2020-04-19

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ambulans bawa pasien positif corona di Aceh alami kecelakaan. (Foto: Dok : Ditlantas Polda Aceh)
Banda Aceh - Ambulans yang membawa pasien positif Corona asal Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh mengalami kecelakaan tunggal di Aceh Jaya. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

"Kecelakaan terjadi akibat pecah ban belakang sehingga mobil hilang kendali," kata Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Kombes Dicky Sondani kepada wartawan, Sabtu (25/4/2020).

Insiden kecelakaan tersebut terjadi siang tadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, ambulans yang dikemudikan Taufiq Hidayat (32) sedang membawa pasien positif Corona berinisial AS dari Abdya ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Ketika tiba di lokasi kejadian persisnya di Desa Lamtui Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, ban belakang sebelah kanan ambulans pecah. Akibatnya, mobil hilang kendali dan tergelincir keluar badan jalan sehingga mengalami kecelakaan.

Usai kejadian, sopir dan perawat berpakaian hamzat tampak duduk di pinggir jalan. Namun setelah ambulans pengganti dari Dinas Kesehatan Aceh Jaya datang, mereka melanjutkan perjalanan ke RSUZA Banda Aceh.

"Kita tidak melakukan penyitaan mobil ambulans BL 9071 C karena langsung diamankan oleh Dinas Kesehatan. Ini dikarenakan penumpang AS merupakan pasien positive COVID-19," kata Dicky.

"Tidak ada yang mengalami luka-luka dalam kejadian ini. Sopir, perawat dan pasien AS melanjutkan perjalanan ke RSUZA dengan ambulans milik PSC Aceh Jaya," tambahnya.

Seperti diketahui, AS merupakan pasien kesembilan positif Corona di Aceh. Hasil swab tenggorokannya yang diperiksa di laboratorium Balitbangkes di Siron, Aceh Besar keluar pada Jumat (24/4) sore. AS yang berada di rumahnya di Abdya kemudian dibawa ke RSUZA untuk menjalani perawatan. | Detik.com

LHOKSUKON - Memulai hari pertama ramadhan 1441 H, sejumlah personel Polres Aceh Utara membagikan ratusan takjil gratis menjelang waktu berbuka puasa, Jumat (24/4/2020).

100 takjil yang dibagikan pada pengguna jalan yang melintas di depan Mapolres Aceh Utara ini berasal dari donasi dan kerja ibu Bhayangkari cabang Aceh Utara dirumah.

"Mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir, yang bekerja diluar membagikan takjil adalah kita anggota Polri, sementara Bhayangkari berperan aktif di rumah menyiapkan paket takjil ini," ungkap Kapolres Aceh Utara melalui Ksb Humas Iptu Sudiya Karya.

Ia menambahkan jika kegiatan ini direncanakan akan dilakukan tiap hari selama ramadhan.

Sembari berbagi takjil, personel yang terlibat juga mengimbau masyarakat agar menggunakan helm saat berkendara dan memakai masker jika beraktivitas diluar rumah.

"Ya, kami juga menyampaikan agar masyarakat peduli kesehatan dan keselamatan di jalan raya," pungkasnya.

Gerbang Tol Cikampek Utama. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
Jakarta - Polisi akan menindak masyarakat yang nekat mudik selama pandemi virus corona atau covid-19. Penindakan akan dilakukan terhitung mulai 7 Mei 2020 hingga 31 Mei 2020.

"Pada Kamis, 7 Mei 2020 sampai dengan Minggu, 31 Mei 2020 akan diberlakukan penegakan hukum kepada masyarakat yang melanggar ketentuan yang diminta untuk berbalik kanan sesuai dengan sanksi yang berlaku," kata Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra saat konferensi pers, Jumat (24/4).

Sebelum melakukan penegakan hukum, polisi lebih dulu memberikan peringatan secara persuasif dengan meminta mereka untuk memutarbalikan kendaraannya.
  
"Apabila ada indikasi masyarakat yang masih melanggar ketentuan khususnya yang ingin mudik maka pada kesempatan ini diberikan peringatan terlebih dahulu kemudian disuruh kembali ke rumahnya masing-masing dengan pola secara persuasif dan humanis yang diberlakukan mulai hari ini Jumat, 24 April 2020 sampai dengan Kamis, 7 Mei 2020," ujarnya.

Polda Metro Jaya juga telah menghapus satu pos pantau yang berada di Tol Cimanggis arah Bogor, Jawa Barat. Oleh karena itu, jumlah pos pantau atau pos pengamanan berkurang menjadi 18 yang semula ada 19 pos.

"Polda Metro Jaya dalam rangka menjaga kebijakan tentang dilarang mudik dan dalam koridor Operasi Ketupat 2020 telah menetapkan 18 titik check point penyekatan di seluruh Jakarta dengan rincian 2 tol yaitu tol Cikarang Barat arah Cikampek dan tol Bitung arah Merak serta 16 jalur arteri," sebutnya.

Sebelumnya, larangan mudik lebaran 2020 sudah mulai diberlakukan sejak 24 April 2020, pukul 00.00 WIB dini hari tadi. Larangan itu dibuat untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran virus Covid-19 atau corona.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut, ada 1.180 kendaraan yang telah diputarbalikan oleh polisi. Dari total tersebut kebanyakan kendaraan yang ditindak di daerah Cikarang Barat.

"Total dari jam 00.00 WIB sampai 05.00 WIB saja sekitar 1.180 kendaraan yang berhasil kita putar balikan. Dominannya itu yang di Cikarang Barat sekitar 680 lebih," kata Yusri. | Merdeka.com

Ilustrasi virus corona. Foto: Shutter Stock
Banda Aceh - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Banda Aceh, kembali mengkonfirmasi adanya penambahan seorang pasien dalam pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif COVID-19.

Pasien itu berinisial MS. MS diketahui memiliki riwayat perjalanan kembali dari Jakarta. Saat ini, MS telah dirawat di Ruang Respiratory Intensive Curative Unit (RICU).

“Iya benar ada yang positif lagi,” kata Direktur RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, Azharuddin, saat dikonfirmasi kumparan, Jumat (24/4).

Azharuddin mengatakan, pasien tersebut dinyatakan terinfeksi corona berdasarkan hasil swab yang dikeluarkan oleh Laboratorium Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), Balitbangkes Aceh, di Aceh Besar.

“Hasilnya keluar kemarin sore, sementara pengambilan swab dilakukan Jumat 17 April pekan lalu,” ujarnya.

Dengan bertambahnya seorang pasien tersebut, maka diketahui hingga saat ini kasus positif COVID-19 di Aceh menjadi 8 orang.

Data per 23 April 2020, jumlah positif corona di Aceh hanya ada 7 orang. Kini, jumlah positif COVID-19 di Aceh menjadi 8 orang.

Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 1.729 orang. Untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 73 orang. | Kumparan

Tapaktuan - Pondok Pesantren Syaikhuna Gampong Kapa Seusak, Kecamatan Trumon Timur dilaporkan terbakar pada Kamis (23/4/2020) pukul 14.40 WIB.

Berdasarkan amatan di lokasi, api masih membumbung tinggi dan dalam proses pemadaman.

Kapolsek Trumon Timur, Iptu Jumanto SH mengatakan, sebagian bangunan telah ludes terbakar, namun saat ini masih dalam upaya pemadaman.

“Pemadaman dilakukan menggunakan satu unit Damkar dari Kecamatan Trumon,” kata Kapolsek yang sedang berada di lokasi.

Kapolsek menjelaskan, proses pemadaman terkendala mobil damkar yang jauh dari lokasi, yakni hanya ada di Kecamatan Trumon.

“Mobil damkar hanya ada satu di Kecamatan Trumon, dan jaraknya jauh dengan Trumon Tengah, saat ini masih sedang proses pemadaman” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab kebakaran.

Sumber: analisaaceh.com

Lhoksukon - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Aceh Utara H. Jirwani (Nek Jir) Dari Fraksi Partai Aceh menyalurkan 1.500 paket Ramadhan kepada masyarakat di Kecamatan Nisam dan Nisam Antara, Aceh Utara.

Penyaluran paket itu di khususkan kepada anak yatim piatu, janda dan fakir miskin yang ada di dua kecamatan tersebut. Itu dilakukannya setiap tahun bertepatan dengan hari ulang tahunnya pada tanggal 15 April dan juga sebagai bentuk syukurannya dari bisnis jual beli sawit (Toke Sawet), usaha warung kopi serta pertamini yang berlokasi di Kecamatan Nisam.

Jirwani mengatakan usaha jual beli sawit telah dilakoninya semenjak tahun 2006 lalu dan menampung 50 orang tenaga kerja sebagai buruh harian. Penyaluran sumbangan tersebut juga melibatkan istri tercintanya Cut Rahmi yang memakan waktu hingga dua hari yakni Rabu dan kamis (hari ini). 

"Pembagian paket sembako ini sebagai bentuk syukuran dan bukan ketika saya sudah menjadi dewan, tetapi sudah dilakukan semenjak tempat usaha sawit saya berdiri," kata Nek Jir yang juga anggota Komisi C di DPRK Aceh Utara.

Nek Jir menyebutkan, paket yang dibagikan berupa Gula Pasir, Kacang Hijau, Kurma, Sirup dan bantuan sejumlah uang tunai. Empat jenis paket itu melambangkan bulan kelahirannya, sedangkan 1.500 paket sebagai bentuk tanggal kelahirannya.

"Untuk Kecamatan Nisam semua gampong kita salurkan, namun untuk kecamatan Nisam Antara hanya sebagian," ungkapnya.

Nek Jir berharap dengan adanya sedikit bantuan itu setidaknya bisa membantu masyarakat yang saat ini sedang menghadapi wabah Virus Corona (Covid-19).

"Selain itu, saya juga mengimbau masyarakat agar patuhi imbauan pemerintah untuk keselamatan kita bersama dan memutus rantai penyebaran Covid-19," imbaunya.[] .

Banda Aceh - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh meminta jemaah salat Tarawih di masjid atau musala untuk memakai masker serta membawa sajadah masing-masing. Hal itu dilakukan demi mencegah penyebaran virus Corona.

"Salat Tarawih tetap dilaksanakan seperti biasa, di masjid, meunasah, tapi kita harap masyarakat melihat sisi kesehatan seperti menggunakan masker dan membawa sajadah sendiri," kata Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali, kepada wartawan, Kamis (23/4/2020).

Dia juga mengimbau pengurus masjid agar ceramah yang biasanya menyertai pelaksanaan salat Tarawih dilakukan secara singkat. MPU mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut bulan Ramadhan dengan penuh syukur, suka cita serta memperbanyak amal saleh dan berdoa dijauhkan dari bahaya.

Selain itu Faisal juga mengingatkan soal sejumlah aturan dalam tausiah yang dikeluarkan MPU pada Selasa (21/4). Dia meminta tadarus keliling selama Ramadhan ditiadakan.

"Buka puasa bersama ditiadakan, sahur bersama ditiadakan, takbir keliling malam Lebaran ditiadakan dan Qiamullail ditiadakan," jelas Faisal.

Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh, Zahrol Fajri, mengimbau masyarakat mematuhi tausiah MPU Aceh. Keputusan MPU menjadi rujukan warga Tanah Rencong dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.

"Harapan kami, mohon masyarakat patuhi tausiah itu. Apa yang diputuskan MPU bisa menjadi rujukan kita. Ayo kita tingkatkan ibadah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan," kata Zahrol. | detik.com

Ambulans RSUD Aceh Tamiang yang membawa PDP Corona mengalami kecelakaan di Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (23/4/2020).
Lhoksukon - Ambulans RSUD Aceh Tamiang yang membawa pasien dalam pemantauan (PDP) virus Corona, mengalami kecelakaan tunggal di Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (23/4/2020).

Kecelakaan ini terjadi, ketika ambulans yang membawa satu pasien asal Kecamatan Bandarpusaka, Aceh Tamiang itu dalam perjalanan menuju RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Mobil hilang kendali hingga ke luar jalur dan terperosok ke dataran yang lebih rendah.

“Benar, ambulans kita yang sedang menuju Banda Aceh mengalami kecelakaan,” kata Plt Kadinkes Aceh Tamiang, Abdullah, Kamis (23/4/2020).

Pj Direktur RSUD Aceh Tamiang, Dedy Syah menambahkan, informasi kecelakaan ini diterimanya sekira pukul 07.00 WIB.

Dia memastikan, seluruh orang yang berada di dalam ambulans tidak mengalami luka serius.

“Alhamdulillah tidak ada yang mengalami lukas serius, namun koronologis kecelakaan saya belum tahu,” kata Dedy.

Hanya saja kata dia, pasien berstatus PDP itu batal dibawa ke Banda Aceh dan kini sudah dialihkan ke Rumah Sakit Cut Muetia, Aceh Utara. (*)

Sumber: serambinews.com

Lhoksukon - Cut Rahmi, istri anggota legislatif dari DPRK Aceh Utara H Jirwani ini gencar melakukan kegiatan sosial dengan berbagi sesama. Salah satunnya membantu suaminya menyalurkan bantuan sosial berbentuk paket Ramadhan untu anak Yatim, Janda dan keluarga yang kurang mampu.

Suksesnya Jirwani salah satu kader dari Partai Aceh menduduki kursi dewan itu tidak terlepas dari doa sang istri. bukan itu saja, Cut Rahmi juga membantu suaminya di bidang usaha jual beli sawit, warung kopi dan juga usaha pedagang minyak eceran (pertamini).

Wanita yang memiliki dua putri ini sudah menjalani kehidupan bersama Jirwani selama 18 tahun. ketika suaminya terpilih menjadi wakil rakyat dia harus siap mengawasi semua tempat usaha yang telah dijalankan sebelum suaminya jadi Anggota DPRK Aceh Utara.

Pada hari Rabu (22/4/2020) Cut Rahmi menyalurkan 300 paket ramadhan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. Pembagian paket itu sebagai bentuk syukuran atas berbagai usaha yang sekarang di jalankan dia dan suaminya. Selain itu, turunya Cut Rahmi ditengah masyarakat untuk melihat dan mendengar langsung keluhan dan kondisi masyarakat selama masa tidak di bolehkan keluar rumah oleh pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Selain itu juga memperingati hari kelahiran suaminya setiap tanggal 15 April. "Bantuan ini sebagai bentuk rasa syukur kami dengan apa yang telah Allah berikan kepada kami dan bantuan ini di salurkan setiap tahun di bulan kelahiran suami saya," kata Cut Rahmi.

Cut Rahmi berharap bantuan yang diberikan itu bisa bermanfaat bagi penerima. Apalagi masyarakat saat ini sangat membutuhkan bantuan akibat dampak Covid-19.

"Walau sedikit, semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,"imbuhnya.

Selain dirinya, Cut Rahmi menyebutkan suaminya yang dikenal dengan nama Nek Jir pada hari yang sama juga menyalurkan paket Ramadhan sebanyak 1.500 paket.

"Saya hanya membantu suami saya untuk berikan sedikit bantuan ini kepada masyarakat, dan 1.500 paket lainnya itu di sebarkan oleh suami saya," tambahnya.[]

Banda Aceh - Wartawan media online Indojayanews.com mengaku belum berdamai dengan pengusaha yang juga Ketua Kadin Aceh Makmur Budiman terkait kasus pengancaman yang diduga dikakukan oleh Makmur terhadap Hidayat beberapa waktu lalu.

"Saya bahkan tidak ada komunikasi lagi dengan Pak Makmur sejak hari dia mengancam saya di cafee Donya Drop Daruet (Donya Kupi)," kata Hidayat saat dikonfimasi media ini, Kamis 23 April 2020.

Saat ditanya bagaimana perkembangan kasus dugaan pengancaman oleh Ketua Kadin Aceh, Hidayat mengaku masih menunggu kabar dari Penyidik Polda Aceh.

"Kemarin itu saya dengar mau gelar perkara. Penyidik Polda Aceh masih mengumpulkan keterangan lainnya termasuk dari Ahli Hukum Pidana, agar kasus ini jelas. Yang diminta keterangan mungkin terkait kata paket ancaman biar jelas dan ada kepastian hukum," kata Hidayat.

Putra Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar ini mengaku mempercayakan semuanya kepada pihak penegak hukum. Ia percaya kasus tersebut ditangani dengan serius oleh pihak kepolisian.

"Publik juga memantau. Saya berharap kasus ini menjadi bagian edukasi hukum kepada kita semua. Kalau salah maka harus dinyatakan salah, kalau benar maka wajib dikatakan benar. Tidak boleh main-main, supaya rakyat tidak selalu menganggap hukum tumpul ke bawah," tegasnya.

Bayangkan, kata Hidayat, jika setiap kasus hukum melibatkan orang berpengaruh tidak bisa diselesaikan dengan adil, pandangan rakyat terhadap penegak hukum pasti acuh.

"Makanya, kita tunggu saja bagaimana prosesnya. Kalau terlapor beralibi tidak melakukan, ya itu biasa terjadi. Kalau mengaku mengirim paket, maka dapat dipastikan, terlapor mengakui perbuatannya, selanjutnya penegak hukum yang menentukan sikap berdasarkan bukti itu," jelas Hidayat.

Pemuda Pulo Aceh ini mengaku, dirinya hanya menunggu sikap bijaksana dan jiwa besar Ketua Kadin Aceh itu meminta maaf atas kesalahannya. Hidayat juga mengaku mau memaafkan jika Makmur mengakui kesalahan.

"Tidak mungkin juga orang mau mengirim paket ramadhan atau paket lebaran dengan cara mengancam. Kalau mau kirim paket ramadhan itu tak perlu harus dengan cara ngancam. Orang baik dan berjiwa besar itu biasanya tidak takut mengakui kesalahan," tambanya.

Legipula, lanjut Hidayat, belum pernah ada wartawan yang dikirim paket sembako ke rumah. Menurut Hidayat, kalau ada wartawan dikirim paket sembako ke rumah oleh oknum pengusaha, dapat dipastikan itu suap.

"Lagian, saat pengancaman ingin mengirim paket itu terjadi, Aceh masih normal belum ada lockdown atau heboh ada penyebaran covid-19, jadi kalau ada alibi itu bukan ancaman, coba dijelaskan itu paket berisi apa? Saya yakin tidak ada yang bisa menjelaskan, karena ancaman itu saya yang rasakan," demikian Hidayat.

Kelompok bersenjata, yang berlomba menguasai Tripoli, ibu kota Libya, sepakat melakukan gencatan senjata. Foto: AFP
STATUSACEH - Dua dokter, satu perawat dan pembantu administrasi rumah sakit di Kota Sirte, Libya, diculik oleh kelompok bersenjata, Rabu (22/4).

Kementerian Kesehatan Libya mengecam keras serangan dan penculikan dokter beserta pembantu medis di Rumah Sakit Ibn Sina di Sirte, sekitar 450 km bagian timur Ibu Kota Tripoli.

"Kementerian menganggap pelanggaran yang dilakukan oleh kelompok-kelompok penjahat di kota tersebut, seperti penculikan, penghilangan paksa, dan penyerangan terhadap orang-orang tak bersalah dan personel medis, menghambat pekerjaan rumah sakit dan sektor kesehatan, yang menyediakan layanan medis kemanusiaan bagi warga," bunyi pernyataan tersebut.

Kementerian meminta para tetua dan kepala suku Sirte segera melakukan upaya pembebasan terhadap pekerja medis yang diculik.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan tersebut.

Sejak awal Januari, Sirte telah dikuasai oleh militer yang bermarkas di timur, yang memimpin aksi militer terhadap pemerintah dukungan PBB di Tripoli dan sekitarnya. (antara/jpnn)

PLN merasa tak mampu murahkan tagihan listrik pelanggan 900 VA dan 1.300 VA karena butuh Rp16 triliun. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI).
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menyatakan tak sanggup jika diminta memberikan subsidi kepada pelanggan dengan kapasitas daya listrik 900 Volt Ampere (VA) non subsidi dan 1.300 VA yang tertekan virus corona.

Pasalnya, perusahaan perlu menggelontorkan dana hingga Rp16,9 triliun untuk memberikan keringanan tagihan pada kelompok pelanggan tersebut. Total dana tersebut dihitung berdasarkan jumlah pelanggan dan rata-rata tagihan listrik golongan 900 VA dan 1.300 VA.

Ia mengungkapkan jumlah pelanggan listrik dengan daya 900 VA non subsidi sebanyak 22,7 juta pelanggan. Rata-rata tagihan listrik di kelompok tersebut sebesar Rp143 ribu per bulan.

Sementara, pelanggan listrik dengan kapasitas daya listrik 1.300 VA berjumlah 11,7 juta. Zulkifli bilang rata-rata tagihan listrik setiap bulannya sebesar Rp221 ribu per pelanggan.

"Jadi kalau dihitung kami harus sediakan Rp16,9 triliun per bulan. Jadi itu barang tentu sudah di luar kemampuan PLN untuk melaksanakannya. Hanya pemerintah yang bisa melaksanakan itu," ucap Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam video conference, Rabu (22/4).

Anggota Komisi VII DPR RI Ratna Juwita mengungkapkan pemerintah dan PLN sebaiknya memberikan subsidi kepada pelanggan dengan daya listrik 900 VA non subsidi dan 1.300 VA. Pasalnya, pelanggan di kelompok itu juga terdampak penyebaran virus corona.

"Rumah tangga kelas menengah sudah mulai kesulitan kebutuhan sehari-hari, sudah mulai teriak-teriak," ujar Ratna.

Menurutnya, penyebaran virus corona tak hanya berdampak negatif pada masyarakat kelas menengah ke bawah. Maka itu, Ratna memandang pemerintah dan PLN perlu memperluas insentif listrik kepada masyarakat kelas menengah.

"Bukan hanya keluarga yang kurang mampu yang merasakan dampak, tapi seluruh keluarga. Jadi mudah-mudahan ini bisa menjadi masukan," jelas Ratna.

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp110 triliun untuk memberikan insentif perlindungan sosial kepada masyarakat. Salah satu bentuknya adalah pemberian listrik gratis kepada 24 juta pelanggan dengan daya 450 VA dan diskon 50 persen untuk 7 juta pelanggan 900 VA bersubsidi.

Insentif ini berlaku mulai April hingga Juni 2020. PLN menyatakan total anggaran yang dibutuhkan untuk insentif tersebut mencapai Rp3,4 triliun. | CNN Indonesia

ACEH SELATAN - Paket sembako dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh, untuk masyarakat miskin yang ekonominya terdampak akibat pandemi Covid-19 atau Virus Corona, tiba di Kantor Bupati setempat, Rabu 22 April 2020 siang tadi.

Kedatangan sembako sebanyak 5.933 paket tersebut ikut diantarkan oleh sejumlah Truck TNI dari Kodam Iskandar Muda, dan disambut langsung oleh Plt. Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran bersama Forkopimda Plus.

Kepala Dinas Sosial Aceh, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Fakir Miskin, Fachrial, mengatkan, paket bantuan sembako ini diberikan berdasarkan data calon penerima yang diterima oleh Dinas Sosial Aceh beberapa waktu lalu, yang ditetapkan dalam SK Bupati Aceh Selatan.

“Dalam SK tersebut, ada sebanyak  5.933 kepala keluarga atau KK yang terdampak ekonominya akibat imbas Covid-19 di Aceh. Maka dari Pemerintah Aceh, sembako ini kami kirim dan diperuntukkan untuk mereka yang telah didata sebelumnya,” Fachrial

Fachrial berharap, bantuan berupa beras 10 kg, gula pasir 2 kg, minyak goreng 2 kg, dan sarden 4 kaleng, serta satu dus mie instan tersebut, diberikan kepada mereka yang memang benar-benar layak menerima, sehingga tidak tumpang tindih dengan penerima bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT).

Untuk itu, dia meminta kepada aparat penegak hukum untuk dikawal jalannya penyaluran paket sembako nantinya, agar tidak ada terjadi penyelewengan dalam penyaluran nantinya.

“Bantuan ini tidak diberikan untuk para penerima PKH dan BPNT, melainkan untuk masyarakat miskin yang selama ini belum mendapat bantuan sama sekali,” tegas Fachrial.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Fachrial menyebutkan,  total penduduk Aceh Selatan berjumlah 238.081 jiwa dengan angka kemiskinan sebanyak 31.060 jiwa, sementara itu pemerintah melalui Kementrian Sosial telah membantu masyarakat miskin Aceh Selatan sebanyak 16.880 jiwa melalui bantuan PKH dan BPNT, kemudian dibantu legi dengan bantuan Pemerintah Aceh terhadap masyarakat miskin terdampak Covid-19.

“Jika diasumsikan setiap KK atau keluarga penerima manfaat menanggung 4 jiwa, maka total masyarakat Aceh Selatan yang dibantu sebayak 92.324 jiwa,” ujar Fachrial.

Namun, katanya, apabila ada masyarakat miskin baru di Aceh Selatan yang belum mendapat bantuan sama sekali, dia berharap di sinilah peran Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan untuk membantu masyarakat tersebut dengan skema bantuan pemerintah daerah.

“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan berguna bagi masyarakat Aceh Selatan,” kata Fachrial.

Sementara itu, Plt Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran, langsung meminta para Forkopimda Plus terutama penegak hukum di wilayah hukum Aceh Selatan agar memantau dengan serius pelaksanaan pembagian paket sembako ini nantinya.

"Ini perlu kerja keras kita semua untuk terus mengawal proses pembagian paket sembako ini," ujar Amran.

Di akhir sambutan, Plt Bupati Aceh Selatan itu mengucapkan terimakasih kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang sudah mengirimkan paket sembako untuk masyarakat kurang mampu di Aceh Selatan, dimana perekonomian mereka terdampak oleh pandemic Covid-19.

“Terimakasih kami sampaikan kepada Pemerintah Aceh, Bapak Gubernur Aceh melalaui Dinas Sosial Aceh yang telah menyalurkan bantuan ini untuk masyarakat kurang mampu di Aceh Selatan,” katanya.[]

,
Banda Aceh – Komandan Kodim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis, S.I.P membagikan daging meugang kepada petugas penyapu jalan raya dalam rangka menyambut Ramadhan 1441 Hijriah dan ditengah Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0101/BS Jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah Nomor 32, Gampong Baro, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Rabu (22/04/2020).

Dandim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis, S.I.P mengatakan, bahwa tradisi meugang tahun ini, pihaknya memotong sapi sebanyak 3 ekor untuk dibagikan kepada prajurit dan masyarakat di lingkungan Kodim.

“Alhamdulillah, dalam situasi seperti ini masih ada rezeki bagi kita untuk berbagi kepada prajurit dan masyarakat di lingkungan kita seperti petugas yang biasa nyapu jalan diseputaran Kodim, ada juga yang berjualan dan tukang tambal ban,” jelas Dandim.

Selain itu membagikan daging, lanjut Dandim, pihaknya juga membagikan nasi kotak hasil masakan ibu-ibu persit jajaran Kodim 0101/BS seperti biasa dilaksanakan.

“Alhamdulillah kita juga berikan nasi kotak. sebenarnya nasi ini sudah hampir seminggu lebih kita bagi-bagi dan memang tiap hari ibu-ibu yang memasaknya,” ujar Dandim.

Dandim juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah kepada masyarakat Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

“Kami juga mohon maaf lahir batin, mudah-mudahan kita semua dalam keadaan suci menyambut bulan suci ramadhan dan dalam situasi Covid-19 ini,” pungkasnya.

,
Banda Aceh – Komandan Kodim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis, S.I.P menyerahkan bantuan wastafle portable dan ribuan masker kepada perwakilan penerima untuk pasar-pasar dan puskesmas.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0101/BS Jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah Nomor 32, Gampong Baro, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Rabu (22/04/2020).

Dandim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis, S.I.P mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dengan pihak PT. Adhi Karya (Persero).Tbk untuk diberikan pada sasaran yang belum menerima bantuan.

“Ini merupakan bentuk perhatian kita bersama PT. Adhi Karya (Persero).Tbk dan Kodim 0101/BS terhadap masyarakat, karena masih banyak sasaran yang belum menerima bantuan ini,” tuturnya.

Dandim juga menyebutkan, pihaknya akan membagikan bantuan wastafle portable sebanyak 20 unit yang akan dilaksanakan secara bertahap.

“Sebenarnya masih banyak lagi yang akan kita bagikan bahkan lebih dari 20an, namun untuk sementara hanya ini, mengingat kondisi ekonomi dan keuangan,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut dandim, pihaknya juga telah melaksanakan pembagian masker gratis kepada masyarakat dan melaksanakan penyemprotan disinfektan pada sasaran fasilitas umum selama penangananan pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

“Diluar dari itu, kita juga telah membagi-bagikan masker, menyemprotkan disinfektan di tempat fasilitas umum dan ini kita akan laksanakan seterusnya hingga ke kampung2 agar pandemi Covid-19 dapat ditekan dan tidak makin meluas lagi,” ujarnya.

Terkait Pendemi Covid-19, Dandim juga berharap kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar agar selalu mematuhi kebijakan pemerintah, turut mengecek setiap pembagian sembako dari pemerintah dan jangan lupa berdo’a kepada Allah SWT.

“Saya harap kita semua bisa menyadari akan bahaya Covid-19 dengan mematuhi apa yang menjadi kebijakan pemerintah dan berdo’a kepada Allah SWT  agar wabah ini tidak menyebar dan makin meluas lagi,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Project Director PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Roni Kusuma Negara beserta karyawan, Pasiter Kodim 0101/BS, para Danramil dan Babinsa jajaran serta perwakilan para penerima bantuan.

Penyerahan Sembako Untuk masyarakat di Kecamatan Dewantara
Lhoksukon - Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Cut Meutia kembali membagikan 75 paket bantuan bahan pokok untuk masyarakat ke sejumlah kecamatan di kabupaten Aceh Utara, Selasa (21/4/2020).

Bantuan yang disalurkan hari ini merupakan sumbangan dari Bank Indonesia yang di fokuskan untuk warga miskin, tukang ojek dan penyandang disabilitas yang terdampak Virus Corona (Covid-19) yang akan dibagikan ke sejumlah kecamatan di Aceh Utara yakni Kecamatan Nisam, Sawang, Dewantara, Banda Baro, Cot Girek dan Samudera.

Ketua PUSPA, Suryani SE mengatakan bantuan tersebut di sponsori oleh Bank Indonesia sebanyak 75 paket yang diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Yukon Afrinaldo kepada pihaknya untuk dibagikan kepada masyarakat yang terdampak covid-19.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Yukon Afrinaldo menyerahkan bantuan sembako ke ketua Puspa Suryani untuk dibagikan ke masyarakat yang terdampak covid-19.
"Paket itu diberikan dengan tujuan ikut peduli terhadap pandemi Covid 19 bagi kelompok rentan terdampak, dan Kepala BI menyampaikan supaya bantuan ini dapat di salurkan dengan baik dan bermaafaat bagi masyarakat," katanya.

Suryani menyebutkan, saat penyaluran bantuan sembako banyak ditemukan masyarakat yang tingkat kehidupannya masih sangat memperihatinkan. Dalam hal ini PUSPA mengajak para masyarakat yang taraf kehidupannya layak untuk ikut berpartisipasi dalam mensejahterakan sesama ikut memabntunya.

"Ini bukan hanya tugas pemerintah saja tapi semua unsur harus ikut terlibat dalam kesejahteraan perempuan dan anak khususnya Aceh Utara seperti unsur dunia usaha, unsur masyarakat, unsur akademisi, dan unsur media," imbuhnya.

Tambah Suryani, dalam hal ini bagaimana anak akan tumbuh dengan baik kalau fasilitas pendukungnya tidak memenenuhi seperti sandang pangannya. Karna anak bukan hanya tanggung jawab keluarganya saja namun semua kita wajib bertanggung jawab terhadap hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi karna anak anugrah yang sangat berharga dan juga akan menjadi generasi bangsa yang berkualiatas.

Bagaimana anak akan berkualiatas kalau tidak di dukung dengan pemenuhan hak tersebut.Jadi melalalu Puspa yang merupakan furum fartisipasi masyarakat sebagai wadah keterlibatan semua unsur yang selama ini berjalan sendiri maka untuk kedepan kita bisabersinergi dalam mensejahterakan perempuan dan anak dengan membawa berdera masing masing,"tegasnya.

Suryani juga menghimbau kepada masyarakat untuk lockdown agar bisa memutuskan mata rantai penyebaran covid 19 sesuai arahan pemerintah.

"Semoga pandemi ini akan cepat berakhir sehingga kita bisa melakukan aktivitas seperti biasa nya," harapnya.[]

LANGSA- Pemerintah Kota Langsa menerima 2.031 paket sembako dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh, untuk disalurkan kepada masyarakat miskin di kota tersebut yang perekonomiannya terdampak sejak mewabahnya Virus Corona atau Covid-19.

Paket sembako yang diangkut dalam 6 unit truck tersebut, diserahkan oleh Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Devi Riansyah, diterima oleh Wakil Wali Kota Langsa Marzuki Hamid di halaman kantor Wali Kota Langsa, Selasa 23 April 2020 pukul 14.30 WIB.

Mewakili Kepala Dinas Sosial Aceh, Sekretaris Devi Riansyah menuturkan, bantuan ini diperuntukkan kepada masyarakat miskin yang perekonomiannya terganggu akibat semakin maraknya penyebaran Covid-19 ini. Adapun mereka, seperti para pekerja buruh lepas, pekerja harian lepas, tukang becak, pedagang keliling, dan sejenisnya.

“Dimana masyarakat tersebut perekonomiannya sangat tergantung dari kegiatan sehari-hari,” kata Devi Riansyah yang didamping Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bancana Alam (PSKBA) Dinas Sosial Aceh, Yanyan Rahmat.

Devi Riansyah mengatakan, pihaknya mewakili Pemerintah Aceh memberikan bantuan ini berdasarkan data yang diterima dari Pemerintah Kota Langsa, yang ditetapkan dalam SK Wali Kota Langsa sejak beberapa hari lalu. Data tersebut merupakan hasil verivali calon penerima bantuan diluar penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dan bantuan sosial program keluarga harapan(PKH).

Devi menuturkan, merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh tahun 2019, jumlah penduduk Kota Langsa seluruhnya berjumlah 176.811 jiwa dengan angka kemiskinan 18.624 jiwa. Kemudian melalui Kementrian Sosial RI, masyarakat miskin Kota Langsa dibantu  8.450 keluarga penerima manfaat (KPM) atau KK melalui BPNT dan PKH.

Kemudian semenjak mewabahhya Covid-19, Pemerintah Aceh membantu sembako untuk 2.031 KK, maka jika ditambahkan semua bantuan pemerintah terdapat 10.574 KK masyarakat Kota Langsa yang telah dibantu.

Kemudian, kata Devi Riansyah, jika diasumsikan 4 jiwa dalam setiap KK maka terdapat sebanyak 42.296 jiwa masyarakat Kota Langsa yang mendapat bantuan, atau ada sebanyak 36 persen lebih yang medapat bantuan pemerintah.

“Namun, apabila masih ada terdapat masyarakat miskin baru akibat imbas Covid-19 ini, maka di sinilah peran Pemerintah Kota Langsa untuk membantu,” kata Devi Riansyah.

Devi berharap, paket sembako berupa 10 Kg beras, 2 Kg gula pasir, 2 Liter minyak goreng, 4 kaleng sarden, dan 1 kotak mie instan tersebut, dapat meringankan beban warga kurang mampu di Kota Langsa.

“Untuk itu kami berharap, agar bantuan ini tepat sasaran dan diberikan kepada yang berhak sesuai dengan SK yang telah bapak sampaikan ke kami,” ujar Devi Riansyah.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Marzuki Hamid, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang telah diberikan Pemerintah Aceh kepada pihaknya. Menurutnya, masyarakatnya sangat menantikan bantuan dari Pemerintah Aceh, apalagi di tengah kondisi wabah Covid-19 di Aceh.

“Kami atas nama masyarakat Kota Langsa, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Pemerintah Aceh kepada masyarakat Kota Langsa, umumnya masyarakat seluruh Aceh. Ini adalah program yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat kami. Yang bapak lakukan ini adalah suatu Langkah yang sangat bagus,” katanya, yang juga diwakili oleh Kepala Dinas Sosial Kota Langsa, Armia.

Marzuki Hamid berharap, agar bantuan-bantuan dari Pemerintah Aceh terus berlanjut mana kala ada program-program bantuan lain, sehingga sedikitnya dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kota Langsa.

Selain itu, dia juga memastikan bahwa bantuan nantinya akan dikirimkan ke rumah-rumah warga melalui pilar-pilar sosial dan relawan yang ad di Kota Langsa.

“Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Aceh dan Dinas Sosial Kota Langsa yang telah berlelah-lelah untuk bekerja. Namun harus tetap menjaga Kesehatan, agar kita semua terhindar dari wabah virus ini,” katanya.[]

ACEH TAMIANG- Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh mengantarkan 1.578 paket sembako kepada Pemerintah Aceh Tamiang untuk disalurkan kepada masyarakat miskin yang perekonomiannya terdampak akibat mewabahnya Virus Corona atau Covid-19 di Aceh.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Devi Riansyah, yang diterima langsung oleh  Bupati Aceh Tamiang, Mursil, di halaman kantor Bupati Aceh Tamiang,  Selasa 21 April 2020, Pukul 11.30 WIB.

Bertindak mewakili Kepala Dinas Sosial Aceh, Devi Riansyah mengatakan, paket sembako berjumlah 1.813 paket tersebut merupakan data hasil verivali yang ditetapkan dalam SK Bupati Aceh Tamiang yang kemudian dikirimkan kepada pihaknya di Dinas Sosial Aceh.

Hal yang sama juga untuk kabupaten/kota lainnya, bahwa semua data yang diperoleh pihaknya merupakan hasil verivali kabupaten/kota setempat, untuk itu dia berharap agar paket bantuan ini nantinya dapat diantarkan langsung ke pintu-pintu rumah masyarakat melalui pilar-pilar kesejahteraan sosial dan para relawan.

“Bantuan ini berupa beras medium yaitu beras masyarakat, ini beras 10 Kg yang kita beli dari masyarakat Aceh sebanyak 600 ton dari dana bantuan tak terduga (BTT) Pemerintah Aceh, untuk Kabupaten Aceh Tamiang sendiri ada sebanyak 18 ton yang dibantu, selain itu minyak goreng 2 Kg, Sarden 4 kaleng, dan Mie Instan,” kata Devi Riansyah.

Devi Riansyah mengatakan, para penerima bantuan ini merupakan masyarakat miskin yang ekonominya terganggu akibat wabah Covid-19 ini, seperti para pedagang keliling, penjual kue, buruh bangunan, dan mereka yang memang mencari penghasilan untuk penghidupan sehari-hari. Selain itu mereka bukan penerima bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementrian Sosial.

“Paket bantuan Pemerintah Aceh ini kita harapkan tepat sasaran, sesuai dengan kriteria dan data yang telah ditetapkan dalam SK Bapak Bupati Aceh Tamiang,” kata Devi Riansyah, yang ikut didampingi oleh Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Yanyan Rahmat.

Devi Riansyah merincikan, merujuk pada data Badan Pusat Statistic (BPS) Aceh, jumlah penduduk miskin di Aceh Tamiang berjumlah 39.353 jiwa dari total jumlah penduduk 295.011 jiwa   atau sekitar 15 persen yang dikategorikan sebagai masyarakat miskin. Kemudian melalui skema bantuan bantuan pangan non tunai (BPNT) dan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintah melalui Kementrian Sosial RI telah membantu sebanyak 24.023 keluarga penerima manfaat (KPM) atau KK, dan jika ditambahkan dengan 1.813 paket bantuan terhadap masyarakat imbas Covid-19 dengan asumsi 4 jiwa per KPM maka sudah 104.180 jiwa masyarakat miskin Aceh Tamiang yang telah dibantu oleh pemerintah.

Namun kata Devi Rinsyah, jika ada masyarakat Aceh Tamiang yang belum mendapatkan bantuan apapun dirinya memohon kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk membantunya.

“Jika ada masyarakat yang belum juga menerima bantuan, ini kami harapkan kebijakan Bapak Bupati Aceh Tamiang memikirkannya. Mungkin bisa dengan skema bantuan APBK,” kata Devi Riansyah.

Sementara itu Bupati Mursil dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Aceh untuk masyarakat di daerahnya. Mursil mengaku bahwa data yang dikirimkan ke provinsi merupakan hasil verivali yang dilakukan oleh pihaknya di masyarakat.

Selain bantuan Pemerintah Aceh imbas Covid 19, pihaknya dari pemerintah kabupaten diakuinya juga telah menyalurkan bantuan yang diberikan kepada masyarakat miskin di daerahnya.

“Tentunya kita tidak akan sangat teliti agar tidak ada bantuan yang tumpeng tindih. Dan kami Pemerintah Aceh Tamiang mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Aceh atas bantuan yang diberikan ini,” kata Mursil.[]

Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia, salah satu ikon di negara tersebut. (KOMPAS.COM/AMIR SODIKIN)
Jakarta - Paguyuban masyarakat Aceh yang berada di Malaysia meminta Presiden Joko Widodo ( Jokowi) untuk memulangkan mereka ke tanah air. Hal itu menyusul pemberlakuan lockdown total oleh Pemerintah Malaysia sebulan terakhir. Sehingga mereka kesulitan mencari pekerjaan.

“Banyak warga Aceh di Malaysia ini tidak punya pekerjaan lagi. Warung dan semua usaha tutup. Mereka juga tak bisa keluar rumah. Harap presiden membantu pemulangan,” kata Ketua Perkumpulan Masyarakat Aceh di Malaysia Bukhari dihubungi per telepon, Selasa (21/4/2020).

Menurut data yang dimilikinya, saat ini tercatat 200.000 masyarakat Aceh berada di Malaysia. 80 persen di antaranya menyatakan ingin pulang ke tanah air.

“Hanya 20 persen masyarakat Aceh di Malaysia yang kehidupan ekonominya sudah stabil. Selebihnya berharap upah harian atau bulanan. Ini sungguh mengkhawatirkan, mereka tak memiliki logistik lagi, hanya solidaritas berbagi sesama Aceh sekarang ini menyambung hidup mereka,” katanya.

Bahkan, ada warga Aceh yang sudah mendatangi kantor Polisi Diraja Malaysia untuk meminta makanan. Mereka tak punya solusi lain, karena bekerja di pedalaman dan jauh dari komunitas Aceh lainnya. “Kami harap ini menjadi perhatian presiden,” pungkasnya.

Pemberlakuan lockdown di Malaysia seiring merebaknya wabah virus corona atau Covid-19. Sebagian masyarakat Aceh kini pulang lewat jalur laut secara illegal ke tanah air. M ereka yang tiba secara illegal itu lalu dikarantina di sejumlah tempat di Aceh.

Sumber: Kompas.com

ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menerima 3.364 paket sembako darI Pemerintah Aceh untuk disalurkan kepada masyarakat miskin setempat yang perekomiannya terdampak akibat mewabahnya virus corona atau Covid-19.
Ribuan paket sembako tersebut diantarkan oleh Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, yang diterima langsung oleh Bupati Aceh Timur Hasballah HM Thaib di halaman kantor bupati setempat, Selasa 21 April 2020.
Alhudri dalam sambutannya mengatakan, paket sembako untuk masyarakat miskin terdampak Covid 19 ini jangan pernah sekali-kali untuk disalah gunakan atau memberikan kepada mereka yang tidak berhak menerima peket tersebut.
Menurut Alhudri, Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT sangat mengharapkan agar paket sembako tersebut sedikit tidaknya dapat meringankan beban masyarakat miskin terdampak Covid-19 di Aceh Timur.
Akan tetapi perlu dicatat, kata Alhudri, bantuan paket sembako ini diperuntukkan kepada masyarakat diluar penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dan bantuan sosial program keluarga harapan (PKH), tujuannya agar bantuan yang diterima masyarakat merata.
Untuk diketahui, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Aceh Timur berjumlah 62.739 dari jumlah total penduduk sebanyak 436.081 setelah diakumulasi jumlah penerima bantuan dari BPNT, PKH dan paket sembako akibat wabah Covid-19, ada sebanyak 128.828 ribu jiwa masyarakat Aceh Timur yang telah dibantu pemerintah. Hal itu belum terhitung bantuan yang diterima dari alokasi anggaran daerah Aceh Timur Sendiri.
"Kami dari Pemerintah Provinsi Aceh menyalurkan paket sembako ini berdasarkan usulan nama yang diajukan oleh bupati/wali Kota yang tertuang dalam surat keputusan (SK), maka dari itu, jika ada temuan di lapangan, maka tanggung jawab pemangku kebijkan di tingkat daerah," katanya.
Dalam kesempatan itu, Alhudri, juga mengajak aparat penegak hukum di Aceh Timur agar melakukan pengawalan ketat saat proses penyaluran sehingga tidak terjadi penyelewengan di lapangan.
"Buntuti setiap relawan yang mengantar paket sembako ini ke setiap rumah, agar tidak terjadi penyelewengan," tegas Alhudri.
Sementara itu, Bupati Hasballah mengaku sepakat dengan Kadinsos Alhudri. Menurut Hasballah pengawalan harus dilakukan agar paket sembako tersebut diberikan kepada yang berhak dan tidak terjadi tumpang tindih penerima.
"Saya sepakat dengan apa yang telah disampikan oleh kepala Dinas Sosial Aceh, panyaluran paket sembako harus dikawal oleh penegak hukum agar tidak terjadi penyelewengan," ungkap pria yang kerap disapa Roky.
Roky juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Aceh atas bantuan paket sembako sebanyak 3.364 paket untuk masyarakat miskin terdampak Covid-19 di Aceh Timur.
“Salam hormat kepada Pak Gubernur dan Forkopimda Aceh, saya mengucapkan terimakasih, mudah-mudahan dengan kondisi hari ini kita dapat menghadpi masalah ini sama-sama. Mudah-mudahan Aceh Timur selamat dari penyakit yang membahayakan ini” kata Roky.
Hadir saat penyerahan paket sembako di Aceh Timur, Kabid linjamsos Dinsos Aceh Sya'baniar,SE, Kabid Rehsos Dinsos Aceh Isnandar AKS,MSi, Kapolres Aceh Timur, Kepala Dinas Sosial Aceh Timur beserta jajaran serta para pilar-pilar dinas sosial.[]

Ilustrasi
Jakarta -- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan-RB) mengatur jam kerja bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri yang bekerja di kantor maupun di rumah.

Hal tersebut tercantum dalam Surat Edaran Menpan-RB No. 51/2020 tentang Penetapan Jam Kerja pada Bulan Ramadhan 1441 H Bagi ASN di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Surat yang ditandatangani Menpan-RB Tjahjo Kumolo tersebut tertulis bahwa untuk instansi pemerintah yang memberlakukan lima hari kerja, jam kerja selama ramadan menjadi 08.00–15.00 WIB pada hari Senin hingga Kamis, dan untuk jam istirahat diberikan jam 12.00–12.30 WIB.

"Sementara untuk hari Jumat, jam kerja pada pukul 08.00–15.30 WIB dengan jam istirahat jam 11.30–12.30 WIB," kata Tjahjo di Jakarta, Selasa, 21 April 2020.

Sedangkan bagi instansi pemerintah yang menerapkan enam hari kerja, jam kerja menjadi pukul 08.00 - 14.00 pada hari Senin sampai Kamis dan hari Sabtu, dengan waktu istirahat selama 30 menit dimulai pukul 12.00. Sementara untuk hari Jumat, jam kerja ASN pada pukul 08.00 - 14.30, dengan jam istirahat selama 1 jam terhitung pukul 11.30.

Dalam Surat Edaran dengan tembusan Presiden RI dan Wakil Presiden RI tersebut tertulis bahwa jam kerja efektif  bagi Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah yang melaksanakan lima atau enam hari kerja selama bulan Ramadan1441 Hijriah minimal 32,5 jam dalam satu minggu.

Ketentuan pelaksanaan lebih lanjut mengenai jam kerja pada bulan Ramadan tersebut diatur oleh pimpinan instansi pemerintah pusat dan daerah masing-masing, serta dapat menyampaikan penetapan keputusan tersebut kepada Menteri PANRB.

Selain itu, kata dia, dalam SE tersebut juga dijelaskan bahwa untuk pelaksanaan tugas kedinasan ASN pada masa pandemi Covid-19, dapat memperhatikan Surat Edaran Menteri PANRB No. 38/2020 tentang Protokol Pelaksanaan Tugas Kedinasan di Rumah/Tempat Tinggal (work from home) bagi ASN terkait Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah. | viva

Tapak Tuan - Upaya gotong-royong berbagai elemen masyarakat Aceh Selatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terus menggema.

Kali ini, perkumpulan elemen Mahasiswa Aceh Selatan peduli sosial ikut serta dalam gerakan donasi 1000 masker untuk Masyarakat Aceh Selatan yang sangat membutuhkan. Pembagian masker akan dilakukan pada hari ketiga Ramadan, 26 April 2020 M di Aceh Selatan.

4 unsur lembaga yang tergabung dalam Aceh Selatan Donasi dan Peduli Kemanusiaan (Asel Dolima) adalah Forum Ukhuwah Aceh Selatan (FUAS) yang berkantor di Banda Aceh, Ikatan Mahasiswa Aceh Selatan (IMAS) di Lhokseumawe dan Aceh Utara, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Chapter Aceh Selatan dan rumah produksi jahit Kreatif Khimarta Nomut (KKN).

Koordinator gerakan donasi masker, Riri Isthafa Najmi mengatakan gerakan peduli kemanusiaan ini adalah peran kolaborasi para aktivis mahasiswa di perantauan dan sebagai bentuk pengabdian bersama dalam mencegah penyebaran Covid-19 di kampung halaman.

Riri menambahkan, "Ditengah himbauan social distancing dan physical distancing oleh pemerintah setempat untuk menekan penyebaran Covid-19, ternyata masih banyak saudara-saudara kita yang tidak punya pilihan lain dan harus tetap bekerja dan beraktivitas diluar rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari." imbuhnya.

Melihat kondisi tersebut, Riri mengatakan untuk melawan peningkatan dan penyebaran kasus Covid-19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan peran kita semua dan saling gotong royong.

"Sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kita harus turut mengambil peran, selain mengikuti himbauan dari pemerintah dan anjuran tenaga medis untuk menjaga kesehatan diri, kita juga bisa berkontribusi dalam membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujar Riri.

Himbauan dari Pemerintah Aceh Selatan untuk masyarakat yang sehat dan mengurangi dampak Covid-19 agar selalu menggunakan masker kain saat keluar rumah.

Sudah saatnya seluruh elemen masyarakat bahu membahu untuk saling menjaga lingkungan supaya lebih kuat menghadapi musibah yang menimpa.

"Wabah corona sudah menyebar ke seluruh pelosok negeri. Pemerintah setempat telah mewajibkan masyarakat memakai masker kain ketika beraktivitas di luar rumah. Juga tetap menjaga daya tahan tubuh dan menghindari berita yang meresahkan dan mengkhawatirkan psikologi masyarakat," sebut Riri.

Perolehan galang donasi akan digunakan untuk pengadaan masker kain (non-medis) yang diproduksi langsung oleh mahasiswa-mahasiswi Aceh Selatan yang punya keahlian dalam menjahit dan diproduksi langsung oleh rumah produksi jahit Kreatif Khimarta Nomut (KKN).

Masker yang sudah selesai dijahit akan dibagikan secara langsung dan gratis kepada masyarakat di 3 titik lokasi, diantaranya masjid, pasar, dan rumah sakit.

Target masyarakat yang akan dibagikan adalah kepada para pedagang kaki lima, pekerja harian, pengguna jalan, para jamaah di Masjid, driver ojek online (Ojol), sopir angkutan umum, pasien yang berobat di rumah sakit dan warga sekitar yang belum mampu membeli masker di tengah harga yang melonjak tinggi.

"Terimakasih kepada para pejuang kemanusiaan yang telah berdonasi. Apabila belum mampu berdonasi, mohon bantuannya kepada kita semua agar membagikan dan mempublikasikan flayer donasi kita kepada pihak donatur yang sudi kiranya membantu pengadaan dan pembagian 1000 masker untuk Masyarakat Aceh Selatan." kata Riri.

Riri mengharapkan, ulurkan tangan kepada para donatur untuk mendonasikan sedikit infaknya dalam program pengadaan dan distribusi masker kain gratis sejumlah 1.000 lembar kepada masyarakat Aceh Selatan kepada no rekening di bawah ini:

@AcehSelatan_Peduli_Kemanusiaan

Donasi disalurkan melalui:
1. Masjid
2. Rumah Sakit/
Puskesmas
3. Pasar

Dana yang dibutuhkan Rp 5 Juta. Donasi bisa disalurkan ke:

BNI Syariah
0694621744
M. Ridho Agung

BRI
399101003736537
Indah Dwi Asih

Narahubung:
081215951732
081362725418

Ilustrasi
Banda Aceh - Seorang pria asal Aceh Besar, Aceh, berinisial ZF (30) tega memperkosa istri temannya. Aksi bejat itu dilakukan saat pelaku hendak menjumpai suami korban.

"Pelaku ZF teman sesama tukang dengan suami korban," kata Kapolsek Ulee Kareng AKP Vifa Febriana Sari saat dikonfirmasi detikcom, Senin (20/4/2020).

Aksi pemerkosaan itu bermula saat pelaku hendak menemui suami korban pada Rabu (14/4) malam di kawasan Ulee Kareng, Banda Aceh. Sebelum tiba di rumah korban, pelaku ZF terlebih dulu bertemu dengan paman korban.

Dia lalu meminta paman korban membeli rokoknya dan dia mengaku menunggu di rumah paman korban. Namun tak lama berselang, pelaku masuk ke rumah korban yang sedang sepi sambil mengunci pintu.

Saat itu, suami korban sedang tidak berada di rumah. Pelaku kemudian memperkosa korban MIS (23) dan mengancam agar tidak menceritakan kepada suami korban.

"Korban sempat meronta berteriak, namun korban diancam sama pelaku," ungkap Vifa.

Usai memperkosa korban, pelaku melarikan diri. MIS sempat mengejar pelaku tapi tidak berhasil. Beberapa saat kemudian, paman korban pulang dan korban menceritakan peristiwa yang menimpanya.

"Korban kemudian menghubungi suaminya. Setelah tiba di rumah, suami korban sempat mencari pelaku namun tidak ditemukan," jelas Vifa.

Menurut Vifa, korban bersama suaminya membuat laporan ke Polsek Ulee Kareng pada Kamis (16/4). Pelaku akhirnya dibekuk pada hari yang sama di tempat kerjanya di Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh.

"Pelaku ZF saat ini mendekam di Polsek Ulee Kareng serta dijerat dengan pasal 285 jo 290 ayat 1 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," sebut mantan Kasat Lantas Polres Aceh Besar ini. | detik.com

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh meminta warganya agar meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan jaga jarak fisik (physical ditancing) mengingat tujuh warga Aceh positif virus corona jenis baru Covid-19.

Juru bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani mengingatkan masyarakat harus lebih waspada dan tidak panik setelah mendapatkan informasi penambahan kasus positif.

"Tetap menjaga jarak dan tetap berada di rumah saja bila tidak ada kebutuhan mendesak harus keluar rumah," ujarnya di Banda Aceh pada Senin (20/4/2020).

Dia mengutarakan masyarakat perlu proaktif dalam mendorong orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 untuk berobat, dan mendukung program isolasi mandiri yang harus dijalani.

"Apabila terpaksa harus keluar rumah, maka gunakan masker kain, segera kembali setelah urusan selesai," ucap Saifullah.

Daerah Tanah Rencong telah mencatat tujuh kasus positif Covid-19 dengan perincian dua sedang dalam perawatan medis, empat orang dinyatakan sembuh, dan satu meninggal dunia.

Pasien positif ketujuh yakni PDP dari Kabupaten Pidie yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan sampel lendir (swab) laboratorium polymerase chain reaction (PCR) Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI di Jakarta.

Pasien itu merupakan pria berinisial IA, 24 tahun, yang berasal dari Medan, Sumatra Utara, dan berdomisili di Pidie. IA pasien rujukan dari Rumah Sakit Umum (RSU) Sigli, Pidie ke RSUD Zainoel Abidin Kota Banda Aceh.

Pasien IA dinyatakan positif berdasarkan hasil tes cepat (rapid test), hingga kemudian juga terkonfirmasi terjangkit positif Covid-19 melalui pemeriksaan sampel swab di laboratorium PCR.

Selain IA, dalam dokumen hasil pemeriksaan swab yang dikirim Badan Litbangkes Jakarta itu ke RSUD Zainoel Abidin pada Minggu (19/4/2020), terdapat warga berinisial AW, 42 tahun, perempuan berasal dari Kabupaten Aceh Barat Daya yang dinyatakan negatif Covid-19. | bisnis.com

ZUBIR.HT
Anggota DPRK Aceh Utara.
Lhoksukon - Pandemi Covid-19 belum berakhir, walau eskalasi covid-19 menurun namun langkah langkah preventif dan antisipatif terus wajib dilanjutkan.

Namun yang terjadi dilapangan belum Nampak langkah-langkah kongrit yang dilakukan pemerintah Aceh Utara, beberapa masukan dan Informasi dari kecamatan bahwa penyaluran APD (Alat Pelindung Diri) Tenaga Medis belum maksimal, sampai saat ini pemerintah Aceh Utara hanya memamfaatkan bantuan distribusi APD Dari Propinsi dan Pusat begitu hal nya dengan distribusi sembako.

Padahal kalau dicermati, Anggaran penanganan Covid 19 di Aceh utara yang bersumber dari pengalihan Anggaran APBK hampir 10 Milyar lebih misalnya sumber Pemotongan SPPD Dinas dan DPRK sejumlah 8,5 M yang disepakati beberapa waktu lalu.

Selain itu saya juga menduga banyak anggaran lain yang bisa digunakan atau sudah digunakan seperti pengalihan Anggaran di RSCM Cut Meutia, Pengalihan Anggaran Tanggap Darurat dan Pengalihan Anggaran dari Dinas Kesehatan yang Penggunaannya belum terurai bahkan terindikasi disalahgunakan karena semua sumber pengalihan hanya ditetapkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) bukan Qanun atau Perubahan Qanun.

Untuk itu saya meminta pemerintah Aceh Utara Transparan dalam Penggunaan Pengalihan APBK Untuk Penanganan musibah ini, Pemerintah Jangan Sampai Seperti Ungkapan Pepatah Zaman “Prang Goh Jeud Kuta Kareuloh, Musoh Goeh Troeh Geutanyoe Ka Ceudera” Musibah belum datang, dana yang tersedia sudah habis yang penggunaan nya belum dirasakan oleh Rakyat.

Maka saya menghimbau Pemerintah untuk Transparan dan Menyampaikan Ke Publik Pengunaan Anggaran Tersebut serta meminta public untuk mengawal pengalihan Anggaran tersebut.

Selain itu, saya juga meminta pemerintah Serius menyikapi Interuksi Menteri Keuangan Nomor S-247/MK.07/2020 Tentang penghentian Proses pengadaan Barang/Jasa yang bersumber dari DAK Fisik 2020 Serta Interuksi Gubernur Aceh Nomor 602.1/6075 tentang Penundaan Pelaksanaan Proses Tender DOKA Tahun 2020.

Saya juga menghimbau pimpinan DPRK Aceh Utara untuk segera membentuk dan menetapkan Surat Keputusan Anggota Gugus Penanganan COVID yang bertugas melaksanakan Pengawasan terhadap kinerja Satgas Penanganan COVID Aceh Utara, Gugus Penanganan Covid Wajib Melibatkan Perwakilan Lintas Partai Untuk Mendukung Kerja kerja Satgas Penanganan Covid di Aceh Utara.

Foto: Abdullah Puteh di PN Jaksel (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) melepaskan mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh, dari hukuman 3,5 tahun penjara. MA memutuskan Anggota DPR RI dari Aceh itu tidak terbukti menipu Herry Laksmono.

Kasus bermula pada pertengahan 2011, ketika Abdullah Puteh selaku Komisaris PT Woyla Raya Abadi beberapa kali bertemu dengan saksi Herry Laksmono. Pada pertemuan itu, Puteh mengatakan kepada Herry memiliki Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) dari Menteri Kehutanan atas lahan seluas 6.521 Ha yang terletak di Desa Barunang, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Puteh mengaku tidak punya modal untuk menjalankan usaha tersebut, terutama untuk pengurusan izin-izin lainnya yang diperlukan agar usaha tersebut dapat dijalankan. Untuk itu, Puteh meminta bantuan Herry untuk memodali usaha tersebut dengan menawarkan kerja sama.

Puteh menjanjikan Herry akan diberi hak memanfaatkan kayu yang ada dalam areal izin IUPHHK-HTI. Belakangan, perjanjian itu terjadi silang sengketa. Herry mengaku tidak dapat memanfaatkan hasil penebangan kayu tersebut. Merasa ditipu, Harry mempolisikan Puteh.

Pada 10 September 2019, PN Jaksel memvonis Puteh melakukan tindak pidana penipuan dan dihukum 18 bulan penjara. PN Jaksel mengatakan Herry mengirimkan uang kepada Puteh sebesar Rp 750 juta untuk biaya pengurusan izin amdal. Namun, biaya pengurusan Amdal hanya sebesar Rp 406 juta.

Atas hal itu, jaksa dan Puteh sama-sama banding. Oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, hukuman Puteh diperberat. Ketua majelis Gatot Supramono dengan anggota I Nyoman Sutama dan Hidayat menjatuhkan hukuman 3,5 tahun penjara kepada Puteh.

Puteh tidak diam mendapat hukuman itu. Permohonan kasasi pun dilayangkan. Gayung bersambut. Kasasi Puteh dikabulkan.

"Permohonan kasasi Terdakwa dikabulkan dan membatalkan putusan Judex Facti," kata juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/4/2020).

Duduk sebagai ketua majelis Suhadi dengan anggota MD Pasaribu dan Desnayeti. Vonis itu diketok pada 18 Maret 2020.

"Menurut majelis hakim kasasi, kendati Terdakwa terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan kepadanya tetapi perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana, oleh karena itu melepaskan Terdakwa dari segala tuntutan hukum," papar Ketua Muda MA bidang Pengawasan itu.

Sebagaimana diketahui, pria kelahiran 4 Juli 1948 itu menjadi Gubernur Aceh kurun 2000-2005. Namun di tengah jalan, ia ditangkap KPK karena korupsi helikopter senilai Rp 12,5 miliar.

Puteh akhirnya dihukum 10 tahun penjara. Baru lima tahun menjalani hukuman, ia bebas bersyarat.

Puteh kemudian mencalonkan diri kembali menjadi Gubernur Aceh dari jalur independen tapi kalah. Pada Pemilu 2019 ia mencalonkan diri menjadi anggota DPD Aceh dan lolos ke Senayan. | Detik.com

ACEH JAYA- Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial kembali menyalurkan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di Aceh Jaya yang berdampak akibat Pandemi corona virus.

Paket sembako yang berjumlah 1226 paket tersebut diterima langsung oleh Bupati Aceh Jaya T Irfan TB dihalaman kantor Dinas Sosial Kabupaten Aceh Jaya, Minggu  19 April 2020.

Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri,MM melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Isnandar mengatakan, paket sembako untuk masyarakat Aceh Jaya benar-benar diberikan kepada masyarakat yang berdampak Covid-19 sesuai kriteria yang telah disepakati.

" Saya berharap tidak ada satu pihak manapun yang menyalahgunakan bantuan ini, atau pun memberikan kepada yang tidak berhak," ujar Isnandar.

Kepada pihak penegak hukum, Isnandar juga meminta agar dilakukan pemantauan dan mengawasi jalannya penyaluran paket sembako itu sendiri.

"Sama-sama kita awasi, jika ada penyelewengan, jangan pernah sungkan untuk menindak tegas oknum tersebut," lanjutnya.

Data BPS Aceh per Maret 2019, jumlah penduduk Aceh Jaya sebanyak 92.892 jiwa, adapun masyarakat miskin berjumlah 12.352 jiwa.

Adapun bantuan yang disalurkan yang bersumber dari APBN yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 6,360 Kepala Keluarga atau 25.440 jiwa (dengan asumsi 4 jiwa per KK) untuk Aceh Jaya.

Kemudian paket sembako yang bersumber dari APBA tahun 2020 untuk warga kurang mampu yang berdampak akibat Covid-19 di  Aceh Jaya mendapat sebanyak 1226 paket sembako untuk 1226 Kepala keluarga dengan jumlah jiwa yang terbantu 4.904 jiwa (dengan asumsi 4 jiwa per KK),

Dengan demikian, total bantuan untuk masyarakat  dari pemerintah baik APBN (BPNT) maupun APBA (Paket Sembako) berjumlah 30.344 jiwa yang sudah terbantu.

"Ini (jumlah bantuan) yang diserahkan sudah melebihi angka kemiskinan yang ada di Aceh Jaya saat ini sesuai data yang kami peroleh dari BPS Aceh, belum lagi kalau kita tambahkan jumlah bantuan yang diserahkan oleh bupati," lanjut Isnandar.

Disamping itu, kerja kerja selama ini dilakukan merupakan bentuk dari tanggung  jawab pemerintah terhadap masyarakat guna memastikan adanya kehadiran pemerintah ditengah masyarakat, ujar Isnandar.

Sementar itu, Bupati Aceh Jaya T Irfan TB dalam arahannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah Aceh atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Aceh Jaya khususnya bagi warga yang berdampak dari Covid-19.

"Nanti para petugas relawan yang bertugas  harus berkoordinasi dengan dinsos Aceh Jaya serta Kepala desa, agar tidak ada tumpang tindih dalam pembagian paket sembako tersebut.

Hadir, Kepala Bidang Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial Aceh Fachrial,Spt, kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Aceh Sya'baniar,SE, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Isnandar,AKs,M,Si serta beberapa pejabat eselon lainnya dari Dinas Sosial Aceh. Kepala Dinas Sosial Aceh jaya serta unsur Forkopimda Plus Aceh Jay

BLANGPIDIE- Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh menyalurkan paket sembako untuk masyarakat miskin terdampak Covid-19 atau Virus Corona di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu (18/4/2010).

Paket sembako berupa kebutuhan pokok sebanyak 913 paket itu, diantarkan oleh Tim Dinas Sosial Aceh yang dipimpin Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Sya`baniar, atas perintah Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, diterima secara simbolis oleh Wakil Bupati Abdya, Muslizar, di halaman kantor bupati setempat.

Sya`baniar dalam sambutannya mengatakan, merujuk pada data BPS Tahun 2019, tercatat total jumlah penduduk di Abdya sebanyak 150.393 jiwa dengan persentase kemiskinan 15,25 persen atau sebanyak 24.36 jiwa dari total jumlah penduduk.

Untuk diketahui, kata Sya`baniar, di Abdya ada sebanyak 13.092 kepala keluarga (KK) masyarakat Abdya yang tercatat sebagai penerima bantuan pangan non tunai atau BPNT, yang secara otomatis juga mendapat bantuan program keluarga harapan atau PKH. Data tersebut merupakan sudah termasuk para penerima BPNT baru yaitu sebanyak 1.260 KK.

Untuk itu, mengingat bahwa bantuan penerima sembako untuk masyarakat terdampak covid-19 tidak boleh lagi dari masyarakat penerima BPNT atau PKH maka berdasarkan data yang diberikan oleh Dinas Sosial Abdya yang dituangkan dalam SK Bupati Abdya, ada sebanyak 913 KK, masayarakat Abdya yang ekonominya terdampak akibat Covid 19. Sehingga jika dijumlahkan dengan data penerima BPNT, maka pemerintah telah membantu masyarakat Abdya sebanyak 14.005 KK.

“Asumsinya, jika setiap KK terdapat 4 jiwa, maka ada sebanyak 56.020 jiwa masyaralat Abdya yang dibantu oleh pemerintah atau 34 persen dari total jumlah penduduk,” katanya Sya`baniar.

Karena itu, Sya`baniar mangatakan, Kadinsos Aceh menekankan secara serius agar bantuan ini tidak boleh diselewengkan dan harus diberikan kepada mereka yang berhak untuk menerimanya, sesuai dengan nama-nama yang tertuang dalam SK Bupati Abdya.

“Ketegori penerima bantuan, seperti para tukang, buruh bangunan, ibu-ibu yang jual kue ke sekolah, pedagang keliling, dan tukang becak, atau sejenisnya yang ekonomi mereka terdampak akibat covid 19 ini, selain dari penerima BPNT dan PKH,” kata Sya`baniar.

Kepada para pilar-pilar kesejahteraan sosial, dan para relawan, Sy`baniar mengajak agar ikut serta dalam membantu menyalurkan ke rumah-rumah warga secara langsung, sehingga tidak perlu adanya kerumanan masa saat penyaluran sembako nantinya. Dia juga merincikan, setiap paket sembako yang disalurkan tersebut berisi 2 kg gula pasir, 2 kg minyak makan, 4 kaleng isi 425 gram, 1 dus mie instan, dan 10 kg.

Sya`baniar dalam kesempatan itu juga menjelaskan, bahwa penyaluran paket sembako ini sedikit terlambat dari jadwal lauching yang telah dilakukan beberapa waktu lalu di Dinas Sosial Aceh, hal itu disebabkan karena ada beberapa kendala.

“Semula semua unsur forkopimda plus dan kepala perwakilan Perum Bulog Aceh sudah sepakat untuk besar kita gunakan CBP,  yang merukan beras pemerintah yang dikelola oleh Bulog, namun belakangan keluar rugulasi dari Kememtrian Sosial RI  bahwa besar CBP baru boleh digunakan apabila daerah tersebut ditetapkan sebagai zona mereh penyebarab Covid-19,” kata Sya`baniar.

Kemudian, pihaknya mencari solusi dengan Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah beserta intansi terkait, dan disepakatilah untuk membeli beras dari masyarakat dengan menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) milik Pemerintah Aceh.

“Selain itu , kendala lainnya masuknya data BPNT baru dari Kemesos RI, dan juga beberapa kabupaten/kota belum selesai memverivali data untuk ditetapkan dalam SK dan dikirimken ke Dinas Sosial Aceh,” kata Sya`baniar.

Atas dasar itu, Sya`baniar yang mewakili Kandinsos Aceh ini mengajak semua pihak memaklumi atas kendala yanh terjadi. “Karena kami tidak bole bekerja dengan melawan aturan yang ada,” katanya.

Sementara itu Wabup Muslizar, mengucapkan atas nama Pemerintah Kabupaten Abdya pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Plt Gubernur Aceh selaku Kepala Pemerintahan Aceh saat ini, yang telah respon cepat dalam hal melihat kondisi situasi masyarakat terdampak covid-19 di Abdya.

“Alhamdulillah pada kesempatan hari ini kami telah menerima bantuan dari Pemerintah Aceh  untuk para masyarakat Abdya selian penerima PKH dan BPNT, insya Allah akan disalurkan dengan ketentuan yang telah ditetapkan,” kata Muslizar.

Muslizar berharap, dalam penyaluran nantinya agar pihak pendata yaitu Dinas Sosial Abdya agar data tersebut benar-benar sesuai dengan ketentuan yang ada dan ditetapkan dalam SK Bupati dan tidak terjadi penyelewengan di lapangam. Kemudian kepada para pilar-pilar kesejahteraan sosial seperti TKSK, PKH, PSM, Karang Taruna, serta Tagana, Muslizar memohon semangat dan tenaganya untuk memantau agar bantuan ini tepat sasaran.

“Kemudian kepada kawan-kewan media, kami berharap dengan pemberitaan yang transparan tentunya dapat meminimalisir penyelewengan ini di lapangan. Demikian terimakasih sekali lagi mudah-mudah covid 19 dapat berakhir dengan datangnya bulan Ramadhan,’ ujar Muslizar.

Hadir dalam penyerahan bantuan tersebut Kabid Penanganan Fakir Miskin, Fachrial, Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Yanyan Rahmat, Kepala Devisi Humas Gugus Tugas Covid 19 Dinsos Aceh, Michael Octaviano, serta unsur dari Forkompimkab Abdya.[]
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.