2020-04-12

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Lhoksukon - Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Cut Meutia bagikan 200 paket bantuan berupa sembilan bahan pokok (sembako) untuk penyandang disabilitas dan tukang ojek di sejumlah kecamatan di kabupaten Aceh Utara, Sabtu (18/4/2020).

Ketua PUSPA Suryani SE, mengatakan pemberian bantuan sembako tersebut sebagai wujud untuk meringankan beban masyarakat terlebih di tengah lesunya ekonomi akibat virus corona. Aksi tersebut di sponsori oleh Sri Kandi Aceh Utara, PT Brantas Adi Praya Persero, Bank Indonesia, City Skincare, BNI Syariah, dan masyarakat.

"Pembagian sembako ini sebagai wujud bahwa kita selalu hadir ditengah-tengah masyarakat yang saat ini tengah berjuang bersama-sama hadapi wabah Covid-19. Dalam keadaan apapun suka dan duka kita akan terus berdiri bersama rakyat," kata Suryani yang didampingi sekretarisnya Nurliani.

Suryani menyebutkan penyaluran bantuan sembako itu untuk dua wilayah di Aceh Utara, di antaranya kecamatan Tanah Jambo Aye, Seunudon, Baktiya, Samudra, Meurah Mulia, Paya Bakong, dan Matangkuli. Sedangkan untuk wilayah barat Aceh Utara yaitu kecamatan Dewantara, Sawang, Nisam dan Banda Baro.

"Isi paket sembako berupa beras, sirup kurnia, minyak, gula dan telor. Harapan kami dengan kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat yang ekonominya terdampak pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih menjadi perhatian kita semua," harap Suryani.

Suryani menambahkan, dalam kegiatan bakti sosial tersebut, pihaknya juga menyosialisasikan kepada masyarakat agar mematuhi imbauan dari pemerintah terkait langkah antisipasi penyebaran Covid-19.

"Kami berharap masyarakat bisa mematuhi imbauan pemerintah agar wabah ini segera berlalu, dan situasi kembali normal lagi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada donatur yang telah berpartisipasi dan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Forum Anak Pasee" tambahnya.[]

Kelima tersangka penjualan narkotika jaringan internasional (Ist)
Aceh Timur - Polisi di Aceh Timur menangkap lima pria yang diduga terlibat jaringan penjualan narkoba internasional, Jumat dini hari (17/04/2020). Tersangka pertama ditangkap setelah sabu yang dibawa masuk melalui jalur laut sampai ke darat.

Tersangka ditangkap di salah satu tambak Gampong Naleung, Kecamatan Aceh Timur pada pukul 03.00 WIB. Sebelumnya, sebagian aparat sempat menyisir laut setelah mendapat bocoran bahwa transaksi sedang terjadi di sana.

"Kasat Resnarkoba mendapatkan informasi bahwasanya narkotika yang dimaksud sudah sampai di darat, berdasarkan informasi tersebut lalu tim bergabung kembali ke darat untuk melakukan penggerebekan yang telah diketahui tempatnya," terang Paur Humas Polres Aceh Timur, Bripka Kamil, dalam keterangan diterima Liputan6.com, Jumat sore.

Petugas pun menangkap KS, dan mengamankan 25 kilogram narkoba jenis sabu dikemas dalam 25 bungkus teh merek Guanyiwang. Dari KS didapat info bahwa seseorang berinisial DS menyimpan sisa barang haram tersebut, dan petugas kembali menemukan 20 kilogram sabu dalam kemasan yang sama di belakang rumahnya.

"Selain KS dan BS, petugas juga mengamankan AJ, TJ dan JN yang turut serta mengetahui dan membantu membawa narkotika yang diduga jenis sabu dari laut ke darat," sebut Kamil.

Kini polisi masih melakukan pengembangan terkait seluk beluk jaringan penjualan narkoba jenis sabu yang diduga melibatkan jaringan internasional tersebut. Sementara itu, kelima tersangka diamankan di mapolres setempat. |
Liputan6.com

Para petugas di Laboratorium PCR pertama di Aceh tampak sedang beraktivitas, Aceh Besar, Aceh, Kamis, 16 April 2020. (Foto: Tagar/Ahmad Mufti)
Banda Aceh - Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan swab pasien terkait virus corona (Covid-19) di Aceh sudah difungsikan sejak, Kamis, 16 April 2020.

Pemeriksaan swab perdana dilakukan untuk 2 sampel pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kabupaten Gayo Lues, yang selama ini menjalani perawatan di RS Cut Meutia Aceh Utara, Aceh.

Dari hasil pemeriksaan perdana itu, 1 pasien dalam pengawasan (PDP) dari Gayo Lues tersebut dikonfirmasi positif terpapar virus corona. Sementara 1 orang lainnya baru akan diperiksa hari ini. Menurut informasi ia, satu yang sudah jelas positif, satu lagi di swab hari ini.

Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Endang Mutiawati membenarkan bahwa saat ini sudah ada 1 pasien PDP asal Kabupaten Gayo Lues yang diperiksa swab nya dinyatakan positif terjangkit virus corona.

"Menurut informasi ia, satu yang sudah jelas positif, satu lagi di swab hari ini," kata Endang Mutiawati ketika dikonfirmasi wartawan, Sabtu, 18 April 2020.

Endang menyampaikan, pasien positif tersebut saat ini sedang dalam proses dirujuk menjalani perawatan selanjutnya RSUDZA Banda Aceh.

Kata Endang, pasien asal Gayo Lues, Aceh itu selama ini bekerja di Batam sebagai anak buah kapal (ABK). Kamu, tidak disampaikan sudah berapa lama dan kapan yang bersangkutan pulang ke Aceh.

"Sedang mau di bawa ke RSUDZA Banda Aceh (pasien). Beliau ABK portland di Batam," ucap Endang.

Endang juga menuturkan, untuk pasien yang satunya lagi sejauh ini hasilnya belum keluar, hal itu karena memang swab nya baru diperiksa hari ini. Pasien Kedua tersebut dikabarkan baru kembali dari Yogyakarta.

Untuk diketahui, Pemerintah Aceh sudah melaunching laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) pemeriksaan swab pasien terkait virus corona milik Balitbang Kemenkes yang ada di kawasan Desa Siron Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis, 16 April 2020 kemarin.

"Kita sudah melaunching, Balai Litbangkes sudah ditingkatkan fungsinya jadi tempat PCR pengujian sampel swab melihat status seorang sucpect virus corona di Aceh," kata Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah usai meresmikan penggunaan laboratorium PCR di Aceh Besar, Kamis, 16 April 2020.

Dengan diluncurkannya PCR tersebut, pemeriksaan swab pasien Covid-19 Aceh suda bisa langsung di Aceh, tanpa harus mengirimkan sampel lendir pasien lagi ke Jakarta.

"Kita sudah bisa one the spot di Aceh, paling tidak rantai kendali untuk uji sampel ini rentangnya sudah lebih singkat, dan hasilnya lebih cepat kita dapatkan," ujar Nova. [tagar.id]

Ketua Dharma Wanita Unimal Syahrona menyerahkan bantuan 100 sak beras yang diterima oleh Wakil Walikota Lhokseumawe Yusuf Muhammad di Posko Tim Gugus Tugas Penanganan Corona Meunasah Blang Kandang Kec. Muara Dua, Jumat (17/4).
Lhokseumawe - Untuk membantu memenuhi kebutuhan logistik masyarakat ditengah pandemik Corona, Lembaga Dharma Wanita Universitas Malikussaleh menyalurkan bantuan 100 sak beras melalui Posko Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Meunasah Blang Kandang Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Jumat (17/4/2020).

Ketua Dharma Wanita Sahnora yang juga isteri Rektor Unimal Dr Herman Fithra menyerahkan bantuan beras itu dan diterima langsung oleh Wakil Walikota Lhokseumawe Yusuf Muhammad di posko setempat.

"Bantuan ini merupakan hasil galangan dana dari para ibu Dharma Wanita terdiri ibu dosen, isteri dosen, isteri pejabat Unimal lainnya,"sebutnya,

Sahnora mengaku  mereka tergerak hatinya untuk mengulurkan tangan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat ditengah pandemik Covid-19.

Tentu saat seperti itu, warga pasti memerlukan kebutuhan logistik atau sembako untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun masyarakat tentu mengalami kesulitan karena selama pandemik Covid-19 tidak bisa mencari nafkah seperti biasanya.

"Karena kondisi itulah membuat ibu Dharma Wanita Unimal melahirkan inisiatif untuk bersama mengulurkan bantuan untuk masyarakat melalui Posko Tim Gugus Tugas Penanganan Corona kota Lhokseumawe," tuturnya.

Sahrona menjelaskan kegiatan sosial Dharma Wanita tidak berhenti sampai disitu saja, namun untuk ke depan akan berupaya menyalurkan bantuan kebutuhan lainnya untuk membantu warga terhindar dari penularan Virus Covid-19.

"Saya berharap kepada masyarakat agar mematuhi instruksi pemerintah agar jaga jarak, dirumah aja dan menggunakan masker serta sering mencuci tangan," harapnya.

Ilustrasi
Jakarta - Pemerintah dalam hal ini Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Abdul Halim Iskandar akan memberikan sanksi kepada Kepala Desa yang enggan membelanjakan dana desa untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT). 
 
Mendes tidak akan mencairkan dana desa di tahap selanjutnya jika ada Kepala Desa yang berani melanggar aturan tersebut. Menurut Mendes, pemberian BLT yang bersumber dari dana desa dilakukan agar masyarakat terdampak Covid-19 dapat terbantu secara merata. 
 
Pihaknya pun telah menerbitkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes) nomor 6 tahun 2020 tentang Penggunaan Dana Desa tahun 2020. Perubahan atas Permendes PDTT nomor 11 tahun 2019. 
 
“Jika ada Kades yang tidak menggunakan dana desanya untuk BLT akan berdampak pada pencairan dana desa selanjutnya. Desa wajib mengaanggarkan ke BLT, tidak bisa ditawar,” kata Mendes PDTT melalui Video Confeerence, Rabu (15/4) sore. 
 
Selain itu, Mendes Halim mengingatkan kepada pemerintah desa agar distribusi BLT dapat tersalurkan secara merata dan tepat sasaran. Karena itu dibutuhkan pendataan yang benar agar tak terjadi kecemburuan sosial di masyarakat. 
 
Ia menjelaskan, mereka yang harus diutamakan mendapatkan bantuan BLT dari dana desa yaitu warga yang sama sekali tidak mendapatkan bantuan pengamanan sosial sama sekali seperti tidak sedang menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Kartu Pra Kerja atau bantuan lain yang bersumber dari pemerintah. 
 
“Dalam situasi pandemi seperti saat ini kita akan menemukan orang miskin baru, kalau di tv-tv itu orang kayak baru kalau di pandemi ini orang miskin baru. Dan itu sasaran kita, yaitu mereka guru-guru ngaji, guru TPQ dan lain sebagainya,” ucapnya. 
 
Masyarakat tersebut, lanjutnya Mendes Halim, akan diberikan uang tunai sebesar Rp 600 ribu setiap bulan selama 3 bulan kedepan. Total bantuan yang diterima yakni Rp 1.800 ribu selama pandemi Covid-19 menyerang. 
 
Kemudian, pihak desa pun diminta terlibat aktif menghdupkan ‘Relawan Lawan Covid-19’ dengan menyiapkan tempat isolasi diri bagi penduduk yang terpantau Covid-19 di desanya masing-masing. 
 
Dia meyakini Covid-19 bisa dilawan dengan cara gotong royong masyarkatnya, tentunya jika hal itu dilakukan berdasarkan Protap dan petunjuk yang telah ditetapkan pemerintah.

Sumber: nu.or.id

Penyaluran sembako untuk Kota Lhokseumawe yang diterima Walikota Suaidi Yahya
LHOKSEUMAWE- Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh, mulai menyalurkan paket sembako untuk masyarakat atau orang miskin baru yang perekonomiannya terdampak akibat mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Aceh. Penyaluran paket sembako tersebut dimualai dari Aceh Besar, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe. Tentunya akan berlanjut hingga ke seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Pemerintah Aceh  menyalurkan paket sembako untuk tiga kabupaten/kota tersebut, karena telah merampungkan data dan jumlah masyarakat terdampak Covid-19, untuk menerima bantuan yang dituangkan dalam surat keputusan (SK) masing-masing kepala daerah setempat.

Untuk Aceh Aceh Besar, Pemerintah Aceh menyalurkan sebanyak 2.810 paket sembako per kepala keluarga, Aceh Utara 5.325 paket sembako per kepala keluarga, dan Kota Lhokseumawe 525 paket perkepala keluarga.

Bantuan yang diantarkan oleh Dinas Sosial Aceh tersebut masing-masing diterima langsung oleh kepala daerah setempat, di Aceh Besar, paket sembako yang diantarkan oleh Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Devi Riansyah, diterima oleh Wakil Bupati Waled Husaini A Wahab di halaman Kantor Dekranasda Aceh di Aceh Besar. Sementara Aceh Utara dan Lhokseumawe, paket sembako diantarkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, yang diterima oleh Bupati Muhammad Thaib  di halam Pendapa Bupati Aceh Utara, dan Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya di halaman kantor Wali Kota Lhokseumawe.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, mengatakan, sebelumnya Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh telah melaunching penyauran paket sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Aceh beberapa hari lalu, berharap pihaknya agar bantuan ini dapat bisa segera disalurkan ke kab/kota di Aceh.

Namun seiring berjalan waktu, terdapat kendala teknis, selain masih banyak kabupaten/kota di Aceh yang belum menyerahkan data hasil verivali ke Dinas Sosial Provinsi Aceh, pihaknya juga juga terhambat karena rencana penggunaan besar CBP sebanyak 200 ton di Bulog jatah Provinsi Aceh, dan 100 ton jatah tiap-tiap kabupatan/kota di Aceh terpaksa dibatalkan setelah turunnya surat Direktur Jendral Kementrian Sosial RI.

Dalam surat Dirjen tersebut dijelaskan, bahwa beras CBP hanya bisa digunakan jika daerah tersebut masuk dalam zona mereh penyebaran Covid-19. Padalah sebelum surat itu keluar, Pemerintah Aceh bersama Bulog, Kajati, Polda, BPKP, dan intansi terkait lainnya sudah sepakat untuk menggunakan besar tersebut.

“Akhirnya kita putuskan untuk menggunakan dan membeli beras petani di Aceh, selain kualitasnya bagus, harganya juga lebih murah dari harga beras Bulog,” kata Alhudri.

Oleh karena terjadinya gangguan teknis tersebut, maka penyalurannya sedikit terlambat. Namun Alhudri mengaku terlambat sedikit tidak masalah, asalkan tidak melabrak aturan yang ada.

“Sebab, semua  yang kami kerjakan ini akan diaudit dan harus kami pertanggungjawabkan nanti diakhir. Makanya kami harus hati-hati, jangan sampai nanti kami melanggar aturan pemerintah, dan terdapat penerima bantuan ganda, maka jika seperti itu saya tidak mau,” tegas Alhudri.

Akan Ada Bantuan Tahapan Selanjutnya

Alhudri dalam kepada wartawan saat mengantarkan bantuan tersebut juga menegaskan, bahwa Pemerintah Aceh seperti yang disampaikan Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, tidak akan melapaskan tanggungjawab terhadap nasib warga Aceh yang terdampak perekonomiannya akibat mewabahnya Covid-19 di Aceh. Karena itu, Pemerintah Aceh terus berupaya yang terbaik untuk nasib masyarakat Aceh selama masa mewabahnya Covid-19 ini.

Sebagai bentuk tanggungjawab, tahap pertama pemerintah menyalurkan bantuan berupa sembako kebutuhan pokok, dan akan ada bantuan tahap selanjutnya sesuai dengan anggaran yang tersedia.

“Namun untuk bantuan selanjutnya, Pemerintah Aceh seperti pesan Pak Plt. Gubernur Aceh mungkin akan membantu secara langsung melalui cash transfer ke rekening-rekening masyarakat penerima hingga masa mewabah Covid-19 di Aceh berakhir,” kata Alhudri.

Terkait dengan data masyarakat penerima bantuan, Alhudri menjelaskan, bahwa pihkanya di provinsi tidak ikut cambut terkait penentuan data dan calon penerima, karena data yang diperoleh Provinsi Aceh berdasarkan data yang telah ditetapkan melalui surat keputusan atau SK Bupati/Wali Kota setempat.

“Buktinya saya pegang SK bupati/wali kota. Model sembako mungkin cuma sakali ini, nanti ke depan akan bersifat cash transper,” tegas Alhudri.

Kepada pilar-pilar kesejahteraan sosial Dinas Sosial Aceh yang ada di kabupaten/kota di Aceh, Alhudri, juga mengingatkan agar tidak main-main dengan bantuan yang telah menjadi hak masyarakat, untuk itu jika kedapatan ada pilar-pilar kesejahteraan sosial, baik itu TKSK, Tagana, Pendamping PKH, Karang Taruna, PSM, dan Pelopor Perdamaian yang mencoba untuk main-main  maka dia meminta aparat penegak hukum untuk menindak secara tegas.

“Kepada unsur Forkopimda saya memohon untuk dipantau dan diawasi, agar ini tepat sasaran. Karena masalah corona ini bukan lagi isu nasional melainkan isu dunia, maka jangan sampai ada pemerima yang ganda. Mekanisme penyalurannya juga akan diantarkan langsung ke pintu-pintu rumah masyarakat oleh para relawan sehingga tidak perlu kumpul ramai-ramai,” tegas Alhudri.

Usai menerima bantuan secara simbolis dari Pemerintah Aceh, Mewakili Bupati Aceh Besar, Husaini A Wahab atau yang akrab disapa Waled Husaini, dalam kesempatan itu, mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh yang telah menyalurkan paket bantuan sembako untuk masyarakat terdampak Covid 19 di Aceh Besar. Menurut Waled, bantuan ini akan segera didistribusi kepada masyarakat yang nama-namanya telah didata dan ditetapkan dalam SK Bupati Aceh Besar.

"Terima kasih banyak atas kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh atas bantuannya. Bantuan ini akan segera kami salurkan sesuai dengan data yang telah ada, mudah-mudahan kita semua selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT," ujar Waled Husaini.

Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, juga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Aceh untuk warga masyarakatnya yang terdampak perekonomiannya akibat mewabahnya Covid-19 di seluruh Aceh. Untuk itu, agar bantuan ini langsung pada ke rumah masyarakat, sebagai kepala derah dia meminta kepada pemerintah dan Forkopimda untuk mengawasi bantuan tersebut agar tidak dilewengkan dan salah sasaran.

Muhammad Thaib mengakui, jika bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Aceh belum cukup untuk disalurkan pada seluruh masyarakat miskin yang terdampak Covid-19 di Aceh Utara, kendatipun demikian, dirinya mengakui bahwa data tersebut berdasarkan hasil verivali yang dilakukan oleh Dinas Sosial Aceh Utara yang kemudian nama-nama yang telah ada tersebut ditetapkan dalam surat keputusan olehnya hingga diperoleh angka penerima sebanyak 5.325 KK yang diangkut menggunakan 12 truk.

“Bantuan ini tidak termasuk untuk penerima PKH dan BPNT. Ini khusus untuk masyarakat miskin baru. Kami atas nama Dinas Sosial Aceh Utara, Insya Allah data by name by adreas kami tidak akan salah. Kami juga meminta agar bantuan ini jangan yang terakhir dikirim ke Aceh Utara,” katanya.

Hal yang sama juga diucapkan oleh Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya. Menurut Suaidi, hal yang pertama pihaknya mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh, kemudian dia meminta agar bantuan selanjutnya juga akan terus berlanjut untuk masyarakat miskin baru di Kota Lhokseumawe.

“Terimakasih Kepada Pemerintah Aceh atas bantuan yang diberikan ini, semoga bermanfaat untuk masyarakat kami yang kurang mampu dan terdampak Covid-19,” katanya.

Usai menyerahkan bantuan di Lhokseumawe, Alhudri bersama rombongan kembali melanjutkan perjalan ke Aceh Tamiang dan Langsa, untuk menyalurkan paket sembako terhadap masyarakat terdampak Covid 19 di sana. []

Pria di Aceh berinisial SA (kanan) dipolisikan usai menghina profesi perawat. Dia lalu meminta maaf dan memberi klarifikasi. (Screenshot video viral)
Lhoksukon - Seorang pria di Aceh Utara, Aceh, berinisial SA dilaporkan ke polisi karena diduga menghina profesi perawat. Kasus tersebut berakhir damai dan pelaku meminta maaf kepada para perawat.

"Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melaporkan kasus ini ke Polsek Paya Bakong pada tanggal 8 April kemarin," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Iptu Aditya Pratama saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (16/4/2020).

Kasus ini bermula saat SA menulis komentar di sebuah posting-an Facebook dengan kalimat diduga menghina profesi perawat. Tangkapan layar komentar yang ditulis pelaku kemudian viral di media sosial.
Komentar yang ditulis SA di Facebook (Screenshot video viral)


Isinya yaitu:

Karna seorang perawat bagai mana pun hebatnya dia itu adalah babu kita kenapa saya bilang begitu karna dia bekerja tukang bersih kotoran yg ada di tubuh kita, contoh bersih nanah, bersih luka luka kita, dan tampa jijik dia, makanya dia sombong, cuma baju aja bersih, padahal dia pembersih tubuh orang sakit. Makanya tdk usah lah anak kita jadi perawat, kerjanya melayani yg begitu.

Pihak PPNI Aceh Utara tidak terima lalu membuat laporan ke Polsek. Menurut Iptu Aditya, setelah menerima laporan, polisi memanggil SA, warga Kecamatan Paya Bakong, untuk dimintai klarifikasi.

"Kemudian didampingi perangkat desa pelaku dan PPNI sepakat untuk tidak melanjutkan, dan (kasus ini) diselesaikan secara kekeluargaan pada hari itu juga," jelas Aditya.

SA sudah meminta kepada perawat lewat sebuah video. Dia mengaku menyesal atas perbuatannya.

"Saya meminta maaf kepada seluruh perawat seluruh Indonesia dan saya sangat menyesal atas komentar yang saya buat. Dan sekali lagi saya minta maaf kepada perawat yang ada di seluruh Indonesia, saya sangat menyesal," kata SA didampingi kepala desa. | detik.com

Lhoksukon - Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Wilayah Aceh Utara mendukung langkah Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh, H.Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem yang meminta DPRA khususnya Fraksi PA agar segera mengirim surat tertulis dan meminta klarifikasi kepada Gubernur Aceh, terkait penempatan nama dan posisi Lembaga Wali Nanggroe.

Melalui surat Keputusan Gubernur Aceh, Nomor: 440/1021/2020, tanggal 1 April 2020, tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Aceh, menempatkan Wali Nanggroe Aceh secara tidak proporsional dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Aceh. Ini sama artinya mengkerdilkan dan “membunuh karakter” lembaga Wali Nanggroe dan pribadi Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar, yang merupakan tokoh utama perdamaian Aceh.

"Pemerintah Aceh terkhusus untuk Plt.Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tanpa disadari bahwa telah merusak tatanan adat dan marwah bangsa Aceh. PLT jangan bermain-main dalam mengambil kebijakan yang menyangkut dengan kekhususan Aceh," kata ketua umum JASA Wilayah Aceh Utara, Muklis Said Adnan, Kamis,(16/4/2020).

Menurutnya, kebijakan itu akan menyinggung prasaan dan membuat sakit hati masyarakat Aceh terutama para anak syuhada, dengan mencantumkan nama Lembaga Wali Nanggroe tanpa pembritahuan terlebih dahulu. Dan pihaknya menilai Pemerintah Aceh tidak ada etika dan tidak mengghargai Lembaga kekhususan Aceh.

"Perlu di ketahui berdirinya Lembaga Wali Nanggroe itu dengan darah para Syuhada yang telah Syahid pada masa konflik Aceh," sebut Muklis.

Selain itu, pihaknya juga meminta Pemerintah Aceh untuk segera klarifikasi surat keputusan yang telah di keluarkan tersebut dan jangan kemudian menempatkan posisi Lembaga Wali Nanggroe diluar kepatutan, itu sama saja telah mengusik emosional ideologis-historis jajaran mantan kombantan GAM serta Aneuk Syuhada Aceh maupun unsur KPA serta elemen lainnya.

"Ini tidak patut, sebab bagi kami Lembaga Wali Nanggroe Aceh adalah marwah Bangsa Aceh, kami meminta untuk segera di klarifikasi surat keputusan yang telah di terbitkan," imbuhnya.

Muklis menambahkan, seharusnya Wali Nanggroe ditempatkan pada jajaran lebih tinggi sebagai ketua penasihat atau pengarah. "Wali nanggroe seharusnya menjadi orang tua bagi mereka untuk memberi arahan pada kebijakan, bukan sebagai operasional seperti Wakil Ketua IV dengan tugas mewakili Gubernur dan melaksanakan tugas Ketua Gugus,"tambahnya.[]

Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar akan melakukan realokasi anggaran sebesar Rp 22,4 triliun. Pemerintah sendiri menganggarkan dana desa sebesar Rp 72 triliun di tahun 2020.

"Dana desa yang akan terpakai sebesar Rp 22.477.762.000 dari Rp 72 triliun. Itulah arahan Presiden agar seluruh masyarakat mendapatkan fasilitas dan mendapatkan perhatian dari pemerintah," kata Abdul melalui telekonferensi, Selasa (14/4/2020).

Anggaran Rp 21,4 triliun tersebut akan dialokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 600.000/keluarga selama tiga bulan dan akan diberikan kepada kurang lebih 12 juta keluarga penerima di desa.

"Dana tersebut akan meng-cover 12.487.646 kartu keluarga (KK), keluarga miskin di Indonesia," sebutnya.

Abdul menjelaskan, masyarakat yang berhak mendapatkan BLT dana desa ini ialah kelompok miskin yang kehilangan mata pencaharian imbas COVID-19, namun yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga kartu pra kerja.

"Yang berhak mendapatkan ini kelompok miskin pasti, yang kehilangan mata pencaharian akibat COVID-19, belum mendapatkan PKH atau BPNT, belum mendapatkan bantuan pangan dan kartu pra kerja," urainya. | detik.com

Jakarta - Anak angkat Cristiano Ronaldo, Martunis, melakukan aksi sosial untuk membantu korban terdampak virus Corona COVID-19 di Aceh. Martunis melelang jersey pemberian Ronaldo kala masih berseragam Real Madrid.

Martunis mengungkapkan jersey tersebut diberikan Ronaldo kepadanya saat bertemu di Bali pada 2013 lalu. Lelang tersebut sudah dibuka sejak Sabtu 11 April 2020 malam kemudian akan ditutup pada Jumat 17 April 2020 mendatang. Angka lelang dibuka dengan harga Rp4 juta.

Martunis mengaku bahagia karena antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sejauh ini, penawaran tertinggi sudah mencapai Rp36 juta.

"Ada yang sudah menawar di angka Rp36 juta. Ada yang nominal yang berdekatan dengan itu juga. Nanti pada 17 April 2020 itu akan saya hubungi penawarnya,” kata Martunis, kepada VIVA, Rabu 15 April 2020.

Martunis berharap jersey Ronaldo bisa terlelang dengan nominal yang tinggi. Sehingga, dana yang akan disumbangkan juga bisa membantu korban COVID-19 di Aceh.



"Kalau jersey ini bukan yang dia pakai. Tapi, ini hadiah dari dia. Semoga nominalnya bisa tinggi dan saya bisa bantu banyak orang di Aceh," ucapnya.

Di sisi lain, Martunis menjadi anak angkat Ronaldo setelah bencana tsunami Aceh pada 2004. Martunis ditemukan dengan menggunakan jersey timnas Portugal atas nama Ronaldo. Kisah itu membuat Martunis diundang ke Portugal. Dia kemudian menjadi anak angkat pemain yang saat ini membela Juventus tersebut.

Jersey yang dilelang Martunis saat ini juga pernah ditawar sejumlah artis Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Deddy Corbuzier sempat menawar dengan harga Rp80 juta. Namun, Martunis saat itu menolaknya. | Vivanews

VIVA Militer: Milisi Houthi di Yaman.
STATUSACEH - Sebuah video rekaman milisi Houthi dari Yaman membuat geger dunia. Sebab di dalamnya ada pengakuan mengerikan tentang penderita wabah Virus Corona atau COVID-19.

Dua anggota milisi Houthi mengaku mereka telah menetapkan cara untuk mencegah mewabahnya corona di Yaman, caranya pun tak lazim dan mengerikan, milisi Houthi akan menembak mati siapa saja orang yang diketahui terinfeksi corona.

"Metode terbaik kami adalah membunuh demi kepentingan yang lain," kata milisi Houthi itu dalam rekaman video yang dikutip VIVA Militer Selasa 15 April 2020 dari Alarabiya.

Seorang milisi lainny di dalam video itu menuturkan, penderita corona terpaksa ditembak mati karena memang di Yaman tidak tersedia fasilitas medis bagi mereka untuk penanganan corona.

Menurut mereka, penderita harus ditembak mati agar virus corona tak menular. "Tidak ada perawatan, tidak ada karantina, dan tidak ada prosedur yang akan dilakukan, hanya peluru," kata milisi itu.

Perlu diketahui, Yaman bukanlah negara yang bebas corona. Kasus pertama corona telah ditemukan di Hadramaut pada pekan lalu.

Kondisi Yaman saat ini memang sedang tak stabil, perang masih terjadi di beberapa wilayah melawan militer Arab Saudi. Memang sempat disepakati gencatan senjata. Hanya saja kesepakatan itu bagai cuma penghias kedamaian di media massa saja.

Terbukti Arab Saudi masih gencar melakukan penyerangan ke beberapa wilayah. Tak cuma militer resmi, Arab juga mengerahkan milisi binaannya. | Vivanews

Bea-Cukai Aceh menemukan kapal tanpa nakhoda dan surat-surat. Di dalam kapal ditemukan rokok impor ilegal dari Thailand. (dok. Bea-Cukai Aceh)
Banda Aceh - Petugas Bea-Cukai mengamankan 10,2 juta batang rokok selundupan yang diduga dari Thailand di tengah laut Aceh. Rokok senilai Rp 10,3 miliar itu ditemukan dalam kapal kayu tanpa pemilik.

"Dari hasil pemeriksaan ke kapal, nakhoda, anak buah kapal (ABK) maupun dokumen terkait kepabeanan tidak ditemukan. Hasil pemeriksaan fisik di atas kapal ditemukan rokok ilegal sebanyak 1.020 karton, (tiap karton berisi) 50 slop, (tiap slop berisi) 10 bungkus, (tiap bungkus berisi) 20 batang yang diduga berasal dari Thailand," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Kanwil Bea-Cukai Aceh Isnu Irwantoro kepada wartawan, Selasa (14/4/2020).

Isnu menjelaskan penemuan kapal rokok selundupan ini berawal dari informasi intelijen ke tim Satuan Tugas (Satgas) Kapal Patroli Bea-Cukai BC 60001. Tim Satgas yang tengah menggelar Operasi Terpadu Jaring Sriwijaya di pesisir pantai timur Provinsi Aceh bergerak mencari kapal target.

Operasi pencarian dilakukan tim Bea-Cukai Aceh serta Bea-Cukai Khusus Kepri. Mereka menemukan kapal kayu tersebut pada jarak 55 mil timur laut Peureulak, Aceh Timur, Aceh, pada Minggu (12/4) sekitar pukul 17.30 WIB.

Saat itu, kapal dengan nama lambung KM Milenium GT 25 berbendera Indonesia tersebut tidak bergerak. Posisi kapal miring ke kiri serta tidak ada nakhoda di dalamnya. Tim Bea-Cukai berjumlah enam orang mendekat ke kapal dengan Sea Rider.

"Anggota Tim Satgas ini menaiki kapal kayu tersebut untuk melakukan pemeriksaan kepabeanan. Saat itulah kita menemukan rokok ilegal di dalam kapal," jelasnya.

Menurut Isnu, tim Satgas sempat mencari ABK serta nakhoda selama satu jam, tapi tidak ditemukan. Petugas akhirnya memutuskan menarik kapal ke Pelabuhan Kuala Langsa, Aceh.

"Dengan pertimbangan keselamatan muatan KM Milenium yang sudah miring ke kiri akibat kelebihan muatan, sebagian muatannya dipindahkan ke Kapal Patroli BC 60001," jelasnya.

"Selanjutnya KM Milenium dan muatannya ditarik menuju Pelabuhan Kuala Langsa untuk diserahterimakan ke Bea-Cukai Kuala Langsa dan Bea-Cukai Kanwil Aceh untuk pemeriksaan, penelitian, pendalaman, serta proses lebih lanjut," ujar Isnu. | Detik.com

Blang Pidie - Masker menjadi salah satu alat pelindung diri guna mencegah penularan Virus Covid-19 saat ini. Namun fakta di lapangan masih banyak yang belum mulai memakainya saat keluar rumah padahal  masker kain sudah banyak diproduksi oleh ibu-ibu rumah tangga yang bergerak di bidang usaha menjahit  dan juga ada dijual dipasaran, Karena harga jualnya mungkin jauh dari jangkauan kesanggupan masyarakat, sehingga tidak membelinya.

Untuk menjawab persoalan itu, HMI Cabang Blangpidie bekerjasama dengan Lembaga SPMA-Aceh salah satu lembaga yang didirikan oleh Senator Aceh H. Fachrul Razi, MIP dan dukungan bantuan dana beliau, ber-ikhtiar dengan membuka donasi secara internal untuk membagikan masker kain secara gratis kepada Masyarakat, terutama Masyarakat yang hari ini ke RSUTP Abdya sebagai Pasien Rawat Jalan untuk mengambil obat.

Saat ini Jumlah pasien positif Virus Corona (Covid-19) di Indonesia  hari minggu kemarin mencapai 4.241 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 373 orang meninggal dunia dan pasien sembuh bertambah menjadi 359 orang. Angka 4.241 kasus bukanlah jumlah angka yang sedikit tentu harus menjadi alarm bagi kita semua untuk menjaga diri,keluarga dan lingkungan agar tidak tertularnya virus tersebut.

Pembagian masker ini kita lakukan di halaman Rumah Sakit Umum Teuku Peukan Aceh Barat Daya, karena RSUTP ini merupakan salah satu Rumah Sakit yang ada di Aceh yang juga ditunjuk sebagai tempat penangan Covid-19, maka membagikan dan menyadarkan masyarakat untuk memakai masker di Areal RS.Teuku Peukan ini sangatlah Penting, disamping itu Rumah Sakit juga merupakan tempat berkumpulnya berbagai macam penyakit maka mencegahnya dari awal tentu itu lebih baik dari pada mengobati.

"Pakai masker Ini Pak, Bu untuk melindungi diri kita dari penyebaran virus corona yang sangat berbahaya kalau sudah menyerang saluran pernafasan kita dipakai ya maskernya, Pak, bu"  sembari memberikan masker kepada beberapa pasien rawat jalan.

"Sini Pak, Bu kami bantu pakaikan maskernya sekarang sebelum masuk ke ruangan poly.

Ketua Umum HMI Cabang Blangpidie Mursalin,  berharap ditengah wabah corona yang masih melanda Republik Indonesia, masyarakat tetap disiplin dan patuh terhadap himbauan pemerintah mulai dari menjaga kebersihan, menjaga jarak fisik,hindari kerumunan dan selalu memakai masker saat berpergian keluar rumah.

Raut wajah bahagia bercambur cemas terpancar dari puluhan warga binaan LP Narkotika Langsa, ketika mendapatkan program asimilasi rumah, Jumat (3/4/2020). (Foto/Munawar/waspada)
Banda Aceh - Sebanyak 1.115 dari 1.362 narapidana di Aceh yang mendapat asimilasi dan pembebasan bersyarat  sudah bebas atau di keluarkan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Hanya tersisa 247 orang  lagi yang akan bebas pada April hingga Juni mendatang ini,” kata Kadiv Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kanwil Kemenkumham) Aceh, Meurah Budiman dalam pesan WhatApp kepada Serambinews.com, Minggu (12/4/2020).

Menurutnya, napi yang tersisa ini akan diasimilasi setelah menjalani setengah masa pidana.

“Jadi hingga saat ini yang sudah keluar Lapas sebanyak 1.115 orang dan napi yang mendapat asimilasi untuk tetap di rumah masing-masing,” katanya.

Dikatakannya, napi yang mendapat asimilasi dan pembebasan bersyarat ini tersebar di 23 Lapas/Rutan di Aceh. Pembebasan terkait Covid-19 di seluruh Indonesia.

Terhadap pengawasan napi mendapat asimilasi diawasi oleh empat Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Aceh yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Kutacane dan Nagan Raya.

Awasi 4 Lapas

Sementara itu, Bapas Nagan Raya mengawasi napi yang bebas atau asimiliasi dari empat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) meliputi Lapas Meulaboh (Aceh Barat), Lapas Calang (Aceh Jaya), Rutan Blangpidie (Abdya) dan Rutan Sinabang (Simeulue).(*)

Sumber: Serambinews.com

https://www.scimagoir.com/rankings.php?country=IDN
Lhokseumawe – Universitas Malikussaleh menduduki peringkat kedua di Indonesia versi Scimago Institutions Rankings 2020. Kampus yang menabalkan nama sultan Kerajaan Samudra Pasai tersebut berada di bawah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati yang kokoh di urutan pertama. 
 
Berdasarkan pengumuman peringkat yang dikeluarkan Scimago Institutions  Rankings, di bawah Unimal terdapat Universitas  Sumatera Utara, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Negeri Medan.

Sementara dalam 20 besar juga terdapat sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia seperti Universitas Indonesia di peringkat keenam, Universitas Diponegoro urutan delapan, IPB Bogor peringkat sembilan, Universitas Gadjah Mada di peringkat 11, dan ITB Bandung peringkat 12. 

Selain Universitas Malikussaleh, perguruan tinggi di Aceh yang masuk 20 besar adalah Universitas Syiah Kuala yang berada di peringkat 17. Sejumlah universitas lain di Sumatera juga berada dalam 20 besar. 

Menurut penjelasan di situs Scimago, penilaian pemeringkatan tersebut didasarkan pada tiga faktor, yakni riset sebesar 50 persen, inovasi 30 persen, dan akses masyarakat 20 persen.  Dari ketiga aspek tersebut, ada beberapa kriteria yang digunakan dengan nilai berbeda di setiap kriteria. 

Untuk kategori peringkat dunia, Universitas Malikussaleh berada di peringkat 516, jauh di bawah Universitas Islam Sunan Gunung Djati di peringkat 285 global. Sementara Sumatera Utara berada di urutan 561, Universitas Negeri Makassar (588), dan Universitas Negeri Medan (626).

Rektor Universitas Malikussaleh, Dr Herman Fithra, ketika dihubungi menyebutkan keberhasilan tersebut berkat sinergitas civitas academica di Unimal di bidang riset, inovasi, dan publikasi melalui berbagai media. 

“Alhamdulillah, Unimal peringkat kedua nasional dan 516 internasional berdasarkan rating yang dikeluarkan Scimago Institutions Rankings. Ini merupakan yang pertama dalam sejarah Unimal. Selamat bagi semua,” ujar Herman bangga, Ahad (12/4/2020).

Menurutnya, penilaian perankingan tersebut dilakukan terhadap kinerja selama 2019 dan hasilnya diumumkan pada 2020. Dia berharap semua pihak di Unimal—terutama dosen dan mahasiswa—menjadikan prestasi ini untuk meningkatkan kinerja dalam bidang penelitian d an inovasi. Di samping itu, Unimal juga semakin mudah diakses masyarakat melalui berbagai kanal informasi.

Dalam beberapa kesempatan, Rektor Unimal mengingatkan dosen untuk melibatkan mahasiswa dalam bidang penelitian. Tahun lalu, kinerja riset Unimal yang sebelumnya berada di Klaster Binaan atau sekitar peringkat 300-an, melesat ke urutan 58 nasional dari 1.977 perguruan tinggi di Indonesia. Dengan capaian tersebut, kini Unimal berada di Klaster Mandiri.(Rill)

Ilustrasi pasien COVID-19. [Miguel Medina/AFP]
Banda Aceh - Tak ada lagi pasien positif virus corona di Provinsi Aceh. Sebab, Minggu (12/4/2020) ini satu pasien positif corona sudah sembuh.

Pasien itu berinisial AJ yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh dinyatakan sembuh, dengan begitu tidak ada lagi pasien positif COVID-19 yang dirawat di Tanah Rencong.

"Iya sudah negatif (pasien) AJ, sore ini baru kita terima hasil," kata Wakil Direktur Pelayanan RSUD Zainoel Abidin dr Endang Mutiawati di Banda Aceh, Minggu sore.

Ia menjelaskan, pasien COVID-19 tersebut dinyatakan sembuh setelah keluar hasil pemeriksaan sampel lendir (swab) tenggorokan AJ yang ke empat dari laboratorium PIC Balitbangkes Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Menurutnya, imunitas AJ telah tumbuh ketimbang tiga pasien positif COVID-19 Aceh lainnya yang telah lebih dulu sembuh, karena AJ memiliki riwayat penyakit lain, sehingga swab AJ yang keempat baru keluar hasilnya negatif COVID-19.

"Imunitasnya telat tumbuh dibandingkan orang tidak ada DM (diabetes mellitus). Rencana beliau kita pulangkan sesegera mungkin," katanya.

Kini, kata dr Endang, tidak ada lagi pasien terkait COVID-19 di ruang respiratory intensive care unit (RICU), hanya tersisa satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di ruang isolasi biasa.

"Satu lagi (PDP) ini sedang menunggu hasil swab juga. Alhamdulillah hari ini belum ada yang bertambah positif (COVID-19) di Aceh," katanya.

Untuk diketahui, pasien positif COVID-19 di provinsi paling barat Indonesia itu sebanyak lima orang, empat orang diantaranya telah sembuh, dan satu orang lainnya meninggal dunia saat status PDP, sebelum dikonfirmasi positif. (Antara)

VIVA Militer: Danrem 172/PWY Kolonel Infanteri J Binsar Parluhutan Sianipar
Jakarta - Tiga anggota kepolisian tewas dan dua lainnya menderita luka setelah tertembak saat terjadi keributan dengan oknum prajurit Tentara Nasional Indonesia di Kabupaten Memberamo Jaya, Papua, Minggu 12 April 2020.

Menurut Kepala Polda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, keributan itu dipicu kesalahpahaman antara anggota polisi dan prajurit TNI.

Kesalahpahaman sudah terjadi sejak sehari sebelumnya atau Sabtu 11 April 2020. Dan sebenarnya ketika itu telah diselesaikan.

Namun, pada Minggu dini hari lima anggota polisi malah nekat melakukan penyerangan ke prajurit TNI.

"Dari laporan yang diterima terungkap bahwa anggota yang meninggal itu bersama rekannya pada Minggu dini hari tadi menyeberang ke Kasonaweja dan berupaya menyerang," kata Paulus.

Sementara itu, menurut Komandan Korem 172/Praja Wira Yakthi, Kolonel Infanteri J Binsar Parluhutan Sianipar, siapapun yang bersalah akan ditindak sesuai hukum. Karena itu TNI segera melakukan penyelidikan ke lokasi.

"Hari ini saya bersama, Danpomdam, Dirintelkam, dan Kabidpropam Polda beserta tim akan cek langsung ke lapangan, apa sebenarnya kejadian yang terjadi, sehingga menyebabkan pertikaian tersebut, dan tentunya akan menindak tegas sesuai hukum, jika personel terbukti bersalah" ujar Danrem.

Tiga anggota polisi yang tewas di antaranya, Briptu Marcelino Rumaikewi, Briptu Alexander Ndun dan Bripda Yosias mengalami luka tembak di leher dan dada sebelah kiri dan Paha bagian kiri.

Lalu dua polisi yang terluka masing-masing bernama Bripka Alva Titaley anggota Reskrim Polsek Mamteng dan Brigpol Robert Marien anggota SPKT. | Viva

LHOKSEUMAWE- Personil Polantas melakukan pemeriksaan suhu tubuh para pengguna jalan baik pengemudi sepeda motor dan mobil, penumpang sepeda motor serta pengemudi dan penumpang kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang berlangsung di depan Poslantas Cunda Jalan Medan-Banda Aceh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, S.I.K melalui Kasat Lantas AKP Widya Rachmad Jayadi, S.I.K mengatakan, kegiatan tersebut masih dalam rangkaian operasi keselamatan rencong 2020.

Personil Polantas melakukan pemeriksaan suhu tubuh para pengguna jalan baik pengemudi sepeda motor dan mobil, penumpang sepeda motor serta pengemudi dan penumpang kendaraan pribadi maupun angkutan umum, ujarnya
Minggu (12/04/2020) pagi.

Hal ini bertujuan untuk menjaga wilayah hukum polres lhokseumawe yang merupakan lintasan pada jalur timur arah Medan-Banda aceh maupun sebaliknya.

Bagi pengemudi yang ditemukan suhu tubuhnya diatas rata-rata langsung diperiksa dari ur Dokkes Polres Lhokseumawe serta dilakukan tahap awal sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain itu, kegiatan tersebut untuk mensosialisasikan terhadap seluruh masyarakat karna masih banyak sekali yang melakukan kegiatan diluar rumah tidak menggunakan masker, padahal dari presiden RI sudah menyatakan agar gunakan masker selalu, kemudian diperkuat melalui maklumat k
Kapolri.

"Melalui operasi keselamatan ini Satlantas Polres Lhokseumawe menghimbau kembali untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan tetap memperhatikan keselamatan berkendara agar terhindar dari laka lantas, menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani agar tidak terjangkit virus corona ini.

Dengan perkembangan situasi saat ini sudah ada beberapa pengemudi sepeda motor yang menggunakan masker tetapi masih banyak juga yg tidak menggunakan helm.

Harapkan kami kelada masyarakat pengguna jlalan seluruhnya agar tetap gunakan helm dan masker serta patuhi keputusan presiden agar kita semua terhindar dari virus corona (covid19).

Ilustrasi pemeriksaan penumpang di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Foto: Suparta/acehkini
Banda Aceh - Di tengah pandemi virus corona, sebanyak 97 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Aceh yang bekerja di Malaysia pulang ke tanah air via Sumatera Utara, sejak Kamis hingga Jumat (9-10/04). Pemerintah Aceh kemudian menfasilitasi kepulangan mereka ke kampung halaman asal masing-masing.

"Sebanyak 11 orang pulang via laut dari Labuhan Batu Utara dan kita dibantu Pemkab di sana. Sisanya pulang dengan empat penerbangan dari Bandara Kualanamu," kata Ruslan Armas, Kepala Perwakilan Pemerintah Aceh di Medan, Sumatra Utara, dalam keterangan tertulis, Minggu (12/04).

Ruslan mengatakan, dari 97 tersebut, 2 di antaranya anak-anak. Semua mereka telah melalui prosedur pemeriksaan khusus sebelum melanjutkan perjalanan ke Aceh. Dari Kualanamu, pemerintah Aceh membawa rombongan tersebut untuk pemeriksaan kesehatan.  

"Kita fasilitasi penuh. Usai pemeriksaan yang sesuai dengan prosedur kesehatan, mereka kita pulangkan langsung ke daerah masing-masing," kata Ruslan. 

Ruslan merinci, asal daerah dari TKI itu, yakni: Banda Aceh (6), Pidie (8), Pidie Jaya (4), Bireun (15), Aceh Tengah (1), Lhokseumawe (4), Aceh Utara (18), Aceh Timur (13), Langsa (5), Aceh Tamiang (11), Aceh Tenggara (2), Aceh Selatan (4), Aceh Barat (1), Aceh Barat Daya (4) dan Nagan Raya (1).

Perwakilan Aceh di Medan juga telah berkoordinasi dengan Biro Umum Setda Aceh dan Dinas Sosial Aceh terkait kepulangan 97 TKI tersebut. Data-data terkait setiap individu pun telah dikirimkan untuk kemudian diteruskan ke Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Aceh. 

Seluruh pekerja itu juga berjanji, setiba di kampung halaman, untuk melapor ke kepala desa dan melakukan karantina mandiri di rumah, minimal 14 hari sejak tiba.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Iskandar Syukri, membenarkan kepulangan 97 warga Aceh tersebut. Sejak ditutupnya penerbangan dari luar negeri ke Aceh, pihaknya membangun hubungan khususnya dengan Perwakilan Aceh di Medan dan Jakarta, untuk mendata ketibaan masyarakat Aceh yang mudik di tengah pandemi COVID-19.

"Terkait kepulangan TKI Aceh dari Malaysia alhamdulillah semua dalam keadaan sehat. Tapi mereka diharuskan isolasi mandiri di tempat tinggal masing-masing," kata Iskandar Syukri

Iskandar mengimbau jika para pekerja luar negeri itu mengalami perubahan kesehatan seperti flu, batuk dan sakit tenggorokan setiba di kampung halaman, maka mereka diminta segera melapor ke Dinkes atau Puskesmas setempat untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan.  [Kumparan]

LHOKSEUMAWE- Satuan Lalu Lintas Polres Lhokseumawe melaksanakan kegiatan penyemprotan Desinfektan dengan memasuki gang sejumlah gampong dalam kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Sabtu (11/04/2020) pagi.

Polantas juga tampak mwlakukan penyemprotan dilingkungan dan toilet Mesjid Syuhada di Gampkng jawa lama, Kec. Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Kasat Lantas Polres Lhokseumawe AKP Widya Rachmad Jayadi, S.I.K mengatakan, pada Siang Ini Kita melaksanakan penyemprotan keliling dengan sasaran gang-gang, lorong perumahan serta lingkungan keluarga diluar jalan raya beberapa gampong dalam kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

"Jadi sebelumnya yang tidak terjangkau dengan watercanon kita sentuh kembali kearah lingkingan masyarakat dan ditengah keramaian atau lingkungan perumahan.

Lanjutnya, sebelumnya kita ada kegiatan donor darah, jum'at barokah dan kita sampaikan sosialisasi maklumat Kapolri dan peraturan dan imbauan pemerintah terkait dengan pencegahan virus corona ini.

APD yang kami gunakan barang inventaris dinas dari jas hujan yang diberikan dinas dilengkapi dengan penutup wajah, masker perorangan, sarung tangan karet dan sepatu karet yang merupakan kelengkapan wajib dari personil lantas guna sterelisasi terhadap personil sendiri.

Kami berharap kepada masyarakat apabilq tidak ada keperluan dan tidak ada kepntingan mendesak tidak usa keluar kota, tidak berpergian silahkan dirumah saja, hindari tempat-tempat keramaian seperti terminal, pasar, pusat perbelanjaan dan warung kopi, laksanakan peraturan dan imbauan pemerintah tentang sosial distancing dan pyisical distancing"pungkasnya


BIREUEN- Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah ungkapan yang menggambarkan nasib yang dialami seorang kakek berumur 70 tahun yakni Abdullah warga Alue Pineung Kecamatan Makmur Kabupaten Bireuen, niat hati mengembalikan uang panjar penjualan tanah yang diterimanya,malah mendapatkan bogem mentah dari YR yang juga oknum Geuchik Batee Dabai yang selaku pembeli tanah.

Kepada reporter media ini Abdullah,Sabtu (11/4/2020) menuturkan kronologis kejadian yang menimpanya,pada sekitar dua tahun lalu dirinya menjual tanah kebunnya seluas 1 hektar kepada YR dengan harga 70 juta.

Namun YR hanya memberikan uang panjar Rp 25.500.000 dalam beberapa tahap dengan janji setelah itu dibayarkan keseluruhannya,belakangan saat ditagih YR selalu menghindar dan beralasan.

“ Uang panjar yang diberikan ke saya semua 25.500.000,itupun dengan cara di cicil bukan sekaligus,waktu saya minta uang sisanya selalu saya dimarahi, apa uang,uang saja kau minta,nantilah “,tutur abdullah menirukan ucapan YR.

Hari berganti hari,bulan berlalu tak terasa sudah dua tahun empat bulan uang sisa penjualan tanah kebun tidak kunjung diberikan,akhirnya Abdullah berniat membatalkan penjualan tanah kebun tersebut dan mengembalikan uang panjar yang telah diterimanya.

“ Dua tahun sudah saya tunggu tapi uang tanah saya tidak dikasih juga,hari itu saya pergi kerumahnya sama kawom teman atas untuk kembalikan uang panjar semua dan minta kembali tanah saya,tahu-tahu saya lansung dipukuli sama geuchik noh secara brutal,untung ada kawom yang lerai kalau tidak saya pasti sudah mati dipukuli “,ujar abdullah seraya memperlihatkan bekas pukulan yang diterimanya.

Akibat pemukulan tersebut abdullah mengalami memar dan bengkak kepala bagian belakang dan lansung dibawa ke puskesmas setempat untuk perobatan serta perawatan.

Kepada Reporter, abdullah mengatakan tidak menerima tindakan arogan YR yang juga seorang geuchik tersebut lansung melaporkan insiden penganiayaan dirinya ke pihak berwajib.

“ Saya datang dengan niat baik mau kembalikan uang panjar semua dan minta kembali tanah saya malah saya dipukuli, saya sudah lapor ke polisi namun sudah dipanggil sekali diselesaikan secara kekeluargaan saya gak mau,200 ribu saya mau dikasih untuk damai,ini bukan masalah uang tapi harga diri saya “,pungkasnya.

Diakhir wawancara abdullah berkeyakinan jika polisi akan memberikan rasa keadilan padanya dan berharap proses hukum dapat dilanjutkan agar menjadi contoh kedepan tidak ada lagi aparatur desa yang sewenang-wenang kepada warga masyarakat.

Sementara itu pelaku YR yang diketahui merupakan geuchik kecamatan Makmur oleh reporter mencoba hubungi nomor kontak telepon selulernya beberapa kali namun sulit dihubungi disebabkan tidak sulitnya sinyal di desa tempat YR tinggal.

Ditempat terpisah Kapolsek Makmur Ipda Azharuddin yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan insiden penganiayaan tersebut dan telah menerima laporan pengaduan dari korban.

Walau demikian pihaknya juga sedang dalam upaya membantu memfasilitasi agar kasus tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

" Laporan sudah kita terima,namun sudah kita upayakan diselesaikan secara kekeluargaan namun belum ada titik temu,untuk sementara laporan masih kita sidik ",tulis Ipda azharuddin melalui pesan WhatAps.(Red)
loading...

Contact form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.