2016-10-09

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agam Inong Aceh Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bimtek Dana Desa Bireuen Bisnis Blue Beetle BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya BUMN Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI DPRK Lhokseumawe Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gaya Hidup Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf Israel IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa Lapas Lapas Klas I Medan Lapas Tanjungbalai lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Modal Sosial Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narapidana Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patani Patroli Pekalongan Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Penelitian Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh Pilkades Pj Gubernur PKI PLN PNL Polisi Politik Pomda Aceh PON Aceh-Sumut XXI Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Stunting Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama Universitas Malikussaleh USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Sumber akun Rian BahteraHarapan   

ACEH UTARA- Setelah dihebohkan dengan foto syur dari akun Rian BahteraHarapan yang sedang berciuman dengan seorang gadis berakun Yunie Part II.


Kini kembali akun yang pemiliknya adalah seorang pemuda warga Lhokcut Kec. Sawang Kab. Aceh Utara kembali mengapload foto status baru berupa foto percakapan obrolan Via masengger.

Dalam foto percakapan tersebut terlihat lawan bicara tersebut adalah seorang gadis muda berakun Intan grentiana inarsyalala,yang menariknya adalah isi percakapan dalam kedua pasangan muda tersebut sangat terlalu vulgar dan kata-kata kotor bersifat pornografi.

sumber akun Rian BahteraHarapan 


Foto percakapan mesum ini di upload oleh akun Rian BahteraHarapan pada Jumat 14 Oktober 2016,kemudian kembali dibagikan pada Sabtu 15 Oktober 2016 sekitar pukul 16:00 WIB.

Percakapan kedua insan manusia yang berlainan jenis ini mendapat reaksi dari netizen yakni kecaman,cacian,makian dan hujatan.

Seperti diketahui akun Rian BahteraHarapan kemarin Jumat (14/10) kebanjiran makian dan hujatan atas foto syurnya sedang berciuman dengan Yunie Part II. 



Hingga sampai berita ini dimuat Akun Rian BahteraHarapan terus dibanjiri per menitnya  dengan komentar dan tanggapan Netizen.

Hingga saat ini telah ada 2.381 komentar,456 kali dibagikan dan di sukai 1.005 0rang.




Redaksi

Tersangka AF, eksekutor pelemparan granat dalam mobil dinas anggota dewan di kawasan Bener Meriah. [Istimewa]
StatusAceh.Net - Aidil Fitriadi (26), warga Aceh Timur yang merupakan eksekutor pelemparan granat ke dalam mobil dinas jenis Toyota Kijang Innova, milik anggota DPRK Bener Meriah, akhirnya ditangkap.

Kapolda Aceh, Brigjen Pol Rio S Djambak, melalui Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan mengatakan, tersangka yang selama ini buron, berhasil ditangkap di Sumatera Utara‎. "Tersangka ditangkap oleh Tim Gabungan Polres Bener Meriah dan Polda Aceh, di Desa Hutagaluh, Kecamatan Kota Rih, Kabupaten Sergei, Sumatera Utara," ujar Goenawan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait hal ini. "Tersangka saat ini masih diamankan petugas di Mapolres Bener Meriah, untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut," tambah mantan Wadirlantas Polda Aceh ini.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, tersangka melakukan aksinya yang diotaki oleh SZ (Siti Zulaekha), PNS Puskesmas Bener Meriah yang juga istri muda dari anggota dewan tersebut. Dalam peledakan granat itu, menyebabkan tiga orang meninggal dunia yakni Nurma, Aulia Tahar dan Farhan, yang tidak lain adalah istri pertama serta anak anggota dewan.(goaceh.co)

StatusAceh.Net - Muazzinah Yacob, akademisi Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Sabtu (15/10/2016) berharap Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, bisa menjalankan mandatnya secara mandiri. Karena lembaga itu sedang menjalankan beban hukum, politik dan sejarah.

Kepada aceHTrend, melalui rilisnya Muazzinah mengatakan banyak kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang perlu diungkap. Selama ini kasus-kasus itu dipetieskan karena berbagai alasan.

Misal kasus Simpang KKA, Rumoh Geudong di Pidie, Bantaqiah Beutong Ateuh, dan Jembatan Arakundo Aceh Timur, tragedi Gedung KNPI dan sebagainya, perlu diselesaikan.

“Semoga KKR Aceh tidak sekedar lembaga untuk cuci tangan pemerintah. Seolah-olah peduli, tapi mandat lembaga sulit bergerak. Banyak kasus yang perlu diungkap,” ujarnya.

Dulu, tahun 1999-2002, Tim Pencari Fakta (TPF) sudah pernah bekerja untuk mengusut kasus namun dihalang-halangi pemerintah saat itu. Sekarang Aceh sudah damai, gimana kelanjutannya? Padahal, pembentukan KKRA ini bagian dari amanah UUPA.

“Saya curiga jangan-jangan pembentukan KKR ini hanya akal-akalan pemerintah, tidak sepenuh hati. Dari sisi lain, Jika gerakan dan investigasi komisioner KKR dibatasi oleh pemerintah, ini sama saja dengan mengangkangi amanah UUPA,” katanya.

Ia juga berharap KKR mampu menempatkan setiap elemen yang terlibat dalam konflik Aceh sesuai dengan peran dan posisinya. Ia juga berharap Komisioner KKRA tidak mendapat intimidasi dari para pihak. [Acehtrend.co]

Banda Aceh - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banda Aceh mengakhiri pemulangan jamaah haji menyusul tibanya kloter sembilan sekitar pukul 12.11 WIB di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Sabtu (15/10).

"Alhamdulillah kita sudah menuntaskan pemulangan jamaah haji ke Tanah air seiring dengan kedatangan kloter terakhir asal Aceh ini," kata Ketua PPIH Debarkasi Banda Aceh M Daud Pakeh.

Dia menjelaskan, kloter sembilan asal Aceh yang baru tiba di Tanah Air tersebut bergabung dengan jamaah haji asal debarkasi Jakarta dan Makassar dengan jumlah jamaah yang tiba sebanyak 70 orang. Daud menyebutkan, jumlah jamaah haji Aceh yang telah tiba di Tanah Air dari kloter satu sampai sembilan sebanyak 3.180 orang dari total yang diberangkatkan pada musim haji 2016 sebanyak 3.192 orang.

Dikatakan Daud, dari total yang berangkat tersebut 11 orang jamaah yang melaksanakan rukun Islam ke lima tersebut meninggal dunia di Tanah Suci karena sakit. Da satu orang lainnya masih di rawat di Arab Saudi karena sakit.

Dia mengatakan, kloter terakhir asal provinsi ujung paling barat Indonesia yang kembali ke Tanah Air tersebut berasal dari beberapa kabupaten/kota di provinsi setempat. "Seluruh Tamu Allah itu diberangkatkan dalam sembilan kelompok terbang yang terdiri dari delapan kloter penuh dan satu kloter sisa yang bergabung dengan embarkasi lainnya," kata Daud yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh.(Rol)

Jakarta - Hingga kini laporan hasil investigasi yang dilakukan oleh Tim Pencari Fakta (TPF) terkait kasus terbunuhnya aktivis HAM Munir Said Thalib hilang tak diketahui rimbanya. Kuat dugaan, laporan tersebut sengaja dihilangkan.

Ketua Setara Institute, Hendardi mengatakan ada kejanggalan terkait keberadaan laporan akhir TPF kasus munir yang belum ditemukan. Menurut Hendardi yang juga mantan anggota TPF, pernyataan Kemensesneg yang mengaku tidak memiliki dokumen menunjukkan buruknya tata kelola administrasi negara dalam pemerintahan.

"Ingatan publik masih kuat bahwa pada 24 Juni 2005, TPF diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan didampingi antara lain oleh Yusril Ihza Mahendra, Sudi Silalahi, Andi Mallarangeng untuk menyerahkan laporan akhir TPF. Jadi, sesuai mandatnya TPF telah menyelesaikan tugas dan menyerahkan laporannya kepada pemberi mandat, yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Hendardi dalam siaran persnya, Jumat (14/10).

Jika memang bukan karena tata kelola administrasi yang buruk, kata dia, ada indikasi bahwa laporan akhir TPF tersebut sengaja dihilangkan. "Maka patut diduga adanya kesengajaan menghilangkan dokumen tersebut oleh pihak-pihak yang tidak menghendaki penuntasan kasus Munir," ujarnya.

Lalu mengapa laporan akhir TPF harus dihilangkan?


Hendardi mengatakan, dalam laporan yang dia susun bersama anggota TPF yang lain, menyebut sejumlah nama. Nama-nama itu diduga terlibat dalam permufakatan untuk melenyapkan suami dari Suciwati itu.

"Patut diingat, bahwa TPF saat itu merekomendasikan sejumlah nama yang diduga kuat telah melakukan permufakatan jahat membunuh Munir," ujarnya.

Namun Hendardi tidak bisa mempublikasinya temuan TPF yang dia susun. Yang berhak melakukan itu adalah SBY yang saat itu menjadi presiden dan membentuk TPF.


Salah satu rekomendasi yang disampaikan kepada SBY saat itu adalah dibentuk tim baru. "TPF juga merekomendasikan agar SBY membentuk Tim baru dengan mandat dan kewenangan yang lebih kuat untuk menjangkau koordinasi lintas institusi dan mengawal penuntasan kasus Munir," terangnya.

Hendardi menyebut, hilangnya dokumen TPF Munir adalah preseden buruk bagi penegakan HAM di Indonesia. Padahal saat presiden SBY membentuk TPF dan menghasilkan rekomendasi pun, hasil kerja itu juga belum mampu mengungkap kebenaran dan melimpahkan keadilan.

Menurutnya, untuk menyelesaikan kasus yang melibatkan unsur negara seperti kasus Munir memerlukan kemauan politik serius dan keberpihakan pada korban dengan cara memastikan rekomendasi hasil TPF ditindaklanjuti.

"Bagi saya, jika SBY berbesar hati, maka sudah semestinya membantu Jokowi dengan menjelaskan di mana dokumen tersebut berada termasuk menjelaskan motivasi apa yang mendorong penghilangan dokumen tersebut. Sebaliknya, dengan kewenangannya, Jokowi sebenarnya amat mampu meminta jajarannya untuk menjelaskan keberadaan laporan akhir TPF tersebut," ujarnya.

Koordinator KontraS, Haris Azhar menilai bila pemerintah tak mau mempublikasikan hasil penyelidikan itu atau menghilangkan dokumen tersebut sama artinya pemerintah tidak memberikan keadilan kepada Munir, keluarga dan masyarakat. Sebab dia mencurigai ada nama-nama lain atau pihak-pihak atau institusi yang terlibat dalam kasus kematian Munir.

"Barangkali ada nama-nama lain yang ikut terlibat dalam kasus ini. Saya yakin ada nama lain selain Polycarpus dalam kasus ini yang sengaja ditutupi," ujar Haris kemarin.

Dari pengamatan Haris, pemerintah terlihat diam dan cenderung tidak melakukan aksi apapun untuk mengusut tuntas pembunuhan Munir Said Thalib. Untuk itu pihaknya ingin mengetahui isi dari temuan TPF yang diberi mandat untuk melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

"Jadi kita mau lihat temuan TPF itu seperti apa. Temuan mereka akan kami jadikan sebagai indikator hal-hal yang telah dan belum dilakukan oleh pemerintah," kata Haris.

Belakangan kata Haris malah Jaksa Agung menyatakan kasus Munir telah selesai dan ditutup. Jaksa Agung menyebutkan dengan diputusnya hukuman terhadap Polycarpus maka kasus Munir pun dinyatakan selesai.

"Kalau dia bilang seperti itu, dia tahu dari mana? Dia sudah periksa itu kasus? Memang di JPU-nya? Dia juga baru nangkring kan di posisinya ? Emang dia baca? Kan katanya hilang. Dasarnya apa dia bilang gitu?," ungkap Haris.

Untuk itu Haris menegaskan kasus kematian Munir belum selesai. Dokumen hasil penyelidikan TPF tersebut akan mengungkapkan sejauh mana pemerintah harus menangani kasus Munir, sementara masyarakat akan mengawasi penindakan kasus itu.

Aktivis HAM sekaligus pendiri lembaga KontraS dan Imparsial, Munir Said Thalib, meninggal di dalam pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-974 ketika sedang dalam perjalanan menuju Amsterdam, Belanda pada 7 September 2004.

Suami Suciwati itu ke Belanda untuk tujuan melanjutkan kuliah pasca-sarjana. Pada 11 November 2004, pihak keluarga mendapat informasi dari media Belanda bahwa hasil autopsi oleh Institut Forensik Belanda (NFI) membuktikan bahwa Munir meninggal akibat racun arsenik dengan jumlah dosis yang mematikan.(Merdeka.com)


StatusAceh.Net - Virus tarian Pen Pineapple Apple Pen (PPAP) mewabah di Indonesia hingga ke berbagai kalangan.

Tak cuma masyarakat biasa, para selebritis pun terkena virus ini.

Mereka berlomba-lomba menirukan tarian dan nyanyian PPAP ini lalu diunggah ke media sosial.

Seakan tak ingin kalah, kalangan kepolisian pun mencoba meniru tarian PPAP ini.

Namun menariknya, liriknya diganti dengan kalimat kampanye keselamatan.

Seperti yang dilakukan oleh anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh besar ini.

Dari akun instagramnya @satlantasacehbesar, terdapat video yang memperlihatkan dua anggota polisi sedang bernyanyi PPAP.

 
Video parodi tersebut menceritakan pengendara motor yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas dan distop oleh dua anggota polisi.

Pengendara motor yang sedan berboncengan tersebut tidak mengenakan helm, serta motornya tak dilengkapi oleh kaca spion.

Lantas, polisi yang memberhentikan pengendara motor itu langsung menanyakan kelengkapan surat-surat berkendara.

Polisi itu juga menanyakan mengapa pengendara itu tka mengenakan helm dan juga tak ada spion.

Karena si pengendara itu tak memiliki semua kelengkapan berkendara, kedua anggota polisi itu pun langsung 'beraksi'.

Kedua anggota polisi bertubuh gempal itu langsung menyanyikan lagu PPAP sekaligus menirukan tariannya.

Dengan lincahnya kedua polisi ini menarikan PPAP yang mengundang tawa.



Namun, liriknya pun diganti menjadi kalimat kampanye keselamatan berkendara.

Kata PPAP pun berubah singkatan menjadi Patuhi Peraturan Anti Pelanggaran.

Berikut liriknya:

"Gak punya SIM, lupa STNk, aargh Ane tilang

pake spion, pake helmnya, aargh biar kece

buat sim, pake helm, bisa bakal ane sayang

"Pelorpor keselamatan Anti Pelanggaran"

Video berdurasi sekitar 55 detik ini telahdilihat sebanyak 1578 ribu kali.

Netizen pun mengapresiasi positif video PPAP versi polisi ini.

@r_b_tyo : Kece abisss, mending liat polisi gini dripda liat polisi yang sok banget biasanya mentang2 polisi.

@Rini Marlina : 86 siap Gokil gokil gokil dan gokil jahahahaaa saya ngakak liat bpk Polisi begitu anneh sampe yg ditilangpun melongo hahahaa.

@Aiko R. Gatam : Wkwkwkwkwk lagu na si PPAP (Pen Pinapple Apel Pen) , Piko Taro, ngakak ga yaaa lagu na di sadur ulang lucu gini.

@Mühămmad Razi : lanjutkan pak semoga semua masyarakat tau betul atas keselamatan bekendara dan mematuhi berkendara.

@Dherma Chaelvianto : Coba polisi semua bisa se menyenangkan ini ya.

Sumber: serambinews

SABANG - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mendukung sepenuhnya mewujudkan Sabang, Pulau Weh, Provinsi Aceh, sebagai kota hijau.

Dukungan tersebut ditandai dengan penanaman pohon oleh Ketua PWI Pusat dan para Ketua PWI Provinsi se Indonesia didamping Wali Kota Sabang H Zulkifli H Adam di Taman Sabang Merauke, Kota Sabang, Sabtu (15/10).

Ketua PWI Pusat Margiono mengatakan, pohon yang ditanam tersebut merupakan tanaman khas dari semua provinsi di Indonesia. Bibit pohon tersebut dibawa oleh setiap Ketua PWI Provinsi se Indonesia.

"Kami menanam pohon di tanam ini sebagai bentuk dukungan mewujudkan Sabang sebagai kota hijau. Kami juga mengajak semua elemen masyarakat juga mendukung terwujudnya Sabang sebagai kota hijau," kata dia.

Wali Kota Sabang H Zulkifli H Adam memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada PWI yang mendukung terwujudnya Sabang sebagai kota hijau.

Mewujudkan Sabang sebagai kota hijau untuk menjadikan udara dan lingkungan di pulau itu lebih bersih.

"Tidak hanya menjadikan kota hijau, kami juga ingin mengoleksi pohon dan tanaman yang menjadi ciri khas di setiap provinsi di Indonesia. Dan pohon itu ditanam di Taman Sabang Merauke," kata H Zulkifli H Adam.

Wali Kota mengatakan, selama ini PWI dan kalangan wartawan pada umumnya telah banyak membantu pemerintah kota dan masyarakat Sabang. Terutama dalam mempromosikan pariwisata pulau di ujung barat Indonesia tersebut.

"Kami tidak hanya ingin PWI mendukung terwujudnya Sabang jadi kota hijau, tetapi juga membantu mempromosikan pariwisata yang merupakan andalan Sabang," kata H Zulkifli H Adam.

Kehadiran Ketua PWI Pusat Margiono dan sejumlah pengurus lainnya serta para ketua dan pengurus PWI Provinsi di Sabang dalam rangka mengikuti Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PWI 2016.

Sekretaris Panitia Daerah Konkernas PWI 2016 Hendra Handayan mengatakan konferensi ini merupakan agenda rutin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Kegiatan ini diikuti para ketua dan pengurus PWI Pusat dan PWI dari seluruh Indonesia.

“Penanaman pohon ini merupakan rangkaian agenda Konkernas PWI 2016 yang berlangsung hingga 16 Oktober mendatang. Selain penanaman pohon, juga ada pelepasan cendrawasih, burung khas Papua, di kawasan Tugu KM Nol Indonesia,” kata Hendra Handayan.

Sedangkan rangkaian kegiatan lainnya, sebut dia, yakni pemberian anugerah serta penyematan kepada Wali Kota Sabang H Zulkifli Adam dan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Telekomunikasi Aceh Hasanuddin sebagai anggota kehormatan PWI.

Serta pengukuhan tujuh perwakilan PWI se Indonesia sebagai Duta Wisata Sabang untuk Indonesia. Pengukuhan untuk lebih memperluas promosi Sabang sebagai destinasi wisata di Indonesia.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan berskala nasional ini akan semakin mengenalkan Sabang dan Pulau Weh ke masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Hendra Handayan. (Rill)

ROKAN HULU - Diduga membuang limbah sembarangan, pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akan memberikan sanksi tegas kepada perushaan Pabrik Minyak Kepala Sawit (PMKS), PT KUS, di Desa Tambusai Barat, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Warga Tambusai Barat, Ende, menyampaikan, kalau perusahan tersebut, kembali melakukan pembuangan limbah ke Sungai Sosa melalui piva yang ditanam di bawah tanah, sehingga sungai berubah warna menjadi hitam.

“Sepertinya mereka membuang limbah itu, Sabtu (8/10), sekitar pukul 04.00 Wib dini hari, makanya Sungai Sosa Yang Airnya Mengalir besar itupun Berubah warnanya jadi hitam hitam jadinya, kami minta pihak penegak hukum dan pemerintah jangan diam, kalau bisa supaya dibekukaan izin operasionalnya, karena sudah sering kali  membuang limbah dengan skala besar,” terang Ende.

Kepala BLH Rohul, Hen Irpan mennegaskan, mengaku kalau anggotanya sudah pernah turun langsung ke lapangan, waktu pertama kali melakukan pembuangan, sampelnya sedang diproses. “Jelasnya nanti kita akan berikan sanksi tegas tindakan tersebut,” kata kepala BLH  Hen Irpan.

Sementara, Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, ketika dikonfiirmasi terkait hal itu, dirinya akan langsung memerintahkan anggota nya untuk terjun kelapangan, apalagi hal tersebut telah meresahkan masyarakat. “Nanti akan kita suruh anggota untuk turun langsung ke lapangan terkait peristiwa pembuangan limbah tersebut,” pungkasnya.

Aktifis Lingkungan Hidup, R. Harahap, meminta kepada Pemkab Rohul, termasuk Pemprov Riau, supaya mencabut izin produksi PMKS PT KUS, karena tingkah lakunya sudah sangat meresahkan masyarakat sekitar.

“Mungkin informasi ini akan disampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen-LH), Mabes Polri, karena tampaknya pihak Pemkab Rohul tak bernyali kepada perusahaan ini,” tutup R. Harahap mengakhiri.

Sedangkan, Humas PT KUS, Syahrin dikonfirmasi, terkait pembuangan limbah baik melalui maupun pesan singkat, Hand Phonenya aktif tapi tidak diangkat dan tak dibalas. Malah ketika dijumpai ke kantor, pihak Humas sendiri tidak mengetahui persoalan tersebut, malah melempar tanggung jawabnya, karena itu bagian pekerjaan dari manejer pabrik ** Alfian**

Rokan Hulu - Gawat Sejumlah Trafight Light Di setiap Persimpangan Yang ada Di  Kota Pasir Pengaraian Tidak Optimal Hal Ini Berimbas pada Kecalakaan lalu lintas (Lakalantas) Persoalan Lalulintas tidak hanya dipengaruhi si pengendara saja, namun rambu-rambu  dan trafik ligt juga memiliki fungsi yang sangat Urgen Dalam mengatur Ketertiban Berlalu lintas.

Warga Pasir Pangaraian, Novi mengaku "was-was" ketika melintasi trafik light yang dalam keadaan tidak berfungsi."Ini bahaya, jika tidak segera diperbaiki, pasti lakalantas akan sering terjadi, karena saya sudah beberapa kali hampir tabrakan, namun untungnya, saya masih selamat," sebutnya, Jumat (14/‎10).Matinya trafik light , tentu akan membuat lalu lintas akan semrawut Karna Pengendara ingin saling Mendahului apalagi saat pagi hari,

Karna Di Pagi hari Merupakan Jam sibuk masyarakat beraktifitas seperti anak berangkat sekolah dan orang tua pergi ke kantor ada Juga Pedagang Yang Mau Berjualan Ungkap  Novi.

Tidak berfungsinya  Trafight Light diperkirakan sudah cukup lama. Dirinya tidak tahu apa permasalahannya, namun Ia  berharap, dinas terkait bisa segera memperbaiki lampu merah tersebut

Menanggapi Hal Ini , Kepala Dinas Perhubungan, komunikasi dan informatika (Dishubkominfo) Rohul Roy Roberto melalui  Kasi sarana dan pra sarana, Lalu lintas, Zulkarnain, membenarkan peristiwa  tersebut.

Jumlah trafik light yang ada  di Rohul sekitar 10 titik, namun yang tidak berfungsi ada sekitar lima titik dan empat titik mengalami kerusakan total, tidak bisa digunakan. "Kalau yang berada di ibu kota kabupaten, insyaallah akan kita perbaiki dan hidup lagi dalam waktu dekat," terangnya.

Diakuinya banyak hal,  penyebab trafik light tidak berfungsi seperti , biaya pemeliharaan ‎serta masalah KWH, Contohnya  Lampu merah Yang  di Simpang Boter, Simpang Lapangan Terbang dan Simpang RS Surya Insani, rusak akibat ditabrak kendaraan bermotor.  Sedangkan di Simpang Taman Kota dan Simpang Tangun, listriknya tidak berfungsi.

"Jadi kitakan sudah beli token listriknya, namun saat diisi, KWH tidak berfungsi,  gak mau diterima dan sudah kita laporkan ke pihak PLN Tapi hingga saat ini belum ada jawaban," terangnya.

Ketika Ditanya  kenapa tidak menggunakan Mesin Diesel, Zulkarnain mengaku, dulu pernah mengunakan Solar , namun alat-alat di trafik ligt banyak yang hilang. Untuk itulah kini digantikan dengan token. "Kita juga sudah ajukan anggaran pemeliharaannya dan rencananya  semua titik akan diganti dengan lampu Ied sebelumnya lampu  pijar," pungkasnya. ( Alfian)

Banda Aceh - 14 Muharram 1438/15 Oktober 2016 (MINA) – Dai Aceh Mutiara Fahmi,Lc,MA mengatakan, kepemimpinan Muslim adalah salah satu aspek sangat penting yang menjadi identitas dan jatidiri bagi umat Islam

“Merupakan hal serius dan luas dampaknya dalam menjaga dan menyelamatkan agama. Bahkan karena sangat penting, salah satu bagian dari topik kepemimpinan yang banyak dibahas dalam Al-Quran adalah soal larangan memilih non Muslim untuk memimpin kaum Muslimin yang sangat terang-benderang, ujar Ketua Prodi Hukum Tata Negara/Politik Islam Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry‎‎, saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Rabu (12/10) malam.

Ia menegaskan, tidak cukup dengan kalimat bernada anjuran, ayat-ayat yang menjelaskan soal ini bahkan disampaikan dengan bahasa perintah dan larangan yang sangat tegas. Tidak hanya sampai di sana, beberapa ayat bahkan disertai dengan ancaman yang sangat serius bagi yang melanggarnya.

“Ini bukan hal biasa dan jangan dianggap sepele. Kepemimpinan Islam itu bagian dari aqidah dan keimanan seorang Muslim. Bahkan Al-Quran mengancam barang siapa yang memilih pemimpin kafir, maka dia bagian dari si kafir. Jadi bukan masalah sederhana,” ujar Mutiara Fahmi yang juga Wakil Ketua Badan Koordinasi Muballigh Indonesia (Bakomubin)‎ Aceh.

Kesepakatan para ulama salaf dalam memahami ayat tersebut juga menunjukkan ayat-ayat tentang larangan memilih pemimpin non Muslim bagi kaum Muslimin telah menunjukkan derajat mutawattir (disepakati), sehingga tidak muncul perbedaan pendapat (khilafiyah) di kalangan mereka.

‎Menurutnya, keharaman pemimpin non-Muslim dapat ditemukan bukan hanya dalam Al-Quran tapi juga dari semua sumber hukum Islam yang disepakati yaitu sunnah, ijma’ dan qiyas. Jadi ayat itu bukan multi tafsir seperti yang diklaim selama ini.

Karena memilih pemimpin itu tidak hanya mencakup dimensi duniawi, lebih dari itu juga memiliki dimensi aqidah (ukhrawi). Karenanya, tidak selayaknya seorang Muslim masih menggunakan dasar dan acuan lain selain yang telah jelas dan tegas disebutkan dalam kitab sucinya Al-Quran, jika mereka benar-benar mengaku orang yang beriman.

Ia menjelaskan, dari belasan ayat Al-Quran yang mengharamkan pemimpin non Muslim dipilih oleh orang Islam, salah satunya Surat Al-Maidah ayat 51 menegaskan, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali (kalian), sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Barang siapa dianta­ra kalian mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.

‎Dalam ayat tersebut, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menggunakan pilihan kata pemimpin dengan kata Walu. Padahal ada begitu banyak padanan kata pemimpin dalam bahasa Arab selain kata wali. Misalnya kata Amir, Raa’in, Haakim, Qowwam, Sayyid dan sebagainya.

“Mengapa Allah gunakan pilihan kata pemimpin dalam ayat tersebut dengan kata Wali? Karena secara bahasa, kata Wali memiliki akar kata yang sama dengan kata wilaayatan (wilayah/daerah). Karena itu, penggunaan kata wali mengindikasikan definisi pemimpin yang dimaksud ayat tersebut pemimpin yang bersifat kewilayahan. Dengan kata lain, non Muslim yang dilarang umat Islam memilihnya menjadi pemimpin adalah pemimpin yang menguasai suatu wilayah mayoritas kaum Muslimin,” jelas Ustaz Mutiara yang juga unsur pimpinan Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee.

Jika ditelusuri, pengecualian bolehnya menjadikan pemimpin non muslim hanya dalam keadaan darurat yaitu, jika kaum Muslim dalam kekuasaan/pengaruh kuat Nasrani/Yahudi, dikhawatirkan keselamatan jiwa kaum Muslimin terancam. Maka boleh mengakui pemerintahannya dengan lisan kita, sedangkan hati tidak, serta tidak mengikuti kekafiran mereka.

“Pada masa Daulah Usmaniyah memang pernah mengangkat pemimpin non muslim tapi itu hanya untuk wilayah yang mayoritas penduduknya juga non Muslim,” terangnya.

Sementara itu, terhadap penilaian sejumlah pihak yang mengklaim bahwa selama ini pemimpin non muslim lebih baik kinerjanya dalam pemerintahan ketimbang Muslim, Ustaz Mutiara tidak sepakat dengan pernyataan tersebut.

“Karena, meskipin manusia menilainya baik, tapi tidak ada kemuliaan atas orang yang telah Allah hinakan‎ dengan kekafiran mereka. Jika pun ada satu dua kelebihan pada non muslim dengan keahliannya, maka segera siapkan orang muslim yang lebih mulia di mata Allah, untuk gantikan posisi dan keahlian non Muslim tersebut,” katanya.

Karenanya, umat Islam harus istiqamah dalam memilih pemimpin sesuai tuntunan Alquran karena tanpa istiqamah dan teguh pendirian tidak akan ada agama, dan umat Islam juga akan ditindas oleh orang di luar Islam karena tidak patuh perintah Allah.‎ (T/R05/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Sumber akun Rian BahteraHarapan 

ACEH UTARA-  Jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan foto syur dan mesum dari sebuah akun facebook Rian BahteraHarapan.

Dari amatan Reporter,Akun Facebook Rian BahteraHarapan mengunggah 2 foto dirinya bersama kekasihnya Yuni Part II yang memiliki akun Yuni Part II sedang berciuman mesra.

Akun Rian BahteraHarapan bersama mengunggah Foto syur dan mesum tersebut Jumat 14 Oktober sekira pukul 12:30 WIB.

Munculnya foto syur dan mesum ini tentunya menuai berbagai kecaman dan reaksi negatif dari para netizen,misalnya saja akun ririn koto “ Oalah Malu lah sama jilbabnya tingkahnya kok seperti itu “.

Akun “ Cahaya Rizal menanggapinya dengan menuliskan,hai nyan kaputoh urat male (Apa sudah putus urat malu ) “, akun Muhd Basyir  meminta agar si pemilik akun agar di rajam “Rajam-rajam “.

Namun tak sedikit para netizen yang meluapkan kemarahan dan kekesalannya kepada Akun Rian BahteraHarapan yang juga diketahui adalah warga desa Lhokcut Kec. Sawang Kabupaten Aceh Utara.

Misalnya saja akun Mizie Bahronie “ Lage bui lagoe kalian,macam bukan orang islam kalian “,aku Mifta zaen “ Meunyo ma keuh aneuk bajeung kah pih aneuk bajeung  (Kalau kalian anak haram,kau pun anak haram) “,.

Dari status yang ditampilkan oleh akun pemuda warga lhokcut,terlihat seorang foto gadis yang memiliki nama akun Yuni Part II yang berdomisili di kota lhokseumawe.

Sumber akun Rian BahteraHarapan  

Dari dinding kronologi Keduanya pasangan muda tersebut terlihat sama-sama pernah mengecap pendidikan di Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe.

Sampai pukul 22:42 WIB akun Rian BahteraHarapan yang mengunggah foto mesum ini masib terus mengalir berbagai respon dari para netizen dan telah di sukai 560 Netizen,dikomentari 1.030 netizen serta dibagikan 180 kali.

Sementara itu Geuchik Lhokcut Muzakkir yang dihubungi oleh Reporter membenarkan jika rian tersebut adalah warganya namun tidak mengetahui secara persis gambar mesum yang di unggah oleh warganya tersebut di akun facebooknya.

Menurut muzakkir dirinya sangat menyesalkan atas perbuatan yang dilakukan oleh warganya tersebut karena berdampak buruk pada nama baik desa lhokcut yang baru beberapa bulan lalu baru menjabat sebagai geuchik Lhokcut melalui pemilihan kepala desa.(Redaksi)



Gubernur Zaini Abdullah
Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdulah, dijadwalkan akan membuka secara resmi, Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) se-Aceh, yang akan dipusatkan di Kabupaten Bener Meriah.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Humas Sekretariat Daerah Aceh, Frans Dellian SSTP M Si, selakau Ketua Bidang Dikumentasi dan Publikasi Dekranasda Aceh, Jum’at (14/10/2016).

“Sesuai dengan jadwal, Bapak Gubernur Aceh selaku Pembina Dekranasda Aceh akan membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah  Dewan Kerajinan Nasional Daerah Aceh se-Aceh. acara ini juga akan dihadiri oleh Ketua Dekranasda Aceh, Niazah A Hamid,” Kata Frans.

Frans menambahkan, penyelenggaraan Rakerda juga akan dirangkai dengan pameran produk kerajinan unggulan daerah, yang dipusatkan di halaman depan Pendopo Bupati Bener Meriah. Sedangkan Rakerda yang akan berlangsung dari tanggal 18-19 Oktober akan dipusatkan di Aula Setdakab bener Meriah.

Di hari terakhir Rakerda dan pameran, juga akan diumumkan pemenang aneka lomba, yaitu Laporan Terbaik, Produk Kerajinan dan Makanan Unggulan, Stand Pameran Terbaik dan Desa Kerajinan Terbaik.

“Rakerda Dekranasda merupakan agenda tahunan yang pelaksanaannya digilir di masing-masing kabupaten/kota. Dan tahun ini Kabupaten Bener Meriah yang menjadi Tuan Rumah,” kata Frans.

Frans memaparkan, tema Rakerda tahun ini adalah ‘Perajin Dekranas Aktif di Dunia Digital’, yang mengandung tiga makna penting, yaitu memajukan kerajinan Aceh, terutama dalam menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN melalui media digital.

Mendorong para pengrajin Aceh melek teknologi, agar pemasaran produk kerajinan dapat dilakukan secara digital, sehingga mampu menjawab kesulitan yang dihadapi perajin dalam memasarkan hasil produksi.

Terakhir, Pengembangan kerajinan dewasa ini membutuhkan kualitas dan kreatifitas yang harus mampu bersaing, karena produk industri kerajinan harus selalu mengacu pada trend pasar serta perilaku konsumen yang terus berkembang.

“Kekuatan ini yang akan membuka peluang usaha kerajinan daerah bersaing secara global. Inilah alasan utama pelaksanaan Dekranasda mengangkat tema ‘Perajin Dekranas Aktif di Dunia Digital’. Demi kebangkitan perajin daerah, mari kita sukseskan kegiatan ini,” pungkas Frans Dellian. (Rill)

Di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Kalimantan Tengah ada pemuda bernama Nur yang hidupnya mirip kisah Tarzan karena tinggal sebatang kara di dalam hutan selama delapan tahun. Foto Nur dan tempat tinggalnya di hutan/Istimewa
StatusAceh.Net - Pemberitaan mengejutkan datang dari Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Kalimantan Tengah. Ada pemuda bernama Nur yang hidupnya mirip kisah Tarzan karena tinggal sebatang kara di dalam hutan selama delapan tahun.  Dia tinggal sendiri di tengah hutan Desa Bahaur, Batu Raya, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Dikutip dari media lokal setempat (kabarkalimatan), Tarzan Pulang Pisang ini sebenarnya mempunyai orangtua. Ayahnya bernama Bella dan ibunya adalah Sumiati.

Entah apa alasannya sejak delapan tahun terakhir Tarzan tinggal di hutan sendirian. “Saya kasihan, dulu waktu pertama melihat anak itu terlihat sehat dan segar, namun akhir-akhir ini anak tersebut kondisinya semakin memprihatinkan.

Tidak tahu umurnya berapa," ujar warga Desa Bahaur, Tini melalui sambungan telepon kepada MNC Media, Jumat (14/10/2016).

Menurutnya, Tarzan ini diasingkan di tengah hutan hampir delapan tahun, Nur tidak dibekali alat masak, bahkan untuk makan hanya diberi satu kali dalam sehari.

"Untuk menyambung hidup, sang Tarzan ini hanya memakan dedaunan yang ada di sekitar tempatnya berteduh," tandasnya.(Sindonews)

StatusAceh.Net - Dalam salah satu acara televisi, Nusron Wahid mengatakan “Teks apapun bebas tafsir, bebas makna”. Pernyataan itu merujuk pada surah Al Maidah ayat 51 yang saat ini tengah menjadi polemik.

Mengetahui hal tersebut, Ormas Islam Al Washliyah Tanjung Balai Sumatra Utara menantang Nusron berdebat soal pernyataan Nusron tersebut.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ormas Al Washliyah Kota Tanjung Balai Sumatera Utara Ustadz Gustami Anwar secara terbuka menantang Nusron untuk berdebat.

“Kepada saudaraku Nusron. Saya ajak anda debat tafsir Al-Qur’an. Begitu dangkalnya tafsir saudara tentang auliya,” kata Gustami dilansir Republika, Kamis (13/10/2016).

Gustami menuturkan, tafsir puisi saja ada yang masih salah, kalau puisi yang mengerti hanya pemiliknya bagaimana orang punya standar penilaian dan pemahaman di puisi itu. Puisi saja dibuat bertujuan agar orang bisa paham tentang keadaan penciptanya, bukan yang paham penciptanya.

Pembina Thariqot Naqsabandiah Kota Tanjung Balai ini nenantang debat kepada Nusron karena menurutnya apa yang disampaikan Nusron tersebut menyakiti pemahaman umat Islam. [Islampos]

Sport - Pebalap Yamaha Jorge Lorenzo tercepat dalam latihan bebas kedua (FP2) menjelang balap MotoGP di Motegi, Jepang, mengalahkan Andrea Dovizioso dari Ducati yang sempat memimpin dalam FP1, Jumat.

Pada FP2, pebalap muda Suzuki Ecstar Maverick Vinales sempat memimpin sebelum Lorenzo kemudian menggusurnya dari puncak daftar catatan waktu, dengan lap terbaiknya 1 menit 45,151 detik.

Ketika FP2 dimulai berjalan lancar, sebelum kemudian serentetan kecelakaan terjadi pada akhir sesi ini, dimana Marc Marquez (Repsol Honda Team) tergelincir di tikungan ke-10, dan lalu disusul rekan setimnya Dani Pedrosa di tikungan 11.

Akibat insiden itu, Pedrosa harus menjalani pemeriksaan di fasilitas medis sirkuit, meskipun setelah kecelakaan ia mampu berdiri dan dibawa ke pit dengan sepeda motor penyelemat.

Sebelum ituu, kecelakaan juga menimpa Eugene Laverty (Pull & Bear Tim Aspar) di tikungan ke-6, dan juga Jack Miller (Estrella Galicia 0,0 Marc VDS).

Laverty dan Pedrosa dibawa ke Pusat Medis untuk pemeriksaan menyusul dua insiden, dengan Pedrosa kemudian didiagnosis dengan patah tulang selangka kanan.

Upaya Dani Pedrosa untuk memenangi kembali Grand Prix Jepang sepertinya pupus kali ini karena patah tulang selangka setelah kecelakaan itu.

Tergusur dari puncak daftar catatan waktu latihan bebas Jumat, Andrea Divizioso berada di urutan kedua, diikuti Maverick Vinales yang tampil apik musim ini bersama Suzuki.

Rekan setim Lorenzo di Yamaha, Valantino Rossi, harus kecewa dengan hanya menempati posisi ketujuh dalam FP2, setelah gagal memperbaiki catatan waktunya pada lap terakhir.

Dengan hasil itu Rossi dan timnya harus bekerja keras pada FP3, sebelum menghadapi kualifikasi pada Sabtu dan balapan di Motegi hari Minggu besok pukul 14.00 waktu setempat, demikian mengutip motogp.com.[Antara]

StatusAceh.Net - Diduga mencabuli anak dibawah umur, rumah seorang nelayan di Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, NTB, dirusak warga. RD (65), diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap EK (15) hingga hamil 3 bulan.

Korban merupakan pelajar di salah satu MTS di wilayah setempat. Mendengar kejadian itu, sekelompok warga yang diduga dari pihak keluarga korban yang emosi langsung merusak dan membongkar rumah pelaku yang berada di dusun Bombay, desa setempat sekitar pukul 21.30 Wita, Kamis (13/10/2016).

Kepala Subbagian Humas Polres Bima Kota, Ipda Suratno mengatakan, kejadian itu dipicu akibat emosi keluarga korban setelah mengetahui peristiwa yang menimpa anaknya tersebut.

"Memang benar ada kasus pencabulan. Kejadian itu memicu warga melakukan aksi perusakan rumah terduga pelaku," kata Suratno, Jumat (14/10).

Ia mengatakan, korban pemerkosaan oleh tetangganya sendiri itu terjadi sejak 3 bulan lalu. Korban diperkosa saat menumpang ke WC untuk buang air besar di rumah pelaku. Aksi bejat pelaku ini tidak hanya sekali dilakukan.

"Pelaku melakukan pencabulan beberapa kali dengan cara mengancam korban," ujar Suratnon.

Kasus tersebut terungkap setelah keluarga korban yang mencurigai kondisi EK yang mengalami gejala mual-mual dan pusing.

"Setelah diperiksa di Puskesmas setempat, ternyata korban telah hamil tiga bulan. Kepada orang tuanya, korban mengaku hamil karena dicabuli oleh AD,"sebutnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut, pada malam itu juga secara beramai-ramai mendatangi rumah pelaku dan melakukan aksi perusakan. Akibatnya, rumah panggung 9 tiang itu hancur berantakan hingga rata dengan tanah.

Pelaku sendiri diselamatkan oleh petugas.

Untuk kepentingan penyidikan, pelaku yang sudah berusia lanjut ini diamankan ke Rutan Bima setelah sebelumnya di amankan di Mapolsek Asakota.

"Sementara korban kita sudah arahkan ke Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Bima Kota, untuk diambil keterangan lebih lanjut," ujarnya.(Konfr)


Jakarta - Ribuan massa dari ormas Islam terlihat mulai memadati jalanan di depan Gedung Balai Kota Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Mereka terus meneriakkan umpatan, cacian dan makian terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Massa yang hampir seluruhnya mengenakan pakaian berwarna putih itu juga meminta kepada pihak aparat untuk segera menangkap Ahok karena telah menghina agama.

"Ahok itu tidak pantas jadi pemimpin. Tidak ada pemimpin yang menghina Agama lain. Ahok wajib di penjara," kata seorang orator yang mengenakan pakaian berlambang FPI di depan Gedung Balai Kota Jakarta, Jumat (14/10/2016).

Diketahui bahwa massa yang terdiri dari gabungan berbagai Ormas Islam itu berlangsung setelah menunaikan salat Jumat di Masjid Istiqlal.

Mereka kemudian berjalan menuju Bareskrim Mabes Polri di Kawasan Gambir dan menuju Balai Kota Jakarta untuk menuntut Ahok dihukum kurungan penjara.(tribunnews)

Ilustrasi
BANYAK hal yang bisa membuat pasangan menunda pernikahan. Misalnya pertimbangan finansial, tugas mendadak dari kantor, berubah pikiran (ini paling banyak lho), dan masih banyak lainnya. Tapi, yang dialami pasangan dari New Hampshire ini drama banget. Pernikahan yang dijadwalkan pagi harus ditunda beberapa jam. Penyebabnya, ibu mempelai pria menghilang.

Sang ibu, Philameana Guerino yang tinggal di Massachusetts, tiba di Landaff, New Hampshire, Sabtu malam. Minggu pagi pemberkatan putranya digelar di gereja. Lalu dilanjutkan dengan resepsi. Namun, ketika mempelai dan para kerabat sudah berkumpul, Guerino tak muncul. Semua waswas. Guerino sudah uzur. Usianya 72 tahun. Menurut putranya, dia juga sedikit pikun.

Sang anak menelepon 911. Panggilan direspons petugas konservasi dari New Hampshire Fish and Game yang mengerahkan unit K-9. Mereka juga minta bantuan kantor sheriff Grafton County. Setelah petugas mencari beberapa jam, Guerino ditemukan.

”Saya jalan-jalan di hutan. Lalu tersesat. Tak bisa pulang,” ucapnya kepada polisi seperti dikutip ABC News. ”Daerah ini bagus sekali. Pemandangannya indah,” tambah dia. Pernikahan akhirnya tetap digelar. Meski agak terlambat. Ada banyak kerugian, tentu saja. Tapi, sang mempelai pria sangat happy karena ibunya tak jadi hilang. Tapi, kita tak pernah tahu apakah pengantin perempuan sebahagia suaminya. (Jawapos)

Langsa - Pemilihan Duta Wisata Aceh (PDWA) ke-10 yang dimulai sejak Rabu (12/10/2016) lalu akan berakhir Sabtu (15/10/2016) besok di acara malam penobatan yang akan berlangsung di Auditorium Hotel Harmoni Kota Langsa.

Gubernur Aceh dijadwalkan akan hadir di malam penobatan duta wisata Aceh yang mengangkat tema "Mewujudkan Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia".

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi menyebutkan pengambilan tema PDWA ini selaras dengan keikutsertaan Aceh yang mewakili Indonesia di ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016.

"Kita berharap peserta duta wisata dari kabupaten/kota ini bisa menjadi bagian dari relawan wisata halal dan laskar digital saat mereka kembali ke daerah masing-masing untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terkait vote Aceh secara online di WHTA 2016 yang akan berlangsung mulai 24 Oktober hingga 25 November mendatang," sebutnya.

Selain itu, Kadisporabudpar Kota Langsa, Syafrizal mengaku bangga daerahnya terpilih sebagai tuan rumah untuk PDWA 2016 ini, mengingat momen tersebut menjadi bagian untuk mempromosikan Kota Langsa dengan segala potensi pariwisata yang ada kepada masyarakat luas .

"Tentu kami sangat berterima kasih atas apresiasi dan kepercayaan dari provinsi dalam hal ini Disbudpar Aceh yang telah menjadikan Kota Langsa sebagai daerah untuk penyelenggaraan duta wisata Aceh 2016," sebutnya.

Syafrizal mengaku, potensi destinasi wisata yang ada di kawasan timur Aceh pada umumnya dan khususnya Kota Langsa pun akan siap mendukung Aceh mewakili Indonesia pada WHTA 2016 dengan mengajak seluruh masyarakat dan pelaku wisata.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani juga mengungkapkan, kegiatan PDWA 2016 menjadi citra untuk membangun motivasi dan membentuk kesadaran masyarakat dalam promosikan daerah, mengingat filosofi Rahmatan lil 'alamin telah menjadi bagian dari pariwisata Indonesia yang telah diaminkan oleh Kementerian Pariwisata RI.

"Kegiatan PDWA yang khususnya diikuti oleh remaja Aceh ini menjadi salah satu tumpuan dan perpanjangan tangan Disbudpar Aceh kepada duta-duta wisata untuk promosikan wisata daerahnya masing-masing. Kami juga berharap penyelenggaraan DW di daerah akan semakin baik, meriah dan profesional dan pastinya daerah agar lebih bersiap menjadi tuan rumah untuk PDWA berikutnya di 2017 nanti," harapnya.

Kegiatan pemilihatan duta wisata Aceh turut disponsori oleh Garuda Indonesia, Angkasa Pura II, Telkomsel, Wardah Cosmetic, Hilo Soleha, Breaktime Coffeeshop, Ija Kroeng, Hijac, Cotton Mouth, Hammock Saweu Aceh, Samera Tour & Travel, Le Parte Simehate, dan Binkara FM serta didukung oleh Syarikat Agam Inong (SAIN) Aceh dan ILATeam Management. (Rill)

Aceh Besar - Seorang pria yang dilaporkan asal Meukek, Aceh Selatan bernama Ferianda disergap dan sempat diramaikan di Lamno, Kabupaten Aceh Jaya saat kabur setelah menjambret tas wanita di Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, menjelang Jumat (15/10/2016).

Informasi yang diterima Serambinews.com dari Ketua RAPI Aceh Jaya, Rizal Dinata (JZ01QQ) menyebutkan, penjambretan terjadi di Kecamatan Lhong, Kabupaten Aceh Besar, ruas Jalan Negara Banda Aceh-Meulaboh. Korbannya seorang wanita asal Gampong Sapek Lamno, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.

Setelah melakukan aksinya, pelaku yang mengendarai sepeda motor dilaporkan kabur ke arah Lamno.

Masyarakat yang mengetahui kejadian itu langsung mengejar sambil menginformasikan ke Lamno agar menyergap pelaku.

Setelah terlibat kejar-kejaran sekitar 30 menit, akhirnya pelaku berhasil dilumpuhkan di kawasan

Gampong Meunasah Weh, Kecamatan Jaya (Lamno) dan selanjutnya tersangka dijemput oleh aparat kepolisian dari Polsek Lhoong.(Serambi)

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Sebuah kapal mesin kayu (pompong) yang bermuatan tiang listrik tenggelam saat berlayar di Sungai Indagiri, Desa Kampung Baru, Kecamatan Gas Kabupaten Inhil, Riau. Dalam musibah ini seorang anak buah kapal (ABK) dinyatakan hilang.

Kepala Bidang Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo menjelaskan, kapal tersebut tenggelam karena dihantam gelombang besar.

"Pada pukul 03.00 WIB, nahkoda kapal atas nama Asmil Umar (26) ditemukan selamat oleh pihak kepolisian," kata Guntur (14/10/2016).

Nahkoda kapal ditemukan selamat setelah berusaha berenang ke tepi sungai. Sementara anak buah kapal (ABK) atas nama Imis (35) hilang ditelan arus sungai.

Berdasarkan keterangan nahkoda kapal, bahwa pada 13 Oktober 2016 sekitar pukul 20.00 WIB, pompong mereka bergerak dari Parit 6 Tembilahan menuju Teluk Balengkong Kecamatan Inhil, Kabupaten Inhil.

Namun sampai di lokasi, tiba tiba datang gelombang besar. Pompong mereka yang berisi tiang listrik besi pun oleng dan hilang ditelan gelombang. "Saat ini pencaharian korban hilang masih terus dilakukan," pungkas Guntur. (Sindonews)

Herat - Dahulu Uni Soviet pernah menginvasi Afghanistan pada tahun 1979. Sejarah kelam itu pun diceritakan melalui diorama di Museum Jihad.

Terletak di salah satu puncak bukit yang ada di Kota Herat, Afghanistan, dapat ditemui Museum Jihad. Dilansir detikTravel dari BBC, Jumat (14/10/2016) di dalamnya traveler dapat melihat sejarah perjuangan Mujahidin saat invasi Uni Soviet.

Sejarahnya Uni Soviet pernah melakukan invasi ke Afghanistan pada tahun 1979 silam. Kala itu, para Mujahidin yang dibantu oleh AS mempertaruhkan nyawa atau melakukan jihad untuk mengusir pasukan Uni Soviet dari tanah mereka.

Setelah melakukan jihad selama 10 tahun, akhirnya pasukan Mujahidin berhasil mengusir Uni Soviet pada tahun 1989. Perang itu pun telah merenggut nyawa sekitar 1 juta penduduk Afghanistan dan 15 ribu tentara Soviet.

Berkunjung ke Museum Jihad, traveler pun bisa melihat aneka diorama perjuangan para Mujahidin dalam melawan pasukan Uni Soviet. Diketahui kalau museum itu dibangun oleh politisi dan bekas pejuang Mujahidin, Ismail Khan pada tahun 2010.


Diorama perang Mujahidin melawan Uni Soviet (Mohammad Shoib/Reuters) Foto: (BBC)
Diorama perang Mujahidin melawan Uni Soviet (Mohammad Shoib/Reuters)
Namun beberapa diorama tersebut juga ada yang menggambarkan kekerasan, seperti pemukulan prajurit Soviet oleh para Mujahidin dengan cangkul. Mungkin tidak disarankan untuk membawa anak-anak.

Selain sejumlah diorama, di dalam Museum Jihad juga dapat ditemui aneka senjata dan seragam yang digunakan pada zaman itu. Contohnya seperti senapan AK-47, ranjau darat hingga seragam pasukan Uni Soviet.

Sedangkan di bagian luarnya terdapat helikopter Russia dan pesawat jet yang dikelilingi oleh kebun. Lalu dapat dilihat juga foto dari para pejuang Mujahidin. Kabarnya beberapa dari pejuang itu bahkan bekerja di Museum Jihad.

Pemandu di Museum Jihad (Raheb Homavandi/Reuters)Foto: (BBC)
Pemandu di Museum Jihad (Raheb Homavandi/Reuters)
Menurut pihak pengelola museum, mereka ingin menceritakan kengerian dari perang yang terjadi. Sehingga para generasi di masa depan dapat belajar dari masa lalu Afghanistan.

"Para masyarakat Afghanistan menanggung luka perang di hati mereka. Saya kira siapa pun tidak ingin melihat negerinya dihancurkan lagi," ujar asisten Museum Jihad, Sheikh Abdullah.

Afghanistan sendiri dikenal sebagai negara yang mengalami konflik dan perang berkepanjangan. Traveler mungkin tidak perlu berkunjung ke Museum Jihad untuk mengetahui sejarah konflik di Afghanistan.(Detik.com)

StatusAceh.Net - Unjuk rasa organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI) mengecam Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama tak hanya berlangsung di Jakarta. Di Aceh, Massa FPI juga menggelar unjuk rasa di depan Masjid Agung Islamic Center, Lhokseumawe, Jumat, 14 Oktober 2016.

Massa FPI memprotes pernyataan Gubernur DKI itu, karena mengutip surat Al Maidah pada pertemuan dengan warga di Kepulauan Seribu. Mereka menuntut Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, untuk mengusut dugaan penistaan agama yang dilakukan pria yang akrab disapa Ahok tersebut.

“Kami minta polisi segera menangkap Ahok," ujar Ketua FPI Aceh, Muslim Attahiri, saat berorasi menggunakan pengeras suara di hadapan ratusan massa.

Selain meminta Kapolri menangkap Ahok, massa FPI juga mendesak Presiden Joko Widodo memecat Ahok sebagai gubernur. Kemudian, Komisi Pemilihan Umum agar membatalkan keikutsertaan Ahok pada Pilkada 2017.

“Kami minta pihak Kepolisian benar-benar menanggapi kasus ini,” katanya. 

Berdasarkan pantauan VIVA.co.id, massa FPI tiba di lokasi menggunakan dua mobil bak terbuka, dan puluhan kendaraan roda dua. Massa juga membawa spanduk berisi kecaman terhadap Ahok.(Viva)

Jakarta - Gerakan Muslim Jakarta (GMJ) mengerahkan massa besar-besaran untuk mendemo Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama soal polemik surat Al-Maidah ayat 51. Ribuan massa melakukan orasi di depan kantor Balai Kota.

Salah satu ormas yang tergabung dalam GMJ tersebut adalah Front Pembela Islam (FPI). Imam besar FPI Habib Rizieq turun langsung dan memimpin orasi dari atas mobil. Massa FPI kompak mengenakan seragam putih dan mendengarkan pidato yang disampaikan Habib Rizieq.

Pantauan merdeka.com di lokasi, tampak Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Laksamana dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muh Iriawan. Keduanya terlihat berjalan menuju mobil yang digunakan Habib Rizieq melakukan orasi.

Selanjutnya, Pangdam dan Kapolda naik ke atas mobil Habieb Rizieq dan melakukan dialog. Informasi yang dihimpun, Pangdam dan Kapolda akan mengawal Rizieq untuk bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) yang berada di dalam balai kota.(MDK)

Kaca mobil yang dipecahkan oleh perampok. Foto: Safrizal
StatusAceh.Net - Modus pencurian dengan cara memecahkan kaca mobil kembali terjadi di Kota Lhokseumawe, kali ini pelaku menggasak uang dengan cara memecahkan kaca mobil yang sedang parkir di depan Coffe Time di Desa Mns Kota, Kecamatan Banda sakti, Kota Lhokseumawe, Kamis (13/10).

Kejadian bermula, ketika korban Yusri (45), tenaga honorer di Departemen Agama (Depag) Provinsi Aceh, yang merupakan warga Desa Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, menarik uang sebanyak Rp 75 juta, di Bank BRI Cabang Pendopo Bupati. Usai mengambil uang, korban yang mengenderai mobil jenis Inova Bl 703 LS menuju rumah makan kari kambing di Geudong.

"Tiba-tiba ban mobil saya bocor, dan saya ganti. Kemudian saya menuju salah satu warung kopi bersama teman. Disitu saya mendengar teriakan seorang ibu- ibu di areal parkir berteriak ada rampok," kata Yusri.

Dirinya yang mendengar teriakan tersebut langsung keluar menuju mobil dan melihat kaca mobil sebelah kanan di belakang sopir sudah pecah. Uang yang disimpan dalam plastik di dalam mobil raib dibawa lari pelaku.

Yusri menambahkan, sebelum turun untuk minum kopi, ia memasukkan uang yang baru ditarik dari bank kedalam tas kecil, karena tidak muat semua maka uang yang tersisa sebanyak Rp 8 juta lebih dimasukkan dalam plastik hitam dan dilettakan di jok belakang mobil.

"Uang itu rencananya mau saya gunakan untuk membayar uang saku pada acara pelatihan guru yang berlangsung di Kota Lhokseumawe," ungkapnya.

Usai kejadian, Yusri langsung membuat laporan resmi ke pihak kepolisian Polres Lhokseumawe untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut.(*)

Sumber: AJNN.Net

Rudal RS-12 M atau rudal Topol M Rusia diuji tembak dari pusat ruang angkasa Plesetsk. Foto/Sputnik
StatusAceh.Net - Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa pasukan rudal strategis negara itu telah berhasil meluncurkan tiga rudal balistik secara terpisah. Dua rudal balistik diluncurkan dari kapal selama dari armada Utara dan Pasifik dan satu rudal balistik antarbenua  diluncurkan dari pusat ruang angkasa Plesetsk.

Semua uji coba rudal balistik itu dilakukan sebagai bagian dari latihan kesiapan tempur. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim semua rudal sukses mencapai target yang dibidik.

Dari Laut Okhotsk, kapal selam nuklir Georgiy Pobedonosets dari Armada Pasifik Rusia meluncurkan rudal balistik terhadap target yang terletak di wilayah utara Rusia. Kapal Project 667BDR Kalmar-class, lanjut kementerian itu, juga meluncurkan rudal balistik dari dalam laut dan menghantam target sesuai waktu yang ditentukan.

“Peluncuran menunjukkan tingkat tinggi kesiapan Pasukan Kapal Selam Armada Pasifik dan mengkonfirmasi efektivitas dari komando dan sistem kendali pasukan nuklir strategis angkatan laut,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan yang dikutip Russia Today, semalam (12/10/2016).

Selanjutnya, dalam tes ketiga Pasukan Rudal Strategis Rusia melakukan peluncuran rudal balistik antar-benua (ICBM) RS-12M dari pusat ruang angkasa Plesetsk. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim rudal itu berhasil menghantam target di lapangan tembak di Kamchatka.

Rudal RS-12M yang juga dikenal sebagai rudal Topol-M adalah rudal balistik antarbenua dengan jangkauan maksimum 10.000 km (6.125 mil). Rudal ini dapat membawa hulu ledak nuklir hingga 550 kiloton.

Pada awal 2016, para Pasukan Rudal Strategis Rusia telah mengumumkan bahwa mereka akan melakukan uji tembak 16 ICBM pada tahun ini. Kementerian Pertahanan Rusia juga berjanji untuk meningkatkan tes pada tahun depan untuk menguji kesiapan teknis sistem rudal Rusia.(Sindo)



Tim Dokumentasi Video Humas Pemerintah Aceh 2016

Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, berkomitmen untuk melanjutkan moratorium tambang di Aceh. Sebelumnya, di tahun 2014, Gubernur Aceh telah mengeluarkan Intruksi Gubernur Aceh Nomor 11/Instr/2014 tentang Moratorium Izin Pertambangan Mineral dan Batubara di Aceh, namun Ingub tersebut akan berakhir pada 30 Oktober ini.

Komitmen tersebut dibuktikan oleh pria yang akrab disapa Doto Zaini itu, dengan menandatangani Kesepakatan Bersama Koalisi Masyarakat Peduli Tambang Aceh, yang terdiri atas GeRAK Aceh, JMT, SAKA, KAKA, Kompak, BEM Poltekkes, DEMA UIN Ar-Raniry, IMM Aceh dan SPAK, di Pendapa Gubernur Aceh, Rabu pagi, 12 Oktober 2016.

“Sebelum bertemu dengan adik-adik dari Koalisi Masyarakat Peduli Tambang Aceh, saya sudah berdiskusi dengan Asisten I Sekda Aceh, membicarakan tentang perpanjangan Ingub 11/2014. Alhamdulillah, bak gayung bersambut, hari ini kami mendapat dukungan dari saudara-saudara sekalian. Semoga upaya kita menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan ini mendapat ridha dari Allah,” ujar Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut Doto Zaini juga mengungkapkan, bahwa komitmennya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan Aceh bukan hanya saat dirinya menjadi pemimpin Aceh, namun jauh sebelum itu, gubernur sangat fokus memikirkan hal tersebut.

“Sejak masa perjuangan hingga saat perdamaian, saya selalu fokus mengawal kebijakan terkait masalah lingkungan dan kehutanan. Memang masalah muncul saat kewenangan penerbitan IUP diserahkan ke Pemerintah Kabupaten/Kota. Namun Alhamdulillah setelah Pemerintah Pusat mengembalikan kewenangan penerbitan IUP ke Pemerintah Provinsi, saya langsung mengeluarkan Ingub tersebut,” beber Doto Zaini.

Gubernur juga menyampaikan, bahwa kritik dan saran membangun dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Aceh, dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Aceh secara keseluruhan.

Doto Zaini juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Koalisi Masyarakat Peduli Tambang Aceh terhadap kebijakan Pemerintah Aceh terkait moratorium tambang. Gubernur menjelaskan, Irgub Moratorium tambang sangat penting karena efektif mengurangi laju deforestasi dan degradasi lahan dan hutan.

“Dalam menjalankan roda pemerintahan, kritik, saran dan dukungan dari masyarakat seperti yang dilakukan teman-teman hari ini sangat kami butuhkan. Hal tersebut akan kami jadikan sebagai sarana mengevaluasi sejumlah program pembangunan yang sedang berjalan di Aceh,” kata Gubernur.(Rill)

Banda Aceh - Ketua TP-PKK Aceh, Niazah A Hamid membuka Seminar Parenting atau Pola Asuh Anak Berbasis Al-Quran yang diselenggarakan TP-PKK Aceh di Anjong Mon Mata , Rabu (12/10).

Dalam sambutannya, Ummi Niazah menyampaikan, pengetahuan orangtua tentang pola asuh anak yang berbasis Alquran sangat penting karena akan menentukan prilaku anak
di masa depan.

"Kita perlu memahami advokasi parenting yang tepat agar kita mampu mendidik anak-anak kita menjadi generasi penerus yang berakhlakul qarimah," kata Niazah.

Tata cara mengasuh anak kata Niazah juga telah di ajarkan dalam Islam dan dalam kearifan lokal di Aceh.

Niazah menjelaskan, perkembangan teknologi informasi dan globalisasi merupakan salah satu penyebab merosotnya kualitas hidup generasi muda yang terpengaruh dengan budaya luar yang tidak seusai dengan ajaran Islam.

Untuk itu kata Niazah, peran orang tua dalam mendidik dan membina anak sejak usia dini dengan menerapkan pola asuh anak berbasis alquran sangat penting untuk mencegah anak dari pengaruh budaya asing.

"Semoga kita dapat menguasai pengetahuan tentang advokasi parenting dengan baik sesuai ajaran Islam melalui seminar ini," ujar Niazah.

Ummi Niazah berharap kegiatan seminar tersebut dapat menambah wawasan pengurus dan kader Tim Penggerak PKK Aceh sehingga menjadi contoh dalam menerapkan teknik parenting Islami yang utuh di kelurga masing-masing.

Seminar   tersebut   turut   menghadirkan   narasumber   dari   Bait Qur’ani Jakarta, Ibu Nurul Hikmah Imamul Muttaqin, MA dan  Ustadz   Habiburrahmnuddin,   MA,   yang   akan   membahas berbagai tehnik parenting Islami.

Selain   kegiatan   seminar,   TP-PKK   juga   akan   malaksanakan lomba Asmaul Husna yang diikuti kader PKK Kabupaten/Kota se-Aceh pada hari Kamis (13/10). (Rill)

BANDA ACEH: Gubernur Aceh yang diwakili oleh Asisten II Bidang Keistimewaan, Pembangunan dan Ekonomi Sekretaris Daerah Aceh, Zulkifly HS, mengukuhkan sebanyak 52 anggota Komisi Irigasi Aceh di Aula Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Rabu (12/10).

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Zulkifly HS, Gubernur berharap keberadaan Komisi Irigasi Aceh dapat memberi masukan dan pengawasan kepada pemerintah dalam meningkatkan pembangunan dan kualitas irigasi untuk menunjang pembangunan pertanian di Aceh.

Pengukuhan Dewan Irigasi Aceh menurut Gubernur adalah bentuk dari implementasi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 12 tahun 2015 tentang Komisi Irigasi yang perlu dibentuk di tingkat nasional dan provinsi.

“Tujuan dari pembentukan komisi ini untuk menyediakan, mengatur dan mengelola air irigasi untuk menunjang pertanian melalui irigasi permukaan, rawa, bawah tanah maupun irigasi pompa dan tambak yang ada di Aceh dengan partisipasi semua pihak terkait mulai dari pemerintah kabupaten, propinsi dan perwakilan dari masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Gubernur Zaini mengemukakan bahwa keberadaan Komisi Irigasi Aceh sangat dibutuhkan untuk mendukung tercapainya sasaran Pokok Pembangunan Nasional sesuai Perpres Nomor 2 Tahun 2015, tentang Ketahanan Air.

Dalam Perpres tersebut, Gubernur menjelaskan pemerintah saat ini mempunyai target untuk merehabilitasi 3 juta hektar irigasi yang ada, serta membangun 1 juta hektar irigasi baru dan pembangunan 49 waduk baru secara nasional.

“Kita berharap sebagian dari sasaran pembangunan nasional ini dapat dikembangkan di Aceh, sehingga masalah kekeringan yang kerap melanda wilayah kita tidak berdampak pada penurunan produksi pertanian,” kata Gubernur Zaini.

Aceh sebagai lumbung pangan nasional

Dalam sambutannya, Gubernur Aceh juga mengatakan kehadiran Komisi Irigasi Aceh dapat mendukung program Pemerintah Aceh dengan memperkuat sektor irigasi dalam mewujudkan daerah ini sebagai lumbung pangan nasional.

Komisi yang keanggotaannya terdiri dari Wakil pemerintah, wakil non- pemerintah dan wakil kelompok pengguna jaringan irigasi diharapkan mampu mengemban tugasnya dalam merumuskan kebijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi dan fungsi irigasi di Aceh.

“Selain itu, komisi nantinya juga akan bertugas untuk merumuskan pola dan rencana tata tanam, rencana tahunan penyediaan air irigasi dan rencana tahunan pembagian serta pemberian air irigasi bagi pertanian,” jelas Gubernur.

Komisi Irigasi Aceh lanjut Gubernur Zani turut akan merekomendasikan prioritas alokasi dana irigasi serta memberikan pertimbangan mengenai izin alih fungsi lahan, dan berbagai tugas lainnya.

Turut hadir dalam Acara pengukuhan Komisi Irigasi Aceh tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Aceh, Husaini Syamaun, Kepala Bappeda Aceh, Prof. Dr. Ir. Amhar Abubakar, M.Sc serta beberapa kepala Satuan Kerja Perangakat Aceh (SKPA) terkait. (Rill)


Panitia pelaksana pra MTQ memukul bezuk pada acara pembukaan

ACEH TIMUR- Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) yang ke 33 tingkat provinsi awal tahun 2017 nanti, Aceh Timur gelar Pra MTQ.  

Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Aceh Timur Hasballah M Taib ini bertujuan untuk menyeleksi peserta pada pelaksanaan MTQ ke 33 tingkat provinsi 2017 mendatang.      

Pembukaan acara yang diselenggarakan di Lapangan upacara pusat pemerintahan, Desa Titi Baroe, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Senin malam, 10 Oktober 2016 tadi berlangsung khidmat dan semarak.    

Penjaringan atau seleksi peserta ini akan berlangsung sepekan penuh dan diikuti oleh 206 peserta yang terdiri dari 103 putra dan 103 putri.   

Pada pra MTQ ini diperlombakan depalan cabang yaitu tilawah, hifdhil quran, fahmil quran, syahil quran, cabang khattil quran, tafsir quran, dan cabang, qir'ah syabe'ah dan menulis makalah alura.  

Bagi peserta yang berhasil meraih nilai tertinggi yang menjadi peserta dalam MTQ ke 33 tingkat provinsi yang juga diadakan di Aceh Timur. 

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Timur mengatakan, Alquran sebuah qalam Illahi yang mampu menjawab segala persolan manusia dari aspek keimanan kehidupan sehari-hari, menurutnya Alquran juga menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dalam menjalani kehidupan. 

“Mari kita jadikan acara ini sebagai moment penting dalam mempersiapkan muffasir dan mufasirah (Ahli Alquran) dan qari-qariah untuk masa depan Aceh Timur,” ujar Rocky. 
tersebut. 



Reporter: Ismail abda 

Truk yang pengangkut kayu yang sempat ditahan polisi, namun dibebaskan oknum TNI. Foto: Okezone/Banda
StatusAceh.Net - Polres Pelalawan, Riau mencoba melakukan penangkapan kayu dari hasil ilegal logging di Suaka Margasatwa Kerumutan, Riau. Namun polisi tidak berhasil menangkap pelakunya karena dihadang sejumlah orang yang diduga oknum TNI. "Terkait kasus di Pelalawan itu, kita sudah melakukan kordinasi dengan Komandan Korem Pekanbaru," ucap Kapolda Riau, Rabu (12/10/2016).

Informasi yang dihimpun pada dini hari tadi, pihak Polres Pelalawan mendapat informasi ada dua truk membawa kayu olahan dari penjarahan di Suaka Margasatwa Kerumutan.

Saat melintas itu di Jalan Lintas Timur Simpang Kualo Pangkalan Kerinci, Pelalawan polisi langsung membuntutinya. Sewaktu di depan salah satu bengkel dekat Mapolres petugas langsung menghentikan dua truk tersebut.

Namun saat petugas menanyakan surat menyurat kayu, datang dua buah mobil jenis minibus mendatangi anggota polisi yang menghadang mobil.

Kepada anggota polisi, pria berbada tegap yang jumlahnya belasan mengaku dari anggota TNI. Terjadilah keributan di depan Mapolres Pelalawan.

Anggota polisi yang semula sudah menangkap dua sopir trus, terpaksa 'tiarap' dan membiarkan supir itu kabur dibawa kelompok yang mengaku anggota TNI.

Bahkan salah satu truk yang semula sempat diamankan juga diambil sejumlah orang berambut cepak. Polisi tidak bisa berbuat banyak. Polisi hanya mengamankan satu truk jenis colt diesel BM 8823 FZ yang berisi kayu olahan. (Sindonews)

Rokan Hulu - Meskipun Dilaksanakan sederhana namun Pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terlihat meriah , acara dipimpin langsung oleh Plt Bupati Rohul H. Sukiman , perayaannya berbeda dari tahun sebelumnya. Karena dua mantan Bupati Rohul dan seorang mantan Sekda turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Walaupun tanpa adanya kegiatan hiburan, yang biasanya digelar usai upacara peringatan puncak HUT Rohul, saat ini tidak terlihat adanya pesta rakyat ataupun kesenian. Dan atraksi apapun dari pelajar Kegiatan upacara  ini yang digelar di halaman Kantor Bupati Rokan Hulu,apel di pimpin. Oleh Camat Rambah Arie Gunadi  Rabu (12/10/2016),

Meskipun acara hanya sederhana namun yang membuat upacara HUT Rohul tahun ini lebih berbeda,dan meriah.  dengan kehadiran dua mantan Bupati Rohul, Drs H Achmad M,Si  dan Mantan Bupati Ramlan Zas, termasuk mantan Sekda Rohul Syarifuddin Nst. Banyak mata yang memandang ke arah kedua mantan Bupati yang hadir, bahkan saat keduanya dan Plt Bupati Sukiman lakukan salam komando usai upacara itu jadi perhatian ribuan pengunjung.

Kedua mantan Bupati Rohul periode (2001-2006) H. Ramlan Zas SH,MH, dan mantan Bupati Rohul dua periode (2006-2011 dan 2011-2016) Drs H Achmad M.Si. Keduanya jadi tamu istimewa, dan duduk di sebelah Plt Bupati Rohul Sukiman.

Selain dua mantan Bupati Rohul, para tokoh pendiri Kabupaten Rohul hingga daerah ini dimekarkan dari Kabupaten Kampar pada 1999 silam juga tampak hadir di upacara HUT Rohul tahun ini, seperti Muktar Mariso, juga adanya undangan anggota DPRD Riau Hj. Magdalisni, Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH dan sejumlah anggota DPRD Rohul.

Kegiatan tersebut, juga dihadiri, pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Rohul, Tokoh Masyarakat Rohul, serta undangan lain. Upacara juga diikuti ribuan pelajar dari Kecamatan Rambah dan sekitarnya.

Plt Bupati Rohul Sukiman menyatakan, di HUT ke-17 Rohul tahun ini lebih sederhana, karena saat ini Pemerintah Daerah tengah berhemat dana belanja, menyusul adanya penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) dan turunnya penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dari pemerintah pusat.

Kata Sukiman lagi, walaupun digelar sederhana, dirinya sangat bahagia dengan hadirnya banyak tokoh masyarakat Rohul, termasuk dua mantan Bupati Rohul, yakni Ramlan Zas dan Achmad..

"Kita yang semula itu berseberangan, kini dapat berkumpul di hari ini. Saya yang mengundang biar kita bersatu membangun Rohul ini dengan baik, tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan dan kepentingan,” tegas Sukiman.

H Sukiman juga berharap, agar media memberikan informasi yang baik ke masyarakat dalam proses melaksanakan visi misi Membangun Desa Menata Kota.

Dirinya mengharapkan, seluruh masyarakat dan tokoh masyarakat Rohul yang selama ini berseberangan harus bersatu guna menyatukan persepsi, dan bersama-sama dalam membangun Kabupaten Rohul lebih baik lagi.

“Karena daerah tidak bisa dibangun dengan satu orang saja, namun harus melibatkan semua aspek dan golongan, mulai petani, karyawan, guru, semuanya harus ikut membangun,” ajaknya.

Di usia kabupaten Rohul ke-17 tahun, Plt Bupati Sukiman berharap, kini Rohul sudah mulai dewasa. Diakuinya, pembangunan daerah juga sudah semakin maju.

Usai upacara, keguatana dilanjutkan ramah tamah di rumah dinas Plt Bupati Rohul Sukiman, dihadiri Tokoh Masyarakat Rohul, serta dua mantan Bupati Rohul Ramlan Zas dan Achmad, Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri, Forkompinda, pejabat di lingkungan Pemkab Rohul, dan undangan lainnya.**ALFIAN **
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.