2022-11-13

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agam Inong Aceh Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa Lapas Lapas Tanjungbalai lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narapidana Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patani Patroli Pekalongan Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama Universitas Malikussaleh USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA


Kerung Geukueh -
PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukueh melaksanakan Survei Kepuasan Lingkungan (SKL) tahun 2022 di Gedung Pertemuan dalam Komplek Perumahan perusahaan di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis (17/11/2022).

Survei ini dengan cara membagikan kuesioner melibatkan ratusan masyarakat lingkungan perusahan yang ada di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara dan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan satu init rumah dan satu sak beras 10 kg secara simbolis.

VP PKBL dan Humas PT PIM, Zulhadi mengatakan kegiatan SKL ini dilaksanakan perusahaan setiap tahunnya untuk melihat respon masyarakat atas peran dan kontribusi serta tanggung jawab sosial perusahaan sehingga perlu dilakukan penilaian kepuasan lingkungan.

Adapun jumlah responden yang berpartisipasi sebanyak 170 orang yang berasal dari ring 1 perusahaan yakni, Gampong Tambon Tunong, Tambon Baroh, Keude Krueng Geukueh, Paloh Gadeng, Blang Mee, Blang Naleung Mameh dan mitra binaan PT PIM.

Selain untuk meningkatkan kepuasan survei ini bertujuan untuk mengembangkan perencanaan program berikutnya berdasarkan hasil perolehan. “Kami berharap program bantuan bantuan yang diberikan ini dapat memberi manfaat kepada masyarakat,”harapnya.

Direktur Keuangan dan Umum PT PIM, Rochan Syamsul Hadi mengatakan PT PIM akan terus maksimal mungkin untuk memberi terbaik kepada warga lingkungan perusahaan.

“Perusahaan akan terus bertindak untuk memberi terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik di lingkungan perusahaan dan wilayah pemasaran yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat,”pungkasnya.

Sedangkan Sekretaris Camat Dewantara, Nur Khazi. S.IP mengatakan dengan adanya program yang sudah implementasi perusahaan yakni, bantuan rumah dhuafa, pendidikan, dan kesehatan.

“Kami mewakili masyarakat Dewantara khususnya lingkungan berterima kasih kepada PT PIM yang telah mengimplementasi dana CSR sesuai dengan kebutuhan masyarakat,”pungkasnya


ACEH UTARA - Setelah pendaratan pengungsi etnis Rohingya sebanyak 111 orang sekitar pukul 03.25 dini hari, Selasa, 15 November 2022, di bibir pantai Meunasah Baro, Kecamatan Syamtalira, Kabupaten Aceh Utara, pada hari ini, Rabu, 16 November 2022, Aceh kembali kedatangan pengungsi Rohingya gelombang berikutnya sebanyak 119 orang, yang mendarat di kawasan Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, di kabupaten yang sama.

Sementara pengungsi gelombang pertama yang sebelumnya ditampung sementara di Meunasah Desa Meunasah Lhok telah direlokasi oleh warga setempat ke Aula Kantor Kecamatan Muara Batu, pengungsi gelombang susulan hari ini pun belum mendapatkan kejelasan dari Pemerintah mengenai nasib dimana lokasi penampungan untuk mereka untuk sementara waktu akan ditempatkan.

Dari itu, kami dari Yayasan Geutanyoe mendesak Pemerintah terkait, baik di tingkat Pusat maupun di tingkat Provinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Utara, untuk segera mengambil kebijakan mensolusikan tempat penampungan sementara bagi para pengungsi Rohingya yang secara keseluruhan berjumlah 230 orang tersebut, sebagaimana amanat Perpres No. 125 Tahun 2016.

Berdasarkan data yang diperoleh oleh Yayasan Geutanyoe, pengungsi Rohingya sebanyak 230 orang itu terdiri dari 126 orang laki-laki dewasa, 64 orang perempuan dewasa, 49 orang anak-anak dan 1 orang balita usia 10 bulan. Mereka saat ini sangat membutuhkan penanganan segera, tidak hanya dari sisi kebutuhan tempat tinggal, tapi juga kebutuhan untuk konsumsi dan perawatan kesehatan, terutama bagi perempuan dan anak-anak, setelah mereka terdampar sekian lama di perairan laut lepas. Atas nama kemanusiaan, tentu saja nasib pengungsi Rohingya tidak terbatas pada tanggung jawab pemerintah saja. Dari itu, Yayasan Geutanyoe menyerukan kepada berbagai pihak untuk peduli dalam bentuk apapun yang mungkin untuk dikontribusikan.

Pada kesempatan ini, Yayasan Geutanyoe juga meminta kepada Pemerintah, dalam hal ini kepada Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Pengungsi Luar Negeri (PPLN) Tingkat Provinsi Aceh. Hal ini diperlukan untuk adanya kejelasan mengenai badan yang bertanggung jawab sebagai leading dalam isu penanganan pengungsi luar negeri.

Bagaimanapun, posisi geografis Aceh yang berhadapan dengan Laut Andaman dan berada di perairan Selat Malaka, adalah salah satu diantara jalur perlintasan laut tersibuk di dunia. Tidak hanya sebagai jalur perlintasan barang, tetapi juga orang, yang termasuk diantaranya menjadi jalur perlintasan para pengungsi luar negeri, terutama para pengungsi etnis Rohingya. Karena itu, pesisir Aceh selalu akan menerima para pengungsi luar negeri yang terdampar di laut kawasan tersebut.

Yayasan Geutanyoe sendiri menyatakan komitmen untuk mendukung dan bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama dengan pemerintah, dalam isu kemanusiaan terkait penanganan pengungsi luar negeri di Aceh. Kami siap melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai unsur pemerintah terkait dan berbagai pihak lainnya demi kelancaran dan maksimalnya pelayanan kemanusiaan dalam penanganan pengungsi luar negeri.
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.