2017-11-19

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Bener Meriah - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf akan menindak tegas perusahaan penebang kayu yang melanggar peraturan dan melakukan illegal logging di Aceh.

Hal itu disampaikan Irwandi saat melakukan inspeksi mendadak ke dua lokasi penebangan kayu di Desa Wer Tingkem Kecamatan Mesidah dan Desa Rusip, Kecamatan Syiah Utama, Jumat (24/11/2017).

Saat melakukan sidak ke Desa Rusip tepatnya di pabrik kayu, milik Perusahaan Sawmill Hakim, Irwandi mendapati banyak kayu yang di tebang tanpa izin.

"Ini pabrik kayunya berizin, izin gubernur tahun 2016 bisa kita lihat di papan di depan pabrik,  tapi sumber kayunya tidak sah, kayu curian ditebang entah dimana mana bukan dari sumbernya," kata Irwandi.

Berdasarkan Informasi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh yang dihubungi langsung oleh Irwandi, sumber kayunya berasal dari lahan pribadi pemilik perusahaan tersebut.

"Heran juga saya Dinas Kehutanan memberi izin sumber kayu milik pribadi di tengah hutan. Ada orang punya hutan?" ujar Irwandi.

Selain itu lanjut Irwandi, perusahaan tersebut juga banyak permasalahan dalam hal perizinan yang terjadi di tahun 2016.

"Katanya ada backing dari oknum-oknum Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), udah banyak masuk laporan ke saya, cuma saya gak punya bukti," kata Irwandi.

Irwandi meminta Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli yang ikut melakukan sidak untuk memeriksa para saksi guna mengetahui apakah lokasi penebangan dilakukan di area yang diberikan izin atau diluar area tersebut.

"Pabrik ini tidak boleh beroperasi dan harus dihentikan, karena sumber kayunya yang tidak jelas dan illegal," tegas Irwandi.

Sementara itu, Bupati Bener Meriah, Ahmadi menyampaikan, banyak menerima laporan  dari masyarakat terkait penebangan illegal di wilayah tersebut.

"Karena  ini kewenanganya ada di propinsi, dalam rakor pimpinan daerah saya sudah sampaikan kepada pak Gubernur, dan hari pak gubernur sudah datang kesini untuk melihat langsung,"  kata Ahmadi.

Ahmadi mengatakan Ia bersama Muspida Bener Meriah siap untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan perintah atau keputusan Gubernur.

"Kalau penghentian, penutupan dan penindakan sifatnya ke ranah hukum, kita hanya berkoordinasi atau membantu pihak kepolisian," ujar Ahmadi.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli mengatakan akan mendalami dan memeriksa saksi saksi baik dari KPG maupun pemilik perusahaan untuk mengetahui lokasi  penebangan kayu yang selama ini dilakukan.

"Kalau memang mereka tidak dapat menjelaskan dan dapat dibuktikan sumber kayunnya illegal,  akan kita dalami dan kita proses," ujar Kapolres.

Selain ke Desa Rusip, Irwandi juga melakukan sidak ke Desa Wer Tingkem, Kec. Mesidah untuk melihat lokasi penebangan yang dikelola PT. Tusam Hutani Lestari (THL).

"PT. THL ini dikenal sejak dulu menebang saja tidak menanam, banyak sekali kalau kita lihat lahan bekas mereka gundul semua, artinya tidak ditanami atau ditanami tidak dijaga," kata Irwandi.

Selain itu lanjut Irwandi, truk yang mengangkut kayu hasil penebangan di wilayah tersebut telah merusak sejumlah ruas  jalan karena tonase atau muatan yang berlebihan.

"Nanti akan saya bahas di Banda Aceh, apakah dihentikan atau tidak, jika tidak melanggar bisa dilanjutkan, kalau melanggar akan kita hentikan," kata Irwandi.

Pada kesempatan tersebut, Irwandi juga meminta agar para aktivis lingkungan untuk mencari data terkait penebangan liar yang merusak lingkungan agar bisa ditindak.

"Tolong sampaikan kepada aktivis-aktivis lingkungan hidup untuk mencari data terkait penebangan illegal dan berikan kepada saya,"  ujar Irwandi.(Rill)

Lhokseumawe - Kapolsek Nisam Ipda Amir Husin hadiri dan saksikan penyerahan bantuan pupuk, bibit, padi dan obat pengendali hama padi untuk masyarakat Miskin di 9 Desa Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara." Sabtu Siang (25/11/2014)

Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan Pemberdayaan Masyarakat Aceh (LPMA) yang dipimpin langsung Ketua Lembaga LPMA Gumarni, SH, M.Si.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman SH, S.Ik, MH melalui Kapolsek Nisam mengatakan, dalam penyerahan bantuan tersebut ada 9 desa yang menerima bantuan diantaranya Ds. Meunasah Rayeuk, Ds. Meunasah Cut, Ds. Jeulikat, Ds. Alue Bili, Ds. Blang Dalam Genteng, Ds. Blang Dalam Tunong, Ds. Blang Dalam Baroh, Ds. Cot Mambong dan Ds. Tingkeum.

Pihaknya berharap perwakilan yang menerima bantuan tersebut agar segera menyalurkan kepada masyarakat miskin sesuai data yang dibuat."terangnya

Hadir dalam acara tersebut Camat Nisam, Danramil Nisam dan Kapolsek Nisam.(RMD)

StatusAceh.Net - Seorang polisi bernama Bustami, yang sedang bertugas jaga di SPBU, memergoki sejoli tengah berduaan di tempat umum, Jumat (17/11/2017).

Ternyata satu di antaranya adalah seorang seleb lokal Aceh, Mutia Liviana.

Ia kemudian dibawa ke kantor polisi bersama pasangannya, Akriadi, karena diduga berbuat mesum.

Keduanya kemudian mengaku salah dan meminta maaf serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Melansir Tribun Medan, Sabtu (25/11/2017), tidak disebutkan secara jelas kesalahan mereka yang kemudian dinyatakan sebagai 'salah paham' ini.

Setelah kejadian tersebut, beredarlah foto Mutia dan pacarnya bersalaman dengan Bustami.

Selain itu, terdapat juga surat pernyataan bermeterai, di mana pada satu poin menyebutkan bahwa artis yang sedang naik daun itu hampir melarikan diri dengan pasangannya.

Polisi pun melepaskan tembakan. Baca  SELANJUTNYA

Lhoksukon - Angin puting beliung merusak 13 rumah warga di Baktiya Barat, Aceh Utara. Rumah yang rusak kebanyakan bangunan semi permanen.

"Ada 13 rumah yang rusak," ujar anggota Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Aceh Utara, Tarmizi, saat dihubungi, Sabtu (25/11/2017).

12 rumah rusak terletak di Dusun Cot Raboe, Desa Matang Siujek Timur. Sat rumah lainnya yang rusak berada di Dusun Cot Siren, Desa Lhok Iboih.
"Kalau di Desa Matang Sijuek Timu ada enam rumah roboh yang kondisinya rata dengan tanah sedangkan enam lainnya rusak bagian atapnya yang terbang di hantam puting beliung hingga 40 meter. Untuk di Desa Lhok Iboih juga rusak namun tidak roboh,"paparnya.

Angin puting beliung terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Tidak ada korban luka atau korban jiwa akibat kejadian.

"Muspika Kecamatan Baktiya Barat sedang di lokasi mendata korban puting beliung. Menurut informasi, para korban sudah dievakuasi ke Meunasah (surau) desa setempat sambil menanti datangnya bantuan," imbuhnya.

Hujan deras terus mengguyur sejumlah wilayah di Aceh termasuk Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.| Detik.com

,
Tualang Cut | Batalyon Raider Khusus 111/Karma Bhakti melaksanakan menembak dengan mengunakan senjata kelompok lintas lengkung, di daerah Lamteuba Kompleks, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (25/11).

Menembak senjata kelompok lintas lengkung (Mortir) 81 Tampela  senjata bantuan tersebut, dilakukan para prajurit TNI Raider khusus 111/Karma Bhakti, dalam rangka kegiatan latihan pada Triwulan IV Tahun 2017.

Dalam siaran pers, Komandan Batalyon (Danyon) Raider Khusus 111/Karma Bhakti Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis menjelaskan, pada Triwulan IV Tahun ini,para prajurit Raider khusus 111 melakukan latihan menembak dengan menggunakan senjata kelompok lintas lengkung (Mortir), selain itu, latihan tersebut bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan keterampilan serta kemampuan secara efektif dan efesian.

Karena kemampuan menembak, tambah Danyon Raider, merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap prajurit, khususnya prajurit Raider Khusus 111/Karma Bhakti penembak senjata kelompok lintas lengkung, dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok satuan kedepan, katanya.

Lebih lanjut, Danyon Raider Letkol Muhammad Iqbal Lubis mengatakan, montir 81 Tampela yang memiliki ukuran 81 mm, dapat menyemburkan proyektil dari howitzer yang mampu menghancurkan posisi jantung pertahanan lawan (musuh), yang digunakan untuk mendukung Mobile pasukan Infanteri, serta memiliki Senjata jarak capai efektif isian tambahan 8: 6500 meter.

Kemampuan menembak akan terus dipelihara dan di tingkatkan, melalui latihan pembinaan yang telah di program oleh satuan Raider Khusus 111/Karma Bhakti, serta tetap dilakukan evaluasi secara terus menerus dengan mengarah agar lebih baik, sehingga latihan tersebut baru dikatakan berhasil, punkas Danyon Raider Khusus 111.

Hadir pada kegiatan latihan menembak antara lain, Pabandya Latihan Operasi Kodam Iskandar Muda Letkol Kav Adji beserta staf sebagai pengawas latihan, serta para personel pengendali latihan.(Laung)

StatusAceh.Net - Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf meyakini, Sail Sabang 2017 yang bakal digelar pada 28 November hingga 5 Desember 2017 akan menjadi event internasional terbesar di Indonesia untuk tahun ini.

Pasalnya, tercatat ada 24 acara yang akan meriahkan kegiatan tersebut. Mulai dari Jambore Iptek, Free Diving Competition, Sabang Underwater Contest, Sales Mission Cruise Operator, Lomba Memancing, Lomba Video dan foto serta lainnya.

"Dapat kami pastikan bahwa Sail Sabang adalah event wisata terbesar di Indonesia tahun ini," ujar Irwandi belum lama ini.

Selain diisi 24 acara, Sail Sabang juga diikuti lebih dari 100 kapal yacht dari berbagai negara ditambah dengan kapal-kapal lainnya, termasuk KRI Bima Suci, akan mengikuti Toll Ship Parade pada acara puncak di tanggal 2 Desember di Teluk Sabang, Pelabuhan CT-3. Acara puncak sendiri akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Tidak hanya itu, acara juga akan dimeriahkan dengan menampilkan tarian kolosal Laksamana Malahayati, yang merupakan Laksamana Perempuan asal Aceh, diikuti Kapal Pemuda Nusantara, kapal riset Baruna Jaya IV dan Baruna Jaya VIII, dan parade kapal nelayan tradisional.

Di tahun ini, Sail Sabang 2017 mengangkat tema "Trail of Sea Civilization". Ini sekaligus sebagai event tahunan Sail Indonesia dalam rangka meningkatkan pariwisata bahari dengan menjadikan Sabang sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia.

"Dengan terlaksananya event ini diharapkan Sabang dapat tampil sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia bagian barat. Sehingga pariwisata Sabang dapat berkontribusi mewujudkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia," ujarnya.

Lebih jauh Irwandi menjelaskan, Sail Sabang 2017 tidak hanya untuk mempromosikan wisata Aceh, tetapi juga sebagai wahana untuk mendorong percepatan pembangunan di Aceh.

"Serta juga mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Sabang," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan, Sabang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan untuk wisata bahari karena potensi alam dan lokasinya yang strategis sehingga setiap tahun disinggahi puluhan kapal pesiar (cruise) maupun kapal yacht dari mancanegara.

"Di kalangan wisatawan penggemar marine tourism, Sabang dikenal sebagai destinasi favourit karena para traveller bisa melakukan berbagai aktivitas antara lain; diving, snorkeling, fishing, sun-beaching, dan kegiatan wisata bahari lainnya dengan spot-spot yang menarik," kata Arief Yahya.

Ia menjelaskan, tahun lalu kapal pesiar (cruise) yang singgah di Sabang sebanyak 10 cruise dengan membawa 6.137 wisman (per November 2016) serta 37 yacht membawa 82 wisman (per Juni 2016) dengan total kunjungan wisman (yacht, cruise, dan diving) per November 2016 mencapai 9,763 wisman.

"Event Sail Sabang 2017 akan menjadi momentum untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisman (yacht, cruise, dan diving) ke Sabang," tuntasnya.| Merdeka.com

Teror bom dan penembakan Masjid Mesir
Kairo - Jumlah korban tewas dalam aksi teror bom dan penembakan di sebuah masjid di Semenanjung Sinai Utara, Mesir, bertambah menjadi 235 orang. Teror tersebut terjadi di Desa al-Rawda, sebelah barat el-Arish, diduga saat Salat Jumat, 24 November 2017.

Dilansir dari Aljazeera, laporan media negara Mesir MENA jumlah korban tewas mengacu sumber keamanan resmi. Selain itu, sedikitnya 120 orang terluka dalam serangan terkutuk ini.

Dari laporan media lokal menyebut terduga pelaku menanam bahan peledak di kerumunan jemaah. Kemudian, ada pelaku yang melepaskan tembakan ke jemaah masjid saat khutbah Jumat sedang berlangsung.

Otoritas pemerintah Mesir menyatakan, aksi teror ini termasuk yang terbesar bila mengacu dari jumlah korban tewas.

Mesir sudah bertahun-tahun dilanda konflik. Perjuangan melawan gerakan bersenjata di Semenanjung Sinai terus dilakukan sampai sekarang. Kontak senjata terus meningkat sejak militer menggulingkan Presiden terpilih, Mohamed Morsi dari Ikhwanul Muslimin pada pertengahan 2013.

Mengacu kejadian sebelumnya pada 2014, terjadi bom bunuh diri yang menewaskan 31 tentara. Saat itu, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengumumkan keadaan darurat di semenanjung tersebut, yang menggambarkannya sebagai "tempat bersarang untuk terorisme dan teroris". | Viva |
Aljazeera

Bener Meriah - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyebut akan menindak tegas perusahaan yang melanggar peraturan dan melakukan illegal logging di Aceh.

Hal itu disampaikan Irwandi ketika melakukan inspseksi mendadak ke Desa Wer Tingkem Kecamatan Meusidah dan Desa Rusip, Kecamatan Syiah Utama, Jumat (24/11/2017).

Saat Sidak ke Desa Rusip, Irwandi mencurigai kayu-kayu di sebuah pabrik pengolahan dari hasil curian.

"Ini pabrik kayunya berizin, izin gubernur tahun 2016 bisa kita lihat di papan di depan pabrik, tapi sumber kayunya tidak sah, kayu curian ditebang entah dimana mana bukan dari sumbernya," kata Irwandi.

Berdasarkan Informasi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh yang dihubungi langsung oleh Irwandi, sumber kayunya berasal dari lahan pribadi pemilik perusahaan tersebut.

"Heran juga saya ada lahan milik pribadi di tengah hutan. Adakah orang yang punya hutan?,” Tanya Irwandi.

Selain itu lanjut Irwandi, perusahaan ini (Sawmill Hakim) juga banyak permasalahan dalam hal perizinan yang terjadi di tahun 2016.

"Katanya ada backing dari oknum-oknum Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), udah banyak masuk laporan ke saya, cuma saya gak punya bukti," kata Irwandi.

Irwandi meminta Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli yang ikut melakukan sidak agar memeriksa para saksi guna mengetahui apakah lokasi penebangan dilakukan di area yang diberikan izin atau di luar area tersebut.

"Pabrik ini tidak boleh beroperasi dan harus dihentikan, karena sumber kayunya yang tidak jelas dan illegal," tegas Irwandi.

Sementara Bupati Bener Meriah, Ahmadi menyampaikan, banyak menerima laporan dari masyarakat terkait penebangan illegal di wilayah tersebut.

"Karena ini kewenanganya ada di propinsi, dalam Rakor pimpinan daerah saya sudah sampaikan kepada Pak Gubernur, dan hari pak gubernur sudah datang kesini untuk melihat langsung," kata Ahmadi.

Ahmadi mengatakan Ia bersama Muspida Bener Meriah siap untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan perintah atau keputusan Gubernur.

"Kalau penghentian, penutupan dan penindakan sifatnya ke ranah hukum, kita hanya berkoordinasi atau membantu pihak kepolisian," ujar Ahmadi.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli mengatakan akan mendalami dan memeriksa saksi saksi baik dari KPG maupun pemilik perusahaan untuk mengetahui lokasi penebangan kayu yang selama ini dilakukan.

"Kalau memang mereka tidak dapat menjelaskan dan dapat dibuktikan sumber kayunnya illegal, akan kita dalami dan kita proses," ujar Kapolres.

Selain ke Desa Rusip, Irwandi juga melakukan sidak ke Desa Wer Tingkem, Kec. Meusidah untuk melihat lokasi penebangan yang dikelola PT. Tusam Hutani Lestari (THL).

"PT. THL ini dikenal sejak dulu menebang saja tidak menanam, banyak sekali kalau kita lihat lahan bekas mereka gundul semua, artinya tidak ditanami atau ditanami tidak dijaga," kata Irwandi.

Selain itu lanjut Irwandi, truk yang mengangkut kayu hasil penebangan di wilayah tersebut telah merusak sejumlah ruas jalan karena tonase atau muatan yang berlebihan.

"Nanti akan saya bahas di Banda Aceh, apakah dihentikan atau tidak, jika tidak melanggar bisa dilanjutkan, kalau melanggar akan kita hentikan," kata Irwandi.

Pada kesempatan tersebut, Irwandi juga meminta agar para aktivis lingkungan untuk mencari data terkait penebangan liar yang merusak lingkungan agar bisa ditindak.

"Tolong sampaikan kepada aktivis-aktivis lingkungan hidup untuk mencari data terkait penebangan illegal dan berikan kepada saya," pungkas Irwandi. [Humas]

StatusAceh.Net - Aksi teror terjadi di Mesir, Jumat, 24 November 2017. Aksi ini menewaskan 184 orang. Aksi ini diawali dengan sebuah serangan bom di dalam Masjid Al Rawdah, sebelah barat Kota El Arish.

Dikutip dari Reuters, selain mengebom masjid, teroris juga menembaki para jemaah yang tengah menunaikan ibadah salat Jumat di masjid daerah Sinai Utara itu.

Hingga saat ini, tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan paling mematikan di wilayah yang selama tiga tahun terakhir telah dijaga pasukan keamanan Mesir yang tengah memerangi pemberontak Islam garis keras.

"Mereka (teroris) menembaki orang-orang saat mereka meninggalkan masjid, dan mereka juga menembaki ambulans," kata seorang penduduk setempat yang berada di lokasi kejadian kepada Reuters.

Atas kejadian tersebut, Presiden Abdel Fattah al-Sisi, kemudian segera mengadakan sebuah pertemuan darurat keamanan untuk segera membentengi wilayah tersebut dari serangan gerilyawan Islam garis keras.

Menurut Sisi, militan telah menargetkan pasukan keamanan dalam serangan mereka sejak pertumpahan darah di Sinai memburuk pada 2013, setelah sebelumnya menggulingkan Presiden Mohamed Mursi dari Ikhwanul Muslimin.

Selain itu, para teroris juga menargetkan suku Sinai setempat yang bekerja dengan angkatan bersenjata, karena dianggap pengkhianat setelah bekerja sama dengan tentara dan polisi. | Viva | Reture

Masjid Al Rawdah (Foto: Hindustan Times)
Kairo - Sedikitnya 155 orang tewas akibat ledakan bom dan serangan bersenjata di sebuah masjid di Sinai, Mesir. Para pelaku meledakkan bom dan melepaskan tembakan ke arah jemaah yang baru menunaikan ibadah salat Jumat.

Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Namun diketahui bahwa selama tiga tahun terakhir, militer Mesir terus bertempur melawan militan lokal di Sinai yang melakukan rentetan serangan hingga menewaskan ratusan polisi dan tentara.

Dilaporkan kantor berita MENA dan dilansir Reuters juga AFP, Jumat (24/11/2017), sejauh ini dilaporkan 155 orang tewas dan sekitar 120 orang lainnya mengalami luka-luka. Insiden ini terjadi di masjid Al Rawdah di Bir al-Abed, yang ada di kota El-Arish, kota terbesar di Provinsi Sinai Utara.

"Para pelaku menembaki orang-orang saat mereka meninggalkan masjid," tutur seorang warga setempat yang kerabatnya ada di lokasi kejadian.

"Mereka juga melepas tembakan ke arah ambulans," imbuhnya.

Berbagai foto dari lokasi kejadian menunjukkan para korban yang mengalami pendarahan dan jenazah korban tewas yang ditutupi selimut.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi langsung menggelar rapat keamanan darurat usai serangan ini terjadi.

Kebanyakan militan di Sinai menargetkan personel kepolisian dan militer dalam serangannya. Situasi konflik di Sinai memburuk setelah militer Mesir yang dipimpin Al-Sisi melengserkan Presiden Mohamed Morsi tahun 2013 lalu.

Dalam serangannya, militan di Sinai juga mulai menargetkan warga sipil yang dianggap bekerja sama dengan militer Mesir. | Detik.com


SUKABUMI- Ketua DPW Front Pembela Islam (FPI) Bogor Raya Habib Hasan bin Alwi Assegaf dipukuli usai ceramah di Jampang, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis petang (23/11/2017).

Kejadian bermula saat Habib Hasan beradu argumen dengan dua pria di Kiara Dua, Jampang Tengah Sukabumi usai menyampaikan ceramah di majelis taklim. Dua pria tersebut mempersoalkan ceramah Habib Hasan yang menyinggung PKI.

Setelah pulang, Habib Hasan diikuti oleh kedua orang tersebut. Selanjutnya, pelaku memukul dan menendang sepeda motor yang dikendarai Habib Hasan di tengah jalan.

“Sebetulnya musibah yang ane dapetkan tadinya tidak mau ane beritakan yang sebetulnya, tetapi kalau orang tidak tahu, orang tidak akan siaga menghadapi mereka,” ucap Habib Hasan, seperti disampaikan pemilik akun Nay Aydrus Hamid·
Habib Hasan mengatakan, hampir di setiap tempat dia bicara tentang PKI. Namun hal itu dipersoalkan oleh dua orang pria di Kiara Dua Jampang.

“Dia bela idiologi PKI. Eh pas pulang dari Kiara Dua menuju Cigaru, dia ikuti motor ane. Dan di belokan dia tendang motor ane belakangnya sehingga jatuh,” imbuhnya.
Pada saat bersamaan, sebuah truk melaju dari arah berlawanan. Truk tersebut nyaris menabrak sepeda motor yang dikendarai pelaku.

“Tidak disangka truk di depan kencang hampir nabrak motor mereka dan mereka menghindar. Akhirnya mereka jatuh lebih parah dari ane. Waspada dan fakta PKI domba berbulu serigala,” tandasnya.

Akibat kejadian itu, Habib Hasan mengalami luka parah di bagian wajah. Mulutnya monyong dan mengeluarkan darah.(pojoksatu)

,
Tualang Cut - Agar Akidah tetap terjaga serta dapat menyempurnakan shalat, Maka Batalyon Raider Khusus 111/Karma Bhakti mengadakan kegiatan pengajian dan ceramah Agama dengan mendatangkan ustadz dari Kabupaten Aceh Utara.

Ceramah agama tersebut disampaikan oleh Ustad Drs. Tengku Diauddin, di Masjid Amanah Batalyon Raider, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, dan dihadiri seluruh prajurit TNI dan Keluarga besar Batalyon Raider Khusus 111/Karma Bhakti, Jumat (23/11/2017) malam.

Dalam isi ceramah agama tersebut, Ustad Drs. Tengku Diauddin dari Kabupaten Aceh Utara mengutarakan, dewasa ini, sangat diperkan untuk menjaga akidah serta menyempurnakan ibadah Shalat Wajib Lima Waktu dalam sehari semalam.

Sebagai Umat islam, ajaran dan ilmu agama itu wajib diketahu dan diajarkan  kepada anak-anak kita sejak dini. Sehingga para generasi muda penerus bangsa, tidak mudah tergoyah dari berbagai godaan maupun virus-virus berbahaya yang akan terus mengancamnya.

Islam itu indah dan selamanya tetap ada. Begitu pula para prajurit TNI, selama melaksanakan tugasnya dalam menjaga keutuhan NKRI dan Rakyatnya, diharapkan, keadaan apapun sempatkan untuk menunaikan ibadah Shalat Lima Waktu. “Itulah kewajiban umat islam, tetap menjaga akidah dan menyempurnakan shalat serta meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT.

Sementara itu, Komandan Batalyon (Danyon) Raider Khusus 111/Karma Bhakti Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis mengatakan, acara keagamaan di satuan Batalyon Raider merupakan kegiatan rutunitas pada Pembinaan Mental (Bintal), yang dilaksanakan seluruh prajurit dan keluarga besar Batalyon Raider Khusus 111 Karma Bhakti, katanya.

“Malam Jum’at ini, kami mengundang dan mendatangkan Ustad Drs. Tengku Diauddin dari Kabupaten Aceh Utara untuk memberikan ceramah agama. Insya-ALLAH, pada pertemuan malam pengajian berikutnya, juga akan di undang Ustadz dari berbagai daerah lainnya secara bergantian“, sebut Danyon Muhammad Iqbal Lubis.

Danyon Raider berharap, kepada seluruh prajurit TNI dan keluarganya, apa yang disampaikan ustadz dalam ceramah nantinya, diharapkan dapat dijadikan pedoman, serta bermanfaat dalam berkehidupan sehari-hari, maupun selama melaksanakan tugas kedepan,  harapnya..(Laung)

Banda Aceh - Wakil Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah., menghadiri Rapat Paripurna DPR Aceh dengan agenda Penyampaian pendapat akhir fraksi tentang rancangan qanun Aceh prolega prioritas tahun 2017.

Rancangan qanun yang diberikan pandangan oleh para anggota dewan adalah Rancangan Qanun Aceh Tentang Bantuan Hukum Fakir Miskin dan Rancangan Qanun Aceh tentang Perubahan qanun Aceh Nomor 6 tahun 2012 Tentang Perkebunan. Selanjutnya adalah Rancangan Qanun Aceh Tentang Tanaman Pangan dan Holtikultura.

Dari tiga rancangan qanun yang dibahas itu, para anggota dewan dari berbagai fraksi tersebut setuju untuk menqanunkan rancangan qanun tersebut. Namun demikian beberapa fraksi seperti Golkar dan Partai Aceh memberi masukan redaksi bahasa dari qanun itu.

"Siapa definisi 'orang Aceh', dalam rancangan qanun itu," kata Ir. Fatimah, Sekretaris Fraksi Partai Nasdem dalam pandangan fraksi partainya.

Wagub Nova mengatakan semua yang diusulkan oleh fraksi Partai Politik DPR Aceh melalui juru bicaranya secara substansi tidak ada yang bernuansa politis. "Semua untuk kebaikan. Kita setuju untuk mengakomodir itu semua," kata Nova Iriansyah.

Wagub menegaskan rancangan qanun tersebut menyangkut semua kepentingan masyarakat dan lingkungan hidup. (Rill)

Banda Aceh – Delegasi Afganistan bersama pimpinan Berghof Foundation Jerman, berkunjung ke Aceh pada Jumat,  24/11/2017.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin mengatakan bahwa Kunjungan delegasi Afganistan tersebut dilakukan dalam rangka mempelajari  perdamaian di Aceh.

Mulyadi Nurdin menambahkan bahwa Berghof Foundation sedang melakukan upaya penyelesaian konflik di Afghanistan, didukung oleh Pemerintah Jerman, ingin mempelajari langkah-langkah yang ditempuh oleh Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sehingga bisa lahirnya perjanjian damai di Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005.

Mulyadi Nurdin menambahkan bahwa Delegasi Tinggi dari Afghanistan tertarik untuk mempelajari cara penyelesaian konflik Aceh, sehingga ingin menggali informasi tersebut dari para pihak yang terlibat dalam proses perdamaian di Aceh, terutama juru runding yang melahirkan MoU Helsinki.

Mulyadi Nurdin menambahkan bahwa pada prinsipnya Pemerintah Aceh siap berbagi pengalaman dengan Afganistan dalam menyelesaikan konflik di negara tersebut.

Menurut Mulyadi Nurdin, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sangat peduli dengan isu perdamaian dunia, sehingga kunjungan delegasi Afganistan ke Aceh merupakan langkah sangat tepat, karena penyelesaian konflik Aceh merupakan salah satu yang paling cepat di dunia, setelah mengalami konflik lebih dari 30 tahun.

"Gubernur Irwandi berulang kali menyatakan ingin berbagi pengalaman tersebut dengan dunia," ujar Mulyadi Nurdin.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum, Saidan Nafi, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, menceritakan secara singkat tentang konflik panjang yang terjadi di Aceh.

Konflik berkepanjangan tersebut telah banyak membawa penderitaan bagi masyarakat Aceh, dan berakibat pada terhambatnya pembangunan Aceh.

"Hal ini mengakibatkan meningkatnya angka kemiskinan yang berpengaruh pada rendahnya kualitas hidup masyarakat,” ungkap Gubernur Aceh sebagaimana dibaca Saidan Nafi.

Tak ingin kondisi terus berlarut, akhirnya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia sepakat untuk membangun dialog guna menciptakan perdamaian. Dialog antara GAM dan Pemerintah Indonesia itu telah dirintis berkali-kali dan mulai memasuki tahap intensif sejak tahun 2002.

Musibah Tsunami yang melanda sebagian besar wilayah Aceh pada tahun 2004, dan mengakibatkan sebanyak 200 ribu masyarakat menjadi korban dan menimbulkan kerugian mencapai puluhan triliun rupiah.

Kondisi itu mendorong GAM dan Pemerintah Indonesia semakin intensif membicarakan perdamaian karena kedua pihak meyakini, bahwa tanpa perdamaian, tidak mungkin proses recovery Aceh dapat dilakukan.

“Akhirnya pada 15 Agustus 2005, secara resmi GAM dan Pemerintah Indonesia menandatangani perjanjian damai di Helsinki. Sejak saat itu, perubahan besar mulai terjadi di Aceh hingga akhirnya Aceh dapat terus berkembang seperti saat ini,” sambung Saidan Nafi.

Pasca perjanjian damai, pembangunan Aceh semakin meningkat, perdamaian semakin menguat dan ekonomi masyarakat mulai menunjukkan perbaikan yang menjanjikan. Hal ini berpengaruh pada jumlah kunjungan wisatawan internasional yang semakin meningkat.

“Minggu depan, mulai 28 November hingga 5 Desember, di Aceh akan berlangsung event internasional Sail Sabang yang diikuti para peserta dari berbagai negara. Semua ini menunjukkan perdamaian Aceh sangat berhasil dan layak menjadi contoh bagi semangat perdamaian dunia,” kata Saidan Nafi.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak delegasi dari sejumlah negara, diantaranya Myanmar, Filipina, Thailand, India dan Khasmir, serta beberapa negara Afrika datang untuk mempelajari perdamaian di Aceh.

"Meski sejarah konflik Aceh tidak sama dengan konflik Afghanistan, ada beberapa metode yang bisa dijadikan pembelajaran," ungkap Saidan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para mantan juru runding perdamaian Aceh yang terlibat langsung saat proses dialog di Helsinki pada tahun 2005, di antaranya Bakhtiar Abdullah, Nur Juli, Shadia Marhaban dan Munawar Liza. Hadir juga para pejabat Pemerintah Aceh, tokoh perwakilan Forkopimda Aceh, serta sejumlah tokoh masyarakat.(Rill)

Bener Meriah - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf didampingi Bupati Bener Meriah, Ahmadi melepas peserta  Fun Walk (Gerak Jalan Santai) di halaman Kantor Bupati Bener Meriah, Jumat (24/11/2017).

Kegiatan Fun Walk yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Korp Pegawai Negeri (KORPRI) ke 46 itu di ikuti oleh para Pegawai Negeri Sipil dan sejumlah peserta lainnya.

Usai melepas para peserta, Irwandi dan Ahmadi juga ikut berjalan santai bersama para peserta ke arah Jalan Rege Guru, Simpang Tiga dan kembali ke Kantor Bupati Bener Meriah.

Pada kesempatan tersebut, Irwandi mengajak para peserta agar secara rutin berolahraga  untuk menjaga kesehatan dan  membudayakan gaya hidup sehat  agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

Penitia penyelenggara turut menyediakan berbagai macam hadiah dorprize menarik yang bisa didapatkan oleh para peserta gerak jalan santai.(Rill)

,
Lhokseumawe - Para prajurit TNI Makorem dan Satuan Dinas Jawatan jajaran Korem 011/Lilawangsa, Lhokseumawe, Kecamatan Banda Sakti, melaksanakan latihan tenaga dalam seni bela diri militer Yong Moodo, di Lapangan Jenderal Sudirman, Jumat (25/11/2017).

Dalam siaran pers Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono yang disampaikan melalui Kapenrem 011/Lilawangsa Mayor Inf Abdul Rajab mengatakan, Yong Moodo merupakan seni bela diri militer gabungan dari Judo, Taekwondo, Apkido, Karate, Jiu-Jitsu dan Hon Sin Sul.

Ditambahkan Kapenrem, setiap prajurit TNI Angkatan Darat, khususnya prajurit TNI jajaran Korem 011/Lilawangsa, selain jago perang, harus menguasai tenaga dalam seperti kemampuan seni bela diri militer Yong Moodo, yaitu pertarungan jarak dekat.

Diantaranya memiliki kemampuan teknik perkelahian, strategis, mental dan fisik, serta jiwa kesatria. Kesemuanya itu mengacu tuntutan tugas pokok sebagai abdi negara maupun abdi masyarakat dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebut Kapenrem usai mengikuti latihan Yong Moodo, di akhir minggu militer.(Laung)

MEDAN - Jajaran Satnarkoba Polrestabes Medan kembali menembak mati seorang bandar narkoba, Kamis (23/11).

Warga Jalan Mandor, Kelurahan Pulo Brayan, Medan Timur, Sumut, berinisial MA tersebut ditembak mati karena melawan petugas dalam sebuah penyergapan.

“Terpaksa kami tembak mati. Tersangka melawan dalam penyergapan,” papar Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Ganda Saragih saat jumpa pers di RS Bhayangkara Medan, Kamis (23/11) siang.

Dijelaskannya, penangkapan berawal dari informasi salah seorang petugas jasa pengiriman barang, pada pertengahan Oktober lalu.

“Pada 15 Oktober 2017, kami menerima informasi dari petugas jasa salah satu pengiriman barang di Medan. Mereka mengatakan ada seorang lelaki (tersangka) akan mengirimkan 2 paket barang dengan tujuan Semarang, Jawa Tengah,” jelas AKBP Ganda.

Namun, saat barang kiriman itu hendak diperiksa, tersangka menolaknya sehingga petugas jasa pengiriman curiga. Setelah tersangka pergi, petugas itu menghubungi personel Polrestabes Medan. Polisi pun datang melakukan penyelidikan.

“Setelah dibuka, kedua paket tersebut berisi narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 5 bungkus seberat 5 kilogram. Guna dilakukan penyelidikan, barang bukti sabu tersebut kami sita,” jelas AKBP Ganda.

Identifikasi terhadap tersangka pun dimulai dari rekaman CCTV yang ada di tempat jasa pengiriman barang.

“Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, kami dapat mengidentifikasi identitas pengirim. Setelah dilakukan pengembangan, pada Kamis (23/11) sekira pukul 24.00 WIB, kami melihat tersangka melintas di Jalan KL Yos Sudarso mengendarai sepeda motor,” terang AKBP Ganda.

Takut buruannya kabur, polisi langsung berusaha menghentikan laju sepeda motor tersangka. Mengetahui polisi, tersangka yang tubuhnya dipenuhi tato tersebut melakukan perlawanan dan mencoba menabrak petugas.

“Karena sudah membahayakan anggota, kami lantas memberikan tembakan peringatan. Namun tembakan peringatan itu tidak diindahkan tersangka, sehingga dengan terpaksa kami lakukan tindakan tegas dan terukur,” papar Ganda.

Setelah tersangka terjatuh, polisi lantas menggeledah tubuh tersangka. Dari saku tersangka, ditemukan sabu seberat 1 ons.

Polisi lantas mengamankan barang bukti dan berusaha menolong tersangka dengan membawanya ke RSU Bhayangkara Medan. Namun sayang, dalam perjalanan tersangka tewas.

Selain bukti awal sabu seberat 5 kilogram lebih, polisi juga menyita barang bukti 1 ons sabu, 1 unit sepeda motor, 2 helm, 4 buku tabungan dan 1 unit handphone.

Hingga saat ini, jenazah pria kelahiran Pematang Siantar itu masih berada di RSU Bhayangkara Tingkat II Medan. | JPNN

Lhokseumawe - Satres Narkoba Polres Lhokseumawe, rabu (22/11/2017) pukul 17.30 Wib berhasil meringkus seorang pria diduga terkait dengan kepemilikan Narkoba jenis Ganja di Dusun Glee Desa Blang Crum Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe.

Tersangka yang ditangkap yakni TM (48) wiraswasta warga Jalan Kenari Lorong Bugeh Nomor 144 B Desa Kuta Blang Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kasat Narkoba Iptu Zeska Julian Wijaya, S.Ik mengatakan, tertangkapnya tersangka berawal dari informasi masyarakat bahwa dilokasi tersebut diduga tersangka TM (48) kerap melakukan transaksi jual beli Narkoba jenis ganja kering dan selanjutnya tim melakukan penyelidikan."ujarnya Jum'at pagi (24/11/2017)

Lanjutnya, dari hasil penyelidikan kuat dugaan informasi itu benar, selanjutnya Rabu (22/11/2017) pukul 17.30 wib, tim berhasil melakukan penangkapan dan penggeledahan di rumah tersangka serta berhasil menemukan barang bukti diduga Narkoba Jenis ganja dirumahnya yang disimpan dalam 1 buah kantong plastik berisikan 69 bungkus/am paket kecil ganja kering yang dibungkus dengan kertas putih.

Kemudian ditemukan 8 bungkus/am paket sedang diatas meja serta 3 bungkus besar yang dibalut dengan koran."ungkapnya Iptu Zeska

"Dari tersangka berhasil diamankan barang bukti total 80 paket diduga ganja dengan rincian 8 bungkus paket sedang yang disimpan dalam kantong plastik hitam, 69 bungkus paket kecil serta 3 bungkus paket besar dengan berat 3250 gram/bruto dan Uang hasil penjualan sebesar Rp.280.000 rupiah."imbuhnya

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di mapolres Lhokseumawe untuk proses hukum lebih lanjut."tegas Kasat Narkoba Iptu Zeska Julian Wijaya.(RMD)

Lhokseumawe -  Satuan Narkoba Polres Lhokseumawe, Rabu, (22/11/2017) pukul 13.30 Wib kembali berhasil membekuk seorang pria serta menyita barang bukti 9 paket diduga sabu di Dusun Kuala Mamplam Desa Ujong Blang Kecamatan Banda sakti Kota Lhokseumawe.

Tersangka yang ditangkap adalah IU (36) Wiraswasta warga dusun kuala mamplam Desa Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti Kota setempat.


Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Narkoba Iptu Zeska Julian mengatakan, tertangkapnya tersangka berawal dari info masyarakat bahwa dilokasi tersebut tersangka sering melakukan transaksi jual beli narkotika jenis sabu, berdasarkan informasi tersebut Tim Opsnal Satres Narkoba melakukan penyelidikan."jelasnya

Kuat dugaan informasi tersebut benar, selanjutnya petugas langsung mengamankan 1  tersangka IU (36) dan 3 orang lainnya di dalam rumah tersangka, setelah dilakukan penggeledagan badan ditemukan barang bukti 7 paket diduga sabu pada tersangka IU (36) ."ungkap Kasat Narkoba

"Dari tersangka polisi mengamankan barang bukti  berupa 7 paket sabu dengan berat 1,96gram/bruto,  1 bal plastik, 1 buah hp merk maxtron hitam, 1 kotak sampoerna mild, 1 (satu) dompet warna coklat, 1 kotak transparan dan uang Rp. 375.000 rupiah."imbuhnya

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Lhokseumawe guna proses pemeriksaan lebih lanjut."tegas Kapolsek.(RMD)

Lhoksukon - Satuan Reskrim Narkoba Polres Aceh Utara kembali mengungkap peredaran narkoba di wilayahnya, kali ini GN (30) petani asal Krueng Baro Kecamatan Samudera, ditangkap bersama sejumlah barang bukti paket sabu. Rabu (22/11) sekira pukul 17.30 WIB.

Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji melalui Kasat Resnarkoba Polres Aceh Utara AKP Ildani kepada wartawan StatusAceh.net mengungkapkan GN ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat terkait kerapnya peredaran narkoba di desanya, setelah itu tim petugas melakukan penyelidikan dan ternyata inforamsi tersebut benar dan ditemukan seorang laki-laki berinisial G bersama barang bukti narkoba di TKP.

“Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti empat paket sabu-sabu yang dikemas dengan plastik bening seberat 0,61 gram/bruto, uang tunai senilai Rp 334.000, dan satu handphone,” jelasnya.

Selanjutnya tersangka beserta barang bukti diamankan ke Satuan Resnarkoba Polres Aceh Utara guna proses pemerikasaan lebih lanjut.(SA/TM)

StatusAceh.Net - Anggota DPD RI Asal Aceh Fachrul Razi, MIP tiba pagi  harinya dari Jakarta, terbang menuju kota Lhokseumawe berniat mendukung dan hanya berusaha untuk membebaskan 2 Mahasiswa yang saat itu butuh bantuan Hukum. Niat saya ikhlas dan istiqamah tanpa kepentingan apapun karena mahasiswa yang ditahan adalah alumni Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) sebuah Lembaga yang Saya dirikan dan mereka Adik Adik Saya.

Bahwa kehadiran Saya Di pengadilan TIDAK ada kaitan dengan Aksi massa Karena dua agenda yang berbeda Namun dalam satu lokasi. Saya memahami atas adanya tudingan  kedatangan saya dianggap hanya untuk "mencari panggung", namun secara ikhlas saya lakukan tanpa maksud apapun demi tercapai tujuan yaitu 2 Mahasiswa bisa segera dibebaskan. Sebagaimana pengalaman beberapa orang mahasiswa atau masyarakat yang Pernah Saya bebaskan.  Semua saya lakukan tanpa publikasi karena proses hukum harus dihormati.  Semoga atas tudingan maupun Fitnah kepada saya, ALLAH akan membalas dengan kebaikan yang sebenarnya.

Kehadiran Saya ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe dalam rangka solidaritas dan dukungan serta keprihatian atas penahanan 2 mahasiswa yang di tahan oleh Pengadilan Negeri Lhokseumawe dengan memberikan Jaminan dan surat penangguhan penahanan kepada ketua Majelis Hakim dan Plt Ketua Pengadilan Lhokseumawe yang diterima pada pagi hari  pukul 12.00 wib Di ruang plt ketua pengadilan disaksikan humas pengadilan dan ketua Majelis Hakim. Dalam Pertemuan Selama 1,5 jam kami membahas Solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan persidangan Mahasiswa.

Pada Saat rapat selesai, setelah itu massa aksi sudah berkumpul didepan pengadilan dan melakukan Aksi damai setelah bergerak dari kantor Kejaksaan. Agenda kehadiran Saya dengan adanya Aksi damai adalah dua hal yang berbeda. Setelah rapat dengan pihak pengadilan, Saya turun menjumpai Kapolres Karena kehadiran saya di depan massa atas permintaan Kapolres Lhokseumawe untuk bertemu mahasiswa bahwa telah ada hasil negosiasi secara positif antara saya sebagai anggota DPD RI (penjamin) dengan ketua Hakim dan plt ketua pengadilan.

Bahwa tidak ada upaya saya untuk meminta diri berorasi atau meminta panggung, Namun hanya berdiri saja didepan massa Aksi. Saya memahami dan Menghargai Jika ada mahasiswa Dalam massa ramai untuk tidak berada Di lokasi Aksi. Kemudian Saya mencoba menfasilitasi dengan pimpinan Aksi dan pimpinan mahasiswa agar dapat di wakilkan beberapa orang mahasiswa untuk dapat audiensi dengan Kepada pengadilan. Dan hal tersebut juga menjadi tuntutan mahasiswa agar dapat bertemu ketua pengadilan. Kemudian saya bertemu plt ketua pengadilan untuk Bersedia bertemu Mahasiswa. Awalnya Beliau menolak Karena sudah ada hasil pembicaraan sebelumnya, kemudian akhirnya beliau (PLT Ketua pengadilan) bersedia bertemu perwakilan mahasiswa. Akhirnya pertemuan dengan Mahasiswa dan pihak pengadilan berlangsung secara baik dan musyawarah dan meminta ketua pengadilan menjelaskan ke massa mahasiswa hingga aksi berakhir dengan damai dan tertib.

Saya memberikan Apresiasi kepada Mahasiswa untuk terus memperjuangkan kebenaran dan Pemerintah yang bersih dan anti Korupsi serta percepatan Pembangunan Di Aceh.(Rill)

StatusAceh.Net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh yang ingin menghentikan operasional bank konvensional dan mengganti seluruhnya dengan bank syariah bisa saja diterapkan asal masyarakat setempat menerima kebijakan tersebut.

Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Krisriyana mengatakan, aturan itu berpeluang diterima masyarakat lantaran sebagian besar penduduk beragama muslim.

"Intinya bukan bisa atau tidak bisa, tapi kalau Pemprov-nya inginkan seperti itu ya silakan saja. Nantikan yang menentukan itu bisa atau tidak kan masyarakat. Masyarakat mau lari ke sana atau tidak. Kan sebagian besar masyarakat di sana muslim, kenapa tidak bisa?" ujar Heru di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (23/11).

Selain itu, menurutnya, Pemprov Aceh sebagai regulator tentu punya hak dan kewenangan untuk membuat aturan bagi masyarakat di daerahnya. Toh, aturan Pemprov tentunya juga berdasarkan kesepakatan bersama dari seluruh lapisan masyarakat.

Kendati begitu, Heru belum ingin memberi proyeksi lebih jauh mengenai mekanisme bila aturan itu jadi disahkan dan diterapkan. Termasuk, bila ada potensi pembagian kawasan tertentu yang diperbolehkan melakukan transaksi melalui bank konvensional.

Sebab, sejatinya ia belum membaca peraturan daerah atau qanun tersebut. Namun, ia bilang, isu terkait aturan ini memang telah dikomunikasikan oleh Pemprov Aceh kepada OJK sebagai pengawas lembaga jasa keuangan.

"Mereka sounding (memberitahu) ke kami, tapi belum beritahu secara detail, nanti saya tanya dulu konsepnya. Saya belum baca qanunnya seperti apa," katanya.

Di sisi lain, Heru juga enggan memberi proyeksi bila aturan tersebut benar dijalankan, namun mendapat penolakan dari masyarakat. Ia tak bisa memperkirakan, apakah aturan itu kemudian bisa dicabut atau tidak.

"Tergantung Pemprov, kan pemiliknya mereka, mereka yang buat. Ya mereka yang menentukan kalau mau ditarik lagi," pungkasnya. | CNN

StatusAceh.Net - Dua bocah kakak adik asal Desa Geulanggang Meunjee, Kutablang, Bireuen, Aceh, mengidap penyakit langka sejak lahir. Seluruh anggota tubuh mereka terasa gatal dan saat digaruk kulit mengelupas.

Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Kamis (23/11/2017), Radiansyah (11 ) dan adik perempuannya, Wulan Zaskia (7) sudah empat hari dirawat di RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh. Keduanya mengidap penyakit langka sejak lahir.

Seluruh anggota tubuh terasa gatal dan saat digaruk kulitnya mengelupas. Meski sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit, penyakit yang diderita keduanya tidak kunjung membaik. Sang kakak, Radiansyah, kini sudah tidak dapat berjalan karena kakinya sudah tidak normal.

Dokter menegaskan, penyakit yang dalami dua bocah bersaudara ini karena faktor genetik.

Penyakit ini tergolong langka. Penanganannya membutuhkan rawatan khusus dan perlu kesabaran.

Pihak rumah sakit kini berusaha memulihkan luka kedua pasien dan memperbaiki gizi. Kedua anak tersebut juga memiliki gangguan nutrisi sehingga menghambat pertumbuhan anak. | liputan6

StatusAceh.Net - Juru Bicara Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB) Sebby Sambom menyatakan strategi yang diterapkan pihaknya dalam perlawanan selama ini adalah menembak sesuai dengan jumlah tembakan TNI-Polri.

Meski melakukan perlawanan, dia membantah bahwa TNPPB adalah kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) seperti yang dituduhkan pemerintah dan aparat keamanan.

"Kalau mereka menembak lima kali, kami tembak lima kali. Kalau menembak dua kali, kami tembak mereka dua kali. Amunisi kami terbatas," paparnya kepada Jawa Pos kemarin.

Sebby menambahkan, bila ingin damai, tentu pemerintahan Jokowi tidak perlu mengejar TNPPB. Bisa memulai dengan melakukan perundingan.

"Itu kalau mereka mau damai," ucapnya.

Terkait pengejaran yang dilakukan TNI dan Polri, terang Sebby, pihaknya mendapat laporan bahwa anggota TNPPB telah melakukan penembakan beberapa kali.

"Kami menembak beberapa anggota TNI," sebutnya.

Berkaitan dengan itu, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, tidak ada anggota yang tertembak.

"Itu hoaks. Sampai saat ini tidak ada laporan," tegasnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos kemarin.

Namun, dia tidak membantah terjadi penembakan yang diduga dilakukan KKSB di Mile Point (MP) 69 Tembagapura pukul 16.20 WIT kemarin.

Aidi menjelaskan, lokasi tersebut merupakan tempat tertembaknya anggota Brimob Den B Polda Papua Brigadir Firman Rabu lalu (15/11).

Saat itu Firman bersama anggota lainnya tengah berpatroli. Untung, tidak ada satu pun aparat keamanan yang terluka akibat penembakan kemarin.

"Tidak ada korban," katanya.

Berdasar laporan yang diterima Aidi, aparat keamanan mendengar tiga tembakan.

Namun, asal muasal maupun sasaran tembakan tersebut belum teridentifikasi.

"Karena jauh dengan arah yang tidak termonitor," ucap dia. Yang pasti, tembakan itu terdengar jelas. Bahkan, suaranya sampai ke MP 68.

Meski tidak ada korban, penembakan tersebut menunjukkan bahwa KKSB masih ada. Lebih dari itu, kelompok tersebut masih terus mengganggu dan berupaya melukai aparat keamanan.

"Jadi membuktikan bahwa mereka memang ada," tutur Aidi. | jpnn

StatusAceh.Net - "Mulai sekarang kami nyatakan perang revolusi total dari Sorong hingga Merauke," ujar Puron Wenda pada akhir Mei 2015. Pimpinan Organisasi Papua Merdeka di Kabupaten Lanny Jaya ini mengklaim telah mengkonsolidasikan seluruh anggotanya yang terpencar di beberapa wilayah.

Mimpinya cuma satu, yakni menjadikan Papua negara berdaulat. Seperti yang telah digariskan sejak 1965, ketika OPM digagas pertama kali. Sekaligus sebagai tindak lanjut dari ide Belanda yang sempat tertunda kala itu, yakni membentuk negara Papua Barat.

Dengan dibumbui praktik penindasan militer dan ketimpangan serta kemiskinan yang menekuk Papua berpuluh tahun, akhirnya semangat keluar dari Indonesia makin mengkristal.

Ya, singkatnya konflik di Papua itu bukan barang baru. Ia meruyak bak kudis gatal, semakin digaruk semakin banyak. Hanya saja memang, ada yang terlihat terbuka dan ada yang bersembunyi di sela-sela.

Proyek 'Perang'

Berpuluh tahun, jejak 'pembantaian' para warga Papua meninggalkan kisah kelam di Tanah Air. Serangkaian aksi militer serta kekerasan dengan 'dalih' mempertahankan Papua sebagai satu kesatuan Indonesia menjadi alasan di atas segalanya.

Karena itu, seumur itu juga konflik Papua bertahan dan meninggalkan 'dendam' kesumat di setiap orang Papua. Beberapa kali ganti presiden pun tak memberi angin baik untuk orang di Papua.

Hingga setidaknya di era Presiden Joko Widodo, sebuah harapan baru mulai muncul. Lewat proyek Kawasan Timur Indonesia (KTI), Jokowi mencoba mengkatrol kemerataan di Papua dengan pulau lain di Indonesia yang sudah melompat jauh.

Jalan, jembatan, pembangkit listrik, kebijakan BBM satu harga, kereta api, pasar, bandara dan lain sebagainya digelontorkan untuk Papua. Efeknya pun mulai terasa perlahan. Setidaknya laporan Badan Pusat Statistik (2015), peningkatan ekonomi di Papua meningkat hingga 8 persen.

"Ini kan kaya telur sama ayam, dibangun dulu jalannya terus ekonomi tumbuh atau kita tunggu ekonomi tumbuh baru dibangun jalan," kata Jokowi, Jumat, 17 November 2017.

Namun demikian, di balik angin sejuk itu. Apa yang menjadi mimpi Jokowi untuk Papua tetap tak lepas dari kritik. Utamanya soal penyelesaian pelanggaran HAM masa silam.

Belum ditambah dengan keputusan Jokowi yang kemudian menambah pasukan militer di tanah Papua lewat pembentukan Komando Militer XVII/Kasuari di ibu kota Papua Barat, Manokwari.

Kini, setidaknya 5.000 personel TNI pun disempaikan di markas anyar militer setelah Kodam XVII/Cendrawasih itu. Karena itu jua kini di Papua akhirnya menjadi 'sarang besar' bagi pasukan militer Indonesia.

Seketika itu juga berembus kabar bahwa pendekatan militeristik Papua faktanya memang tak bisa dilepaskan meski Jokowi memolesnya lewat proyek infrastruktur yang tak sedikit.

"Pemerintah pusat masih menilai Papua sebagai daerah operasi militer," kata Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Natalius pernah mendapatkan laporan, di beberapa wilayah khususnya dataran tinggi Papua, kerap terjadi penyerangan yang dilakukan oleh aparat keamanan. "Dalihnya aksi balas," katanya.

Atas itu, ia mengingatkan agar pola pendekatan keamanan di Papua mesti diakhiri. Selain Papua bukan sebagai 'proyek perang' atau daerah operasi seperti yang pernah dialami Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh, Kelompok Teroris di Poso lewat Operasi Tinombala, penumpasan Republik Maluku Selatan (RMS), dan lainnya.

Hal itu juga untuk menghindari kemungkinan terjadinya tragedi kemanusiaan. "Presiden silih berganti, tapi pendekatan kemanan terhadap Papua tidak dirubah, selama itu tidak diubah, Papua tidak akan berubah," katanya.

Karena itu, muncul saran agar jumlah aparat keamanan di tanah Papua harus dikurangi. Sebab dengan itu juga, persepsi bahwa pendekatan keamanan atau militeristik dapat diminimalisir.

"Harus dikaji ulang, khususnya di Komisi I DPR yang membidangi pertahanan. Seberapa besar tantangan di Papua sehingga membutuhkan kekuatan militer," ujar Direktur Amnesty International untuk Indonesia Usman Hamid, Selasa, 21 November 2017.

Eufemisme Kejahatan Baca SELANJUTNYA

Lhokseumawe - Kecelaan Lalu Lintas kembali menelan korban, laka lantas yang terjadi di Jalan Medan – Banda Aceh Desa Panggoi Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, Rabu (22/11/ 2017) pukul 20.15 Wib, mengakibat Akibat korban pengendera sepmor 125 X meninggal dunia ditempat.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kasat Lantas Iptu Mulyana mengatakan, mendapat informasi tersebut pihaknya langsung mendatangi kejadian untuk mengamankan lokasi, evakuasi korban serta mengamankan barang bukti dan mengumpullkan ketwrangan saksi.

Sambungnya, kenderaan yang terlibat laka lantas tersebut adalah Sepmor Honda Supra X 125 BM 5963-QJ dikenderai korban Muhammad Naufal Arianda
(17) mahasiswa warga Desa Pejebe Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah, dengan Mobil Minibus No. Pol didak diketahui. 

“Saat itu diduga sepmor honda Supra X 125 datang dari arah Timur menuju Barat Setiba di TKP dari belakang arah yang sama datang Mobil No. Pol yang belum diketahui mencoba mendahului Sepmor dari sebelah kiri sehingga bagian depan sebelah kanan Mobil menyerempet Spard Board belakang Sepmor sehingga membuat Sepmor hilang kendali dan terjatuh diatas badan jalan.”ungkap Iptu Mulyana

Akibat kecelakaan tersebut pengendera sepmor meninggal dunia ditempat karna karna mengalami luka robek dibagian kepala serta patah dibagian dagu dan kerugian matril mencapai 200 ribu rupiah.”imbuhnya

Sementara pengemudi Mobil minibus setelah terjadinya laka lantas bersama dengan kenderaannya melarikan diri kearah Barat.”jelas Kasat Lantas

Saat ini barang bukti kendaraan diamnakan ke Pos Laka Lantas Polres Lhokseumawe untuk proses lanjut.”terang Iptu Mulyana

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati serta memperhatikan dan mengutamakan keselamatan saat berkendaraan, perhatikan jarak dan waktu saat mendahului kenderaan didepan.”tegas Kasat Lantas (RMD)

Kdtua DPRK Aceh Besar Sulaiman

BANDA ACEH- Event keagamaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXXIII tahun 2017 yang di gelar di Idi Aceh Timur menuai sejumlah kekecewaan dan protes dari lembaga legislatif Kabupaten Kota di Aceh.

Mengapa tidak event acara yang biasanya dihadiri oleh para ketua DPRK kabupaten/kota di Aceh namun pada pelaksanaan MTQ XXXIII tahun 2017 ini tidak terlihat satupun kehadiran ketua maupun wakil ketua DPRK/Kota di Aceh.

Tidak adanya undangan bagi badan legislatif di Aceh menjadikan kekecewaan dan protes dari berbagai ketua DPRK yang berada di Aceh dan mempertanyakan alasan panitia dalam tata cara pemberian undangan.

Panitia pelaksanaan MTQ XXXIII dinilai telah mengangkangi UU 1945 dan merasa ketidak butuhnya peea  legislatif dalam pelaksanaan event keagamaan yang setiap kabupate /kota mengirimka  perwakilannya untuk unjuk diri dalam acara akbar tersebut.

Ketua DPRK Aceh Besar Sulaiman mengatakan sinergisitas antara Eksekutif dengan Legislatif bisa melahirkan kebijakan yang bermuara kepada rakyat,baik menyangkut ekonomi,pembangunan,budaya dan sosial termasuk didalamnya penguatan nilai-nilai agama islam dalam kehidupan masyarakat.

“ Bila pemerintah menganggap keberadaan legislatif tidak begitu penting maka satu sisi pemerintah telah mengangkangi UUD 1945 sementara disisi lain cita-cita bersama membumikan islam secara kaffah di Aceh dengan sendirinya dirusak eksekutif hanya dengan ego kekuasaannya,sangat kita sayangkan ” ungkap sulaiman dalam press rillis yang dikirimkan ke redaksi, Rabu (22/11/2017).

Sulaiman sendiri merasa heran dengan ketidak adanya undangan kepada DPRK Aceh Besar menurutnya event keagamaan seperti MTQ sebelumnya selalu mengundang setiap ketua maupun wakil ketua DPRK Kabupaten/kota di Aceh namun pada MTQ tahun 2017 ini sama sekali pihaknya mendapat undangan.

“ Sampai saat ini kami belum mendapatkan undangan dan pada MTQ sebelumnya belum pernah tidak diundang , jika panitia mengatakan keterbatasan tempat serta anggaran yang tidak cukup kami wakil rakyat tidak perlu kursi sofa,cukup hanya kursi plastik yang harga sewa hanya 5 ribu rupiah per buah “pungkasnya.



Ketua DPN PPWI Wilson Lalengke
Jakarta - Terkait dengan pemberitaan beberapa waktu lalu tentang penahanan dua mahasiswa Lhokseumawe oleh Pengadilan Negeri Lhokseumawe menyusul adanya demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Bupati Aceh Utara beberapa waktu sebelumnya, hari ini Rabu, 22 November 2017, kedua mahasiswa tersebut memperoleh penangguhan penahanan. Majelis hakim yang mengadili kedua mahasiswa mengabulkan permohonan penangguhan penahanan atas keduanya, sehingga mulai hari ini dikeluarkan dari tahanan.

Keberhasilan usaha membantu kedua mahasiswa, Rudi dan Muji, itu tidak lepas dari perjuangan para mahasiswa, masyarakat, dan peran aktif Senator DPD RI asal Aceh. Sehubungan dengan itu, Wilson Lalengke, Ketua Umum PPWI yang turut memberikan dukungan terhadap perjuangan mahasiswa di Lhokseumawe itu, menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada Fachrul Razi, Senator DPD RI asal Aceh tersebut.

"Pertama, kita sampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada majelis hakim yang telah berkenan mendengar suara arus bawah. Dengan penangguhan penahanan atau perubahan status menjadi tahanan luar terhadap kedua mahasiswa tersebut, telah mencerminkan sebuah kebijaksanaan hukum bagi masyarakat," ungkap Wilson Lalengke kepada Redaksi media ini melalui pesan WhatsApp-nya.

Dan lebih daripada itu, lanjut lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu, kedua mahasiswa ini bisa meneruskan atau menghadiri proses belajar-mengajar di kampusnya.

Wilson juga tidak lupa menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasihnya kepada Senator DPD RI Fachrul Razi yang telah secara khusus berangkat ke Lhokseumawe untuk menyampaikan surat permohonan dan penjaminan kepada Pengadilan Negeri Lhokseumawe, cq. Majelis Hakim yang mulia, atas penahanan kedua mahasiswa yang tercatat masih kuliah di Universitas Malikussaleh itu.

"Saya secara khusus menyampaikan juga rasa terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada adinda saya Fachrul Razi, yang dengan gigih memperjuangkan kepentingan mahasiswa. Tidak tanggung-tanggung, Fachrul Razi langsung terbang ke Lhokseumawe untuk memberikan dukungan kepada kedua mahasiswa, dan menyampaikan permohonan penangguhan penahanan ke Pengadilan Negeri, sekaligus dirinya sebagai penjamin atas kedua mahasiswa ini," imbuh Wilson.


Selanjutnya, trainer yang sudah melatih ribuan warga TNI, Polri, mahasiswa, guru, dan elemen masyarakat lainnya di bidang jurnalistik itu, menjelaskan bahwa tuntutan masyarakat yang diwakili oleh anak-anak muda dan mahasiswa mesti juga terus diperjuangkan. "Jangan pernah berhenti. Justru sebaliknya, harus semakin gencar digaungkan," ujarnya.

Menurutnya, unjuk rasa tentu penting, yang dalam beberapa kasus unjuk rasa, tuntutan sering berhasil dikabulkan. Akan tetapi, perlu perubahan pola perjuangan mahasiswa dan masyarakat banyak.

"Dulu, demo di jalanan masih perlu sekali dilakukan, karena akses ke media massa sangat terbatas. Kini, jaman sudah berubah, demo melalui tulisan dan publikasi jauh lebih relevan untuk ditempuh," jelas lelaki kelahiran Morowali Utara itu.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar para mahasiswa belajar menulis, mengemukakan gagasan dan tuntutan dengan baik dan efektif melalui tulisan. "Jadi, saran saya ke para pemuda dan mahasiswa, mulailah bangun jaringan komunitas media massa dan media sosial, jadikan jaringan tersebut sebagai alat perjuangan Anda. Intinya, nyatakan tuntutan Anda melalui dunia informasi, publikasi, dan media massa," pungkasnya memberi saran. (Red)

,
Tualang Cut - Satuan tempur Batalyon Raider khusus 111/Karma Bhakti terus melakukan berbagai persiapan baik itu personel maupun materiil dan alat perlengkapan lainnya.

Persiapan tersebut untuk mengikuti  latihan sekala besar yang akan diselenggarakan oleh Korem 011/Lilawangsa dan diikuti oleh seluruh prajurit Batalyon Raider Khusus 111/Karma Bhakti, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (22/11/2017) mendatang.


Komandan Batalyon (Danyon) Raider Khusus 111/Karma Bhakti Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis menjelaskan, latihan skala besar yakni latihan pemantapan Raider yang akan digelar  pada beberapa minggu mendatang oleh Korem 011/Lilawangsa, merupakan program satuan dibidang oprasi.

Latihan pemantapan Raider tersebut bertujuan, untuk melatih dan mengasah kembali penguasaan teknik dan taktik pertempuran yang bersifat khusus para prajurit Raider 111, baik dengan penggunakan kendaraan taktis maupun dengan penggunaan Helicopter TNI AD Kodam Iskandar Muda, yang dituntut bergerak cepat, senyap dan berhasil, kata Danyon Raider.

“Disiapkan prajurit yang profesional, handal dan terlatih sejak dini, dengan harapan apabila sewaktu-waktu diperlukan, prajurit Raider Khusus 111/Karma Bhakti selalu siap, siap kapan saja diperlukan, dan mudah-mudahan selalu siap untuk melaksanakan tugas yang diemban nantinya” harap Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis.(Laung)

,
Tualang Cut - Satuan Batalyon Raider Khusus 111/Karma Bhakti mengadakan kegiatan pelatihan cara pembuatan pupuk organik vegatatif dan generatif, di Mako Raider Karma Bhakti setempat, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (21/11).

Materi pembuatan pupuk disampaikan oleh Sertu Situmorang dan Kopda Sandi yang telah mengikuti penataran di Pusat Pendidikan Teritorial Angkatan Darat (Pusdikter-AD), dan diikuti puluhan prajurit dari masing-masing Kompi jajaran Batalyon Raider Khusus 111/Karma Bhakti.

Ditempat acara pelatihan, Komandan Batalyon Raider Khusus 111/Karma Bhakti Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis mengatakan, kegiatan pelatihan diadakan dengan tujuan, agar nantinya para prajurit Raider selain jago tempur,juga memiliki kemampuan Teritorial, yaitu mampu mengajarkan kepada masyarakat bagaimana cara membuat pupuk dari bahan-bahan alami.

“Pupuk organik dengan bahan alami diantaranya, seperti dari buah semangka, kates/pepaya, nenas, pisang, mangga, kacang panjang, daun bawang, kelapa muda, ikan dan gula hitam/aren”.

Letkol Muhammad Iqbal Lubis menyebutkan, bahwa pupuk organik vegatatif dan generatif sangat berguna untuk berbagai tanamanan palawija dan sayur-sayuran. Selain dapat menyuburkan tanaman, mengusir hama, pupuk ini dapat membantu mempercepat pembuahan pada tanaman, sebutnya.

Danyon Raider berharap, setelah menerima pembekalan nantinya, prajurit Raider mampu menerapkan ilmu maupun cara pembuatan pupuk kepada warga yang berdomisili dalam kesehariannya bertani, untuk membantu meningkatkan hasil panen yang berkualitas demi kesejahteraan masyarakat, harapnya.(Laung)

Banda Aceh - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) menyampaikan empat laporan kasus indikasi penyimpangan sektor lingkungan di Aceh ke Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri di Jakarta, Kamis 16 November 2017. Keempat kasus tersebut merupakan hasil investigasi MaTA yang tersebar di Aceh Tamiang dan Nagan Raya.

Dari reallis yang diterima StatusAceh.net,
Rabu 22 November 2017 dari Saryulis Staf Bidang Politik dan Hukum di LSM MaTA, Kasus-kasus tersebut antara lain, tiga  kasus perjanjian kerjasama pengelolaan kelapa sawit dalam kawasan hutan lindung di Aceh Tamiang dengan objek kelapa sawit dan juga bakau. Selain itu, kasus lainnya adalah perjanjian kerjasama pengelolaan sawit dalam kawasan lindung di Nagan Raya. Hasil temuan MaTA, kasus-kasus ini dilakukan oleh Dinas Kehutanan Aceh bersama oknum perorangan dan juga koperasi.

Berdasarkan hasil analisa MaTA, ketujuh kasus tersebut memenuhi unsurtindakpidanakorupsi, sebagaimana dituangkan pada pasal 2 dan 3 UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. MaTA dan ICW menduga perjanjian kerjasama yang dibuat dalam kasus pengelolaan sawit di kawasan hutan lindung dan kawasan lindung hanya dijadikan sebagai modus untuk melegalkan indikasi penyimpangan. Padahal faktanya untuk “menguras” kekayaan alam Aceh.

Dalam laporan tersebut, MaTA turut melaporkan Gubernur Aceh periode 2012-2017. Gubernur Aceh patut diduga mengetahui dan mengizinkan perjanjian kerjasama ini dilakukan oleh Dinas Kehutanan Aceh, meskipun Bupati Aceh Tamiang menolak perjanjian tersebut. Kepala Dinas Kehutanan Aceh, Ir. HusainiSyamaun, MM juga turut dilaporkan oleh MaTA karena diduga kuat ikut merancang dan menandatangani perjanjian kerjasama tersebut.

Selain ke Dittipidkor Bareskrim Polri, keempat kasus ini juga dilaporkan ke Ombudsman RI di Jakarta pada hari yang sama ditambah tiga kasus lain dengan potensi penyimpangan mal administrasi. Kasus-kasus tersebut antara lain pembukaan lahan oleh PT Indo Sawit Perkasa di Subulussalam yang kuat dugaan tanpa disertai izin land clearing, pembukaan lahan oleh PT Bumi Daya Abdi tanpa dilengkapi dengan dokumen yang lengkap serta kasus pemberian izin usaha untuk PT Mandum Payah Tamita di Aceh Utara.

Bagi MaTA, laporan kasus yang disampaikan ke Dittipidkor Bareskrim Polri dan Ombudsman harus menjadi dasar evaluasi oleh Pemerintahan Irwandi–Nova untuk mendorong perbaikan tata kelola hutan dan lahan di Aceh. MaTA berharap, Pemerintahan Irwandi–Nova harus melahirkan kebijakan-kebijakan yang tidak merusak lingkungan termasuk pengalokasian anggaran yang cukup untuk perbaikan tata kelola hutan dan lahan di Aceh.[]

Banda Aceh, Rabu 22 November 2017

Badan Pekerja

Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA)


LHOKSEUMAWE- Ratusan Mahasiswa dari berbagai Universitas yang ada di Lhokseumawe dan Aceh Utara. Menggelar unjuk rasa menuntut Rekan mereka di bebaskan yang sekarang di tahan di Lapas Lhokseumawe. Selasa (20/11/2017).

Orasi mahasiswa tersebut di mulai sekitar jam 11:30 Wib. Dengan titik kumpul para mahasiswa dipusatkan di depan Tugu Rencong simpang Kutablang kota Lhokseumawe.

Puluhan Aparat keamanan yang di pimpin langsung Wakapolres Lhokseumawe Kompol  Imam Asfali disiagakan sekitar lokasi untuk mengamankan orasi para mahasiswa.

Pantauan Statusaceh.Net dilokasi. Aksi para Mahasiswa ini sempat memacetkan Arus Lalu lintas beberapa menit.namun situasi dapat kembali dikendalikan aparat kepolisian yang telah siaga dilokasi.

Dalam Orasi kali ini para Mahasiswa menuntut supaya kedua rekannya yakni Muji Al Furqan dan M. Ruzdi Lamie Mahasiswa Unimal yang menjadi terdakwa dalam kasus pengrusakan Fasilitas Negara dalam aksi demo mahasiswa Kek Arun di kantor Bupati Aceh Utara  pada bulan Mei 2017 dibebaskan.

Aksi yang dimulai di tugu Rancong tersebut. Berlanjut ke gedung Kejari kota lhokseumawe.kemudian mahasiswa kembali melakukan longmarch walaupun terik matahari sangat menyengat.namun yel-yel "Bebaskan" yang di kumandangkan Fakrurrazi selaku koordinator aksi menyamangati para mahasiswa dalam menuntut pembebasan kedua rekan mereka.

Usai melakukan orasi di Kejari mereka lanjut berorasi di Pengadilan Negeri Lhokseumawe. Dimana kedua rekan mereka sedang menjalani sidang yang ke Tiga kali.

Reporter: Junaidi Spdi

,
Lhokseumawe – Komandan Korem (Danrem) 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, S.I.P. M.Si yang diwakili oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 011/LW Letnan Kolonel Inf Shofanudin pimpin acara penerimaan dan pelepasan warga Korem 011/LW di Gedung KNPI, Rabu(22/11/2017).

Dalam acara tersebut Kasrem 011 melepas dua perwira yaitu Mayor Inf Sulistijono yang akan menjabat sebagai Kasi Minlog Baglog Sdirbinlem Seskoad dan Mayor Inf Zulkifli yang sudah memasuki masa pensiun serta menerima satu perwira Mayor Arm Musani, S.Pd. M.Sc sebagai Kasdim 0102/Pidie.

Dalam sambutan Komandan Korem 011/LW yang dibacakan oleh Kasrem 011/LW menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada Mayor inf sulistijono  atas  loyalitas, dedikasi dan pengabdiannya selama memangku jabatan di Korem 011/LW. semoga selama menajabat di korem 011/LW bisa menjadi bekal di satuan baru.

Selanjutnya Kasrem juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mayor Inf Zulkufli yang sudah memasuki masa pensiun selama ini  sudah melaksanakan tugas dengan baik khususnya pengabdian selama menjabat di korem 011/lilawangsa, semoga dengan berbekal selama menjadi prajurit tni ad bisa membawa ketekunan dan dedikasinya selama ini dengan harapan lebih peduli dan dapat memberi perubahan di lingkungan masyarakat. sebutnya

Dan kepada Mayor Inf Mayor Arm Musani, S.Pd. M.Sc saya sampaikan selamat atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan  oleh pimpinan tni angkatan darat, dengan jabatan sebagai kasdim 0102/pidie. Segera menyesuaikan untuk memangku jabatan di jajaranKorem 011/LW.

Turut Hadir dalam acara tersebut, Para Kasi Korem 011/LW, Prajurit Bintara, Tamtama dan PNS Korem 011/LW.(Riil)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.