2016-03-13

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah (Foto: Ist)
Banda Aceh - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengajak mahasiswa untuk mengembangkan pertanian di Aceh. Menurut  Zaini, kemajuan di bidang pertanian sangat penting mengingat mayoritas masyarakat Aceh adalah Petani.

Aceh, kata Gubernur Zaini, merupakan salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia. Karenanya, gubernur mengajak  mahasiswa pertanian agar ikut aktif mengembangkan sektor pertanian. Menurutnya, kemajuan di bidang pertanian sangat penting mengingat mayoritas masyarakat Aceh adalah Petani.

"Aceh sudah menjadi lumbung padi, dan ini harus terus dikembangkan untuk hasil pertanian lainnya," kata Zaini Abdullah saat jamuan makan bersama para mahasiswa Pertanian yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muslim Pertanian Indonesia (IMMPERTI) di Pendopo Gubernur Aceh, Jumat (18/3) malam.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Aceh turut menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan Musyawarah Nasional Ikatan Mahasiswa Muslim Pertanian Indonesia (IMMPERTI). Ia berharap IMMPERTI dapat terus berjuang dan berkarya untuk memajukan bidang pertanian diseluruh Indonesia.

Sementara itu, Ketua IMMPERTI wilayah Sumbagut, Syakir Daulay, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Aceh yang sudah menyempatkan diri untuk bertemu dan menjamu mahasiswa yang tergabung dalam IMMPERTI.

Syakir mengatakan, Aceh terpilih sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional IMMPERTI ke V pada Munas ke IV di Bogor. Para Mahasiswa Pertanian tersebut  datang ke Aceh untuk mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) yang dilaksanakan di Kampus Unsyiah.

Menurut Syakir, Aceh saat ini  merupakan salah satu daerah yang sangat diminati oleh kalangan mahasiswa di Indonesia. Sebab itu, banyak mahasiswa dari berbagai daerah yang ingin ke Aceh.

Senada dengan Syakir, Gubernur Zaini menyebutkan, para mahasiswa yang datang dari luar Aceh dapat melihat sendiri bagaimana Aceh sudah semakin berkembang setelah mengalami masa konflik yang berkepanjangan. Musibah tsunami ikut memporak-porandakan Aceh.

“Banyak yang datang ke Aceh khusus untuk belajar tentang resolusi konflik dan penanggulangan bencana,” kata Gubernur Zaini. (Rill)

StatusAceh.Net - Innalillahi, kabar duka datangnya dari salah satu penerbangan internasional yaitu jatuhnya Pesawat Flydubai ketka pesawaat naas ini akan lakukan pendaratan di Bandara Rostov-on-Don, Rusia, dan dikabrkan sekitar 55 penumpang bersama para kru semuanya meninggal dunia.

Seperti dikutip sebatasberita dari laman Tempo, apabila terlihat pada beberapa foto dan video ini sangat mengejutkan karena seperti ledakan bom atum yang tertangkap kamera amatir. Kecelakaan pesawat sarat penumpang ini terjadi pada hari Sabtu, 19 Maret 2016 pagi hari, disaat situasi masih gelapp gulita dan jalan terlihat masih basah. dari rekaman video yang sekarang ini viral di laman Youtube memperlihatkan dahsyatny apesawat tersebut meledak.
 
Pesawat yang jatuh di daerah Rusia ini, seakan akan terlihat tidak mendarat akan tetapi jatuh dari ketinggian. Pesawat dengan Boeing 737-800 punya Dubai Aviation tersebut nampak turun pada posisi miring sampai 60 derajat. Terlihat pada video, Api langsung berkobar waktu pesawat sempat menyentuh landasan. Beberapa menit ledakan terjadi dan membuat heboh.
 
Dari pengakuan Otoritas bandara terkait Video FlyDubai Jatuh ini, memang membenarkan dan ketika pesawat jatuh kondisi cuaca tengah keadaan hujan dan sangat buruk sekali sehingga terlihat ledakan dahsyat pesawat. Walaupun begitu, kecelakaan pesawat ini belum diketahui dan sedang diselidiki.

Inilah 5 Foto dan Video FlyDubai Jatuh:


Sumber: sebatasberita.com

Semarang - Seorang pria berkaos tulisan "turn back crime" dibekuk anggota resmob Sat Reskrim Polrestabes Semarang yang tergabung dalam Tim Elang, tim yang dibentuk untuk mencegah tindak kejahatan malam. Pria tersebut mengaku sebagai wartawan Trans7 dan bermaksud mengupload fotonya bersama Tim Elang ketika beraksi ke media sosial.

Awalnya, pria tersebut sudah tiga kali mengikuti kegiatan Tim Elang yang berlangsung malam hari. Anggota sebenarnya sudah curiga karena Tim Elang sudah cukup akrab dengan wartawan yang ikut meliput kegiatan mereka.

Hingga pada hari Sabtu (19/3) dini hari tadi ia sengaja dijebak agar mengaku. Pria bernama Rijal Wijaya (23) ditanyai oleh wartawan media cetak, M Radlyz yang sempat dikira Rijal adalah polisi karena perawakannya yang gagah. Rijal kemudian menjawab kalau ia wartawan Trans7 lengkap dengan ID card. Pengakuan itu justru semakin mencurigakan karena polisi tahu siapa wartawan Trans7 di Semarang.

"Kita tentu saja curiga karena kita kenal dekat beberapa wartawan," tandas salah satu pimpinan Tim Elang, Ipda Toni.

Saat ditanya Radlyz, pria itu mengaku tidak mengenal wartawan Trans7 Semarang karena pindahan dari Bandung. Radlyz kemudian berkoordinasi dengan wartawan Trans7, Damar Sinuko untuk mengungkap identitas sebenarnya dari Rijal.

"Dia mengakunya pindahan dari Bandung. Kita koordinasi dan dia ditangkap dini hari jam 01.30," ujar Radlyz.

Ia ditangkap di Jalan Raya Puspanjolo dekat sungai Banjir Kanal Barat Semarang. Saat itu Rijal masih mengenakan jaket merah dan menutupi kaos biru bertuliskan "turn back crime". Damar Sinuko yang dikonfirmasi juga datang dan memang tidak mengenal Rijal. Bahkan ia sempat kelabakan dan menyebutkan beberapa media yang ia akui tempatnya bekerja yaitu National Geographic, bahkan detikcom.

"Terima kasih kepada petugas yang telah bekerjasama mengamankan pelaku. Jika ada masyarakat yang pernah merasa ditipu atau menjadi korban aksi kriminal seseorang yang mengaku wartawan atau media Trans7 dimohon langsung melaporkan diri ke polisi", kata Damar.

Kepada polisi, Rizal mengaku mendapatkan ID card bertuliskan Trans7 dari orang yang berjualan di depan kantor Trans7 Jakarta. Sedangkan kaos yang dikenakan dibeli di Kauman Kota Semarang tempat penjualan seragam TNI Polri. Di sana Rijal juga membordir tulisan "turn back crime", "Ditreskrimum Polda Jateng", dan tulisan besar "Polisi" di bagian punggung.

"ID card beli tiga bulan lalu di depan kantor Trans7. Kaosnya saya beli sendiri dan bordir di Kauman dekat Johar," aku Rijal ketika ditanya polisi.

Rijal memiliki KTP Jakarta namun berasal dari daerah Siwalan, Gayamsari, Semarang. Pria lulusan SMP ini mengaku bercita-cita ingin menjadi polisi, dan aksi-aksinya bersama Tim Elang memang sengaja akan diupload di media sosial.

Saat didalami maksud tujuannya mengaku sebagai wartawan, ternyata sebenarnya ia ingin gagah-gagahan lewat media sosial agar dikira polisi oleh teman-temannya. Profesi sebenarnya Rijal adalah pekerja service AC.

"Ya biar dikira polisi," ujarnya.

Saat ini Rijal masih didalami keterangannya di Sat Reskrim Polrestabes Semarang. Dikhawatirkan aksinya itu digunakan sebagai salah satu modus kejahatan penipuan atau pidana lainnya.

"Kaos kami sita karena itu atribut polisi karena ada tulisan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng dan tulisan polisinya," jelas Toni. 
(Sumber: detik.com)

Ilustrasi  
Deli Serdang- Dari hasil tes urine yang dilakukan pada 13 Anggota TNI Kodim 0204/DS positif dan terbukti mengonsumsi narkoba pada kamis (17/3/2016) di Makodim  0204/DS Kab.Deliserdang

Anggota TNI yang positif tes urine tersebut terdiri atas bintara dan tamtama telah  ditahan setelah hasil assessment mereka di kantor BNN Kabupaten Deliserdang diketahui.

Hasil tes juga membuktikan mereka sebagai pengguna aktif narkoba.

Sementara itu Dandim 0204/DS, Letkol (Inf) Hanryan Indrawira mengatakan, Pihaknya telah memberi hukuman penahanan kepsda ke-13 bawahannya yang merupakan prosedur penanganan awal untuk para anggota yang diketahui terlibat narkoba.

Tindakan selanjutnya akan diputuskan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap ‎pelaku.

Menurut Hanryan, Sikap dan tindakan yang diambil oleh pihaknya dibenarkan karena narkoba sudah menjadi musuh bangsa.

Karena itu, TNI harus ikut berperan dalam pemberantasannya, bukan justru ikut terjerumus narkoba.
“Narkoba tidak bisa ditoleransi lagi.

Langkah ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan tertinggi kita untuk pembersihan secara internal,” serunya, Sabtu (19/3/2016).

Sebelumnya, Pangdam I/BB Mayjend (TNI), Lodewyk Pusung menegaskan, pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada setiap prajurit yang terbukti terlibat narkoba. Itu termasuk sanksi pemecatan secara tidak hormat.(posindependent.com)

Ilustrasi Penggerebekan
Banda Aceh -  Warga Gampong Bineh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, tadi malam sekitar pukul 22.30 WIB, menangkap pasangan nonmuhrim di rumah dinas milik pihak LP Kelas IIA Banda Aceh.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com pasangan nonmuhrin yang ditangkap massa dan diduga berkhalwat di rumah dinas LP Banda Aceh, di Lambaro itu ternyata seorang napi yang masih menjalani hukuman, karena tersangkut kasus narkoba yang menjeratnya. 

Napi tersebut berinisial Na (42), warga Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar. Ia ditangkap dengan pasangan wanitanya, berinisial Sa (51) warga salah satu gampong di Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SStMk SH melalui Kasat Intel Kompol Apriadi SSos mengatakan sebelum digerebek dan ditangkap warga, napi Na menjemput Sa pasangannya itu di Mesjid Lambaro.

"Kemudian sepeda motor wanita Sa diparkir di halaman Mesjid Lambaro. setelah itu keduanya berbonceng menuju perumahan dinas milik LP itu. Tapi, tak lama setelah itu, keduanya ditangkap oleh warga setempat yang menaruh curiga," kata Apriadi, kepada Serambinews.com, Sabtu (19/03/2016) pagi. 

Napi Na berhasil kabur, sementara wanitanya Sa, dibawa ke Mapolsek Ingin Jaya, Aceh Besar. (
Serambinews.com)

Ilustrasi
Aceh Tenggara - Sejumlah aparat desa di Kabupaten Aceh Tenggara mengakui adanya pungutan untuk membayar perbaikan Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) oleh oknum di Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara.

Salah seorang bendahara desa yang dijumpai di kediamannya mengaku pernah memberikan dana sebesar Rp 3 juta untuk membayar perbaikan RKA kepada oknum Inspektorat. “Saya tidak tahu oknum tersebut, yang berikan uang itu kepala desa,” katanya, Jum’at (18/3/2016).

Kemudian salah seorang sekretaris desa yang ada di Kecamatan Babussalam juga mengakui hal yang sama. “Kami hanya memberikan uang makan bersama antara kepala desa dan oknum Inspektorat sebesar Rp600.000,” tuturnya seraya meminta acehterkini tidak menulis kedua nama sumber tersebut. 

Adanya pungutan ini dibantah keras oleh Kepala Dinas Inspektorat Aceh Tenggara, Sanudin. “Tidak ada Pungli terhadap kepala desa, saya sudah periksa semua tim yang turun ke desa,” ungkapnya.

Sanudin tidak menampik adanya tim audit dari Inspektorat yang diajak makan bersama oleh para kepala desa. “Kalau makan kan bukan Pungli,” tegas Sanudin.

“Kalau ada Pungli, kita tindak tegas oknum tersebut, kita serahkan ke penegak hukum. Saya hanya khawatir jika ada yang oknum yang mengaku dari Inspektorat,” katanya menjelaskan.

Sebelumnya Bupati Aceh Tenggara, Ir. Hasanuddin Beruh mengeluarkan surat perintah kepada Inspektorat untuk mengaudit dana desa tahun 2015 yang bersumber dari APBN dan APBK.(Sumber: acehterkini.com)

foto: Waspada
Blangpidie - Mantan Kepala PT Pertani (Persero) Cabang Pemasaran Aceh, Budijono (47 tahun), warga Kali Bogot, Banyumas, Jawa ditahan penyidik Polres Aceh Barat Daya atas dugaan korupsi paket pengadaan 520 ton Cadangan Benih Nasional (CBN) kedelai di Direktorat Tanaman Pangan Kementerian Pertanian bersumber dari APBN 2011 untuk wilayah Abdya.

Selain Budijono, penyidik menahan Sukimin (warga Peuniti Banda Aceh) selaku Kasie Proyek Pemerintah pada PT Pertani Cabang Pemasaran Aceh. Kasus tersebut turut melibatkan mantan Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Abdya, M Yunan. Akan tetapi, yang bersangkutan tidak sempat ditahan karena telah meninggal dunia saat kasus masih dalam tahap penyelidikan.

Kapolres Abdya, AKBP Hairajadi, mengungkapkan pihaknya telah menetapkan tiga tersangka utama dalam kasus yang merugikan negara Rp6 miliar lebih itu. Dijelaskan, kasus mencuat ke permukaan berdasarkan laporan masyarakat sebagai penerima bantuan kedelai.

Bantuan tidak kunjung diterima masyarakat yang tergabung dalam kelompok penerima manfaat. Padahal informasi diterima, benih tersebut sudah di distribusikan dari pusat. Dalam proses penyelidikan, penyidik menemukan berbagai kejanggalan yang tidak sesuai aturan main, seperti biaya pengelolaan benih yang tidak disalurkan kepada 282 kelompok penerima ditambah biaya pengadaan kedelai dan distribusi.

Sejumlah kejanggalan itu dikemas dalam sebuah dokumen palsu oleh rekanan yang menyatakan bantuan telah direalisasikan seratus persen, begitu juga dengan biaya pengiriman. Untuk memperkuat proses penyelidikan, pihaknya telah memeriksa 30 saksi dan dipastikan berkas dinyatakan P-21 untuk selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Blangpidie.

Kendala lain adalah proses audit dari Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pelaporan (BPKP). Hal itu perlu dilakukan mengingat indikasi kerugian negara yang sangat besar, bahkan kasus Tipikor ini merupakan kasus terbesar yang pernah ditangani Polres Abdya.

Berdasarkan audit BPKP No: SR-1979/PW01/5/2015 tanggal 1 September 2015, kerugian negara mencapai Rp6 miliar lebih. Akan hal itu, kedua tersangka dinyatakan melanggar UU No. 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Ancaman kurangan maksimal 20 tahun dengan denda Rp1 miliar. Kedua tersangka sudah ditahan di Mapolres Abdya sejak lima hari lalu guna mempermudah proses penyidikan,” ujarnya.(waspada)

Ilustrasi
Tamiang - Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh kian meluas. Akibatnya, sekira 3.000 Kepala Keluarga (KK) atau sekira 7.000 jiwa kesulitan mendapatkan air bersih.

Bencana kekeringan ini juga mengakibatkan sawah dan ladang milik warga mengalami gagal panen. Sedikitnya ada enam desa yang berada di Kecamatan Tamiang Hulu dan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang mengalami kekeringan sejak dua bulan yang lalu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang sudah mendistribusikan air menggunakan truk tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, dengan kapasitas sekira 50 ton air tiap harinya, namun belum mencukupi kebutuhan mandi cuci kakus (MCK) warga.

Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati mengungkapkan, saat ini pihaknya terus berusaha semaksimal mungkin untuk membantu warga yang selama dua bulan telah mengalami krisis air.

Bupati juga telah meminta bantuan kepada pemerintah pusat dan provinsi untuk membangun pipa ke desa terpencil, demi mencegah terjadinya krisis air seperti saat ini.(OKZ)

Ilustrasi
StatusAceh.Net- Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan seorang guru SMP Negeri 3 Manggarai Utara berinisial ER (56) yang diduga terlibat tindak pidana kekerasan seksual terhadap sisiw NS (14).

"Kita lakukan pemeriksaan terlebih dahulu dan belum ditetapkan menjadi tersangka," kata Wakil Kepala (Waka) Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Surawan di Jakarta, Jumat (18/3/2016).

Surawan menuturkan petugas kepolisian menggiring ER di tempat mengajar guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Perwira menengah kepolisian itu menyebutkan penyidik akan mendalami dan mencari minimal dua alat bukti untuk menetapkan tersangka terhadap guru Bahasa Inggris itu.

Sebelumnya, seorang orang tua siswi NS, melaporkan dugaan tindak pidana kekerasan seksual ke Polres Metro Jakarta Selatan dengan laporan polisi Nomor : LP/348/K/III/2016/PMJ/Restro Jaksel.

Awal kejadian saat korban terlambat masuk sekolah selanjutnya guru itu menghukum siswinya itu di ruang guru yang tidak terdapat kamera tersembunyi pada 3 Maret 2016.

Selanjutnya, guru mata pelajaran Bahasa Inggris itu mulai bertindak "aneh" menyuruh korban membuka jilbab karena alasan ingin melihat bentuk tubuh NS.

Mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh, korban histeris dan melarikan diri menuju Polrestro Jakarta Timur guna melaporkan kejadian tersebut.

Namun, petugas Polres Metro Jakarta Timur menyuruh korban dan ayahnya melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum Jakarta Selatan.(RIMA)

Sekda Aceh, Drs. Dermawan, MM, di dampingi Kepala Badan Pusat Statistik Aceh, Hermanto, menyematkan Pin Sensus Ekonomi 2016 secara simbolis pada apel siaga Sensus Ekonomi 2016 di halaman kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, 18/3.
Banda Aceh – Ratusan petugas sensus ekonomi dan pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) mengikuti apel siaga sensus ekonomi 2016 di halaman kantor Gubernur Aceh, Jumat (18/3). Apel Siaga Sensus Ekonomi tersebut dipimpin  Sekretasis Daerah Aceh, Drs. Dermawan. 

Pada kesempatan tersebut, Dermawan meminta para petugas sensus mengedepankan kejujuran dalam melaksanakan tugas agar data yang didapatkan sesuai dan akurat dengan fakta yang ada dilapangan.

Kejujuran setiap petugas sensus sangat penting sehingga data yang diperoleh tidak diselewengkan, dikurangi atau ditambah. “Data yang diperoleh tidak boleh direkayasa,” kata Dermawan.

Menurut Dermawan, kualitas para petugas harus benar-benar terjamin karena mereka akan langsung berhadapan dengan para responden untuk mengumpulkan data. Kualitas petugas Sensus Ekonomi 2016 sangat menentukan kualitas data yang mereka kumpulkan.

Para petugas sensus kata Dermawan, akan dilatih terlebih dahulu oleh Badan Pusat Statistik Aceh sebelum terjun ke lapangan agar setiap petugas memiliki pengetahuan yang diperlukan dalam melakukan sensus.

“Kita harus pastikan para petugas sensus dapat menghayati nilai-nilai inti Badan Pusat Statistik dengan bekerja secara profesional, berintegritas, dan amanah," kata Dermawan

Dermawan menjelaskan, Sensus Ekonomi 2016 sangat penting dan bermanfaat bukan hanya untuk Pemerintah atau pelaku usaha, tetapi juga bagi seluruh lapisan masyarakat. Data sensus tersebut juga akan memotret daya saing bisnis di Indonesia dan menetukan posisi perekonomian Indonesia di antara negara-negara di kawasan regional maupun internasional.

“Saat ini Indonesia telah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), hal ini tentu harus diantisipasi dan disikapi secara cermat dan cerdas. Dalam konteks ini, data Sensus Ekonomi 2016 menjadi sangat strategis dan krusial,” kata Dermawan

Pada Apel Siaga itu, Dermawan turut menyematkan pin Sensus Ekonomi 2016 kepada perwakilan pegawai BPS dan Sekretariat Sensus Ekonomi 2016. Penyematan pin tersebut merupakan simbol kesiapan seluruh petugas BPS dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016. (Rill)

Brigade Izzuddin Al Qassam sangat menarik perhatian umat Islam karena mereka memiliki mental baja yang berebut menjemput Syahid tapi ber Akhlak mulia dan penuh kasih sayang kepada sesama.
Mungkin kita dibuat penasaran bagaimana sih kok Hamas bisa melahirkan pejuang-penjuang tangguh lewat sayap militernya Brigade Izzuddin Al Qassam?

Perekrutan Brigade Izzuddin Al Qassam
Meskipun untuk menjadi dan bergabung di brigade Izzuddin Al Qassam tidak dibayar akan tetapi banyak para pemuda Palestina terutama di Gaza yang berbondong-bondong untuk mendaftar menjadi bagian dari Al Qassam.

Hal ini terlihat pada saat habis perang di tahun 2014 lalu saat menghadapi agresi Israel. Kemudian Hamas lewat sayap militernya brigade Izzuddin Al Qassam membuka pendaftaran dan diumumkan:

"Kepada para pemuda Gaza generasi Pembebasan, kami umumkan bahwa Brigade Al-Qassam membuka rekrutmen. Bagi siapa yang ingin bergabung, kalian sudah mengetahui bagaimana menemukan kami,” kata seorang pejuang Al-Qassam bertutup muka dalam festival bertemakan “Keberanian adalah Pintu Pembebasan dan Kemenangan” yang diselenggarakan Hamas di lingkungan Syuja’ah, timur Gaza.
http://www.statusaceh.net/

Syarat Bergabung

Akan tetapi untuk bergabung dengan Pejuang Brigade Al Qassam tidaklah mudah seperti yang kita bayangkan. Akan tetapi pihak Hamas sangat ketat dalam melakukan seleksi dan menerapkan syarat syarat dan kriteria yang harus dipenuhi pada saat awal pendaftaran diantaranya:

1. Mendapat izin dari ibu bapak untuk Syahid
2. Mendapat izin dari ketua masjid di tempat tinggalnya dengan pengesahan individu itu tidak meninggalkan sholat subuh berjamaah selama tiga bulan
3. Tidak melakukan maksiat atau menghisap rokok
4. Wajib mempelajari tafsir al-Quran
5. Wajib membaca al-Quran satu juz sehari dan Wajib Hapal Al Qur'an 30 Juz atau paling minim 15 Juz
6. Wajib menghafal 40 hadis Arba’in (Imam Nawawi)
7. Puasa sunah dan bertahajud
8. Tahap kecerdasan tinggi
9. Kerap hadir di majlis pengajian ilmu
10. Mengamalkan zikir harian.

Itulah diantara 10 persyaratan yang harus dipenuhi saat pendaftaran dan tentunya sangat berbeda bukan dengan di negara kita.

http://www.statusaceh.net/

Kekuatan terbesar brigade ini adalah keyakinannya akan kemenangan, akidah yang lurus, moralitas yang tinggi, dan militansi yang tangguh. Sebuah brigade yang membuat serdadu Zionis, dengan segala peralatannyan yang super canggih, bertekuk lutut dan memilih mundur dari medan perang di tahun 2014 lalu meskipun sebelumnya Gaza dihujani rudal dan bom dari pesawat dan jet jet tempur Zionis.

Dalam perjuangan menegakkan diinullah, tak hanya diperlukan kekuatan fisik yang tangguh, tetapi juga sikap mental, akhlak dan akidah yang lurus, yang bersih dari segala kepentingan duniawi. Perjuangan menegakkan kebenaran harus dimulai dengan perjuangan melawan hawa nafsu dari belenggu syahwat dunia. Itulah yang diterapkan oleh Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas dalam merekrut para anggota yang siap menjemput syahid kapan saja. Mereka tak hanya mempunyai mental baja, tapi juga keimanan yang kokoh dan kepribadian yang mulia.

statusaceh

Para anggota brigade ini adalah orang-orang pilihan. Kebanyakan anggota dari brigade ini adalah para hafidz (penghafal al-Qur’an) dan orang-orang terdidik yang direkrut dari para pemuda masjid yang bertebaran di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Bagi Brigade al-Qassam, para pemuda masjid yang rajin melaksanakan shalat subuh berjamaah, jauh dari perbuatan tercela, dan siap dibentuk menjadi syuhada, adalah amunisi paling dahsyat dalam melawan penjajah Zionis.

Sumber

Pasukan militer AS. (Foto: Reuters)
StatusAceh.Net - Amerika Serikat (AS) tidak siap untuk menghadapi perang dengan kekuatan militer negara lain seperti Rusia dan Korea Utara (Korut). Demikian diakui salah satu pejabat tinggi militer AS, Jenderal Mark Milley.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) AS itu mengatakan, bahwa dirinya memiliki kekhawatiran akan kesiapan pasukannya untuk menghadapi kekuatan militer dunia seperti China, Rusia, Iran, bahkan Korut. Kurangnya sumber daya dan pelatihan dianggap mempengaruhi kesiapan tersebut.

“(Angkatan Darat) tidak berada dalam tingkat yang dapat bekerja dengan memuaskan...dalam hal waktu, dan biaya, baik biaya dalam arti korban atau dalam arti tujuan militer,” kata Jenderal Milley dalam pemeriksaan Komite Angkatan Bersenjata Parlemen AS sebagaimana dilansir Mirror, Jumat (18/3/2016).

Hal senada diungkapkan Sekretaris Angkatan Udara, Deborah James yang juga berbicara dalam kesempatan itu. Menurutnya setengah dari kekuatan tempurnya tidak siap untuk menghadapi negara seperti Rusia.(OKZ)

Ke-3 Pelaku Penganiayaan Zulkifli   
Aceh Utara- Pasca insiden penganiayaan warga desa Kubu Kec. Sawang Kab. Aceh Utara oleh 3 toke pinang warga Desa Gunci situasi desa gunci mencekam puluhan pemuda warga desa kubu mendatangi lokasi kejadian menggunakan sepeda motor mencari para pelaku terhadap zulkifli warganya.

Beruntung ke 3 pelaku tidak ditemui oleh massa desa kubu yang telah membanjiri simpang Ulee Tutu jalan menuju desa gunci.

Sementara itu di saat yang sama pihak keluarga lansung membuat Laporan Pengaduan kejadian tersebut ke Polsek Sawang.

Baca: Tragis, Dianiaya 3 Toke Pinang Di Depan Anaknya, Warga Kubu Sawang Babak Belur Tak Sadarkan Diri

Laporan pengaduan lansung diberikan oleh Nurhamah (30) istri zulkifli korban pengaduan kepada SPK polsek sawang Kamis (17/3/2016) sekitar pukul 21:00 WIB tidak lama setelah insiden berdarah yang menimpa suaminya.

Kedatangan nurhamah didampingi oleh kaum kerabat keluarga lainnya beserta puluhan warga desa kubu,Nurhamah kepada Reporter menyampaikan tidak terima atas perlakuan yang terjadi atas suaminya dan Berharap kasus yang menimpa suaminya dapat diproses hukum yang setimpal serta transparan.

" Saya ingin mereka dihukum dengan hukuman yang setimpal atau seberat-beratnya,anak saya salman trauma waktu lihat ayahnya dipukuli dan di pijak-pijak seperti binatang ",ungkapnya dengan meneteskan airmata.
Korban penganiayaan tak sadarkan diri didampingi istrinyadi RS Arun  
Tidak jauh berbeda ungkapan yang disampaikan oleh Ridwan yang akrab disapa dengan panggilan Aparit,pihak keluarganya sangat menyesalkan kejadian yang menimpa keponakannya zulkifli dan tidak akan pernah mau diselesaikan secara kekeluargaan yang berujung pada pemberian uang ganti rugi perobatan.

" Sangat kita sesalkan dan kasus yang terjadi atas keponakan saya kami keluarga tidak mau berdamai,jadi biarlah proses hukum saja yang memberikan ganjarannya kepada mereka " ujar Ridwan yang juga tokoh masyarakat di desa kubu.

Kapolsek Sawang AKP Bukhari Gamcut melalui Kanit Res Polsek Sawang Brigadir Jefri membenarkan jika Pihaknya telah menerima laporan pengaduan penganiayaan seorang warga kubu di desa gunci kemarin malam Kamis (17/3/2016).

Menurut jefri ke 3 pelaku tadi malam telah menyerahkan diri ke polsek sawang kemarin malam juga tidak lama pasca insiden tersebut.

" Ketiga Pelaku telah kami amankan dan saat ini telah di tahan dipolsek sawang untuk penyelidikan lebih lanjut,"jelas kanit res polsek sawang Jumat (18/3/2016).


Reporter: T. Sayed Azhar

Para pelayat yang mengiringi mobil jenazah terlihat mengibarkan bendera lambang ISIS atau Negara Islam. Mereka mengibarkan bendera hitam itu saat mengiringi pemberangkatan jenazah Fonda hingga ke tempat pemakaman di Polokarto, Solo.
StatusAceh.Net - Jenazah yang diduga anggota kelompok Santoso, Fonda Amar Sholihin, dimakamkan dengan diiringi pengibaran bendera ISIS di tempat pemakaman Muslim, Polokarto, Sukoharjo, Jumat (18/3) pagi.

Puluhan warga dan pemuda Islam menyambut kedatangan jenazah yang tiba di rumah duka di Brengosan RT 02 RW 12, Purwosari, Solo sekitar pukul 04.30, seperti dilaporkan wartawa di Solo, Fajar Sodiq.

Para pelayat yang mengiringi mobil jenazah terlihat mengibarkan bendera lambang ISIS atau Negara Islam. Mereka mengibarkan bendera hitam itu saat mengiringi pemberangkatan jenazah hingga ke tempat pemakaman di Polokarto.

Sebelumnya, jenazah diberangkatkan dari RS Bhayangkara, Palu, Sulawesi Tengah pada Kamis malam (17/3) sekitar pukul 20.30 WIT, demikian laporan wartawan di Poso, Erna Lidiawati, untuk BBC Indonesia.

Sementara, humas Panitia pemakaman Fonda, Endro Sudarsono mengatakan pihak keluarga menyayangkan kondisi jenazah Fonda yang diketahui meninggal dunia pada 28 Februari 2016.

"Kami dari pihak keluarga menyayangkan jenazah Fonda ditelantarkan. Bahkan saat diterima pihak keluarga, jasad masih ada dalam kantung jenazah, " jelas Endro Sudarsono.
Operasi Tinombala

Fonda meninggal dunia saat baku tembak dengan anggota TNI-Polri yang tergabung dalam Operasi Tinombala di Desa Torire, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Minggu (28/02/2016) lalu.

Dari informasi yang dihimpun, Fonda bergabung dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso di Poso, Sulawesi Tengah, pada 2012.

Dalam keterangan mantan Kapolda Sulteng, Idham Azis, Fonda masuk dalam data pencarian orang (DPO) Poso.

Keahlian di bidang teknologi informasi yang dimiliki Fonda membuat Santoso memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengirimkan data-data penting yang akan dikirim keluar dari Poso.

Operasi Tinombala saat ini masih berlangsung di Kabupaten Poso. Leo Bona Lubis selaku Wakapolda Sulawesi Tengah, yang menjabat kepala Operasi Tinombala, mengatakan pihaknya telah mempersempit ruang gerak kelompok Santoso di area sekitar 30 kilometer per segi.
Tentang Fonda

Fonda Amar Sholihin adalah anak dari Joko Tri Paryanto alias Joko Jihad dan Widyawati (44 tahun). Joko Jihad kemudin menikah lagi dengan Nusyaibah.

Ayahnya ini ditangkap Densus 88 di rumah kerabatnya di Mondokan, Laweyan, Solo pada 23 September 2012 lalu. Joko Jihad saat ini di penjara di Pekalongan.

Fonda merupakan anak pertama Joko Jihad dari lima bersaudara.

Saat penggeledahan, polisi menemukan bahan pembuatan bom. Berdasarkan pemeriksaan, Joko sebelumnya pernah ditahan pada tahun 2009. Ia terbukti menyembunyikan Nurdin M Top.

Paman Fonda Amar Sholihin, Agus Dwi Triyono mengatakan bahwa Fonda meninggalkan Solo setelah ayahnya ditangkap oleh pihak Densus 88. Menurut informasi Fonda pergi merantau ke luar Jawa untuk menjadi pengajar.

"Fonda meninggalkan rumah setengah tahun setelah ayahnya ditangkap. Kemana perginya saya enggak tahu. Tahunya cuma jadi guru di luar Pulau Jawa," jelasnya.
Ahli tiga bahasa

Agus melanjutnya, Fonda merupakan anak yang cerdas. Sejak sekolah dasar hingga SMP, Fonda selalu mendapatkan rangking tiga besar. Bahkan, keponakannya itu juga menguasai tiga bahasa dan pandai di bidang IT.

Kecerdasan yang dimiliki Dodo juga terekam baik di dalam ingatan ibunya, Nusyaibah (37).

“Dia itu bisa menguasai tiga bahasa asing yakni Inggris, Arab dan Mandarin. Di usia yang masih terbilang muda, yakni 22 tahun, Dodo bisa menjadi amir atau pemimpin bagi kami dua orang ibunya ini,” kata Nusyaibah, istri kedua Joko Jihad, kepada wartawan di Poso, Erna Lidyawati.

Walaupun pemerintah telah melarang penyebaran organisasi dan ideologi ISIS di Indonesia, sebagian warga Indonesia tetap memberikan dukungan dan menyebarkannya.

Sebagian diantara mereka juga memilih melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Otoritas hukum Indonesia tidak dapat mempidanakan sikap dukungan terhadap ISIS karena tidak ada perangkat hukum yang bisa menjeratnya, kecuali mereka terbukti melakukan tindak pidana terorisme.(BBC)

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan. (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)
Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa Pemerintah dalam waktu dekat ini akan melaksanakan eksekusi hukuman mati bagi terpidana mati narkoba.

"Bisa aja dieksekusi mati hukuman narkoba, ini ada orang-orang Indonesia. Saya tidak tahu, tapi indikasi ke sana ada. Ini hanya untuk narkoba," kata Luhut di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat, Jumat 18 Maret 2016.

Luhut menegaskan, dalam menetapkan waktu pelaksanaan hukuman mati, Pemerintah kata dia bebas dari intervensi pihak-pihak lain.

"Kita itu tidak ada dorong-dorongaan, kita rasa sudah pas ya kita lakukan. Tidak ada, kita tidak ada didikte, Pemerintah punya hak penuh kapan mau lakukan," tegas mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan itu.

Kenaikan penyalahgunaan narkoba di Indonesia sendiri dari tahun ke tahun, kata Luhut mengalami peningkatan signifikan dan membahayakan.

"Seperti yang kau lihat tadi, kenaikan pengunaan sabu-sabu saja naik 350 persen, ekstasi 280 persen, berbahaya sekali. Jadi kita harus anggap itu narkoba jadi musuh bersama. Tak ada soal jabatan, ras, suku dan lainnya kena," ujar dia.

Seperti diketahui, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso terus mendesak pelaksanaan eksekusi hukuman mati. Sementara, Pemerintah sendiri menunda eksekusi hukuman mati kepada sejumlah narapidana karena masih fokus menyelesaikan persoalan ekonomi. (VIVA)


Zulkifli korban penganiayaan saat dirawat di RS Arun didampingi Nur istri korban  
Aceh Utara- Zulkifli (35) warga desa Kubu Kec. Sawang Kab. Aceh Utara menjadi korban penganiyaan 3 warga desa gunci dikecamatan yang sama pada Kamis (17/3/2009).

Menurut keterangan warga, zulkifli ditemukan dalam keadaan terkapar ditanah dalam kondisi dari mulutnya keluar darah dan sekujur tubuhnya luka memar.

Berawal dari zulkifli ditemani anaknya Salman Alfarisi pada pukul 19:00 WIB mengenderai mobil panther pick up hendak mengambil pesanan sayuran dan kacang hijau disalahsatu rumah warga gunci.

Setibanya dirumah warga tersebut zulkifli juga di sodorkan anak pinang oleh pemilik rumah untuk
Dibelinya karna selain membeli sayuran zulkifli juga membeli pinang jika ada yang menjualnya.

Sepulangnya dari rumah warga tersebut,ditengah perjalanan pulang 3 orang warga gunci yakni MY,MJ dan AG yang belakangan diketahui berprofesi sebagai toke pinang menghadang mobilnya.

Zulkifli diminta turun dari mobil,tanpa merasa ada masalah apapun korban keluar dari mobil bersama anaknya laki-lakinya yang masih berusia 9 tahun.

Tanpa basa-basi ke 3 toke pinang tersebut lansung membogem korban secara membabi buta,ironisnya insiden kekerasan dan penganiayaan tersebut berlansung didepan mata salman anak korban.

Meski bocah kecil tersebut telah berteriak dan menangis minta agar ayahnya tidak dipukuli namun ke 3 toke pinang ini tidak memperdulikan,tendangan dan tinju kearah wajah,kepala dan pinggang korban terus dilayangkan.

Puas dengan melakukan penganiayaan tersebut ke 3 pelaku membiarkan korban terkapar dengan didampingi anaknya yang terus menangis sambil berteriak minta tolong.
“ Tolong...tolong...ayah saya dipukul,,,ayah saya sudah berdara,teriak salman

Sejumlah warga yang mendengar suara teriakan dan tangisan salman lansung mendatangi lokasi kejadian serta memberi pertolongan.

Walau telah dipenuhi warga desa gunci namun ke 3 pelaku masih berada dilokasi kejadian tanpa bersalah,malah salahseorang warga setempat hampir menjadi sasaran kemarahan ke 3 toke pinang ini saat ditanyakan mengapa sampai melakukan kekerasan terhadap zulkifli.

“ Apa kau mau kami buat seperti dia ”,ujar seorang warga meniru ucapan ke 3 pelaku.

Anshari warga gunci menceritakan dirinya dan warga mengetahui insiden tersebut setelah memdengar suara keributan dan teriakan minta tolong,

” Waktu kami sampai zulkifli dalam kondisi terkapar ditanah dari mulutnya keluar darah dan tidak sadarkan diri,ada anaknya disampingnya sambil menangis” ungkapnya.

Akibat luka yang terlalu parah dibagian kepala dan kondisinya kritis pihak puskesmas sawang lansung merujuk korban kerumahsakit arun,Lhokseumawe untuk mendapat perawatan yang intensif,sampai berita ini dilansir korban penganiayaan desa kubu masih belum sadarkan diri dirumahsakit arun Lhokseumawe.


Reporter: T. Sayed Azhar

Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Hubungan Luar Negeri Setda Aceh, Ir Anwar Ishak membuka acara Kick off Meeting Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP) di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh Rabu, 17/3/2016. Peserta mengikuti kegiatan Kick off Meeting Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP) di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh Rabu, 17/3/2016.
Banda Aceh – Pemerintah Aceh menargetkan 100% rakyat Aceh akan memiliki akses terhadap air bersih (universal access for water) dan kebutuhan sanitasi dasar, pada tahun 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh Ir Anwar Ishak, selaku Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Hubungan Luar Negeri Setda Aceh, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, pada acara Kick off Meeting Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP) di Ruang Serbaguna, Setda Aceh, (Rabu, 17/3/2016).

“Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Bapak Zaini Abdullah dan Bapak Muzakir Manaf, sedang menyusun langkah strategis untuk mencapai target akses air minum dan sanitasi yang menyentuh kepada seluruh masyarakat, paling lambat dalam tiga tahun ke depan,” tambah Anwar Ishak.

Sebagaimana diketahui, target akses umum untuk air bersih dan sanitasi pada 2019 ini selaras dengan kebijakan yang tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, dan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Aturan-aturan tersebut menegaskan bahwa salah satu urusan wajib Pemerintah di tingvkat Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota adalah penataan di bidang sanitasi, khususnya menyangkut air limbah, persampahan dan drainase.

“Disamping mempersiapkan program-program strategis, Pemerintah Aceh juga meminta agar kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dan aparatur di bidang sanitasi ditingkatkan guna mencapai target tersebut,” lanjut Anwar Ishak.

Mantan Kepala Dinas Bina Marga itu juga mengungkapkan bahwa untuk mencapai target 2019 itu bukanlah pekerjaan mudah, karena masih masih terdapat beberapa kendala, antara lain masih rendahnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang sehat dan minimnya pemahaman masyarakat tentang isu-isu sanitasi dan kesehatan, serta keterbatasan tenaga ahli dalam menyusun perencanaan pelayanan sanitasi yang komprehensif dan multisektor.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar Ishak juga mengungkapkan, bahwa Gubernur Aceh sangat prihatin melihat dampak buruk yang diakibatkan oleh pengelolaan sampah rumah tangga, air limbah domestik, serta drainase lingkungan yang tidak berjalan optimal, sehingga berakibat pada turunnya kualitas lingkungan dan tercemarnya sumber daya air di Aceh.

Padahal, lanjut Anwar Ishak, sejak tahun 2009 hingga 2015, total investasi untuk sanitasi di Aceh mencapai Rp1,153 Triliun, namun belum mampu memberikan akses air bersih dan sanitasi dasar kepada seluruh rakyat Aceh.

“Menurut data dari National Water and Sanitation Information Services, untuk tahun 2016 hingga 2019, Aceh memerlukan setidaknya Rp2,193 Triliun untuk program sanitasi dan akses air bersih di Aceh,” sambung Anwar Ishak.

Dengan anggaran yang terbilang cukup besar itu, Pemerintah Aceh mengajak seluruh pihak terkait di bidang air bersih dan sanitasi untuk melangkah bersama dan menyatukan visi agar target universal access for water menjelang 2019 dapat tercapai.

Saya berharap, program pembangunan sanitasi secara terpadu yang telah dilakukan di seluruh Aceh dapat disinergikan dengan program PPSP di tingkat nasional. Semoga program ini dapat berjalan lancar, sehingga Universal Acces di bidang air minum dan sanitasi tahun 2019 dapat tercapai,” pungkas Anwar Ishak.(Rill)

Ustadz H. Muzakkir A. Hamid
StatusAceh.Net - Dalam Surat Al-Asr, Allah bersumpah demi masa (waktu) untuk mengingatkan manusia yang sentiasa berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.

Allah tidak akan pernah bersumpah kepada sesuatu kecuali itu sangat penting, dalam hal ini adalah waktu. Sebagian ulama berpendapat waktu yang dimaksudkan dalam surat tersebut mengacu kepada waktu asar, yang merupakan waktu terbaik dari segala waktu, dimana kebanyakan manusia sibuk dengan aktivitas sehari-harinya, namun berada dalam kerugian.

Demikian disampaikan Ustadz H. Muzakkir A. Hamid, Staf Khusus Gubernur Aceh saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Rabu (16/3) malam.

Keutamaan waktu dalam Surat Al-Asr menurut Ustadz Muzakkir mengingatkan kita bahwa tidak sesuatu pun di dunia yang kekal abadi. Bahkan Fir’aun yang terkenal dimasanya memliki banyak kuasa dan harta luar biasa harus berdepan dengan kematian. Suatu saat Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW memberikan nasihat kepada Baginda, "Wahai Muhammad hiduplah sesuka hatimu, tetapi (ingat) engkau akan mati (meninggal). Cintailah orang yang engkau senangi, tetapi (ingat) engkau akan berpisah dengannya. Dan beramallah sesuka hatimu, niscaya engkau akan mendapatkan balasannya." (Riwayat Al Baihaqi).

Dijelaskannya, Al Quran sebagai sebuah mukjizat yang diturunkan kepada umat muslim telah memberikan mengajarkan kita banyak hal dari segala aspek kehidupan dan kebenaran yang hakiki. Allah malah menantang manusia untuk membuat satu ayat saja untuk menandingi keagungan frimanNya.

“Dalam Surat Al-Asr, meskipun tergolong pendek, tapi sangat jarang orang Islam yang menghayati kandungan makna yang tersirat didalamnya. Bahkan begitu pentingnya surat sehingga Imam Syafi’i mengumpamakan surat ini seraya berkata seandainya setiap manusia merenungkan surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka,” kata Ustadz yang pernah puluhan tahun bermukim di luar negeri termasuk di Malaysia dan Swedia.

Menurutnya, jika dipelajari lebih dalam, surat Al-Asr mengajarkan manusia lebih dari pentingnya waktu, yaitu agar kita selalu berpegang teguh kepada agama Allah dengan beriman, beramal soleh, mengemban risalah Islam dengan nasihat dan dakwah dan bersikap sabar.

“Keempat kriteria inilah yang harus ada dalam setiap muslim, terutama pada para pemimpin di Aceh saat ini,” katanya.

Pemimpin dalam Islam bukan sekedar bekerja mengelola pemerintahan dan memakmurkan rakyat, tapi juga sebagai pengemban risalah Islam keseluruh penjuru dunia melalui dakwah. Pemimpin yang dimaksudkan tidak hanya di tingkat pemerintahan, tapi semua dari kita juga termasuk pemimpin, sepertimana hadist Rasullah SAW yang bermaksud “Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya. (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Menjadi seorang pemimpin yang beriman bukanlah sesuatu yang diwarisi dari orang tua, melainkan dari ilmu yang diwajibkan kepada setiap mukmin semenjak waktu lahir sampai ke liang lahad. Setelah seseorang mempunyai ilmu, makanya imannya akan menjadi semakin kokoh karena didasari oleh pemahaman dari ilmu yang didapatkan olehnya.

“Dengan iman yang kokoh, maka lahirlah amal-amal soleh dari setiap tingkah lakunya yang diyakini sebagai ibadah. Setiap perbuatan orang yang beriman jika didasari dengan niat yang tulus karena Allah maka itu merupakan ibadah yang mendapat ganjaran olehNya,” jelas Ustadz Muzakkir.

Dijelaskannya, tugas pemimpin adalah bukan untuk memenuhi kepentingan pribadinya, tapi Allah juga menyerukan setiap mukmin untuk menjadi sebagai agen perubahan dalam masyarakat dengan mengemban tugas sebagai juru dakwah, yang saling menasihati orang berbuat mungkar. Tugas mengemban risalah islam ini tidak hanya kepada manusia biasa, tapi juga para pemimpin yang mempunyai kewenangan serta tanggungjawab yang lebih besar. Tentu dalam setiap tugas ini, Allah mengisyaratkan manusia untuk selalu bersikap sabar dalam menghadapi segala cobaan dan tindakannya.

“Selain mengajarkan kita kepada empat kriteria diatas, Surat Al-Asr juga mengingatkan kita akan keberadaan dunia yang bersifat sementara dimana setiap perbuatan dan amal manusia akan mendapat pertanyaan dari Allah, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadist Rasullah SAW, “Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju batas Siratul Mustaqim) sehingga ia di tanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya dari mana ia peroleh dan dikemanakan ia habiskan dan badan diwaktu sehat mudanya untuk apa ia gunakan”,” ujarnya.(Rill)

Riau - Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah bersama 3 Gubernur lainnya di Sumatera, yaitu Plt. Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Plt Gubernur Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Wagub Kepri Nurdin Basirun, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Supervisi Sektor Energi Tahun 2016, yang digelar di gedung Serindit, Kediaman Gubernur Riau di Peukanbaru, Kamis (17/3). Menariknya Rakor ini juga dihadiri Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarief.

Rakor yang berlangsung sehari penuh ini juga diikuti seluruh kepala daerah di provinsi Riau serta stakeholder terkait. Dalam pertemuan ini, masing-masing Gubernur memaparkan berbagai persoalan menyangkut sektor energi di derahnya. Kemudian, Dirjen Migas Wiradmaja, Perwakilan BPH Migas, Sekjen Kementerian ESDM Teguh Pamuji dan perwakilan SKK Migas Zikrullah, secara bergantian menjawab persoalan yang dihadapi oleh berbagai daerah di pulau Sumatera.

Rakor yang mengangkat tema ‘Gerakan Nasional Mewujudkan Kedaulatan Energi’ ini, secara serius membahas persoalan energi Migas, seperti mineral batubara, minyak dan gas, listrik dan energi Baru Terbarukan serta konservasi energi. Dalam kesempatan itu turut pula dibahas terkait lambatnya pengesahan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), yang berpengaruh signifikan pada rencana pembangunan.

Sebagai tuan rumah penyelenggara Rakor, Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertemuan tersebut dan mengharapkan pertemuan ini menghasilkan regulasi pengelolaan migas yang baik.

Harapan yang sama juga diungkapkan Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah. Menurut Zaini, evaluasi secara kolektif yang menyangkut kebijakan sangat dibutuhkan dalam upaya implementasi regulasi pengelolaan energi.”Terutama menyangkut penataan perizinan, pengawasan dan pengendalian,”sebut Gubernur Aceh, yang kerap disapa Doto Zaini.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarief juga berharap pelaksanaan rakor yang menghadirkan empat Kepala Daerah provinsi Sumatera itu menjadi koreksi dari kebijakan energi agar terealisasi dengan baik. “Artinya, pertemuan ini harus melahirkan rekomendasi baru untuk perbaikan system dan mekanisme, termasuk menghilangkan korupsi di sektor energi,” demikian harapan Laode.

Sementara itu Dirjen Migas, Wiradmaja dalam kesempatan itu menegaskan bahwa Pemerintah terus berupaya mengatasi persoalan anjloknya harga minyak dunia, yang berdampak pada ekonomi rakyat. Pemerintah pusat menargetkan, paling lambat 3 bulan kedepan akan dilakukan penetapan harga baru BBM di pasaran, yang tentunya mengacu kepada harga minyak dunia. “ini sudah dalam prioritas,” sebut Wiradmaja.(Rill)

Kelima tersangka yang ditangkap dalam pesta sabu 
Bireun- Kembali Jajaran Polres Bireun berhasil mengamankan 5 (Lima) pemuda saat sedang pesta Narkoba jenis Shabu di salah satu rumah dikawasan area penggorengan keripik di Desa Geulanggang Gampong Kec.Kota Juang Kab. Bireun Jum’at (11/3/2016)

Inilah Kelima tersangka tersebut ditangkap oleh aparat polsek Kota Juang Kab. Bireun saat sedang melakukan pesta shabu,JF (27) warga desa Juli Cot Masjid Kec. Juli, BHG (27) warga Desa Blangreum Kec. Jeumpa, JND (19) warga desa Garot Kec.Peudada, MZK (29) warga desa Juli Meunasah Jok Kec. Juli, RZN (30) warga desa Juli Meunasah Jok Kec. Juli.
Barang bukti dalam pesta sabu 

Kasat Narkoba AKP Rahmat kepada Reporter Kamis (17/3/2016), mengatakan dalam penggrebekan tersebut anggota polsek juang berhasil mengamankan 5 tersangka dan barang bukti 2 paket kecil Shabu seberat 0.33 Gram, 1 alat isap sabu (bong), 1 gunting, dan 1 mancis.

“Benar saat ini kelima tersangka dan barang bukti sudah diamankan di polsek juang untuk dilakukan pengembangan dan pengusutan lebih kanjut” ungkap Kasat narkoba.


Reporter: T. Sayed Azhar

Tersangka Hs dan Mn (Foto statusaceh.net) 
Bireun- Tim Opsnal Sat Res Narkoba berhasil mengamankan 2 tersangka pengedar narkoba  jenis  shabu-shabu Rabu (24/2/2016), Kedua tersangka tersebut Yakni  Hs bin Ms (25) warga desa Alue Rambong Kec. Juli Kab. Bireun dan Mn bin MH (19) warga desa Meunasah Lhok Kec. Muara Batu Kab. Aceh Utara.

Sementara itu Kapolres Bireun AKBP Ali Khadafi SIK melalui Kasat Narkoba AKP Rahmat,Kamis (17/3/2016) kepada Reporter menyampaikan,penangkapan kedua pemuda ini bermula adanya informasi masyarakat.

Terkait adanya aktivitas dua orang pemuda yang diduga pengedar narkoba yang akan mengantarkan shabu kepada ke seseorang di geurugok Kec. Gandapura,Bireun.

Dari keduanya aparat polres bireun berhasil mengamankan satu paket shabu seberat seberat 0,55 gram.

“Keduanya kita tangkap di SPBU Simpang Leubu Kec. Gandapura,Bireun sekira pkl 23.00 WIB, saat hendak mau mengantar shabu seberat 0,55 gram ke Geurugok” Ujar AKP Rahmat.
Barang bukti yang di sita dari Hs dan Mn  
Setelah dilakukan penggeledahan pada kedua pemuda tersebut yakni dari tersangka Hs ditemukan  sabhu dan HS sempat mencoba membuang narkoba tersebut kelantai keramik toilet SPBU saat itu.

Kasat Narkoba juga mengatakan jika pihaknya telah mengantongi nama dari mana asal barang haram tersebut.

" Dari pengakuan tersangka, shabu tersebut mereka dapatkan dari salah seorang warga sawang berinitial A yang saat ini sedang kita buru“ ungkap kasat narkoba

Kedua tersangka lansung diamankan ke Mapolres bireun untuk dilakukan pengembangan terhadap kepemilikan barang haram tersebut,juga turut diamankan sejumlah barang bukti lainnya Y

Yakni satu paket narkotika jenis Shabu seberat 0,55 gram,Satu unit HP Oppo Warna putih,Satu unit HP merk,Nokia warna hitam Dan Satu unit Ranmor R2 jenis Honda VarioTehno warna Hitam Putih BL 5036 BN.


Reporter: T. Sayed Azhar

Ilustrasi warga miskin
StatusAceh.Net - Kemiskinan dan ketimpangan antara masyarakat kaya dan miskin masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) pemerintahan Jokowi-JK. Berbagai carapun dilakukan agar ketimpangan warga maupun ketimpangan antara daerah bisa diatasi. Bahkan, Presiden Joko Widodo kerap meminta semua kebijakan penanggulangan kemiskinan dan ketimpangan betul-betul dijalankan secara terpatu, terintegrasi antar lembaga.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengaku siap menjalankan dan mensukseskan arahan presiden. Dia optimis, program dana desa dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi bahkan menekan sekecil mungkin angkat ketimpangan nasional, khususnya di kawasan pedesaan.

"Pelaksanaan program dana desa yang baru berjalan setahun dan dengan jumlah dana yang relatif kecil tapi terbukti mampu menghasilkan dampak nyata dalam mengurangi angka ketimpangan di desa, gini rasio di desa turun dari 0,33 persen menjadi 0,27 persen, berkurang cukup drastis hingga 0,06 persen, jelas hal ini menunjukkan bahwa dana desa menjadi salah satu program andalan bagi pemerintah dalam menanggulangi masalah ketimpangan dan kemiskinan," ujar Marwan di Jakarta, Kamis (17/3).

Marwan optimis, upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah ketimpangan dan kemiskinan akan berjalan lebih baik di tahun ini, lebih cepat dan mencapai sasaran. Sebab, tahun 2016 ini dana desa jumlahnya mengalami peningkatan hingga dua kali lipat lebih dibanding tahun lalu, yaitu mencapai Rp 46,98 triliun dari sebelumnya Rp 20,7 triliun. Dengan jumlah nominal yang jauh lebih besar, Marwan yakin manfaat dan dampak nyata yang dihasilkan dari penggunaan Dana Desa juga akan lebih signifikan dalam mengatasi masalah ketimpangan dan kemiskinan khususnya di kawasan pedesaan.

"Dana Desa selama ini telah terbukti mampu menjadi daya ungkit terhadap perekonomian masyarakat untuk berkembang maju, mampu memberikan dukungan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional hingga 0,5 persen, bahkan ikut pula memperkuat daya tahan ekonomi bangsa menghadapi goncangan krisis ekonomi global dan ketika muncul kekhawatiran akibat kenaikan harga BBM waktu itu, ternyata perekonomian masyarakat di desa-desa tetap berjalan baik karena ada dukungan dari Dana Desa yang menggerakkan aktivitas perekonomian desa," ungkap Marwan.

Selama ini, menurut Marwan, dana desa telah berkontribusi pada peningkatan sarana dan prasarana ekonomi, yakni sarana dan prasarana produksi, pasar desa, perintisan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), dan peningkatan modal masyarakat. Kontribusi dana desa terhadap perintisan BUMDesa terjadi di 28,7 persen desa, yang berhasil membentuk 12.700 BUMDesa baru selain 2.000 BUMDesa yang telah ada, juga ribuan Usaha Bersama Komunitas (UBK) yang memproduksi dan memasarkan berbagai produk kebutuhan masyarakat setempat secara mandiri dan gotong-royong.

Sedangkan kontribusi Dana Desa terhadap peningkatan sarpras produksi terjadi di 6,7 persen desa, peningkatan kondisi pasar desa terjadi di 3,6% desa, dan peningkatan modal masyarakat terjadi di 7,7 persen desa.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, Marwan klaim rata-rata jumlah penyerapan tenaga kerja langsung sebagai kontribusi Dana Desa di bidang pembangunan fisik sebanyak 31 orang/desa dan tenaga kerja bidang administrasi sebanyak 5 orang/desa. Sehingga total tenaga kerja langsung yang berhasil diserap dari penggunaan Dana Desa pada tahun 2015 di bidang pembangunan fisik mencapai jumlah 2.657.916 orang.

"Meski dampak terhadap berapa jumlah jumlah warga miskin yang berhasil dikurangi belum diukur secara pasti, namun dari aspek peningkatan sarpras dan layanan dasar, serta peningkatan sarpras ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, jelaslah bahwa program Dana Desa telah memberikan sumbangsih positif terhadap upaya penanggulangan kemiskinan pada 66,9 persen desa, dan saya yakin jumlah orang miskin yang berhasil dientaskan di desa-desa tersebut jumlahnya mencapai puluhan juta orang, dan hal ini pula yang menyebabkan gini ratio di desa menurun drastis 0,06 persen dari 0,33 persen menjadi 0,27 persen," terang Marwan.

Di tahun 2016 ini, Marwan berjanji lebih mengoptimalkan penggunaan dana desa supaya lebih meningkat lagi peran dan kontribusinya dalam mengatasi masalah ketimpangan dan kemiskinan. Apalagi jumlahnya telah dinaikkan dua kali lipat lebih menjadi Rp 46,98 triliun yang akan disalurkan 2 tahap pada bulan Maret sebesar 60 persen dan bulan Agustus sebesar 40 persen.

"Sesuai arahan Presiden, penggunaan dana desa pada tahun 2016 ini masih diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur desa, yang harus dilaksanakan secara swakelola yang bersifat padat karya, melibatkan warga desa untuk ikut bekerja, menggunakan bahan baku dari desa, uangnya berputar di desa, sehingga manfaat dan dampak ekonominya benar-benar dirasakan oleh warga desa."

Dalam hitungan Marwan, 60 persen saja dana desa bisa direalisasikan secara tepat untuk pembangunan infrastruktur desa, maka akan terbangun 24.500 KM jalan desa, 16.800 unit jembatan desa dan 4.900 KM irigasi desa.(merdeka.com)

Dalam lima bulan terakhir, terdapat tiga serangan bom di Ankara. (Reuters/Umit Bektas)
StatusAceh.Net -  Jerman menutup kedutaan besarnya di Ankara, konsulat jenderal di Istanbul dan sekolah Jerman di dua kota karena situasi keamanan Turki.

Dijelaskan oleh Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier pada Kamis (17/3), pihak keamanan Jerman menerima petunjuk konkret soal ancaman serangan dalam waktu dekat.

“Kemarin malam, otoritas keamanan kami menerima beberapa petunjuk konkret dan sangat serius bahwa serangan teror terhadap representatif Jerman di Turki sedang dipersiapkan,” kata Steinmeier kepada wartawan di Berlin.

Selasa lalu, Jerman telah memberikan peringatan kepda warganya di Ankara soal serangan dalam waktu dekat. Ini terjadi setelah serangan bom mobil pada Ahad lalu yang menewaskan 37 orang.

Pada Kamis, kelompok militan Kurdi, Elang Pembebasan Kurdi (TAK) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dalam lima bulan terakhir, terdapat tiga serangan bom di Ankara, memicu kekhawatiran akan keamanan Ankara dan seluruh Turki.(CNN)

*Dishutbun tak Hadir

Banda Aceh -- Majelis Komisi Informasi Aceh (KIA) pada Kamis (17/3) menggelar sidang sengketa informasi publik yang diajukan oleh dua warga Peureulak terhadap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Aceh Timur selaku atasan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Kepala Dishutbun Aceh Timur disengketakan karena tidak memberikan informasi salinan dokumen PT. Rimba Wawasan Permai dan PT. Rimba Timur Sentosa. Sidang dengan agenda pemeriksaan awal antara pemohon Khairullah dan Basir dengan termohon Kepala Dishutbun Aceh Timur itu dipimpin Jehalim Bangun dibantu hakim anggota Liza Dayani dan Zainuddin T.

Dalam sidang tersebut, terlihat Khairullah dan Basir duduk di meja sidang untuk pemohonan. Sedangkan di meja termohon terlihat kosong karena perwakilan Dishutbun Aceh Timur tidak hadir. Namun demikian, sidang tetap dilanjutkan hingga selesai.

Usai sidang, Khairullah menyatakan dirinya menyesali sikap termohon yang tidak mengindahkan panggilan majelis hakim Komisi Informasi Aceh. "Maunya termohon menghadiri proses penyelesaian sengketa informasi publik ini, karena proses dan mekanisme sidang sengketa informasi publik ini telah diatur oleh undang-undang," ujarnya.

Khairullah merincikan, dirinya meminta informasi berupa salinan dokumen Amdal dan Andal PT. Rimba Wawasan Permai, salinan surat keputusan izin usahanya, salinan izin lingkungannya, dan salinan surat rekom bupati/gubernur.

Dia mengaku meminta informasi publik tersebut karena ingin melakukan kajian terhadap keberadaan perusahaan tersebut di wilayah Aceh Timur dengan meminta bantuan tim ahli di bidangnya. "Karena kesannya PT Rimba Wawasan Permai ini keberadaannya seperti ada dan tiada. Apa kontribusinya untuk daerah tidak jelas," sebutnya.

Sementara Basir yang juga dari Peureulak kepada Dishutbun meminta informasi berupa salinan dokumen Amdal dan Andal PT. Rimba Timur Sentosa, salinan surat keputusan izin usahanya, salinan izin lingkungannya dan salinan surat rekom bupati/gubernur dalam sidang yang berlangsung selama 30 menit tersebut.(rillis)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.