tidak memihak kepada kelompok tertentu,” ujar gubernur dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Mulyadi Nurdin LC. MA.

KKR Aceh, ujar Zaini Abdullah merupakan salah satu amanah undang-undang yang lahir dari kesepakatan Helnsinki yaitu UU No. 11 Tahun 2006 yang kemudian ditetapkan melalui Qanun Aceh Nomor Aceh Nomor 11 Tahun 2013. 

Sebagai tindak lanjut dari hadirnya qanun itu, gubernur kemudian melantik para komisioner KKR Aceh pada Oktober 2016 lalu. Tugas para komisioner itu adalah mengungkap fakta-fakta kebenaran di lapangan. 

“Ungkap semua kebenaran sehingga KKR Aceh bisa menjadi contoh lembaga pembela kebenaran dan keadilan atas hak-hak korban konflik di masa lalu,” ujar gubernur. (Rill)

Nagan Raya - Junaid (34) dibekuk petugas gabungan dari Polda Aceh dan Polres Aceh Barat, Rabu (21/6/2017). Ia diduga membunuh seorang guru honorer bernama Masdiana (28).

Yang mengejutkan, Junaidi ternyata berstatus sebagai suami Masdiana. Saat melakukan pembunuhan tersebut, Junaidi dibantu oleh Muhammad Daud (32).

Sebelumnya, Masdiana ditemukan tewas, Kamis (15/6/2017) di rumahnya, Kecamatan Darul Makmur.

Polisi mengamankan selembar kain panjang, besi yang diduga digunakan untuk menghabisi korban, seprai, pakaian korban serta tiga unit Handphone.(Trb)

Ilustrasi
Aceh Timur - Jika di Michigan, Amerika seorang polisi ditikam oleh seseorang dibandara maka hal serupa juga terjadi di Aceh Timur, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). 

Pembacokan kali ini menimpa Briptu Dhani Marisi (28) warga Desa Dusun Menasah, Desa Blang Bitra, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Rabu (21/6/2017).

Korban merupakan seorang anggota polisi yang menurut informasi saat terjadi pembacokan atas dirinya sedang beristirahat di sebuah gubuk temannya yakni Mulyadi Johan (28) di desa Blang Bitra.

tak berapa lama setelah briptu dhani tertidur datang pelaku yakni Danil (28) warga Dusun Leungeu, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur membangunkan korban untuk membahas masah gadai-menggadai sepeda motor.

tidak berselang lama terjadi adu mulut, entah karena pelaku sudah tidak tahan dengan semua aasan yang diberikan oleh korban,akhirnya danil melakukan pembacokan terhadap anggota polisi tersebut.

Akibatnya briptu dhani terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Sultan Abdul Aziz Peurelak untuk mendapatkan penanganan medis terhadap luka robek didahi atas mata kiri.

Sementara itu hingga berita ini dilansir media ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak kepolisian atas insiden pembacokan terhadap briptu dhani (Red/Ra)


Michigan - Seorang polisi ditikam di bandara Michigan, Amerika Serikat. Polisi tersebut dilarikan ke rumah sakit dan kini dalam kondisi stabil.

Biro Investigasi Federal, FBI menyatakan, seorang tersangka telah ditahan dan sedang diinterogasi menyusul insiden penikaman di Bandara Internasional Bishop di Flint, Michigan pada Rabu (21/6) pagi waktu setempat.

Presiden Donald Trump telah diberitahukan mengenai penikaman tersebut. Selain polisi yang ditikam, tak ada orang lain yang terluka dalam insiden itu.

Otoritas FBI menyatakan pihaknya mengetahui pemberitaan bahwa pelaku mengeluarkan kata-kata tertentu sebelum atau saat menyerang polisi tersebut. "Kami saat ini tak punya informasi kredibel, spesifik bahwa ada ancaman bagi komunitas Flint," demikian disampaikan FBI.

Polisi yang terluka diidentifikasi sebagai Jeff Neville. Juru bicara Kepolisian Negara Bagian Michigan menyatakan seperti dikutip kantor berita AFP, Kamis (22/6/2017), polisi tersebut telah menjalani operasi dan kini dalam kondisi stabil.

Menurut NBC News, pelaku menikam polisi tersebut berulang kali sembari meneriakkan "Allahu Akbar." Disebutkan NBC News, tersangka berasal dari kota Quebec, Kanada dan memiliki paspor Kanada.

Korban dilaporkan ditikam di bagian punggung dan leher. Dia telah 16 tahun bergabung dalam unit kepolisian bandara Michigan dengan pangkat letnan. Sebelum itu, dia menjabat sebagai wakil kepala kepolisian di Genessee County, tempat Flint berlokasi. (Red/detikcom)

Foto: SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Lhoksukon - Dua Warung kopi (Warkop) konstruksi kayu di Desa Cot Rhe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Rabu, (22/6/2017) sekitar pukul 17.40 WIB terbakar.

Dalam insiden tersebut, salah satu pemilik Warkop, Nasrol (45) ikut terbakar hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia, Buket Rata, Lhokseumawe. Sedangkan Warkop satu lagi yang terbakar milik Nurdin (30).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kapolsek Kuta Makmur AKP Pitriadi, menyebutkan, kala itu pemilik Warkop, Nasron sedang membawa jirigen berisikan bensin ke dalam kamar di dalam Warkop.

Kompor di dalam Warkop dalam kondisi hidup karena sedang memanaskan air. Diduga gas dari tabung bocor, hingga api dari kompor menyambar, selanjutnya membakar jirigen berisi bensin.

"Api juga sempat menyambar sebagian tubuh Nasrol. Saat kebakaran itu langsung Nasrol berupaya menyelamatkan diri dengan keluar dari Warkop," ujar AKP Pitriadi.

Api terus membesar. Namun berkat bantuan masyarakat dan dua unit pemadaman kebakaran dari Pemkab Aceh Utara, api pun berhasil dipadamkan.(aceh.trinbunnews.com)

Pidie - Satuan Reserse Narkoba ( Sat Resnarkoba) Polres Pidie kembali berhasil meringkus Bandar Narkotika jenis Ganja dari salah seorang warga Gampong Lingkok Busu Kecamatan Mutiara Pidie yang berprofesi sebagai petani, berinisial J, (41) di Rumah Kediamannya di Gampong Lingkok Busu Kecamatan Mutiara Kab.Pidie pada Rabu (21/06/2017) sekira pukul 01.00 Wib dini hari tadi.

Penangkapan pelaku bandar tersebut berdasarkan laporan masyarakat Gampong Lingkok Busu kepada pihak berwajib yang sering melihat pelaku bertransaksi barang haram tersebut kepada para pemuda yang datang dari berbagai daerah di rumah kediamannnya.

Dari laporan tersebut, anak – anak asuhan AKP Raja Aminuddin Harahap, S.Sos, melakukan penyelidikan di lokasi rumah pelaku.

Tepatnya pada Rabu (21/06/2017) , dini hari tadi, tim tiba di rumah pelaku. Saat tim tiba dirumah pelaku, pelaku terkejut dan langsung membuka pintu rumah.

Setelah pelaku membuka pintu rumahnya, tim langsung menggeledah rumah dan pelaku, walapun pelaku sempat berdalih, ada apa ini, siapa kalian.

Selanjutnya dari hasil penggeledahan tim berhasil menemukan 1000 (seribu) Gram Daun Ganja kering yang terbungkus dalam karung warna putih di dalam dapur rumah pelaku.

Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, SIK melalui Kasat Resnarkoba AKP Raja Aminuddin Harahap, S.Sos mengatakan, pelaku sudah lama menjalani profesi sampingan sebagai Bandar Ganja di kawasan Gampong Lingkok Busu.

Para pemuda tanggung pun banyak berdatangan di rumah pelaku dari berbagai daerah / wilayah dari laporan masyarakat setempat kepada aparat.

Menurut pengakuan pelaku kepada polisi, ia memperoleh barang haram tersebut dari salah seorang bandar besar di Kab. Aceh Besar bernama Zul ( bukan nama sebenarnya).

Dan untuk penyelidikan lebih lanjut pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pidie, sebut Raja.(Trb Pidie)

Dewantara - Laka Lantas antara Bus Simpati Star Kontra Avanza terjadi di Jalan Medan- Banda Aceh desa Tambon baroh kecamatan Dewantara, Aceh Utara." Rabu (21/6/2017) sekira Pukul 01.45 Wib .

Akibatnya, sopir Avanza, Rizwan (40) asal Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara mengalami luka, sehingga harus dievakuasi ke Rumah Sakit Arun, Lhokseumawe. Baca: Simpati Star Seruduk Avanza di Dewantara, Satu Orang Kritis

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kapolsek Dewantara AKP Erpasnyah, menyebutkan, kala itu mobil Avanza datang dari arah timur, sampai di lokasi kejadian mencoba berputar arah.

Saat mobil Avanza sudah di tengah jalan, dari arah barat datang bus yang disopiri Budi Saputra (38) warga Bireuen, sehingga bus menabrak bagian samping mobil Avanza. Kedua mobil pun oleng.

Mobil Avanza langsung menabrak tembok sebelah kanan jalan dan bus menabrak tiang Telkom di sebelah kanan jalan. Kedua mobil dalam kondisi rusak.(SA/RMD)

Kapolsek Sunggal didampingi Kanit Reskrim saat menggelar press rilis di Polsek Sunggal
(Fadli/Kriminalitas.com)
Medan – Peribahasa “sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, pasti tercium jua”, sepertinya berlaku bagi para sindikat pengedar ganja asal Aceh, yaitu Kumaiyah (39), Zulkarnaini (35), Junaidi Anwar (35), Mizan Aulia (21), dan M. Jamil Abdullah (52).

Menurut laporan yang dihimpun Kriminalitas.com, kelima penjual ‘rumput Aceh’ tersebut dibekuk oleh petugas Polsek Sunggal bersama dengan barang bukti berupa 38 kilogram ganja kering siap edar dan 1 unit mobil Avanza bernomor polisi BL 461 LR.

Kapolsek Sunggal, Kompol Daniel Marunduri didampingi Kanit Reskrim, Iptu Nur Istiono dalam press rilisnya, Selasa (20/6/2017) mengatakan penangkapan yang dilakukan pihaknya bermula dari laporan masyarakat.

“Kita dapat informasi rumah Kumaiyah di Jalan Sei Mencirim, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, sering dijadikan lokasi transaksi ganja, selanjutnya kita lidik dan lakukan penggrebekan. Dari sana kita amankan 2 bal ganja yang disembunyikan di samping rumah dan 36 bal ganja yang dikubur di belakang rumah,” ucap Daniel.

Dikatakan Daniel, usai mengamankan Kumaiyah, pihaknya melakukan pengembangan dan mengamankan Zulkarnaini dikawasan Desa Paya Geli.

“Usai Zulkarnaini, kita amankan Junaidi Anwar dan Mizan Aulia. Dari pengakuannya, para tersangka mendapatkan ganja dari Jamil Abdullah dan mengamankannya dikawasan Binjai Km 12,” ungkap Daniel.

Lanjut dikatakan mantan Kapolsek Delitua ini, jika kini pihaknya masih memeriksa intensif tersangka guba mengetahui peredaran tersebut.

“Tersangka kita jerat Pasal 114 (2) subs 111 (2) subs 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” tutup Daniel.[kriminalitas.com]
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.