2017-08-27

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Lhokseumawe - Suasana Dzulhijjah Hari raya Idul Adha 1438 Hijriah 2017 Masehi, atau Hari Raya Kurban, terlihat silaturrahmi dan kekeluargaan Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono bersama Insan Pers (Wartawan) semangkin erat.

Saling bermaaffan seraya saling berbagi antara  Danrem Lilawangsa dengan para rekan-rekan wartawan khususnya yang ada di Kota Lhokseumawe, Sabtu (2/8), di Media Center (MC) Penerangan Korem 011/Lilawangsa, Jln Iskandar Muda, Kecamatan Banda Sakti.

“Alhamdulillah, kita laksanakan sesuai tata cara Ibadah Qurban Idul Adha dalam Islam, terlebih dahulu dilaksanakan shalat Hari Raya bersama seluruh jamaah Idul Adha 1438H. 2017M, di Lapangan Jenderal Sudirman Korem 011/Lilawangsa, dilanjutkan penyembelihan hewan kurban sebanyak 6 ekor sapi dan 8 ekor kambing dari keluarga besar Korem 011/Lilawangsa, kemarin. Daging kurban dibagikan kepada saudara kita yaitu Fakir miskin dan anak-anak Yatim”, tutur Danrem.

Dijelaskan Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, bagi yang Berniat (mampu), selain berkewajiban untuk berbagi kepada baik Fakir dan anak Yatim maupun terhadap yang berhak menerima. Saling berbagi antara sesama teman bahkan saudara itu juga harus, karena itu sebagai suatu kepedulian sekaligus meningkatkan silaturahmi. “Niatnya hanya mengerjakan kebaikan dan menyerahkan kepada Allah SWT. Mudah-mudahan bermanfaat dan dapat dirasakan bersama”, sebutnya.

Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1438H. Komandam Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono menyerah daging kurban kepada keluarga prajurit TNI Korem 011/Lilawangsa dan jajarannya, dan sekaligus menyerahkan daging kurban melalui Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 011/Lilawangsa Mayor Inf Abdul Rajab kepada sejumlah mitra kerja rekan-rekan wartawan Lhokseumawe,  di Media Center (MC) Penerangan Korem 011/Lilawangsa, Lhokseumawe.(rill)

Jari kuku korban bekas dianiaya dan wajah korban yang memar
MEDAN- Salahsatu narapidana (Napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Medan menjadi korban penganiayaan serta bulan-bulanan napi bandar narkoba.

Terungkapnya kasus penganiayan tersebut setelah Baharuddin salahsatu keluarga napi Rizwan warga desa Blangcut Kec. Sawang Aceh Utara mengungkapkan jika adiknya menjadi korban penganiayaan secara brutal oleh napi bos narkoba di Rutan Klas I Medan.

Baharuddin mengungkapkan dalam dua minggu ini adiknya rizwan telah dua kali dianiaya oleh napi bandar narkoba bernama nanda terpidana narkotika hukuman 16 tahun penghuni blok I Kamar 9 rutan tanjung gusta medan.

“ Sudah dua kali disiksa sama napi namanya nanda dan teman sepekaranya Kamil yang bandar sabu,kata adik saya kepalanya sakit sampai kini dan dadanya sesak akibat dipijak-pijak oleh keduanya “,ungkap bahar saat menemui redaksi dikantor Kruenggeukuh, Jum’at (01/9/2017).

Kemudian melanjutkan,para pelaku melakukannya dilatarbelakangi hutang piutang bisnis narkoba dan pelaku pemukulan yang juga penganiayaan adiknya rizwan terpidana 8 tahu 3 bulan kasus narkotika mengancam akan mengulangi perbuatannya melakukan kekerasan terhadap rizwan pada senin ini.

“ Kemarin saya lihat adik saya bilang mereka akan menyiksanya kembali pada hari senin ini jika belum bayar utang,adik saya sudah coba lapor sama pegawai disitu tidak digubris,mau lapor ke KPR sulit untuk temui kata adik saya “,ujar baha seraya menirukan ucapan adiknya rizwan.

Baharuddin mengatakan pihak keluarga akan meminta pertanggungjawaban kepada pihak rutan jika terjadi sesuatu terhadap rizwan yang saat ini dalam kondisi memprihatinkan.

“ Jika terjadi sesuatu atau mati dia dalam penjara,kami akan minta tanggungjawab pihak rutan tanjung gusta medan karena apa yang terjadi terhadap adik saya terkesan adanya pembiaran “,pungkasnya.

Sementara itu Kepala Rutan Klas I Medan Budi Situngkir yang dikonfirmasi melalui pesan singkat yang dikirimkan redaksi ke handphone selulernya belum memberi jawaban terkait penganiayaan terhadap rizwan oleh dua napi bandar narkoba,Sabtu (02/9/2017). (Redaksi)

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono didampingi Ketua Persit Kartika Candra Kirana Koorcab Rem 011 Ny Marini Agus Firman Yusmono menyerahkan sapi qurban kepada para Fakir miskin dan anak Yatim.

Lhokseumawe | Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono didampingi Ketua Persit Kartika Candra Kirana Koorcab Rem 011 Ny Marini Agus Firman Yusmono menyerahkan secara simbolis hewan qurban (Sapi) kepada Ketua panitia Qurban, di Lapangan Tenis Korem Lilawangsa setempat, Jumat (1/9).

Hari Raya Qurban Tahun 1438 Hijriah 2017 Masehi, Keluarga besar Korem 011/Lilawangsa menyembelih hewan qurban sebanyak 6 ekor sapi dan 8 ekor kambing, penyerahan hewan qurban turut disaksikan oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 011/Lilawangsa Letkol Inf Sofanuddin, Dandim 0103/Aceh Utara, para Kasi dan pasi Korem, serta Keluarga besar Makorem, Makodim, Satdisjan dan masyarakat sekitar. 

Sebelumnya, Pukul 07.30 WIB, para jamaah Idul Adha terdiri prajurit TNI dan Keluarga besar Korem 011/Lilawangsa, Makodim dan Satdisjan bersama masyarakat Kota Lhokseumawe melaksanakan sholat Hari Raya Idul Adha 1438 H, 2017M,  di Lapangan Jenderal Sudirman Lilawangsa Lhokseumawe.

Disela-sela kegiatan pemotongan hewan qurban tersebut, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono mengatakan, Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan suci bagi umat muslim, dimana mereka (yang mampu) diperintahkan untuk berqurban yaitu melakukan penyembelihan hewan qurban yang disyariatkan dalam hukum Islam seperti kambing, sapi, kerbau, onta, dll.

Dikatakannya, tata cara Ibadah Qurban Idul Adha dalam Islam, sebelum melaksanakan pemotongan hewan qurban, umat muslim diperintahkan untuk menunaikan shalat Idul Adha terlebih dahulu, Hari Raya Qurban mengajarkan kita selaku umat pengikut Nabi Muhammad SAW, mampu mengambil contoh sifat dan perbuatan baik serta kepedulian Beliau, kepada sesama hambaNya yang kurang mampu, sebut Danrem 011 Lilawangsa.

“Daging qurban tersebut nantinya akan diserahkan kepada para Fakir miskin dan anak Yatim yang ada di seputaran Korem 011/Lilawangsa Wilayah Kota Lhokseumawe, dan kepada para prajurit TNI Korem 011/Lilawangsa. 

Besar harapan kami, kita semua bisa memberikan qurban yang terbaik untuk disembahkan pada Sang Pencipta Allah Swt dan dapat dinikmati dagingnya oleh para hamba-Nya yang kurang beruntung, harap Kolonel Inf Agus Firman Yusmono.(Red)

Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono 
Lhokseumawe – Menandatangani perjanjian fakta integritas tidak terlibat narkoba. Pada Selasa (17/5/2016) dalam perjanjian waktu itu, jika suami terlibat narkoba, sanksinya dipecat, dan istri tidak akan menuntut apa pun kepada institusi TNI.

Hal itu, dikatakan Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono disaat berlangsungnya rapat perencanaan penutupan Operasi Teritorial (Opster) TNI di Kabupaten Aceh Utara, dan perencanaan menjelang HUT TNI Ke-72, di Gedung Aula Yudha Korem 011/Lilawangsa, Rabu (30/8) kemarin.

Sebutnya, kepada seluruh prajurit TNI khususnya jajaran Korem 011/Lilawangsa, perjanjian fakta integritas tidak terlibat narkoba tersebut harus di pertanggung jawabkan. 

“Sayangi dirimu dan keluargamu, anak dan istri termasuk orang tua yang selalu membanggakanmu, inggat itu. Jangan coba-coba, apalagi sampai sebagai pengedar, lambat laun pasti akan diketahui, tanamkan dibenak masing-masing, jangan karena aku semua akan hancur, jangan karena tingkah lakuku, Keluarga dan Satuan, hingga nama baik Intansi TNI akan buruk, ingatkan dan tanamkan pada diri kita sendiri, tegas Kolonel Inf Agus Firman Yusmono.

Kita ketahui bersama, maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba telah membangkitkan komitmen kita untuk memerangi narkoba dan penandatanganan tersebut sebagai bukti komitmen TNI untuk membersihkan semua personel dari bahaya narkoba," pinta Danrem.

Selain itu, Danrem Lilawangsa mengajak seluruh prajurit TNI khususnya jajaran Korem 011/Lilawangsa dan masyarakat untuk terus memerangi peredaran narkoba. 

“Seluruh masyarakat harus membantu aparat TNI/Polri untuk memerangi jaringan peredaran narkoba diseluruh wilayah Tanah Air, karena bangsa yang hebat adalah bangsa yang memiliki rakyat yang mempunyai semangat menjadikan bangsa yang sehat, cerdas, dan maju," jelasnya.

Direncanakan pada pelaksanaan Hari Dirgahayu TNI Ke-72 Tahun, akan dilaksanakan berbagai aneka kegiatan perlombaan di Lapangan Jenderal Surman Korem 011/Lilawangsa.(Red)

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono didampingi Ketua Persit Kartika Candra Kirana Koorcab Rem 011 Ny Marini Agus Firman Yusmono bersama masyarakat dan keluarga besar Korem 011/Lilawangsa beserta jajarannya melaksanakan Qurban menyembelih sebanyak 6 ekor sapi dan 8 ekor kambing, Daging qurban tersebut nantinya akan diserahkan kepada para Fakir miskin dan anak Yatim.
Lhokseumawe - Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono didampingi Ketua Persit Kartika Candra Kirana Koorcab Rem 011 Ny Marini Agus Firman Yusmono menyerahkan secara simbolis hewan qurban (Sapi) kepada Ketua panitia Qurban, di Lapangan Tenis Korem Lilawangsa setempat, Jumat (1/9).

Hari Raya Qurban Tahun 1438 Hijriah 2017 Masehi, Keluarga besar Korem 011/Lilawangsa menyembelih hewan qurban sebanyak 6 ekor sapi dan 8 ekor kambing, penyerahan hewan qurban turut disaksikan oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 011/Lilawangsa Letkol Inf Sofanuddin, Dandim 0103/Aceh Utara, para Kasi dan pasi Korem, serta Keluarga besar Makorem, Makodim, Satdisjan dan masyarakat sekitar.

Sebelumnya, Pukul 07.30 WIB, para jamaah Idul Adha terdiri prajurit TNI dan Keluarga besar Korem 011/Lilawangsa, Makodim dan Satdisjan bersama masyarakat Kota Lhokseumawe melaksanakan sholat Hari Raya Idul Adha 1438 H, 2017M,  di Lapangan Jenderal Sudirman Lilawangsa Lhokseumawe.

Disela-sela kegiatan pemotongan hewan qurban tersebut, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono mengatakan, Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan suci bagi umat muslim, dimana mereka (yang mampu) diperintahkan untuk berqurban yaitu melakukan penyembelihan hewan qurban yang disyariatkan dalam hukum Islam seperti kambing, sapi, kerbau, onta, dll.

Dikatakannya, tata cara Ibadah Qurban Idul Adha dalam Islam, sebelum melaksanakan pemotongan hewan qurban, umat muslim diperintahkan untuk menunaikan shalat Idul Adha terlebih dahulu, Hari Raya Qurban mengajarkan kita selaku umat pengikut Nabi Muhammad SAW, mampu mengambil contoh sifat dan perbuatan baik serta kepedulian Beliau, kepada sesama hambaNya yang kurang mampu, sebut Danrem 011 Lilawangsa.

“Daging qurban tersebut nantinya akan diserahkan kepada para Fakir miskin dan anak Yatim yang ada di seputaran Korem 011/Lilawangsa Wilayah Kota Lhokseumawe, dan kepada para prajurit TNI Korem 011/Lilawangsa. Besar harapan kami, kita semua bisa memberikan qurban yang terbaik untuk disembahkan pada Sang Pencipta Allah Swt dan dapat dinikmati dagingnya oleh para hamba-Nya yang kurang beruntung, harap Kolonel Inf Agus Firman Yusmono.(Rill)

Lhokseumawe - Keluarga besar Korem 011/LW bersama masyarakat melaksanakan sholat Idul Adha 1438H 2017M yang bertemakan “komunikasi sosial prajurit TNI dan rakyat guna memperkokoh persatuan dan kesatuan”, di lapangan Jenderal Sudirman Kota Lhokseumawe, Jumat (1/9).

Dalam khotbah singkatnya Tgk.H. Abdul Manan selaku Khotib menyebutkan, bahwa  Idul adha sebagai Idul Takbir atau hari raya qurban adalah ibadah ritual yang diangkat dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim AS terhadap anaknya Ismail. Bapak dari agama-agama samawi, monoteistik atau Abrahamic relegion, sebagaimana di kisahkan dalam Al-Qur’an adalah teladan sempurna dari manusia yang hidup sesuai dengan fitrahnya.

Dengan fitrahnya yang murni, dia memperoleh kebenaran, bahwa hanya ada satu Tuhan diatas segala makluk. Dia berjuang melawan kemusyrikan dan penindasan di tengah-tengah masyarakatnya, meskipun harus di usir dari kampung halaman sendiri oleh kaumnya, dan bahkan oleh bapaknya sendiri.” sebut Tgk.H. Abdul Manan.

“Selain itu, keteguhan dan ketabahan Nabi Ibrahim A.S, menunjukkan ketaatannya dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Sesungguhnya Ia telah memperoleh makna qurban yang dimaksud, yaitu keiklasan hati, ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT”, Tambahnya.

Dalam sambutanya Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono mengatakan, Hari Raya Idul Adha adalah hari raya Qurban, artinya mendekatkan diri kepada Allah Swt. Demikian hal yang berhubungan dengan Nabi Ibrahim A.S dan Ismail, yang dinilai Allah bukanlah penyembelihan anaknya tapi keiklasan hati, ketaatan dan ketaqwaan Nabi Ibrahim A.s dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT, tutupnya.

Setelah selesai melaksanakan Sholat Idul Adha 1438 H,  Danrem 011/LW Kolonel Inf  Agus Firman Yusmono, S.I.P menyerahkan secara simbolis hewan Qurban kepada Kabintal Korem 011/LW Kapten Inf Zulkifli selaku ketua pelaksana pemotongan hewan qurban,  hewan yang dikurbankan sebanyak 6 ekor Sapi dan 8 ekor kambing, nantinya Daging kurban tersebut disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.(rill)

Banda Aceh - Kesbangpol Linmas Aceh kembali menggelar Sosialisasi Bahaya Laten Narkoba di Banda Aceh yang dihadiri oleh sejumlah aktivis, baik ketua lembaga ormas/okp/BEM maupun awak media yang diselenggarakan di 3 In 1 Coffee lantai 2, Lam Priet, Banda Aceh, Rabu (30/8/2017).

Adapun kegiatan mengangkat tema "Peran Aktivis Dalam Pemberantasan Narkoba" yang diselenggarakan mulai pukul 09.00 - 12.30 ini berjalan dengan santai, lancar dan sangat serius. Terlihat para peserta diskusi larut melahap materi yang disampaikan oleh Abdullah Shaleh, SH (anggota DPRA) dan diskusi dipandu oleh Musmulyadi S. Pd.I, MH dan Heri Safrijal, S.P

Dalam kata sambutannya Musmulyadi menyampaikan bahwa acara ini terselenggara atas partisipasi Kesbangpol Linmas dalam menyikapi problematika narkoba di Aceh dewasa ini.

"Terima Kasih kita ucapkan kepada Kawan-kawan aktivis Ormas, BEM dan awak media yang berpartisipasi untuk menyukseskan kegiatan ini," ucap pemuda asal Labuhan Haji Aceh Selatan tersebut.

Abdullah Shaleh selaku pemateri tunggal dalam acara itu mengungkapkan bahwa sangat mendukung penuh setiap kegiatan positif dalam mengkampanyekan gerakan anti penyalahgunaan narkoba baik di Banda Aceh maupun ke daerah-daerah.

"Narkoba merupakan alat perusak generasi muda. Padahal kita mau membangun sumber daya yang kreatif dan inovatif, juga pendidikan bertaraf tinggi. Namun dengan adanya narkoba di negeri kita, inilah sumber kehancuran bagi generasi muda saat ini," pungkas Abdullah

Abdullah mengatakan jihad mengatasi dan juga melakukan edukasi pemahaman anti penyalahgunaan narkoba juga merupakan jihad fisabilillah.

"Saya siap bersama gerakan anti narkoba. Karena ini merupakan konsep nyata untuk kebaikan ummat serta membangun harkat dan martabat ureung Aceh," tegas Abdullah

Dalam hal ini Abdullah mengajak seluruh stakeholder bersinerji dan bersatu untuk berperan serius dalam mencegah narkoba.
"Baik pihak eksekutif dan legislatif harapnya mau bersinergi dalam hal mencegah narkoba di Aceh. Kemudian pihak MPU juga berperan dalam merumuskan fatwa terkait pandangan terkait bahaya narkoba. Lalu kita juga harapkan peran penting perguruan tinggi dan para keuckik Sert tokoh gampong dalam mensosialisasikan bahaya narkoba bagi generasi muda Aceh," imbuh Abdullah

Dia juga mengajak agar ormas Islam bersuara terhadap bahaya narkoba melalui kearifan lokal dan ke Acehan, baik melalui gerakan dan pola preventif (pencegahan/membangun kesadaran) melalui sosialisasi maupun gerakan pola kuratif (pemberantasan/penindasan.

*[NAJMI]*

Lhokseumawe - Satuan Korem 011/Lilawangsa dibidang Staf Logistik (Staf-Log) menyerahkan Perlengkapan Perorangan Lapangan (Kaporlap) Dinas TNI, kepada seluruh prajurit TNI Korem 011/Lilawangsa, di Gudang Logistik Makorem Lilawangsa setempat, di  Rabu (30/8/2017).

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono mengatakan, pembagian Perlengkapan Perorangan Lapangan (Kaporlap) Dinas TNI, diantaranya Pakaian Dinas Lapangan (PDL), PDH, NKRI, Topi, Kaos dalam Loreng, dan perlengkapan lainnya, semua itu adalah wujud dari kepedulian dan perhatian pimpinan TNI AD kepada seluruh prajurit TNI, khususnya personel TNI Korem 011/Lilawangsa dan jajarannya, sebutnya.

Diharapkan, dengan adanya pembagian Kaporlap tersebut, dapat menunjang dan membangkitkan semangat para prajurit dalam melaksanakan tugas. “Gunakan kaporlap tersebut sesuai aturan dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya”, harap Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono.

pembagian Perlengkapan Perorangan Lapangan (Kaporlap) Dinas TNI oleh personel Staf Logistik Korem 011/Lilawangsa, diterima langsung oleh masing-masing seluruh prajurit TNI Korem 011/Lilawangsa, mulai dari para Pewira, Bintara dan Tamtama.(Laung)


Banda Aceh - DPW Basirah Aceh Selatan menggelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di MAN 2 Aceh Selatan yang dihadiri oleh siswa-siswi di Aula MAN |, Rabu, 30 Agustus 2017 pukul 09.00 sampai dengan 12.00.


Ketua Panitia Acara, Yurliadi A. Ma, menyampaikan bahwa acara ini terselenggara atas kerjasama Anggota DPW Basirah Aceh Selatan, MAN 2 Aceh Selatan dan dukungan positif dari DPP Basirah yang selalu mendukung penuh setiap kegiatan positif dalam mengkampanyekan gerakan anti penyalahgunaan narkoba ke daerah-daerah. Kemudian ucapan terimakasih Yurliadi ditujukan kepada UPTD Puskesmas Kluet Selatan, Polsek Kluet Selatan.


"Terima Kasih kami ucapkan kepada Kawan-kawan Basirah dan seluruh pihak-pihak yang berkontribusi dalam acara dimaksud," ucap Yurliadi

"Semoga kerjasama ini berlanjut kedepan karena kami berencana akan terus melakukan sosialisasi ini baik ke sekolah-sekolah maupun ke Gampong-gampong," demikian ujarnya.

Munalijar, SHI selaku pemateri yang menyampaikan materi "Narkoba Dalam Pandangan Islam".
"Islam mengharamkan Narkoba dan menyuruh ummatnya untuk menjauhinya karena penggunaan narkoba dapat merusak ummat.

Sementara itu dari UPTD Puskesmas Kluet Selatan, dr. Ridwansyah menyampaikan materi "Bahaya Narkoba Dari Sisi Kesehatan".
"Narkoba/Nafza dapat menyebabkan terganggunya saraf pusat, menciptakan ketergantungan yang pada akhirnya dapat menghancurkan Kesehatan generasi bangsa yang pada akhirnya menghancurkan kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya

Pemateri dari Polsek Kluet Selatan, Bripka Muhammad Zarkasi, SH menyampaikan materi, "Narkoba/ NAFZA dalam pandangan hukum".
 "Setiap orang yang menggunakan, mengedarkan dan menyimpan ataupun membantu memberikan dapat di jerat dengan hukun yang berlaku. Tidak ada yang kebal hukum semua sama dalam pandangan hukum," demikian ujarnya dalam presentasi dihadapan siswa siswi dan dewan guru yang hadir dalam acara sosialisasi itu

Turut berhadir dalam acara sosialisasi tersebut, Waka Bidang Kurikulum Kepala MAN 2 Aceh Selatan, Zaitun Ludni, S.Ag. M.Ag., Dewan Guru MAN 2 Aceh Selatan, Ketua Basirah DPW Aceh Selatan, Amrisaldin MS, SHI yang memoderatori Diskusi tersebut.

*[NAJMI]*


Lhokseumawe - Korem 011/Lilawangsa mengadakan rapat penutupan Operasi Teritorial (Opster) TNI Kodim 0103/Aceh Utara di Aula Yudha Korem Lilawangsa, Rabu (30/8/2017)

Pada rapat tersebut juga dilakukan rapat pembahasan tentang peringatan Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia (TNI) Ke-72 dan rapat Peresmian Brigif 25/Siwah Lhokseukon.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, ikut dihadiri antaralain, Dandim 0103/Aut, Danlanal Lhokseumawe, Para Kasi Korem 011/LW, Danyonif 111/KB, Kapenrem 011/LW,Wadantonif 113/JS, dan Para pasi Jajaran Kodim 0103/Aut.

Danrem dalam kata sambutannya mengatakan, bahwa rapat  d yang dilaksanakan tersebut bertujuan untuk menyamakan visi membahas dan menyiapkan berbagai persiapan, Yaitu dalam rangka kegiatan penutupan Operasi Teritorial (Opter) TNI Tahun 2017 Wilayah Kodim 0103/ Aceh Utara yang pada tanggal 11 September 2017 mendatang ini.

"Untuk kegiatan upacara peresmian Satuan Brigade Infanteri (Brigif) 25/Siwah di Lhokseukon akan dilaksanakan dalam waktu dekat di tahun ini," sebut Kolonel Inf Agus Firman Yusmono.

Pada kesempatan itu, Danrem Lilawangsa juga menyampaikan, bahwa puncak dalam menyambut dan memperingati HUT TNI ke-72,  akan dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2017 yang rencananya akan dipusatkan di Lapangan Jenderal Sudirman Lilawangsa Lhokseumawe. "Pada acara ini juga akan turut dirangkaikan dengan berbagai aneka kegiatan perlombaan, terangnya.

Danrem berharap, melalui rapat tersebut dapat membawa keberhasilan dan kelancaran pada pelaksanaan nantinya. "Karena sukses atau tidaknya suatu kegiatan, semua itu tergantung pada niat dan kekompakan serta dukungan kita bersama sebagai satuan pelaksanaan", Tegas Danrem Lilawangsa.

Kapolsek Babakan Ciparay Kompol Edy Kusmawan menunjukkan barang bukti kotak amal dan pelaku pencurian uang kotak amal, Trisna Sukri (51) di Mapolsek Babakan Ciparay, Rabu (30/8/2017). Foto/KORAN SINDO/Agus Warsudi
BANDUNG - Sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, baunya akan tercium juga. Pepatah ini tepat disematkan kepada Trisna Sukri (51). Sepak terjang lelaki paruh baya ini mencuri uang di kotak amal Masjid Al Amanah, Sumber Sari, Kecamatan Babakan Ciparay, berakhir sudah.

Aksi Trisna mencuri uang kotak amal sebesar Rp200.000 di Masjid Al-Amannah, sekitar pukul 00.30 WIB, Jumat 21 Juli 2017 lalu, terekam kamera closed circuit television (CCTV). Kemudian pengurus masjid melaporkan perbuatan Trisna ke Polsek Babakan Ciparay.

Kapolsek Babakan Ciparay Kompol Edy Kusmawan mengatakan, setelah menerima laporan, penyidik Unit Reskrim meminta kerterangan dari sejumlah saksi dan memeriksa rekaman CCTV. Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman itu, pencurian itu diduga kuat dilakukan oleh tersangka Trisna, warga Jalan Sumbersari Indah Nomor 32-31 RT 01/09, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Aksi pencurian tersebut, ujar Edy, diduga dilakukan Trisna bersama temannya Y, yang merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan (curat). "Motif pelaku mengambil uang ini untuk keperluan pribadi," kata Edy di Mapolsek Babakan Ciparay, Rabu (30/8/2017).

Edy mengemukakan, Trisna sudah bekerja di masjid itu sebagai marbot selama beberapa tahun. Karena itu dia sangat tahu tempat penyimpanan kotak amal. Bahkan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Trisna sudah sering mencuri uang di kotak amal. Namun pengurus hanya memberi teguran lisan beberapa kali. "Teguran itu tak membuat Trisna jera. Dia kembali mencuri sehingga pihak pengurus masjid akhirnya memberhentikan Trisna sebagai marbot dan melaporkannya ke polisi," ujar Kapolsek.

Edy mengungkapkan, seusai menggasak uang kencleng masjid, pelaku kabur. Pelaku berhasil ditangkap jajaran unit Reskrim Polsek Bacip di kawasan Holis, Jalan Peta, Kota Bandung. Sementara Y saat ini masih buron dan akan terus dikejar. "Selain mencuri uang di kotak amal Masjid Al Amanah, tersangka Trisna juga terindikasi terlibat pencurian sepeda motor bekerja sama dengan Y," tutur Edy.

Selain menangkap tersangka Trisna, petugas juga mengamankan barang bukti berupa kencleng atau kotak amal masjid, potongan kunci sepeda motor, rekaman CCTV, dan gembok. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.| Sindonews

Mayor Bahrin.
StatusACeh.Net - Kota Medan, pertengahan 1947. Di tiap-tiap sudut kota berseliweran plakat sayembara. Demikian isinya.

“Siapa saja yang berhasil membawa kepala Mayor Bahrin, Mayor Alamsyah, Kapten Bejo dan Kapten Nukum Sanany hidup atau mati dan menyerahkannya kepada Belanda, diberi hadiah uang sebesar Fl.000,- gulden.”

Nama pertama barangkali yang paling diburu sekaligus ditakuti pihak militer Belanda: Mayor Bahrin Yoga. Dalam beberapa sumber lain namanya disebut Bahren.

“Ia jantan dan galak di medan pertempuran, sehingga pernah dijuluki Singa Medan Area,” tulis Tengku Abdul Karim Jakobi dalam Aceh Daerah Modal: Long March ke Medan Area.

Bahrin termasuk rombongan dari Aceh pertama yang terjun ke kancah Front Medan Area. Di Aceh, Bahrin berkedudukan sebagai komandan Batalion II Resimen I Divisi Gajah II di Kutacane. Longmarch menuju Medan dilakukan sejak Februari 1946, tak lama setelah kota itu dikuasai Belanda. Dalam rombongan Aceh itu turut serta para pejuang Gayo dari Blangkejeren dan Kutacane, Aceh Tenggara.

Di Medan, Bahrin menjadi komandan Batalion I Resimen I dari Resimen Istimewa Medan Area (RIMA) yang bermarkas di Tuntungan, Medan Barat. RIMA merupakan resimen khusus yang dipersiapkan untuk membebaskan kota Medan dari kekuatan militer Belanda. Dalam batalionnya, Bahrin lebih banyak menggunakan waktunya di front bersama pasukan. Dalam bunga rampai Kisah Perjuangan Mempertahankan Daerah Modal Republik Indonesia dari Serangan Belanda disebutkan, Batalion Bahrin kerap beroperasi di malam hari dengan hanya bersenjatakan parang atau senjata tajam lainnya.

Operasi yang dipimpin Bahrin biasanya dilakukan menjelang subuh bersama satu atau dua orang pembantu. Target operasinya adalah patroli tentara Belanda yang sedang lengah. Selain itu, penyergapan juga dilakukan dengan menyamar dan menyusup ke asrama serdadu Belanda.

“Dari sekian banyak operasi yang dilakukan, tak jarang berhasil menebas patroli Belanda dan mereka kembali biasanya dengan parang berlumuran darah,” tulis Jakobi yang merupakan veteran tentara pelajar dalam pertempuran Medan Area. Dari sinilah awal kisah lahirnya unit pasukan pembunuh berdarah dingin “Parang Berdarah”, yang kemudian dilanjutkan dan ditata kembali oleh Letnan Bustanil Arifin dalam suatu kesatuan yang diberi nama “Kompi Parang Berdarah”.

Penggunaan parang bukan tanpa alasan. Menurut Bustanil Arifin dalam biografinya Beras, Koperasi, dan Politik Orde Baru karya Fachry Ali dkk, di dalam kompi itu hanya mempunyai 17 buah senapan api dan selebihnya adalah parang dan kelewang.

Pada Agustus 1947, Panglima Divisi Gajah I, Kolonel Husein Yusuf mengangkat Mayor Bahrin menjadi komandan RIMA menggantikan Mayor Teuku Cut Rachman yang gugur dalam tugas. Pengangkatan itu didasarkan pertimbangan bahwa Mayor Bahrin yang beroperasi di sekitar Tuntungan cukup berpengalaman dan disegani oleh patroli Belanda.

Hanya dua bulan saja Bahrin menjabat komandan RIMA. Mayor Bahrin ditembak mati oleh anak buah kepercayaannya, Letnan Satu Ahmad Ahman Bedus. Tragedi ini justru terjadi di markas Batalion Bahrin di Tuntungan. Setelah peristiwa nahas itu, Letnan Ahmad diinterogasi kemudian di penjara di Pemataang Siantar.

Motif pembunuhan misterius. Menurut anggota pasukan Batalion Bahrin, sebagaimana dikutip Jakobi, menjelang tertembaknya Bahrin, seorang wanita cantik memasuki kompleks pemukiman Batalion Bahrin yang kemudian menabur isu dan saling curiga antarpasukan. Wanita itu menyamar sebagai istri pemilik warung makanan dalam kompleks pemukiman.

Dalam pertempuran Medan Area, Belanda menebar ratusan mata-matanya ke pihak tentara Republik bahkan hingga ke pedalaman Aceh. “Sebagiannya terdiri dari wanita-wanita ayu yang mampu meringkus prajurit yang kelaparan di front,” ujar Jakobi.| historia.id

LHOKSUKON - Setelah pertemuan antara panitia persiapan pemekaran Aceh Malaka didampingi Forbes DPRK Aceh Utara wilayah barat dengan Sekda Aceh Utara Abdul Aziz serta asisten 1 dan dua kabag terkait, 15 Agustus lalu, kini proses administrasi masuk ke tahapan pembahasan dewan.

Menurut Juru Bicara CDOB Aceh Malaka Tajuddin, semua kebutuhan surat keputusan (SK) pemekaran Aceh Malaka saat ini sudah dilimpahkan oleh Pemkab kepada DPRK. Jumlah SK tersebut sebanyak delapan SK dan harus mendapat persetujuan dewan.

Di antaranya SK Pelepasan Aset, Pelepasan Pegawai, Persetujuan Batas Wilayah, Penetapan Ibukota, Penetapan Kecamatan, dan Penetapan Gampong. Dua di antaranya sudah selesai, yaitu SK Panitia Pemekaran dan SK Tim Kecil Pemkab.

“Insya Allah tidak ada kendala lagi, kita hanya menunggu pembahasan di dewan. Begitu selesai pembahasan di dewan langsung dikembalikan ke Pemkab. Panitia melihat keseriusan Bupati dan Tim Kajian Pemkab telah bekerja cepat,” ujar Tajuddin.

Pun demikian, Tajuddin mengajak seluruh sayap pendukung pemekaran seperti Gerakan Pemuda Pemekaran Aceh Malaka (GP-PAM), Ikatan Mahasiswa Aceh Malaka (IMAM), Ikatan Santri Pemekaran Aceh Malaka (IS-PAM), Asosiasi Pegawai Aceh Utara (APAM), Forum Perempuan Aceh Malaka (FP-PAM), dan seluruh masyarakat wilayah barat Aceh Utara terus mengawal proses ini.

“Sebelum SK ini ada di tangan panitia, kita harus bekerja ekstra serta mengawal ketat setiap tahapan, baik di tingkat Pemkab maupun DPRK,” ajak Tajuddin yang juga Jubir GP-PAM tersebut.

Sementara Ketua Forum Bersama (Forbes) DPRK Aceh Utara wilayah barat, Tgk Junaidi ketika dihubungi Humas CDOB Aceh Malaka menyebutkan, saat ini surat Bupati Aceh Utara perihal pertimbangan/persetujuan pembentukan daerah otonom baru sudah diterima oleh pimpinan DPRK.

“Surat Bupati sudah ada di dewan, tetapi belum masuk ke tahap pembahasan. Berhubung ini menjelang lebaran Idul Adha dan pimpinan kami sedang berhaji, jadi banyak anggota dewan tidak masuk. Karena dewan itu kolektif, maka harus hadir semua ketika dibahas,” ucap politisi senior dari Partai Aceh itu.

Sebab itu, dia meminta panitia, para sayap pendukung pemekaran, dan masyarakat untuk bersabar. Bahkan dia berjanji, usai lebaran akan mempertanyakan hal ini kepada pimpinan dewan agar segera masuk ke pembahasan.

Tgk Junaidi juga meminta kepada Pemkab Aceh Utara untuk komit dengan janjinya tidak akan mempersulit dan mempercepat proses administrasi pemekaran Aceh Malaka di tingkat kabupaten. Bila ini berlarut, maka akan timbul kegaduhan di masyarakat.

Kabag Hukum Setdakab Aceh Utara, Syahrial menjawab Humas Aceh Malaka mengatakan, pihaknya sudah selesai menyiapkan drat dibutuhkan untuk mendapatkan persetujuan dari DPRK.

“Kami sudah menjalankan berkas pemekaran Aceh Malaka. Di tingkat Pemkab sudah selesai dan berkas tersebut sudah kita serahkan ke DPRK melalui surat bupati untuk pertimbangan dan persetujuan dewan,” ujar Syahrial.

Bahkan katanya, pihaknya saat ini tidak tahu melakukan apalagi, karena berkas tersebut belum dikembalikan oleh DPRK. “Tugas kita menungu, mudah-mudahan usai libur lebaran berkas tersebut bisa dibahas di DPRK,” ujar Kabag Hukum.(Rill)

Bireuen - Nursiah (43), seorang bidan, warga Gampong Blangong Basah, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie tewas dibunuh oleh seseorang di rumahnya, Selasa (29/8/2017).

Kejadian menggenaskan dan sangat sadis itu terjadi sekira pukul 15.00 WIB.

Informasi dan foto-foto yang diterima Serambinews.com sekira satu jam lalu, korban tampak tergeletak di lantai dalam sebuah rumah.

Baju putih yang dikenakan Nursiah berubah menjadi warna merah. Karena bersimbah darah yang juga meluber ke lantai.

Selain darah di badan korban, terlihat juga darah ke luar dari hidungnya.

Korban yang tergeletak dengan posisi dada ke atas, terlihat di sampingnya gumpalan darah.

Kabag Ops Polres Pidie, Kompol Apriadi, membenarkan kejadian tersebut.

"Benar, saat ini tim sedang memburu pelaku," kata Apriadi melalui sambungan telepon, pukul 18.00 WIB.

Serambinews.com belum mendapatkan informasi akurat terkait pembunuhan tersebut.

Polisi juga belum mengungkapkan motif pembunuhan dan pelakunya.

Karena saat ini polisi sedang mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk mengungkapkan kasus pembunuhan tersebut.(Trb)

Banda Aceh - Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melantik dua pejabat eselon II di jajaran Pemerintah Aceh di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Selasa (29/08/17) sore.

Adapun dua pejabat yang dilantik adalah, Ramli Daud sebagai Kepala Dinas Pertanahan Aceh, yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Organisasi Setda Aceh.

Selanjutnya Reza Ferdian sebagai Kepala Biro Organisasi, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Biro Layanan Pengadaan.

Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Sekda Aceh, Drs. Dermawan, MM, Asisten I,  Iskandar A Gani,  Asisten III, Kamaruddin Andalah,  Kepala Biro Humas dan Protokol,  Mulyadi Nurdin, serta sejumlah Kepala Biro, Kepala SKPA, dan Pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh.

Dalam sambutannya, Nova Iriansyah menyampaikan, ada dua pertimbangan untuk melakukan pergantian jabatan yang dilakukan oleh Gubernur Aceh.

Pertama, mendorong percepatan penyelesaian pembebasan lahan, terutama untuk mendukung pelaksanaan pembangunan proyek strategis nasional, seperti pembangunan waduk dan pembebasan lahan trans Sumatera, serta beberapa proyek strategis Pemerintah Aceh.

Yang kedua, guna mempercepat realisasi penyerapan anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh, terutama dalam mendukung proses pengadaan barang/jasa yang saat ini masih terlambat.

“Dari hasil evaluasi yang kami lakukan beberapa waktu terakhir ini, kami menemukan ada sejumlah SKPA yang menunjukkan kinerja belum memuaskan. Parameternya, antara lain, masih minimnya serapan anggaran hingga akhir Agustus ini. Bahkan empat bulan menjelang berakhirnya masa anggaran 2017, serapan APBA masih di bawah 40 persen,” kata Nova.

Untuk  melakukan percepatan dan mendorong kinerja SKPA lebih baik lagi, maka penyegaran harus dilakukan secepat mungkin untuk mendorong perbaikan kinerja. “Untuk itu, pergantian sejumlah jabatan pimpinan tinggi Pratama harus kita lakukan,” ujar Nova.

Kepada pejabat yang dilantik, Nova meminta  agar segera bergerak cepat memaksimalkan pencapaian dari tugas-tugas yang telah diprogramkan, mengingat masa anggaran tahun ini hanya tinggal empat bulan lagi.

“Saudara harus bisa mengkoordinasikan, menjalankan, mengendalikan dan mengevaluasi semua program yang telah dirancang,” kata Nova.
Pada kesempatan tersebut, Nova juga mengingatkan seluruh pimpinan SKPA agar segera berbenah meningkatkan kinerjanya dan mengoptimalkan semua potensi yang ada agar mampu menunjukkan kinerja yang baik, sehingga mampu mewujudkan sistem pemerintahan yang bersih, adil dan melayani sebagaimana visi Pemerintah Aceh tahun 2017-2022.(Rill)

Banda Aceh –  Sekretaris Daerah Aceh Secara Resmi membuka Wokshop Peningkatan Manajemen Pemerintahan dan Desa, di Hotel The Pade, (29/08/17). 

Dalam sambutannya, Sekda Dermawan menyampaikan, untuk mewujudkan visi dan misi pemerintah Aceh, kunci utamanya adalah menajemen Pemerintahan.  Untuk itu perbaikan dan peningkatan kualitas pemerintahan mutlak harus dilakukan untuk dapat menjalankan program dengan baik. 

“Perbaikan itu bukan hanya pada kinerja saj, tetapi juga pada kompetensi aparatur, disiplin kerja, efektivitas dan efisiensi pelayanan, kemampuan menjalankan sistem, keterampilan dalam menyusun program, serta kepatuhan kepada aturan hukum,” kata Dermawan, 

Dermawan menyampaikan, dari 15 program yang menjadi prioritas utama Pemerintah Aceh kedepan, ada dua program yang bersentuhan langsung dengan perbaikan kualitas dan manajemen pemerintahan itu, yaitu program Acèh Peumulia, dan Aceh SIAT.

Aceh Pemulia kata Dermawan merupakan program pemenuhan layanan pemerintahan yang mudah, cepat, berkualitas dan bebas pungli, yang disertai dengan sistem pengawasan dan penilaian ketat dari pihak berwenang. 

Sedangkan SIAT  adalah singkatan dari Sistem Informasi Aceh Terpadu, yang merupakan sistem informasi dan database terpadu di semua sektor pembangunan dan pelayanan.

“Perbaikan kualitas Pemerintahan ini tentu tidak hanya dijalankan di tingkat provinsi saja, tetapi juga di tingkat kabupaten/kota dan Pemerintahan Gampong. Oleh sebab itu kerja sama dengan berbagai pihak akan kita perkuat untuk memastikan bahwa semua perbaikan yang kita rancang berjalan dengan baik,” ujar Dermawan.

Dermawan mengingatkan, bahwa semangat transparansi yang dibangun akan memudahkan publik memantau kinerja pemerintahan, sehingga sedikit saja terjadi penyelewengan, risikonya pasti sangat berat. “Itu sebabnya aspek keterampilan menjadi hal utama yang akan kita tingkatkan dalam mendukung perbaikan kinerja di Pemerintahan.”.

Dalam acara workshop tersebut, Sekda Dermawan juga menyaksikan penanda tanganan MoU  Pengembangan Manajemen Pemerintah Daerah dan  Perjanjian Kerja Sama Implementasi SIMDA Perencanaan antara Pemerintah Aceh dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. 

“Kerja sama yang kita bangun dengan BPKP ini adalah bagian dari upaya untuk peningkatan keterampilan dan kompetensi aparatur pemerintahan di Aceh. Kerja sama itu tidak hanya dalam bentuk pelatihan dan penguatan sistem pengawasan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas manajemen pemerintahan,” kata Dermawan.  (Rill)

Nagan Raya -- Gubernur Aceh, drh. Irwandi Yusuf, menyebutkan dirinya akan mengeluarkan Peraturan Gubernur yang isinya melarang seluruh perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Aceh mengekspor CPO mentah ke luar daerah Aceh.

"Bukan lagi CPO tapi kita harus bisa mengekspor barang jadi dari sini (Aceh)," ujar Irwandi saat saat meresmikan Kota Suka Makmue sebagai pusat perkantoran Kabupaten Nagan Raya, Selasa 29 Agustus 2017.

Kabupaten Nagan Raya merupakan daerah penghasil CPO terbesar di Aceh. Di mana, per harinya sekitar 150 ton Clude Palm Oil (CPO) yang dikeluarkan dari daerah yang dimekarkan pada tahun 2002 lalu ini.

Gubernur sendiri menginginkan di Aceh bukan hanya dibangun pabrik CPO melainkan Pabrik Refinery (pengolahan kelapa sawit). Hal tersebut karena Irwandi menginginkan Aceh bisa mengekspor langsung produk jadi ke luar daerah Aceh.

"Yang saya inginkan bukan CPO, tapi hasil akhir dari CPO ini. Kita harus bisa mengekspor barang jadi dari sini. Nilai tambahnya di Nagan--Aceh, bukan di negara lain," ujar Irwandi.

Jika sebelumnya Irwandi menegaskan akan membangun pabrik refinery di Aceh Barat Daya, maka Irwandi meminta agar Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, menunjukan hasil CPO di daerah tersebut lebih banyak dari Nagan Raya. Jika tidak, Irwandi akan mengalihkan pembangunan pabrik refinery ke Nagan Raya.

"Di sana (Abdya) mungkin kita bangun tapi lebih kecil," ujar Irwandi. Rencana pembangunan pabrik refinery akan dimulai pada tahun depan dan ditargetkan akan mulai ekspor pada tahun 2021 mendatang.

Pernyataan Irwandi tersebut merujuk pada sambutan Bupati Nagan Raya, Zulkarnaini. Ia berujar bahwa produksi CPO di Nagan Raya lebih besar daripada di Abdya. Karena itu, ia meminta agar Pemerintah Aceh juga membangun pabrik serupa yang dijanjikannya di Abdya.

Irwandi juga meminta agar seluruh perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Nagan Raya wajib mengeluarkan dana CSR yang programnya disepakati oleh Pemda setempat. Selainnya, kepada masyarakat yang memiliki kebun sawit diminta untuk tidak lupa berzakat.

Selain itu, Irwandi menyebutkan dengan diresmikan Suka Makmue sebagai Ibu Kota Nagan Raya harus ikut dibarengi dengan semangat memelihara dan menjaga sehingga menjadi daerah yang baik.

Untuk itu,  Irwandi meminta agar Pemkab Nagan Raya melengkapi juga pembangunan fasilitas publik. "Kualitas pelayanan harus menjadi perhatian utama. Masyarakat harus terlayani dengan baik," kata Irwandi.

Nagan Raya semenjak pertama terbentuk pada tahun 2002 lalu terus berada di bawah kepemimpinan Bupati Zulkarnaini. Ia disebut Irwandi sebagai penggagas, perancang dan pelaku pembangunan di Nagan Raya hingga daerah ini berlubang.

 "Jasa Pon Bang (sapaan Bupati Zulkarnaini) tidak bisa kita lupakan," kata Irwandi. Untuk itu, Irwandi berpesan kepada bupati baru sebagai penerus Zulkarnaini, untuk melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan Zulkarnaini.

Irwandi menyebutkan dirinya akan membantu sepenuhnya pembangunan Nagan Raya sehingga visi terwujudnya Aceh Hebat bisa terlaksana termasuk di Nagan Raya.

Sementara itu, Bupati Nagan Raya, Zulkarnaini, menyebutkan dijadikannya Suka Makmue sebagai Ibu Kota Kabupaten Nagan Raya karena letaknya yang strategis.

"Dengan pertimbangan letaknya strategis yaitu berada di tengah pusat wilayah Nagan Raya maka kemudian Suka Makmue kita pilih sebagai lokasi pembqngunan," kata Zulkarnain.

Selain itu, biaya pembebasan lahan lebih kecil karena daerah pembangunan merupakan tanah negara yang kemudian dibebaskan. Pembebasan lahan yang dimulai sejak 2002 lalu yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan sarana infrastruktur hingga hari ini sudah menghabiskan 312 miliar anggaran yang berasal dari dana APBK, APBA dan otsus kabupaten Nagan Raya.

"Sebanyak 70 persen pembangunan sudah selesai. Harapan kita bupati ke depan melanjutkan pembangunan Suka Makmue," ujar Zulkarnaini.

Sebelum meresmikan Kota Suka Makmue sebagai pusat perkantoran Kabupaten Nagan Raya, gubernur terlebih dahulu dipeusijuk oleh Bupati serta para ulama di Pendapa Bupati Nagan Raya. Kedatangan Irwandi disambut oleh Forkopimkab bersama para masyarakat. (Humas -- Aceh)

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, Pemerintah Aceh sangat mendukung upaya untuk memperkuat semangat transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola pemerintahan di Aceh. Penguatan semangat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan termasuk dalam Program Reformasi birokrasi yang telah berjalan di Pemerintahan Aceh selama 10 tahun terakhir ini.  

Hal tersebut disampaikan Nova Iriansyah dalam sambutannya saat membuka Lokakarya Pemerintahan Terbuka dan Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Hermes, (29/8/17)

 “Reformasi birokrasi menjadi penting untuk kita perkuat, sebab birokrasi merupakan induk dari semua aktivitas pemerintahan,,” kata Nova.

Lokakarya tersebut kata Nova sangat bermanfaat bagi Pemerintah Aceh, karena selain bisa mendapat masukan dari para narasumber,dapat pula menjadi ajang untuk mengevaluasi semangat transparansi yang telah berlangsung di Aceh selama ini.

“Sehebat apapun program yang dirancang, jika birokrasinya tidak berkualitas, semua pasti akan berjalan sia-sia. Itu sebabnya dalam draf RPJM Aceh 2017-2022 yang sedang disusun, program reformasi Birokrasi tetap menjadi salah satu program prioritas yang kita jalankan di daerah ini,” ujar Nova. 

Nova menyebutkan, dari 15 program prioritas Pemerintah Aceh yang tercantum dalam draf PRJM , dua diantaranya bersentuhan langsung dengan perbaikan kualitas dan manajemen pemerintahan, yaitu Program Acèh Peumulia, dan Aceh SIAT.

Aceh pemulia kata Nova, merupakan program pemenuhan layanan pemerintahan yang mudah, cepat, berkualitas dan bebas pungli, yang disertai dengan sistem pengawasan dan penilaian ketat dari pihak berwenang.

Sedangkan SIAT lanjut Nova merupakan singkatan dari Sistem Informasi Aceh Terpadu, yang akan membawa sistem Pemerintahan di Aceh harus dapat menerapkan sistem informasi dan database terpadu di semua sektor pembangunan dan pelayanan.

“Dengan dua program ini, seluruh informasi pembangunan akan dapat diakses oleh semua stakeholder melalui satu pintu. Inilah yang menjadi dasar untuk memastikan bahwa pemerintahan di Aceh berjalan transparan dan akuntabel.” Kata Nova. 

Nova menjelaskan, tiga sasaran utama yang ingin di capai dari program Aceh Peumulia dan Aceh SIAT, yang pertama, terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme, yang kedua, Meningkatnya kualitas pelayanan public dan yang ketiga meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi.

Nova berharap lokakarya tersebut dapat melahirkan inspirasi untuk mendorong lahirnya grand desain penguatan semangat transparansi dan tata pemerintahan yang akuntabel di Aceh. Dengan demikian publik dapat memantau dan melihat tingkat keberhasilan program pembenahan birokrasi yang berjalan.(Rill)

Banda Aceh - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh dan TP-PKK Aceh, Darwati A Gani yang juga istri Gubernur Aceh menyerahkan tenun gayo sebagai cinderamata kepada istri Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Madame Sayoko Ishii di kediaman Gubernur Aceh, Lampriet, Banda Aceh, Selasa 29 Agustus 2017.

Pada kesempatan itu, Darwati bahkan memakaikan langsung produk kerajinan masyarakat gayo itu kepada Madame Sayoko Ishii.

"Yang saya berikan sebagai hadiah tadi adalah tenun gayo," ujar Darwati didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, usai acara. 

Penyerahan tenun gayo itu juga dilakukan sebagai bentuk promosi kerajinan Aceh ke luar negeri.

Kedatangan Madame Sayoko Ishii ke kediaman Irwandi Yusuf dalam rangka mendampingi Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, yang merupakan suaminya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas banyak hal terkait ekonomi, pariwisata, mitigasi bencana, ketenagakerjaan, hingga olah raga.(Rill)

Banda Aceh - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menerima kunjungan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, di kediamannya di Lampriet, Banda Aceh, Selasa 29 Agustus 2017.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas banyak hal terkait ekonomi, pariwisata, mitigasi bencana, ketenagakerjaan, hingga olah raga.

Irwandi juga berterima kasih untuk hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara Aceh dan Jepang.

Terkait sektor ketenagakerjaan, Irwandi mengutarakan keinginannya untuk mengirim lebih banyak lagi tenaga magang dari Aceh ke Jepang. Hal itu diharapkan dapat melahirkan lebih banyak tenaga terampil yang dimiliki Aceh nantinya.

Irwandi juga berharap kuota penerimaan tenaga kerja Aceh ke Jepang juga ditingkatkan.

Sementara terkait pariwisata, Irwandi mengatakan, Aceh memiliki potensi wisata yang begitu besar, namun belum sepenuhnya tergarap maksimal. Untuk itu, Irwandi berharap Pemerintah Jepang dapat membantu Aceh dalam pengelolaan sektor tersebut.

"Kami tidak hanya butuh wisatawan. Kami juga butuh pengelolaannya. Sebab tempat wisata di Aceh terlalu besar dan banyak," ujar Irwandi.

Sementara itu, terkait sektor ekonomi, Irwandi menjelaskan, Aceh memiliki peluang bisnis yang cukup besar yang dapat dikembangkan dan dikelola dengan lebih baik lagi.

Di antaranya, kata Irwandi, Aceh memiliki laut yang luas dengan ketersediaan ikan yang berlimpah. Salah satunya ikan tuna yang diekspor ke berbagai negara, termasuk Jepang.

Namun, lanjut Irwandi, proses ekspor tuna selama ini dilakukan melalui perantara pihak lain, sehingga kedepannya diharapkan dapat dilakukan secara langsung.

Selain itu, Irwandi juga menjelaskan soal sapi lokal Aceh yang ketersediaannya terbatas dan menyebabkan harga jual untuk konsumsi masyarakat terlalu mahal.

Terkait hal itu, Pemerintah Jepang diharapkan dapat membantu mengembangkan sapi Aceh agar ketersediaannya tercukupi.

Menanggapi permintaan Irwandi Yusuf, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, mengatakan dirinya sangat kagum dan jatuh cinta pada alam Aceh yang indah.

Dia juga kagum dengan kopi dan mie Aceh, dan berkanji akan mempromosikannya ke Jakarta dan Jepang.

Terkait mitigasi bencana, Masafumi mengatakan akan melanjutkan kerjasama terkait mitigasi bencana yang selama ini sudah terjalin.

"Yang terpenting, generasi masa depan harus belajar dari pengalaman tsunami generasi sebelumnya," ujar Masafumi.

Ia juga mengatakan, akan membantu Aceh terkait latihan evakuasi tsunami.

Sementara soal perikanan Aceh,
Masafumi mengakui bahwa potensi perikanan Aceh cukup besar.

"Jepang sudah mempertimpangkan pulau Sabang untuk pengembangan pelabuhan dan industri ikan," ujar Masafumi.

Terkait pariwisata, lanjut Masafumi,
dirinya kagum melihat keindahan meseum tsunami yang juga menjadi ikon wisata Aceh.

Dia berharap kerjasama yang sudah terjalin dengan Jepang terkait meseum tsunami dapat terus dipererat.

Pertemuan tersebut juga diikuti istri Dubes Jepang untuk Indonesia Masafumi, Darwati A. Gani yang juga istri Gubernur Irwandi, Kadisbudpar Aceh Reza Fahlevi, Kepala Bapeda Aceh Azhari, Kepala Dinas tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, T Bahagia.(Rill)

Lhokseumawe - Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, bersama Prajuritnya melaksanakan pembinaan fisik lari ketahanan dengan jarak tempuh 5 Km mengelilingi Kota Lhokseumawe, Selasa(29/8).

Kegiatan olahraga lari ketahanan tersebut dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam satu minggu disetiap bulannya, dalam menjaga ketahanan fisik dan kebugaran tubuh para prajurit TNI khususnya Korem 011/Lilawangsa, untuk menunjang semangat dalam mengemban tugas pokok.

Komandan Korem (Korem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono mengatakan, kegiatan olahraga rutunitas pembinaan fisik yang dilakukan, dengan tujuan agar tubuh selalu tetap sehat, selain itu, Hal-hal mendasar dalam kehidupan prajurit tentunya harus terus dilatihkan dengan sebaik mungkin, karena tidak ada prajurit yang hebat, tetapi yang ada adalah prajurit yang terlatih, jelasnya.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga stamina, kebugaran dan kesehatan prajurit, dilaksanakan dengan hati gembira, olahraga sebagai pendorong dalam melaksanakan tugas pokok prajurit TNI, khusunya Korem 011/LW”, Harap danrem Lilawangsa.(Laung/SA)

Lhokseumawe - Korem 011/Lilawangsa menerima kunjungan kerja dari Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Staf Oprasi Angkatan Darat (Wasrik Sopsad).

Kehadiran Tim Wasrik Sopsad yang di Ketuai oleh Letkol Kav Dino beserta rombongan di sambut baik oleh Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono didampingi Kepala Staf Korem (Kasrem) 011/Lilawangsa Letkol Inf Sofanuddin beserta para Pewira Staf, di Makorem 011/Lilawangsa, Selasa (29/8/2017).

Kunjungan kerja Tim Wasrik Sopsad dalam rangka pengawasan dan pemeriksaan serta pengendalian penggunaan anggaran dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan, sekaligus dalam perbaikan kinerja seluruh Staf di Korem 011/Lilawangsa dan jajarannya, khususnya Staf Operasi, kegiatan dipusatkan di Aula Yudha Korem 011/LW.

Dalam kegiatan tersebut, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono mengharapkan, kehadiran Tim Wasrik dari Staf Oprasi Angkatan Darat, dapat dijadikan sebagai acuan kepada seluruh staf oprasi yang ada di seluruh jajaran Korem 011/Lilawangsa. “Temuan-temuan maupun kesalahan, pembuatan produk-produk kelengkapan administrasi pertanggung jawaban, segera dapat di perbaiki, jika ada yang belum dimengerti, agar ditanyakan kepada Tim Wasrik Angkatan Darat, sehingga tugas-tugas kedepan yang perlu disiapkan dan di pertanggung jawabkan dapat diperbaiki dan disiapkan sesuai aturan yang berlaku” Sebut Danrem.(Laung/SA)

Banda Aceh - Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh kembali menggelar kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) bersama ormas dan kelompok strategis lainnya di Zakir Kopi Lamprit, Banda Aceh, Selasa 29 Agustus 2017. Kegiatan ini diusung tema "Peran Pegiat Anti Narkoba Menuju Aceh Hebat".

Sebelum kegiatan diskusi dimulai, Kepala Kesbangpol Aceh Drs. Mahdi Wfendi melalui kepala bidang ketahanan ekonomi sosbud dan ormas. Drs. Kahar muzakkir yang disampaikan oleh kasubbid ormas Musmulyadi, S.Pd.I. MM. mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini di laksanakan, untuk mengingat narkoba sudh sangat meresahkan masyarakat.

“Ini pertanda keseriusan pemerintah untuk memerangi narkoba. Dalam hal ini kesbangpol mengajak para pegiat narkoba melalui FGD hari ini untuk masing-masing mengambil peran dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mewujudkan Aceh Hebat dibawah kepemimpinan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah,” katanya.

Selanjutnya Musmulyadi mengatakan Gubernur Aceh sangat serius untuk memberantas narkoba di Provinsi Aceh. Hal ini terlihat dari pernyataan di media bahwa Gubernur Aceh akan melakukan tes urine kepada pejabat eksekutif di lingkungan Provinsi Aceh.

Hadir sebagai pembicara kegiatan FGD itu dari BNP Aceh Masduki, SH. Kasie pencegahan BNP Aceh dan Nazril dari Kapolda Aceh. Sementara Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh ketua umum DPP Ikatan keluarga narkoba (IKAN), Syahrul Maulidi.

Pihaknya meminta dari semua elemen masyarakat ormas LSM dan kelompok strategis lainnya serta Dinas-Dinas untuk bersama-sama memberantas narkoba.

“Kami apresiasi kepada Kesbangpol Aceh yang telah melaksanakan kegiatan ini,” ucapnya

Adapun diskusi terkait "Peran Pegiat Anti Narkoba Menuju Aceh Hebat" ini dihadiri oleh dua puluhan peserta dari berbagai lembaga ormas dan okp yang fokus terhadap penanggulangan narkoba seperti Yayasan Siran, IKAN, Gentara, Granat, Basirah, Yayasan Yakita, Yayasan RH, KNPI Aceh, dll.[NAJMI]

Lhokseumawe - Korem 011/Lilawangsa mengelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) program cetak sawah Tahun 2017 di Wilayah Korem 011/LW, di Mess Lilawangsa, Jln Iskandar Muda, Lhokseumawe, Selasa (29/8/2017).

Komandan Korem (Korem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono yang diwakili oleh Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 011/Lilawangsa Letkol Inf Yogi Bahtiar mengatakan, Rapat Koordinasi (Rakor) Administrasi program cetak sawah tahun 2017 di Wilayah Korem 011/Lilawangsa dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan Nasional dan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat khususnya di Wilayah Korem 011/Lilawangsa.

“Program cetak sawah tersebut merupakan kerjasama antara TNI-AD dengan Menteri Pertanian dalam mendukung ketahanan Nasional”.

Selain itu, rapat tersebut selain dalam penyelesaian Administrasi cetak sawah Tahun 2017, juga sebagai evaluasi program kegiatan yang sedang berjalan hingga saat ini, dan dapat terealisasikan sesuai dengan rencana dan dikoordinasikan pada beberapa minggu lalu,” jelas Yogi Bahtiar.

Rakor tersebut melibatkan berbagai unsur – unsur yang terkait diantaranya Ketua Tim Unit Layanan Pengadaan (ULP) Letkol Czi Zulfikar, Danden Zibang Lhokseumawe, Paku Rem 011/LW, Staf kalakgiat Korem 011/LW dan Para Pastier Kodim jajaran Korem 011/LW serta para Kontraktor yang terlibat pada kegiatan cetak sawah tahun 2017 yang akan dilaksanakan diwilayah Korem 011/LW.(Laung/SA)

Atas: Gatot Tarunamihardja dan Syaifuddin Kartasasmita. Bawah: Baharuddin Lopa dan Sukarton Marmosudjono.
StatusAceh.Net - Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, beberapa kali mendapatkan teror, mulai dari ditabrak sampai dipidanakan. Kali ini, dia disiram air keras setelah salat subuh di masjid sekitar rumahnya. Teror terhadap penegak hukum juga terjadi di masa lalu. Berikut ini empat penegak hukum yang diteror karena membongkar korupsi besar.

Gatot Tarunamihardja

Gatot adalah jaksa agung pertama Republik Indonesia pada 1 Oktober 1945. Namun, pada 24 Oktober 1945, atas permintaan sendiri, dia diberhentikan dengan hormat oleh presiden. Pada 1 April 1959, dia terpilih kembali menjadi jaksa agung menggantikan Mr. R. Soeprapto. Dia menjadi orang pertama yang dua kali memegang jabatan jaksa agung.

Selama kariernya dia berusaha membongkar kasus korupsi penyelundupan di Teluk Nibung, Sumatera Utara di bawah Panglima Teritorium I Kolonel Maludin Simbolon, dan barter di Tanjung Priok yang diduga melibatkan Kolonel Ibnu Sutowo. Hasil dari penyelundupan dan barter itu digunakan untuk kepentingan tentara.

Ketika Gatot akan memeriksa beberapa perwira seperti Kolonel Ibnu Sutowo dan Letkol Sukendro, KSAD Mayjen TNI AH Nasution menggagalkannya bahkan memerintahkan Penguasa Perang Daerah Jakarta Raya Kolonel Umar Wirahadikusuma untuk menangkap Gatot saat presiden di luar negeri. Tak habis di situ, Gotot juga mengalami percobaan pembunuhan oleh tentara dengan cara ditabrak hingga kakinya buntung.

Sukarton Marmosudjono


Laksamana Muda TNI Sukarton Marmosudjono adalah jaksa agung pada Kabinet Pembangunan V. Mulai menjabat pada Maret 1988, dia menggagas kegiatan bernama Pos Penyuluhan/Penerangan Hukum Terpadu (Poskumdu) yang bekerjasama dengan lembaga lain macam Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) dan Kantor Dinas Agama.

Menurut Sukarton, dengan Poskumdu, Kejaksaan mampu membongkar beberapa perkara di masyarakat. “Melalui partisipasi masyarakat, kejaksaan mampu mengungkap penyelundupan rotan senilai satu miliar di Ujung Pandang dan manipulasi di Perumtel Bandung,” tulis Sukarton dalam bukunya Penegakan Hukum di Negara Pancasila.

Selain itu, Sukarton membuat kebijakan yang menghebohkan, yaitu menayangkan wajah koruptor di televisi. Setelah menghadap Presiden Soeharto pada 4 Desember 1989, Sukarton mengatakan bahwa presiden telah memberikan persetujuannya atas rencana Kejaksaan Agung untuk menayangkan wajah koruptor di televisi. Penayangan ini dimaksudkan sebagai bagian dari sanksi moral dan sosial untuk membuat jera para koruptor.

Penayangan perdana wajah koruptor di stasiun TVRI melalui program “Dunia Dalam Berita” pada 14 Desember 1989. Namun, program ini terhenti karena Sukarton meninggal mendadak pada 29 Juni 1990. Padahal, seperti biasa, dia masih sempat lari pagi di sekitar kediamannya di Jalan 9 Ampera Raya, Jakarta Selatan.

Baharudin Lopa

Baharuddin Lopa adalah menteri kehakiman kemudian jaksa agung semasa Presiden Abdurrahman Wahid. Dia juga pernah menjadi anggota Komnas HAM. Sebelumnya, Lopa menjabat kepala Kejaksaan Tinggi di Sulawesi Selatan, Aceh, Kalimantan Barat dan Sulawesi Tenggara. Sebagai penegak hukum, dia dikenal berani, jujur, tegas, dan berintegritas tinggi.

Saat menjadi kepala Kejaksaan Tinggi Makassar pada 1982, Lopa menyeret pengusaha Tony Gozal atas kasus manipulasi dana reboisasi. Tony dikenal punya hubungan dengan pejabat negara dan karenanya nyaris kebal hukum. Hakim memvonis bebas Tony. Lopa menelusuri latar belakang kejanggalan vonis itu dan menemukan adanya dugaan suap kepada hakim. Sebelum menuntaskan kasus ini, pada Januari 1986 dia mendadak dimutasi ke Jakarta menjadi staf ahli menteri kehakiman.

Ketika menjabat jaksa agung, Lopa berencana mengusut tujuh korupsi besar, di antaranya Prajogo Pangestu, Marimutu Sinivasan, dan kasus dana BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia). Sekali lagi langkahnya membongkar korupsi terjegal di tengah jalan.

Lopa meninggal mendadak pada 3 Juli 2001 ketika akan serah terima jabatan duta besar untuk Arab Saudi sekaligus umroh. Dia dinyatakan meninggal karena serangan jantung. Namun, banyak pihak menyangsikannya. Ada dugaan kematiannya bersangkut paut dengan kasus-kasus korupsi besar yang sedang diusutnya.

Syafiuddin Kartasasmita

Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita menangani kasus tukar guling PT Goro Batara Sakti dan Bulog yang merugikan negara sebesar Rp95,6 miliar. Kasus ini menyeret Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Syaifuddin memvonis Tommy 18 bulan penjara dan denda Rp30,6 miliar.

Syaifudin ditembak empat orang tak dikenal saat hendak berangkat ke kantornya pada 26 Juli 2001. Dua orang tersangka pelaku pembunuhan tertangkap sebulan kemudian. Keduanya mengaku disuruh Tommy untuk menghabisi Syaifuddin. | historia.id

Aceh Timur - Petugas cabang Rumah tahanan (Rutan) Idi, Aceh Timur menemukan sabu dalam paket kiriman salah seorang pengunjung di Rutan Tersebut, Minggu, 27 Agustus 2017 lalu, sekira pukul 02:00 WIB dini hari. Barang haram itu di isi dalam roti.

Informasi yang dihimpun StatusAceh.Net, Selasa, 29 Agustus 2017, satu paket kecil yang diduga narkoba jenis shabu didapati dari kiriman yang diantarkan seseorang melalui pintu utama Rutan.

Setelah mengantarkan barang tersebut, pria itu langsung pergi karena tamu tidak diizinkan masuk pada hari minggu (hari libur). Setelah diperiksa oleh petugas barang berupa roti tersebut didapati adanya benda mencurigakan didalamnya.

kemudian petugas menyerahkan barang tersebut kepada kasubsi peltah dan pengelolaan cabang Rutan Idi. 

Rusydi selaku  kasubsi  di Rutan itu, memeriksa ulang kiriman itu, dari hasil pemeriksaan , ditujukan kepada Wandi yang merupakan napi yang ditempakan di kamar nomor 10.

Namum nama yang dituju tidak ada dikamar 10 cabang Rutan itu. "Kami duga sengaja nama dikaburkan untuk menghilangkan jejak penerima. Saat ini barang tersebut diamankan untuk diserahkan kepada pihak polres Aceh Timur melalui kasat narkoba," Kata Rusydi .(SA/Az)

Ilustrasi
Aceh TimurSepertinya tidak habis-habisnya kasus narapidana kabur di Cabang Rutan (Cabrut) Idi, Aceh Timur.

Kembali satu napi berhasil kabur dari cabrut idi setelah sebelumnya mendapat izin pulang ke rumahnya di Gampong Teupin Breuh,Kec. Simpang Ulim Kab. Aceh Timur, Sabtu (27/8/2017).

Menurut informasi diterima redaksi, Napi Salahuddin (38) terpidana kasus narkoba kabur sesaat setelah tiba di kediamannya dengan pengawalan ketat petugas rutan dan polisi.

Sementara itu Kepala Cabrut Idi Irdiansyah Rana yang dihubungi redaksi Via telepon selulernya membenarkan adanya napi kabur di Cabrut Idi namun dirinya enggan menjelaskan kronologis kaburnya napi tersebut.

Irdiansyah mengaku baru tiba di Banda aceh untuk melaporkan perihal napi kabur tersebut padaKakanwil Kumham Aceh.

“ Benar bang,nanti saya jelaskan semua ini baru sampai di banda aceh mau menghadap bapak kakanwil terkait napi kabur tersebut “,ungkapnya singkat.


Redaksi: T. Sayed Azhar

SERANG - Gadis Mawardi (23) pegawai magang di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang hilang menjelang pesta pernikahannya dengan pria pujaan hatinya. Warga Perumahan Tegal Padang, Desa Drangong Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten itu dikabarkan hilang sejak tanggal 17 Agustus 2017 dini hari.

Ibunda Gadis, Mahfudoh (45) mengaku kaget saat mengetahui anak kesayangannya hilang. Sebab, saat meninggalkan rumah tidak ada masalah dengan keluarga. "Hari Rabu masuk kerja. Nggak ada tanda-tanda mau kabur. Malam Kamisnya kan ramai di sini (rumahnya). Saya bilang istirahat, orang mau jadi pengantin jangan capek-capek," kata Mahfudoh kepada wartawan, Selasa (29/8/2017).
Mahfudoh (45) menunjukkan foto putrinya Gadis Mawardi (23) yang hilang menjelang hari pernikahannya. Foto/SINDOnews/Rasyid Ridho
Rencananya, tanggal 9 September mendatang, wanita cantik itu akan menggelar resepsi pernikahan dengan pria yang sudah dipacarinya selama 10 tahun. "Sudah buat undangan, tinggal nyebarin. Persiapan 70 persen. Rencana resepsi mau di sini. Sama pacarnya dia sudah hubungan kurang lebih 10 tahu. Sudah lama," ujarnya.

Dia menceritakan, di mata keluarga, Gadis dikenal anak pendiam dan tak pernah macam-macam. "Orangnya nggak pernah ke mana-mana. Tidur. Di rumah. Makanya anaknya diam, nggak banyak tingkah," katanya.

Hingga saat ini, pihak keluarga meminta kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan putrinya agar melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat atau keluarga. "Pakaian saat meninggalkan rumah memakai kerudung warna hitam, memakai kaos putih, menggunakan celana jeans warna biru tua, tinggi 168 cm, hidung mancung, kulit putih," tandasnya.| Sindonews

Lhoksukon - Dua pria SK (22) warga Gampong Trieng Matang Ubi, dan Mw (31) warga Gampong Kuta, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, ditangkap warga usai kepergok sedang mencuri buah sawit di kebun milik Anwar di Gampong Bintang Hu, Kecamatan setempat, Senin 28 Agustus 2017 kemarin sore.
 
Keduanya ditangkap saat sedang beraksi sekitar pukul 17.00 WIB. Kebetulan saat itu korban Anwar dan temannya Ridwan sedang berada di sekitar lokasi kebun.

"Benar, semalam kami terima dua pelaku yang ditangkap warga karena diduga telah mencuri sawit," kata Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji melalui Kapolsek Lhoksukon Iptu Hendra G. Tanjung, Selasa 29 Agustus 2017.

Korban memergoki kedua pelaku sedang memetik buah sawit di kebunnya. Korban yang melihat aksi ninja sawit tersebut langsung menangkap dan memboyong keduanya ke rumah kepala dusun setempat.

"Saat tertangkap basah, warga banyak yang kesal karena menurut warga mereka sudah sering beraksi mencuri sawit di kawasan tersebut," jelas Kapolsek.

Karena situasi tidak lagi kondusif, pihak gampong kemudian menghubungi polisi dan membawa pelaku ke Mapolsek setempat.

"Kami sudah amankan pelaku serta 15 tandan sawit hasil curian. Ada juga satu unit alat dodos untuk memetik sawit dan satu unit becak motor sebagai barang bukti," kata Hendra. | AJNN

PARA anak dan istri Ilyas sedang mengupas buah pala di depan rumahnya di Gunung Alue Paku, Desa Mon Mata, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Senin (28/8).
StatusAceh.net - Ramlah (55) bersama tiga anaknya dengan telaten mengupas buah pala.

Setelah terkumpul seberapun adanya, Ramlah segera menjualnya ke pasar. Hasil penjualannya, tidaklah seberapa. Namun cukup untuk keluarga ini membeli beras.

Anak-anak Ramlah terbilang sangat setia membantu ibunya.

Seolah mereka sadar kondisi kehidupan mereka yang miskin. Sejak lama Ramlah bersama suaminya Ilyas (55) dan lima anaknya Nurasyiah (20), Laila Sari (18), Nurbaiti (14), Muhammad Saputra (10) dan Saputra Santri (5) tinggal di sebuah gebuk reot di Gunung Alue Paku, Desa Mon Mata, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya.

Nurasyiah sebagai anak tertua saat ini bekerja di sebuah warung di Calang. Sedangkan Laila Sari menumpang tinggal di rumah saudaranya.

Keseharian Ilyas bekerja sebagai buruh kasar untuk menutupi kebutuhan keluarganya. Rumah yang ditempat Ilyas bersama anak-anaknya terbilang tidak layak huni.

Rumah itu seluas 3x4 meter beratap plastik, berdinding bambu campur kayu.

Beberapa bagian lainnya ditutupi plastik. Jika malam tiba, rumah itu hanya diterangi lampu teplok.

Ilyas bersama anak-anaknya tinggal di daerah perbukitan sekitar 200 meter di pinggiran Desa Mon Mata.

“Kami sangat mengharapkan bantuan rumah dari pemerintah, sebab hingga saat ini kami belum memperoleh bantuan selain beras raskin yang kami terima selama ini. Selain itu ada juga belas kasihan warga kepada kami yang terkadang diberikan beras dan uang,” kata Ilyas saat disambangi Serambi, Senin (28/8) di rumahnya.

Meski hidup dalam kemisikinan Ilyas terus berusaha untuk menghidupi keluarganya dan membiayai pendidikan anak-anaknya yang masih SD dan TK.

“Saya tidak tahu harus bagaimana, mungkin Allah sudah mentakdirkan kami harus hidup seperti ini, semoga anak-anak kami kelak bisa hidup lebih baik dari kondisi saat ini,” tutur Ilyas.

Sementara itu Zulkifli, tokoh masyarakat Desa Mon Mata kepada Serambi mengatakan keluarga Ilyas merupakan keluarga miskin yang semestinya harus mendapat perhatian pemerintah.

“Kami selaku warga sangat prihatin dengan kehidupan mereka. Pemerintah Aceh Jaya perlu memberi perhatian bantuan rumah kepada yang bersangkutan, supaya tidak lagi tinggal di gubuk,” katanya.

Sebelumnya Ilyas tinggal di sebuah rumah milik warga di desa itu.

Namun karena sang pemilik rumah ingin menyewakan rumah tersebut, akhirnya Ilyas harus angkat kaki dan tinggal di gubuk tersebut.

Ia tidak mampu membayar sewa rumah karena tidak punya uang.

“Jangankan untuk sewa rumah, untuk beli beras sehari-hari ia sangat kesulitan,” kata Zulkifli. | tribunnews.com

Ilustrasi
Jakarta - Para pelamar CPNS untuk formasi S1 Kementerian Hukum dan HAM masih punya kesempatan tiga hari lagi, sebelum pendaftaran ditutup pada 31 Agustus.

Sedangkan untuk formasi Mahkamah Agung (MA) dan formasi SMA/D3 Kemenkumham, pendaftaran online telah berakhir pada 26 Agustus 2017, sesuai ketentuan pemerintah yang telah dicantumkan dalam laman pengumuman CPNS 2017 lewat portal https://sscn.bkn.go.id/.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menyampaikan, total pelamar per 26 Agustus 2017 pukul 23:59 WIB sudah mencapai 1.083.230 pendaftar.

Dari data sistem seleksi CPNS nasional (SSCN) Badan Kepegawaian Negara (BKN) per 26 Agustus 2017, total pelamar untuk MA tercatat sebanyak 30.715 pendaftar dari 1.684 kuota formasi Calon Hakim yang ditetapkan.

Selanjutnya untuk formasi SMA/D3 Kemenkumham, total pendaftar penjaga tahanan tercatat sebanyak 634.131 dari 13.720 kuota formasi.

"Untuk formasi pemeriksa keimigrasian Terampil menginjak angka 20.719 pelamar dari 30 kuota formasi yang ditetapkan," ujar Ridwan, Senin (28/8).

Berkas lamaran formasi SMA/D3 Kemenkumham dan Calon Hakim MA diterima paling lambat 31 Agustus 2017.

Pendaftaran online SSCN untuk formasi S1 Kemenkumham masih terus berlangsung hingga 31 Agustus 2017 mendatang.

Ridwan juga mengingatkan pelamar yang masih terkendala dengan NIK dan Nomor KK pada proses pendaftaran SSCN disarankan untuk langsung menghubungi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) yang beralamat Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telepon: (021) 7989737; Halo Dukcapil (021) 1500537.| JPNN
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.