2017-12-10

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Jenazah Musliadi, TKI yang meninggal tersambar petir di Malaysia, tiba di rumah duka (Zuhri/Okezone)
StatusAceh.Net - Seorang tanaga kerja Indonesia (TKI) asal Aceh, Musliadi (28) meninggal dunia akibat tersambar petir saat sedang bekerja di Malaysia. Jenazah korban dikirim dan tiba di rumahnya di Gampong Seuneulop, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, Sabtu (16/12/2017).

Setiba di rumah duka sekitar pukul 06.35 WIB, jenazah disambut keluarga bersama ratusan warga kampung Seuneulop yang telah menunggu kepulangan almarhum. Isak tangis keluarga pecah seketika bersamaan lantunan salawat dan Surah Yasin.

Korban disambar petir saat sedang bekerja di Tampin Negeri Sembilan, Malaysia, pada Rabu 13 Desember 2017. Musliadi bekerja sebagai buruh bangunan di sana.

Jenazah dipulangkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. Kemudian dilanjutkan via darat dari Aceh Besar ke Aceh Barat Daya.

Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinas Sosial Aceh, Rohaya Hanum mengatakan, pemerintah Aceh ikut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa almarhum.

"Semogga Allah menerima semua amalan almarhum," kata Rohaya yang ikut mengantar jenazah korban.

Rohaya Hanum meminta kepada warga yang hendak bekerja ke Malaysia agar melengkapi dokumen resmi jangan sampai berurusan dengan hukum. "Selain itu, juga akan memudahkan pemerintah Aceh dalam mengurus pemulangan saat ada masyarakat Aceh yang musibah di Malaysia," katanya. | Okezone

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Drh Irwandi Yusuf M Sc, menerima penyerahan enam unit mobilpembersih lantai untuk Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Mobil yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Aceh Syari’ah itu diserahkan oleh Direktur Bank Aceh Busra Abdullah,berlangsung di Plaza Masjid Raya Baiturrahman, Jum’at (15/12/2017).

Acara penandatanganan dan penyerahan itu dilakukan usai pelaksanaan Shalat Jum’at, turut dihadiri oleh Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Prof Azman Ismail,Kepala Dinas Syari’at Islam Aceh, Munawar A Djalil dan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Lc, MH. 6 unit mesin pembersih lantai itu selanjutnya diserahkan kepada UPTD Masjid Raya Baiturrahman.

Pada kesempatan itu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, meminta kepadaPerusahaan-perusahaan yang selama ini beroperasi di Aceh dan mengabaikan menyalurkan CSR, agarmengikuti jejak Bank Aceh Syari’ah, yang rutin menyalurkan CSR di Bumi Serambi Mekah.

“Sebetulnya di Aceh ini banyak perusahaan tetapi tidak banyak yang bayar CSR. CSR adalah kewajiban perusahaan, bukan dana sedekah dan tidak harus mengemis untuk mendapatkannya karena CSR adalah tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat sekitar,” tegas Gubernur.

Pria yang akrab disapa Bang Wandi mengungkapkan, dirinya tidak banyak mendapat laporan, terkait perusahaan-perusahaan yang telah membayar dana CSR, baik saat ini maupun di masa pemerintahan pertamanya, yaitu periode 2006-2012.

“Saya himbau perusahaan-perusahaan agar melunasi kewajibannya, sebab CSR ini hukumnya hampir sama dengan hukum zakat. Sesuatu yang telah kita sepakati tetapi tidak kita tepati, dosa hukumnya,” ujar Irwandi.

Pilot Eagle One Hanakaru Hokagata itu juga mengingatkan, bahwa dirinya telah mulai mengirim staf untuk memantau perusahaan-perusahaan yang telah membayar CSR dan kewajiban lainnya. “Secara tersamar saya sudah mengirim staf yang bertugas untuk mengidentifikasi perusahaan mana saja yang telah membayar pajak dengan benar, tak ada tipu-tipu. Kemudian perusahaan yang membayar CSR.”tambahnya.

Bang Wandi meyakini, jika semua perusahaan yang beroperasi di Aceh memenuhi komitmennya di lokasi masing-masing perusahaan, maka akan meminimalisir konflik, bahkan akan menghadirkan hubungan yang baik.

“Ada banyak perusahaan sawit dan perusahaan lainnya di Aceh. Insya Allah, jika CSR disalurkan dengan baik, maka hubungan lingkungan masyarakat sekitar dengan perusahaan tentu akan terjalin dengan baik,” imbuh Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur menyampaikan Apresiasi kepada Direktur Utama Bank Aceh Syari’ah Busra Abdullah dan seluruh jajaran yang peduli dengan dana CSR. “Peduli dengan CSR tentu saja peduli juga dengan pajak dan zakat.”

Usai menandatangani berita acara serah terima 6 unit mesin pembersih lantai, Gubernur bersama Dirut Bank Aceh menyempatkan diri untuk mencoba mengoperasikan mesin pembersih lantai yang berbentuk mini car itu.
(Rill)

Banda Aceh - Perusahaan-perusahaan yang selama ini beroperasi di Aceh dan mengabaikan menyalurkan CSR, dihimbau mengikuti jejak Bank Aceh Syari’ah, yang rutin menyalurkan CSR di Bumi Serambi Mekah.

Himbauan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, Drh Irwandi Yusuf M Sc, dalam sambutannya usai menerima 6 unit mesin pembersih lantai, yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Aceh Syari’ah, di Plaza masjid Raya Baiturrahman, Jum’at (15/12/2017).

“Sebetulnya di Aceh ini banyak perusahaan tetapi tidak banyak yang bayar CSR. CSR adalah kewajiban perusahaan, bukan dana sedekah dan tidak harus mengemis untuk mendapatkannya karena CSR adalah tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat sekitar,” tegas Gubernur.

Pria yang akrab disapa Bang Wandi mengungkapkan, dirinya tidak banyak mendapat laporan, terkait perusahaan-perusahaan yang telah membayar dana CSR, baik saat ini maupun di masa pemerintahan pertamanya, yaitu periode 2006-2012.

“Saya himbau perusahaan-perusahaan agar melunasi kewajibannya, sebab CSR ini hukumnya hampir sama dengan hukum zakat. Sesuatu yang telah kita sepakati tetapi tidak kita tepati, dosa hukumnya,” ujar Irwandi.

Pilot Eagle One Hanakaru Hokagata itu juga mengingatkan, bahwa dirinya telah mulai mengirim staf untuk memantau perusahaan-perusahaan yang telah membayar CSR dan kewajiban lainnya. “Secara tersamar saya sudah mengirim staf yang bertugas untuk mengidentifikasi perusahaan mana saja yang telah membayar pajak dengan benar, tak ada tipu-tipu. Kemudian perusahaan yang membayar CSR.”

Bang Wandi meyakini, jika semua perusahaan yang beroperasi di Aceh memenuhi komitmennya di lokasi masing-masing perusahaan, maka akan meminimalisir konflik, bahkan akan menghadirkan hubungan yang baik.

“Ada banyak perusahaan sawit dan perusahaan lainnya di Aceh. Insya Allah, jika CSR disalurkan dengan baik, maka hubungan lingkungan masyarakat sekitar dengan perusahaan tentu akan terjalin dengan baik,” imbuh Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur menyampaikan Apresiasi kepada Direktur Utama Bank Aceh Syari’ah Busra Abdullah dan seluruh jajaran yang peduli dengan dana CSR. “Peduli dengan CSR tentu saja peduli juga dengan pajak dan zakat.”

Usai menandatangani berita acara serah terima 6 unit mesin pembersih lantai, Gubernur bersama Dirut Bank Aceh menyempatkan diri untuk mencoba mengoperasikan mesin pembersih lantai yang berbentuk mini car itu.

Acara penandatangan yang dilakukan usai pelaksanaan Shalat Jum’at Berjama’ah itu turut disaksikan oleh Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Prof Azman Ismail dan Kepala Dinas Syari’at Islam Aceh, Munawar A Djalil. 6 unit mesin pembersih lantai itu selanjutnya diserahkan kepada UPTD Masjid Raya Baiturrahman. (Rill)

Ilustrasi
LHOKSEUMAWE- Terkait pengusutan kasus dugaan korupsi dana bantuan ternak di Dinas Kelautan, Perikanan,dan Pertanian (DKPP) senilai Rp14 miliar tahun 2014, akhirnya  pihak Polres Lhokseumawe menetapkan dua oknum pejabat sebagai tersangka. 

Setelah melalui serangkaian penyidikan yang panjang dalam mengusut kasus dugaan korupsi dana bantuan ternak senilai Rp14, 5 Miliar tahun 2014, akhirnya dua oknum pejabat Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian ditetapkan statusnya menjadi tersangka. 

Masing-masing  DH (47) dan IM (43) oknum PNS (PPTK) di DKPP Kota Lhokseumawe.

Hal itu diungkapkan Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Budi Nasuha Waruwu kemarin via press realesenya.

Kasat mengatakan kedua tersangka akhirnya ditetapkan sebagai tersangka telah melalui serangkaian penyidikan yang sudah ditempuhi.

Antara lain, telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, penyitaan dokumen, permintaan keterangan ahli, audit kerugian negara (BPKP perwakilan ACEH) dan sudah menggelar perkara. 

"Maka dengan ini penyidik menyimpulkan dan menetapkan dua orang saksi menjadi berstatus tersangka, " terangnya. 

Pasca perubahan status itu, sambungnya, maka pihak polisi telah melayangkan surat panggilan sejak Jumat (15/12) kemarin, terhadap kedua tersangka.

Karena kedua tersangka harus memenuhi panggilan untuk dilakukan pemeriksaan pada hari Senin (18 / 12) mendatang diruang Unit IV Tipikor Lhokseumawe. 

Sementara itu, Sekda Kota Lhokseumawe Bukhari AKS yang dihubungi via telepon selulernya mengaku kaget mendapat informasi tersebut. 

Saking kagetnya sekda berulang kali memastikan dengan bertanya apa benar dalam kasus itu sudah ditetapkan tersangkanya. 

"Apa  sudah ditetap tersangkanya dalam kasus tersebut. Apa benar. Sy sedang di Banda Aceh," ujarnya seraya memutuskan hubungan komunikasi. (Zai)

,
Lhokseunawe - Korem 011/Lilawangsa adakan kegiatan Yasinan, Zikir dan Doa bersama usai melaksanaan sholat Asar berjamaah, di Masjid Al-Fitrah Asrama Korem setempat, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Jumat (15/12/2017).

Kegiatan Keagamaan dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika atau Hari Infanteri yang dilaksanakan oleh ratusan prajurit TNI Makorem dan Satuan Dinas Jawatan Lhokseumawe sekaligus sebagai Muhasabah diri untuk menguatkan iman dan taqwa.

Dalam sambutanya Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono dibacakan Kasrem 011/Lilawangsa Letkol Inf Shofanudin menyampaikan bahwa dalam menyambut Hari Juang Kartika atau Hari Infanteri disetiap tahunnya pada Bulan Desember, khususnya di Wilayah Korem 011/Lilawangsa senantiasa mengajak seluruh prajuritnya untuk melaksanakan  kegiatan Keagamaan.

Alunan Yasin, Zikir untuk mendoakan arwah para suhada Pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan ini. Terlebih kepada kita agara selalu bersyukur dan memohon Ridho Allah Swt agar kita semua diberikan kesehatan dan kenikmatan sekaligus perlindungan bagi keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai bersama, tuturnya.

“Yasinan dan Doa bersama sebagai Muhasabah diri untuk menguatkan iman dan taqwa, serta bentuk rasa syukur sebagai prajurit TNI abdi negara dan abdi masyarakat. Sehingga selama melaksanakan tugas kita selalu diberikan keselamatan dan kelancaran”, pungkas Kasrem.

Yasinan dipandu oleh Purnawirawan TNI Zulkifli, kegiatan turut dihadiri dan diikuti antara lain, Kasrem 011/Lilawangsa Letkol Inf Shofanudin, para Kasi dan Pasi Rem 011/LW, para Komandan/Kepala Satdisjan Lhokseumawe, masyarakat seputaran Asrama, serta keluarga besar Korem prajurit dan keluarganya.(Laung)

,
Langsa - Korem 011/Lilawangsa mengelar kegiatan Upacara Hari Juang Kartika dan Hari Infanteri terpusat, di Lapangan Merdeka Kota Langsa, Wilayah Kodim 0104/Aceh Timur, Jum’at (15/12/2017).

Upacara tersebut dipimpin oleh Ispektur Upacara (Irup) Kepala Staf Korem (Kasrem) Letkol Inf Shofanudin mewakili Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, kerena menghadiri undangan di Manado,  Sulawesi, untuk menerima penghargaan dari Menteri Pertanian RI, kehormatan atas keberhasilan dalam penyerapan gabah, di Wilayah Korem 011/Lilawangsa, Provinsi Aceh.

Saat memimpin upacara,  Kasrem membacakan Amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengajak seluruh prajurit, ASN dan Keluarga Besar TNI AD untuk menundukkan kepala sejenak, mengenang jasa para pahlawan dan pendahulu yang telah melahirkan serta membesarkan TNI Angkatan Darat, seraya berdoa semoga amal bakti dan perjuangannya diterima dan dicatat sebagai amal ibadah oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Selanjutnya, KSAD Jenderal TNI Mulyono  menyampaikan ucapan “Selamat Hari Juang Kartika” dan "Dirgahayu TNI Angkatan Darat”, kepada segenap Prajurit dan ASN Angkatan Darat beserta keluarga dimanapun berada dan bertugas.

Lebih lanjut Ksad mengatakan, bahwa Palagan Ambarawa adalah simbol kemanunggalan TNI AD dan rakyat Indonesia. Hubungan antara TNI AD dan
rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka, namun lebih dari itu, TNI AD memiliki hubungan biologis dengan rakyat Indonesia karena dilahirkan dari rakyat sehingga senantiasa membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Begitu juga sebaliknya, rakyat adalah pendukung dan penguat perjuangan TNI AD dalam setiap tugas yang diemban. Kondisi di atas tersirat dalam tema yang ditetapkan pada Hari Juang Kartika tahun 2017 ini, yaitu “MANUNGGAL DENGAN RAKYAT, TNI AD KUAT”. sebut Kasrem dalam Amanatnya KSAD.

Diakhir kegiatan, Kasrem 011/Lilawangsa Letkol Inf Shofanudin didampingi antara lain, Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar, Walikota Langsa diwakili Sekdako Langsa Syahrul Thaib, SH.MAP, Bupati Aceh Tamiang yang diwakili Asisten I Mixs Donal, Kapolres Kota Langsa AKBP Satya Yuda Perkasa, menyerahkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 25 Unit, penyerahan sebanyak 500 paket sembako.

Selain itu, penyerahan bantuan perehapan 1 unit Masjid At’taqwa, santunan kepada para Vetran, dan dilanjutkan peninjauan Pengobatan Massal, Donor darah menghasilkan sebanyak 200 kantong, dan turut dihadiri diantaranya para Dandim dan Danyonif jajaran Korem 011/LW, Kapolres Kota Langsa AKBP Satya Yuda Perkasa, dan para unsur Forkopimda Kota Langsa, para Ulama, serta masyarakat Wilayah Kota Langsa.

Acara ditutup dengan berbagai hiburan diantaranya, Bela diri militer dari satuan Batalyon Raider khusus 111/Karma Bhakti, Pencak silat dan Aktrasi Pemecahan Kepingan ES berlapis, Genteng, dan lainnya oleh prajurit TNI Batalyon Infanteri 114/Satria Musara, hingga mengundang perhatian ribuan masyarakat Kota Langsa.(Laung)

Lhoksukon - Team Opsnal Sat Res Narkoba Aceh Utara berhasil meringkus dua orang pemakai narkoba jenis sabu dan ganja di gampong Cot Murong Kecamatan Baktiya Barat, Kamis 14 Desember 2017 kemarin sekitar pukul 16:15 WIB sore.

Dua tersangka yakni AZ (29) yang merupakan oknum anggota Polres Lhokseumawe, dan AW (47) warga Gampong Cot Murong Kecamatan stempat.

Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji melalui Kasat Narkoba AKP Ildani Ilyas kepada StatusAceh.Net, Jumat, (15/12/2017) mengatakan, Penangkapan tersebut  berdasarkan informasi dari masyarakat yang kerap melakukan transaksi dan pemakaian narkoba di daerahnya.

“ Penangkapan itu bermula dari laporan masyarakat bahwa di sering di lakukan sebagai tempat penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan ganja,” katanya.

Selanjutnya Team Opsnal Sat Res Narkoba yang dipimpin oleh Kasat Res Narkoba Polres Aceh Utara bergerak ke TKP, kemudian dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan serta ditemukan sejumlah barang bukti Narkoba jenis ganja dan Sabu.

Barang Bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka diantaranya 2 amp ganja yang di kemas dengan kertas koran seberat 10,84 gram/bruto, 1 kaca pirek yang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat 1,58 gram/bruto, 1 buah alat hisap sabu yg terbuat dari botol lasegar,  2 sendok yang terbuat dari pipet, 1 buah manchis,  1 unit hp merk acer warna hitam, 1 hp merk nokia warna hitam.

“Barang bukti disita dari tangan tersangka dan kemudian dilakukan penangkapan,  selanjutnya tersangka dan barang bukti tersebut dibawa oleh petugas ke Sat Res Narkoba Polres Aceh Utara guna pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Kasat Narkoba.(TSA)

StatusAceh.Net - Pemerintah Myanmar dua hari lalu mengatakan polisi menangkap dua wartawan kantor berita Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo. Keduanya dikatakan sedang meliput tindakan kekerasan dilakukan militer terhadap muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine.

Kementerian Informasi dalam pernyataannya di laman Facebook mengatakan kedua jurnalis bersama dua polisi diancam undang-undang rahasia negara dengan ancaman maksimal 14 tahun penjara.

Pihak kementerian mengatakan kedua wartawan itu 'memperoleh informasi ilegal untuk disebarkan kepada media asing.' Pernyataan itu diikuti foto kedua jurnalis yang sedang diborgol, seperti dilansir Reuters, Rabu (13/12).

Mereka dikatakan ditahan di sebuah kantor polisi di pinggiran Yangon.

Wa Lone dan Kyaw Soe Ooo hilang Selasa malam lalu setelah mereka diundang makan malam oleh pejabat polisi.

Setelah diantar sopir ke lokasi sekitar pukul 20.00, kedua jurnalis dan dua polisi itu menuju restoran terdekat. Kedua wartawan itu kemudian tidak kembali ke mobil.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut peristiwa kekerasan dilakukan militer Myanmar terhadap warga Rohingya adalah 'contoh mendasar dari pembersihan etnis'.

"Wartawan Reuters Wa Lone dan Kyaw Soe Oo sedang meliput peristiwa penting di Myanmar dan kami baru mengetahui hari ini mereka ditangkap karena tugasnya," kata Pemimpin Redaksi Reuters Stephen J. Adler.

"Kami marah dengan serangan terang-terangan terhadap kebebasan pers. Kami meminta pihak berwenang segera membebaskan mereka," ujar Adler.

Juru bicara pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi membenarkan dua wartawan itu ditangkap.

"Tidak hanya dua wartawan kalian, tapi juga polisi yang terlibat dalam kasus ini," kata juru bicara Zaw Htay. "Kami akan menindak polisi dan juga kedua wartawan itu." | Merdeka.com

Jakarta - Presiden Joko Widodo menjamu makan siang dan menggelar pertemuan dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis 14 Desember 2017.

Setelah makan siang dan pertemuan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa dirinya melaporkan tentang proses serah terima jabatan yang diawali dengan pelaksanaan fit and proper kemudian  pengambilan sumpah dan serah terima jabatan Panglima TNI.

"Semuanya berjalan dengan lancar, aman, berkat dukungan dari semua pihak, dari KASAD, KASAL, semua dukung proses dari alih jabatan tersebut," ucap Hadi.

Selain itu, Hadi juga menyebutkan bahwa masa transisi peralihan kepemimpinan di tubuh TNI semuanya berjalan sesuai rencana. "Berkat dukungan dari KASAD, KASAL, sehingga solidaritas di tubuh TNI sangat kuat karena dukungan-dukungan tersebut," tutur Hadi.

Hal lain yang dibicarakan adalah mengenai industri strategis, dimana Presiden menginginkan peningkatan dari industri strategis tersebut untuk memenuhi kebutuhan dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

"Industri strategis ini tentunya diperlukan untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang diperlukan oleh TNI," kata Hadi.

Namun yang terpenting dari pembicaraan tersebut adalah menjaga solidaritas TNI secara internal maupun solidaritas dengan Polri "Karena TNI-Polri apabila tercapai satu kesatuan solidaritas tinggi tentunya juga akan berpengaruh dari seluruh aspek kehidupan yang ada," ujar Hadi.(Rill)

Ilustrasi
Banda Aceh - Seorang kepala desa di Aceh ditangkap polisi karena diduga menipu warga dengan modus penjualan tanah. Akibatnya, korban mengalami kerugian Rp 180 juta.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP M Taufiq, mengatakan, pelaku berinisial ND (52) asal Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, ditangkap di rumahnya setelah polisi menerima laporan dari korban. Awalnya, pelaku menjual sepetak tanah kepada korban namun belakangan mengakui tanah tersebut dijual.

"Pelaku tersebut diduga telah melakukan tindak pidana penipuan pada Senin 4 Januari 2016 di Desa Lampaseh Kota Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh," kata Taufiq kepada detikcom, Kamis (14/12/2017).

Menurutnya, saat itu pelaku hendak menjual sepetak tanah yang berada di Gampong Bada Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, kepada korban. Setelah terjadi kesepakatan harga, korban menyerahkan uang panjar Rp 40,8 juta. Tak lama kemudian, ayah korban kembali menyerahkan uang panjar sebesar Rp 30 juta.

Berselang beberapa hari kemudian, ayah korban kembali menyerahkan penambahan uang panjar Rp 5 juta. Peluasan uang pembelian tanah selanjutnya dilakukan korban dengan menyerahkan satu unit mobil Kijang Kapsul Tahun 2001 yang dihargai sebesar Rp 65 juta.

"Dan pada saat korban sedang membersihkan sepetak tanah yang telah dibeli dari pelaku tersebut, pemilik daripada tanah tersebut datang dan menerangkan bahwa tanah yang sebelumnya dibeli korban tersebut tidak pernah dijual," jelas Taufiq.

Akibat kejadian tersebut korban merasa dirugikan sebesar Rp 180 juta. Tak terima, korban kemudian membuat Laporan Polisi Nomor : LPB / 522 / IX / 2017 / SPKT, Tgl 25 September 2017. Usai mendapat laporan, polisi turun tangan dan memburu pelaku.

"Saat ini pelaku sudah dibawa ke Polresta Banda Aceh guna dilakukan proses lebih lanjut," ungkap Taufiq.| Detik.com

Jakarta - Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kepariwisataan IV Tahun 2017 yang berlangsung Selasa (12/12/2017) di The Kasablanka Hall (Kota Kasablanka), Jakarta meriah dan heboh.

Tidak tanggung-tanggung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang hadir dalam pertemuan tersebut memberikan ucapan selamat kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya yang berhasil membuat Rakornas Pariwisata IV tersebut membuat decak kagum audien yang hadir.

“Sukses pariwisata Indonesia di bawah komandan Pak Menteri Arief Yahya,” aku Budi Karya.

Rakor yang dihadiri seribuan stakeholder pariwisata ini mengangkat tema Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018 dalam rangka mewujudkan target pariwisata nasional 2018 sebanyak 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani yang dipercayakan sebagai Ketua Visit Wonderful Indonesia 2018 itu didepan ribuan orang yang hadir menjelaskan apa itu ViWI 2018.

"Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018 merupakan program yang diinisiasi oleh industri baik tour operator, travel agent, hotel, transportasi, dan taman hiburan. Semuanya terkoneksi melalui asosiasi yang langsung atau tidak langsung nyambung dengan sektor pariwisata Indonesia," ujar Haryadi.

Goalnya? Apalagi kalau bukan mengejar target 17 juta kunjungan wisman di 2018. Programnya juga paralel mengejar target besar 20 juta wisman di 2019.

“Kita harus lebih mampu 'menjual’ pariwisata Indonesia secara langsung melalui produk pariwisata. Momentumnya sudah tepat. Sekarang branding Wonderful Indonesia sudah sangat ngehits. Terima kasih Pak Menpar Arief Yahya yang sudah sudah membuat pariwisata Indonesia mendunia. Branding awareness Wonderful Indonesia sudah sampai ada di mana-mana,” aku Haryadi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi yang juga ikut hadir di Rakornaspar Pariwisata VI, juga mengaku siap mendukung ViWI di Aceh dengan menghadirkan sejumlah even yang kini telah dipersiapkan.

"Dalam rangka mengisi program ViWI 2018, kita juga akan menggelar banyak even baik bertaraf nasional bahkan internasional yang menyasar wisatawan mancanegara," sebutnya, Kamis (14/12/2017).

Tidak hanya even saja, Disbudpar Aceh akui Reza juga akan berkolaborasi dengan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Aceh untuk ikut ambil andil menghadirkan destinasi digital.

"Teman-teman GenPI Aceh telah melakukan survei, lokasi dan menyusun konsep destinasi digital yang saat ini disebut pasar-pasar Instagramable, kita harap ini juga menjadi bagian penting untuk mendukung terciptanya destinasi baru di Aceh yang menjadi pilihan bagi wisatawan saat berada di Serambi Mekkah," ujarnya sembari menyatakan siap mendukung langkah positif dari laskar digital Aceh tersebut.

evenMenpar Arief Yahya sendiri mengaku senang dengan banyaknya pihak yang ikut mendukung program ViWI 2018, baik dari pelaku industri pariwisata yang berada di pusat hingga di daerah.

“Kita perlu Indonesia Incroporated. Semua kerja bareng untuk menciptakan sources of synergy. Arahnya harus size getting bigger, scope getting broader dan skill getting better. Jika maju serentak dan solid, maka kemenangan demi kemenangan bisa kita wujudkan,” beber pria asal Banyuwangi tersebut.(Rill)

Banda Aceh - Gubernur Aceh drh. Irwadi Yusuf optimis pembahasan Anggaran 2018 yang sedang dibahas bersama antara pihak eksekutif dengan legislatif akan ada jalan keluarnya.

Irwandi menyebutkan dinamika yang muncul dalam pembahasan merupakan hal yang biasa, namun Irwandi berharap segera ada jalan keluarnya.

“Ya begitulah dinamika legislatif dan eksekutif, tapi nanti mudah-mudahan ada jalan keluarnya,”ujar Irwandi disela-sela penyerahan DIPA 2018 di Aula serba guna Kantor Gubernur Aceh, Senin (14/12/2017).

Senada dengan itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Lc, MH mengatakan bahwa pembahasan anggaran tahun ini agak berbeda dan lebih ketat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, karena semua unsur dalam kegiatan harus ada data dukung terlebih dahulu, seperti DED, ketersediaan lahan, spek, RAB, TOR dan lain-lain,”lanjutnya lagi.

Namun demikian Mulyadi Nurdin optimis semua persyaratan itu akan sangup dipenuhi oleh SKPA terkait sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, “Karena prinsipnya ini semua akan diproses secepat mungkin, karena ada surat Mendagri yang mengharuskan percepatan pembahasan dan pengesahan Anggaran,”tambahnya.

Mulyadi Nurdin, menjelaskan bahwa, gubernur juga meminta kepala seluruh Kepala SKPA di jajaran pemerintah Aceh, agar seluruh kegiatan pada tahun 2018, harus lebih baik dan lebih cepat.

“Seluruh kegiatan itu harus sudah tanda tangan kontrak sebelum 31 Maret, karena hal itu sesuai dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2015,”lanjutnya.

 Gubernur juga meminta kepada SKPA agar melakukan up load dokumen lelang paling lambat 15 Januari 2018.(Rill)

Banda Aceh - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menyerahkan dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Dana Transfer Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2018. Dokumen itu diserahkan kepada instansi vertikal dan pimpinan daerah di seluruh Aceh, di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Kamis 14 Desember 2017.
   
Irwandi meminta agar seluruh kepala daerah bisa menyerahkan segera DIPA itu kepada SKPK di masing-masing daerah. "Akhir desember ini juga harus diserahkan agar pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan di awal tahun depan," kata Irwandi Yusuf.

Selain itu, gubernur meminta agar pengesahan APBK di semua daerah bisa dilakukan tepat waktu sehingga pelaksanaan program kegiatan tahun 2018 tidak ada kendala.

"Seluruh kegiatan tahun 2018 harus lebih baik dan cepat," kata Irwandi. Semua tandatangan kontrak kegiatan, diminta Irwandi harus selesai sebelum 31 Maret 2018.

Total DIPA APBN untuk Aceh di tahun 2018 adalah senilai Rp.48,6 triliun. Angka itu meningkat dua triliun dari tahun lalu. Total anggaran itu terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar 13,8, dana transfer 38 triliun. Khusus otsus 8,03 triliun.

Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan lembaga vertikal yang ada di Aceh, para bupati/walikota se-Aceh, Wali Nanggroe Aceh, Sekda Aceh, Para asisten, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, serta seluruh kepala SKPA lainnya. (Rill)

Lhokseumawe- Personil Sat Reskrim Polres Lhokseumawe bersama bekerja sama dengan unit Reskrim Polsek Muara satu berhasil meringkus tersangka pencurian kabel PLN di Desa  Batuphat Timur Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe, dari tersangka polisi sita 3 gulung kabel PLN.” Kamis (14/12/ 2017) pukul 16.30 Wib

Tersangka yang dirungkus yakni MH Als AY (28) tahun Wiraswasta warga Desa Padang Sakti Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha mengatakan, penangkapan tersangka MH (28) berawal dari penyelidikan yang kita lakukan terkait dengan laporan hilangnya kabel milik PT. PLN di Box Trafo di kawasan rancung Muara satu.

“Saat ini ada beberapa temannya sudah kita ketahui dan masih dalam pengejaran tim di lapangan.” ungkap AKP Budi Nasuha

Sambungnya, Kronologis kejadian berawal dari, senin (12/12/2017) pukul 11.00 Wib tepatnya di depan SDN Negeri 1 Muara satu, masyarakat yang mengantarkan anaknya ke sekolah melihat Box MS 34 terbuka dan paralon penutup kabel berserakan, kemudian masyarkat melaporkan hal tersebut kepada pihak PLN.

Akibat pencurian tersebut sepanjang Jalur jalan Simpang VI Rancong Lampu PLN Padam dan kerugian pihak PLN diperkirakan mencapai  Rp . 100.000.000 (saratus juta Rupiah).”imbuhnya

“Dari tersangka berhasil disita 3 buah gulungan kabel PLN berbahan kuningan, 4 buah gulungan lempeng pelindung kabel berbahan kuningan, 1 buah linggis dan 1 buah pedang samurai.”jelasnya

Tersangka terancam melanggar pasal 363 KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan saat ini tersangka diamankan di Mapolres Lhokseumawe untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.”tegas AKP Budi Nasuha.(RMD)

Lhokseumawe - Tabrakan antara mobil Grand Max dan Supra 125 terjadi di jalan Nisam Cot Mambong Desa Gampong Barat Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara.” Kamis (14/12/2017) jam 14.00 Wib

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kapolsek Nisam Ipda Amir Husin mengatakan, mendapat informasi tersebut pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan, evakuasi korban serta mengumpulkan keterangan saksi.

Sambungnya, laka lantas tersebut terjadi ketika mobil Gran Max PU melaju menuju arah Dewantara  dan Honda Supra x 125 menuju arah Nisam Keude Ampalah, tiba dilokasi terjadilah tabrakan yang tak terhindarkan.

“Akibatnya, pengendara sepeda motor luka berat dan langsung di rujuk ke Rumah Sakit Cut Mutia.” Jelasnya

Korban pengendera sepmor x 125 BL 4363 DAE belum di ketahui identitasnya karna tidak membawa kartu identitas.”ungkap Kapolsek

Sedangkan pengemudi Grand max yakni BK 8207 DE yakni M. Dahlan Yusuf (35) warga Desa Hagu tengoh kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe mengalami luka lecet ditangan.

"Untuk kedua kenderaan sudah diamankan di Unit Laka untuk proses hukum lanjutan," pungkas Iptu Amir Husin.(RMD)

Lhokseumawe- Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH, Rabu sore (13/12/2017) menerima Audensi sejumlah pengurus saka Bhayangkara Lhokseumawe di mapolres Lhokseumawe.

Kunjungan tersebut sebagai ajang silaturrami serta membicarakan rencana kerja saka bhayangkara khususnya pelantikan pengurus yang telah ditetapkan.

“Saya melihat disini sebelumnya pembinaan pramuka saka bhayangkara tidak aktif, jadi saya ingin aktifkan dan memperdayakan saka Bhayangkara dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat bangsa dan negara khususnya di Lhokseumawe.” ujar Kapolres saat berbincang dengan pengurus Saka Bhayangkara

Pembinaan saka Bhayangkara di harapkan berjalan dengan baik dengan latihan rutin dan untuk segala kegaiatan Saka Bhayangkara laksanakan di Mapolres, Kantor polisi jangan jadi momok bagi masyarakat.” Imbuh Kapolres yang juga pernah terlibat dalam pramuka

keterlibatan saka Bhayangkara agar dapat dipercepat dengan membuat rencana kegiatan saka Bhayangkara baik latihan maupun pengabdian masyarakat.”tegas Kapolres

Sementara, Nurdin salah satu pengurus Saka Bhayangkara mengatakan, telah termotivasi dan mempunyai  semangat yang besar ketika bapak AKBP Hendri Budiman memimpin dan jadi pembina.

“Kami menganggap pengadian ini adalah ibadah, dalam melakukan pembinaan ketika pemuda-pemuda tersenyum kami senang, kami juga mengucapkan terima kasih dan siap melaksanakan tugas yang diemban.”tuturnya.(RMD)

,
Lhokseumawe | Komadan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono memimpin pelaksanaan ziarah rombongan, di Taman Makam Pahlawan (TMP), Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Kamis (14/12/2017).

Ziarah di Makam Pahlawan Nasional tersebut, masih dalam rangkaian memperingati Hari Juang Kartika atau Hari Infanteri yang diperingati setiap tahunnya di Bulan Desember di seluruh Indonesia, termasuk di Wilayah Korem 011/Lilawangsa.

Hal itu dikatakan Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono kepada awak media usai melakukan Ziarah rombongan di Makam Pahlawan Nasional, Blang Panyang Lhokseumawe, Provinsi Aceh.

Danrem menambahkan, salah satu momen menghargai jasa-jasa pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yaitu melakukan berziarah di Makam para Pahlawan, suhada. “Ini Bukti nyata dan jelas, bahwa Kemerdekaan itu masih terus kita rasakan bersama hingga saat ini”, tuturnya.

Bagaimana pun juga, kita para generasi penerus bangsa, wajib menghargai dan menyadari, karena tanpa pengorbanan para Pahlawan dahulu mungkin Kemerdekaan ini tidak akan terjadi, jadikan peringatan Hari Juang Kartika Tahun 2017 ini sebagai pengingat sejarah demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus kesejahteraan Rakyatnya, pungkas Danrem.(Laung)

Kapolsek Sidoarjo

SIDOARJO- Akibat sifat arogansi dan suka pemberang (marah) Kapolsek Kota Sidoarjo terhadap rekan wartawan dilapangan, pada hari Rabu (13/12) kemarin tepat pukul 11.00. Wib. Beberapa anggota Propam Polda Jatim mendatangi kantor Polisi Sektor Kota Sidoarjo.

Dari informasi yang di himpun, salah satunya dari anggota Propam Polda, kedatangan mereka di kantor polisi sektor kota Sidoarjo terkait adanya pemberitaan Kapolsek yang viral diberitakan Arogan terhadap pekerja Insan Pers. 

“Kebetulan itu tadi saya dilapangan, dan bukan saya yang ditugaskan. Namun saya mendengar itu jika ada permasalahan antara Kapolsek Kota Sidoarjo dengan rekan wartawan yang bertugas dilapangan,” (13/12), Ungkap singkat Kompol Heri Kurniawan Paminal Polda Jatim.

Beredar juga di group rekan wartawan jika pihak humas Polresta Sidoarjo mencari wartawan yang menjadi korban arogansi Kompol. Rochsulullah yangmerupakan penulis berita terkait arogan Kapolsek Kota Sidoarjo.

“Saya tadi di hubungi sama Kasubag Humas, untuk mencari wartawan dari media berita rakyat. Namun setelah saya tanya dan cek kepada rekan wartawan Sidoarjo tidak ada yang mengenal,” ujar ibu Nunik bagian humas Polresta Sidoarjo, Rabu (13/12).

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol Himawan Bayu Aji, saat di hubungi melalui seluler hingga melalui pesan singkatnya juga belum berhasil merespon, terkait sifat arogan yang di lakukan Kapolsek nya kepada rekan jurnalis di lapangan.

Seperti berita sebelumnya Kompol. Rochsulullah tidak terima diberitakan miring terkait kasus celana dalam purel  karaoke X2 dan masuknya Kapolsek ke dalam karaoke tersebut oleh beberapa media di Sidoarjo. Berniat memberikan hak jawab kepada Kapolsek malah terjadi adu mulut  dengan rekan wartawan pada Selasa (12/12).(PBN)


Tersangka Misrul Hadi 
LHOKSEUMAWE- Demi mendapatkan kuningan yang mudah laku dengan harga yang lumayan, seorang pemuda Misrul Hadi alias Ayi beraksi bagai kesatria yang bersenjatakan sebilah samurai dan linggis. 

Pria asal Desa Padang Sakti Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe ini melakukan aksi nekad mencuri kuningan milik pemerintah pada pukul 02.00 WIB, Selasa (12/12) dini hari.

Cara yang digunakannya sangat praktis, Ayi langsung membongkar paksa box kabel listrik ditiang PLN dan merusakinya dengan samurai dan linggis. 

Hal itu diungkapkan Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu, Kamis (14/12) kepada Statusaceh.net, terkait aksi kejahatan sang samurai. 

Kasat mengatakan akibat tindakan Ayi menebas kabel dengan samurai telah menyebabkan tiang lampu PLN sepanjang jalur simpang IV Desa Rancung padam seketika. 

Tidak hanya itu, dampak buruk lain yang ditimbulkan oleh sang samurai adalah pihak PLN justru mengalami kerugian senilai Rp100. juta. 

" Masyarakat yang melintas kaget melihat box kabel listrik di tiang listrik MS 34 tepat yang ada di depan SD Negeri 1 terbuka. Paralon penutup kabel berserakan di tiang listrik, kemudian masyarakat melaporkan kejadian itu pada  PLN, " tuturnya. 

Atas kejadian tersebut, akhirnya pada Kamis (14/12) sekira pukul 16.30 wib, anggota Unit V Resmob Polres Lhokseumawe dan Unit Reskrim Polsek Muara Satu melakukan penyelidikan dan menindak lanjutinya.

Dalam waktu yang singkat, polisi mampu menguak kasus tersebut hingga berhasil menangkap pelakunya Misrul Hadi alias Ayi, 28 tahun di Desa Batuphat Timur. 
Ayi terjerat tindak pidana pencurian dgn pemberatan (curat), sebagaimana dimaksud dlm Pasal 363 KUHPidana.

Kasat menyebutkan barang bukti yang berhasil disita dari pelaku adalah  3 buah gulungan kabel PLN berbahan kuningan, 4 buah gulungan lempeng pelindung kabel berbahan kuningan, satu unit linggis dan sebilah samurai dengan sarung dan gagang berwarna merah.(Zai)

Pasar murah
LHOKSEUMAWE -  Guna mencegah terjadinya melonjak harga barang di pasaran, Kamis (14/12) kemarin, pihak Disperindagkop Lhokseumawe menggelar kegiatan pasar murah di empat kecamatan. 

Hal itu diungkapkan Kadisperindagkop Lhokseumawe Halimuddin kepada Reporter, kemarin terkait kegiatan mencegah kenaikan harga barang menjelang natal dan tahun baru. 

Halimuddin menyebutkan kegiatan pasar murah dilaksanakan dalam rangka mengantipasi gejolak harga sembako jelang natal dan tahun baru. 

Maka Disperindaskop menggelar pasar murah di 4 kecamatan antara lain di Kecamatan Banda Sakti, Blang Mangat, Muara Satu dan  Muara Dua. 
Pasar murah menyediakan berbagai jenis kebutuhan barang sembako seperti telur, beras dan lain-lain. 

"Hari ini di lingkungan Mesjid Islamic Centre kita buka pasar murah. Besok kita buka di Cunda. Kita  menyajikan bahan sembako selama empat hari saja, "paparnya. 

Halimuddin berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan pasar murah yang bekerjasama dengan pihak Bulog. (Red/Zai


Ketua Posko Wartawan Kemanusan Bidang Pengadaan Bantuan Logistik Zainuddin. Abdullah sdang serah terimakan bantuan untuk korban banjir  Desa Mampreh dari salah seorang pengusaha di Kota Lhokseumawe Feri  di Jalan Merdeka setempat, Kamis (14/12) kemarin.

LHOKSEUMAWE- Meski telah diabaikan dan luput dari perhatian pihak Kecamatan Syamtalira Bayu dan Pemkab Aceh Utara, namun melalui posko kemanusiaan yang dibentuk Aliansi Grup Wartawan peduli  bencana kini berbagai jenis bantuan untuk korban banjir Desa Mampreh setempat terus mengalir.

Hal itu diungkapkan Ketua  Aliansi Grup wartawan Peduli Bencana Rahmad YD kepada Wartawan Waspada, Kamis (14/12) kemarin, terkait aksi penggalangan bantuan kemanusian dalam bentuk barang seperti sembatko dan air bersih. 

Dikatakannya, sejak musibah banjr terjadi, Warga Desa Mampreh merupakan orang yang pertama kali mengungsi ke tenda darurat dan ketika daerah lain telah surut namun mereka masih juga mengungsi. Lantaran kawasan Desa Mampreh merupakan daerah lintasan banjir kiriman. 

Akan tetapi, Rahmad menyayangkan kinerja Pemkab Aceh Utara terutama pihak Kecamatan Syamtaira Bayu sama sekali tidak terlihat turun ke lapangan untuk membantu nasib masyarakatnya yang membutuhkan bantuan. 

Seharusnya pemerintah terkait lebih responsif dan menjemput bola untuk menanggulangi bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan tidak mengabaikan nasib pengungsi kendati sedang sibuk dengan aktifitas akhir tahun. Padahal hal yang lebih diutamakan itu seharusnya adalah menolong dan menyelamatkan kehidupan masyarakatnya dari pada sibuk dengan urusan keuangan daerah di akhir tahun. 

“Karena korban banjir terabaikan dan luput dari perhatian pemerintah, makanya komunitas wartawan bersatu untuk membantu mereka semampunya,” terangnya. 

Sementara itu , Ketua Bidang Pengadaan Bantuan Logistik Zainuddin. Abdullah mengatakan aksi  penggalangan bantuan untuk korban banjir dalam bentuk barang masih terus berlanjut dan masih terus mengalir dari berbagai pihak dermawan. 

Berbagai pihak yang merasa prihatin dengan nasib korban banjir sebanyak 28 kk di Desa Mampreh, telah mengulurkan tangan untuk meringankan beban penderitaan mereka melalui  Posko kemanusian yang dibentuk aliansi grup wartawan. 

Akan tetapi bantuan kali ini diterima dalam bentuk sembako, makanan ringan anak-anak seperti  bon-bon, kerupuk, susu dan makanan bergizi dan bervitamin lainnya untuk kesehatan anak dibawah umur. 

Lantaran sejak musibah banjir anak-anak kehilangan tempat bermain dan tidak pernah menikmati  jajanan sebagaimana layaknya anak-anak di daerah lain. 

Zainuddin menegaskan, saat ini kebutuhan paling mustahak bagi Desa Mampreh adalah membutuhkan bantuan sumur bor karena daerah mereka tidak lagi memiliki air bersih mengingat sumur-sumur warga telah terinterupsi air asin yang tidak layak konsumsi. 

“ Kalau Pemkab Aceh Utara sayang dengan nasib rakyatnya, maka sangat diharapkan mau membantu pembangunan sumur bor untuk Desa Mampreh,” pintanya. 

Sementara itu Kabag Humas Pemkab Aceh Utara T. Nadirsyah gagal dikonfirmasi  via telepon selulernya dan tidak berada di kantornya. (Red/Zai)

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Pada November 2017, Gubernur Aceh menerbitkan sebuah Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor No. 68 Tahun 2017 tentang Pembentukan Pusat Media Aceh. Tugasnya untuk membantu Pemerintah Aceh menyelesaikan sengketa hukum dalam masyarakat.

Namun sejumlah lembaga menilai pembentukan Pusat Media Aceh ini bertentangan dengan UU Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum yang secara tegas menyatakan, bahwa pemerintah bukanlah merupakan subjek sebagai Pemberi Bantuan Hukum.

Subjek pemberi bantuan hukum berdasarkan UU adalah, lembaga bantuan hukum atau organisasi kemasyarakatan yang memberi layanan bantuan hukum yang telah diverifikasi oleh Kementrian Hukum dan HAM. Hal ini iatur dalam Pasal 1 angka (3) UU Bantuan Hukum.

Atas dasar aturan tersebut, pihak LBH Banda Aceh, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), dan Koalisi NGO HAM Aceh mendesak Gubernur Aceh untuk mencabut Pergub Aceh No. 68 Tahun 2017 tentang Pembentukan Pusat Mediasi Aceh dan SK Gubernur Aceh Nomor : 180/1195/2017 tentang Pembentukan Tim Pusat Mediasi Aceh serta membubarkan Pusat Mediasi Aceh.

“Menurut kami Pergub No 68 tahun 2017 itu, sangat bertentangan dengan aturan tentang bantuan hukum yang ada di Indonesia. Jadi kita desak gubernur Irwandi Yusuf untuk mencabutnya dan membubarkan struktur yang sudah ada,” kata Mustiqal Syahputra, Ketau LBH Banda Aceh, Kamis (14/12/2017).

Mustiqal menjelaskan, Pergub Nomor 68 Tahun 2017 tentang Pusat Mediasi Aceh“ditindaklanjuti dengan  SK Gubernur Aceh Nomor : 180/1195/2017 tentang Pembentukan Tim Pusat Mediasi Aceh pada tanggal 17 November 2017. Dalam SK tersebut, ditunjuk susunan personalia Tim Pusat Mediasi Aceh,” jelasnya.

Namun dalam struktur yang ditetapkan dalam SK, terdapat kejanggalan pada kedua produk Gubernur Aceh itu, nilai urgensitas apa yang mendesak sehingga Gubernur Aceh membentuk Pusat Mediasi Aceh . Sebab sudah ada aturan hukum tentang pelaksanaan mediasi.

“Pemerintah seharusnya memperkuat keberadaan mediator, bukan mengambil alih kewenangan profesi mediator dengan mendirikan Pusat Mediasi Aceh,” tegas Mustiqal.

Kemudian terdapat kontradiksi materi muatan yang diatur dalam Pergub tentang Pusat Mediasi Aceh dan SK Gubernur Aceh Nomor : 180/1195/2017 tentang Pembentukan Tim Pusat Mediasi Aceh. Dalam Pasal 8 Pergub disebutkan, keanggotaan Pusat Mediasi Aceh terdiri dari unsur Pemerintah Aceh, Mediator, Akademisi, dan Tokoh Masyarakat.

Khusus keanggotaan mediator, disyaratkan memiliki pengalaman dan pengetahuan yang dibuktikan dengan  sertifikat sebagai mediator.  Namun, dalam SK Gubernur Aceh Nomor : 180/1195/2017 tentang Pembentukan Tim Pusat Mediasi Aceh, hampir seluruh susunan personalia yang menjadi bagian dalam Tim Pusat Mediasi Aceh.

“Ini kita menduga kuat tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan. Selain itu, Pasal 9 Pergub menyatakan bahwasanya salah satu syarat yang ditentukan untuk menjadi anggota Pusat Mediasi Aceh adalah tidak menjadi anggota partai politik,” katanya lagi.

Anehnya, susunan personalia Tim Pusat Mediasi Aceh yang ditunjuk berdasarkan SK Gubernur Aceh, jelas terlihat ada beberapa nama anggota DPR Aceh yang secara nyata merupakan kader partai politik juga menjadi bagian dari tim tersebut. | habadaily.com

,
Lhokseumawe - Ratusan personel satuan Korem 011/Lilawangsa melaksanakan latihan menembak dengan mengunakan Senjata Ringan (Bakjatri), di Lapangan Tembak Kompi Kaveleri, Simpang Buloh, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Kamis (14/12).

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono melalui siaran persnya mengatakan, latihan menembak yang digelar satuan Korem 011/Lilawangsa pada Triwulan IV Tahun 2017, dengan tujuan agar setiap prajurit menguasai dan memiliki kemampuan perorangan menembak senjata ringan (Bakjatri).

Selain itu, Danrem menyebutkan, latihan menembak merupakan program pembinaan kepada seluruh prajurit TNI diseluruh Indonesia yang telah ditetapkan TNI-AD, termasuk prajurit TNI Korem 011/Lilawangsa dan jajarannya agar lebih professional serta memiliki disiplin, jago tembak, jago perang, jago beladiri dan memiliki fisik yang prima, tuturnya.

“Setiap prajurit TNI harus selalu siap.Siap siaga, siap digerakan kapan saja dan dimana saja, baik dalam rangka operasi militer perang (OMP), maupun operasi militer selain perang (OMSP), yang intinya, latihan bagi prajurit adalah kesejahteraan, kehebatan dan keberhasilan atas karena terlatihnya prajurit itu sendiri”, terang Danrem Agus Firman Yusmono.

Selanjutnya diawal latihan, Lettu Arm Sennov, saat itu selaku Komandan Latihan (Danlat), dihadapan para petembak, terlebih dahulu menjelaskan mekanisme dan prosedur kegiatan menembak sebelum pelaksanaan.(Laung)

StatusAceh.Net - Sudah 36 tahun Gatot Nurmantyo mengabdikan diri pada dunia militer. Kini waktunya dia istirahat. Gatot pensiun pada Maret 2018. Namun dia mengirim sinyal bakal pamit dari dunia militer lebih cepat dari waktu yang ditentukan.

Setelah DPR menyetujui Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI, Gatot akan segera pamitan. Mantan Pangkostrad ini ingin segera menanggalkan jabatannya sebagai pimpinan tertinggi TNI. Alasannya, sudah terpilih Panglima TNI baru dan dia tidak ingin terjadi dualisme kepemimpinan jika masih bertahan sebagai Panglima TNI.

Di akhir-akhir masa pengabdiannya di militer, Gatot menuturkan kisah yang tidak pernah diceritakan. "Saya ini tidak pernah mengalami cuti tahunan selama mengabdi tahun 1982, sampai sekarang," ujar Gatot di Istana Bogor, kemarin.

Sebagai prajurit, tujuh operasi militer telah dijalani. Risikonya, meninggalkan keluarga yang dicintai. Ternyata ada yang mengganjal dan terus diingatnya.

"Anak-anak saya tumbuh berkembang tanpa gendongan saya, sehingga saya merasa berutang kepada keluarga," katanya.

Utang itu menentukan langkah Gatot selepas tak lagi berkecimpung di dunia militer. Gatot sudah memutuskan. Waktunya membayar utang. Seperti kebanyakan orang yang memasuki masa pensiun, dia akan menghabiskan waktu bersama keluarga. Mengabdikan dirinya pada keluarga.

"Saya membalasnya tidak bisa dengan anak, kan sudah gede-gede. Saya membalasnya dengan cucu. Istilahnya cari muka lah sama anak, bagaimana sih dari anak-anak sampai dewasa, saya kan enggak ngelihat," jelasnya.

Bukan kali ini saja Gatot mengutarakan niatnya 'kembali' ke keluarga. Saat perayaan HUT TNI di Cilegon beberapa waktu lalu, Gatot sudah menyatakan keteguhan untuk bersama keluarga.

"Sebagai manusia biasa saya juga ingin berkumpul dengan keluarga dengan anak istri dan cucu saya. Tetapi sebagai prajurit tentu tidak pernah putus pengabdian saya apapun sekecil apapun," kata Gatot usai HUT TNI, Oktober lalu.

Meski nantinya tak menjadi prajurit aktif, Gatot berjanji tetap memegang teguh pengabdian dan sumpah prajurit. Setiap kali negara memanggil, tidak ada kata tak siap. Sekecil apapun bentuknya, Gatot siap mengabdikan diri.

"Apapun yang diminta negara, apapun saya berikan. Tidak akan saya menghindari itu."

Namun Gatot tidak ingin buru-buru menjawab soal bentuk pengabdian diri melalui bidang politik. Termasuk soal kemungkinan bertarung di pemilihan presiden 2019. | Merdeka.com

Para pemimpin negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendeklarasikan pengakuan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina, Rabu (13/12) (AFP PHOTO / YASIN AKGUL)
StatusAceh.Net - Para pemimpin negara-negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendeklarasikan pengakuan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina, Rabu (13/12). Pengakuan tersebut merupakan bentuk sikap tegas dunia muslim dalam menolak langkah Presiden Amerika Serikat yang menyebut Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Rabu (6/12) pekan lalu.

Deklarasi Istanbul atau "Pembebasan Yerusalem" diumumkan Rabu (13/12) sore seusai konferensi tingkat tinggi luar biasa yang dihadiri para kepala negara OKI, termasuk Presiden RI Joko Widodo di Istanbul, Turki.

"Kami memastikan bahwa kami mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, dan kami menyerukan kepada seluruh dunia agar mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina yang terjajah," demikian bunyi Deklarasi Istanbul seperti yang dilansir kantor berita Turki, Anadolu, Rabu (13/12)

Deklarasi itu juga menolak dan mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump "yang tidak sesuai hukum".

"(Keputusan Trump soal Yerusalem) tidak berlaku dan batal berdasarkan sejarah, hukum dan hati nurani," demikian Deklarasi Istanbul.

"Kami meminta PBB, Uni Eropa dan masyarakat internasional untuk menjaga Resolusi PBB soal status Yerusalem."

Para pemimpin dunia muslim lewat deklarasi tersebut juga mendesak Trump untuk menarik kembali keputusannya.

OKI dibentuk dalam pertemuan puncak para pemimpin negara muslim di Rabat, Maroko pada 1969, pasca pembakaran Mesjid Al Aqssa, Yerusalem.

Pelakunya, warga Australia Michael Denis Rohan, membakar tempat suci dan sebuah mimbar berusia 1.000 tahun di Mesjid Al Aqsha hingga hancur dan sejumlah tempat bersejarah lainnya pada 21 Agustus 1969.| CNN

Kepala pengamanan lapas lhokseumawe saat menyerahkan bantuan logistik kepada posko banjir aliansi grup wartawan peduli bencana
LHOKSEUMAWE- Aliansi Grup Wartawan Peduli Bencana di Kota Lhokseumawe melakukan pengalangan bantuan sembako untuk korban banjir yang terisolir di Desa Mampreh Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara.

Para wartawan gabungan dari berbagai organisasi pers tersebut telah membuka posko kemanusian di Jalan Baru Kota Lhokseumawe hingga kini masih terus menggalang bantuan dalam bentuk barang untuk pengungsi korban banjir yang terisolir di Desa Mampreh Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara. 

Ketua Aliansi Grup Wartawan Peduli Bencana Rahmad mengatakan hingga saat ini bersama para wartawan dari berbagai organisasi pers masih terus menggalang bantuan dari berbagai pihak dermawan yang mau mengulurkan bantuan. 
Disebutkannya, akibat banjir yang merendam Desa Mampreh, menyebabkan  sebanyak 180 KK terpaksa mengungsi ditenda darurat yang didirikan di pematang sawah setempat. 

Lokasi Desa Mampreh merupakan daerah yang terjebak dekat dengan muara dan menerima kiriman banjir dari aliran sungai dan laut serta menampung air banjir yang surut dari daerah lain. 

Ketua Bidang Bantuan Logistik Aliansi Grup Wartawan Lhokseumawe  Zainuddin. Abdullah mengatakan terhitung sejak Selasa (12/12) kemarin, pihaknya menggalang bantuan kemanusiaan dalam bentuk barang jenis sembako dan air bersih. 
Karena saat ini kondisi dilapangan para korban banjir Desa Mampreh membutuhkan bantuan makanan dan air bersih. 

Apalagi hampir seluruh sumur air tawar  warga setempat telah terinterupsi air asin laut dan tidak layak konsumsi. 

Zainuddin menyebutkan pihaknya telah mempersiapkan air bersih sebanyak 5000 liter untuk menangani kebutuhan korban banjir. 

Selain itu, hampir sebagian besar instansi di jajaran Pemko Lhokseumawe ikut menyumbangkan bantuan berupa mie instan, air mineral, beras dan telor. 
Antara lain bantuan diterima dari Dinas PU, Bappeda, Dinas Pendidikan, Lapas Kota Lhokseumawe, Korem 011/Lilawangsa, PWI, dan sederet dermawan lainnya yang ada di Kota Lhokseumawe. 

"Semua bantuan yang kami terima dalam bentuk barang jenis sembako seperti mie instan, air bersih dan telor dan lain-lain. Karena kami tidak menerima bantuan dalam bentuk uang,tapi menerima dalam bentuk barang," tuturnya. 
Aliansi Grup Wartawan Peduli Bencana sudah dua kali menyalurkan seluruh bantuan yang sudah terkumpul sebelumnya. 

Bahkan hingga hari ini bantuan uluran tangan tersebut masih terus mengalir dari berbagai pihak yang merasa prihatin dengan kondisi pengungsi banjir. 

Namun hal yang paling unik adalah, selain menyalurkan bantuan dalam bentuk barang makanan dan minuman, para wartawan juga ikut menghibur anak-anak korban banjir di Desa Mampreh dengan nyanyian menggunakan gitar dan  alat musik traditional serune kale. 

"Anak-anak korban banjir kehilangan tempat bermain. Agar tidak larut dalam kesedihan, maka kita menghibur dan membuat mereka bisa  tersenyum lagi," terangnya. ( red/zai)

Teks dan foto : ( Waspada / zainuddin. Abdullah) 

Mewakili Lapas Kota Lhokseumawe, Rabu (13/12) kemarin, Kepala Pengamanan Lapas Lhokseumawe Zulkarnaini (Ditengah) menyerahkan bantuan sembako untuk korban banjir di Posko kemanusian Aliansi Grup Wartawan Peduli Bencana di Jalan Baru Kec. Banda Sakti.

Bireuen - DPRK Bireuen menetapkan Qanun Kabupaten Bireuen tentang Hutan Adat Mukim pada Rapat Paripurna II Masa Persidangan IV Tahun 2017 DPRK Bireuen yang dilaksanakan di Gedung DPRK Bireuen, Rabu 13 Desember 2017.

Fraksi Partai Aceh (PA) dalam pendapat akhir yang dibacakan Muhammad Nur, S.H. menyampaikan “bahwa hutan yang ada di Kabupaten Bireuen berada di titik nadir, dan pemerintah harus segera menetapkan Qanun Hutan Adat Mukim Kabupaten ini agar tidak habis akibat perambahan hutan oleh cukong kelapa sawit.”

Selanjutnya Fraksi PA “berharap kepada pemerintah setelah ditetapkan Qanun ini agar segera disosialisasi kepada masyarakat, dan segera merincikan Qanun Hutan Adat Mukim ke dalam aturan yang lebih detil dan teknis”.

Fraksi PNA-Nasdem, Fraksi PPP-PKS-PAN, dan Fraksi Karya Indonesia Damai dalam pendapat akhirnya menyampaikan “Qanun ini diharap dapat menciptakan Bireuen yang bermartabat dan berdaulat di masa yang akan datang.” Selanjutnya disampaikan juga “keharmonisan kerja eksekutif dan legislatif harus tercipta agar sinergi pembangunan daerah dapat terlaksana dengan maksimal”. Seluruh Fraksi tersebut di atas juga dapat menerima Raqan tersebut untuk ditetapkan menjadi Qanun.

Ketua Banleg DPRK Bireuen, Yusriadi, S.H. dalam laporannya menyampaikan bahwa qanun yang diparipurnakan saat ini merupakan bentuk harapan agar dalam implementasinya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, agar masyarakat Bireuen mampu bergulat dan bersaing di era ekonomi global agar tidak ketinggalan dari sisi pembangunan.

Kabag Hukum Setdakab Bireuen, M Zubair mengatakan “dengan ditetapkannya Qanun Hutan Adat Mukim ini sudah ada landasan hukum bagi Pemkab Bireuen untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai materi dalam Qanun tersebut. Dan ini sangat bermanfaat bagi perlindungan hutan adat di Bireuen hingga ini bisa bermanfaat bagi anak cucu kita nantinya.”

Selanjutnya Zubair mengatakan “dengan adanya Qanun ini pengelolaan hutan adat bisa lebih intensif dan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya karena tidak bisa diganggu lagi oleh pihak-pihak lain karena kami sudah ada kewenangannya sesuai dengan qanun. Mungkin saja nanti ada KPH Adat untuk pengembangan selanjutnya, kita lihat dulu Qanun ini, kalau perjalanannya baik, bisa jadi kita ke arah itu.”

Sekretaris Pelaksana JKMA Aceh, Zulfikar Arma mengatakan “bahwa capaian dari dua kabupaten di Aceh terkait Qanun Hutan Adat menunjukkan distribusi kesadaran masyarakat adat yang mulai merata di dua sisi geografis Aceh.  Kekuatan ini apabila ditambah dengan political will pemerintah provinsi akan menghasilkan kekuatan besar bagi Aceh di masa depan, ketika reposisi kedaulatan atas tanah dimiliki oleh bangsa Aceh maka pembangunan ekonomi masyarakat akan lebih memiliki ruang yang luas.”

Raqan Kabupaten Bireuen tentang Hutan Adat Mukim ini merupakan inisiatif DPRK Bireuen, Naskah Akademik dan Rancangan Qanunnya disusun oleh JKMA Aceh bersama Aceh Green Community (AGC).(Rill)

Lhokseumawe- Propam Polda Aceh (Bidang Profesi Pengamanan), Selasa sore (12/12/2017) sekira pukul 04.30 Wib melakukan Operasi Penegakkan Ketertiban dan Disiplin ( Ops Gaktibplin) di Mapolres Lhokseumawe.

Operasi Gaktiblin Polda Aceh yang di pimpin oleh Kasubbid Provos Bid Propam Polda Aceh AKBP Nazarudin, SH, MM, MH, serta didampingi Staf dan Biddokkes (Bidang kedokteran dan kesehatan) Polda Aceh dengan sasaran personil yang tidak tertib dan tidak disiplin dengan melakukan pengecekan  Sikap Tampang, kelengkapan surat – surat berupa SIM, STNK, KTA, Kartu Senpi, Kesiapan Ranmor Dinas serta melakukan pemeriksaan urin bagi personil yang terindikasi Narkoba.

“Kedatangan kita yang pertama untuk memeriksa sikap tampang dan gampol , yang kedua masalah ranmor dan ketiga masalah narkoba, di Polda Aceh sudah tertib dan hal ini harus diikuti jajaran polres Polda Aceh dengan sikap tampang yang bersih dan rapi, merawat kenderaan dinas serta tidak terlibat Narkoba.” ujar AKBP Nazaruddin saat memberikan arahan

Sementara Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kasi Propam Polres Lhokseumawe Iptu Rusli mengatakan, Propam Polres Lhokseumawe akan menindak tegas personil yang melanggar kode etik dan disiplin anggota Polri, mereka yang melanggar  di kenakan mulai dari sanksi teguran, kurungan, mutasi  dan pemberhentian tidak hormat khususnya bagi personil yang terlibat dalam penyalahgunaan Narkoba.

“Hasil pemeriksaan yang di lakukan oleh team, tidak ditemukan Personil Polres Lhokseumawe yang terindikasi mengkonsumsi narkoba.”ujar Iptu Rusli , Rabu pagi (13/12)

Sementarantuk sikap tampang ada lima personil dipotong rambutnya ditempat karna terlihat panjang dan tidak rapi, sedangkan untuk identitas seperti KTA, SIM dan surat lainnya lengkap.”imbuhnya

Hal ini dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah di tetapkan sesuai dengan Perkap Nomor 19 Tahun 2015 tentang tata cara menggunakan Gampol Dinas Polri.” terang Iptu Rusli.(RMD)

Lhokseumawe - Bhayangkari Cabang Lhokseumawe serahkan bantuan kepada korban banjir di Aceh Utara, Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada korban banjir didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Utara." Rabu pagi (13/12/2017)

Bantuan yang diserahkan berupa Pempes, susu, alat tulis serta sembako.

Ketua cabang Lhokseumawe Ny Gamar Budiman melalui Wakil Ketua Cabang Lhokseumawe Ny Salma Imam mengatakan, ini bentuk kepedulian kita kepada korban banjir. bantuan tersebut diberikan sesuai dengan kebutuhan korban banjir si Aceh Utara.

Sebelumnya kita koordinasi kepada Pihak Polres Aceh Utara  kebutuhan apa yang diperlukan.

"Jadi buku anak-anak saat itu banyak terendam banjir, maka kita berikan paket alat tulis."ujarnya

Selain itu juga diberikan pampes anak-anak, susu dan sembako."terangnya.(RMD)

Banda Aceh - Review atau peninjauan ulang terhadap perusahaan-perusahaan perkebunan yang sedang beroperasi di Aceh wajib dilakukan oleh pemerintah. Hal ini untuk memastikan perusahaan-perusahaan tersebut menjalankan kewajiban dan mematuhi seluruh prosedur yang berlaku. Demikian salah satu poin yang berkembang dalam seminar dengan tema Urgensi Review Izin Perusahaan Perkebunan di Aceh yang digelar oleh Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) di sebuah hotel di Banda Aceh, Rabu (13/12).

Seminar untuk memaparkan hasil review terhadap empat perusahaan perkebunan yang dilakukan oleh MaTA menghadirkan dua orang narasumber; Agung Dwinurcahya dari Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) dan Riki Yuniagara dari LBH Banda Aceh. Dalam seminar yang dipandu oleh Taufik Abda dihadiri peserta dari unsur pemerintah daerah, masyarakat sipil dan juga akademisi serta praktisi yang ada di Banda Aceh.

Dalam pembukaan yang disampaikan oleh Koordinator MaTA, Alfian, untuk saat ini MaTA sedang fokus mendorong perbaikan tata kelola hutan dan lahan di Aceh. “Salah satu kegiatan yang kami lakukan adalah dengan melakukan review terhadap empat perusahaan perkebunan sawit yang berlokasi di Aceh Tamiang dan Aceh Timur,” ujarnya. Nantinya, MaTA juga akan menyampaikan hasil review ini kepada pemerintah agar dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan review izin secara menyeluruh keberadaan perusahaan-perusahaan perkebunan di Aceh.

Selanjutnya, Agung Dwinurcahya dan Riki Yuniagara dalam paparan menyampaikan bahwa review izin yang dilakukan bersama MaTA bertujuan untuk memastikan apakah keempat perusahaan yang dijadikan sample telah mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Keempat perusahaan yang dimaksud terdiri dari PT Mestika Prima Lestari Indah, PT Teunggulon Raya, PT Sinar Kaloy Perkasa Indo dan PT Tegas Nusantara. Proses review yang dilakukan melalui uji prosedur dan juga peninjauan langsung lapangan ke lokasi dimana keberadaan perusahaan.

Dari proses review ini, sebut Riki, kami menemukan beberapa temuan antara lain HGU keempat perusahaan sebagian berada dalam Kawasan Hutan Lindung dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), pemberian izin-izin tidak sesuai dengan prosedur dan cacat hukum dan juga melalukan perambahan kawasan hutan lindung untuk budidaya perkebunan sawit.

Di sisi lain, disampaikan sedikit kesulitan melakukan review terhadap keempat perusahaan tersebut karena keterbatasan data dan informasi yang dimiliki, meskipun MaTA sendiri sudah melakukan sengketa informasi di Komisi Informasi Aceh (KIA) untuk mendapatkan informasi yang utuh terkait dokumen keempat perusahaan tersebut.

Sementara itu, beberapa peserta yang hadir dari kegiatan seminar ini menyampaikan bahwa review izin terhadap seluruh perusahaan perkebunan penting untuk segera dilakukan. Ilyas Isti dari Ombudsman RI Perwakilan Aceh, “review secara menyeluruh perusahaan perkebunan harus segera dilakukan karena beberapa ditemukan adanya tumpang tindih”.

Sedangkan Yarmen Dinamika, Praktisi Media menyampaikan bahwa review terhadap perusahaan perkebunan seperti yang dilakukan oleh MaTA harus dilakukan secara berkala dan terus menerus oleh pemerintah. “Dari empat perusahaan yang direview oleh MaTA ditemukan beberapa potensi penyimpangan, bagaimana kalau direview secara menyeluruh pasti ditemukan potensi penyimpangan yang lain.” Review izin menurutnya juga untuk mengukur tingkat kepatuhan perusahaan yang selama ini kehadirannya justru terkadang berdampak negatif bagi masyarakat.

Selain itu, Yarmen juga menyoroti agar setiap penyelesaian konflik lahan jangan sampai merugikan masyarakat. Dia juga sebutkan publik dapat memanfaatkan Komisi Informasi Aceh untuk meminta data yang selama ini terkesan dipersulit. [Rillis]

Ilustrasi
Banda Aceh – Aktivitas dan keterlibatan kaum perempuan dalam bidang ekonomi diyakini dapat membangkitkan geliat perekonomian daerah. Oleh karena itu butuh dukungan banyak pihak untuk memberi penyadaran bagi perempuan Aceh agar memahami dunia kewirausahaan dalam rangka mendukung penguatan ekonomi keluarga.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Sidan Nafi SH MH, membacakan sambutan tertulis Guberur Aceh Drh Irwandi Yusuf, M Sc, saat membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi pengelolaan keuangan bagi perempuan Aceh atau Financial Literacy for Aceh Woman, di ACC Sultan Selim, Rabu (13/12/2017).

“Kalau saja 30 persen dari jumlah perempuan Aceh aktif dalam bidang ekonomi, geliat ekonomi daerah kita pasti berkembang pesat. Kalaupun tidak terlibat dalam kegiatan ekonomi di lapangan, setidaknya perempuan harus memiliki pemahaman tentang mengatur keuangan agar ia mampu memberi pengaruh bagi penguatan dan perencanaan ekonomi keluarga,” ujar Saidan Nafi.

Saidan Nafi mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Aceh tahun 2016 menunjukkan 52 persen dari 5,1 juta orang penduduk Aceh adalah perempuan. Dari jumlah itu, diperkirakan perempuan yang memiliki keterampilan dalam pengelolaan keuangan hanya sekitar 15 persen.

”Angka ini berbeda jauh jika dibandingkan dengan laki-laki yang mencapai 27 persen. Perempuan Aceh cenderung dalam kontrol laki-laki dalam bidang keuangan, sehingga menyebabkan aktivitas perempuan Aceh dalam bidang ekonomi masih sangat rendah,” kata Saidan Nafi.

Mantan Kepala BNN Aceh itu mengungkapkan, minimnya keterlibatan perempuan dalam bidang ekonomi ini tidak semata terjadi di Aceh, tapi terjadi di seluruh wilayah Indonesia lainnya. Oleh karena itu, pemerintah Aceh sangat mendukung gagasan Kemendag RI, OJK, Kemen PPPA, termasuk PT Prudential Life Assurance, untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang pengelolaan keuangan bagi perempuan.

“Kita pantas bersyukur, sebab langkah sosialisasi ini juga diselenggarakan di daerah kita dengan melibatkan organisasi perempuan dan pegiat ekonomi lokal. Oleh karena itu, kami menghimbau agar kegiatan pembelajaran ini dapat dimanfaatkan oleh para perempuan Aceh agar bisa mendapatkan pengetahuan yang baik tentang pengelolaan keuangan.”

“Dengan demikian perempuan Aceh tidak hanya mampu mengambil keputusan dalam bidang keuangan, tapi juga siap tampil sebagai perempuan yang bisa memanfaatkan peluang ekonomi yang ada di sekitar kita,” sambung Saidan Nafi.

Untuk diketahui bersama, Sosialisasi tentang pengelolaan keuangan bagi perempuan atau Financial Literacy for Woman ini telah berjalan di Indonesia sejak 4 tahun terakhir. Dalam rentang waktu tersebut, ribuan perempuan di berbagai provinsi mendapat manfaat dari kegiatan ini.

“Harapan kami perempuan Aceh dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga ke depan lebih banyak lagi perempuan Aceh yang mampu tampil sebagai perempuan mandiri dalam bidang ekonomi. Selamat mengikuti kegiatan sosialisasi, Semoga perjuangan kita untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan Aceh mendapat ridha Allah,” pungkas Saidan Nafi.

Kegiatan ini akan digelar selama kurang lebih 2 bulan di enam kota. Kegiatan telah dimulai sejak Selasa, (21/11) di Cirebon Jawa Barat, kemudian dilanjutkan di Bukit Tinggi, Banjarmasin, Jombang, Banda Aceh, dan puncaknya di Jakarta pada 19 – 20 Desember 2017.

Masing-masing kota terdiri dari dua sampai tiga sesi yang akan dihadiri audiens sebanyak 250 orang per sesinya. Dengan total jumlah sesi sebanyak 16, maka diharapkan program akan menjangkau sekitar 4000 peserta di 6 kota.

Beberapa narasumber akan memaparkan  materi terkait pengelolaan keuangan bagi perempuan, yaitu Febrijani dan Vera Marpaung. Keduanya merupakan trainer dari Prudencial. Acara juga akan diramaikan oleh games dan doorprize dengan hadiah-hadiah menarik dari Prudential. (Rill)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.