2017-09-03

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Lhoksukon – Herman (20) Remaja asal  Gampong Meunasah Tengoeh LT, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara tega membacok ibu kandungnya sendiri Ainsyah (50) hanya gara-gara tidak diberikan uang untuk membayar hutang kepada temannya, Sabtu, (09/08/2017) sekitar pukul 15:00 WIB sore tadi.

Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji melalui Kapolsek Lhoksukon AKP Teguh Yano Budi mengatakan, Herman membacok ibu kandungnya karena tidak memiliki uang sebesar Rp 200 ribu yang dimintanya untuk membayar hutang pada temannya.

"Dugaan sementara karena pelaku kesal sebab ibunya tidak bisa memenuhi permintaan uang oleh pelaku, hingga terjadilah pembacokan" kata AKP Teguh Yano Budi.

Pelaku melakukan pembacokan ibunya dari belakang dengan menggunakan sebilah parang yang diambil di dinding rumahnya. Usai membacok ibunya, pelaku langsung kabur ke arah belakang rumah.

Akibatnya, Korban mengalami luka tebasan sepanjang enam centimeter sedalam satu centimeter di bagian punggung sebelah kanan.

“Saat ini korban sudah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas setempat, pelaku yang melarikan diri, setelah 4 jam diburu oleh jajaran Satreskrim Aceh Utara akhirnya berhasil ditangkap, dan sekarang sudah berada di Polsek" jelasnya.(SA)

,
Lhokseumawe – Wakil Sementara (WS) Pangdam IM Brigjen TNI Rahmat Pribadi direncanakan akan menutup kegiatan Oprasi Teritorial (Opster) TNI Tahun 2017 di Wilayah Kodim 0103/Aceh Utara Korem 011/Lilawangsa pada Senin 11 September 2017, di Lapangan  bola kaki, Desa Keude Simpang Empat, Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Tiba di Korem 011/Lilawangsa, Pukul 15.05 WIB, Wakil Sementara (WS) Pangdam IM Brigjen TNI Rahmat Pribadi didampingi WS Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IM Ny Rahmat disambut oleh para unsur Forkopimda Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, diantaranya, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono diwakili Kepala Staf Korem (Kasrem) 011/Lilawangsa Letkol Inf Sofanuddin, Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib, Walikota Lhokseumawe Suhaidi Yahya, Danlanan Lhokseumawe beserta pejabat lainnya menyambut kehadiran WS Pangdam IM, di Gedung Mess Korem Lilawangsa setempat, Sabtu (9/9).

Ditengah kegiatan tersebut, WS Pangdam IM berbincang tentang pengalaman tugasnya sekaligus memperkenalkandiri, bahwa Ia pernah lama berdinas di Aceh, bahkan sempat menjabat Pasi Ops di Kodim 0103/Aceh Utara, tuturnya di hadapan Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib, Walikota Lhokseumawe Suhaidi Yahya, dan Kepala Staf Korem (Kasrem) 011/Lilawangsa Letkol Inf Sofanuddin, serta turut dihadiri Danlanan Lhokseumawe, Dandim 0103 Aceh Utara, Dandim 0113 Gayo Lues, serta para Kasi Korem 011/Lilawangsa.(Laung)

Pidie - Seorang bocah bernama Haikal Asvia (10) meninggal dunia usai ditabrak pengendara motor di Jalan Beureunuen-Tangse, tepatnya di depan Kantor Pos Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Sabtu, (9/9/17).

Menurut saksi, kecelakanan itu terjadi pukul 15. 00 WIB. Mulanya, korban menyeberang jalan di TKP. Tiba-tiba, saat bersamaan melaju sepeda motor dari arah Tangse menuju Beureunuen, dan langsung menabrak bocah itu hingga jatuh. Korban yang merupakan warga Gampong Cot, Kecamatan Sakti, meninggal dunia ditempat. Sementara, pengendara yang diduga menabrak korban bernama Jimmy Afriandi (25), warga Gampong Trieng Matang Ubi, Aceh Utara, hanya mengalami luka lecet.

Korban merupakan pelajar kelas III Seolah Dasar (SD) Gampong Cot,  Pidie, sedang bermain–main di pinggir jalan dan menyebrang jalan secara tiba-tiba. Kini, korban telah dirujuk ke Puskesmas Sakti dan selanjutnya dievakuasi ke kediaman orangtuanya untuk dimakamkan. | Modusaceh.co

Polisi sedang melakukan olah TKP di rumah korban perampokan, N Samosir, warga Dusun Purwosari, Desa Mampun Baru, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, Jambi, Sabtu (9/9/2017). Foto/MNC Media/Nanang Fahrurozi
StatusAceh.Net - Aksi perampokan menggunakan senja api (senpi) kembali terjadi di Jambi. Kali ini korbannya tauke sawit, N Samosir (54), warga Dusun Purwosari, Desa Mampun Baru, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, Jambi. Dalam perampokan yang terjadi Sabtu (9/9/2017) sekitar pukul 03.00 WIB, perampok membawa lari uang ratusan juta milik korban.

Menurut korban, sebelum kejadian, dia terbangun dari tidurnya karena mendengar suara ribut di depan rumah yang meminta pintu dibuka. Karena korban merasa tidak mengetahui jelas siapa yang ingin masuk ke rumahnya, dia enggan membuka pintu. Ternyata para pelaku langsung menembak senjata apinya dari luar. Mendengar suara tembakan, korban tetap tidak membuka pintu rumah.

Selanjutnya, pelaku ke pintu samping rumah korban dan mendobrak dengan cara memukulkan kayu balok. Akhirnya pintu rumah korban pun terbuka. Para pelaku yang diketahui berjumlah tujuh orang langsung masuk ke rumah. Korban diikat dan mulut serta matanya ditutup. Pelaku lalu memaksa korban menyerahkan harta bedanya. Korban akhirnya pasrah dan menyerahkan uangnya sebesar Rp182 juta, satu cincin emas, dan satu telepon seluler (ponsel). Setelah menguras harta korban, para pelaku meninggalkan rumah itu.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pamenang Polres Merangin Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sampe Nababan yang dikonfirmasi wartawan membenarkan telah terjadi perampokan di wilayahnya. “Kejadian sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Pelaku berhasil merampok korbannya dan membawa uang ratusan juta rupiah,” ucap AKP Sampe Nababan, Sabtu (9/9/2017).

Kapolsek juga mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan proyektil peluru yang ditembakkan pelaku. Kondisi rumah korban tampak berantakan setelah aksi perampokan itu. “Saat ini, anggota kami bersama Sat Reskrim Polres Merangin tengah memburu para pelaku,” ujarnya.| Sindonews

StatusAceh.Net - Website http://cpns.kemenkumham.go.id/ sejak pagi ini, Sabtu (9/9/2017) mulai bisa diakses.

Namun saat memasukkan alamat tersebut, laman masuk ke http://registrasi.kemenkumham.go.id/.

Anehnya, bukan menu registrasi untuk mendaftarkan nomor antrean tes CPNS 2017 yang muncul.

Melainkan sebuah pengumuman.

Pengumuman ini yakni link jadwal verifikasi dokumen asli dan pengukuruan tinggi badan bagi pelamar SMA/sederajat Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh.

Saat diklik, link akan mendownload sebuah dokumen.

Download Disini

Isinya adalah PELAKSANAAN VERIFIKASI DOKUMEN ASLI SERTA PENGUKURAN TINGGI BADAN DENGAN KUALIFIKASI PENDIDIKANN SLTA SEDERAJAT CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA ACEH.


Dalam pengumuman itu, tertera jadwal, lokasi verifikasi dan nama peserta yang akan mengikuti verifikasi dokumen asli dan pengukuruan tinggi badan.

Melalui pengumuman itu, para peserta tidak perlu lagi cetakan nomor antrean pelaksanaan verifikasi dokumen asli dan pengukuran tinggi badan.

Sayangnya, pengumuman yang muncul hanya untuk wilayah Aceh saja.

Sementera JADWAL SELEKSI UJIAN SKD SARJANA (S1) masih kosong. (Trb)

KUALA LUMPUR - Untuk kesekian kalinya Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh bersama dengan pelaku industri pariwisata Aceh ikut serta pada Pameran Malaysian Association Tour and Travel Agency (MATTA) Fair 2017 yang berlangsung di Putra World Trade Center (PWTC) Kuala Lumpur, Malaysia, 8-10 September.

Pameran industri pariwisata berskala internasional terbesar di Asia Tenggara ini menjadi peluang besar bagi daerah berjulukkan "Serambi Mekkah" untuk terjun langsung mempromosikan berbagai daya tarik wisata Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Reza Fahlevi menyebutkan, keikutsertaan Aceh pada berbagai event pameran berskala nasional dan internasional dengan mengikutsertakan pelaku industri pariwisata Aceh perlu terus dilakukan sesuai dengan tema, jumlah pengunjung dan pangsa pasar.

"Keikutsertaan Aceh pada berbagai pameran industri pariwisata, salah satunya MATTA Fair 2017 dianggap penting, selain sebagai peserta tetapi juga memperkuat pangsa pasar Aceh di negara ASEAN," sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, tambah Reza, Aceh tidak hanya memperkenalkan dan mempromosikan pesona Aceh yang meliputi 3A (Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi), melainkan juga memanfaatkan kesempatan memperkuat pasar wisata di Malaysia sebagai pangsa pasar utama kunjungan wisatawan ke Aceh dengan mempersiapkan berbagai paket wisata seperti Wonderful Ramadhan, Wonderful Idul Adha, Pesona Idul Fitri, Discover Aceh, Aceh Underwater dan paket tematik lainnya.

"Keikutsertaan Aceh pada MATTA Fair ini juga melibatkan pelaku industri pariwisata, seperti Aceh Great Wall Tour, Asoe Nanggroe, Med Imam Travel, Pasir Putih Travel, MU Travel dan The Pade Resort dengan harapan akan berdampak positif tidak hanya pada upaya peningkatan jumlah kunjungan wisman ke Aceh, khususnya wisatawan Malaysia, tapi juga momen untuk mempromosikan Sail Sabang 2017 yang akan digelar November hingga Desember mendatang," ungkapnya.

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan Malaysia ke Aceh mencapai 21.046 orang di tahun 2015 dan meningkat menjadi 30.380 orang pada tahun 2016 atau sekitar 70%. Diprediksikan jumlah tersebut akan meningkat menjadi 50.000 orang wisman dari Malaysia, seiring dengan semakin viralnya pesona wisata Aceh di berbagai media sosial.

Pelaku Pariwisata Malaysia Jual Paket Wisata Aceh

Dalam mempromosikan Aceh sebagai salah satu destinasi wisata halal terbaik dunia, stand pameran Aceh pada MATTA Fair 2017 di desain unik dan menarik dengan branding “The Light of Aceh”, yang merefleksikan spirit bagi seluruh masyarakat yang disatukan melalui semangat Rahmatan lil ‘alamiin sebagai cahaya benderang yang mengajak pada nilai-nilai kebaikan, kemajuan dan kemakmuran.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani menyatakan, industri pariwisata Aceh semakin berkembang dan dikenal, salah satu pendekatannya melalui keikutsertaan Aceh pada berbagai pameran yang dianggap strategis dan memiliki pangsa pasar yang jelas.

"Penampilan stand Aceh pada pameran MATTA Fair 2017 semakin atraktif karena dirancang khusus dengan karakter Aceh yang kental dengan nuansa seni dan budaya Aceh yang Islami yang menampilkan gambar latar even Sail Sabang 2017," ungkapnya.

Tak hanya itu, sebut Rahmadhani, posisi stand Aceh yang berdekatan dengan Pavilion Indonesia di MATTA Fair juga mengikutsertakan pelaku industri Malaysia yang menjual paket wisata Aceh sebagai mitra kerja pelaku industri pariwisata.

Mohd. Rezwan Bin Alias, Pimpinan Biro Perjalanan Kembara Salam Malaysia sebagai salah satu mitra kerjasama pelaku industri pariwisata Aceh mengungkapkan, paket wisata Aceh mulai dilirik dan disukai oleh calon wisatawan Malaysia karena produknya memiliki karakteristik yang sangat diminati oleh wisatawan Malaysia, seperti paket wisata Tsunami.

"Kami bersemangat menjual paket wisata Aceh, khususnya wisata Tsunami, selain Sabang dan sejarah Aceh lainnya. Hal ini disebabkan kerana Aceh memiliki persamaan budaya dan Bahasa Melayu dengan Malaysia, juga ingin melihat langsung berbagai peninggalan Tsunami dan melakukan ziarah,” ungkapnya dengan optimis.

Selain itu, Salwani Binti Mustafa dari AMQ Travel Malaysia juga mengungkapkan hal senada, bahwa Aceh sungguh menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan Malaysia, khususnya untuk tujuan wisata rohani.

"Selain pesona alam Sabang dan budaya Aceh lainnya, paket wisata yang kami jual bersifat wisata spiritual. Kami membawa tamu wisata dari Malaysia tidak hanya untuk menikmati alam dan budaya Aceh saja, tapi bagaimana setiap objek wisata yang dikunjungi dapat menjadi ibadah dan membangun rasa syukur dan taqwa kepada Allah SWT atas segala ciptaanNya. Sehingga setiap tamu yang kami bawa ke Aceh, kami selalu membawa seorang Ustad untuk memberi nilai tambah dan nilai jual terhadap paket wisata yang kami suguhkan kepada wisatawan saat berada di Aceh,” tuturnya.(Rill)

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Situs Kementerian Hukum dan HAM sempat tak bisa diakses dalam beberapa hari terakhir sehingga para calon pegawai negeri sipil Kemenkumham tak bisa mencetak Kartu Antrian/Informasi yang menjadi salah satu syarat untuk melangkah ke tes berikutnya.

Kemenkumham sempat mengatakan situs akan kembali normal, pada Jumat (8/9) malam, tapi hingga Sabtu (9/9) pagi masih bermasalah. Mengatasi persoalan ini, panita lalu memutuskan untuk tak lagi mewajibkan CPNS mencetak kartu, dan menyediakan informasi waktu dan tempat ujian di situs Kantor Wilayah Kemenkumham masing-masing dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Ungkapan itu disampaikan Lilik Bambang Lestari, Kepala Biro Humas Kemenkumham, di Jakarta, pada Sabtu (9/9) pagi, pukul 10:00 WIB.

"Berhubung server masih bermasalah, pelamar CPNS bisa langsung melihat jadwal seleksi, terkait tempat dan waktunya di situs saja. Tak lagi wajib cetak kartunya," ungkap Lilik.

Keputusan ini, menurut Lilik, diambil untuk memudahkan para CPNS Kemenkumham yang akan melaju ke seleksi berikutnya pada Senin (11/9) mendatang.

Menurutnya, per Sabtu siang ini, calon pegawai negeri sipil dapat melihat pengumuman waktu dan tempat seleksi ke situs Kemenkumham dan BKN.

"Pengumuman tersebut akan di tampilkan di situs Kemenkumham (Kanwil Kemenkumham masing-masing), dan BKN (https://SSCN.bkn.go.id)," ujarnya.

Tak lagi cetak kartu

Lebih jauh, Lilik pun membagi pernyataan resmi bernomor SEK.KP.02.01-740 yang menyatakan CPNS Kemenkumham tak lagi perlu cetak kartu antrian.

Selain itu, CPNS Kemenkumham 2017 yang mengikuti verifikasi dokumen asli dan pengukuran tinggi badan dengan kualifikasi pendidikan SLTA Sederajat diminta membawa sejumlah dokumen.

Di antaranya Ijazah/STTB (asli), Transkrip nilai Ijazah/STTB (asli), Kartu Tanda Penduduk/Surat Keterangan Perekaman Kependudukan (suket) (asli), Lembar bukti pendaftaran SSCN (fotokopi), dan Pas Foto ukuran 4x6 berlatar belakang merah 2 lembar.

Pada poin keduanya, disampaikan CPNS tak lagi perlu membawa cetakan nomor antrian pelaksanaan verifikasi dokumen asli dan pengukuran tinggi badan.

Surat pengumuman itu dikeluarkan pada Sabtu (9/9), oleh Bambang Rantam Sariwanto, Sekretaris Jenderal Kemenkumham, selaku Ketua Panitia Seleksi. 

Baca Selanjutnya

,
Lhokseumawe - Hidup sehat merupakan tuntutan bagi setiap prajurit TNI yang harus dipenuhi oleh setiap prajurit, khususnya bagi anggota jajaran Korem 011/LW, Jum,at (08/09).

Pembinaan jasmani ini dilakukan secara rutin dan telah di jadwalkan oleh Jasrem 011/LW, diantaranya dilakukan kegiatan seperti lari ketahan lari prestasi dan pelaksanaan kegiatan olahraga umum serta kegiatan bersepeda.

Pada hari Jumat 8 September 2017, Danrem 011/LW  beserta Kasrem 011/LW, para Kasi Korem, Dan/ Ka/ Pa Satdisjan Korem 011/LW dan beberapa Perwira Korem 011/LW, melaksanakan kegiatan sepeda santai dengan menempuh jarak 12 km.

Selain berolahraga Danrem juga memanfaatkan moment tersebut untuk dapat berinteraksi langsung dengan seluruh anggota Korem 011/LW.

Danrem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, S.I.P, M.Si mengatakan kegiatan olah raga bersepeda ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh seluruh anggota Korem 011/LW dengan tujuan untuk membina fisik  prajurit guna menunjang dan meningkatkan kinerja para prajurit Korem 011/LW.

Lanjut Danrem, kesehatan para prajurit Korem tidak diragukan lagi saat ini. Dikarnakan olah raga bersepeda ini benar benar memberikan manfaat bagi kesehatan prajurit korem,"tegas Danrem, (Rph/Laung)

Lhokseumawe- Kepolisian Resor Lhokseumawe Sektor Muara Satu berhasil meringkus seorang pria diduga gunakan Narkoba jenis Sabu di jalan Medan-Banda Aceh Dusun C Desa Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe."Kamis (7/9/2017) sekira pukul 04.30 Wib

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH,  S. Ik,  MH melalui Kapolsek Muara Satu AKP ahmad Yani mengatakan,  penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa tersangka diduga sering gunakan Narkoba dilokasi tersebut.

Setelah ditindaklanjuti pihaknya berhasil mengamankan tersangka serta menemukan barang bukti diduga Narkotika jenis sabu."ujanya Kamis malam (7/9/2017)

Lanjutnya,  tersangka yang diamankan adalah  ER (21)Mahasiswa warga Dusun C Desa Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe. Dari tersangka diamanakan 1 paket kecil diduga Narkotika jenis Sabu, kaca pirex serta 1unit handphone merk Nokia."imbuhnya

Saat ini tersangka diamankan di Polsek Muara satu guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut."tegasnya.(RMD/Trb)

Selain penuh misteri, lokasi Gua Kelelawar masih sangat alami. (Foto: Gua Kelelawar/Liputan6.com/Bangun Santoso)
Aceh Besar - Tim riset Natural Aceh mulai melakukan penelitian terhadap hewan mamalia jenis kelelawar di Gunung Seulawah, menyusul ditemukan kelelawar raksasa di Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

"Komposisi dan keragaman kelelawar di Gunung Seulawah, kita fokuskan untuk diteliti. Beberapa waktu lalu telah ditemukan kelelawar raksasa di daerah Saree dan Lamteuba," ujar Ketua Tim Peneliti Riset Natural Aceh, Ellena Yusti, di Banda Aceh, Kamis, 7 September 2017, seperti dilansir Antara.

Penelitian itu memakan waktu selama empat bulan sejak awal September ini untuk tim mendata dan mengidentifikasi seluruh jenis kelelawar di Gunung Seulawah. Di Aceh, penelitian hewan mamalia yang menyusui dan berkembang biak dengan cara melahirkan ini terakhir dilakukan pada 1992 di Gunung Leuser.

Kelelawar merupakan hewan pemakan buah atau mengambil nektar dari buah tersebut, yang berperan penting bagi penyerbukan bunga tanaman di perkebunan warga setempat. Kotoran hewan ini mempunyai kandungan nitrogen yang tinggi. Tempat tinggalnya selalu di pohon. Sehingga, secara otomatis kotoran mampu menyuburkan tanah di sekitarnya.

"Kami berharap hasil penelitian terhadap hewan mamalia ini bisa dipublikasikan demi kepentingan ilmu pengetahuan," ujarnya.

"Paling penting lagi, diharapkan warga, tidak cuma di Aceh, menyadari pentingnya peranan kelelawar di lingkungan mereka. Sehingga kelelawar tidak diusir dan diburu."

Ketua Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja, berterima kasih kepada musyawarah pimpinan daerah di Aceh Besar yang sangat akomodatif dan membantu terlaksananya penelitian ini. Tim riset kelelawar telah mengumpulkan dengan menangkap paling sedikit 200 ekor kelelawar di enam titik lokasi dari empat habitat kelelawar yang berbeda.

"Kita harap masyarakat jangan terkejut bila menemukan kelelawar mempunyai gelang hijau. Karena sebagai penanda bahwa kelelawar itu telah diukur dan diidentifikasi oleh kita. Semoga kita bisa dapatkan jenis kelelawar baru," kata dia.

Banda Aceh - Calon Pegawai Negeri Sipil CPNS jajaran Kemenkumham se-Indonesia yang sudah lulus seleksi administrasi, termasuk dari Aceh ramai-ramai membuka websites CPNS tersebut.

Salah satunya untuk mengetahui jadwal seleksi selanjutnya, namun sayang hingga kini website itu belum bisa dibuka.

Panitia seleksi daerah Aceh pun akhirnya menempel pengumuman secara manual di Kanwil Kemenkumham Aceh mengenai alasan belum bisa dibuka website tersebut.

Berikut isi pengumuman tersebut yang kini bisa dilihat langsung di Kanwil Kemenkumham Aceh.
Isi pengumuman CPNS Kemenkumham

StatusAceh.Net - Penduduk di sekitaran wilayah lepas pantai Meksiko dan tujuh negara lainnya diminta segera mengungsi usai gempa dengan kekuatan magnitude 8,1 Skala Richter mengguncang.

Pusat peringatan tsunami, National Oceanic and Atmospheric Administration atau NOAA menyatakan, gelombang tsunami diperkirakan bakal tiba dan menerjang pesisir pantai sekitar tiga jam setelah guncangan gempa.

Delapan negara yang diperkirakan bakal diterjang gelombang tsunami, di antaranya Meksiko, Guatemala, El Salvador, Costa Rica, Nikaragua, Panama, Honduras, dan Ekuador.

Diperkirakan ketinggian gelombang tsunami mencapai 0.3 hingga satu meter diperkirakan akan menerjang Kepulauan Cook, Ekuador, Fiji, Polynesia timur, Guatemala dan Kiribati.

Dilansir The Guardian, gelombang awal telah tercatat terjadi di kota-kota Meksiko, seperti Salina Cruz, Puerto Madero dan Huatulco, berada di antara ketinggian 0.3-0.7 meter di atas permukaan air pasang.

Sementara gelombang di bawah 0.3 meter diperkirakan terjadi di negara-negara sejauh Australia, Jepang dan Vietnam. Pusat peringatan tersebut mengatakan ancaman tsunami di Hawaii masih dalam evaluasi.

Sebelumnya dalam situs resminya, Badan Survei Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey (USGS) menyatakan, gempa terjadi pada pukul 04.49.21 Waktu Universal Terkoordinasi (UTC), Jumat, 8 September 2017, atau Kamis, 7 September 2017 waktu Meksiko.
Penampakan Mengerikan Guncangan Gempa 8 SR Meksiko Gempa besar dengan magnitude 8,1 mengguncang wilayah Meksiko. Guncangan gempa ini diperkirakan bakal menimbulkan gelombang tsunami. Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey (USGS), gempa terjadi pada pukul 04.49.21 Waktu Universal Terkoordinasi (UTC), Jumat, 8 September 2017. Lokasi gempa berada 87 kilometer barat daya Kota Pijijiapan, Meksiko, atau berada pada koordinat 15.068°N- 93.715°W, sementara pusat berada di kedalaman 69,7 kilometer. Usai guncangan gempa itu, National Oceanic and Atmospheric Administration atau NOAA mengeluarkan peringatan gelombang tsunami. NOAA memperkirakan gelombang tsunami bakal menerjang puluhan di delapan negara wilayah seperti Meksiko, Guatemala, El Salvador, Costa Rica, Nikaragua, Panama, Honduras, dan Ekuador. #gempa #meksiko #mexico #tsunami #earthquakemexico #earthquake
A post shared by Official of VIDEO VIVA.co.id (@vivanewsvideo) on

MADINAH - Innalillahi wainnalillahi rojiun. Kabar duka dihembuskan dari Tanah Suci, walaupun puncak haji sudah terlewati, jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi terus bertambah.

Sampai hari ketiga pemulangan jamaah haji Indonesia, Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) menyebutkan, sudah 314 jamaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi.

Dua jamaah wafat di Jeddah, 194 jamaah wafat di Mekkah, 37 jamaah wafat di Madinah, 17 jamaah wafat di Arafah, dan 64 jamaah wafat di Mina. Sebanyak 13 orang dari jumlah yang wafat adalah jamaah haji khusus.

Berikut ini daftar nama 314 jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi:

Di Jeddah:

1. Suwanah binti Hajemin Maridin (JKG 40), wafat 17 Agustus 2017 di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Airport Jeddah karena gangguan jantung dan pembuluh darah di usia 60 tahun.

2. Muslimah binti H Ismail Yusuf (BTJ 10), wafat 25 Agustus 2017 di Pesawat karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 60 tahun.

Di Arafah:

1. Mangaraja Sialambue bin J Nasution (MES 05), wafat 31 Agustus 2017 di RSAS Arafah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 69 tahun.

2. Arsyad bin Mastur Abdullah (BTH 04), wafat 31 Agustus 2017 di RSAS Arafah karena gangguan saluran pernafasan pada usia 68 tahun.

3. Wahidah binti Atung Sidik (BDJ 08), wafat 31 Agustus 2017 di Pemondokan Arafah karena circulatory diseases pada usia 77 tahun.

4. Nurmawaty binti Syahbudin (PDG 08), wafat 31 Agustus 2017 di Pemondokan Arafah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 61 tahun.

5. Widodo bin Musa Wikarta (SOC 42), wafat 31 Agustus 2017 di Pemondokan Arafah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 65 tahun.

6. Enoh bin Enan Madjasri (JKS 62), wafat 31 Agustus 2017 di Pemondokan Arafah karena gangguan saluran pernafasan pada usia 87 tahun.

7. Mudrika binti Awi Tugur (JKS 09), wafat 31 Agustus 2017 di KKHI Arafah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 59 tahun.

8. Arfah binti Tanra Pewai (BPN 08), wafat 31 Agustus 2017 di KKHI Arafah karena circulatory diseases pada usia 40 tahun.

9. Said Muh. Yusuf bin said Abdullah (MES 13), wafat 31 Agustus 2017 di Pemondokan Arafah karena circulatory diseases pada usia 65 tahun.

10. Raflis bin Rustam Yusup (PDG 10), wafat 31 Agustus 2017 di pemondokan Arafah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 56 tahun.

11. Fatimah Zohra binti Muhammad Amin (BTJ 06), wafat 31 Agustus 2017 di KKHI Arafah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 48 tahun.

12. Sarmi binti Karto Dikromo (PIHK), wafat 31 Agustus 2017 di pemondokan Arafah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 69 tahun.

13. Rahma binti Ahmat Nudin Siregar (MES 16), wafat 30 Agustus 2017 di Pemondokan Arafah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 66 tahun.

14. Baenuri bin Daman Rusdi (JKS 28), wafat 30 Agustus 2017 di perjalanan Arafah karena gangguan saluran pernafasan pada usia 75 tahun.

15. Siti Rokayah binti Soleh Kasan Harun (SUB 06), wafat 30 Agustus 2017 di Pemondokan Arafah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 64 tahun.

16. Caya bin Sambyah Soyat (SOC 53), wafat 30 Agustus 2017 di KKHI Arafah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 65 tahun.

17. Halimah binti Tengku Mahmud Zen (BTJ 09), wafat 30 Agustus 2017 di Pemondokan Arafah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 72 tahun.

Di Mina:

1. Muhammad Zaini bin Antar (BDJ 17), wafat 4 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 62 tahun.

2. Abastony bin M Azis Soleh (PLM 09), wafat 3 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 67 tahun.

3. Timah binti Misnawar (SUB 37), wafat 3 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 63 tahun.

4. Romaidah binti Mujakno Mukasan (SUB 37), wafat 3 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 56 tahun.

5. Siti Chodidjah binti Chambali (SUB 71), wafat 3 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 60 tahun.

6. Jai Dudung bin Nur Ajiman (JKG 55), wafat 3 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 66 tahun.

7. Muhammad Saleh bin Ismail (BTH 15), wafat 3 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 79 tahun.

8. Mujali bin Puralim Bitting (BTH 15), wafat 3 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 53 tahun.

9. Soegito bin Marto Misdi Jonawi (SUB 23), wafat 3 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 70 tahun.

10. Saripah binti Abdullah Sebu (BTH 22), wafat 3 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 77 tahun.

11. Mohamad Zuhri bin Minhaji Ilyas (SUB 55), wafat 3 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 77 tahun.

12. Samsudin bin H Nahrowi Idi (JKS 59), wafat 3 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 65 tahun.

13. Syarifuddin bin Lame Manggi (UPG 21), wafat 3 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 49 tahun.

14. Kasuma binti Namir Bura (BTH 19), wafat 3 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 82 tahun.

15. Kasturi bin Djenuri Abdurrahman (SOC 50), wafat 3 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 61 tahun.

16. Husin bin sainuri Jahri (PDG 05), wafat 3 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 70 tahun.

17. Sitti Atika binti Mide Kanraba (UPG 28), wafat 2 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 52 tahun.

18. Suharto bin Samidin Sonorejo (BDJ (16), wafat 2 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 76 tahun.

19. Djarkasi bin Mohammad Kamin (SUB 37), wafat 2 September 2017 di pemondokan Mina karena unintentional injuries pada usia 67 tahun.

20. Siti Aminah binti Nur Ali (SOC 50), wafat 2 September 2017 di pemondokan Mina karena endocrine, nutritional pada usia 64 tahun.

21. Adjid bin Djalal Hehanussa (UPG 13), wafat 2 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 77 tahun.

22. Buamin Machrus bin Kasmin (SUB 28), wafat 2 September 2017 di KKHI Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 67 tahun.

23. Rostina binti Muhammad Ali Yunus (BTH 09), wafat 2 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 59 tahun.

24. Patawari bin Kandak Lintak (BTH 08), wafat 2 September 2017 di KKHI Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 63 tahun.

25. Ihah binti Madhika Sutri (JKS 53), wafat 2 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 61 tahun.

26. Mohammad Rodji bin Moh Thojjib (SUB 19), wafat 1 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 76 tahun.

27. Nuraini Chasanah binti Muharam AF (JKS 05), wafat 1 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 63 tahun.

28. Muslim bin Gudham Besi (PDG 05), wafat 2 September 2017 di pemondokan Mina karena circulatory diseases pada usia 63 tahun.

29. Sumiyati binti Muh Maksum (SOC 36), wafat 2 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 72 tahun.

30. Hardiyo Wiryo S bin Wongso Pawiro (SOC 47), wafat 2 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 76 tahun.

31. Muslimah binti Zarkoni Asrof (BDJ 11), wafat 2 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 58 tahun.

32. Martiah binti Muhammad Sirad Ilyas (SOC 59), wafat 2 September 2017 di pemondokan Mina karena unintentional injuries pada usia 67 tahun.

33. Siti Aisyah binti Mohammad Amar (SUB 39), wafat 1 September 2017 di RSAS Mina karena unintentional injuries pada usia 59 tahun.

34. Taufik bin Kahar Thaib (BTH 03), wafat 1 September 2017 di RSAS Mina karena unintentional injuries pada usia 60 tahun.

35. Saridah binti Amir Omoh (JKS 60), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena unintentional injuries pada usia 76 tahun.

36. Masadah binti Jumhari Saad (SUB 46), wafat 1 September 2017 di RSAS Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 48 tahun.

37. Tohiran bin Bikan Kariban (SUB 37), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 83 tahun.

38. Nurna Dewi Riani binti Jemair (SUB 04), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 53 tahun.

39. Wahyu Dumadi Putro bin Sri Edhi S (JKS 11), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena digestive diseaases pada usia 49 tahun.

40. Suswita binti Khotib Sof (PDG 09), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 57 tahun.

41. Inan bin Ridan Jahian (JKS 40), wafat 1 September 2017 di perjalanan Mina karena unintentional injuries pada usia 67 tahun.

42. Usman bin daud Teno (BTH 10), wafat 1 September 2017 di perjalanan Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 64 tahun.

43. Kartini binti Nurohman Sadiyah (SOC 50), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena endocrine, nutritional pada usia 52 tahun.

44. Mahmudin bin Jamberi Hasan Baseri (BDJ 03), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 63 tahun.

45. Langkap bin Pulung Jahari (JKG 07), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 87 tahun.

46. Esu bin Bukarsah Sadima (SUB 33), wafat 1 September 2017 di perjalanan Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 62 tahun.

47. Rakiyem binti Tersiman Daryo (SUB 16), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan saluran pernafasan pada usia 64 tahun.

48. Oto bin Ici Madi (JKS 20), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 70 tahun.

49. Kuriah binti Dulwapa Siyah (JKS 07), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena endocrine, nutritional pada usia 65 tahun.

50. Suparman bin Damiri Alhasan(JKS 30), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena dis of genito urinary sys pada usia 68 tahun.

51. Suniyah binti Basri Solekan (SOC 76), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena unintentional injuries pada usia 69 tahun.

52. Mursayid bin Sapardi Ahmad (LOP 03), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena circulatory diseases pada usia 71 tahun.

53. Sayuti Affandi bin Mulyono (MES 21), wafat 1 September 2017 di KKHI Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 70 tahun.

54. Hanapi bin Arsyad Sapar (PLM 07), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 65 tahun.

55. Edayarniati binti Zaenuddin Endah S (JKG 15), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 56 tahun.

56. Siti Jumiati binti Djuremi (SOC 20), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 56 tahun.

57. Suknan bin Abu Hakim (SOC 30), wafat 1 September 2017 di KKHI Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 66 tahun.

58. Muhammad Ali bin Sakka Mangatta (JKG 49), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 74 tahun.

59. Jauhari bin Kamari Siman (BTH 20), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 67 tahun.

60. Nurmani binti Ali Perak (BTH 22), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena digestive diseases pada usia 68 tahun.

61. Siti Warifah binti Muhammad Djakfar (PDG 13), wafat 1 September 2017 di pemondokan Mina karena unintentional injuries pada usia 78 tahun.

62. Khalijah binti Tukang Paneuk (BTJ 01), wafat 1 September 2017 di perjalanan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 72 tahun.

63. Amarudin bin Musa Elan ((JKS 42), wafat 1 September 2017 di KKHI Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 64 tahun.

64. Kabul bin Wriyo Utomo (SOC 61), wafat 31 Agustus 2017 di perjalanan Mina karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 64 tahun.

Di Mekkah: Baca Selanjutnya

Hatf Saiful Rasul, 11, yang pernah jadi santri di pesantren Ibnu Mas'ud, dilaporkan pergi ke Suriah untuk gabung dengan ISIS. Foto/REUTERS
SUKAJAYA - Hatf Saiful Rasul berusia 11 tahun saat dia mengatakan kepada ayahnya, Syaiful Anam, seorang terpidana kasus terorisme, bahwa dia ingin pergi ke Suriah untuk memperjuangkan ISIS. Bocah itu sebelum pergi ke Suriah merupakan santri di pondok pesantren Ibnu Mas’ud, di Sukajaya, Bogor, yang kini jadi sorotan media asing.

Hatf mengunjungi ayahnya di sebuah penjara dengan keamanan maksimum saat libur dari aktivitas di pesantren. Syaiful menuliskan kisah anak dan agamanya dalam esai 12.000 kata yang dipublikasikan secara online.

”Awalnya, saya tidak merespons dan menganggapnya hanya lelucon seorang anak,” tulis Syaiful. ”Tapi itu menjadi berbeda ketika Hatf menyatakan kesediaannya berulang kali.”

Hatf mengatakan kepada ayahnya bahwa beberapa teman dan guru dari pesantren Ibnu Mas'ud telah pergi untuk memperjuangkan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). “Dan menjadi martir di sana,” lanjut tulisan Syaiful.

Syaiful akhirnya setuju untuk membiarkan anaknya pergi ke Suriah. Dalam esainya, pesantren tersebut dikelola oleh ”kawan yang berbagi ideologi” dengannya. Hatf pergi ke Suriah bersama sekelompok kerabat pada tahun 2015, bergabung dengan sekelompok militan Prancis.

Reuters berbicara dengan tiga pejabat kontra-terorisme di Indonesia yang mengonfirmasi bahwa anak laki-laki tersebut memang pergi ke Suriah.

Dari dokumen pengadilan, data pendaftaran,  dan wawancara dengan petugas polisi anti-terorisme dan para mantan militan, Reuters melaporkan bahwa Hatf adalah satu dari sekitar 12 orang dari pesantren Ibnu Mas'ud yang pergi ke Timur Tengah untuk memperjuangkan ISIS atau setidaknya berusaha untuk pergi ke sana antara tahun 2013 hingga 2016.

Pesantren Membantah
Sedikitnya 18 orang lainnya yang terkait dengan lembaga pendidikan tersebut telah dipidana atau telah ditangkap karena berencana dan terlibat serangan militan di Indonesia. Menurut dokumen polisi dan sidang kontra-terorisme, data itu termasuk tiga serangan paling mematikan di Indonesia dalam 20 bulan terakhir.

Namun, Jumadi, juru bicara pondok pesantren Ibnu Mas'ud, seperti dilaporkan Reuters, membantah lembaga tersebut mendukung ISIS atau kelompok militan lainnya. Dia juga menyangkal bahwa pesantren mengajarkan interpretasi ekstrem.

Pondok pesantren Ibnu Masud yang telah berdiri selama satu dekade telah diawasi pihak berwenang Indonesia.

Irfan Idris, Kepala Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyalahkan lemahnya undang-undang dan birokrasi karena tidak ada tindakan terhadap lembaga pendidikan semacam itu. 

”Pada dasarnya, ini bukan wilayah kami, ini adalah (domain) Kementerian Agama,” katanya kepada Reuters, yang dilansir Jumat (8/9/2017). ”Kami telah memberitahu kementerian bahwa Anda memiliki masalah dengan (pesantren) Ibnu Mas'ud.”

Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam di Kementerian Agama RI, memberikan alasan mengapa pesantren di kaki Gunung Salak ini tidak ditutup.”Ibnu Mas'ud tidak pernah terdaftar sebagai pesantren,” katanya.

Pemerintah daerah setempat, ujar Kamaruddin, telah meminta penjelasan mengenai status pesantren itu, tapi tidak pernah mendapat tanggapan.

Jumadi menambahkan, Hatf belajar di pesantren Ibnu Mas'ud, tapi dia tidak tahu tentang riwayat kepergiannya ke Suriah. Dia juga mengaku tidak mengetahui adanya staf atau pun santri yang bepergian ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS, selain tiga guru dan satu santri yang ditahan di Singapura pada tahun lalu.  | Sindonews

Lhokseumawe - Senior Advisor Kemenko Perekonomian, Abied Muslim, menyatakan jika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun aktif dan mulai beroperasi, pilihan Aceh hanya dua, yaitu pertama kaya, atau kaya sekali.

Pernyataan itu disampaikan Abied dalam seminar nasional KEK Arun di Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Kamis (7/9/2017).

Dia menyebutkan, Pemerintah pusat akan menggelontorkan pembangunan besar-besaran di Aceh untuk mendukung KEK Arun.

“Salah satunya, run way bandara itu harus bisa didarati Boing. Itu Bandara Malikussaleh akan bisa didarati pesawat berbadan besar. Dibangun jalur kereta api, pergudangan dan infrastruktur jalan yang semakin lebar. Itu semua mendorong ekonomi Aceh,” katanya.

Dia menjelaskan, pemerintah pusat mendukung peningkatan ekonomi Aceh dengan formulasi KEK Arun Lhokseumawe.

“Sekarang ini, soliditas tiga pemerintah daerah yaitu Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara harus terus bersinergi, agar KEK Ini bisa segera beroperasi,” katanya.

Dia memprediksi, sektor pertanian, peternakan dan perikanan akan tumbuh di Aceh dengan dibukanya KEK Arun Lhokseumawe. “Ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh Aceh,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang pengusaha ekspor dan impor yang hadir di acara itu yakni Nazaruddin mengeluhkan infrastruktur yang ada di pelabuhan saat ini.

“Crane saja terbatas, belum lagi gudang yang belum banyak jumlahnya dan layak. Ini perlu dibenahi serius, jika mau bicara bisnis ekspor dan impor lewat formulasi KEK,” terang pria yang akrab disapa Dek Gam ini.

Dia meminta KEK Arun Lhokseumawe bukan sebatas wacana dan sebatas peraturan presiden yang telah ditandatangani. Namun, juga diaplikasikan lewat praktik bisnis nyata.| Kompas.com

StatusAceh.Net - Konflik kemanusiaan yang dialami oleh etnis Rohingya yang dilakukan oleh militer Myanmar turut direspons oleh pemerintah Aceh. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf merasa prihatin terkait konflik yang sudah menelan banyak korban jiwa itu.

Kata Irwandi, Pemerintah Aceh sudah memohon Kepada Pemerintah Myanmar untuk menahan diri dengan tidak menggunakan cara-cara kekerasan dan segera menghentikan aksi militer di wilayah Rakhine dan memulai proses stabilisasi politik dan peace-building antara warga Rakhine dan Muslim Rohingya.

Aceh sebagai provinsi yang pernah mengalami konflik bersenjata selama 30 tahun dan berada di bawah status Daerah Operasi Militer alias DOM selama kurang lebih 15 tahun, sangat menyesalkan tindakan pemerintah Myanmar.

Dia mengaku turut merasakan kepedihan yang dialami oleh etnis Rohingya. Untuk itu ia meminta pemerintah Myanmar bersedia belajar resolusi konflik dari Aceh agar bisa mencari solusi untuk mengakhiri konflik tersebut.

“Aceh bersedia untuk berbagi pengalaman dengan pemerintah Myanmar dan membantu mewujudkan perdamaian di wilayah Rakhine,” kata Irwandi kepada wartawan di Banda Aceh, NAD, Kamis, 7 September 2017.

Ia berpendapat, segala upaya untuk mencegah konflik harus dilakukan dan menjaga kestabilan politik di regional ASEAN. “Mengingat beberapa negara ASEAN dan komunitas masyarakat muslim sudah bereaksi keras terkait kekerasan bersenjata di wilayah Rakhine,” ujarnya.

Menurut Irwandi, pemerintah Myanmar juga perlu menggandeng PBB, ASEAN, dan organisasi internasional lainnya dalam memulai proses peace-building dan membuka diri sebagai wujud komitmen perdamaian 

Siap tampung pengungsi

Ditempat terpisah, Aliansi Masyarakat Aceh menggelar aksi teatrikal di pantai Gampong Jawa, Banda Aceh, Kamis sore, 7 September 2017. Aksi teatrikal ini sebagai bentuk solidaritas terhadap etnis rohingya.

Aksi teatrikal itu sengaja dilakukan di pinggir pantai. Menurut kordinator aksi, Tuanku Muhammad, aksi ini sebagai pertanda apabila etnis Rohingya memilih Aceh sebagai tempat persinggahan atau pelarian, pihaknya siap menyambut dengan tangan terbuka.

Ia mengingatkan soal masyarakat Aceh sejak tahun 2015 silam mau menampung masyarakat Rohingya yang tiba di Aceh. “Jika negara lain tidak mau menyambut mereka, kami masyarakat Aceh siap menerimanya kembali,” kata dia.(Viva)

Tiongkok - Sebuah video yang beredar di media sosial merekam detik-detik seorang perempuan yang sedang menggendong anak bayinya dijatuhkan ke jalan oleh dua petugas polisi.

Sang ibu pada awalnya terlihat sedang berargumen dengan salah seorang polisi tersebut, kemudian ia semakin mendekati polisi tersebut hingga mencoba mendorongnya.

Beberapa saat kemudian, polisi menjatuhkan perempuan itu bersama bayinya ke jalan. Bayi itu pun terlepas dari gendongan ibunya ketika sang polisi berusaha untuk menahannya. Seorang polisi lainnya bahkan ikut turun dari mobil polisi dan membantu rekannya dalam mengamankan perempuan itu.

Warga yang berada di sekitar berusaha untuk mengamankan bayi yang menangis tersebut. Video yang diunggah akun Twitter MaxTtll itu kemudian menjadi viral. Peristiwa tersebut dilaporkan berlangsung di Shanghai, Tiongkok. Seperti dilansir dari Mirror, perempuan itu awalnya sedang diinterogasi terkait pelanggaran parkir, dan kedua polisi itu kini masih dalam investigasi lebih lanjut.

Aksi kedua polisi itu sontak menjadi perbincangan viral di medsos. Banyak dari warganet menanggapinya dengan beragam komentar.| Liputan6.com

Ilustrasi
LHOKSEUMAWE - Dua pemuda yang merupakan kakak beradik SU (24), dan SA (18), warga Dusun Simpang Kursi, Gampong Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, ditangkap polisi. Keduanya diduga telah mencabuli anak di bawah umur warga Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan kedua pelaku ditangkap, Kamis (7/9), di kawasan Kecamatan Nisam. Penagkapan itu atas laporan keluarga korban, Selasa (5/9), sekitar pukul 3.00 WIB, dengan nomor laporan Lp/408/IX/2017/Aceh/Res Lsm.

“Dari keterangan korban, kedua pelaku menggilir korban yang masih berusia 15 tahun secara bergantian di rumah pelaku. Keduanya berstatus abang-adik,” kata Budi Nasuha.

Ia mengatakan perkosaan terhadap korban sudah berulang kali dilakukan, sejak Juli hingga Agustus. Modusnya adalah dengan cara mengajak korban jalan-jalan ke Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara.

“Sebelum pelaku melakukan hubungan intim dengan korban, pelaku terlebih dulu mengajak korban jalan-jalan ke Gunung Salak. Setelah korban diajak jalan, selanjutnya korban dibawa kerumah pelaku dan terjadilah pelecehan dan pemerkosaan," jelas Budi.

Hingga kini, kata Budi, pihaknya masih melakukan pemeriksaan psikologi terhadap kedua pelaku. Dari hasil visum korban ditemukan adanya sobekan di kemaluan korban.

“Untuk kedua pelaku dikenakan pasal 82 ayat 1 tahun 2003 tentang perlindungan anak di bawah umur dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun,” ujarnya.| AJNN.Net

Lhoksukon - Seorang pria yang diduga pemilik dua pucuk senjata api diringkus aparat kepolisian jajaran Polres Aceh Utara. Kamis, (07/09/2017). Pria bernama Jailani alias Dani bin Hanafiah (35) itu ditangkap sekira pukul 06.00 WIB di Gampong Pulo U, Kecamantan Tanah Luas.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Goenawan yang dikonfirmasi mengatakan bahwa operasi penangkapan itu sesungguhnya berkaitan dengan tindak pidana narkoba jenis sabu.

Petugas Polres Aceh Utara, kata Goenawan, mendapat informasi ihwal tentang penyalahgunaan narkoba dan kepemilikan senjata api itu.


Pagi tadi, personil gabungan satreskrim, narkoba dan intel Polres Aceh Utara bergerak menuju ke kediaman Jailani. “Laporan masyarakat, dia menguasai dan menyimpan narkoba serta senjata api,” kata Goenawan.


Jailani berhasil ditangkap di rumahnya, tapi petugas tak menemukan barang bukti di sana. Tak berhenti di situ, polisi langsung mengintrogasi pelaku sehingga berhasil didapat dua pucuk senjata yang disimpan di sebuah kandang kambing di Gampong Meunasah Rambot, Lhoksukon, Aceh Utara.

Senjata itu masing-masing, FN Colt MK Series VI Cal 9mm Arcansan Siracuse USA dan Revolver no reg 796117.

“Polisi saat ini telah menahan dan mengamankan barangbukti dan pelaku,” kata Goenawan.(beritakini)

Jakarta - Pemerintah Aceh mendapat penghargaan Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah, katagori pemerintah provinsi, Kamis 7 September 2017, di Jogjakarta.

Penghargaan tersebut diberikan di kampus Universitas Gajah Mada, jogjakarta berdasarkan Hasil penelitian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM) yang dilakukan di 34 provinsi di Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, DKI Jakarta memperoleh peringkat pertama, Aceh peringkat kedua, dan Jawa Tengah peringkat ketiga.

Penghargaan yang diserahkan Staf Ahli Mendagri Bidang Ekonomi dan Keuangan, Drs. Hamdani, MM, Akt, itu diterima oleh Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, yang turut didampingi oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan Aceh, Jamaluddin.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh,  Mulyadi Nurdin menyebutkan bahwa penghargaan itu menunjukkan pengelolaan keuangan Pemerintah Aceh sudah baik.

Menurutnya, walaupun mendapat pengharagaan tersebut, berbagai penyempurnaan di sektor keuangan di Aceh terus dilakukan.

Mulyadi Nurdin juga mengucapkan terima kasih kepada UGM yang memberikan penghargaan tersebut.

"Ini menjadi pemicu bagi Pemerintah Aceh untuk terus meningkatkan pengelolaan keuangan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujar Mulyadi.(Rill)

Banda Aceh - Tingkat inflasi Aceh masih berada pada kisaran sasaran, yakni sebesar 4 ± 1 persen. Pencapaian inflasi yang rendah ini tidak terlepas dari kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh yang cukup aktif melakukan koordinasi guna menekan gejolak inflasi daerah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Kamaruddin Andalah, S Sos, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh, Drh Irwandi Yusuf, M Si, pada acara Diseminasi Kebijakan moneter Bank Indonesia, yang di pusatkan di Auditorium Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Kamis (7/9/2017).

"Memasuki triwulan II tahun 2017 ini, perkembangan perekonomian Aceh juga memberikan tanda-tanda yang cukup menggembirakan. Data BI membuktikan, pertumbuhan ekonomi Aceh pada periode ini tercatat sebesar 4,01 persen year on year (yoy), lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya tumbuh 2,67 persen year on year," ujar Kamaruddin Andalah.

Kamaruddin mengungkapkan, semangat ini telah mendorong Pemerinta Aceh untuk menjalankan 4 strategi utama pengendalian inflasi, yaitu menjamin ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi.

"Sebagai penghargaan atas kinerja itu, Presiden telah menganugerahi salah satu TPID di Aceh, yakni TPID Kota Subulussalam, sebagai pendatang baru terbaik di wilayah Sumatera pada Rakornas TPID ke-8 beberapa waktu lalu di Jakarta," ungkap Andalah.

Meskipun demikian, Andalah tidak menampik bahwa hingga saat ini ketergantungan terhadap realisasi belanja pemerintah (APBA) masih sangat tinggi. Sementara peran sektor swasta masih terbatas. Menurut Andalah, fenomena ini harus diubah dengan mendorong sektor swasta untuk lebih meningkatkan perannya.

Karena itu, Andalah menyarankan para pemangku kebijakan terkait untuk memperkuat sektor-sektor potensial, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan melalui diversifikasi usaha dan berbagai bentuk dukungan, sehingga sektor ini memiliki nilai tambah bagi gerak usaha masyarakat.

"Kita jangan lupa, bahwa Aceh juga sangat potensial dalam menggerakkan usaha sektor pariwisata. Pengembangan sektor ini dapat menjadi quick-win serta memberi sumbangan cukup berarti bagi pendapatan masyarakat dan pembukaan lapangan kerja," sambung Andalah.

Menurut Andalah, jika dikelola dengan baik, maka semua sektor tersebut sangat berpotensi menghadirkan alternatif sumber perekonomian baru guna memperkuat dan mendorong pemulihan ekonomi Aceh. Namun, untuk mendorong hal tersebut, Andalah mengungkapkan, bahwa dukungan sektor keuangan khususnya perbankan sangat dibutukan.

"Oleh karena itu, sesuai dengan topik yang kita bahas ini berkenaan dengan upaya menghadirkan alternatif sumber ekonomi baru, maka ada baiknya BI dapat pula mendorong agar Perbankan lebih berperan dalam penguatan ekonomi rakyat untuk sektor-sektor potensial yang kami sebutkan tadi," sambung Andalah.

Dengan dukungan sektor perbankan, Andalah meyakini peran lembaga non pemerintah dalam penguatan ekonomi Aceh semakin meningkat. Dengan demikian ketergantungan terhadap APBA akan berkurang. "Peran swasta ini penting kita perkuat, sebab perekonomian Aceh masih akan menghadapi banyak tantangan ke depan di tengah ketidakpastian global maupun gejolak dalam negeri."

"Jika peran swasta dapat ditingkatkan, maka situasi akan cenderung stabil sehingga ekonomi daerah akan tertata dengan baik. Oleh karena itu, forum ini diharapkan bisa mendorong upaya kita dalam memperkuat peran swasta melalui alternatif pengembangan sumber ekonomi yang ada," pungkas Kamaruddin Andalah.

Kegiatan yang mengangkat tema 'Mendorong diversifikasi sumber perekonomian baru untuk memperkuat daya tahan ekonomi dan momentum pemulihan ekonomi' itu, turut dihadiri oleh unsur pimpinan BI pusat, para pimpinan BI dari berbagai wilayah di Sumatera. Sejumlah narasumber nasional, seperti Dodi Budi Waluyo, Benny Siswanto, A Tony Prasentiantono, turut mengisi acara ini. (Rill)

Banda Aceh - Gubernur Aceh, Drh. Irwandi Yusuf M.Sc, mencanangkan gerakan membangun pendidikan berkarakter Islami di Aceh. Pencanangan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Pendidikan Daerah Aceh ke 58, di Lapangan Tugu Kopelma Darussalam, Kamis 7 September 2017.

"Momentum Hardikda harus dijadikan langkah awal untuk berbenah," ujar Irwandi dalam sambutan yang dibacakan Sekda Aceh Dermawan MM.

"Dengan semangat itu di Aceh kita canangkan gerakan membangun pendidikan berkarakter islami sehingga generasi Aceh punya watak mulia dan bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa, berilmu, kreatif dan mandiri," ujar Dermawan.

Hari Pendidikan Daerah Aceh merupakan sebuah simbol keistimewaan pendidikan di Aceh. Peringatan ini lahir berkat usaha para pejuang pendidikan Aceh di masa lalu saat mendirikan kampus Ar-Raniry, Unsyiah dan Pendidikan Teungku Chik Pante Kulu. Ketiga kampus ini dikenal dengan nama Kopelma Darussalam karenanya letaknya berada di Darussalam yang kemudian dikenal sebagai pusat pendidikan di Aceh.

Sekda meminta agar pemangku kepentingan menguatkan tonggak pendidikan sejak dini. Momentum Hardikda janganlah diwarnai upacara saja melainkan harus dijadikan sebagai upaya untuk memperbaiki diri agar pendidikan di Aceh bisa maju dan berkembang.

"Semangat bekerja keras harus dikedepankan sehingga keistimewaan tidak hanya di atas kertas tapi bisa dibuktikan dengan kualitas," ujar Sekda.

Pemerintah Aceh, ujar Dermawan, menjadikan pendidikan sebagai salah satu program prioritas. Gubernur bahkan mencanangkan program Aceh Carong dan Islami. Kedua program tersebut di antaranya memfokuskan pada pemerataan pendidikan, mempersiapkan SDM, meningkatkan kualitas dan pemerataan penempatan guru di Aceh.

Gubernur, kata Sekda juga berkomitmen untuk menambah dana alokasi buat anak yatim. "Mudah-mudahan terlaksana dalam APBA-Perubahan ini," ujar Sekda.

Hadir dalam peringatan Hardikda tersebut para Kepala SKPA, Kepala Biro Humas Sekda Aceh, para guru, mahasiswa, pelajar dan para santri. (Rill)

Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) mengklaim telah mengirimkan 1.000 relawan ke Myanmar untuk membantu muslim Rohingya dengan membawa makanan, obat-obatan, pakaian. FPI mengatakan relawan tersebut juga membawa uang sebesar Rp10 miliar.

"Duit Rp10 miliar itu untuk obat-obatan dan itu dari galangan dana. Kami belikan juga pakaian, selimut, tenda, dan lainnya. Jadi ada uang dan ada barang," ujar Pembina Presidium Alumni Aksi Bela Islam 212, Kapitra Ampera, di depan Kedubes Myanmar, Jakarta Pusat, Rabu 6 September 2017.

Soal siapa saja yang menyumbang hingga terkumpul miliaran rupiah, Kapitra enggan berkomentar. Dia juga tak mau komentar soal jangka waktu penggalangan dana hingga uang Rp10 miliar tersebut terkumpul. Kapitra menuturkan, uang ini dari umat muslim yang peduli dengan urusan kemanusiaan.

"Masih ada relawan 1.000 orang untuk bantuan kemanusiaan, tapi belum ada akses. Hari ini sudah dibuka akses. Mudah-mudahan bisa kami kirim obat-obatan, selimut, dan sebagainya. Dan itu dari seluruh Indonesia (relawan). Ada juga 10.000 (relawan) yang sudah siap berangkat," tutur Kuasa Hukum GNPF MUI ini.| Viva

Banda Aceh - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meminta Pemerintah Myanmar segera menemukan solusi guna menghentikan kekerasan yang sedang berlangsung terhadap minoritas Muslim Rohingya di wilayah Rakhine, Myanmar. 
 
Irwandi mengatakan, Aceh sebagai provinsi yang pernah mengalami konflik bersenjata selama 30 Tahun dan berada di bawah status Daerah Operasi Militer selama kurang lebih 15 Tahun, sungguh sangat menyesalkan tindakan Pemerintah Myanmar yang memberlakukan operasi militer di wilayah Rakhine, Myanmar.

"Pengalaman konflik bersenjata di Aceh justru hanya membawa kemudaratan dan kemunduran yang besar terhadap kebudayaan, sosial, dan ekonomi. Dan memberikan luka mendalam bagi para korban yang kebanyakan merupakan masyarakat sipil," ujar Irwandi, Kamis 7 September 2017.

Untuk itu, anjut Irwandi, Aceh memohon Kepada Pemerintah Myanmar untuk menahan diri secara maksimal dengan tidak menggunakan cara-cara kekerasan dan segera menghentikan Operasi Militer di wilayah Rakhine dan memulai proses stabilisasi politik dan peace-building antara warga Rakhine dan Muslim Rohingya.

Irwandi menjelaskan, operasi militer hanya akan memperpanjang siklus kekerasan dan memunculkan radikalisme. Bahkan dapat mengarah kepada perang sipil yang lebih luas.

"Segala upaya untuk mencegah konflik harus dilakukan untuk menjaga kestabilan politik di regional ASEAN, mengingat beberapa Negara ASEAN dan komunitas masyarakat muslim sudah bereaksi keras terkait kekerasan bersenjata di wilayah Rakhine," ujar Irwandi.

Menurut Irwandi, Pemerintah Myanmar perlu menggandeng PBB, ASEAN, dan Organisasi Internasional lainnya dalam memulai proses peace-building dan membuka diri sebagai wujud komitmen Pemerintah Myanmar dalam penegakan Hak Asasi Manusia dan Demokrasi.

Irwandi juga mengatakan, sebagai sahabat sekawasan ASEAN Indonesia perlu secara intens membantu Pemerintah Myanmar dalam mewujudkan Perdamaian di wilayah Rakhine, mendorong terbukanya akses bantuan kemanusiaan untuk para korban, dan membangun payung hukum untuk melindungi setiap orang tanpa membedakan ras, suku, dan agama terutama perlindungan terhadap kelompok rentan.

"Aceh bersedia untuk berbagi pengalaman dengan Pemerintah Myanmar dan membantu mewujudkan perdamaian di wilayah Rakhine," katanya. [Rill]

,
Bireuen - Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono memimpin Upacara pemberangkatan prajurit  Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti dalam rangka mengikuti Latihan Pembentukan (Lattuk) Raider, di Makoyonif Jaya Sakti, Kamis (7/9).

Latihan Pembentukan Raider dilaksanakan selama 81 hari di Pusat Pendidikan Komando Pasukan Khusus (Pusdik Passus) Batu Jajar, yang diikuti oleh Komandan Batalyon (Danyonif) 113/JS Letkol Inf Adhe Hansen beserta 750 Prajuritnya.

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono mengatakan, Batalyon infanteri 113/JS ini yang sebentar lagi akan dinaikan satu tingkat di atas menjadi Satuan Tempur Batalyon Raider jajaran Korem 011/LW yang ada di Wilayah Kodam IM.

Pembentukan Batalyon Raider tersebut tentunya telah dikaji secara mendalam dan kompreinsif, dan tidak terlepas dari penataan organisasi TNI angkatan darat guna menjawab tuntutan dan kebutuhan organisasi agar lebih efektif dan efisien serta mampu menjalankan fungsi pembinaan satuan dalam upaya pencapaian tugas TNI angkatan darat secara normal, Kata Danrem Lilawangsa.

Danrem mengharapkan, dengan terbentuknya Batalyon Infanteri 113/JS menjadi Batalyon Raider bisa menambah kekuatan TNI, Khususnya di wilayah Kodam IM akan bisa menjadi lebih solid dan tangguh untuk menghadapi tugas kedepan yang semakin berat, harapnya.

Danrem tekankan, selama pemberangkatan agar laksanakan konsolidasi secara cermat dan laksanakan pergesaran pasukan dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dalam melaksanakan perjalanan, pungkas Kolonel Inf Agus Firman Yusmono.

Pada upacara pelepasan, turut dihadiri antaralain, Ketuan DPRK Bireuen, Dandim 0111/Bireuen, Dandisjan jajaran Korem011/LW, Para Kasi Korem 011/LW, Kapenrem 011/LW, Kapolres Bireuen yang diwakili Kapolsek dan Ibu-ibu persit yang hadir.(Laung)

Banda Aceh - Forum Aceh Menulis (Fame) mengadakan pertemuan ke enam dengan tema 14 Rahasia Menjadi Penulis Bebobot yang digelar di Anjungan PKA Aceh Singkil, Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Rabu (6/9/17). Adapun  pemateri kegiatan tersebut adalah Yarmen Dinamika.

Dalam paparannya, Yarmen mengutip kiat-kiat dan rahasia menjadi penulis berbobot dari Roy Peter Clark, seorang penulis asal Amerika Serikat yang meneliti beberapa tulisan yang pernah memenangi lomba untuk menemukan bagaimana menulis yang baik.‎ Dari hasil penelitiannya dan telah mengonfirmasikan ke penulis tersebut dan menyimpulkan bahwa ada 14 rahasia menjadi penulis yang bebobot.


Adapun 14 rahasia untuk menjadi penulis bebobot adalah:

1.‎ Semua penulis melihat dunia ini bagai laboratorium jurnalisme mereka, sebuah gudang dengan selaksa raksasa.

2. Penulis yang baik lebih suka menemukan dan mengembangkan cerita mereka sendiri dengan menggali berita dan mengeksposkannya.

3. Penulis yang baik adalah pengumpul informasi yang lahab. Mereka mencatat dan mengingat semua yang mereka dapat, tetapi menyeleksi informasi yang bermutu.

4. Banyak penulis menghabiskan waktu untuk menulis kalimat pertama agar mampu menghipnotis para pembacanya dengan kali.at yang menawan.

5. Membenamkan diri dalam cerita mereka. Mereka hidup, bernapas, dan bermimpi bersama ceritanya. Berkonsultasi dengan editor hanya mencari arah baru atau informasi segar dalam karyanya.

6. Penulis yang andalan adalah pekerja yang tekun daripada pekerja yang tergesa-gesa.

7. Mereka mengerti bahwa bagian terpenting dari penulisan adalah mengatur dan mengorganisasikan bahan tulisan.

8. Penulis yang baik adalah selalu mampu menulis ulang apa yang mereka tulis.

9. Penulis selalu lebih percaya kepada kupingnya daripada matanya. Itulah sebab banyak penulis yang komat-kamit ketika menulis.

10. Mereka senang bercerita. Mereka selalu mencari angel kemanusiaan (human interest) daripada fokus 5 W+1 H untuk melukiskan suasana dari kronologi yang menarik.

11. Menulis untuk memuaskan diri mereka sendiri dengan memenuhi standar tinggi mereka, sekaligus memenuhi suatu transaksi antara penulis dan pembaca.

12. Mencoba berbagai kemungkinan dalam tulisan. Mereka senang dengan kejutan dan pendekatan yang tak biasa dari suatu cerita.

13. Pembaca seumur hidup. Mereka gemar mengandalkan referensi pertama jurnal, buku, baru film-film.

14. Menulis panjang dan mereka sadar akan hal itu.

Yarmen juga menyebutkan bahwa semua orang bisa jadi penulis asal mau berlatih.
Kemudian katanya, "Yang dilakukan setiap orang yang ingin menulis adalah memiliki jiwa dan pikiran yang harus terisi penuh dengan bacaan, wawasan, pengalaman dan riset lapangan. Lalu berlatihlah menulis. Dengan berlatih menulis merupakan jalan tol untuk menjadi penulis hebat," ujar Yarmen

Adapun pertemuan Fame yang ke enam tersebut dihadiri oleh puluhan peserta Fame dan disambangi oleh 150 an peserta grup WhatsApp Fame.[NAJMI]

,
Bireuen - Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 113/JS Letkol inf Adhe Hansen beserta 750 orang prajurit TNI jajaran Korem 011/Lilawangsa dilepas ke Pusat Pendidikan Komando Pasukan Khusus (Pusdik Passus) Batujajar, untuk mengikuti Latihan Pembentukan (Lattuk) Raider selama 81 hari.

Upacara pelepasan dipimpin langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, di Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti, Kecamatan Juli, Kabupaten Bureuen, Kamis (7/9).

Dalam amanatnya Komandan Korem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono menyampaikan, Satuan Tempur Batalyon Infanteri 113/JS kedepan akan dinaikan satu tingkat di atas Batalyon Infanteri biasa menjadi Satuan Tempur Batalyon Raider jajaran Korem 011/Lilawangsa di Wilayah Kodam IM.

Tentunya  sudah dikaji secara mendalam dan kompreinsif, hal ini tidak terlepas dari penataan organisasi TNI angkatan darat guna menjawab tuntutan dan kebutuhan organisasi agar lebih efektif dan efisien serta mampu menjalankan fungsi pembinaan satuan dalam upaya pencapaian tugas TNI angkatan darat secara normal.

Selain itu, terbentuknya Batalyon Infanteri 113/JS menjadi Batalyon Raider dapat menambah kekuatan TNI, Khususnya di jajaran Korem 011/Lilawangsa Wilayah Kodam IM akan lebih solid dan tangguh untuk menghadapi tugas kedepan yang semakin berat, harapnya.

Danrem berpesan, laksanakan latihan dengan sungguh-sunguh, tanam dan kuasai ilmu materi Raider selama pendidikan, jaga kesehatan dan faktor keamanan, serta laksanakan ibadah dan doa, ikuti aturan-aturan yang ada baik dari pelatih maupun siapa saja, karena itu kunci dalam mengikuti latihan. Harapnya.

Diharapkan selesai tahap pendidikan, prajurit harus mampu menguasai materi ilmu dan taktik Raider, diantaranya tahap basis, hutan gunung, pendaratan laut dan rala suntai, serta operasi khusus yang meliputi operasi raid penghancuran, raid pembebasan tawanan, operasi Mobud, operasi lawan Gerilya dan pertempuran jarak dekat disegala bentuk medan dan cuaca serta latihan pertempuran kota selama 81 hari secara bertahap, bertingkat dan berlanjut, yang di berlandaskan perkembangan ancaman dan doktrin yang ada.

Hadir pada upacara pelepasan, diantaranya, Dandim 0111/Bireuen,Ketuan DPRK Bireuen, Komandan/Kepala Satuan Dinas Jawatan jajaran Korem011/LW, para Kasi Korem 011/LW, Kapenrem 011/LW, Kapolres Bireuen yang diwakili Kapolsek, para Ibu-ibu persit, serta seluruh prajurit TNI Yonif 113/Jaya Sakti.(Laung)

Lhoksukon -  Rudaimah binti Mahmud Seorang Janda lanjut usia ditemukan tewas dengan leher tergerok di dusun Lubuk Muku Desa Buket Linteung Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Rabu (06/08/2017) malam sekitar pukul 20:19 WIB.

Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji melalui Kapolsek Langkahan Ipda Sudiarto mengatakan, Rudaimah ditemukan oleh salah seorang tetangga di dalam rumah anaknya yang bernama Musliadi.

"Korban ditemukan dalam rumah oleh Junaidi (32)  yang merupakan tetangga korban, setelah itu dia meminta tolong pada warga di kampung itu,"kata Ipda Sudiarto, Kamis (07/06/2017).

Lanjutnya, pihaknya langsung menuju TKP setelah menerima laporan tersebut dari geuchik setempat.

Dari keterangan Junaidi, Pada saat itu sekitar pukul 20:00WIB dirinya sedang duduk didepan rumah korban dan merasa curiga kepada korban yang biasanya setiap habis shalat Magrib korban keluar rumah untuk nongkrong bersama. Hingga sampai selesai shalat isya korbanpun tidak keluar rumah, dan akhirnya Junaidi  mengajak  Iskandar  (menantu korban) dan Masriani (anak kandung korban) untuk mencari korban kedalam rumahnya,

Tapi korban ternyata tidak berada dirumahnya, selanjutnya Junaidi mengintip dari celah celah rumah korban kerumah Musliadi (anak kandung korban) yang rumahnya kebetulan berdempetan, terlihat olehnya Rudaimah sudah terlentang dengan lumuran darah.

"Setelah melihat korban terlentang, kemudian mereka masuk kerumah Musliadi dengan cara mendobrak pintu tengah, dan korban sudah meninggal dengan lumuran darah," jelas  Ipda Sudiarto.

Selanjutnya korban di bawa ke Rumah Sakit setempat untuk di Visum. Hasilnya, korban diduga di bunuh.

" Dari hasil visum, di leher korban terdapat luka Sayat panjang 6 cm ( atas ), luka sayat panjang 7,5 cm ( bawah ), luka sayat panjang 0,5 cm ( di tengah ), dan dibawah dagu juga terdapat luka sayat sebelah kanan 3,5 cm dan sebelah kiri 1,5 cm sementara
di telapak tangan kanan terdapat luka sayat panjang 1 cm, Bahu sebelah kiri terdapat luka gores dan terakhir di bagian  pundak terdapat luka memar," jelasnya.

Sementara barang bukti yang diamankan di TKP yakni 1 buah Pisau steinlis, 1 buah dompet yang berisikan uang Rp. 105.000. "Untuk sementara  kami sedang periksa saksi-saksi dan melakukan penyidikan lebih lanjut,"tegasnya.(SA/TM)

StatusAceh.net - Sejak insiden penyerangan pos polisi di Myanmar akhir bulan lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang, puluhan ribu warga muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine kini mengungsi ke Bangladesh karena menghindari kekerasan dari militer Myanmar dan kelompok warga sipil bersenjata.

Laman Middle East Eye melaporkan, Selasa (5/9), di tengah kecaman dunia internasional atas krisis kemanusiaan yang terjadi, Israel terus memasok persenjataan ke militer Myanmar, termasuk 100 tank, senjata, kapal cepat untuk polisi patroli di perbatasan. Kabar ini diungkap oleh kelompok pembela hak asasi dan para pejabat Myanmar.

Tak hanya itu, perusahaan senjata Israel Tar Ideal juga terlibat dalam memberikan pelatihan bagi pasukan keamanan Myanmar yang saat ini tengah menggelar operasi pembantaian terhadap warga Rohingya di Negara Bagian Rakhine.

Sejumlah foto di situs perusahaan itu memperlihatkan pegawai mereka memberi instruksi kepada pasukan keamanan Myanmar dalam simulasi taktik pertempuran dan bagaimana menggunakan senjata tertentu.

September tahun lalu Pengadilan Tinggi Israel akan menggelar sidang untuk mendengar petisi dari para aktivis yang menyerukan agar pemerintah Negeri Bintang Daud menghentikan ekspor senjata ke Myanmar.

Amerika Serikat dan Uni Eropa selama ini memberlakukan embargo senjata kepada Myanmar.

Pengacara Eitay Mack yang mewakili pihak pengaju petisi mengatakan Israel sudah tidak punya kendali lagi atas segala persenjataan yang sudah diekspor ke Myanmar.

"Israel tidak tahu lagi apa yang terjadi dengan senjata-senjata itu ketika sudah diekspor ke Birma (Myanmar)," kata Mack, pengacara hak asasi di Tel Aviv.

"Dari situs Tar Ideal kita mengetahui mereka mempersenjatai pasukan Birma yang saat ini beroperasi di Negara Bagian Rakhine."

Petisi itu diajukan pada Januari lalu, tak lama setelah pejabat Israel mengunjungi Myanmar untuk membahas perdagangan senjata dan kunjungan itu dibalas pula oleh pejabat Myanmar.

Setelah petisi diajukan ke pengadilan, militer Israel Maret lalu mengatakan pengadilan tidak punya hak yurisdiksi untuk membahas isu itu dan penjualan senjata ke Myanmar 'murni diplomatik'.

Israel dan Myanmar sudah menjalin hubungan erat dalam perdagangan senjata bertahun-tahun sejak sebelum junta militer mengakhiri kekuasaannya.

"Pemerintah Israel sudah menjual senjata ke diktator militer di Birma selama bertahun-tahun," kata Ofer Neiman, aktivis hak asasi Israel.

"Kebijakan ini berkaitan erat dengan penindasan Israel terhadap rakyat Palestina. Senjata yang mereka gunakan kepada orang Palestina adalah sekaligus jadi ajang uji coba untuk kemudian dijual ke rezim paling kejam di muka bumi." [merdeka.com]
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.